31 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 3655

RFB Cabang Medan Peduli Anak Yatim, Berbagi Sembako ke Panti Asuhan

BERBAGI: Kepala Cabang RFB Medan, Sonya Kadarmanik bersama manajemen berbagi sembako kepada anak Panti Asuhan Padang Bulan, Medan, Sabtu (27/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Cabang Medan berbagi sembako kepada anak yatim piatu di dua panti asuhan di Medan dan Deli Serdang, Sabtu (27/2).

BERBAGI: Kepala Cabang RFB Medan, Sonya Kadarmanik bersama manajemen berbagi sembako kepada anak Panti Asuhan Padang Bulan, Medan, Sabtu (27/2).

Kedua panti asuhan tersebut adalah Panti Asuhan Padang Bulan Jalan Harmoni Baru No. 76, Medan Selayang, dan Panti Asuhan Sahabat Anak Indonesia Jalan Ulayat Raya No. 5, Klambir Lima, Deli Serdang.

Kepala Cabang RFB Medan, Sonya Kadarmanik mengungkapkan, kegiatan charity atau bakti sosial ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan wujud dari rasa peduli kepada sesama. Kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap bulannya. “Kegiatan bakti sosial ini juga menjadi wujud nyata komitmen perusahaan yang sudah menjadi agenda rutin, terlebih di tengah kondisi pandemi Covid-19,” ujar Sonya, Minggu, (28/2).

Disebutkan Sonya, sembako yang dibagikan di antaranya beras, minyak goreng, susu, telur. Selain itu, perlengkapan kebersihan seperti wipol, sapu, kain pel, sabun, bahkan masker, hand sanitizer dan sebagainya. “Kami berharap bantuan ini bisa meringankan dan juga membantu anak-anak panti asuhan dalam situasi pandemi Covid-19,” harapnya.

Lebih lanjut Sonya mengatakan, selain berbagi sembako dan perlengkapan kebersihan, manajemen RFB Cabang Medan juga turut mengadakan kegiatan yang menghibur para anak panti asuhan. (ris/ila)

Hal ini bertujuan agar mereka ikut merasakan kebahagiaan seperti yang dirasakan oleh anak-anak lainnya. “Semoga apa yang kita berikan banyak manfaat juga kepada kami untuk semakin menumbuhkan semangat tetap bisa berbagi kepada sesama,” pungkasnya. (ris/ila)

Bupati Asahan Tutup Festival Seni Nasyid 2021

RESMI: Pelaksanaan Festival Seni Nasyid Tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2021 secara resmi dibuka Plh Bupati, Drs. H. John Hardi Nasution, Msi

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Sehari dilantik Gubernur Sumatera, Edy Rahmayadi, Bupati Asahan menutup kegiatan Festival Seni Nasyid Tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2021 di Gedung Tahfidz Masjid Agung H. Ahmad Bakrie Kisaran, Sabtu (27/2).

RESMI: Pelaksanaan Festival Seni Nasyid Tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2021 secara resmi dibuka Plh Bupati, Drs. H. John Hardi Nasution, Msi, dan sekarang Festifal resmi ditutup.

Bupati Asahan, H. Surya BSc melalui Wakil Bupati, Taufik Zainal Abidin Siregar, menyampaikan bahwa pelaksanaan Festival Nasyid merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kesenian Islam.

“Untuk itu, diperlukan perhatian, keterlibatan dan tanggung jawab seluruh komponen masyarakat dan jajaran pemerintah agar penyelenggaraan Festival Nasyid ini memberi bekas dan pengaruh positif yang tampak dan dirasakan secara nyata dan terukur dalam perkembangan kehidupan masyarakat kita ke depan,” ucap Taufik.

Taufik juga menyampaikan kepada grup Nasyid yang meraih peringkat terbaik, untuk terus mengasah kemampuan sebagai persiapan dalam mengikuti ajang yang lebih tinggi. Karena group Nasyid terbaik (pertama) baik putra maupun putri, tidak mutlak menjadi duta Kabupaten Asahan untuk mengikuti festival Nasyid tingkat provinsi.

“Nantinya akan diadakan seleksi dan Pemusatan Latihan (TC) untuk mencari personel personel yang lebih baik, sehingga menghasilkan grup Nasyid terbaik yang membawa nama Kabupaten Asahan,” tegas Taufik.

Wakil Bupati Asahan juga berpesan kepada grup Nasyid yang belum berhasil, agar terus berlatih dan memacu diri untuk berprestasi di kesempatan-kesempatan yang akan datang.

“Kepada yang menang maupun yang belum menang, saya berharap semangat be-festival janganlah sampai menggeser niat ikhlas untuk melestarikan kesenian Islam,” ujarnya.

Terakhir, beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Asahan yang telah menyukseskan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Asahan, untuk bersama-sama melanjutkan pembangunan Kabupaten Asahan menuju masyarakat sejahtera yang religius dan berkarakter.

Di tempat yang sama, Sekretaris Panitia Festival Seni Nasyid Tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2021, Ali Muqhofar dalam laporannya menyampaikan pelaksanaan Festival Seni Nasyid Tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2021 diikuti oleh 25 Kecamatan se-Kabupaten Asahan, dengan jumlah peserta sebanyak 48 group, terdiri dari 23 group putra dan 25 group putri dan keseluruhannya berjalan dengan sukses dan lancar. Beliau juga menyampaikan, bagi peserta terbaik nantinya akan diberikan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Asahan serta hadiah berupa trophy dan uang tunai. (mag-9)

Perias Pengantin Tewas Ditabrak Truk

Evakuasi: Petugas Satlantas Polres Tebingtinggi saat melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan, Sabtu (27/2).

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – seorang perias pengantin berinisial SM (48) warga Jalan KF Tandean, Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi, tewas di tempat usai ditabrak truk saat melintas di Jalan Teningtinggi Pematang Siantar Km 86-87 tepatnya di dekat perlintasan rel kereta api, Dusun V Desa Kedai Damar, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdangbedagai, Sabtu (27/2) sore.

Evakuasi: Petugas Satlantas Polres Tebingtinggi saat melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan, Sabtu (27/2).

Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi, AKP J Nainggolan, kecelakaan maut terjadi saat korban mengendarai sepeda motor honda metik BK 4832 NAV melaju dari arah Tebingtinggi menuju Pematang Siantar.

Setibanya di lokasi kejadian, pengendara SM naik ke beram jalan. Namun pengendara sepeda motor oleng dan terjatuh.

“Pada saat bersamaan, mobil truk dengan nomor polisi tidak diketahui dari arah yang sama menabrak korban hingga tewas di tempat,”ujar Nainggolan, Minggu (28/2)

Petugas Satlantas mendapat informasi kecelakaan maut tersebut, turun ke lokasi dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi. “Kini sepeda motor Honda Scoopy BK 4832 NAV diamankan di Mako Unit Laka Lantas Polres Tebingtinggi sebagai barang bukti,” paparnya. (ian)

Kemensos RI-Pemkab Sergai Gelar FGD Terkait Penyaluran Sembako, Pendamping PKH Harus Bekerja Profesional

FGD: Pemkab Sergai dan Kemensos RI dan Dinas Sosial Provinsi Sumut menggelar FGD terkait tufoksi dalam penyaluran sembako.

SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Kementerian Sosial RI melalui Dirjen Penanganan Fakir Miskin (PFM) Wilayah I, Pemkab Sergai dan Dinas Sosial Provinsi Sumut menggelar Forum Group Discussion (FGF) terkait tugas dan fungsi stakeholder dalam penyaluran progam sembako kepada warga penerima manfaat PKH dan KKS di Aula Sultan Serdang Kompleks Kantor Bupati, Jalan Negara, Kabupaten Sergai, Sabtu (27/2).

FGD: Pemkab Sergai dan Kemensos RI dan Dinas Sosial Provinsi Sumut menggelar FGD terkait tufoksi dalam penyaluran sembako.

Sekdakab Sergai, Faisal Hasrimy meminta kepada Kepala Desa dan telah menyampaikan melalui Dinas Sosial agar bekerja secara profesional dalam menangani bantuan sosial untuk masyarakat yang membutuhkan.

“Jika ada kendala, agar pihak pihak yang terlibat tidak sungkan untuk mengkomunikasikan dan berkoordinasi dengan Pemkab Sergai,” jelasnya.

Faisal juga berpesan kepada Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) atau Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) agar melapor kepada saya kalau ada problem di lapangan. Komunikasi ini penting sekali agar kita bisa saling memahami dan nantinya bersama-sama kita bisa menyelesaikan kendala yang ada sesuai dengan aturan yang ada.

“Mari kita jadikan momen ini untuk menumbuhkembangkan perekonomian di desa agar masyarakat kita sejahtera, dan dapat bertahan di tengah situasi pandemi,”harap Faisal.

Sedangkan Kasubbid Bantuan Stimulan dan Pendataan Lingkungan Dirjen PFM Wilayah I Kemensos, Endang Muryani menerangkan kalau kedatangan pihaknya di Kabupaten Sergai bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap tugas dan fungsi stakeholder dalam penyaluran sembako, di mana antara pendamping PKH, pendamping sembako atau TKSK memiliki peranan yang berbeda beda.

“Terkait Penyedia atau Pengelola E-Warong, jika ada yang merasa tidak mampu memenuhi apa yang dibutuhkan masyarakat penerima manfaat, maka boleh mengundurkan diri dan digantikan dengan pihak yang lebih mampu. Saya ingatkan kembali kalau pihak pendamping tidak diperbolehkan menjadi agen E-Warong dan tidak bisa pula menjadi supplier,” paparnya.

Bahkan, setiap pendamping wajib bekerja sesuai tupoksi masing masing. Untuk menjamin transparansi, data masyarakat penerima manfaat dapat dipasang di tempat umum agar masyarakat tahu siapa saja yang menerima bantuan tersebut. Sedangkan peran Kepala Desa sangat penting dalam menentukan siapa saja masyarakat di daerahnya yang layak mendapatkan uluran bantuan sebagai penerima manfaat, namun tentunya harus berdasarkan pertimbangan objektif dan bebas kepentingan.

‘Kami menyarankan agar supplier mengambil supply barang yang berasal dari Kabupaten Sergai juga. Hal ini penting sekali untuk menciptakan perputaran ekonomi di daerah ini,” pintanya. (ian)

Polsek Bandar Khalifah Operasi Yustusi, Stop Pengendara Tak Bermasker

Operasi: Polsek Bandar Khalifah, TNI dan petugas Satpol PP Kecamatan melakukan operasi yustisi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Operasi Yustisi yang dilaksanakan Polsek Bandar Khalifah Resor Tebingtinggi, bersama TNI dan Satpol PP Kecamatan Bandar Khalifah, berhasil menjaring puluhan pengendara tidak mengenakan masker saat berkendara, di Jalan Besar Pekan Bandar Khalifah, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Sergai, Minggu (28/2).

Operasi: Polsek Bandar Khalifah, TNI dan petugas Satpol PP Kecamatan melakukan operasi yustisi.

Sasaran operasi yustisi kali ini kepada pengendera yang melintas di Pekan Bandar Khalifah dan pelaku usaha yang masih melanggar protokol kesehatan seperti kedai kopi, restaurant dan tempat wisata.

Kapolsek Bandar Khalifah melalui Waka Polsek, Iptu Alfaonso Nababan, mengatakan operasi yustisi kepada para pengendera sepeda motor atau warga yang melakukan aktivitas di luar rumah tidak menggunakan masker. Sedangkan pelaku usaha, selain memakai masker harus menyediakan cuci tangan, mengatur tempat duduk dan tidak menimbulkan kerumunan orang banyak dalam waktu lama.

“Kali ini kita memberikan sanksi kepada 5 warga dengan hukumam sanksi sosial dan 1 pelaku usaha diberikan peringatan, agar tidak melakukan mobilitas dengan berkumpul dalam jumlah yang banyak,” jelasnya.Menurut Iptu Alfonso, mereka yang diamankan dalam operasi yustisi didata sesuai dengan KTP, dan membuat perjanjian tidak akan melakukan pelanggaran protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Operasi yustisi ini juga dalam menegakan Pergub No. 34 Tahun 2020. Masayarakat diharapkan terus mematuhi 5M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mrnghindari mobilitas warga,” jelasnya. (ian/han)

Ikan Hidup Tertelan, Siswi SMP Tewas

Ilustrasi.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Seorang remaja berusia 15 Tahun warga Kecamatan Meranti, Kabupaten Asahan, tewas setelah ikan hidup hasil tangkapannya nyangkut di leher korban.

Menurut salah seorang Kepala Dusun (Kadus) di Kecamatan Meranti, Osman, korban bernama Gresia Juni Hotdiana Hasibuan, meninggal dunia karena kesulitan bernapas setelah ikan hidup yang baru ditangkapnya dari aliran parit masuk ke tenggorokan.

Akibatnya, korban susah bernafas hingga dilarikan ke Puskesmas Meranti. Namun nyawa korban sudah tak dapat diselamatkan tim medis.

Dikatakan Osman, sebelumnya korban pergi bersama adiknya menangkap ikan di parit yang tak jauh dari lingkungan mereka, Jumat (26/2).

“Saat itu, korban beserta adiknya berhasil menangkap beberapa ikan betik, kalau dalam bahasa bataknya Kepongul dari parit bekas galian beko itu,” tutur Osman.

Karena tangan kanan dan kiri korban sudah memegang ikan, diduga korban membawa seekor ikan lagi di dalam mulutnya dengan cara digigit.

“Mungkin ikan yang di dalam mulut korban lepas dari gigitan, dan tersangkut di tenggorokannya,”terang Osman.

Melihat kakaknya susah bernafas, adik korban pulang memanggil ibunya dan warga. Bersama warga, korban pun dilarikan ke Puskesmas Meranti untuk mendapat pertolongan.

Namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Oleh tim medis, jenajah siswi kelas III SMP itupun diboyong ke rumah duka untuk dikebumikan, Sabtu (27/2)siang. (mag-9)

606 Orang Warga Asahan Terkonfirmasi Covid-19

H. Rahmat Hidayat Siregar S. Sos. M.Si.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Sepanjang pandemi Covid-19 melanda Kabupaten Asahan, sebanyak 606 orang warga terkonfirmasi positif, dengan rincian 47 orang dalam perawatan, 526 orang telah dinyatakan sembuh, 33 orang meninggal dunia, dan 8 orang suspek.

H. Rahmat Hidayat Siregar S. Sos. M.Si.

Demikian disampaikan Kadis Kominfo sekaligus juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Asahan, Rahmat Hidayat Siregar.

Berdasarkan hasil data surveilans dari seluruh puskesmas yang ada di wilayah Asahan sebagaimana di kelola Dinas Kesehatan Asahan pertanggal 28 Februari 2021 hingga pukul 12.00 WIB di Jl. Tusam No. 5 Kota Kisaran.

“Hari ini sebanyak sebanyak 606 orang warga konfirmasi positif covid-19 dengan rincian 47 orang dalam perawatan, 526 orang telah dinyatakan sembuh dan 33 orang meninggal,” ujarnya, Minggu (28/2).

Dengan semakin meningkatnya jumlah terkonfirmasi positif Covid-19, Rahmat Hidayat mengimbau masyarakat Asahan agar tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yakni 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Kami tak bosan-bosannya terus mengimbau kepada warga Asahan untuk tetap imbauan pemerintah. Kita sama-sama berharap agar angka penyebaran Covid-19 dapat ditekan dan hilang dari Asahan,” ajaknya. (mag-9)

Terdaftar Peserta BpJamsosktek, Teknisi Listrik Meninggal saat Kerja akan Dapat Santunan

Dangerous accident in warehouse during work - wounded worker ** Note: Visible grain at 100%, best at smaller sizes

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan menyatakan, korban yang mengalami kecelakaan kerja hingga tutup usia di Langkat sebagai peserta. Karenanya, korban berinisial S (50) yang merupakan pekerja PT PLN dari vendor PT KSO Wahana Maduma berhak mendapat jaminan serta beasiswa pendidikan dua orang anak hingga tamat kuliah jenjang strata 1.

Ilustrasi.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Kepesertaan BPJamsostek Cabang Binjai, Yenita, Minggu (28/2). Meski korban terdaftar sebagai peserta, kata dia, pihaknya belum menerima seluruhnya berkas administrasi kepesertaan korban pascamengalami kecelakaan saat kerja.

Begitupun, dia bilang, BPJamsostek Cabang Binjai telah berkoordinasi dengan perusahaan tempat korban bekerja. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan vendor PLN PT KSO Wahana Maduma, terkait kepesertaan korban yang meninggal saat bekerja kemarin,” kata Yenita kepada wartawan, Minggu (28/2).

Sejumlah uang tunai akan diberikan kepada ahli waris korban berdasarkan penghitungan yang dilakukan BPJamsostek melalui jumlah upah yang dilaporkan. “Ahli waris akan menerima uang santunan sejumlah 48 kali gaji yang dilaporkan. Misal, upah yang dilapor sesuai UMR Binjai, langsung dikalikan (48 kali),” urai dia.

Korban didaftar pada empat program. “Almarhum didaftarkan ikut 4 program ke kita. Jadi, selain jaminan kematian, ada JHT dan JP, nanti diserahkan sekalian. Untuk nominalnya, selanjutnya saya kabari, karena masih dalam perhitungan,” sambung dia.

Namun, penghitungan belum dapat dijelaskan karena pihak keluarga atau ahli waris belum melengkapi kelengkapan administrasi. Salah satu surat keterangan rumah sakit dan hasil cek kasus di lapangan belum dilakukan.

Korban diketahui bermukim di Dusun II, Desa Sukadame Timur, Hinai, Langkat, tutup usia secara tiba-tiba saat sedang bekerja melihat atau mengecek aliran listrik yang mengalami gangguan pada sebuah tiang di Dusun IV, Desa Padangtualang, Kamis (25/2) petang. Korban terlihat telentang oleh saksi atas nama Rudi

Tubuh korban tidak ada terdapat luka bakar . Korban diduga meninggal karena gagal jantung. (ted/han)

Serap Aspirasi Masyarakat di Relokasi Pengungsi Sinabung, Bob Andika: Roda Perekonomian Siosar Masih Tertinggal

ASPIRASI: Bob Andika Mamana saat menyerap aspirasi masyarakat di relokasi Siosar, Tanah Karo.solideo/sumut pos.

KARO, SUMUTPOS.CO – Anggota DPR-RI Daerah Pemilihan Sumatera Utara III, Bob Andika Mamana Sitepu, SH mengaku miris dengan lambannya roda ekonomi masyarakat di kawasan Relokasi Siosar. Apalagi, kondisi tersebut sangat bertolak belakang dengan kemeriahan geliat wisata dari berbagai kluster vila dan cafe mewah bernuansa Eropa yang berdiri di Siosar.

ASPIRASI: Bob Andika Mamana saat menyerap aspirasi masyarakat di relokasi Siosar, Tanah Karo.solideo/sumut pos.

Hal ini dikatakan Bob saat Reses Menyerap Aspirasi di Jambur Desa Bekerah, Minggu (21/2). Menurut politisi PDI Perjuangan itu, kurang terukurnya pemetaan pembangunan, khususnya kawasan wisata telah menyebabkan kawasan Relokasi Siosar seperti terabaikan.

Padahal nama besar yang disandang Siosar saat ini, terang Bob sarat sejarah. Dimana, pemerintah memutuskan kawasan ini menjadi lokasi tinggal baru bagi masyarakat yang secara langsung terdampak bencana erupsi Gunung Api Sinabung, asal Desa Bekerah dan Simacem, Kecamatan Naman Teran dan Suka Meriah, Kecamatan Payung.

“Sedih kita, idealnya kawasan Relokasi ini yang dibina agar menjadi pusat baru kegiatan wisata dan pertanian,”ujar Kapoksi Komisi V Fraksi PDI Perjuangan DPR -RI ini.

Lebih jauh lagi, Siosar yang secara geografis berada di punggung Danau Toba juga seperti terlupakan dari geliat triliunan rupiah yang dikucurkan oleh pemerintah pusat lewat program Kawasan Super Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.

Nasibnya kini hampir sama miris dengan seluruh wilayah Karo,khususnya Kecamatan Merek. Ketertinggalan Karo menikmati pembangunan KSPN tersebut terjadi disinyalir karena kurangnya daya juang pemerintah daerah di pemerintah pusat.

“Kita dapat apa dari program KSPN. Padahal Karo memiliki semua potensi dukungan baik dari sisi pertanian, masyarakat dan keindahan alam. Food Estate misalnya, sampai sekarang kita tidak melihat ada tanaman kentang yang lebih baik dari kentang petani Karo,” terang Bob.

Untuk itulah, Bob mengajak masyarakat di kawasan relokasi Siosar berbenah. Sembari menguatkan rasa kekompakan, dia berharap masyarakat mulai memetakan sejumlah kebutuhan pembangunan, agar dapat mendukung kehidupan sosial, produktifitas tani dan wisata.

Dalam kesempatan itu, Bob yang hadir didampingi Anggota DPRD Karo Feri Edisonta Milala, Ketua dan jajaran Relawan BAMS Meteh Milala,Nanang,SS, Adi Pranata Sebayang, Bahari Tarigan, Nesken Bukit, Edhi Surbakti, Tomson “Cot” Manik, Enita Tarigan , dan Adil Ginting menerima belasan masukan dan permintaan dari masyarakat tiga desa.

Dengan antusias dan fokus, dihadapan masyarakat dan ketiga kepala desa, Bob lantas menjawab dengan memberikan solusi pada sejumlah program pembangunan diantaranya Jalan Penghubung Antar Desa, Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan (ABSAH) dan pengembangan BUMDES.

Program – program lain yang nantinya diharapkan menjadi pemicu produktifitas di bidang pertanian. Khusus BUMDES, Bob meminta agar lembaga ini menjadi lembaga penggerak kemajuan pariwisata di Siosar. (deo)

Pemprovsu Dukung Pelestarian Hutan Mangrove

KUNJUNGI: Sekdaprov Sumut, R Sabrina memancing ikan di sela-sela mengunjungi kawasan pengelolaan mangrove di Kelurahan Berasbasah, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sabtu (27/2/2021).

SUMUTPOS.CO – Pemerintah provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mendukung penuh terhadap upaya masyarakat memperbaiki dan melestarikan hutan, seperti yang dilakukan kelompok tani di Kecamatan Pangkalansusu, Kabupaten Langkat.

KUNJUNGI: Sekdaprov Sumut, R Sabrina memancing ikan di sela-sela mengunjungi kawasan pengelolaan mangrove di Kelurahan Berasbasah, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sabtu (27/2/2021).

Adapun bentuk dukungan yang diberikan seperti penyediaan bibit pohon bakau dan pemberian kapal bot, serta pembinaan melalui UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah I Stabat.

“Untuk kawasan hutan mangrove, kita terus mengupayakan bagaimana agar bisa dikembalikan fungsinya tetapi juga tetap memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Sepanjang pantai timur Sumut, itu yang kita lakukan,” kata Kepala Dinas Kehutanan Sumut, Herianto saat mendampingi Sekdaprovsu R Sabrina mengunjungi kawasan pengelolaan mangrove (bakau) di Kelurahan Berasbasah, Pangkalan Susu, Langkat, Sabtu (27/2).

Dalam kunjungan tersebut, Sabrina menyempatkan diri mencoba langsung madu Kelulut (ternak) dari sarangnya, mengelilingi kawasan hutan bakau menggunakan bot bantuan Pemprov Sumut, serta merasakan pengalaman memancing ikan bandeng.

Dari lokasi seluas kurang lebih 38 hektare itu, Sabrina melihat beberapa kegiatan pengelolaan kawasan seperti pelestarian hutan bakau, penanaman pohon buah, peternakan lebah madu dan budidaya ikan bandeng. Dari berbagai usaha itu pula, pengelola menjadikan tempat tersebut sebagai lokasi wisata.

“Ya, ini adalah kegiatan mulia. Karena tujuannya melestarikan bumi. Selain melestarikan, juga membangkitkan perekonomian masyarakat. Jadi walaupun sekarang ekonomi sedang terpuruk, kita harus bangkit, dan ini salah satu upaya yang sangat baik,” ujarnya.

Banyaknya kondisi hutan bakau yang rusak di Sumut, menurut Sabrina, karena ulah manusia yang mengeksploitasi keberadaan pohon bakau. Sehingga masyarakat merasakan dampak buruk seperti berkurangnya hasil nelayan hingga abrasi pantai.

Ketua Kelompok Tani Peduli Pesisir, Yenti Sin menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kepedulian Pemprovsu, terlebih untuk melestarikan kawasan hutan bakau. “Terimakasih karena bantuan ini kita terus mengembangkan upaya pelestarian mangrove di Pangkalasusu ini. Jadi masyarakat kita di sini juga ikut bekerja membantu mengelolanya,” katanya. (prn)