31 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 3658

Waspada Skimming, Ini Dia Tips Aman Bertransaksi Perbankan Saat Pandemi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Di tengah kondisi pandemi ini nasabah dituntut membiasakan diri bertransaksi secara non-tunai (online). Namun adakalanya, nasabah perlu melakukan tarik tunai di ATM terdekat. Oleh karena itu, perlu disimak tips bagaimana bertransaksi yang aman dan nyaman untuk mengantisipasi terjadinya kejahatan perbankan.

Direktur Digital dan Teknologi Informasi Bank BRI Indra Utoyo menghimbau nasabah BRI untuk selalu waspada terhadap segala modus penipuan yang mengatasnamakan BRI. Perseroan terus berkomitmen untuk memberikan berbagai produk dan layanan yang bisa membantu transaksi nasabahnya secara cepat, aman dan nyaman.

Bagi pengguna internet banking atau m-banking, nasabah dianjurkan untuk menjaga kerahasiaan username dan password (PIN). Password internet banking atau PIN m-banking sebaiknya diganti secara berkala. Selain itu, tidak lupa juga untuk selalu menjaga kerahasiaan mToken BRI.

Dalam melakukan komunikasi terhadap nasabah, BRI tidak pernah meminta PIN ataupun mToken kepada nasabahnya. BRI juga menyarankan untuk berhati – hati dalam menggunakan jaringan WIFI di area publik untuk keperluan akses bertransaksi melalui internet banking.

Bagi nasabah yang masih perlu menggunakan mesin ATM maupun CRM guna tarik tunai/setor uang dengan menggunakan kartu ATM, pastikan untuk migrasi kartu ATM ke kartu yang sudah menggunakan chip. Selain itu, gantilah PIN kartu ATM secara berkala dengan angka unik dan tak mudah ditebak. Nasabah perlu menutupi dengan tangan saat memasukkan PIN ATM di mesin ATM/CRM.

Untuk tetap menjaga kesehatan di masa pandemi, jangan lupa tetap menggunakan masker di luar rumah, hindari tangan menyentuh mulut dan hidung selama transaksi berlangsung serta selalu mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer setelahnya.

Indra menegaskan kepada nasabah untuk mengaktifkan fitur SMS notifikasi guna mengetahui perubahan saldo nasabah atau mutasi rekening. Dirinya juga meminta nasabah untuk tidak memberikan One-Time Password (OTP) kepada siapapun termasuk oknum yang mengaku pihak dari BRI.

“Saat ini bila sekiranya nasabah tidak memerlukan penggunaan ATM, bisa mengubah mode disable kartu ATM melalui aplikasi BRImo, mobile banking atau internet banking sehingga kartu tersebut tidak bisa digunakan sementara sampai nasabah mengubah ke mode enable lagi” tandas Indra.

Dalam bertransaksi non-tunai, nasabah dapat memaksimalkan layanan mobile banking BRImo yang sudah dilengkapi dengan fitur keamanan; yakni fitur disable/enable kartu ATM setiap saat jika dibutuhkan, salah satunya adalah ketika nasabah mendeteksi ada transaksi di luar kebiasaan, atau nasabah merasa ingin mengamankan kartu ATM-nya.

Apabila terdapat pertanyaan dan konsultasi, nasabah dapat segera menghubungi Kantor Bank BRI terdekat atau Contact BRI 14017 atau 1500017.

Informasi mengenai BANK BRI dapat diakses melalui situs www.bri.co.id

74 Pegawai Kejari Labuhanbatu Swab Antigen

IKUTI: Sebanyak 74 pegawai Kejari Labuhanbatu menjalani Swab Antigen.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 74 pegawai di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu mengikuti Swab Antigen, yang digelar di aula gedung Kejari, Jalan Sisingamanraja Rantauprapat.

IKUTI: Sebanyak 74 pegawai Kejari Labuhanbatu menjalani Swab Antigen.

Swab Antigen ini dilakukan untuk upaya mendeteksi secara dini, dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di lingkungan Kejari Labuhanbatu.

Metoda pendeteksian Covid-19 dengan swab antigen yang dilakukan dengan mengambil sampel cairan yang terdapat di saluran pernapasan di rongga hidung. Dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya virus yang secara identik menyerang bagian pernapasan.

Hasil swab antigen yang dilakukan oleh pihak Dinas Kesehatan Pemkab Labuhanbatu diperoleh hasil keseluruhan para pegawai non reaktif.

Kepala Kejaksaan Negeri Labuhanbatu, Kumaedi menyebutkan Swab Antigen ini merupakan bentuk dukungan pihaknya terhadap kinerja Pemerintah Daerah dalam memutus dan menekan penyebaran Covid 19.

“Sebanyak 74 pegawai yang dilakukan swab antigen dinyatakan non reaktif Covid-19, yang terdiri dari pejabat utama, jaksa fungsional, staf dan tenaga kontrak,” jelasnya.

Kumaedi pun mengajak masyarakat turut menyukseskan program pemerintah pusat dalam menekan dan memutus penyebaran virus tersebut, dengan bersedia di vaksin secara berkala. (fdh/han)

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Brimob Poldasu Semprotkan Disinfektan di Fasilitas Umum

SEMPROTKAN: Kompi 3 Batalyon B Sat Brimob Polda Sumut semprotkan cairan disinfektan di Stasiun Kereta Api Kota Tanjungbalai.Sopian/sumut pos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kompi 3 Batalyon B Sat Brimob Poldasu Kota Tebingtinggi, yang dipimpin oleh Danton 5 Kompi 3B Aipda M Khaidir, melaksanakan penyemprotan cairan disinfektan di sejumlah tempat fasilitas umum di Kota Tanjungbalai, Kamis (25/2).

SEMPROTKAN: Kompi 3 Batalyon B Sat Brimob Polda Sumut semprotkan cairan disinfektan di Stasiun Kereta Api Kota Tanjungbalai.Sopian/sumut pos.

Dengan menggunakan kendaraan dinas, personel yang dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) melakukan penyemprotan di beberapa tempat fasilitas umum seperti Stasiun Kereta Api, Kantor PDAM, Loket Bus Rajawali trayek Medan Tanjungbalai, Mako Kompi 3/B Meliputi Penjagaan, Rumdin, Kantor, Masjid.

Selain itu, petugas juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat sepanjang Jalan DI Panjaitan, Arteri, Jenderal Sudirman dan Jalan Letjend. Suprapto, agar mematuhi protokol kesehatan (Prokes) penanganan Covid-19. Dan yon B Brimob Poldasu, Kompol Endra Budianto menjelaskan, kegiatan ini sesuai dengan intruksi Bapak Dansat Brimob Poldasu, Kombes Pol Suheru dalam rangka upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di setiap kota, khususnya jajaran Satuan Brimob Polda Sumatera Utara.

“Kami mengimbau agar masyarakat selalu mematuhi untuk wajib menggunakan masker saat beraktivitas, senantiasa menjaga jarak dalam tiap kesempatan dan rajin mencuci tangan dengan air yang mengalir. Mengurangi mobilitas juga perlu agar upaya pencegahan dini Covid-19 dapat berjalan dengan baik,” ujar Danyon B. (ian/han)

Terima Audiensi STAIS Tebingtinggi, Umar Zunaidi: Kualitas Pendidikan Harus Kompetitif

SILATUHRAHIM: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan menerim perwakilan SAIS.Sopian/sumut pos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi, Ir. Umar Zunaidi Hasibuan, menyebutkan bahwa kualitas pendidikan di suatu daerah harus bisa kompetitif. Artinya, mutu kualitas pendidikan harus dipertaruhkan.

SILATUHRAHIM: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan menerim perwakilan SAIS.Sopian/sumut pos.

Hal tersebut ditegaskan Umar Zunaidi Hasibuan saat menerima audiensi dan silahturahim STAIS Tebingtinggi Deli, di ruang kerja Lantai IV Gedung Balai Kota, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi.

Hadir Kepala Dinas Pendidikan Idham Khalid, Kabag Kesra Sahbana Hasibuan, Kabag Umum Fahmudin Siregar dan tim panitia wisuda STAIS sebanyak 4 orang dengan diketuai DR Muhammad Idris.

Dalam audiensi tersebut, Wali Kota Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan bahwa kualitas pendidikan adalah wawasan dalam hal cara pandang, cara berpikir menjadi lebih baik dari pada sebelumnya, berbicara memiliki alasan bukan karena emosi.

“Oleh karena itu pendidikan mutlak diperlukan. Maka semakin tinggi pendidikan, semakin santun. Itulah pembentukan, gunanya Perguruan Tinggi tadi,” ungkap Umar Zunaidi.

Umar mengatakan, Kota Tebingtinggi termasuk kota jasa dan pendidikan, maka sebanyak kalau bisa, masuk semua pendidikan di Tebingtinggi, contohnya daerah Malang ada 60 Perguruan Tinggi. Hidup kotanya, oleh karena itu mereka bisa hidup, perputaran uang anak mahasiswa, sedangkan di Indonesia ada 3 kota menjadi Kota Pendidikan, Kota Malang, Jogja, Solo, kota itu hidupnya dari mahasiswa,” jelasnya.

Lebih lanjut Umar terkait hal tentang UINSU, kita sudah pergi temui Universitas Sumatera Utara (USU), selama tiga bulan USU baru menjawab, kesulitan personil dan biaya operasional. Kita ke Kementerian Kesehatan, tak sanggup lagi sedang mengurus Covid-19, pergi kita ke UINSU Sumatera Utara dan UINSU menerima serta apabila kalau eks gedung Akbid ini tidak digunakan, dikembalikan pada kita.

Dijelaskannya, dalam RPJM sudah dijelaskan bahwa Pemkab, Pemkot dan Provinsi tidak bisa mengelola Perguruan Ting gi, hanya kewenangan Perguruan Tinggi ada di pemerintah pusat. “Kota kita, kota yang akan ditinggalkan orang kalau tidak ada magnet. Kita pakai strategi untuk pendidikan kita kedepan. UINSU ini terbaik di Sumatera. Saya berharap banyak orang yang ingin investasi di Kota Tebingtinggi,” paparnya.

Ditambahkan Umar, dirinya hanya ingin meninggalkan kenangan terbaik untuk Kota Tebingtinggi, apa yang dijalankan amanah menjadikan amanah dan meningkatkan kualitas pendidikan di Tebing, menjadikan kota kita, kota jasa dan kota pendidikan.

Setelah membahas tentang UINSU, Ketua Panitia Wisuda STAIS Deli Tebingtinggi, DR Muhammad Idris, mengatakan dalam audiensi ini, bahwa kunjungan STAIS ini untuk bersilahturahmi, sekaligus membahas peminjaman gedung untuk Wisuda dan mengundang Wali Kota untuk hadir memberikan bimbingan arahan sambutan dalam wisuda tersebut.

Ditambahkan Idris, bahwa STAIS mendukung kehadiran UINSU di Kota Tebingtinggi ini, karena dosen STAIS pun ada yang alumni dari UINSU. Wisuda STAIS Tebingtinggi Deli dijadwalkan akan dilaksanakan Sabtu, 20 Maret 2021, bertempat di Gedung Balai Pertemuan Kartini, dengan peserta Wisuda sebanyak 97 orang dan diperkirakan hadir mengikuti 350 orang. (ian)

16 Wargabinaan Lapas Binjai Dapat Program Asimilasi

ASIMILASI: Sebanyak 16 Wargabinaan Lapas Binjai mendapat program asimilasi. tedi/sumut pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai melakukan serah terima terhadap 16 orang wargabinaan kepada Balai Pemasyarakatan Kelas I Medan, karena mendapat program asimilasi terhitung sejak 25 Februari 2021.

ASIMILASI: Sebanyak 16 Wargabinaan Lapas Binjai mendapat program asimilasi. tedi/sumut pos.

“Ini merupakan pelaksanaan asimilasi tahap II tahun 2021,” kata Kalapas Kelas II A Binjai, Maju Amintas Siburian, Jum’at (26/2).

Dia menambahkan, program asimilasi sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 32 Tahun 2020 Tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat bagi Narapidana Dan Anak, dalam rangka pencegahan serta penanggulangan penyebaran covid-19. Meski mendapat program asimilasi, 16 wargabinaan Lapas Binjai juga diawasi.

Kalapas juga melakukan penyerahan sertifikat kompetensi kepada salah satu wargabinaan yang mengikuti pembinaan kemandirian di Lapas Kelas II A Binjai. (ted)

Lapor Dugaan Korupsi Dana Desa dan Bumdes Tahun 2015-2020, AMB Securai Utara Geruduk Kacabjari Brandan

GERUDUK: Perwakilan massa AMB Desa Securai membentangkan tuntutan mereka terkait dugaan korupsi dana desa dan Bumbes saat mengeruduk Kacabjari Pangkalanbrandan. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS .

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Puluhan warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Bersatu (AMB) Desa Securai Utara, mendatangi Kantor Kacabjari Pangkalanbrandan. Mereka mendesak agar kejaksaan mengusut dugaan korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) serta dana Badan usaha milik Desa (BumDes) tahun anggaran 2015-2020, Jumat (26/2).

GERUDUK: Perwakilan massa AMB Desa Securai membentangkan tuntutan mereka terkait dugaan korupsi dana desa dan Bumbes saat mengeruduk Kacabjari Pangkalanbrandan. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS .

Kedatangan massa AMB Securai Utara itu mendapat pengawalan Kanit Binmas Polres Langkat, Iptu TLP Marbun, Waka Polsek Pangkalan Berandan beserta personel lainnya. Setibanya, massa AMB disambut oleh Kacabjari Pangkalanbrandan, Ibrahim Ali SH,MH.

Kordinator Lapangan (Korlap) AMB Securai, Yanto mengatakan, sebelumnya mereka sudah membuat surat pemberitahuan kepada Polres Langkat terkait AMB Desa Securai Utara akan melaksanakan aksi unjuk rasa di depan Kacabjari Pangkalan Berandan.

Namun, kata Yanto, dikarenakan wabah Covid-19 yang semakin mengganas, maka pihak Polres Langkat tidak mengizinkan untuk menggelar aksi unjuk rasa.

Dalam hal ini kata Yanto, pengaduan AMB Desa Securai Utara agar ditindaklanjuti, termasuk pihak Inspektorat Kabupaten Langkat diminta untuk cepat melakukan audit terhadap kegiatan pengerjaan di Desa Securai Utara yang bersumber dari Dana Desa. “Yang artinya dalam melakukan audit, pihak Inspektorat Kabupaten Langkat jangan bermain mata kepada pihak pengelola Dana Desa Securai Utara, termasuk terhadap Kepala Desa Securai Utara,”tegas Yanto.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Cabang Pangkalan Berandan, Ibrahim Ali SH, MH mengatakan, terkait pengaduan masyarakat Desa Securai Utara sudah ditindaklanjuti oleh pihak kejaksaan Pangkalan Berandan.

Dan pihak kejaksaan Pangkalan Berandan sudah menyurati pihak Inspektorat terkait beberapa objek kegiatan yang bersumber dari DD dalam pengaduan masyarakat tersebut.”Saya minta masyarakat agar bersabar menunggu hasil audit pihak Inspektorat Kabupaten Langkat,”pinta Ibrahim Ali. (yas/han)

PB MBN Langkat Kenalkan Ornamen Melayu

CENDERAMATA: Pengurus PB PBM Langkat menyerahkan cenderamata kepada Wabup Langkat, Syah Afandin. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pengurus Besar Majelis Belia Negeri (PB MBN) Kabupaten Langkat, menggelar seminar dan bengkel Destar, Tanjak serta Tengkulok Alam Melayu, di Gedung MABMI Stabat, Jumat (26/2).

CENDERAMATA: Pengurus PB PBM Langkat menyerahkan cenderamata kepada Wabup Langkat, Syah Afandin. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.

Mengusung tema, membangun karakter dan jati diri kemelayuan dalam mewujudkan visi organisasi, menjadikan Langkat sebagai jantungnya rumpun melayu.

Seminar dibuka langsung Wakil Bupati Langkat, H. Syah Afandin. Peserta kegiatan, para tokoh melayu dan masyarakat Langkat, serta dari Sumut.

Wabup Langkat dalam sambutannya sangat mengapresiasi seminar yang digelar PB MBN, karena dilakukan dalam pengenalan nilai-nilai budaya dan ciri khas Melayu, agar tidak hilang ditelan Zaman.

Syah Afandin juga menegaskan, selama kepemimpinan Terbit Rencana PA, nilai kebudayaan dan ciri khas Melayu, tidak akan hilang dari tanah bertuah Kabupaten Langkat.

Sementara itu, Ketua panitia seminar M. Akbar, menjelaskan tujuan seminar ini untuk mengenalkan ciri khas Budaya Melayu kepada semua kalangan. Di antaranya Destar, Tanjak dan Tengkulok. “Melalui seminar ini, diharapkan nilai kebudayaan Melayu, tidak hilang dari ingatan generasi muda Melayu Langkat,”kata Akbar.

PB MBN Langkat Agusma Hidayat menambahkan, nilai sejarah Melayu harus terus dilestarikan dan dikenalkan kepada para generasi Muda..(yas/han)

Vaksinasi Pelayan Publik & Lansia, Target 300 Ribu Orang, Penerima Wajib Daftar

Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Vaksinasi Covid-19 tahap kedua DI Sumatera Utara rencananya akan dimulai awal Maret pekan depan. Sasaran vaksin ini diberikan kepada para pelayan publik, yakni ASN, personel TNI/Polri, guru, jurnalis, pegawai bank, anggota DPRD, termasuk warga lansia (lanjut usia) di atas 60 tahun.

Ilustrasi.

“Tahap kedua ini sasarannya sekitar 300.000 orang. Sesuai vaksin yang kita terima, jumlah ini lebih banyak dari sasaran vaksinasi tahap satu yang diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes) yakni sekitar 71.058 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumut, dr Alwi Mujahit Hasibuan saat dihubungi via seluler, Jumat (26/2) sore.

Alwi mengatakan, pelaksanaan vaksinasi tahap kedua ini hanya diberikan kepada kelompok penerima yang melakukan pendaftaran. Saat ini, proses pendaftaran masih berlangsung. “Kalau enggak daftar ya enggak masuk (divaksin). Jadi memang harus daftar. Begitu juga wartawan, tidak akan dapat kalau tidak mendaftar,” ucapnya.

Pada pelaksanaannya, vaksinasi tahap kedua ini rencananya akan digelar oleh 33 kabupaten/kota di Sumut. Namun untuk lansia hanya akan dilakukan di Kota Medan. “Nama-nama dan alamat penerima sudah ada, baru nanti akan ditunjuk faskes pelaksananya yang mana,” tandas Alwi.

Sebelumnya Sumut kembali menerima vaksin Covid-19 sebanyak 237.720 dosis atau 23.773 vial untuk penyuntikan tahap kedua. Vaksin ini merupakan pengiriman yang kelima dari Kemenkes RI, sehingga total telah menerima sekitar 385.400 dosis vaksin Covid-19.

Terpisah, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah menuturkan, vaksinasi Covid-19 dosis 1 terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Sumut sudah mencapai 88,2 persen atau 62.688 nakes dari 71.058 sasaran. Sedangkan nakes yang ditunda divaksin kini jumlahnya 13.428 orang.

Dari 33 kabupaten/kota yang telah melaksanakan vaksinasi dosis 1, paling banyak adalah nakes di Medan 18.964 orang. Disusul Deliserdang 4.740 orang, Langkat 2.929 orang, Pematangsiantar 2.493 orang, dan Simalungun 2.284 orang. Sementara paling sedikit ialah Pakpak Bharat 398 orang dan Nias Barat 514 orang.

“Untuk nakes yang sudah disuntik vaksin dosis 2, jumlahnya kini sudah 31.865 orang. Jumlah ini meliputi 31 kabupaten/kota, dengan jumlah terbanyak Medan 10.394 nakes, Deliserdang 2.901 nakes, Pematangsiantar 1.868 nakes, Simalungun 1.557 nakes, dan Karo 1.262 nakes,” paparnya.

Terkait kasus baru Covid-19, sambung Aris, hingga 26 Februari akumulasi kasus positif telah mencapai 24.299 orang. Angka ini kembali meningkat, setelah didapatkan 130 kasus baru dari 6 kabupaten/kota. Penambahan kasus terbanyak diperoleh dari Medan dengan 86 orang, Batu Bara 18 orang, dan Deliserdang 12 orang.

Sedangkan terhadap angka kesembuhan, akumulasinya 20.990 orang setelah bertambah 116 kasus baru dari 14 daerah. Terbanyak, dari Medan 59 orang dan Samosir 17 orang.

Sementara untuk kasus kematian hingga kini telah diperoleh 829 penderita Covid-19 yang meninggal dunia. Jumlah itu didapatkan dengan penambahan 5 kasus baru, yakni dari Batu Bara 3 orang, Medan dan Pematangsiantar masing-masing 1 orang.

“Saat ini diketahui terdapat 2.468 orang penderita aktif Covid-19, jumlah ini berkurang dari hari sebelumnya 2.471 orang. Dari jumlah tersebut, 622 orang isolasi di rumah sakit dan 1.860 orang isolasi mandiri,” tandasnya.

Sebelumnya, anggota Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Restuti Hidayani Saragih, menyebutkan orang-orang yang sudah lanjut usia dan para pelayan publik menjadi target selanjutnya dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di daerah ini.

“Rencananya vaksinasi tahap kedua ini dilaksanakan mulai Maret mendatang,” katanya saat menjadi narasumber di TVRI pada Kamis (25/2) sore.

Para pelayan publik dimaksud yaitu TNI, Polri, Satpol PP, aparatur sipil negara, pendidik, tokoh agama, rekan-rekan pers, atlet, pelaku ekonomi seperti pedagang pasar dan sebagainya yang berhubungan dengan pelayan publik yang berkontak langsung dengan masyarakat.

Dijelaskan dia, sesuai dengan rekomendasi World Health Organization (WHO) dan Komisi Penasehat Ahli Indonesia, nomor dua yang mendapat vaksinasi adalah lansia, setelah nakes dan dokter. Untuk mengikuti vaksinasi tahap ini perusahaan atau pribadi harus mendaftarkan calon penerima vaksin terlebih dahulu.

Untuk perusahaan atau kolektif harus mengisi formulir yang disediakan oleh Dinas Kesehatan Sumut, sedangkan untuk lansia bisa menggunakan aplikasi ponsel pintar Peduli Lindungi atau juga website https://pedulilindungi.id.

Narasumber lain, Sekretaris Umum MUI Sumut Asmuni menyampaikan, seluruh elemen masyarakat harus berkomitmen dalam pelaksanaan vaksinasi ini, untuk mengatasi pandemi Covid-19 yang sampai kini belum berakhir. Apalagi, vaksin yang diberikan halal dan sehat.

“Kita bantu pemerintah untuk menghentikan rantai penyebaran Covid-19, jika kita tidak divaksin, sama saja kita akan menularkan penyakit kepada orang lain,” ujarnya sembari menambahkan, semua pihak harus turut menyukseskan pelaksanaan vaksinasi ini agar berjalan dengan baik.

Unimed Menunggu, USU Sudah Sebagian

Terkait pelaksanaan vaksinisasi Covid-19 terhadap dosen dan pegawai di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), hingga saat ini Universitas Negeri Medan (Unimed) masih menunggu petunjuk dan instruksi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Pemerintah Indonesia merencanakan mengaktifkan kembali belajar tatap muka dan perkuliah tatap muka, pada semester II di tahun 2021. Namun seluruh tenaga pendidik dilakukan vaksin terlebih dahulu dilakukan bertahap hingga Juni 2021.

“Sampai sekarang belum ada surat resi tentang vaksin tersebut dari Kemendikbud. Kami PTN menunggu arahan dan instruksi dari Kemendikbud saja,” ungkap Kepala Humas Unimed, M.Surip saat dikonfirmasi Sumut Pos, Jumat (26/2).

Sementara Universitas Sumatera Utara (USU) sudah melakukan vaksin terhadap sejumlah dosen dan pegawai. Vaksin ini, dilakukan oleh Rumah Sakit (RS) USU bekerja sama dengan sejumlah pihak. “Vaksin kemarin sudah habis tunggu tahap selanjutnya lah,” sebut Kepala Kantor Humas, Protokoler dan Promosi USU, Elvi Sumanti, kemarin.

Untuk vaksin selanjutnya di kampus, pihak masih menunggu arahan dari Pemerintah pusat?. Belum ada,” tandas Elvi.

Sebagai institusi pendidikan, USU juga dipilih menjadi lokasi Pekan Vaksinasi Massal Provinsi Sumatera Utara oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI, pada 10 Februari 2021. (prn/ris/gus)

Dilantik sebagai Wakil Wali Kota, Amir Janji Penuhi Janji Politik Alm Juliadi

Amir Hamzah dilantik sebagai Wakil Wali Kota Binjai.teddy/sumut pos .

BINJAI, SUMUTPOS.CO – H Amir Hamzah disambut hangat oleh masyarakat di rumah dinas, Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Binjai Kota, usai dilantik Gubsu Edy Rahmayadi sebagai Wakil Wali Kota Binjai, Jumat (26/2) sekitar pukul 16.00 WIB. Mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Binjai ini didampingi istri, Hj Nurhayati Simanjuntak mengikuti tradisi tepung tawar.

Amir Hamzah dilantik sebagai Wakil Wali Kota Binjai.teddy/sumut pos .

Usai dilantik, Amir menjalankan ibadah Salat Jumat berjamaah di Masjid Baiturrahman, Jalan Samanhudi, Kelurahan Satria, Binjai Kota. Setelahnya, Amir menemui ibundanya, Hj Siti Aisyah Lubis sembari bersujud di kakinya. Ia mengajak sang bunda berziarah ke makam kakek serta neneknya di Tempat Pemakaman Umum, Jalan Kedondong, Kelurahan Bandar Senembah, Binjai Barat.

Amir juga berziarah ke makam almarhum H Juliadi –pasangannya sebagai Wali Kota Binjai terpilih—, di TPU, Desa Sei Limbat, Selesai, Langkat hingga bersilaturahim ke rumahnya. Amir mengucapkan puji syukur seraya memanjatkan doa kepada Tuhan yang Maha Esa atas rahmat dan hidayahnya.

“Ibu saya, emak saya sungguh luar biasa yang merestui perjalanan saya untuk ikut Pilkada. Ini luar biasa. Emak saya dan ibu saya adalah segala-galanya bagi saya,” kata pria kelahiran Binjai, 28 November 1965 ini.

“Emak saya yang mendukung, mendoakan dan membimbing saya untuk tidak putus asa. Doa para alim ulama dan tim pemenangan juga dijabah oleh Allah SWT,” sambung ayah empat anak ini.

Dia memohon maaf yang sebesar-besarnya karena kehadirannya molor dari jadwal yang direncanakan. Bagi dia, almarhum Juliadi adalah sosok pemimpin yang luar biasa dan telah banyak berbuat. “Walau baru enam bulan bersahabat, beliau adalah orang yang sungguh luar biasa. Tidak pernah menyinggung perasaan orang. Salut saya,” kata dia.

Namun, kata dia, Tuhan lebih sayang kepada almarhum. Sehingga almarhum lebih dulu dipanggil oleh Tuhan yang Maha Esa. “Hampir setiap hari orang berziarah terus ke makam beliau. Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT dan ditempatkan di sisinya,” kata anak ketujuh dari sembilan bersaudara ini.

Amir mengaku sudah mendata dan menuliskan di secarik kertas maupun dalam ingatannya, terkait apa saja janji politik almarhum H Juliadi kepada masyarakat Kota Binjai. Kepada tim pemenangan dan masyarakat di rumah dinas, Amir berjanji akan memenuhi janji politik tersebut.

“Sudah saya inventarisir semua. Salahsatunya mendirikan Qur’an Center di Kota Binjai. Insyaallah atas izin Allah dan Ketua serta Anggota DPRD, Quran Center akan berdiri di Kota Binjai serta dinamakan Quran Center Haji Juliadi. Itu komitmen saya dan insyaallah akan terwujud. Ulama sudah mengaminkan ini,” beber Amir.

“Pilkada sudah selesai, Pilkada sudah berakhir. Mari kita bergandengan tangan membangun kota ini. Beda pilihan hal biasa, hal lumrah. Setiap orang punya pendapat masing-masing. Mari sama-sama kita bergandengan tangan membangun kota ini,” tambah Amir.

Abang Amir Hamzah, Anwar menilai, adiknya tersebut adalah sosok yang manja kepada orang tua. Terutama kepada ibunya, mulai sejak kecil hingga saat ini. “Tiap sebulan sekali, bawa berobat check up mamak ke Medan. Juga selalu membeli belanja kebutuhan dapur dengan menggunakan sandal turun langsung ke pajak untuk membelanjakan,” kata Anwar.

Ketua DPRD Binjai, H Noor Sri Syah Alam Putra menjelaskan, mekanisme pengangkatan Amir Hamzah menjadi wali kota. “Kami akan menggelar rapat paripurna pada Senin (1/3) terkait pidato wakil wali kota. Selanjutnya kami mengusulkan agar wakil wali kota untuk jadi Plt,” kata pria yang akrab disapa Haji Kires.

Setelah Amir Hamzah menjadi Plt, kata dia, DPRD Binjai akan meneruskan hal tersebut ke Menteri Dalam Negeri. “Setelah Plt akan diteruskan ke Mendagri untuk segera didefinitifkan menjadi wali kota,” kata dia.

Golkar Binjai Usul Rizky Sitepu

Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kota Binjai sudah menggelar rapat pleno diperluas terkait penetapan calon wakil wali kota menggantikan almarhum H Juliadi yang tutup usia, beberapa waktu lalu. Haji Kires yang juga sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Binjai mengamini hal tersebut.

Dalam rapat pleno diperluas DPD Partai Golkar Kota Binjai, kata Kires, hasilnya ditetapkan H Rizky Yunanda Sitepu, Anggota DPRD Sumut dari Daerah Pemilihan Sumut 12 (Binjai-Langkat). “Usulan ini besok hari Sabtu (27/2), akan kami serahkan ke DPD tingkat I Partai Golkar untuk dikirimkan ke DPP agar diterbitkan mandat sebagai Calon Wakil Wali Kota Binjai periode 2021-2024. Dari Golkar Binjai mengusulkan satu nama yaitu, H Rizky Yunanda Sitepu,” kata Kires.

Namanya sempat digadang-gadang menduduki kursi Binjai 2, Kires menilai, hal tersebut sah-sah saja kader partai berlambang pohon beringin menjagokannya untuk meraih kursi wakil wali kota.

“Tapi kita tetap patuh kepada keputusan tingkat satu. Dan secara etika politik, kita juga sudah berkoordinasi dengan partai pengusung dan disepakati mengusung nama H Rizky Yunanda Sitepu,” tukasnya. (ted)

Pelantikan 11 Kepala Daerah Hasil Pilkada Serentak, Gubsu Edy: Kenali Persoalan di Daerah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebelas kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2020 periode 2021-2024 di Sumatera Utara, sah dilantik Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat (26/2). Gubsu Edy mengingatkan para kepala daerah yang baru dilantik, agar mengenali persoalan di daerah serta mengembangkan potensi wilayahnya masing-masing.

LANTIK: Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi melantik 11 kepala daerah masa jabatan 2021-2024 secara langsung dalam dua sesi, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubsu Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan,
Jumat (26/2).

“MISALNYA di Humbang Hasundutan yang memiliki potensi pertanian yang besar, perlu terus didorong untuk peningkatan produksinya.

Dan dalam pengembangan potensi wilayah, para kepala daerah harus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumut. Omong kosong kita bisa melaksanakannya tanpa kerjasama. Samakan visi dan misi untuk kesejahteraan rakyat. Di Binjai apa fokusnya? Di Medan apa? Kita harus bekerja sama,” tegas Gubsu Edy.

Gubsu juga mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 belum membaik di Sumut. Karenanya para kepala daerah yang juga nantinya akan menjadi ketua Satgas Penanganan Covid-19 daerah, memberi perhatian lebih kepada penanganan Covid-19 di daerahnya masing-masing.

Selain itu, para kepala daerah juga diminta segera berkonsolidasi dan mengenali seluruh pimpinan OPD, sehingga bisa bekerjasama dengan tidak terlalu lama menyesuaikan diri. Konsolidasi juga mengenai visi dan misi yang disampaikan sejak awal pemilihan. “Namun visi dan misi kepala daerah tidak boleh bertolak belakang dengan visi dan misi presiden,” tegasnya.

Khusus untuk Kota Medan sebagai ibukota Provinsi Sumut, Gubsu mengungkapkan, banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan. Di antaranya masalah infrastruktur dan sungai.

“Khusus untuk Kota Medan sebagai ibu kota provinsi, harus segera mempelajari permasalahan yang ada di Kota Medan. Karena Kota Medan adalah wajah Provinsi Sumut. Bukan berarti 32 kabupaten/kota lainnya tidak penting. Tetapi Medan sebagai ibukota Provinsi Sumut harus menjadi prioritas, sehingga menjadi lebih baik,” pesan Gubsu.

Pelantikan kepala daerah dibagi dua sesi. Pukul 08.00 WIB, diikuti enam pasangan kepala daerah antara lain Muhammad Bobby Afif Nasution dan Aulia Rachman (Kota Medan); Juliadi (alm)-Amir Hamzah (Kota Binjai); M Syahrial dan Waris Thalib (Kota Tanjungbalai); Darma Wijaya dan Adlin Umar Yusri Tambunan (Kabupaten Serdang Bedagai); Surya dan Taufik Zainal Abidin (Kabupaten Asahan); Dosmar Banjarnahor dan Oloan Paniaran Nababan (Kabupaten Humbang Hasundutan).

Khusus Kota Binjai, Gubsu hanya melantik Wakil Wali Kota saja, karena Wali Kota pemenang meninggal sebelum pelantikan. Oleh karenanya ada proses lanjutan yang akan dilakukan lagi dalam penetapan Wali Kota Binjai.

Pelantikan sesi II digelar pukul 14.00 WIB usai Salat Jumat, yakni Walikota Sibolga Jamaluddin Pohan dan Wakil Walikota Sibolga Pantas Maruba Lumbantobing, Bupati Labuhanbatu Utara Hendriyanto Sitorus dan Wakil Bupati Labuhanbatu Utara Samsul Tanjung, Bupati Tapanuli Selatan Dolly Putra Parlindungan Pasaribu dan Wakil Bupati Tapanuli Selatan Rasyid Assaf Dongoran, Bupati Toba Poltak Sitorus dan Wakil Bupati Toba Tonny M Simanjuntak, Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor dan Wakil Bupati Pakpak Bharat Mustyuhito Solin.

Pada pelantikan sesi II, Gubsu Edy mengingatkan bahwa kepala daerah bukan sekadar kekuasaan, melainkan tanggung jawab moral kepada rakyat, terlebih lagi kepada Tuhan YME.

“Untuk menjalankan itu, saudara-saudara tidak mungkin bekerja sendiri atau hanya berdua saja. Bangun kekuatan dengan memaksimalkan potensi yang ada, untuk menciptakan semangat kebersamaan. Jika Pilkada serentak 2020 yang lalu masih meninggalkan jejak polarisasi di masyarakat, saudara wajib merekatkan kembali jalinan komunikasi dan silaturahmi,” ujar Gubernur.

Selanjutnya kepada pejabat yang dilantik, Gubernur juga mengingatkan agar segera mengaktualisasikan janji-janji kampanye yang menjadi visi misi. “Saya inginkan saudara-saudara berpikir dan bekerja out of the box. Munculkan kreativitas, inovasi maupun terobosan baru yang sesuai aturan,” jelas Edy.

Sedangkan kepada para istri pejabat yang dilantik, dirinya minta untuk tetap menjadi penopang dan pendukung. Menyalurkan energi positif bagi para suami serta mengingatkan untuk selalu dalam jalur yang benar.

Pelantikan digelar secara tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Yakni membatasi jumlah orang yang memasuki ruangan pelantikan, serta wajib pakai masker. “Syukur kepada Allah SWT karena proses pelantikan berjalan dengan baik dan mengikuti protokol kesehatan. Saya selaku Gubsu minta maaf, karena semua kegiatan tidak bisa digelar secara normal. Kita harus tetap mengatur dan menjaga jarak akibat pandemi Covid-19,” kata Gubsu.

Bobby Fokus Atasi Pandemi

Wali Kota Medan yang baru, Muhammad Bobby Afif Nasution, SE, MM, mengatakan prioritas pertama yang akan dilakukan di Medan adalah penanganan pandemi Covid-19. Salahsatu cara mengatasinya yakni pelaksanaan vaksinasi.

“Prioritas pertama kita sama-sama dalam masa Covid-19, kita harapkan vaksinasi berjalan baik. Kita harus mencapai herd immunity di atas 70%, ini harus kita kejar dulu. Kalau ini tercapai, masalah perekonomian, UMKM, semua akan berjalan beriringan,” katanya didampingi istri Kahiyang Ayu serta Wakil Wali Kota dan istri Shaula Arindianti.

Guna memberhasilkan program vaksinasi tersebut, kata Bobby, Pemko Medan akan terus melakukan sosialisasi sehingga masyarakat dapat mengetahui cara mendapatkan vaksin, serta proses pendaftaran. Ia menilai, selama ini masih banyak masyarakat yang bingung cara mendapatkan vaksin.

“Mungkin selama ini masyarakat banyak yang belum tahu bagaimana cara mendapatkan vaksin. Sosialisasi akan dilakukan dalam waktu dekat. Tidak cukup hanya Pemko Medan saja yang melakukan, namun harus seluruh Forkopimda dan seluruh stakeholder harus terlibat. Kita harus bersama-sama mendukung program vaksinasi ini agar berhasil dan berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Selain program vaksinasi, masalah infrastruktur, perekonomian, dan UMKM juga termasuk dalam program prioritas yang akan ditangani, termasuk pendidikan.

Khusus masalah pendidikan, Wali Kota menjelaskan, erat kaitannya dengan keberhasilan program vaksinasi. Kata dia, vaksinasi akan dimulai dari tenaga pendidik. “Setelah tenaga pendidik kita vaksin mencapai minimal 40 persen, baru bisa kita buka perlahan-lahan kelas. Kita awali membuka kelas 25 persen dulu. Begitu semakin besar presentasi vaksin yang dilakukan, pembukaan kelas akan bertambah lagi,” terangnya.

Di kesempatan itu Wali Kota juga, menyampaikan keinginannya untuk membenahi birokrasi sehingga tidak ada lagi ego sektoral dan ego kedinasan. “Kita akan buang semua ego itu agar kita dapat berkolaborasi,” jelasnya.

Sementara Bupati Serdang Bedagai yang baru, Darma Wijaya, mengatakan pada tahap awal dirinya akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Tahap awal kami akan meningkatkan pelayanan, karena kita harus membuat rakyat nyaman. Misalnya pelayanan KTP dan KK,” katanya.

Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), Hendriyanto Sitorus, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan untuk memimpin pemerintahan pada periode 2021-2024. Terkait persoalan yang sempat menimpa pejabat sebelumnya, ia berkomitmen akan mengembalikan keyakinan rakyat terhadap hadirnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dengan kepemimpinan yang baru.

“Segera kita akan rapatkan bersama Bappeda dalam menyusun RPJMD. Untuk persoalan hukum yang lalu, kita akan bersihkan, agar pemerintah berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, turut dilaksanakan penandatanganan pakta integritas oleh masing-masing kepala daerah. Turut hadir dalam pelantikan Wagubsu Musa Rajekshah, Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis, Wakil Ketua I TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari, Pangdam I/BB Hassanudin, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Wakapolda Sumut Dadang Hartanto, dan Sekdaprovsu R Sabrina.

Terpisah, pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Asahan terpilih, Surya, B.Sc dan Taufik Zainal Abidin, disiarkan secara virtual ke seluruh kecamatan di Asahan. Termasuk pelantikan Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) sekaligus Ketua TP. PKK Asahan, Ny. Hj. Titiek Sugiharti Surya oleh Ketua Dekranasda sekaligus Ketua TP PKK Provinsi Sumut, Hj. Nawal Lubis Edy Rahmayadi.

Acara pelantikan turut disaksikan Forkopimda Asahan bersama OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, TP PKK dan Dharma Wanita secara virtual, di Aula Melati Kantor Bupati Asahan dan Pendopo Rumah Dinas Kantor Bupati.

“Masyarakat Asahan juga dapat menyaksikan prosesi pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Asahan yang disiarkan secara virtual hingga ke seluruh kecamatan se-Kabupaten Asahan. Hal itu sebagai langkah menerapkan protokol kesehatan mencegah penyebaran Covid-19 di Asahan,” kata Sekretaris Daerah Asahan, Jhon Hardi Nasution.

Gubsu Singgung Isu Keretakan

Sementara itu, Gubsu Edy Rahmayadi buka suara ihwal isu-isu keretakan hubungan dengan Wakil Gubernur, Musa Rajekshah (Ijeck), selama hampir tiga tahun mereka memimpin Provinsi Sumut.

Hal itu disampaikan saat memberi sambutan terkait loyalitas kepala daerah dalam pelantikan bupati/wali kota sesi pertama di Aula Tengku Rizal Nurdin Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat (26/2).

“Di Sumut, (biasanya) loyalitas antara bupati dan wakilnya hanya akan berjalan baik dalam satu tahun. Habis itu sudah mulai ada keributan-keributan antara wali kota dan wakil wali kota, bupati dan wakil bupati. Saya minta maaf, saya nggak menutup-tutupi ini,” ujarnya di hadapan Ijeck dan bupati/wali lota yang dilantik.

Terkait loyalitas itu, Edy mengungkapkan munculnya isu yang menyebutkan hubungan dirinya dan Ijeck bermasalah.

“Tak ribut pun saya sama wakil gubernur, orang berteriak-teriak semua. Katanya, saya ribut sama wakil gubernur. Pastinya, wakil gubernur tak akan berani ngeributin saya,” tegasnya.

Mantan Pangkostrad lantas berpesan kepada bupati/wali kota yang dilantik untuk bersifat loyal dalam menjalankan tugas sesuai dengan tuntunan dan tatanan yang ada. Wakil bupati/wakil wali kota, kata Edy, tidak boleh mempunyai tuntunan yang berbeda dengan pimpinannya.

“Gosokan- gosokan, saya tidak mau dengar itu saudara-saudara. Amanah kita cukup berat. Rakyat kita dalam kondisi kesulitan. Ini yang saya cerita loyal (setia). Begitu juga dengan loyal kepada gubernur. Tidak ada alasan menentang gubernur,” katanya.

Iaa menambahkan, sejauh ini presiden telah mengeluarkan dana cukup besar untuk sampai ke tingkat desa. Karenanya para kepala daerah di Sumut untuk loyal terhadap presiden. “Kenapa ada dana desa yang hanya 37 sampai 42 persen dilaksanakan? Karena kita kurang loyal,” pungkasnya. (prn/map/mag-09)