TERSANGKA:
Tiga tersangka dan barang bukti, Sabtu
(27/2) sore.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Ditresnarkoba Polda Sumut) menggagalkan peredaran 6 kilogram (kg) sabu-sabu di Medan, dalam waktu yang berbeda.
TERSANGKA:
Tiga tersangka dan barang bukti, Sabtu
(27/2) sore.
Dalam pengungkapan itu polisi menangkap tiga tersangka di dua lokasi, yakni MA alias Amad (31) warga Dusun Jeuleubee Desa Tualang Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. Kemudian, M alias Maulid (28) warga Dusun Kesehatan Desa Lhok Dalam, Kecamatan Peureulak Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh, serta inisial HF (35) warga Jalan Melati Dusun XX Desa Sampali Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang.
Direktur Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Cornelius Wisnu kepada wartawan, Sabtu (27/2) mengatakan, penangkapan ketiga pelaku berawal, Selasa (23/2), sekira pukul 20:30 hingga 22:00 WIB, di Jalan Tengku Amir Hamzah Kelurahan Jati Makmur Kecamatan Binjai Utara Kota Binjai, personel Unit 4 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut melakukan penangkapan dua tersangka Amad dan Maulid.
Dalam penangkapan tersebut ditemukan 6 bungkus plastik teh warna hijau dengan tulisan aksara China merek Guanyinwang yang di dalamnya berisikan sabu-sabu seberat 6 kg. Enam bungkusan tersebut dibalut plastik warna hitam yang disimpan di dalam dashboard. Kemudian 1 unit mobil merek Toyota Avanza warna silver dengan Nomor Pol B-1099-URR.
“Dari hasil interograsi kedua tersangka mengaku sabu-sabu itu akan diantar ke Jalan H Anif Desa Sampali Kecamatan Percut Seituan, tepatnya di halaman parkir Hotel Miyana,” ujarnya, Sabtu (27/2) sore.
Selanjutnya, sekira pukul 22.00 WIB, personel melakukan pengembangan ke Jalan H Anif Desa Sampali Kecamatan Percut Seituan, tepatnya di halaman parkir Hotel Miyana dan menangkap tersangka HF. “Saat ini ketiga pelaku beserta barang bukti sudah dibawa ke kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut untuk proses penyelidikan dan pengembangan terhadap jaringannya,” pungkasnya. (mag-1/azw)
SIDANG: Terdakwa kasus pencemaran nama baik, Marianty saat menjalani persidangan di PN Medan, kemarin. asgusman/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Korban pencemaran nama vaik, Josielynn Pinktjoe meminta jaksa penuntut umum (JPU) dan majelis hakim yang mengadili terdakwa Marianty (41) agar dapat memberikan hukuman yang setimpal demi tegaknya keadilan. Pasalnya, korban mengalami kerugian moral akibat postingan di media sosial (medsos) yang dilakukan terdakwa.
SIDANG: Terdakwa kasus pencemaran nama baik, Marianty saat menjalani persidangan di PN Medan, kemarin. asgusman/sumut pos.
Apalagi ia merasa gara-gara itu, banyak orang berpandangan berbeda (negatif) terhadap dirinya. “Banyak kerugian yang saya alami. Secara moril banyak. Keluarga, perasaan saya, dan saya merasa gara-gara kasus ini banyak orang berpandangan negatif terhadap saya,” ucap korban kepada wartawan, Sabtu (27/2).
Selain itu, korban merasa rugi secara materil, karena beberapa pekerjaan tertunda karena masalah ini.
“Terus dari segi bisnis ya kan pasti juga ada (kerugian). Karena bisa pengaruh dari postingan terdakwa membuat orang berpandangan negatif, ya imbasnya ke bisnis saya. Tapi yang utama adalah perasaan. Saya enggak terima, sampai keluarga juga terusik,” ungkap Pinktjoe.
Kendati demikian, wanita berparas cantik ini juga merasa bersyukur masih banyak yang mendukungnya dan memberikan motivasi agar tidak larut dari permasalahan kasus yang mencemarkan nama baiknya.
“Kalau saya lihat malah banyak mendukung. Mereka malah ngerti kalau saya adalah korban pencemaran nama baik,” ucapnya.
Dirinya berharap agar JPU dan majelis hakim dapat menghukum terdakwa seberat-beratnya, karena perbuatan terdakwa telah mencoreng nama baik serta harkat dan martabatnya telah tercemar.
“Saya mohon kepada JPU dan hakim mengadili terdakwa dengan seadil-adilnya. Karena apa yang telah terdakwa lakukan kepada saya, sudah sangat merendahkan harkat dan martabat saya. Terdakwa harus dipenjara, agar dapat memberikan efek jera,” ucap saksi korban.
Sebelumnya, di dalam persidangan lalu yang beragendakan keterangan saksi korban, terdakwa Marianty yang merupakan warga Jalan Timur, Kecamatan Medan Timur ini mengakui perbuatannya.
Hal itu dikatakannya saat menjawab pertanyaan majelis hakim yang diketuai Denny Lumban Tobing. “Benar pak hakim, itu akun Facebook dan Instagram saya, dan saya yang mempostingnya,” sebut terdakwa Marianty, Selasa (16/2) lalu.
Mengutip dakwaan JPU Dwi Meily Nova mengatakan kasus bermula pada Selasa 10 Maret 2020 lalu, terdakwa mengirimkan foto dengan kalimat yang bermuatan penghinaan terhadap korban dengan menuding sebagai pelakor melalui akun medsos miliknya di Insta Story Instagram dan Cerita Facebook.
Akibat perbuatan terdakwa melanggar Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) UU RI No.19 tahun 2016 perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE Subs Pasal 45 ayat (3) UU RI No 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (man/azw)
ACUNGKAN SENPI: Oknum polisi acungkan senpi saat bubarkan demo di Hamparanperak.Dewi/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Provinsi Sumatera Utara (DPW FSPMI Sumut) Tony Rickson Silalahi mengungkapkan, pihaknya mengalami pembubaran paksa yang diduga berasal dari seorang oknum polisi, berdinas di Polsek Hamparanperak wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan, bernama Iptu Mustofa.
ACUNGKAN SENPI: Oknum polisi acungkan senpi saat bubarkan demo di Hamparanperak.Dewi/sumut pos.
Saat itu, papar Tony, massa buruh merupakan anggota PUK SPAI FSPMI sedang melakukan unjuk rasa di depan Kantor PT Rezeky Fajar Andalan (RFA), yang beralamat di Kecamatan Hamparan Perak Deliserdang Sumut, Jumat (26/2) lalu.
Menurut dia, oknum tersebut tidak hanya mengacungkan senjata api (senpi) miliknya ke arah para buruh yang sedang mogok kerja tertib dan damai, tapi juga menendangi makanan dan minuman peserta aksi yang tersusun disamping gerbang perusahaan.
“Para buruh berjumlah hanya 20 an orang, aksi tertib dan jaga jarak serta menggunakan protokol kesehatan, mereka hanya menuntut agar rekan mereka yang di Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak oleh PT RFA segera dipekerjakan kembali. Tapi oknum Polisi itu langsung acungkan senjata kearah buruh dan memporakporandakan konsumsi (makanan dan minuman,red) para buruh,” beber Tony dalam temu pers di Kantor DPW FSPMI Sumut di Tanjungmorawa, Deliserdang, Sabtu (27/2).
Dikatakannya, akibat aksi koboi oknum polisi itu, akhirnya para buruh yang sedang menuntut keadilan berupa kebebasan berserikat di perusahaan PT RFA membubarkan diri.
Padahal menurut Tony, tindakan perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap dua orang pekerjanya, yang merupakan ketua dan sekretaris PUK SPAI FSPMI di PT RFA yang baru saja dicatatkan ke Dinas Tenga Kerja (Disnaker) Deliserdang merupakan tindak pidana ketenagakerjaan.
Pihak perusahaan, tegasnya, diduga melanggar Pasal 28 Jo 43 Undang Undang No 21 Tahun 2000, tentang Serikat Pekerja Serikat Buruh, dengan ancaman kurungan penjara 1-5 tahun penjara.
“Kami protes keras kejadian ini, perusahaan yang diduga melanggar aturan ketenagakerjaan, harusnya kepolisian justru menjembatani agar hak buruh terlindungi, bukan melindungi yang punya uang,” tegasnya. (mag-1/azw)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – PROGRAM Pascasarjana Magister Hukum Universitas Pembangunan Panca Budi (PPs MH Unpab) menggelar webinar bertema Urgensi BPJSTK dalam Hubungan Industrial, Sabtu (27/2).
WEBINAR: Nara sumber dan peserta Webinar PPs MH Unpab bertema Urgensi BPJSTK dalam Hubungan Industrial, Sabtu (27/2).
Webinar ini menghadirkan nara sumber Dr Fauzan SH MHum (Hakim Adhoc PHI Mahkamah Agung) dan Dr Sanco Simanullang ST MT IPM (Kepala BPJSTK Kota Sibolga) dengan moderator JE Melky Purba SH MKn (Dosen Prodi Ilmu Hukum Unpab). Kegiatan dibuka Dr Yohny Anwar SE MM MH (Pjs Direktur PPs Unpab).
Dr Fauzan SH MHum menyebutkan bahwa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) antara lain pada Pasal 62 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011. Sedangkan kewajiban bagi setiap orang termasuk orang asing yang bekerja paling singkat enam bulan di Indonesia menjadi peserta program jaminan sosial diatur dalam Pasal 14 Nomor 24 Tahun 2011.
Penahapan jaminan sosial usaha mikro berupa jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Usaha kecil mencakup jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian dan jaminan hari tua. ”Usaha menengah dan besar terdiri jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua dan jaminan pensiun,” katanya.
Kepala BPJSTK Sibolga Sanco Simalullang ST MT IPM mengutarakan tentang sosialisasi program BPJSTK sebagai perlindungan bagi seluruh pekerja di Indonesia.
Menanggapi pertanyaan peserta, Sanco Simalullang mengakui saat ini pihaknya juga memberikan sejumlah program relaksasi terhadap sejumlah perusahaan yang terdampak pandemi Covid-19 agar peserta BPJSTK tetap terlindungi. Ia juga merespon permintaan peserta webinar agar Unpab menggagasi call centre untuk memberikan pencerahan terhadap berbagai masalah yang dihadapi pekerja termasuk tentang jaminan sosial. Call centre ini sebagai salah satu pengabdian pada masyarakat dalam Tridharma Perguruan Tinggi.
Sementara itu Ketua Prodi MH Unpab Dr T Riza Zarzani SH MH mengatakan bahwa webinar ini sangat penting karena menghadirkan nara sumber ilmuan yang berkompeten dibidangnya. Disebutkan Riza, tenaga kerja dan BPJSTK terkadang menimbulkan masalah krusial dan substansi dalam aktivitas dunia kerja.
Dr T Riza Zarzani SH MH menambahkan bahwa Magister Ilmu Hukum Unpab memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mencerdaskan kehidupan bangsa. (dmp)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – KETUA Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Bambang Soesatyo mengungkapkan, bahwa tokoh nasional DR H Rahmat Shah memiliki kedermawanan yang paling menonjol. Tak heran jika DR H Rahmat Shah dianugerahi Bintang Mahaputra Naraya oleh Presiden Joko Widodo pada 13 Agustus 2020.
SERAHKAN BUKU: DR H Rahmat Shah (kiri) menyerahkan buku kepada Ketua MPR RI Bambang Soesatyo.
Hal ini disampaikan Ketua MPR RI pada kegiatan peluncuran buku DR H Rahmat Shah berjudul ‘Perjuangan, Pengabdian, Pemikiran Rahmat Shah’ dan ‘Kanker Prostat Bukan Vonis Mati’ di Jakarta, awal Februari lalu. Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua MPR RI Syarif Hasan, Wakil Ketua DPD RI Sultan, Anggota DPR RI Robert Kardinal, Duta Besar Turki, Duta Besar Afghanistan dan puteri Rahmat Shah, Raline Shah.
Melalui buku-buku DR H Rahmat Shah kita bisa belajar menghadapi pahit-getir hingga asam-manis realita kehidupan. “Kedua buku tentang dirinya, ‘Perjuangan, Pengabdian, Pemikiran Rahmat Shah’ dan ‘Kanker Prostat Bukan Vonis Mati’ merupakan bagian dari kedermawanannya membagikan pengalaman dan mewariskan kisah inspiratif dalam perjalanan hidupnya,” sebut ketua MPR RI yang akrab disapa Bamsoet.
Disebutkan Bamsoet, dalam buku ‘Kanker Prostat Bukan Vonis Mati’ tidak saja menggambarkan kegigihan perjuangan Rahmat Shah melawan penyakit kronis. Disini juga tergambar bagaimana merefleksikan kedalaman sisi mental-spiritualitas. “Dalam masa-masa tersulitnya, Rahmat Shah tidak kehilangan kendali dan akal sehat, untuk tetap teguh pendirian. Tidak berpaling, dan percaya pada kuasa Ilahi,” kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ke-20 tersebut.
Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini menyebut bahwa kedermawanan DR H Rahmat Shah merupakan refleksi dari karakter cinta kasih yang melekat pada pribadinya. Selain termanifestasikan kepada sesama anak bangsa, juga terhadap makhluk hidup lain dimana dirinya menerima amanah sebagai Ketua Umum Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI).
Ia menambahkan manifestasi kecintaan terhadap upaya perlindungan dan pelestarian satwa juga diwujudkan melalui Rahmat International Wildlife Museum and Gallery. Disini pengunjung tidak sekadar berkesempatan belajar mengenal dan mencintai satwa, tetapi juga diajak peduli untuk menjadi bagian dari komunitas pelindung satwa.
Bamsoet mengajak berbagai elemen bangsa untuk bersama Rahmat Shah mendukung program donasi Food for Animal. Didedikasikan untuk membantu lebih dari 66 ribu satwa yang berada di lembaga konservasi baik kebun binatang, taman satwa dan taman safari. Pandemi Covid-19 membatasi berbagai aktivitas masyarakat yang berimbas pada minimnya pemasukan lembaga konservasi.
”Sehingga, berdampak pada berkurangnya ketersediaan pakan dan obat-obatan bagi satwa yang dipelihara. Sedikit bantuan dari kita, akan besar manfaatnya bagi kelangsungan hewan-hewan tersebut,” kata Ketua MPR RI yang juga Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) tersebut.
Pembelajaran
Sementara itu Gubsu H Edy Rahmayadi menilai perjalanan hidup yang penuh warna dari DR H Rahmat Shah merupakan pembelajaran bagi generasi muda untuk menggapai cita-cita demi terwujudnya kemaslahatan umat serta pembangunan di tanah air.
”Kita bisa banyak belajar tentang kisah hidup, kiprah serta pemikirannya. Semua yang dilalui beliau tidaklah mudah. Butuh perjuangan, kerja keras dan pengorbanan yang sangat besar hingga akhirnya menjadi salah satu tokoh besar di Sumut. Mudah-mudahan buku ini bisa memberikan inspirasi yang positif bagi kita semua, khususnya pada generasi muda,” kata gubernur.
Edy Rahmayadi mengutarakan bahwa DR H Rahmat Shah merupakan salah satu tokoh bangsa yang konsistensi mengabdi untuk negeri. DR H Rahmat Shah juga konsisten menulis buku dan merupakan sosok yang inspiratif. Karenanya banyak orang yang ingin menjadi sosok seperti DR H Rahmat Shah yang telah banyak berbuat untuk Sumut.
“Dari buku ini, kita semua bisa belajar bagaimana seorang tokoh Rahmat Shah dalam kapasitasnya sebagai pengusaha yang merintis karier dari bawah, ternyata mampu menjalin hubungan baik dengan orang-orang yang ada. Bahkan dengan sejumlah pengusaha manca negara dan menjadi orang yang dipercaya dan terpercaya,” urai Edy Rahmayadi pada peluncuran buku di Restoran Wong Solo Jalan Gajah Mada Medan, Minggu (20/12),
Peluncuran buku ini turut dihadiri Panglima Kodam I/BB Mayjen TNI Hassanudin SIP MM, Wagubsu Drs H Musa Rajekshah MHum, Anggota DPR RI Prof Dr Djohar Arifin, Anggota DPR RI M Husni SE, Anggota DPD RI H Muhammad Nuh MSP, Sultan Deli ke-14 Seripaduka Baginda Tuanku Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah.
Turut hadir Kabinda Sumut Brigjen TNI Ruruh A Setiawibawa, Dan Lantamal I Belawan Brigjen TNI (Mar) I Made Wahyu Santoso, Danyon Marhanlan I Belawan Mayor Marinir Farick MTrOpsla, Kapolda Sumut diwakili Kombes. Pol Dra Rina Sari Ginting, Konsul Jenderal Malaysia, Konsul Jenderal Timor Leste, Konsul Jenderal Rusia, Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan, Kepala Dinas Kominfo Sumut Irman Oemar, Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumut Kodrat Shah, dan Ketua KNPI Sumut El Adrian Shah.
Gubernur pada acara ini juga mendoakan DR H Rahmat Shah selalu dilindungi Allah SWT. ”Abang telah memberikan pertinggal memori hidup yang baik dan memberikan contoh bahwa selama kita hidup harus bisa melakukan hal baik sekecil apa pun itu,” sebutnya.
Sedangkan Anggota DPR RI Djohar Arifin Husin menyampaikan apresiasi atas peluncuran buku. Sesuai dengan namanya, Djohar yang pernah menjadi Kordinator Kopertis Sumut dan Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia ini berharap DR H Rahmat Shah selalu menjadi rahmat atau bermanfaat bagi semua makhluk hidup. “Dengan bukunya, DR H Rahmat Shah memberikan semangat pada generasi muda. Lewat buku, beliau menyampaikan bahwa kebahagaian itu bila dapat membantu orang lain, bukan memperkaya diri,” ujarnya.
Berbagi Pengalaman
Dalam buku ini, DR Rahmat Shah menuturkan pengalaman dan upaya yang dikerjakan dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, sosial, olahraga, pendidikan, lingkungan dan konservasi sumber daya alam hanya berdasarkan amanah dan tanggungjawab.
Buku ini terdiri dari empat bagian yaitu: Perjalanan yang Penuh Warna, Pemikiran Bisnis dan Berbagai Aktivitas, Kontribusi dan Pengalaman Hidup serta Keuletan Berbuah Penghargaan. Setiap bagian disajikan dengan bahasa sederhana dan jujur sehingga sangat menarik untuk dibaca.
Seperti pertanda jelang kelahirannya di Perdagangan, Simalungun, 23 Oktober 1950 silam. Bagaimana prinsip kerja keras, disiplin dan berserah secara penuh kepada Sang Khalik membawa penghargaan dalam hidup putra keenam dari pasangan Alm. Hafiz H. Gulrang Shah dan Alm. Hj. Syarifah Sobat ini. Serta pencapaian yang menjadi jalan untuk membantu siapapun yang membutuhkan tanpa pamrih.
Rahmat Shah berharap, kehadiran buku Rahmat Shah, Anak Desa Pinggir Sungai Bah Bolon, Perjuangan, Pengabdian dan Pemikiran – Karya Nyata yang Bermanfaat ini menjadi motivasi bagi semua pihak yang ingin berbakti kepada negara.
Khusus untuk Buku Kanker Prostat Bukan Vonis Mati, Sembuh Berkat Do’a dan Sedekah dibuat untuk memotivasi para penderita kanker untuk sembuh. Berdasarkan pengalaman pribadi DR. H. Rahmat Shah yang divonis dokter menderita penyakit kanker prostat Glasson 9 pada tahun 2016 dan diprediksi hanya bertahan hidup selama setahun. Namun karena perjuangannya yang tak kenal lelah dibarengi dengan do’a dan sedekah yang tak henti DR H Rahmat Shah berhasil sembuh dari kanker prostat tersebut tanpa ada bagian vital yang dipotong atau dihilangkan.
Anak Desa Pinggir Sungai Bah Bolon, DR H Rahmat Shah yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumut menyebutkan bahwa penerbitan buku ini antara lain dimaksudkan untuk berbagi pengalaman kepada masyarakat, bahwa hidup harus bisa bermanfaat untuk orang lain. Rahmat juga meminta maaf jika peluncuran buku ini dilakukan di saat pandemi Covid-19.
“Buku Saya ini, memang sudah selesai setahun lebih. Di buku biografi ini, Saya ingin bercerita bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Apapun yang terjadi jangan pernah menyerah. Saya hanya berpikir hidup ini bisa lebih berarti, bila bermanfaat untuk orang lain. Kuncinya adalah disiplin, bersungguh-sungguh dan jujur,” kata pemilik Rahmat Internasional Wildlife Musem dan Gallery tersebut.
Rahmat Shah juga menegaskan bahwa ia menuliskan semua kisahnya secara lengkap di dalam buku ini bukan untuk gagah-gagahan tapi untuk memotivasi. Buku ini bukan untuk menggurui apalagi membanggakan diri. Tetapi sebagai motivasi dan informasi bagi kita semua khususnya bagi seluruh keluarga dan para sahabat serta generasi penerus bangsa. Karena kepada merekalah negara ini akan diwariskan nantinya.
“Saya tidak pernah mimpikan apa yang saya berikan hari ini. Intinya kerja keras, disiplin dan fokus. Saya percaya selalu ada jalan. Saya sudah empat kali operasi. Dan memang kanker itu tidak bisa sembuh 100 persen,” kata Rahmat Shah pada acara peluncuran buku di Hall Rahmat Internasional Wildlife Musem & Gallery, Jalan S Parman Nomor 309, Medan, Selasa (22/12).
Memang satu hal yang dikasih Allah, dirinya masih bisa berobat ke Jerman untuk berusaha menyembuhkan penyakit tersebut. DR H Rahmat Shah membeberkan bahwa hobinya adalah sedekah, komitmen dan kejujuran menjadi kunci meraih kesuksesan dan kebahagiaan. “Sedekah saja kepada siapapun. Insya Allah keinginan kita dapat dipenuhi. Karena kita hidup dengan apa yang kita dapat. Kita buat kehidupan dengan apa yang kita berikan. Banyak hal yang dalam perjalanan hidup ini yang ingin saya bagikan,” ujar DR H Rahmat Shah.
Putra bungsu DR H Rahmat Shah, Rollan Shah mengutarakan bahwa orangtuanya banyak memberikan ceramah dan hal penting dalam perjalanan hidup. “Ayah mengajarkan untuk sering berbagi kepada orang yang membutuhkan agar dimudahkan dalam segala urusan. Perjuangan beliau, konsistensi, kesabaran dan kedisiplinan merupakan sosok yang Saya kagumi. Papa saya, orang yang sabar dan memiliki insting yang sangat kuat, tetap berjuang mencapai apa yang Papa inginkan,” kata Rollan Shah. (dmp)
MANDALIKA, SUMUTPOS.CO – Muktamar III Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda menetapkan Dr H Tumpal Panggabean MA, menjadi Ketua Presideum ICMI Muda periode 2021-2026. Doktor filsafat pemikiran politik Islam itu terpilih setelah tim formatur yang terdiri dari perwakilan regional (Majelis Pimpinan Wilayah), Majelis Istiqomah dan Majelis Pimpinan Pusat serta perwakilan Tiknas melakukan musyawarah.
Muktamar III ICMI Muda yang mengusung tema ‘Membangun Suber Daya Manusia dan Sinergisitas untuk Kemandirian Organisasi dalam Mewujudkan Kepemimpinan Ummat’ yang digelar di Novotel Resort Hotel, Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 27-28 Februari 2021 ini juga memutuskan Dr Dina MSi menjadi Sekretaris Jendral berserta 6 anggota Presideum sebagai perwakilan regional.
Semakin bernas muktamar tersebut, karena dihadiri para tokoh muda Nasional yang menjadi narasumber baik secara daring maupun luring. Di antaranya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkiflimansyah, Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah dan tokoh muda nasional Prof Nur Firdaus. Hadir juga para pendiri dan deklator ICMI Muda AM Iqbal Parewangi dan Saparudin Hamdani, Pressideum ICMU Muda, MPP, MPW MPD dan para sahabat ICMI Muda.
Para tokoh nasional memberikan ucapan selamat dan dukungan atas penyelenggaraan muktamar teesebut. Muktamar III ICMI Muda diharapakan dapat melahirkan rekomendasi strategis untuk menjawab problem dan tantangan bangsa, serta ICMI Muda juga diharapkan menjadi wadah bibit unggul anak bangsa.
Ketua Majelis Istiqomah, AM Iqbal Parewangi dalam paparan strategis mengatakan, pilihan Muktamar III ICMI Muda di Mandalika adalah pilihan cerdas. Menurutnya, desain wonderful Indonesia yang salah satunya menetapkan NTB sebagai destinasi super super prioritas adalah bentuk keadilan yang dahulu pernah ia suarakan saat masih menjabat DPD RI.
“Saya selama 5 tahun di DPD RI di hubungan internasional, saya gelisah saat ada lompatan pariwisata unggulan Indonesia dari Bali ke Raja Ampat, padahal ada NTB yang sangat luar biasa destinasi wisatanya. NTB adalah part of the future pariwisata Indonesia bukan Bali kedua,” tegasnya.
Iqbal Parewangi juga menyinggung soal kepemudaan dan kecendikawanan. “Bangsa Indonesia memiliki ruh yang sangat khas, yaitu muda dan cendikia. Karena muda saja tidak cukup, maka haruslah muda yang cendikia, berspirit muda dengan identitas kuat dan berkomitmen pada ke-Indonesiaan. Dengan dua identitas dasar yaitu diawali dengan kecendikiaan dan ditutup dengan kepemudaan,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua presedium terpilih Dr H Tumpal Panggabean mengatakan, ia ingin menyuarakan Indonesia dari Mandalika, apapun kondisi dan situasinya cendikia muda Indonesia harus tetap berkarya. “Kita tidak boleh berhenti, tidak boleh putus asa, kita harus terus melakukan terobosan-terobosan baru, inovasi baru, gaya-gaya baru, karena kita anak muda era baru,” kata Tumpal dalam sambutannya.
“Ini adalah amanah sangat besar dari sahabat-sahabat ICMI Muda, tentu saya akan berupaya menjalankan amanah ini sebaik-baiknya, saya akan berupaya dengan sinergitas bersama semuanya,” tambahnya.
Muktamar III ICMI Muda Mandalika ini juga telah melahirkan 7 rekomendasi strategis untuk bangsa, diantaranya ada 4 rekomendasi eksternal yaitu:
ICMI Muda mendorong tampilnya kepemimpinan nasional yang cendikia dan berspirit muda
ICMI Muda bersinergi untuk mewujudkan kepemimpinan ummat
ICMI Muda berkomitmen untuk berperan aktif pada keselamatan, Kesehatan, dan kedaulatan anak bangsa termasuk membangun food security dan pandemi.
ICMI Muda menilai pariwisata Lombok adalah part of the future pariwisata Indonesia.
Sementara 3 rekomendasi strategis lainnya berisafat internal untuk mewujudkan kemandirian organisasi. Diakhir sambutan, Tumpal mengatakan, kata kuncinya adalah sinergitas, baik secara internal dengan semua kepengurusan dan eksternal semua stekholder yang ada di republik ini. (rel/adz)
RIDWAN BUTARBUTAR/NEW TAPANULI/SMG Ketua DPD NasDem Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani didampingi H Jamaluddin Pohan memberikan keterangan pers soal penunjukan Jamaluddin Pohan untuk menyusun kepengurusan partai NasDem Sibolga.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Wilayah (DPD) Partai Nasdem Sumatera Utara memberikan mandat kepada H. Jamaluddin Pohan untuk menyusun struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kota Sibolga. Surat Mandat nomor : 009-SM/DPW-NasDem/SU/2021 tersebut ditandatangani oleh ketua DPW Nasdem Sumut, Iskandar ST, dan sekretaris, H. Syarwani. Kemudian diserahkan langsung oleh Ketua DPD Nasdem Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani di Restoran Pondok Indah Medan, Jumat (26/2). Menurut Bakhtiar, DPW Partai NasDem Sumut mempercayai H. Jamaluddin Pohan menyusun kepengurusan partai besutan Surya Paloh tersebut, sekaligus menyusun struktur pengurus DPD, DPC hingga tingkat ranting. “Artinya, bang Jamal ini sudah ketua DPD NasDem Sibolga, jadi tinggal menunggu surat Keputusan (SK) saja. Di sini saya hanya menyerahkan mandatnya saja, karena kebetulan ketua wilayah kita sedang berada di luar negeri,” tegas Bakhtiar. Pada kesempatan itu, Bakhtiar berpesan agar H Jamaluddin Pohan benar-benar selektif menyusun dan merekrut orang-orang yang nantinya masuk dalam struktur kepengurusan NasDem. Hal itu untuk kemajuan dan besarnya NasDem di negeri berbilang kaum tersebut. “Jadi kami sudah sama-sama ketua DPD Nasdem. Nah untuk siapa saja yang masuk dalam kepengurusan nantinya itu tergantung bang Jamal,” ujar Bakhtiar. Pria yang juga menjabat Bupati Tapteng itu menambahkan, partai Nasdem adalah partai pemenang di Kota Sibolga dengan meraih 5 kursi di parlemen. Dari itu dia berharap prestasi ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan. “Ketua DPRD Sibolga itu berasal dari Nasdem, dan bang Jamal ini juga diusung oleh NasDem. Jadi kami akan bersinergi nanti, sebagaimana pesan ketua umum kami, Surya Paloh berbuatlah terus untuk kepentingan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya. Bakhtiar juga melihat dan menilai kalau Jamaluddin Pohan sudah siap memimpin Nasdem Sibolga, bahkan kantor Nasdem saja pun sudah disiapkan beliau. “Saya juga berharap Pantas Maruba Lumbantobing selaku Wakil Wali Kota Sibolga bisa menjadi ketua dewan pertimbangan NasDem Sibolga,” tandasnya. Sementara, H Jamaluddin Pohan mengaku secepatnya akan menyusun struktur kepengurusan NasDem Sibolga. “Ya kita akan selektif dalam menyusun kepengurusannya dan yang pertama sekali untuk Sekretaris NasDem Sibolga kami percayakan kepada Ahmad Syukri Nazri Penarik (Ketua DPRD Sibolga), yang lain menyusul,” sebut Jamal yang baru saja dilantik sebagai Wali Kota Sibolga oleh Gubernur Sumatera Utara. (rb)
MEDAN, SUMUTPOS.CO- Menyambutan Hari Lahir (Harlah) ke-95 Nahdlatul Ulama (NU), Pengurus Cabang NU Kabupaten Batubara membagikan 200 paket sambako kepada bilal mayit dan warga kurang mampu secara serentak di 12 kecamatan, Jumat (26/2/2021).
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Batubara membagikan 200 paket sambako kepada bilal mayit dan warga yang kurang mampu secara serentak di 12 Kecamatan yang di Kabupaten Batubara, Jumat (26/2/2021).
Ketua Panitia Pelaksana Harlah ke-95 NU Kabupaten Batubara, Iskandar SPdI mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial Pengurus Cabang NU Batubara yang bekerja sama dengan Pengurus Muslimat NU Batubara. “Penyaluran 200 paket sambako kepada bilal mayit dan masyarakat yang kurang mampu sebagai penali kasih warga Nadliyin kepada saudara-saudara kita yang perlu kita perhatikan bersama, apalagi di masa-masa dalam pandemi Covid-19 ini yang merupakan tanggung bersama,” kata Iskandar.
Hj dr Salamah Noviasari MKM selaku ketua PC Muslimat NU Kabupaten Batubara menambahkan, pemberian paket sembako yang diserahkan kepada pengurus setiap Majlis Wakil Cabang (MWC) NU di 12 Kecamatan Batubara bersama Muslimat dan Banom NU ini juga melibatkan personel Polres Batubara sebagai sinergitas membangun Batubara konduksif dan kebersamaan.
Secara terpisah, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Batubara H Bakhtiar Mogaza SPd MHum mengatakan, rangkaian harlah ini tidak hanya pemberian paket sembako, akan tetapi juga dirangkai dengan kegiatan ruqiyah dan istighosoh.
“Mari kita jadikan Harlah ke-95 NU ini sebagai penguatan Aswaja dan merefleksi apa yang sudah diberikan kepada Nahdlatul Ulama serta meneguhkan komitmen kebangsaan dalam mempertahankan NKRI ini,” ujar Bakhtiar.
Ketua Panitia Harla, Iskandar juga mengucapakan banyak terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Batubara, baik itu jajaran Polres Batubara dan pemerintahan Batubara yang sudah mendoakan acara Harlah NU ini sehingga terlaksana dengan baik.
“Rangkaian kegiatan bakti sosial peringatan Harlah ke-95 NU akan ditutup pada hari kamis 4 Maret dengan kegiatan istighosah untuk kebaikan Kabupaten Batubara dan bangsa yang akan digelar di kantor PC NU Batubara di jalan Lintas Medan-Kisaran, tepatnya Desa Sumber Padi yang tentunya tetap memperhatikan serta mematuhi protokol kesehatan.” pungkasnya. (adz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengaku jurnalis memiliki peran penting dalam pembangunan di Sumatera Utara.
Ketua Umum PFI Pusat, Reno Esnir (kiri) menyerahkan bendera PFI kepada Ketua PFI Medan, Rahmad Suryadi saat pelantikan.
Karena jurnalislah yang mengabadikan sekaligus menyebarkan berita hasil pembangunan kepada khalayak ramai.
Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kominfo Sumut, M Ayub saat memberikan sambutan pada acara Pelantikan Pengurus Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Medan Periode 2020-2023 di Kampung Sejahtera, Kelurahan Petisah Medan, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sabtu (27/2).
“Bagi pemerintah Provinsi Sumatera Utara, PFI dipandangan sebagai gerakan untuk mempercepat pembangunan di Sumatera Utara, khususnya mewujudkan Sumut bermartabat karena selalu mendokumentasikan pembangunan di Sumatera Utara,” ujar M Ayub.
Menurutnya, saat ini pemerintah memiliki sloga membangun desa menata kota. Melalui pelantikan ini, ia berharap pengurus PFI Medan mendukung progam membangun desa menata kota.
“Sumut butuh peran jurnalis untuk menyampaikan pesan tentang perkembangan pembangunan di Sumut. Akhir kata, kepada pengurus yang baru dilantik selamat berjuang dan selamat bertugas,” ungkapnya.
Pelantikan ini juga dihadiri oleh Bupati Serdang Bedagai Dharma Wijaya. Dalam sambutannya bercerita menjadi jurnalis banyak keuntungannya, karena memiliki jaringan yang luas.
Sebaliknya ia mengaku merasa sangat terbantu dengan kehadiran jurnalis, yang bekerja keras membantunya pada Pilkada lalu.
“Saya terkejut juga tiba-tiba mereka membantu dengan ikhlas. Alhamdulillah hasilnya mencapai 76 persen kemenangan,” jelasnya.
Camat Medan Petisah, Aga Novriansyah Mengaku Kampung Sejahtera sangat melekat di hatinya. Tahun 2013 ia mendapat amanah menjadi Lurah Petisah Tengah. 2017 pindah ke kecamatan lain dan 2019 menjadi Camat Medan Petisah sampai sekarang.
“Berbagai upaya kami lakukan, termasuk kerja sama dengan berbagai pihak, dengan polisi dan BNN untuk berusaha menghilangkan stigma Kampung Sejahtera dan Alhamdulillah berhasil,” katanya.
“Kami sangat terbantu dengan warga Kampung Sejahtera dengan kekompakan masyarakat. Bisa menjadi kampung percontohan di Kota Medan. Untuk PFI Medan, semoga tetap semangat, tetap melanjutkan kerja-kerja sosial, dan terus solid kedepannya,” ungkapnya.
Ketua Umum PFI Pusat, Reno Esnir mengatakan pelantikan pada umumnya dilakukan di hotel atau di aula, tapi PFI Medan agak berbeda, membuat pelantikan di perkampungan.
“Ini bisa jadi contoh bagi PFI kota-kota lain di Indonesia,” katanya.
PFI menurut Reno, berdiri dengan tujuan untuk mendampingi pewarta-pewarta foto di Indonesia memberikan peningkatan kapasitas sehingga ilmu-ilmu yang didapat bisa diterapkan dalam peliputan-peliputan di lapangan.
“Baru-baru ini PFI juga diakui sebagai anggota Dewan Pers dan ini menjadi semangat sekaligus tantangan buat PFI untuk menjadi lebih baik lagi,” jelasnya.
Ketua PFI Medan, Rahmad Suryadi mengatakan kehadiran PFI bertujuan untuk memberikan perlindungan hukum bagi jurnalis yang bertugas di lapangan. Kedua memperkokoh silaturahmi di antara Pewarta Foto Indonesia.
“Banyak hal yang sudah dijalani, tapi kekuatan internal menjadi fokus kami, kekompakan. Sesuatu yang sulit akan mudah dijalani bersama-sama,” katanya.
Dalam perkembangannya, PFI Medan sudah banyak melakukan hal yang bermanfaat. Bahkan membuat pelantikan di Kampung Sejahtera ada tujuan tersendiri.
“Pada 2016 kami dilantik di kaki Gunung Sinabung karena banyak pewarta foto dari medan mendunia berkat foto-foto Erupsi Sinabung. Tahun 2021 kita dilantik di sini karena kita ingin mendukung perubahan di kampung sejahtera. Mereka perlu dukungan,” tegas Rahmad.
Ketua Panitia, Aminurasid mengaku sangat terharu dengan kegiatan ini. Selaku pengurus PFI sekaligus warga Kampung Sejahtera, ia mengaku kegiatan ini tidak bisa terlaksana tanpa dukungan berbagai pihak
“Acara ini kami gelar dengan swadaya dan kerja sama dengan warga setempat dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Terima kasih untuk semua pihak,” katanya.
Beberapa sponsor pada kegiatan ini, menurut Rasid, antara lain PT Toba Pulp Lestari, PT XL Axiata, PT Inalum, PT Pelindo 1, PT Agincourt Resources, Coca Cola, Garuda Food, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), dan Gojek
Serta didukung oleh Perkumpulan Pemuda Pemudi Kampung Sejahtera (PPPKS), Vertical Rescue Indonesia (VRI) Regional Sumatra, Khadijah Sharaswaty Indonesia, Explore Sumatera, Pilar, Sekolah Az-zakiyah Islamic Leadership, Himpunan Pramuwisata Indonesia.
“Banyak lagi dukungan dari berbagai pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu, dari hati kami yang paling tulus kami ucapkan terima kasih,” pungkasnya.
Di akhir kegiatan, dilakukan pemotongan tumpeng HUT Ke-17 PFI Medan, penanaman bibit pohon eucalyptus sumbangan dari PT TPL dan penyerahan hadiah pemenang lomba foto yang diikuti oleh anak-anak Kampung Sejahtera. Dimana hadiah didukung oleh Gojek.(rel/tri)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sambutan luar biasa dari massa saat Joko Widodo (Jokowi) tiba daerah Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai wajar. Selain Jokowi adalah Presiden, sebagian besar warga NTT memilih Jokowi -Ma’ruf Amin saat Pilpres 2019.
“Seorang presiden yang dicintai oleh rakyatnya, pasti akan ditunggu kehadiran dengan sangat antusias dalam kondisi apapun. Sehingga tidak bisa seenaknya menyalahkan Pak Jokowi yang begitu dicintai oleh rakyat NTT,” kata Wakil Ketua Dewan Penasihat Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir kepada wartawan, Sabtu (27/2/2021).
Inas menambahkan, Jokowi selalu ingin dekat dengan rakyatnya. Hal itu terlihat saat Jokowi menyapa warga melalui jendela mobil. “Wajar saja jika beliau selalu senang dan bersemangat untuk bertemu dengan rakyatnya,” ujarnya.
Karena itu, menurut Inas, tim protokoler dan Paspampres harus kerja lebih keras mengingatkan Jokowi tentang pentingnya menghindari kerumunan masyarakat saat ia kunjungan ke daerah. Apalagi saat ini masih di masa pandemi.
Inas mengatakan, kerumunan massa saat menyambut Jokowi tidak merugikan masyarakat lainnya. Berbeda dengan saat massa menyambut kedatangan Rizieq Shihab di Bandara Soekarno-Hatta, beberapa waktu lalu.
“Peristiwa kerumunan di NTT ini sebenarnya tidak separah kerumunan ketika Rizieq Shihab dijemput oleh pendukungnya di Bandara Soetta. Rizieq Shihab sempat berorasi dari atas mobil yang terbuka kapnya, tapi ternyata juga tidak diproses oleh kepolisian,” tutur Inas.
Meski demikian, Inas berharap peristiwa seperti di NTT tidak terulang. Protokoler dan Paspampres perlu meninjau kembali SOP dalam mengatur kunjungan kerja Presiden. “Karena kegiatan tersebut akan terus berkesinambungan,” pungkas Inas.
Hal senada disampaikan sosiolog Universitas Nasional Sigit Rohadi. “Respons masyarakat terhadap Presiden pasti antusias, apalagi di Indonesia Timur,” ujar Sigit.
Sigit menilai ada kelemahan pengamanan di tingkat daerah, sehingga warga bisa berkerumunan. Namun, dia menilai kerumunan di NTT dan kerumunan saat Rizieq Shihab menikahkan anaknya berbeda.
“Karena Presiden tidak aktif seperti mengundang atau sejenisnya, tapi tetap saja menimbulkan sinisme sebagian masyarakat,” ujar Sigit. (bbs/adz)