31 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 3659

Dampingi Bobby, Kahiyang Ayu Kenakan Ulos

ULOS: Kahiyang Ayu mengenakan ulos, saat mendampingi Bobby Nasution menuju lokasi pelantikan sebagai Wali Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Putri satu-satunya Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu, mendampingi suaminya, Muhammad Bobby Afif Nasution yang dilantik Gubsu Edy Rahmayadi menjadi Wali Kota Medan periode 2021-2024, bersama wakilnya H. Aulia Rachman.

ULOS: Kahiyang Ayu mengenakan ulos, saat mendampingi Bobby Nasution menuju lokasi pelantikan sebagai Wali Kota Medan.

Pantauan Sumut Pos, Kahiyang Ayu tampak mengenakan kebaya merah dilengkapi dengan masker berwarna putih. Ia juga mengenakan selendang bermotif ulos. Kendati aksen merah di sana-sini, warna dasar wastra tersebut adalah putih.

Selain sebagai bawahan, kain ulos juga dimanfaatkan Kahiyang sebagai selendang pelengkap penampilan. Rambutnya ditata dalam konde rapi. Ia tampak memakai masker medis warna putih sebagai bagian dari protokol kesehatan.

Tak hanya Kahiyang, istri Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman, juga turut mengenakan ulos berwarna merah muda. Saat itu, Shaula Arindianty terlihat mengenakan kebaya berwarna senada dengan ulos yang ia kenakan.

Sedangkan Bobby Nasution dan Aulia Rachman tiba di lokasi pelantikan mengenakan setelan pakaian serba putih, yang biasa dipakai oleh setiap kepala daerah.

Salat Jumat Bersama ASN

Usai dilantik, psangan Bobby Afif Nasution dan Aulia Rachman melaksanakan Salat Jumat di Masjid Musabiqin, yang terletak di halaman belakang Kantor Wali Kota Medan, Jumat (26/2). Orang nomor satu dan dua di Pemko Medaitu tampak khusyuk melaksanakan salat bersama seratusan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Setda Kota Medan tersebut.

Kedatangan Bobby-Aulia ke Balai Kota tepat saat azan berkumandang. Keduanya langsung diulosi sebagai ucapan selamat datang. Selanjutnya, keduanya bergegas menuju masjid.

Sejumlah ASN di lingkungan Pemko Medan tampak terkejut, tidak menyangka jika Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang baru selesai dilantik langsung datang dan ikut Saalat Jumat bersama dengan ASN.

Mengenakan kemeja dan celana putih, Bobby-Aulia menuju tempat wudhu. Sebelum berwudhu, petugas Satpol PP lebih dulu memeriksa suhu tubuh keduanya dengan menggunakan thermo gun. Langkah itu sebagai salahsatu protokol kesehatan yang diterapkan di lingkungan Pemko Medan, mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Setelah membuka peci dan masker, Bobby berwudhu diikuti Aulia. Selanjutnya keduanya memasuki masjid dan memilih shaf paling depan dan langsung melaksanakan salat sunnat dua rakaat.

Usai salat sunnat, keduanya mendengarkan khutbah Jumat yang disampaikan Al Ustadz DR H Sulidar MA selaku khatib.

Begitu khatib turun dari mimbar, Bobby bangkit dan memberikan salam dengan membungkukkan sedikit tubuhnya sebagai bentuk penghormatan kepada khatib. Bersamaan itu muadzin pun mengumandangkan iqomah sebagai tanda Salat Jumat akan dimulai, dan Al Ustadz H Muhammad Rahim MA maju untuk menjadi imam Shalat Jumat.

Usai Salat Jumat, Bobby dan Aulia meninggalkan Masjid Musabiqin didampingi Sekda Kota Medan Ir Wiriya Al Rahman MM, Kabag Humasy Arrahman Pane dan Kabag Umum Andy Syahputra menuju ruang kerja di lantai dua Balai Kota.

Saat melintasi halaman tengah Balai Kota, puluhan pegawai, terutama yang berada di lantai dua menyambut gembira kedatangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang baru tersebut. “Selamat ya Pak Bobby, selamat ya Pak Bobby,” teriak sejumlah ASN berulangkali.

Dengan ramah dan tersenyum, Wali Kota menjawab teriakan tersebut sambil merapatkan kedua telapak tangannya di dada sambil sesekali melambaikan tangan. Wali Kota dan Wakil Wali Kota selanjutnya memasuki Lobi Balai Kota dan menaiki tangga menuju ruang kerja yang berada di lantai dua. (map/rel)

Pidato Perdana, Bobby: Masalah Infrastruktur Selesai 2 Tahun

DIULOSI: Sejumlah ASN Pemko Medan menyambut Bobby-Aulia dengan menyelempangkan ulos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masalah infrastruktur di Kota Medan, khususnya masalah jalan berlubang, fungsi drainase, hingga persoalan banjir di Kota Medan, menjadi salahsatu persoalan yang akan segera diselesaikan dalam 2 tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan periode 2021-2024, Muhammad Bobby Afif Nasution dan H.Aulia Rachman.

DIULOSI: Sejumlah ASN Pemko Medan menyambut Bobby-Aulia dengan menyelempangkan ulos.

“Untuk masalah infrastruktur, ini harus bisa kita jalankan dengan kolaborasi. Baik pemerintah kota dengan pemerintah provinsi.

lalu dengan pemerintah pusat. Saya yakin, 2 tahun ke depan masalah infrastruktur di Kota Medan bisa kami selesaikan,” ucap Bobby Nasution saat menyampaikan pidato perdana dalam rapat Paripurna DPRD Medan di gedung DPRD Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis No.1 Medan, Jumat (26/2).

Rapat dibuka oleh Ketua DPRD Medan Hasyim SE, didampingi para wakil ketua yakni Ihwan Ritonga, Rajuddin Sagala, dan HT Bahrumsyah, dihadiri langsung Wakil Wali Kota Medan H Aulia Rachman SE, Sekda Kota Medan Ir Wiriya Alrahman MM, sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan, unsur Forkopimda Kota Medan, camat dan para anggota dewan baik secara langsung maupun melalui sambungan virtual.

Dalam pidatonya, Bobby menyampaikan beberapa hal lainnya yang akan mereka kerjakan selama menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan. Dikatakan Bobby, dalam mengatasi permasalahan banjir di Kota Medan, pihaknya akan menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Binjai, Pemkab Deliserdang, serta Pemkab Karo yang merupakan kawasan hulu.

“Hari ini kita siap untuk menjadi inisiator untuk membuka kerjasama dengan Pemerintah Kota Binjai dan Kabupaten Deliserdang. Termasuk Karo. Ini kunci dalam menyelesaikan masalah banjir,” ujarnya.

Bobby menyebutkan, terdapat garis runtun dalam aliran air sungai dari hulu ke hilir, yakni dari kawasan Binjai, Deliserdang atau Karo yang menuju ke Kota Medan sebagai hilir.

“Hari ini kita tidak bisa berdiri sendiri, harus kembangkan semangat kolaborasi. Banyak kerjasama, banyak kolaborasi yang bisa dilakukan. Permasalahan banjir, yang mungkin selama ini solusinya belum efektif. Ini bukan hanya tugas dari Pemko Medan, kita bisa membuka kolaborasi,” katanya.

Dalam pembenahan Kota Medan ke depannya, termasuk mengatasi masalah banjir, menurutnya Kota Medan harus terhindar dari egosentris lembaga. “Masih banyak permasalahan Kota Medan yang bisa kita selesaikan dengan kolaborasi. Kita berharap dengan semangat kolaborasi dan menutup egosentris, ego sektoral lembaga, kita akan bisa menyelesaikan masalah ini ke depan,” tuturnya.

Bobby juga berjanji akan mengembalikan kejayaan Kota Medan seperti dahulu. Di hadapan para Forkopimda Kota Medan, Sekda Kota Medan, dan para pimpinan OPD serta anggota DPRD Medan yang hadir maupun yang mengikuti secara virtual, Bobby berjanji di bawah kepemimpinannya dan Aulia Rachman, Pemko Medan akan mengajak semua pihak untuk berakselerasi dengan pola pikir dan sistem kerja.

“Kenapa kita tidak berpikir bagaimana berkolaborasi ke depan, dengan jumlah sampah di Medan, Binjai, dan Deliserdang ini, agar bisa menjadi energi terbarukan dan bermanfaat untuk menjadi sumber pendapatan masyarakat,” sebutnya.

Di samping itu, permasalahan infrastruktur di Kota Medan juga harus dikolaborasikan. Sebab ada jalan yang berada di bawah tanggung jawab pemerintah pusat maupun provinsi.

Bobby juga menyoroti penanganan Covid-19 di Medan. Katanya, seluruh pihak harus bekerja sama dan bekerja keras untuk menurunkan dan memutuskan penularan Covid-19 di Kota Medan.

Bersama Aulia Rachman, dia memiliki program berkolaborasi, bagaimana vaksinaksinasi bisa sukses di Kota Medan dengan meningkatkan imunitas massal minimal 70 persen.

Sedangkan terkait masalah UMKM, menurut Bobby, Medan punya potensi yang luar biasa. Medan yang dikenal dengan kulinernya yang kaya dan nikmat, punya potensi besar, sehingga ini bisa digali untuk pendapatan masyarakat secara ekonomi.

“Hampir semua makanan di Asia ada di Kota Medan. Kuliner di Kota Medan sangat beragam, dan Media pantas dijuluki The Kitchen of Asia,” tuturnya.

Terkait persoalan kawasan Kota Tua, Bobby mengajak DPRD Medan untuk berkolaborasi dengan tegas, agar tidak ada lagi pergantian bentuk bangunan di Kota Medan, khususnya di kawasan heritage.

“Kita kembalikan agar bisa cerita bagaimana sejarah Kota Medan hingga saat ini. Untuk mewujudkannya, segera lakukan konsoldasi kepada seluruh OPD, lingkungan, kelurahan dan kecamatan. Sudah saatnya kita bekerja lebih keras. Kami sampaikan maklumat kepada aparatur kota untuk tidak melakukan korupsi, kolusi, dan diskriminasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Medan,” pungkasnya.

Usai Wali Kota menyampaikan pidato perdana, Ketua DPRD Medan menutup rapat paripurna. Kemudian unsur pimpinan dan anggota DPRD Medan serta Forkopimda Kota Medan memberikan ucapan selamat kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota dan diakhiri dengan foto bersama.

PKS Siap Kawal Janji Kampanye

Terpisah, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kota Medan menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Bobby Nasution dan Aulia Rachman sebagai pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan periode 2021-2024.

“Hari ini Kota Medan resmi memiliki pemimpin baru. Kita sangat berharap agar Bobby-Aulia bisa menjalankan dengan baik pemerintahan di Kota Medan ini,” ucap Ketua Fraksi PKS DPRD Medan Rudiyanto Simangunsong S.Pd. kepada wartawan di Medan, Jumat (26/2).

Ditanya posisi Fraksi PKS terhadap Pemko Medan yang dipimpin Bobby-Aulia, Rudiyanto mengatakan, Fraksi PKS akan tetap menjadi pelayan bagi masyarakat Kota Medan. “PKS sudah sangat jelas, sesuai visi kami ‘Bersama Melayani Masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya kepemimpinan Kota Medan hari ini adalah hasil dari proses demokrasi yang telah dilalui oleh masyarakat Kota Medan. “Karena itu kita hormati dan junjung tinggi. Mari kita kawal proses perjalanan kepemimpinan Bobby-Aulia ke depan, sehingga Kota Medan dan masyarakatnya benar-benar sejahtera,” jelasnya.

Fraksi PKS DPRD berkomitmen terus bersama masyarakat dalam mengawal pembangunan Kota Medan. “Kita akan mengawal setiap proses pembangunan di Kota Medan sesuai fungsi yang kita miliki yaitu legislasi, budgeting, dan controling. Kita akan memastikan seluruh janji kampanye bisa direalisasikan dan kita juga akan memastikan masyarakat tidak akan dikecewakan,” tandasnya.

Sebelumnya, PKS dan Partai Demokrat adalah parpol pendukung Akhyar Nasution dan Aulia Rachman atau lawan politik pasangan Bobby-Aulia di Pilkada Medan 2020.

Hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU Medan, Akhyar-Salman memperoleh 342.580 suara. Sementara pasangan Bobby-Aulia unggul dengan perolehan 393.327 suara. (map)

Polda Sumut Ringkus Dua Pengedar Sabu 2 Kg

DUA TERSANGKA: Dua pelaku dan barang bukti sabu 2 kg di Mapolda Sumut, Jumat (26/2).dewi/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara Unit 1 Subdit II (Diresnarkoba Polda Sumut) menangkap dua tersangka pengedar 2 kilogram (kg) sabu-sabu di Jalan Cemara, tepatnya di pinggir jalan depan Ruko Cemara, Rabu (17/2) lalu.

DUA TERSANGKA: Dua pelaku dan barang bukti sabu 2 kg di Mapolda Sumut, Jumat (26/2).dewi/sumut pos.

Kedua tersangkanya, SL (19) warga MNS Kreung Peudada Aceh dan MJ (21) warga Desa Buket Raya Kecamaran Peudada Aceh.

Sumber di Polda Sumut menyebutkan, 2 kg sabu-sabu yang disita polisi itu dikemas dalam dua bungkus plastik bertuliskan Guanyiwang. Masing-masing per bungkusnya berisikan 1 kg sabu. Selain itu petugas juga menyita satu unit ponsel.

Selanjutnya, tersangka SL dan MJ beserta barang bukti di bawa ke Mako Ditresnarkoba Polda Sumut guna proses penyidikan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, Jumat (26/2) mengatakan, penangkapan pelaku ini merupakan bentuk komitmen Polda Sumut dalam memberantas peredaran Narkotika di Wilayah Sumut

“Kami akan berupaya terus lakukan pengembangan untuk menangkap jaringan dan para pelaku lainnya,” pungkasnya. (mag-1/azw)

AMSUB Minta Periksa Kepala BKSDA Sumut dan Menteri LHK

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aliansi Masyarakat Sumatera Utara Bersih (AMSUB) gelar aksi di depan gedung KPK, Kamis (25/2/21), terkait dugaan perambahan atau alih fungsi hutan yang ada di Sumatera Utara (Sumut).

DEMO: AMSBU saat menggelar demo.

Dalam orasinya, Carlos meminta agar KPK dapat turun langsung melihat pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di Sumut.

Sudah tidak manusiawi karena hanya untuk kepentingan sendiri, orang-orang ini sudah menyengsarakan masyarakat, kami melihat pengambil alihan hutan ini penyeban bencara di Sumut,” ujarnya.

Sementara, saat membacakan pernyataan sikap, Riyandi Pasaribu secara tegas agar Kepala BKSDA Provinsi Sumatera Utara segera diperiksa dan dicopot.

Karena dianggap telah lalai dalam menjalankan tugas dan fungsinya antara lain fungsi pengawasan, pembeliaran, diduga gratifikasi sehingga dapat merugikan Negara.

“Para penggarap dengan leluasa serta ugal-ugalan dalam menguasai lahan kawasan Hutan Konservasi  Swaka Margasatwa Karang Gading Timur Laut Desa Paluh Kurau Kecamatan Hamparan Perak dan Desa Karang Gading Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara,” paparnya.

“Menurut hemat kami berdasarkan investigasi, Kepala BKSDA Provinsi Sumetara Utara tidak dapat melakukan tindakan pencegahan dan tidak dapat menyelesaikan masalah perambahan hutan konservasi SM Karang Gading sampai saat ini. Seperti yang diamanatkan dalam UU Nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan serta UU No 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, UU No 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan,” tambahnya.

Dia juga memaparkan saat Ketua DPRD Deli Serdang melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diminta oleh (AMSUB) untuk menyelesaikan permasalahan Alihfungsi Hutan SM Karang Gading, dimana Kepala BKSDA tidak menghadiri RDP tersebut.

“Beliau seperti terkesan tidak ingin bekerja sama meyelesaikan masalah alihfungsi hutan tersebut,” katanya.

Dalam aksi tersebut, mereka juga meminta KPK untuk memeriksa Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, karena diduga telah melakukan pembiaran dalam permasalahan perambahan kawasan hutan yang ada di Indonesia khususnya Sumatera Utara serta telah lalai dalam menjalan tugas dan fungsinya dalam melindungi kawasan hutan seperti yang diamanatkan dalam UU Nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan serta UU No 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, UU No 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan. (rel/ila)

Edarkan Sabu, Pelatih Badminton Disidang

DAKWAAN: Dua terdakwa menjalani sidang dakwaan secara virtual di PN Medan, Jumat (26/2).agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Deny Afriansyah (36) menjalani sidang virtual di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (26/2). Pelatih badminton ini bersama Hendro Harsono (berkas terpisah), didakwa telah mengedarkan sabu seberat 20 gram kepada polisi.

DAKWAAN: Dua terdakwa menjalani sidang dakwaan secara virtual di PN Medan, Jumat (26/2).agusman/sumut pos.

Dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Randi Tambunan, bermula saat dua petugas dari Ditresnarkoba Polda Sumut, mendapat informasi tentang adanya pengedar sabu di Jalan Pukat V, Medan Tembung.

“Saksi Chrismas Manalu berhasil menemui Hendro Harsono, yang berpura-pura menjadi pembeli yang memesan 20 gram sabu,” ujarnya dihadapan Hakim Ketua Hendra Sutardodo. 

Lebih lanjut, terdakwa Hendro kemudian menghubungi Deny menyampaikan adanya calon pembeli yang ingin membeli sabu. Akhirnya disepakati, harga sabu Rp13 juta dan transaksi dilakukan di Jalan Pukat V, Medan Tembung.

Esok harinya, Hendro kembali menghubungi calon pembeli dengan mengatakan sabunya telah ada. Selanjutnya, saksi Chrismas Manalu menghubungi terdakwa bahwa ia telah berada dilokasi. Lalu Hendro pergi menemui calon pembeli, yang hanya berjarak 20 meter dari rumahnya.

Tanpa curiga, Hendro kemudian masuk kedalam mobil sedan milik calon pembeli sembari menanyakan uangnya. Setelah ditunjukkan, kemudian Deny masuk kedalam mobil membawa barang haram tersebut. Tak menunggu lama, calon pembeli yang menyamar tersebut langsung melakukan penangkapan terhadap kedua terdakwa. Polisi menyita barangbukti seberat 20 gram dan membawa keduanya ke Polda Sumut. (man/azw)

Jual Sabu, Polisi Tangkap Petani

KONFERENSI PERS: Kapolres Nias AKBP Wawan Iriawan Sik didampingi Kabag Ops AKP SK Harefa dan Kasat Narkoba AKP J Sidabutar SH saat konferensi pers di Mapolres Nias Jalan Bhayangkara Nomor 1 Gunungsitoli, Kamis (25/2)

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Tersangka pengedar sabu-sabu, AZ (41) alias Ama Kirana ditangkap personel Satuan Reserse Narkoba Polres Nias saat hendak transaksi di Desa Fulolo Lotu Kecamatan Lotu Kabupaten Nias Utara pada hari Sabtu (20/2).

KONFERENSI PERS: Kapolres Nias AKBP Wawan Iriawan Sik didampingi Kabag Ops AKP SK Harefa dan Kasat Narkoba AKP J Sidabutar SH saat konferensi pers di Mapolres Nias Jalan Bhayangkara Nomor 1 Gunungsitoli, Kamis (25/2)

Dalam pemeriksaan, di dalam tas pria yang berprofesi sebagai petani yang tinggal di Desa Hilisalo’o Kecamatan Sitolu Ori Kabupaten Nias Utara itu ditemukan 19 bungkusan sabu yang keseluruhannya seberat 6,76 gram.

Kapolres Nias AKBP Wawan Iriawan Sik saat konferensi pers di Mapolres Nias Jalan Bhayangkara Nomor 1 Gunungsitoli, Kamis (25/2) mengatakan, selain menyita 19 paket bungkusan sabu, juga disita ponsel, satu unit sepeda motor milik, satu buah gunting, pipet yang disimpan di dalam kotak kacamata yang diduga sebagai alat isap sabu. Pengakuan tersangka, barang haram itu ia peroleh dari seseorang berinisial E yang berdomisili di Kota Sibolga.

“Kasus ini akan terus kita kembangkan termasuk melakukan penyelidikan terhadap warga Kota Sibolga yang disebutkan tersangka,” pungkas AKBP Wawan. (adl/azw)

Nyambi Dagang Sabu, Dua Buruh Bangunan Disidang

SIDANG: Dua terdakwa pengedar sabu, menjalani sidang dakwaan secara virtual, Jumat (26/2).agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tomi Firmanto (31) dan Junaidi Pane (39) disidang virtual di Ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (26/2). Kedua buruh bangunan ini, didakwa jaksa mengedarkan sabu seberat 70 gram.

SIDANG: Dua terdakwa pengedar sabu, menjalani sidang dakwaan secara virtual, Jumat (26/2).agusman/sumut pos.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maria FR Tarigan menguraikan dalam dakwaannya, berawal saat petugas Ditres Narkoba Poldasu mendapatkan informasi tentang adanya pengedar natkotika jenis sabu.

Pada Kamis 6 Agustus 2020, saat terdakwa Junaidi bersama Tomi sedang menunggu calon pembeli disekitar Jalan Bersama Medan. Esok harinya ada pembeli yang mau menghubungi terdakwa Tomi yang ingin membeli sabu sebanyak 100 gram.

“Kemudian terdakwa Tomi mengatakan bahwa barang sabu hanya sisa 70 gram, lalu sepakat untuk melakukan transaksi dengan harga Rp41.250.000,” ujarnya dihadapan Hakim Ketua Dahlia Panjaitan.

Lebih lanjut, terdakwa Tomi pun diminta untuk mengantarkan barangharam itu kerumah calon pembeli di Jalan Tangguk Bongkar IX, Medan Denai. Setelah itu, kedua terdakwa langsung menuju kerumah pembeli menumpangi becak mesin.

Saat tiba di rumah pembeli, terdakwa Tomi langsung masuk kerumah dan terdakwa Junaidi menunggu diluar dengan becak. Setelah bertemu calon pembeli, kemudian Tomi menghubungi Junaidi supaya masuk kerumah untuk mengantarkan sabu tersebut.

“Saat melakukan transaksi dan memperlihatkan sabu kepada pembeli, tiba-tiba datang beberapa orang petugas kepolisian berpakaian preman langsung melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap kedua terdakwa,” bebernya.

Dari hasil penangkapan tersebut petugas menemukan satu bungkus plastik klip bening tembus pandang berisi sabu seberat 70 gram.

“Perbuatan terdakwa sebagimana diatur dan diancam Pidana pasal 114 (2) Jo Pasal 132 (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkasnya. Usai mendengarkan dakwaan, kemudian sidang dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi. (man/azw)

Musda Ke VII DPD AMPI Sumut David Luther Lubis Terpilih Secara Aklamasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DR dr David Luther Lubis SPOG terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sumatera Utara (Sumut) priode 2021-2026.

David Luther Lubis terpilih menjadi Ketua DPD AMPI Sumut lewat musyawarah daerah (Musda) ke VII di Le Polonia Hotel, Jalan Jend Sudirman Medan Jumat (26/2).

David Luther Lubis terpilih menjadi Ketua DPD AMPI Sumut lewat musyawarah daerah (Musda) ke VII di Le Polonia Hotel, Jalan Jend Sudirman Medan Jumat (26/2) petang.

Sebanyak 28 DPD AMPI dari 34 Kabupaten/Kota se Sumut memilih David Luther Lubis untuk menjadi Ketua DPD AMPI Sumut, priode lima tahun ke depan, sehingga David
menjadi calon tunggal dalam Musda tersebut.

Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Musa Rajekshah yang menyempatkan hadir di tengah kesibukan pelantikan
kepala daerah, dalam sambutannya berharap AMPI Sumut semakin besar dan saling membesarkan.

“Kita berharap ormas – ormas di bawah naungan Partai Golkar bisa saling membesarkan untuk target politik ke depan.

Apalagi 2024 adalah pesta politik akan digelar secara serentak baik
Pemilihan Kepala Daerah
(Pilkada), Pemilihan Legislatif (Pileg), maupun Pemilihan Presiden (Pilpres),
dimana ormas – ormas ini diharapkan bisa kerja sama dan mendukung untuk memenangkan Partai Golkar, harap Ijeck dalam sambutannya.

Wakil Gubernur Sumut ini juga menegaskan, organisasi manapun tanpa koordinasi, kerja sama yang baik tidak akan bisa besar.

“Maka dengan rencana kerja dan pencapaian kekuatan politik yang baik dengan merangkul ormas – ormas seperti AMPI sehingga Partai Golkar menjadi partai terbesar di tanah air,” tegas Ijeck.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) AMPI, Dito
Aryotedjo berharap melalui hasil Musda ke VII ini menjadi momentum kebangkitan AMPI Sumut terutama dalam sinergitas memenangkan Partai Golkar khususnya meraih suara-suara anak muda

“Saya berharap semua kader AMPI di kabupaten/kota se Sumut dapat bahu membahu mendukung Partai Golkar,” tandasnya.

Sementara, David Luther Lubis usai terpilih menjadi ketua DPD AMPI Sumut menyatakan, dengan segala kekuatan dan visi misinya, siap memajukan AMPI Sumut.

Bahkan David menginginkan seluruh kader AMPI Kabupaten/Kota se Sumut bisa menjadi pemimpin di daerahnya masing-masing.

“AMPI Sumut juga harus bisa merubah paradigma premanisme di Sumut agar menjadi agen perubahan, agen pembaharuan, karena Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) atau Ormas belum seratus persen diterima masyarakat

Inilah saatnya untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dan bekerja sama dengan pemerintah,” tegas David Luther seraya menekankan kepada seluruh kader AMPI Sumut untuk mendukung penuh Partai Golkar pada pesta demokrasi mendatang.

David juga mengatakan Musda ke VII tersebut laksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan, hal ini agar tidak menjadi kluster baru penyebaran pandemi covid 19.

“Kita tetap mematuhi aturan yang sudah ditetapkan pemerintah, semua peserta dan peninjauan wajib mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Bahkan sambung David seluruh peserta dan peninjaun Musda,
dilakukan test swab anti gen, dan diwajibkan memakai masker.

Cekcok Gara-gara Tak Memberi Izin Lihat Tahanan, Oknum Polisi Ngaku Bunuh Dua Wanita di Hotel

DUKA: Keluarga korban pembunuhan berduka di hadapan jenazah korban pembunuhan Aipda RS di Lorong VI Veteran Bagan Deli Medan Belawan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Motif pembunuhan yang dilakukan Aipda RS, anggota Kepolisian Resor (Polres) Belawan terhadap dua wanita muda, yakni Aprilia Cinta (16) dan Rizkia Fitria (21), karena sakit hati. Itu terungkap dalam pemeriksaan terhadap tersangka Aipda RS yang disampaikan Humas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut).

DUKA: Keluarga korban pembunuhan berduka di hadapan jenazah korban pembunuhan Aipda RS di Lorong VI Veteran Bagan Deli Medan Belawan.

“Sakit hatinya bermula dari pada Sabtu (20/2) lalu, korban Rizkia mengantar makanan kepada tahanan yang kebetulan di tahan di Polres Belawan. Si korban dan si pelaku ada di sana dan tidak diperbolehkan masuk, karena sudah lewat waktu dan tidak boleh lagi bertamu,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan kepada sejumlah wartawan saat ditemui di ruangan kerjanya di Mapolda Sumut, Jalan kilometer 10,5 Medan Amplas, Jumat (26/2).

Nainggolan menjelaskan, bahwa kejadian berawal si korban, Rizkia Fitria merupakan Pegawai Harian Lepas (PHL) di Polres Belawan. Ketika itu Rizkia ingin bertamu dengan tahanan di dalam sel Polres Belawan tapi tidak dibolehkan masuk oleh Aipda RS yang saat itu mendapat giliran piket jaga tahanan. Keduanya cekcok, membuat Aipda RS sakit hati.

Baca juga: Temuan Jasad 2 Wanita Muda, Pembunuh Diduga Oknum Polisi Belawan

Keesokan harinya (Minggu, red), Aipda RS menelepon korban untuk menyelesaikan masalah cekcok kemarin. Rizkia memenuhi ajakan tersangka.

Rizkia kemudian datang dengan membawa seorang teman, Aprilia Cinta (13). Mereka kemudian berangkat dijemput tersangka dengan menggunakan mobil.

Nainggolan menambahkan, menurut pengakuan pelaku, kedua korban dibawa ke penginapan di Padang Bulan, Jalan Jamin Ginting Medan. Di sanalah kedua korban di eksekusi pelaku.

“Eksekusi kedua korban di tempat yang sama, hanya pembuangan jenazah saja yang di tempat berbeda. Sampai hari ini hasil visum jenazah kedua korban belum keluar,” ungkapnya.

Nainggolan menyebutkan, pihaknya akan menindak tegas si pelaku dengan hukum yang berlaku. “Untuk si pelaku akan ditindak tegas, apalagi dengan presisi Kapolri yang baru sekarang ini, sebab tindakan seperti itu tidak selayaknya dilakukan oleh aparat penegak hukum,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, Polda Sumut membentuk Tim Khusus gabungan, yakni dari Jatanras, Kepolisian Resor (Polres) Serdangbedagai (Sergai), Polres Belawan dan Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Barat, guna mengungkap pembunuhan dua wanita muda yang ditemukan di lokasi terpisah.

Kedua wanita muda yang diduga korban pembunuhan tersebut, yakni Aprilia Cinta (16) dan Rizkia Fitria (21). Keduanya merupakan warga Lorong VI, Veteran Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan. Keduanya adalah teman dekat dan sering bepergian bersama.

Jenazah Rizka Fitria pertama kali ditemukan sopir truk pada, Senin (22/2) sekira pukul 01.30 WIB di Jalinsum Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai. Saat itu korban mengenakan kemeja hitam.

Sementara Jenazah Aprilia Cinta ditemukan di Kelurahan Pulo Brayan Medan Barat, Senin (22/2) pagi dengan pakaian loreng-loreng cokelat. (mag-1/azw)

STMIK Methodist Binjai Sediakan Beasiswa Kuliah

SEKOLAH Tinggi Manajemen Ilmu Komputer (STMIK) Methodist Binjai merupakan salah satu perguruan tinggi yang banyak memberikan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa.

BERPRESTASI: Ketua Pembina Yayasan Methodist Indonesia Binjai Peterus SH MM (kiri) menyerahkan penghargaan pada wisudawati STMIK Methodist Binjai berprestasi baru-baru ini.

Demikian disampaikan Ketua STMIK Methodist Binjai Vera Wijaya, M.Kom melalui Wakil Ketua I STMIK Methodist Binjai Alwin Hutabarat MKom di Medan, baru-baru ini. ”Kampus ini didirikan di Binjai sejak tahun 2014,” katanya

STMIK Methodist Binjai merupakan perguruan tinggi terakreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Saat ini mengasuh empat program studi yakni S1 Teknik Informatika, S1 Sistem Informasi, D3 Manajemen Informatika dan D3 Komp. Akuntansi.

Alwin Hutabarat mengatakan Peterus SH MM sebagai Ketua Pembina Yayasan Methodist Indonesia Binjai memberikan dukungan terhadap pengembangan perguruan tinggi yang saat ini diminati calon mahasiswa baik dari Binjai maupun kabupaten/kota lainnya.

Saat ini jumlah mahasiswa tahun akademik 2020/2021 terdapat 155 orang. Total jumlah mahasiswa dan mahasiswi saat adalah 400 orang. ”Tahun akademik 2021/2022 kita berencana menerima 200 mahasiswa untuk empat prodi tersebut,” urai Wakil Ketua I STMIK Methodist Binjai.

Apa saja keunggulan yang diraih dengan kuliah di STMIK Kaputama? Alwin Hutabarat mengatakan bahwa sarjana dan diploma lulusan STMIK Methodist Binjai akan mendapatkan sertifikasi internasional sebagai pendamping ijazah atas kompetensi keahlian profesional. ”Biaya sertifikasi internasional itu digratiskan,” sebutnya.

Ia menambahkan bahwa STMIK Methodist Binjai memiliki dua kampus yakni di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 136 B dan Jalan Gator Subroto Nomor 255 simpang Tanjung Jati depan SPBU.

Alwin Hutabarat mengatakan bahwa STMIK Methodist Binjai memiliki visi menghasilkan lulusan yang kompeten dibidang IT. STMIK Methodist Binjai juga sejumlah praktisi untuk mengajar di kampus.

Ia juga menjelaskan bahwa dikampusnya banyak disediakan beasiswa full hingga tamat kuliah bagi mahasiswa dengan indeks prestasi yang bagus.

Wakil Ketua I STMIK Methodist Binjai juga menjelaskan bahwa dikampusnya banyak disediakan beasiswa full hingga tamat kuliah bagi mahasiswa dengan indeks prestasi yang bagus diatas 3.00. ”Kuota penerima beasiswa tidak dibatasi,” imbuhnya.

Disamping itu STMIK Methodist Binjai juga memberikan beasiswa KIP Kuliah (bidik misi), beasiswa dari orangtua asuh dari para tokoh masyarakat Kota Binjai dan beasiswa bersumber dari dana CSR sejumlah perusahaan. ”Kita harap beasiswa ini dapat mencerdaskan dan menyejahterakan masyarakat,” kata Alwin Hutabarat. (dmp)