Home Blog Page 3672

9 Anggota Remaja Masjid Tewas Kecelakaan di Tebingtinggi, Polisi Buru Supir Bus Intra

SOPIAN/SUMUT POS Kondisi: Mobil Toyota Avanza yang Lakalantas kondisi ringksek oyota Avanza yang Lakalantas kondisi ringsek.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sembilan orang tewas dalam kecelakaan maut Bus Intra BK 7091 TL kontra Toyota Avanza BK 1697 QV di Jalan Tebingtinggi-Pematangsiantar KM 89-90, Desa Gunung Hataran Pabatu, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Minggu (21/2) malam sekira pukul 20.30 WIB. Kesembilan jenazah korban yang merupakan rombongan remaja masjid, telah dimakamkan di Dusun IX, Desa Lau Dendang, Kabupaten Deliserdang, Senin (21/2).

SOPIAN/SUMUT POS Kondisi: Mobil Toyota Avanza yang Lakalantas kondisi ringksek.

Sebelum dimakamkan, jenazah para korban disalatkan di Masjid Al Iman yang berada di areal rumah duka, Jalan Tegal Sari, Desa Lau Dendang, Deliserdang. Salat jenazah inipun dibagi dalam dua sesi, di mana sesi pertama 4 jenazah, dan sesi kedua 5 jenazah.

“Untuk sesi pertama ini, kita akan mensalatkan 4 jenazah. Sedangkan sisanya, masih menunggu keputusan dari pihak keluarga, dan Insya Allah akan dilaksanakan usai ba’da Ashar,” kata pengurus Masjid Al Iman melalui pengeras suara.

Masyarakat terlihat antusias ikut mensalat jenazah para korban. Bahkan, jamaah salat jenazah tersebut sampai memenuhi teras masjid. “Bagi para jamaah yang ingin melaksanakan salat jenazah, diharapkan rapikan barisan sesuai dengan shafnya,” sambungnya.

Sulistyo, seorang keluarga korban mengatakan, para korban meninggal dunia dalam lakalantas Bus Intra kontra Avanza tersebut merupakan rombongan remaja masjid yang hendak menghadiri acara pernikahan. “Jadi korban secara keseluruhan merupakan anggota remaja mesjid. Mereka mau menghadiri acara pernikahan dan pengajian,” kata Sulistyo di rumah duka.

Baca juga: Lakalantas Intra VS Avanza di Sergai, 9 Penumpang Meninggal

Dia mengungkapkan, rumah para korban masih berada dalam satu lingkungan. “Satu lingkungan semuanya ini. Namanya anggota remaja mesjid semua kan,” katanya.

Pantauan di lokasi, rumah duka dipenuhi masyarakat yang ingin bertakziah dan menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban. Terlihat juga isak tangis dari keluarga di lokasi rumah tersebut, dua dari 9 korban ternyata ada ikatan satu keluarga.

Diketahui, Lakalantas maut antara Bus Intra BK 7091 TL dan Toyota Avanza BK 1697 QV di Jalinsum Tebingtinggi-Pematangsiantar KM 89-90 di Desa Gunung Hataran Pabatu, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Sergai, Minggu malam (21/2) itu sempat memacatkan arus lalu lintas dari dua arah. Petugas Satlantas Polres Tebingtinggi yang datang kelokasi kejadian langsung melakukan evakuasi korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi dan barang bukti kedua kenderaan diamankan ke Unit Laka Polres Tebingtinggi.

9 Korban meninggal:

Fahrul Hanafi (33), mahasiswa yang juga supir Avanza.
Arzita Haulani (19), mahasiswa.
Fiqih Anugrah (19), pelajar.
Rafika Anggreyani Nasution (20), mahasiswa.
Nadila Anggreyani Nasution (18), pelajar.
Nur Annisa (23), mahasiswa.
Isma Al Janah (23), mahasiswa.
Juwita Asri Sormin (19), pelajar.
Ahmad Ridho Zaki Nasution (17), pelajar .

Sembilan orang yang meninggal dalam kejadian Lakalantas tersebut diserahkan pihak Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi kepada pihak keluarga dengan menggunakan mobil ambulance dan pengawalan pihak Satlantas Polres Tebingtinggi hingga kerumah duka di Desa Laut Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang. Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi AKP J Nainggolan membenarkan kejadian Lakalantas tersebut dan kini pihak Polres Tebingtinggi sudah menangani kasus tersebut. Sedangkan jenazah korban lakalantas sudah diserahkan kepada pihak keluarga sembari menunggu kepengerusan asuransi kematian dari pihak Jasa Raharja Cabang Kota Tebingtinggi.

“Kami berharap kepada masyarakat dalam mengemudikan kenderaan bermotor untuk selalu berhati hati dan jangan ugal ugalan. Kita harapkan kejadian ini tidak terulang kembali yang merenggut nyawa orang lain yaitu penumpang. Jika lela, supir harus berhenti beristirahat terlebih dahulu,” bilang AKP J Nainggolan, Senin (22/2).

Menurut keterangan AKP J Nainggolan, kronologis kejadian lakalantas tabrakan antara mobil Avanza BK 1697 QV dengan Bus Intra BK 7091 TL akibat adanya kurang hati-hati pengemudi mobil Avanza dengan kecepatan tinggi dan hilang kendali dan menghantam Bus Intra yang datang dari arah Tebingtinggi menuju Pematangsiantar.

“Karena mobil Avanza datang dengan kecepatan tinggi dari Siantar menuju Tebingtinggi, karena ingin mendahului dan memotong tanpa memperhitungkan kenderaan datang dari depan, sehingga tabrakan tersebut tidak terelakkan. Kondisi mobil penumpang Toyota Avanza kondisi ringsek dan kondisi korban terjepit bagian mobil, sementara kondisi kerusakan Bus Intra hanya bagian depan sebelah kanan, puluhan penumpang Bus Intra tidak mengalami luka luka dan hanya mengalami trauma,” paparnya.

Sementara, Direktur Lalulintas Polda Sumut, Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda yang dikonfirmasi Sumut Pos mengatakan, saat ini polisi telah mengamankan barang bukti yang terlibat kecelakaan itu ke Mako Unit Laka Lantas Polres Tebingtinggi. “Yang menangani kasus kecelakaan tersebut adalah Polres Tebingtinggi. Supir bus sedang dalam pencarian dan kita koordinasikan dengan manjemen CV Intra,” kata Valentino, Senin (22/2).

Sesuai informasi yang diperoleh, korban yang berada di dalam mobil Toyota Avanza merupakan rombongan remaja masjid, perwakilan dari tempat tinggal mereka di Dusun IX Kenanga, Desa Lau Dendang, Percut Sei Tuan, Deliserdang. (mag-1/ian)

Wagubsu Minta Semua Waspada Karhutla, Terdeteksi 25 Hot Spot di Sumut

VIRTUAL: Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah menghadiri secara virtual Pengarahan Presiden RI Joko Widodo tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Senin (22/2). DISKOMINFO SUMUT FOR SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mulai memasuki musim kemarau, sejak Februari 2021. Karena itu, seluruh pihak terkait diminta meningkatkan kewaspadaan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

VIRTUAL: Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah menghadiri secara virtual Pengarahan Presiden RI Joko Widodo tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Senin (22/2). DISKOMINFO SUMUT FOR SUMUT POS.

Berdasarkan data dari Dinas Kehutanan Sumut, hingga 22 Februari 2021, telah terjadi enam kebakaran hutan dan lahan di Sumut, dengan total luas sekitar 11 hektare. Selain itu, hasil pantauan satelit NOAA di Sumut, terdeteksi ada 25 hot spot yang tersebar di sejumlah daerah kabupaten/kota.

“Sesuai dengan arahan Pak Presiden, kita harus mengupayakan pencegahan kebakaran hutan, jadi setiap ada kebakaran hutan, sebelum apinya membesar harus segera dilaporkan. Ini butuh kerja sama semua pihak termasuk masyarakat,” kata Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu), Musa Rajekshah usai menghadiri secara virtual Pengarahan Presiden tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Senin (22/2).

Wagubsu juga meminta kepada masyarakat agar tidak membuka lahan pertanian yang bukan diperuntukkan sebagai lahan pertanian dan tidak membuka lahan menggunakan api atau dibakar. Menurutnya, ini sering menjadi pemicu kebakaran hutan yang luas.

“Musim kemarau sudah dimulai, jangan buka ladang yang bukan diperuntukkan sebagai lahan untuk pertanian, jangan buka lahan dengan api walaupun itu lahan pribadi, kalau ada kebakaran cepat laporkan. Dalam beberapa tahun terakhir kita sudah menurunkan tingkat kebakaran hutan, jadi kita tentu tidak mau kebakaran hutan di tahun ini meningkat,” kata Musa Rajekshah, didampingi Sekdaprov Sumut R Sabrina dan Kepala Dinas Kehutanan Sumut Herianto.

Sebelumnya dalam rapat, Presiden RI Joko Widodo mengingatkan untuk memprioritaskan upaya pencegahan dengan deteksi dini dan update kondisi lapangan setiap hari. Dia juga meminta agar infrastruktur monitoring dan pengawasan sampai ke tingkat bawah, mencari solusi permanen, menambah ekosistem gambut dan mangrove serta penegakan hukum tanpa kompromi.

“Utamakan pencegahan, jangan sampai api itu membesar karena kalau sudah besar sulit dipadamkan, kerugian sangat besar, angkanya bukan miliar, tetapi triliun. Belum lagi kita diprotes negara-negara tetangga,” tegas Presiden, melalui video conference dari Istana Negara, Jakarta.

Presiden juga mengingatkan, untuk wilayah Sumatera bertindak sesegera mungkin karena sebagian besar Pulau Sumatera telah memasuki musim kemarau. “Sumatera harus siap siaga sesegera mungkin, puncak musim kemarau di Indonesia prediksi BMKG bulan Juli, Agustus dan September,” jelasnya.

Sementara itu, menurut keterangan Kepala Dinas Kehutanan Pemprov Sumut Herianto, hingga 22 Februari 2021, telah terjadi enam kebakaran hutan di Sumut yaitu di Tapanuli Selatan, Padanglawas Utara, Padanglawas, Mandailing Natal, Sibolga dan Samosir, total sekitar 11 hektare hutan dan lahan terbakar. Kebakaran tersebut saat ini sudah ditangani.

“Yang terbaru itu Sibolga dan Samosir, sudah ditangani dengan baik, tetapi kita harus tetap waspada karena sampai saat ini menurut pantauan satelit NOAA di Sumut ada 25 hot spot seperti di Labuhanbatu, Samosir, Tapanuli Utara, Labuhanbatu Selatan, Tapanuli Selatan, Padanglawas, Mandailingnatal, Kota Sibolga, Humbahas, Samosir, Karo dan Dairi,” jelasnya.

Hadir di Istana Negara Wakil Presiden RI Ma’aruf Amin, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Gubernur dan Bupati daerah rawan Karhutla. Sedangkan di Aula Tengku Rizal Nurdin hadir unsur-unsur Forkopimda Sumut serta OPD terkait. (prn)

Maret, Lansia Mulai Divaksin, Vaksin Covid-19 yang Digunakan Buatan Biofarma

SUMUTPOS.CO – Pelaksanaan vaksinasi tahap II di Sumatera Utara bakal dimulai pada Maret mendatang. Vaksinasi tahap II ini menargetkan kelompok lanjut usia (Lansia), di atas umur 60 tahun dan menyasar pekerja publik.

“Tahap kedua ini difokuskan untuk lansia dan pekerja publik. Persiapan yang dilakukan masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat,” kata Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah ketika dihubungi wartawan, Senin (22/2).

Kata Aris, vaksinasi tahap dua nantinya, vaksin yang digunakan komposisinya sama tetapi merk-nya berbeda. Namun demikian, Aris enggan menjelaskan secara detailn

“Kalau sebelumnya dikatakannya vaksin berasal dari Cina, kali ini vaksin yang akan digunakan adalah vaksin baru buatan PT Biofarma,” ucapnya.

Aris mengaku, target warga lansia yang akan divaksin di Sumut sebanyak 200 ribu hingga 300 ribu orang. Untuk daerah yang menjadi sasaran adalah Kota Medan. “Kita prioritaskan yang ada di Kota Medan dulu karena merupakan ibukota provinsi dan ini juga arahan pemerintah pusat. Meski banyak lansia di daerah, namun Medan merupakan episentrum,” tandasnya.

Sementara, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah membuka pendaftaran lewat formulir yang bisa diisi secara online di situs resmi www.kemkes.go.id dan www.covid19.go.id. Juru bicara program vaksinasi COVID-19 dari Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi, mengimbau agar para lansia dengan penyakit kronis atau kondisi penyerta segera berkonsultasi dengan dokter. Tujuannya agar bisa dipastikan tubuh dalam konfisi fit untuk menerima vaksin.

“Untuk lansia yang selama ini memiliki penyakit kronik segera kontrol dulu ke dokternya, misalnya punya penyakit jantung, kelainan darah, atau penyakit ginjal. Kontrol ke dokternya pastikan bisa diberikan keterangan layak vaksin, bisa dalam bentuk surat,” kata Nadia dalam konferensi pers yang disiarkan Forum Merdeka Barat 9, Senin (22/2).

“Kalau punya komorbid, misalnya penyakit darah tinggi, asma, dan gula darah ini sebaiknya diobati dulu. Nanti kalau sudah terkontrol dengan baik silahkan datang ke fasilitas pelayanan kesehatan,” lanjutnya.

Ketua Satgas Nahdlatul Ulama (NU), Makky Zamzami, menyarankan agar pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk lansia dilakukan secara khusus. Ini karena kelompok lansia kemungkinan besar memiliki keterbatasan seperti tidak bisa mengantri terlalu lama atau memiliki komorbid yang tidak terkontrol.

Makky menyarankan vaksinasi dilakukan di fasilitas yang memungkinkan untuk memantau kondisi para lansia selama satu hari penuh. Jadi lansia yang datang dengan kondisi seperti tekanan darah tinggi atau gula darah dapat langsung dibantu tanpa harus menunggu penjadwalan ulang vaksinasi.

“Saya harap perlu dipikirkan suatu alternatif. Jadi membentuk suatu one day care service, satu tempat di mana satu hari penuh lansia bisa datang, yang ketika dia tinggi tensi atau gulanya diturunkan dulu. Diobservasi dulu dalam satu hari penuh kemudian divaksin,” pungkas Makky.

84,7 Persen Nakes Sumut Divaksin

Terkait vaksinasi terhadap tenaga kesehatan dosis I, Juru Bicara Satgas Covid-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah mengatakan, saat ini sudah mencapai 81,9persen atau 58.230 orang dari sasaran 71.058 orang di 33 daerah. Sedangkan jumlah nakes yang tunda vaksin sebanyak 14.128 orang. “Nakes paling banyak divaksin (dosis 1) adalah di Kota Medan 18.174 orang. Kemudian, Deli Serdang 4.689 orang, Langkat 2.557 orang, Pematangsiantar 2.413 orang, dan Simalungun 2.263 orang,” beber dia.

Disebutkannya, nakes yang sudah disuntik vaksin dosis 2, Aris menyebutkan, jumlahnya kini 22.273 orang yang meliputi 21 daerah. Jumlah paling banyak, yaitu Medan 9.278 nakes, Deli Serdang 2.612 nakes, Simalungun 1.436 nakes, Karo 1.223 nakes, dan Pematangsiantar 1.238 nakes.

Terkait kasus baru Covid-19 di Sumut, Aris menuturkan, masih terus bertambah. Namun, kasus baru terkonfirmasi positif hanya bertambah 97 orang dengan akumulasi 23.755 orang. “Kasus baru positif didapatkan dari 6 kabupaten/kota, yaitu Medan 75 orang, dan Deliserdang 14 orang,” tuturnya.

Sedangkan kasus baru sembuh, sambung Aris, bertambah 105 orang dari 9 daerah dengan akumulasi 20.560 orang. Pasien Covid-19 sembuh paling banyak berasal dari Medan 67 orang, dan Batu Bara 13 orang. Sementara angka kematian Covid-19, kembali bertambah 5 kasus baru di antaranya Medan 3 orang, Deli Serdang 1 orang, dan Karo 1 orang. Dengan penambahan tersebut, akumulasinya menjadi 813 orang meninggal.

“Dengan data penambahan kasus baru harian tersebut, penderita aktif Covid-19 Sumut saat ini berjumlah 2.382 orang dengan rincian 589 orang isolasi di rumah sakit dan 1.793 orang isolasi mandiri. Jumlah ini menurun sedikit dibanding sehari sebelumnya yaitu 2.395 orang,” tandasnya.

Angka Kematian di Medan Menurun

Terpisah, Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan MKes kepada Sumut Pos mengakui, penyebaran Covid-19 di Kota Medan masih terus mengalami peningkatan dari hari ke hari. Setiap harinya, jumlah masyarakat Kota Medan yang terpapar Covid-19 meningkat sekitar 20 sampai 40 orang per hari.

Namun peningkatan angka penyebaran Covid-19, masih dibarengi dengan peningkatan angka kesembuhan yang juga cukup meningkat dari hari ke hari. “Angka terpapar memang masih tinggi, itu yang menjadi tugas kita bersama untuk menurunkan jumlah orang yang terpapar dengan menerapkan prokes secara serius. Tetapi Alhamdulillah, jumlah yang sembuh juga cukup tinggi, bahkan sering melebihi jumlah yang terpapar setiap harinya,” ucap Mardohar Tambunan.

Ditambah lagi, kata Mardohar, angka kematian karena Covid-19 justru menurun dari hari ke hari. Sebab, rata-rata yang terpapar Covid-19 saat ini adalah mereka dengan gejala ringan sampai sedang atau bahkan orang tanpa gejala (OTG). “Angka kematian juga grafiknya menurun, yang meninggal rata-rata yang berusia sudah lanjut atau mereka yang punya penyakit bawaan. Saat ini rata-rata yang terpapar itu adalah mereka dengan gejala ringan sampai sedang dan OTG,” ujarnya.

Diterangkan Mardohar, untuk mereka dengan gejala ringan sampai sedang, termasuk para OTG, rata-rata diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing, walaupun ada juga yang bersedia dirawat di RS. “Walaupun seharusnya, yang betul itu adalah dirawat di RS. Tapi karena tidak ada payung hukumnya, maka kita tidak bisa memaksa mereka yang terpapar untuk di rawat di RS. Kecuali mereka dengan gejala ringan sampai sedang, biasanya mereka sendiri yang minta untuk di rawat di RS,” katanya.

90 Persen Nakes di Medan Sudah Divaksi

Di sisi lain, Mardohar juga menerangkan tentang perkembangan proses vaksinasi kepada para tenaga kesehatan (nakes) di Kota Medan. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinas Kesehatan Kota Medan itu menerangkan, jika proses vaksinasi kepada para nakes di Kota Medan hampir rampung. Sebab, proses vaksinasi telah mencapai 90 persen lebih. “Proses vaksinasi untuk nakes, Alhamdulillah sudah sekitar 90 persen lah. Paling hanya tinggal sedikit lagi, ada beberapa nakes yang cukup sibuk dan sulit menyesuaikan waktu, tapi begitu pun dalam waktu dekat ini kita yakin bisa selesai,” jawab Mardohar.

Dijelaskan Mardohar, rata-rata nakes telah melakukan vaksinasi sebanyak dua kali, sesuai dengan ketentuan bahwa proses vaksinasi yang memang harus dilakukan sebanyak 2 kali, dimana vaksinasi kedua dilakukan 14 hari setelah proses vaksinasi pertama. “Tapi ada cukup banyak juga yang baru sekali, itu lah yang mau diselesaikan dengan melakukan vaksinasi kedua. Ada beberapa yang memang belum di vaksinasi, tapi akan di vaksinasi dalam waktu dekat, dan ada juga yang tidak bisa di vaksin karena ketentuan, misalnya karena nakes tersebut sudah pernah terpapar atau sudah pernah jadi penyintas,” jelasnya.

Begitu pun, Dinkes Kota Medan belum dapat memastikan kapan jadwal yang ditentukan untuk segera merampungkan proses Vaksinasi tersebut. “Secepatnya lah, secepatnya nakes yang wajib di vaksin akan kita vaksin. Mudah-mudahan segera selesai lah, biar bisa dilanjutkan segera (vaksinasinya) ke masyarakat luas,” ungkapnya.

Untuk itu, Mardohar berharap agar seluruh masyarakat Kota Medan dapat mematuhi protokol kesehatan untuk sama-sama menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Medan. “Kita juga berharap, agar nantinya proses vaksinasi dapat berjalan lancar kepada masyarakat. Tetap jaga prokes, bukan berarti dengan adanya vaksin kita tidak perlu menerapkan prokes, justru prokes tetap harus dijalankan. Supaya proses vaksinasi ini bisa lebih cepat memutus mata rantai pandemi,” tutupnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Kota Medan, pada Minggu (21/2) pukul 18.30 WIB, jumlah terkonfirmasi Covid-19 di Kota Medan telah mencapai 11.943 orang. Sebanyak 10.205 diantaranya telah dinyatakan sembuh, 400 lainnya meninggal dunia, sisanya masih mendapatkan perawatan di RS serta menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. (ris/map)

Pembinaan Usia Dini Harus Ditata

Pemerhati sepak bola asal Sumut, Idris SE MAP

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pembinaan usia dini merupakan dasar melahirkan pemain berbakat. Banyaknya kompetisi usia dini merupakan hal positif bagi sepak bola Indonesia. Namun, kompetisi atau turnamen ini harus ditata dengan baik.

Pemerhati sepak bola asal Sumut, Idris SE MAP.

Hal itu dikatakan pemerhati sepak bola nasional asal Sumatera Utara, Idris SE MAP. “Dulu pembinaan atau turnamen itu sedikit, tapi terkoordinasi. Sekarang banyak, tapi tidak terkoordinasi,” ujar Idris di Medan, Senin (22/2).

Dijelaskan, even yang banyak tyersebut harus dikoordinasikan kepada semua pihak. “Menjadi tugas PSSI untuk merangkul ini. Mereka rangkul turnamen-turnamen seperti ini, kalau sudah masuk level Soeratin jadi tanggung jawab penuh PSSI,” jelas mantan CEO PSMS tersebut.

Menurutnya, pembinaan pemain muda harus dilakukan dengan sinergi. Tidak hanya harus berjenjang, pembinaan melalui turnamen untuk usia muda seharusnya diintegrasikan agar jadwalnya tidak tumpang-tindih.

“Masyarakat dan dunia usaha ini juga ikut bergerak artinya mereka perlu dibimbing. Jadwalnya diatur, jangan sampai tabrakan. Kalau tidak ada koordinasi, latihan terus tapi tidak ada kejuaraannya. Pas di momen tertentu turnamennya yang padat, tidak sempat latihan,” kata Idris.

Di sisi lain, penerapan kurikulum sepak bola nasional dalam filosofi sepak bola Indonesia (Filanesia) mulai menyentuh turnamen-turnamen yang diinisiasi swasta. Dan, saat ini,hampir semua kelompok umur sejak U-9 hingga U-18 memang sudah ada kompetisinya.

“Namun sebarannya belum merata dan terlalu terpusat. Menjadi tugas bidang pembinaan usia muda PSSI untuk menggairahkan kompetisi kelompok umur di luar Jawa karena potensi pemain cukup banyak di sana,” tambahnya.

Idris juga menyarankan agar PSSI berfokus pada kompetisi usia muda yang mendekati senior. Sementara usia muda di bawahnya, termasuk usia dini, digarap stakeholders yang lain.

“Di kelompok usia bawah ini, PSSI fokus sosialisasi Filanesia, memperbanyak pelatih muda berlisensi, dan aktif menggandeng Pemerintah Pusat maupun Daerah untuk pengembangan sarana bermain bola yang layak. Sekarang ini, masih sangat terbatas lapangan latihan untuk anak-anak kita,” paparnya.

Selanjutnya yang paling penting dalam pembinaan sepak bola usia dini harus dilakukan pembinaan dengan mempergunakan teori sepak bola. Hampir semua sekolah sepak di Indonesia tidak satu pun memiliki pelatih yang menguasai teori sepakbola yang benar. Akibatnya, yang lahir adalah pemain sepakbola otodidak.

“Di sinilah peran PSSI untuk mengirim pelatih pelatih muda kita untuk belajar seperti apa sih cara menendang bola yang benar? Bagaimana menahan bola yang benar, bagai cara passing bola yang benar?. Dan banyak lagi teori lainnya,” paparnya.

“Saya pernah melihat di Korea Selatan, dimana anak-anak dilatih sesuai teori dulu setelah benar baru masuk ke teori bagaimana bertahan dan bagaimana menyerang serta game-game yang lain. Ini lah yang dilakukan oleh negara negara Eropa mau pun di Asia walaupun penduduk nya sedikit tapi memiliki pemain yang berkualitas,” pungkasnya. (dek)

Sidang Korupsi Pembuatan Tanggul di Tebingtinggi, Mantan PPTK Divonis 16 Bulan Penjara

SIDANG: Terdakwa Poniran (baju putih) mendengarkan hasil sidang secara virtual di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (22/2).agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Poniran, divonis hakim selama 1 tahun 4 bulan (16 bulan) penjara. Dia terbukti bersalah melakukan korupsi pembuatan tanggul Seipadang Tebingtinggi yang merugikan negara sebesar Rp123 juta Tahun Anggaran 2013, di Ruang Cakra 8 Pengadilan Tipikor Medan, Senin (22/2).

SIDANG: Terdakwa Poniran (baju putih) mendengarkan hasil sidang secara virtual di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (22/2).agusman/sumut pos.

Dalam amar putusan yang dibacakan Hakim Ketua Immanuel Tarigan, terdakwa terbukti melanggar Pasal 3 Undang Undang (UU) No 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo UU No 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. “Mengadili, menjatuhkan terdakwa Poniran oleh karenanya dengan pidana penjara selama 1 tahun 4 bulan penjara denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan,” ujarnya.

Dalam kasus yang sama, Wakil Direktur CV Saftri, Samsul divonis selama 1 tahun 10 bulan (20 bulan) penjara. Selain itu, dia juga didenda sebesar Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan.

Menurut majelis hakim, perbuatan kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Sedangkan hal yang meringankan, kedua terdakwa bersikap sopan dipersidangan.

Tuntutan ini lebih rendah dari JPU Edwin Lumbantobing, yang semula menuntut terdakwa selama 2 tahun penjara denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan. Sedangkan terdakwa Samsul, semula dituntut selama 2 tahun 6 bulan denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan. Atas vonis ini, terdakwa Poniran dan Samsul kompak menyatakan pikir-pikir.

Mengutip surat dakwaan, kasus bermula saat sejumlah item pekerjaan lanjutan Pembuatan Tanggul Sei Padang pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tebing Tinggi TA 2013, hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumut, tidak sesuai spesifikasi dan terjadi kelebihan pembayaran sekaligus menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp1,3 miliar lebih.(man/azw)

Kejari Bakar Narkoba dan Barang Bukti Kejahatan

PEMUSNAHAN: Kajari Binjai, Andri Ridwan (kanan) melakukan pemusnahan barang bukti di halaman kantor Jalan Tengku Amir Hamzah, Binjai Utara, Senin (22/2).tedi/sumut pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai melakukan pemusnahan barang bukti narkoba dan barang bukti kejahatan. Pemusnahan barang bukti itu dengan cara dibakar di halaman kantor Jalan Tengku Amir Hamzah, Binjai Utara, Senin (22/2). Pemusnahan tersebut turut disaksikan unsur dari Pemerintah Kota, Polres, Badan Narkotika Nasional dan Pengadilan Negeri Binjai.

PEMUSNAHAN: Kajari Binjai, Andri Ridwan (kanan) melakukan pemusnahan barang bukti di halaman kantor Jalan Tengku Amir Hamzah, Binjai Utara, Senin (22/2).tedi/sumut pos.

Adapun BB yang dimusnahkan, 360,72 gram sabu, 497 dan 3/4 butir pil ekstasi, 591,73 gram daun kering ganja, 18 unit ponsel, 1 unit pistol mainan serta 1 unit pisau. “Barang bukti yang dimusnahkan dari beberapa perkara yang sudah mempunya kekuatan hukum tetap atau dalam bahasa hukumnya inkrah,” kata Kajari Binjai, Andri Ridwan.

Pemusnahan yang dilakukan Kejari Binjai adalah perdana di tahun 2021. “Dan (pemusnahan) ini akan berlanjut setiap tiga bulan sekali,” sambung mantan Kajari Langkat ini.

Alasannya pemusnahan BB dilakukan dengan cara dibakar, ujar dia, agar tidak dapat dipakai lagi. Meski baru dua bulan tahun 2021, kata Andri, tren perkara narkotika menunjukan grafik meningkat.

“Tahun 2020 juga masih mendominasi perkara narkotika sampai 80 persen. Dibanding dengan perkara lain, perkara narkoba masih lebih tinggi,” beber dia.

Meski demikian, lanjut dia, Kejari Binjai sudah berupaya agar memberi efek jerah kepada masyarakat dengan menjatuhkan tuntutan kepada terdakwa narkotika di atas lima tahun penjara. Pun nyatanya, perkara narkoba masih menunjukan grafik meningkat.

Sementara untuk barang bukti kendaraan, Kejari Binjai juga melakukan eksekusi berdasarkan kekuatan hukum tetap yang diterbitkan oleh Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi ataupun Mahkamah Agung.

“Kalau isi putusan terhadap barang bukti kendaraan dinyatakan dirampas negara, maka dilakukan pelelangan yang kemudian jadi pendapatan negara. Sementara kalau dimusnahkan, seperti ini dibakar sampai habis,” kata dia.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan barang bukti kendaraan, dapat mengikutinya melalui proses lelang. Kata dia, Kejari Binjai baru saja melakukan porses lelang. (ted/azw)

Kasus Dugaan Perdagangan Bayi, Polda Sumut Tangguhkan Penahanan Dua PNS

PEMERIKSAAN: Dua bidan yang merupakan PNS di Dinas Kesehatan Deliserdang, RS dan SP saat menjalani pemeriksaan di Polda Sumut, kemarin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menangguhkan penahanan terhadap dua bidan asal Tanjungmorawa yang diduga terlibat dalam kasus perdagangan bayi di Medan.

PEMERIKSAAN: Dua bidan yang merupakan PNS di Dinas Kesehatan Deliserdang, RS dan SP saat menjalani pemeriksaan di Polda Sumut, kemarin.

Kedua bidan, berinisial RS dan SP berstatus tersangka, yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Kesehatan Deliserdang, dan bertugas di Puskesmas Pembantu Desa Tanjungbaru, Kecamatan Tanjungmorawa tersebut, diperbolehkan pulang oleh pihak Polda Sumut, pada Minggu (21/2) malam.

Hal itu dibenarkan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi. Kepada Sumut Pos di Medan, Senin (22/2).

Dia mengatakan, keduanya diberikan penangguhan penahanan dengan alasan, selama pemeriksaan, penyidik menilai yang bersangkutan kooperatif. Namun, meski ditangguhkan penahanannya, RS dan SP tetap wajib lapor karena berstatus tersangka. “Tersangka tetap wajib lapor dan kasus tetap berjalan,” ujarnya.

Sebelumnya, Hadi mengungkapkan, Unit Opsnal Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumut menetapkan dua tersangka berprofesi bidan, terkait kasus penjualan bayi yang viral di Kota Medan.

“Hasil pengembangan penyidik Renakta, Poldasu sudah menetapkan dua orang tersangka, berinisial RS dan SP, keduanya berprofesi sebagai bidan, yang membuka praktik kebidanan tersendiri,” katanya.

Hasil pengembangan sementara dari tersangka RS, lanjut Hadi, yakni di tempat kejadian perkara (TKP) pertama dari pelaku A Sia, di situ ketemu bayi yang kedua, laki-laki berumur 3 minggu. Kemudian, tambahnya dari tersangka RS ini, penyidik kembali mengembangkan dan ditemukan satu lagi yang juga ditetapkan tersangka, yaitu SP yang juga berprofesi sebagai bidan. Kedua tersangka ini mendapatkan bayi dari seseorang.

“Nah, seseorang ini masih terus kita dalami. Karena diduga orangtua si bayi yang memberikannya kepada tersangka SP, yang kemudian dijual ke RS, dengan harga Rp13 juta,” ungkapnya. (mag-1/azw)

Beri Bantuan Jangan Pakai Atribut Ormas Terlarang

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Keputusan polisi dan tentara melarang penggunaan atribut organisasi terlarang memberikan bantuan kepada korban banjir di Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, dinilai sudah tepat. Karena, sebaiknya memberikan bantuan tanpa embel-embel organisasi.

“Ya sudah tepatlah. Kan pemerintah jelas sudah membubarkan. Berarti segala atribut yang ada di Indonesia ini sudah dilarang,” kata anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Pandapotan Sinaga kepada wartawan, Senin (22/2/2021).

Sehingga, pembagian bantuan ke korban banjir tidak boleh menggunakan atribut Ormas terlarang. “Soal dia bagikan Bansos ke korban banjir, ya jangan bawa-bawa nama organisasi yang dilarang. Jangan menjustifikasi berbuat baik tapi melanggar aturan yang sudah diputuskan pemerintah,” kata Pandapotan.

Pandapotan berharap masyarakat mentaati keputusan pemerintah. “Sudah dilarang pemerintah, ikuti saja. Kita inikan negara yang jelas ada undang-undangnya, ada peraturannya, kita negara Pancasila,” kata Pandapotan.

Hal senada juga dikatakan anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak. Menurut dia, wajar saja ketika polisi dan tentara membubarkan kegiatan organisasi terlarang. “Seharusnya semua menaati hukum. Semua harusnya bisa memberi contoh yang baik. Kalau tujuannya membantu, harusnya tidak perlu atribut,” kata Gilbert secara terpisah.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan pun menilai pendekatan persuasif yang dilakukan kepolisian di lokasi banjir kawasan Cipinang sudah tepat.

“Kita melihat Polri tidak melakukan pendekatan refresif. Itu bagus agar situasi tetap kondusif. Kita minta kepada masyarakat silakan melakukan kegiatan kemanusiaan tapi tidak menggunakan nama ormas yang dilarang,” kata Edi Hasibuan.

Dia pun mengajak semua pihak untuk menjaga keamanan, ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dengan baik.”Apalagi saat ini musim banjir. Banyak masyarakat yang kesulitan dan perlu bantuan,” tuturnya.(bbs/adz)

Pasutri Tewas Korban Begal: Semasa Hidup Tidak Ada Masalah

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Isak tangis keluarga pecah ketika mengetahui temuan jasad pasangan suami istri yang diduga menjadi korban begal adalah bagian dari mereka. Kondisi tersebut menjadi perhatian polisi dan warga sekitar yang kemudian berusaha menenangkan Isak tangis dari keluarga.

“Kami tidak menyangka kalau korban adalah keluarga kami. Selama hidup, tidak ada masalah. Tidak pernah mencampuri urusan orang,” kata salah seorang keluarga yang datang dengan iringan isak tangis di lokasi kejadian, Perkebunan Tebu, Kelurahan Tunggurono, Binjai Timur, Senin (22/2).
Lokasi temuan mayat memang menjadi alternatif warga Mencirim Pondok, Kutalimbaru, Deliserdang menuju Kota Binjai. Meski jalan yang dilalui tidak mulus atau belum aspal hotmix, warga tetap saja melintasinya.

“Korban baru pulang belanja dari pajak (di Binjai). Korban ada buka kedai sampah yang menjual sayur-sayur, bumbu masak dan lainnya di rumah,” sambung pihak keluarga.
Informasi dirangkum, pasutri tersebut diduga sebagai korban begal. Belum diketahui pasti, apakah korban dibegal di TKP.

Atau, jasad korban dibuang di TKP yang lokasinya tak jauh dari Diskotek Sky Garden. Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni didampingi Kasat Reskrim, AKP Yayang Rizki Pratama beserta anggota dan Labfor Polda Sumut terjun ke lapangan untuk melakukan olah TKP.

Namun, orang nomor satu di Polres Binjai tersebut belum bersedia diwawancarai. Pasutri dimaksud Sugianto dan Astuti yang ditaksir berusia 50 tahun warga Kampung Banten, Mencirim Pondok, Kutalimbaru, Deliserdang.

“Pak Kapolres sudah meminta kepada Kasat Reskrim dan jajaran untuk bertindak cepat mengungkap pelaku pembunuhan sadis tersebut,” kata Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting saat dimintai keterangannya.

Kepada warga, ujar dia, polisi memohon apabila mengetahui informasi atas kejadian ini, agar dapat mengabarkannya ke Polres Binjai. “Pak Kapolres juga berjanji akan berusaha mengusut dan menangkap pelaku pembunuhan tersebut,” sambung mantan Kanit Intelkam Polres Binjai ini.
Sementara, kondisi korban dipenuhi luka tusukan benda tajam pada bagian wajah dan kepala. Polisi juga sudah mengambil keterangan Alika (19) selaku anak korban, Yamin (48) selaku adik ipar korban dan Putra (32) selaku menantu korban.

“Bapak dan ibu setiap pergi belanja ke Pasar Tavip Binjai sekitar jam 4 pagi. Namun hingga jam 6 pagi, bapak dan ibu belum pulang juga. Lalu saya bertanya-tanya, heran saya kenapa kedua orang tua saya belum pulang,” kata Alika.

Oleh si anak, mengajak Yamin selaku paman untuk mencari dan menyisir sepanjang jalan yang biasa dilalui korban dari rumah. Bahkan, Alika juga bertanya kepada salah satu pedagang di Pasar Tavip guna memastikan apakah korban ada datang untuk belanja.

“Pedagang di pajak ada bilang kalau orang tua saya datang dan membeli,” ujar dia.
Rasa penasaran si anak makin menjadi. “Lalu saya kasih tahu paman (Yamin). Kemudian paman menyisir sepanjang Jalan Gajah Mada dan setibanya di lokasi temuan mayat, paman saya melihat orang tua saya sudah tak bertanya di dalam parit dan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi,” tukasnya.

Kini, jasad pasutri tersebut sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk keperluan autopsi. Pasutri tersebut diduga sebagai korban karena sepedamotor jenis metik yang dibawa, belum diketahui di mana keberadaannya.

Kondisi jasad perempuan mengalami luka tusuk di leher dan memar di kepala. Sementara jasad pria, kepalanya pecah diduga akibat dihantam benda tumpul. (ted)

BRI Catat Penurunan Jumlah Restrukturisasi Kredit, Ini Rinciannya

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kondisi ekonomi masyarakat berangsur-angsur pulih. Hal ini terlihat dari sejumlah indikator, salah satunya adalah tren penurunan jumlah kredit yang direstrukturisasi lembaga perbankan.

Hingga akhir 2020 lalu, ada Rp186,6 triliun pinjaman yang direstrukturisasi oleh BRI. Ratusan triliun kredit yang direstrukturisasi ini berasal dari 2,83 juta debitur. Jumlah ini menurun dibanding bulan-bulan sebelumnya. Data menunjukkan, nilai restrukturisasi kredit yang disalurkan BRI konsisten menurun sejak September 2020. Pada September 2020, masih ada Rp193,7 triliun kredit yang direstrukturisasi BRI.

“Penurunan jumlah pinjaman yang direstrukturisasi menunjukkan bahwa ada banyak debitur BRI kondisi ekonominya mulai bangkit. Kondisi ini membuat mereka tak lagi mendapat keringanan atas pembayaran bunga dan pokok pinjaman. BRI berkomitmen melanjutkan pengelolaan restrukturisasi secara baik, dan terus mendorong agar pelaku UMKM bisa segera pulih,” ujar Direktur Manajemen Risiko BRI Agus Sudiarto.

Dirinci lebih lanjut, penurunan jumlah kredit yang direstrukturisasi BRI pada periode September-Desember mencapai Rp7 triliun. Hingga akhir tahun lalu, jumlah restrukturisasi BRI mencapai 21,2 persen dari total portofolio pembiayaan perusahaan. Sebanyak 87 persen restrukturisasi kredit diberikan BRI terhadap debitur di segmen mikro dan kecil. Ada 44 persen pelaku usaha mikro yang mendapat keringanan pembayaran pinjaman, dan 43 persen pelaku usaha kecil meraih hal serupa.

Perbaikan kondisi ini diperkirakan terus berlanjut sepanjang 2021. Indeks ekspektasi BRI Micro & SME Index (BMSI) tercatat di atas 100 yaitu 105,4 pada kuartal IV-2020. Ini menunjukkan mayoritas pelaku UMKM masih optimis aktivitas usahanya akan semakin membaik pada kuartal I-2021.

Peningkatan optimisme dan aktivitas bisnis UMKM secara langsung berdampak pada besaran restrukturisasi kredit yang disalurkan BRI. Hingga Oktober 2020 ada 57,9 persen pelaku UMKM yang merasa terbantu dan mampu melunasi kewajibannya pasca mendapat berbagai stimulus dari pemerintah.

“Sebagai bank dengan pangsa nasabah terbesar pelaku UMKM, BRI senantiasa membantu mereka agar segera pulih dari pandemi bahkan naik kelas melalui layanan yang serba digital, efektif, dan efisien sehingga nasabah UMKM tak perlu khawatir lagi memenuhi kebutuhan finansialnya,” imbuh Agus.