Home Blog Page 3701

KRI Bung Tomo-357 Lanjut Latihan di Pakistan

DILEPAS: KRI Bung Tomo-357 dilepas Dubes RI di Dermaga Hambantota, Sri Lanka, Sabtu (6/2).istimewa/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah mengikuti latihan di Sri Lanka, Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bung Tomo-357 mengikuti kembali melanjutkan latihan Multinational Exercise AMAN-21 / Latihan Bersama (Latma) Multinasional AMAN-21 yang akan dilaksanakan di Pakistan.

DILEPAS: KRI Bung Tomo-357 dilepas Dubes RI di Dermaga Hambantota, Sri Lanka, Sabtu (6/2).istimewa/sumu tpos.

KRI Bung Tomo-357 dilepas Dubes RI di Dermaga Hambantota, Sri Lanka, Sabtu (6/2). Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Excercise AMAN-21, Kolonel Laut (P) Sirilus Arif Susbintoro, mengatakan, sebelum melanjutkan pelayaran menuju Pakistan, Duta Besar RI untuk Sri Lanka memberikan pesan kepada seluruh Anggota Satgas untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di Masa Pandemi inin

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Sri Lanka, I Gusti Ngurah Adiasa mengucapkan selamat kepada prajurit pilihan sebagai duta bangsa yang akan mewakili Indonesia dalam Multinational Exercise AMAN-21.

“Dalam menjakankan tugas, prajurit untuk dapat dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab dan penuh semangat demi mencapai keberhasilan memenuhi target yang sudah direncanakan,” ucap Dubes RI.

Pelepasan yang dilakukan oleh Dubes RI untuk Sri Lanka juga dihadiri Atase Pertahanan (Athan) Indonesia di Sri Lanka, Kolonel Laut (E) Yasin serta Commodore Pujitha Vithana dari Port Facility Security Office Hambantota Sri Lanka.

Terpisah, Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksda TNI Abdul Rasyid K mengatakan, KRI Bung Tomo-357 sudah bertolak kembali dari Hambantota Sri Lanka guna melanjutkan pelayaran menuju Multinational Exercise AMAN-21/Latihan Bersama (Latma) Multinasional AMAN-21.

“Latihan Bersama Multinational Exercise AMAN-21 yang diwakili Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) MRLF Class yakni KRI Bung Tomo-357 jajaran Satkor Koarmada I dimaksudkan untuk meningkatkan kerjasama militer antara Indonesia dengan negara-negara peserta lainnya,” kata Pangkoarmada.

Latihan tersebut juga merupakan kebijakan strategis Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono dalam penguatan diplomasi militer dan peningkatan kontribusi dalam memenangkan kepentingan nasional.

Multinational Aman-21 Exercise merupakan latihan bersama yang diselenggarakan 2 tahun sekali oleh Angkatan Laut Pakistan yang fokus pada kerjasama antar Angkatan Laut, Maritime Interdiction Operation (MIO) dan Pembekalan di Laut.

“Tahun ini dilaksanakan pada 11-16 Februari 2021 di Karachi, Pakistan yang diikuti oleh 39 Negara peserta. Sesuai rencana, KRI Bung Tomo-357 yang bertolak sabtu ini dari Sri Lanka akan tiba di Pakistan pada Kamis (11/2) pekan depan,” jelasnya. (fac/ila)

Pengangkatan Akhyar sebagai Wali Kota Medan Definitif, Dewan Tunggu SK Kemendagri

Akhyar Nasution.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Kota Medan mengaku masih belum mendapatkan tembusan SK pengangkatan Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution menjadi Wali Kota Medan definitif. DPRD Kota Medan masih menunggu surat tersebut.

Akhyar Nasution.

“Info yang saya terima, setahu saya SK nya belum ada kita terima, kita lihat saja besok (hari ini) barangkali sudah ada disampaikan melalui Pemprovsu,” ucap Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga kepada Sumut Pos, Minggu (7/2).

Dikatakan Ihwan, pihaknya juga masih menunggu surat keputusan pengangkatan itu. Hanya saja, DPRD Medan tidak mau mencampuri urusan tersebut terlalu jauh, sebab hal itu sudah di luar kewenangannya.

“Tugas dan kewenangan kita kan sudah kita jalankan, yaitu menggelar paripurna pemberhentian Pak Dzulmi Eldin sebagai Wali Kota berdasarkan SK dari Kemendagri dan kita mengusulkan Pak Akhyar Nasution sebagai Wali Kota Medan definitif. Itu sudah kita lakukan, jadi tidak ada lagi tugas kita yang belum kita lakukan,” ujarnya.

Apalagi untuk proses pelantikan, kata Ihwan, nantinya akan dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat. “Jadi tugas kita di DPRD Medan memang sudah benar-benar selesai untuk itu. Sebab nanti yang melantik itu kan Pak Gubernur, kalau SK-nya memang sudah turun sebelum masa jabatan beliau habis di tanggal 17 (Februari) ini,” katanya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Medan, HT Bahrumsyah mengungkapkan logikanya tentang rencana pengangkatan Akhyar Nasution sebagai Wali Kota Medan definitif. Ia menilai, jika kemungkinan diangkatnya Akhyar Nasution sebagai Wali Kota Medan definitif cukup kecil.

“Menurut saya cukup berat, mengingat masa beliau menjabat juga tinggal sekitar 10 hari lagi, jelas ini sangat mepet waktunya. Jadi persoalan waktu saja sebenarnya, kalau bicara berhak, ya jelas beliau berhak secara aturan, tapi waktunya sepertinya yang cukup berat untuk bisa terkejar,” kata Bahrum.

Hanya saja, Bahrum tidak mau berkomentar terlalu jauh tentang pihak yang patut disalahkan atas lambatnya proses pengusulan Akhyar sebagai Wali Kota Medan definitif. “Intinya menurut saya, pengusulan Akhyar menjadi Wali Kota Medan definitif ya jelas terlambat. Kalau pun terkejar jadi Wali Kota definitif, ya tidak ada lagi yang bisa dilakukannya, masa jabatannya juga tinggal beberapa hari lagi,” tutupnya.

Seperti diketahui, DPRD Kota Medan menggelar rapat paripurna dengan agenda pemberhentian Wali Kota Medan Non Aktif (Dzulmi Eldin) sekaligus usulan pengangkatan Wakil Wali Kota Medan sekaligus Plt Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi sebagai Wali Kota Medan definitif pada Selasa (26/1) yang lalu.

Dzulmi Eldin diberhentikan sebagai Wali Kota Medan karena terbukti bersalah secara hukum atas kasus korupsi yang menjeratnya, ia pun di vonis 6 tahun penjara. Disisi lain, Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution yang digadang-gadang menjadi Wali Kota definitif justru hampir diambang batas waktu pengangkatannya. Sebab hingga saat ini, SK pengangkatan Akhyar belum kunjung turun dari Kemendagri, sedangkan masa jabatan Akhyar akan berakhir pada 17 Februari tahun ini. (map/ila)

Jelang Tahun Baru Imlek 2572, KITA Bagi 500 Paket Sembako di Sumut

BAGI SEMBAKO: Komunitas Indonesia Tionghoa (KITA) membagikan 500-an paket sembako kepada warga kurang mampu di enam titik di Sumatera Utara, Kota Medan, Langkat, dan Deliserdang, Minggu (7/2).ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS .

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menyambut Tahun Baru Imlek 2572 yang jatuh pada 12 Februari 2021 tersebut, ratusan pengurus Komunitas Indonesia Tionghoa (KITA) membagikan 500-an paket sembako kepada warga kurang mampu di enam titik di Sumatera Utara, Kota Medan, Langkat, dan Deliserdang, Minggu, (7/2). 

BAGI SEMBAKO: Komunitas Indonesia Tionghoa (KITA) membagikan 500-an paket sembako kepada warga kurang mampu di enam titik di Sumatera Utara, Kota Medan, Langkat, dan Deliserdang, Minggu (7/2).ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS .

“DPD KITA hadir untuk memberikan bantuan kepada warga kurang mampu dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2572 yang mulai dilaksanakan Jumat (29/1) dan berakhir Minggu (7/2),” ujar Ketua DPD KITA Kota Medan, Rudy Wu didampingi Sekretaris, Anthony Xu dan Bendahara, Lim Nana Boi. 

Rudy menambahkan, bakti sosial tersebut ini dilaksanakan di enam titik masing-masing Pasar V Kampung Lalang, Medan Johor, Panti Jompo Harapan Jaya Marelan, Panti Jompo Hisosu Brahrang, Sei Kera Medan, dan Batangkuis Deliserdang. 

“Paket sembako yang kami berikan seperti beras, sirup, pampers, pembersih lantai, sabun, gula, baju, masker, buah-buahan dan mihun. KITA berharap bakti sosial ini bermanfaat bagi semua orang. DPD KITA Kota Medan mengucapkan Gong Xi Fa Chai,” pungkasnya.

Di lokasi sama, Ketua Umum KITA Dayan Sutomo berharap Tahun Baru Imlek di masa pandemi Covid 19 ini, masyarakat Tionghoa tetap eksis menjalankan ibadah dan kegiatan sehari-hari namun tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Tetap menjaga jarak, mencuci tangan, memakai masker dan #staydirumah agar kita bisa menjaga diri.Bersilaturahmi bisa dilakukan menggunakan media sosial,” imbaunya.

Saat melaksanakan kegiatan, seratusan pengurus KITA Kota Medan turun ke jalan seperti Pendiri KITA Edy Sugandhy, Ketum DPP KITA, Dayan Sutomo, Sekretaris Umum Hadi Yanto dan Bendahara Umum Hendra. Begitu juga dengan pengurus DPD Kota Medan seperti Ketua Rudy Wu, Sekretaris Anthony Xu dan Bendahara Lim Nana Boi beserta Srikandi KITA, Yek Yong dan para kader Kecamatan Medan Perjuangan, Medan Timur, Medan Sunggal, Medan Marelan, Medan Petisah, Srikanda Jefry, Agustinus, Rustam, Harto, Johnson Serta perwakilan KITA Kabupaten Kisaran Hendra Gunawan, Irwan Wijaya, Agus Tjia dan Liani. (rel/azw)

Bank Sampah Bulanjahe Hasilkan Rp4 Juta per bulan

BANK SAMPAH: Dua orang ibu sedang mengangkut sampah di lokasi bank sampah di Desa Bulanjahe.

KARO, SUMUTPOS.CO – Bank Sampah “Radu Senang” Desa Bulanjahe, Kecamatan Barus Jahe, Kabupaten Karo, menghasilkan Rp 4 juta sebulan dari 92 orang nasabah atau masyarakat yang menabung di bank sampah.

BANK SAMPAH: Dua orang ibu sedang mengangkut sampah di lokasi bank sampah di Desa Bulanjahe.

“Untuk hari ada kita kirimkan ke tempat daur ulang sampah di Sicanang sebanyak 1,718 kg sampah yang terdiri dari,kaleng -kaleng bekas,besi,kardus, seng ,plastik assoy dan plastik PE,” ujar Sekretaris Bank Sampah Radu Senang di Desa Bulanjahe, Kecamatan Barusjahe Karo, Ingan Malem br Pandia, Sabtu (6/2).

Bank sampah “Radu Senang” Desa Bulanjahe, Kecamatan Barusjahe Karo merupakan salah satu bank Sampah yang ada Kabupaten Karo binaan Kopi Nande bekerjasama dengan PKPA (Pusat Kajian Perlindungan Anak) dan didukung sepenuhnya LWR (Lutheran World Relief) dan Starbuck Fondation.

Disampaikan Direktur Bank Sampah “Radu Senang” Mirta br Bangun bahwa pembayarannya kepada nasabah dibayarkan per tiga bulan. “Sistem menabunglah,” singkat br Bangun.

Pengurus bank sampah mengharapkan masyarakat Desa Bulanjahe walaupun belum masuk nasabah, agar sudi memilah dan memilih untuk ditabungkan di bank sampah. “Harapan kami kepada masyarakat Desa Bulanjahe khususnya dan Tanah Karo pada umumnya agar sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan. Jadi dengan pemilahan sampah lebih diprioritaskan dan menabung di bank sampah dapat menghasilkan. Kami pengurus Bank Sampah “Radu Senang “ Desa Bulanjahe juga sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah desa dan Dinas Lingkungan Hidup lebih peduli dengan bank sampah yang ada di Tanah Karo,” ujar Ingan Malem.

Kami sudah mohonkan ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karo agar kami dapat dibantu untuk pengadaan kenderaan semacam beca atau Viar untuk memungut sampah keliling desa dan desa -desa sekitar desa Bulanjahe. Tapi sampai hari ini belum ada jawaban proposal kami itu, tandas kata Ingan Malem. (deo)

Truk Kelebihan Muatan di Timbangan Kota Binjai, Dishub: Dikenakan Denda, Bukan Pungli

SLIP PEMBAYARAN: Bukti slip pembayaran denda kepada sopir truk yang kelebihan muatan tanpa disebutkan jenis pelanggaran denda muatan.Teddy Akbari.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Dugaan pungutan liar pada jembatan timbang di Kota Binjai kembali mencuat ke permukaan. Ini terjadi pasca pemberitaan Sumut Pos yang menyoal jalan rusak akibat muatan truk yang melebihi tonase.

SLIP PEMBAYARAN: Bukti slip pembayaran denda kepada sopir truk yang kelebihan muatan tanpa disebutkan jenis pelanggaran denda muatan.Teddy Akbari.

Dinas Perhubungan Kota Binjai yang dikonfirmasi Sumut Pos heran disebut pungli. Kepala Bidang Angkutan Dishub Binjai, Sarji yang dihubungi Sumut Pos, menyatakan sudah tidak lagi mengemban jabatan tersebut.

Begitupun, dia bersedia memberikan keterangan. “Kabid siapa ya? Siapa Kabid? Bukan Kabid, saya staf biasa. Enggak lagi (Kabid),” kata Sarji dari sambungan telepon selular, Minggu (7/2).

“Sekarang begini, soal muatan itu rata-rata truk lebih muatan. Justru lebih muatan makanya menjalankan Perda (Peraturan Daerah) itu,” sambung dia.

Sarji menambahkan, Dishub melakukan pengutipan denda atas dasar Perda Nomor 5 Tahun 2015. Dalam Perda ini, kata dia, truk yang mengangkut muatan lebih tonase dikenakan denda.

Dia mengakui, praktek dugaan pungli dengan modus bayar denda masih berlaku. “Perda dan Perwal masih ada, belum dicabut. Petugas kalau enggak ada peraturan, enggak berani. Maka- nya dibilang pungli heran, seperti apa sih pungli itu,” beber dia.

Sarji menegaskan, pembayaran denda untuk truk melebihi muatan dilengkapi dengan tanda bukti besaran uang yang harus dibayar sopir truk. Namun penelusuran Sumut Pos, kwitansi atau tanda terima pembayaran denda enggak dijelaskan secara detail.

Sumut Pos mendapati sepucuk tanda bukti pembayaran denda yang diterima petugas penerima denda atas nama Hermansyah dengan Nomor Induk Pegawai 197501241996021001 pada 2 Februari 2021. Dalam struk ini, Hermansyah hanya mengisi nomor polisi pada kolom identitas kendaraan.

Sementara kolom nama pemilik truk, nama dan alamat sopir hingga jumlah roda, berat kendaraan, daya angkut barang, jenis dan berat muatan, JBI sesuai STUK, kelebihan muatan serta kategori pelanggaran tidak diisi oleh Hermansyah. Belum diketahui alasannya mengapa kolom tersebut tidak diisi.

Dalam struk yang diperoleh Sumut Pos, sopir truk BK 8438 AS tersebut diminta membayar denda sebesar Rp30 ribu. “Kalau soal lebih muatan, kendaraan semua lebih muatan. Kalau tidak lebih (muatan), ya rugi,” ujar dia.

“Selama Perda belum dicabut, kami masih melaksanakan ketentuannya. PAD (pendapatan asli daerah) lah ja- dinya. Belum ada perintah menghentikan itu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dinas PUPR Kota Binjai menyatakan, pihaknya sudah menyiapkan anggaran senilai Rp10 miliar untuk perbaikan ruas jalan yang bergelombang dan berlobang tersebut. Proyek tersebut sudah ditenderkan dan akan dikerjakan pada tahun ini juga. (ted)

bjb e-Samsat, Solusi Praktis Bayar Pajak Kendaraan Bermotor

BANDUNG, SUMUTPOS.CO – Membayar pajak kendaraan bermotor (PKB) merupakan sesuatu yang mudah. Namun di balik kemudahan itu, selalu ada problem klasik yang mengurangi daya tarik masyarakat sebagai wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya, termasuk akses pembayaran pajak yang harus dilakukan di Kantor Samsat, serta antrean dalam proses pendaftaran hingga pencetakan STNK baru. Kondisi ini semakin menjadi faktor terutama di tengah situasi pandemi COVID-19 yang mengharuskan setiap orang menghindari kerumunan.

Bank bjb sebagai perbankan andalan masyarakat hadir memberikan solusi bagi permasalahan tersebut. Solusi tersebut salah satunya diberikan melalui program bjb e-Samsat yang merupakan hasil kerja sama dengan Bapenda Jawa Barat dan Bapenda Banten. bjb e-Samsat merupakan sarana pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) yang dapat diakses tanpa harus ke kantor pajak. Wajib pajak dapat melakukan pembayaran PKB dengan menggunakan layanan bank bjb meliputi pembayaran melalui teller di jaringan kantor, mesin ATM, dan via aplikasi bjb DIGI.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan, sebelum melakukan pembayaran pajak, nasabah harus sudah terlebih dahulu mendapatkan kode bayar. Kode bayar tersebut bisa didapat melalui Aplikasi Sambara untuk warga Jabar dan Sambat untuk warga Banten, SMS Gateway Samsat, atau website Bapenda. Untuk mendapat kode bayar via aplikasi, unduh dan buka terlebih dahulu aplikasi, klik menu Info PKB, lalu masukkan nomor polisi kendaraan, pilih Daftar Online, input NIK dan anda akan mendapatkan kode bayar.

Untuk beroleh kode bayar via SMS, kirim SMS ke 0811 211 9211 dengan format: Esamsat [spasi] No. Rangka [spasi] NIK/KTP. Contoh: Esamsat MH4LX150CEJP19XXX 3204391708730XXX. Sedangkan untuk via website, kode bayar dapat diperoleh dengan cara kunjungi Halaman Info PKB pada website Bapenda Jabar, isikan Nomor Polisi, klik Cari, dan akan tertera besaran pajak yang harus dibayarkan. Selanjutnya klik Lanjut Daftar Online. Isikan No. KTP Pemilik kendaraan dan 5 digit terakhir No. Rangka Kendaraan (No. Rangka bisa dilihat di lembar STNK). Lalu klik Proses.

Selanjutnya, wajib pajak dapat melakukan pembayaran PKB via teller, ATM, dan bjb DIGI. Untuk pembayaran via teller, yang harus dipersiapkan adalah kode bayar, KTP asli dan STNK untuk proses validasi. Setelah validasi dan pembayaran dilakukan, teller akan memberikan bukti bayar untuk pengambilan STNK baru.

Ditambahkan Widi, untuk pembayaran via ATM, langkah pertamanya adalah klik menu pembayaran pada layar mesin ATM, pilih pajak/retribusi Provinsi Jawa Barat, pilih pajak kendaraan, lalu masukkan kode bayar, tekan tombol lanjutkan. Selanjutnya akan muncul data kendaraan dan besaran pajak yang harus dibayarkan, klik ya untuk menyelesaikan proses. Setelahnya, wajib pajak akan mendapatkan struk bukti bayar untuk pengambilan STNK.

Pembayaran juga dapat dilakukan di aplikasi bjb DIGI dengan cara pilih menu bayar, pilih Pajak/Retribusi, pilih e-Samsat, bayar e-Samsat dengan memasukan kode provinsi dan masukan 10 angka kode bayar. Jangan lupa, pastikan data wajib pajak sesuai dengan yang tertera pada STNK. Selain melalui layanan bank bjb, pembayaran PKB e-Samsat ini juga dapat dilakukan lewat channel layanan yang telah bekerjasama dengan bank bjb di seluruh Indonesia antara lain Indomaret, Alfamart, Tokopedia, Bukalapak, KASPRO dan channel Payment Point Online Bank (PPOB) lainnya.

Untuk langkah selanjutnya, para wajib pajak dapat melakukan mendapatkan lembar STNK dengan menggunakan mesin printer secara mandiri, sehingga seluruh proses dapat dilaksanakan tanpa harus mendatangi Kantor Samsat.

‘’Dengan kemudahan yang ditawarkan, wajib pajak dapat melakukan seluruh aktivitas pembayaran PKB hingga memperoleh STNK di rumah. Model pembayaran pajak semacam ini sangat direkomendasikan di tengah pandemi COVID-19 untuk mencegah kemungkinan transmisi virus di ruang-ruang publik. bank bjb juga mengimbau agar seluruh nasabah dapat lebih mengoptimalkan layanan perbankan digital, termasuk dalam hal pembayaran pajak, terutama di tengah situasi pandemi COVID-19,’’ujar Widi. (rel/sih)

Disparbud Gelar Panggung Seni Anak Langkat

SOSIALISASI: Disparbud Langkat bersama mahasiswa Unimed, siswa SMA sederajat dan penggiat seni Langkat foto bersama di sela-sela penyelenggaraan Panggung Apresiasi Seni Anak Langkat (PASAL) baru-baru ini.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Langkat bersama mahasiswa jurusan Seni Pertunjukan Unimed, siswa SMA sederajat dan penggiat seni Langkat menyelenggarakan Panggung Apresiasi Seni Anak Langkat (PASAL) dengan tema, ikuti zaman mu jangan tinggalkan budaya mu.

SOSIALISASI: Disparbud Langkat bersama mahasiswa Unimed, siswa SMA sederajat dan penggiat seni Langkat foto bersama di sela-sela penyelenggaraan Panggung Apresiasi Seni Anak Langkat (PASAL) baru-baru ini.

Pangelaran ini menampilkan seni budaya baca puisi, tarian adat dan musikalisasi puisi di dalamnya.berlangsung di halaman taman budaya T.Amir Hamzah Stabat, Kamis (4/2)

Kadis Parbud Langkat, Hj.Nur Elly Heriani Rambe, mengatakan selain untuk mewujudkan visi misi Bupati Langkat Terbitan Rencana PA, yakni mewujudkan Langkat yang berbudaya. Tujuannya untuk terus melestarikan dan memperkenalkan budaya kepada generasi muda.

“Jika generasi muda mencintai budaya sendiri. Saya yakin, ke depan pemerintah bersama penggiat budaya dan masyarakat, dapat mengkafer budaya asing, yang perlahan menggerus rasa semangat dan cinta seni pada generasi Milineal di Langkat,” ungkapnya.

Sebab itu lah, Elly berencana menggelar kegiatan ini di setiap bulan. Sebagai bentuk kehadiran pemerintah, ikut serta memelihara budaya di negeri bertuah. Sehingga diharapkan, dapat menumbuhkan rasa cinta dan bangga generasi muda, dengan budaya daerahnya sendiri.

“Kita akan terus menggelar kegiatan ini disetiap bulan. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid- 19,”sebutnya.

Acara ini turut dimeriahkan penampilan finalis putera fotogenik, finalis putera Sumatra Utara 2020 perwakilan Langkat, pembacaan puisi oleh Dina dari teater SISI UMSU dan di tutup dengan pembacaan puisi oleh Yusuf pegiat seni Langkat. (yas/han)

Rancang Pra Kontrak

LATIHAN: Para pemain masih melakukan latihan rutin di Kebun Bunga.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS secara perlahan mempersiapkan langkah-langkah menghadapi kompetisi musim 2021. Salah satu langkah awal adalah merancang pra kontrak dengan pemain yang latihan di Kebun Bunga.

LATIHAN: Para pemain masih melakukan latihan rutin di Kebun Bunga.

SAAT ini para pemain asal Medan sedang mengikuti latihan di Kebun Bunga. Meski mereka belum terikat dengan PSMS, tapi para pemain tersebut rutin latihan, tiga kali seminggu bersama tim PON Sumatera Utara, di bawah arahan Ansyari Lubis.

“Ya, hingga saat ini para pemain masih melakukan latihan rutin di Kebun Bunga. Mereka latihan tiga kali seminggu, yakni Senin, Rabu dan Jumat. Mereka latihan bergabung dengan tim PON Sumut,” ujar Sekretaris PSMS, Julius Raja di Medan, kemarin.

Julius Raja mengatakan, para pemain tersebut belum memiliki ikatan dengan PSMS. Meski begitu, para pemain tersebut tetap antusias. “Mereka sangat antusias. Awalnya hanya 10 pemain, kini sudah 19 pemain yang latihan. Mereka merupakan pemain PSMS musim lalu dan pemain yang berasal dari Medan,” ungkap pria yang akrab dipanggil King itu.

King menambahkan, saat ini manajemen PSMS hanya memberikan pengganti uang pooding. Tapi untuk ke depan, manajemen PSMS akan mulai lebih serius. Mereka mulai merancang perjanjian pra kontrak dengan pemain.

“Saat ini kompetisi belum jelas kapan dimulai. Tapi kita juga tidak bisa membiarkan para pemain hanya latihan. Jangan nanti latihan dengan kita, tapi begitu main dengan tim lawan. Jadi kita sedang merancang pra kontrak,” paparnya.

King menjelaskan, pra kontrak tersebut merupakan perjanjian dengan pemain. Itu merupakan sebuah ikatakan agar para pemain tidak hengkang lagi ke tim lain.

“Di pra kontrak itu, kita juga akan negoisasi soal harga dengan pemain. Tapi harga dan gaji mereka berlaku jika jadwal kompetisi sudah jelas. Misalnya, PSSI menetapkan kompetisi mulai Juli, maka kontrak dan gaji pemain berlaku mulai Juni. Begitulah kira-kira,” sebutnya.

Tapi King mengakui, untuk tahap awal mereka akan terlebih dulu menetapkan pelatih. Untuk pelatih, manajemen PSMS bakal konsultasi dengan Pembina Edy Rahmayadi dan CEO PSMS Kodrat Shah.

“Dalam waktu dekat ini, kita akan koordinasi dengan Pek Edy dan Pak Kodrat. Kita akan meminta pendapat mereka soal sosok pelatih. Setelah itu, pelatih akan memilih pemain yang perlu diberikan perjanjian pra kontrak,” tandasnya.

Soal kandidat pelatih, King enggan membocorkan. Namun, dia mengakui Ansyari Lubis dan Gomes de Oliviera masih masuk radar. “Kalau Gomes pelatih, Ansyari bakal jadi asisten. Kalau Ansyari jadi pelatih, M Halim jadi asisten. Bisa juga pelatih lainnya. Semua akan dibahas dengan Pak Edy dan Pak Kodrat,” pungkasnya. (dek)

Liga 3 Harus Back to Basic

Jangga Siregar SH.

PRESTASI sepak bola Indonesia terus mengalami penurunan. Jangankan Asia, untuk tingkat Asia Tenggara, kita sudah tertinggal dari para pesaing. Prestasi tersebut berbanding terbalik dengan beberapa dekade silam.

Jangga Siregar SH.

Kondisi ini mendapat perhatian dari Pemerhati Sepak Bola asal Sumatera Utara, Jangga Siregar SH. Menurutnya, PSSI harus mengembalikan sistem pembinaan seperti beberapa dekade lalu, khususnya untuk Liga 3. “Sistem kompetisi Liga 3 harus Back to Basic. Pasalnya, format Liga 3 yang berputar selama ini telah mematikan pembinaan di kabupaten/kota,” ujar Jangga Siregar, melalui rilis yang diterima Sumut Pos, Minggu (7/2).

Dia menyelaskan, saat ini sebuah klub baru bisa langsung tampil di Liga 3 zona provinsi. Hal itu tentu mematikan kompetisi di kabupaten/kota. Akibatnya, Askab atau Askot PSSI tidak menggelar kompetisi lagi, karena klub bisa langsung tampil di tingkat provinsi.

“Beda, saat PSSI di eranya Kardono dan Agum Gumelar. Klub yang menjadi kontestan Liga 3 harus melewati zona kabupaten/kota. Nah, hal ini membuat PSSI di kabupaten/kota terpaksa menggelar kompetisi sehingga pemain pontensial bermunculan,” jelasnya.

“Nah, PSSI harus kembali menggunakan sistem seperti ini. Dengan begitu, kompetisi akan akan semakin di kabupaten/kota,” tambahnya.

Mantan Anggota DPRD Medan ini menilai sepak bola Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang pesat. Pasalnya, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Persepakbolaan Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional pada akhir Januari 2019. Inpres tersebut instruksi kerja sama berbagai kementerian dan lembaga untuk memajukan sepak bola Indonesia.

“Sekarang tinggal kita sebagai masyarakat sepak bola harus bisa menyikapi dan menggunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya. Perhatian pemerintah khususnya Presiden kepada sepak bola luar biasa. Selalu semangat untuk pengurus PSSI dari tingkat pusat sampai kabupaten dan kota,” tuturnya.

Dia melihat dukungan pemerintah untuk bergulirnya kembali kompetisi sepak bola nasional menjadi sinyal positif kala pandemi Covid-19. Idealnya, semua bisa satu suara, satu visi, dan satu semangat untuk perkembangan sepak bola secara keseluruhan.(bbs/dek)

Perpanjangan PPKM: Satgas Medan Awasi Pesta-pesta

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keputusan Gubernur Sumatera Utara untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) guna menekan angka penyebaran Covid-19 mulai 1 hingga 14 Februari 2021 direspon Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Medan, dengan meneruskan pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan di Kota Medan.

“Karena PPKM dilanjutkan hingga tanggal 14 Februari, kita pun melanjutkan pengawasan terhadap jam operasional para pelaku usaha yang menjadi stakeholder Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Medan. Untuk pusat pembelanjaan dan restoran yang menyediakan makan di tempat, dibatasi hingga pukul 21.00 WIB. Sedangkan untuk tempat hiburan dan sejenisnya, dibatasi hingga pukul 22.00 WIB,” kata Sekretaris Satpol Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kota Medan, Rakhmat Adi Syahputra Harahap, kepada Sumut Pos, Minggu (7/2).

Selain itu, Satpol PP Kota Medan juga berfokus mengawasi protokol kesehatan di gelaran-gelaran pesta yang sering dilakukan masyarakat hampir di setiap lingkungan di Kota Medan. “Sekarang banyak sekali pesta-pesta. Mulai dari pesta pernikahan, pesta sunatan, bahkan sampai arisan. Banyak pihak penyelenggara pesta yang tidak memperhatikan prokes secara ketat,” katanya.

Selain pesta, tempat-tempat hiburan ataupun pusat jajanan makanan juga masih ada yang beroperasi dengan melewati jam batas operasional yang dimaksud. “Kalau ditemukan, kita langsung mengambil tindakan tegas dengan menyuruh mereka menutup usahanya saat itu juga,” ujarnya.

Jangan Lips Service

Terkait hal itu, Wakil Ketua DPRD Medan, HT Bahrumsyah SH MH, menilai Satgas Covid-19 Kota Medan tidak melakukan pengawasan secara maksimal. Politisi PAN itu menyebutkan, pengawasan yang dilakukan Satgas seringkali tidak tepat sasaran.

“Pengawasan yang dilakukan Satgas Pemko Medan sering hanya menjadi lip service saja. Kita tidak melihat ada pengawasan yang maksimal,” ujar Bahrum.

Sebagai contoh, kata Bahrum, Tim Satgas Covid-19 seringkali melakukan pengawasan prokes di inti Kota Medan. Tapi pengawasan serupa tidak dilakukan secara berkesinambungan di daerah pinggiran di Kota Medan.

“Misalnya saja di Medan Utara. Kita lihat sekarang di Medan Utara itu sudah seperti tidak ada kejadian apa-apa. Masyarakatnya rata-rata sudah tidak lagi menghiraukan adanya Covid ini. Sementara Tim Satgas fokusnya di tengah kota terus. Tidak lagi melakukan pengawasan masif di daerah pinggiran Kota Medan,” kata Bahrum.

Itu artinya, lanjut dia, pengawasan Tim Satgas di tingkat kecamatan maupun kelurahan tidak berjalan. Hal itu membuktikan bahwa aturan yang dibuat hanya lip service.

“Pemerintah Provinsi seharusnya berkoordinasi kembali dengan Pemko Medan. Atau bila perlu, kembali campur tangan dalam pengawasan PPKM. Intinya, berapa kali pun PPKM diperpanjang, kalau tidak dibarengi dengan peningkatan pengawasan, tentu akan sama dengan PKM pertama yang berlangsung di Januari lalu. Kita minta ada keseriusan untuk hal ini,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Gubsu Edy Rahmayadi mengeluarkan surat No.188.54/2/INST/2021 tentang perpanjangan Pemberlakuaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang ditandatangani Gubsu pada 1 Februari 2021. Instruksi gubernur tersebut menindaklanjuti Instruksi Mendagri No.01/2021 tentang pemberlakuan PKM.

Pasalnya, hingga sampai 26 Januari 2021, angka kematian (case fatality rate/CFR) akibat Covid-19 di Sumut masih di atas angka kematian rata-rata nasional, yakni sebesar 3,6 persen. Begitu juga dengan positivity rate yang masih tinggi, yakni sebesar 7,2 persen. (map)