Home Blog Page 3700

Yogi Ginting Terpilih Jadi Ketua PC IMM Asahan-Batubara

SAMBUTAN: Yogi Ginting memberikan sambutan usai terpilih menjadi Ketua PC IMM Asahan-Batubara.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Musyawarah Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Asahan–Batubara periode 2021-2022 yang berlangsung pada 6-7 Februari berlangsung sukses dan lancar, dan Yogi Rahman Feriza Ginting berhasil mendapatkan kepercayaan menjadi Ketua PC IMM Asahan-Batubara setelah mengungguli rivalnya, Khairul Sukri.

SAMBUTAN: Yogi Ginting memberikan sambutan usai terpilih menjadi Ketua PC IMM Asahan-Batubara.

Usai terpilih, Yogi Rahman menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh kader IMM maupun komisariat terhadap kepercayaan yang diberikan kepadanya menahkodai IMM kedepan.

“Terimakasih semuanya musyawarah berjalan lancar. Dengan amanah ini, saya menyadari banyak pekerjaan yang harus diselesaikan secara bersama sama oleh pengurus terutama visi dan misi saya yang akan fokus pada 3 gerakan substansial,” ujarnya.

Pertama, gerakan substansial, dimaksudkan untuk menanamkan kembali nilai dasar perjuangan Muhammadiyah, karena IMM sebagai sayap dakwah Muhammadiyah. Di ruang mahasiswa akan menjadi penerus, pelangsung serta penyempurna perjuangan Muhammadiyah, maka nilai dasar itu harus terpatri dalam diri Kader IMM.

Kedua, lanjutnya, mengembalikan Intelektual akademik karena mandat dari tujuan IMM sendiri, yakni “Mengusahakan ter bentuknya Akademisi Islam yang Berakhlak Mulia dalam rangka mencapai Tujuan Muhammadiyah. Maka kader IMM harus menjadi ahli di bidang akademiknya masing-masing,” tegasnya.

Ketiga, Gerakan Substansial adalah gerakan Ilmu. “Allah telah mengingatkan dalam surat Mujadilah ayat 11 tentang ilmu. Maka kita harus berwawasan dan memiliki analitis thinking yang kuat. Karena IMM organisasi perkaderan yang akan di diasporakan untuk menjadi kader persyarikatan,kader umat dan kader bangsa,” pesannya.

Yogi rahman yang juga Mahasiswa Program Magister akuntansi ini dalam sambutannya, mengatakan khawatir melihat masa depan pemuda di Asahan. Terlebih atas serangan narkoba, judi dan pergaulan bebas hampir di setiap daerah, mulai dari kota sampai ke desa.

“Kader IMM Asahan harus mengambil peran. Kita harus bersatu, saling bergandengan. Modal awal kita adalah bersatu untuk reaktualisasikan gerakan,” pesannya.

Selanjutnya, Yogi mengajak seluruh kader IMM Asahan untuk kembali bersama dan bersatu memikirkan dan memajukan organisasi imm asahan. Hilangkan sifat kedirian kita, dan utamakan sifat kebersamaan dan kekompakan kita.

“Terima kasih kepada seluruh panitia, dan seluruh pihak yang membantu terselenggaranya musycab ini dengan baik lancar dan sukses,” ucapnya di hadapan kader IMM asahan.

Sementara itu, DPD IMM Sumut, Muhammad Arifuddin bersama beberapa rekannya berharap kepada pengurus dan ketua terpilih agar dapat berakselrasi, bekerja dengan baik menjalankan amanah.

“Dari awal acara rekan-rekan saling bahu membahu dan bekerja sama untuk menyukseskan acara ini. Tanpa adanya sikap militansi dan solidaritas yang tinggi mustahil acara ini dapat terselenggara dengan lancar. Terlebih lagi rekan-rekan juga memperhatikan Protokoler Kesehatan acara dimasa pandemi ini, memakai masker, menyiapkan cuci tangan, dan menjaga jarak,” pungkasnya. (mag-9)

DPC Demokrat se-Sumut Solid Dukung AHY

DUKUNG:DPC Partai Demokrat se-Sumatera Utara (Sumut) memastikan tetap solid mendukung Ketua Umum, Agus Harimurti Yudhoyono.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat se-Sumatera Utara (Sumut) memastikan tetap solid mendukung Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Penegasan ini disampaikan lima Ketua DPC mewakili 33 DPC Partai Demokrat se-Sumut yakni; Ketua DPC Kota Medan Burhanuddin Sitepu, Ketua DPC Kota Binjai M Sajali, Ketua DPC Serdang Bedagai Labuhan Hasibuan, Ketua DPC Tebingtinggi Chairil Mukmin Tambunan, dan Ketua DPC Asahan, Ilham Harahap.

DUKUNG:DPC Partai Demokrat se-Sumatera Utara (Sumut) memastikan tetap solid mendukung Ketua Umum, Agus Harimurti Yudhoyono.

“Kami DPC Partai Demokrat se-Sumatera Utara menyatakan kebulatan tekad setia dan patuh kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono beserta jajarannya. Dan Kami menolak segala bentuk pengaruh yang berusaha memecah belah Partai Demokrat,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Asahan, Ilham Harahap kepada Sumut Pos, Jumat (5/1).

Menurutnya, jajaran DPC Partai Demokrat se-Sumut bersama pengurus, kader, anggota, hingga simpatisan, menolak dengan tegas adanya kelompok-kelompok tertentu yang diduga mau melakukan adu domba politik terhadap Partai Demokrat demi tujuan politik dan kekuasaan.

“Kami menolak dengan tegas oknum yang mau melakukan upaya pengkhianatan terhadap Partai Demokrat,” tegasnya.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan, Burhanuddin Sitepu juga menegaskan, jajaran DPC tetap berpegang teguh dan patuh terhadap AHY.

“Kami tetap loyal dengan Mas AHY, apapun yang terjadi. Jika ada yang mencoba menjatuhkan Mas AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, maka kami akan berada di garis terdepan untuk melawan hal itu,” katanya.

Burhanuddin menilai, upaya merebut paksa Partai Demokrat yang diduga kuat melibatkan pejabat istana, sebagai sebuah malapetaka demokrasi di Indonesia. Sebab, upaya dimaksud merupakan perbuatan tak beradab dan tak bermoral yang sangat memalukan.

Menurutnya, ini adalah tindakan menghalalkan segala cara untuk memenuhi syahwat kekuasaan pada Pemilu 2024 dengan cara merampas Partai Demokrat dangan cara yang tidak beretika. Meski demikian, Burhanuddin menegaskan, hal tersebut dipastikan gagal karena faktor Illahi.

“Allah telah menunjukkan kepada Ketum AHY melalui kader-kader Demokrat baik di DPP, DPD dan DPC yang tak goyah dengan iming-iming untuk menghancurkan partai dan justru melaporkan rencana jahat tersebut. Gerakan merebut paksa Demokrat itu yang sudah tercium secara dini berkat faktor Illahi,” sebutnya.

Saat ini, kata Burhanuddin, upaya tersebut bukan merapuhkan Partai Demokrat, tetapi justru semakin meningkatkan soliditas kader bahkan simpati rakyat. Gerakan illegal untuk menjatuhan kepemimpinan AHY tentu bukan saja terdeteksi oleh DPP PD tetapi juga terbaca oleh rakyat sebagai bagian dari rezim saat ini untuk melanggengkan kekuasaan di Pemilu mendatang.

“Mengapa Partai Demokrat yang digoyang? Kan ini yang menjadi pertanyaannya. Jawabnya adalah karena Partai Demokratlah yang saat ini dirasakan rakyat memperjuangkan apa yang menjadi harapannya. Di saat partai dan elit politik lainnya sibuk berlomba berbagi kekuasaan, Partai Demokrat yang konsisten berkoalisi dengan rakyat,” ucap Burhanuddin Sitepu. (adz)

KPK RI Supervisi Pencegahan Korupsi di Asahan

RAPAT: Wakil Ketua KPK RI, Didik Agung bersama rombongan melakukan rapat koordinasidan supervisi pencegahan korupsi bersama Bupati Asahan H. Surya BSc di kanto bupati, Jumat (5/2).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KP) RI mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Asahan untuk memiliki komitmen yang kuat dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Hal itu disampaikan Didik Agung Wijanarko dalam rapat Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi di Asahan, Jumat (5/2).

RAPAT: Wakil Ketua KPK RI, Didik Agung bersama rombongan melakukan rapat koordinasidan supervisi pencegahan korupsi bersama Bupati Asahan H. Surya BSc di kanto bupati, Jumat (5/2).

Bupati Asahan H. Surya BSc dalam sambutannya, menyampaikan semoga dengan kehadiran KPK RI di Kabupaten Asahan dapat memberikan perubahan tata kelola pemerinthaan ke arah yang lebih baik.

Disebutkannya, dari delapan area intervensi Monitoring Center For Prevention (MCP) pada tahun 2020, capaian Kabupaten Asahan baru sebesar 60 persen. Dengan kondisi tersebut, Pemkab Asahan tahun 2021 akan melakukan pembenahan agar capaian tersebut dapat ditingkatkan dengan melakukan langkah langkah antara lain, pemberian TPP pada tahun 2021 akan dilakukan berdasarkan Penilaian Kinerja, pnguatan peran pengawasan inspektorat, meningkatkan koordinasi antara APIP dan APH, melakukan koordinasi dengan kejaksaan dalam rang ka penagihan tunggakan pajak, berkoordinasi dengan Kantor Pertanahan dalam rangka penyelesaian sertifikat tanah aset Pemkab Asahan, optimalisasi pendapatan daerah dengan berkoordinasi dengan Bank Sumut.

Bupati Asahan juga menyampaikan harapannya kepada Tim Supervisi KPK RI untuk berkenan memberikan arahan dan pendampingan dalam rangka peningkatan Pencapaian MCP di Kabupaten Asahan.

Direktur Koordinasi Supervisi I KPK RI, Didik Agung Wijanarko, mengatakan kaitannya dengan pencegahan tindak pidana korupsi masih melihat ada kecenderungan orang melakukan korupsi terjadi ketika ada motif, rasionalisasi yang berasal dari masing-masing individu dan ada kesempatan yang berkaitan dengan sistem yang memiliki celah korupsi.

Dari uraian tersebut, perlu dibuat langkah strategi pencegahan korupsi yang dapat digunakan di Kabupaten Asahan yaitu intervensi dengan memperbaiki sistem dan mem perbaiki perilaku pegawainya, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam pencegahan Tindak Pidana Korupsi antara lain, pertama, strategi jangka pendek dengan memberikan arahan dalam upaya pencegahan. Kedua, strategi menengah berupa perbaikan sistem untuk menutup celah korupsi. Ketiga, strategi jangka panjang dengan mengubah budaya.

“Tentu komitmen itu harus dimulai dari diri sendiri. Anggaran negara harus diorientasikan untuk kemaslahatan rakyat. Karena yang kita kelola adalah uang rakyat, maka harus kita kelola dan gunakan sebaik-baiknya,” ucap Didik Agung Wijanarko.

Wijanarko juga menekankan pentingnya penilaian Monitoring Center for Prevention atau MCP bagi Pemerintah Kabupaten Asahan.

“Mencapai nilai MCP yang baik bukan tidak mungkin, apalagi untuk Kabupaten Asahan. MCP ini juga menjadi bentuk keseriusan kita dalam bekerja untuk terus berbenah dan menjalankan setiap tugas dengan dan sesuai aturan,” ungkapnya.

Dikatakannya, kehadiran MCP bertujuan untuk membangun suatu kerangka kerja dalam memahami elemen tugas yang beresiko korupsi.

Disamping itu juga diharapkan OPD mendapat gambaran strategis dan prioritas rekomendasi yang akan menjadi arahan bagi upaya pencegahan korupsi.

“Adapun fokus MCP mencakup pada pencapaian program perencanaan dan penganggaran APBD, Barang Jasa dan Layanan Terpadu Satu Pintu. Lalu, penguatan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), managemen ASN, optimalisasi pajak daerah, managemen aset daerah dan tata kelola dana desa,”terangnya.

Didik Agung berharap pada tahun 2021 capaian MCP Kabupaten Asahan harus menjadi lebih baik lagi. “Perlu keseriusan jajaran Pemerintah Kabupaten Asahan, pungkasnya.(mag-9)

Tumbuh Double Digit, Ini Rincian Kredit Mikro yang Disalurkan BRI Tahun 2020

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Nilai kredit yang disalurkan BRI terhadap segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tumbuh signifikan sepanjang 2020. Pertumbuhan ini bahkan membuat BRI menjadi satu-satunya bank di Indonesia yang memiliki rasio kredit UMKM hingga lebih dari 80 persen portofolio perusahaan, tepatnya 82,13 persen.

Dirut BRI Sunarso, foto by Jawapos.

Berdasarkan data laporan kinerja sepanjang 2020, total kredit yang disalurkan BRI Group tahun lalu mencapai Rp938,37 triliun atau tumbuh 3,89 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka tersebut jauh lebih baik jika dibandingkan dengan pertumbuhan kredit nasional tahun 2020 yang diperkirakan OJK berada dikisaran minus 1 hingga 2 persen.

Khusus pertumbuhan kredit mikro BRI sepanjang 2020 justru tumbuh double digit, tepatnya mencapai 14,2 persen secara tahunan. Kemudian, kredit kecil dan menengah perusahaan naik 3,9 persen dan kredit konsumer meningkat 2,3 persen pada periode yang sama.

Dirinci lebih lanjut, sepanjang 2020 BRI berhasil menyalurkan kredit bagi debitur segmen mikro senilai Rp351,3 triliun. Jumlah ini mencapai 40 persen dari total portofolio kredit BRI yang sebesar Rp938,37 triliun.

Pada pernyataan persnya, Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan bahwa salah satu upaya yang harus dilakukan untuk membangkitkan kembali perekonomian Indonesia adalah dengan mengungkit penyaluran kredit produktif. Hal ini harus dilakukan secara masif, terlebih bagi segmen UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. BRI telah berupaya mengerek pertumbuhan kredit mikro selama ini, khususnya pada 2020 lalu, dan hal tersebut tetap akan dilakukan BRI ke depannya.

Ditemui terpisah, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan bahwa selama masa pandemi Covid-19 perusahaan terus fokus menyalurkan kredit ke segmen UMKM melalui produk Kredit Usaha Rakyat (KUR). Penyaluran KUR sudah menyasar debitur super mikro, bahkan ultra mikro (UMi) yang plafon kreditnya lebih kecil lagi dengan tenor yang lebih pendek.

Melalui produk KUR Mikro, pelaku UMKM bisa mengajukan pinjaman bersubsidi ke BRI dengan plafon hingga Rp22 juta dan tenor maksimal 5 tahun. Kemudian, pelaku usaha mikro juga dapat mengajukan pembiayaan senilai Rp10 juta ke bawah melalui produk KUR Super Mikro. Sebagai alternatif, BRI juga menyediakan layanan pengajuan pinjaman melalui platform digital atau tekfin yang bekerjasama dengan BRI, seperti Shoppe, Tokopedia, Gojek, Grab, dan Modal Rakyat.

Sepanjang 2020, nilai KUR Super Mikro yang disalurkan BRI sudah mencapai Rp8,66 triliun dan diberikan terhadap 985 ribu pelaku usaha UMi. Di saat yang sama, Rp221,2 triliun kredit BRI disalurkan melalui produk Kupedes, Rp3,4 triliun melalui Kupedes Rakyat, dan Rp126,7 triliun berasal dari produk KUR Mikro.

Total debitur UMKM yang mendapat pembiayaan dari BRI sepanjang 2020 mencapai 11,8 juta orang. Jumlah ini ditargetkan kembali bertambah pada 2021, seiring dengan prediksi semakin pulihnya kondisi perekonomian Indonesia tahun ini.
Melalui beragam kanal dan metode pengajuan kredit yang mudah serta cepat yang disediakan oleh BRI akan memberikan kemudahan para pelaku usaha baru yang permintaan akan fasilitas kredit UMKM juga akan terus meningkat.

“Dengan pertumbuhan yang signifikan dan terjaga risikonya, kami optimis bisa mencapai target persentase kredit untuk segmen mikro hingga 45 persen dari total portofolio maksimal pada 2025,” tutup Supari. (adv/rel)

23-25 Februari, Dewan Pers-PWI Gelar UKW Gratis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Uji Kompetensi Wartawan (UKW) kerja sama Dewan Pers dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) akan digelar di Medan, 23-25 Februari 2021. Dari seluruh provinsi yang menggelar UKW Dewan Pers, PWI dipercaya sebagai penyelenggara di 10 provinsi dan salah satunya di Sumut.

“PWI Sumut dipercaya sebagai penyelenggara pertama UKW kerja sama Dewan Pers dan PWI. Karena Sumut yang dinilai paling siap, maka ditetapkan sebagai penyelenggara pertama pada 23-25 Februari,” kata Ketua PWI Sumut H Hersmanjah didampingi Sekretaris Edward Thahir, Wakil Ketua Bidang Organisasi Khairul Muslim dan Wakil Ketua Bidang Pendidikan Rizal R Surya dalam keterangan persnya, Senin (8/2/21).

Dijelaskannya, UKW yanh digelar Dewan Pers dan PWI ini terdiri dari sembilan kelas yang diikuti 54 peserta yakni, tingkat utama dua kelas diikuti 12 peserta, madya dua kelas diikuti 12 perserta dan tingkat muda lima kelas diikuti 30 peserta. “Namun untuk menghindari terjadinya kekurangan peserta karena absen atau tidak bisa hadir karena berbagai sebab, PWI Pusat menetapkan cadangan,” ungkapnya.

Jadi lanjut Herman, seluruh peserta yang ditetapkan PWI Pusat sebanyak 60 peserta atau enam orang sebagai cadangan. Perinciannya tingkat utama 13 peserta (1 cadangan), madya 13 peserta (1 cadangan), dan muda 34 peserta (4 cadangan). “Seluruh peserta (60 orang) ini akan mengikuti pembekalan atau pra UKW pada 17 Februari secara virtual (zoom meeting). Ini wajib diikuti seluruh peserta,” tegasnya.

Undangan untuk peserta yang akan mengikuti UKW dan pra UKW akan disampaikan Dewan Pers dan PWI Pusat. “Jadi hanya yang akan menjadi peserta akan mendapat undangan,” tegasnya.

Khusus tingkat utama lanjutnya, juga diharapkan ikut serta “Media Talk: Pemberian Ramah Anak” pada Selasa, 10 Februari pukul 13.00 hingga selesai. Herman menegaskan kepada seluruh peserta UKW untuk mengikuti rangkaian kegiatan, karena berkaitan dengan penjelasan serta materi yang akan diujikan.

Di samping itu Herman menambahkan, bagi peserta yang belum mendapat kesempatan untuk ikut UKW kali ini, masih ada kesempatan untuk mengikuti UKW kembali pada Maret mendatang. “PWI Sumut akan menggelar UKW kerja sama dengan Dinas Kominfo pada Maret mendatang. Bagi yang belum mendapat kesempatan kali ini masih bisa ikut kembali. Namun tentu akan diseleksi kembali sesuai dengan kuota yang tersedia,” ujarnya sembari menyebutkan, PWI Sumut juga akan menggelar seleksi penerimaan anggota muda dan kenaikan tingkat anggota biasa.(adz)

Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Medan, Hidayatullah: Perbanyak Infak di Massa Pandemi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pandemi virus Corona (Covid-19) menjadi pukulan berat bagi perekonomian Indonesia saat ini. Berbagai sektor usaha masyarakat merasakan dampaknya. Bahkan, tak sedikit yang guling tikar.

“Banyak orang kehilangan pekerjaan dan harus berjuang bertahan hidup. Dalam menghadapi ujian dan cobaan ini kita tidak boleh menyerah,” ujar anggota MPR RI Hidayatullah SE saat menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan di Orchid Garden Cafee Jalan Pelajar Timur, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Minggu (7/2/21). Sosialisasi ini dihadiri sekitar 100 orang termasuk Ketua PKS Medan Amplas, Tembal Hasonangan Siregar beserta jajarannya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, cuci tangan memakai air mengalir dan tetap menjaga jarak.

Hidayatullah pun mengajak seluruh pihak untuk terus berikhtiar sekuat tenaga untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 sekaligus membantu warga yang paling terdampak pandemi Covid-19 untuk memulihkan kondisi ekonominya. Legislator dari PKS inipun memberikan sedikit tips kepada para peserta yang hadir dalam mengatasi persoalan ekonomi yang dihadapi, diantaranya dengn sering berinfak dan bersedekah.

“Rezeki sudah diatur oleh Allah Swt. Banyak atau sedikit yang kita peroleh tergantung besar atau kecilnya infak kita. Semakin besar kita berinfak di jalan-Nya, semakin besar rezeki yang akan kita peroleh,” ujarnya.

Di sisi lain, Hidayatullah juga menyampaikan, 4 Pilar Kebangsaan yang berisikan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD RI tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. “Kita sebagai warga negara yang baik, wajib mempertahankan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari segala rongrongan baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” tegas anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumut I meliputi Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, serdangbedagai, dan Kota Tebingtinggi ini. (*)

Polres Belawan Salurkan Sembako ke Rumah Baca

SEMBAKO: Wakapolres, Kompol Herwansyah menyalurkan sembako kepada Rumah Baca Merah Putih.Dewi/sumu tpos.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Polres Pelabuhan Belawan melakukan kegiatan bhakti sosial ke Rumah Baca Merah Putih di Lingkungan 7, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Jumat (5/2) pukul 10.30 WIB.

SEMBAKO: Wakapolres, Kompol Herwansyah menyalurkan sembako kepada Rumah Baca Merah Putih.Dewi/sumu tpos.

Penyaluran bantuan dalam bentuk sembako diberikan langsung oleh Wakapolres, Kompol Herwansyah kepada pendiri Rumah Baca Merah Putih,Wibi Nugraha.

“Penyaluran bantuan ini sebagai bentuk kepedulian kita kepada masyarakat. Harapannya dengan bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi tenaga pengajar di rumah baca,” kata Wakapolres didampingi Kasat Sabhara, AKP Harris Sihite.

Harapan orang nomor dua di Polres Pelabuhan Belawan ini, kepada masyarakat untuk tetap menjaga kamtibmas di wilayah Polres Pelabuhan Belawan. Apabila ada permasalahan yang terjadi, untuk dapat dikoordinasikan dengan Bhabinkamtimas yang ada di kelurahan masing – masing.

“Mari kita jaga keamanan dan kenyamanan secara bersama. Polisi hadir di masyarakat untuk memberikan rasa aman, mohon dukungan kerja sama masyarakat,” pungkasnya. (fac/ila)

Sambut HUT ke-13, Gerindra Sumut Berikan Tali Asih ke Panti Asuhan dan Pertuni

TALI ASIH: Pengurus Partai Gerindra Sumut memberikan tali asih dalam rangka HUT ke-13 Partai Gerindra.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sumatera Utara (Sumut) mengikuti peringatan HUT ke-13 partai tersebut yang digelar secara virtual oleh DPP Partai Gerindra dari Padepokan Garuda, Hambalang, Bogor, Sabtu (6/2).

TALI ASIH: Pengurus Partai Gerindra Sumut memberikan tali asih dalam rangka HUT ke-13 Partai Gerindra.

Selain Gerindra Sumut, kegiatan ini juga diikuti seluruh pengurus di tingkat provinsi, kabupaten dan kota se-Indonesia secara serentak. Selain itu, DPD Partai Gerindra Sumut juga memberi santunan kepada panti asuhan dan masyarakat yang memiliki keterbatasan.

Ketua DPD Partai Gerindra Sumut, Gus Irawan Pasaribu melalui Sekretaris Robert Lumban Tobing mengatakan, peringatan HUT kali ini dilaksanakan secara sederhana dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

“Gerindra selalu memposisikan diri ikut dalam mengedukasi dan mendisiplinkan masyarakat agar senantiasa menjalankan protokol kesehatan. Selain itu, di masa pandemi ini, Partai Gerindra memperingati HUT dengan cara yang sederhana. Kita memotong nasi tumpeng dan dimakan secara bersama-sama,” kata Robert didampingi H Kamsir Aritonang Bendahara Partai Gerindra Sumut dan pengurus lainnya di kantor DPD Partai Gerindra Sumut, Jalan DI Panjaitan Medan, Sabtu (6/2).

Sebagai rasa syukur dan tanda cinta kasih kepada masyarakat, khususnya yang memiliki keterbatasan, pada HUT ke-13 ini Partai Gerindra Sumut memberikan bantuan dan tali asih kepada Panti Asuhan Asiah Putri di Jalan Santun Medan, dan Yayasan Perhimpunan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Sumut di Jalan Sampul Medan. “Dalam pemberian bantuan dan tali asih ini, kita yang langsung mendatangi mereka, namun tetap dengan menjaga protokol kesehatan,” ujar Robert yang juga salah satu pendiri Partai Gerindra di Sumut.

Sementara, pada peringatan HUT ke-13 kemarin, Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mengukuhkan kepengurusan hasil kongres Partai Gerindra pada 8 Agustus 2020 lalu . Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pendiri, pengurus dan kader partai dari tingkat pusat hingga daerah atas perjuangan mereka membesarkan Partai Gerindra hingga seperti sekarang ini. “Kita wajib bersyukur kepada Allah Swt, karena partai kita ini semakin hari terus semakin berkembang. Dan itu semua berkat para kalian semua dari tingkat DPP, DPD, DPC, PAC dan ranting,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Prabowo, peringatan HUT ke-13 ini juga sebagai ajang penghormatan kepada para pendiri. “Persiapan mendirikan Partai Gerindra ini hanya 14 hari dan dalam suasana alam yang tak bagus. Oleh karena itu, banyak penderitaan yang diradakan bahkan sampai meninggal dunia saat akan mendirikan Partai Gerindra ini,” ungkap mantan Komandan Kopasus ini.

Karenya dia mengimbau kepada seluruh pengurus partai, jangan mau terpropokasi yang bertujuan memecah belah bangsa ini. “Karena kita terdiri dari berbagai suku, agama, adat istiadat, dan budaya. Kita bangsa yang besar, jadi harus mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa ini,” harapnya.

110 Anak Dikhitanan Massal

Sementara itu, sebanyak 110 anak ikuti khitanan massal di Rumah Kampung Gerindra, Pasar 4 Barat, Gang Jagung, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (6/2).

Kegiatan sosial tersebut digagas oleh Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Medan Surianto (Butong) turut dihadiri Gubernur Sumut, Edi Rahmayadi, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Medan, Ihwan Ritonga dan anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Gerindra serta kader Partai Gerindra Kota Medan, dengan iringan marhaban dan tepung tawar.

Gubsu Edy Rahmayadi dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Butong dan seluruh kader Partai Gerindra yang telah berbuat untuk masyarakat. “Apa yang diadakan hari ini betul – betul membantu meringankan beban masyarakat di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini, kita sama – sama tahu saat ini kondisi ekonomi warga masih belum stabil. Dengan adanya khitanan masal ini sedikit meringankan ekonomi masyarakat,” katanya.

Gubsu juga mengucapkan terima kasih dan selamat untuk Partai Gerindra yang merayakan Milad ke-13 tahun, harapannya Partai Gerindra terus berbuat bagi masyarakat.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Medan, Ihwan Ritonga mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan sebagai rangkaian dari program dalam rangka menyambut hari jadi Partai Gerindra ke-13 tahun. “Seluruh pengurus Partai Gerindra se-Kota Medan mulai dari DPC, PAC dan Ranting terus melakukan kegiatan sosial kepada masyarakat dalam rangka milad Partai Gerindra,” pungkasnya.

Ihwan Ritonga juga mendukung dan mengapresiasi kegiatan yang diadakan di Sekretariat Kampung Gerindra. Ia berharap Partai Gerindra terus berupaya berbuat yang terbaik bagi masyarakat Kota Medan.

Sementara itu, Butong mengaku, kegiatan yang dilakukannya adalah sebagai wujud syukur atas hari jadinya Partai Gerindra yang ke-13 tahun. “Kegiatan HUT Partai Gerindra ini sekalian syukuran khitanan anak saya bernama Agung Putra Surianto,” jelasnya. (adz/fac/ila)

Komunitas Medan Cycling Club Jalin Silaturahim Melalui Gowes dan Bakti Sosial

BERSAMA: Pengurus dan anggota komunitas Medan Cycling Club foto bersama di sela-sela kegiatan gowes di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (7/2). M IDRIS/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tren bersepeda atau gowes telah menjadi gaya hidup sejumlah kalangan masyarakat di Kota Medan. Bahkan, hingga membentuk wadah atau komunitas untuk menyalurkan hobi bersepeda.

BERSAMA: Pengurus dan anggota komunitas Medan Cycling Club foto bersama di sela-sela kegiatan gowes di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (7/2). M IDRIS/sumutpos.

Salah satu komunitas bersepeda di Medan adalah Medan Cycling Club (MCC). Komunitas yang dibentuk sejak tahun 1995 ini bukan sekedar gowes saja, melainkan juga wadah menjalin silaturahmi dan bakti sosial. Ketua MCC, Suryad Kato menuturkan, tujuan komunitas inin

pada awalnya untuk mencari pesepeda bakat-bakat muda. Namun, seiring berjalannya waktu juga menjadi wadah menjalin silaturahmi para pesepeda mulai dari anak muda hingga orang tua.

“Keberadaan komunitas MCC ini memiliki visi yaitu membimbing pesepeda muda untuk menjadi atlet. Selain itu, menjadi wadah untuk olahraga bersepeda, silaturahmi dan bakti sosial,” ujar Suryad Kato didampingi pengurus MCC, Kadarusman, Bernard Pasaribu, Said, Satra, dan lainnya saat diwawancarai di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (7/2).

Dikatakannya, anggota MCC yang bergabung saat ini jumlahnya mencapai 150 orang. Dari jumlah tersebut, yang aktif atau rutin mengikuti kegiatan sekitar 100 orang. “Kami rutin melakukan gowes di Medan setiap seminggu sekali pada Minggu pagi. Di samping itu, melakukan bakti sosial dengan gotong-royong membersihkan tempat ibadah, seperti masjid, gereja dan lainnya. Kemudian, memberikan bantuan kepada anak yatim,” tutur Kato.

Tak hanya Kota Medan saja, sambung dia, anggota MCC juga tersebar di sejumlah kabupaten/kota Sumut, seperti Tanjung Morawa-Deli Serdang, Binjai, Labuhanbatu, dan Sibolga. “Kita akan terus memperluas jaringan komunitas ini hingga mencakup seluruh kabupaten/kota di Sumut bahkan provinsi lain,” pungkasnya.

Penasihat MCC, Bernard Pasaribu mengatakan, pada masa pandemi Covid-19, kegiatan rutin tetap dilakukan yaitu bersepeda setiap Minggu pagi. Tetapi, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 yakni memakai masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun hingga mencuci tangan.

“Kebetulan pada Minggu ini kami akan mengunjungi anggota MCC yang keluarganya melangsungkan pernikahan di Tanjung Morawa, setelah gowes mengelilingi Kota Medan,” kata Bernard.

Ia menambahkan, apabila terdapat anggota yang sakit atau tertimpa musibah, maka segera mungkin langsung dikunjungi untuk memberikan bantuan. “Keberadaan MCC bukan sekedar komunitas pesepeda, tetapi bagaimana menjalin silaturahmi melalui gowes dan bakti sosial. Bahkan, kami memiliki prinsip seperti peribahasa, berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Artinya, persahabatan yang erat, senang dan susah dialami bersama,” pungkasmbuhnya. (ris/ila)

Teks foto :

Aset Kendaraan Pemprovsu Dipegang Pensiunan, Ditarik Paksa Saja…

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemprov Sumut diminta segera mengeksekusi 68 unit kendaraan yang masih berada di tangan para pensiunan, sebab itu dinilai bukan lagi hak yang bersangkutan lantaran sudah purna tugas.

Pengamat kebijakan publik, Elfenda Ananda menyarankan sejumlah hal kepada Pemprov Sumut dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar aset bergerak tersebut dapat kembali ke negara. “Seharusnya Pemprovsu berani menarik paksa aset bergerak tersebut apabila sudah diingatkan ASN tidak mengembalikan. Ya tarik paksa saja,” tegasnya menjawab Sumut Pos, Minggu (7/2).

Cara lainnya, kata dia, untuk aset bergerak itu harus segera direalisasikan label pada kendaraan bahwa ini aset Pemerintah Povinsi Sumut. Sehingga ada rasa malu kalau aset tersebut digunakan di luar tugas negara.

“Selain itu, tentunya aset tersebut tetap dalam pengawasan misalnya dipasang GPS agar terkontrol kerja ASN apabila keluar dari tugas yang dibebankan. Pemprovsu harus menanamkan kesadaran pada ASN bahwa pemilik aset tersebut adalah rakyat dari pajak rakyat. Jadi, harus malu kalau dipergunakan bukan untuk kepentingan rakyat,” ujar mantan sekretaris eksekutif Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Sumut tersebut.

Apalagi, lanjut pria yang karib disapa El, dari dulu persoalan aset selalu menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kali ini KPK juga menemukan kasus yan sama.

“Harusnya ini tidak menjadi persoalan lagi di saat semua ASN mengucapkan sumpah setianya pada negara. Tidak ada yg namanya aset negara bisa menjadi milik pribadi atau dipakai untuk kepentingan pribadi. Sayangnya, khususnya aset bergerak menjadi persoalan karena pengembalian yang sulit,” katanya.

Ia menambahkan kehadiran KPK di Pemprovsu juga bukan kali yang pertama. Selanjutnya strategi yang disampaikan KPK juga bukan hal yang baru. Terkait hal tersebut tentunya bisa saja KPK membantu Pemprovsu menertibkan aset baik bergerak dan tidak bergerak.

“Mungkin dengan kehadiran KPK ikut menertibkan aset di tangan pensiunan ASN yang bandel akan berhadapan dengan KPK agar mereka takut,” tegasnya

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Setdaprovsu, Ismael Parenus Sinaga sebelumnya membenarkan data tersebut. Ia mengungkapkan bahwa dari total kendaraan dinas yang dikuasai para pensiunan itu, mayoritas merupakan sepeda motor.

“Sebanyak 68 unit kendaraan itu kebanyakan sepeda motor. Sekitar 70 persennya sepeda motor. Akumulasi sepeda motor yang lama-lama itu,” katanya, Sabtu (6/2).

Namun, dari total 68 unit kendaraan dinas yang dikatakannya 70 persennya merupakan sepeda motor, Ismael tidak merinci jenis dan mereknya. Termasuk kendaraan selain sepeda motor yang masih berada di tangan para pensiunan PNS tersebut.

Adapun total nilai kendaraan dinas yang saat ini masih dikuasai para pensiunan yakni Rp 4.734.360.910. Hanya saja, menurut Ismael, data yang dirilis KPK itu, merupakan hasil inventarisir BPKAD Sumut terhadap setiap aset negara/pemprov yang saat ini masih dikuasai oleh pihak ketiga secara tidak sah. “Itu sebagai bentuk sinergi dengan KPK, dan datanya itu dari kita, agar jangan ada aset yang berpindah tangan,” akunya.

Selain itu, kata dia, sebagai bentuk komitmen BPKAD Sumut, maka pihaknya telah menyurati para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumut. BPKAD Sumut meminta para pimpinan OPD agar bergerak cepat menarik kendaraan dinas dari tangan pensiunan yang merupakan aset Pemprov Sumut.

“Sebelum diumumkan KPK, sudah kita surati itu. Kita imbau, diharapkan untuk pimpinan OPD agar mengamankan kendaraan-kendaraan dinas tersebut, selaku pengguna barang,” ucapnya. (prn/ila)