31 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 3757

Pangdam I BB Kunjungi Kodim 0208/ Asahan

Pangdam I BB Kunjungi Kodim 0208/ Asahan.
Pangdam I BB Kunjungi Kodim 0208/ Asahan.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Pangdam I Bukit Barisan (BB), Mayjen TNI Hassanudin beserta rombongan melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Markas Kodim (Makodim) 0208/Asahan, Senin (11/1).

Pangdam I BB Kunjungi Kodim 0208/ Asahan.
Pangdam I BB Kunjungi Kodim 0208/ Asahan.

Dalam arahannya, Pangdam I/BB mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh Dandim 0208 Asahan dan kepala daerah serta unsur Forkopimda yang ada di wilayah Kodim 0208 Asahan.

Mayjen TNI Hassanuddin berharap agar hubungan antara Dandim 0208/Asahan dan unsur Forkopimda di wilayah Kodim 0208 Asahan tetap terus terjaga.

Pada Kunker tersebut, Pangdam I/BB disambut hangat oleh Dandim 0208/Asahan, Letkol Inf. Sri Marantika Beruh, S. Sos bersama Bupati Asahan H. Surya, BSc, Bupati Batubara, Wali Kota Tanjungbalai, Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Ketua DPRD Tanjungbalai, Wakil Ketua DPRD Batubara, Kapolres Batubara dan Kapolres Tanjungbalai.

Dandim 0208 Asahan, Letkol Inf. Sri Marantika Beruh S.Sos mengucapkan selamat datang kepada Pangdam I/BB di Makodim 0208 Asahan.

Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Batubara, Ir. H. Zahir, M. AP yang mewakili Kepala Daerah di wilayah Teritorial Kodim 0208 Asahan, dan semoga kunjungan ini nantinya bisa membawa kebaikan bagi pemerintah kedepannya.

Bupati Batubara juga bangga dengan Dandim 0208/Asahan beliau yang selalu ikut serta dalam setiap kegiatan di pemerintahan terutama menjaga kedaulatan NKRI di wilayah Kodim 0208/ Asahan.

Di akhir kunjungannya, Pangdam I/BB saling bertukar cinderamata bersama unsur Forkopimda di wilayah Kodim 0208/ Asahan. (mag-9/han)

106 CPNS Asahan Terima SK Bupati

DIABADIKAN: Sebanyak 106 CPNS diabadikan di depan kantor Bupati Asahan.
DIABADIKAN: Sebanyak 106 CPNS diabadikan di depan kantor Bupati Asahan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 106 orang CPNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan Formasi Tahun 2019 menerima Surat Keputusan (SK) Bupati Asahan Tentang Pengangkatan CPNS di Lingkungan Pemkab Asahan Formasi Tahun 2021 yang diserahkan langsung oleh Bupati Asahan, H. Surya BSc, di aula Melati Kantor Bupati Asahan, Selasa (12/1).

DIABADIKAN: Sebanyak 106 CPNS  diabadikan di depan kantor Bupati Asahan.
DIABADIKAN: Sebanyak 106 CPNS diabadikan di depan kantor Bupati Asahan.

Penyerahan SK Bupati tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum, OPD dan beberapa Camat.

Kepala BKD Kabupaten Asahan Nazaruddin SH pada laporannya menyampaikan, tujuan diadakan pengangkatan CPNS adalah untuk mengisi formasi yang kosong, dan merupakan salah satu bagian dari manajemen Kepegawaian Negara.

Nazaruddin menyampaikan, pendaftaran CPNS Pemkab Asahan telah dibuka pada tanggal 11 November s/d 26 Desember 2019 dengan jumlah pendaftar 4.164 orang. Setelah dilakukan penyaringan dengan dua kali ujian yaitu Seleksi Kompetensi Dasar dan Seleksi Kompetensi Bidang, maka 106 orang dinyatakan lulus seleksi dan telah memiliki NIP dan berhak diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan formasi tahun 2019 dengan perincian laki-laki 44 orang dan perempuan 62 orang.

“106 orang ini akan ditempatkan diberbagai instansi, di antaranya 10 orang di Dinas PU dan PR, 10 orang Dinas Kominfo, 10 orang Dinas Lingkungan hidup, 7 orang Dinas P2KBP3A, 6 orang Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu, 6 orang Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, 5 orang Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, 4 orang Badan Kepegawaian Daerah, 4 orang Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, 4 orang RSUD H. Manan Simatupang Kisaran, 3 orang Dinas Koperasi dan Perdagangan, 3 orang Badan Kesbangpol, 2 orang Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, 2 orang Dinas Sosial, 2 orang BPBD, 1 orang Dinas Perhubungan, 1 orang yang dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, 1 orang Dinas Pendidikan, 1 orang Satpol PP, 4 orang Kecamatan Sei Kepayang, 4 orang Kecamatan BP Mandoge, 4 orang Kecamatan Aek Kuasan, 4 orang Kecamatan Aek Ledong, tiga orang Kecamatan Pulau Rakyat, 2 orang Kecamatan Air Joman, dua orang Kecamatan Kisaran Timur dan Satu orang Kecamatan Sei Dadap,” rinci Nazaruddin mengakhiri laporannya.

Bupati Asahan H. Surya Bsc dalam bimbingan arahannya yang sekaligus menjadi perintahnya kepada seluruh CPNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi, selalu mengutamakan profesionalisme kerja, dalam arti saudara harus memprioritaskan kecepatan dan ketepatan dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah, pelihara selalu integritas dan wibawa pemerintah, dengan senantiasa meningkatkan kualitas moral dan iman saudara dalam menjalankan setiap tugas dan tanggung jawab.

Selanjutnya Bupati berharap agar loyal kepada pimpinan dan cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan unit kerja saudara, tingkatkan terus motivasi dan etos kerja saudara, karena dukungan kerja yang saudara berikan akan sangat menentukan keberhasilan sistem secara tepat dan menghindari berbagai cobaan dan godaan negatif, baik intern maupun di lingkungan masyarakat yang dapat menjerumuskan dan merusak kepribadian serta nama baik terutama bagi PNS.

Mengakhiri bimbingan dan arahannya Bupati Asahan berpesan kepada Kepala Unit Kerja untuk dapat melakukan pembinaan bagi para Calon Pegawai Negeri Sipil yang ditugaskan di Unit Kerja saudara agar mereka dapat menyesuaikan diri dalam menghadapi pekerjaan di tempat tugas mereka masing – masing dan kepada saudara – saudara yang baru diangkat menjadi CPNS.

“Saya sampaikan agar selalu belajar sehingga menguasai tugas yang telah diberikan pada para saudara,” tutup Bupati Asahan. (mag-9)

Saling Tuding Plagiasi, Preseden Buruk bagi USU

Aswan Jaya, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut
Aswan Jaya, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Saling tuding plagiasi antar guru besar dan pejabat tinggi USU pasca-pemilihan rektor beberapa waktu lalu, telah menyebabkan preseden buruk terhadap dinamika USU. Terlebih lagi, para guru besar dan pejabat tinggi USU akan kehilangan kepercayaan intlektualnya di depan mahasiswa karena tidak memberikan keteladanan.

Aswan Jaya, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut
Aswan Jaya, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut

“Demi kepentingan USU, calon alumni, dan mahasiswa USU ke depan, sebaiknya semua pihak berlapang dada selapang ilmu pengetahuan yang mereka miliki untuk menghentikan saling tuding plagiasi dan menerima proses pemilihan yang sudah berjalan sesuai dengan statuta USU tersebut,” kata Direktur Institut Aswaja, Aswan Jaya dalam siaran persnya yang diterima SumutPos.co, Rabu (13/1/2021).

Menurut Aswan yang juga Dosen Ilmu Komunikasi Pascasarjana UDA Medan ini, menghentikan saling tuding plagiasi dan menerima hasil pemilihan, merupakan tindakan bijak yang mencerdaskan dari kekhilafan para guru besar dan pejabat tinggi USU demi mahasiswa USU itu sendiri secara khusus dan demi dunia pendidikan secara umum. Apalagi, USU merupakan universitas terbesar di Sumatera Utara yang alumninya sangat dinantikan dan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang membangun untuk Sumut demi kesejahteraan rakyat.

“Masyarakat Sumut pastinya tidak ingin kehilangan USU sebagai tempat para orang tua mempercayakan anak-anaknya menempuh pendidikan tinggi untuk masa depan mereka dan masa depan Sumut,” tandas Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut ini. (adz)

Kapolsek Sipispis Pantau Penyaluran BST Tahap X

PANTAU: Kapolsek Sipispis AKP Syaipullah didampingi Camat Sipispis Rico Ebtian memantau penyaluran BST di Balai Desa Sipispis, Selasa (12/1).sopian/sumut pos.
PANTAU: Kapolsek Sipispis AKP Syaipullah didampingi Camat Sipispis Rico Ebtian memantau penyaluran BST di Balai Desa Sipispis, Selasa (12/1).sopian/sumut pos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kapolsek Sipispis Resor Tebingtinggi, AKP Syaipullah langsung memantau pelaksanaan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap X di Kecamatan Sipispis, Kabupaten Sergai, tepatnya di Balai Desa Sipispis, Selasa (12/1). Dia minta masyarakat agar mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes).

PANTAU: Kapolsek Sipispis AKP Syaipullah didampingi Camat Sipispis Rico Ebtian memantau penyaluran BST di Balai Desa Sipispis, Selasa (12/1).sopian/sumut pos.
PANTAU: Kapolsek Sipispis AKP Syaipullah didampingi Camat Sipispis Rico Ebtian memantau penyaluran BST di Balai Desa Sipispis, Selasa (12/1).sopian/sumut pos.

AKP Syaipullah menyatakan, pihaknya melakukan monitoring penyaluran BST dan mengawasi penerapan protokol kesehatan Covid-19. Sebab, ada 20 desa dengan keluarga penerima mamfaat sebanyak 1.827 yang menerima BST dari pihak PT Pos Indonesia.

“Kita melakukan pengawasan sekaligus monitoring penyaluran BST, kita jaga masyarakat agar tidak melanggar protokol kesehatan dalam pelaksanaan penyaluran. Ada masyarakat tidak mematuhi prokes, langsung diimbau,” jelasnya.

Imbuan itu meliputi antisipasi penyebaran Covid-19, karena hingga saat ini, angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia masih tinggi. “Kita imbau masyarakat patuhi prokes, memakai masker, mencuci tangan dan mengatur jarak agar tidak terjadi penumpukan orang saat mengantri,” bilang AKP Syaipullah.

Sedangkan kepada pihak penyalur, yaitu PT Pos Indonesia, untuk mengatur jadwal pembagian BST sesuai perdesa dan jam berapa dilakukan penyaluran, sehingga nanti dalam pelaksanaan tidak terjadi antrian dan penumpukan orang.

“Kita sarankan juga kepada pihak PT Pos sebagai pengalur BST untuk bisa memberikan edukasi kepada warga penerima mamfaat agar tetap mematuhi prokes yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam pandemi Covid-19,” pintanya.

Dalam pelaksanaan penyaluran BST di balai desa ada sebanyak 20 desa meliputi Desa Bartong sebanyak 82 Kepala Keluarga (KK), Desa Parlambean 6 KK, Desa Naga Raja 68 KK, Desa Gunung Pane 86 KK, Desa Buluh Duri 108 KK, Desa Marjanji 198 KK, Desa Sibarau 11 KK, Desa Damai Urat 43 KK, Desa Gunung Manoko 37 KK, Desa Simalas 116 KK.

Desa Bajak Dolok 102 KK, Desa Marubun 251 KK, Desa Tinokah 99 KK, Desa Sipispis 208 KK, Desa Nagur Pane 17 KK, Desa Pispis 85 KK, Desa Rimbun 26 KK, Desa Serbananti 54 KK, Desa Silau Padang 100 KK dan Desa Maria Nagur sebanyak 132 KK.

Sedangkan Camat Sipispis, Rico Ebtian mengimbau kepada masyarakat yang sedang mengantri pembagian BST agar menjaga protokol kesehatan dan jaga jarak, cuci tangan dengan menggunakan air yang mengalir, hindari kerumunan dan menggunakan tetap menggunakan masker dalam mengantisipasi menyebarnya wabah Virus Covid-19. (ian/han)

Bupati Batubara Lantik 81 Pejabat Eselon

SERAHKAN: Bupati Batubara, Ir. H. Zahir, M.AP menyerahkan SK CPNS Formasi 2019 yang dilaksanakan di aula rumah dinas bupati, Komplek Perumahan Inalum Tanjung Gading, Kecamatan Sei Suka, Batubara, Selasa (12/1).Humas Kominfo/Sumut Pos.

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Pelantikan perdana tahun 2021, Bupati Batubara, Ir. H. Zahir, M.AP melantik 81 pejabat eselon I,II, III dan IV di lingkungan Pemkab Batubara yang dilaksanakan di aula rumah dinas bupati, Komplek Perumahan Inalum, Tanjung Gading, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara, Selasa (12/1).

SERAHKAN: Bupati Batubara, Ir. H. Zahir, M.AP menyerahkan SK CPNS Formasi 2019 yang dilaksanakan di aula rumah dinas bupati, Komplek Perumahan Inalum Tanjung Gading, Kecamatan Sei Suka, Batubara, Selasa (12/1).Humas Kominfo/Sumut Pos.

Pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik telah mendapat persetujuan dari Komisi Aparatur Negara Nomor : B-3678/KASN/11/2020, pada tanggal 20 November 2020, serta SK Nomor : B-55/KASN/01/2021 tanggal 8 Januari 2021, yang sebelumnya telah dilakukan uji kompetensi oleh panitia seleksi.

Selain itu, juga berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Batu Bara Nomor : 061/BKD/2021, Tertanggal, 11 Januari 2021.

Dalam sambutannya, Bupati Zahir menyampaikan kepada pejabat yang baru dilantik untuk dapat bekerja dengan jujur, berintegritas, loyalitas, tanggung jawab dan berdedikasi sesuai dengan sumpah yang diucapkan.

Tugas dan fungsi kerja telah diatur sesuai dengan peraturan yang berlaku. Untuk itu, harus dapat bekerja efektif, efisien, dan bekerja secara tim. Karena Kabupaten Batubara akan terus berkompetisi dengan Kabupaten lain di tingkat provinsi maupun nasional. “Ke depannya saya dan tim penilai kinerja ASN akan terus mengevaluasi para pejabat, sehingga roda pemerintahan cepat bergerak secara efektif dan efisien serta dapat mewujudkan visi yaitu, “Menjadikan Masyarakat Kabupaten Batu Bara Masyarakat Industri Yang Sejahtera, Mandiri dan Berbudaya Serta Religius,” ujar Zahir

Pada pelantikan tersebut, terdapat 7 orang pejabat eselon II, 18 orang pejabat eselon III, sedangkan pejabat eselon IV sebanyak 56 orang.

Adapun pejabat eselon II yang dilantik, di antaranya Azwar, S.P diankat menjadi Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Ketahanan Pangan Kabupaten Batubara (II.b), Muhammad Ridwan mengisi jabatan Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Batubara.

Berikutnya, drh. Emmy Oftini diangkat menjadi Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik pada Sekretariat Daerah Kabupaten Batubara, yang sebelumnya Disnakbun, dr. Dewi Chailaty diangkat sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan pada Sekretariat Daerah Batubara, Anwardi, S.Pd, bergeser menjadi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia pada Sekretariat Daerah Batu Bara, sebelumnya, Plt BPBD, dan Ahmadan Chair, S.Sos, M.AP diangkat pada jabatan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Batubara.

Kemudian, pejabat eselon III, di antaranya, Rina Sirait dilantik menjadi Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Hortikultura dan Ketahanan Pangan Batubara, dan Herlina Sianturi diangkat sebagai Sekretaris pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Batubara.

Sedangkan Mahar Efendi dilantik menjadi Sekretaris pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Batubara.

Usai pelantikan, Bupati Batubara Zahir menyerahkan 192 SK CPNS Formasi 2019.

Sementara, Wakil Ketua DPD KNPI Batubara, Rustam, S.Ag menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik. (mag-14)

RSI Gelar Pelatihan Komputer untuk Pengusaha Kecil

PELATIHAN: Irma Suryani Sirait, Kepala Desa Pardomuan, Ajibata, saat membuka program pelatihan komputer untuk pengusaha kecil lokal.
PELATIHAN: Irma Suryani Sirait, Kepala Desa Pardomuan, Ajibata, saat membuka program pelatihan komputer untuk pengusaha kecil lokal.

Regal Springs Indonesia melalui KAMI PEDULI dan Mendukung Masyarakat, memulai program pelatihan komputer bagi pengusaha kecil setempat selama tiga bulan di Parapat, Senin (11/1).

PELATIHAN: Irma Suryani Sirait, Kepala Desa Pardomuan, Ajibata, saat membuka program pelatihan komputer untuk pengusaha kecil lokal.
PELATIHAN: Irma Suryani Sirait, Kepala Desa Pardomuan, Ajibata, saat membuka program pelatihan komputer untuk pengusaha kecil lokal.

“Pelatihan ini akan memberikan keterampilan dasar komputer untuk pengusaha kecil di daerah pusat pariwisata Parapat dan Ajibata, agar mereka bisa menjalankan usaha secara lebih efesien dan memasarkan usaha secara online melalui platform e-commerce dan media sosial,” kata David Tampubolon, Head of Corporate Affairs Regal Springs Indonesia.

Dua puluh pengusaha lokal dari Kecamatan Parapat dan Ajibata mengikuti program pelatihan yang akan mengajarkan paket dasar aplikasi Microsoft Office dan pemasaran online.

“Kami sangat menghargai upaya terus menerus Regal Springs Indonesia untuk membantu masyarakat lokal Ajibata. Kami berharap program pelatihan ini akan membekali masyarakat dengan keterampilan yang lebih baik untuk mengembangkan usaha mereka terutama di masa yang sulit ini,” kata Irma Suryani Sirait, Kepala Desa Pardomuan, Ajibata.

Program pelatihan yang merupakan bagian Pilar Pendidikan, KAMI PEDULI Program Pendidikan dilaksanakan bermitra dengan Yayasan Bina Kasih Parapat dan pemerintah desa.

“Para pengusaha kecil setempat sangat bersemangat mengikuti pelatihan ini dengan harapan bisa meningkatkan kemampuan bisnis mereka, dan memasarkan barang dan jasa mereka secara online,” kata Desmon Rumahorbo, Ketua Yayasan Bina Kasih.

Program pelatihan ini diselenggarakan dari Januari sampai Maret 2021 dan dilaksanakan di pusat pelatihan Yayasan Bina Kasih di Parapat. Program pelatihan ini akan memberikan keterampilan dasar paket Microsoft Office dan pemasaran online.

“Setelah mengikuti program pelatihan ini, kami berharap para peserta bisa menjalankan usaha mereka dengan lebih baik dengan meggunakan komputer dan juga menjual produk dan jasa mereka secara online,” kata Sakti Sinaga, Community Affairs Officer. (rel)

Hari Ini, Vaksin Dikirim ke Medan, Binjai, DS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mulai hari ini, Satgas Penanganan Covid-19 Sumatera Utara akan mendistribusikan vaksin Covid-19 Sinovac ke kawasan Medan, Binjai, Deliserdang atau Mebidang. Berdasarkan data dalam tahap vaksinasi I ini, Medan akan mendapat 18.729 vial vaksin Sinovac, Deliserdang 4.874 vial, dan Binjai sebanyak 2.490 dosis vaksin.

Ilustrasi.

“Ya, rencana besok (hari ini) didistribusikan, karena daerahnya kan dekat-dekat sini ya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan menjawab wartawan, Selasa (12/1).

Ia mengatakan, pendistribusian vaksin sengaja tidak dilakukan sejak jauh hari, lantaran pihaknya ingin memastikan keamanan tempat penyimpanan vaksin di daerah yang akan dituju. “Khawatir kalau cepat didistribusikann

penyimpanannya nanti jadi masalah. Jadi supaya aman, mulai besok kita distribusikan,” katanya.

Terkait vaksinator atau petugas yang akan menyuntikkan vaksin di tiga daerah tersebut, imbuh dia, telah memadai dan semuanya sudah terlatih. “Itu kan berasal dari daerah masing masing dan beberapa daerah lain, jumlahnya cukup,” ujarnya.

Diketahui, Pemprov Sumut melalui Satgas Penanganan Covid-19 telah memutuskan bahwa vaksinasi Covid-19 di kabupaten/kota akan dimulai pada 15 Januari 2021. Medan, Binjai dan Deliserdang ditunjuk sebagai daerah tahap pertama yang akan melaksanakan vaksinasi terhadap para tenaga kesehatan, dibandingkan dengan kabupaten dan kota lain.

Pemprov Sumut juga telah mendaftarkan SDMK untuk vaksinasi. Sedangkan untuk pejabat dan tokoh dalam waktu dua hari ke depan, pihaknya akan memeriksa dan memastikan langsung kesiapannya. “Nama-namanya sudah ada, dan yang sudah pasti itu pak gubernur dan juga saya. Untuk pejabat dan tokoh yang lain akan kita pastikan sebelum tanggal 14 Januari. Sedangkan untuk tenaga vaksinator kita sudah menyiapkan 1500 orang (dokter, perawat dan bidan) dan akan terus bertambah,” sebutnya.

Adapun termin II vaksinasi rencana dilaksanakan pada Februari untuk 30 kabupaten/kota di Sumut. “Tenaga kesehatan kita ada 69.614 orang, mereka semua tentu akan divaksin, insyaallah selesai di termin II,” pungkasnya.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyebutkan selain kepala daerah, sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda di kawasan Mebidang juga akan mendapat vaksinasi. “Bupati dan wali kota sesuai kan dengan kondisi. Kalau dia usia (lanjut) jangan, kalau dia ada kormobid ya jangan. Kalau bupati tak bisa wakilnya, wali kota tak bisa, wakil wali kotanya. Kalau tak bisa juga sekda. Kalau tak bisa juga, asisten. Kalau kadis kesehatan di daerah itu wajib,” katanya, Senin (11/1).

Vaksinasi di Indonesia sudah bisa dilakukan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization untuk vaksin Covid-19 Sinovac. Gubernur Edy memastikan dirinya akan disuntik pada Kamis (14/1) di Aula Tengku Rizal Nurdin/ Pendopo Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman Medan. “Saya duluan yang divaksin. Yang vaksin saya Dokter Handoyo,” katanya.

Nakes Medan Divaksin Mulai 15 Januari

Sementara itu, Pemko Medan melalui Satgas Penanganan Covid-19 Kota Medan, tengah bersiap melakukan vaksinasi mulai 15 Januari 2021.

Tahap pertama, Pemko Medan akan menyalurkan vaksin kepada sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di 41 Puskesmas yang ada di Kota Medan. “Target pertama kita adalah tenaga kesehatan, sesuai instruksi pemerintah pusat, karena nakes paling rentan tertular,” ucap juru bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan M.Kes kepada Sumut Pos, Selasa (12/1).

Hingga saat ini Pemko Medan belum mendapatkan angka pasti terkait jumlah vaksin jatah Kota Medan, dari total 40 ribu vial vaksin yang sudah masuk Sumut. Informasi beredar, Medan memperoleh 18.729 vial vaksin Sinovac. “Itu ada di website kementerian ya. Tapi yang pasti kita belum dapat informasi secara akurat dari Pemprovsu, bahwa (18.729) itulah jatah untuk Kota Medan. Apalagi jumlah vaksin yang masuk baru termin pertama, masih ada tiga termin lagi,” ujarnya.

Untuk itu, Mardohar meminta semua pihak bersabar dalam mendapatkan informasi terkait jumlah vaksin jatah Kota Medan. “Intinya, berapapun jumlah vaksin yang kita dapatkan, para tenaga kesehatan yang akan kita prioritaskan,” katanya.

Terpisah, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 Kota Medan, Robi Barus SE meminta Pemko Medan untuk mulai memastikan para nakes yang akan menjadi penerima vaksin Covid-19 asal negeri Cina tersebut. “Misalnya memang ada 18 ribu vial vaksin yang akan menjadi jatah Kota Medan, ya disiapkan lah setidaknya 20 ribu tenaga kesehatan kita,” tutur Robi.

Dikatakan Robi, Pansus Covid-19 DPRD Medan tidak menginginkan ada banyaknya penolakan vaksinasi oleh para tenaga kesehatan. “Makanya dari sekarang seharusnya sudah disosialisasikan dan ditentukan siapa saja yang akan menjadi penerima vaksinnya. Jangan sampai para nakes justru tidak mau di vaksin. Kita harapkan nakes bisa menjadi garda terdepan dalam memutus penyebaran virus ini sekaligus menjadi contoh bagi warga Kota Medan,” kata Robi.

Robi juga tetap meminta kepada Pemko Medan untuk mulai mendata dan memastikan jumlah nakes di Kota Medan, untuk disampaikan kepada pemerintah provinsi. “Setelah nakes, tentu akan dilanjutkan dengan vaksinasi kepada golongan warga lainnya yang juga berisiko,” pungkasnya.

Vaksinasi Covid-19 di Indonesia digelar sesuai jadwal, setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization untuk vaksin Covid-19 Sinovac. (prn/map)

Menlu China Kunjungi Danau Toba

DOK: Humas Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi KUNJUNGAN: Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menerima kunjungan Menteri Luar Negeri RRT, Wang Yi di Parapat, Sumatera Utara.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Wang Yi berkunjung ke Danau Toba, Parapat, Sumatera Utara. Kunjungan tersebut diharapkan menjadi gerbang kerja sama Indonesia-China selanjutnya.

KUNJUNGAN: Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menerima kunjungan Menteri Luar Negeri RRT, Wang Yi di Parapat, Sumatera Utara.DOK: Humas Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi.

“Kedatangan sahabat saya, Bapak Wang Yi ke Danau Toba ini diharapkan dapat mengembangkan kerja sama yang baik dan berkelanjutan antara kedua negara,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan yang menerima kunjungan Wang Yi di Parapat, Sumatera Utara, Selasa, (12/1).

Pada kesempatan tersebut, Luhut bersama Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga berkesempatan melakukan pembicaraan dengan Wang Yi, membahas mengenai peningkatan kerja sama strategis di bidang investasi dan perdagangan.

Luhut mengaku sudah beberapa kali mengundang Wang Yi untuk berkunjung ke Danau Toba untuk melihat keindahan alam. Sebab, Wang Yi dikenal memiliki hobi hiking.

Pertemuan tersebut sedianya dijadwalkan pada Februari 2020 lalu. Namun, penyebaran virus corona membuat pertemuan tersebut dibatalkan. “Kunjungannya ke Danau Toba yang sedianya berlangsung pada Februari tahun lalu tersebut tertunda karena pandemi Covid-19,” kata dia.

Kali ini, Wang Yi bersama beberapa delegasinya dijadwalkan melakukan kegiatan hiking dan mengunjungi beberapa tempat historis yang berada di sekitar Danau Toba. Kunjungan tersebut juga akan didampingi Luhut.

Sebagai informasi, Wang Yi dijadwalkan melakukan kunjungannya di Indonesia selama dua hari, mulai dari tanggal 12 hingga 13 Januari 2021. Besok Wang Yi besok dijadwalkan akan terbang ke Jakarta.

Dia akan mengikuti agenda pertemuan dengan Menlu, Retno Edi Marsudi dan melakukan audiensi kepada Presiden RI. “Besok Bapak Wang Yi akan diterima oleh Bapak Presiden RI dan mendengar langsung harapan Bapak Presiden terhadap kerja sama strategis kedua negara yang telah terjalin selama ini,” kata dia.

Kunjungan ke Indonesia merupakan bagian dari safari yang dilakukan Wang Yi ke beberapa negara Asia Tenggara. Selain Indonesia, Wang Yi juga berkunjung ke Myanmar, Brunei Darussalam, dan Filipina. (mc/int)

Kotak Hitam Pesawat Sriwijaya Air Jatuh Ditemukan

KOTAK HITAM: Black box atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ182 berupa FDR, ditemukan oleh tim penyelam TNI Angkatan Laut (AL). FDR berfungsi untuk merekam data-data penerbangan. Alat ini merekam data-data teknis pesawat, seperti ketinggian, kecepatan, putaran mesin, radar, autopilot, dan lain-lain. Ada 5 sampai 300 parameter data penerbangan yang direkam dalam black box ini.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kotak hitam atau black box Sriwijaya Air SJ 182 telah ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Selasa (12/1) sekitar pukul 16.00 WIB. Kotak hitam ditemukan di antara Pulau Laki dan Lancang, Kepulauan Seribu, Jakarta oleh tim Kopaskal Armada 1 TNI Angkatan Laut.

KOTAK HITAM: Black box atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ182 berupa FDR, ditemukan oleh tim penyelam TNI Angkatan Laut (AL). FDR berfungsi untuk merekam data-data penerbangan. Alat ini merekam data-data teknis pesawat, seperti ketinggian, kecepatan, putaran mesin, radar, autopilot, dan lain-lain. Ada 5 sampai 300 parameter data penerbangan yang direkam dalam black box ini.

Setiba di JICT, kotak hitam akan diserahkan ke tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk diteliti lebih lanjut. Tak hanya Kopaskal, turut dalam rombongan pencari black box di antaranya penyelam Dislambair dan Taifib.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan kronologi temuan perangkat flight data recorder (FDR) yang menjadi bagian dari black box atau kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Panglima TNI menjelaskan, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono sebelum melaporkan jika FDR sudah ditemukan tim penyelam sekitar pukul 14.00 WIB.

Namun, setelah diangkat ke permukaan, ternyata penemuan awal tersebut baru berupa pecahan perangkat FDR. Seketika, Panglima TNI pun memerintahkan agar KSAL kembali melakukan pencarian terhadap bagian kotak hitam itu.

Setelah dikeluarkannya instruksi pencarian lanjutan, tim penyelam kemudian bergegas kembali melakukan operasi pencarian di sekitar titik temuan awal. Tak kurang dari tiga jam berikutnya, usaha petugas pun membuahkan hasil. FDR yang dicari akhirnya ditemukan. “Pukul 16.40, KSAL melaporkan kembali bahwa FDR sudah ditemukan,” kata dia.

Akan tetapi, tim SAR gabungan masih mempunyai tugas berikutnya, yakni melakukan pencarian terhadap perangkat cockpit voice recorder (CVR).

Diketahui, kotak hitam terdiri dari dua perangkat, yakni CVR atau yang dikenal perangkat percakapan dalam kokpit pesawat dan FDR yang berisikan rekaman data penerbangan. “Kami meyakini semua bahwa karena cockpit voice recorder akan ditemukan (di lokasi) sekitar itu, maka dengan keyakinan tinggi, cockpit voice recorder juga akan segera ditemukan,” kata dia.

Pesawat dengan rute penerbangan Jakarta-Pontianak ini jatuh di Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Sabtu (9/1), sekitar pukul 14.40 WIB. Saat itu, pesawat tengah mengangkut 62 orang yang terdiri dari enam kru aktif, 46 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi. Sejak evakuasi hari pertama, petugas mulai mendapatkan serpihan pesawat dan bagian tubuh korban.

Tidak Meledak, Elevator Copot

Hingga saat ini, bagaimana sebenarnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jatuh ke laut masih menjadi misteri. Kepastian akan kronologi jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 beserta penyebabnya diperkirakan akan terungkap saat Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menyelesaikan investigasi melalui kotak hitam atau black box Sriwjaya Air SJ 182.

Meski demikian, sejumlah pendapat dan dugaan mengenai kronologi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 disampaikan oleh sejumlah pihak. Diduga mesin pesawat dalam kondisi hidup dan pesawat tidak meledak sebelum akhirnya terjun ke laut. Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono menduga mesin pesawat Sriwijaya Air SJ 182 masih hidup sebelum akhirnya pesawat terjun ke laut.

Dugaan itu dikemukakan berdasar fakta pesawat tercatat berada pada ketinggian 250 kaki sebelum hilang kontak. Hal itu terekam dalam data radar (ADS-B) dari Perum Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Airnav Indonesia).

“Terekamnya data sampai dengan 250 kaki, mengindikasikan bahwa sistem pesawat masih berfungsi dan mampu mengirim data,” kata Soerjanto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (11/1).

Berdasar data itu, lanjut Soerjanto, Sriwijaya Air take off pada pukul 14.36 WIB. Pesawat kemudian terbang ke arah barat laut dan mencapai ketinggian 10.900 kaki pada pukul 14.40 WIB. Namun, pesawat menurun dan data terakhir menunjukkan pesawat berada di ketinggian 250 kaki hingga akhirnya tak terpantau radar.

Soerjanto juga menduga pesawat tidak meledak sebelum terjun ke laut. Hal ini didasarkan pada adanya sebaran puing-puing pesawat dengan besaran lebar 100 meter dan panjang 300-400 meter yang didapat dari KRI Rigel.

“Luas sebaran ini konsisten dengan dugaan pesawat tidak mengalami ledakan sebelum membentur air,” jelasnya.

Dugaan ini diperkuat dengan temuan Basarnas berupa mesin turbine disc dengan fan blade yang mengalami kerusakan. “Kerusakan pada fan blade menunjukkan bahwa kondisi mesin masih bekerja saat mengalami benturan. Hal ini sejalan dengan dugaan sistem pesawat masih berfungsi sampai dengan pesawat pada ketinggian 250 kaki,” ungkap dia.

Sementara pengamat penerbangan Andi Isdar Yusuf menduga, jatuhnya pesawat Sriwijaya Air disebabkan oleh elevator yang copot. Lepasnya elevator itu mengakibatkan pesawat terjun bebas ke laut.

Menurut Andi, elevator adalah kompartemen penting dalam penerbangan. Ketika elevator lepas, pilot tak bisa berbuat banyak. “Dugaan saya, elevator Pesawat Sriwijaya Air SJ82 copot. Ini kompartemen penting dalam pesawat. “Kalau ini copot, pilot tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Andi Isdar Yusuf via telepon, Senin (11/1) pagi.

Andi mengatakan, begitu elevator copot, pesawat terjun ke laut. Ia menduga pesawat menghantam hingga ke dasar laut mengingat kedalaman laut yang dangkal sekira 23 meter.

Alumnus Universitas Hasanudin ini melanjutkan, elevator yang ia maksud terletak di bagian belakang pesawat. “Letaknya itu di belakang, saya horisontal di ekor pesawat,” kata dia.

Elevator berbentuk sirip horizontal yang memiliki fungsi kontrol mengarahkan badan pesawat naik atau turun. Selanjutnya mengangkat atau menurunkan ketinggian pesawat dengan mengubah sudut kontak sayap pesawat.

“Jadi elevator itu naik-turun. Dulu digerakkan pakai kabel, sekarang sudah nirkabel, otomatis. Saya menduga, elevatornya itu copot karena perawatan yang tidak maksimal. “Itu kan semacam engsel yang bergerak naik-turun, bisa saja karatan, atau hal lain. Makanya faktor perawatan sangat penting,” jelas Andi Isdar Yusuf.

Bila elevator bergerak ke atas, kontak elevator dengan udara akan menekan turun bagian ekor pesawat, secara otomatis, hidung pesawat akan mengarah ke atas. Ini akan menyebabkan sayap pesawat mengangkat ketinggian badan pesawat karena sudut kontak sayap pesawat dengan udara bertambah. Demikian pula sebaliknya.

“Coba bayangkan, di ketinggian ribuan meter, dengan kecepatan tinggi, elevator Sriwijaya Air SJ-182 yang begitu signifikan fungsinya copot atau tidak berfungsi,” kata Andi Isdar Yusuf.

Beda jika salah satu mesin yang rusak atau tidak berfungsi. Jika kondisi ini yang terjadi, kata Andi Isdar Yusuf, maka pilot masih punya waktu untuk melakukan kontak dengan pihak luar.

“Dan pasti, jika salah satu mesin yang rusak, pilot akan kembali. Yang seperti ini sering kami alami dulu dan pilot pasti kembali.

“Tapi kalau elevator yang rusak, copot, tidak ada pilihan, langsung terjun bebas itu pesawat,” jelas Andi Isdar Yusuf.

Lebih lanjut, Andi Isdar Yusuf mengatakan, sebenarnya elevator Pesawat Sriwijaya Air SJ82 sudah berfungsi dan kondisi pesawat sudah melewati masa krusial penerbangan. Karena sudah mengangkasa. Sebab, masa krusial dan saat paling kritis dalam penerbangan adalah ketika pesawat akan naik. Dan ini hanya seper sekian detik.

“Begitu pesawat sudah… tek, naik, itu berarti elevator sudah berfungsi dan masa kritis berakhir. “Tapi mungkin ini elevatornya copot saat sudah naik ribuan meter,” kata Andi Isdar Yusuf.

Meski demikian, Andi Isdar Yusuf menegaskan, penyebab Sriwijaya Air SJ 182 jatuh belum bisa dipastikan. Semua pihak harus menunggu hasil kajian KNKT, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai pihak berwenang. “Setelah itu dicari kotak hitam. Nah, setelah semuanya itu, barulah dilakukan pengkajian penyebab jatuhnya. “Dan hasil kajian NKT itulah yang akan mengungkap penyebab Sriwijaya Air jatuh. “Jadi kita tunggu hasil kajian KNKT tentang penyebab Swirijaya Air Jatuh,” kata Andi Isdar Yusuf. (kps/lp6/trbn)

Vaksinasi Dulukan Orang Sehat, Pernah Kena Covid-19 Sementara Tidak Divaksin

VAKSINASI: Vaksinasi Covid-19 akan mendahulukan orang sehat. Sementara yang sudah pernah terpapar Covid-19, untuk sementara tidak masuk daftar divaksin.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Vaksinasi Covid-19 tahap pertama secara nasional rencananya akan dimulai pada Rabu (13/1) hari ini. Vaksinasi diprioritaskan untuk mereka yang belum pernah terpapar virus corona. Sedangkan orang yang sudah terpapar Covid-19, sementara tidak divaksin dulu.

VAKSINASI: Vaksinasi Covid-19 akan mendahulukan orang sehat. Sementara yang sudah pernah terpapar Covid-19, untuk sementara tidak masuk daftar divaksin.

“PRIORITAS vaksin untuk sementara ini untuk orang-orang yang belum pernah terpapar,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (12/1).

Wiku memastikan, vaksin pertama akan disuntikkan kepada Presiden Joko Widodo. Saat ini, Sekretariat Presiden tengah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk menyiapkan tata cara vaksinasi terhadap Kepala Negara. Oleh karenanya, Wiku belum dapat menyampaikan siapa dokter yang ditunjuk oleh pihak Istana untuk menyuntikkan vaksin ke Presiden.

Lokasi vaksinasi Jokowi juga belum dapat dipastikan. Demikian pula dengan nama-nama pihak yang bakal divaksin bersama dengan Presiden, hingga saat ini belum dapat diumumkann

Namun, Wiku memastikan bahwa vaksinasi esok hari akan ditayangkan secara langsung kepada publik. “Proses penyuntikan tersebut ini akan disiarkan secara live streaming. Rekan-rekan wartawan dapat langsung menyaksikan proses tersebut sekaligus melihat siapa saja yang akan mendapatkan vaksin esok hari,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa vaksinasi Covid-19 akan dilakukan secara bertahap.

Vaksinasi tahap pertama akan diprioritaskan untuk 1,6 juta tenaga kesehatan. Proses ini ditargetkan rampung pada Febuari 2021. Tahapan berikutnya yang lebih besar yakni vaksinasi untuk 17,4 juta tenaga layanan publik dan 21,5 juta rakyat dengan usia lanjut.

“Nah, kami harapkan bisa kita mulai di bulan Maret atau April tahun ini juga,” kata Budi usai rapat terbatas kabinet di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/1).

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah berulang kali menyatakan bakal menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19. Hal itu bertujuan membangun kepercayaan masyarakat terhadap vaksin Covid-19 yang disediakan pemerintah.

Daftar Orang Tak Perlu Divaksin

Senada, ahli mikrobiologi dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Profesor Yuwono, mengatakan pasien Covid-19 yang sudah terpapar tak perlu lagi disuntik vaksin. Sebab, pemberian vaksin hanya diberlakukan untuk orang yang belum pernah terkena Covid-19.

“Yang sudah pernah terkena Covid-19 itu tubuhnya sudah mendapat antibodi spesifik. Sehingga tidak masuk dalam prioritas untuk divaksin,” kata Yuwono lewat sambungan telepon, Selasa (12/1).

Yuwono menerangkan, tubuh manusia yang sudah terkena Covid-19 sebetulnya sudah membuat sistem kekebalan tubuh secara otomatis. Sehingga, para orang yang pernah terpapar lebih kecil kemungkinan untuk kembali terkena lagi virus Corona. “Yang lebih utama itu untuk divaksin adalah orang sehat. Kalau yang sudah terpapar mereka sudah kebal terhadap virus Covid-19,” ujar Direktur Rumah Sakit PT Pusri tersebut.

Saat penyuntikan vaksin pun tak diberikan kepada sembarang orang. Di mana para penderita darah tinggi, diabetes, termasuk ibu hamil, tak disarankan untuk divaksin. “Orang yang sedang demam dan kondisi tubuhnya 37 derajat juga tak boleh divaksin. Kalau sehat punya penyakit tapi tidak ada reaksi silakan. Seperti alergi atau sakit panu ya tidak apa-apa,” ungkapnya.

Vaksinasi Lansia Maret-April

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, memastikan vaksinasi Covid-19 akan dimulai pada Rabu (13/1). Vaksin diprioritaskan untuk para tenaga kesehatan, sementara para lansia rencananya mendapatkan suntikan vaksin sekitar Maret-April 2021.

“Kita harapkan kalau vaksin Pfizer dan AstraZeneca datang di bulan April, itu adalah vaksin yang memang sudah uji klinisnya digunakan untuk di atas 60 tahun. Jadi kita akan mulai untuk petugas publik dan lansia itu sekitar bulan Maret-April,” kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Selasa (12/1).

Di periode yang sama, vaksin juga akan diberikan untuk petugas pelayanan publik seperti TNI/Polri dan aparat hukum. Hal ini sesuai dengan jadwal vaksinasi Covid-19 yang ditetapkan pemerintah lewat Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021. Jika vaksinasi untuk tenaga kesehatan, petugas pelayan publik, dan lansia selesai, tahapan penyuntikan vaksin berlanjut ke masyarakat rentan.

Menurut catatan pemerintah, totalnya mencapai 63,9 juta. Sementara itu, masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya ada di tahap terakhir. Periode vaksinasi ditargetkan selesai Maret 2022. “Kalau misalnya selesai, diharapkan akhir April atau awal Mei kita bisa melakukan untuk seluruh masyarakat,” ujar Budi.

Budi menjelaskan, total target penerima vaksin yaitu 181,5 juta orang dengan total kebutuhan vaksin 426,8 juta dosis. Pelaksanaan vaksinasi untuk seluruh masyarakat ditargetkan selesai dalam 15 bulan.

Namun, ia mengatakan jadwal tersebut dinamis, karena bergantung dengan ketersediaan vaksin. “Schedule ini dinamis. Ini adalah jadwal yang kita miliki saat planning dulu, yaitu 15 bulan untuk menyelesaikan vaksinasi 426 juta. Dan memang bottle neck atau critical part-nya dari produksi vaksinnya, bukan kemampuan memvaksinasi,” tuturnya. (kps/lp6/net)