31 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 3758

Sejumlah Kawasan di Sumut Longsor, Hujan Diprediksi hingga Akhir Pekan

LONGSOR: Longsor terjadi di Desa Dolok dan Desa Onan Runggu III, Kabupaten Tapanuli Utara dampak hujan deras kemarin, sudah ditangani Dinas BMBK Sumut dan pemkab setempat, Selasa (12/1).
LONGSOR: Longsor terjadi di Desa Dolok dan Desa Onan Runggu III, Kabupaten Tapanuli Utara dampak hujan deras kemarin, sudah ditangani Dinas BMBK Sumut dan pemkab setempat, Selasa (12/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dampak hujan deras yang belakangan ini melanda Sumatera Utara, sejumlah kawasan di Provinsi Sumatera Utara terpantau mengalami bencana banjir dan longsor, Senin (11/1) sore hingga malam hari.

LONGSOR: Longsor terjadi di Desa Dolok dan Desa Onan Runggu III, Kabupaten Tapanuli Utara dampak hujan deras kemarin, sudah ditangani Dinas BMBK Sumut dan pemkab setempat, Selasa (12/1).
LONGSOR: Longsor terjadi di Desa Dolok dan Desa Onan Runggu III, Kabupaten Tapanuli Utara dampak hujan deras kemarin, sudah ditangani Dinas BMBK Sumut dan pemkab setempat, Selasa (12/1).

Informasi dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut dan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sumut, sejumlah kawasan yang terjadi longsor dan banjir yakni pada ruas Jalan Medan-Berastagi, Desa Dolok Matutung ruas jalan provinsi Pangaribuan-Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara, Desa Onan Runggu III, Kecamatan Sipahutar ruas jalan provinsi Sipahutar-Aek Humbang, Kabupaten Taput, dan Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun.

Riadil Akhir Lubis, Plt Kepala BPBD Sumut mengungkapkan, belum ada laporan rinci dari kabupaten dan kota kepada pihaknya mengenai peristiwa bencana alam, pasca hujan deras melanda sejumlah kawasan di wilayah Sumut kemarin. “Belum ada dilaporkan dari kabupaten/kota. Tapi tadi pagi ada longsor pada ruas Medan-Berastagi,” ujarnya saat dikonfirmasi Sumut Pos via aplikasi WhatsApp, Selasa (12/1).

Iswahyudi selaku Kepala Bidang Perencanaan dan Evaluasi Dinas BMBK Sumut, mengatakan sesuai laporan yang diterima pihaknya, longsor tebing terjadi di Desa Dolok dan Desa Onan Runggu III. Longsor di kedua desa tersebut merupakan kewenangan Dinas BMBK, lantaran berada di ruas jalan milik Provinsi Sumut.

“Untuk longsor pada tebing di Desa Dolok Matutung ruas jalan provinsi Pangaribuan-Garoga, kami telah berkoordinasi dengan Pemkab Taput dan penanganan menggunakan alat excavator mereka. Adapun longsor kedua di Desa Onan Runggu III Kecamatan Sipahutar ruas jalan provinsi Sipahutar-Aek Humbang Kabupaten Taput, sudah dikoordinasikan dengan Pemkab Taput dan penanganan menggunakan loader pemkab setempat,” terangnya.

Akibat hujan deras kemarin pula, tiga jembatan di Kecamatan Panei, Simalungun mengalami kerusakan. Dua jembatan disebut dalam kondisi putus total. Pemkab setempat membuat jalan alternatif, agar warga tetap bisa beraktivitas menunggu perbaikan.

Adapun dua jembatan putus di Nagori (Desa) Janggir Leto dan Rawang Pardomuan Nauli itu akan diperbaiki secara total. Sedangkan jembatan di Nagori Parsaguan sesuai kebutuhan. Meski demikian, akses jalan antara Nagori Simpang Raya dengan Parsaguan Panei Tongah masih bisa dilalui kendaraan roda dua.

Disinggung mengenai peristiwa ini, Iswahyudi mengatakan bahwa untuk penanganan dampak bencana di daerah itu adalah kewenangan Pemkab Simalungun. “Ya, itu di Simalungun,” pungkasnya.

Hujan hingga Akhir Pekan

Terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memprediksi di kawasan Sumatera Utara (Sumut) dilanda hujan hingga akhir pekan ini. Hujan yang akan terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat, bahkan disertai petir dan angin kencang.

Prakirawan Balai Besar BMKG Wilayah I Medan, Lestari Irene Purba menyampaikan, wilayah yang terdampak hujan sedang hingga lebat di antaranya Langkat, Binjai, Medan, Deli Serdang, Sergai, Humbahas, Samosir, Tapteng, Pakpak Bharat, Labuhanbatu, Asahan, Tanjungbalai, Labusel, Labura, dan Dairi. “Waspada hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah lereng timur, pantai timur, dan pegunungan,” ujarnya, Selasa (12/1).

Disebutkan dia, wilayah yang diprakirakan terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang, yaitu Labuhanbatu, Asahan, Tanjung Balai, Labusel, Labura, Batu Bara, Langkat, Deliserdang, Medan, dan Binjai.

Karena intensitas hujan mulai sering terjadi, perlu diwaspadai bencana banjir di daerah perkotaan. Masyarakat diimbau dapat menjaga lingkungan masing-masing agar air tidak tergenang dan menimbulkan banjir.

Selain itu, bencana longsor juga berpotensi terjadi, terutama yang tinggal di daerah lereng gunung. Longsor yang akan terjadi dengan tiga potensi, yakni rendah, sedang dan tinggi. “Kondisi cuaca tersebut dapat menyebabkan banjir, dan longsor sehingga perlu diwaspadai,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi dari BMKG Deputi Bidang Meteorologi, kondisi cuaca pada periode ini akan didominasi dengan kondisi berawan hingga hujan ringan di sebagian wilayah Sumatera, Jawa bagian barat, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian timur, Sulawesi bagian selatan, Nusa Tenggara bagian timur dan sebagian besar Maluku.

Hujan berintensitas ringan hingga sedang diprakirakan terdapat di beberapa wilayah Sumatera bagian utara, tengah dan timur, sebagian Banten, DKI Jakarta, Yogyakarta, sebagian Kalimantan bagian timur, sebagian Bali, NTB dan NTT, Sulawesi bagian utara, Maluku dan Papua bagian selatan.

Kemudian, potensi hujan lebat diprakirakan akan terdapat di wilayah Sumatera bagian utara, tengah dan timur, Kep. Riau, Kep. Bangka Belitung, sebagian Kalimantan bagian barat dan utara, Sebagian Sulawesi bagian barat dan selatan, Jawa bagian tengah dan timur, Bali, NTB dan NTT, sebagian Maluku Utara dan sebagian besar Papua.

Karenanya, masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dan lain-lain). Serta dampak yang dapat ditimbulkannya, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin dalam satu minggu ke depan di wilayah.

Kondisi cuaca ekstrem kali ini dipengaruhi aktivitas Madden Julian Oscalliation (MJO) pada fase 3 (Indian Ocean) dan diprakirakan masih akan bertahan hingga satu minggu ke depan, namun dengan kecenderungan menuju kondisi netral. MJO merupakan gangguan awan, hujan, angin, dan tekanan udara yang melintasi kawasan tropis dan kembali ke titik awal dalam kurun waktu rata-rata 30 hingga 60 hari. MJO kerap digambarkan sebagai variabilitas iklim tropis interseasonal (bervariasi setiap minggunya).

Gelombang atmosfer Equatorial Rossby, Kelvin dan tipe Low Frequency diprakirakan akan cukup aktif terutama di wilayah Indonesia bagian barat, selatan dan timur, seperti di wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian barat dan Papua hingga periode 12-18 Januari 2021. Angin di lapisan bawah bertiup dari Barat-Utara dengan kecepatan berkisar antara 5-35 knot, pola sirkulasi siklonik dan atau vorteks diprakirakan akan terbentuk di wilayah Samudera Hindia Barat Aceh, Utara Kalimantan, Selatan Jawa dan Australia bagian utara.

Kelembapan udara lapisan menengah cenderung basah (lebih dari 60%) pada periode 12-14 Januari 2021 di sebagian besar wilayah Indonesia, kondisi tersebut diprakirakan akan bertahan hingga periode 15-18 Januari 2021, terutama untuk sebagian besar wilayah Jawa, Kep. Bangka Belitung, Kalimantan bagian utara, Sulawesi bagian barat dan sebagian besar Papua. (prn/ris)

Kurir Sabu asal Aceh Tewas Ditembak, Polsek Patumbak Sita Sabu 2 Kilogram

PAPARAN: Waka Polrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji didampingi Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza sedang menunjukkan barang bukti, dan tersangka yang tewas di Mapolsek Patumbak, Selasa (12/1).
PAPARAN: Waka Polrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji didampingi Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza sedang menunjukkan barang bukti, dan tersangka yang tewas di Mapolsek Patumbak, Selasa (12/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang kurir narkotika jenis sabu-sabu, Eri Edi (47), warga Lhokseumawe, Aceh tewas ditembak personel Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor (Reskrim Polsek) Patumbak, Minggu (10/1). Tersangka memcoba merusak borgol dan melawan, sehingga polisi mengambil tindakan tegas.

PAPARAN: Waka Polrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji didampingi Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza sedang menunjukkan barang bukti, dan tersangka yang tewas di Mapolsek Patumbak, Selasa (12/1).
PAPARAN: Waka Polrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji didampingi Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza sedang menunjukkan barang bukti, dan tersangka yang tewas di Mapolsek Patumbak, Selasa (12/1).

“Karena itu, petugas memberikan tindakan tegas terukur dan mengenai bagian dada tersangka,” kata Waka Polrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji didampingi Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza, dalam paparannya di Mapolsek Patumbak, Selasa (12/1).

Dijelaskannya, pengungkapan itu diawali informasi masyarakat menyebut adanya pengiriman paket sabu dari Aceh ke Kota Medan.

Atas dasar itu, Kapolsek Patumbak Kompol Arfin Fachreza memimpin operasi penangkapan dengan melakukan penyelidikan dari kawasan Hinai, Kabupaten Langkat. “Ketika di Hinai, mendapat informasi tersangka menumpangi Bus Pelangi BL 7314 AA, petugas langsung melakukan pengejaran,” kata Irsan.

Namun, sambungnya, bus baru dapat dihentikan di kawasan Jalan Binjai Km 11,5, Kecamatan Medan Sunggal, Kabupaten Deliserdang. Petugas kemudian melakukan penggeledahan terhadap orang dan bawaan. Saat itu, tambahnya, tersangka terlihat mencurigakan sehingga dilakukan penggeledahan secara intensif, namun tidak ditemukan barang bukti sabu.

“Namun, sebut Irsan, tim kembali melakukan pemeriksaan di sekitar bangku tersangka dan ditemukan 2 kantong plastik berisi 2 kilogram (kg) sabu,” terangnya. Selanjutnya, terangnya lagi, petugas mengembangkan kasus itu untuk mencari tahu pemesan sabu tersebut ke kawasan Sei Mencirim, Medan Sunggal, Deliserdang. Tetapi, tersangka merusak borgol dan melawan Bripda Rejeki Banurea hingga terluka. Petugas terpaksa menembak tersangka dan mengenai bagian dadanya hingga tewas.

“Tersangka berperan sebagai kurir dengan barang bukti 2 Kg sabu dan 1 unit HP. Ia dijerat pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkasnya. (mag-1/azw)

Polda Sumut Ungkap Perdagangan Wanita, Ibu Jual Putri Kandung Rp350 Ribu untuk Prostitusi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kabid Humas Polda Sumut) Kombes Pol Hadi Wahyudi SIK MH, melalui Kasubbid Peneranagan Masyarakat (Penmas) Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, Polda Sumut berhasil mengungkap kasus perdagangan wanita yang terjadi di Kota Medan.

Terungkapnya kasus perdagangan wanita yang dijual kepada pria hidung belang di Hotel Reddorz, Jalan Dahlia, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung, Sabtu (9/1) dini hari itu, berawal dari adanya informasi tentang adanya seorang ibu yang menjual putri kandungnya (identitas dirahasiakan-red) kepada pria hidung belang.

“Dalam hal ini, Tim Sat Reskrim Polrestabes Medan mengamankan seorang tersangka bernama Anita Sari Nasution alias Nona (42) warga Jalan Bhayangkara, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung,” ujarnya kepada sejumlah wartawan di Medan, Senin (11/1) malam.

Ia menerangkan, dari informasi itu Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polrestabes Medan Kompol Martuasah langsung mengintruksikan anggota melakukan penyelidikan.

“Dari hasil penyelidikan anggota berhasil membongkar bisnis penjualan wanita itu saat berada di dalam Hotel Reddorz,” katanya sembari menjelaskan pengungkapan itu petugas mengamankan seorang wanita bernama Anita

Dari hasil pemeriksaan, paparnya, Anita merupakan mucikari yang menjual putri kandungnya kepada pria hidung belang seharga Rp350 ribu. Dan, kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Tersangka sudah ditahan untuk menjalani pemeriksaan. Tersangka dikenakan pasal tentang perdagangan manusia dengan ancaman di atas lima tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (mag-1/azw)

Wanita Tewas dengan Parang Nancap di Kemaluan, Polisi: Kasusnya Masih Lidik

KUALA, SUMUTPOS.CO – Motif kematian Sartini (55) warga Desa Beruam, Kuala, Langkat, yang ditemukan dengan kondisi mengenaskan, masih dalam penyelidikan polisi, Selasa (12/1). Unit Reskrim Polsek Kuala masih menyelidiki siapa yang tega menghabisi nyawa wanita paruh baya dengan kondisi parang menancap di kemalauannya.

Warga sekitar lokasi kejadian pun merasa heran atas kematian korban. Sebab, korban diketahui selama ini menetap sendirian di rumah semi permanennya. Sementara suami korban juga diketahui diserang penyakit stroke dan dirawat oleh istri pertama.

“Korban ini istri kedua Kinep (suami korban). Selama ini, suaminya tinggal di situ (sama korban) sambil jaga dan ngurus ternak lembu serta kebun sawit,” kata seorang warga di sekitar lokasi kejadian. Warga menilai, hubungan rumah tangga korban dengan sang suami selama ini baik-baik saja. Kata dia, tidak ada perselisihan maupun pertengkaran yang terjadi antara korban dengan suaminya.

“Warga di sini menganggap perampokan ternak lembu, tapi lembunya enggak hilang. Bisa juga ada unsur dendam karena dilihat dari luka-lukanya,” ujar dia.

Rumah korban dengan pemukiman warga letaknya jauh, berjarak sekitar 500 meter. “Karena (rumah) itu letaknya di ladang dan pinggir sungai,” kata warga yang berperawakan kurus ceking tersebut.

Sementara, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap perkara yang menyita perhatian tersebut. Kanit Reskrim Polsek Kuala, Ipda T Situmeang tidak memberikan jawab detil ketika disoal perkara dugaan pembunuhan tersebut. “Masih Lidik,” jawabnya singkat. Kasat Reskrim Polres Langkat, Iptu Muhammad Said Husen yang dihubungi melalui telepon selular tidak memberikan jawaban.

Sebelumnya, korban ditemukan tak bernyawa oleh Ponikem (40) warga Dusun V Handayani, Desa Sidomakmur, Kuala. Bahkan, jasad korban mengenaskan dengan kondisi parang masih menancap di kemaluannya. (ted/azw)

Burnley vs Man United, Momen Puncaki Klasemen

istimewa Pelatih Burnley, Ole Gunnar Solskjaer (kiri) dan pelatih Man United, Sean Dyche (kanan).

Manchester United bakal bertandang ke markas Burnley di Stadion Turf Moor pada pekan 18 Premeir League 2020/2021, Rabu (13/1) dini hari WIB. Laga ini jadi momentum bagi The Red Devils untuk menjadi pemuncak klasemen, sebelum bertemu Liverpool pada pekan berikutnya.

istimewa Pelatih Burnley, Ole Gunnar Solskjaer (kiri) dan pelatih Man United, Sean Dyche (kanan).

Setan Merah memiliki keuntungan dalam jumlah pertandingan. Tim besutan Ole Gunnar Solskjaer ini, baru 16 kali berlaga. Sedangkan sebagian besar klub Premier League, sudah bertanding 17 kali, termasuk The Reds.

Memiliki satu partai sisa, United berpotensi menjadi penguasa klasemen pada tengah pekan ini. The Red Devils menduduki runner-up dengan koleksi 33 poin. Mereka mengoleksi poin yang sama dengan Liverpool, sebagai pemuncak klasemen. United hanya kalah jumlah selisih gol. Plus 9, berbanding plus 16, milik The Reds.

Sebelum terlibat big match bersua Liverpool pada Minggu (17/1) mendatang, Bruno Fernandes dan kolega pun berpotensi merebut puncak klasemen. Syaratnya, klub sekota Manchester City itu, mampu mengalahkan Burnley dalam duel tandang ini.

Berbicara performa, Setan Merah tidak terkalahkan selama 10 penampilan terakhir di liga. Dengan torehan berupa 8 kemenangan dan 2 hasil imbang. Pertandingan tandang melawat ke markas Burnley ini, juga sekaligus asa bagi tim tamu untuk menciptakan hattrick kemenangan dalam kompetisi tersebut. Sebelumnya, United sukses menggapai angka penuh atas Wolves (1-0), dan Aston Villa (2-1).

Menilik catatan di atas, United pun diprediksi mampu melanjutkan tren positifnya saat bermain dalam gelaran Premier League dengan target menggeser Liverpool.

“Setiap pertandingan memberi Anda ujian. Duel meladeni Watford memberi kami ujian. Burnley adalah satu di antaranya, Liverpool merupakan ujian berikutnya. Lalu ke kandang Fulham (sepekan setelahnya) yang merupakan ujian berbeda lagi. Tidak ada pihak yang tahu bagaimana klasemen liga muncul pada 12 Januari 2021 nanti,” ungkap Solskjaer, seperti dilansir laman resmi klub.

Di sisi lain, Burnley memang hanya berstatus tim papan bawah. Tuan rumah persis 2 tingkat di atas zona degradasi, dengan baru mengemas 16 poin. Meski demikian, laga meladeni United bisa menjadi modal berharga bagi Nick Pope dan kawan-kawan. Pada gelaran Premier League musim lalu, The Clarets diluar dugaan berhasil menang 0-2 di Stadion Old Trafford.

Artinya, meskipun tidak diunggulkan dalam laga ini, tim besutan Sean Dyche ini juga berpotensi mampu memberikan ancaman tersendiri bagi The Red Devils. Apalagi Burnley baru saja lolos ke Babak 4 Piala FA, usai unggul 4-3 via adu penalti melawan Milton.

Laga menjamu Setan Merah ini, pun berpeluang menjadi kemenangan ketiga secara beruntun yang diraih tuan rumah dalam semua kompetisi.

“Kami pantas memenangkan pertandingan tersebut. (Laga Piala FA) Itu, memang seharusnya kami menangkan dan kami berhasil lolos ke putaran berikutnya,” tutur Sean, seperti dilansir laman resmi klub. (tid/saz)

Dahlan Iskan Positif Covid-19 Tanpa Gejala

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 usai menjalani PCR Swab test bersama sejumlah anggota keluarganya pada Minggu (10/1).

Asisten Pribadi Dahlan Iskan A Sahidin mengatakan, Dahlan merasa heran dengan hasil swab yang menunjukkan dirinya positif, lantaran dia merasa sehat dan indra penciumannya masih bekerja seperti biasan

“Jadi saat swab, Abah (Dahlan Iskan) yang dinyatakan sama dokter positif sendiri,” kata Sahidin, Senin (11/1).

Sahidin juga bilang, hasil swab test anggota keluarga lain, termasuk istrinya, negatif. “Yang lain, termasuk Ibu (Istri Dahlan Iskan) negatif,” tutunya.

Sahidin mengatakan, selama pandemi Covid-19, Dahlan rutin memeriksakan kesehatan. Terlebih lagi, Dahlan memiliki riwayat medis transplantasi hati pada tahun 2007 yang hingga kini membutuhkan perawatan khusus.

Mantan CEO Jawa Pos itu juga dikenal rajin berolahraga. Kebiasaan berolahraga, lanjut Sahidin, masih rutin dilakukan oleh mantan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) itu dalam masa pandemi. “Olahraganya senam seperti yang dulu di Monas itu, masih rutin dilakukan Pak Dahlan setiap pagi,” katanya.

Sahidin menambahkan, selama pandemi Covid-19, Dahlan lebih banyak menghabiskan waktunya dengan beraktivitas di wilayah Kota Surabaya.

Setelah terkonfirmasi positif Covid-19, saat ini Dahlan menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Kota Surabaya. “Atas dorongan dari anak-anaknya, Abah (Dahlan Iskan) sekarang di rumah sakit, meski kondisinya sehat bugar. Mungkin bisa dibilang masuk dalam kategori orang tanpa gejala atau OTG Covid-19. Saat ini menjalani isolasi di sebuah rumah sakit di Surabaya agar mudah sambil ngecek kondisi kesehatannya,” ujar Sahidin.

Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan ikut berkomentar soal pemberian vaksin Covid-19 secara gratis yang telah ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dahlan mengatakan, sebelum adanya penegasan dari Presiden Jokowi soal vaksin covid-19 yang akan diberikan secara gratis kepada masyarakat, dirinya telah berpikir jika pemberian vaksin tersebut menggunakan dua pola, yaitu gratis dan berbayar.

“Dulu, saya pikir, akan ada dua jalur vaksin: gratis dan berbayar. Yang gratis adalah untuk yang tidak mampu. Sedang yang mampu harus membeli sendiri,” kata dia dikutip dari laman disway.id, Jumat (18/12).

ut dia, pola vaksinasi berbayar diterapkan di China, di mana harga vaksin Covid-19 Negeri Tirai Bambu tersebut dipatok USD 65 atau sekitar Rp 800 ribu untuk dua kali suntik.

“Kalau di Indonesia disediakan jalur berbayar rasanya harga Rp 1 juta masih akan laris,” lanjut dia,

Setidaknya, lanjut Dahlan, dari 300 juta penduduk Indonesia, ada 50 juta penduduk yang mampu untuk membayar vaksin sebesar Rp 1 juta. “Negara hemat Rp 50 triliun. Tapi pikiran saya itu bubar. Presiden sudah menegaskan semuanya gratis,” ungkap dia. (lp6/kps)

Tahap I Sasar 26.093 Nakes Mebidang, Gubsu Siap Disuntik Pertama

BERI ARAHAN: Gubsu Edy Rahmayadi beri arahan kepada Tim Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, usai mengikuti rakor persiapan vaksinasi Covid-19 bersama Menkes Budi Gunadi Sadikin dari Rumah Dinas Gubsu, Jl. Jenderal Sudirman No.41 Medan, Senin (11/1). Foto: PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.
BERI ARAHAN: Gubsu Edy Rahmayadi beri arahan kepada Tim Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, usai mengikuti rakor persiapan vaksinasi Covid-19 bersama Menkes Budi Gunadi Sadikin dari Rumah Dinas Gubsu, Jl. Jenderal Sudirman No.41 Medan, Senin (11/1). Foto: PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Distribusi vaksin Covid-19 pada tahap 1 termin 1 pada Januari di Sumatera Utara direncanakan menyasar 26.093 tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di Medan, Binjai, dan Deliserdang (Mebidang). Ditambah pejabat publik sebanyak 10 orang.

BERI ARAHAN: Gubsu Edy Rahmayadi beri arahan kepada Tim Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, usai mengikuti rakor persiapan vaksinasi Covid-19 bersama Menkes Budi Gunadi Sadikin dari Rumah Dinas Gubsu, Jl. Jenderal Sudirman No.41 Medan, Senin (11/1). Foto: PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.
BERI ARAHAN: Gubsu Edy Rahmayadi beri arahan kepada Tim Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, usai mengikuti rakor persiapan vaksinasi Covid-19 bersama Menkes Budi Gunadi Sadikin dari Rumah Dinas Gubsu, Jl. Jenderal Sudirman No.41 Medan, Senin (11/1). Foto: PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.

“Berdasarkan surat Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, distribusi vaksin dan rencana pelaksanaannya pada tahap 1 termin 1 khususnya di Sumut ada 3 daerah. Di antaranya Medan 18.729 orang, Binjai 2.490 orang, dan Deliserdang 4.874 orang. Kemudian, 10 orang pejabat publik esensial,” ungkap Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, dr Aris Yudhariansyah, Senin (11/1).

Aris menyebutkan, rencana pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tersebut sasarannya adalah kelompok rentan yang berusia 18-59 tahun dengan pemberian secara bertahap. Sedangkan kelompok usia 60 tahun ke atas akan divaksinasi setelah tersedia data dukungan keamanan yang cukup dan disetujui oleh BPOM.

“Pelaksanaan pemberian vaksinasi akan segera dilakukan setelah vaksin Covid-19 mendapatkan EUA (Emergency Use Authorization) dari BPOM. Hal ini dalam rangka menjamin aspek keamanan, mutu, dan efikasi,” ujar dia.

Menurut Aris, pelaksanaan vaksinasi akan dilaksanakan secara serentak di 34 provinsi mulai 14 Januari mendatang. Sasaran vaksinasinya adalah nakes pada fasilitas pelayanan kesehatan, yang dilakukan dalam jangka waktu yang luas dan diatur sehingga tidak mengganggu pelayanan kesehatan lainnya. “Fokus awal pelaksanaan di bulan Januari ini adalah ibukota provinsi dan kabupaten/kota yang berbatasan langsung,” ucap Aris.

Dia menuturkan, pelaksanaan vaksinasi tahap awal ini akan didahului dengan pemberian vaksin kepada sekitar 10 orang pimpinan dan tokoh daerah. Seperti, gubernur, wakil gubernur, bupati/walikota, Pangdam, Kapolda, pimpinan DPRD, kepala Dinas Kesehatan, direktur rumah sakit rujukan Covid-19, pengurus asosiasi tenaga kesehatan, perwakilan organisasi masyarakat dan organisasi agama. “Ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan publik akan keamanan dan kehalalan vaksin,” tutur Aris.

Setelah tahap 1 termin 1 selesai, vaksinasi akan dilakukan ke termin 2. Pada termin 2 tersebut, menyasar nakes kabupaten/kota yang belum didistribusikan vaksin Covid-19. “Rencana distribusi dan pelaksanaannya pada Februari. Untuk alokasinya sudah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan,” pungkasnya.

Gubsu Siap Disuntik Pertama

Terkait vaksinasi Covid-19, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meminta Bupati dan wali kota di Sumatera Utara mempersiapkan pelaksanaan suntik vaksin dengan matang. Baik untuk tenaga kesehatan, pejabat publik, hingga petugas penyuntik vaksin mesti dipastikan lagi sesuai kesehatan si penerima vaksin.

“Bupati/wali kota mesti menyesuaikan dengan kondisi (kesehatan). Kalau dia sudah usia (lanjut), ya jangan. Ada komorbid (penyakit bawaan) juga jangan. Kalau bupatinya nggak bisa, wakil bupatinya/wakil wali kotanya. Kalau tak bisa, sekdanya. Tak bisa juga sekdanya, asistennya. Kalau kadis kesehatan itu wajib karena dia bagian dari tenaga kesehatan,” kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menjawab wartawan usai mengikuti rapat koordinasi virtual bersama Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dari Rumah Dinas Gubsu, Jl. Jenderal Sudirman Medan, Senin (11/1).

Edy kembali mengaku siap untuk menjadi orang pertama di Sumut yang divaksin. “Tak ada persiapan khusus, begitu datang langsung disuntik. Saya nanti yang suntik dia (sambil tunjuk dr Handoyo yang berada di sebelahnya),” katanya yang turut didampingi Kadis Kominfo Sumut, Irman Oemar.

Ia juga meminta supaya dari sekarang vaksin yang telah dikirim agar dimasukkan ke cold storage (gudang penyimpanan) sembari mempersiapkan pelaksanaan vaksinasi sesuai jadwal pemerintah pusat.

“Untuk Jakarta itu 13 Januari, provinsi tanggal 14, dan kabupaten/kota tanggal 15. Sesuaikanlah dengan jadwal itu. Tahap pertama baru untuk tiga kabupaten dan kota, yakni Medan, Binjai, dan Deli Serdang,” katanya.

Menurut Edy, secara teknis, penyuntikan vaksin akan dilakukan dua kali sesuai arahan Kemenkes RI. Pada gelombang pertama ini, diakuinya tentu ketersediaan vaksin masih cukup sekali suntik bagi penerima yang masuk daftar.

“Kan nanti menunggu 14 hari ke depan lagi. Kebutuhan kita 74 ribu (gelombang I), tapi yang ada baru 40-an. Masih kurang 34 ribu lagi,” katanya.

Sebelumnya dalam rapat virtual, Menkes Budi Gunadi Sadikin meminta seluruh pimpinan daerah mengoordinasikan program vaksin ini sesuai jadwal yang telah ditetapkan. “Agar prosesnya berjalan benar dan lancar di lapangan,” katanya.

BPOM dan MUI diakui dia sudah mengeluarkan izin vaksin tersebut. Ia juga ingatkan bagi masyarakat yang sudah terkena covid, tidak prioritas disuntik vaksin.

“Prioritas terhadap nakes yang imunitasnya belum terbentuk. Untuk daerah yang panjang antrean masuk rumah sakit, tolong diperhatikan. Kita pasti mendapat lonjakan pada minggu kedua atau ketiga pasca penyuntikan vaksin. Kami juga sediakan call centre di 119. Call centre keluhan dan pertanyaan untuk covid akan kami layani,” katanya.

Medan Belum Tahu Jatah Vaksin

Sementara itu, Pemko Medan melalui Satgas Covid-19 Kota Medan mengaku belum mendapatkan informasi terkait jumlah kuota vaksin yang akan diterima warga Kota Medan.

“Enggak, belum tahu kita sampai sekarang. Kita pun enggak tahu kenapa belum ada informasi soal itu,” kata Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan M.Kes, , Senin (11/1).

Dikatakannya, keterlambatan informasi mengenai kuota jumlah vaksin tersebut kemungkinan dikarenakan permintaan Pemko Medan yang meminta untuk dijadikan daerah prioritas dalam hal vaksinasi. “Mungkin karena kita juga meminta jadi prioritas. Jadi masih dihitung perkiraannya berapa,” ujarnya.

Untuk Kabupaten Deliserdang, jumlah kuota vaksin sudah ditentukan, yakni sebesar 9.760 vial vaksin. Untuk itu, Mardohar meminta Pemerintah Provinsi membuat skala prioritas, mana daerah yang perlu mendapatkan dosis vaksin lebih banyak.

Selain berdasarkan jumlah tenaga medis, perlu juga ditakar berdasarkan jumlah kasus dan status zonasi daerah. “Kalau yang zona hijau pastilah membutuhkan tidak sebanyak yang zona merah. Kita tahu daerah yang zona merah di Sumut masih Medan satu-satunya,” ucapnya.

Untuk penyimpanan vaksin, Mardohar menyebut pihaknya sudah memiliki tempat khusus, yakni tempat penyimpanan vaksin dengan suhu yang dingin seperti lemari es. “Kita sudah ada memang di Dinas Kesehatan tempat khusus untuk itu. Kita kan sudah ada vaksin tapi untuk penyakit lain. Sampai saat ini saya rasa kapasitas nya cukup. Kalau enggak cukup, nanti diletak di Provinsi ‘kan masih dekat,” pungkasnya.

Bertambah 95 Kasus Baru

Sebanyak 15 daerah di Sumatera Utara (Sumut) kembali melaporkan penambahan kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19. Totalnya, terdapat 95 orang yang terpapar virus corona.

“Saat ini angka akumulasi positif Covid-19 di Sumut naik menjadi 19.122 orang. Akumulasi tersebut setelah bertambah 95 kasus baru dari 15 kabupaten/kota,” ungkap Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah, Senin (11/1).

Disebutkan Aris, jumlah terbanyak kasus baru positif Covid-19 didapatkan dari Kota Medan 61 orang dan Deli Serdang 13 orang. Selanjutnya, Binjai dan Tebing Tinggi masing-masing 3 orang. Kemudian Langkat, Karo, Asahan, dan Batu Bara masing-masing 2 orang. Serta, Pematang Siantar, Padang Sidimpuan, Tapanuli Tengah, Pakpak Bharat, Samosir, Serdang Bedagai dan Padang Lawas Utara masing-masing 1 orang.

Sementara itu, sambung dia, untuk angka kesembuhan diperoleh penambahan 89 kasus baru. Dengan penambahan itu, sehingga akumulasinya menjadi 16.355 orang. “Jumlah 89 kasus baru yang sembuh diperoleh dari 7 kabupaten/kota. Antara lain, Deli Serdang 74 orang, Medan 9 orang, Toba 2 orang, serta masing-masing 1 orang dari Binjai, Tebing Tinggi, Asahan dan Labuhan Batu Utara,” ujar Aris.

Terkait angka kematian, Aris menyebutkan didapatkan penambahan 3 kasus baru yang berasal dari Medan. Kini, jumlah korban meninggal karena Covid-19 di Sumut saat ini sudah mencapai sebanyak 700 orang. “Dari data-data di atas, diketahui jumlah penderita Covid-19 di Sumut yang masih menjalani perawatan isolasi ada 2.067 orang, baik isolasi mandiri maupun di rumah sakit,” pungkasnya. (ris/prn/map)

Darurat, BPOM Izinkan Vaksin Sinovac, Efikasi 65,3 Persen

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya menerbitkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) untuk vaksin Covid-19 Sinovac. BPOM menyatakan, secara keseluruhan vaksin COVID-19 Sinovac aman, dengan kejadian efek samping yang ditimbulkan bersifat ringan hingga sedang.

“PADA hari ini, Senin tanggal 11 Januari 2021, Badan POM memberikan persetujuan penggunaan dalam kondisi emergency untuk vaksin Covid-19 yang pertama kali kepada vaksin Corona vax produksi Sinovac Biotech Incorporated yang bekerja sama dengan PT Bio Farma,” kata Kepala BPOM, Penny K. Lukito, dalam konferensi pers secara virtual, Senin (11/1).

BPOM menyatakan, berdasarkan inspeksi yang mereka lakukan ke Beijing, Tiongkok, proses pembuatan vaksin juga telah memenuhi ketentuan cara pembuatan obat yang baik. Laporan keamanan vaksin berdasarkan data dukung keamanan dari uji klinis fase tiga di Indonesia, Turki, dan Brasil, yang dipantau sampai periode tiga bulan usai penyuntikan dosis kedua.

“Efek samping lokal berupa nyeri, iritasi, pembengkakan, serta efek samping sistemik berupa nyeri otot, fatigue, dan demam,” kata Penny Lukito.

Sementara frekuensi efek samping vaksin derajat berat seperti sakit kepala, gangguan di kulit, atau diare, hanya dilaporkan 0,1 sampai 1 persen. Penny mengatakan efek samping tersebut tidak berbahaya dan dapat pulih kembali.

Untuk data efikasi atau khasiat, BPOM menggunakan data pemantauan dan analisis uji klinis yang dilakukan di Indonesia dan juga mempertimbangkan hasil uji klinis yang dilakukan di Brasil dan Turki.

“Pada uji klinis fase tiga di Bandung, data imunogenisitas menunjukkan hasil yang baik, pada 14 hari setelah penyuntikan dengan hasil seropositif atau kemampuan vaksin membentuk antibodi sebesar 99,74 persen,” kata Penny.

Setelah tiga bulan penyuntikan, hasil seropositif mencapai 99,23 persen. “Hal tersebut menunjukkan bahwa sampai dengan 3 bulan, jumlah subyek yang memiliki antibodi masih tinggi yaitu sebesar 99,23 persen.”

Untuk hasil analisis efikasi vaksin CoronaVac berdasarkan uji klinis di Bandung, menunjukkan efikasi vaksin sebesar 65,3 persen. Sementara hasil efikasi di Turki mencapai 91,25 persen dan di Brasil 78 persen. Hasil tersebut sudah sesuai dengan persyaratan WHO minimal efikasi vaksin mencapai 50 persen.

“Hal ini menunjukkan harapan hahwa vaksin ini mampu menurunkan kejadian Covid-19 hingga 65,3 persen,” lanjutnya.

Diawali Presiden Jokowi

Sebelumnya, pemerintah berencana memulai vaksinasi Covid-19 pada pekan ini. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, vaksinasi akan digelar mulai Rabu (13/1). Rencananya, vaksin Covid-19 pertama di Indonsia akan disuntikkan ke Presiden Joko Widodo.

“Mengenai vaksinasi, insya Allah, Bapak, Ibu, kita akan mulai di hari Rabu dan akan dimulai oleh Bapak Presiden,” kata Budi dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (11/1).

Budi mengatakan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan kabar baik mengenai kehalalan vaksin. Kemudian, BPOM juga akan menyampaikan kabar baik tentang izin penggunaan darurat vaksin atau emergency use authorization. Budi memastikan, vaksinasi baru akan dimulai setelah BPOM menerbitkan EUA.

“Pemerintah tidak akan mendahului persetujuan dari BPOM karena BPOM adalah badan independen yang secara scientific berhak untuk menentukan apakah vaksin ini layak atau tidak,” ujar Budi. “Jadi sama sekali kita tidak akan melakukan vaksinasi sebelum memang approval dari BPOM itu keluar,” tuturnya.

Budi pun meminta pemerintah pusat, daerah, badan usaha, hingga swasta untuk bahu-membahu dalam proses distribusi vaksin ke 34 provinsi di Tanah Air. Ia menyebut distribusi vaksin membutuhkan cold chain atau jalur dingin sehingga prosesnya lebih kompleks.

Tetap Disipilin Terapkan 3M

Ketua Subbidang Sosialisasi Perubahan Perilaku Satgas Covid-19, Dwi Listyawardani, mengatakan, pemerataan vaksin Covid-19 diperkirakan masih memakan waktu yang lama. Hal ini dikarenakan proses vaksinasi pun akan dilakukan secara bertahap yang diawali dari tenaga kesehatan.

“Ini harus disebarluaskan bahwa vaksin itu masih lama untuk bisa merata dilayani. Karena ada prioritas-prioritas tertentu yang didahulukan, terutama untuk tenaga kesehatan jelas harus dilindungi terlebih dahulu,” kata Dwi dalam talkshow BNPB bertemakan “Pandemic Fatigue, Jangan Pernah Menyerah” Senin (11/1).

Selain tenaga kesehatan, lanjut Dwi, vaksin juga akan diberikan terhadap para petugas yang selama ini melakukan kontak dengan masyarakat misalnya aparat keamanan seperti TNI-Polri. Sehingga, ia berpendapat bahwa vaksin akan sampai ke masyarakat umum setelah kedua komponen tersebut didahulukan.

“Oleh karena itu, kita harus sampaikan juga informasi ini. Maka kita harus lakukan 3M ini masih terus. Bahkan bisa jadi setelah sudah divaksinasi pun, kita belum lepas dari 3M,” jelasnya.

Adapun 3M yang dimaksud yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun serta air mengalir. Dwi mengungkapkan, masyarakat perlu terus menerapkan 3M meski vaksin sudah diberikan nantinya. Pasalnya, vaksinasi menurutnya hanya akan meningkatkan daya tahan tubuh manusia yang divaksin. “Bukan virusnya kan yang dimatikan oleh vaksin itu? Nah ini sementara virusnya kan masih bisa menular dari person ke person yang lain kalau tidak menerapkan 3M itu tadi,” ujarnya.

Sebab itu, ia mengajak agar seluruh masyarakat dapat belajar bersama terkait kepatuhan disiplin 3M. Hal ini bertujuan agar semua pihak dapat segera bersama keluar dari pandemi yang telah berlangsung selama 10 bulan di Indonesia.

Faktor yang Mempengaruhi Efikasi

Tim Komnas Peneliti Obat, Jarir At Thobari mengatakan, banyak faktor yang bisa mempengaruhi tingkat efikasi, terutama dari perilaku masyarakat dan seberapa besar proses transmisi virus dari satu orang ke orang lain. Selain itu juga, dari karakteristik populasi dan subjek yang diikutsertakan dalam penelitian.

“Kalau di Turki 20% dari tenaga kesehatan dan 80% adalah orang yang punya risiko tinggi. Dengan angka penularan yang tinggi dari risiko tinggi bisa membuat angka efikasi lebih tinggi,” jelasnya dalam konferensi pers, Senin (11/1).

Kemudian kalau di Brasil, semua subjek penelitian adalah dari tenaga kesehatan. Sedangkan, di Bandung adalah populasi umum.

Jarir mengatakan, hasil efikasi dari populasi umum ini membawa informasi yang cukup baik bagi Indonesia karena dari populasi umum perlindungannya ini sangat tinggi hingga 65,3%. “Kita tidak punya banyak subjek untuk high risk seperti nakes sehingga tidak bisa dilihat. Namun, jika ingin melihat efikasi untuk Nakes bisa mengambil data dan mengaca dari Brasil dan Turki,” ungkapnya. (kps/lp6)

Kurir Sabu Divonis 8 Tahun Penjara

SIDANG: Sugito Iskandar terdakwa kasus sabu, menjalani sidang putusan secara virtual di PN Medan, Senin (11/1).gusman/sumut pos.
SIDANG: Sugito Iskandar terdakwa kasus sabu, menjalani sidang putusan secara virtual di PN Medan, Senin (11/1).gusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sugito Iskandar (54) dihukum pidana selama 8 tahun penjara denda Rp1 miliar 6 bulan penjara. Warga Jalan Prajurit, Medan ini, terbukti bersalah menjadi kurir sabu seberat 10 gram, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (11/1).

SIDANG: Sugito Iskandar terdakwa kasus sabu, menjalani sidang putusan secara virtual di PN Medan, Senin (11/1).gusman/sumut pos.
SIDANG: Sugito Iskandar terdakwa kasus sabu, menjalani sidang putusan secara virtual di PN Medan, Senin (11/1).gusman/sumut pos.

Majelis hakim yang diketuai Merry Donna Pasaribu dalam amar putusannya, terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 Ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menjatuhkan terdakwa Sugito Iskandar oleh karenaya, dengan pidana selama 8 tahun denda Rp1 miliar, subsider 6 bulan,” ujarnya.

Menurut majelis hakim, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotikan. “Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan,” katanya.

Putusan tersebut pun lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Novalita yang semula menuntut terdakwa dengan pidana selama 10 tahun penjara, denda sebesar Rp1 miliar, subsidar 6 bulan penjara. Menyikapi putusan majelis hakim tersebut, baik terdakwa dan JPU kompak menyatakan pikir-pikir.

Diketahui, perkara Sugito Iskandar bermula pada 22 Juli 2020 sekitar pukul 20.00 Wib, ketika itu terdakwa berada di Jalan Mesjid Taufik Medan dan terdakwa bertemu dengan Ilis (DPO). Dalam pertumuan itu, Ilis mengatakan kepada terdakwa untuk menemui Hartono di Jalan Krakatau Medan, untuk mengambil narkotika jenis sabu.

Tanpa pikir panjang terdakwa lalu pergi ke jalan Krakatau Medan dan setelah itu terdakwa bertemu dengan Hartino kemudian Hartino menyerahkan 1 bungkus klip berisi narkotika jenis sabu kepada terdakwa.

Setelah menerima sabu tersebut kata JPU, terdakwa memasukkannya ke dalam dashboard sepeda motor Suzuki Skywave BK 3397 ACT warna merah yang dikendarai oleh terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa berangkat dan dalam perjalanan tepatnya di pinggir jalan umum di jalan Krakatau Kelurahan Glugur Darat II Kecamatan Medan Timur Kota Medan, tiba-tiba terdakwa diberhentikan oleh 4 orang petugas kepolisian.

Dari hasil penggeledahan terhadap terdakwa dan sepeda motor yang dikendarai terdakwa ditemukan barang bukti berupa satu bungkus klip narkotika dengan sebutan sabu berat bersih 10 gram. (man/azw)

Fraksi PKS Laporkan Hasil Kerja Satu Tahun di DPRD Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kota Medan menyeragkan laporan kegiatan kerja satu tahun masa kerja DPRD Medan 2019-2021 kepada Dewan Pimpin Tingkat Daerah (DPTD) PKS Kota Medan, di Medan, Sabtu (09/01/2021).

Hadir dalam penyerahan laporan kegiatan kerja fraksi PKS tersebut diantaranya, Ketua DPD PKS Kota Medan, H Kasman Lubis Lc MA, didampingi Sekretaris DPD Rudiawan Sitorus, Bendahara Umum Hj Erna Hestuti Daulay, Ketua Kaderisasi Hj Sri Rezeki Amd. Hadir juga sejumlah anggota DPRD Medan diantaranya, Ketua Fraksi PKS DPRD Medan Rudiyanto Simangunsong SPd, Wakil Ketua DPRD FPKS H Rajudin Sagala SPdi SKom, Rudiawan Sitorus MPeml.I, Irwansyah, Abdul Latif Lubis.

Dalam sambutannya, Ketua Fraksi PKS DPRD Medan, Rudiyanto SPd menyampaikan bahwa agenda ini dalam rangka menyampaikan apa yang telah dilakukan anggota dewan dari fraksi PKS selama 1 tahun sejak dilantik di DPRD Kota Medan.

“Ini juga bentuk pertanggungjawaban publik dari FPKS kepada warga Kota Medan dalam kaitannya kami berharap dapat dilakukan evaluasi yang akhirnya meningkatkan peran dewan PKS untuk kemaslahatan warga Medan sesuai jargon PKS, Bersama Melayani Rakyat,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu juga, Rudiyanto menegaskan pihaknya siap melaksanakan dan membuat program untuk kemaslahatan warga Medan bersama Pemko Kota Medan. “Kedepan kita akan terus berupaya untuk mengawal dan melaksanakan pembangunan di Kota Medan, serta mmenciptakan program program yang bisa membawa kemaslahatan untuk warga Medan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Kota Medan dalam sambutannya mengucapkan terimakasih karena fraksi PKS dapat bekerja dengan baik dan memaksimalkan 7 kursi di DPRD untuk kemaslahatan warga Medan.”Saya kira, ini semua karena para anggota dewan PKS mampu menterjemahkannya PKS sebagai partai islam yang rahmatan lil’alamin,” ucapnya.

Kasman juga mengharapkan Fraksi PKS kedepan semakin kuat dalam mengadvokasi permasalahan dimasyarakat. “Kami berharap fraksi PKS itu kuat dalam mengadvokasi warga Medan karena kita menargetkan penambahan jumlah kursi DPRD di 2024,” harapnya.

Pria yang akrab disapa Ustadz Kasman ini mengajak seluruh Anggota Legislatif PKS di DPRD Medan untuk tidak lelah membersamai dan melayani warga. “Bekerja lah tanpa lelah untuk warga Medan, mari kita terus melayani warga Medan,” pungkasnya. (map)