31 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 3759

Pelajar SMP Tewas Hanyut di Sungai Deli

Ilustrasi

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pelajar SMP, Zaki Arafi (12) ditemukan tewas setelah hanyut di Sungai Deli Jalan Datuk Ribiah Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan, Minggu (10/1) malam.

Ilustrasi

Tewasnya remaja yang menetap Jalan Pancing I Gg Durian, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan ini, diduga hanyut saat bermain bersama teman-temannya. Kini jasad korban telah disemayamkan ke rumah duka.

Remaja itu ditemukan Basarnas hanyut sekitar 1 kilometer dari lokasi tempatnya tenggelam. Temuan itu menghebohkan warga sekitar.

Orangtua korban mengetahui temuan itu langsung menjemput jenazah korban untuk disemayamkan. Kanit Reskrim Iptu Andi Rahmadsyah mengatakan, jasad korban telah ditemukan oleh tim Basarnas dan langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

“Jasad sudah diserahkan kepada keluarga bang untuk disemayamkan,” jelasnya. Dikatakannya, keluarga korban sudah membuat surat pernyataan tidak keberatan dan ikhlas dengan kematian korban, sehingga jenazah korban tidak dibawa visum ke rumah sakit. (fac/azw)

Dua Pelaku Begal Ditembak Polisi, Enam Dibekuk Polsek Delitua

TERSANGKA: Enam orang dari terduga otak pelaku aksi begal dari berbagai modus berhasil dibekuk dan dipaparkan Polsek Delitua, Senin (11/1).
TERSANGKA: Enam orang dari terduga otak pelaku aksi begal dari berbagai modus berhasil dibekuk dan dipaparkan Polsek Delitua, Senin (11/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Enam orang dari terduga otak pelaku aksi begal dari berbagai modus berhasil dibekuk Polsek Delitua. Dua di antaranya, terpaksa ditembak, karena berupaya merampas senjata petugas dan berusaha melarikan diri, Minggu (10/1).

TERSANGKA: Enam orang dari terduga otak pelaku aksi begal dari berbagai modus berhasil dibekuk dan dipaparkan Polsek Delitua, Senin (11/1).
TERSANGKA: Enam orang dari terduga otak pelaku aksi begal dari berbagai modus berhasil dibekuk dan dipaparkan Polsek Delitua, Senin (11/1).

Komplotan aksi kejahatan ini terbilang sadis. Korbannya masih tergolong di bawah umur, yakni seorang pelajar berinisial AAS (14), mendapatkan serangan brutal, saat melintas di Jalan Kanal Kelurahan Titikuning Kecamatan Medan Johor, hingga mengakibatkan korban terluka cukup serius.

AAS dihadang oleh komplotan begal sadis tersebut di tengah jalan. Tak tanggung-tanggung aksi sadis tersebut juga tergolong terencana dengan perannya masing-masing. Dimulai dari peranan pelaku Agung Setiawan sebagai otak eksekutor. Ia berperan untuk mengarahkan para pelaku.

Kemudian, WS (18) sebagai peranan untuk membacok tangan korban, Arifman Ndraha alias Arif (20), sebagai peranan melempar korban menggunakan batu, APY (18) memegang peranan pembawa tongkat pisau, APY (18) sebagai peranan melempar batu, serta FP (18) yang juga berperan melempar batu. Masing-masing komplotan ini mendapat bagian hasil penjualan senilai Rp500 ribu

Dalam siaran persnya, jajaran Polsek Delitua memaparkan kronologis singkat penangkapan para komplotan terduga pelaku kejahatan tersebut.

Diketahui sebelumnya orang tua korban AAS, atas nama Sutarno (60), warga Desa Marindal Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang melaporkan kepada petugas Kepolisian pada Minggu, 3 Januari 2021.

Berangkat dari laporan warga tersebut penyelidikan dimulai Tim Unit Reskrim Polsek Delitua yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Martua Manik SH MH dan Panit luar Ipda Elia Karokaro melakukan pengejaran. Tak menunggu lama tim berhasil menangkap pelaku di Jalan Pisang Kisaran.

Dari tangan pelaku, kata Kanit Reskrim Iptu Martua Manik SH MH, turut diamankan berupa, samurai, tongkat pisau, gergaji es, sepeda motor Honda Beat yang digunakan pelaku saat beraksi. “Pada saat mengejar pelaku lain, kedua pelaku atas nama Wandi dan Arif, berusaha merampas senjata petugas, namun tidak berhasil dan melarikan diri” ujarnya.

Selanjutnya, tambahnya, petugas mengeluarkan peringatan dengan mengeluarkan tembakan ke udara sebanyak tiga kali, namun tidak dihiraukan.

Tak ingin buruannya lolos, petugas melakukan tindakan tegas dan terukur kepada kedua pelaku.

Dari pengakuan para pelaku, juga pernah beraksi di tempat kejadian perkara (TKP) lain, yaitu melakukan pencurian sepeda motor 1 unit Supra fit di Jalan STM pada bulan juni tahun 2015.

“Selanjutnya para terduga pelaku diboyong ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna mendapat pertolongan medis. Kemudian, selanjutnya dibawa ke Mapolsek Delitua untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya. (mag-1/azw)

Wanita Tewas Dibunuh, Parang Nancap di Kemaluan

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Masyarakat yang bermukim di Desa Beruam, Kuala, Langkat dihebohkan dengan sesosok jasad yang diduga dibunuh, Selasa (11/1) pagi. Hingga kini, Polsek Kuala yang menangani perkara tersebut sudah melakukan penyelidikan.

Informasi diperoleh, korban bernama Sartini (55). Wanita paruh baya ini ditemukan tewas di kediamannya. Ponikem (40) warga Dusun V Handayani, Desa Sidomakmur, Kuala, Langkat yang mengetahui korban sudah tidak bernyawa dengan kondisi parang masih menancap di kemaluannya. “Saya mau antar pesanan belanjanya (korban). Saya panggil dari belakang, tidak ada jawab,” kata saksi.

Saksi menjelaskan, kondisi pintu belakang rumah korban dalam keadaan terbuka. Saksi pun kemudian masuk begitu saja. Betapa kagetnya saksi ketika melihat korban sudah tidak bernyawa dan tergeletak dengan posisi parang menancap. “Saya pun kemudian teriak minta tolong ke warga lain,” kata saksi.

Teriakannya mendapat perhatian dari Tarman (53) yang kemudian langsung meneruskan informasi tersebut kepada kades setempat. Tak lama kemudian pisi tiba di lokasi. “Korban tinggal seorang diri di rumahnya,” beber saksi.

Sementara, polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan otopsi.

Hasilnya, polisi mendapati luka bacok pada pergelangan lengan kiri, luka sayatan pada leher, luka pada pipi kanan, luka tusuk pada perut bagian bawah dekat kemaluan, dan luka pada sebelah kiri.

Selain itu, polisi juga mendapati sejumlah barang bukti di TKP. Adalah, sebilah pisau yang menancap di tubuh korban, satu senter yang masih menyala, pecahan pintu samping rumah yang dirusak, pecahan batu batako, sepucuk senapan angin yang menempel dekat tubuh korban, dua kayu sepanjang lebih kurang 50 centimeter dengan bekas bercak darah, satu bambu kurang lebih sepanjang 1,20 centimeter dan satu besi bulat kurang lebih panjang 1,5 meter. “Saat ini, kita masih olah TKP,” kata Kapolsek Kuala, AKP Bevan Raga Utama ketika dikonfirmasi. (ted/azw)

PFI Medan Ajari Anak-anak Kampung Sejahtera Memotret

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan terus menggeber kegiatan meski di tengah pandemik COVID-19. Mengisi waktu libur, kepengurusan PFI Medan mengajari anak-anak di Kampung Sejahtera (dulu dikenal Kampung Kubur), Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan dengan fotografi dasar, Minggu (10/1).

PFI ingin kelak ada fotografer yang berasal dari sana. Materi diskusi yang diberikan pun cukup sederhana. Hanya seputar fotografi dasar dan fotografi ponsel.

“Kita ingin anak-anak di sini bisa memanfaatkan fasilitas ponsel pintar yang mereka miliki jadi alat untuk berkarya,” ujar Ketua PFI Medan Rahmad Suryadi.

Ini adalah kali pertama diskusi digelar. PFI Medan berencana diskusi digelar secara terus menerus. Nantinya dibarengi dengan praktek yang langsung didampingi oleh para anggota PFI Medan.

“Perlahan kita memberikan pemahaman soal dunia fotografi. Bagaimana mereka bisa mengabadikan sekitar dengan peralatan yang sederhana. Apalagi saat ini telepon pintar sudah dibekali dengan kualitas kamera yang tidak kalah dengan kamera profesional,” ungkap Rahmad.

Rahmat juga menjelaskan, dalam peride keduanya menjabat sebagai ketua, pengabdian kepada masyarakat menjadi salah satu misi yang harus dijalankan. Rahmad ingin para jurnalis lebih peka lagi dengan isu-isu soal perkembangan sosial.

“Kita ingin par  jurnalis ini tidak eksklusif. Sudah tugasnya jurnalis memberikan dampak positif kepada masyarakat selain dari karya-karyanya,” ujarnya.

Sepanjang diskusi berjalan, anak – anak begitu antusias. Materi fotografi yang dibawakan Muhammad Said Harahap juga dikemas secara ringan.

Said juga mengapresiasi antusias anak-anak yangmengikuti diskusi tersebut. Doktor fotografi dari Sumut itu melihat, sebenarnya anak-anak tersebut memiliki potensi yang besar menjadi fotografer kelak.

“Pastinya itu harapan kita. Bagaimana nanti setelah dewasa, mereka bisa menjadi fotografer yang andal. Sehingga sangat tepat jika mereka diberikan pemahaman fotografi dasar sejak sekarang,” ujar Said.

Para peserta diskusi berkali-kali terperangah ketika Said memperlihatkan karya-karyanya yang dijepret hanya dengan kamera ponsel. Itu pun semakin membuat mereka terpacu. Sesekali mereka pun melontarkan pertanyaan yang sedikit menggelitik soal fotografi.

“Ke depan kita berharap PFI Medan bisa terus memfasilitasi anak-anak ini untuk belajar. Jangan kita sia-siakan niat dan kemauan mereka. Ini adalah salah satu bentuk upaya kaderisasi jurnalis foto sejak dini,” ujar Said didampingi Ketua Aminurrasyid.

Tanggapan positif datang dari Pengurus Pemuda-Pemudi Kampung Sejahtera (PPKS). Sekretaris PPKS Ahmad Akbar mengapresiasi program PFI Medan. PPKS memang tengah membutuhkan pendampingan dari komunitas-komunitas untuk merubah stigma buruk yang selama ini melekat.

“Kegiatan seperti ini sangat memberikan edukasi kepada warga kami di sini. Saya berharap, ilmu yang diberikan bisa diimplementasikan di waktu mendatang dan memberikan dampak bagi Kampung Sejahtera,” ungkapnya.

PFI Medan tetap mengedepankan protokol kesehatan dalam menggelar diskusi fotografi di Kampung Sejahtera. Para peserta diwajibkan memakai masker dan menjaga jarak sepanjang acara  berlangsung. (rel)

Kementerian BUMN Resmikan Gedung 8 Lantai Pertama di Kabupaten Batu Bara

KUALA TANJUNG, SUMUTPOS.CO – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum gelar resepsi peringatan HUT ke-45 sekaligus peresmian gedung 8 lantai milik Inalum yang pertama di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara secara fisik dan virtual di Ballroom Kantor Utama Inalum Kuala Tanjung, Sumatera Utara pada Rabu (6/1).

Acara yang dihadiri sekitar 60 orang secara fisik dan sekitar 700 orang secara virtual ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat dan diwarnai dengan pemberian santunan secara simbolis kepada 145 anak yatim serta peresmian gedung sekaligus penandatanganan prasasti gedung secara virtual oleh Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury.

“Diharapkan dengan adanya gedung baru ini dapat mendukung operasional Inalum untuk menjadi pabrik peleburan aluminium terdepan, meningkatkan kapasitas produksi dan menjadi referensi pasar aluminium dunia,” terang Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury dalam sambutannya mewakili Menteri BUMN.

Lebih lanjut Pahala menambahkan bahwa dirinya percaya saat ini Inalum berada di tangan dan jalur yang tepat untuk menjadi pabrik peleburan aluminium terdepan dengan berlandaskan nilai-nilai AKHLAK. “Diharapkan Inalum mampu menjalankan operasionalnya dengan nilai AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif) untuk memberikan yang terbaik bagi negeri dan masyarakat,” tuturnya.

Selain nilai AKHLAK, Inalum juga senantiasa mengamalkan key behaviour yaitu Agile, Going Extra Mile dan Accountable serta nilai-nilai ProsPeKTIF (Profesional, Pengembangan, Kerjasama, Tanggung Jawab, Integritas dan Faedah). Nilai-nilai ini ditampilkan oleh Inalum pada acara tersebut melalui mapping dance yang memanjakan mata para peserta.

Pada kesempatan tersebut beberapa pejabat daerah seperti Gubernur Sumatera Utara, Pangdam I Bukit Barisan, Kapolda Sumatera Utara dan pemangku kepentingan strategis lainnya menyampaikan harapan mereka melalui video testimoni singkat. Tidak ketinggalan Komisaris Utama Inalum, Agus Tjahajana Wirakusumah pada kesempatan yang sama secara virtual menyampaikan harapannya agar di usia yang ke-45 Inalum dapat terus berkembang.

“Empat setengah dasawarsa bukan perjalanan yang mudah, tantangan akan terus bertambah namun Inalum harus tetap mampu melewati tantangan di masa kini dan masa yang akan datang. Dengan adanya gedung baru ini diharapkan menjadi salah satu milestone Inalum untuk lebih maju ke depannya,” harap Agus.

Lebih lanjut Group CEO MIND ID, Orias Petrus Moedak yang hadir secara virtual juga menegaskan bahwa Inalum harus dapat terus melakukan ekspansi usaha demi mengejar visi Perusahaan. “Melalui tema Akselerasi Transformasi dan Ekspansi di HUT ke-45 ini, harapannya di tengah situasi sulit pandemi Covid-19 sekalipun Inalum harus terus bergerak cepat dan melakukan ekspansi usaha,” tutur Orias.

Pada HUT ke-45 ini, Inalum memiliki target jangka panjang yang harus dicapai pada tahun 2030. Hal ini juga diutarakan oleh Direktur Pelaksana Inalum, Oggy Achmad Kosasih dalam sambutannya. “Inalum sangat berambisi untuk dapat mengembangkan sayapnya menjadi perusahaan besar berbasis Aluminium yang terintegrasi dengan kapasitas produksi aluminium menjadi sekitar 1,3 juta ton Aluminium per tahun di tahun 2030,” ujar Oggy.

Tidak hanya harapan, Inalum juga turut mendapatkan apresiasi dari para pemangku kepentingan, termasuk Bupati Batu Bara, Ir. H. Zahir, M. AP yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap Inalum di usia yang ke-45. “Di usia yang cukup matang, Inalum telah memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan daerah dan nasional. Batu Bara tidak dapat sebesar ini tanpa adanya Inalum,” ungkap Zahir.

Rangkaian resepsi peringatan HUT ke-45 juga disemarakkan dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan secara live di 9 lokasi kerja serta penampilan mapping dance dan hiburan interaktif dari karyawan dan band Inalum.

Selain itu, pada kesempatan tersebut Inalum juga menampilkan beberapa nominasi pemenang kompetisi foto, video, Inalum Star dan lomba kebersihan yang sebelumnya telah dilaksanakan secara virtual pada tanggal 1-21 Desember 2020. Lebih lanjut pada kesempatan tersebut juga diumumkan bahwa event Inalum Virtual Charity Sports telah dilaksanakan pada tanggal 16-31 Desember 2020 dan diikuti oleh sekitar 4.000 peserta.(*)

Besok, KNKT Lakukan Pencarian Black Box Sriwijaya Air yang Jatuh

Penemuan puing yang diduga dari pesawat Sriwijaya Air yang hilang kontak dan jatuh di kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (9/1/2021).

SUMUTPOS.CO – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan, pihaknya akan menyiapkan operasi laut untuk pencairan black box pesawat Sriwijaya Air yang jatuh pada Minggu (10/1) besok.

Penemuan puing yang diduga dari pesawat Sriwijaya Air yang hilang kontak dan jatuh di kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (9/1/2021).

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono juga mengatakan, meskipun demikian, pihaknya juga berkoordinasi dengan Basarnas dan mengutamakan evakuasi penumpang.

“Kami malam ini sedang mempersiapkan operasi laut besok untuk pencarian black box dan segala macam tapi yang utama adalah dari Basarnas akan melakukan pertolongan,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (9/1).

Soerjanto menjelaskan, KNKT juga telah berkoordinasi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). BPPT nantinya akan menyiapkan Kapal Riset Baruna Jaya IV yang memiliki beberapa alat underwater recovery untuk diterjunkan dalam misi pencairan Sriwijaya Air apabila diperlukan.

Soerjanto menambahkan, pihaknya sedang mengumpulkan segala informasi yang berkaitan dengan maskapai tersebut dengan berkoordinasi bersama semua pihak. Disamping itu, pihaknya meminta masyarakat bersabar untuk mendapatkan informasi ini.

“Kami harap bersabar nanti setelah terkumpul, informasi akan kami sampaikan yang memang perlu diketahui masyarakat,” ucapnya. (jpc)

Menhub: Ada 7 Anak dan 3 Bayi di Pesawat Sriwijaya Air yang Jatuh

SUMUTPOS.CO – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan, beberapa informasi soal pesawat Sriwijaya Airlines SJ182 yang jatuh di Kepulauan Seribu, Jakarta. Dari insiden nahas itu, telah menelan korban sebanyak 53 penumpang dan 12 orang kru di maskapai tersebut.

“Total penumpang 50 orang bersama 12 kru, yang terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi,” kata Menteri Budi Karya Sumadi dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (9/1).

Budi Karya mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memberikan arahan agar pencarian dilakukan secara maksimal untuk pencarian korban dan bangkai pesawat yang diduga jatuh antara Pulau Laki dan Pulau Lancang di Kepulauan Seribu.

Pemerintah meminta doa dan kerjasama dari semua pihak termasuk masyarakat agar proses pencarian dan penyelamatan berjalan dengan lancar. Hotline dari Sriwijaya Air untuk informasi penumpang pada 021-80637817

Sedangkan, tim SAR gabungan dari Basarnas hingga TNI-Polri, lanjutnya, telah bergerak ke lokasi dengan mengerahkan kapal-kapal evakuasi.

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak di Kepulauan Seribu tidak lama lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta. Situs FlightRadar24 menyebut pesawat itu kehilangan ketinggian 10 ribu kaki dalam 1 menit.

Maskapai penerbangan tersebut, sempat mencapai ketinggian 10.900 kaki. Mendadak, ketinggian berubah menjadi 8.950 kaki, turun ke 5.400 kaki, hingga terakhir terpantau di 250 kaki. Setelah itu, pesawat hilang kontak.(jpc)

Pesawat Sriwijaya Air Diduga Jatuh di antara Pulau Laki dan Lancang

Penemuan puing yang diduga dari pesawat Sriwijaya Air yang hilang kontak dan jatuh di kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (9/1/2021).

SUMUTPOS.CO – Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 diduga jatuh di sekitar Kepulauan Seribu. Serpihan pesawat pun sudah mulai ditemukan oleh petugas Badan SAR Nasional (Basarnas).

Penemuan puing yang diduga dari pesawat Sriwijaya Air yang hilang kontak dan jatuh di kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (9/1/2021).

Deputi Bidang Operasi Basarnas, Mayjen TNI Bambang Suryo Aji mengatakan pesawat yang diduga jatuh tersebut berada di Pulau Laki dan Pulau Lancang.

“Kita segera mengerahkan alat kita di Basarnas di Jakarta kita kerahkan kapal untuk menuju titik dugaan pesawat jatuh,” ujar Bambang dalam jumpa pers di Kantor Basarnas, Jakarta, Sabtu (9/1).

“Posisi pesawat setelah lost contact berada antara Pulau Laki dan Lancang lebih kurang sekitar jaraknya 1,5-2 mill dari Tanjung Kait sekitar 3 mil,” tambahnya.

Bambang mengatakan, kedalaman Pulau Lancang dan Pulau Laki itu menurut data yang ia terima adalah 20-23 meter. “Jadi belum tahu pasti dimana posisinya,” katanya.

Sementara serpihan-serpihan dari Pesawat Sriwijaya SJ-182 tersebut sudah berada di kapal Basarnas. Setelah itu akan dikumpulkan untuk dijadikan bukti-bukti sementara. “Peralatan yang ditemukan termasuk di tim gabungan kita menjadikan barang bukti apakah bagian pesawat atau bukan,” pungkasnya. (jpc)

Sustainable Living Lab Dorong Inovasi Tanpa Batas

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mempertahankan keberlanjutan merupakan tujuan utama hadirnya Sustainable Living Lab (SL2), di samping menghadirkan sebuah solusi inovatif yang dapat mengatasi tantangan situasional, sosial, dan juga lingkungan.

“Sebenarnya kita ingin mencoba mendorong inovasi sosial di Kota Medan, jadi tidak terbatas di Kota Medan saja. Kita sebut Emerging City Innovation Forum atau Forum Inovasi Kota Berkembang. Apa yang kita mau lihat ini, kita jangan terbatas mengkotakkan diri pada satu kota, tapi kita lebih melihat bagaimana bisa membangun suatu komunitas yang memiliki satu kemampuan untuk berinovasi dengan baik, dengan benar,” ujar Country Director Sustainable Living Lab (SL2), Antony Simon, Sabtu (9/1/2021) di Markas SL2 Jalan RA Kartini, Medan.

Salah satunya caranya, imbuh Tony, adalah keinginan mereka membawa para inovator inovator bekerja berdasarkan data, dan bukan hanya berdasarkan obrolan yang informal saja.

“Jadi kita harus coba bagaimana kita bisa mengakses data-data yang sudah tersedia banyak seperti di Google Scholar, Google Patens, kita bisa mengakses situs itu semua. Kita semua di Indonesia tinggal memanfaatkannya saja, sekarang tantangannya bagaimana kita bisa berkolaborasi. Tentunya apa yang kita kerjakan harus ada satu konsensus,” ungkap Tony.

“Sebenarnya, apa sih yang dibutuhkan oleh kota kita ini atau komunitas kita ini? bukan saja di Medan, tapi bisa di mana saja, baik dari pertanian, akses pangan, kemudian kita mau membeli mesin produksinya dari mana, apakah kita bisa memproduksi itu sendiri atau tidak. Jadi community innovation, inovasi yang bukan datang dari perusahaan-perusahaan, tapi lebih dari akar rumput yang naik ke atas untuk memberikan sebuah solusi,” timpalnya.

Antony menerangkan, SL2 ini sudah berdiri sekitar 10 tahun di luar negeri, sedangkan di Medan baru berdiri sejak 2020 kemarin.

“Jadi jaringan kita dari anak anak muda di asia yang ingin memberikan dampak secara luas kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan lokalitas di kota tersebut. Tentu adalah sustainable, suatu kesinambungan. Jadi bukan mendikte, tapi kita lebih mencoba ingin mengajak mereka untuk melihat apa sebenarnya yang dibutuhkan kota ini ataupun komunitas. Dan bagaimana kita bisa membantu serta membawa perubahan yang positif,” bilangnya.

Meski tahun 2020 adalah masa pandemi covid 19, lanjut Tony, namun tak membuat mereka berhenti untuk berinovasi. Mereka telah menyiapkan suatu platform maupun desain pendidikan.

“Tapi pendidikan itu anak-anak tidak perlu datang ke ke tempat kita atau siapapun. Anak anak bisa membeli atau bisa mendapatkan sheetboard itu secara cuma-cuma, namun yang penting mereka harus memiliki satu ide yang kreatif, bagaimana bisa mengembangkan suatu produk, tanpa harus belajar dari awal. Misalkan tentang PCB design yang mungkin anak-anak elektronika saja yang mengerti dan pahami. Tapi kita inginnya siapapun, termasuk anak dari jurusan arsitektur juga bisa berkontribusi dalam menciptakan suatu produk yang memang khas Kota Medan dan dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.

Kehadiran SL2 ini, sambung Tony, cenderung menerima yang menjadi kebijakan ataupun di suatu daerah. Menunggu agar peraturan itu untuk berubah, kata dia, tentu sulit. Satu-satunya cara adalah bagaimana beradaptasi.

“Kunci dari kita banyak belajar dari Covid 19, adalah beradaptasi yang membuat kita dapat menyesuaikan diri. Jadi peraturan-peraturan selama ini belum ada masalah yang berarti, justru kita menggunakan peraturan yang ada bagaimana agar dapat menjadi satu dukungan kepada kita, menjadi satu yang membedakan kita dengan berbagai barang atau produk inovasi lainnya yang ada di luar negeri. Itu yang harus kita identifikasi. Jadi kita bukan menentang arus, tapi kita coba mengikuti arus itu dan memberikan nilai tambah selama kita melakukan proses-proses tersebut,” tandasnya. (adz)

Pelaku Curanmor Dihadiahi Timah Panas

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor (Reskrim Polsek) Delitua berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sejenis mobil Pickup merk Suzuki Carry BK 8804 EK warna putih milik Rudy Wijaya (47), warga jalan Brigjen Hamid, Gang Baru, Kelurahan Titikuning, Kecamatan Medan Johor, yang hilang pada Jumat, 11 September 2020 lalu.

Tersangka adalah Aidil Adaha (39), warga Jalan Besar Delitua Gang Setia Desa Suka Makmur Kecamatan Delitua Kabupaten Deliserdang.

Tersangka di tangkap Unit Reskrim Polsek Delitua di Sebuah rumah pinggir Sungai Deli di Jalan Karya Jaya Gang Eka Rukun Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor, Jumat (8/1) sekira pukul 12.30 WIB.

Tersangka Aidil Adaha juga terpaksa dihadiahi timah panas oleh petugas karena berusaha melawan petugas dengan cara mendorong petugas saat melakukan pengembangan.

Dalam pengungkapan kasus curanmor itu petugas ikut mengamankan 2 unit sekop pasir yang ikut dibawa pelaku pada saat mencuri mobil milik korban.

Kapolsek Delitua AKP Zulkifli Harahap melalui Kanit Reskrimnya Iptu Martua Manik, SH MH menjelaskan, kejadian itu berawal pada Jumat, 11 September 2020 sekira Pukul 05.00 WIB.

Saat itu, paparnya, korban di telepon oleh karyawan panglongnya guna memberitahukan bahwa panglong Sentosa Baru milik korban yang berada di Jalan Delitua KM 8,8 Nomor 33, Desa Suka Makmur, Kecamatan Delitua sudah dimasuki maling.

Mendapat informasi itu korban pun langsung menuju ke panglong dan mendapati gerbang depan panglong serta pintu belakang sudah terbuka. Korban lalu memeriksa keadaan panglong, korban tidak melihat mobil pickup Suzuki Carry BK 8804 EK warna putih miliknya yang diatasnya ada 2 buah sekop pasir serta uang tunai sebesar Rp1.000.000 yang ada di dalam laci mobil.

“Merasa keberatan atas kejadian itu  maka korban pun langsung membuat laporan ke Mako Polsek Delitua,” ujar Martua Manik kepada sejumlah wartawan di Medan, Sabtu (9/1).

Mendapat informasi tersebut, lanjutnya, maka petugas piket 7.0 yang dipimpin Panit luar Ipda Elia Karo-karo langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP.

“Berdasarkan hasil cek TKP dan penyelidikan Unit Reskrim Delitua, bahwa diduga keras pelaku pencurian mobil Pickup Suzuki Carry adalah Aidil Adaha,” tegasnya.

Kemudian, tambah Martua Manik, pada Jumat 8 Januari 2021, sekira pukul 12.30 WIB, diketahui keberadaan diduga pelaku di sebuah rumah pinggir Sungai Deli Jalan Karya Jaya Gang Eka Rukun Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor.

“Mendapat Informasi tersebut, maka Unit Reskrim Delitua yang dipimpin oleh saya sendiri selaku Kanit Reskrim Iptu Martua Manik, SH, MH dan Panit Luar Ipda Elia Karo-karo yang langsung meluncur ke lokasi,” ungkapnya.

Dijelaskannya, petugas langsung menangkap yang diduga pelaku. Saat dilakukan interogasi, pelaku mengakui perbuatanya telah melakukan pencurian satu unit mobil Pickup Suzuki Carry warna putih, 2 unit sekop pasir dan uang tunai Rp1.000.000, dari dalam Panglong Sentosa Baru dengan cara memanjat tembok belakang panglong, kemudian mencongkel pintu belakang panglong dengan menggunakan alat linggis dan masuk ke dalam panglong serta mengambil uang dari dalam laci sekitar Rp1.000.000.

“Lalu mengambil kunci mobil yang tergantung di dalam panglong, kemudian pelaku membawa kabur mobil korban dengan merusak pintu depan panglong dengan linggis,” bebernya.

Setelah berhasil membawa kabur mobil korban dari panglong, terang Martua Manik lagi, selanjutnya pelaku membawa mobil tersebut ke rumah temannya berinisial N dan selanjutnya pelaku  bersama temannya N membawa mobil itu ke rumah berinisial G, tepatnya di desa Batu Rejo Kecamatan Namorambe Deliserdang.

Di Rumah G plang belakang mobil dan plat mobil dilepas dan 2 unit sekop pasir diturunkan dan ditinggalkan di rumah G dan hasil uang penjualan mobil tersebut, N memberikan kepada pelaku sebesar Rp4.500.000.

“Mendengar pengakuan tersangka maka tim melakukan pengembangan ke rumah G, namun G kebetulan tidak berada di rumah. Begitu kita periksa di rumahnya ditemukan 2 unit sekop pasir milik korban yang dicuri pelaku,” ujarnya.

Saat petugas melakukan pengembangan guna mencari barang bukti berupa plat mobil yang sudah dibuang oleh pelaku, ia sempat melawan petugas dengan cara mendorong petugas sehingga terjatuh dan pelaku berusaha melarikan diri dari gengaman petugas dan akhirnya tim melakukan tembakan peringatan, namun tidak diindahakan oleh pelaku, sehingga tim terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku dan langsung membawa pelaku ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan Perawatan Medis.

“Selanjut tersangka beserta barang bukti berupa dua buah skop pasir diboyong ke Mako Polsek Delitua guna keperluan penyidikan. Bagi teman tersangka N dan penadah barang curian G masih dilakukan pencarian,” pungkasnya. (Mag-1)