26 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 3783

Jelang Nataru, Polsek Tebingtinggi Razia Prokes

RAZIA: Petugas gabungan Polri dan TNI melakukan razia penegakan disiplin dalam memutus mata rantai pandemi Covid-19.
RAZIA: Petugas gabungan Polri dan TNI melakukan razia penegakan disiplin dalam memutus mata rantai pandemi Covid-19.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Untuk memutus penyebaran Covid-19 di wilayah hukum Polres Tebingtinggi, Polsek Tebingtinggi Resor Tebingtinggi melaksanakan razia penegakan disiplin Protokol Kesehatan (Prokes) di tempat-tempat hiburan malam dan warung, Senin (21/12) malam.

RAZIA: Petugas gabungan Polri dan TNI melakukan razia penegakan disiplin dalam memutus mata rantai pandemi Covid-19.
RAZIA: Petugas gabungan Polri dan TNI melakukan razia penegakan disiplin dalam memutus mata rantai pandemi Covid-19.

Kapolsek Tebingtinggi, Iptu Doraria Simanjuntak, mengatakan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2021 (Nataru), pihaknya gencar melakukan razia penegakan disiplin dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.”Hasilnya puluhan orang terutama anak-anak remaja yang melakukan aktivitas di luar rumah tidak menggunakan masker mendapat hukuman sanksi sosial, seperti melakukan push up dan membersihkan sampah. Hal ini dilakukan untuk memberikan hukuman sosial kepada masyarakat yang masih melanggar Prokes,” jelasnya.

Razia penegakan disiplin dilakukan di Desa Paya Bagas, Kecamatan Tebingtinggi pada malam hari, yang dibantu Babinsa dari TNI. Dari sejumlah lokasi yang dirazia, masih ditemukan sejumlah pelanggaran prokes, seperti tempat hiburan (Kafe) belum menyediakan tempat cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun, belum lagi Pekerja kafe yang tidak memakai masker.

“Semuanya kita tertibkan dan imbau untuk menggunakan masker bagi pengunjung dan masyarakat yang beraktivitas di luar rumah. Kepada para pengusaha juga dilakukan peneguran secara tertulis untuk menyediakan peralatan cuci tangan sesuai Prokes,” jelas Iptu Doraria Simanjuntak.

Selain menegakan disiplin penangan Covid-19, razia ini bertujuan juga untuk mengantisipasi terjadinya Curas, Curat dan Curanmor (3C). Antisipasi kemacetan arus lalu lintas dan balap Liar serta melakukan himbauan kepada masyarakat agar selalu mengikuti protokol kesehatan dengan istilah 3M. (ian/han)

Antisipasi Peningkatan Penyebaran Covid-19, Forkopimda Kota Tebingtinggi Rangkul Tokoh Agama dan Masyarakat

BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan dalam pertemuan ramah tamah bersama tokoh masyarakat dan agama untuk antisipasi lonjakan Covid-19 pada perayaan Natal dan Tahun Baru.
BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan dalam pertemuan ramah tamah bersama tokoh masyarakat dan agama untuk antisipasi lonjakan Covid-19 pada perayaan Natal dan Tahun Baru.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Satgas Penanganan Covid -19 Kota Tebingtinggi melakukan ramah tamah bersama para tokoh masyarakat dan agama untuk membahas antisipasi masalah peningkatan keamanan dan antisipasi penyebaran pandemi Covid-19 di Kota Tebingtinggi.

BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan dalam pertemuan ramah tamah bersama tokoh masyarakat dan agama untuk antisipasi lonjakan Covid-19 pada perayaan Natal dan Tahun Baru.
BERSAMA: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan dalam pertemuan ramah tamah bersama tokoh masyarakat dan agama untuk antisipasi lonjakan Covid-19 pada perayaan Natal dan Tahun Baru.

Pertemuan ramah tamah yang digelar di Gedung Hj Sawijah, juga dihadiri Wali Kota Tebingtinggi Ir. H. Umar Zunaidi Hasibuan, MM, Dandim 0204/DS Letkol Kav Jackie Yudhantara, Kapolres Tebingtinggi AKBP James Parlindungan Hutagaol S.IK, Ketua DPRD Basyaruddin Nasution, Kajari Mustaqpirin, unsur Forkopimda lainnya, Ketua MUI, Tokoh Agama dan Masyarakat serta OPD dan Camat se-Kota Tebingtinggi, Senin (21/12).

Pada kesempatan itu, Umar Zunaidi Hasibuan berharap tokoh agama dan masyarakat bisa membantu untuk melakukan perubahan-perubahan dalam mencegah terjadinya penyebaran pandemi Covid-19 di Kota Tebingtinggi.

Wali Kota juga menyampaikan, dalam situasi saat ini sekarang, diperlukan persatuan untuk menghadapi Covid-19, untuk menghadapi bencana alam kita juga jangan terpecah belah, jangan timbul tindakan dan masalah-masalah yang berbenturan dengan suku, agama, ras dan antar golongan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45.

Sementara itu, Ketua DPRD Basyaruddin Nasution dalam sambutannya menegaskan, regulasi dan aturan sudah sempurna untuk mengatasi kondisi sebagaimana yang diharapkan.

“Ketika regulasi aturan sudah kita konfirmasikan, tentunya yang dibutuhkan adalah komitmen kita semua untuk mewujudkan dan melaksanakan setiap aturan atau regulasi yang dibuat pemerintah, baik tingkat pusat maupun tingkat daerah,” bilang Basyar.

Hal senada juga disampaikan Kajari Tebingtinggi, Mustaqpirin mengungkapkan, kondisi-kondisi yang pada awalnya sudah ada semacam aturan, janganlah kita sampai mengabaikan aturan-aturan yang benar-benar sudah merupakan atensi dari pemerintah.

“Hal ini agar para masyarakat bisa mentaati apa yang sudah menjadi aturan pemerintah tersebut,” ujarnya. (ian/han)

Wartawan Binjai Tanam Bibit Pohon di Kawasan Konservasi Kukam Hijau

TANAM POHON: Koordinator Pewarta Polres Binjai, Dedi Amora (kanan) saat menanam pohon di Kawasan Konservasi Kukam Hijau.
TANAM POHON: Koordinator Pewarta Polres Binjai, Dedi Amora (kanan) saat menanam pohon di Kawasan Konservasi Kukam Hijau.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Pewarta Polres Binjai menggelar gerakan menanam pohon di Kawasan Konservasi Kukam Hijau, Dusun IV Srirejo, Desa Pasar 6 Kwalamencirim, Kecamatan Seibingai, Kabupaten Langkat, Minggu (20/12).

TANAM POHON: Koordinator Pewarta Polres Binjai, Dedi Amora (kanan) saat menanam pohon di Kawasan Konservasi Kukam Hijau.
TANAM POHON: Koordinator Pewarta Polres Binjai, Dedi Amora (kanan) saat menanam pohon di Kawasan Konservasi Kukam Hijau.

Dalam kegiatan itu, sejumlah bibit pohon buah ikut ditanam. Di antaranya, durian, mangga, dan rambutan.

Penanaman ketiga jenis tanaman buah tersebut secara langsung ikut menambah koleksi tanaman keras di kawasan itu, yang kini mencapai lebih dari 100 jenis.

Koordinator Pewarta Polres Binjai, Dedi Anora mengatakan, gerakan menanam pohon merupakan salah satu upaya pelestarian eksosistem hayati terhadap kawasan yang sebelumnya tergolong sebagai lahan kritis akibat aktivitas penambangan pasir ilegal.

“Selain untuk mendukung gerakan penghijauan, kegiatan yang dirangkai dengan wisata akhir tahun bersama keluarga ini sengaja kita laksanakan sebagai cara mengedukasi anak-anak dan remaja, agar lebih peduli pada lingkungan,” ungkap dia, Senin (21/12).

Sementara, Ketua Kelompok Konservasi Kukam Hijau, Burhan mengaku, upaya konservasi terhadap lahan kritis di kawasan itu telah berjalan selama lebih dari enam tahun.

Selama itu pula, dia melakukan penghijauan terhadap areal di sepanjang bantaran Sungai Kukam seluas 10 hektar.

“Sebelumnya, kawasan ini cenderung gersang. Kami juga sulit temukan sumber air. Sehingga kami berinisiatif melakukan konservasi lahan, dimana setiap pengunjung diwajibkan menanam minimal satu bibit pohon endemik,” ungkap mantan Kepala Desa Pasar 6 Kwalamencirim ini. (ted/han)

Kejari Sidik Dugaan Korupsi Pengadaan Jalan Makalona, Binjai

PEMBANGUNAN: Jalan Danau Makalona sedang proses pembangunan Pemko Binjai sebagai akses pendukung KIB.
PEMBANGUNAN: Jalan Danau Makalona sedang proses pembangunan Pemko Binjai sebagai akses pendukung KIB.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus)ana Khusus) Kejari Binjai tengah melakukan penyelidikan adanya dugaan korupsi dalam pengadaan lahan untuk pembangunan Jalan Makalona di Binjai Timur. Namun sejauh ini, penyidik belum ada menetapkan tersangka.

PEMBANGUNAN: Jalan Danau Makalona sedang proses pembangunan Pemko Binjai sebagai akses pendukung KIB.
PEMBANGUNAN: Jalan Danau Makalona sedang proses pembangunan Pemko Binjai sebagai akses pendukung KIB.

Hal ini terungkap dari gelar paparan akhir tahun yang dilakukan Kajari Binjai, Andri Ridwan dan jajaran di kantornya, Jalan T Amir Hamzah, Kelurahan Jatimakmur, Binjai Utara, Selasa (22/12).

“Perkaranya sudah naik ke tahap penyidikan umum. Namun, masih pengumpulan bahan dan keterangan untuk menetapkan tersangka,” kata Kajari kepada wartawan.

Dia menguraikan, Pemerintah Kota Binjai melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman diberikan kewenangan untuk pembebasan lahan. Kata dia, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Binjai Tahun 2018 menganggarkan untuk pembebasan lahan senilai Rp114 juta.

Informasi dihimpun, dana segar untuk pembebasan lahan tersebut diperuntukkan kepada warga yang memiliki hak atas tanah. Namun belakangan, santer kabarnya uang pembebasan lahan tidak tepat sasaran.

Boleh jadi, penerimanya bukan orang yang dimaksud. Kabar lain juga menyebutkan, pemberian ganti rugi tidak sesuai Nilai Jual Objek Pajak.

Juga ada yang menyebutkan, Dinas Perkim Kota Binjai membayarkan ganti rugi lebih dari NJOP. Sayangnya, Kejari Binjai belum dapat memastikan hal tersebut.

“Masih mau ditanyakan NJOP-nya, sesuai tidak harganya. Nah kemudian, laporan uangnya belum sampai kemana, masih pengumpulan bahan dan keterangan. Masih pengumpulan data,” sambung Kasubsi di Pidsus Kejari Binjai, Akbar.

Akbar berjanji, akan memberi tahukan perkembangan proses penyidikannya. “Yang membutuhkan lahan Dinas PUPR, Dinas Perkim yang menyalurkan,” kata dia.

“Yang dipermasalahkan pada dana ganti rugi. Tidak sampai kepada penerima,” sambung Kajari.

Mantan Kajari Langkat ini melanjutkan, penyidik masih melakukan penyidikan secara menyeluruh. “Penyidikan masih dilakukan untuk secara menyeluruh untuk memperoleh kepastian anggarannya,” kata dia.

Sementara, Penyidik Pidsus Kejari Binjai menghentikan proses penyelidikan terhadap Pendapatan Asli Daerah melalui parkir Binjai Supermall.

Mulanya, sambung dia, diperoleh informasi bahwa setoran parkir untuk PAD tidak sesuai. Namun setelah didalami, kata Akbar, tidak didapati kerugian negara.

Penyidik juga sudah meminta bantuan BPKP Forensik dari Jakarta. “Kesalahan penghitungan karena cara bayar. Setelah dibandingkan, tidak ada timbul kerugian negara. Sulitnya kemarin karena dua pengelola parkir, tapi setelah dicocokan tidak ada timbul kerugian negara,” pungkasnya.

Senilai Rp40 miliar. Pemko Binjai akan membangun KIB di lahan eks HGU PTPN II seluas 132 hektar di Kelurahan Tunggurono, Binjai Timur. (ted/han)

Warga Rambung Minta Kepling 7 Dicopot

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Puluhan orang warga Kelurahan Rambung Dalam meminta agar kepala lingkungan (Kepling) 7 berinisial AK, dicopot sebagai Kepling.

Warga beralasan, AK yang menjabat sebagai Kepling 7 dinilai arogan dan berbicara kasar terhadap warga. Selain itu, warga berinisial H mengaku pernah dimintai uang sebesar Rp300 ribu untuk biaya pengurusan prona sertifikat tanah.

“Sementara warga lain tidak ada diminta. Kenapa saya dipatok tiga ratus ribu,” kata H, Senin (22/12), di Kantor Kelurahan Rambung Dalam.

“Bahkan anak saya kemarin dicaci maki. Padahal, anak saya kemarin itu baik-baik menjawab pertanyaan dia,” tambahnya.

Warga lain juga mengaku AK dinilai tidak adil dalam mendata warga terkait bantuan dari pemerintah. “Suami saya tidak tetap kerjanya. Dia (AK) tahu itu. Tapi sampai sekarang, apapun bantuan dari pemerintah tidak pernah kami dapat,” kata dia.

Sementara, Lurah Rambung Dalam, Nur Rahmi membenarkan kedatangan warga yang meminta agar AK diberhentikan dari kepala lingkungan di Kelurahan yang dipimpinnya. “Saat ini kami pelajari dulu permintaan warga. Nanti kita juga akan meminta keterangan Kepling bersangkutan terkait ini,” kata Nur.

Soal tuntutan warga, Nur mengaku akan berkoordinasi dengan Camat Binjai Selatan. “Kita koordinasi dahulu dengan Camat. Apakah tuntutan warga ini bisa diakomodir atau tidak,” tukasnya. (ted/han)

Objek Wisata Bahorok Sepi Pengunjung, Pemprov dan Pemkab Langkat Diminta Bantu Sosialisasi

Wisata Alam Bukit Lawang

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pemprov Sumut dan Pemkab Langkat diminta segera melakukan sosialisasi, agar wisatawan tidak takut datang ke lokasi wisata Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021.

Wisata Alam Bukit Lawang

Pasalnya, saat ini masyarakat sekitar destinasi pariwisata tersebut mengeluh sepinya pengunjung, sehingga berdampak pada perekonomian mereka.

“Biasanya pada saat libur lebaran dan libur akhir tahun, masyarakat mengaku bisa mendapatkan penghasilan besar untuk tabungan anak sekolah. Tapi sekarang, jangankan menabung, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja sulit,” ungkap Anggota DPRD Sumut, Sugianto Makmur kepada wartawan di Medan, Selasa (22/12).

“Pemprov Sumut dan Pemkab Langkat perlu secepatnya melakukan sosialisasi, wisata di Bukit Lawang aman dan bisa dikunjungi serta tidak terkait dengan banjir bandang di Sungai Landak yang saat ini sudah mulai dibenahi,” sambungnya.

Menurutnya, warga sangat terpukul akibat penghasilan tidak ada lagi. Mau mencari pekerjaan lain sulit, karena banyak juga terjadi pengurangan di perusahaan perkebunan. Sementara kalau mau buka usaha tidak ada modal.

Lebih lanjut politisi PDI Perjuangan menyebutkan, sepinya pengunjung di beberapa tempat wisata di Langkat tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Diharapkan kepada pemerintah harus hadir mencari solusi, agar penderitaan masyarakat bisa segera berakhir.

Apalagi sejak pandemi Covid-19 melanda, warga sekitar objek wisata di Langkat hanya mengharapkan pengunjung lokal seperti Medan, Deliserdang dan Aceh. Tapi beberapa bulan terakhir, sejak banjir bandang menerjang Sungai Landak pada November 2020, tidak ada lagi pengunjung yang datang.

“Warga butuh pekerjaan, agar asap dapur mereka tetap mengepul. Itu salah satu keluhan yang disampaikan warga saat kita melakukan reses di Kecamatan Kwala dan Selapian, Langkat. Warga yang hidupnya dari hasil berjualan di sekitar lokasi wisata sangat merasakan dampak dari pandemi Covid-19,” ujar Sugianto.

Padahal berwisata di alam terbuka seperti ke Bukit Lawang dan Sungai Landak, imbuh dia lebih aman dan sehat ketimbang mengunjungi pusat-pusat perbelanjaan atau nongkrong di cafe yang rawan dengan penularan Corona.

“Pemerintah setempat perlu melakukan sosialisasi keluar wilayah, bahwa wisata di Bukit Lawang aman dan bisa dikunjungi. Serta harus aktif menghidupkan wisata Langkat dengan cara sosialisasi-sosialisasi lewat media sosial, media masaa ataupun media elektronik,” pungkasnya.

Wagub Sumut Musa Rajekshah sebelumnya mengakui pandemi Covid-19 sangat memengaruhi pariwisata dunia termasuk Indonesia dan terkhusus di Kecamatan Bahorok, Langkat. Karenanya, masyarakat harus senantiasa menjalankan protokol kesehatan (prokes) sehingga pandemi Covid-19 segera berlalu agar sektor pariwisata kembali pulih.

“Insya Allah ke depan tempat ini bisa ramai kembali. Covid-19 ini bukan hanya kita yang terdampak, di dunia sangat terasa betul, suasana terganggu,” kata pria yang akrab disapa Ijeck saat melakukan safari masjid sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat di Masjid Jabal Nur Bahorok Langkat, 29 Oktober lalu. “Covid-19 ini obatnya tinggal dari diri kita sendiri, bagaimana imun kita kuat, menjalankan protokol kesehatan, karena Allah SWT kasih kita akal. Artinya jangan anggap (Covid-19) tak ada, jangan pula tak bersiap-siap,” imbuhnya. (prn/han)

UISU Sambut Milad ke-69: Tingkatkan Soliditas dan Eksistensi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menyambut Milad UISU ke-69, seluruh keluarga besar Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) diminta untuk terus meningkatkan soliditas dan eksistensinya dalam rangka mencapai Wijhah/Visi UISU menjadi perguruan tinggi yang islami, andal, teruji, bermartabat mulia, dicintai masyarakat dan diridhoi Allah SWT.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Pengurus Yayasan UISU Prof. Ismet Danial Nasution, drg,Ph.D,Sp.Pros(K). FICD didampingi Sekretaris Umum Pengurus Yayasan UISU Ir. Indra Gunawan, MP di Medan, kemarin.

Prof. Ismet yang merupakan anak pendiri UISU itu, mengatakan, untuk menjadikan momen milad UISU sebagai momen untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh dengan penuh kesadaran dan keikhlasan sebagai upaya untuk memenuhi amanah dalam pengembangan UISU.

“Salah satunya adalah meningkatkan soliditas secara internal. Yang ada selama ini harus lebih kita tingkatkan lagi karena tantangan ke depan pasti semakin berat sehingga dengan soliditas, Isya Allah akan terbentuk kesatuan dan persatuan yang sangat amat diperlukan,”kata pria alumni Hiroshima Jepang itu.

Untuk itu, pihaknya berharap seluruh civitas akademika mulai dari pimpinan universitas, fakultas, prodi, dosen, pegawai dan mahasiswa harus menjaga dan meningkatkan soliditas sebagai sebuah keluarga besar UISU. Prof Ismet berharap seluruh civitas akademika UISU secara bersama-sama berbuat yang terbaik untuk kemajuan UISU yang sudah berumur 69 tahun pada 7 Januari 2020 mendatang.

“Kita harus bersama-sama untuk melaksanakan amanah yang kita terima sesuai dengan fungsi kita masing-masing dan bersama-sama pula menghadapi apabila ada gangguan terutama dalam pelaksanaan kegiatan akademik yang dapat merusak kondusivitas UISU yang selama ini sudah terjaga dengan baik,”tegasnya.

Khusus tentang pelaksanaan kegiatan akademik, katanya, LLDikti secara tegas telah menerbitkan surat Nomor: 18/LL1/KB.00/2020 yang menyatakan bahwa LLDikti mengakui seluruh kegiatan akademik UISU di bawah kepemimpinan Rektor UISU, Dr. H, Yanhar Jamaluddin, MAP yang diangkat Pengurus Yayasan UISU di bawah kepemimpinan Prof. Ismet Danial Nasution seperti yang tertuang dalam SK Pengurus Yayasan UISU Nomor: 07/Kep/IV/2019.

Selain itu, kepada seluruh pimpinan UISU juga diingatkan agar senantiasa meningkatkan eksistensi UISU di tengah-tengah masyarakat. “Kampus ini lahir dari perjuangan umat, batu demi batu dan UISU harus terus tampil memperlihatkan eksistensinya di tengah-tengah masyarakat, bangsa dan negara. Seperti yang pernah disampaikan Rektor bahwa UISU harus mampu menjadi menara suar menerangi masyarakat,” ucapnya.

Pihaknya juga mengapresiasi prestasi yang berhasil diraih Universitas selama ini dan dianggapnya mampu hadir tidak hanya dalam persoalan akademik, tetap juga untuk kegiatan dakwah Islamiyah dan pengabdian di tengah-tengah masyarakat.

Sementara itu, pada kesempatan terpisah, Rektor UISU Dr. H. Yanhar Jamaluddin, MAP berharap momen peringatan 69 tahun UISU 7 Januari mendatang menjadi ajang refleksi seluruh civitas akademika UISU untuk berkontribusi terhadap pembangunan sumberdaya manusia serta melakukan percepatan-percepatan seiring dengan perkembangan dunia Pendidikan tinggi saat ini.

Salah satunya dengan mewujudkan kebijakan Kampus Merdeka-Merdeka belajar di UISU. Strateginya, kata Rektor, seluruh pimpinan fakultas dan program studi harus secepatnya melakukan revisi dan menyesuaikan kurikulum yang ada saat ini sesuai dengan konsep Kampus Merdeka – Merdeka Belajar.

Selain itu, seluruh pimpinan fakultas dan prodi harus mampu mengimplementasikan UISU dalam kiprah internasional dengan tetap mengedepankan ciri-ciri keislaman melalui program yang tepat dan terukur.

Dikatakannya, perkembangan yang begitu cepat saat ini menuntut seluruh civitas akademika UISU untuk senantiasa berfikir inovatif dan visioner agar mampu mengadaptasikan diri dengan perkembangan dunia secara nasional dan global.

“Pandemi yang terjadi saat ini disatu sisi menjadi peringatan kepada kita untuk selalu meningkatkan keimanan kepada Allah dan disisi lain menuntut kita untuk lebih peduli dan mampu beradaptasi dengan perubahan yang begitu cepat,” pungkasnya.(gus/ila)

Sosialisasi Protokol Kesehatan, Satlantas Polres Belawan Bagikan Masker

SPANDUK: Petugas Satlantas Polres Pelabuhan Belawan membentang spanduk berisi imbauan untuk mematuhi lalu lintas dan protokol kesehatan.fachril/sumutpos.
SPANDUK: Petugas Satlantas Polres Pelabuhan Belawan membentang spanduk berisi imbauan untuk mematuhi lalu lintas dan protokol kesehatan.fachril/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guna menekan penyebaran wabah virus corona (Covid-19), Satlantas Polres Pelabuhan Belawan berperan serta melakukan sosialisasi protokol kesehatan (Prokes) kepada masyarakat. Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan membagikan masker kepada pengendara roda dua dan empat di Bundaran KIM II, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, baru-baru ini.

SPANDUK: Petugas Satlantas Polres Pelabuhan Belawan membentang spanduk berisi imbauan untuk mematuhi lalu lintas dan protokol kesehatan.fachril/sumutpos.
SPANDUK: Petugas Satlantas Polres Pelabuhan Belawan membentang spanduk berisi imbauan untuk mematuhi lalu lintas dan protokol kesehatan.fachril/sumutpos.

Dalam kegiatan tersebut, petugas Satlantas Polres Pelabuhan Belawan sambil membentang spanduk sekaligus mengimbau kepada untuk mematuhi lalu lintas dan tetap menjaga kesehatan dengan mematuhi protokol kesehatan untuk masker, jaga jarak, rajin mencuci tangan dan hindari tempat kerumunan. “Kegiatan ini sudah rutin kita lakukan, harapannya dengan sosialisasi ini masyarakat dapat sadar akan kesehatan di tengah pandemi Covid-19,” terang Kasat Lantas Polres Pelabuhan Belawan, AKP Pittor Gultom.

Selain itu juga, pihaknya juga mengimbau kepada pengguna jalan untuk lebih disiplin mengendarai kendaraan di jalan. Mengingat libur natal dan tahun baru ini, banyak masyarakat yang berpergian ke luar kota.

“Harapan kita, selama libur natal dan tahun baru, masyarakat untuk tetap hati – hati mengendarai kendaraan. Tapi, ada baiknya untui tidak ke luar kota karena saat ini rawan bencana. Begitu juga, harapannya perayaan tahun baru tidak ada konvoi di jalanan,” pungkas Pittor Gultom. (fac/ila)

Siagakan 71 Genset Mobil & 237 Posko, PLN UIW Sumut Jaga Keandalan Listrik Pada Natal dan Tahun Baru

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Utara (UIW Sumut) berupaya menjaga keandalan listrik saat Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru). Di moment Nataru ini, pihaknya menyiagakan 237 posko, 2.929 personel dan 48 Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB). 

JELASKAN: GM PLN UIW Sumut, M Irwansyah Putra (di layar), saat menjelaskan pasokan listrik pada persiapan Natal dan Tahun Baru, Selasa (23/12).

General Manager PLN UIW Sumut, M Irwansyah Putra menegaskan, beragam persiapan telah disiagakan dalam menyambut Nataru. Ini dilakukan agar keandalan listrik saat perayaan Natal dan Tahun Baru tetap terjaga. 

“Saat ini memasuki masa siaga, PLN UIW Sumut tidak lagi melakukan kegiatan  pemeliharaan listrik yang menyebabkan pemadaman kecuali ada gangguan. Semoga dengan kesiagaan PLN, masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan khidmat dan terlaksana dengan baik,” katanya, Selasa (22/12). 

Irwansyah merinci, guna melaksanakan siaga pasokan listrik, PLN menyiapkan 2.929 personel, 237 posko yang siap melayani keluhan masyarakat, 48 PDKB. Kemudian, genset mobile 71 unit, per unit 4,794 Kilo Volt Ampere (kVA), 7 unit Uninterrupted Power Supply (UPS) per unit 320 kVA dan 57 unit gardu bergerak. 

Selain itu, PLN juga menyiapkan pasokan listrik di bandara dengan 14 penyulang. Dengan rincian, Bandara Kuala Namu 6 penyulang,

Bandara Aek Goyang 2 penyulang, Bandara Pinangsori 2 penyulang, Bandara Silangit 2 penyulang, Bandara Sibisa 1 penyulang dan Bandara Binaka Nias 1 penyulang. 

“Saat ini pasokan listrik di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dengan daya mampu rata-rata sebesar 2.749 MW dengan beban puncak tertinggi 2.283 MW. Sedangkan beban puncak untuk Sumut tertinggi 1.811 MW dengan cadangan rata-rata 453 MW,” terangnya. 

Manager Pengendalian Operasi Sistem Distribusi PLN UIW Sumut, Harryadi menambahkan, dalam satu bulan terakhir kondisi cuaca memang kurang bersahabat. Dengan persiapan posko, personel dan material di gudang logistik PLN, diharapkan dapat menghadapi masalah kelistrikan saat bencana alam terjadi. 

“Mudah-mudahan personel kita sudah siap menghadapinya terutama terkait langkah awal mengisolir dulu untuk pengamanan terhadap jiwa manusia jika terjadi bencana. Dan selanjutnya ke suplai listrik,” ujarnya didampingi Manajer Komunikasi, Jimmy Aritonang. 

Dia menambahkan, bahwa PLN juga telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk kesiapan jika terjadi banjir dan sebagainya. 

“Seperti kejadian kemarin, bencana banjir di Medan, kami tetap berkoordinasi dengan Badan Penggulangan Bencana Daerah. Nanti jika terjadi bencana, mungkin paling cepat memutuskan aliran listriknya dulu. Tapi semoga Nataru ini aman-aman saja,” pungkasnya. (ila)

Menjajikan dan Dapat Meraih Untung Besar, Kecap Ikan Kini Bisa Jadi Peluang Bisnis

KECAP IKAN: Produk Kecap Ikan yang sudah jadi diolah dan siap dipasarkan. Kecap Ikan ini menjadi peluang bisnis.
KECAP IKAN: Produk Kecap Ikan yang sudah jadi diolah dan siap dipasarkan. Kecap Ikan ini menjadi peluang bisnis.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kecap ikan (fish sauce) adalah bahan cairan yang diperoleh dari fermentasi ikan dengan garam. Kecap ikan biasanya digunakan sebagai bumbu untuk memasak, pencelupan seafood, dan makanan orang timur yang biasa dibuat oleh nelayan sepanjang negara-negara ASEAN.

KECAP IKAN: Produk Kecap Ikan yang sudah jadi diolah dan siap dipasarkan. Kecap Ikan ini menjadi peluang bisnis.
KECAP IKAN: Produk Kecap Ikan yang sudah jadi diolah dan siap dipasarkan. Kecap Ikan ini menjadi peluang bisnis.

Minimarket atau supermarket juga sudah banyak menyediakan produk kecap ikan dengan berbagai merek, sehingga produk pengolahan perikanan sangat mudah ditemukan dimana saja.

Kecap ikan merupakan produk perikanan yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam masakan dan makanan oleh berbagai negara seperti China, Korea, dan Thailand. Kecap ikan pun mempunyai rasa dan aroma yang khasn

Biasanya setiap negara mempunyai kualitas produk kecap ikan yang berbeda, hal ini dikarenakan jenis ikan yang digunakan dalam pembuatan ikan berbeda-beda. Nampla kecap ikan dari Thailand yang mendominasi pasar dunia (Udomsil el al, 2010). Selain komponen nitrogen, kecap ikan juga mengandung mineral yang penting bagi tubuh, contohnya garam NaCl atau garam kalsium (Adawyah, 2007).

Kecap ikan mempunyai kandungan gizi tinggi karena mengandung nitrogen. Pada proses pengolahan kecap, protein ikan akan terhidrolisis. Berdasarkan hasil penelitian selama proses, amino nitrogen akan mengalami peningkatan, tetapi akan terjadi penurunan total nitrogen.

Amino nitrogen merupakan unsur gizi yang baik untuk tubuh karena mudah dicerna (Adawyah, 2007). Terlepas dari itu, selama proses pembuatan kecap ikan, keterlibatan mikroorganisme sangat berpengaruh pada produk akhir yang dihasilkan (Yoshikawa el al, 2010).

Kebutuhan Konsumen dan Segmentasi Pasar akan Kecap Ikan

Pemasaran Kecap ikan ini biasanya langsung dijual ke konsumen rumah tangga dan juga di pasar maupun minimarket/supermarket. Dalam aspek promosi, kemasan mempunyai peran penting. Dalam hal ini, peningkatan kemasan dinilai efektif untuk menarik perhatian konsumen-konsumen baru.

Untuk menjaring konsumen baru, pemasaran secara online bisa digunakan. Karena dengan begitu, konsumen dari daerah lain pun bisa mengetahui produk ini serta membelinya lewat sejumlah Online Shop atau Website Belanja Online dan juga bisa memasarkan dengan menggunakan media sosial seperti Facebook, Instragram dan aplikasi lain yang sejenis.

Usaha di bidang Kecap ikan sangat menjajikan dan dapat untung besar. Sebab, Kecap ikan sangat digemari oleh ibu rumah tangga dan rumah makan, sehingga memiliki pasar yang luas dan senantiasa laris di beli oleh konsumen.

Walaupun persaingan di bisnis ini banyak kompetitornya di bidang pengolahan perikanan, usaha ini memiliki prospek cerah asalkan kecap ikan yang dijual berbeda dengan kecap ikan kompetitor.

Sebab walaupun banyak pengemar kecap ikan, tetapi produsen kecap ikan juga cukup banyak. Untuk itu penting sekali dilakukan peningkatan kualitas produk dengan cara menggunakan teknologi tepat guna. Dengan begitu, produk kecap ikan dapat bersaing dan mendapatkan banyak keuntungan. (*)