26 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 3782

Robi Barus Siap Perjuangkan Kenaikan Honor Posyandu di Kota Medan

Robi Barus

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pos Pelayanan Keluarga Berencana – Kesehatan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu kegiatan swadaya dari masyarakat di bidang kesehatan dasar yang ditanggungjawabi kepala desa ataupun Kelurahan.

Keberadaan Posyandu tentu menjadi salah satu garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Namun hingga saat ini, perhatian Pemerintah Kota Medan masih sangat minim terhadap keberlangsungan fungsi Posyandu ditengah-tengah masyarakat.

Hal itu dikatakan anggota DPRD Medan sekaligus Ketua Fraksi PDIP, Robi Barus SE MAP saat melakukan pertemuan dengan masyarakat guna menampung aspirasi atau Reses di Sekretariat Relawan Irmadi Robi Centre (IRC) di Jalan Laboratorium, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Rabu (23/12).

“Bagaimana pelayanan kesehatan kita bisa meningkat jika orang-orang yang berkecimpung disitu tidak diperhatikan dengan baik. Kurang pantas memang kalau para kader Posyandu hanya diberi honor Rp50 ribu per bulan, sedangkan mereka bekerja untuk kesehatan masyarakat,” ucap Robi.

Hal itu dikatakan Robi dalam menanggapi aspirasi warga yang kebanyakan di hadiri oleh kaum ibu yang beberapa diantaranya merupakan kader Posyandu. Mereka mengatakan, honor Rp50 ribu perbulan merupakan honor yang diterima sejak beberapa tahun yang lalu dan tidak pernah mengalami kenaikan.

Sedangkan disisi lain, kebutuhan mereka dalam menjalankan tugasnya sebagai kader Posyandu terus meningkat.

“Ini lebih kepada pengabdian sebetulnya, karena logikanya tidak ada yang mau diberi honor segitu,” ucap boru Simanjuntak, salah satu kader Posyandu.

Tak cuma itu, fasilitas kesehatan Posyandu juga tidak meningkat dari waktu ke waktu. Seperti hal nya timbangan untuk anak yang tidak pernah diganti dari timbangan konvensional dengan sistem timbangan gantung menjadi timbangan berdiri ataupun digital.

“Banyak sekali orangtua yang tidak mau anaknya ditimbang dengan timbangan (gantung) itu. Fasilitasnya perlu banyak dibenahi. Tolong dibantu pak,” ujarnya yang diamini para kader Posyandu dan warga lainnya yang hadir dalam reses yang digelar dengan mematuhi protokol kesehatan tersebut.

Dihadapan Lurah Kesawan Maswan Harahap, Lurah Glugur Kota Abdul Razak, perwakilan Kecamatan Medan Barat Nurul Rahmad, perwakilan Dinas PU Wawan Setiawan dan pihak Puskesmas Glugur Kota dr Togi, Robi Barus mengatakan akan menindaklanjuti aspirasi tersebut di DPRD Medan.

“Nanti akan kami coba perjuangkan di Banggar (badan anggaran) supaya bisa di anggarkan di Perubahan APBD (P-APBD) 2021 untuk honor kader Posyandu. Ya dari Rp50ribu setidaknya bisa lah naik jadi Rp100ribu. Untuk tahap awal lah dulu, mengingat inflasi kan terus terjadi dari tahun ke tahun,” ujar Robi.

Dalam kesempatan itu, Robi juga meminta Dinas PU untuk turun langsung ke lokasi-lokasi yang masih terjadi banjir walaupun telah dilakukan pengoretan parit.

“Seperti di Jalan Mistar, Jalan Sambu Baru dan beberapa kawasan lainnya di Dapil saya, ada parit yang selesai di koret, justru paritnya penuh dan meluber sampai masuk ke rumah-rumah warga. Makin di korek kok makin banjir, ini harus diperhatikan. Kita minta supaya teman-teman di PU segera turun ini ke lokasi, cari apa masalahnya dan selesaikan,” tegasnya.

Mendengar hal itu, perwakilan Dinas PU, Wawan Setiawan mengaku akan segera turun ke lokasi untuk mencari sumber masalahnya dan memperbaikinya. Sebab seharusnya bila sudah di keruk, parit akan berfungsi dengan lebih baik.

Terakhir, sebelum acara ditutup dengan memberikan cinderamata kepada para warga yang datang, Robi memastikan akan menyampaikan seluruh aspirasi yang diungkapkan dalam kesempatan itu kepada Pemko Medan melalui OPD-OPD terkait untuk ditindaklanjuti.

“Aspirasi-aspirasi ini akan menjadi semangat bagi saya untuk merealisasikan apa yang kita harapkan. Tetap jaga kesehatan ditengah pandemi Covid-19 ini. Tetap jaga kesehatan dengan mematuhi 3M, yaitu dengan mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak,” pungkasnya.

Seperti diketahui, ditempat yang sama, Robi Barus juga melakukan kegiatan reses satu hari sebelumnya. Tak jauh berbeda, warga pun menyampaikan hal yang relatif sama, yakni soal honor dan fasilitas Posyandu untuk bisa segera dibenahi agar menjadi lebih layak. (map)

Terdakwa Kepemilikan Senpi Ilegal Divonis Bebas, JPU Ajukan Kasasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terdakwa kepemilikan senjata api (senpi) ilegal, Joni lepas dari jeratan hukum. Pasalnya, Hakim Ketua Jarihat Simarmata memvonis bebas warga Komplek Brayan City tersebut, dalam sidang di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (23/12).

Dalam amar putusannya, majelis hakim menilai terdakwa Joni tidak terbukti melanggar Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 tahun 1951.

“Menyatakan terdakwa Joni tidak terbukti atas dakwaan JPU sebagaimana yang didakwakan memiliki senjata api ilegal, membebaskan terdakwa Joni dari dakwaan dan memulihkan hak terdakwa dalam kedudukan, harkat, dan martabatnya,” kata Jarihat.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) Anwar Ketaren menuntut terdakwa Joni selama 2 tahun penjara. Atas putusan ini, JPU menyatakan akan mengajukan kasasi. “Kita ajukan kasasi,” tegasnya.

Menanggapi putusan bebas Joni, pengamat hukum Julheri Sinaga menilai putusan hakim ini sebagai bentuk penzaliman.

“Vonis bebas yang diberikan kepada terdakwa kepemilikan softgun ilegal adalah suatu bentuk penzaliman dalam penegakan hukum,” katanya.

Menurut Zulheri, jaksa penuntut umum (JPU) harus melakukan kasasi ke Mahkamah Agung. “Jaksa selaku penuntut bisa melakukan kasasi atas putusan bebas itu,” terangnya.

Terpisah, vonis bebas terhadap Joni sangat membuat sekitar Kompleks Brayan City kecewa. Sebab, menurut mereka kepemilikan Softgun ilegal Joni sangat meresahkan karena dikhawatirkan disalahgunakan.

“Kita menduga vonis bebas ini diberikan karena adanya permainan aparat penegak hukum dengan mafia kasus,” sebut Agus, warga sekitar Kompleks Brayan City

Lanjut Agus meminta Komisi Yudisial agar turun tangan dalam kasus ini, dari awal Masyarakat sudah mencium ada permainan dari Penegak hukum ,sejak Terdakwa di beri tahanan luar oleh Hakim.

Diketahui, bahwa kasus itu bermula pada 7 Februari 2020 sekitar pukul 07.30 WIB, terdakwa digerebek petugas kepolisian di rumahnya.

Saat itu petugas mencurigai terdakwa masuk ke dalam jaringan judi online. Ketika petugas menggeledah rumah terdakwa, petugas menemukan sebuah tas jinjing yang disimpan di dalam lemari.

“Ternyata, tas itu berisi sepucuk senjata Air Soft Gun lengkap dengan tabung gas dan gotri/mimis,” ucap jaksa.

Jaksa menjelaskan, di hadapan petugas terdakwa tidak dapat menunjukkan izin atas kepemilikan dan menyimpan senjata Air Soft Gun tersebut.

Terdakwa mengakui bahwa senjata tersebut diperoleh dengan cara membeli dari seseorang bernama Indra Gunawan alias Asiong yang bekerja sebagai pengurus satpam Komplek Brayan City seharga Rp1.500.000, pada tahun 2017. (man)

GrabFood ‘Yuk Berbagi’ Salurkan 2.000 Paket Makanan ke 17 Panti Asuhan di Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Grab melalui program ‘Yuk Berbagi’ yang hadir di 7 kota di Indonesia, termasuk di Kota Medan. Berhasil mengajak ribuan pelanggan dan lebih dari 40 mitra merchant GrabFood untuk berdonasi lebih dari 2.000 paket makanan kepada 17 panti asuhan di Kota Medan.

GrabFood ‘Yuk Berbagi’ Salurkan Lebih dari 2.000 Paket Makanan ke 17 Panti Asuhan di Kota Medan.(ist)

Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama di tengah pandemi COVID-19. Grab hadir untuk menolong dan membantu bersama pelanggan dan mitra merchant. Kemudian, sejak November hingga awal Desember 2020, para pelanggan yang telah memesan makanan favorit mereka menggunakan kode promo “YUKBERBAGI” dari restoran yang berpartisipasi juga turut berdonasi satu paket makanan untuk panti asuhan di setiap kota.

Bertepatan dengan Hari Ibu, Grab bersama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Utara juga membagikan paket makanan kepada para ibu yang berprofesi sebagai penyapu jalanan. Sebelumnya, Grab juga telah membagikan bantuan kepada para korban bencana banjir di Medan dan Tebing Tinggi.

Richard Aditya, Director of West Indonesia, Grab Indonesia menjelaskan melalui program ‘Yuk Berbagi’, Grab ingin merayakan semangat kebersamaan dari pelanggan dan mitra merchant untuk berbagi kebaikan kepada masyarakat yang membutuhkan di tengah situasi yang menantang bagi semua.

“Walaupun sederhana, kami berharap inisiatif ini tidak hanya menggerakan masyarakat untuk terus melakukan kebaikan, namun juga dapat terus mendorong roda perekonomian lokal berkat kontribusi dari seluruh ekosistem GrabFood, mulai dari pelanggan, mitra merchant, hingga mitra pengantaran. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada dinas terkait yang telah mendukung kami dalam menyalurkan paket makanan kepada anak-anak di panti asuhan, korban bencana banjir, hingga ibu-ibu penyapu jalanan di Medan,” sebutnya, Rabu (23/12).

Hj. Nawal Edy Rahmayadi, Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Utara, sangat mengapresiasi langkah Grab yang memperhatikan para anak yatim di era pandemi ini.

“Pemerintah menilai langkah yang dilakukan Grab ini sangat bagus karena dapat melibatkan banyak elemen di dalamnya,” sebutnya.

Ia menilai Grab dan masyarakat dapat mendukung jalannya roda perekonomian daerah dengan membeli produk dari UMKM lokal sehingga buat mereka tetap dapat mempertahankan bisnis di masa pandemi. Selain itu, penting bagi kita bersama untuk dapat berbagi dengan anak-anak yang ada di panti asuhan agar dapat meringankan beban sesama.

“Bertepatan dengan momen perayaan Hari Ibu, pemerintah juga ingin mengapresiasi para ibu tangguh yang bekerja dan merawat keluarga setiap harinya. Kami juga turut membagikan paket makanan kepada para ibu tangguh yang berprofesi sebagai penyapu jalanan yang dengan gigih bekerja setiap hari sambil merawat keluarga mereka,” tuturnya.

Ribuan paket makanan telah disalurkan kepada anak yatim di 17 panti asuhan di Medan, termasuk Panti Asuhan Bani Adam As’ Panti Asuhan Bait Allah, Elim Grace Orphanage, Panti Asuhan Claresta, dan Yayasan Amal Sosial Panti Asuhan Al-Jamiyatul Washliyah.

Nur Syafriana, Kepala Panti Asuhan Bani Adam As’,⁣ menyampaikan apresiasinya kepada Grab. Di tengah pandemi ini, banyak donatur tetap yang terkena dampak dan ini jadi tantangan untuk panti asuhan. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Grab yang hadir untuk menyalurkan paket makanan untuk anak-anak yatim di panti asuhan ini.

“Semoga bantuan ini bisa menjadi berkah untuk semua orang yang terlibat di dalamnya dan mereka mendapatkan balasan yang berlipat,” katanya.

Grab Bantu Semua Lapisan Masyarakat di Medan #TerusUsaha di Tengah Pandemi
Selama masa pandemi, Grab turut serta dalam membantu masyarakat dan mitra Grab dengan berbagai rangkaian kegiatan dan inisiatif. Grab telah mendukung program pemerintah dalam menekan penyebaran virus dengan menghadirkan GrabProtect di Medan, protokol keamanan dan kebersihan berkendara dengan perlindungan ekstra bagi penumpang dan mitra pengemudi.

Grab juga menghadirkan dua layanan baru yakni GrabMart dan GrabAssistant yang membantu mendorong roda perekonomian mitra dan UMKM di tengah pandemi.

Selain itu, Grab juga menghadirkan program #TerusUsaha di Medan yang didedikasikan untuk mendukung digitalisasi para pelaku UMKM dan pedagang tradisional, termasuk melalui kerja sama dengan PD Pasar Jaya untuk mendigitalisasi 5 pasar tradisional di Medan. Riset Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics menunjukkan kontribusi ekonomi Grab yang mencapai Rp2,66 triliun di Sumatera Utara dan meningkatkan kualitas hidup mitra sebesar 8%.(gus/rel)

GM PLN UIK SBU Cek Kondisi Pembangkit Belawan

Cadangan 453 MW Mampu Memenuhi Kebutuhan Investor

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menjaga keandalan listrik juga menjadi tugas utama PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (UIK SBU). Unit ini memiliki tanggungjawab di 4 provinsi, Aceh, Sumut, Riau dan Kepulauan Riau. Terlebih menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020/2021.

BERSAMA: GM PLN UIKSBU Bambang Iswanto dan Senior Manager SDM dan Umum Sigit Prasetyo, Manager UPK Belawan Syahminan Siregar dan staf usai melakukan pengecekan mesin pembangkit ke UPK Sicanang, Belawan.

Untuk memastikan kesiapan itu semua , General Manager PLN UIKSBU Bambang Iswanto, melakukan pengecekan ke Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Sicanang, Belawan, Rabu (23/12)
Di sela peninjauan dan wawancara akhir tahun 2020, Bambang Iswanto,didampingi Senior Manager SDM dan Umum Sigit Prasetyo , Manager UPK Belawan Syahminan Siregar mengatakan, bahwa ada 3 hal penting di akhir tahun yang sejak awal sudah dipersiapkan pihaknya dan semuanya menyangkut keandalan listrik.

“Yang pertama Pilkada, alhamdulillah sudah bisa dilalui dengan baik. Sekarang akan kita hadapi adalah perayaan Natal 25 Desember dan tahun baru,” katanya.

Untuk itu semua, 7 UPK di bawah PLN UIP SBU yang tersebar mulai dari Nagan Raya dan Arun di Aceh. Pangkalansusu, Sicanang, Renun, Labuhan Angin dan Pandan di Sumut, serta Riau dan Kepulauan Riau, seluruhnya bersiaga dalam menyukseskan hari besar keagamaan itu.

Dijelaskan, selain Nagan Raya, ada UPK Arun1 dengan daya 190 MW, Arun2 daya 250 MW. PLTU Pangkalansusu 4 x 200 MW. Belawan kapasitas total 1.200 MW. Kemudian Pandan 100 MW yang ditopang oleh Sipan Sipahoras dan Renun. Labuhan Angin 2×100 MW. Pekanbaru dan Kota Panjang. Duri 250 MW. Tembilahan 2×7 MW. Ada juga pembangkit di Kepri. Tanjungbalai Karimun 2×7 MW, serta ditopang lagi dengan PLTD di Bintan, Tanjungpinang.

“Dengan daya mampu 2.700 MW, beban puncak 2.200 MW dan kemampuan cadangan yang tersedia sekitar 453 MW , kita cukup aman dan optimis tidak hanya mampu menyalurkan listrik ke masyarakat yang pengelolaannya ditangani pihak PLN Wilayah, serta optimisi mampu memenuhi kebutuhan investor yang akan berinvestasi di wilayah kerja kita,” katanya.

Namun khusus untuk hari besar keagamaan Nataru, lanjut Bambang, pihaknya tetap mengakui adanya dilema ketika di saat pembangkit banyak, tapi harus beroperasi di beban minimal.

“Misalnya saja pada saat musim libur seperti ini, banyak perusahaan yang selama ini penggunaan listriknya tinggi, lalu tidak beroperasi. Atau dampak dari pandemi Covid-19 ini, banyak perusahaan yang mengurangi jam operasional atau bahkan yang terpaksa menutup usahanya. Meski demikian, kelangsungan sistem elektrifikasi harus tetap kita penuhi,” katanya.

Khusus untuk Nataru, juga turut disiagakan personel di seluruh UPK. “Jam piket kita berlakukan sehingga tidak terjadi kekosongan petugas selama Nataru,” ujarnya. (ila)

Edriansyah Rendy Siap Perjuangkan Soal Kesejahteraan Sosial di Mabar

SERAP: Anggota DPRD Medan, T Edriansyah Rendy SH menyerap aspirasi warga di Jalan Rumah Potong Hewan, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Rabu (23/12). (Ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kesejahteraan sosial masih menjadi permasalahan utama di Kawasan Medan Utara, tak terkecuali di Kecamatan Medan Deli, Kelurahan Mabar. Sejumlah masyarakat mengeluhkan minimnya pemerataan bantuan sosial yang disalurkan oleh pemerintah, padahal ada sangat banyak masyarakat tidak mampu di wilayah tersebut yang tak kunjung tersentuh bantuan yang layak diterimanya.

Hal itu terungkap dalam Reses I Tahun Kedua 2020 yang digelar anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai NasDem, T Edriansyah Rendy SH di Jalan Rumah Potong Hewan, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Rabu (23/12).

“Kenapa selama ini yang dapat PKH itu-itu aja orangnya, sementara kami yang miskin gak dapat. Suami saya gak kerja, anak saya dua. Nanti yang dapat KIP, PKH ya itu-itu aja orangnya, padahal gak susah-susah kali orangnya. Sementara kami, kami jauh lebih susah, tapi gak dapat apa-apa. Kami juga sudah mengajukan bantuan UMKM, tapi belum juga dapat bantuannya,” ucap Nur Asmawati Siregar selaku warga setempat.

Senada dengan Asmawati, Intan selaku warga setempat juga menanyakan soal UMKM. Ia bertanya apakah benar masyarakat penerima PKH tidak diizinkan lagi untuk mendapatkan bantuan UMKM senilai Rp2,4 juta itu.

“Tapi di kecamatan lain, saya dengar ada anggota PKH tapi dapat bantuan UMKM,” tutur Intan.

Selain itu, Bapak Medari selaku warga juga meminta kepada pemerintah agar dapat memberikan lapangan kerja bagi pemuda-pemuda di Kelurahan Mabar Hilir supaya mendapatkan pekerjaan dan tidak banyak yang menganggur seperti saat ini. Padahal ironisnya, kawasan tersebut merupakan daerah industri yang seharusnya dapat menyerap banyak tenaga kerja.

Kegiatan yang digelar dengan mengikuti protokol kesehatan itu juga tampak menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan uneg-unegnya. Warga tampak antusias dalam melontarkan keluh kesahnya kepada Rendy pada kegiatan yang turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Darwin Peranginangin, perwakilan Dinas Sosial Wage, perwakilan Disdukcapil Hamka Pasaribu, Camat Medan Deli Fery Suhery, Lurah Mabar Farandhy Siregar, UPT Puskesmas Medan Deli dr Satya Maher dan para Kepling Kelurahan Mabar.

Seperti hal nya, Rizki Ramadani Siregar selaku pemudi setempat yang mengeluhkan sulitnya melakukan pengurusan dokumen kependudukan seperti KTP, surat ahli waris dan sebagainya.

“Lalu kami juga meminta kepada pemerintah, tolong lah kasih sanksi tegas kepada pabrik-pabrik disini yang tidak taat aturan. Limbah pabrik kenanya sama kam. Baunya, asapnya, kami yang kena imbasnya, jangan dibiarkan saja,” pintanya.

Mendengar berbagai keluhan warga, Rendy pun meminta para OPD yang hadir untuk menjawab keluhan para warga.

Untuk bantuan sosial, Wage selaku perwakilan Dinas Sosial mengatakan jika pada tahun 2021 mendatang, pemerintah akan melakukan pendataan ulang kepada masyarakat, khususnya kepada warga tidak mampu agar bantuan sosial dapat tersalurkan secara merata.

“Kalau ada yang dapat bantuan double-double dengan ketentuan hal itu memang tidak boleh, tolong warga laporkan kepada kami ataupun Kecamatan dan Kelurahan. Setahu saya sejauh ini tidak ada, ” jawabnya.

Selain itu, perwakilan UMKM, Darwin Perangin-angin menyebutkan memang benar ada beberapa kriteria masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan. Untuk masyarakat dengan penerima kredit program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), tentu tidak masuk dalam kategori lagi.

“Keluarga PNS, TNI ataupun Polri, utu juga tidak boleh. Lalu yang pasti harus ada usaha, karena nanti akan di kroscek. Terkait PKH, tidak ada kaitannya. Penerima PKH ataupun tidak, bila mempunyai usaha mikro dan memenuhi syarat, maka bisa mendapatkan bantuan UMKM itu,” tegasnya.

Terkait lapangan pekerjaan, Camat Medan Deli Fery Suhery menyebutkan, agar masyarakat untuk mencoba mendaftar ke Disnaker untuk dapatkan bantuan kartu pra kerja. Namun begitu pihaknya berharap agar nantinya ada program dari Disnaker Kota Medan untuk mengatasi masalah pengangguran di Kota Medan.

Menyikapi seluruh Aspirasi, Rendy yang duduk di Komisi III DPRD Medan itu berjanji akan menyikapi, meneruskan dan menindaklanjuti semua keluhan dan aspirasi warga kepada Pemko Medan lewat OPD-OPD terkait. Selanjutnya, hal itu akan disampikannya dalam sidang Paripurna DPRD Medan.

“Termasuk tadi masalah infrastruktur di Jalan Mangaan, Kelurahan Mabar, saya juga akan sampaikan ke OPD terkait agar bisa diselesaikan di tahun 2021. Intinya, semua aspirasi akan kita tindaklanjuti, apalagi kepada Dinas Koperasi dan UMKM yang merupakan counterpart saya di Komisi III,” tegas Rendy.

Dalam kesempatan itu, panitia juga membagikan lembar aspirasi yang dikumpulkan di akhir acara guna dipelajari serta ditindaklanjuti.

“Aspirasi ini sangat berharga buat saya. Untuk masyarakat yang tidak sempat menyampaikan aspirasinya secara langsung, saya akan pelajari dari lembar aspirasi yang sudah kita kumpulkan tadi. Semoga semua harapan bapak/ibu semua dapat saya perjuangkan dan terealisasi di tahun mendatang,” pungkas Rendy. (map)

Taruna STTD Silaturahim ke Bupati Batubara

AUDIENSI: Bupati Batubara, Ir Zahir MAP bersama Ketua DPRD M Safi’i, menerima audiensi dan silaturahmi 7 Taruna STTD asal Batubara, di Ruang Fraksi PDIP di DPRD Batubara, Selasa (22/12).ist/Sumut Pos.
AUDIENSI: Bupati Batubara, Ir Zahir MAP bersama Ketua DPRD M Safi’i, menerima audiensi dan silaturahmi 7 Taruna STTD asal Batubara, di Ruang Fraksi PDIP di DPRD Batubara, Selasa (22/12).ist/Sumut Pos.

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Bupati Batubara, Ir H Zahir, MAP bersama Ketua DPRD M. Safi’i dan sejumlah anggota DPRD lainnya, menerima audiensi dan silaturahim Taruna Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) putra-putri Batubara di ruang fraksi PDIP gedung DPRD Batubara, Selasa (22/12).

AUDIENSI: Bupati Batubara, Ir Zahir MAP bersama Ketua DPRD M Safi’i, menerima audiensi dan silaturahmi 7 Taruna STTD asal Batubara, di Ruang Fraksi PDIP di DPRD Batubara, Selasa (22/12).ist/Sumut Pos.
AUDIENSI: Bupati Batubara, Ir Zahir MAP bersama Ketua DPRD M Safi’i, menerima audiensi dan silaturahmi 7 Taruna STTD asal Batubara, di Ruang Fraksi PDIP di DPRD Batubara, Selasa (22/12).ist/Sumut Pos.

Pertemuan tersebut disambut baik oleh Bupati Zahir, sembari mengucapkan selamat datang di Kabupaten Batu Bara.

Pada kesempatan itu, Bupati Zahir berharap kepada putra-putri Taruna STTD dari Kabupaten Batubara agar dapat mengisi pendidikan yang baik di Indonesia ini, dan nantinya dapat kembali ke daerah asal untuk mengabdi dan membangun Batubara yang kita cintai.

Selain itu, lanjut Bupati Batubara, para Taruna STTD diminta berperan aktif memperkenalkan Kabupaten Batubara, dan juga senantiasa dapat menjaga nama baik Batubara.

“Bagi para taruna taruni STTD yang masih berstatus reguler, apabila sudah menyelesaikan pendidikannya agar bekerja di Pemkab Batubara,”kata Zahir.

Sementara itu, Ketua DPRD Batubara, M Safi’i dalam sambutannya mengatakan, para taruna taruni agar belajar dengan baik. “Mari kita harumkan nama baik Batubara, kalian merupakan generasi penerus yang nantinya akan membangun Batubara,”pintanya.

Dikesempatan itu, salah satu taruna STTD turut menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Batubara, Ketua DPRD beserta jajaran atas kesediannya menerima kami dalam rangka audiensi serta silahturahmi, tuturnya singkat.

Hadir pada pertemuan tersebut, Bupati Batu Bara, Ir. Zahir, M.AP, Ketua DPRD Batu Bara, M. Safi’i, Anggota DPRD, Kadis Perhubungan, Jonnis Marpaung, S. Pd, serta 7 Taruna STTD asal Batu Bara. (fdh)

Sering Meluap ke Rumah Warga, Pemko Medan Diminta Keruk dan Revitalisasi Benteng Sungai Batuan

BERSAMA: Anggota DPRD Medan Fraksi Partai Nasem, Habibburrahman Sinuraya bersama warga saat reses di Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Medan Sunggal pada Senin (21/12). (Ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Saat ini, benteng sungai Batuan yang terletak di Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal sudah banyak yang roboh. Akibatnya, banjir menjadi persoalan besar bagi masyarakat kota Medan yang tinggal dekat dengan bantaran sungai batuan, diantaranya pada kawasan jalan Setia, Perjuangan Abadi, Murni dan Sei Kapuas Kecamatan Sunggal Medan.

Hal ini disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses I masa sidang I Tahun Anggaran 2020 yang digelar anggota DPRD Medan Fraksi Partai Nasem, Habibburrahman Sinuraya yang diselenggarakan di Jalan Setia Gg Keluarga, kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Medan Sunggal pada Senin (21/12).

Pokok utama yang dilaporkan masyarakat, karenanya benteng sungai Batuan sudah roboh, maka setiap hujan turun masyarakat di sekitar menjadi cemas dan khawatir akan masuknya air sungai ke rumah mereka. Akibatnya, barang-barang perabotan milik masyarakat rusak dan terlebih lagi dapat mengancam keselamatan masyarakat.

Untuk itu, Habib pun meminta agar Pemko Medan segera melakukan pendalaman alur sungai batuan atau revitalisasi benteng sungai batuan, melalui koordinasi dan kerjasama dengan Pemprovsu dan Balai Wilayah Sungai (BWS).

Kata Habib, persoalan ini sangat penting dan menjadi prioritas karena masyarakat setempat sudah sangat cemas setiap hujan turun. Selain itu, masyarakat setempat juga mengeluhkan besarnya iuran BPJS Kesehatan. Sebab umumnya masyarakat sekitar merupakan warga kurang mampu, namun tidak mendapatkan bantuan BPJS gratis dari pemerintah.

“Sudah lah air sungai meluap ke rumah kami kalau hujan, BPJS gratis gak dapat, eh bantuan PKH (program keluarga harapan) pun kami gak dapat pak. Padahal jujur saja, rata-rata kurang mampu nya kami disini pak,” ujar salah seorang warga.

Mendengar hal itu, Habib pun berjanji akan menyampaikan keluhan kepada masyarakat dengan meminta Dinas Sosial untuk segera melakukan pendataan ulang kepada masyarakat yang kurang mampu agar mereka mendapatkan bantuan-bantuan yang dimaksud.

Tak cuma itu, masyarakat juga mengeluhkan banyaknya lampu untuk penerangan jalan yang putus dan tidak berfungsi di kawasan tersebut. Selain itu, di kawasan tersebut juga banyak jalan yang berlubang.

Dalam kesempatan itu, Habib pun mengaku sangat kecewa terhadap para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang tidak hadir dalam resesnya. Padahal dalam melakukan reses, sebelumnya setiap anggota dewan telah mengundang OPD-OPD untuk dapat memberikan jawaban atas keluhan warga.

“Kalau ada undangan, seharusnya OPD hadir, karena reses ini adalah aspirasi masyarakat untuk diteruskan ke Pemerintah kota Medan melalui dewannya. Jangan menyepelekan undangan anggota dewan dalam reses, karena di reses tersebut banyak masukan dan keluhan masyarakat yang harus ditanggapi. Ini salah satu bentuk ketidakpedulian OPD kepada warga Kota Medan. Begitu pun saya pastikan, aspirasi ini akan saya sampaikan ke OPD-OPD terkait,” pungkasnya.

Siang ini, Rabu (21/12), Habib Sinuraya juga melakukan Reses di Jalan Sei Kapuas, Kelurahan Babura Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal guna menampung aspirasi masyarakat di kawasan tersebut. (map)

Labuhanbatu Raih Penghargaan IGA 2020

PENGHARGAAN: Bupati Labuhanbatu, Andi Suhaimi memperlihatkan penghargaan IGA 2020 yang diberikan Mendagri.
PENGHARGAAN: Bupati Labuhanbatu, Andi Suhaimi memperlihatkan penghargaan IGA 2020 yang diberikan Mendagri.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu meraih penghargaan kategori Kabupaten Sangat Inovatif dalam Innovative Government Award (IGA) 2020 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

PENGHARGAAN: Bupati Labuhanbatu, Andi Suhaimi memperlihatkan penghargaan IGA 2020 yang diberikan Mendagri.
PENGHARGAAN: Bupati Labuhanbatu, Andi Suhaimi memperlihatkan penghargaan IGA 2020 yang diberikan Mendagri.

Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian yang diwakili Kepala Pusat Litbang Inovasi Daerah Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri RI Matheos Tan kepada Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunthe, diwakili Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Labuhanbatu Zuhri, pada malam puncak IGA, di The Sultan Hotel and Residence, Jumat (18/12).

“IGA merupakan kegiatan tahunan sebagai bentuk penilaian dan apresiasi pemerintah pusat terhadap semangat dan keberhasilan pemerintah daerah, dalam penyelengaraan Pemerintahan daerah dengan cara-cara inovatif,” kata Plt Kaban Litbang Labuhanbatu, Zuhri, Selasa (22/12), di ruang kerjanya.

Selain menerima penghargaan, pemerintah daerah terinovatif juga mendapatkan dana insentif daerah.

Dijelaskan Zuhri, Mendagri berpesan agar Pemerintah Daerah harus melakukan inovasi. Kemudian, pemerintah pusat akan melakukan penilaian dan pemberian penghargaan terhadap inovasi yang telah dilakukan Pemerintah Daerah.

Melalui penilaian dan penghargaan IGA, diharapkan dapat mendorong dan memotivasi pemerintah daerah, untuk terus melakukan inovasi daerah. Khususnya, di bidang peningkatan layanan publik, tata kelola pemerintahan, dan pembangunan di daerah.

Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menerima penghargaan dalam Sesi 3 – Penganugerahan Innovative Government Award 2020 bersama Provinsi Sumatera Utara sebagai Provinsi Sangat Inovatif.

Pada Tahun 2020, Kabupaten Labuhanbatu mengikutsertakan 48 inovasi dalam ajang Innovative Government Award 2020 terdiri dari 24 Inovasi Layanan Publik, 5 Inovasi Tata Kelola Pemerintahan dan 19 Inovasi lainnya sesuai kewenangan Pemerintah Daerah. Penghargaan ini menjadi penyemangat dan motivasi untuk menjadikan inovasi sebagai budaya untuk kemajuan Kabupaten Labuhanbatu. (fdh/han)

KNPI Siap Jadi Mitra Pemerintah, DPD KNPI Sumut Kukuhkan DPD KNPI Dairi Periode 2019-2022

KUKUHKAN: Wakil Ketua DPD KNPI Sumut, Ikbal Hanafi Hasibuan (pegang mix) disaksikan Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu (kanan) serta unsur Forkopimda mengukuhkan DPD KNPI Dairi periode 2019-2022 di gedung Balai Budaya Sidikalang, Sabtu (19/12).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
KUKUHKAN: Wakil Ketua DPD KNPI Sumut, Ikbal Hanafi Hasibuan (pegang mix) disaksikan Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu (kanan) serta unsur Forkopimda mengukuhkan DPD KNPI Dairi periode 2019-2022 di gedung Balai Budaya Sidikalang, Sabtu (19/12).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Sumatera Utara mengukuhkan kepengurusan DPD KNPI kabupaten Dairi periode 2019-2022. Pengukuhan di gedung Balai Budaya Sidikalang tersebut disaksikan Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu, Sabtu (19/12).

KUKUHKAN: Wakil Ketua DPD KNPI Sumut, Ikbal Hanafi Hasibuan (pegang mix) disaksikan Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu (kanan) serta unsur Forkopimda mengukuhkan DPD KNPI Dairi periode 2019-2022 di gedung Balai Budaya Sidikalang, Sabtu (19/12).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
KUKUHKAN: Wakil Ketua DPD KNPI Sumut, Ikbal Hanafi Hasibuan (pegang mix) disaksikan Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu (kanan) serta unsur Forkopimda mengukuhkan DPD KNPI Dairi periode 2019-2022 di gedung Balai Budaya Sidikalang, Sabtu (19/12).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Para pengurus DPD KNPI yang dikukuhkan antara lain, Ketua Alfriyansyah Ujung, Sekretaris Sastra Lingga, Bendahara Henry Sabandi Habeahan serta semua pengurus.

Ketua Panitia, Anto Boangmanalu menyampaikan, DPD KNPI terbentuk tahun 2019. Namun, pelantikan agak terlambat karena sejak diawal tahun 2020 terjadi pandemi corona sehingga prlantikan urung dilakukan. Pelantikan/pengukuhan pengurus baru DPD KNPI ini, tetap menerapkan protokol kesehatan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

“Demikian juga jumlah undangan dibatasi hanya 120 orang,” ucapnya.

Ketua DPD KNPI Dairi, Alfriyansyah Ujung menyampaikan, jabatan Ketua DPD KNPI ini sebuah amanah. Karena itu, para pengurus akan terus menjaga amanah dengan melakukan berbagai kegiatan mulai dari membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19, serta kegiatan olahraga.

“Kita berharap, Covid-19 segera berakhir supaya geliat ekonomi masyarakat Dairi kembali normal. Akibat Covid-19, sejumlah lokasi wisata Dairi seperti Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo terpakasa ditutup, kawasan Danau Toba pantai Silalahi kurang prngunjung sehingga sedikit melemahkan ekonomi warga atau pelaku usaha di sana,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD KNPI Sumut, Ikbal Hanafi Hasibuan mengungkapkan rasa syukurnya karena di tengah bangsa pandemi Covid-19, pihaknya masih bisa melaksanakan pengukuhan ini dan berjalan dengan baik.

“KNPI harus bisa mengisi serta memanfaatkan kesempatan untuk mengelola potensi besar itu. Tingkatkan kompetensi kalian, karena potensi dimiliki Dairi cukup besar seperti sektor pertanian, perkebunan kopi, tanaman nira yang bisa menghasilkan gula merah dan bahkan pertambangan juga ada,” katanya.

Ikbal mengatakan, KNPI Sumut telah membentuk koperasi, dan bisa menampung apa yang bisa dikerjakan pemuda Dairi atau KNPI. Di samping sebagai mitra pemerintah dalam mengelola potensi dimaksud, KNPI harus bisa menjadi ujung tombak perekat suku dan agama di Dairi.

Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu mengatakan pemuda punya peran penting dalam pembangunan bangsa. Tantangan di era saat ini, berbeda dengan sebelumnya. Pandemi Covid-19 telah memukul sektor eko nomi. Untuk itu, pemerintah dan pemuda harus saling bersinergi sesuai kontribusi kita masing-masing khususnya pemuda atau KNPI.

“Saya mengajak semua pemuda dan OKP di Dairi dapat menangkal berita bohong (hoax),” ujarnya.

Dikahir acara, DPD KNPI menyerahkan tali asih serta sembako kepada tiga orang penyandang disabilitas dari kecamatan Sitinjo, sebagai wujud kepedulian KNPI terhadap warga yang sangat membutuhkan. (rud)

PTPN III Kerja Sama Penanganan Pengaduan Masyarakat Terintegrasi dengan KPK

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) bersama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menandatangani perjanjian kerja sama penanganan pengaduan masyarakat dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi. Program ini merupakan upaya pencegahan dalam rangka pemberantasan korupsi bisa berjalan di lingkungan BUMN.

Dirut Holding Perkebunan Nusantara III (Persero), Mohammad Abdul Ghani.

Perjanjian Kerja Sama ditandatangani oleh Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani dengan Deputi Bidang Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Herry Muryanto serta disaksikan Ketua KPK Firli Bahuri, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (21/12).

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani menjelaskan, perjanjian kerja sama ini untuk membantu PTPN Group dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi penanganan pengaduan masyarakat yang telah diterapkan dan dikembangkannya layanan pengaduan online atau melalui aplikasi komunikasi lainnya, nantinya akan terintegrasi dengan KPK. Keluhan dan pengaduan bisa melalui whistleblowing

system (WBS) di website Holding Perkebunan Nusantara serta dalam waktu dekat akan diterapkan aplikasi pengaduan online untuk seluruh PTPN Group.

 “Kami berharap dengan adanya kerja sama ini memudahkan koordinasi dan memonitoring penanganan pengaduan masyarakat terkait tindak pidana korupsi oleh KPK serta menghindari duplikasi penanganan. Ruang lingkup kerja sama ini berlaku juga bagi anak perusahaan Perkebunan Nusantara Group,” jelas Ghani.

    Lebih lanjut, layanan whistleblowing system tersebut menjadi alat kepatuhan bagi PTPN Group yang efektif melakukan pendeteksian dini untuk isu terkait korupsi, penipuan, penggelapan, pencurian, kolusi, nepotisme yang berasal dari internal maupun eksternal institusi serta memperkuat tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG). Selain itu, PTPN Group menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) sinergi dengan KPK.

 Seperti diketahui, Kementerian BUMN terus mendorong perusahaan BUMN untuk menandatangani kerja sama whistleblowing system dengan KPK. Saat ini tercatat baru 2 perusahaan BUMN yang menandatangani perjanjian kerja sama tersebut dengan KPK yakni, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero).

  Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan selama ini di lingkungan kementerian BUM selalui mengimbau yang paling penting adalah bisnis proses yang benar dalam sebuah proyek. ”Sistem yang kita sepakati hari ini, adalah salah satu unsur dari bisnis proses yang benar, dengan adanya whistleblowing system ini, seluruh jajaran di BUMN bisa saling menjaga,” kata Erick dalam sambutannya dalam acara yang sama.

 Menurut Erick, hingga saat ini, sudah ada 89 BUMN yang memiliki sertifikasi ISO 37001 Anti-bribery Management System. Sertifikasi ini, kata dia, merupakan salah satu upaya BUMN dalam melaksanakan bisnis proses yang benar dalam sebuah proyek.

Sementara itu, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan sistem ini menunjukkan bahwa setiap orang punya peran dalam pemberantasan korupsi. Sehingga semua orang harus sadar akan bahaya korupsi. KPK berharap Perjanjian Kerja Sama ini akan berguna dan diimplementasika dengan maksimal. Sehingga KPK dan Mitra Kerja akan mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya, terciptanya sinergi yang mendukung tugas pokok dan fungsi kedua belah pihak.

 Dengan adanya whistleblowing system Tindak Pidana Korupsi ini, kata Firli, sebuah organisasi/lembaga akan mendapat manfaat besar, karena bisa mendeteksi Tindak Pidana Korupsi sejak dini memperoleh informasi lebih awal adanya dugaan pelanggaran, sekaligus dapat melakukan pemetaan titik-titik rawannya. (rel/ila)