26 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 3784

2021, Pemko Medan Data Ulang Warga Tak Mampu

SERAP ASPIRASI: Anggota DPRD Medan, M Rizki Nugraha, saat menyerap aspirasi masyarakat melalui reses di Jalan Tapian Nauli, Kelurahan Teladan Barat, Medan Kota, Senin (21/12).markus/sumutpos.
SERAP ASPIRASI: Anggota DPRD Medan, M Rizki Nugraha, saat menyerap aspirasi masyarakat melalui reses di Jalan Tapian Nauli, Kelurahan Teladan Barat, Medan Kota, Senin (21/12).markus/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tahun 2021 mendatang, Pemerintah Kota (Pemko) Medan akan melakukan pendataan ulang bagi seluruh warga kurang mampu di Kota Medan. Itu dilakukan agar seluruh program bantuan pemerintah dapat tersalurkan secara tepat sasaran.

SERAP ASPIRASI: Anggota DPRD Medan, M Rizki Nugraha, saat menyerap aspirasi masyarakat melalui reses  di Jalan Tapian Nauli, Kelurahan Teladan Barat, Medan Kota, Senin (21/12).markus/sumutpos.
SERAP ASPIRASI: Anggota DPRD Medan, M Rizki Nugraha, saat menyerap aspirasi masyarakat melalui reses di Jalan Tapian Nauli, Kelurahan Teladan Barat, Medan Kota, Senin (21/12).markus/sumutpos.

Termasuk, agar warga yang sudah menerima manfaat dan dianggap keluar dari zona kemiskinan bisa dialihkan kepada masyarakat yang lebih berhak.

Hal itu dikatakan anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Golkar, M Rizki Nugraha SE saat menyerap ratusan aspirasi masyarakat dengan menggelar Reses I Masa Sidang I Tahun Ke-2 T.A 2020 di Jalan Tapian Nauli, Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota, Senin (21/12).

“Sewaktu diskusi dengan calon Wali Kota Medan, Pak Bobby Nasution, Ia berjanji akan menambah kuota bantuan sosial (bansos) dan PKH (Program Kekuarga Harapan). Itu sudah menjadi komitmennya bersama Partai Golkar,” ucapnya dan disambut antusias warga.

Lebih lanjut Rizki mengatakan, Dinas PU harus mampu menyiasati pembangunan yang ada di Dapil 4 (Kecamatan Medan Kota, Medan Area, Medan Denai, dan Medan Amplas) yang menjadi Dapilnya. Sebab, masih banyak tempat atau jalan yang belum tersentuh pembangunan.

“Pasangan calon yang Golkar usung, memastikan pembangunan akan merata. Pembangunan ke depan tidak lagi menggunakan APBD, tapi APBN yang Rp200 triliun itu akan kita boyong sebahagian ke Kota Medan. Kita juga akan memaksimalkan dana Kelurahan serta mempercepat proses adminduk,” ujarnya.

Sebelumnya, warga Kelurahan Teladan Barat, Hapsah mempertanyakan apakah warga yang KTP dan domisilinya tidak sinkron bisa mendapatkan bantuan? Sebab bantuan tersebut sangat dibutuhkan mengingat kondisi ekonomi yang sulit saat ini.

Selain itu, Desi selaku warga juga meminta perhatian Pemko Medan khususnya Dinas PU untuk menormalisasi drainase di Jalan Tapian Nauli. Pasalnya, warga kerap kebanjiran setiap hujan turun.

Menjawab pertanyaan Hapsah, perwakilan Dinsos Medan, Dedi Irwanto Pardede mengaku setiap warga negara yang masuk dalam kategori miskin bisa mendaftar. “Tinggal nanti ada tim yang memverifikasi agar disetujui. Tentunya mengacu pada aturan-aturan yang berlaku,” ujarnya.

Sementara itu menjawab pertanyaan Desi, perwakilan Dinas PU Kota Medan, Abidin berjanji akan menindaklanjuti laporan tersebut. Namun pihaknya berharap ada kerjasama yang baik antara Pemko Medan dan masyarakat untuk tidak membuang sampah ke parit agar aliran air tidak tersumbat.

Sebagai penutup acara, M Rizki Nugraha meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir pada reses itu untuk menindaklanjuti aspirasi warga yang sudah disampaikan dalam gelaran Reses yang digelar dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19 itu.

“Kepada warga yang ingin menyampaikan uneg-unegnya, ada lembar aspirasi yang panitia sediakan. Silahkan diisi. Khusus yang sangat penting bisa langsung disampaikan ke saya. Saya akan paparkan dalam sidang paripurna aspirasi bapak dan ibu agar menjadi catatan bagi Pemko Medan untuk program di tahun 2021 dan seterusnya,” pungkasnya. (map/ila)

Dari 4 Jabatan Seleksi Eselon II, Gubsu: Tak Satu pun Peserta Lulus

edy rahmayadi Gubernur Sumut
edy rahmayadi Gubernur Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, mengungkapkan ada 4 posisi yang tak terisi di seleksi jabatan eselon II (Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama/JPTP) di lingkungan Pemprov Sumut. Sebab tidak satu pun peserta yang mengikuti seleksi di 4 jabatan itu yang memenuhi standar nilai yang ditentukan.

edy rahmayadi Gubernur Sumut
Edy Rahmayadi, Gubernur Sumut.

Oleh karena itu, ia tak akan melantik pejabat hasil seleksi di 4 jabatan itu. “Empat posisi yang tidak menemukan standar nilai yang ditentukan,” ujar Gubernur Edy Rahmayadi kepada wartawan usai usai salat azhar dari Masjid Gubsu, di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Selasa (22/12).

Gubernur Edy membeberkan, 2 dari 4 jabatan yang tidak terisi tersebut, yakni untuk Kepala Dinas Kebuayaan dan Pariwisata dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Ada tiga atau empat yang tidak mencapai nilai standar yang diharapkan enam. Ada (nilai) enam, tiga orang (tiga peserta terbaik), itu haknya gubernur,” kata Edy.

Sementara untuk 14 jabatan lainnya, sudah terisi atau nilainya memenuhi standarn

“Yang lain sudah dapat dan saya sudah memberikan yang nomor satu semuanya, itu yang terpilih,” kata Edy.

Lalu untuk jabatan eselon II yang belum terisi pada seleksi itu, menurut Edy akan dibuka lagi seleksinya. Namun Gubernur Edy tidak menyebutkan kapan seleksi akan dibuka kembali. Sebelumnya pada 27 Oktober 2020, Gubernur Edy melalui Pansel mengumumkan dibukanya pendaftaran seleksi jabatan eselon II di lingkungan Pemprov Sumut.

Kolonel Azhar Muliyadi Ikut Mendaftar

Sementara itu, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sedang menindaklanjuti sekaligus meminta penjelasan Ketua Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemprov Sumut, ihwal adanya salah seorang peserta lelang jabatan dari kalangan TNI aktif. 

Asisten KASN Pengawasan Bidang Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Wilayah 2, Kusen Kusdiana mengatakan, mesti ada surat keterangan pengunduran diri dari institusi tempat si peserta lelang tersebut bertugas, sebelum ia mengikuti seleksi terbuka di Pemprov Sumut. 

“Sesuai ketentuan berlaku, bahwa di instansi daerah itu tidak ada JPTP yang dapat diisi oleh TNI/Polri kecuali sudah mengundurkan diri (dari kesatuan/institusinya). Jadi ini bukan persoalan, tapi ketentuannya apa sehingga ditetapkan (boleh ikut seleksi),” katanya kepada Sumut Pos, Selasa (22/12). 

 Sampai saat ini, diakui dia, pihaknya belum ada menerima surat tersebut dari Pansel JPTP Pemprov Sumut.  “Maka dari itu hal inilah yang mau kami minta penjelasan dari ketua pansel. Sekaligus kami ingin tindaklanjuti apakah seluruh tahapan seleksi sudah selesai atau belum. Sebab belum ada dilaporkan secara resmi ke KASN tahapan itu,” katanya. 

Seperti diketahui, memang terdapat salah seorang TNI aktif sebagai peserta seleksi terbuka JPTP Pemprov Sumut kali ini atas nama Kolonel Azhar Muliyadi. Azhar melamar pada posisi Kepala Satpol PP Sumut. Ia pun diketahui sudah lulus sampai tahapan penulisan makalah dalam seleksi tersebut. Bahkan informasi lain yang diperoleh, Azhar Muliyadi salah satu kandidat terkuat untuk mengisi kekosongan kursi pimpinan pada organisasi perangkat daerah dimaksud. 

Saat dikonfirmasi ihwal ini, Azhar Muliyadi tampak enggan menjawab secara gamblang. Ia menyarankan wartawan menanyakan ke Badan Kepegawaian Daerah. ”Tanyakan saja ke BKD Pemprovsu. Semua sudah sama mereka. Makasih infonya,” katanya singkat via saluran WhatsApp, kemarin (21/12). 

Sayangnya, Ketua Pansel JPTP yang juga Sekdaprovsu R Sabrina, ogah menjawab konfirmasi wartawan soal ini. Dilayangkan via pesan singkat WhatsApp, ia hanya membaca saja konfirmasi tersebut. Begitupun pihak BKD Sekdaprovsu, juga belum mau merespon permasalahan ini. (prn/mbo/ila) 

Milan vs Lazio: Perjudian Pioli

Milan Bakal menjamu Lazio pada laga giornata 14 Serie A Italia 2020/2021 di Stadion San Siro, Kamis (24/12) dini hari WIB. Milan mengalami krisis pemain jelang menghadapi Biancocelesti.

Pelatih AC Milan, Stefano Pioli memang wajib memutar otaknya demi menemukan formula atas absennya sejumlah pemain akibat cederan

maupun larangan bermain. Sebagaimana yang diketahui badai cedera menghantam para gelandang andalan lini tengah Rossoneri.

Terdapat tiga gelandang yang berposisi filter penyerangan tim lawan mengalami cedera yang membuatnya absen. Ketiga pemain tersebut ialah Ismael Bennacer, Sandro Tonali, dan Franck Kessie.

Dua nama awal mengalami cedera yang berpotensi absen dalam beberapa laga AC Milan.

Sedangkan bagi Kessie, pemain asal Pantai Gading itu menepi dalam satu laga akibat skorsing akumulasi kartu kuning. Praktis dengan kondisi yang berkembang saat ini, lini tengah Il Diavolo Rosso darurat merah.

Bagaimana tidak, ketiga pemain di atas andalan Stefano Pioli dalam menggaransi permainan mereka. Sejauh ini, nama yang bisa bermain untuk menambal pos gelandang bertahan ialah Rade Krunic.

Namun dengan skema dobel pivot yang dimainkan oleh Pioli, tentunya Krunic membutuhkan tandem untuk menggalang posisi tersebut. Krunic dipastikan tak perlu memiliki tandem untuk dobel pivot andai Pioli berkenan untuk mengubah formasi, baik itu menjadi 4-3-3 atau 4-1-4-1.

Namun jika melihat pakem juru racik asal Italia selama membesut AC Milan, sangatlah minim kemungkinan akan terjadi perubahan formasi. Justru kemungkinan besar yang akan dilakukan oleh Pioli adalah menggeser peran satu di antara pemainnya menajdi gelandang bertahan.

Dilansir laman Sempre Milan, peluang untuk mengisi posisi regista alias pengatur permainan ialah Hakan Calhanoglu.

Sebagai catatan saja, pemain Timnas Tukri itu merupakan seorang trequartista alias penyerang lubang. Kemampuannya sebagai gelandang serang dalam mengkreasikan serangan menjadi satu di antara yang terbaik di Eropa.Namun saat ini kondisi lini tengah AC Milan sedang darurat.

Terlebih lagi, gelar Capolista AC Milan yang saat ini mereka pegang, menjadi pertaruhan. Andai Rossoneri menelan kekalahan di laga melawan Lazio, besar kemungkinan Juventus atau Inter Milan bisa melakukan kudeta untuk puncak klasemen Liga Italia karena selisih poin yang sangat tipis.

Bagi Hakan Calhanoglu, posisi pengatur permainan bukan hal yang baru baginya. Ia beberapa kali pernah ditempatkan sebagai regista untuk beberapa laga AC Milan, tepatnya saat Rossoneri belum dipegang oleh Pioli. Namun apa yang nantinya dilakukan oleh Pioli bisa menajdi perjudian.

Pasalnya, posisi trequartista yang menjadi kekuasaan Hakan Calhanoglu terancam dialih-tangankan. Posisi tersebut berpotensi menjadi milik Brahim Diaz, yang memiliki kapasitas untuk mengisi peran tersebut.

Meskipun demikian, dalam beberapa kesempatan, pemain pinjaman dari Real Madrid itu banyak memberikan kontribusi ketika ditempatkan sebgai winger.

Layak ditunggu bagaimana Pioli mengambil keputusan terkait kemungkinan besar Hakan Calhanoglu jadi regista dadakan.

Saat ini, Rossoneri masih menjadi pemuncak klasemen Serie A dengan raihan 31 poin, hasil dari 9 kali menang dan 4 kali imbang. Namun, mereka di puncak klasemen, masih belum aman melihat Inter yang berada di posisi 2 hanya terpaut satu poin saja. Jika Milan gagal meraih kemenangan dalam laga ini, tidak menutup kemungkinan Inter akan merebut posisi puncak klasemen sementara.

Sementara itu, Lazio datang ke San Siro dengan modal yang cukup baik. Senin (21/12) lalu, Ciro Immobile dan kolega mampu mengalahkan Napoli dengan skor 2-0. Hasil tersebut membuat Biancocelesti naik ke posisi 8 klasemen sementara, dengan mengoleksi 21 poin.

Meski terpaut 10 poin dari Milan, Lazio bisa menjadi ancaman serius bagi Rossoneri yang tampil pincang dalam laga nanti. (tid/bbs/saz)

Perayaan Natal 2020: Jemaat di Gereja Maksimal 50 Persen

ILUSTRASI: Perayaan ibadah Natal di Bulan Desember diminta tetap menerapkan prokes 3M, yakni pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan.
ILUSTRASI: Perayaan ibadah Natal.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan mengimbau pengurus gereja untuk membatasi jumlah jemaat maksimal 50 persen dari total kapasitas tempat ibadah, pada perayaan Natal 2020. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Selain diselenggarakan secara kolektif di gereja, ibadah dan perayaan Natal juga disiarkan secara daring dengan tata ibadah yang telah disiapkan para pengurus dan pengelola rumah ibadah.

ILUSTRASI: Perayaan ibadah Natal di Bulan Desember diminta tetap menerapkan prokes 3M, yakni pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan.
ILUSTRASI: Perayaan ibadah Natal di Bulan Desember diminta tetap menerapkan prokes 3M, yakni pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan.

“Kita sudah terima surat edaran dari Menteri Agama RI No 23/2020 tentang panduan penyelenggaraan kegiatan ibadah dan perayaan Natal di masa pandemi Covid-19. Di sana diatur tentang tata cara pertanyaan Natal di tengah pandemi seperti saat ini. Siang menjelang sore ini akan kita bahas bersama dengan Satgas Covid-19 Kota Medan,” kata Plt Kabag Agama Setdako Medan, Agus Maryono kepada Sumut Pos, Selasa (22/12).

Dikatakan Agus, berdasarkan surat edaran tersebut, dalam poin E yang mengatur tentang ketentuan, bila di lingkungan rumah ibadah tersebut terdapat kasus penyebaran Covid-19, maka rumah ibadah tersebut tidak dibenarkan untuk menyelenggarakan ibadah berjemaah/kolektif.

Adapun beberapa ketentuan yang harus dilakukan di dalam rumah ibadah tersebut, yakni pertama, ibadah dan perayaan Natal hendaknya dilaksanakan secara sederhana dan tidak berlebih-lebihan serta lebih menekankan persekutuan di tengah-tengah keluarga. Kedua, ibadah dan perayaan Natal selain diselenggarakan secara berjemaah/kolektif di rumah ibadah juga disiarkan secara daring dengan tata ibadah yang telah disiapkan oleh para Pengurus dan Pengelola Rumah ibadah.

Ketiga, jumlah umat yang dapat mengikuti kegiatan lbadah dan Perayaan Natal secara berjemaah/kolektif tidak melebihi 50 persen dari kapasitas rumah ibadah.

Tak cuma itu, pengurus dan pengelola rumah ibadah juga memiliki beberapa kewajiban seperti menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area rumah ibadah, melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala di area rumah ibadah, membatasi pintu/jalur keluar masuk rumah ibadah guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan, serta Menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand sanitizer di pintu masuk dan pintu keluar rumah ibadah.

Lalu juga harus menyediakan alat pengecekan suhu di pintu masuk bagi seluruh pengguna rumah ibadah. Jika ditemukan pengguna rumah ibadah dengan suhu >37,5 derajat cerius setelah 2 kali dilakukan pemeriksaan dengan jarak 5 menit, maka tidak diperkenankan memasuki rumah ibadah.

Rumah ibadah juga wajib menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus di lantai/kursi, minimal jarak 1 meter.

Melakukan pengaturan jumlah jemaat yang berkumpul dalam waktu bersamaan, untuk memudahkan pembatasan jaga jarak. Ibadah juga diharapkan dapat dipersingkat waktu pelaksanaannya tanpa mengurangi penghayatan akan nilai-nilai Natal.

Pengurus juga harus memasang imbauan penerapan protokol kesehatan di area rumah ibadah pada tempat-tempat yang mudah terlihat. Memberlakukan penerapan protokol kesehatan secara khusus bagi jemaat/umat tamu yang datang dari luar kota.

Tak cuma itu, umat juga wajib untuk mengikuti kegiatan Ibadah dan Perayaan Natal secara

berjemaah/kolektif. Umat yang hadir ke Gereja harus dalam kondisi sehat, menggunakan masker, mencuci tangan atau hand sanitizer, menjaga jadak dan bentuk prokes lainnya.

Sedangkan bagi anak-anak dan jemaat/umat lanjut usia yang rentan tertular penyakit serta orang dengan sakit bawaan yang beresiko tinggi terhadap Covid-19 diminta untuk mengikuti ibadah secara daring di rumah masing-masing dengan tata ibadah yang telah disiapkan oleh para Pengurus dan Pengelola Rumah Ibadah.

Ditanya soal imbauan dari Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan soal pembatasan maksimal 50 orang untuk setiap Gereja, Pemko Medan masih akan membahasnya. “Nanti akan kami koordinasikan dulu sama satgas, apakah memang 50 persen dari kapasitas atau memang hanya 50 orang per Gereja,” tutupnya.

Senada dengan Agus, Kasatpol PP Kota Medan, Muhammad Sofyan mengatakan, jika pihaknya akan membahas seluruh teknis tentang pertanyaan Natal. “Dan bagaimana pun teknisnya, tentu kita siap menjalankan. Dari pihak Kecamatan, Kelurahan hingga Lingkungan juga sudah turut diminta untuk melakukan pengawasan,” pungkasnya. (map)

Cuti Bersama Nataru: ASN Boleh Bepergian asal Patuhi Prokes

TINJAU: Petugas menyemprotkan cairan hand sanitizer kepada calon penumpang di Terminal Bandar Deli Pelabuhan Belawan. PT Pelindo I mengajak para calon penumpang untuk terus menegakkan protokol kesehatan.fachril/sumut pos.
TINJAU: Petugas menyemprotkan cairan hand sanitizer kepada calon penumpang di Terminal Bandar Deli Pelabuhan Belawan. PT Pelindo I mengajak para calon penumpang untuk terus menegakkan protokol kesehatan.fachril/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seluruh aparatur sipil negara (ASN) akan cuti bersama Hari Natal mulai besok, Kamis (24/12), dan akan kembali bekerja pada Senin (28/12). Selama cuti bersama, para ASN diimbau untuk tidak melakukan perjalanan jauh. Namun begitu, tidak ada sanksi bagi ASN yang melanggar imbauan tersebut.

TINJAU: Petugas menyemprotkan cairan hand sanitizer kepada calon penumpang di Terminal Bandar Deli Pelabuhan Belawan. PT Pelindo I mengajak para calon penumpang untuk terus menegakkan protokol kesehatan.fachril/sumut pos.
TINJAU: Petugas menyemprotkan cairan hand sanitizer kepada calon penumpang di Terminal Bandar Deli Pelabuhan Belawan. PT Pelindo I mengajak para calon penumpang untuk terus menegakkan protokol kesehatan.fachril/sumut pos.

“Ya, sifatnya imbauan. Tidak ada sanksi yang dapat diberikan untuk para pegawai yang tetap melakukan perjalanan,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan, Muslim Harahap kepada Sumut Pos, Selasa (22/12).

Menurutnya, pihaknya tidak bisa melarang ASN yang ingin bepergian selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). “Misalnya dia mau Natalan atau Tahun Baruan ke rumah keluarganya selama libur 4 hari Natal dan 4 hari Tahun Baru, ya itukan hak mereka. Ya silahkan saja,” kata Muslim.

Hanya saja, jelas Muslim, setiap orang yang bepergian ke luar kota ataupun di dalam kota wajib mematuhi protokol kesehatan (proses) Covid-19 atau 3M, yakni mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker ataupun face shield. “Itu bukan hanya berlaku bagi para pegawai, tapi bagi semua masyarakat, terkhusus juga bagi masyarakat Kota Medan yang saat ini masih berada dalam kawasan zona merah Covid-19,” jelas Muslim yang juga Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Medan tersebut.

Dipertegas Muslim kembali, pihaknya akan memberikan sanksi bagi para ASN yang bolos kerja usai libur Natal maupun Tahun Baru. “Untuk libur Natal kan sudah jelas, tanggal 28 Desember sudah kembali bekerja. Sedangkan untuk libur Tahun Baru, tanggal 4 Januari sudah kembali bekerja. Untuk yang bolos kerja tanpa alasan yang jelas pada tanggal yang dimaksud, maka tentu akan ada sanksi. Nah kalau itu baru bisa diberi sanksi,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Komisi I DPRD Medan meminta Pemko Medan, mendata secara detail para pegawai yang nantinya belum juga bekerja saat libur Natal maupun Tahun Baru sudah selesai. “BKD bisa berkoordinasi dengan para OPD untuk melihat absensi para pegawai yang bolos kerja tanpa alasan yang jelas, itu harus dilakukan, khususnya saat masa liburan sudah selesai,” kata anggota Komisi I, Robi Barus kepada Sumut Pos, Selasa (22/12).

Dari situ, kata Robi, Pemko Medan sudah bisa memberikan sanksi tegas bagi para ASN nya yang tidak mengikuti keputusan pemerintah pusat lewat keputusan 3 Menteri yang telah merevisi jadwal libur natal dan tahun baru. “Niat pemerintah pusat itu baik, supaya penyebaran Covid-19 itu tidak meningkat di saat libur Natal dan Tahun Baru. Mari kita tingkatkan kedisiplinan, dan itu harus dimulai dari lingkungan pemerintah itu sendiri, tak terkecuali pemerintah daerah, termasuk Kota Medan,” pungkasnya.

Pelindo 1 Fasilitasi Layanan Angkutan Laut

Sementara, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 telah melakukan persiapan di berbagai aspek, mulai dari penyediaan sarana dan fasilitas, sistem koordinasi dan monitoring, serta sarana pendukung dan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran Virus Covid-19 di 10 (sepuluh) terminal penumpang yang dikelola oleh Pelindo 1. Prioritas pelayanan dilakukan dengan adanya peningkatan jumlah penumpang yang diprediksi akan naik pada rangkaian libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021 dibanding bulan sebelumnya.

“Kami mengajak masyarakat, khususnya para calon penumpang untuk terus menegakkan protokol kesehatan dengan disiplin menerapkan social distancing, menggunakan masker, rajin mencuci tangan, sesuai dengan program pemerintah dalam upaya penanggulangan Covid-19 dengan aman, iman, dan imun. Kami berharap perjalanan anda aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan,” tutur Direktur Operasi dan Komersial Pelindo 1, Ridwan Sani Siregar, Selasa (22/12).

Sebagai penyedia jasa kepelabuhanan di Sumatera bagian Utara, Pelindo 1 mengelola 10 terminal penumpang di Sumatera Utara, Riau, dan Kepri, yang melayani hingga 5,4 juta penumpang setiap tahunnya, dengan lima di antaranya melayani rute penumpang internasional.

Kesepuluh terminal penumpang tersebut adalah Terminal Penumpang Bandar Deli di Belawan, Terminal Penumpang Gunungsitoli di Pulau Nias, Terminal Penumpang Teluk Nibung di Tanjung Balai Asahan, Terminal Penumpang Sibolga, Terminal Penumpang Dumai, Terminal Penumpang Sri Bintan Pura dan Terminal Penumpang Sei Kolak Kijang di Tanjungpinang, Terminal Penumpang Tanjung Balai Karimun, Terminal Penumpang Selat Panjang di Kepulauan Meranti, dan Terminal Penumpang Tembilahan.

Ridwan Sani menjelaskan, guna menjamin kenyamanan perjalanan penumpang, Terminal Penumpang yang dikelola oleh Pelindo 1 telah dilengkapi berbagai sarana dan fasilitas berstandar internasional seperti Garbarata, check-In counter, auto Gate, waiting room VIP, waiting room ekonomi, Sky Bridge, dan tempat parkir. Selain itu, disediakan pula berbagai sarana dan fasilitas pendukung, seperti Ruang bermain, Ruang Ibadah, Ruang Laktasi, Ruang Merokok, kafetaria, hingga convenience store.

Pelindo 1 juga telah memaksimalkan dukungan teknologi informasi untuk semakin meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan di terminal penumpang, seperti layanan E-Berthing, E-Pass (2018) dan E-Ticketing (2019) di Terminal Penumpang Sri Bintan Pura, Tanjung Pinang dan layanan E-Pass di Terminal Penumpang Tanjung Balai Karimun, yang pembayaran pas pelabuhan sudah dapat menggunakan uang elektronik (e-money) terhitung mulai tanggal 17 Desember 2020.

Selama rangkaian libur Natal dan Tahun Baru 2021, sejumlah kebijakan diterapkan seperti kapal penumpang akan mendapat prioritas utama sandar, serta dukungan kesiapan personil pandu dan kapal tunda. “Pelindo 1 juga hanya melayani penumpang yang telah memegang tiket dan pas pelabuhan, mengutamakan penumpang berkebutuhan khusus, seperti anak-anak, manula, dan disabilitas, serta memaksimalkan ketertiban dan kenyaman penumpang di terminal,” ujar Ridwan Sani.

Untuk mendukung penerapan protokol kesehatan dan antisipasi penyebaran Virus Covid-19, Pelindo 1 telah menyiapkan berbagai sarana dan fasilitas pendukung, seperti Thermal Gun/Scanner, Hand Sanitizer dan Fasilitas Cuci Tangan, Disinfektasi rutin Terminal Penumpang, Penerapan Physical Distancing, Penyediaan APD khusus untuk petugas operasional, serta sosialisasi terus-menerus kepada penumpang melalui berbagai channel, baik melalui flyer, spanduk, banner/poster maupun media sosial.

“Selain itu, penerapan Protokol Kesehatan di terminal penumpang Pelindo 1 juga mengikuti Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor. SE 21 Tahun 2020 tanggal 19 Desember 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Laut Selama Masa Libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 dan aturan pemerintah setempat lainnya, yang berkoordinasi dengan instansi terkait dalam pemantauannya. Untuk itu kami menghimbau kepada setiap calon penumpang agar mengikuti syarat dan ketentuan dari pemerintah tentang aturan protokol kesehatan khususnya untuk perjalanan angkutan laut,” jelas Ridwan Sani.

Untuk memastikan kelancaran angkutan penumpang pada libur Nataru tahun ini, telah dibentuk Posko Bersama/Tim Terpadu Pelayanan dan Monitoring yang dikoordinir oleh Otoritas Pelabuhan/KSOP setempat, dengan tugas antara lain pemantauan kegiatan embarkasi dan debarkasi, pemantauan bongkar muat barang, koordinasi dengan pihak-pihak terkait, kegiatan pusat pengendalian trafik dan sebagai pusat informasi dan pelaporan.

“Posko Bersama yang melibatkan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Karantina, Imigrasi, Bea Cukai, Otoritas Pelabuhan/KSOP, Syahbandar, Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) ini telah menyediakan Posko Bersama Pelayanan Penumpang yang beroperasi 24 jam selama penyelenggaraan Angkutan Laut Nataru yang berlangsung mulai 18 Desember 2020 hingga 08 Januari 2021,” jelas VP Public Relations Pelindo 1, Fiona Sari Utami. (map/fac)

Penyeberangan Danau Toba: KMP Sumut I Siap Layani Tigaras-Simanindo

TINJAU PELABUHAN: Sekdaprovsu Sabrina, meninjau Pelabuhan Tigaras di Simalungun dan Pelabuhan Simanindo di Samosir, sekaligus meninjau kesiapan KM Sumut 1 dan 2, Selasa (22/12).
TINJAU PELABUHAN: Sekdaprovsu Sabrina, meninjau Pelabuhan Tigaras di Simalungun dan Pelabuhan Simanindo di Samosir, sekaligus meninjau kesiapan KM Sumut 1 dan 2, Selasa (22/12).

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Setiap menjelang Natal dan Tahun Baru, dua pelabuhan di Danau Toba, intensitas di Pelabuhan Tigaras di Kabupaten Simalungun dan Pelabuhan Simanindo di Kabupaten Samosir, cukup tinggi. Karena itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut), R Sabrina, meninjau kedua pelabuhan itu untuk memastikan kesiapan dan kelayakan pelabuhan dan armada selama libur Nataru.

TINJAU PELABUHAN: Sekdaprovsu Sabrina, meninjau Pelabuhan Tigaras di Simalungun dan Pelabuhan Simanindo di Samosir, sekaligus meninjau kesiapan KM Sumut 1 dan 2, Selasa (22/12).
TINJAU PELABUHAN: Sekdaprovsu Sabrina, meninjau Pelabuhan Tigaras di Simalungun dan Pelabuhan Simanindo di Samosir, sekaligus meninjau kesiapan KM Sumut 1 dan 2, Selasa (22/12).

“Pelabuhan saat ini sedang dalam tahap renovasi. Jadi mungkin ada sedikit ketidaknyamanan kepada pengguna. Tetapi pelabuhan tetap beroperasi seperti biasa,” kata Sabrina saat diwawancarai usai meninjau Pelabuhan Simanindo, Selasa (22/12).

Selain meninjau pelabuhan, Sabrina juga memeriksa dua kapal feri yang beroperasi di Pelabuhan Tigaras-Simanindo, KMP Sumut I dan II. Untuk saat ini, yang beroperasi masih KMP Sumut I. Sedangkan KMP Sumut II saat ini masih dalam tahap renovasi.

“Kesiapan feri kita sudah baik. Saya lihat safety-nya juga sudah terpenuhi seperti life jacket, sekoci dan lainnya. Namun saat ini KMP Sumut II sedang direnovasi dan sudah 97%, tinggal finishing. Mudah-mudahan selesai segera dan bisa kita gunakan jelang Natal dan Tahun Baru,” jelas Sabrina yang didampingi Kadishub Sumut Abdul Haris Lubis dan Kepala Biro Bina Perekonomian Ernita br Bangun.

Walau begitu, Sabrina mengimbau agar masyarakat tidak mudik di akhir tahun ini untuk mencegah penyebaran Covid-19. Dia juga menambahkan agar masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan selama beraktivitas.

“Bila tidak perlu kali, tak perlu mudik. Bila harus, disiplin 3M ini untuk memastikan kita tidak membawa Covid-19 ke kampung halaman,” tegas Sabrina.

Pembayaran Digital

Sementara itu, untuk melengkapi pelayanan di pelabuhan, Direktur Pemasaran Bank Sumut Hadi Sucipto mengatakan pihaknya bekerja sama dengan PT Pembangunan Prasarana Sumut (PPSU) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meluncurkan pembayaran digital untuk penyeberangan Tigaras-Simanindo. Ada dua tipe pembayaran yang diluncurkan yaitu e-money dan e-wallet.

“Saat ini kita bisa menggunakan e-money dan juga e-wallet seperti OVO, Dana, GoPay, LinkAja dan lainnya untuk pembayaran tiket penyeberangan. Untuk e-money kita bisa menggunakan kartunya untuk toll, parkir bandara, belanja selain untuk membayar tiket pelabuhan. Kalau e-walletnya tinggal scan barcode yang ada di pelabuhan dan lakukan pembayaran. Ini untuk mengurangi penggunaan cash dan tentunya pemasukan untuk tiket bisa lebih terpantau,” kata Hadi Sucipto.

Komisaris PPSU, Hendra Suryadi, mengatakan saat ini pihaknya sedang berupaya meningkatkan pelayanan di feri bekerja sama dengan Kemenhub dan Bank Sumut. Selain pembayaran digital, PT PPSU juga sedang membenahi KMP Sumut II agar lebih memberikan kenyamanan.

“Kita bersinergi dengan Bank Sumut dan pelabuhan untuk memberikan pelayanan yang lebih prima kepada masyarakat. Pelabuhan ini sangat potensial, jadi perlu dikembangkan secara maksimal. Selanjutnya tentu pelabuhan-pelabuhan lainnya,” terang Hendra.

Pada kesempatan ini, Sabrina bersama Hadi Sucipto, Hendra Suryadi beserta jajarannya menyosialisasikan penggunaan e-money dan e-wallet kepada masyarakat pengguna pelabuhan. Mereka juga membagikan 100 e-money kepada pengguna pelabuhan sebagai bentuk sosialisasi.

Batalkan

Terpisah, Kadishub Sumut Abdul Haris Lubis melalui Kabid Lalu Lintas, Darwin Purba mengatakan, seluruh penumpang angkutan darat baik bus maupun mobil travel antarprovinsi yang hendak masuk ke Sumut, wajib menunjukkan hasil rapid test antigen.

Hal itu menindaklanjuti Surat Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Nomor: 360/9626/2020 tertanggal 18 Desember 2020 tentang Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, khususnya pada Arus Mudik/Balik Natal dan Tahun Baru 2020/2021.

Dikatakannya, kebijakan menunjukkan surat hasil Rapid Test Antigen itu sudah disosialisasikan kepada seluruh stakeholder, termasuk kepada Organisasi Angkutan Darat (Organda) maupun sejumlah pool bus yang ada di Sumut.

Bagi para penumpang bus ataupun travel yang tidak memiliki surat tersebut, takkan diperbolehkan masuk ke wilayah Sumut. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dishub kabupaten/kota yang ada di wilayah perbatasan untuk menegakkan peraturan tersebut.

“Kita sudah koordinasi ke kabupaten/kota. Memang setelah Sumut berlakukan peraturan ini, informasinya beberapa penumpang dari luar ada yang membatalkan keberangkatannya,” ungkapnya.

Disinggung mengenai penumpang bus yang akan berangkat menuju ke luar Sumut, Darwin menyatakan, akan disesuaikan berdasarkan provinsi yang akan dituju oleh penumpang tersebut. Menurutnya kebijakan setiap penumpang harus dapat menunjukkan hasil Rapid Test Antigen tidak diberlakukan oleh seluruh provinsi. Lantaran Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19, penerapan kebijakan tersebut umumnya diberlakukan bagi wilayah yang berada di Jawa dan Bali.

“Kalau penumpang dari sini mau ke daerah lain, tergantung mau ke daerah mana. Kalau ke Riau, belum perlu menunjukkan hasil rapid test antigen, karena gubernurnya belum ada mengeluarkan kebijakan yang sama,” jelasnya.

Adapun kebijakan bagi pelaku perjalanan dalam negeri yang hendak masuk ke Sumut wajib memiliki hasil PCR atau Rapid Test Antigen berlaku selama 15 hari, yakni mulai 21 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021. (rel/mea/prn)

Jokowi Perkenalkan 6 Menteri Baru, Sandiaga Paling Tajir

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melakukan perombakan susunan kabinet. Ada enam menteri baru di jajaran kabinet Indonesia Maju yang diperkenalkan, di antaranya Tri Rismaharini dan Sandiaga Uno. Rencananya, keenam menteri baru tersebut bakal dilantik hari ini, Rabu (23/12). Dari keenam menteri baru tersebut, Sandiaga Uno merupakan menteri paling tajir.

Enam Menteri Baru

SAAT pengumuman, Jokowi tampak duduk di beranda Istana Merdeka bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Setelahnya, Jokowi memanggil satu per satu nama menteri baru yang diumumkannya.

“Bapak, Ibu, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, pada sore hari yang berbahagia ini saya bersama-sama dengan Bapak Wakil Presiden ingin mengumumkan menteri-menteri baru yang akan duduk di anggota kabinet Indonesia Maju,” kata Jokowi seperti disiarkan dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (22/12/2020).

Nama pertama yang dipanggil Jokowi ialah Tri Rismaharini atau yang dikenal dengan nama Risma. Dia adalah Wali Kota Surabaya, yang kini diberi tugas Jokowi sebagai Menteri Sosial menggantikan Juliari P Batubara. “Yang pertama Ibu Tri Rismaharini, saya kira kita tahu semuanya beliau adalah wali kota Surabaya dan saat ini Bu Tri Rismaharini akan kita berikan tanggung jawab untuk menjadi Menteri Sosial,” ucap Jokowi.

Setelahnya, Jokowi memanggil nama Sandiaga Uno. Dia ditugaskan sebagai Menteri Pariwisatan

dan Ekonomi Kreatif menggantikan Wishnutama. “Saya ingin mengenalkan tapi kita semuanya saya kira sudah tahu, yaitu Bapak Sandiaga Salahuddin Uno,” kata Jokowi.

Posisi strategis yang ikut terkena perombakan di kabinet adalah Menteri Kesehatan. Semula dijabat oleh Terawan Agus Putranto. Kini jabatan itu dipercayakan kepada Budi Gunadi Sadikin. Selama ini Budi Gunadi Sadikin menjabat sebagai wakil menteri BUMN. Dia juga ketua Satgas Covid-19 untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN).

“Beliau sebelumhya Dirut Bank Mandiri, kemudian menjadi PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) dan terakhir jdai Wamen BUMN sekaran kita berikan tanggung jawab untuk memimpin Kemenkes,” ungkapnya.

Terdapat juga nama Yaqut Cholil Qoumas. Dia menggantikan Fachrul Razi sebagai menteri agama. “Yang keempat Pak Yaqut Cholol Qoumas beliau adalah tokoh muslim Ketua GP Ashor dan akan kita berikan tanggung jawab sebagai Menteri Agama,” ungkapnya.

Kelima, Jokowi menunjuk Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan Edhy Prabowo yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK dalam kasus korupsi benih lobster atau benur. “Beliau sekarang ini memegang jabatan Wamenhan dan akan kita berikan tanggung jawab untuk mnjadi Menteri KKP,” ungkapnya.

Kemudian keenam adalah M Lutfi dipercaya oleh Presiden Jokowi menjadi Menteri Perdangangan menggantikan Agus Suparmanto. “Yang terakhir bapak M Lutfi beliau sebelumnya perah Kepala BKPM Kemendag, Dubes Jepang dan terakhir Dubes Indonesia untuk AS dan sakarang memimpin Kemendag,” pungkasnya.

Harta Kekayaan

Berdasarkan pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada situs https://elhkpn.kpk.go.id, enam orang menteri baru di Kabinet Indonesia Maju tersebut pernah melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Berdasarkan LHKPN tersebut, Sandiaga Uno menjadi menteri baru terkaya dengan total harta kekayaan mencapai Rp5,09 triliun.

Sandiaga Uno terakhir melaporkan kekayaannya ke KPK pada 14 Agustus 2018 sebagai calon penyelenggara negara atau Calon Wakil Presiden RI. Sandiaga memiliki harta berupa tanah dan bangunan senilai Rp191 miliar, alat transportasi dan mesin (dua unit mobil) Rp325 juta, harta bergerak lainnya Rp3,2 miliar, surat berharga Rp4,7 triliun, kas dan setara kas Rp495 miliar, dan harta lainnya Rp41 miliar. Ia juga tercatat memiliki utang Rp340 miliar.

Sandiaga Uno mengikuti jejak mantan pasangannya Pilpres 2019, Prabowo Subianto masuk kabinet Indonesia Maju. Pria kelahiran 28 Juni 1969 di Rumbai, Pekanbaru Riau itu ipercayakan Jokowi sebagai Menparekraf.

Pemilliik nama lengkap Sandiaga Salahudin Uno ini merupakan bungsu dari dua bersaudara. Ayahnya, Razif Halik Uno, sementara ibunya Rachmini Rachman atau dikenal Mien R Uno.

Sandiaga menikah dengan Noor Asiah Abdul Aziz dan dikaruniai tiga orang anak yakni Anneesha Atheera Uno, Amyra Atheefa Uno dan Sulaiman Saladdin Uno. Sandiaga Uno adalah lulusan dari Wichita State University, Amerika Serkikat. Kemudian pada pada 2005–2008, Sandiaga Uno menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Sandiaga Uno adalah seorang pengusaha. Dia merupakan pemilik PT Saritoga Investama Sedaya, yang bergerak di bidang pertambangan, telekomunikasi, dan lain sebagainya. Pada 2009, berdasarkan catatan Majalah Forbes, Sandiaga menjadi orang terkaya ke-29 di Indonesia.

Pada 2017, nama Sandiaga Uno makin dilirik publik setelah menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk mendampingi Anies Baswedan. Dia berhasil mengalahkan Basuki Tjahja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

Tak sampai dua tahun duduk sebagi Wakil Gubernur DKI, Sandiaga maju Pilpres mendampingi Prabowo Subianto. Namun dia dikalahkan oleh Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 silam.

Menteri baru terkaya kedua adalah Sakti Wahyu Trenggono. Sakti terakhir melaporkan kekayaannya ke KPK pada 16 Januari 2020 sebagai Wakil Menteri Pertahanan senilai Rp1,9 triliun. Ia mempunyai harta berupa tanah dan bangunan senilai Rp54 miliar, alat transportasi dan mesin (lima unit mobil dan satu unit motor) Rp6,1 miliar, harta bergerak lainnya Rp16,2 miliar, surat berharga Rp1,6 triliun, kas dan setara kas Rp141,7 miliar, dan harta lainnya Rp61,5 miliar.

Kemudian, Budi Gunadi Sadikin terakhir melaporkan kekayaannya ke KPK pada 17 Maret 2020 sebagai Wakil Menteri BUMN senilai Rp161 miliar. Ia tercatat mempunyai harta terdiri atas tanah dan bangunan senilai Rp89 miliar, alat transportasi dan mesin (tiga unit mobil) Rp1,02 miliar, harta bergerak lainnya Rp4,3 miliar, surat berharga Rp63,2 miliar, serta kas dan setara kas senilai Rp4,2 miliar.

Selanjutnya, M Lutfi memiliki harta kekayaan senilai 123,55 miliar yang terakhir dilaporkannya ke KPK pada 30 Oktober 2014 sebagai Menteri Perdagangan Kabinet Indonesia Bersatu II. Harta Lutfi terdiri atas tanah dan bangunan senilai Rp37,7 miliar, alat transportasi dan mesin (dua unit mobil dan satu unit motor) Rp2 miliar, harta bergerak lainnya Rp8,6 miliar, surat berharga Rp85,7 miliar, serta giro dan setara kas Rp2,5 miliar. Ia saat itu juga tercatat memiliki utang senilai Rp13,1 miliar.

Berikutnya ada Tri Rismaharini yang terakhir melaporkan kekayaannya ke KPK pada 27 Maret 2019 atas kekayaan yang diperolehnya selama tahun 2018 sebagai Wali Kota Surabaya senilai Rp7,1 miliar. Harta Risma terdiri tanah dan bangunan senilai Rp6,4 miliar, alat transportasi dan mesin (dua unit mobil) Rp985 juta, harta bergerak lainnya Rp85 juta serta kas dan setara kas Rp580 juta. Ia juga tercatat memiliki utang senilai Rp952 juta.

Dan terakhir Yaqut Cholil Qoumas. Ia terakhir melaporkan kekayaannya ke KPK pada 19 Juni 2019 atas kekayaan yang diperolehnya selama tahun 2018 sebagai anggota DPR RI 2014-2019 dari Fraksi PKB senilai Rp936 juta. Yaqut memiliki harta terdiri atas tanah dan bangunan senilai Rp47 juta, alat transportasi dan mesin (dua unit mobil) Rp882 juta, harta bergerak lainnya Rp1,5 juta, serta kas dan setara kas Rp5,8 juta. (jpc/ant/bbs)

Siswa Belajar Memetakan Isi Bacaan dalam Bentuk Pohon

PJJ di Tengah Pandemi Covid-19

Siswa SMPN 3 Kisaran, praktik memetakan isi bacaan dalam bentuk pohon, bunga, atau diagram.

KISARAN, SUMUTPOS.CO – Dalam aktivitas membaca, dibutuhkan sebuah strategi agar isi bacaan dapat dipahami oleh pembacanya dengan baik. Strategi membaca memudahkan si pembaca menyerap pengetahuan dari tulisan yang dibaca. Strategi inilah yang diajarkan Isnaini, guru Bahasa Indonesia, kepada anak didiknya di SMPN 3 Kisaran, Sumatera utara.

“Penilaian akhir semester selama Pembelajaran Jarak Jauh (PHH) di tengah pandemi Covid-19 telah selesai. Tentunya siswa memiliki waktu senggang di rumah. Karena itu, saya mengajak siswa kelas VII-1 dan VII-2 mengisi waktu senggang dengan membaca. Saya janjikan akan mengajari mereka membuat pemetaan isi bacaan. Di luar dugaan, ternyata mereka bersemangat,” ungkap Isnaini kepada Sumut Pos, Selasa (22/12).

Isnaini pun menyuruh siswa ke perpustakaan untuk memilih buku bacaan yang mereka sukai. Buku yang dipilih boleh fiksi maupun nonfiksi. “Sekilas saya jabarkan kepada mereka contoh buku fiksi dan nonfiksi,” katanya.

Belajar pemetaan isi bacaan ini tidak dipaksa. Karenanya, saat ada siswa yang minta izin tidak bisa ikut karena sakit, ia mengizinkan. “Kegiatan membaca itu membutuhkan keinginan dan kemauan sendiri,” katanya.

Setelah memilih buku dan membacanya di rumah, siswa menagih janji Isnaini untuk mengajari mereka membuat pemetaan isi bacaan. “Bu, bagaimana cara memetakan isi buku? Kami sudah siap membaca bukunya,” tanya para siswa lewat WhatsApp Grup.

Senang dengan respon para muridnya, guru yang juga salahsatu fasilitator daerah komunikasi Asahan Program Pintar Tanoto Foundation ini menjelaskan cara memetakan isi bacaan.

“Saya kirim contoh-contoh cara memetakan isi bacaan. Ada contoh pemetaan bentuk pohon, ada contoh pemetaan bentuk bunga, ada juga bentuk diagram. Inti pemetaan adalah merangkum inti sari buku yang dibaca. Agar lebih menarik, intisarinya dituangkan dalam bentuk-bentuk yang mereka sukai. Boleh bentuk pohon, bunga, atau diagram,” katanya.

Pemetaan isi bacaan dalam bentuk pohon, karya siswa SMPN 3 Kisaran, Sumatera Utara.

Formulanya, siswa diminta menemukan ide-ide pokok isi bacaan, menemukan ide utama, menemukan pola hubungan antaride yang membentuk struktur isi bacaan, dan menuangkannya dalam peta berbentuk pohon, bunga, atau diagram. “Ringkasnya, menemukan elemen pembuka, elemen inti, dan elemen penutup,” kata Isnaini.

Bu guru yang juga peserta pelatihan Pengembangan Budaya Baca Tanoto Foundation ini berharap, dengan melatih membuat pemetaan isi bacaan ini, siswa mampu memahami isi bacaan dengan mudah. “Sehingga nantinya dapat diimplementasikan siswa untuk  mata  pelajaran lain dalam memahami isi bacaan,” katanya.

Siswa SMPN 3 Kisaran, menunjukkan karya mereka usia memetakan isi buku yang mereka baca.

Manfaat pemetaan isi bacaan, lanjutnya, antara lain dapat digunakan untuk memvisualisasikan konsep-konsep yang bersifat abstrak. Kemudian dapat membantu mengingat dan memahami isi bacaan.

Hasil pelatihan, para anak didiknya ternyata kreatif memetakan isi buku yang mereka baca. “Ada yang membuat pemetaan berbentuk bunga, pohon,diagram. Mereka kemas dalam bentuk yang menarik. Mereka juga mengakui pemetaan membuat mereka lebih mudah mengingat isi bacaan. Alhamdulillah, saya bersyukur memiliki peserta didik yang tetap semangat PJJ di tengah pandemi ini. Tujuan tercapai meski ada beberapa siswa yang perlu terus dimotivasi untuk tetap semangat belajar dalam kondisi bagaimanapun,” katanya seraya tersenyum manis. (mea)

Polsek Patumbak Optimis Ungkap Pembunuh Diana

Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Sektor (Polsek) Patumbak mengaku optimis akan segera mengungkap kasus pembunuhan janda anak satu, Diana yang ditemukan di rumah kontrakannya dalam keadaan tangan, mulut dan kaki terikat, Minggu (13/12) lalu. Hal itu dikatakan Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza didampingi Kanit Reskrim, Iptu Philip Purba kepada sejumlah wartawan di Medan, Selasa (22/12).

“Kasusnya masih terus kita dalami. Kita akan panggil dan periksa saksi lainnya. Doakan, mudah-mudahan (dalam waktu dekat) segera terungkap,” ujarnya. Dalam kasus tersebut, petugas optimis dapat segera mengungkap kasus itu sekaligus menangkap pelakunya. “Keterangan saksi masih didalami,” ucapnya.

Ditanya lebih jauh tentang kasus itu, termasuk indikasi yang ditemukan petugas dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) di lapangan, Arfin masih merahasiakannya. Ia hanya mengaku telah memintai keterangan sejumlah saksi. “Sudah beberapa saksi yang kita periksa dan masih ada saksi lain yang akan dimintai keterangan,” pungkasnya.

Sebelumnya, mayat wanita paruh baya ditemukan dalam kondisi tangan dan mulut terikat di rumah kontrakannya Jalan Marindal, Gang Sawah, Kanal, Patumbak. (mag-1/azw)

Belum diketahui pasti penyebab kematian wanita yang belakangan diketahui bernama Diana itu. Namun warga menduga korban tewas karena dibunuh. (mag-1/azw)

Wanita Paruh Baya Tewas Membusuk di Rumah

Ilustrasi

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Seorang wanita paruh baya ditemukan membusuk di kamar rumahnya Jalan Pelabuhan Raya, Lingk. 36, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Senin (21/12) malam. Mayat diketahui bernama Maryam Lumban Tobing (56) itu, saat ditemukan mengenakan baju batik telentang di kasur.

Ilustrasi

Tewasnya wanita yang hidup sebatang kara ini pertama kali diketahui tetangganya Purnamasa yang curiga aroma bau busuk. Lantas, bau busuk itu diceknya ke rumah korban, ternyata wanita di dalam rumah tersebut sudah tewas membusuk. “Awalnya saya curiga, sudah dua minggu korban tidak keluar rumah. Waktu saya cek bau busuk, rupanya korban sudah meninggal. Saya lapor langsung ke kepling,” kata tetangga korban. Kepling setempat langsung melapor kejadian itu ke Polsek Belawan, petugas datang ke lokasi mengecek kondisi korban yang tewas. Dari hasil olah TKP tidak ada ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Selama ini, korban memang sudah sakit-sakitan. Dia (korbab) sakit gula basah, kita sudah laporkan dengan keluarganya,” kata kepling setempat kepada polisi.

Jenazah korban dengan kondisi membusuk dievakusi ke RSU dr Pirngadi Medan untuk dilakukan visun.

Kanit Reskrim Polsek Belawan, Iptu AR Riza me ngatakan, pihaknya sudah menangani kasus tersebut, dari hasil keterangan saksi dan olah TKP, korban tewas karena sakit. “Jenazah sudah kita bawa untuk visum luar,” terangnya. (fac/azw)