26 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 3877

Penataan PKL di Doloksanggul hanya Isapan Jempol

PEDAGANG: Para pedagang di Jalan Maduma II berdagang di bahu jalan, hingga membuat arus lalulintas menjadi macet.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO- Penataan dan relokasi terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitaran jalan ke pasar Doloksanggul Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan yang dilakukan Dinas Perhubungan bersama Satpol PP dan Dinas Kopedagin bisa dibilang hanya isapan jempol belaka. 

Buktinya, arus lalulintas sekitaran jalan ke Pasar Doloksanggul, mulai jalan Melanthon Siregar, Jalan Maduma I dan II kembali macet pada Jumat (20/11).

Dari amatan, para pedagang masih tampak berjualan di ruas jalan tersebut dan memperparah arus lalulintas bagi pengendara. Padahal, sebelumnya Dinas Perhubungan bersama Satpol PP, Dinas Kopedagin telah melakukan penataan. Serta, merelokasi beberapa pedagang kaki lima yang berjualan di bahu Jalan Maduma I ke Jalan Maduma II Kelurahaan Pasar Doloksanggul.

Pengamat Perkotaan Otto Manalu menilai upaya yang dilakukan Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor (yang saat ini mengikuti perhelatan pilkada 2020) melalui Dinas Perhubungan bersama Satpol PP dan Dinas Kopedagin menata dan merelokasi beberapa PKL ke Jalan Maduma II yang berdekatan ke Terminal, merupakan salah strategi.

Sebab, Pemkab yang melakukan penataan dan merelokasi pedagang dengan memakai UU Lalulintas tanpa ada Perda dianggap sangat buruk dan bukan solusi.

“Kondisi di Pasar Doloksanggul tidak memadai, maka pedagang banyak berjualan di pinggir jalan dan trotoar. Apalagi, jika dipaksa pindah ke Jalan Maduma II yang berdekatan ke Terminal, pasti pengunjung malas datang, ya jadinya seperti ini sembraut,” ujar Otto kepada wartawan, Jumat (20/11) di Doloksanggul.

Semestinya, menurut Otto, sebelum melakukan penataan ataupun merelokasi para pedagang, Bupati Dosmar Banjarnahor harus memikirkan tempat yang layak. Dan memikirkan, dimana kelayakan pedagang berjualan dengan pengunjung yang ramai. Dengan demikian, pedagangpun akan merasakan apa yang dilakukan oleh dinas Bupati Dosmar bukan hanya sekedar isapan jempol semata.

“Seperti kita mau pindah rumah, tapi rumah yang mau kita tempati tidak layak huni, pastinya kita tidak mau. Begitupun para PKl ini. Semestinya, Pemkab memikirkan dulu dimana lokasi yang tepat para PKL ini berjualan, baru ditata dan tempat relokasi dilakukan,” katanya.

Karena itu, menurut pengacara ini, Pemkab tidak perlu melakukan penataan dan merelokasi para PKL, namun melakukan buka tutup arus lalulintas lokasi disekitaran jalan Melanthon Siregar, Jalan Maduma karena hanya berlangsung satu hari saja.

“Menurut saya, Pemkab melakukan buka tutup untuk arus lalulintas di sekitaran Jalan Melanthon Siregar dan sekitaran Jalan Maduma, sebelum ada yang pasti untuk para pedagang ini berjualan. Jadi jangan pakai undang-undang, jika rupanya salah strategi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP Edy Sinaga yang dikonfirmasi, enggan menjawab. “Ke Dinas Perhubungan tanyalah,” ucap Edy yang dijumpai di Kantor Dinas Satpol PP. (des/ram) 

PADAT: Para pedagang di Jalan Maduma II berdagang di bahu jalan, hingga membuat arus lalulintas menjadi macet.

Ijeck Berkunjung, Golkar Siantar Sudah Didik Kader

SAMBUTAN: Ketua DPD Golkar Sumut Musa Rajekshah memberi sambutan di kantor DPD Golkar Pematangsiantar, jalan Sisingamangaraja, Siantar Utara, Minggu (22/11). (Ist)

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Pematangsiantar sudah melakukan Training of Trainer kader partai hingga tingkat Kecamatan. Hal itu diungkapkan Ketua DPD Golkar Pematangsiantar, Mangatas MT Silalahi saat menerima kunjungan silaturrahmi dan konsolidasi Ketua DPD Golkar Sumatera Utara Musa Rajekshah atau Ijeck di kantor DPD Golkar Pematangsiantar, jalan Sisingamangaraja, Siantar Utara, Minggu (22/11).

Mangatas MT Silalahi mengatakan hal ini dilakukan sebagai langkah awal kemenangan pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pematangsiantar yang diusung partai Golkar Asner Silalahi dan Dr. Susanti Dewayani SPa. Pihaknya juga mendukung penuh Asner Silalahi dan Dr. Susanti Dewayani SPa menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pematangsiantar 2021-2024.

“Dari delapan Kecamatan yang ada di Pematangsiantar, tujuh kecamatan sudah dilakukan Muscam, dan hanya tinggal satu kecamatan lagi yang tersisa. Dalam waktu dekat muscam di satu kecamatan lagi akan dilakukan, setelah itu akan dilakukan musyawarah kelurahan untuk menguatkan kemenangan,” ungkapnya didepan Ijeck.

Turut hadir pengurus DPD Golkar Sumatera Utara yang juga Anggota DPRD Sumut, Irham Buana, Dodi Taher, Iskandar Sinaga, M Hanafi Harahap serta seluruh kader dan simpatisan Golkar.

Golkar Pematangsiantar juga sudah merekrut 17 Ribu kadar untuk memenangkan padangan Asner Silalahi dan Dr. Susanti Deyani SPa. ” Tentunya kunjungan ketua DPD Golkar Sumut ini akan menambah semangat dan motivasi bagi Golkar Pematangsiantar untuk memenangkan calon tunggal walikota dan wakil walikota yang kita usung,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Sumatera Utara, Musa Rajekshah mengatakan konsolidasi dan kunjungan ini dilakukan dengan tujuan melihat kesiapsiagaan Golkar Pematangsiantar menjelang Pilkada.

“Kita ingin calon yang didukung jadi pemenang, target DPP minimal 60 persen harus dimenangkan, minimal 14 kabupaten kota pasangan kepala daerah yang kita usung harus duduk, dan salah satunya Pematangsiantar,” katanya.

Ijeck mengungkapkan Golkar tidak hanya mendukung diatas kertas, namun juga harus mendukung secara aktif. Seluruh kader wajib mendukung dengan komitemn penuh.

“Pesan saya kepada walikota, teruslah jalin komunikasi dan koordinasi dengan partai. Jangan karena calon tunggal, jadi menganggp semuanya mudah, pasti bapak walikota nantinya membutuhkan kader Golkar juga untuk mensukseskan Pembangunan yang ada di Kota Pematangsiantar ini,” jelasnya.

Selain itu, seluruh kader dan anggota dewan yang ada di DPRD Kota Pematangsiantar diharapkan terus bekerja dan memberikan sumbangsihnya terhadap kesejahteraan maayarakat.

“Ini semua kita lakukan menuju 2024. Akan ada Pilpres, Pileg, Pilgub dan Pilkada serentak, kita harus jadi partai pemenang dan mengembalikan masa kejayaan Partai Golkar,” ungkapnya.

Sebelumnya, Calon Wali Kota Pematangsiantar Asner Silalahi menjelaskan visi misinya menjadikan Pematangsiantar yang sehat, bersih dan maju.

“Kami siap menguningkan Pematangsiantar dan memenangkan partai Golkar pada tahun 2024,” tandasnya. (*)

Ijeck : Golkar Harus Menangkan RHS-ZW di Simalungun

BERSAMA: Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Musa Rajekshah bersama pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga dan Zonny Waldi. (ist)

PERDAGANGAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Musa Rajekshah atau Ijeck menekankan kepada seluruh pengurus partai Golkar Kabupaten Simalungun baik itu kader partai, Hastakarya dan juga simpatisan untuk memenangkan pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Simalungun nomor urut 1, Radiapoh Hasiholan Sinaga dan Zonny Waldi pada Pilkada serentak 9 Desember mendatang.

Hal itu diungkapkan Ijeck saat bersilaturrahmi sekaligus konsolidasi partai Golkar Simalungun di Prima Jaya Hotel jalan Rajamin Purba SH, Perdagangan Simalungun, Minggu (22/11). Hadir juga Anggota DPRD Sumut Irham Buana, Dodi Taher, Iskandar Sinaga, Ketua DPD Golkar Simalungun Timbul Jaya Sibarani, calon Bupati dan wakil Bupati yang diusung partai Golkar Radiapoh Hasiholan Sinaga dan Zonny Waldi serta seluruh pengurus partai Golkar Kecamatan dan Nagori atau Kelurahan/Desa se Kabupaten Simalungun.

Ijeck mengatakan ini kali pertamanya ia berkunjung ke daerah membawa nama partai Golkar. Ini bentuk keseriusan partai Golkar mendukung RHS-ZW untuk menang di pilkada Simalungun.

“Saya tekankan seluruh kader Golkar baik di kabupaten, kecamatan hingga Nagori atau Kelurahan/Desa memenangkan pasangan calon Bupati dan wakil Bupati yang kita usung, yakni Radiapoh Hasiholan Sinaga dan Zonny Waldi,” tegasnya.

DPD Golkar Kabupaten Simalungun diminta selektif memilih pengurus partai Golkar tingkat Kecamatan, kelurahan dan Desa. “Pilih pengurus yang bisa membesarkan partai, yang bisa menarik simpatik dan bermanfaat bagi masyarakat. Begitu juga Hastakarya dan ormas dibawah partai Golkar, bentuk hingga tingkat desa atau kelurahan,”tambahnya.

Partai Golkar menargetkan minimal 60 persen kemenangan pada Pilkada ini dapat tercapai atau sekitar 15 Kepala Daerah harus duduk sebagai Bupati atau Walikota.

“Ini harus dimaksimalkan menuju Pilpres, Pileg, Pilgub dan pilkada serentak 2024,” ungkapnya.

Ijeckpun berharap partai Golkar kembali mengulangi masa kejayaannya seperti masa lampau, yang bisa menguasai Kepala Daerah, pimpinan parlemen tingkat provinsi dan kabupaten kota serta mwnjadikan partai terbesar di Sumatera Utara.

“Golkar hadir membantu Pemerintah, Pemerintah hadir mensejahterakan rakyat. Itubyang saya inginkan dan Insha Allah akan tercapai,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Golkar Simalungun Timbul Jaya Sibarani melaporkan bahwasanya kabupaten Simalungun terdiri dari 32 kecamatan dan 413 Nagori atau desa/kelurahan. Jumlah DPT Simalungun sekitar 360 ribu pemilih yang tersebar di 1.992 TPS.

“Hingga kini, konsolidasi partai Golkar sudah menyelesaikan Musyawarah tingkat Kecamatan dan hampir setengah dari jumlah Nagori yang ada sudah selesai dibentuk. Dan sisanya masih dalam proses dan ditargetkan selesai sebelum pilkada berlangsung,” lapornya.

Ketua DPRD Kabupaten Simalungun ini juga mengungkapkan partai Golkar dan partai koalisasi lainnya telah aktiv mendukung Radiapoh Hasiholan Sinaga dan Zonny Waldi menjadi Bupati dan Wakil Bupati Simalungun. Begitu juga organisasi lainnya seperti Pemuda Pancasila, Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia dan lainnya.

“Dalam sehari, 3 atau 4 titik desa dikunjungi dalam bentuk konsolidasi pemenangan RHS-ZW, dan berdasarkan survey, elektabilitas kita sudah diatas 7,2 persen dari kompetitor. Apalagi dengan kehadiran Ketua DPD Golkar Sumut, membuat kita semangkin yakin menjadi pemenang di Simalungun,” ungkapnya.

Sementara itu, Calon Bupati nomor urut 1, Radiapoh Hasiholan Sinaga berterimakasih kepada partai Golkar karena sudah mendukungnya maju bersama Zonny Waldi di Pilkada Simalungun ini. Dengan kunjungan ketua DPD Golkar Sumut Musa Rajekshah membuatkan semangkin yakin akan duduk sebagai Bupati Simalungun periode 2021-2024.

“Seluruh kader partai sudah bergerak aktiv memenangkan RHS-ZW. Mesin partai sudah bergerak langsung, dan harus saya ungkapkan bahwa mesin partai Golkarlah yang paling aktiv bergerak dan sangat dominan dilapangan. Termasuk ormas PP, AMPI dan lainnya kompak dan solid mendukung,” tandasnya. (rel/dek)

Empat Karya Video Terbaik TELKOMSEL URVIDEO COMPETITION 2020 yang Membangkitkan Nilai Kebangsaan dalam Keberagaman

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel menandai puncak penyelenggaraan TELKOMSEL URVIDEO COMPETITION 2020 dengan mengumumkan empat peserta yang menghasilkan karya terbaik dari kompetisi tersebut.

Adi Chandra Ardiansyah sebagai perwakilan juara pertama pemenang Gold Best Video dengan film berjudul Makan Bersama di malam penghargaan TELKOMSEL URVIDEO COMPETITION 2020 yang disiarkan secara langsung melalui MAXstream dan channel YouTube Telkomsel di Jakarta, Kamis (19/11). Dalam proses pembuatan film Makan Bersama, Adi mengaku hanya menggelontorkan dana sebesar Rp1,7 juta yang didapat dari hasil patungan rekan-rekan satu timnya. Film ini sekaligus berhak mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp75 juta rupiah dan sertifikat dari TELKOMSEL URVIDEO COMPETITION 2020.

Pengumuman tersebut dilakukan pada Malam Penghargaan TELKOMSEL URVIDEO COMPETITION 2020 yang disiarkan secara langsung melalui MAXstream dan channel YouTube Telkomsel pada 19 November 2020. Hal ini sekaligus menandakan berakhirnya kompetisi hasil kolaborasi Telkomsel dengan Urbanasia dalam memaknai peringatan momen Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan 2020.

Vice President Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin mengatakan, “TELKOMSEL URVIDEO COMPETITION 2020 menjadi perwujudan inisiatif Telkomsel dalam memberikan dukungan nyata terhadap industri kreatif Tanah Air. Melihat banyaknya content creator yang mendaftar, kami sangat senang mengetahui bahwa ternyata masyarakat Indonesia memiliki antusiasme yang luar biasa dalam mengikuti ajang ini. Telkomsel berharap hasil karya video para peserta kompetisi ini mampu memberikan dampak positif kepada masyarakat Indonesia, terutama dalam membangkitkan nilai kebangsaan, mulai dari menghargai keberagaman, hingga menjunjung tinggi persatuan.”

TELKOMSEL URVIDEO COMPETITION 2020 mengangkat tema “The Pride of Diversity in Indonesia” yang dimaksudkan untuk meningkatkan rasa bangga masyarakat terhadap keberagaman yang dimiliki oleh negeri ini. Dengan begitu, kompetisi ini diharapkan mampu menghasilkan karya-karya positif yang mampu menumbuhkan semangat cinta Tanah Air bagi putra-putri bangsa. Selama proses pengumpulan video yang dilakukan pada 15 Oktober hingga 10 November 2020, Telkomsel dan Urbanasia telah menerima ratusan video dari berbagai daerah di Indonesia yang kemudian disaring menjadi 20 finalis.

Dari finalis tersebut, TELKOMSEL URVIDEO COMPETITION 2020 memilih empat orang content creator sebagai pemenang yang terbagi ke dalam dua kategori, yakni Best Video by Judges dan Best Voted by Viewers Choice. Penilaian pada Best Video by Judges didasarkan pada kriteria yang telah ditentukan dan pertimbangan dari tiga juri berkompeten, yakni Raditya Dika (Penulis, Komedian, dan Sutradara), Salman Aristo (Penulis dan Produser), dan Hilman Mutasi (Penulis dan Ex. Project Pop). Sedangkan pemenang kategori Best Voted by Viewers Choice ditentukan berdasarkan jumlah voting yang dilakukan sebelum malam penghargaan berlangsung. Berikut daftar lengkap pemenang TELKOMSEL URVIDEO COMPETITION 2020:

–          Makan Bersama (Gold Best Video): berhak mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp75 juta rupiah dan sertifikat dari TELKOMSEL URVIDEO COMPETITION 2020. Karya video Makan Bersama dapat disaksikan di aplikasi MAXstream, tsel.me/makanbersama

–          Dua Sisi (Silver Best Video): berhak mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp50 juta rupiah dan sertifikat dari TELKOMSEL URVIDEO COMPETITION 2020. Karya video Dua Sisi dapat disaksikan di aplikasi MAXstream, tsel.me/duasisi.

–          Sila (Bronze Best Video): berhak mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp25 juta rupiah dan sertifikat dari TELKOMSEL URVIDEO COMPETITION 2020. Karya video Sila dapat disaksikan di aplikasi MAXstream,  tsel.me/sila.

–          Perselisihan (Best Voted by Viewers Choice): berhak mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp10 juta rupiah dan sertifikat dari TELKOMSEL URVIDEO COMPETITION 2020. Karya video Perselisihan dapat disaksikan di aplikasi MAXstream, tsel.me/perselisihan.

“Terima kasih kepada Telkomsel yang sudah menyelenggarakan festival film ini dengan sangat baik. Saya mewakili tim dan semua rekan-rekan produksi sangat berterima kasih. Pesan untuk teman-teman content creator semuanya jangan berkecil hati, saling sharing, mari terus berkarya dan berkolaborasi menciptakan karya-karya yang mengedukasi,” ujar Adi Chandra Ardiansyah sebagai perwakilan juara pertama.

Dalam proses pembuatan film Makan Bersama, Adi mengaku hanya menggelontorkan dana sebesar Rp1,7 juta yang didapat dari hasil patungan rekan-rekan satu timnya. Proses pembuatannya pun dikatakan memakan waktu sekitar hampir tiga bulan, dari mulai pra-produksi, produksi, sampai distribusi. Berbeda dengan film Makan Bersama, proses penggarapan film Dua Sisi yang menjadi juara kedua TELKOMSEL URVIDEO COMPETITION 2020 justru hanya memakan waktu penggarapan yang sangat singkat.

“Jujur tidak menyangka bisa menang dengan persiapan yang lumayan minim, dari awal sampai habis hanya memakan waktu satu minggu pembuatan video. Dengan tim yang sangat kompak dan dari teman-teman dukungan penuh bisa sampai ke titik ini. Untuk sampai finish saja kita udah alhamdulillah banget, terima kasih kepada Telkomsel telah menyelanggarakan acara ini untuk mewadahi kami dalam berkreativitas,” terang Fadhlul Hariz Kamil Soe’oed dari tim produksi film Dua Sisi.

TELKOMSEL URVIDEO COMPETITION 2020 yang diselenggarakan pada tahun ini telah menjaring ratusan peserta dari seluruh wilayah Indonesia dengan latar belakang yang berbeda-beda. Salah satu peserta yang berhasil memenangkan kategori Best Voted by Viewers Choice dengan judul film Perselisihan digarap oleh content creator dengan latar belakang pendidikan STM. Dengan berhasil keluar sebagai juara, tim produksi Perselisihan ingin menunjukan bahwa anak-anak STM pun bisa berkarya.

Seluruh 20 video hasil karya para finalis TELKOMSEL URVIDEO COMPETITION 2020 dapat disaksikan melalui aplikasi MAXstream (tsel.me/top20TselURVideo). Ke depan, Telkomsel akan terus bergerak maju mengupayakan berbagai inisiatif dan upaya kolaboratif yang mampu menggandeng para kreator konten dan sineas Indonesia untuk memajukan industri kreatif di Tanah Air, khususnya industri perfilman.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua content creator yang telah mengirimkan hasil karya mereka. Dan juga selamat kepada para 20 finalis dan pemenang dalam TELKOMSEL URVIDEO COMPETITION 2020. Semoga seluruh video hasil karya peserta tersebut dapat menginspirasi, mengobarkan semangat nasionalisme, dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan di dalam sanubari masyarakat. Semoga upaya kolaboratif ini mampu menjadi wadah bagi content creator untuk tetap terus memberikan hasil karya yang positif bagi masyarakat luas,” pungkas Denny.

Rapat Pleno Perdana, Ijeck Harap Seluruh Pengurus Golkar di Desa Aktif

ARAHAN: Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Musa Rajekshah pada Rapat Pleno Perdana DPD Golkar Sumut. (Ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Musa Rajekshah atau Ijeck berharap seluruh lapisan pengurus serta kader dan simpatisan aktiv berperan mensosialisasikan pasangan calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang diusung Partai Golkar pada Pilkada serentak 9 Desember mendatang.

“Seluruh pihak harus aktiv baik itu pengurus DPD Provinsi, DPD kabupaten/kota, pengurus tingkat kecamatan hingga kelurahan/desa serta organisasi masyarakat yang mendukung. Jika semua aktiv, yakin saya target 60 persen kemenangan di Pilkada ini akan tercapai atau minimal 15 kepala daerah yabg kita usung akan duduk,” jelasnya saat Rapat Pleno Perdana DPD Golkar Sumut dengan DPD Golkar kabupaten/kota se-Sumatera Utara di Hotel Adimulya Jalan Diponegoro Medan, Sabtu (21/11).

Turut hadir Sekretaris DPD Partai Golkar Sumatera Utara Ilhamsyah, Ketua Koordinator Bidang Kepartaian M. Hanafiah Harahap, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Irham Buana serta segenap pengurus kader Partai Golkar se Sumatera Utara.

Selain itu, pemilihan pengurus Partai Golkar di tingkat kecamatan, kelurahan/desa juga harus diseleksi. “Saya ingin Partai Golkar menjadi pemenang di Sumatera Utara, kita kuningkan Sumatera Utara ini,” ungkapnya diiringi tepuk tangan dan semangat kader partai yang hadir.

Kedepan, DPD Golkar Sumatera Utara akan melakukan mapping atau pemetaan di 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara untuk mengetahui kinerja pengurus dan kekurangan di setiap daerah.

“Mapping dilakukan untuk mengetahui kinerja pengurusan, bagaimana cintanya masyarakat dengan Golkar dan keberadaan Golkar yang dirasakan masyarakat. Sehingga kita mengetahui apa kelemahan dan kekurangan kita dan ditahun depan dapat kita perbaiki,” ujarnya.

Selain itu, kinerja anggota dewan yang sudah duduk di DPRD diminta maksimal juga mempromosikan calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang diusung. “Jangan bekerja hanya disaat mau Pilkada atau Pileg, bekerja maksimal setiap saat. Jangan hanya duduk untuk kedudukan, namun juga sumbangsihnya diberikan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Golkar Sumut Irham Buana menambahkan target 60 persen kemenangan akan tercapai jika kinerja maksimal dan hubungan antar lembaga berjalan baik.

“Upaya yang bisa dilakukan antara lain memaksimalkan potensi 199 anggota DPRD kabupaten/kota se Sumatera Utara, punya daerah pemilihan, memiliki pendukung didapilnya masing-masing. Serta memanfaatkan 15 anggota DPRD provinsi dan 4 Anggota DPR RI yang seluruhnya harus turun ke dapilnya mempromosikan kepala daerah yang diusung Partai Golkar,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ketua DPD Golkar Kabupaten Labuhanbatu Utara, Ali Tambunan menambahkan khusus di Labuhan Batu Utara, memperoleh 7 kursi dari 5 dapil yang ada. Pihaknya siap memaksimalkan kinerja mendukung pasangan calon yang diusung Partai Golkar.

“Fraksi terbesar di Labura, dengan perolehan suara 36 ribuan suara dan di Labura, ada 5 pasangan calon yang mengikuti pilkada,” tutupnya. (rel/dek)

Sosok Petahana dan Soliditas PKS, Alasan Akhyar-Salman Unggul Secara Survei

Ketua Tim Pemenangan AMAN Sebut Warga Medan Itu Pejuang Demokrasi

Sosok Petahana dan Soliditas PKS, Alasan Akhyar-Salman Unggul Secara Survei

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Roda Tiga Konsultan beberapa waktu lalu mengeluarkan hasil survey preferensi pemilih terhadap pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Medan dalam kontestasi Pilkada Kota Medan 2020.

Dari hasil simulasi yang telah dilakukan secara cepat pada tanggal 8 sampai 11 November 2020, dengan melibatkan 810 Responden yang tersebar di seluruh Kecamatan di Kota Medan, pasangan nomor urut 1, Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi meraih nilai elektoral 53,1 persen. Sedangkan pasangan nomor urut 2 Muhammad Bobby Afif Nasution dan Aulia Rachman meraih nilai elektoral 37, 3 persen dan sisanya menolak melakukan simulasi 9,6 persen.

Selain melakukan simulasi surat suara, dalam survei juga ditanyakan langsung kepada responden, “Jika Pemilihan dilaksanakan pada hari ini siapa yang akan dipilih dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Medan?”.

Hasilnya tidak begitu berbeda dengan hasil simulasi pasangan nomor urut 1 meraih nilai elektoral yang konsisten dengan hasil simulasi 53,1 persen sedangkan untuk pasangan nomor urut 2 meraih nilai elektoral 37,9 persen, terpaut gap 15,2 persen dengan pasangan no urut 01 . Sisanya menjawab rahasia 7,3 persen dan tidak tahu atau tidak menjawab 1,7 persen.

Menyikapi hasil itu, Pengamat Politik DR Warjio SS MA menilai hal yang wajar. Pasalnya, Akhyar sebagai petahana adalah sosok yang cukup dikenal masyarakat dibandingkan lawannya.

Kendati begitu, Warjio menilai masih ada perubahan mengingat adanya sisa waktu lebih dari sepekan sebelum pemilihan.

“Hasil ini menunjukkan masih kuatnya Akhyar sebagai petahana. Namun masih ada sisa waktu lebih dari seminggu dan masih ada peluang untuk berubah,” terang pria yang menjabat sebagai Dosen Fisip USU itu, saat dikonfirmasi, Sabtu (21/11/2020).

Selain sosok petahana, Warjio juga menilai, keunggualan pasangan nomor urut 1 karena adanya kekuatan PKS sebagai partai yang solid.

“PKS ini partai solid dan memiliki mesin politik yang militan dan bersifat akar rumput dan langsung terjun menyentuh masyarakat. Jadi hal yang wajar jika pasangan Akhyar dan Salman bisa mengungguli lawannya,” sebut Warjio.

Terpisah, Ketua Tim Pemenangan Akhyar-Salman (AMAN) Ibrahim Tarigan memberi apresiasi atas hasil survei yang mengunggulkan pasangan calon yang diusungnya.

Ibrahim menilai, penduduk Medan adalah pejuang demokrasi di Indonesia. Dan itu telah dibuktikan lewat hasil survei dan akan direalisasikan pada 9 Desember 2020 oleh anak-anak Medan.
“Mereka punya ketetapan hati
sejak awal pemilihan. Warga Medan adalah pejuang demokrasi. Mereka tidak melihat banyaknya partai, tapi sosok yang layak memimpin Kota Medan. Intinya anak Medan adalah pemilih cerdas dan pejuang,” tegas Ibrahim, didampingi Mantan Ketua Harian Pemuda Pancasila era 90 an, Heru Baskoro.

Masih menurut Ibrahim, anak Medan saat ini butuh realita. Butuh karya nyata dan bukan karya kata.

“Ditambah lagi, sosok Akhyar dan Salman punya track record berjenjang. Dari legislatif hingga eksekutif. Tentu penuh pengalaman dan jam terbang dan pastinya siap pakai,” ungkap Ibrahim.

Seperti diketahui, Roda Tiga Konsultan merupakan lembaga yang memiliki visi membantu terciptanya budaya politik demokrasi Indonesia yang maju dan modern.

Roda Tiga Konsultan juga melakukan survei untuk mengukur strong voters kedua pasangan kandidat Calon Walikota dan Wakil Walikota Medan.

Dari nilai elektoral pasangan nomor urut 1 sebesar 53,1 persen, sebanyak 51,5 persen di antaranya mengatakan yakin atas pilihannya tersebut, sisanya 1,6 persen mengatakan belum yakin atau masih ragu dengan pilihannya. Sedangkan pasangan nomor urut 2, dari nilai elektoral 37,9 persen, sebanyak 35,8 persen menyatakan sudah yakin dengan pilihannya. Sisanya 2,1 persen masih ragu atau belum yakin dengan pilihannya tersebut. (rel/map)

Akhyar Akui Dirinya Terinspirasi Umar Bin Khattab

SALAM WARGA: Calon Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi (kiri) menyalami warga di Medan Labuhan, Kamis (19/11).
SALAM WARGA: Calon Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi (kiri) menyalami warga di Medan Labuhan, Kamis (19/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Calon Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi bersama Relawan Sabar Community melakukan temu ramah dengan para warga Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan dan warga Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (19/11) sore.

SALAM WARGA: Calon Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi (kiri) menyalami warga di Medan Labuhan, Kamis (19/11).
SALAM WARGA: Calon Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi (kiri) menyalami warga di Medan Labuhan, Kamis (19/11).

Dalam kesempatan itu, Akhyar menyampaikan berbagai program kerja yang akan dilaksanakannya bersama Salman Alfarisi yang menjadi wakilnya jika amanah itu memang diberikan Allah SWT kepada keduanya.

Di antaranya, yakni pemerintah akan menyediakan ATM beras yang akan ditempatkan di setiap rumah ibadah seperti masjid, gereja, vihara, kuil dan lainnya.

“Belajar dari kisah Amirul Mukminin Umar Bin Khattab, motto beliau itu jangan sampai ada rakyatnya yang kelaparan. Pada saat itu Kota Madinah tidak sebesar sekarang, jadi masih bisa dikontrol. Tapi kalau sekarang ini seperti Kota Medan yang hampir 3 juta, caranya cuma 1, yaitu menyediakan ATM beras,” ungkap Akhyar mengawali sambutannya.

Sedangkan berasnya, lanjut Akhyar, yakni diberikan oleh jamaah ataupun warga yang ingin bersedekah. Nantinya, pengurus rumah ibadah yang akan mengelola beras yang ada. Sedangkan siapapun yang ingin bersedekah, dipersilakan untuk memberikannya

“Jadi saya memberikan kail, bukan ikan. Cara ini kita lakukan agar tercipta gerakan saling tolong menolong diantara sesama. Menjelang pilkada 9 Desember nanti, ibu-ibu akan digoda dengan pemberian, tapi ini hanya sesaat. Kalau Akhyar-Salman menawarkan program yang berkepanjangan,” ujarnya.

Tak hanya itu, imbuh Akhyar, pemerintah di bawah kepemimpinan Akhyar-Salman juga akan membantu masyarakat yang tidak mampu dalam penyediaan peralatan fardhu kifayah.

“Nah polanya nanti kita siapkan, apakah itu ke bilal mayit atau bagaimana. Tapi yang pasti, yang tidak mampu akan kita bantu sampai dengan ambulance nya kita gratiskan,” paparnya.

Di sisi pendapatan, Akhyar mengajak warga untuk berproduktif dan kreatif. Bekerja dari rumah, namun mendapat penghasilan yang pasti. Warga nantinya juga akan dilatih dalam pengelolaan sampah, salah satunya dengan mengolah sampah menjadi briket arang.

“Ini sudah dilakukan oleh Bu Rena Simbolon di daerah Amplas. Sedang kan di Kelurahan Terjun, di sana ada budidaya maggot. Maggot ini dijual paling murah Rp50 ribu dan paling mahal Rp150 ribu. Pemasarannya banyak. Pokphand siap menampung,” terangnya.

Jadi, Akhyar mempersilakan warga untuk memilih kerajinan mana yang akan dikerjakannya untuk menopang dan meningkatkan perekonomian keluarga. Bagi yang mau, maka pihaknya akan memberikan pelatihan.

Agar program ini dapat terealisasi, Akhyar memohon doa dan dukungan warga Kota Medan untuk mem berikan hak pilihnya pada 9 Desember 2020 dengan mencoblos paslon nomor urut 1 Akhyar-Salman.

“Jadi tanggal 9 Desember, coblos aja pecinya, jangan yang lain-lain, cukup pecinya saja,” pesan Akhyar kembali.

Di tempat yang sama, Anggota DPRD Medan dari Fraksi PKS, Abdul Latief Lubis juga mengajak warga untuk menyukseskan Pilkada Medan pada 9 Desember 2020 dan jangan golput.

“Harus gunakan hak pilih. Kalau belum ada surat undangan, jumpai kepling dan tanyakan,” tuturnya. 

Ia berharap, masyarakat menolak tegas money politic dengan tidak mau disuap, karena hal itu adalah perbuatan yang dilarang agama. Sebab, orang yang menyuap dan disuap sama sama akan masuk ke dalam neraka.

“Berbondong-bondong lah kita ke TPS dan mencoblos nomor 1. Ada 3 alasan. Pertama, Akhyar-Salman adalah anak Medan asli, sudah berpengalaman, sudah mengetahui kondisi Medan dan tahu solusi yang akan dilakukan,” bebernya.

Hal senada juga disampaikan Ibrahim, salah seorang Tokoh Masyarakat di Pekan Labuhan. ”Insya Allah dengan pengalaman lalu. Apa yang dikatakan bapak kita ini, bisa dilaksanakan dan kita dukung niat baik Pak Akhyar. Mari kita dukung Akhyar-Salman di 9 Desember nanti,” tukasnya.

Sementara itu, seorang warga, Rosni berharap agar Akhyar menjadi pemimpin amanah dan sayang terhadap rakyat.

“Di sini kita hadir untuk memilih pemimpin yang adil dan bijaksana. Saya berharap, bapak adil, bijaksana, dan amanah, itu kadariah seorang pemimpin. Kami harap, ketika jadi pemimpin, jangan menjauh dari rakyat,” pesannya.

Sebelum melepas kepergian Akhyar untuk melanjutkan kegiatan selanjutnya, Rosni meneriakkan kemenangan Akhyar – Salman di 9 Desember 2020. “Hidup nomor 1,” teriak wanita sekitar 70 an tahun itu sembari mengacungkan jari telunjuknya.(map/azw)

Gambar Akhyar-Salman Tampak Gelap, Tim Pemenangan AMAN Minta KPU Ganti Surat Suara

SURAT SUARA: Tim Pemenengan AMAN menunjukkan gambar surat suara paslon Wali Kota Medan Akhyar-Salman (kiri) yang lebih gelap. markus/sumut pos.
SURAT SUARA: Tim Pemenengan AMAN menunjukkan gambar surat suara paslon Wali Kota Medan Akhyar-Salman (kiri) yang lebih gelap. markus/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Tim Pemenangan Akhyar-Salman (AMAN), H Ibrahim Tarigan meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan untuk tidak menggunakan foto pasangan calon (paslon) nomor urut 1 yang terlihat begitu gelap bila dibandingkan dengan pasangan calon yang lain.

SURAT SUARA: Tim Pemenengan AMAN menunjukkan gambar surat suara paslon Wali Kota Medan Akhyar-Salman (kiri) yang lebih gelap. markus/sumut pos.
SURAT SUARA: Tim Pemenengan AMAN menunjukkan gambar surat suara paslon Wali Kota Medan Akhyar-Salman (kiri) yang lebih gelap. markus/sumut pos.

“Kami komplain tentang gambar yang wajah cerah, sekarang gelap. Jadi kita konfirmasi kebenarannya. Kalau itu gelap, kita tidak terima. Kita minta pemborong untuk mengulangnya kembali. Tadi ada bahasa butuh waktu, tidak. Saya siap buat ini semua, kita ganti. Jangan ada kesan ada hitam atau putih. Walaupun ada motto, habis gelap terbitlah terang. Kalau kita ini nomor 1 siap. Kalau tidak diubah oleh KPU dan pemborongnya, kita akan tuntut, kita lanjut ke proses hukum dan jangan dibayar,” tegas Ibrahim Tarigan usai meninjau sortir lipat surat suara di Gudang KPU Medan eks Bandara Polonia Medan.

Ibrahim menilai, hampir seluruh surat suara yang ada terlihat gelap di gambar paslon nomor 1, Ir H Akhyar Nasution MSi-H Salman Alfarisi Lc MA.

“Tadi kami lihat hampir merata, tapi ada iktikad KPU untuk merubah dan mensortir yang ada, kami anggap positif aja. Aman aman aja itu,” bilangnya.

Untuk itu, Ibrahim meminta KPU Kota Medan untuk bisa arif dan bijaksana dalam menyikapi ini.

“Jelas merugikanlah. Biasanya paslon awak itu ganteng. Kalau yang namanya pemimpin dan ustad itu kan biasanya bercahaya wajahnya. Kalau dibuka oleh pemilih, bercahaya itu. Cuma saat ini, janganlah ada indikasi yang lain-lain,” tukasnya.

Maka dari itu, Ibrahim meminta surat suara yang gelap di paslon nomor 1 agar segera diganti.

“Ya kita minta ganti dan jangan bayar pemborong itu. Kalau masih berlaku, kita tuntut secara hukum. Disortir orang ini mana yang gelap, sama-sama kita musnahkan. Kalau semuanya gelap, silakan lah Ketua KPU menilainya, ya ulang lah. Ulang semua. Kita berharap Ketua KPU ini bisa menjadi pemimpin masa depan. Dengan dia netral segala macam, Bawaslu juga ada. Kita senang dan simpatik kalau bisa menegakkan keadilan,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Ketua KPU Medan, Agussyah R Damanik memastikan tidak akan menggunakan surat suara yang rusak seperti yang dikomplain Ketua Tim Pemenangan AMAN, H Ibrahim Tarigan.

“Sekarang ini, KPU sedang melakukan sortir lipat yang akan berlangsung hingga 21 November 2020. Sortir ini untuk melihat mana surat yang cacat atau rusak. Ini kita sortir dan nanti kita akan minta pergantian surat suara yang baik dari penyedia. Nah untuk kasus ini meluber. Paslon nomor 1 terlihat gelap dan ini kita sortir. Ini kita pastikan tidak akan digunakan di TPS,” tegasnya.

KPU Medan mengatakan, ada 1.643.175 surat suara. Dari sejumlah surat suara yang telah disortir oleh petugas yang disediakan KPU Medan, masih ditemukan sekitar puluhan lembar seperti yang dimaksud

“Nanti akan diketahui di tanggal 21 November. Karena target kita sortir itu di tanggal 21. Memang ada yang luber, itu sesungguhnya mengenai 2 belah pihak agak berbeda. Tapi patokan kita tetap spesimen yang sudah disepakati bersama oleh masing masing pasangan calon,” timpal Komisioner KPU Medan Kordinator Divisi Hukum dan Pengawasan, Zefrizal.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Medan, Payung Harahap menjelaskan, sebelumnya dia sudah menyarankan kepada Tim Pemenangan AMAN untuk tabayyun (teliti) melihat surat suara yang sebenarnya.

“Saya kira sebenarnya justru kita anjurkan LO pada malam itu. Langsung tabayyunlah bahasa umumnya, agar menyurati KPU, dari pada publik menggoreng atau pemahaman publik yang tidak memahami mekanisme, itu kan jadinya Pilkada Kota Medan ini salah dipersepsikan. Makanya kalau kita sendiri, justru menganjurkan LO 01 untuk menyurati KPU agar kita sama-sama menyaksikan,” pungkasnya.(map/azw)

Maksimalkan Pembelajaran Berbasis Multimedia, Dosen Polmed Latih Guru SDIT di Patumbak

PENGABDIAN: Dosen Polmed yang melakukan pengabdian kemitraan masyarakat, foto bersama dengan guru SDIT Syaifaaurahmah usai memberi pelatihan memaksimalkan pembelajaran berbasis multimedia.
PENGABDIAN: Dosen Polmed yang melakukan pengabdian kemitraan masyarakat, foto bersama dengan guru SDIT Syaifaaurahmah usai memberi pelatihan memaksimalkan pembelajaran berbasis multimedia.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dosen Politeknik Negeri Medan (Polmed) memberi pelatihan kepada guru Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) di Patumbak. Pelatihan yang diberikan untuk memaksimalkan pembelajaran berbasis multimedia, karena di masa pandemi Covid-19 ini belum diperbolehkan secara langsung atau tatap muka.

PENGABDIAN: Dosen Polmed yang melakukan pengabdian kemitraan masyarakat, foto bersama dengan guru SDIT Syaifaaurahmah usai memberi pelatihan memaksimalkan pembelajaran berbasis multimedia.
PENGABDIAN: Dosen Polmed yang melakukan pengabdian kemitraan masyarakat, foto bersama dengan guru SDIT Syaifaaurahmah usai memberi pelatihan memaksimalkan pembelajaran berbasis multimedia.

Pelatihan tersebut dilakukan oleh dosen Polmed yang melakukan pengabdian kemitraan masyarakat kepada guru SDIT Syifaaurahma baru-baru ini.

Ketua Tim Pengabdian, Junus Sinu raya ST MKom menjelaskan, guru-guru sekolah tersebut masih kesulitan untuk mengembangkan proses belajar mengajar secara digital. Selain itu, yayasan sekolah itu juga belum tersentuh dengan teknologi multimedia di era revolusi 4.0.

“Solusi yang ditawarkan dengan melakukan kegiatan pelatihan membuat media pembelajaran berbasis multimedia dan interaktif, sehingga guru-guru dapat mengikuti kemajuan zaman,” ujar Junus didampingi ang gota tim pengabdian, Drs Makmur Tarigan, dan Hikmah Adwin Adam MKom di Medan, Jumat (20/11).

Dikatakan Junus, dengan pelatihan yang diberikan ini maka diharapkan guru-guru SDIT Syaifaaurahmah dapat membuat media pembelajaran berbasis multimedia dan interaktif saat pandemi Covid-19. Dengan begitu, murid-murid tidak bosan belajar di rumah dan mudah memahami pelajaran.

“Pada masa pandemi ini, pemerintah berusaha memutus mata rantai penyebaran virus corona dengan belajar dari rumah. Guru sebagai tenaga pengajar profesional diharuskan kreatif dalam menyajikan metode pembelajaran dari rumah kepada peserta didik. Sekurang-kurangnya, guru dapat menggunakan alat yang murah dan bersahaja tetapi dapat mencapai tujuan pengajaran,” terang Junus. (ris/azw)

Ia melanjutkan, di samping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia dan teknologi, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkannya. Selain itu, dapat mengembangkan keterampilan membuat media pengajaran yang akan digunakannya apabila media pembelajaran tersebut belum tersedia.

“Saat pandemi Covid-19, metode pembelajaran berbasis multimedia sangat membantu guru dalam menyajikan materi pengajaran yang menarik dan interaktif, secara konten visual dan pemahaman materi dalam bentuk animasi dan video. Implementasi dari pembelajaran berbasis multimedia sebagai metode pengajaran guru kepada peserta didik selama belajar dari rumah, dan materi dengan mudah dapat diakses secara daring maupun flatform digital google classroom, youtube hingga media sosial lainnya,” tandas Junus.

Hikmah Adwin Adam MKom selaku anggota tim pengabdian menambahkan, tuntutan akan kesesuaian kemajuan teknologi, mendorong dunia pendidikan untuk mampu mengembangkan inovasi dalam pembelajaran.

“Digitalisasi sumber-sumber belajar dan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, menjadi bagian yang terintegrasi dalam upaya mencetak generasi yang kompeten dan sesuai zaman,” pungkasnya. (ris/azw)

Susun Cerita Fantasi: Manfaat Pakai Masker

KARYA SISWA: Siswa (kiri) menunjukkan hasil karya dalam Pembelajaran Jarak Jauh di tengah pandemi di SMP Negeri 3 Kisaran, Sumatera Utara,

KISARAN, SUMUTPOS.CO – Pembelajaran Jarak Jauh di tengah pandemi, membuat guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 3 Kisaran, Sumatera Utara, memikirkan teknik pembelajaran yang inovatif dan kreatif, yang mudah dipahami peserta didik. Salahsatu metode yang dipilihnya adalah: meminta murid menyusun cerita fantasi dengan tema kekinian: manfaat memakai masker!

KARYA SISWA: Siswa (kiri) menunjukkan hasil karya dalam Pembelajaran Jarak Jauh di tengah pandemi di SMP Negeri 3 Kisaran, Sumatera Utara,

“Susun teks cerita fantasi itu saya berikan pada peserta didik di kelas VII-1 SMP, dengan merancang soal imajinasi. Saya buat soal berbentuk kartu fantasi berjumlah 4 buah. Yaitu kartu fantasi 1, kartu fantasi 2, kartu fantasi 3, dan kartu fantasi 4. Setiap kartu saya tempelkan gambar yang merupakan satu rangkaian. Tema cerita saya sesuaikan dengan pandemi sekarang, yaitu manfaat memakai masker,” kata Isnaini, guru Bahasa Indonesia di SMPN 3 Kisaran, kepada Sumut Pos, kemarin.

Kartu pertama, ia menempelkan enam gambar siswa SMP yang menggunakan masker dan tidak menggunakan masker. Kartu kedua, gambar lubang dan dua anak yang tidak memakai masker jatuh ke lubang. Kartu ketiga, gambar lubang dan anak yang tidak memakai masker serta gambar virus corona. Selanjutnya kartu keempat, gambar enam siswa semua menggunakan masker.

“Dengan rangkaian gambar di keempat kartu fantasi itu, saya berharap dapat membantu peserta didik mengembangkan imajinasi dan daya khayalnya,” tutur guru yang juga salahsatu fasilitator daerah komunikasi Asahan Program Pintar Tanoto Foundation ini, menjelaskan metodenya.

Ia memahami kesulitan peserta didik menuangkan gagasan atau ide berfantasi dalam tulisan, jika tidak dirangsang melalui gambar. “Dari 4 kartu fantasi, saya berharap muncul beragam cerita fantasi sesuai daya imajinasi masing-masing anak,” katanya.

Menurutnya, proses itu adalah pembelajaran aktif dengan unsur MIKIR, yaitu mengalami, interaksi, komunikasi, dan refleksi.

Untuk mengondisikan peserta didik, seperti biasa selama PJJ di masa pandemi Covid-19, Isnaini mengirimkan rekaman suara atau voice note yang isinya menyapa peserta didik, mengingatkan tetap berdoa sebelum memulai kegiatan, memotivasi agar tetap semangat dan mengikuti protokol kesehatan, menanyakan dan menyampaikan pembelajaran sebelumnya. Semua menggunakan aplikasi WhatsApp.

Selanjutnya, ia meminta peserta didik mengamati contoh teks cerita fantasi yang ada di buku paket. Disusul tanya jawab tentang struktur cerita fantasi.

Pembelajaran berlanjut dengan mendiskusikan langkah-langkah menyusun cerita fantasi.

“Kemudian, perwakilan siswa mengirim rekaman suara yang mempresentasikan langkah-langkah menyusun teks cerita fantasi,” jelasnya.

Setelah peserta didik memahami langkah-langkah menyusun teks cerita fantasi, Isnanini mengirim kartu fantasi yang sudah ia siapkan. Anak-anak diminta menyusun cerita fantasinya berdasarkan kartu tersebut.

“Menyusun cerita fantasi saya beri waktu selama tiga hari. Mereka menulisnya di kertas folio atau hvs, kemudian dijadikan buku cerita. Alhamdulillah, sesuai harapan saya, para peserta didik lebih mudah memahami alur cerita, karena dibantu dengan rangkaian gambar. Hal ini terlihat dari jawaban mereka ketika saya beri refleksi,” kata guru peserta pelatihan Pengembangan Budaya Baca Tanoto Foundation ini dengan nada gembira.

Hasil refleksi seluruh proses PJJ dengan kartu fantasi tersebut, Isnani melihat, agar PJJ lebih mudah dan menyenangkan, guru harus lebih kreatif merancang media pembelajaran, model pembelajaran, serta merancang soal.

“Di tengah pandemi yang mengharuskan kita smeua menjaga jarak, soal imajinasi berbentuk kartu fantasi menurut saya, adalah solusi tepat untuk materi ajar menyusun teks cerita fantasi. Gambar yang sama menghasilkan imajinasi dan fantasi yang beraneka ragam,” tutupnya. (mea/azw)