Home Blog Page 3895

Wartawan Sumut Pos Juara 3 Lomba Karya Tulis KPU Binjai

SERAHKAN: Ketua KPU Binjai, Zulfan Effendi menyerahkan sertifikat kepada Wartawan Sumut Pos, Teddy Akbari, meraih juara 3 pada lomba karya tulis KPU Binjai, yang digelar di Pendopo Umar Bakri, Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Binjai Kota, Senin (16/11).TEDDY AKBARI/SUMUT POS.
SERAHKAN: Ketua KPU Binjai, Zulfan Effendi menyerahkan sertifikat kepada Wartawan Sumut Pos, Teddy Akbari, meraih juara 3 pada lomba karya tulis KPU Binjai, yang digelar di Pendopo Umar Bakri, Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Binjai Kota, Senin (16/11).TEDDY AKBARI/SUMUT POS.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai mengumumkan pemenang lomba karya tulis yang digelar Pendopo Umar Bakri, Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Binjai Kota, Senin (16/11).

SERAHKAN: Ketua KPU Binjai, Zulfan Effendi menyerahkan sertifikat kepada Wartawan Sumut Pos, Teddy Akbari,  meraih juara 3 pada lomba karya tulis KPU Binjai, yang digelar di Pendopo Umar Bakri, Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Binjai Kota, Senin (16/11).TEDDY AKBARI/SUMUT POS.
SERAHKAN: Ketua KPU Binjai, Zulfan Effendi menyerahkan sertifikat kepada Wartawan Sumut Pos, Teddy Akbari, meraih juara 3 pada lomba karya tulis KPU Binjai, yang digelar di Pendopo Umar Bakri, Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Binjai Kota, Senin (16/11).TEDDY AKBARI/SUMUT POS.

Ketua KPU Binjai, Zulfan Effendi mengatakan, rangkaian kegitan yang dilaksanakan berdasarkan PKPU Nomor 5 Tahun 2020. Adalah melakukan sosialisasi untuk seluruh masyarakat demi meningkatkan partisipasi pemilih. “Ini (lomba) juga bagian dari sosialisasi untuk mengajak seluruh masyarakat dapat berpartisipasi menyukseskan dan mengingatkan bersama agar dapat hadir ke TPS pada Rabu 9 Desember 2020,” ujar dia.

Zulfan mengucapkan terima kasih kepada masyarakat umum dan insan pers yang telah ikut berpartisipasi dalam lomba tersebut. Bagi dia, semua karya yang telah dikirim adalah terbaik. “Mari sama-sama kita mendukung Kamtibmas yang kondusif agar Pilkada dapat berjalan aman, lancar dan sukses,” ujar dia.

Sementara, Ketua Divisi Sosialisasi, Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat KPU Binjai, Robby Effendi yang mengumumkan pemenang lomba karya tulis untuk kategori masyarakat umum dan insan pers. Pada kesempatan ini, wartawan Sumut Pos, Teddy Akbari meraih juara 3. “Ada 44 tulisan yang masuk untuk kategori masyarakat umum dan pers. Dari jumlah ini, 14 di antaranya adalah pers,” ujar dia.

“Saat penjurian, cukup sulit. Semua tulisan yang dikirim bagus-bagus. Namun kami, memilih yang terbaik dari yang terbaik,”sambung Robby sembari mengucapkan selamat kepada para pemenang.

Adapun pemenang lomba karya tulis KPU Binjai kategori pers, Juara 1 Wardika Aryandi (Analisa), Juara 2 Dedy Kurniawan (Tribun Medan), Juara 3 Teddy Akbari (Sumut Pos), Harapan 1 Hendra Mulya (Metro-Online), Harapan 2 Ridwan Hamdani (Cakrawala Nusantara), Harapan 3 Budi Zulkifli (Inimedan.com), Harapan 4 Wilfrid Sinaga (SIB), Harapan 5 Fauzi Pardede (edisimedan.com) dan Harapan 6 Andi Yusri (Digtara.com).

Sedangkan untuk lomba karya tulis kategori masyarakat umum, Juara 1 diraih oleh Endhika Sri Syafitri, Juara 2 Khairunia Hasanah, Juara 3 Malinda Sari Sembiring, Harapan 1 Agus Purwanto, Harapan 2 Labayk Simanjorang, Harapan 3 Andi Fahroji, Harapan 4 Syamsul Agus, Harapan 5 Juniper Silitonga dan Harapan 6 Anugrah Robby Syahputra. (ted/han)

BerandaMas, Hunian Pintar dan Hemat Energi dari PGN Group

METERAN: BerandaMas yang dibangun di kawasan Bekasi dilengkapi dengan meteran untuk memudahkan pengguna menggunakan bahan bakar gas bumi.
METERAN: BerandaMas yang dibangun di kawasan Bekasi dilengkapi dengan meteran untuk memudahkan pengguna menggunakan bahan bakar gas bumi.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sejalan dengan Tema HUT PT Pertamina (Persero) sebagai Holding Migas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dalam memperluas pemerataan dan pemanfaatan energi, kali ini PGN Group menawarkan layanan terintegrasi agar nilai lebih gas bumi sebagai sumber energi yang bersih dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas.

METERAN: BerandaMas yang dibangun di kawasan Bekasi dilengkapi dengan meteran untuk memudahkan pengguna menggunakan bahan bakar gas bumi.
METERAN: BerandaMas yang dibangun di kawasan Bekasi dilengkapi dengan meteran untuk memudahkan pengguna menggunakan bahan bakar gas bumi.

Melalui BerandaMas yang dikelola PT Permata Graha Nusantara (PGN Mas) selaku Anak Perusahaan PGN, mendukung upaya PGN dalam pengelolaan gas bumi dengan menyediakan kawasan hunian pintar berbasis gas bumi dan ramah lingkungan.

BerandaMas berada di kawasan yang cukup strategis dan terpadu di Kawasan Vida Bekasi, Jalan Raya Narogong km 11, Bentargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat yang mengintregrasikan kawasan hunian dan komersial.

Direktur Komersial PGN Faris Azis menjelaskan bahwa BerandaMas merupakan Indonesia First Energy Base House Estate. BerandaMas didukung oleh fasilitas dan infrastruktur dari PGN Group, seperti jaringan pipa gas rumah tangga (jargas), fasilitas internet yang tersambung melalui jaringan Fiber Optik PGNCOM, jaringan utilitas listrik dari PLN, dan menggunakan solar panel. Semua jaringan tersebut berada di bawah tanah, sehingga tidak ada kabel-kabel bersliweran antar rumah.

“Dengan jargas akan lebih aman karena pemasangan pipa gas dilakukan oleh teknisi yang bersertifikasi di bidangnya dan akan selalu dimonitor secara berkala. Jargas juga lebih ramah lingkungan dan praktis dengan gas yang mengalir 24 jam. Dengan jargas yang harganya lebih murah, akan dapat menghemat biaya energi sekitar 50% setiap bulannya,” jelas Faris, (12/11/2020).

Faris melanjutkan, teknologi Fiber Optic Network dapat membuat akses internet di BerandaMas dapat lebih cepat dan eksklusif, dengan kecepatan hingga 10Mbps dan koneksi internet yang lebih stabil.

Kemudian Solar panel berfungsi untuk menyerap energi sinar matahari yang dikonversi menjadi listrik. Dengan kapasitas 1300 (WP) Wattpeak, maka dapat menghemat penggunaan listrik saat siang hari. Dampak yang dapat dirasakan, adanya penghematan yang bisa mencapai 40% per bulan.

Dengan didesain oleh Andra Martin, yang merupakan Desainer Top Kenamaan Dunia, BerandaMas mengedepankankan Green Living Concept yang mengutamakan pencahayaan dan sirkulasi udara alami. Selain itu, juga dilengkapi dengan pedestrian yang nyaman untuk pejalan kaki, club house, dan taman besar di tengah kompleks sehingga dapat menjadi pusat orientasi dari keseluruhan kompleks.

Adapun jarak antar tembok dengan jarak tertentu agar sinar matahari untuk memberikan ruang bagi sinar matahari dan sirkulasi udara. Desain ini juga dapat mencegah merambatnya api jika terjadi kebakaran di salah satu rumah.

“BerandaMas juga berkonsep Smart Home Concept yang memudahkan penghuni untuk menyalakan dan mematikan perangkat elektronik di dalam rumah dengan menggunakan smartphone,” tambah Faris.

Dari sisi keamanan, BerandaMas didesain satu pintu (one gateway) untuk memasuki kawasan perumahan yang disertai CCTV. Selain itu, dilengkapi dengan IP Live Camera sehingga penghuni dapat mengontrol keamananan rumah dari jarak jauh sekalipun.

Beberapa fasilitas penunjang lainnya yang dapat memberikan kenyamanan dan kemudahan tinggal di BerandaMas, seperti rumah sakit, sekolah, POM Bensin, kantor polisi, dan sport club. Tak lupa, fasilitas penunjang yang dapat memudahkan mobilisasi penghuni, seperti akses shuttle bus menuju titik-titik di Jakarta, dekat dengan Stasiun KAI Bekasi Barat dan Bekasi Timur, LRT, Pintu Tol Jatiasih, dan Tol JORR 2.

“BerandaMas dapat dimiliki oleh masyarakat umum, tidak hanya karyawan PGN saja. Semua unit juga available atau ready stock dengan harga mulai dari Rp 800 juta. Jadi siap huni kapan saja. Bagi yang tertarik dan ingin visit ke BerandaMas dapat membuat appointment dengan tim marketing yang selalu siap menemani,” ujar Faris.

Semua unit BerandaMas memiliki 2 lantai dengan empat tipe interior yaitu Tanagi (60/ 66), Banu (72/ 75), Anila (84/ 89), dan Adanu (105/ 109).

Lebih lanjut, Faris menjelaskan, pembayaran bisa secara kredit melalui Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dengan bank yang sudah bekerjasama seperti Bank BTN, Mandiri, BRI, BNI, BNI Syariah, dan BSM. Selain bank-bank tersebut, juga tetap dapat diajukan KPR ke bank lainnya, karena sertifikat BerandaMas sudah pecah sehingga akan mudah untuk dibantu proses ke bank lain.

“PGN mengupayakan layanan yang terintegrasi. BerandaMas menjadi salah satu wujud realisasinya yakni menyediakan kawasan hunian masa kini yang pintar dan hemat energi. BerandaMas merupakan wujud pilot project layanan beyond gas bumi yang sebentar lagi akan diperluas dalam layanan terintegrasi perwujudan salah satu Program Gasifikasi Nasional, Sapta PGN, bagi masyarakat Indonesia. Hal ini sejalan dengan tujuan PGN dalam menyalurkan energi baik gas bumi yang efisien dan ramah lingkungan,” ujar Faris. (rel/ram)

Tembus Pasar Internasional, Sapu Lidi Diekspor ke India Senilai 23.250 Dolar AS

ilustrasi Ekspor

SUMUTPOS.CO – Sapu lidi asal Sumatera Utara menembus pasar internasional. Sapu lidi yang dipandang sebelah mata ini diekspor ke India untuk tahap awal sebanyak 50 ton dengan nilai 23.250 dolar AS.

ilustrasi Ekspor

“Ekspor perdana lidi Sumut, pengiriman pertama dilakukan awal November dan selanjutnya Desember” ungkap eksportir lidi asal Sumut, Rianto Aritonang, dalam keterangan tertulis, Senin (16/11).

Rianto menjelaskan pihaknya melakukan ekspor sapu lidi dengan bahan baku lidi nipah dan lidi sawit. Kemudian, masing-masing kontrak ekspornya sebanyak 50 ton dan 75 ton. Angka yang baik dalam pengembangan ekspor di Sumut.

“Kontrak ke depan senilai 51.750 dolar AS. Untuk sementara, ekspornya masih ke India dan selanjutnya ke Pakistan dan Nepal,” jelas Rianto.

Selain itu, sapu lidi akan menebus pasar ekspor ke Nepal dengan total 25 ton. Dalam dekat akan dikirim. Rinto mengatakan kebutuhan sapu lidi di negara tersebut besar.

“Peluang ekspor lidi kelapa sawit dan nipah masih sangat besar. Terutama India, Nepal dan Pakistan masih cukup besar. Karena kebudayaan mereka mirip,” ungkap Rianto.

Adapun ketersediaan bahan baku atau lidi itu dalam negeri khususnya Sumut, Riau, Jambi dan Aceh cukup banyak karena ada perkebunan kelapa sawit dan kelapa.

“Perusahaan mengambil lidi itu dari petani dan pedagang pengumpul,” ujar Rianto.

Dia menyebutkan, harga lidi nipah lebih mahal harganya dari lidi sawit. “Lidi yang diekspor itu diinformasikan untuk kebutuhan rumah tangga termasuk untuk hiasan,” ujar Rianto.

Tenaga Ahli Bidang Akses Kepabeanan dan Prosedur Ekspor-Free Trade Agreemen (FTA) Center Medan, Irsan Lubis, menyebutkan, FTA Center Medan terus mengedukasi dan membantu pengusaha berbagai produk untuk bisa memasuki pasar ekspor.

Produk asal Sumut sangat besar peluangnya untuk memasuki pasar ekspor sehingga pengusahanya, ujar Isan perlu mendapat bimbingan. FTA Center merupakan proyek percontohan di bawah pengawasan Kementerian Perdagangan didirikan tahun 2018.

FTA dibentuk untuk memperbaiki defisit neraca perdagangan dan menggenjot ekspor lewat perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement). FTA Center berperan untuk memberikan pelayanan konsultasi, edukasi, dan advokasi tentang perjanjian perdagangan bebas.

“FTA Center mendorong masyarakat dan dunia usaha memahami dan memanfaatkan FTA untuk mengembangkan usaha dan menembus pasar global, ” tandasnya.(gus/ram)

Menjadi Sumber Ekonomi Baru Sektor Pertanian, BI Sumut Resmikan Learning Center di Deliserdang

RESMI: Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Wiwiek Sisto Widayat meresmikan Learning Center milik Kelompok Tani, Juli Tani di Deliserdang.
RESMI: Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Wiwiek Sisto Widayat meresmikan Learning Center milik Kelompok Tani, Juli Tani di Deliserdang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bank Indonesia (BI) terus melakukan pembinaan terhadap kelompok tani, Juli Tani untuk meningkatkan produksi pertanian di Kabupaten Deliserdang. Dengan pembinaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemasaran sehingga memberikan keuntungan bagi petani.

RESMI: Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Wiwiek Sisto Widayat meresmikan Learning Center milik Kelompok Tani, Juli Tani di Deliserdang.
RESMI: Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Wiwiek Sisto Widayat meresmikan Learning Center milik Kelompok Tani, Juli Tani di Deliserdang.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Wiwiek Sisto Widayat saat meresmikan bangunan Learning Centre, Senin (16/11). Wiwiek mengatakan pihaknya mengaku puas dengan pencapaian Kelompok Tani Juli Tani dalam menghasilkan produk cabai merah dan juga padi.

Sebab biasanya dari satu hektar, produktivitas cabai merah hanya 10 hingga 11 ton. Akan tetapi kelompok tani tersebut mampu menghasilkan 21 ton cabai dari satu hektar.

Usai meresmikan bangunan Learning Center, Wiwiek menjelaskan bagunan tersebut sebagai tempat untuk peningkatan capacity building, tetapi sudah menjadi sumber ekonomi baru.

“Tidak hanya sebagai peningkatan Capacity Building saja namun sudah bisa menimbulkan penginapan, sudah bisa memunculkan usaha berjualan yang dilakukan masyarakat sekitar lokasi sehingga menjadi sumber ekonomi baru,”ungkap Wiwiek

“Maka pembangunan Learning Center ini merupakan salah satu upaya BI untuk melakukan pendampingan, mulai dari sisi hulu hingga hilir,” sebutnya.

Dijelaskannya, tahun ini menjadi tahun untuk memperbaiki infrastruktur, memperbaiki struktur ekonomi, termasuk memperbaiki produktivitas komoditi.

“Sehingga nantinya di 2021, pada saat tekanan ekonomi naik kembali, dan tekanan inflasi akan kita alami, maka tidak ada lagi masalah isu ketersediaan pasokan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Wiwiek juga mendorong Kelompok Juli Tani untuk berani mengekspor produk pertanian yang dihasilkan. Apalagi saat ini, Juli Tani juga sudah mengelola peternakan.

“Tahap awal kita bisa titipkan kepada yang sudah punya nomor induk kepabeanan,” ucapnya.

Ketua Kelompok Tani Juli Tani Yareli, ST mengatakan, Learning Center yang dibangun atas bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) sudah menarik minat petani dari luar Deli Serdang untuk datang dan belajar.

“Jadi manfaat bangunan ini sudah mulai dirasakan petani dari daerah lain,” katanya.

Kelompok Tani Juli Tani yang fokus pada budidaya cabai merah dan padi serta saat ini mengembangkan peternakan kambing sudah menjadi mitra binaan BI Provinsi Sumut sejak tahun 2017 lalu. (gus)

Ikajara Garda Terdepan Promosikan Kota Medan kepada Dunia

PUKUL GONG: Pembina Ikajara Kota Medan, H Syamsul Arifin pukul gong sebagai tanda pembukaan raker perdana Ikajara Kota Medan periode 2020-2023 yang dipimpin Ari Ismail, di Hotel Grand Kanaya Jalan Darussalam Medan, Sabtu (14/11).
PUKUL GONG: Pembina Ikajara Kota Medan, H Syamsul Arifin pukul gong sebagai tanda pembukaan raker perdana Ikajara Kota Medan periode 2020-2023 yang dipimpin Ari Ismail, di Hotel Grand Kanaya Jalan Darussalam Medan, Sabtu (14/11).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Medan mengungkapkan Ikatan Alumni Jaka dan Dara (Ikajara) Kota Medan mempunyai peran penting dalam mempromosikan ibukota Provinsi Sumatera Utara kepada dunia. Sehingga wisatawan baik lokal maupun mancanegara semakin banyak datang ke Kota Medan, dan akhirnya ekonomi masyarakat dapat terdongkrak.

PUKUL GONG: Pembina Ikajara Kota Medan, H Syamsul Arifin pukul gong sebagai tanda pembukaan raker perdana Ikajara Kota Medan periode 2020-2023 yang dipimpin Ari Ismail, di Hotel Grand Kanaya Jalan Darussalam Medan, Sabtu (14/11).
PUKUL GONG: Pembina Ikajara Kota Medan, H Syamsul Arifin pukul gong sebagai tanda pembukaan raker perdana Ikajara Kota Medan periode 2020-2023 yang dipimpin Ari Ismail, di Hotel Grand Kanaya Jalan Darussalam Medan, Sabtu (14/11).

Demikian disampaikan Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Medan, Arief Sudarto Trinugroho diwakili Kepala Dinas Pariwisata Medan, Agus Suriyono saat membuka rapat kerja perdana Ikajara Kota Medan periode 2020-2023, di Hotel Grand Kanaya Jalan Darussalam Medan, Sabtu (14/11).

“Tahun depan akan dilaksanakan Pemilihan Jaka dan Dara dari 21 kecamatan yang ada di Kota Medan. Jaka dan Dara ini sangat bermanfaat untuk mempromosikan segala budaya dan pariwisata yang ada di Kota Medan. Ikajara juga sebagai duta wisata di Kota Medan dan sebagai cerminan wajahnya Kota Medan, sangat penting perannya dalam mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara ke kota yang kita cintai ini,” ujarnya. Agus berpesan dalam raker perdana Ikajara tersebut nantinya, setiap bidang-bidang dapat membuat program kerja yang visioner. Terlebih saat ini merupakan era digital dan memasuki industri 4.0.

Sementara itu, Ketua Ikajara Kota Medan, Ari Ismail menyambut baik tantangan yang disampaikan Pjs Wali Kota melalui kepala Dinas Pariwisata Medan. Ia mengakui mengemban amanah sebagai ketua Ikajara Kota Medan sampai tiga tahun mendatang, bukanlah pekerjaan ringan. Mengingat dirinya saat ini juga dipercaya memimpin masyarakat Kelurahan Sei Mati, Medan Labuhan, sebagai lurah. Adapun kepengurusan Ikajara Kota Medan 2020-202; Bidang OKK, Ekonomi Koperasi UKM & Perbankan, Seni, Budaya, Pariwisata &Industri Kreatif, Humas Sosial Kemasyarakatan Pemberdayaan Lingkungan, Bidang Hukum, Hubungan Antar Lembaga dan Lintas, Bidang Pengembangan Kerohanian, Pembinaan Mental Olahraga & Kesehatan. (prn/ila)

“Tugas yang cukup berat sebenarnya bagi saya selaku penerima amanah dari kawan-kawan keluarga besar Ikajara. Di satu sisi saya mesti memimpin warga saya di Kelurahan Sei Mati, kemudian organisasi untuk menyatukan pemikiran-pemikiran hebat yang bervariasi dari setiap anggota yang ada secara visioner,” katanya.

Ditambah lagi kondisi pandemi Covid-19 saat ini, menurut Ari Ismail, menjadi tantangan tersendiri dalam memajukan Ikajara Kota Medan mendatang. “Namun saya sikapi sebagai tantangan yang akan membuat Ikajara bisa semakin maju di masa mendatang dan tanpa ada dukungan dari kepala-kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di Kota Medan, tidak akan mungkin Ikajara bisa maju. Sebab Ikajara tidak ada anggarannya namun merupakan wajah dari Kota Medan,” katanya.

Pihaknya pun bersyukur, setelah diberi mandat dan amanah pada Musyawarah Besar ke-1 September lalu, untuk menjalankan laju organisasi Ikajara Kota Medan. Terutama dengan momentum istimewa berhimpun mulai dari angkatan tahun 1991-2019.

“Kami merasa sangat bersyukur dikarenakan kepengurusan kami dalam tempo yang singkat, dengan kemandirian rekan-rekan dan juga dukungan para tokoh masyarakat dan OPD-OPD Pemko Medan, mampu melaksanakan raker pertama,” katanya.

Ari menambahkan, sudah pihaknya bahas beberapa poin penting dalam kepengurusan organisasi untuk rencana aktivitas satu tahun mendatang yang bisa dikolaborasikan bersama internal di Pemko Medan, serta eksternal BUMN dan pihak swasta melalui dana CSR tiap tahunnya.

Adapun kepengurusan Ikajara Kota Medan 2020-2023 dilengkapi dengan enam bidang diantaranya; Bidang OKK, Ekonomi Koperasi UKM & Perbankan, Seni, Budaya, Pariwisata &Industri Kreatif, Humas Sosial Kemasyarakatan Pemberdayaan Lingkungan, Bidang Hukum, Hubungan Antar Lembaga dan Lintas, Bidang Pengembangan Kerohanian, Pembinaan Mental Olahraga & Kesehatan.

Turut hadir dalam raker tersebut, Datok Seri Lelawangsa, H Syamsul Arifin (Ketua PB.MABMI ) sekaligus Pembina Ikajara Kota Medan, Aryanto selaku Ketua Panitia raker I Ikajara Medan 2020, serta Dewan Pertimbangan Ikajara serta seluruh pengurus Ikajara. (prn/ila)

Kapoldasu Terima Penghargaan dari Kementerian ATR/BPN

PENGHARGAAN: Plt Kajatisu Aditia Warman, Gubsu Edy Rahmayadi, Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin dan Pangdam I/BB Mayjend TNI Irwansyah, saat menerima penghargaan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), di Adi Mulia Hotel Medan, Senin (16/11).
PENGHARGAAN: Plt Kajatisu Aditia Warman, Gubsu Edy Rahmayadi, Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin dan Pangdam I/BB Mayjend TNI Irwansyah, saat menerima penghargaan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), di Adi Mulia Hotel Medan, Senin (16/11).

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Martuani Sormin menerima penghargaan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Himawan Arief Sugoto, yang berlangsung di Adi Mulia Hotel, Senin (16/11).

PENGHARGAAN: Plt Kajatisu Aditia Warman, Gubsu Edy Rahmayadi, Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin dan Pangdam I/BB Mayjend TNI Irwansyah, saat menerima penghargaan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), di Adi Mulia Hotel Medan, Senin (16/11).
PENGHARGAAN: Plt Kajatisu Aditia Warman, Gubsu Edy Rahmayadi, Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin dan Pangdam I/BB Mayjend TNI Irwansyah, saat menerima penghargaan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), di Adi Mulia Hotel Medan, Senin (16/11).

Selain Kapolda Sumut, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Plt Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Aditia Warman diwakili oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut Jacob Hendrik Pattipeilohy dan Pangdam I/BB Mayjend TNI Irwansyah juga menerima penghargaan atas partisipasi dan dukungannya dalam membantu Kementerian ATR/BPN dalam menyelesaikan masalah agraria di Sumut.

Sebagai Kapolda saya berharap kerja sama dapat berlangsung dengan baik untuk menyukseskan masalah pertanahan. Hukum adalah alternatif terakhir.”

Irjen Martuani Sormin
Kapolda Sumut

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Himawan Arief Sugoto secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sumut dan unsur Forkopimda yang telah mendukung Kementerian ATR/BPN dalam mensukseskan program strategis Nasional seperti program infrastruktur yang saat ini masih terus berjalan.

“Pada dua hari ini, kami akan menggelar Rakerda dan melakukan evaluasi kinerja pada seluruh satker yang ada dan semoga dari Rakerda ini kita bisa mempersiapkan program di 2021 dengan lebih baik dari tahun ini, ujarnya.

Sementara itu, Kakanwil BPN Provinsi Sumut, Dadang Suhendi menyampaikan apresiasi kepada Gubernur dan unsur Forkopimda dalam mensukseskan program strategis nasional Kementerian ATR/BPN menyelesaikan konflik-konflik agraria di Sumut.

Rakerda tahun ini, katanya, mengusung tema ‘Mewujudkan Nilai-Nilai Kementerian ATR/BPN Melayani, Profesional, Terpercaya Melalui Peningkatan Kualitas SDM Unggul, menjadi salah satu modal utama dalam menciptakan SDM yang siap mendukung kesuksesan program strategis nasional.

“Rakerda ini diikuti oleh seluruh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota, Kepala Bidang, Kabag TU, para pejabat pengawas dan para pejabat pelaksana yang nantinya sebagai ujung tombak bagaimana melakukan satu perubahan sikap dan perilaku, agar nilai-nilai ATR/BPN benar-benar bisa terwujud,” ujar Dadang.

Kapolda Sumut, Irjen Martuani Sormin menuturkan, agar rekan-rekan di BPN memberikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat yang mengurus permasalahan tanah. “Sebagai Kapolda saya berharap kerja sama dapat berlangsung dengan baik untuk menyukseskan masalah pertanahan. Hukum adalah alternatif terakhir,” tegas Martuani.

Selanjutnya, Sekjen Kementerian ATR/BPN Himawan Arief Sugoto didampingi Gubernur Edy Rahmayadi serta unsur Forkopimda melakukan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya Rapat Kerja Daerah Kanwil BPN Sumut. (mag-1/ila)

Camat Medan Amplas Evakuasi Pria Lansia

Evakuasi: Pihak Kecamatan Medan Amplas sedang mengevakuasi pria lansia tanpa identitas yang terlantar di Jalan Sisingamangaraja Medan, Senin (16/11).dewi/sumutpos.
Evakuasi: Pihak Kecamatan Medan Amplas sedang mengevakuasi pria lansia tanpa identitas yang terlantar di Jalan Sisingamangaraja Medan, Senin (16/11).dewi/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pria lanjut usia (lansia) tanpa identitas terlantar di Halte Jalan Sisingamangaraja Medan, atau tepatnya di depan pabrik getah Asahan, Senin(16/11). Pihak Kecamatan Medan Amplas bersama Kelurahan Timbang Deli dan Dinas Sosial Kota Medan akhirnya mengevakuasi pria tua tersebut.

Evakuasi: Pihak Kecamatan Medan Amplas sedang mengevakuasi pria lansia tanpa identitas yang terlantar di Jalan Sisingamangaraja Medan, Senin (16/11).dewi/sumutpos.
Evakuasi: Pihak Kecamatan Medan Amplas sedang mengevakuasi pria lansia tanpa identitas yang terlantar di Jalan Sisingamangaraja Medan, Senin (16/11).dewi/sumutpos.

“Tadi di bawah koordinasi Lurah Timbang Deli, James Simanjuntak dan Dinas Sosial Pemko Medan langsung mengevakuasi pria yang terlantar itu ke Rumah Sakit Bina Kasih,” ujar Camat Medan Amplas, Edy Mulia Matondang kepada sejumlah wartawan di Medan.

Edy mengungkapkan, kondisi pria yang diperkirakan berumur di atas 60 tahunan ini tidak memiliki identitas dan ketika ditanya tentang alamat tempat tinggal atau domisilinya, malah dijawab secara tidak jelas atau ngelantur. “Kepada petugas ia menyebut tinggal di kawasan Jalan Sekip, kemudian berubah-ubah lagi,” terang Edy, sembari mengatakan bahwa kondisi pria tersebut dalam keadaan lemas.

Ia juga menuturkan lokasi tempat di mana pria malang tersebut ditemukan cukup jauh dari pemukiman warga, lokasi persis di depan pabrik dan perkantoran. Sedangkan dari penelusuran pihak kecamatan bahwa pria lansia itu bukanlah warga sekitar.

Melihat kondisinya, lanjutnya, pihak Kecamatan Medan Amplas langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasi pria malang tersebut, terlebih lagi kondisinya dalam keadaan sakit. “Mungkin setelah sehat, bapak tadi bisa lebih terang menjelaskan asal usul dan tempat tinggalnya,” harapnya.

Terpisah, warga sekitar, yakni Elin dan Sangkot menyampaikan apresiasi atas respon cepat dari pihak Kecamatan Medan Amplas atas kondisi pria uzur tanpa identitas tersebut.

Karena sebelumnya, menurut Sangkot yang merupakan warga sekitar menyebutkan selama empat hari warga di kawasan tersebut kaget dan bertanya-tanya anggota keluarga siapa yang ditelantarkan tanpa identitas di halte tanpa penerangan lampu yang memadai.

Ia pun menduga bahwa pria malang tersebut sengaja ditinggal orang di Halte tersebut. Di mana, sebelumnya ia melihat ada betor berhenti di Halte pada malam hari atau tepatnya Kamis (13/11) lalu dan pengemudinya menurunkannya di halte tersebut.

Curiga dengan apa yang diturunkan oleh si Pengemudi dari dalam betornya, ia berusaha mengejarnya akan tetapi karena tidak ada kendaraan maka si pengemudi betor berhasil lolos dan meninggakan si kakek malang tanpa identitas serta dalam kondisi sakit.

Ia berharap kondisi si kakek tersebut cepat sembuh dan ingatan kembali pulih sehingga bisa kembali berkumpul dengan anggota keluarganya. (mag-1/ila)

NB: Teks Foto: Evakuasi: Pihak Kecamatan Medan Amplas sedang mengevakuasi Pria Lansia tanpa identitas yang terlantar di Jalan Sisingamangaraja Medan. Sumut Pos/ ist

Terkait Pengusiran Wartawan di Komisi III, BKD DPRD Medan Panggil Edward Hutabarat

PARIPURNA: Suasana rapat Paripurna DPRD Medan terlihat sepi, Selasa (18/8). Hanya 10 anggota DPRD Medan yang mengikuti rapat tersebut. markus pasaribu/sumut pos.
PARIPURNA: Suasana rapat Paripurna DPRD Medan terlihat sepi, Selasa (18/8). Hanya 10 anggota DPRD Medan yang mengikuti rapat tersebut. markus pasaribu/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sikap anggota Komisi III DPRD Medan, Edward Hutabarat dengan ‘mengusir’ wartawan yang sedang meliput kegiatan rapat pembahasan R-APBD 2021 antara Komisi III dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan, pada Rabu (11/11) yang lalu, berbuntut panjang.

PARIPURNA: Suasana rapat Paripurna DPRD Medan terlihat sepi, Selasa (18/8). Hanya 10 anggota DPRD Medan yang mengikuti rapat tersebut. markus pasaribu/sumut pos.
Ilustrasi.

Ketua BKD DPRD Medan, Robi Barus mengaku telah memanggil Edward Hutabarat terkait hal itu. Hanya saja pertemuan mereka terkendala karena adanya rapat finalisasi di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Medan.”Sudah saya telpon kemarin, hanya saja hari ini (kemarin,Red) ada finalisasi di Banggar. Segera kita jadwalkan ya,” jawabnya.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD Medan, H Ihwan Ritonga SE MM menyampaikan jika sikap yang dilakukan oleh Edward Hutabarat yang meminta wartawan keluar dari ruang rapat Komisi III saat rapat yang bersifat terbuka tengah berlangsung adalah tidak pantas ataupun tidak etis untuk dilakukan.

“Itu jelas gak etis lah. Kalau sejak awal rapat memang terbuka, maka harusnya wartawan boleh masuk dan meliput, tidak boleh disuruh keluar dengan seenaknya. Kalau memang tertutup, silakan sampaikan di awal,” ucap Ihwan kepada Sumut Pos, Senin (16/11).

Itupun kata Ihwan, yang berhak menentukan rapat itu terbuka atau tertutup adalah pimpinan rapat, bukan seorang anggota rapat. Bila ditengah berlangsungnya rapat harus diubah menjadi tertutup, maka harus dengan sepengetahuan pimpinan DPRD Medan dengan disertai adanya risalah usai rapat tertutup digelar.

Dijelaskannya, untuk rapat pembahasan R-APBD 2021 ini, para pimpinan DPRD Medan memang memberikan hak kepada para AKD untuk menentukan rapat itu terbuka atau tertutup. Hanya saja, bila harus tertutup, maka tetap harus ada risalah.

“Dan sekali lagi, itu kewenangannya pimpinan rapat, bukan anggota rapat. Apalagi kenapa sih harus tertutup? Saya fikir gak ada yang luar biasa di pembahasan itu, jadi gak perlu lah ditutup begitu. Kalau ada yang mau disampaikan dan sangat penting apalagi pribadi, kan bisa di bahas diluar rapat,” katanya.

Ihwan pun berharap, agar hal ini menjadi perhatian serius bagi seluruh Alat Kelengkapan Dewan (AKD) lainnya, termasuk Komisi III agar tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama dan mau lebih mempelajari Tata Tertib (Tatib) pelaksanaan rapat untuk kedepannya. “Kami pimpinan akan meminta supaya beliau ditegur. Gak boleh begitu, semua ada aturannya, gak bisa suka-suka,” tegasnya.

Selaku pimpinan DPRD Medan, Ihwan pun meminta kepada Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Medan untuk memanggil Edward Hutabarat dan memberikannya sanksi, walaupun mungkin hanya berupa teguran. “Tapi tetap harus ada tindakan dari BKD lah untuk itu. Gak bisa dibiarkan begitu saja,” pungkasnya.

Seperti diketahui, anggota Komisi III DPRD Kota Medan, Edward Hutabarat meminta tiga orang wartawan yang sedang meliput kegiatan rapat pembahasan R-APBD Tahun 2021 dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan pada Rabu (11/11) siang untuk keluar dari ruang rapat Komisi III pada gedung DPRD Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis No.1 Medan.

Rapat yang dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan, Edliati Siregar itu mendadak terhenti ketika Edrwad Hutabarat meminta wartawan untuk meninggalkan ruang rapat dengan alasan ada yang harus dibahas dengan pihak Dinas Koperasi dam UMKM dan tidak perlu didengar oleh para awak media.

Padahal diketahui, rapat pembahasan bersifat terbuka untuk umum, apalagi untuk awak media yang memang bertugas untuk memberikan informasi terkait seluruh kegiatan di DPRD Medan.

“Ada yang mau di bahas ini. Wartawan tolong keluar dulu ya,” ucap politisi PDIP itu ditengah pembicaraannya dengan Kadis Koperasi dan UMKM Edliati dihadapan para wakil rakyat lainnya di Komisi III DPRD Medan yang hadir saat itu. (map/ila)

Jalan ke Canang Kering Putus

PUTUS: Warga kesulitan melintas di jalan umum Canang Kering, Kelurahan Belawan Sicanang, Medan Belawan, yang sudah seminggu ini putus total.
PUTUS: Warga kesulitan melintas di jalan umum Canang Kering, Kelurahan Belawan Sicanang, Medan Belawan, yang sudah seminggu ini putus total.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Jalan umum yang selama ini digunakan oleh ratusan kepala keluarga di Canang Kering Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, sudah seminggu ini putus total. Hal ini menyebabkan warga mengalami kesulitan untuk melintasi tersebut dan mengganggu transportasi warga untuk pergi ke kota itu.

PUTUS: Warga kesulitan melintas di jalan umum Canang Kering, Kelurahan Belawan Sicanang, Medan Belawan, yang sudah seminggu ini putus total.
PUTUS: Warga kesulitan melintas di jalan umum Canang Kering, Kelurahan Belawan Sicanang, Medan Belawan, yang sudah seminggu ini putus total.

Seorang warga Canang Kering, Syamsul (40) menyebutkan, putusnya sarana transportasi tersebut disebabkan kemiringan tanah dan luapan banjir rob yang selalu melanda Canang Kering. “Sudah seminggu jalan ini terputus sehingga warga kesulitan untuk melintas, apalagi satu-satunya sarana transportasi di sini,” ungkap Syamsul, Senin (16/11).

Syamsul berharap agar Pemko Medan segera memperbaiki jalan yang rusak tersebut.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Medan, HT Bahrumsyah meninjau kondisi jalan yang terputus tersebut, mengaku meminta kepada Dinas PU Kota Medan untuk segera membangun jembatan darurat.

“Kita minta agar segera dibangun jembatan darurat supaya warga tidak terganggu melintas. Perbaikan ini akan menjadi prioritas bagi Pemko Medan di tahun 2021,” tegasnya.

Sejumlah warga mengalami kesulitan untuk melintasi jalan tersebut karena harus melewati arus air laut. Bahkan, pada malam hari, warga terpaksa ekstra hati-hati, karena selain suasana yang gelap juga lobang yang dalam. (fac/ila)

Bibblo Parfume Selenggarakan Lomba Modeling Bertajuk Ajang Hari Pahlawan Anak Bangsa

Bersama: Peserta model Kategori Anak-anak Umum sedang berfose berfoto bersama, usai mengikuti Ajang Lomba Modeling, Zen’s Cafe, Jalan HM Joni, Medan, Minggu (15/11) sore. dewi/sumut pos.
Bersama: Peserta model Kategori Anak-anak Umum sedang berfose berfoto bersama, usai mengikuti Ajang Lomba Modeling, Zen’s Cafe, Jalan HM Joni, Medan, Minggu (15/11) sore. dewi/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski di Kota Medan masih dalam situasi dan kondisi Pandemi Covid-19, namun anak-anak Medan tetap menunjukkan antusiasnya dalam mengikuti serta menunjukkan bakat dan kreativitasnya dalam ajang Lomba Modeling yang digelar Bibblo Eau De Parfume, di Zen’s Cafe, Jalan HM Joni, Medan, Minggu (15/11) sore.

Bersama: Peserta model Kategori Anak-anak Umum sedang berfose berfoto bersama, usai mengikuti Ajang Lomba Modeling, Zen’s Cafe, Jalan HM Joni, Medan, Minggu (15/11) sore. dewi/sumut pos.
Bersama: Peserta model Kategori Anak-anak Umum sedang berfose berfoto bersama, usai mengikuti Ajang Lomba Modeling, Zen’s Cafe, Jalan HM Joni, Medan, Minggu (15/11) sore. dewi/sumut pos.

Even bertajuk ‘Ajang Hari Pahlawan Anak Bangsa’ ini diikuti sebanyak 82 peserta, yang berasal dari Agency Modeling se-Kota Medan, dengan Kategori Anak-anak Pemula, Anak-anak Umum, Remaja Pemula dan Remaja Umum Profesional, dari usia 5-18 tahun.

Distributor Bibblo Eau De Parfume sekaligus Penanggung Jawab Even, Edi Syahputra mengatakan, ajang lomba model ini, memperebutkan berbagai macam hadiah, sertifikat, sovenir dari Bibblo Parfume serta uang tunai dengan total puluhan juta rupiah.

“Bibblo Parfume tertarik menggelar ajang model ini, sebab Bibblo khusus menjual alat-alat kosmetik,” ujarnya didampingi Branch Manager Bibblo Eau De Parfume Irwansyah Putra, Ketua Panitia Ilham Amin, Sekretaris Cristin Siagian, Bendahara Trian Siagian dan para Anggotanya yakni Dendi, Syifa, Sila, Nabila, Putra dan Rahel kepada Sumut Pos, usai berlangsungnya even tersebut.

Dikatakannya, tujuan Bibblo Eau De Parfume mengadakan even modeling se-kota Medan tersebut untuk mencari bakat-bakat anak Medan, khusus model yang nantinya akan dikembangkan oleh pihak Bibblo Parfume. “Kemungkinan besar nanti ke depannya akan menjadi model iklan Bibblo Parfume, untuk model foto dan video khusus di Kota Medan,” ujarnya.

Dijelaskannya, even ini dinilai oleh Dewan Juri Profesional, di antaranya Miss Eco Tourism Sumatera Utara (Sumut) 2020 dan Miss Ocean Sumut 2020. Selain itu juga dihadiri Putri Indonesia Lingkungan Sumut 2016, Sarah Pia Panjaitan.

“Bibblo Parfume telah memiliki izin edar dari BPOM langsung. Sehingga telah menjual produknya secara resmi. Bahkan, parfume ini juga nonalkohol, sehingga bisa digunakan untuk ibadah salat bagi yang Muslim. Selain itu, bibitnya berasal dari luar negeri dan wanginya juga tahan lama serta harganya juga terjangkau. Pabrik Bibblo Parfume berada di kawasan Tanjung Morawa, Deliserdang.

“Ke depan kita akan promosikan produk ini hingga ke luar Medan,” ucapnya.

Dalam even ini, kata Edi, seluruh peserta wajib mengikuti protokol kesehatan (Prokes). “Jika tidak mengikutinya maka secara otomatis akan didiskualifikasi. Prokes juga wajib diikuti oleh panitia,” tegasnya.

Selain even ajang model, lanjutnya, Bibblo Parfume juga menggelar lomba foto kontes di Instagram, untuk peserta even dan masyarakat umum, dengan cara membeli parfume nya dan berfoto di lokasi even, kemudian men tag akun Official Bibblo Parfume, dengan hastag Bibblo model. “Seluruh pemenang diumumkan satu hari itu juga bersamaan dengan pemenang lomba even modeling,” ucapnya.

Edi mengaku gembira karena antusias warga sangat tinggi dalam even tersebut, bahkan penonton juga memadati lokasi. “Kita berharap agar peserta lomba dapat terus mengembangkan bakat modelnya agar menjadi model profesional, untuk ajang even Bibblo Parfume berikutnya,” pungkasnya. (mag-1/ila)