Home Blog Page 3905

Peraih Kalpataru Dukung Akhyar Bikin Cantik Medan

Pemilik Ruko Rooftop Garden Bakal Diskon PBB

BERSAMA: Akhyar Nasution bersama Paris Sembiring. (ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Paris Sembiring, aktivis lingkungan peraih penghargaan Kalpataru tahun 2003 kategori Pembina Lingkungan, mendukung gerakan #yokbikincantikmedan yang digadang-gadang calon Walikota Medan, Ir Akhyar Nasution M.Si bersama pasangannya H Salman Alfarisi Lc MA.
Hal ini disampaikan Paris Sembiring saat menjamu Akhyar Nasution di Adiwiyata Garden kediamannya Jalan Pijer Podi, Kecamatan Medan Johor, Sabtu (14/11/2020).

“Saya melihat kepedulian dan kepemimpinannya enggak perlu diragukan, karena kebetulan beberapa kali pun kami sering juga ketemu di sekolah sekolah adiwiyata atau pun di kegiatan-kegiatan lingkungan,” ungkap Paris.

“Dari tadi kami banyak bincang-bincang tentang bagaimana ke depan untuk melestarikan Kota Medan ini lebih baik lagi, lebih cantik lagi Medan. Jadi, kita berharap ke depannya beliau masih bisa memimpin Kota Medan ini,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Paris berharap, ke depan Kota Medan dapat meraih Adipura dan banyak pelibatan masyarakat. “Dibuat kader-kader lingkungan di setiap kecamatan, supaya nanti Adipura bisa kita raih kembali,” harapnya.

Di sisi lain, calon Walikota Medan, Ir Akhyar Nasution menjelaskan, konsep Medan Cantik. Hal ini dimulai dari kesadaran masyarakat akan menjaga lingkungan seperti mewadahi sampah dan disamping kesadaran yang tinggi untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan.

Tak hanya itu, gerakan #yokbikincantikmedan antara lain berkaitan dengan pengelolaan sampah. Seperti pembuatan briket arang yang digagas Rena Simbolon dan juga pengembangan Maggot di Marelan.

“Mau cerita apapun, sampah harus jadi duit. Kalau tidak, maka akan jadi problem. Artinya, pengelolaan sampah ini harus kita mulai,” tegasnya.

Tak hanya itu, Akhyar – Salman ke depan akan menambah ruang terbuka hijau di kota ini. Salah satunya memanfaatkan ruko-ruko yang ada untuk dijadikan rooftop garden.

“Kita kan banyak ruko di Medan ini, jadi ruko ruko yang ada ini akan kita jadikan roof garden, sebagai retensi air, sehingga air tidak seketika turun ke parit,” ujar Akhyar.

Agar merangsang warga untuk mau mewujudkan ini, menurut Akhyar, akan distimulan dengan pemberian insentif. “Misalnya kita kasih diskon PBB kepada warga yang mengadopsi ini,” tandasnya. (map)

Melawan Petugas, 2 Kurir Sabu 15 Kg Ditembak Mati

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Sebanyak dua orang diduga kurir narkotika jenis sabu antar propinsi ditembak mati personel Satres Narkoba Polres Labuhanbatu, Jumat (13/11). Keduanya diberikan tindakan terukur karena disinyalir melawan petugas.

Itu dikatakan Kapolda Sumut Martuani Sormin didampingi Wakapolda Brigjen Pol DR Dadang Hartanto, PJU Polda Sumut, Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan,Tim Labfor Polda dan Tm Satres Narkoba Polres Labuhanbatu saat gelar konfrensi pers pengungkapan narkotika sabu sebanyak 15 Kg, Sabtu (14/11) sekira pukul 12.00 Wib

“Dua orang meninggal dunia tertembak di lapangan karena membahayakan jiwa petugas,” ungkap Kapoldasu.

Kronologis peristiwa bermula ketiak pengungkapan, Kamis (12/11) sekira pkl 13.00 Wib di Jalan Lintas Sumatera KM 330/331 Desa Sisumut Kecamatan Kota Pinang Kab.Labuhanbatu Selatan.

Personil Sat Narkoba dipimpin Kasat AKP Martualesi Sitepu, berhasil memberhentikan laju mobil avanza silver BM 1843 DM dikemudikan Eka Satria (27) warga jalan Marelan Psr II Barat Kel.Terjun Medan Marelan dan Abdul Fatah Als Atah (20) warga jalan Marelan V.Pasr II Barat Kel Terjun Medan Marelan.

Dari hasil penggeledahan dari dalam mobil ditemukan 15 bungkus plastik merk Qing Shan disusun dalam tas hitam bertuliskan Cendrawasih tujuan pengiriman 2 Kg ke daerah Labusel dan 13 Kg ke Dumai, Riau.

Dari hasil keterangan tersangka Eka Satria mengakui sudah pernah berhasil mengantar narkoba jenis sabu sebanyak 2 Kg ke daerah Labusel. Dimana tersangka mengakui bahwa dia disuruh Mahar warga jalan Binjai KM13.5.

Selanjutnya personel Sat Narkoba berkoordinasi dengan team DF Dit Narkoba Polda dan melakukan pengembangan ke Jalan Binjai KM.13,5.

Tim bergerak dari Rantauprapat, Kamis (12/11) sekira pukul 21.00 Wib dan tiba di Jalan Binjai pada hari Jumat (13/11) sekira pukul 05.00 Wib. Saat ke dua tersangka diturunkan dalam mobil untuk menunjukkan rumah tersangka Mahar, tersangka Eka Satria melakukan perlawanan dan membahayakan jiwa petugas Sat Narkoba Polres Labuhanbatu yang mengalami bengkak di kening dan pelipis dan mengalami biram di lengan kiri serta nyeri di dada karena hempasan tersangka Eka Satria

Seketika diberikan tindakan tegas dan terukur dimana dada kiri tersangka Eka Satria tertembak hingga meninggal dunia.

Disaat yang bersamaan tersangka Abdul Patah Als Atah saat dibawa jalan menunjukkan rumah M dengan tangan tergari ke depan mengayunkan ke tangannya kepada salah seorang personil Sat Narkoba yang mengakibatkan luka koyak di pelipis sebelah kiri. Karena membahayakan jiwa petugas sehingga terhadap tersangka Abdul Patah Als Atah diberikan tindakan tegas dan terukur di bagian dada sebelah kiri tertembak hingga meninggal di tempat.

Pengungkapan jaringan ini adalah merupakan jaringan Aceh, Labuhanbatu dan Dumai.

Kapoldasu menjelaskan target Polda Sumut adalah para bandar dan apabila mengancam jiwa petugas agar dilakukan tindakan tegas, tepat dan terukur dan tidak bisa segan segan kepada setiap jaringan narkoba.

Sementara ke dua personel Sat Narkoba Briptu Heri Chandra dan Briptu Yusuf saat ini masih dirawat inap di RS.Bhayangkara Polda Sumut. (fdh)

Lelang Eselon II Pemprovsu, Pansel Perpanjang Masa Pendaftaran

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemprov Sumut memutuskan memperpanjang tahapan pendaftaran sampai 18 November mendatang. Menariknya, salah satu alasan masa perpanjangan tersebut dilakukan adalah, memperbolehkan calon peserta yang belum mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Tingkat (Diklatpim) III untuk mendaftar.

Hal ini diketahui Sumut Pos dari laman resmi sumutprov.go.id, Jumat (13/11). Bahwa Pansel JPTP Pemprovsu melakukan revisi pengumuman seleksi terbuka eselon II tersebut. Aturan sebelumnya di-downgrade (diturunkan kelasnya) terkait kewajiban syarat pendaftar.

Adapun dalam revisi No.002/SJTPTP/X/2020 pada 5 November 2020, yang ditandatangani Ketua Tim Pansel R Sabrina, dilakukan perubahan pada Angka Romawi II Poin (5). Di sana disebutkan sebelumnya, peserta yang boleh mendaftar

“Telah Mengikuti dan Lulus Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III”. Kemudian diubah menjadi peserta yang boleh mendaftar “Dapat Dipertimbangkan Ikut Seleksi Jika Calon Peserta Belum Mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III”. Dengan perubahan ini, pelamar yang belum ikut Diklatpim III boleh mendaftar untuk seleksi eselon II kali ini.

“Mengingat keterbatasan waktu pendaftaran dan memperhatikan aspirasi, keinginan dan banyaknya minat calon peserta seleksi terbuka untuk mengikuti seleksi pengisian JPTP di lingkungan Pemprovsu, maka pansel memandang perlu untuk memperpanjang masa pendaftaran seleksi terbuka dimaksud mulai tanggal 13 November 2020 sampai dengan tanggal 18 November 2020.

Tata cara pendaftaran dan pelaksanaan mengacu pada Pengumuman Panitia Seleksi Nomor 001/SJPTP/X/2020 Tanggal 27 Oktober 2020 tentang Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,” sebut isi pengumuman kedua pada website Pemprovsu terkait perpanjangan masa perpanjangan seleksi eselon II tersebut.

Sementara masa seleksi administrasi dilakukan pada 19-20 November, pengumuman hasil seleksi administrasi pada 20 November, ujian tertulis dan penulisan makalah pada 23 November, tes asesmen pada 30 November-1 Desember 2020, presentasi makalah dan wawancara serta rekam jejak pada 5 Desember-14 Desember, penilaian akhir pada 15-16 Desember, dan penyerahan hasil seleksi pejabat pembina kepegawaian daerah pada 17 Desember.

Salah seorang pendaftar seleksi eselon II Pemprovsu, sempat mempertanyakan alasan tidak diumumkannya hasil kelulusan administrasi yang sejatinya dilakukan pada 12 November kemarin, sesuai jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya. “Saya tunggu-tunggu juga sampai pukul 09.00 WIB tadi, kenapa ya belum diumumkan hasilnya. Rupanya gak lama saya cek lagi di website, sudah ada pengumuman perpanjangan masa pendaftaran,” kata pejabat yang enggan namanya dipublikasikan itu.

Sementara Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah Setdaprovsu, Syahruddin Lubis, yang juga bagian dari Sekretariat Tim Pansel JPTP Pemprovsu 2020, belum bersedia memberi pernyataan lagi sekaitan perubahan jadwal seleksi terbuka eselon II ini. Meski demikian, ia sebelumnya menyebut, pendaftar yang sudah masuk berkasnya berasal dari eselon III Pemprovsu atau pejabat dari luar Pemprovsu. “Eselon II yang saat ini ada di Pemprovsu tidak ada yang ikut mendaftar,” ujarnya.

Pihaknya belum bisa menyampaikan secara detil berapa jumlah peserta yang mendaftar hingga hari terakhir pendaftaran kemarin. Sebab masih dilakukan koreksi oleh tim pansel. “Angka pastinya belum, karena masih kita sortir dan koreksi seluruh dokumen pemberkasan peserta yang telah mendaftar. Nanti akan kami umumkan tanggal 12 November. Perkiraannya seratus lebih juga yang mendaftar,” terangnya. (prn/ila)

Strategi Politik Bobby-Aulia Dikhawatirkan Turunkan Elektabilitas

PERDANA: Debat kandidat perdana Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan 2020 beberapa waktu lalu. (Istimewa)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan nomor urut 2 Bobby Nasution – Aulia Rahman kembali memperoleh dukungan dari organisasi besutan Anggota DPR RI Adian Napitupulu di Asrama Haji Embarkasi Medan, Jalan Abdul Haris Nasution, yaitu Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) pada Jum’at (13/11/2020) kemarin.

Namun, langkah politik menantu Presiden Joko Widodo tersebut dinilai kurang strategis. Hal ini diungkapkan oleh Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Nirwansyah putra. Ia menyebut, bahwa pertemuan dan deklarasi Bobby-Aulia yang digawangi oleh Adian Napitupulu dikhawatirkan tak memikiki efek yang menguntungkan bagi pasangan calon tersebut.

Sebab, menurut Nirwan, pergerakan dan rekam jejak Adian selama ini hanya terpaku di pusat dan tak mengakar hingga ke daerah salah satunya Kota Medan.

“Adian selama ini dikenal pergerakannya hanya di skala pusat. Dia tak mengakar sampai kesini. Oleh sebab itu pertemuan Bobby dengan dirinya dikhawatirkan tak memiliki keuntungan,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (14/11/2020).

Selain itu, strategi Bobby Nasution yang selama ini hanya seakan mengandalkan embel-embel “istana” dianggap tak relevan dalam kontestasi politik Pilkada Kota Medan 2020 mendatang.

Lalu, lanjut Nirwan, masyarakat Kota Medan tentu tak akan melupakan perpecahan yang trlah muncul di dalam partai berlambang banteng tersebut saat penentuan bakal calon Wali Kota Medan. PDIP mengesampingkan nama Akhyar Nasution yang notabene adalah kader PDIP sejak muda dan ikut dalam suka duka perjuangan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini dari tahun ke tahun.

“Masyarakat Medan ini rasional. Namanya sebuah kota. Masyarakat tak akan lupa ketidak-solidan yang mulai memuncak ketika menjelang penentuan bakal pasangan calon yang akan diusung PDIP di Kota Medan. Ini sangat berbeda dengan PDIP Kota Medan saat Pilpres dan Pilgubsu. Disitu PDIP masih sangat solid,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Shohibul Anshor Siregar selaku pengamat politik Kota Medan. Dirinya mengungkap bahwa sampai saat ini pasangan calon Bobby-Aulia masih belum memiliki sosok yang dapat secara langsung memahami persoalan di level akar rumput.

“Sosok seperti Sandiaga Uno, Fahri Hamzah, hingga Adian Napitupulu bukan sosok yang dapat secara langsung menghandle masyarakat di level akar rumput. Saya khawatir keterlibatan mereka dalam kampanye Bobby-Aulia hanya sekadar seremonial saja,” pungkasnya. (ris)

Pelayanan ke Pelanggan Terganggu, PDAM Tirtanadi Cuci Pipa dan Tambah Produksi Air

Humarkar Ritonga, Kadiv Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi Sumut.
Humarkar Ritonga, Kadiv Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Sumatera Utara (Sumut) terus meningkatkan kualitas serta produksi air ke pelanggan dengan mencuci pipa 600 mm, pelayanan akan mengalami gangguan. Demikian dikatakan Kepala Divisi (Kadiv) Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi Sumut Humarkar Ritonga di ruang kerjanya, Kamis (12/11) siang.

Humarkar Ritonga,  Kadiv Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi Sumut.
Humarkar Ritonga, Kadiv Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi Sumut.

“Pencucian pipa 600 mm ini dilakukan selain membersihkan pipa juga akan menambahkan produksi  air  menuju ke pelanggan, sehingga air yang akan diterima di rumah pelanggan nantinya akan menjadi lebih besar dan bersih,”kata Humarkar Ritonga.

Lebih jauh dikatakannya, selama pencucian pipa 600 mm akan dilaksanakan pada Jumat (13/11) malam, mulai dari pukul 21.00 WIB hingga Sabtu (14/11) dini hari pukul 03.00 WIB. Selama pencucian pipa, akan ada sedikit gangguan. Adapun wilayah yang berdampak seperti Cabang Medan Amplas di Jalan Pertahanan,  Perum Rivers Poldasu, Jalan Panglima Denai, Jalan Garu 1 s/d VI dan sekitarnya. Cabang Medan Kota di Jalan Sisingamangaraja dan sekitarnya. Cabang Medan Denai di Jalan Air Bersih, Jalan Bakti/AR Hakim, Jalan Bahagia By pass, Perumahan Menteng, Jalan Denai dan sekitarnya.

Menurut Humarkar air akan kembali berjalan normal ke rumah pelanggan pada Sabtu (14/11) malam. “Mudah – mudahan pada Sabtu malam jika pekerjaan cuci pipa 600 mm ini berjalan sesuai yang direncanakan tanpa ada halangan apapun, air sudah normal kembali,” kata Humarkar.

Sebagai wujud pelayanan prima bagi pelanggan yang mengalami gangguan dikarenakan pencucian pipa tersebut, maka PDAM Tirtanadi akan menyiapkan mobil tangki yang akan mendistribusikan air ke rumah pelanggan.

Atas nama manajemen, Humarkar memohon maaf dan doa dari seluruh pelanggan agar pekerjaan tersebut dapat selesai tepat pada waktunya. Oleh karena itu kepada pelanggan yang mengalami gangguan distribusi air selama pencucian pipa 600 mm, dapat menghubungi call centre 1500 – 922. (adz/ila)

Minta Segera Lakukan Reboisasi, Komisi II DPRD Medan Rekomendasikan DLH Medan

RAPAT: Komisi II DPRD Kota Medan dalam rapat pembahasan R-APBD 2021, Kamis (12/11) sore.markus/sumu tpos.
RAPAT: Komisi II DPRD Kota Medan dalam rapat pembahasan R-APBD 2021, Kamis (12/11) sore.markus/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan merekomendasikan berbagai program kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan dalam rapat pembahasan R-APBD 2021, Kamis (12/11) sore. Di antaranya, reboisasi daerah pinggiran sungai, pemanfaatan atap gedung tinggi (rooftop) untuk tanaman, edukasi lingkungan hidup, pengolahan sampah dan limbah.

RAPAT: Komisi II DPRD Kota Medan dalam rapat pembahasan R-APBD 2021, Kamis (12/11) sore.markus/sumu tpos.
RAPAT: Komisi II DPRD Kota Medan dalam rapat pembahasan R-APBD 2021, Kamis (12/11) sore.markus/sumu tpos.

“Kami dari Komisi II sebagian merupakan anggota di banggar, akan memperjuangkan program di Dinas Lingkungan Hidup ini,” ucap Ketua Komisi II, Surianto SH (Butong) yang turut dihadiri Wakil Ketua Komisi, Sudari ST dan para anggota Komisi seperti Dhiyaul Hayati, Janses Simbolon, Wong Chun Sen, Afif Abdillah dan Johannes Hutagalung.

Sebelumnya dalam pertemuan itu, Kadis Lingkungan Hidup, Armansyah Lubis mengutarakan berbagai kendala yang dialami pihaknya dalam menjalankan program. Seperti edukasi lingkungan, komunitas dan pameran. Tak semua program bisa berjalan, disebabkan anggaran yang tidak memadai.

“Kami sudah membuat program Kampung Iklim, mengenai pengolahan sampah dan efek rumah kaca. Tapi tak bisa kami jalankan semua karena terkendala anggaran,” kata Armansyah Lubis yang akrab disapa Bob.

Sementara, menjawab persoalan yang disampaikan Sekretaris Komisi II Dhiyaul Hayati yang menanyakan pameran, Armansyah meminta stafnya memberi jawaban. Staf tersebut mengatakan, pihaknya hanya mampu menggelar 3 pameran karena ketiadaan anggaran.

“Pameran yang bisa kami ikuti hanya tiga, pameran di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Pekan Lingkungan Hidup di Jakarta dan Pekan Lingkungan Hidup di Provinsi,’’ ujarnya.

Lagi-lagi menjawab pertanyaan Dhiyaul, untuk edukasi komunitas lingkungan, DLH Kota Medan menyatakan tak dapat melayani semua komunitas karena anggaran yang tersedia hanya sekitar seratus juta lebih.

“Anggarannya sedikit, hanya Rp100-an juta. Sedangkan penduduk Kota Medan jumlahnya mencapai 2 juta. Edukasi itu sifatnya rutin, tapi kami tak bisa berbuat banyak karena anggarannya kecil,’’ jawab staf tersebut.

Dhiyaul mengusulkan, agar dilakukan reboisasi daerah pinggiran sungai, karena tak ada tanaman tersisa sehingga kerap terjadi longsor. Dia juga meminta adanya program memanfaatkan rooftop untuk tanaman dan peningkatan program pendidikan mengenai lingkungan hidup.

Selain itu, Wakil Ketua Komisi II, Sudari ST mengingatkan DLH tentang adanya hujan asap dan meminta Dinas LH melakukan perbaikan lingkungan untuk menjaga keseimbangan udara.

Menutup rapat, Surianto SH yang akrab disapa Butong ini mengingatkan kepada Armansyah Lubis selaku kadis agar program yang direkomendasikannya ini dapat benar-benar dijalankan jika diterima anggarannya.

“Jangan sampai dibilang masyarakat, kadisnya bodoh, DPRD nya juga bodoh, karena nanti anggarannya sudah ada, tapi programnya ternyata gak jalan. Tolong program ini dijalankan dengan sebaik-baiknya,” tegas Butong. (map/ila)

Nelayan Tradisional Kesulitan Peroleh BBM Subsidi

MELAUT: Nelayan di Belawan saat beranjak melaut, beberapa waktu lalu. Saat ini nelayan tradisional di Belawan kesulitan memperoleh solar bersubsidi.
MELAUT: Nelayan di Belawan saat beranjak melaut, beberapa waktu lalu. Saat ini nelayan tradisional di Belawan kesulitan memperoleh solar bersubsidi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kehidupan ribuan nelayan tradisional di kawasan Belawan, kini makin sulit. Sebab tangkapan hasil laut semakin sedikit karena kalah bersaing dengan nelayan modern. Kesulitan ini kian diperparah dengan sulitnya nelayan memperoleh solar bersubsidi untuk nelayan tradisional.

MELAUT: Nelayan di Belawan saat beranjak melaut, beberapa waktu lalu. Saat ini nelayan tradisional di Belawan kesulitan memperoleh solar bersubsidi.
MELAUT: Nelayan di Belawan saat beranjak melaut, beberapa waktu lalu. Saat ini nelayan tradisional di Belawan kesulitan memperoleh solar bersubsidi.

Ketua DPD Kesatuan Nelayan Tradisonal Indonesia (DPD KNTI) Kota Medan, M Isa Albasir mengatakan, para nelayan khususnya yang berada di kawasan Bagan Deli dan sekitarnya, sejak 5 tahun terakhir, tidak ada lagi stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) yang beroperasi melayani pembelian solar bersubsidi untuk nelayan tradisional dengan kapasitas kapal 5 GT ke bawah “Dulu ada 6 sampai 7 SPBN di sekitar sini, tapi sekarang sudah gak lagi,” kata Isa Albasir.

Dikatakannya, salah satu SPBN di Bagan Deli yang pertengahan tahun lalu sempat buka. Tapi hanya beroperasi sekitar sebulan dan kemudian ditutup kembali. “Jadi sekarang ini sudah gak ada SPBN untuk nelayan tradisional,” paparnya.

Karena ketiadaan SPBN yang menjual solar bersubsidi, para nelayan tradisional terpaksa membeli ke pengecer yang perbedaan harganya sangat jauh. Bila di SPBN, solar bersubsidi dapat dibeli dengan harga Rp5.150 per liter.

Bila di pengecer, nelayan harus membeli dengan harga Rp7.000 sampai Rp7.500 per liternya. Kondisi ini kian mempersulit kehidupan nelayan tradisional. Mereka saat ini terus tergerus karena kalah bersaing dengan nelayan modern dan kapal-kapal besar yang semakin bebas.

Basir mengaku sudah menyampaikan persoalan ini ke berbagai pihak. Mulai dari Dinas Perikanan Kota Medan dan Sumut. Juga ke Pertamina. Sebab, ada ribuan nelayan tradisional yang hidup di kawasan ini. Dan, 2.400 orang di antaranya terdata sebagai anggota KNTI.

“Ternyata persoalannya bukan ada di Dinas Perikanan atau Pertamina tetapi ada di BPH Migas, yang mengatur soal ini. Terakhir dalam zoom meeting sudah saya sampaikan kepada Direktur BPH Migas soal persoalan ini tapi sampai sekarang tidak ada tindaklanjutnya,” ujarnya.

Salah seorang nelayan Herianto (58) mengatakan, untuk pergi melaut, dengan kapan non GT yang mereka bawa setidaknya membutuhkan 5 liter solar. Ditambah keperluan makan, maka setidaknya butuh Rp 50 ribu untuk modal pergi ke laut menangkap ikan atau udang dan hasil laut lain. “Dengan modal segitu, kadang hasil yang dibawa cuma laku Rp 70 ribu,” ungkapnya. (fac/ila)

Berbagi 1.000 Paket Sembako untuk Warga Belawan, DPP Apresiasi Golkar Sumut

BAGI SEMBAKO: Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Golkar, Zainudin Amali bersama Ketua Golkar Sumut, Musa Rajekshah membagikan paket sembako kepada warga Belawan di Belawan Coffee, Kamis (12/11) sore. PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.
BAGI SEMBAKO: Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Golkar, Zainudin Amali bersama Ketua Golkar Sumut, Musa Rajekshah membagikan paket sembako kepada warga Belawan di Belawan Coffee, Kamis (12/11) sore. PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPP Partai Golkar mengapresiasi kegiatan bakti sosial yang diinisiasi Golkar Sumut dengan membagikan 1.000 paket sembako untuk warga Medan Belawan, Sumatera Utara.

BAGI SEMBAKO: Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Golkar, Zainudin Amali bersama Ketua Golkar Sumut, Musa Rajekshah membagikan paket sembako kepada warga Belawan di Belawan Coffee, Kamis (12/11) sore. PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.
BAGI SEMBAKO: Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Golkar, Zainudin Amali bersama Ketua Golkar Sumut, Musa Rajekshah membagikan paket sembako kepada warga Belawan di Belawan Coffee, Kamis (12/11) sore. PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.

Apresiasi ini disampaikan Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar, Zainudin Amali usai menghadiri kegiatan syukuran atas terpilihnya Ketua Golkar Sumut periode 2020-2025, Musa Rajekshah sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 Partai Golkar pada 20 Oktober lalu, di Belawan Coffee, Kamis (13/11) sore.

“Apa yang dilakukan ini tentu sangat membantu masyarakat terlebih dalam suasana pandemi. Maka kepedulian yang telah ditunjukkan Pak Ijeck dan jajaran Golkar Sumut serta Golkar Medan, kami dari DPP mengucapkan terimakasih,” ujarnya.

Menurut Zainudin, bakti sosial seperti ini perlu terus digalakkan. Ia menilai, dalam membantu antarsesama tidak boleh pilih-pilih. “Mari terus kita rajut kebersamaan seperti ini. Apapun kita akan bantu. Saya terimakasih kepada Pak Ijeck, Pak Haji (Irfan Hamidi/tokoh masyarakat Medan Utara) sudah berbuat kegiatan seperti ini,” tutur menteri Pemuda dan Olahraga itu.

Paket sembako ini diserahkan melalui beberapa titik wilayah di Belawan melalui Forum Anak Belawan Bersatu (FABB). Beberapa diantaranya diserahkan langsung Ketua DPD I Golkar Sumut, Musa Rajekshah didampingi Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Golkar, Zainudin Amali di Belawan Coffee. “Saya menaruh harapan kepada Ijeck untuk kemajuan Golkar di Sumut,” imbuh Zainudin.

Sebelumnya, Ketua Golkar Sumut Musa Rajekshah saat memberi sambutan menyampaikan, bakti sosial dengan memberikan paket sembako menjadi bentuk rasa syukur Partai Golkar yang juga ingin dirasakan kehadirannya di tengah-tengah masyarakat.

“Kehadiran Golkar harus bisa dirasakan oleh masyarakat. Di manapun berada, Partai Golkar harus punyak dampak dan mempunyai manfaat. Hari ini kami menyediakan 1.000 paket sembako yang akan diserahkan di beberapa titik dan ini juga ada bantuan dari H Irfan Hamidi, kita doakan agar bergabung menjadi kader Golkar,” ujar Ijeck.

DPD Partai Golkar kabupaten/kota di Sumut, lanjutnya, juga harus bisa melakukan program yang sama. “Harus ada kegiatan yang memberi manfaat ke masyarakat, apa-apa yang menjadi program Partai Golkar tidak semata-mata pada saat mau Pilkada saja,” harapnya.

Ijeck juga menekankan, kepada seluruh kader Golkar di Sumut untuk mendukung penuh pasangan calon (paslon) yang diusung Golkar di Pilkada serentak 2020, terkhusus 23 Pilkada kabupaten dan kota di Sumut.

Partai Golkar, sebutnya, secara nasional menargetkan kemenangan 60 persen dalam Pilkada serentak kali ini. “Harapan kami minimal 60 persen kita bisa memenangkan calon yang diusung. Untuk itu, tolong sampaikan kepada semua kader wajib mendukung semua calon kepala daerah,” katanya.

Wagub Sumut ini juga mengingatkan kembali seluruh kader untuk mempersiapkan diri menuju Pilpres 2024. “Mari merapatkan barisan, jaga kekompakan kita untuk Partai Golkar Sumatera Utara,” katanya.

Paling terpenting, ian menekankan, untuk menghindari permusuhan dalam Pilkada kali ini, karena hal tersebut bisa menjadi sampah keretakan hubungan Partai Golkar dengan masyarakat.

“Kita berharap kabupaten/kota juga mempunyai kursi parlemen artinya pada saat Pileg ke depan, dukungan yang diberikan harus lebih besar daripada saat ini. Apa yang yang menjadi program nantinya di 2024 baik program secara DPD dan secara nasional harus kita dukung bersama,” pesannya.

Hal sama disampaikan Zainudin Amali. “Target kita sudah disampaikan oleh ketua DPD I Partai Golkar Sumut, semoga itu bisa tercapai,” harapnya.

Usai memberikan bantuan secara simbolis, Zainudin dan Ijeck menyempatkan mengunjungi warga di Jalan Taman Makam Pahlawan dan menyerahkan bantuan kepada warga setempat. Kedua tokoh tersebut juga terlihat menyerap aspirasi warga setempat, di mana mengungkapkan di lingkungan mereka jika hujan deras turun langsung banjir, akibat terjadi sendimentasi parit/drainase yang ada. Ijeck berjanji akan menindaklanjuti keluhan warga tersebut. Turut hadir pengurus DPP Golkar, Meutya Hafid serta sejumlah pengurus Golkar Sumut dan Kota Medan. (prn/ila)

Pandemi Diprediksi Berakhir Pertengahan 2021

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pasangan peneliti di balik penemuan vaksin BioNTech/Pfizer sudah bisa memprediksi kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Mereka adalah ilmuwan yang berhasil menemukan vaksin Covid-19 yang diklaim manjur hingga 90 persen.

Dilansir dari Sky News, Jumat (13/11), Profesor Ugur Sahin, salah satu pendiri perusahaan Jerman BioNTech mengatakan vaksin pertama dapat diluncurkan untuk pasien di seluruh negeri pada pertengahan Desember, salah satunya di Inggris.

“Namun akan tergantung pada apakah regulator (BPOM) Inggris melisensikannya tepat waktu, paling awal untuk memasok vaksin sebelum pertengahan Desember,” tegasnya.

“Dan, pertengahan Desember tidak berarti situasinya akan berubah secara dramatis. Ini akan menjadi musim dingin yang sulit,” imbuh Prof Sahin.

Sahin yakin bahwa dengan adanya vaksin, maka dunia akan segera kembali ke kehidupan yang normal. Lantas kapan?

“Kita bisa kembali ke kehidupan normal pada pertengahan tahun depan,” tegas Prof Sahin.

Profesor Sahin menggambarkan bahwa suntikan itu 90 persen efektif mencegah Covid-19 sebagai hasil yang luar biasa. “Kami tidak menyangka bahwa sebagai ilmuwan yang serius, kami mempertimbangkan potensi kemanjuran antara 60, 70, dan 80 persen,” paparnya.

Ditanya apakah dia merasa terbebani setelah uji coba dinyatakan 90 persen efektif, dia menjawab. “Tentu saja. Tapi ini bukan perlombaan melawan satu sama lain, ini adalah perlombaan melawan waktu,” tukasnya.

Profesor Sahin mengatakan sementara dunia menunggu pemeriksaan dari lembaga otoritas memberikan izin darurat, hal terbaik yang dapat dilakukan orang adalah mengenakan masker dan menjaga jarak sosial. “Setiap orang memiliki tanggung jawab. Ini bukan hanya tentang pemerintah. Aspek terpenting adalah memakai masker, berhati-hati dan hindari terlalu banyak orang yang terlalu lama dalam satu ruangan,” jelasnya.

Prof Sahin mengatakan juga akan memvaksin dirinya sendiri. “Ya tentu saja, saya akan memvaksin pada hari pertama saya diizinkan,” tegasnya.

Profesor Sahin dan istrinya Ozlem Tureci, 53, adalah salah satu pendiri perusahaan bioteknologi Jerman yang bekerja dengan Pfizer pada salah satu dari 12 uji coba vaksin Covid-19 terkemuka.

Keduanya berasal dari Turki, mereka bertemu saat bekerja di bidang onkologi di Jerman, mendirikan perusahaan pertama mereka bersama pada 2001. Mereka mendirikan BioNTech pada 2008. (jpnn)

Pulang Kampung ke Simalungun, Mensos Kawal Pencairan Bansos

BANSOS: Mensos Juliari P Batubara menyerahkan secara simbolis bantuan sosial tunai kepada keluarga penerima manfaat, pesantren dan gereja di Simalungun, Kamis (12/11).BIRO HUMAS PEMPROVSU.
BANSOS: Mensos Juliari P Batubara menyerahkan secara simbolis bantuan sosial tunai kepada keluarga penerima manfaat, pesantren dan gereja di Simalungun, Kamis (12/11).BIRO HUMAS PEMPROVSU.

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara pulang kampung ke Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (13/11). Tak sekadar melepas rindu pada kampung halaman, Juliari juga ingin memastikan penyaluran bantuan sosial (Bansos) sampai ke tangan masyarakat.

BANSOS: Mensos Juliari P Batubara menyerahkan secara simbolis bantuan sosial tunai kepada keluarga penerima manfaat, pesantren dan gereja di Simalungun, Kamis (12/11).BIRO HUMAS PEMPROVSU.
BANSOS: Mensos Juliari P Batubara menyerahkan secara simbolis bantuan sosial tunai kepada keluarga penerima manfaat, pesantren dan gereja di Simalungun, Kamis (12/11).BIRO HUMAS PEMPROVSU.

Tercatat, sebanyak 41.592 kepala keluarga di Kabupaten Simalungun sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial tunai (BST) senilai Rp152 juta dari Kementerian Sosial (Kemensos).

“Saya ke sini untuk memastikan bahwa negara hadir di tengah pandemi Covid-19. Ini juga merupakan upaya tindak cepat dari pemerintah untuk memastikan masyarakat mendapat bantuan di kondisi sulit seperti saat ini,” kata Juliari di Balai Pertemuan Kelurahan Perdagangan Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, kemarin (12/11).

Provinsi Sumut mendapat Bansos dari Kementerian Sosial (Kemensos) berupa Program Sembako sebanyak 768.882 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan total nilai Rp1.657.086.100.000, Bantuan Sosial Tunai (BST) dengan jumlah penerima 558.759 KPM senilai Rp2.244.623.900.000, Bantuan Sosial Tunai (Non-PKH) sebanyak 16.385 KPM dengan nilai Rp8.192.500.000.

Untuk penyaluran gelombang pertama, BST sebesar Rp600 ribu/bulan/KPM selama tiga tahap, yakni April, Mei dan Juni. Lalu, gelombang II sebesar Rp300 ribu/bulan/KPM selama enam tahap, yakni mulai Juli hingga Desember 2020. “Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada semua pembantunya termasuk kami para menteri untuk memastikan masyarakat tidak ada yang kelaparan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Pemerintah Pusat juga memberikan bantuan untuk 20 lembaga, yang terdiri pesantren dan gereja dengan total nilai Rp1 miliar. “Tugas kami itu ya memberikan bantuan. Kehidupan berbangsa dan bernegara itu yang paling penting adalah kerukunan beragama. Apalagi Tuan Guru Batak bilang pesantrennya diapit dua gereja. Ajaran agama apa pun pasti mengajarkan kerukunan, saling menghargai. Bantuan seperti ini hanya membuat motivasi untuk kerukunan kehidupan beragama. Semoga bisa bermanfaat banyak,” harapnya.

Terakhir, Juliari mengingatkan bahwa Bansos bersifat sementara. Ia berharap agar masyarakat dan kepala daerah mampu menciptakan aktivitas dan program yang bersifat pemberdayaan ekonomi masyarakat Sumut.

Mendampingi Mensos dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Sosial Sumut Rajali mewakili Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mengapresiasi atas perhatian dan kepedulian Pemerintah Pusat melalui Kemensos. Apalagi kehadiran Mensos ke daerah ini terkait pemberian bantuan yang memang sangat dibutuhkan masyarakat. “Jadi ini yang sangat kita harapkan, agar bantuan bisa cepat tersalurkan ke masyarakat. Semoga bantuan ini dapat memberikan banyak manfaat di kondisi seperti ini,” ujar Rajali.

Bupati Simalungun JR Saragih juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan untuk warganya.  ”Terima kasih, karena telah mengindahkan permohonan saya. Pak Menteri menyambut baik apa yang saya sampaikan empat hari yang lalu, akhirnya saya yang kalang kabut karena langsung Pak Menteri yang turun ke Simalungun,” ujarnya. (rel/prn)

FOTO

BIRO HUMAS PEMPROVSU

Mensos Juliari P Batubara menyerahkan secara simbolis Bantuan Sosial Tunai kepada masyarakat dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) serta pesantren dan gereja, di Balai Pertemuan Kelurahan Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, Kamis (12/11).