DIKEEBUMIKAN: Sejumlah warga membantu mengkebumikan jasad korban pengeroyokan bapak dan anak.fachril/sumut pos.
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Bapak dan anak mengoroyok pria paruh baya hingga tewas di Jalan Platina, Gang Puskesmas, Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli, Sabtu (31/10) sore.
DIKEEBUMIKAN: Sejumlah warga membantu mengkebumikan jasad korban pengeroyokan bapak dan anak.fachril/sumut pos.
Pengeroyokan dipicu masalah gitar menewaskan Toni Syahrul Damanik Als Toni (46) warga Jalan Deli Komplek Sat Pol Air, Kelurahan Belawan 1, Kecamatan Medan Belawan.
Sedangkan pelakunya, Zainul alias Pak Zai (57) dan anaknya, M Wahyu Hutomo (20) merupakan tetangga korban yang tinggal di sekitar lokasi telah diamankan petugas Polsek Medan Labuhan.
Peristiwa itu terjadi saat korban melintas di depan rumah bapak dan anak tersebut. Salah satu pelaku, Zainul menanyakan gitar yang dipinjam oleh korban 4 bulan lalu. Dari situ terjadi keributan mulut antara mereka.
Korban pun langsung dianiaya oleh Zainul dan anaknya Wahyu. Korban terjatuh dan tidak sadarkan diri. Melihat korbannya tak berdaya, kedua pelaku langsung melarikan diri.
Warga yang melihat kejadian tersebut, langsung menolong korban dengan mengangkat korban di bawa ke rumah warga.
Nahas, korban akhirnya tewas. Warga langsung menghubungi keluarga korban dan Polsek Labuhan. Pihak kepolisian datang ke lokasi kejadian melakukan olah TKP, kemudian jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk divisum.
Kapolsek Medan Labuhan Kompol Edy Safari mengatakan, pihaknya telah mengamankan kedua pelaku, kini kasusnya telah mereka tangani dan beberapa saksi telah dimintai keterangan.
“Jenazah korban sudah divisum dan telah disemayamkan ke rumah duka. Dari keterangan yang kita peroleh pengeroyokan itu diduga masalah gitar yang dipinjam korban tidak dipulangkan ke pelaku,” pungkas Edy Safari. (fac/azw)
LANGKAT, SUMTPOS.CO – Dua kelompok organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) terlibat bentrok di Dusun Batugajah, Desa Mancang, Selesai, Langkat, akhir pekan lalu. Bentrokan diduga dipicu karena uang kutipan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) di Pabrik Kelapa Sawit PT Sawit Permai Abadi. Akibatnya, satu orang mengalami luka serius. Kedua kelompok OKP yang terlibat bentrok ini adalah, Pemuda Pancasila (PP) dengan Forum Komunikasi Putra-putri Purnawiran Indonesia FKPPI).
Ilustrasi
Seorang yang mengalami luka serius dari kubu PP. Adalah, Juni Perangin-angin alias Topan (40) warga Dusun III, Desa Nambiki, Selesai.
Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai, AKP Yayang Rizki Pratama, kedua belah pihak saling buat laporan polisi usai aksi premanisme tersebut.
Menurut dia, korban yang jatuh tidak hanya dari kubu PP saja. “Dua-duanya ada korban. Yang satu penganiayaan, Pasal 170. Masih dimintai keterangan saksi-saksi,” kata dia, Minggu (1/11).
Sementara laporan dari kubu FKPPI, kata Kasat, di Polsek Selesai. Sejauh ini, sambung dia, penyidik Satreskrim Polres Binjai sudah memintai keterangan terhadap empat saksi.
“Saling pukul, gaya preman, ngadu juga,” kata mantan Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan ini.
Informasi diperoleh, bentrok antar OKP terjadi disebabkan adanya perebutan lahan pengutipan.
Santer kabarnya, lahan yang diributi dikuasai oleh PP.
Namun oleh FKPPI, diduga tidak mau hanya menjadi penonton saja. Singkat cerita, kelompok FKPPI di bawah komando Junaidi diduga ingin meminta sedikit hasil dari pengutipan tersebut.
Tak ayal, PP yang diduga merasa berkuasa, tidak melayani permintaan dari FKPPI. Bentrok pun tak terhindarkan.
Korban Juni alias Topan mengalami luka robek di tangan kiri yang diduga akibat dari senjata tajam. Korban pun dilarikan ke Rumah Sakit Delia di Selesai untuk mendapat perawatan medis.
Bentrokan tersebut mengundang perhatian masyarakat yang mengakibatkan personel dari Polsek Selesai terjun ke TKP. Suasana yang keruh mengakibatkan polisi meletuskan tembakan ke udara untuk melerai kedua belah pihak. Akhirnya, kelompok Junaidi dari FKPPI mundur meninggalkan tempat kejadian perkara. (ted/azw)
SESI PAGI: Prof Dr Tarmizi SH MHum mewisuda lulusan, Sabtu pagi.
Tantangan Disrupsi di Era Global
UNIVERSITAS Amir Hamzah melaksanakan pengukuhan terhadap Prof Dr Tarmizi SH MHum sebagai Guru Besar Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Amir Hamzah di Hotel Danau Toba International Medan, Sabtu (31/10).
SESI PAGI: Prof Dr Tarmizi SH MHum mewisuda lulusan, Sabtu pagi.
Pengukuhan Guru Besar ini dirangkai dengan wisuda 309 sarjana dari empat fakultas yakni Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian dan Fakultas Ekonomi. Wisuda dibagi dua sesi pada pagi dan siang hari dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.
Dihadapan sidang terbuka Senat Universitas Amir Hamzah, Prof Dr Tarmizi SH MHum pada pidato pengukuhannya berjudul ”Tantangan Disrupsi di Era Global dalam Pendidikan Hukum sebagai Upaya Penyesuaian Terhadap Pandemi Covid-19”.
Tarmizi mengungkapkan bahwa globalisasi merupakan sesuatu yang tidak dapat terlepaskan dalam perkembangan zaman saat ini. Memasuki era global, kata Guru Besar Universitas Amir Hamzah, prilaku manusia telah mempengaruhi hukum. Yakni semakin banyak perubahan signifikan dalam melakukan tindakan hukum.
”Salah satu contohnya adalah kontrak kerja sama yang dibuat tanpa perlunya bertatap muka melalui pemanfaatan kemajuan teknologi,” katanya.
Menurut Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), autentifikasi hak dan kewajiban dalam sebuah dokumen elektronik dapat dilakukan dengan tanda tangan elektronik (digital signature).
Hal ini membutuhkan sistem proteksi yang mumpuni sehingga pihak lain tidak dapat menggunakannya untuk perbuatan yang bersifat melawan hukum.
Rektor menegaskan bahwa arus globalisasi sudah tidak terbendung masuk ke Indonesia. Disertai dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia kini memasuki era revolusi 4.0. Yakni menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic dan sebagainya atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation.
Kemajuan teknologi membawa perubahan yang cukup signifikan pada bidang hukum. Perubahan pola hubungan dari semula menggunakan kertas menjadi nirkertas. Penandatanganan suatu dokumen tertentu yang dimaksudkan untuk perbuatan hukum, bisa dilakukan melalui media elektronik yang dikenal dengan sebutan digital signature.
”Menghadapi tantangan tersebut, pengajaran di perguruan tinggi pun dituntut untuk berubah, termasuk dalam menghasilkan dosen berkualitas bagi generasi masa depan,” sebut rektor.
Perguruan tinggi hukum, lanjut rektor, selayaknya memasukkan teknologi ke dalam kurikulum pendidikan. Sehingga hal-hal yang berkaitan dengan kemajuan pendidikan hukum yang bersifat modern lebih mudah untuk diimplementasikan dalam kehidupan nyata.
Ia berharap akan dihasilkan keluaran perguruan tinggi hukum yang siap bersaing dan layak tampil di kancah nasional maupun internasional. ”Bukan hanya terampil di bidang teori, tetapi juga ahli di bidang praktik hukum,” harap Tarmizi.
Rektor menambahkan bahwa Universitas Amir Hamzah sebagai perguruan tinggi yang terpercaya, berkualitas dan unggul di Sumut terus menjadi bagian dalam mencerdaskan bangsa.
Ketua Umum Yayasan Universitas Tengku Amir Hamzah Prof Dr OK Saidin SH MHum mengapresiasi keberhasilan Prof Dr Tarmizi SH MHum yang merupakan alumni Universitas Amir Hamzah menjadi guru besar.
Prof Dr OK Saidin SH MHum berharap sarjana lulusan Universitas Amir Hamzah harus memiliki kepekaan sosial. ”Situasi negara kita hari ini menghendaki tidak saja orang berilmu, tetapi juga orang-orang yang berakhlak dan beradab.
Sedangkan Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Sumut Dr Mahriyuni MHum juga mengapresiasi peran penting dalam pengembang pendidikan di Sumut. Pengukuhan guru besar, menurut Dr Mahriyuni MHum, merupakan bukti nyata universitas berkomitmen mengembangkan sumber daya dosen.
”L2Dikti Sumut bangga sekali karena dari 10 ribu dosen perguruan tinggi swasta di Sumut baru ada 43 yang berhasil menjadi guru besar. L2Dikti Sumut akan memberi semangat agar semakin banyak guru besar di Sumut,” ujarnya.
Ia juga mendorong Universitas Amir Hamzah bersama perguruan tinggi lainnya untuk meningkatkan citra dan reputasi. (dmp)
Humas Sumut / Fahmi Aulia TIDAK PATUHI PROTOKOL KESEHATAN: Suasana pusat kuliner Pajak Kedan di Kawasan MMTC, Jalan Willem Iskandar, Deliserdang, penuh sesak oleh masyarakat yang berkunjung. Beberapa pengunjung yang kedapatan tidak memakai masker dihukum oleh tim Satgas Penegakkan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 Mebidang, saat dilakukan razia protokol kesehatan pada Sabtu (31/10) malam.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Foodcourt New Pajak Kedan, tampak padat pengunjung, tidak menjaga jarak, dan bahkan ada beberapa orang yang tidak mengenakan masker, Sabtu (31/10) malam lalu. Tak ayal, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Medan – Binjai – Deli Serdang (Mebidang) yang melakukan razia, memberi peringatan keras.
“Karena kami baru pertama kali ke sini, masih kami maklumi walau tempat ini melanggar keras protokol kesehatan. Ini padat sekali, satu meja bisa 6 sampai 8 orang. Namun bila tidak ada perubahan, dengan berat hati kami harus tutup tempat ini sementara,” kata Koordinator Tim Satgas Covid-19 Mebidang Kolonel Inf Azhar Muliyadi di depan para pengunjung New Pajak Kedan, di kawasan Medan Metropolitan Trade Centre (MMTC) Jalan Willem Iskandar, Medan, malam Minggu kemarin.
Selain New Pajak Kedan, Tim Satgas Covid-19 Mebidang juga meninjau Swalayan Maju Bersama yang masih di lokasi MMTC. Tim Satgas Covid-19 Mebidang juga menegur pengelola, karena fasilitas cuci tangan tidak berfungsi dan pengunjung masih ada yang tidak mengenakan masker.
Bukan hanya itu, tim juga menemukan banyak pengunjung di komplek MMTC tidak mengenakan masker. Tim Satgas Covid-19 Mebidang memberikan sanksi fisik kepada pelanggar. “Kepatuhan pada protokol kesehatan di sini masih cukup rendah. Mudah-mudahan dengan ini mereka jadi ingat dan sadar,” tambah Azhar.
Dari MMTC, tim bergerak ke kawasan Stadion Teladan Medan dan menyasar sejumlah warung kopi di Jalan Halat dan HM Joni. Tiga warung kopi mendapat teguran tertulis yaitu Diel Coffee, Warung Selingkuh dan Cham Khupi. Ketiga tempat usaha ini sebelumnya telah diberi teguran non tertulis oleh Satgas Covid-19 Mebidang.
Ketika malam semakin larut, tim bergerak ke tempat hiburan malam. Hiburan malam yang pertama disambangi yaitu Heaven Hell Pool and Lounge (H2) di Jalan Pegadaian. Tempat yang sebelumnya sudah didatangi Tim Satgas Covid-19 Mebidang ini memenuhi syarat protokol kesehatan.
Humas Sumut / Fahmi Aulia PUSH UP- Sejumlah remaja pengunjung kafe di Kawasan Jalan Aman 1, Medan, dihukum push up oleh Satgas Covid-19 Mebidang, saat dilakukan razia protokol kesehatan di sejumlah kafe dan hiburan malam di Kota Medan, Sabtu (31/10) malam.
Lokasi terakhir operasi kali ini adalah New Zone Entertainment Jalan Kol Sugiono. Tempat ini juga sudah beberapa kali didatangi tim Satgas Covid-19 Mebidang dan dua kali menemukan obat terlarang. Pada operasi kali ini, tim juga masih menemukan obat terlarang berjenis ekstasi 1/4 butir di tas salah satu pengunjung wanita berusia 16 tahun. Dia dan ketiga temannya (1 wanita dan 2 laki-laki) kemudian diserahkan kepada pihak yang berwajib.
“Tiga kali kita ke sini, dua kali kita menemukan narkoba di tempat ini dan ini ketiga kalinya kita menemukannya. Jadi yang bersangkutan diproses kepolisian dan acara di New Zone tetap berjalan karena mereka sudah mematuhi protokol kesehatan,” terang Azhar.
Sementara itu, pengelola New Pajak Kedan Rony berjanji akan menerapkan protokol kesehatan di tempat usahanya. “Petugas belum ada sosialisasi ke sini, jadi kita belum paham betul seperti apa seharusnya. Sekarang tentu sudah jelas dan kami akan menerapkannya,” pungkas Rony.
Pada operasi kali ini, total ada tiga tempat usaha yang diberikan teguran tertulis, 5 non tertulis, 17 sanksi fisik kepada masyarakat dan 1 non fisik. (rel/mea)
Mobil Mitshubishi Triton dalam proses perbaikan kerusakan setelah memakai bio solar bercampur air (fajar)
LABUHANBATU, SUMUT POS – Tangki bawah tanah (bungker) bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio Solar di Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) 14.214.225 di Jalan Ahmad Yani Rantauprapat, kabupaten Labuhanbatu dipolice line.
Mobil Mitshubishi Triton dalam proses perbaikan kerusakan setelah memakai bio solar bercampur air (fajar)
Tindakan tegas dilakukan pihak Kepolisian Resor Labuhanbatu setelah sejumlah mobil konsumen mengalami kerusakan pasca melakukan pengisian BBM Bio Solar di SPBU itu, Rabu (28/10). Diduga kerusakan dampak akibat mesin kenderaan menggunakan Bio Solar berkadar air.
“Sesaat setelah mengisi minyak di SPBU itu. Berjarak 400 meter, di depan Bank Mandiri Rantauprapat mesin mobil saya mati total,” kata Ahmad Syafii warga Pare-pare Tengah, kecamatan Marbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kamis (29/10).
Pemilik mobil Mitshubishi Pajero Putih BK1955 YO itu mengaku mengisi bahan bakar di SPBU tersebut sekira jam 19.45 Wib.
Dia tak menyangka jika bio solar yang dipasok ke dalam mobilnya itu mengandung banyak air. Tak mau menanggung risiko, dia memanggil mekanik dari showroom resmi Mitshubishi di kota Rantauprapat.
“Kemudian mobil ditarik ke bengkel. Diperiksa dan diketahui tangki minyak berisi air,” ujarnya.
Di saat bersamaan, katanya sejumlah mobil Mitsubishi lain mengalami hal serupa. Mengalami mati total mesin mobil.
“Ada juga mobil Pajero yang berhenti karena kerusakan tepat di depan Bank Mestika jalan Ahmad Yani Rantauprapat. Berjarak 100 meter dari SPBU,” katanya.
Memang, akunya ketika dikomlain ke pihak manajemen SPBU Ahmad Yani Rantauprapat mengaku bertanggungjawab kerusakan mobil konsumen akibat bio solar mengandung air tersebut.
“Saya laporkan ke sana. Mereka bersedia menanggung biaya perbaikan mobil. Kerugian biaya perbaikan sekira Rp1,3 juta,” tandasnya.
Hasil penelusuran wartawan di bengkel resmi Mitsubishi di kawasan jalan Adam Malik, Rantauprapat, terdapat empat mobil mengalami nasib yang sama. Kerusakan mesin dampak resapan air dan seusai mengisi bahan bakar di SPBU yang sama.
Diantaranya, Mobil Pajero Hitam BK 1890 YM, milik Anto warga Sirandorung, Rantauprapat. Informasi yang diperoleh melakukan pengisian BBM sekira jam 19.37 Wib dengan harga Rp200 ribu. Mitshubishi Pajero Putih BK1955 YO milik Ahmad Syafii warga Pare pare Tengah, kecamatan Marbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Lalu, mobil Pajero putih BK 1967 ABI milik Kapolsek Marbau, AKP Joni Pasaribu. Mengisi bio solar sekira jam 20.00 dengan harga Rp200 ribu. Dan, Strada Triton BK 8238 YZ pemilik Alex Toko Saudara warga jalan Jend Sudirman, Rantauprapat mengisi BBM sekira jam 19.00 Wib senilai Rp218 ribu.
Sedangkang Mekanik bengkel Mitsubishi Rantauprapat, Budi mengakui kerusakan mesin mobil-mobil yang memakai bio solar mengandung air tersebut fatal. Berdampak pada kerusakan serius pada mesin.
“Ya, karna kadar airnya sangat banyak. Akibatnya mesin jadi mati,” jelasnya.
Di lokasi SPBU 14.214.225 di Jalan Ahmad Yani Rantauprapat ini terlihat dispenser/pompa BBM bio solar tidak dipergunakan lagi. Fisik dispenser ditutup menggunakan tenda biru. Sedangkan pada dua pintu kontrol bungker bio solar tampak diikat menggunakan pita police line.
“Memang ada kerusakan. Sedang perbaikan,” kata bagian perawatan instalasi bungker SPBU A Yani, Adek, Jumat (30/10) kepada wartawan.
Sementara pemilik SPBU A Yani, Koeswara dihubungi melalui ponsel pribadi, gagal konfirmasi. Pesan yang terkirim ke aplikasi Whatsapp-nya tanpa berbalas, meski terlihat dua tanda ceklist biru.
Kepala Polisi Resor Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan dikonfirmasi terkait masalah itu mengaku pihaknya belum ada menetapkan status tersangka. Sebab, masih melakukan pemeruksaan sejumlah saksi.
“Masih pemeriksaan saksi-saksi,” tulis Kapolres di pesan Whatsapp-nya.
Sekedar catatan, SPBU 14.214.225 di Jalan Ahmad Yani Rantauprapat ini juga pernah memiliki catatan hitam. SPBU tersebut meledak dan terbakar. Peristiwa yang terjadi sekira pukul 12.30 WIB itu diduga akibat korsleting listrik pada gudang bagian pojok kiri bangunan yang di bawahnya terdapat tangki timbun bunker solar.
Akibatnya sejumlah warga yang sedang mengisi bahan bakar lari berhamburan menyelamatkan diri. Bebarapa saksi mata mengatakan, ledakan bermula dari bagian gudang pojok SPBU dan melontarkan sejumlah material yang ada di sekitarnya, kemudian api merambat hingga ke bagian belakang SPBU. (fdh)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian Dr Ir Doddy Rahadi MT mengatakan berdasarkan data ekonomi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2020, positif di angka 2,97 persen. Akan tetapi pada kuartal II mulai minus 5,32 persen.
‘’Angka minus tersebut dikarenakan dampak wabah corona melanda Indonesia. Pertumbuhan ekonomi yang negatif, berimbas pada kenaikan angka kemiskinan menjadi sekitar 2 sampai 5 juta orang. Aktivitas ekonomi yang terbatas juga mendorong pengangguran yang diperkirakan naik dikisaran 3 sampai 5 juta orang, dikarenakan banyak pekerja yang terkena PHK,’’ ungkap Doddy Rahadi dalam sambutannya secara virtual pada acara Temu Mitra Pelanggan Industri di Balai Riset dan Standardisasi Industri Medan, pada Senin (26/10/2020) lalu.
Disebutkan Doddy, dalam rangka pemulihan ekonomi, perlu dilakukan upaya dalam mendorong pertumbuhan dan gairah ekonomi. Mengatasi hal tersebut, Pemerintah saat ini sedang menggenjot stimulus fiskal melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dianggarkan sekitar Rp 695,2 triliun, jelas Doddy.
Salah satu solusi mengatasi pemulihan ekonomi perlu memanfaatkan sebesar-besarnya teknologi informasi di segala lini. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian telah resmi meluncurkan Peta Jalan Making Indonesia 4.0, pada April 2018 lalu yang bertujuan mentargetkan Indonesia menjadi negara 10 ekonomi terbesar di tahun 2030, imbuh Doddy.
Dalam mendukung program Making Indonesia 4.0, tegas Doddy, pemerintah telah menetapkan 10 program prioritas, seperti: perbaikan alur aliran material, mendesain ulang zona industri, mengakomodasi standar sustainability, pemberdayaan UMKM, membangun infrastruktur digital nasional, menarik investasi asing, peningkatan kualitas SDM, pembentukan ekosistem inovasi, menerapkan insentif investasi teknologi, dan harmonisasi kebijakan.
Lanjut Doddy, Kementerian Perindustrian di bawah BPPI memiliki 23 Unit Kerja/Balai tersebar di berbagai Provinsi. Sebagai mitra kerja industri dalam menumbuh kembangkan industri dan meningkatkan daya saing industri global melalui pengembangan teknologi teknologi industri, inovasi produk, standardisasi dan sertifikasi produk.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Balai Riset dan Standardisasi Industri Medan, M. Nilzam ST MA mengatakan, dalam meningkatkan kapasitas layanan teknis ke masyarakat industri, Balai Industri Medan telah membangun sebuah sistem informasi berupa dash board informasi, ruang video call online, Sistem Informasi Laboratorium, permohonan pengujian/standardisasi dan permohonan sertifikasi produk secara online” yang bertujuan mendukung peningkatan layanan kepada klien, dan juga sebagai salah satu media didalam penanganan wabah Covid-19. (zum)
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Akbar Ananda Lubis (18) menjadi korban perampokan di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Tanah Tinggi, Binjai Timur, Kamis (29/10). Akibatnya, satu unit sepeda motor Yamaha NMax milik pemain andalan Binjai United ini dan sejumlah uang tunai dengan total kerugian Rp24.700.000 raib. Menejer Binjai United, Yudi Irawan menyesalkan kejadian tersebut. Pasalnya, kejadian yang menimpa keponakannya ini masih di waktu padat arus lalu lintas. “Kejadiannya jam 20.30 WIB,” kata dia, Jum’at (30/10). Menurut dia, Kota Binjai sudah mencekam. “Awalnya korban didatangi oleh kereta lain yang datang berdua, laki dan perempuan. Lalu mereka bilang kalau korban ada melakukan pemukulan kepada anaknya pelaku dan akhirnya disuruh ke pinggir,” ujar dia. Oleh korban, tidak mengakui pemukulan tersebut. “Lalu korban dibawa oleh pelaku untuk melihat anaknya yang dipukul. Korban dibonceng naik kereta pelaku, dengan catatan korban meninggalkan kereta, hp dan dompet berisi uang,” urai dia. “Pelaku membawa korban dan menurunkannya di depan stadion dengan alasan mau menjemput anaknya yang dipukul. Korban tidak boleh ikut ke rumah dengan nakut-nakuti akan dipukul bapaknya. Itulah alibi pelaku,” tambah dia. 30 menit berlalu, sambung dia, terduga pelaku tak kunjung tiba. Korban pun akhirnya kehilangan barang berharga dan membuat laporan ke Polres Binjai sesuai Tanda Bukti Lapor Nomor: STTLP/438/X/2020/Res Binjai. “Pelaku masih dalam penyelidikan,” jawab Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting ketika dikonfirmasi. (ted)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasinoal (DPN) Partai Gelombang Rakyat (Rakyat) Anis Matta hadir ke Kota Medan pada Kamis (29/10) sore. Di Regale, Jalan Adam Malik. Kedatangan Anis Matta ke Kota Medan yakni untuk mengajak masyarakat Kota Medan agar bersatu dan memenangkan pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Bobby Nasution – Aulia Rachman dalam perhelatan Pilkada Medan 2020.
Pada acara tersebut, sejumlah tokoh lintas etnis dan lintas profesi turut hadir. Anis Matta sendiri hadir dengan didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah.
Dikatakan Anis Matta, momentum kegiatan dan pertemuan mereka di Kota Medan sungguh berwarna dan mulia. Hal itu karena kedatangan mereka tepat pada Hari Maulid Nabi dan satu hari sebelumnya merupakan Hari Sumpah Pemuda.
“Dari momentum itu dapat kita ambil satu kata, yaitu persatuan. Pelajaran besar yang diambil dari Maulid Nabi SAW, beliau yang persatukan Jazirah Arab, hijrah ke Madinah untuk menyatukan suku, menyatukan masyarakat muslim dengan non muslim” katanya.
Ketika itu, lanjut dia, Rasulullah memperkenalkan Piagam Madinah, yang merupakan piagam persatuan Kota Madinah. Inti dari persatuan itu, disatukannya tanah Madinah. Warga yang hidup di tanah yang sama, punya kewajiban sama.
“Itulah awal bernegara, satu negeri. Namun, untuk keyakinan tidak dipaksakan,” tukasnya.
Di Indonesia, persatuan terjadi setelah seluruh etnis hingga kesultanan menyamakan keinginan. Itulah ikrar pemuda 92 tahun lalu. Pemuda adalah faktor pemersatu nusantara.
“Makna inilah yang mengilhami Partai Gelora tepat satu tahun lalu. Semangat kita adalah menyatukan, kolaborasi, bahwa Indonesia menuju lompatan besar ke depan. Dengan semangat nasionalisme Indonesia sebagai lima kekuatan besar dunia,” ujarnya.
Khusus untuk Medan, Anis menyebutnya sebagai kota berpenduduk besar. Karenanya, pemimpin Kota Medan harus berpikir jauh ke depan.
Anis menyebutkan, Bobby merupakan sosok pemimpin yang memiliki visi dan misi yang jauh ke depan. Dia pun optimistis, di tangan Bobby, Kota Medan bisa menjadi kota bertaraf internasional.
“Itu tugas Bobby-Aulia, jadikan Medan kota internasional. Tentu harus banyak yang di upgrade. Infrastruktur jadi fokus, bukan banjirnya yang internasional,” kata Anis.
Ia menambahkan, Gelora memberikan dukungan kepada bobby-Aulia dengan semangat persatuan untuk menjadikan Medan sebagai kota internasional. Karena sudah saatnya Kota Medan bersaing dengan kota-kota besar di dunia, bukan lagi kota-kota nasional.
Pada kesempatan itu, Bobby Nasution tidak lagi menjelaskan visi-misinya. Namun, menantu Presiden RI Joko Widodo itu mengajak seluruh masyarakat Kota Medan untuk datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember 2020.
“Kami tawarkan harapan baru, semangat baru dengan cara berkolaborasi semua pihak. Saya harap semua ajak orang datang ke TPS untuk mencoblos,” tutupnya.
Malam harinya, Anis Matta pun menghadiri kegiatan Konsolidasi Struktur dan Kader dalam rangka pemenangan Bobby – Aulia di hotel Madani, Jalan SM Raja Medan, Kamis (29/10) malam. Dalam kesempatan itu, Anis mengingatkan kepada seluruh kader agar lebih giat bekerja guna memenangkan Pasangan Calon (Paslon) yang mereka dukung.
“Lakukan konsolidasi, pendekatan ke masyarakat secara persesuasif agar paslon yang kita dukung ini nantinya bisa meraih kemenangan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelora Indonesia Muhammad Nasir, menyambut gembira atas kedatangan Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia dan segap pengurus lainnya di Kota Medan dan Sumut.
“Dengan kehadiran ustaz Anis Matta, maka akan membuat warna baru dan semangat baru bagi jajaran DPD Partai Gelora Indonesia Kota Medan untuk pemenangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan yang kita dukung ini, ungkap Nasir.
Seperti diketahui, kehadiran Anis Matta dan rombongan dirangkaikan dengan syukuran hari jadi ke I Partai Gelora Indonesia yang jatuh pada 28 Oktober 2020 di Kantor DPD Partai Gelora Kota Medan di Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan. Acara tersebut digelar secara virtual yang diikuti paslon Bobby-Aulia dan ratusan fungsionaris pusat maupun daerah. (map)
KARO, SUMUTPOS.CO – Pada pelaksanaan Pilkada serentak 2020 di Sumatera Utara (Sumut), Alumni Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) menyatakan kesiapannya menyebarluaskan pengawasan pemilihan di tengah masyarakat.
Malam Ikrar Peserta SKPP 2020 di Kabupaten Karo.(ist)
“Kami kader pengawas parstisipatif berjanji, akan melaksanakan pengawasan partisipatif ke tengah masyarakat,” kata peserta Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) 2020 Muhammad Isnen Harahap diikuti 25 peserta lainnya secara serentak, di Berastagi, Kabupaten Karo, Rabu (28/10).
Ikrar itu disampaikan oleh 26 orang peserta SKPP tahun 2020 dalam acara malam renungan, yang merupakan rangkaian pendidikan dan pelatihan bagi kader pengawas yang dilaksanakan Bawaslu Provinsi Sumut, selama 4 hari, sejak tanggal 25 sampai 28 Oktober 2020 di Hotel Sibayak Berastagi.
Ketua Bawaslu Sumut Syafrida R Rasahan mengatakan SKPP tahun 2020 merupakan program mengembangan pengawasan partisipatif di masyarakat. Target terdekat, pengawasan tahapan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2020. “Kami (Bawaslu) berharap para peserta menjadi mata dan telinga pengawas pemilihan,” katanya.
Anggota Bawaslu Sumut Suhadi Sukendar Situmorang sebagai penanggungjawab kegiatan menyebutkan, SKPP tahun 2020 dengan metoda tatap muka merupakan lanjutan dari SKPP yag sudah dilaksanakan dengan metode dalam jaringan (Daring). Dalam 4 hari peserta mendapatkan materi dari para narasumber eksternal dan internal Bawaslu Sumut.
Adapun materi yang disampaikan pada pendidikan dan pelatihan disampaikan oleh akademisi dan praktisi. Materi pembangunan karakter yang disampaikan oleh Dimpos Manalu, topik sistem politik dan pemerintahan oleh Faisal Mahrawa, analisis sosial oleh Faisal Riza dan penyusunan rencna tindaklanjut berupa avokasi dan publikasi oleh Truly Purba.
Sedangkan materi mengenai Pengawasan disampaikan oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Sumut. Materi sejarah pengawas pemilu disampaikan Johan Alamsyah, penyelenggara pemilu disampaikan Agus Salam Nasution dan pengawas partisipatif oleh Suhadi Sukendar Situmorang. Selannjutnya, materi mengenai tata cara penanganan pelanggaran disampaikan oleh Syafrida R Rasahan, mekanisme penanganan sengketa oleh Hardi Munthe, regulasi tahapan pemilu oleh Henry Sitinjak dan kehumasan oleh Marwan.
Bawaslu Sumut sebagai penyelenggara juga menerapkan pree test sebelum materi disampaikan dan postes pada akhir sesi. Secara keseluruhan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan. “Semua materi yang diuji melalui pree test dan post test menunjukkan hasil dengan grafik naik,” katanya.
Kepala Sub Bagian Hubungan Antar Lembaga Suryanti Lubis menyebutkan para pesereta merupakan perwakilan dari 26 kabupaten/kota di Sumut, yakni dari Kabupaten Humbang Hasundutan, Asahan, Batubara, Dairi, Deli Serdang, Karo, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Langkat, Mandailing Natal, Padanglawas, Padanglawas Utara, Serdang Bedagai, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah,Tapanuli Utara,Toba. Selanjutnya dari Kota Binjai, Medan, Padangsidempuan, Pematangsiantar, Sibolga, Tanjungbalai dan Tebing Tinggi.
“Peserta sudah membuat program kerja untuk daerah masing masing. Mereka akan dibimbing oleh Bawaslu kabupaten/kota masig -masing,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Dimpos Manalu menilai bahwa pendidikan kader pengawas merupakan kegiatan yang visioner. “Kita tidak melihat hasilnya besok, tetapi bagaimana lima sampai sepuluh tahun ke depan. Saya sampai bertanya tanya, siapa yang merancang pelatihan seperti ini. sangat baik,” kata Dimpos.(rel/gus)
SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Punguan Simbolon Dohot Boruna Indonesia (PSBI) menggelontorkan 750 unit alat-alat kesehatan dan 3500 paket bantuan kepada masyarakat di Kabupaten Samosir. Penyerahan secara simbolis dan terbatas dilangsungkan di halaman Geopark Kaldera Toba, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir, Kamis (29/10).
Penyerahan bantuan secara simbolis di halaman Geopark Kaldera Toba, Kabupaten Samosir.(ist)
Pemberian 750 unit alat kesehatan berupa PCR Swab, Swab anti Gen, Rapid test, masker, alat pelindung wajah, disinfektan, betadine, eukaliotus, dan lainnya.
“Kita menyadari bahwa begitu dalam penderitaan dalam hal menghadapi Covid-19. Kami dari PSBI yang berasal dari Samosir, dan di Pusut Huhit inilah berawal marga-marga suku Batak. Karena itu, rasa kebersamaan bersama masyarakat Samosori, rasa peduli, kami memberikan bantuan berupa alat-alat kesehatan dan bingkisan kasih sembako yang jumlahnya sekitar 3.500 paket. Kami berikan bantuan secara periodik, seperti ke rumah ibadah katolik dan protestan. Ini sebagai rasa cinta kasih dengan sesama,” ujar Ketua Umum PSBI Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon yang didampingi istri Desy Trinita Tobing kepada wartawan.
Ia menyebutkan di Kabupaten Samosir terdapat 9.000 KK. Pada Juli lalu, PSBI sudah menggelontorkan bantuan sebanhak 7 ribu paket yang ada di 33 sektor. Effendi yang juga Anggota DPR RI mengatakan, bantuan yang diberikan bukan hanya untuk marga Simbolon saja tetapi untuk semua masyarakat yang ada di Samosir.
Penyerahan bantuan tersebut sebagai bentuk dukungan PSBI kepada pemerintah terutama tenaga medis dan dokter dalam menangani pasien covid-19. Terlebih Kabupaten Samosir merupakan salah satu destinasi pariwisata primadona dengan Danau Toba-nya yang telah diakui oleh Eksekutif United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) yang idealnya menjadi zona hijau. Pemberian bantuan tersebut dihadiri Direktur Rumah sakit Daerah (RSUD) Adrianus Sinaga, Friska Situmorang.
“Kami mendengar dari Direktur RS Samosir, mereka berharap pemerintah pusat Kementerian Kesehatan dan BNPB dan satgas bisa menyiapkan dan menyediakan peralatan lanjutan laboraotium,” ucapnya.
Pihak rumah sakit sudah membuat proposal terkait permintaan laboratorium untuk mendukung Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara dalam menekan angka sebaran kasus sekaligus memenuhi target uji lab yang diberikan oleh WHO 2500 spesimen per hari. Namun Kementerian Kesehatan RI belum menanggapi permintaan tersebut.
“Kami akan mengunjungi menkes dan Satgas Covid-19 agar ini menjadi atensi dan jumlah lab di Sumatera Utara ditambah dari yang sudah ada,” ucapnya.
Direktur RSUD Adrianus Sinaga, Friska Situmorang, menyebutkan, per 28 Oktober 2020 pukul 16.00 WIB, kasus covid-19 yang tercatat di Kabupaten Samosir ada 33 kasus, konfirmasi 5, sembuh 26, dan meninggal 2 orang. Meski angka itu terbilang kecil, pihak rumah sakit berharap pemerintah menyediakan laboratorium untuk mendeteksi dini kasus penyebaran covid-19. Mengingat sejak memasuki era normal baru, kawasan wisata Samosir ramai dikunjungi wisatawan lokal.
Lebih detail Friska Situmorang menjelaskan, keterbatasan alat menyebabkan pihaknya harus menunggu hasil swab selama minimal 8 hari. “8 hari hasilnya, sangat tidak efektif. Tolong kami dibantu dengan proposal yang sudah kita kirimkan ke Kementerian Kesehatan. Ini sangat kami butuhkan. Ruangan sudah kami siapkan, dan kami berharap hasil test lab bisa lebih cepat dan membantu kami nantinya,” ucapnya di hadapan Effendy MS Simbolon.(gus)