Home Blog Page 3955

Polsek Patumbak Ringkus 4 Tersangka Pengedar Narkoba Antarprovinsi & Sita 5 Kilogram Sabu

PAPARKAN: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko SIK MSi didampingi Kapolsek Patumbak Kompol Arfin Fahreza SIK MH sedang memaparkan tersangka pengedar narkotika jenis sabu bersama barang bukti, di Mapolsek Patumbak, Selasa(27/10).
PAPARKAN: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko SIK MSi didampingi Kapolsek Patumbak Kompol Arfin Fahreza SIK MH sedang memaparkan tersangka pengedar narkotika jenis sabu bersama barang bukti, di Mapolsek Patumbak, Selasa(27/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polsek Patumbak meringkus empat tersangka narkotika jenis sabu-sabu jaringan Internasional. Dalam penangkapan itu Polsek Patumbak mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 5,980 kilogram yang dihimpun sejak Kamis (22/10).

PAPARKAN: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko SIK MSi didampingi Kapolsek Patumbak Kompol Arfin Fahreza SIK MH sedang memaparkan tersangka pengedar narkotika jenis sabu bersama barang bukti, di Mapolsek Patumbak, Selasa(27/10).
PAPARKAN: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko SIK MSi didampingi Kapolsek Patumbak Kompol Arfin Fahreza SIK MH sedang memaparkan tersangka pengedar narkotika jenis sabu bersama barang bukti, di Mapolsek Patumbak, Selasa(27/10).

Keempat tersangka, yakni MZ alias Nazar (34) dan MR alias Riki (25) yang keduanya warga Desa Rambung Dalam Kecamatan Baktia, Kabupaten Aceh Utara. Kemudian, J alias Jas (34) warga Desa Lhokibo Kecamatan Baktia, Kabupaten Aceh Utara, dan Z alias Din (41) warga Desa Batu 12 Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara.

“Keempat tersangka diamankan dari dua lokasi berbeda, yakni di simpang lampu merah Jalan Ringroad, Kota Medan dan SPBU Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko SIK MSi didampingi Kapolsek Patumbak Kompol Arfin Fahreza SIK MH dan Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Philip Antonio Purba saat paparan di Mapolsek Patumbak, Selasa (27/10).

Riko menambahkan, bahwa penangkapan keempat tersangka dilakukannya setelah pihak Polsek Patumbak menerima informasi bahwa ada transaksi/pengiriman paket yang diduga berisi sabu dari Kota Medan yang akan dibawa ke Provinsi Jambi.

Kemudian, Tim Unit Reskrim Polsek Patumbak yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Kompol Arfin Fahreza SIK MH bersama Kanit Reskrim Iptu Philip Antonio Purba MH dan Panit I Reskrim Ipda M Yusuf Dabutar SH langsung melakukan penyelidikan.

“Selain ke empat tersangkanya, kita juga mengamankan barang bukti berupa dua unit mobil, yakni Avanza warna silver plat BK 1401 AU dan Nissan warna hitam plat BK 1654 ID,” jelasnya.

Dijelaskannya, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa tas ransel warna hitam, dan tujuh unit handphone berbagai merek. Ke empat tersangka mengaku sudah empat kali beraksi mengedarkan narkotika jenis sabu yang semuanya diedarkan di Provinsi Jambi dan Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

“Setiap tersangka mengaku mendapatkan upah senilai Rp30 juta per kilogramnya. Jadi, sekali lagi saya tegaskan bahwa ke empat tersangka tersebut adalah jaringan narkotika Internasional,” tegasnya.

Kini, lanjut Riko, keempat tersangka sudah ditahan di Mapolsek Patumbak, sambil menunggu berkasnya dilimpahkan ke kejaksaan guna menjalani hukuman mereka. “Atas perbuatannya, keempat tersangka dipersangkakan melanggar ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 114 ayat (2) junto (Jo) Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati,” pungkasnya. (mag-1/azw)

Sumut Diperkirakan Inflasi Bulan Oktober

Hujan Picu Harga Komiditi Pangan Naik

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Sejumlah harga komiditi pangan atau kebutuhan pokok masyarakat mengalami kenaikan, dikarenakan hujan. Dampaknya, dapat memicu inflasi di Sumatera Utara (Sumut) di bulan Oktober 2020.

“Dari pantauan saya, harga cabai merah mengalami kenaikan yang paling tinggi dibandingkan dengan harga komoditas lainnya. Harga cabai merah rata-rata naik 32% di bulan oktober ini. Disusul bawang merah yang rata-rata naik 5.5%, dan harga minyak goreng yang rerata naik 5%,” sebut Pengamat Ekonomi di Sumut, Gunawan Benjamin, Selasa (27/10).

Dikatakannya, disusul dengan kenaikan harga daging ayam sekitar 3.7%. Hanya bawang putih yang harganya turun sekitar 3.7%. Belum lagi memperhitungkan kelangkaan ikan segar yang membuat harganya juga melambung belakangan ini.

“Kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok masyarakat dipicu oleh banyak hal. Kalau cabai, bawang ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor cuaca. Intensitas hujan yang tinggi membuat sisi produksi terhambat, termasuk juga jalur distribusinya,” kata Gunawan.

Sementara itu, cabai dari luar wilayah Sumut juga sempat terganggu akibat PSBB di Jawa, serta gangguan cuaca di wilayah lainnya. Untuk Bawang merah juga demikian, bawang banyak di supply dari Sumatera Barat dan wilayah Jawa.

“Untuk daging ayam, kenaikannya banyak dipicu oleh permintaan yang membaik seiring dengan kembali membaiknya aktifitas sosial masyarakat. Hajatan di masyarakat mulai terlihat. Dan ditengah daya beli yang bermasalah. Masyarakat lebih banyak menghidangkan daging ayam ketimbang daging sapi sebagai menu pesta,” jelasnya.

Bila melihat tren perkembangan harga tersebut. Menurut Gunawan sudah bisa dipastikan bahwa SUMUT di bulan ini akan mengalami kenaikan laju tekanan inflasi.”Inflasi di Sumut diperkirakan akan bergerak dalam rentang 0.3% hingga 0.5% di bulan Oktober ini,” sebut Gunawan.

Gunawan menjelaskan Inflasi yang tercipta lebih banyak di pengaruhi oleh faktor cuaca. Jadi masyarakat bisa memahami kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok tersebut. Kemudian, masalah cuaca ini belums elesai.

“BMKG sejauh ini mewanti wanti ada badai la nina yang bisa saja menghantam Indonesia. Badai tersebut sekalipun dampaknya kecil terhadap kemungkinan terjadi bencana di Sumut,” tutur Gunawan.

Namun bukan berarti harga pangan di Sumut akan aman dari guncangan. Gunawan menilai masih banyak sebagian kebutuhan pangan di Sumut yang justru masih bergantung dengan wilayah lainnya. “Jadi pengendalian inflasi di sisa akhir tahun ini tantangan masih berat,” pungkasnya.(gus/ram)

Ketua DPRD Humbahas Bantah Berkampanye

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO- Ketua DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan, Ramses Lumbangaol, mengklaim tidak ada dari 25 anggota dewan yang terlibat dalam kegiatan kampanye. Sehingga, pihaknya tidak perlu mengajukan izin kampanye ke KPU dan Bawaslu.

“Kami tidak pernah kampanye,” kata Ramses, belum lama ini.

Dijelaskan Ramses, dirinya sebagai ketua tim kampanye calon bupati dan wakil bupati, Dosmar Banjarnahor-Oloan Paniaran Nababan tidak pernah ikut berkampanye sama sekali.

Namun, dari kegiatan calon, pihaknya ada melakukan konsolidasi partai yang juga didampingi pasangan calon. Dan kegiatan tersebut, menurutnya bukanlah bagian kampanye.

“Tidak, itu konsolidasi partai,” ujar Ramses ketika disinggung soal tersebut.

Saat ditanya tentang kumpulan abang becak di kantor PDIP, terlihat pasangan calon Dosmar Banjarnahor-Oloan Paniaran Nababan, Ramses juga membantah.

Menurut dia, bahwasanya kegiatan tersebut sebagai pemberangkatan pasangan calon oleh Abang becak.

“Itu bukan kampanye, parboharton paslon,” kata Politisi Partai PDIP ini.

Ketua Bawaslu Henry Wesly Pasaribu mengaku bahwa setiap anggota dewan yang ingin ikut kampanye diwajibkan untuk mengambil izin.

Ia menyebut, hal itu sesuai peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2020 pasal 63 yang menyebutkan, bahwa Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota, Wakil Wali Kota, Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi atau Kabupaten/Kota, pejabat negara lainnya atau pejabat daerah dapat ikut kegiatan kampanye dengan mengajukan izin kampanye sesuai peraturan perundang-undangan.

“Jadi untuk pengajuan surat izin kampanye bagi anggota DPRD wajib diajukan tiga hari sebelum kegiatan kampanye,” terangnya.

Ditambahkannya, berdasarkan ketentuan itu, anggota dewan tidak boleh berkampanye jika tidak mengajukan surat izin kampanye.

“Jadi sampai saat ini memang belum ada ditembuskan ke Bawaslu, apakah ada anggota dewan izin berkampanye,” jelasnya ketika disinggung soal tersebut.

Lebih lanjut Hendry mengatakan, terkait hal itu, pihaknya sudah menyurati DPRD dan saat ini masih didalami ada atau tidak izinnya ke KPU. Namun, hingga akhir bulan Oktober ini, menurutnya, sudah ada pihaknya mengumpulkan data terkait hal tersebut.

“Jadi kita masih kumpulkan dari jajaran kita untuk melakukan proses penindakan,” sebutnya.

Disinggung, terkait adanya kumpulan abang becak di kantor PDIP bersama calon bupati dan wakil bupati didampingi anggota dewan, semisal Ketua DPRD, Hendry mengaku tidak mengetahui isi kegiatan tersebut.

Namun, menurut dia, jika ada ajakan memilih, pemaparan visi misi oleh Paslon atau tim, merupakan kegiatan kampanye.

“Kalau saya liat lae, karena kegiatan di kantor, bisa juga sebagai titik awal pemberangkatan untuk kampanye pertemuan terbatas. Kita enggak tahu kegiatan tersebut isinya seperti apa. Kalau ada ajakan memilih, pemaparan visi misi oleh paslon atau tim, bisa saja itu kampanye,” jelasnya. (des/ram)

PGN Raih Predikat The The Best Companies to Work For in Asia

Penghargaan HR Asia Award 2020

SANTAI: Karyawan PGN sedang bersantai saat waktu istirahat.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO– PT Perusahaan Gas Negara (PGN) meraih penghargaan sebagai salah satu The Best Companies to Work For in Asia dalam ajang HR Asia Award yang diselenggarakan oleh HRASIA Media, salah satu media terpercaya di bidang HR Profesional di Asia. Pada ajang ini, PGN berhasil menyisihkan ratusan perusahaan dari Indonesia dan 10 negara terkemuka di Asia yakni Hongkong, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Thailand, China, Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja.

PGN memenuhi kriteria dari metode Survey Total Engangement Assessment Model (TEAM) dengan aspek Core (Collective Organization for Real Engangement), Self (Hearth, Mind, and Soul), dan Group (Think, Feel, and Do). Survei dilakukan dengan mengikutsertakan pekerja PGN mulai dari Pekerja Senior (lebih dari 5 tahun masa kerja) dan Pekerja Junior (kurang dari 5 tahun masa kerja).

“Bagi PGN, keikutsertaan pada event ini sekaligus menjadi kesempatan untuk benchmarking tingkat employee engangement dengan perusahaan lain di Indonesia dan Asia. Sekaligus meningkatkan employer branding PGN di tingkat Asia. Khususnya dalam pengelolaan Human Capital,” jelas Direktur SDM dan Umum PGN, Beni Syarif Hidayat, (27/10/2020).

Beni mengungkapkan, tingkat employee engangement di PGN tahun 2020 memiliki nilai rata-rata sebesar 4,25, berada di atas rata-rata industri yang lainnya sebesar 3,63. Dengan nilai tersebut, menempatkan PGN sebagai salah satu Best Companies to Work for in Asia beserta beberapa perusahaan lain di Indonesia.

“Untuk penilaian dengan nilai tinggi, didapatkan dari parameter-parameter yakni PGN telah memiliki kebijakan-kebijakan yang mendorong pekerja untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi. Selain itu, dari pekerja PGN sendiri, mereka memberikan kontribusi dan dedikasi terbaiknya terhadap perusahaan, dan pekerja juga bersedia saling membantu dalam melaksanakan pekerjaan,” jelas Beni.

Beni menambahkan, PGN memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi seluruh pekerja untuk meningkatkan kompetensinya melalui program-program pengembangan dan pelatihan, termasuk sertifikasi, pelatihan inhouse, public training, maupun sharing knowledge. 

PGN terus meningkatkan program pengembangan pekerja tersebut secara komprehensif dan konsisten, sehingga setiap pekerja PGN memiliki kompetensi dan dapat bekerja secara professional. Kemudian muaranya akan memberikan dampak yang baik terhadap perkembangan bisnis perusahaan.

Di masa pandemi saat ini yang meminimalkan pertemuan langsung, PGN melaksanakan kegiatan knowledge management berbasis online untuk mengasah pengetahuan seluruh pekerja PGN. Program-program yang dilaksanakan antara lain Webminar Series, Gas Talk series, i-Know, KMOnline, Knowledge Credit Point dan e-Library.

“Pada level manajeman, PGN menyelenggarakan program STAR yaitu Executive Development Program (EDP) dan Management Development Program (MDP) bagi pekerja talent perusahaan, mulai dari level supervisor sampai manajer. Program ini difokuskan untuk mempersiapkan pemimpin PGN dan meningkatkan kompetensi berupa kemampuan interpersonal, leadership dan bisnis,” jelas Beni.

“Penghargaan bergengsi di tingkat Asia ini juga merupakan proses dari transformasi yang saat ini sedang dilaksanakan oleh PGN Grup sebagai Subholding Gas. Dengan demikian, penghargaan ini dapat memacu PGN untuk senantiasa meningkatkan Total Employee Engangement dan kualitas SDM,” ujar Beni.

Menurut Beni, SDM merupakan aset yang penting bagi PGN dalam mencapai visi misi dan tujuan Perusahaan. PGN Grup berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan mendukung pekerja untuk mencapai potensi terbaik, serta menciptakan kesejahteraan pekerja.

Secara berkelanjutan, PGN senantiasa meningkatkan kualitas SDM untuk mencapai potensi tertinggi dalam menopang peran perusahaan sebagai Subholding gas. Semangat ini bertujuan menguatkan peran perusahaan dalam memberikan energi baik untuk kebaikan seluruh pekerja dan perusahaan, sehingga dapat berkontribusi dalam menguatkan sendi-sendi perekonomian nasional melalui pemanfaatan gas bumi. (rel/ram)

Ketua Umum DPN HKTI DR Fadli Zon SS MSc Lantik Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Sumut

HKTI SUMUT: Ketua Umum DPN HKTI DR Fadli Zon SS MSc bersama Ketua DPD HKTI Sumut H Gus Pasaribu SE Ak MM beserta pengurus dan undangan pelantikan HKTI Sumut di Hotel Le Polonia Medan, Senin (26/10).DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS .
HKTI SUMUT: Ketua Umum DPN HKTI DR Fadli Zon SS MSc bersama Ketua DPD HKTI Sumut H Gus Pasaribu SE Ak MM beserta pengurus dan undangan pelantikan HKTI Sumut di Hotel Le Polonia Medan, Senin (26/10).DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS .

MEDAN, SUMUTPOS.CO – KETUA Umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) DR Fadli Zon SS MSc melantik Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HKTI Sumut masa bakti 2020-2025.

HKTI SUMUT: Ketua Umum DPN HKTI DR Fadli Zon SS MSc bersama Ketua DPD HKTI Sumut H Gus Pasaribu SE Ak MM beserta pengurus dan undangan pelantikan HKTI Sumut di Hotel Le Polonia Medan, Senin (26/10).DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS .
HKTI SUMUT: Ketua Umum DPN HKTI DR Fadli Zon SS MSc bersama Ketua DPD HKTI Sumut H Gus Pasaribu SE Ak MM beserta pengurus dan undangan pelantikan HKTI Sumut di Hotel Le Polonia Medan, Senin (26/10).DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS .

Pelantikan DPD HKTI Sumut dipimpin H Gus Pasaribu SE Ak MM (ketua) beserta Muhammad Syah SAg (sekretaris), H Kamsir Aritonang SE Ak (bendahara) bersama para wakil ketua, wakil sekretaris, wakil bendahara dan pengurus divisi digelar di Hotel Le Polonia Medan, Senin (26/10).

Pada pelantikan HKTI Sumut bertema Pertanian Maju, Petani Sejahtera ini juga dilakukan penandatangan kerja sama DPD HKTI Sumut dengan BNNP Sumut, Bulog Sumut, Pemuda Tani Indonesia Sumut, perbankan, asuransi dan perguruan tinggi.

Ketua Umum DPN HKTI DR Fadli Zon SS MSc mengucapkan selamat pada pengurus DPD HKTI Sumut yang dinantikan peran besarnya dimasa pandemi Covid-19.

Fadli Zon juga berbagi pengalaman Vietnam yang dulunya belajar pertanian dari Indonesia kini menjadi salah satu pengekspor beras terbesar di dunia. Demikian pula keberhasilan pertanian Thailand Ia juga mengutarakan bagaimana Jepang mampu memproteksi petani. ”Kita harus mampu berswasembada,” katanya.

Ketua Badan Penasehat DPD HKTI Sumut yang juga Anggota DPR RI Prof Djohar Arifin Husin berharap peran HKTI mampu meningkatkan taraf kehidupan petani di tanah air dengan semangat kebersamaan.

Ketua DPD HKTI Sumut yang juga Anggota DPR RI H Gus Irawan Pasaribu SE Ak MM mengungkapkan jalinan kerja sama On Farm Petani Mandiri oleh HKTI dengan BNNP Sumut, Bulog, perbankan, asuransi dan perguruan tinggi akan membawa pertanian maju dan petani sejahtera. Ia juga ingin HKTI Sumut berkontribusi mengajak masyarakat tidak terlibat penyalahgunaan Narkoba.

Kepala BNNP Sumut Brigjen Drs Atrial SH juga siap bersama HKTI Sumut untuk pemanfaatan lahan pertanian di Sumut.

Acara pelantikan turut dihadiri Kapoldasu Sumut, Pangdam I Sumut, Kadis Pertanian Sumut, Pimpinan BNI Wilayah Sumut Martinus Matindang, Pimpinan Kanwil Perum Bulog Arwakhudin, Branch Manager PT Asuransi Jasa Indonesia Maringan Torang Hasiholan, Dr Dahnil Anzar Simanjuntak.

Kemudian hadir Ketua STIPAP Medan Aris Sukariawan Medan, Ketua STIM Sukma Wardayani SE MM, Ketua Pemuda Tani Indonesia Sumut yang juga Wakil Ketua Divisi Kebijakan Umum Pertanian DPD HKTI Sumut Fadly Abdina dan undangan lainnya. (dmp)

Masalah Sewa Kios, Bupati Dairi Dialog Langsung dengan Pedagang

DIALOG: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu (tengah) berdialog dengan pedagang di pusat pasar Sidikalang untuk mencarikan solusi menjawab aspirasi disampaikan puluhan pedagang saat menggelar aksi damai ke kompleks Kantor Bupati di jalan Sisingamangara Sidikalang, Senin (26/10).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
DIALOG: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu (tengah) berdialog dengan pedagang di pusat pasar Sidikalang untuk mencarikan solusi menjawab aspirasi disampaikan puluhan pedagang saat menggelar aksi damai ke kompleks Kantor Bupati di jalan Sisingamangara Sidikalang, Senin (26/10).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Terkait masalah sewa kios para pedagang di Pusat Pasar Sidikalang, Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu mengajak pedagang melakukan dialog untuk mencarikan solusi.

DIALOG: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu (tengah) berdialog dengan pedagang di pusat pasar Sidikalang untuk mencarikan solusi menjawab aspirasi disampaikan puluhan pedagang saat menggelar aksi damai ke kompleks Kantor Bupati di jalan Sisingamangara Sidikalang, Senin (26/10).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
DIALOG: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu (tengah) berdialog dengan pedagang di pusat pasar Sidikalang untuk mencarikan solusi menjawab aspirasi disampaikan puluhan pedagang saat menggelar aksi damai ke kompleks Kantor Bupati di jalan Sisingamangara Sidikalang, Senin (26/10).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Dialog berlangsung disaat puluhan pedagang kembali mendatangi kompleks Kantor Bupati di Jalan Sisingamangara untuk menyampaikan aspirasi mereka, Senin (26/10). Seperti disiarkan sebelumnya, pedagang berunjukrasa terkait masalah sewa kios.

Dimana, sebagian Kartu Ijin Berjualan (KIB) pedagang di blok A dan B sudah berakhir tahun 2020 ini. Pedagang keberatan terhadap kebijakan PD Pasar untuk penetapan sewa baru kios yang mereka tempati.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Rahmatsyah Munthe menerangkan, aksi pedagang langsung ditemui Bupati Eddy KA Berutu. Rahmatsyah mengatakan, sebelum dialog pada Senin, Minggu (25/10) sore, Bupati telah menerima perwakilan pedagang di Pendopo Bupati untuk mendengar persoalan dan keluhan pedagang.

Dalam pertemuan dengan pedagang lanjut Rahmatsyah,Bupati memaparkan terkait pertemuan Minggu sore dengan pedagang. “Semalam saya sudah mendengar langsung keluhan dari perwakilan kalian, dan saya sudah memerintahkan Sekda, Asisten dan PD Pasar untuk melakukan kajian mencari solusi untuk saudara-saudaraku sekalian,” ujar Eddy.

Sebelum menjawab keluhan pedagang. Bupati Eddy memberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dalam aksi damai yang digelar pedagang itu.

Dalam kesempatan itu, koordinator aksi yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Pasar Sidikalang (PPPS), Candra Simanjuntak menyampaikan, aksi damai yang mereka gelar agar pedagang tetap nyaman berjualan di Pasar Sidikalang.

Candra membacakan sejumlah tuntutan pedagang. Dikatakan Candra, dengan habisnya masa berlaku KIB para pedagang di tahun 2020 ini, memunculkan kegelisahan para pedagang dengan timbulnya kewajiban perpanjangan yg disosialisasikan PD Pasar.

“Tidak ada muatan politik apapun dalam aksi ini, kami ingin para pedagang nyaman berjualan di Pasar Sidikalang,” ucapnya.

Kepada pedagang, Bupati Eddy KA Berutu mengatakan, tujuan kita sama, memberikan kenyamanan berusaha bagi para pedagang. Karena keberadaan para pedagang sangat membantu masyarakat kita untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka dan memasarkan komoditi dan industri rumahan masyarakat Dairi.

Karenanya lanjut Eddy, saya sudah memerintahkan kepada jajaran yang terkait baik itu Sekda, Asisten I, PD Pasar, agar merumuskan solusi persoalan ini yang berpihak kepada para pedagang.

Dan untuk menyakinkan pedagang, di hadapan para pedagang, Bupati Eddy Berutu memberikan disposisi langsung (perintah tertulis) kepada jajarannya, untuk segera melakukan review atas tuntutan para pedagang menyusun kesepakatan bersama yang berpihak dengan perdagangan, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Eddy menegaskan, “Sebagai kepala daerah otoritas saya diikat oleh aturan dan undang undang yang berlaku”, ungkapnya. Keputusan terkait status aset negara harus dimusyawarahkan juga dengan DPRD, dan membutuhkan kajian berjenjang termasuk mendapat opini dan telaah dari Jaksa selaku Pengacara Negara, agar tidak ada aturan yang dilanggar.

Namun saya sudah perintahkan kepada jajaran saya agar dengan cepat melakukan kajian dan kesepakatan bersama dengan para pedagang yang isinya berpihak kepada pedagang, tandas Eddy KA Berutu.

Mendengar penjelasan Bupati, mewakili pedagang Koordinator PPPS, Chandra Simanjuntak menyampaikan apresiasi kepada Bupati Eddy Berutu yang telah mengakomodir aspirasi pedagang dan bersedia berdialog untuk mencarikan solusi.

Kami mengucapkan terimakasih atas keberpihakan Bupati kepada pedagang. Mudah-mudahan setelah jajarannya diperintahkan, tuntutan kami segera direalisasikan. Kami menunggu KIB baru bisa secepatnya dikeluarkan, termasuk SK Bupati kepada para pedagang untuk status Hak Pakai atas kios para pedagang.

Rahmatsyah menambahkan, pedagang meminta Bupati Eddy KA Berutu bersedia menjadi penasehat PPPS sebagai Kepala Daerah yang memiliki keberpihakan kepada para pedagang.

“Dan Eddy KA Berutu juga menyampaikan, bersedia diangkat sebagai penasehat untuk perkumpulan yang dibentuk para pedagang di Pusat Pasar Sidikalang tersebut,” ucap Rahmatsyah. (rud)

Daging Kerbau Impor ‘Banjir’ di Pasar

Pemerintah Harus Kaji Ulang Kuota

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Pengusaha daging sapi di Kota Medan dan sekitarnya mengeluhkan banyaknya daging kerbau beku impor di pasar. Padahal, harga daging sapi terpantau stabil sekitar Rp105 ribu-Rp120 per kilogram (kg).

Pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengaku, dari amatan ke sejumlah pengusaha ternak sapi dan sejumlah rumah potong hewan, banyak keluhan terkait daging kerbau beku yang beredar di masyarakat. Harganya berkisar Rp80 ribuan per Kg.

“Harga daging kerbau beku impor sekitar Rp80 ribu per kg. Hal ini menyebabkan permintaan daging sapi tidak bisa didongkrak optimal,” kata Gunawan, Senin (26/10).

Padahal, katanya, aktifitas masyarakat sejauh ini sudah mulai menujukan adanya pemulihan meskipun belum normal seperti sebelum ada pandemi Covid-19. Aktivitas masyarakat seperti hajatan ataupun bentuk pesta lainnya mulai menggeliat setelah Muharram kemarin.

Namun, dengan kondisi daya beli masyarakat yang terpukul saat ini. Membuat sebagian masyarakat mengalihkan penggunaan daging sapi sebagai menu hidangan ke daging ayam.

“Sejumlah pelaku usaha daging sapi dirugikan dengan banyaknya daging kerbau impor serta daya beli yang terpukul. Padahal, daging sapi memberikan nilai tambah atau added value bagi perekonomian Sumut,” ujarnya.

Menurutnya, penyerapan tenaga kerja pada perusahaan penghasil daging sapi jumlahnya lebih besar dibandingkan dengan jika hanya mengandalkan daging kerbau impor. Meskipun di sisi lainnya, masyarakat konsumen diuntungkan dengan harga daging kerbau yang lebih murah.

Ia berharap pemerintah bisa meninjau ulang pengadaan daging kerbau beku dari negara lain tersebut.

“Buat apa harganya murah jika masyarakat tidak mendapatkan nilai tambah dari aktifitas ekonomi daging kerbau. Justru memicu terjadinya capital outflow dan membuat peternakan nasional menjadi sulit untuk tumbuh,” pungkasnya. (gus/ram)

Sosialisasikan Perda No 5/2015, Pemko Diharapkan Segera Terbitkan Perwal

SOSIALISASI: Anggota DPRD Medan, Abdul Rahman Nasution saat Sosialisasi Perda No 5 Tahun 2015.istimewa/sumut pos.
SOSIALISASI: Anggota DPRD Medan, Abdul Rahman Nasution saat Sosialisasi Perda No 5 Tahun 2015.istimewa/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Medan dari Fraksi PAN, Abdul Rahman Nasution, melaksanaan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2015, tentang Penggulangan Kemiskinan di Jalan Karya Setuju, Gang Bidan, Lingkungan 13, Kelurahan Karangberombak, Kecamatan Medan Barat, Minggu (25/10).

SOSIALISASI: Anggota DPRD Medan, Abdul Rahman Nasution saat Sosialisasi Perda No 5 Tahun 2015.istimewa/sumut pos.
SOSIALISASI: Anggota DPRD Medan, Abdul Rahman Nasution saat Sosialisasi Perda No 5 Tahun 2015.istimewa/sumut pos.

Di hadapan warga Kelurahan Karangberombak yang menghadiri sosialisasi tersebut, wakil rakyat ini meminta Pemko Medan untuk membuat Peraturan Wakil Kota (Perwal) terhadap Perda dimaksud.

“Bagaimana tidak, Perda ada tapi Perwalnya tidak. Bagaimana mau mengeksekusinya? Makanya kami minta agar Pemko Medan segera memperwalkan Perda (No.5/2015) itu,” ungkap Abdul, yang juga Ketua Komisi III DPRD Medan.

Abdul menyebutkan, ada beberapa Perda yang hingga saat ini belum ada Perwalnya. Satu contohnya, Perda minuman beralkohol.

“Hal ini menunjukkan kelemahan Pemko Medan dalam menjalankannya,” cetusnya.

Selain Sosper No 5 Tahun 2015, Politisi PAN ini, juga membahas tentang bantuan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) senilai Rp2.400.000 kepada para masyarakat yang memiliki usaha kecil.

“Bantuan kerap diberikan pemerintah dalam masa pandemi seperti sekarang. Satu di antara adalah bantuan UMKM sebesar Rp2,4 juta, melalui program Banpres Produktif dari pemerintah,” sebutnya.

Pembahasan itu, ternyata mendapat perhatian serius dari masyarakat yang hadir. Pertanyaan demi pertanyaan dari masyarakat bermunculan, sehingga suasana kegiatan sosialisasi menjadi hidup. Ada yang menanyakan syarat untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah itu melalui Kementerian Koperasi dan UKM. Ada juga yang menanyakan soal izin usaha dan sebagainya. Abdul pun menjawab satu per satu pertanyaan warga yang hadir, dibantu pihak Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan, yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut.

Abdul pun meminta masyarakat untuk ikut terlibat, baik sebagai pelaku maupun pengawas, agar program penanggulangan kemiskinan berjalan sesuai target dan berjalan secara maksimal.

Hadir pada acara itu, pihak Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan, Lurah Karangberombak, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga Kelurahan Karangberombak. (map/saz)

Infrastruktur, Salah Satu Penyebab Ketertinggalan Nias

FOTO : Empat Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nias tahun 2020, foto bersama dengan Komisioner KPU Nias, usai acara debat publik di Auditorium RRI Gunungsitoli, Sabtu (24/10).

NIAS, SUMUTPOS.CO- Salah satu penyebab utama ketertinggalan Kabupaten Nias adalah keterbatasan infrastruktur atau akses jalan, yang mana hingga saat ini masih ada 24 desa belum dapat dilalui kendaraan roda 4.

Hal itu terungkap saat debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati Nias pada pilkada 9 Desember 2020 mendatang, digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nias, di Auditorium RRI Gunungsitoli, Sabtu (24/10).

Sebelumnya Ketua KPU Nias Firman Mendrofa menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan itu merupakan debat publik tahap pertama dengan tema meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan daerah.

“Kegiatan yang kita laksanakan pada hari ini salah satu agenda untuk memfasilitasi paslon mengenalkan lebih rinci tentang visi-misi dan program kepada seluruh masyarakat Kabupaten Nias,” ujar Firman saat membuka acara debat.

“Dengan demikian, masyarakat pemilih dapat mendengar melihat dan selanjutnya menentukan hak pilihnya berdasarkan visi-misi yang ditawarkan oleh masing-masing paslon,” sambungnya.

Menurut Firman, sangat penting bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang komprehensif atas profil, figur dan kualitas para calon. Sehingga dengan demikian calon yang akan terpilih benar-benar yang mau mengabdi dan mampu memajukan Kabupaten Nias sesuai harapan masyarakat.

Diakhir sambutannya, Firman menghimbau kepada seluruh masyarakat, pada pelaksanaan pilkada mendatang agar tetap menjaga persatuan, kerukunan dan rasa persaudaraan.

Menjawab pertanyaan moderator tentang keterbatasan akses darat, laut dan udara untuk membawa komoditi petani Nias ke kota Provinsi maupun ke daerah lainnya, 4 pasangan calon mengakui akses jalan dari desa menuju kecamatan Kabupaten Nias perlu pembenahan.

Paslon nomor urut 1 (Yaatulo Gulo-Arota Lase mengatakan yang membuat nilai komoditi petani sangat rendah akibat biaya transportasi tinggi disebabkan masih terdapat desa yang terisolir maupun jalan rusak. “Contohnya harga karet petani di desa-desa sudah terpotong Rp 1.200 per kilo gram. Sehingga jika akses jalan sudah bagus dan dapat dilalui kendaraan roda 4, maka komoditi para petani dapat memperoleh nilai tukar yang lebih tinggi,” Ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan paslon nomor urut 2 (Christian Zebua-Anofuli Lase) menyebutkan kondisi infrastruktur jalan di kepualauan Nias saat ini kategori baik hanya 26 persen. Sementara rusak berat yang sebagian besar berada di desa-desa mencapai 54 persen.

“Keadaan ini mengakibatkan masyarakat desa tidak semangat mengembangkan potensi di daerah, karena akses jalan tidak ada. Ini masalah yang sangat krusial,” Katanya.

“Yang terjadi orang desa membeli kebutuhan pangan dari kota. Ini terbalik, harusnya kebutuhan pangan dari desa masuk ke kota,” tambahnya.

Tak jauh beda dengan kedua paslon diatas, pasangan calon nomor urut 3 (Enanoi Dohare-Yulius Lase) akan memprioritaskan pembangunan jalan hotmix di 10 Kecamatan menuju desa-desa yang ada di Kabupaten Nias.

Sementara Arosokhi Waruwu-Asaldin Gea kedepan akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan dari desa ke kota Kabupaten. Arosokhi Waruwu yang mantan wakil Bupati Nias selama dua periode itu (2010-2015 dan 2015-2020) mengakui masih ada 24 desa terisolir belum bisa dilalui kendaraan roda 4.

Bahkan menurut paslon yang singkat AROLI itu, ada 15 desa yang sulit dibangun disebabkan karatekristik wilayah butuh pembangunan jembatan dan berbagai kesulitan lainnya.

“Patut kita syukuri, dibanding 10 tahun yang lalu dari 170 desa yang ada hanya 30 desa yang bisa terakses,” beber Arosokhi.

“Kami tidak berjanji banyak, karena kami menyadari jabatan kepala daerah hasil pemilihan 2020 ini hanya 3 tahun, itu pun efektifnya hanya 2 tahun anggaran. Namun demikian kami pasangan AROLI komitmen mengoptimalkan perbaikan jalan dari desa ke pusat penampungan komoditi para petani,” tambahnya.

Menyambung pernyataan pasangannya, Asaldin Gea mengatakan selain prioritas pembangunan infrastruktur jalan, dalam membantu para petani menjual hasil pertanian pihaknya akan memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

“Memang ketertinggalan pembangunan infrastruktur ini sudah menjadi permasalahan daerah di seluruh Indonesia, terlebih wilayah kepulauan,” terangnya.

“Salah satu solusi yang akan kami lakukan, meberdayakan Bumdes di desa-desa. Bagi desa yang belum memiliki Bumdes kita dorong pembentukan Bumdes melalui dana desa,” tutupnya. (adl/ram)

Meski Masa Pandemi, Ayam Penyet Mbak Iwar Laris Manis Habiskan 50 Porsi Ayam Geprek per Hari

LARIS: Pemilik Warung Ayam Penyet Mbak Iwar, Warsiyem di warung yang berlokasi di Jalan Bromo Medan, Senin (26/10).
LARIS: Pemilik Warung Ayam Penyet Mbak Iwar, Warsiyem di warung yang berlokasi di Jalan Bromo Medan, Senin (26/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski Kota Medan masih dihantui pandemi covid-19, yang menyebabkan banyak bisnis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), tak begitu dengan usaha yang dirintis Warsinem. Ayam Penyet Mbak Iwar miliknya, yang sudah ada sejak 2016 lalu, tetap laris manis.

LARIS: Pemilik Warung Ayam Penyet Mbak Iwar, Warsiyem di warung yang berlokasi di Jalan Bromo Medan, Senin (26/10).
LARIS: Pemilik Warung Ayam Penyet Mbak Iwar, Warsiyem di warung yang berlokasi di Jalan Bromo Medan, Senin (26/10).

Berlokasi di Jalan Bromo Medan, simpang Jalan Bakti Medan, Warsinem mengaku, bisa menjual hingga 50 porsi ayam penyet per hari. Dia mengaku, warungnya memang berada di wilayah yang strategis, karena dekat dengan Rumah Sakit (RS) Madani Medan.

“Jadi pelanggan saya banyak dari karyawan RS Madani itu. Mereka selalu pesan sama saya, dan itu setiap hari. Sehari pelanggan saya bisa mencapai 50 orang,” ungkap Warsinem kepada Sumut Pos, Senin (26/10).

Iwar, sapaan karib Warsinem, juga mengatakan, telah membuka warung ini sejak 2019 lalu.

Namun, dia memiliki sejumlah warung di beberapa tempat, sejak 2016.

“Semula saya buka di Simpang Jodoh, Medan Tembung. Waktu jualan di Tembung, pelanggan saya banyak dari ojek online,” bebernyan

Menurutnya, selama setahun berjualan, pelanggannya semakin ramai dan penghasilannya juga meningkat.

“Awal buka hanya terjual 1,5 kilogram ayam per hari. Sekarang sudah mencapai 5 kilogram per hari. Alhamdulillah,” ucap wanita berusia 41 tahun ini.

Warsinem menjelaskan, dia punya trik tersendiri untuk menarik pelanggan terus berlangganan. Karna di lokasi dia berjualan tersebut, ramai pedagang lainnya, bahkan sama dengan dagangannya, ayam penyet maupun geprek.

“Harga saya lebih murah. Per porsi ayam geprek hanya Rp10 ribu. Dan saya juga menerapkan sistem antar, tanpa dipungut lagi biaya tambahan. Walau saya harus repot mengantarnya, karena belum ada pekerja, tapi tidak masalah. Namanya juga cari nafkah. Apalagi, saya sudah punya pelanggan tetap, yakni para karyawan RS Madani,” tutur Warsinem lagi.

Meski harga sembako di pasar fluktuatif, Warsinem tetap menjual kulinernya dengan harga tetap.

“Saya paham juga kondisi sekarang. Sejak covid-19 ini, para karyawan RS Madani itu pun gaji mereka dipotong. Makanya saya jual dengan harga murah, tapi tetap mengenyangkan. Porsinya sedikit lebih banyak dibandingkan yang lain. Lagian, harga-harga sembako di pasar pun fluktuatif, tidak terlalu tinggi. Dan kalau pun hari ini harga naik, berlangsungnya tidak terlalu lama. Misalnya minggu ini harga ayam Rp25 ribu, ini lagi naik harganya. Tapi 2 minggu lalu Rp23 ribu. Jadi, tidak berpengaruh ke penghasilan saya,” jelasnya.

Dia juga mengatakan, kuliner ayam geprek pedasnya paling diminati, karena menurut penuturan pelanggan, rasa sambalnya khas, gurih, dan pedas.

“Padahal saya tidak punya racikan khusus, biasa saja. Sebagaimana untuk saya makan, ya seperti itu jugalah makanan yang saya jual,” kata Warsinem.

Warsinem menjelaskan, selama berjualan dari pukul 14.00 WIB hingga 23.00 WIB, dia tidak mengalami hambatan. Bahkan warungnya tidak pernah didatangi Satuan Petugas (Satgas) Covid-19.

“Alhamdulillah lancar-lancar saja. Enggak ngaruh sama covid-19,” sebutnya.

Menurutnya, penghasilannya selama berjualan bisa berkisar Rp300 ribu-Rp500 ribu per hari, tanpa ada tersisa dagangan sedikit pun.

“Seringnya selalu habis. Jarang bersisa. Kalau pun bersisa hanya 3-4 potong ayam saja,” imbuh Warsinem, seraya berharap, agar usaha yang dirintisnya dari nol tersebut, dapat semakin meningkat pelanggannya.

Sementara itu, seorang pelanggan Warung Ayam Penyet Mbak Iwar, Agus Supriadi (30), mengaku, menyukai ayam geprek buatan Warsinem, karena sambalnya yang pedas.

“Biasalah lidah-lidah orang Indonesia. Apalagi harganya juga murah di dalam kondisi covid-19 seperti ini. Kami kan tetap butuh makan. Sementara saya kerja, dan kalau jam makan siang, pasti cari makan di luar. Kebetulan dapat harga makan yang murah serta enak. Jadinya saya pun langganan,” pungkasnya. (mag-1/saz)