Home Blog Page 3954

UEFA Champoins League: Tantangan Berat Pirlo

BERAT: Lionel Messi dan kawan-kawan bakal menjadi tantangan berat bagi Juventus di matchday kedua Grup G Liga Champions, Kamis (29/10) dini hari WIB.

TURIN, SUMUTPOS.CO – Juventus akan menjamu Barcelona di Allianz Stadium dalam matchday kedua Grup G Liga Champions, Kamis (29/10) dini hari WIB. Laga ini menjadi tantangan berat bagi Pelatih Juventus, Andrea Pirlo. Meseki begitu, ia tak khawatir dengan kekuatan Barcelona meski timnyan berpotensi tak diperkuat Cristiano Ronaldo dalam laga yang rencananya akan disiarkan SCTV pukul 03.00 WIB.

BERAT: Lionel Messi dan kawan-kawan bakal menjadi tantangan berat bagi Juventus di matchday kedua Grup G Liga Champions, Kamis (29/10) dini hari WIB.
BERAT: Lionel Messi dan kawan-kawan bakal menjadi tantangan berat bagi Juventus di matchday kedua Grup G Liga Champions, Kamis (29/10) dini hari WIB.

Dalam tiga laga terkini di semua kompetisi, Ronaldo tidak memperkuat Juventus. Pesepakbola 35 tahun itu absen karena terinfeksi Covid-19 pada Selasa, 13 Oktober 2020. Selama Ronaldo absen, hasil yang didapat Juventus tak bisa dikatakan baik.

Dari tiga pertandingan tanpa CR7, Juventus hanya mendapatkan satu menang dan dua imbang. Bahkan dalam tiga pertandingan itu, Juventus hanya mengoleksi empat gol. Jika dirata-rata, Juventus hanya mencetak 1,33 gol per pertandingan!

Ironisnya, di dua laga terkini Liga Italia 2020-2021, sebenarnya lawan yang mereka hadapi masuk kategori mudah. Juventus hanya bersua tim selevel Hellas Verona dan Crotone, namun hasil yang mereka dapat hanya skor imbang 1-1.

Meski begitu, Pirlo tidak khawatir. Pelatih 41 tahun itu mengaku proyek yang dikembangkan dalam jalur positif. Ditambah lagi, gaya permainan Hellas Verona dan Barcelona pasti berbeda, sehingga memungkinkan Juventus untuk memenangkan pertandingan. “Barcelona? Mereka tidak membuat saya khawatir. Barcelona dan Verona merupakan dua tim yang berbeda,” kata Pirlo mengutip dari ibTimes, Selasa (27/10).

“Kami sedang dalam tahap konstruksi. Kami meninggalkan sejumlah kekurangan, namun kami berada di jalur yang benar. Kami sedang membangun proyek jangka panjang. Saya hanya melihat hal-hal positif,” lanjut Pirlo.

Saat ini Juventus memang mulai mencoba hidup lepas dari Cristiano Ronaldo. Hal itu terbukti dengan keputusan manajemen yang mendatangkan winger-winger muda seperti Federico Chiesa dan Dejan Kulusevski pada bursa transfer musim panas 2020.

Optimisme juga dikumandangkan winger Juventus, Juan Cuadrado. Menurutnya, melawan Barcelona, Si Nyonya tua akan mengeluarkan semua kemampuan. “Ini akan menjadi pertandingan yang indah melawan lawan yang hebat. Kami harus menunjukkan kekuatan Juventus yang sebenarnya,” kata Cuadrado kepada Sky Sport.

“Melawan tim seperti ini, kami selalu mengeluarkan sesuatu yang lebih, kami akan mempersiapkan pertandingan dengan determinasi dan keinginan untuk menang,” sambungnya.

“Kami harus ingat bahwa kami adalah profesional. Kita harus mengeluarkan semuanya sampai akhir,” Cuadrado menegaskan.

Dia juga mengaku merindukan sosok Cristiano Ronaldo yang dikenal tajam di muka gawang lawan. “Kami merindukan Cristiano Ronaldo. Ia merupakan juara. Dalam situasi sulit seprti ini, kekuatannya, mentalitasnya dapat mendorong keyakinan kami,” kata Cuadrado.

Sekarang yang jadi pertanyaan, bisakah Cristiano Ronaldo turun di laga Juventus vs Barcelona? Menurut laporan Sky Sports, Ronaldo bisa mengikuti tes swab yang diadakan kemarin, atau 24 jam sebelum pertandingan. Jika hasilnya negatif, ayah empat anak tersebut dapat diturunkan di laga Juventus vs Barclona.

Dengan begitu, duel Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi (Barcelona) otomatis terlaksana. Ini merupakan yang pertama Cristiano Ronaldo dan Messi bertemu, terhitung sejak 2018. Terakhir kali Cristiano Ronaldo dan Messi bertemu pada pekan ke-36 Liga Spanyol 2017-2018. (bbs/adz)

Virus Corona Itu Nyata dan Bukan Aib, Sekeluarga Terserang dan Sembuh dari Covid-19

SAAT DIRAWAT: Boydo HK Panjaitan, istri dan ibunya saat menjalani isolasi di RS Santa Elisabeth Medan, beberapa waktu lalu.
SAAT DIRAWAT: Boydo HK Panjaitan, istri dan ibunya saat menjalani isolasi di RS Santa Elisabeth Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Boydo HK Panjaitan (40), mantan anggota DPRD Kota Medan Periode 2014-2019 adalah satu dari sekian banyak pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Bahkan, ibunya (78), Herin Boru Manurung dan istrinya Elsa Malona (39) juga terinfeksi virus mematikan itu.

SAAT DIRAWAT: Boydo HK Panjaitan, istri dan ibunya saat menjalani isolasi di RS Santa Elisabeth Medan, beberapa waktu lalu.
SAAT DIRAWAT: Boydo HK Panjaitan, istri dan ibunya saat menjalani isolasi di RS Santa Elisabeth Medan, beberapa waktu lalu.

Namun, ketiganya masih dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Mereka akhirnya sembuh setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan.

Boydo menceritakan bagaimana keluarganya terserang Covid-19. Padahal, dia tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19 dalam beraktivitas sehari-hari. “Seingat saya, awalnya pada Selasa, 23 Juni 2020 sore, mulai merasa kurang enak badan sehingga pulang lebih cepat ke rumah. Badan saya tiba-tiba demam dan sesekali batuk. Selain itu, lidah terasa pahit dan tak selera makan. Bahkan, malam harinya menggigil dan tidak bisa tidur nyenyak,” ungkap Boydo, Selasa (27/10) siang.

Karena merasa kurang sehat, keesokan harinya Boydo langsung minum obat demam dan batuk. Obat tersebut biasa dikonsumsinya apabila merasakan gejala yang sama. Tak hanya itu, dia juga mengonsumsi antibiotik pemberian saudaranya yang seorang dokter dan biasa diminta saran ketika sedang sakit.

Ternyata, obat dan antibiotik itu bekerja efektif. Boydo merasa sehat dan kembali menjalani aktivitas. Akan tetapi, pada Jumat (26/6), ia kembali merasakan gejala yang sama, yaitu batuk, demam, dan lidah terasa pahit. “Saya curiga jangan-jangan terkena tifus atau demam berdarah. Saya tidak kepikiran terkena Covid-19 karena cemas dan takut, enggak terbayangkan kalau betul-betul sampai kena. Makanya, tidak ada keinginan untuk rapid test ataupun swab,” ujar mantan Ketua Komisi III DPRD Kota Medan ini.

Esok harinya, Sabtu (27/6), Boydo medical check up di Klinik Pramita. Hasilnya, diketahui trombositnya di bawah normal. Akan tetapi, dinyatakan tidak terkena penyakit yang berat.

Karena itu, ia kembali minum obat yang sama untuk mengatasi demam dan batuk. Namun, tak kunjung sembuh. Kemudian pada Minggu (29/6) pagi, kondisi kesehatannya semakin drop. “Bersama istri, saya memeriksakan diri ke klinik, apakah ada indikasi kena Covid-19? Setelah menjalani rapid test ternyata hasilnya nonreaktif,” kata Bendahara DPC PDIP Kota Medan ini.

Boydo melanjutkan, pada Selasa (30/6), kondisi kesehatan dia dan istrinya makin memburuk. Kemudian, mereka melakukan rapid test di Klinik Pramita. “Dari hasil rapid test kedua kalinya diketahui nonreaktif. Bahkan, hasil cek darah tidak menunjukkan demam berdarah ataupun tifus,” ungkapnya.

Namun dua hari berselang, kondisi kesehatannya bersama istri tetap drop, masih tetap mengalami demam, batuk, dan lidah terasa pahit. Karenanya, pada Hari Jumat (3/7), atas saran pihak keluarga, keduanya memeriksakan paru-paru ke Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Di rumah sakit tersebut, dokter menjelaskan ada bercak pada kedua paru-paru dari hasil rontgen dan kemungkinan besar mengarah ke pneumonia.

Dibayang-bayangi rasa khawatir, pada hari itu juga Boydo dan istrinya memberanikan diri swab test di Rumah Sakit Murni Teguh, Medan. Hasilnya, ternyata positif Covid-19. “Saya tidak tahu kenapa bisa terkena Corona? Padahal, selama ini sudah mengikuti protokol kesehatan. Bukan hanya itu, untuk menjaga jarak sosial saya juga sering bekerja dari rumah dan hanya sesekali keluar,” ujar Boydo yang kini aktif mengembangkan bisnis bahan bangunan.

Dikatakannya, ibunya juga demikian. Ibunya yang mengelola usaha bahan bangunan mulai sering bertemu dengan pembeli. Lebih dari itu, sang ibu juga memberanikan diri menghadiri acara pesta, karena salah satu kewajiban sebagai orang Batak.

Boydo mengaku, sebelum tertular Virus Corona, tidak pernah keluar kota selain hanya beraktivitas di Kota Medan. Namun, dia tidak menampik dalam aktivitasnya sehari-hari bertemu dengan kerabat, teman, dan kolega hingga tidak menjaga jarak. Terkadang pergi satu mobil tanpa masker dengan keyakinan bahwa Covid-19 itu tidak ada. “Mungkin itulah saya bisa tertular Virus Corona karena kendor dengan protokol kesehatan Covid-19, tapi enggak tahu pastinya dari mana. Saya juga bingung kok bisa kena juga,” tuturnya.

Tak mau berlarut-larut memikirkan dari mana virus itu datang, Boydo lalu fokus agar bisa selamat dari serangan Covid-19. “Setelah beberapa hari kemudian dan mendapatkan hasil swab positif (Covid-19), pada Sabtu (4/7) saya dan istri mulai diisolasi pada satu ruangan yang sama di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Malam harinya, ibu saya menyusul diopname dengan kondisi kritis. Sebab, sebelumnya saya sudah menduga ibu juga positif Covid-19 karena setiap hari bertemu dengan saya dan memiliki gejala yang mirip dengan istri saya. Bahkan, napas ibu saya mulai terengah-engah,” jelas Boydo.

Sejak malam itu, Boydo bersama istri dan ibunya melewati hari-hari bersama di dalam satu ruangan isolasi. Sungguh perjuangan hidup yang tidak mudah untuk dilalui dan juga tidak pernah terbayangkan sebelumnya. “Malam itu terasa suram, rasanya seperti hidup dalam dunia lain. Namun, harus tetap dilalui dan jangan sampai down karena mempengaruhi kondisi fisik. Saya dan istri saling menguatkan, tapi saya sangat khawatir kepada ibu karena usianya sudah 78 tahun,” terangnya.

Boydo menyebutkan, saat pertama kali menginap di ruang isolasi, tidak bisa tidur dan terus gelisah. Begitu juga istrinya dan ibunya, merasa dihantui ketakutan, gelisah dan kadangkala terbangun pada tengah malam maupun dini hari. “Kami akhirnya bisa melewati saat-saat sulit itu. Setelah sembuh dari Covid-19 dan dinyatakan memiliki kekebalan terhadap Virus Corona, tidak membuat lengah dan lantas mengabaikan protokol kesehatan. Belajar pengalaman dirawat selama 19 hari (4-22 Juli) menjadi pelajaran hidup bagi saya untuk tidak mengulang kesalahan yang sama,” tukasnya.

Tak jauh beda disampaikan Elsa Malona, istri Boydo. Bahkan, Elsa mengaku mengalami kejadian yang membuatnya semakin cemas dan takut saat diisolasi. Tak hanya itu, Elsa juga memikirkan kedua anaknya yang dijaga keluarga saat itu. Ia pun berharap bisa melewati masa-masa kritis berjuang melawan Covid-19.

Saat menjalani masa isolasi tersebut, ada belasan jenis obat yang harus diminum setiap harinya, termasuk vitamin dan antibiotik. Selain itu, tim medis melakukan pemeriksaan secara rutin, seperti pemeriksaan jantung, cek darah, rontgen, hingga memberikan asupan makanan bergizi. “Hari kedua isolasi adalah hari terberat. Saya mencoba terus menyanyi rohani untuk menguatkan diri. Apalagi, saat itu juga saya mendapat kabar kedua anak kami reaktif setelah menjalani rapid test dan kondisi tubuhnya kurang sehat,” ungkap Elsa.

Namun, beberapa hari kemudian, rasa lega muncul saat mendengar kabar dari keluarga bahwa kondisi dua buah hatinya sudah berangsur baik dan hasil swab negatif. Selain itu, semua anggota keluarga juga nonreaktif usai menjalani rapid test. “Kabar tersebut semakin menguatkan kami bertiga yang masih diisolasi untuk berjuang bertahan hidup. Terlebih, setelah dua kali melakukan swab test, saya akhirnya dinyatakan negatif dan sembuh (Sabtu, 18/7),” ucapnya.

Selang lima hari kemudian (22/7), suaminya, dan ibu mertuanya juga dinyatakan sembuh. “Puji Tuhan, ini mukjizat bagi keluarga. Kami bersyukur kepada Tuhan karena diberikan kekuatan untuk melalui ujian terberat ini,” kenang Elsa.

Dari perjuangan hidup yang tak mudah tersebut, Elsa berpesan, Covid-19 itu ada dan nyata. Jangan pernah bilang Covid-19 itu tidak ada. “Kami bertiga kini kembali menjalani kehidupan normal. Akan tetapi, tetap harus waspada karena tidak ada jaminan Covid-19 tidak akan kembali lagi. Maka dari itu, kami menjaga protokol kesehatan secara ketat dan menghilangkan kebiasaan memegang mata, wajah, hidung, dan bagian mulut, sebelum mencuci tangan pakai sabun,” pesannya.

Ia menambahkan, melewati masa-masa kritis di bawah serangan Covid-19 adalah hal yang paling ditakutkan banyak orang. Meski demikian, tidak perlu paranoid atau takut berlebihan. Karena, dengan deteksi lebih dini dan penanganan yang tepat, virus corona bisa dikalahkan.

“Jangan pernah lengah sekalipun karena virus corona memang nyata dan berbahaya. Jangan tutup komunikasi dengan dunia luar karena Covid-19 bukan aib, dan dukungan dari keluarga serta teman-teman sangat berharga ketika sakit. Tak lupa, selalu berdoa dan berusaha agar keadaan hati dalam kondisi tenang dan gembira,” imbuhnya. (ris)

39 Warga Binaan dan 11 Sipir Positif Covid

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 39 warga binaan dan 11 sipir (petugas Lapas dan Rutan) di Sumut terkonfirmasi Covid-19. Mereka tersebar di tiga Lapas dan satu Rutan, yakni Lapas Tanjunggusta, Lapas Lubukpakam, Lapas Telukdalam, dan Rutan Labuhandeli.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Pujo Harinto menyebutkan, ke-11 sipir yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut, satu orang bertugas di Lapas Lubukpakam, satu orang di Rutan Labuhandeli, 6 orang di Lapas Telukdalam, Nias Selatan, dan 3 orang di Lapas Tanjunggusta. Sementara, warga binaan yang terkonfirmasi Covid-19 diantaranya di Rutan Labuhandeli sebanyak 2 orang dan sudah menjalani perawatan di Rumah Sakit Royal Prima Medan.

“Di Lapas Gunungsitoli sebanyak 9 orang dari 97 (yang swab test), sementara masih ada 100 lagi yang belum di swab,” kata Pujo Harinto kepada wartawan, Senin (26/10) sore.

Kemudian, di Lapas Telukdalam 27 warga binaan juga terkonfirmasi Covid-19, namun hanya seorang yang belum dinyatakan sembuh. “Mereka di isolasi di lapas itu karena keterbatasan rumah sakit di Telukdalam,” urainya.

Sementara di Lapas Tanjunggusta, seorang warga binaan yang terkonfirmasi Covid-19 atas nama Tamin Sukardi, yang meninggal dunia pada Sabtu (24/10) lalu. Menurut Pujo, tertularnya warga binaan ini tidak terlepas dari kondisi lapas yang kelebihan warga binaan.

Guna meminimalisir penyebaran virus meluas, pihaknya melakukan langkah antisipasi dengan cara melakukan penyemprotan disinfektan di lapas dan rutan dua kali seminggu. Ia menambahkan, warga binaan yang terkonfirmasi Covid-19 diisolasi di Rutan maupun Lapas agar menghindari warga binaan melarikan diri.

“Kekhawatiran kita dia kabur. Sehingga akan lebih aman di isolasi di dalam lapas dan gugus tugas membantu dalam perawatan baik itu memberikan makanan, asupan nutrisi tambahan dan membantu kesehatannya,” pungkasnya. (man)

Serahkan 20 Ribu Sertifikat Tanah di Humbahas, Jokowi: Jangan Dipakai untuk Beli Mobil

SERTIFIKAT: Presiden RI Joko Widodo menyerahkan sertifikat tanah kepada perwakilan masyarakat di Stadion Simangarosang, Kecamatan Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan, Selasa (27/10).

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – USAI meninjau kawasan Food Estate di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Presiden RI Joko Widodo menyerahkan 22.007 sertifikat hak atas tanah untuk rakyat, di Stadion Simangaronsang Doloksanggul, Selasa (27/10) siang.

SERTIFIKAT: Presiden RI Joko Widodo menyerahkan sertifikat tanah kepada perwakilan masyarakat di Stadion Simangarosang, Kecamatan Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan, Selasa (27/10).
SERTIFIKAT: Presiden RI Joko Widodo menyerahkan sertifikat tanah kepada perwakilan masyarakat di Stadion Simangarosang, Kecamatan Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan, Selasa (27/10).

Jokowi menjelaskan, kepemilikan hak atas tanah wajib dibuktikan dengan sertifikat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria. Sertifikat yang diserahkan presiden ini menjadi bukti tertulis yang mendapatkan pengakuan hukum.

Puluhan ribu sertifikat yang diserahkan presiden terdiri atas 20.637 sertifikat yang berasal dari program percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), 47 sertifikat untuk rumah ibadah, 1.236 sertifikat untuk aset dan barang milik negara, serta 87 sertifikat untuk bidang lahan yang berada di kawasan lumbung pangan yang berada di Kabupaten Humbahas.

“Hari ini telah diserahkan kurang lebih 20 ribuan sertifikat untuk Provinsi Sumatera Utara. Khusus untuk Humbang Hasundutan ada penyerahan sertifikat yang berada di lokasi lumbung pangan, itu ada 87 sertifikat,” ucapnya.

Penyerahan sertifikat untuk rakyat kali ini hanya dihadiri langsung penerima dalam jumlah yang sangat terbatas sebagai bagian dari pelaksanaan protokol kesehatan. Sebagian besar penerima mengikuti jalannya acara penyerahan melalui konferensi video dari sejumlah titik di tempat terpisah.

Kepada para penerima, presiden menitipkan pesan untuk menjaga sertifikat yang telah diterimanya tersebut dengan baik. Menurut Jokowi, masyarakat yang telah memegang sertifikat tanah bisa mengagunkannya ke bank untuk tambahan modal usaha. “Dengan sertfikat ini kita nanti bisa gunakan untuk akses ke perbankan. Ini bisa ‘disekolahkan’ ke bank kalau ingin dipakai untuk modal kerja usaha, bisa dipakai ini,” kata Jokowi.

“Jangan dipakai untuk beli mobil, jangan dipakai untuk beli sepeda motor. Gunakan semuanya untuk modal usaha modal investasi,” ucapnya.

Ia pun meminta masyarakat menyimpan sertifikat tersebut dengan baik sehingga tidak hilang atau rusak. Jokowi juga menyarankan masyarakat menggandakan sertifikat itu sehingga bisa mengurusnya dengan mudah ke Badan Pertahanan Nasional (BPN) bila suatu saat hilang.

Jokowi mengatakan, sertifikat tanah sangat penting, karena menjadi dasar hukum seseorang untuk menempati dan menggunakan lahan, baik untuk kepentingan tempat tinggal atau ekonomi. “Apa sih gunananya sertifikat? Kalau kita sudah pegang ini hak hukum kita atas lahan tanah itu menjadi jelas karena sudah pegang ini. Nanti ada tetangga atau ada orang luar daerah (mengaku-ngaku) ‘Ini tanah saya, bukan ini tanah saya’, buktinya apa ini ada (sertifikat),” kata Jokowi.

“Jadi jelas yang pegang ini secara hukum sudah beres. Oleh sebab itu saya minta sertifkat ini disimpan tapi tolong di-fotokopi dulu, taruh dil lemari yang satu, yang asli taruh di lemari yang dua, jadi kalau salah satu hilang ngurusnya mudah,” kata Presiden.

Senada disampaikan Gubernur Sumut (Gubsu), Edy Rahmayadi, bahwa langkah pengembangan pertanian dan peternakan di provinsi ini adalah guna menyejahterakan petani. Sehingga masyarakat terutama petani menjadikan Sumut agraris.

“Sertifikat ini sangat membantu karena dia punya kepastian hukum untuk keadilan. Selama ini belum punya legalitas atas tanah. Sekarang masyarakat bisa berbuat di lahannya dengan upaya yang beragam untuk pertanian dan peternakan,” sebut Edy.

Namun Edy mengingatkan agar sertifikat yang telah diberikan dapat dijaga dengan baik, serta diperuntukkan bagi usaha pertanian dan peternakan. Sehingga keberadaan lahan produktif tetap terjaga baik, khususnya dalam membangun ketahanan pangan. “Pastinya kita berharap rakyat ikut membesarkan pertanian ini. Tetapi (sertifikat) tidak boleh diperjualbelikan. Yang boleh diwariskan ke anaknya, jadi dia berkelanjutan untuk kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.(prn/kps)

Gojek Medan Ajak Mitra Muda bagi Kisah Inspiratif

Peringati Hari Sumpah Pemuda

BERSAMA: (Ki-ka) Praktisi kesehatan dr. Irwin Lamtota Lumbanraja, Corporate Affairs Gojek Sumbagut Dian Lumban Toruan, Operations Gojek Sumbagut Sahli Adrian, Mitra Usaha GoFood Mursada, dan penerima beasiswa Gojek Gracea Elizabeth Zai

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Memperingati Hari Sumpah Pemuda yang menjadi momen sejarah persatuan bangsa, Gojek mengadakan pertemuan kopdar di Medan bersama sejumlah mitra dan narasumber generasi muda di Sada Coffee Jalan Sei Bahorok, Medan Selasa (27/10).

Melalui kopdar yang digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ini,  Gojek mengajak para mitra mudanya bersama memaknai semangat Sumpah Pemuda untuk memotivasi diri secara positif dan terus berkarya demi kemajuan bangsa.

Kegiatan ini diisi dengan paparan tentang pentingnya menjaga protokol kesehatan oleh dr. Irwin Lamtota Lumbanraja, perjalanan merintis usaha oleh mitra usaha GoFood Mursada, dan berbagi pengalaman oleh penerima beasiswa Gojek Gracea Elizabeth Zai.

Dian Lumban Toruan, Head of Regional Corporate Affairs Sumbagut mengatakan, semangat Sumpah Pemuda menunjukkan kekuatan dari pemuda dan pemudi Indonesia yang tidak pantang menyerah, penuh motivasi dan berani berinovasi sejak muda. 

“Gojek pun digagas oleh anak muda Indonesia yang memiliki visi untuk menyediakan solusi melalui pemanfaatan teknologi. Dalam perjalanannya, Gojek mampu berkembang menjadi seperti sekarang berkat buah pikir dan kerja keras anak-anak muda.  Melalui teknologinya pula, Gojek secara konsisten berkomitmen untuk menciptakan dampak sosial positif bagi ekosistem  Gojek, termasuk lebih dari 2 juta mitra driver dan merchant dari 4 negara ASEAN. Semua ini dimulai dari inisiatif dan ide-ide anak muda,” ujarnya.

Dengan mengusung inisiatif J3K, Gojek memperkuat standar pelayanannya dengan menerapkan protokol kesehatan yang merujuk pada rekomendasi Kementerian Kesehatan RI dan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

dr Irwin Lamtota Lumbanraja (28), praktisi kesehatan muda yang sedang menjalani pendidikan spesialis di Fakultas Kedokteran USU mengatakan penetapan protokol kebersihan dan keamanan merupakan salah satu kunci untuk memutus mata rantai penularan Covid.

“Langkah J3K yang dilakukan oleh mitra usaha GoFood dalam mempersiapkan makanan dan minuman dengan mencuci tangan dan diikuti penggunaan sarung tangan dan masker, serta menyegel kemasan dengan selotip atau kabel pengerat saat pengantaran merupakan langkah yang efektif untuk memastikan kebersihan dan keamanan makanan,” jelasnya.

Adapun pada layanan GoFood, penerapan protokol J3K termasuk di antaranya dengan

 Memperketat Protokol Kebersihan

Sejak awal pandemi, GoFood sigap memfasilitasi penerapan protokol kebersihan dan kesehatan makanan yang juga sejalan dengan“Pedoman Produksi dan Distribusi Makanan Olahan pada Masa Status Darurat Kesehatan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Indonesia”, dirilis oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) .

Menjaga Kesehatan Ekosistem GoFood

Menyadari penerapan protokol J3K sebagai tanggung jawab seluruh ekosistem GoFood, termasuk mitra driver, mitra usaha, dan pelanggan GoFood secara aktif dan rutin  memberikan edukasi tentang penerapan protokol  kebersihan makanan melalui berbagai kanal komunikasi seperti email dan media sosial untuk umum, khususnya menarget mitra usaha dan mitra driver melalui sesi reguler di Komunitas Partner GoFood (KOMPAG) dan saluran komunikasi mitra driver.

      Menjaga Keamanan Melalui Pengembangan Inovasi

Selain mendorong penerapan protokol kebersihan, GoFood juga mengembangkan berbagai inovasi guna terus menjaga keamanan pada layanan pesan antar makanan online di tengah situasi pandemi yang meminimalisasi kontak fisik langsung guna menjaga kesehatan bersama.

Protokol kesehatan yang diwujudkan dalam inisiatif J3K ini diterapkan pula oleh merchant GoFood Sada Coffee, seperti dijelaskan oleh pemiliknya, Mursada. Sada, panggilan karibnya, mulai dari bertani kopi dan kemudian memulai usaha UMKM kuliner di tahun 2013 di Aceh.

“Sempat jatuh bangun memulai usaha ini selama beberapa tahun, hingga akhirnya dapat membuka outlet yang pertama,” kisahnya.

“Masa pandemi ini juga merupakan tantangan bagi usaha kami, bahkan terpaksa sempat merumahkan karyawan karena sepinya pelanggan yang datang. Maka terbantu sekali dengan adanya GoFood, di mana Gojek juga memberikan edukasi kepada kami mitra usahanya dalam penerapan J3K agar konsumen juga merasa aman dan nyaman dalam memesan. Karena di masa pandemi ini justru pemesanan melalui GoFood dan pesan antar jumlahnya banyak. Dengan perkembangan saat ini, seluruh karyawan sudah bekerja kembali dan bahkan kami sudah mulai bisa menabung lagi, “ jelasnya. 

Semangat pantang menyerah itu juga ditunjukkan oleh penerima beasiswa Gojek asal Medan, Gracea Elizabeth Zai yang akrab dipanggil Grace (17). Pada awalnya Grace sempat merasa pesimis tidak dapat melanjutkan pendidikan mengingat biaya kuliah yang tinggi, namun sang Ibu, Samaria Zebua, yang merupakan driver GoRide, terus menyemangatinya untuk terus optimis dalam mencapai cita-cita.

Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, ia mengikuti seleksi SBMPN (Seleksi Bersama Masuk Politeknik Negeri) di Politeknik Negeri Medan di mana pada tahun ini, dari 17.000 peserta dari berbagai jalur seleksi, hanya 1000 mahasiswa yang diterima, salah satunya Grace. Ia berhasil diterima sebagai mahasiswa Politeknik Negeri Medan jurusan D3 Teknik Sipil.

Kegiatan kopdar ini diharapkan dapat mengedukasi para mitra di dalam ekosistem Gojek tentang pentingnya menjaga protokol kesehatan sekaligus menginspirasi anak-anak muda untuk terus melangkah maju dan bertumbuh bersama sekalipun di tengah badai pandemi.  (rel/ram)

Pemprov Targetkan 1,5 Juta UKM Terima Bantuan Pusat

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus berupaya mendorong penguatan ekonomi Usaha Kecil Menengah (UKM)/Industri Kecil Menengah (IKM) yang terdampak pandemi Covid-19. Antara lain melalui Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM atau Bantuan Presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Sedikitnya 1,5 juta UKM/IKM di Sumut ditarget Pemprov Sumut mendapat bantuan dari program BPUM sebesar Rp2,4 juta. Sehingga UKM/IKM di daerah ini dapat segera bangkit dan berkembang lagi setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19.

“Ini merupakan bantuan dari presiden yang sudah berjalan sejak Juni lalu, bantuan yang diperuntukkan bagi pelaku UKM/IKM. Sebenarnya Sumut itu diberikan alokasi hingga 2 juta UKM/IKM, tapi sampai saat ini baru terpenuhi 11%. Jadi kita targetkan untuk 1,5 juta UKM/IKM dulu yang harus terpenuhi,” kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penguatan Ekonomi Penerima Manfaat UKM/IKM Provinsi Sumut, Ritha F Dalimunthe saat melakukan video conference bersama pemerintah kabupaten/kota se Sumut, di Pendopo Rumah Dinas Gubsu Jalan Jenderal Sudirman Medan, Senin (26/10) malam.

 Dijelaskannya, untuk jenis UKM/IKM yang menerima bantuan tidak ada penggolongan tertentu, semua jenis UKM/IKM punya hak sama. “Semua bisa, baik usaha fashion, kuliner bahkan ternak ikan cupang pun bisa menerima bantuan, asalkan omsetnya tidak lebih dari Rp300 juta dalam setahun,” terangnya.

 Berdasarkan data dari Bank Indonesia, ada sebanyak 355.502 UKM/IKM yang sudah diajukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM kabupaten/kota se Sumut, namun yang lolos verifikasi data di Kementerian Koperasi dan UKM sebanyak 40.087 UKM/IKM. “Hal ini akibat tidak lengkapnya data yang disampaikan kepada Kementerian Koperasi dan UKM, padahal kelengkapan data merupakan penguatan usaha dan modal kerja UKM, dengan sumber dana APBN dan APBD Pemprov Sumut,” terangnya.

 Kepala Disperindag Sumut Riadil Akhir Lubis mengharapkan agar bantuan tersebut cepat disalurkan agar dirasakan manfaatnya bagi UKM/IKM. “Bantuan ini harus segera dikucurkan, karena bantuan ini sifatnya produktif untuk meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah dan bisa berdampak pemulihan ekonomi,” kata Wakil Ketua Satgas Percepatan Penguatan Ekonomi Penerima Manfaat (IKM/UKM) Sumut itu.

 Riadil juga mengharapkan agar dengan bantuan tersebut, UKM/IKM yang ada di Sumut dapat naik kelas. “UMKM itu harus naik kelas, kita harus mampu bangkitkan 1 juta UMKM yang berpotensi untuk melakukan ekspor,” tuturnya.

 Untuk mekanisme mengajukan permohonan, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumut, Ridha Haykal Amal mengatakan bahwa pelaku usaha harus menyelesaikan administrasi terlebih dahulu, seperti menyertakan fotokopi KTP, fotokopi kartu keluarga (KK), fotokopi nomor rekening tabungan dan fotokopi surat keterangan domisili usaha. Semua kelengkapan tersebut diserahkan ke Dinas Koperasi dan UKM kabupaten/kota yang selanjutnya baru diserahkan ke Dinas Koperasi dan UKM Sumut.

“Banpres produktif ini hibah, bukan pinjaman. Bantuan ini jadi modal kerja buat pelaku usaha mikro dan bagian dari perluasan program Pemulihan Ekonomi Nasional,” ujarnya. (prn/ram)

TEKS FOTO

WEBINAR: Satgas Percepatan Penguatan Ekonomi Penerima Manfaat (IKM/UKM) Sumut, menggelar webinar tentang Pendaatan Pelaku UMKM Kabupaten/Kota Program Penguatan Penerima Manfaat (IKM/UKM) Sumut yang diselenggarakan dari Pendopo Rumah Dinas Gubsu, Jalan Jenderal Sudirman No.41 Medan, Senin Malam (26/10) malam. IST

Humbahas jadi Lumbung Pangan Nasional, Hasilkan Kentang, Bawang Merah & Bawang Putih

TINJAU: Presiden Joko Widodo didampingi Gubsu Edy Rahmayadi, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, meninjau Food Estate di Humbahas, Selasa (27/10).
TINJAU: Presiden Joko Widodo didampingi Gubsu Edy Rahmayadi, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, meninjau Food Estate di Humbahas, Selasa (27/10).

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Pemerintah terus berupaya melakukan terobosan dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, di antaranya melalui pengembangan kawasan food estate (lumbung pangan) hortikultura berbasis korporasi. Saat ini, Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara, dijadikan salah satu lumbung pangan nasional. Di mana ada tiga komoditas penting yang akan dihasilkan dari food estate di Kabupaten Humbahas ini, yakni kentang, bawang merah, dan bawang putih.

TINJAU: Presiden  Joko Widodo didampingi Gubsu Edy Rahmayadi, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, meninjau Food Estate di Humbahas, Selasa (27/10).
TINJAU: Presiden Joko Widodo didampingi Gubsu Edy Rahmayadi, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, meninjau Food Estate di Humbahas, Selasa (27/10).

PRESIDEN Joko Widodo meresmikan pembangunan kawasan food estate di Desa Ria-Ria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Selasa (27/10). Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan tersebut di antaranya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Mensesneg Pratikno, serta Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

Pengembangan kawasan lumbung pangan nasional di Humbahas ini mencakup lahan seluas 30.000 hektare .Dalam pengembangannya, turut diupayakan optimalisasi pemanfaatan sumber daya dan membuka peluang usaha secara lebih efisien. “Sudah dua kali saya ke Kalimantan Tengah. Di sana akan dibangun food estate khusus untuk padi dan singkong. Di sini (Sumut) ada luas lahan 60.000 hektare, yang akan digunakan food estate adalah seluas 30.000 hektare,” kata Presiden.

Lumbung pangan ini nantinya akan tersebar di sejumlah kabupaten di Sumatera Utara, yakni Kabupaten Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Pakpak Bharat. Sebagai langkah awal pengembangan, di Humbahas akan lebih dulu dibangun sebuah kawasan hortikultura yang akan menempati lahan seluas 215 hektare. Komoditas yang akan diproduksi dalam lahan tersebut di antaranya ialah bawang merah, bawang putih, dan kentang dengan segala produk turunan dan olahannya. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara sempat meninjau penanaman bibit komoditas hortikultura yang telah disiapkan.

“Insyaallah nanti, ini sudah mulai (tanam), akan kita lihat hasilnya kira-kira 2 sampai 2,5 bulan ke depan. Akan kita lihat nanti,” tuturnya.

Dalam proyek pengembangan lumbung pangan baru, baik di Kalimantan Tengah maupun di Sumatera Utara, Jokowi ingin melihat proses bisnis terintegrasi yang nantinya akan dijalankan. Dari situ kemudian akan disempurnakan dan dapat menjadi contoh bagi pengembangan lumbung pangan serupa di provinsi-provinsi lainnya. “Saya rasa kita ingin melihat model bisnisnya seperti apa, proses bisnis yang akan dilakukan di sini seperti apa, hitung-hitungannya sudah ada. Ini akan menjadi contoh untuk provinsi-provinsi lain yang ingin membuat food estate,” katanya.

Diketahui, pengolahan lahan di lokasi pengembangan 215 hektare lahan tersebut akan melibatkan setidaknya tujuh kelompok tani yang menaungi 169 petani di Desa Riaria. Korporasi petani memang akan menjadi basis dari pengembangan kawasan lumbung pangan baru di sejumlah wilayah. Nantinya, pengembangan kawasan itu akan dilakukan secara terintegrasi mencakup proses pertanian, perkebunan, atau peternakan dengan mekanisasi pertanian dan melakukan hilirisasi pascapanen untuk menghasilkan produk-produk olahan yang akan meningkatkan nilai tambah.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyampaikan, total luas areal yang dipersiapkan kurang lebih mencapai 1.000 hektare. Kemudian areal yang sedang dalam penggarap seluas 215 hektare.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, kurang lebih ini areal yang sudah kita persiapkan sebagai lahan percontohan utama. Selanjutnya Kemeterian Pertanian hanya bisa masuk setelah Kementerian LHK dan PUPR serta lainnya selesai,” ujar Mentan.

Menurutnya, dalam pengembangan kawasan di Sumut akan dibangun model industri hulu-hilir termasuk pascapanen. Sehingga nantinya akan ada “market place” seperti pasar modern. “Kami memang menargetkan pada peningkatan luas tanam dan produksi komoditas bawang merah, bawang putih dan kentang serta memperkuat kerjasama dan sinergi antar petani dengan stakeholders terkait,” katanya.

Lebih lanjut, kata Mentan, pihaknya juga akan meningkatkan kapasitas petani dengan membentuk Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) untuk pengembangan komoditas hortikultura dan penyiapan benih hortikultura bermutu.

Sebagaimana diketahui, tujuan food estate berbasis hortikultura yaitu untuk membangun kawasan hortikultura terpadu yang berdaya saing, ramah lingkungan dan modern, mendorong sinergitas dengan stakeholders dalam pengembangan food estate berbasis hortikultura, serta mendorong terbentuknya kelembagaan petani berbasis korporasi.”Ada sekitar 7 investor yang sudah siap dan tentunya akan mendukung omzet untuk kesejahteraan oara petani,” tegasnya.

Jadi Motivasi

Gubsu Edy Rahmayadi dalam keterangannya kepada wartawan usai mengantar rombongan Presiden RI di Bandara Silangit menyebutkan, khusus food estate ini, produksinya diperkirakan akan memenuhi kebutuhan komoditas sebagaimana dimaksud untuk Sumut hingga Pulau Sumatera.

“Kalau ini jadi, itu baru memenuhi (kebutuhan) di Sumatera. Ini yang harus kita kembangkan. Dengan kehadiran presiden, ini sebagai motivasi bagi kita. Untuk lahannya ada dan tidak masalah dan sedang dalam proses,” ujar Edy, sekaligus menyampaikan bahwa lahan di Sumut cukup luas untuk mewujudkan provinsi yang agraris.

Terpisah, Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menyampaikan bahwa banyak sasaran yang ingin dicapai dari pembangunan food estate ini. Tidak hanya peningkatan luas tanam dan produksi bawang merah, bawang putih dan kentang, akan tetapi juga memperkuat kerjasama dan sinergitas petani dengan stakesholders terkait, sekaligus meningkatkan kapasitas petani serta membentuk kelembagaan ekonomi petani.

“Skema yang pas untuk menggerakkan agribisnis food estate ini adalah korporasi kemitraan antara petani dan investor. Petani sebagai sumberdaya manusia yang ada disini merupakan pemilik lahan, sekaligus sebagai tenaga kerja produktif,” katanya.

Namun begitu, kata Prihasto, petani memiliki keterbatasan modal. Untuk mengatasi masalah tersebut, peran KUR menjadi penting. Setiap pinjaman memerlukan jaminan di bank, maka dibutuhkan sosok investor yang berfungsi sebagai off taker penyerapan hasil produksi petani dan mampu menyediakan benih, pupuk dan sparodi lainnya.

Perlu diketahui, tahun 2020 target pembukaan lahan untuk pembangunan FE Humbahas seluas 1.000 hektar yang sumber dananya dari APBN Kementan seluas 215 hektar dan Swasta 785 hektar. Pihak Swata yang telah menanamkan modal untuk pengembangan kawasan diantaranya adalah PT Indofood, PT Calbee Wings, PT Champ, PT Semangat Tani Maju Bersama, PT Agra Garlica dan PT Agri Indo Sejahtera, dan PT Karya Tani Semesta. (des/rel)

Sidang Lanjutan Korupsi Skandal Pembelian MTN: Audit Akuntan Publik Berwenang yang Bisa Jadi Alat Bukti

SAKSI AHLI: Mantan Hakim Agung Mahkamah Agung, Atja Sandjaya, saat menjadi saksi ahli di Ruang Cakra 2 Pengadilan Tipikor pada PN Medan, Senin (26/10).
SAKSI AHLI: Mantan Hakim Agung Mahkamah Agung, Atja Sandjaya, saat menjadi saksi ahli di Ruang Cakra 2 Pengadilan Tipikor pada PN Medan, Senin (26/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Perhitungan kerugian keuangan negara hanya dapat dilakulan oleh auditor yang berwenang. Jika tidak, hasil audit tersebut tidak dapat dijadikan sebagai alat bukti yang sah.

SAKSI AHLI: Mantan Hakim Agung Mahkamah Agung, Atja Sandjaya, saat menjadi saksi ahli di Ruang Cakra 2 Pengadilan Tipikor pada PN Medan, Senin (26/10).
SAKSI AHLI: Mantan Hakim Agung Mahkamah Agung, Atja Sandjaya, saat menjadi saksi ahli di Ruang Cakra 2 Pengadilan Tipikor pada PN Medan, Senin (26/10).

Hal ini disampaikan mantan Hakim Agung Mahkamah Agung (MA) Atja Sandjaya saat dihadirkan sebagai saksi ahli bersama ahli akuntan perbankan, Chair Loebis dalam sidang lanjutan skandal korupsi pembelian surat berharga berupa Medium Term Notes (MTN) di Ruang Cakra 2 Pengadilan Tipikor pada PN Medan, Senin (26/10).

“Bila hasil audit investigasi dilakukan kantor akuntan publik dijadikan dasar menentukan kerugian keuangan negara, ternyata diperoleh secara melawan hukum atau tidak sesuai ketentuan, kemudian dijadikan alat bukti, tidak bisa digunakan sebagai alat bukti yang sah. Jangan-jangan auditnya palsu. Kalau itu sempat palsu, bisa bahaya,” tegas Atja.

Menurutnya, mengacu asas legalitas sebagaimana disebut dalam Pasal 1 ayat (1) KUHAPidana, suatu perbuatan tidak dapat dipidana, kecuali berdasarkan kekuatan ketentuan perundang-undangan pidana yang telah ada. “Bila Kepdir (keputusan direksi) tersebut tidak ada disebutkan sanksi pidana, jelas perbuatan yang bersangkutan (terdakwa Maulana Akhyar, red) bukan tindak pidana,” ujarnya lagi.

Menjawab pertanyaan hakim anggota, Felix Da Lopez mengenai divisi (treasury) yang dipimpin terdakwa, tidak memperhatikan ketentuan internal (Kepdir PT Bank Sumut 531/2004), apakah perbuatan itu dikategorikan merugikan keuangan negara (korupsi), menurut ahli penyidikan kasusnya harus terang benderang.

Atja menyatakan, harus ada perhitungan akuntan publik, law opinion secara obyektif. “Bila seseorang tidak punya kewenangan selidiki isi data keuangan uang diperbuat perusahaan lain dalam hal ini penjual MTN, bukanlah tindak pidana,” jawabnya.

Sementara itu, ahli akuntan dan perbankan Chair Loebis, memberikan pendapat sulit diterima akal sehat bila pertanggunjawaban hukum hanya dilimpahkan sepenuhnya kepada Maulana Akhyar selaku Pimpinan Divisi Treasury PT Bank Sumut.

Menurutnya, di satu sisi, terdakwa Maulana memiliki tanggung jawab untuk mencari keuntungan termasuk di pasar modal. Apalagi posisi terdakwa juga di tingkat menengah. (rel/ade/azw)

Pembelian MTN milik PT SNP Finance tidak mungkin terjadi tanpa persetujuan unsur direksi Bank Sumut. “Kalau pun ada indikasi kesalahan, unsur direksi sebagai pimpinan juga harus dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.

Selesai sidang, anggota tim PH terdakwa Andri Irvandi menguraikan, mengutip pendapat ahli Atja Sandjaya, dakwaan JPU pidana turut serta juga terbantahkan di persidangan ini. Sebab, harus ada unsur kesengajaan berbentuk kemauan dan pengetahuan. Meskipun ada kemauan tapi bila tidak memiliki pengetahuan apa yang dia perbuat suatu tindak pidana, maka tidak bisa dihukum atau dimintai pertanggungjawaban pidana. Begitu pula sebaliknya. (rel/adz)

Miliki 406 Gram Sabu, Dituntut 16 Tahun Penjara

SIDANG: Faisal terdakwa kepemilikan sabu seberat 406 gram, jalni sidang virtual di Ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (27/10).gusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rizqi Darmawan Nasution menuntut Faisal Fahmi Sopian (21) selama 16 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara. Terdakwa dinilai terbukti atas kepemilikan sabu seberat 406 gram, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (27/10).

SIDANG: Faisal terdakwa kepemilikan sabu seberat 406 gram, jalni sidang virtual di Ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (27/10).gusman/sumut pos.
SIDANG: Faisal terdakwa kepemilikan sabu seberat 406 gram, jalni sidang virtual di Ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (27/10).gusman/sumut pos.

“Meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Faisal Fahmi Sopian dengan pidana penjara selama 16 tahun denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara,” tegasnya, dihadapan hakim ketua Deson Togatorop.

Menurut JPU, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. “Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dipersidangan,” katanya.

Usai membacakan tuntutan, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan, dengan agenda pembelaan (pledoi) terdakwa.

Mengutip surat dakwaan, kasus bermula pada 24 Januari 2020, petugas Kepolisian Sat Res Narkoba Polrestabes Medan mendapat informasi bahwa terdakwa Faisal Fahmi Sopian alias Faisal ada membawa sabu di Jalan Pala X Perumnas Simalingkar, Kecamatan Pancurbatu, Deliserdang.

Berdasarkan informasi, petugas melakukan penyelidikan dan melihat Faisal berada di dalam rumahnya, selanjutnya petugas langsung masuk ke dalam rumah terdakwa. Lalu petugas melakukan penggeledahan dan menemukan 1 tas yang berisikan Narkotika jenis sabu seberat 210 gram.

Saat diinterogasi, terdakwa Fahmi mengaku bahwa sabu tersebut dibelinya dari Azhari Agustian alias Boy (berkas terpisah) seharga Rp40 juta per 100 gramnya dengan tujuan untuk dijual kembali.

Berdasarkan pengakuan terdakwa Faisal, selanjutnya petugas kepolisian membawa melakukan pengembangan dan mencari Azhari di kosannya yang beralamat di Jalan Sei Kapuas, Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan.

Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan penggeledahan di dalam kamar kost yang ditempati Azhari dan menemukan 2 plastik berisikan Narkotika jenis sabu seberat 196 gram dari taa milikinya dan Azhari mengaku sabu tersebut dibelinya dari seseorang bernama Awi ( DPO) seharga Rp38 juta per 100 gramnya.

Selanjutnya, terdakwa Faisal dan Azhari beserta barang bukti 406 gram sabu dibawa ke Sat Res Narkoba Polrestabes Medan untuk pemeriksaan lebih lanjut. (man/azw)

Pelajar Ditangkap Saat Hendak Nyabu

TERSANGKA: Kedua tersangka saat berada di Polres Tapteng.
TERSANGKA: Kedua tersangka saat berada di Polres Tapteng.

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Polisi mengamankan dua remaja saat hendak mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. Mirisnya, salah satu di antaranya adalah seorang pelajar yang masih berusia 16 tahun.

TERSANGKA: Kedua tersangka saat berada di Polres Tapteng.
TERSANGKA: Kedua tersangka saat berada di Polres Tapteng.

Kapolres Sibolga AKBP Triyadi melalui Kasubbag Humas Iptu R Sormin menerangkan, tersangka berinisial MY (21) pekerjaan buruh dekorasi, warga Jalan Elang, Pancuran Bambu, Sibolga, kemudian HHS (16) masih pelajar, warga Jalan Cendrawasih Pancuran Bambu, Sibolga. “Saat diamankan keduanya sedang berbaring-baring di ruangan tamu di rumah tersangka MY,” kata R Sormin, Minggu kemarin.

Di ruang tamu tersebut polisi menemukan 1 buah pisau lipat, 2 buah pipet plastik, 1 buah mancis gas terpasang pipa jarum suntik, yang akan digunakan sebagai alat mengkonsumsi sabu-sabu.

“Dari saku celana seorang tersangka disita uang sebanyak Rp 80 ribu. Setelah dilakukan penggeledahan di dalam lemari pakaian ditemukan 2 bungkus sabu-sabu seberat 0,9 gram,” ungkap Sormin. (mag-8/azw)