Home Blog Page 3962

Pertaruhan Zidane

PERTARUHAN: Kursi pelatih Zidane dipertaruhkan dalam El Clasico kontra Barcelona Sabtu (24/10) malam WIB.
PERTARUHAN: Kursi pelatih Zidane dipertaruhkan dalam El Clasico kontra Barcelona Sabtu (24/10) malam WIB.

SUMUTPOS.CO – BARCELONA bakal bersua Real Madrid pada El Clasico edisi 245 dalam kompetisi resmi, atau ke-278 sepanjang sejarah. Pada jornada ke-7 La Liga 2020/2021 ini, akan digelar di Camp Nou, Sabtu (24/10) malam WIB.

PERTARUHAN: Kursi pelatih Zidane dipertaruhkan dalam El Clasico kontra Barcelona Sabtu (24/10) malam WIB.
PERTARUHAN: Kursi pelatih Zidane dipertaruhkan dalam El Clasico kontra Barcelona Sabtu (24/10) malam WIB.

Hasil El Clasico kali ini, disebut-sebut akan memengaruhi masa depan Zinedine Zidane. Kursi pelatih Zidane di Santiago Bernabeu sedang bergoyang setelah Madrid menderita dua kekalahan beruntun. Los Blancos dipermalukan tim promosi Cadiz 0-1, sebelum dibekap Shakhtar Donetsk 2-3 setelah tertinggal tiga gol lebih dulu di babak pertama.

Belakangan beredar kabar, Zidane diberi dua pertandingan untuk memperbaiki hasil-hasil Real Madrid. Bukan tugas yang mudah bagi legenda sepakbola Prancis itu karena tugas pertamanya adalah lawatan ke markas rival abadi, Barcelona, di Camp Nou, Sabtu (24/10) malam WIB.

Namun, bukan tidak mungkin Zidane bisa dicopot apabila Madrid gagal memperoleh hasil bagus di Camp Nou dan memperlihatkan penampilan yang buruk.

Namun begitu, eks pelatih Madrid Jose Antonio Camacho meyakini, hasil El Clasico tidak akan menentukan masa depan Zidane. “Saya pikir Zidane tidak akan dipecat kalau mereka kalah,” ujar Camacho di SPORT.

“Dia didukung oleh presiden klub dan mesti berlanjut sekalipun di dalam sepakbola Anda tidak bisa melihat ke belakang dan sepakbola terkadang juga kejam,” sambungnya

Menghadapi Barcelona, Madrid diragukan bisa diperkuat bek tengah sekaligus kaptennya Sergio Ramos. Pesepakbola karismatik tersebut mengalami cedera di laga kontra Cadiz, sehingga absen dalam kekalahan melawan Shakhtar.

“Ramos adalah seorang pemain yang istimewa. Dia memecahkan banyak rekor dan sangat berpengaruh di ruang ganti dan di luar ruang ganti atas fisiknya dan karakternya,” imbuh Camacho.

Jika ada yang bisa dijadikan pelecut bagi El Real di laga ini adalah fakta, Zidane tidak pernah kalah di Camp Nou dalam 5 laga sejak dia menjadi pelatih, dengan 2 kemenangan dan 3 imbang. “Saya pelatihnya, sayalah yang mesti menemukan solusi untuk tim. Saya merasa mampu memperbaiki ini. Kami harus bersiap untuk laga Sabtu (lawan Barca). Bagi kami saat ini, lebih baik tetap tenang,” ungkap Zidane, seperti dilansir Marca.

Jika Madrid dalam krisis, Blaugrana sebaliknya. Kemenangan 5-1 atas Ferencvaros di Liga Champions tampak melegakan mereka, setelah sempat tak menang dalam 2 partai beruntun. Imbang 1-1 lawan Sevilla, dan kalah 1-0 dari Getafe.

Saat jumpa Ferencvaros, Ansu Fati, Philippe Coutinho, Ousmane Dembele, hingga Pedri mencetak gol. Lionel Messi membukukan penalti, mencetak satu assist, dan terpilih sebagai man of the match versi Whoscored, dengan nilai 10.

Formasi 4-2-3-1 yang mengadaptasi banyaknya pemain depan Barca tampak ideal ketika klub Catalunya ini, menjalani hari baik. Dari 5 partai di semua kompetisi sejauh ini, Barca mampu mencetak 13 gol. Ansu Fati menjadi pencetak gol terbanyak dengan koleksi 4 gol, diikuti Coutinho dan Messi 2 gol, lalu Sergi Roberto, Pedri, hingga Dembele satu gol.

Musim ini, Barcelona melakukan regenerasi pemain dalam skuad mereka, hingga setidaknya ada 5 penggawa muda yang bisa menjalani debut El Clasico, Sabtu (24/10) ini. mulai dari Sergino Dest (19 tahun), Ronald Araujo (21), Riqui Puig (21), Pedri (17), dan Trincao (20).

Melihat kekuatan timnya saat ini, pelatih Ronald Koeman optimistis. Seperti dilansir Marca, dia menyebutkan, mereka memiliki masalah ritme dan tekanan.

“Masalah kami adalah, kadang menurunkan ritme dan tekanan. Jika kami bisa mempertahankan tempo, maka ini bisa jadi kunci. Kami punya masa depan cerah. Seiring waktu, tim akan bermain lebih baik dan pemain akan tampil satu unit,” pungkasnya. (bbs/saz)

Libur Panjang Akhir Oktober 2020 Rawan Covid & Bencana, Diimbau Libur di Rumah

LIBURAN: Sejumlah warga berlibur di Parapat, beberapa waktu lalu. Selama libur panjang akhir Oktober ini, masyarakat diimbau liburan di rumah.istimewa/sumutpos.
LIBURAN: Sejumlah warga berlibur di Parapat, beberapa waktu lalu. Selama libur panjang akhir Oktober ini, masyarakat diimbau liburan di rumah.istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Akhir pekan depan, akan ada 5 hari libur yang jatuh pada 28 Oktober-1 November. Libur panjang itu adalah gabungan dari cuti bersama dan hari besar Maulid Nabi yang berhimpitan hari Sabtu dan Minggu. Meski libur panjang, masyarakat diharapkan bisa menahan diri untuk tidak berlibur ke luar rumah.

LIBURAN: Sejumlah warga berlibur di Parapat, beberapa waktu lalu. Selama libur panjang akhir Oktober ini, masyarakat diimbau liburan di rumah.istimewa/sumutpos.
LIBURAN: Sejumlah warga berlibur di Parapat, beberapa waktu lalu. Selama libur panjang akhir Oktober ini, masyarakat diimbau liburan di rumah.istimewa/sumutpos.

“Libur panjang ini patut diwaspadai. Karena ada berbagai dampak kerawanan, seperti penyebaran Covid-19, kepadatan arus lalu-lintas, dan bencana alam akibat cuaca ekstrem berpotensi terjadi,” kata.

Koordinator Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan menjawab wartawan, Jumat (23/10).

Jika pun masyarakat tetap ingin liburan bersama keluarga, diimbau untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

Untuk penegakan prokes, Pemprovsu mengimbau para kepala daerah dan unsur Forkopimda untuk melakukan berbagai langkah antisipasi. Permintaan itu sesuai arahan pemerintah pusat melalui beberapa lintas kementerian, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Antisipasi Libur Panjang Oktober 2020 secara virtual dipimpin Menko Polhukam Mahfud MD, Kamis (22/10).

Selain lokasi wisata, objek yang dapat mengundang keramaian masyarakat menjadi tugas bersama pemangku kepentingan di Sumut, agar tidak menjadi klaster baru penularan pandemi Covid-19 . “Ini sudah nasional. Sudah jelas petunjuknya dari pemerintah pusat agar kita pemerintah provinsi, pemda, dan seluruh stakeholder menindaklanjutinya,” ucap Alwi.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut ini menyebut, tidak ada persiapan khusus Dinkes mengawal prokes selama masa libur panjang nanti. Hanya saja seluruh pemda diingatkan tentang tanggung jawab masing-masing dalam menegakkan aturan prokes di semua lokasi yang berpotensi menghadirkan kerumunan orang.

Kepala daerah diharapkan berkonsolidasi dengan unsur Forkopimda dalam mengawasi dan melakukan pengamanan di wilayah masing-masing. “Jangan sampai usaha yang kita lakukan selama ini sia-sia karena lalai dalam melakukan pengawasan selama libur panjang ini. Susun dan rencanakan strategi masing-masing, baik razia transportasi umum, pengawasan ketat disiplin protokol kesehatan dan lainnya,” ujar Mahfud MD, dalam rakor.

Seluruh elemen masyarakat juga diharapkan ikut menjaga kekondusifan dan kesehatan agar tidak tertular virus.

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, melalui Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Agus Sartono, menyampaikan delapan arahan untuk diperhatikan. Yakni memastikan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan dengan menjauhi kerumunan, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun.

Kepala daerah agar memastikan kesiapan pelayanan kesehatan selama libur panjang, libatkan TNI/Polri mengedukasi masyarakat di tempat tempat wisata, pusat perbelanjaan/ kuliner dan moda transportasi umum.

“Memperbanyak pos pos pengawasan patuh protokol kesehatan di lokasi rawan penyebaran Covid-19, menjaga kewaspadaan dan tidak lengah selama liburan, meningkatkan patroli lalu lintas, antisipasi ancaman LaNina atau curah hujan ekstrem dan penanggulangan bencana,” terang Agus.

Tebingtinggi Siap Menindaklanjuti

Merespon arahan pemerintah pusat, Wali Kota Tebingtinggi H Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan, Pemerintah Kota Tebingtinggi akan menindaklanjuti arahan dengan berkoordinasi bersama unsur Forkopimda dan dinas terkait.

“Hal yang lebih penting tinggi adalah kesadaran dari masyarakat untuk benar benar bijak dalam mengisi waktu selama libur panjang. Sebelum melakukan perjalanan jauh, lakukanlah dahulu rapid test agar bisa mengetahui kesehatan kita sendiri. Dan setelah pulang, lakukanlah swab PCR,” jelas Umar.

Terang Umar kembali, jikalau tidak ada yang terlalu penting, usahakan di rumah saja. Hindari kerumunan. “Kalaupun harus keluar, tolong perhatikan dan terapkan protokol kesehatan,” pesan Umar Zunadi.

Disiplin Protokol Kesehatan Diuji

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro, mengingatkan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19 saat libur panjang pekan depan. Ia menyebut libur panjang ini akan menjadi ujian bagi kedisiplinan masyarakat.

“Ada satu momentum khusus di mana kedisiplinan 3 M kita akan diuji, yakni pada periode libur panjang dari 28 Oktober sampai 1 November nanti,” kata Reisa dalam keterangan pers yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (23/10).

Reisa mengingatkan, momentum libur panjang pada Agustus lalu dapat dijadikan pelajaran. Saat itu terjadi lonjakan kasus Covid-19 sehingga mengakibatkan padatnya kapasitas rumah sakit. Pada akhirnya pemerintah kembali memperketat pembatasan aktivitas untuk menekan laju Covid-19.

“Dua periode libur panjang sebelumnya telah memberikan pelajaran penting bagi kita untuk semakin bijak dan cerdas dalam menikmati masa liburan. Karena apabila kita lengah dalam menerapkan protokol kesehatan saat liburan ada konsekuensinya,” ujar Reisa.

Oleh karena itu, Reisa menegaskan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan harus terus diterapkan saat masyarakat berlibur ke tempat keramaian.

Paling Aman di Rumah Saja

Namun, Reisa juga mengimbau agar masyarakat menikmati hari libur panjang di rumah saja. “Pilihan terbaik adalah berlibur di rumah saja. Sebagian besar kita telah melakukan ini selama lebih dari 8 bulan. Pilihan ini adalah yang paling aman,” ujar Reisa.

Ada panduan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk memastikan rumah aman dan nyaman.

“Rumah dibersihkan dan disinfeksi secara rutin, pastikan peredaran udara segar dan lancar dalam rumah. Caranya, membuka ventilasi atau jendela,” imbuh Reisa.

“Biarkan sinar matahari masuk dan butuh bekerjasama dengan seluruh anggota keluarga untuk memastikan rumah rapi dan bersih.”

Berlibur di rumah bisa dimeriahkan dengan berbagai acara seru. Dari tur virtual ke tempat-tempat wisata, museum, dan lain-lain.

“Atau menikmati tayangan online yang menarik, dari konser musik film dan banyak lagi. Anda bisa juga membuat permainan seru bersama anggota keluarga sampai kegiatan olahraga bersama,” saran Reisa.

“Untuk olahraga, kami pernah menginformasikan soal pedoman dari Kementerian Pemuda dan Olahraga di antaranya, olahraga di rumah sebagai opsi terbaik. Yoga, senam atau mempraktikkan berbagai tips stretching dan angkat beban.”

Apabila memutuskan olahraga di luar rumah, lanjut Reisa, perhatikan protokol kesehatan. “Jalan sehat dan senam ringan disarankan tetap memakai masker. Bila olahraga di luar rumah tetap disarankan menjaga jarak aman dan usahakan memakai masker,” tambah Reisa.

Ketua Departemen Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono mengimbau, masyarakat yang hendak mengisi libur panjang pekan depan menghindari zona merah. “Mau jalan ke mall atau ke manapun, di zona merah itu berisiko tertular Covid-19,” ujar Tri, Rabu (21/10).

“Jika hendak berwisata, pastikan lokasinya berada di zona hijau sehingga tidak terpapar Covid-19,” tegas Tri Yunis Miko Wahyono. (prn/ian/kps/net)

Penasaran Sosok Pemilik Judi di Helvetia

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terkait kasus penyerangan yang dilakukan puluhan oknum diduga preman terhadap tim Satgas Covid-19 Mebidang saat melakukan operasi yustisi protokol kesehatan Covid-19 di Komplek Brayan Trade Centre, Jalan Serbaguna Helvetia, Labuhan Deli, Deliserdang, pada Rabu (21/10) malam, Gubsu Edy Rahmayadi memberi atensi khusus. Mantan Pangkostrad itu akan menelusuri sosok pemilik tempat judi tembak ikan di sana.

Edy mengaku ingin tahu siapa orang yang berani membuka judi di tengah pandemi Covid-19 ini.

Apalagi, sampai berani melakukan penyerangan terhadap Satgas Covid-19 yang tengah melakukan razia protokol kesehatann. “Cari orangnya itu, saya pengen tahu siapa yang punya itu,” kata Edy, di Aula Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman, Kota Medan, Jumat (23/10).

Edy Rahmayadi mengaku kecewa dengan adanya perlawanan oleh warga terkait pendisiplinan hidup mengikuti protokol kesehatan. “Kita saat ini sedang melakukan penindakan orang-orang yang tidak menggunakan masker. Tempat judi beroperasi dan tidak mengindahkan protokol kesehatan, malah melawan kepada petugas,” tukas edy.

Edy pun mengaku sudah meminta kepada Wakil Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kolonel Azhar Mulyadi melaporkan penyerangan tersebut ke Polda Sumut. Edy menegaskan, saat ini Polda Sumut sudah mengambil alih kasus penyerangan tersebut. “Sudah diambil ahli oleh aparat kepolisian kasus ini,” kata dia,

Terpisah, Direktur Krimum Polda Sumut, Kombes Pol Irwan Anwar saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (23/10), menyebutkan, Ditreskrimum Polda Sumut menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada Polres Pelabuhan Belawan. “Kita serahkan ke Polres Belawan untuk menanganinya,” kata Kombes Pol Irwan Anwar. (prn/mag-1)

Rapid Test KPPS di 10 Daerah Terkendala Alat

AUDIENSI: Gubsu Edy Rahmayadi menerima audiensi KPU Sumut di Rumah Dinas Gubernur, Jumat (23/10).Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut.
AUDIENSI: Gubsu Edy Rahmayadi menerima audiensi KPU Sumut di Rumah Dinas Gubernur, Jumat (23/10).Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam waktu dekat, 23 Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten dan kota di Sumatera Utara akan melakukan rapid test terhadap calon Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) penyelenggara Pilkada serentak 2020. Namun, ada 10 daerah yang tidak siap dalam pelaksanaan tahapan tersebut karena terkendala penyediaan alat rapid test. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mempengaruhi pelaksanaan Pilkada serentak di daerah ini.

AUDIENSI: Gubsu Edy Rahmayadi menerima audiensi KPU Sumut di Rumah Dinas Gubernur, Jumat (23/10).Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut.
AUDIENSI: Gubsu Edy Rahmayadi menerima audiensi KPU Sumut di Rumah Dinas Gubernur, Jumat (23/10).Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut.

Ke-10 daerah itu yakni Samosir, Pakpak Bharat, Nias Barat, Toba, Nias Selatan, Nias Utara, Asahan, Labuhanbatu Utara Labuhanbatu Selatan dan Tanjungbalai. “Kita sudah meminta teman-teman KPU (di 10 daerah) itu agar mengoordinasikan ini dengan pemda setempat terkait rencana melakukan rapid test. Koordinasi sudah dilakukan oleh teman-teman di daerah, dan untuk memperkuat kesiapan itu kita koordinasikan juga ke Gubsu dan Satgas Covid Sumut,” kata Ketua KPU Sumut Herdensi Adnin menjawab wartawan, usai rapat koordinasi dengan Pemprov Sumut melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sumut sekaitan kesiapan semua daerah penyelenggara Pilkada serentak 2020 di Sumut, Jumat (23/10).

Pelaksanaan rapid test bagi calon anggota KPPS ini, sebut dia, rencananya pada 6-23 November. Prosedur ini diakui pria yang akrab disapa Densi, merupakan aturan yang ditetapkan KPU RI dalam PKPU No.6/2020 yang sudah dua kali mengalami perubahan mengingat penyelenggaraan Pilkada di masa pandemi Covid-19. “Ada sebanyak 179.163 orang calon anggota KPPS yang akan mengikuti kegiatan rapid test ini,” kata dia.

Mengenai anggaran kegiatan ini, sambung Herdensi, sebenarnya sudah tersedia di KPU. Namun disampaikannya bahwa KPU tidak bisa membelanjakan uang tersebut berupa barang, melainkan jasa. “Untuk itulah kami koordinasikan dengan pemda, gugus tugas, dan rumah sakit daerah setempat. Artinya kami siap bekerjasama dengan pemda agar pelaksanaan kegiatan tersebut nantinya berjalan lancar,” katanya.

Gubsu Edy Rahmayadi yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, menegaskan supaya semua pemda yang belum siap menindaklanjuti kegiatan ini agar berkoordinasi dengan Pemprov Sumut. “Gubsu mendorong supaya ini segera diselesaikan. Makanya kita akan telusuri masalahnya apa. Dan beliau minta masalah ini GPL (gak pakai lama),” ungkap Koordinator Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan.

Adapun 10 daerah yang belum siap itu, sebut dia, Samosir, Pakpak Bharat, Nias Barat, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Tanjungbalai, Nias Utara, Nias Selatan, Toba, dan Asahan. “Saya disuruh koordinasi dengan 10 kepala daerah itu. Kami akan melihat apa masalahnya supaya segera kita cari solusinya. Sebab dari 23 itu hanya 13 daerah yang siap. Lalu kenapa yang 10 daerah tidak siap,” katanya.

Berdasar informasi yang dia peroleh, ada kekurangan peralatan guna mengecek kesehatan calon anggota KPPS berjumlah total 55.250 orang tersebut. “Begitupun perlu kita cek lagi nanti di lapangan. Kita harus sinkronkan apa sebenarnya masalah yang terjadi. Untuk anggaran tidak ada masalah, ada tersedia di KPU. Dari APBN juga ada,” pungkasnya.

PSBI Harus Berperan dalam Pembangunan Samosir

APEL PAGI: Anggota Punguan Simbolon Dohot Boruna Indonesia (PSBI) menggelar apel siaga di halaman Sekretariat PSBI Wilayah Samosir, Jumat (23/10).

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO- Punguan Simbolon Dohot Boruna Indonesia (PSBI) menggelar apel siaga di halaman Sekretariat PSBI Wilayah Samosir, Jumat (23/10). Kegiatan ini, dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PSBI, Ir. Gumanti N Simbolon yang sekaligus bertindak sebagai inspektur upacara.

“Bahwa tujuan apel siaga ini untuk melakukan konsolidasi internal PSBI, meningkatkan peran aktif warga PSBI bagi pembangunan Kabupaten Samosir,” sebut Gumanti menyampaikan pesan dari Ketua Umum PSBI Dr Effendi Muara Sakti Simbolon.

Selain itu, Gumanti mengatakan untuk meningkatkan rasa peduli sesama warga PSBI dan masyarakat Samosir, meningkatkan Pelayanan PSBI bagi peningkatan kesejahteran warga PSBI dan masyarakat dan Samosir pada umumnya, hidup berdamai, saling peduli dan saling mengasihi sesama warga PSBI serta masyarakat Samosir.

“Menangkan hati rakyat, mari berjuang dengan kasih, sukseskan Pilkada Samosir,” sebut Gumanti.

Penasehat PSBI, Rapidin Simbolon memberikan motivasi kepada seluruh sektoral agar bekerja dengan sebaik-baiknya  dan tetap semangat. “PSBI! Simbolon!” teriaknya yang disambut riuh peserta.

Apel siaga digelar dengan mewajibkan seluruh peserta mematuhi protokol kesehatan. Kegiatan yang sudah diagendakan sejak 2019 itu juga disertai Penabalan Pengurus PSBI Wilayah Samosir dengan 33 Sektor di seluruh kecamatan dan desa.

Punguan Simbolon Dohot Boruna Indonesia beranggotakan 250.000 jiwa seluruh dunia. Dari total 9000 kepala keluarga PSBI Sektor Samosir, apel siaga ini hanya menyertakan 300 jiwa sebagai perwakilan dari seluruh pengurus wilayah. (gus/ram)

Oknum DPRD Nias Barat Diduga Lakukan Ujaran Kebencian

Dikecam Dari Berbagai Pihak

NIAS BARAT, SUMUTPOS.CO- Menjelang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Nias Barat pada Pilkada serentak tanggal 9 Desember 2020 mendatang, ada saja oknum yang memprovokasi masyarakat dengan menggunakan isu sara agar tidak memilih salah satu paslon.

Ujaran kebencian yang diduga dilakukan oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Nias Barat itu diketahui dari rekaman percakapannya kepada salah seorang warga yang sudah beredar luas.

Menyikapi hal itu berbagai pihak mengecam, salah satunya Sekretaris Dewan Perwakilan Daerah  Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Nias Barat, Chandra Arby Bugis. Ia menyesalkan tindakan ujaran kebencian yang diduga dilakukan oleh oknum anggota DPRD Nias Barat terhadap umat dan agama Islam di Kabupaten Nias Barat.

Bugis mengungkapkan ujaran kebencian kepada salah satu kelompok agama tidak sepantasnya diucapkan oleh seorang wakil rakyat yang notabene memiliki tanggung jawab moral untuk kesejahteraan dan kerukunan masyarakat.

“Kita sangat menyesalkan dan menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh AW oknum anggota DPRD Nias Barat. Beliau adalah seorang tokoh yang seharusnya menjadi panutan, bukan malah sebaliknya menjadi pemeran utama sebagai provokator dengan memprovokasi masyarakat agar membenci salah satu agama di daerah,” Ungkapnya.

“Kami masyarakat Nias Barat sudah sejak lama hidup berdampingan dengan perbedaan, namun selalu rukun dan damai karena selalu menjunjung tinggi toleransi,” Sambungnya.

Terkait respon masyarakat/netizen dalam berbagai bentuk postingan di media sosial serta informasi rencana pelaksanaan kegiatan aksi demontrasi terkait isu tersebut, Bugis mengatakan bahwa hal itu wajar terjadi, mengingat kultur masyarakat Nias Barat yang menjunjung tinggi toleransi serta kerukunan beragama dan sangat membenci bentuk provokasi.

“Menyampaikan pendapat merupakan bentuk kebebasan dan dilindungi undang-undang. Hanya saja saat menyampaikan pendapat baik dalam bentuk orasi atau tulisan/postingan di media sosial hendaknya bijak dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum, karena masyarakat kita adalah masyarakat yang taat dan sadar hukum,” katanya.

Bugis menyebutkan, untuk menghindari konflik horizontal ditengah masyarakat maka pihaknya mendorong supaya persoalan ini diselesaikan sesuai hukum yang berlaku. Menurutnya hal ini penting bagi masyarakat banyak agar lebih bijak dalam menyampaikan informasi serta bermedia sosial.

“Negara kita adalah Negara hukum, tentu kita mendorong langkah yang terbaik dalam hal ini agar pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku,” Sebutnya.

“Proses hukum penting sebagai pembelajaran bagi provokator yang punya niat untuk memecah belah kerukunan umat beragama yang sudah lama terbangun di Kabupaten Nias Barat ini,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Nias Barat Drs Dalinafao Hia alias Ama Rena, juga mengecam tindakan oknum DPRD tersebut yang menurutnya dapat mengusik kerukunan masyarakat yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

“Masyarakat Nias Barat sangat tidak setuju dengan segala bentuk provokasi. Di negara kita ini mencalonkan dan dicalonkan sebagai kepala daerah merupakan hak warga negara. Tidak ada istilah mayoritas dan minoritas, tanpa membedakan ras, suku, agama dan ini dijamin oleh undang-undang,” katanya.

Ama Rena Hia yang pensiunan ASN Pemkab itu menganjurkan kepada pihak-pihak yang dirugikan membuat laporan resmi kepada penegak hukum. Ia pun menghimbau masyarakat Nias Barat agar tidak terpengaruh dengan isu-isu negatif yang sengaja dilontarkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab untuk kepentingan kelompoknya.

“Kalau memang tujuannya untuk memenangkan dukungannya, janganlah menempuh cara-cara yang tidak etis, apalagi menggunakan isu sara. Cara-cara seperti itu kampungan,” sebutnya.

“Saya himbau kepada masyarakat Nias Barat supaya tetap menjaga persatuan dan kerukunan. Jangan mudah percaya isu-isu negatif yang sengaja dihembuskan oleh oknum tertentu hanya untuk kepentingan kelompoknya,” tambahnya. (adl/ram)

Pemkab Samosir Cabut Surat Edaran Wajib Rapid Test

TERTIB: Pertemuan antara pelaku usaha dan Pemkab Samosir berjalan tertib.

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Setelah mendapat protes dari pelaku usaha pariwisata, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir, akhirnya menarik atau mencabut surat edaran yang mewajibkan setiap wisatawan berkunjung ke Samosir untuk dilakukan rapid test Covid-19.

Juru bicara pelaku usaha pariwisata Samosir, Ombang Siboro mengatakan penarikan surat edaran itu, setelah dilakukan pertemuan dengan Pemkab Samosir dan perwakilan pelaku usaha pariwisata, Kamis (22/10) kemarin.

“Pelaku parwisata Samosir mengapressiasi PJS Bupati samosir, yang memahami suasana kebatinan rakyat Samosir. Keputusan terakhir adalah jalan terbaik antara menjaga keselamatan dan kesehatan rakyat dengan berdenyutnya roda ekonomi rakyat,” ungkap Ombang.

Sebelumnya, ratusan pelaku usaha pariwisata keberatan atas surat edaran tersebut dan menyampaikan surat protes ke Pemkab Samosir, Jumat (16/10) pekan lalu. Ombang mengatakan bahwa keluhan mereka mendapat tanggapan dari Pemkab Samosir sendiri.

Kemudian dalam pertemuan tersebut, para pelaku pariwisata Samosir menyampaikan 3 hal kepada pihak Pemkab Samosir dalam melanjutkan bisnisnya disektor pariwisata di tengah pandemi Covid-19. Hal ini, akan mendapat perhatian pihak Pemkab Samosir.

“Pertama, agar tidak hanya di usaha pariwisata protokol kesehatan diterapkan secara ketat. Tetapi di pusat pusat  perdagangan, diangkutan atau transportasi umum, di kantor kantor dan di kedai,” sebut Ombang.

Kedua, agar sosialisasi dan sosialisasi prtokol kesehatan dilaksanakan secara massif dan konsisten serta dengan sanksi yang tegas. Sehingga menurut Ombang, penyebaran virus corona di Kabupaten Samosir dapat ditekan secara drastis.

Mantan Kepala Dinas Pariwisata Samosir itu, mengharapkan ada dukungan yang nyata untuk mendorong kembali pertumbuhan pariwisata di Kabupaten Samosir oleh pemerintah setempat saat ini dan kedepannya.

“Ketiga, Agar jadwal angkutan penyeberangan seluruh feri ke samosir dapat ditata ulang. Kemudian, agar lebih efektif dan tidak menimbulkan antrian panjang kepada pengunjung, khusus dalam menyambut liburan panjang akhir bulan Oktober 2020 ini,” kata pengelola Pantai Batu Hoda Samosir itu.(gus/ram)

109 Ton Ikan di Danau Toba Mati Mendadak

IKAN MATI: Petani ikan nila di Desa Siogung-ogung, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, menyaksikan ikannya yang mati di keramba jaring apung (KJA). Sedikitnya 109 ton ikan di 38 KJA mati diduga karena kekurangan oksigen.
IKAN MATI: Petani ikan nila di Desa Siogung-ogung, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, menyaksikan ikannya yang mati di keramba jaring apung (KJA). Sedikitnya 109 ton ikan di 38 KJA mati diduga karena kekurangan oksigen.

MEDAN, SUMUTPOS.CO –  Kematian ikan secara massal kembali terjadi di keramba jaring apung (KJA) Danau Toba, di Desa Siogung-ogung, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, sejak Rabu (21/10). Diperkirakan, sedikitnya 109 ton ikan yang mati. Dugaan sementara, kematian ikan-ikan itu disebabkan faktor cuaca dan jumlah yang melebihi kapasitas KJA sehingga ikan-ikan itu diduga kekurangan oksigen.

IKAN MATI: Petani ikan nila di Desa Siogung-ogung, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, menyaksikan ikannya yang mati di keramba jaring apung (KJA). Sedikitnya 109 ton ikan di 38 KJA mati diduga karena kekurangan oksigen.
IKAN MATI: Petani ikan nila di Desa Siogung-ogung, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, menyaksikan ikannya yang mati di keramba jaring apung (KJA). Sedikitnya 109 ton ikan di 38 KJA mati diduga karena kekurangan oksigen.

Informasi dari Kepala Dinas Perikanan dan Pertaniann Kabupaten Samosir, Viktor Sitinjak, sebanyak 38 petani ikan keramba jaring apung (KJA) Danau Toba di Kelurahan Siogung-ogung dan Desa Tanjung Bunga, menderita kerugian ratusan juta akibat usaha mereka diterpa musibah ikan mati mendadak. Padahal, saat ini sudah masuk dalam proses panen. “Dari KJA yang ikanya mati berjumlah 38 KJA, dan data sementara ada 109 ton ikan yang mati,” kata Vicktor Sitinjak kepada wartawan di Medan, Jumat (23/10).

Viktor menjelaskan, lokasi KJA yang mati kebanyakan di Desa Siogung-ogung. Pihaknya saat ini tengah mengupayakan lokasi penguburan bangkai ikan di Huta Tinggi. Diapun mengaku akan melakukan pemeriksaan dengan mengambil sempel ikan mati untuk diuji labotorium guna mengetahui persis penyebab kematian ikan-ikan itu.

“Dugaan kita sementara karena airnya terlalu dangkal, jadi kemarin ada angin kencang, mengakibatkan air berputar ke bawah, naiklah kotoran yang di bawah keramba, sehingga ikan yang dikeramba jadi tidak bisa bernafas, karena oksigenya kurang. Jadi bukan karena tercemar penyakit atau apa. Bukan, karena memang airnya berputar, naik sendiri ke atas sehingga, ikan tidak bisa bernafas,” bebernya.

Viktor mengimbau para petani ikan, untuk mencegah hal serupa terjadi kembali. Disarankan agar KJA yang lokasinya rendah dipindah ke yang lebih dalam. “Jadi kalaupun berputar di bawa tidak sampai ke atas. Di bawah saja,” tandas Viktor.

Sebelumnya, Pjs Bupati Samosir, Lasro Marbun, mengatakan, ikan-ikan di keramba apung itu mulai mati mendadak pada Rabu (21/10). Lasro mengatakan Pemkab bakal menyelidiki penyebab pasti matinya ikan-ikan tersebut. “Perintah saya kepada Dinas Pertanian, BPBD, Satpol PP, Camat dan Kades untuk mengangkat bangkai ikan yang mati agar tidak berdampak pada lingkungan hidup. Mereka sudah melaksanakan,” ucapnya.

Sementara, seorang petani ikan KJA Niolando Naibaho mengatakan, pihaknya mengalami kerugian besar. “Saya mengalami kerugian sekitar Rp80 juta. Masih ada tetangga saya menderita lebih parah, ikan dia mencapai 12 ton mati,” ungkapnya.

Ia berharap, atas kejadian ini mereka mendapatkan bantuan dari pemerintah. “Informasi yang kita terima dari dinas pertanian, kalau air Danau Toba kotor, jadi ikan kurang mendapatkan oksigen,” katanya.

Niolando menyebutkan, Dinas Pertanian dan Perikanan Samosir sudah turun ke lokasi KJA yang ikan bermatian untuk melakukan peninjauan dan pengambilan sempel ikan yang mati. “Kemarin sudah datang dari Dinas Pertanian, sudah dicek orang itu. Temuan sementara matinya ratusan ton ikan itu akibat putaran angin dibawah danau sehingga air keruh naik keatas sehingga oksigen kurang dan ikan susah bernafas,” tandas Niolando.

Gubsu Kirim Ahli

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi belum mengetahui secara detail mengenai matinya ratusan ekor ikan di Keramba Jaring Apung (KJA) milik masyarakat secara mendadak, di Danau Toba, Kabupaten Samosir. Menurutnya, saat ini tim tengah melakukan pengecekan terhadap kematian ratusan ekor ikan tersebut. “Sedang di cek dan dikaji, kenapa bisa mati ikan itu,” kata Edy, usai melaksanakan salat di Rumah Dinas, Jalan Sudirman, Kota Medan, Jumat (23/10).

Edy sendiri saat ini belum dapat menjawab secara detail, lantaran tim belum menemukan hasil terkait dengan kematian ikan di KJA ini. Bila belum menemukan hasil, dirinya takut akan menjadi polemik. “Saya belum bisa jawab terlalu jauh, harus ada kepastian mengenai perihal ini, nanti kalau saya jawab nanti menjadi polemik,” ucapnya.

Sementara menurut ahli perikanan dari Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan (MSP) Fakultas Pertanian USU, Syammaun Usman, peristiwa matinya ikan di Danau Toba hampir setiap tahun terjadi. Peristiwa ini juga pernah terjadi di beberapa danau alami lainnya di Indonesia.

Syammaun mengatakan, peristiwa ini terjadi akibat adanya penurunan kadar oksigen di musim hujan yang umum terjadi di wilayah perairan, khususnya danau alami seperti Danau Toba.

“Jadi sudah merupakan hal yang wajar. Penyebabnya adalah di musim hujan atau musim dingin terjadi penurunan oksigen kadar oksigen di danau alami,” ujar Syammaun.

Lebih lanjut Syammaun menjelaskan, pada musim dingin, suhu yang meningkat di siang hari dan menurun sangat drastis di malam hari menjadikan kotoran dari dasar Danau naik ke permukaan.

Hal ini menjadikan ikan tidak bisa bernafas karena kekurangan oksigen. “Karena pada siang hari suhu itu meningkat, dan pada malam hari hingga pagi hari itu menurun kalau di Danau Toba itu bisa sampai 20 derajat celcius suhunya. Nah ini menjadikan kotoran dari dasar Danau itu naik ke permukaan,” terangnya.

Peristiwa ini, jelas Syammaun dapat dikatakan sebagai Tsunami di perairan. Sama halnya dengan Tsunami di daratan, maka peristiwa ini juga menyebabkan kematian ikan. “Ini dapat dikatakan Tsunami di perairan. Air nya itu adalah air yang mematikan karena mengandung amoniak dan tidak ada oksigen nya,” ungkapnya.

Peristiwa pembalikan massa air ini, dalam dunia perikanan disebut sebagai upwelling. Syammaun menuturkan, upwelling merupakan fenomena di mana air lebih dingin dan bermassa lebih besar yang naik ke permukaan.

Dosen yang juga merupakan Ketua Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan Dian Aquatik Medan ini mengatakan, seharusnya para petani di Danau Toba sudah memahami peristiwa ini. “Petani KJA di Danau Toba seharusnya sudah belajar mengenai hal ini dari tahun ke tahun. Karena upwelling ini bukan merupakan hal yang asing, ini alami terjadi yang merupakan fenomena alam,” katanya.

Ia menganjurkan petani Danau Toba untuk mempercepat panen jika telah memasuki musim hujan dan mengurangi volume ikan yang terdapat di KJA. “Sarannya adalah petani Danau Toba harus mulai waspada jika musim hujan datang dengan mengurangi jumlah ikan dalam satu keramba. Dan juga mempercepat panen jika masuk musim dingin atau musim hujan seperti ini. Karena ada kebiasaan petani itu menunggu dulu hingga besar ikan itu baru dipanen. Padahal jika upwelling sudah terjadi justru mati itu ikan semua,” pungkasnya. (gus/bbs)

Gagal Mencuri, Dua Pemuda Lempari Truk

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kesal gagal mencuri, dua maling handphone (HP) malah melempari truk colt diesel BK 8283 DC yang kebetulan berhenti di kawasan Jalan Letda Sujono, Bandar Selamat, Medan Tembung. Akibat ulahnya, mereka pun ditangkap petugas Polsek Percut Seituan.

DUA TERSANGKA: Sarif (kanan) dan Samuel (kiri) dua tersangka pelempar truk di Polsek Percut Seituan, Jumat (23/10).idris/sumut pos.

Kedua maling tersebut masing-masing, M Sarif Pulungan (36) dan Samuel alias Luing (21) warga Jalan Karya, Medan Tembung. Mereka diringkus tak jauh dari Letda Sujono atas laporan pemilik truk, Jurianto (36) warga Jalan AR Hakim, Medan Area, ke Polsek Percut Sei Tuan.

Kapolsek Percut Seituan AKP Ricky Pripurna Atmaja melalui Kanit Reskrim Iptu JH Panjaitan menjelaskan, aksi kedua pelaku terjadi pada Kamis (22/10) sekira pukul 12.30 WIB.

Saat itu, truk yang dikemudikan Daniel Endarmors Simatupang bersama dengan dua kernetnya baru saja keluar dari Tol Belawan ke Jalan Letda Sujono. Kemudian, pengemudi dan kernet truk inipun makan siang di dalam mobil tersebut.

“Setelah makan siang mereka istirahat di mobil, sopirnya tidur di depan sedangkan kernetnya tidur di bak belakang mobil. Pada saat itulah, datang dua laki-laki naik sepeda motor hendak mengambil handphone milik sopir truk tersebut. Namun aksinya ketahuan oleh sopir dan diteriaki maling,” jelasnya.

Ternyata, teriakan maling dari korban inipun telah membuat teman-teman pelaku yang sedang berada di Jalan Letda Sujono, Desa Bandar Selamat, Medan Tembung, menjadi kesal dan marah. Teman-teman pelaku melempari mobil korban dengan batu hingga pecah. Personel Unit Reskrim Polsek Percut Seituan yang mendapat informasi tentang adanya tindak pidana pengerusakan kaca mobil truk langsung bergerak cepat menangkap tersangka.(ris/azw)

Intel Kejaksaan Tangkap Terpidana Korupsi, Buronan Tahun 2017

DIGIRING:Terpidana Boy MF Tampubolon, saat digiring ke Kantor Kejatisu, Kamis (22/10) malam.
DIGIRING:Terpidana Boy MF Tampubolon, saat digiring ke Kantor Kejatisu, Kamis (22/10) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – SUMUTPOS.CO – Tim gabungan Intelijen Kejaksaan menangkap terpidana rekanan kasus korupsi dalam kegiatan pengadaan sarana dan alat tangkap ikan, Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Medan, Boy MF Tampubolon. Terpidana yang buron sejak Tahun 2017 ditangkap di Jalan Lipat Kajang Atas Kampung Siatas Kecamatan Simpang Kanan Aceh Singkil, Kamis (22/10) malam.

DIGIRING:Terpidana Boy MF Tampubolon, saat digiring ke Kantor Kejatisu, Kamis (22/10) malam.
DIGIRING:Terpidana Boy MF Tampubolon, saat digiring ke Kantor Kejatisu, Kamis (22/10) malam.

“Terpidana sampai di Kejatisu pukul 22.25. Kerugian negara Rp492.781.650. Terpidana Boy MF Tampubolon, terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” ungkap Asisten Intelijen (Asintel) Kejatisu, Dwi Setyo Budi Utomo.

Ia mengatakan, perkara Boy, telah berkekuatan hukum tetap berdasarkan putusan Makamah Agung RI Nomor 417.K/PID.SUS/2017 tanggal 6 September 2017

“Dia dihukum selama 4 tahun dan denda Rp200 juta. Dengan ketentuan apabila pidana denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan,” ujarnya.

Ia menambahkan, terpidana Boy juga dibebankan tambahan membayar uang pengganti sejumlah Rp492.781.650. Usai pendataan dan administrasi di Kejatisu, selanjutnya terpidana diserahkan ke Kejari Belawan. (man/azw)