SURAT: Yaadil Fao Zebua korban pemecatan sepihak oleh PT CPA menunjukkan surat pemberhentian sepihak.
TAPTENG, SUMUTPOS.CO- Yaadil Fao Zebua, pria berusia 31 tahun, mengaku diberhentikan secara sepihak oleh perusahaan PT CPA (Cahaya Pelita Andika) yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit, tanpa diberikan pesangon.
Yaadil Fao Zebua menjelaskan, bahwa Ia tinggal di Desa Sijagojago Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), dan sudah bekerja selama 6 tahun sebelum di pindahkan (mutasi) dari PT BPJ (Bina Pitri Jaya). Kedua perusahaan yang bergerak pada bidang perkebunan kelapa sawit ini, merupakan anak perusahaan PT AEP (Anglo Eastern Plantations) grup.
Yaadil yang memiliki dua anak masih balita ini menyebutkan, ihwal dirinya diberhentikan secara sepihak oleh PT CPA, lantaran keluhan yang dia sampaikan mengenai sistem kerja yang dinilainya tidak efisien, kemudian tempat bermukim yang tidak layak huni kemudian minus sarana air bersih.
“Kerja saya memanen pak, jadi lokasi bekerja itu penuh lumpur dan semak tidak bersih, harus mengeluarkan tenaga ekstra setiap hari, jadi bagaimana bisa dapat banyak hasil panen. Ini juga mempengaruhi upah saya yang semakin berkurang,” ujar Yaadil.
“Setiap hari saya harus mengangkat air jaraknya seratus meter, rumah juga kumuh dan banyak bocornya, itu juga yang saya keluhkan, karena anak-anak saya masih balita tapi masih juga tidak direspon oleh perusahaan,” kisah Yaadil sulitnya bekerja di PT CPA, Kamis (24/9).
Tidak hanya mengeluhkan kedua hal itu, Yaadil mengatakan, selama dua bulan terakhir, dirinya sedang dalam tahap pemulihan karena sakit, namun terpaksa bekerja meski dengan sistem harian.
“Saya dalam kontrol kesehatan, seharusnya saya kan istirahat tapi saya memilih tetap bekerja juga atas perintah asisten bernama Herman,” sebutnya.
Yaadil tidak menyangka, atas sejumlah keluhan tersebut, dia akhirnya diganjar dengan surat pengunduran diri secara sepihak yang dibuat oleh perusahaan. Itupun tanpa surat teguran sebelumnya.
“Tepat pada 24 Agustus 2020 itu jam sembilan malam, saya diberikan enam surat, isinya surat pengunduran diri secara sepihak, padahal saya tidak pernah mengajukan pengunduran diri, kemudian surat panggilan kerja sampai yang ke tiga, tidak ada juga teguran sebelumnya. Aku menduga pihak perusahaan sengaja ingin memecat tanpa alasan jelas agar tidak dapat pesangon itulah buktinya,” katanya sembari berharap persoalan yang menimpanya dapat diselesaikan usai dirinya mengadukan hal itu kepada Dinas Tenaga Kerja Tapteng.
Sementara Kepala Bidang (Kabid) Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kabupaten Tapanuli Tengah, Nasaruddin Pulungan menyebutkan, bahwa pihaknya telah menerima laporan dari saudara Yaadil Fao Zebua.
“Laporannya sudah kita terima yang isinya pemecatan sepihak, jadi itu nanti prosesnya akan kita panggil kedua belah pihak. Gimana nanti jalan terbaiknya harus diselesaikan secara kekeluargaan,” timpal Nasaruddin. (mag-8/ram)
MEDAN, SUMUTPOS.CO- Berdasarkan catatan dari Bank Indonesia Perwakilan Sumut, sebanyak 190.061 merchant di Sumatera Utara (Sumut) menggunakan QR Indonesian Standard (QRIS) dengan pangsa 4,12 persen.
“Capaian ini menempatkan Sumut di peringkat ke 6 provinsi yang terbanyak menggunakan QRIS,” sebut Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut, Wiwiek Sisto Widaya, Kamis (24/9).
Wiwiek menjelaskan peningkat menunjukan tren yang baik di tengah pandemi Covid-19 ini, pihaknya melihat optimisme rebound aktivitas ekonomi melalui digitalisasi baik bagi konsumen maupun pedagang/merchant di berbagai sektor.
Wiwiek menjelaskan dengan langkah konkret kondisi ini, dapat direspon dengan penguatan ekosistem digital serta inovasi transaksi dengan digital banking dan secara khusus QRIS pada UMKM seluruh daerah di Sumut.
BI Sumut menilai peningkatkan transaksi nontunai di tengah pandemi Covid-19, walau belum mengalami peningkatan signifikan. Membuktikan. kesadaran masyarakat akan pembayar nontunai terus menunjukan peningkatan yang baik.
Berbagai upaya yang dilakukan BI Sumut, Wiwiek menjelaskan dalam rangka perluasan QRIS antara lain pelaksanaan pekan QRIS Nasional, implementasi QRIS Homemade Indonesia. Ia menyebutkan dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara BI dan Pemerintah Kabupaten Dairi dalam rangka pengembangan ekonomi digital.
“Sosialisasi QRIS, konser virtual QRIS serta implementasi QRIS di pasar tradisional dan di rumah ibadah, dan mendorong Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Sumatera Utara untuk turut mengimplementasikan QRIS,” tandasnya.(gus/ram)
LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO- Komandan Distrik Militer (Dandim) 0209/LB, Letkol Inf Asrul Kurniawan Harahap, menerima audensi Ketua dan Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Labuhanbatu, di Makodim 0209/LB di Jalan Pramuka Rantauprapat, Rabu (23/9).
Pertemuan resmi Bawaslu Labuhanbatu dengan Dandim 0209/LB, berkaitan netralitas TNI, sekaligus mengkuatkan sinergitas dalam hal monitoring pengawasan seluruh tahapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah bupati-wakil bupati untuk masa bakti 2021-2026 mendatang.
Ketua Bawaslu kabupaten labuhanbatu, Makmur Munthe, menyampaikan kunjungan pihaknya ke Makodim 0209/LB melakukan audensi dengan Dandim 2009/LB, terkait dengan menghadapi Pilkada 2020 untuk sinergitas dengan TNI.
“Dandim tadi tegas menyatakan Pilkada 2020 ini TNI netral dan jika ada menemukan anggotanya yang di luar daripada tupoksinya beliau berharap langsung memberitahukan kepada beliau agar dapat ditindaklanjuti sebagaimana mestinya,” terang Makmur
Makmur Munthe juga pada kesempatan itu menyampaikan imbauan agar seluruh masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan, kemudian menjaga jangan ada gesekan-gesekan antara pendukung pasangan lainya, mari kita laksanakan Pilkada ini secara damai berintegritas.
“Kita berharap kepada masyarakat juga untuk tidak menyampaikan berita-berita hoak atau isu SARA. Sehingga gelaran Pilkada ini dapat terselenggara dengan damai, ini harapan kami Sebagai penyelenggara dalam hal ini Bawaslu Kabupaten Labuhanbatu,” imbuhnya.
Kemudian kata Ketua Bawaslu kepada para calon bupati diharapkan dapat mengkondisikan anggota atau pendukung dan simpatisannya untuk selalu mematuhi protokoler kesehatan, menjaga kondusifitas pilkada tetap damai walau beda pilihan.
“Mari bersaing dengan sehat, siapapun pemenang kita akan akui jika memang nanti ditetapkan oleh KPU,” pungkas Makmur.
Sementara itu Dandim 0209/LB, Letkol Inf Asrul Kurniawan Harahap, menegaskan bila Bawaslu ada menemukan atau informasi yang berkaitan dengan netralitas personel menyerempet seolah-olah mendukung atau mengarahkan kepada paslon tertentu segera dilaporkan ke Kodim 0209/LB.
“Intinya Kodim 0209/LB, tidak ada memerintahkan untuk ikut terlibat membantu paslon manapun, bila ada indikasi seperti itu meskipun sangat kecil indikasinya segera dilaporkan agar tidak ada pemikiran orang bahwa TNI khususnya Kodim 0209/LB mendukung salah satu paslon, TNI dalam hal ini netral,” tegas Dandim. (fdh/ram)
SAMBUTAN: Kapolres Dairi, AKBP Ferio Sano Ginting berikan sambutan saat silaturahim dengan jurnalis di Sidikalang, Kamis (24/9).
DAIRI, SUMUTPOS.CO- Kepala Kepolisian Resor Dairi, AKBP Ferio Sano Ginting bersilaturahim dengan puluhan jurnalis di Sidikalang, Kamis (24/9). Temu ramah sekaligus makan siang ini diharapkan dapat mendekatkan hubungan antara Polres Dairi dan Jurnalis.
Kapolres dalam perkenalannya dengan awak media, mengaku senang bisa berjumpa dengan para wartawan setelah dilantik menjadi Kapolres Dairi. Pertemuan ini menurutnya sangat penting.
“Sebagai orang baru di Dairi tidak akan mungkin bisa langsung menjumpai masyarakat satu persatu. Namun, lewat media, diharapkan bisa dikenal masyarakat,” ucapnya.
Dijelaskannya, dirinya sudah bermitra dengan media pada jabatan sebelumnya. Sehingga, sedikit banyak dirinya telah mengetahui tugas serta peran media dalam mendukung tugas Polri.
“Saya berharap, media di Dairi bisa bersinergi dengan Polres memberikan masukan positif serta menyebarluaskan informasi berimbang kepada masyarakat,” ungkapnya.
Kartolo Munthe mewakili jurnalis, menyambut baik silaturahim yang dilakukan Kapolres dan jajaran. Kartolo mengatakan, kemitraan yang sudah berjalan baik selama ini diharapkan bisa dipertahankan.
“Media butuh informasi, untuk itu diharapkan Kapolres dan jajaran bisa terbuka memberikan informasi kepada wartawan saat dikonfirmasi,” ujarnya.
Dalam silaturahim tersebut, hadir Wakapolres Kompol David Silalahi, Kasat Lantas AKP Herliandri, Kasat Reskrim AKP Rasly Turnip, Kasat Intel Polim Damanik, Kasubbag Humas Iptu Donny Saleh serta para pejabat utama Polres lainya. (rud/ram)
NOMOR URUT: Pasangan H Juliadi SPd MM dan Drs H Amir Hamzah MAP, meraih nomor urut 3, dalam Pilkada Kota Binjai.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai menggelar rapat pleno terbatas pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon walikota dan wakil walikota peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Binjai 2020, di Pendopo Umar Bakti, Kamis (24/9/2020) pagi.
NOMOR URUT: Pasangan H Juliadi SPd MM dan Drs H Amir Hamzah MAP, meraih nomor urut 3, dalam Pilkada Kota Binjai.
“Dengan ini kami tetapkan pasangan calon nomor urut satu adalah Bapak H Rahmat Sorialam SH MH dan Bapak DR H Usman Jakfar LC MA, pasangan calon nomor urut dua adalah Ibu Hj Lisa Andriani SPsi dan Bapak H Sapta Bangun SE, serta pasangan calon nomor urut tiga adalah Bapak H Juliadi SPd MM dan Bapak Drs H Amir Hamzah MAP,” ujar Ketua KPU Kota Binjai, Zulfan Effendi, yang memimpin rapat pleno terbatas, dihadiri jajaran komisioner, ketiga pasang kandidat, dan dua komisioner Bawaslu Kota Binjai.
Zulfan Effendi mengatakan, rapat pleno terbatas pengundian dan penetapan nomor urut pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota pada kontestasi Pilkada Kota Binjai 2020, dilaksanakan dengan berpedoman pada Peraturan KPU RI Nomor: 13 Tahun 2020.
Di mana sesuai Pasal 55 Peraturan KPU RI Nomor: 13 Tahun 2020, peserta yang hadir dalam pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon hanya terdiri dari pasangan calon, penghubung pasangan calon (LO), anggota KPU, dan perwakilan Bawaslu, serta wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Paslon nomor urut 3, H Juliadi SPd MM dan Drs Amir Hamzah MAP (Jamaah), yang diusung partai Golkar, PPP, Demokrat, dan didukung partai Perindo, PSI, PKB, PKPI, kepada wartawan mengatakan, tidak mempermasalahkan pembatasan peserta rapat pleno pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon. Apalagi tujuannya untuk mencegah muncul dan berkembangnya klaster baru penyebaran Covid-19.
Mereka juga bersyukur telah ditetapkan sebagai pasangan calon nomor urut tiga, lewat rapat pleno pengundian yang berlangsung fair, aman, tertib, dan lancar. “Pada dasarnya, nomor urut tiga memang sudah sesuai harapan kita dan tim pendukung. Kita menilai, tiga adalah angka keramat dan insyaallah akan mengantarkan Binjai menjadi kota yang semakin relijius, cerdas dan berbudaya. Semoga nomor 3 membawa kemenangan kepada kami pada Pilkada 9 Desember 2020 nanti,” ujar Juliadi.
Zainuddin Purba, Ketua Tim Pemenangan Pasangan Berjamaah Juliadi dan Amir Hamzah, mengimbau semua tim untuk bersatu. Menurutnya, masyarakat saat ini menginginkan perubahan pergantian walikota Binjai. Karena itu, semua tim berjamaah diharapkan kompak, ramah, dan santun dalam menjemput hati masyarakat, agar Juliadi dan Amir Hamzah terpilih jadi Walikota dan Wakil Walikota Binjai.
Pantauan wartawan, pasangan Lisa-Sapta datang menggunakan pakaian putih hitam. “Insyaallah, nomor dua ini kepada hati masyarakat Kota Binjai. Arti khusus nomor dua ini, cerdas dan mandiri,” tandas Lisa usai pencabutan nomor. (ila/ted)
BONGKAR MUAT: Aktivitas bongkar muat di pelabuhan Kuala Tanjung terlihat ramai. Kunjungan kapal di pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo 1 ini juga naik 30 persen.
BELAWAN, SUMUTPOS.CO- Pelabuhan Kualatanjung Multipurpose Terminal (KTMT) yang dioperasikan anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 menunjukkan pertumbuhan kinerja yang positif pada tahun 2020.
Kunjungan kapal di KTMT sampai dengan Agustus 2020 mencapai 169 call atau ada 4 sampai 5 call per minggu. Angka realisasi ini tumbuh 30 persen dari kunjungan kapal pada tahun 2019 yang sebanyak 130 call.
Pertumbuhan positif Pelabuhan Kuala Tanjung yang didukung dengan kapasitasnya yang besar akan menarik minat para investor membangun industri.
Selain itu, realisasi bongkar muat peti kemas di KTMT sampai dengan Agustus 2020 sebanyak 30.309 box. Realisasi bongkar muat petimas sampai dengan Agustus 2020 ini tumbuh 32,5 persen dari realisasi pada tahun 2019 yang sebanyak 22.870 box.
Jika dalam satuan TEUs, realisasi bongkar muat peti kemas sampai dengan Agustus 2020 sebesar 31.956 TEUs. Realisasi ini naik 34 persen dari pencapaian realisasi bongkar muat peti kemas pada tahun 2019 sebesar 23.937 TEUs.
Kenaikan throughput tersebut bukan hanya untuk bongkar muat peti kemas saja, sama halnya dengan bongkar muat curah cair dan general cargo di KTMT.
Realisasi bongkar muat curah cair di KTMT sampai dengan Agustus 2020 mencapai 242.596 Ton untuk komoditas CPO dan turunannya.
Realisasi sampai dengan bulan Agustus tumbuh 137 persen dari pencapaian pada tahun 2019 sebesar 102.200 Ton. Realisasi bongkar muat general cargo sampai dengan Agustus 2020 sebesar 46.801 Ton, naik 176 persen dari pencapaian realisasi pada tahun 2019 yang mencapai 16.970 Ton.
“Jika dilihat dari realisasi trafik bongkar muat di Pelabuhan Kuala Tanjung, baik itu untuk peti kemas, curah cair, dan general cargo terjadi tren pertumbuhan yang positif. Artinya, Pelabuhan Kuala Tanjung beroperasi dengan baik dan respon pasar pun positif dengan keberadaan Pelabuhan Kuala Tanjung. Pelabuhan Kualatanjung didukung dengan hinterland Sei Mangkei dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sehingga industri di Kuala Tanjung mulai berkembang yang kemudian berdampak pada pertumbuhan trafik yang positif,” terang Direktur Utama Pelindo 1, Dani Rusli Utama, Kamis (24/9).
Dani Rusli Utama menjelaskan bahwa intisari dari pembangunan suatu pelabuhan itu adalah ekosistem, sehingga kita semua berupaya untuk mempercepat industri lainnya masuk ke wilayah Kualatanjung dan kawasan industri Kuala Tanjung.
Pelindo 1 optimis bahwa Pelabuhan Kuala Tanjung akan menjadi masa depan Indonesia. Pelabuhan ini memiliki fasilitas yang baik, draft 16-17 meter LWS (Low Water Spring) sehingga bisa melayani kapal dengan bobot 50.000 DWT (dead weight tonnage), serta growth sudah mulai bagus.
Dukungan luar biasa dari Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Kementerian Koordinator Perekonomian, dan Kementerian Perhubungan terus mendorong investasi di Kuala Tanjung sehingga akan mempercepat pertumbuhan hinterland pelabuhan.
“Kami persilahkan kepada para partner atau investor yang akan masuk di Kuala Tanjung dan Kawasan Industrinya untuk membangun industri sekitarnya, kami siap untuk mendukung,” jelas Dani Rusli Utama.
KTMT yang dioperasikan PT Prima Multi Terminal, anak perusahaan Pelindo 1, PT Pembangunan Perumahan, dan PT Waskita Karya terus melakukan penjajakan kerja sama dengan berbagai pihak untuk pelayanan bongkar muat peti kemas, curah cair, maupun general cargo. Saat ini pelayaran domestik yang rutin masuk di KTMT adalah SPIL, Tempuran Emas (Temas Line) dan Meratus, sementara untuk petikemas internasional yakni Forecastle Shipping and Logistics.
Untuk curah cair, KTMT melayani bongkar muat CPO dan turunannya milik PT Industri Nabati Lestari dan PT Astra Argo Lestari serta melayani general cargo milik PT Waskita, PT Multimas Nabati Asahan dan PT Cemindo Gemilang.
KTMT memiliki dermaga 500×60 meter, trestle sepanjang 2,8 kilometer, serta dilengkapi rak pipa 4 line x 8 inch. KTMT didukung sarana dan prasarana infrastruktur bongkar muat modern dan canggih antara lain 3 unit Ship to Shore (STS) Crane, 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, 21 unit truck terminal, 2 unit Mobile Harbour Crane (MHC), 22 tangki timbun yang mampu melayani hingga 1.000 Ton per jam dengan 4 jaringan pipa yang dilengkapi dengan 8 pompa, dimana seluruh operasional petikemas dan curah cair di-support dengan sistem TI yang terintegrasi Terminal Operating System (TOS). (fac/ram)
KAPAL: Kunjungan kapal di Kuala Tanjung Mutipurpose Terminal sd Agustus 2020 sebesar 169 call, naik 30 persen dari kunjungan kapal tahun 2019 sebanyak 130 call
SERAHKAN: Tim Dosen FIK Unimed menyerahkan bantun kepada warga di Desa Pertambatan Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Begadai, baru-baru ini.
MEDAN, SUMUTPOS.CO- Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Medan (Unimed), melalui Tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed, mendesain suatu kegiatan yang bertujuan untuk memberdayakan dan membina potensi remaja desa dalam kegiatan olahraga, terutama dalam kegiatan olahraga sepak bola dan bola voli yang merupakan olahraga yang banyak di gemari masyarakat desa.
Kegiatan ini di pusatkan di lapangan sepak bola Desa Pertambatan dan lapangan Bola Voli Desa Pertambatan Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Begadai, baru-baru ini.
Tim Pengabdian ini terdiri dari Puji Ratno, SSi, MPd sebagai ketua pelaksana, Dewi Endriani, SPd, MPd, dan Dr Ardi Nusri, MKes AIFO. sebagai anggota, tim juga melibatkan mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan.
Ketua program pengabdian Puji Ratno mengatakan bahwa kegiatan pemberdayaan dan pembinaan ini dilakukan atas dasar keprihatinan dosen FIK Unimed melihat banyaknya remaja di Desa Pertambatan yang tidak memiliki kegiatan yang positif. Padahal sarana lapangan sepak bola dan bola voli tersedia. Atas dasar itulah muncul ide kegiatan ini yang kemudian disetujui oleh pihak LPPM Unimed.
“Program ini sudah berjalan selama 2 bulan, diawali dengan kegiatan mapping area, koordinasi dengan Kepala Desa, pemberian pelatihan dan pendampingan bagi anak Remaja dalam berlatih sepak bola dan bola voli, serta pemberian bantuan berupa peralatan latihan sepak bola, dan bola voli untuk membantu anak anak dalam berlatih olahraga di Desa Pertambatan dalam mendidik dan melatih remaja Desa Pertambatan dalam kegiatan olahraga Sepak Bola, dan bola voli” ujar Ade .
Penggiat sekaligus pelatih sepak bola dan bola voli di Kelurahan Pekan Bahorok Wahyudin sangat berterima kasih atas terlaksananya kegiatan pengabdian ini.
Sumarno Sidabutar Selaku Kepala Desa Pertambatan, merasa terharu bahwa pihak LPPM unimed masih perduli dengan kegiatan sepak bola dan bola voli yang ada di Desa Pertambatan. Dan berharap kegiatan ini kerjasama ini dapat terus ditingkatkan,” ujar beliau.
Sumarno Sidabutar juga berpesan agar kegiatan seperti ini dapat berlanjut terus untuk tahun tahun yang akan datang, sehingga regenerasi pemain sepak bola dan bola voli di Desa Pertambatan tetap terjaga. Ia juga menyadari melalui kegiatan olahraga lah potensi dan bakat bakat anak remaja Desa Pertambatan dapat di asah.
“Kepada tim pengadian saya menyampaikan harapan agar kedepan kerjasama antara Desa Pertambatan dengan Universitas Negeri Medan dapat berlangsung dalam bentuk kerjasama dalam bidang pemberdayaan masyarakat yang lain,” pungkasnya.(gus/ram)
Sejumlah peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Gedung Serba Guna Balekota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (1/2/2020).
Sebanyak 51.875 peserta yang terbagi dua kota dan
empat kabupaten diantaranya Kota Tasikmalaya, Kota Banjar, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut dan Kabupaten Pangandaran mengikuti seleksi yang dilaksanakan pada 1-27 Februari 2020. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/hp.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Praktik ‘perjokian’ ujian CPNS di wilayah Sumatera Utara kembali terungkap. Seorang oknum PNS Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, tertangkap basah menjadi joki bagi peserta ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2019, di lokasi ujian Kantor Regional (Kanreg) VI BKN Medan, Rabu (23/9).
ilustrasi.
“Inisialnya EW (37), seorang oknum PNS Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan. Dia tertangkap basah oleh Panselnas BKN saat melakukan tindakan tidak terpuji tersebut. Oknum itu bertindak sebagai joki,” ucap Kepala Kanreg VI BKN Medan, English Nainggolan, kepada Sumut Pos, Kamis (24/9).
Dijelaskan English, EW menjadi joki untuk peserta berinisial VS (33), yang diakui EW sebagai saudara sepupunya yang melamar pada posisi guru di instansi Pemerintah Kota Pematangsiantar.
“Pada Rabu (23/9) EW dan VS tiba di Kantor Regional VI BKN Medan Sunggal. Keduanya datang dengan pakaian hitam putih layaknya peserta ujian pada umumnya,” jelasnya.
Namun panitia curiga saat memeriksa peserta ujian. Akhirnya pihak BKN Medan meminta kerjasama pihak Kepolisian Sektor Medan Sunggal untuk mengusut kecurigaan tersebut.
Awalnya kedua oknum tersebut tidak mengakui perbuatannya. Namun setelah diperiksa lebih lanjut, EW dan VS mengakui perbuatan tersebut sebagai tindakan yang pertama kali dilakukan dan EW mengaku tidak dibayar oleh VS.
“Kata EW, ia melakukan praktik kecurangan itu karena kasihan melihat VS yang merupakan seorang janda dan dikucilkan di lingkungannya,” terang English. Namun apapun alasannya, BKN tidak dapat menerima setiap praktik kecurangan.
Diungkapkan English, VS adalah pelamar yang sesungguhnya. Sedangkan EW bertindak sebagai joki dengan menggunakan kartu ujian dan KTP atas nama VS. Selama EW mengikuti ujian, VS sendiri menunggu di mobil yang diparkirkan di pelataran parkir Kanreg BKN Medan.
“Pemerintah sudah susah payah membangun sistem rekrutmen CPNS sedemikian baiknya, untuk memperoleh sumberdaya aparatur yang unggul sebagai penggerak roda birokrasi. Kalau di awal saja sudah berbuat curang, bagaimana mungkin bisa jujur bila setelah menjadi Aparatur Sipil Negara?” tegas English.
Setelah petugas mendapatkan keterangan cukup jelas, kedua oknum tersebut dibawa ke Polsek Medan Sunggal untuk diproses lebih lanjut. “Untuk hasil ujiannya, akan dibuat berita acara kejadian tersebut untuk dilaporkan ke Panselnas agar dapat dianulir,” pungkasnya. (map)
Sungai Lae Pandaroh Dairi Menciut Diduga Akibat Perambahan Hutan
MENCIUT: Terlihat debit air Sungai Lae Pandaroh di Desa Sitinjo 1 Kecamatan Sitinjo menciut diduga akibat perambahan hutan.
DAIRI, SUMUTPOS.CO- Debit air Sungai Lae Pandaroh di Desa Sitinjo 1 Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi menciut diduga akibat perambahan hutan disepanjang daerah aliran sungai (DAS). Penciutan debit air terlihat disalahsatu aliran sungai tepatnya di jembatan Lae Pandaroh di lintasan Jalan Sidikalang-Dolok Sanggul di Desa Sitinjo I. Pada Kamis (24/9) kemarin, terlihat dasar sungai sudah dangkal.
Sejumlah warga sekitar sungai selaku pemanfaat aliran sungai yang tidak bersedia namanya dipublikasi kepada wartawan, mengatakan, debit air Lae Pandaroh mengecil sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan pada saat musim kemarau, kedalaman sungai tinggal beberapa centi meter.
“Pada musim kemarau, bila masuk ke dalam sungai, tinggi air hanya semata kaki. Saat ini, adapun air mengalir disebabkan musim hujan,” ucap mereka yang memanfaatkan aliran sungai untuk mengambil pasir.
Surutnya debit air Sungai Lae Pandaroh disebabkan maraknya perambahan hutan dan pembukaan lahan di sepanjang aliran sungai mulai dari hulu. Pada hal sebelumnya, debit air sangat besar. Airnya merah pada saat musim hujan dan jernih pada saat musim kemarau.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dairi, Amper Nainggolan didampingi Kepala Seksi, Rikson Panggabean dikonfirmasi mengatakan, perambahan hutan di Sitinjo akhir- akhir ini marak, sesuai laporan masyarakat.
“Kita sudah menyurati Kepala Kantor Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah XIII Dolok Sanggul, untuk peningkatan pengawasan atas maraknya perambahan hutan di Sitinjo,” ucap mereka.
Amper mengaku belum mengetahui surutnya debit air Sungai Lae Pandaroh. Pihaknya akan turun ke lokasi dan melihat penyebabnya.
“Memang ada pengaruh bila DAS sudah gundul dan maraknya pembukaan lahan di sekitar DAS,” ungkapnya. (rud/ram)
NIAS, SUMUTPOS.CO – Penyekatan aktif di Kepulauan Nias selama 14 hari —dimulai pada 21 September lalu—, memasuki hari keempat, Kamis (24/9). Selama 4 hari penyekatan, penambahan kasus positif Covid-19 dilaporkan masih ada, tetapi tidak signifikan atau cenderung flat atau mendatar.
“PERKEMBANGAN penanganan Covid-19 di Pulau Nias alhamdulillah cukup baik setelah dilakukan pembatasan berskala kecil. Penambahan kasus (Covid-19) cenderung flat selama beberapa hari terakhir,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumut, dr Alwi Mujahit Hasibuan, saat diwawancarai usai menghadiri pemusnahan barang bukti obat dan bahan pangan di Kantor Balai BPOM Medan, Kamis (24/9)n
Dia menambahkan, perkembangan data kasus Covid-19 di Kepulauan Nias hingga 23 September, sebanyak 168 orang terkonfirmasi positif. Dari jumlah tersebut, 46 orang penderita aktif. Kemudian, sembuh 115 orang, dan meninggal dunia 7 orang. Sedangkan yang reaktif setelah dilakukan rapid test 238 orang. “Memang masih ada penambahan kasus. Akan tetapi tidak signifikan dan cenderung flat,” tukasnya.
Adapun penyekatan Kepulauan Nias, menurutnya termasuk memberlakukan keterangan swab bagi semua orang yang akan masuk ke pulau tersebut. Bagi yang belum di-swab, akan dilakukan swab di tempat isolasi, dan si pengunjung dikarantina sampai hasil swab keluar sekitar 4 atau 5 hari.
Apabila hasilnya negatif, pengunjung dipersilakan meninggalkan tempat isolasi. Sedangkan bagi yang positif, akan dilakukan tindakan selanjutnya sesuai kondisinya. “Kalau positif tanpa gejala atau gejala ringan, ia akan dibawa ke tempat isolasi terpusat yang sudah disiapkan. Jika hasil swab positif dengan kondisi sedang hingga berat, nantinya dikirim ke rumah sakit,” ungkap Alwi.
Sementara itu, orang yang dari dalam Kepulauan Nias dan selama ini sudah positif Covid-19 dengan gejala ringan, telah dibawa ke tempat karantina terpusat. Tidak boleh ada yang karantina mandiri di rumah. Semua yang positif tanpa gelaja, akan ditangani oleh tim Gugus Tugas. “Harapan kita, ketika sudah negatif hasil swab-nya lalu dipersilakan keluar dari tempat isolasi. Begitu juga dengan mereka yang dari luar datang ke Nias, jika sudah negatif, dibolehkan meninggalkan tempat isolasi dan melakukan aktivitasnya,” ujarnya.
Dengan kebijakan tersebut, pemerintah berharap, mudah-mudahan hasilnya sesuai dengan harapan dan kondisi Pulau Nias kembali normal seperti sediakala. “Kita berharap dalam waktu dua minggu ini, percepatan penanganan Covid-19 yang dilakukan hasilnya maksimal. Artinya, membawa kembali kondisi Pulau Nias menjadi ‘hijau’. Apalagi, wilayahnya berada di kepulauan sehingga peluang mencapai hasil maksimal sangat besar,” kata dia.
Jika dalam waktu dua minggu ini tidak tuntas, maka akan diperpanjang atau ditambah waktunya dua minggu lagi. “Jadi, penanganannya sampai tuntas,” ucap Alwi.
Seluruh Hotel Diblok
Diutarakan Alwi, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) melalui Dinas Kesehatan akan menjadikan semua hotel yang ada di Kepulauan Nias sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 dengan gejala ringan atau tanpa gejala. Karena itu, seluruh hotel di sana sudah diblok.
“Beberapa hari yang lalu, kita ada video conference dengan BNPB dan kita dibenarkan untuk menggunakan fasilitas hotel sebagai tempat isolasi pasien ringan. Untuk itu, tidak ada lagi isolasi mandiri di rumah. Isolasi harus terpusat dan diawasi terhadap pasien positif Covid-19 dengan gejala ringan,” tuturnya.
Ditanya, adakah kemungkinan kebijakan penanganan Covid-19 di Pulau Nias diterapkan juga di Medan atau bahkan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)?
Alwi menyatakan, PSBB di Medan tidak akan dilakukan karena bukan merupakan kewenangan pemerintah provinsi. “PSBB diusulkan oleh pemerintah kabupaten/kota, kemudian diteruskan ke pemerintah pusat,” kata Alwi.
Menurutnya, kebijakan PSBB tidak menjamin keberhasilan. Dibanding dengan biaya yang dikeluarkan, jelas tidak sebanding. “Sebenarnya penanganan Covid-19 yang telah dilakukan di Medan maupun Sumatera Utara menjelang hari Raya Idul Fitri lalu, cukup efektif. Terbukti, Sumut berada pada peringkat nomor 17 secara nasional dari jumlah kasus Covid-19,” jelas dia.
Diutarakan Alwi, peningkatan angka kasus Covid-19 di Sumut yang sangat signifikan, terjadi setelah adanya kebijakan new normal. Oleh masyarakat, kebijakan new normal diasumsikan sebagai kembali kepada kehidupan normal namun tanpa mengikuti protokol kesehatan.
“Karena itu jumlah kasusnya terus melonjak. Terlebih, karakter masyarakat Sumut agak susah dikendalikan,” cetusnya.
Ia menyebutkan, tingkat kesadaran masyarakat Sumut untuk mematuhi protokol kesehatan masih perlu dikendalikan. Karena itulah, Gugus Tugas rutin melakukan kegiatan razia. Dengan demikian, tumbuh kesadaran dan protokol kesehatan menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari. “Dampaknya sudah terlihat. Angka peningkatan kasus tidak lagi bertambah signifikan. Kalau sebelumnya, setiap hari ada saja yang meninggal karena Covid-19,” pungkasnya.
Angka Kesembuhan Meningkat
Terpisah, Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah mengatakan, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Sumut terus melesat naik. Bahkan, jumlah hariannya yang didapatkan terbilang tinggi di atas angka 100.
“Berdasarkan perkembangan data terbaru kasus Covid-19 (Kamis, 24/9), terdapat sebanyak 139 orang pasien yang sembuh. Sehingga total keseluruhan penderita yang sembuh sudah mencapai 5.890 orang,” ujar Aris.
Adapun penambahan kasus konfirmasi Covid-19 yang terjadi dalam beberapa hari terakhir mulai menunjukan tren secara flat (datar). Masih tetap terjadi penambahan kasus, tetapi tidak lagi melampaui angka 100 orang per hari.
Penambahan angka kasus konfirmasi hanya diperoleh 96 kasus. “Akumulasi pasien sembuh kini menjadi 6.005 orang dan konfirmasi menjadi 9.749 orang. Mulai flat. Semoga segera selesai Covid-19 ini,” ungkap dr Aris.
Aris menambahkan, penambahan juga terjadi pada pasien meninggal dunia sebanyak 3 orang. Total pasien meninggal kini menjadi 411 orang. “Untuk jumlah spesimen bertambah sebanyak 3.883 sampel dan jumlahnya menjadi 81.165 sampel. Sedangkan suspek berkurang 1 orang menjadi 941 orang,” imbuhnya. (ris)