27 C
Medan
Tuesday, April 14, 2026
Home Blog Page 4050

Mulai Senin, 75 Persen ASN Wajib WFH

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyebaran Covid-19 di Kota Medan terus meningkat. Bahkan saat ini, kasus positif Covid-19 di ibukota Sumatera Utara ini sudah mencapai 5 ribu kasus. Menyikapi kondisi ini, Pemko Medan kembali akan membatasi jumlah pegawai yang bekerja di kantor. Maksimal, hanya 25 persen jumlah pegawai yang boleh bekerja di kantor, selebihnya wajib bekerja dari rumah atau WFH (work from home).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan, Muslim Harahapn menjelaskan, kebijakan itu juga dilakukan sebagai tindaklanjut dari surat edaran yang telah mereka terima dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dab Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) baru-baru ini. “Ada instruksi dari Kemenpan RB, kita di Pemko Medan harus membatasi jumlah pegawai yang masuk kantor, yaitu maksimal 25 persen saja. Artinya, yang 75 persen lagi cukup bekerja dari rumah,” kata Muslim kepada Sumut Pos di ruang kerjanya, Jumat (11/9).

Dikatakan Muslim, hal itu tertuang di dalam surat edaran Kemenpan RB dengan nomor 67/2020 tentang perubahan atas surat edaran Menpan RB No.58/2020 tentang sistem kerja pegawai Aparatur Sipil Negara dalam tatanan normal baru. “Surat itu sudah kita terima dua hari yang lalu (9/9). Saya baru terima kemarin (10/9), dan hari ini (11/9), sudah kami edarkan ke setiap OPD di Pemko Medan. Jadi nanti mulai Senin sudah berlaku,” ujarnya.

Pada poin 2b No.4 dalam surat edaran tersebut dikatakan, bagi instansi pemerintah yang berada pada zona kabupaten/kota berkategori risiko tinggi, pejabat pembina kepegawaian dapat mengatur jumlah pegawai yang melaksanakan tugas kedinasan di kantor (work from office) paling banyak 25 persen pada unit kerja instansi yang bersangkutan. “Jadi nanti yang masuk hanya pejabat-pejabat struktural saja, seperti pejabat eselon II, III dan IV. Misalnya Kadis/Kaban/Kasat, Kabag/Kabid dan para Kasubbag. Bila belum berjumlah 25 persen dari total pegawai di OPD itu, maka bisa dipilih pegawai mana yang akan masuk sesuai kebutuhan OPD itu sendiri, selama tidak lebih dari 25 persen,” jelasnya.

Sedangkan untuk para ASN yang bekerja dari rumah, akan tetap bekerja sesuai tugas yang diberikan masing-masing pimpinan OPD kepada para ASN nya. “Untuk pegawai di luar ASN, itu akan disesuaikan dengan kebutuhan di OPD itu sendiri, karena setiap OPD berbeda-beda tingkat kebutuhannya terhadap tenang honorernya,” terangnya.

Lantas, sampai kapan hal ini akan berlanjut? Muslim mengatakan, jika ketentuan itu akan terus berlaku selama surat edaran itu masih berlaku dan selama Kota Medan masih berada pada zona Kabupaten/Kota berkategori risiko tinggi penularan Covid-19. “Saat ini saja di Kota Medan kita sudah hampir 5 ribu kasus, kita masih masuk dalam zona penularan risiko tinggi,” tandasnya.

Menanggapi hal ini, pimpinan DPRD Medan H Rajuddin Sagala sangat mendukung langkah pemerintah pusat untuk merumahkan 75 persen dari jumlah ASN yang bekerja di kantor, mengingat saat ini pekantoran telah menjadi klaster-klaster baru penularan Covid-19. “Kalau tidak begitu, perkantoran pemerintahan hanya akan menjadi klaster-klaster baru bagi perkembangan Covid-19 di Kota Medan. Kita dukung penuh langkah pemerintah pusat dalam hal ini,” jawabnya.

Namun kata Rajuddin, pemerintah pusat juga seharusnya mewajibkan para pemerintah daerah melakukan pengawasan terhadap ASN yang sudah ditetapkan untuk bekerja dari rumah atau WFH. Sebab faktanya, banyak sekali oknum ASN yang justru tetap berada di luar rumah di saat dia sedang ditugaskan untuk bekerja dari rumah.

“Jadi untuk para ASN, mereka harus tahu membedakan mana WFH mana liburan. Sebab WFH itu bukan libur. Jangan malah saat WFH, ASN kedapatan pergi ke mall, nongkrong dan sebagainya. Langkah pemerintah sudah tepat soal kebijakan ini, tapi harus ada pengawasan kepada para ASN yang WFH ini,” tegasnya.

Dikatakan Rajuddin, seharusnya ada razia dari Satpol PP atau pihak Inspektorat atas ASN yang WFH. Bila kedapatan tidak bekerja dari rumah disaat jam kerja, maka selayaknya ASN tersebut diberikan sanksi tegas, bahkan harus lebih tegas dari sekadar menahan KTP layaknya masyarakat umum yang tidak menggunakan masker. “Untuk para ASN yang tidak bekerja dari rumah disaat jam kerja maka harus ada sanksi-sanksi, misalnya mulai dari pembatalan atau penahanan TPP mereka dan sebagainya. Selain itu, hal itu harus diumumkan kepada masyarakat agar masyarakat tahu kalau pemerintah telah bertindak tegas untuk para ASN yang tidak amanah dengan tugasnya,” pungkasnya.

DPRD Medan Nyaris tanpa Aktivitas

Sementara, Sekretariat DPRD Kota Medan sejak Rabu (9/9) lalu, sudah mengosongkan sementara segala aktivitas di gedung dewan. Karenanya, kantor wakil rakyat itu sudah terlihat sepi. Selain tidak ada satupun anggota dewan yang hadir, para ASN dan pegawai honor juga hanya segelintir yang terlihat di gedung yang berseberangan dengan kantor Wali Kota Medan tersebut.

“Memang sudah dikosongkan kegiatan, tak ada kegiatan lagi. Makanya dewannya juga tak ada yang ke kantor. Apalagi mereka juga cukup sibuk dengan aktivitasnya di luar kantor,” kata Plt Sekretaris DPRD Medan, Hj Alida kepada Sumut Pos, Jumat (11/9).

Meski begitu, kata wanita yang karib disapa Uni ini, sejumlah agenda dewan yang bersifat wajib, masih akan tetap dilaksanakan. “Misalnya rapat paripurna, itu wajib dilakukan karena sifatnya sangat penting dan sudah terjadwal, sehingga tidak dapat diundur lagi waktunya,” jelasnya.

Disebutnya, Hari Senin (14/9) mendatang, DPRD Medan akan menggelar sidang paripurna dengan agenda mendengarkan nota jawaban Plt Wali Kota Medan atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Medan tentang P-APBD 2020. “Meski Paripurna itu tetap dilakukan, tapi pastinya yang datang hanya pimpinan dan para ketua fraksi, sisanya mengikuti lewat aplikasi atau daring,” katanya.

Terpisah, Pimpinan DPRD Medan Ihwan Ritonga menyebutkan, pihaknya memang telah mengosongkan berbagai agenda kedewanan yang aktivitasnya dilakukan di gedung DPRD Medan. “RDP dan kegiatan-kegiatan lainnya di dalam gedung DPRD Medan terpaksa kita kosongkan dulu, paling hanya akan ada kegiatan Paripurna saja, itupun nanti akan betul-betul dibatasi,” jawabnya.

Selain itu, ia juga turut meminta kepada gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Medan untuk fokus terhadap penekanan penyebaran Covid-19 di Kota Medan, terutama di kantor-kantor pemerintahan yang saat ini seringkali ditemukan sebagai klaster-klaster baru.

“Fokus mereka itu harus jelas, gak cuma kalau ada temuan baru semprot. Harusnya mereka lebih sigap, begitu kemarin ada kasus positif Covid harusnya mereka langsung datang untuk melakukan swab, bukannya malah menunggu sekian lama baru mereka datang melakukan swab massal. Kalau begitu caranya, ya begini lah jadinya, orang banyak jadi sudah sempat terpapar,” pungkasnya. (map)

Pejabat Pemprovsu Dilapor Kasus Pornografi, Anggota DPRD: Jika Benar, Itu Memalukan

DS, janda yang melaporkan pejabat Pemprovsu ke Polda Sumut.
DS, janda yang melaporkan pejabat Pemprovsu ke Polda Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kasus saling lapor antara seorang janda cantik berinisial DS dengan seorang pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Sumut berinisial SB, menarik perhatian publik. Pasalnya, DS melaporkan pejabat dimaksud ke Polda Sumut dalam kasus pornografi. Sebelumnya, SB melaporkan DS kasus pencemaran nama baik. Kasus ini pun mendapat tanggapan dari anggota DPRD Sumut.

DS, janda yang melaporkan pejabat Pemprovsu ke Polda Sumut.
DS, janda yang melaporkan pejabat Pemprovsu ke Polda Sumut.

“Jika kasus itu benar adanya, tentu ini sesuatu yang memalukan. Gubsu harus mengambil sikap dan tindakan tegas, serta mengevaluasi posisi si pejabat bersangkutan,” kata anggota DPRD Sumut, Hendra Cipta, saat dimintai tanggapan oleh Sumut Pos, Jumat (11/9).

Menurut Hendra, jika pejabat dimaksud terbukti secara hukum telah melakukan tindakan asusila, ia telah mencoreng institusi Pemprov Sumut serta merusak citra ‘Sumut Bermartabat’ sebagai jargon Gubsu Edy Rahmayadi dan Wagubsu Musa Rajekshah (Ijeck).

“Jargon ‘Sumut Bermartabat’ itu untuk memperkuat moralitas para pejabat dan aparatur sipil negara Pemprovsu. Baik moralitas dalam hal bermartabat tidak melakukan korupsi, maupun termasuk tidak melakukan perbuatan asusila,” kata ketua Fraksi Partai Amanat Nasional DPRD Sumut itu.

Hendra meminta Inspektorat Sumut agar menindaklanjuti dugaan kasus skandal seks dimaksud. “Saya kira, Inspektorat bisa ikut masuk ke sana. Sebab ada persoalan etis atau kode etik ASN di dalamnya. Kita dorong supaya Inspektorat juga menindaklanjuti kasus tersebut,” pungkasnya.

Sebelumnya, janda DS kepada sejumlah awak media di Medan dan juga di video yang beredar, menyebut dirinya telah melaporkan pejabat SB ke Subdit V/Cyber Crime Polda Sumut dengan pasal 4 dan 9 no 44 tahun 2009 tentang pornografi jo pasal 27 ayat 1 UU ITE dengan nomor STTLP: 1421/VII/2020/SUMUT/SPKTIII.

Didampingi kuasa hukumnya, Hisar Yudika Purba SH dan Kesatria Tarigan SH, DS mengatakan, laporan itu dibuat karena sebelumnya si pejabat SB mengadukan dirinya ke Ditreskrimsus Polda Sumut. Ia dituduh melakukan pencemaran nama baik, hanya karena dirinya menulis komentar di postingan akun media sosial facebook milik tersangka.

“Jadi apa yang dia laporkan itu sangat tidak manusiawi. Saya yang jadi korban iming-iming, kok malah saya yang dilaporkan? Padahal di hari-hari sebelum dia melaporkan saya ke polisi, dia mengajak saya berhubungan intim. Bahkan ada yang di dalam mobil. ‘Kan kurang ajar banget itu,” bebernya kepada wartawan usai membuat laporan.

Diceritakan janda dengan dua anak ini, awal kisah asmara dirinya dengan tersangka berawal tahun 2019, dari pesan singkat tersangka kepada dirinya melalui akun facebook pribadinya. Kemudian hubungan semakin dekat, hingga merajut ke tahap pacaran.

“Setelah berpacaran, dia (terlapor) selalu mengajak saya berhubungan intim (seks). Semua kemauan dia saya turuti, karena dia berjanji akan menikahi saya,” ungkap dia.

Terlapor juga kerap meminta video syur melalui video call WhatsApp. Hal itu pun kerap ia penuhi demi memuaskan keinginan birahi tersangka. “Sekarang, setelah semua sudah saya lakukan, dia mengkhianati saya. Dia tidak menikahi saya, dan malah melaporkan saya. Hati wanita mana yang tidak hancur karena laki-laki seperti itu,” ungkap korban dengan mata berkaca-kaca.

Meski sudah melaporkan DS, SB masih sempat mengajak dirinya berhubungan suami-istri. “Kita masih bertemu beberapa kali dan menjalani hubungan layaknya suami istri di hotel. Itu yang membuat saya kecewa luar biasa,” sebutnya.

Karena itu, ia memutuskan untuk melaporkan si pejabat ke Polda Sumut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumut Kombes Pol Rony Samtana yang dikonfirmasi pada kamis (10/9), mengatakan laporan DS masih dalam tahap penyelidikan.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan saat dikonfirmasi, Jumat (11/9), mengatakan belum tahu jika DS sudah melapor ke Polda Sumut. “Tapi kalau SB melapor, saya tahu. Karena si SB itu mengakui sendiri ke saya. Dia melapor sekitar seminggu yang lalu,” tukasnya.

Gubsu Edy Rahmayadi sebelumnya mengatakan, kalau si pejabat terbukti bersalah, ya dihukum. “Biar ditangani oleh aparat hukum dulu. Biarkan aparat penegak hukum bekerja dulu,” katanya menjawab wartawan, Kamis (10/9).

Namun Edy menegaskan, apabila dugaan kasus ini benar terjadi sesuai fakta hukum, ia tidak segan-segan untuk mencopot pejabat bersangkutan. “Ya kalau salah kita hukum, tapi kalau tak salah masa kita hukum. Biarlah aparat hukum yang bekerja dulu,” pungkasnya.

SB sendiri, saat dikonfirmasi Sumut Pos, mengaku sudah mengetahui bahwa dirinya dilaporkan perempuan berinisial DS ke Polda Sumut. Ia mengaku, sudah terlebih dahulu melaporkan janda anak dua tersebut ke polisi. “Saya uda laporkan dia itu, udah ya,” katanya via sambungan telepon. (prn/mag-01)

26 Petahana Maju di Pilkada Sumut, 6 Kembali Berpasangan, 18 Pecah Kongsi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sedikitnya, ada 26 pasangan calon petahana (kepala daerah dan wakilnya) yang kembali ikut bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020 di Sumatera Utara. Namun tak semua maju dengan pasangan semula. Sebagian besar justru pecah kongsi. Yang kembali berpasangan hanya sekitar tiga pasangan (6 orang) petahana di tiga daerah. Sementara 9 pasangan (18 orang) benar-benar pecah kongsi.

DATA DIOLAH Sumut Pos dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut tentang bapaslon yang mendaftar untuk Pilkada Serentak 2020, petahana yang kembali berpasangan adalah Kabupaten Samosir (Rapidin Simbolon dan Juang Sinaga), Kabupaten Toba (Darwin Siagian dan Hulman Sitorus), dan Kota Gunung Sitoli (Lakhomizaro Zebuadan Sowa’a Laoli).

Di Pilkada Labuhanbatu Selatan, wakil bupati saat ini (Kholil Jufri), berpasangan dengan Hasnah Harahap, istri bupati petahana Wildan Azwan Tanjung. Tidak termasuk dalam pasangan pecah kongsi, namun juga tidak kembali berpasangan karena Bupati Wildan telah menjabat dua periode.

Di Pilkada Nias induk, Bupati Sokhiatulo Laoli tidak maju lagi karena sudah dua periode menjabat bupati. Ia mendukung wakilnya Aroshoki Waruwu untuk maju, berpasangan dengan Asaldin Gea. Jadi pasangan ini tidak termasuk pecah kongsi.

Selanjutnya di Pilkada Asahan, bupati petahana H. Surya (mantan wakil Bupati Taufan Gama Simatupang –meninggal April 2019) memilih berpasangan dengan Zainal Abidin. Sementara istri Bupati Taufan Gama Simatupang, Hj. Winda Fitrika, maju sebagai balon wakil bupati berpasangan dengan Rosmansyah STP.

Di Pilkada Kota Medan, wali kota petahana, Akhyar Nasution, maju dengan menggandeng Salman Alfarisi –politisi PKS. Ia bercerai dengan pasangannya T Dzulmi Eldin, yang ditahan KPK dalam kasus suap.

Di Pilkada Sibolga, wakil wali kota saat, Edi Polo Sitanggang, maju sebagai wakil dengan pasangannya Bahdin Nur Tanjung (balon wali kota), karena pasangannya saat ini, Syarfi Hutauruk, sudah menjabat dua periode.

Adapun pasangan petahana yang benar-benar pecah kongsi dan kembali maju dengan pasangan baru, ada 9 pasangan.

Dari jalur partai politik dan gabungan parpol, pertama di Pilkada Labuhan Batu, bupati petahana, Andi Suhaimi Dalimunthe, memilih berpasangan dengan Faizal Amri Siregar. Sementara wakilnya H Abdul Roni Harahap mau sebagai calon bupati, berpasangan dengan Ahmad Jais Rambe.

Di Pilkada Tanjungbalai, wali kota saat ini, M. Syahrial memilih berpasangan dengan Waris. Ia pecah kongsi dengan wakilnya saat ini, M Ismail yang memilih berpasangan dengan Afrizal Zulkarnain.

Di Pilkada Mandailing Natal, bupati petahana Dahlan Nasution memilih pasangan barunya Aswin. Sementara wakilnya saat ini, Muhammad Jafar Sukhairi memilih berpasangan dengan Atika Azmi Utammi.

Selanjutnya di Pilkada Serdangbedagai, bupati petahana, Soekirman pecah kongsi dengan wakilnya Darma Wijaya. Soekirman memilih berpasangan dengan Tengku Ryan Novandi (putra Tengku Erry Nuradi —mantan Gubernur Sumut). Sedangkan wakilnya saat ini, Darma Wijaya memilih berpasangan dengan Adlin Tambunan.

Untuk Pilkada Karo, bupati petahana Terkelin Brahmana memilih tidak maju lagi. Tapi wakilnya Cory Sriwaty Sebayang maju sebagai Bupati berpasangan dengan Theopilus Ginting. Mantan Bupati Karo, Kena Ukur Karo Jambi sempat berniat maju sebagai pesaingnya. Namun meninggal karena Covid-19, dan digantikan putri sulungnya sebagai balon bupati.

Untuk Pilkada Humbang Hasundutan, bupati petahana, Dosmar Banjanahor tidak mengajak wakilnya, Saut Parlindungan Simamora, untuk bertarung kembali dalam Pilkada. Dosmar memilih Oloan P Nababan sebagai pasangannya di Pilkada tahun ini.

Di Pilkada Nias Utara, bupati petahana Marselinus Ingati Nazara, juga maju dengan menggandeng Otorius Harefa. Ia bercerai dengan wakilnya saat ini, Haogosochi Hulu, yang juga berminat maju namun tidak mendapat perahu.

Di Pilkada Nias Barat, bupati petahana, Faduhusi Daely, yang sebelumnya berencana maju kembali dan memilih Yamotuho Gulo —mantan anggota DPRD Nisbar— menjadi pasangannya, tidak mendapatkan rekomendasi dari parpol. Ia pecah kongsi dengan wakilnya saat ini, Khenoki Waruwu, yang memilih maju dengan pasangan baru, Era Era Hia.

Untuk Pilkada Nias Selatan, bupati petahana, Hilarius Duha bercerai dengan wakilnya Sozanolo Ndruru, dan memilih maju dengan pasangan barunya Firman Giawa. Sedangkan Sozanolo Ndruru memilih tetap maju sebagai wakil bupati berpasangan dengan mantan bupati Nisel, Idealisman Dachi.

Selain dari jalur parpol, ada juga satu balon petahana yang maju dari jalur perseorangan, yakni Dwi Prantara, yang berpasangan dengan Edi Sampurna Rambe. Diketahui, Dwi Prantara saat ini menjabat wakil bupati Labuhan Batu Utara. Sedangkan pasangannya saat ini, Khairuddin Syah alias Haji Buyung, tidak maju lagi karena sudah dua periode. Khairuddin memajukan anaknya Hendri Yanto, yang memilih berpasangan dengan Syamsul Tanjung.

Dari total 26 bapaslon petahana tersebut, beberapa di antaranya merupakan calon tunggal atau berpotensi melawan kotak kosong, jika pada masa perpanjangan pendaftaran nanti tidak ada lagi bapaslon yang mendaftar ke KPU. Yakni di Pilkada Gunung Sitoli, Humbahas, dan Serdangbedagai.

Soekirman Optimis Diterima KPUD

Khusus Serdangbedagai, kondisi terakhir pasangan Soekirman dan Tengku Ryan Novandi optimistis berkas pendaftaran mereka akan diterima Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Serdang Bedagai.

Hal ini karena seluruh syarat dukungan partai politik untuk meloloskan mereka menjadi bakal calon sudah terpenuhi.

“Saya dan Tengku Ryan akan mendaftar di masa perpanjangan pendaftaran,” kata balon bupati Sergai yang juga petahana, Soekirman, menjawab wartawan melalui video call WhatsApp, Kamis (10/9) malam.

Kondisi terakhir, menurut Soekirman, mereka sudah mengantongi dukungan dari Partai Nasional Demokrat dengan 6 kursi, Partai Keadilan Sejahtera dengan 2 kursi dan Partai Amanat Nasional dengan 4 kursi. Jumlah ini sudah melampaui batas minimal untuk maju yakni 9 kursi.

Ia juga menjelaskan, sebenarnya tidak ada alasan KPU Serdangbedagai untuk menolak pendaftaran mereka pada saat masa pendaftaran kemarin. Hal ini karena B1KWK dari DPP PAN sudah ditujukan kepada pasangan Soekirman dan T Ryan Novandi pada 3 September 2020. Hal ini sekaligus membatalkan B1KWK yang sebelumnya digunakan oleh bakal pasangan Darma Wijaya dan Adlin Tambunan

“Jadi B1KWK DPP PAN untuk pasangan lain itu sesungguhnya sudah dibatalkan, dan pembatalan itu sebenarnya sudah kita sampaikan juga kepada KPUD Serdang Bedagai. Tapi saat itu entah kenapa KPUD Serdang Bedagai tetap bersikukuh bahwa sudah ada bakal pasangan lain yang lebih dahulu didaftarkan oleh PAN,” ujarnya.

Meski pendaftaran pasangan Beriman Trendy tak diterima pada masa pendaftaran 4-6 September kemarin, namun di masa perpanjangan pendaftaran ini Soekirman sangat yakin hal itu tidak akan terjadi lagi. Apalagi, faktanya B1KWK dari DPP PAN sudah terbukti ditujukan kepada pasangan Soekirman-Tengku Ryan.

“Kita akan bawa itu, dan rencananya pengurus DPP PAN akan turun ke Sergai untuk mendampingi pendaftaran kami. Jadi tidak ada keraguan soal dukungan PAN,” pungkasnya.

Informasi diperoleh Sumut Pos, permasalahan dimaksud sudah sampai ke Komisi II DPR dengan memanggil KPU RI dan Bawaslu RI dalam rapat dengar pendapat. Informasi lain disebutkan, KPUD Sergai juga sudah berupaya meminta fatwa kepada KPU RI atas persoalan ini.

Diketahui, bapaslon Beriman Trendy didampingi kuasa hukum dan tim relawan resmi melaporkan sengketa dimaksud ke Bawaslu Sergai. Kehadiran mereka diterima komisioner Bawaslu dari divisi penyelesaian sengketa, Abner Sinaga di kantor Bawaslu di Sei Rampah, Rabu (9/9).

Usai menyampaikan pengaduan, kuasa hukum Beriman Trendy, Jonizar SH kepada awak media mengatakan pihaknya datang ke Bawaslu membawa permohonan yang terkait dengan sengketa pemilu dari apa yang telah diputuskan KPUD Sergai. Dalam hal ini, yang jadi objek sengketa adalah berita acara pengembalian berkas pendaftaran balon Soekirman -Tengku Ryan oleh KPUD Sergai.

“Di malam tanggal 6 September lalu, kita sudah meminta berita acara penolakan karena tidak mungkin lagi diperbaiki. Tapi KPU Sergai tidak mengeluarkan berita acara penolakan. Jadi yang menjadi objek sengketa kali ini adalah berita acara pengembalian berkas yang dianggap tidak memenuhi syarat,” ujarnya.

Beberapa poin yang dipetitum (hal yang dimohonkan penggugat untuk dikabulkan) dalam permohonan ke Bawaslu adalah agar Bawaslu memerintahkan KPU Sergai menerima pendaftaran Bapaslon Soekirman-Tengku Ryan Novandi.

“Dan meminta melalui Bawaslu agar memerintahkan KPU Sergai untuk melaksanakan semua perintah yang tertuang dalam petitum permohonan sengketa Pemilu ini,” imbuh dia.

Punya Elektabilitas Tinggi

Menyikapi fenomena calon petahana yang kembali diusung partai politik, pengamat politik asal Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Faisal Riza mengatakan, secara politik kekuasaan hal itu memang menggiurkan dengan argumen melanjutkan pembangunan.

“Selain itu, petahana punya daya elektabiliti tinggi dan peluang menang dengan sumberdaya ekonomi politik yang dia kumpulkan selama periode pertama. Maka wajar petahana ikut lagi dan direkomendasi oleh parpol,” katanya menjawab Sumut Pos, Jumat (11/9).

Ia menilai, parpol tidak punya mekanisme panjang soal siapa yang dianggap layak dan direkom jadi calon kepala daerah. “Jadi mau yang praktis saja. Kalau ada petahana, ya lanjutkan saja,” tuturnya.

Lantas bagaimana dengan peluang calon petahana dari jalur independen dalam Pilkada kali ini?

Riza menyebut di Pilkada kabupaten/kota di Sumut selalu ada kejutan politik. Seperti pengalaman OK Arya di Batu Bara, petahana yang maju lewat perseorangan dan menang.

“Jadi pengalaman selama memimpin, seberapa dekat dan seberapa merakyat itu sangat menentukan kemenangan petahana, sekalipun dari jalur perseorangan,” pungkasnya. (prn)

Tersangka Korupsi Gedung UINSU Dipanggil Polda Sumut Minggu Depan

MELINTAS: Pejalan kaki melintasi gapura UINSU di Jalan Williem Iskandar Psar IV Medan Estate, beberapa waktu lalu.
MELINTAS: Pejalan kaki melintasi gapura UINSU di Jalan Williem Iskandar Psar IV Medan Estate, beberapa waktu lalu.
MELINTAS: Pejalan kaki melintasi gapura UINSU di Jalan Williem Iskandar Psar IV Medan Estate, beberapa waktu lalu.
MELINTAS: Pejalan kaki melintasi gapura UINSU di Jalan Williem Iskandar Psar IV Medan Estate, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) akan memanggil tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu Universitas Islam Sumatera Utara (UINSU) tahun 2018, pada Minggu depan. Hal itu dikatakan Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan kepada Sumut Pos di Medan, Jumat (11/9). “Kita panggil pada minggu depan,” ujarnya.

Disinggung terkait Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) yang sudah diterima pihak Kejaksaan Tinggi Sumut (Kejatisu), Nainggolan menyatakan bahwa SPDP sudah dikirim ke pihak Jaksa. “Benar, SPDP nya sudah kami kirim ke Jaksa. Kami memberitahukan kepada Jaksa bahwa Polda ada menyidik kasusnya,” tukasnya.

Sebelumnya, Penyidik Krimsus Polda Sumut resmi menaikkan status dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) TA 2018 ke tahap penyidikan.

Hal tersebut ditandai dengan telah diterimanya SPDP tiga orang tersangka oleh pidsus Kejatisu. Ketiganya disangkakan dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Gedung UINSU Tahun Anggaran 2018 senilai Rp44,97 miliar.

Humas Polda Sumut, Tatan Dirsan Atmaja membenarkan, bahwa SPDP itu sudah diserahkan kepada Kejati Sumut.

Ia menjelaskan, penetapan ketiga tersangka berdasarkan hasil audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumatera Utara Nomor Nomor : R-64 / PW02/5.1/2020, tanggal 14 Agustus 2020, senilai Rp10,3 miliar.

Dalam kasus itu, telah disita barang bukti, antara lain kontrak dan dokumen pelaksanaan kegiatan pembangunan gedung kuliah terpadu UINSU Medan TA 2018, dokumen-dokumen pelaksanaan pencairan anggaran, laporan hasil pemeriksaan audit fisik oleh tim ahli dari ITS Surabaya dan LHP PKKN BPKP Perwakilan Sumut.

Namun saat ditanyakan peran dari tersangka berinisial ‘S’ selaku rektor UINSU Medan, Ia menuturkan, bahwa itu dibuka setelah di persidangan nanti. “Kalau itu nanti kita lihatlah di persidangan,” pungkasnya. (mag-1/azw)

Komplotan Pencuri Ngaku Polisi dan Anggota BNN Diringkus

TERSANGKA: Para tersangka yang ditangkap Polsek Medan Sunggal.
TERSANGKA: Para tersangka yang ditangkap Polsek Medan Sunggal.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komplotan pencuri di Kota Medan ditangkap Polsek Sunggal. Dalam melakukan aksinya, komplotan pencuri menyaru sebagai polisi dan anggota Badan Narkotika Nasional (BNN).

TERSANGKA: Para tersangka yang ditangkap Polsek Medan Sunggal.
TERSANGKA: Para tersangka yang ditangkap Polsek Medan Sunggal.

Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi, Jumat (11/9) mengatakan, modus yang mereka lakukan menuduh korbannya dengan alasan penyalahgunaan narkoba, kemudian memeras hingga merampas barang korbannya.

“Pelaku yang ditangkap 8 orang,” kata Kompol Yasir.

Dijelaskan Kapolsek, terbongkarnya aksi yang dilakukan komplotan pencuri pada Selasa, 8 September 2020. Saat itu mereka merampok sepeda motor korbannya di Jalan Ringroad, Medan.

“Setelah dapat informasinya, kita amankan. Jadi mereka tertangkap tangan di lapangan,” jelasnya.

Diungkapkan Yasir, pihaknya mengetahui para pelaku pencuri merupakan polisi gadungan setelah mengecek identitas. Dalam menjalankan aksinya, mereka menyamar sebagai anggota BNN, namun menggunakan seragam polisi.

“Mereka sudah melakukannya berkali-kali,” ungkapnya.

Diterangkan Kapolsek, 8 orang tersebut adalah MB (38), S (38), YA (20), JDK (31), DA (26), ES (31), RE (40), dan K (18). Semuanya berstatus warga Desa Saentis dan Desa Lau Dendang, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang.

“Terakhir mereka beraksi dengan mengambil sepeda motor yang diberhentikan di jalan. Saat itu korbannya lari, dan sepeda motor dimasukan ke mobil,” terangnya.

Korban terakhir para pencuri masih berusia 15 tahun, warga Kecamatan Medan Selayang. Terkait penangkapan ini, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa 1 unit mobil dengan plat BK 1374 DS, 1 unit sepeda motor BK 4810 PBH, 1 pucuk senpi rakitan jenis revolver, juga 1 pucuk senpi mainan.

“Serta barang bukti lainnya, termasuk tanda pengenal BNN palsu atas nama para pelaku,” pungkas Yasir. (bbs/azw)

Polisi Tangkap Remaja Terlibat Curanmor

IZ alias Joshua Nias
IZ alias Joshua Nias

MEDAN, SUMUTPOS.CO – JZ alias Joshua Nias, remaja berusia 16 tahun warga Perumahan Telagasari, Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, ditangkap Polsek Pancurbatu dari kediamannya. JZ diamankan lantaran diduga terlibat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di kawasan Jalan Jamin Ginting, Medan Tuntungan.

 IZ alias Joshua Nias
IZ alias Joshua Nias

Kapolsek Pancurbatu AKP Dedy Dharma mengatakan, sebelum diamankan, JZ sempat buron selama 6 bulan pascahilangnya sepeda motor Yamaha NMax milik Doni Artha (38) pada 4 Maret. Saat itu, JZ dan 3 temannya masuk ke rumah Doni di Jalan Jamin Ginting, Medan Tuntungan, melalui jendela yang telah rusak. Selanjutnya, melarikan motor Yamaha NMax milik Doni yang diparkirkan di ruang tamu. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp17 juta dan kemudian membuat laporan ke Polsek Pancurbatu.

“Setelah korban membuat pengaduan, lalu dilakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap Ricky Hamdani Tarigan, Rudi Hartono dan penadahnya Suandrean alias Katong pada 14 Maret. Dari ketiganya, disita barang bukti sepeda motor milik korban,” ungkap Dedy, Jumat (11/9).

Ia menyebutkan, berdasarkan keterangan ketiga pelaku tersebut, ternyata aksi pencurian dilakukan bersama JZ dan JS. “JZ kita tangkap pada Selasa lalu (8/9), sedangkan JS saat ini masih dalam pengajaran,” cetusnya.

Ditambahkan dia, keterangan JZ mengaku dari hasil penjualan motor curian tersebut mendapat bagian sebesar Rp500.000 dan sudah habis digunakan untuk keperluan sehari-hari. “Saat ini tersangka masih kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya. (ris/azw)

‘Ayla’ Indonesian Idol Ditangkap Polsek Percut Seituan karena Dugaan Penipuan Arisan Online

Ayla Zumella.
Ayla Zumella.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Oknum artis jebolan Indonesia Idol 2012, Ayla Zumella, diciduk petugas Polsek Percut Seituan terkait kasus dugaan penipuan arisan online bermodus investasi. Ayla diamankan saat berada di Jalan Garu III, Medan Amplas, beberapa waktu lalu.

Ayla Zumella.
Ayla Zumella.

Kapolsek Percut Seituan AKP Ricky Pripurna Atmaja menyebutkan, Ayla diamankan pada 4 September lalu saat berada di rumah pengacaranya di Medan Amplas. “Kita amankan dari Jalan Garu III, kalau tidak salah di rumah pengacaranya. Setelah diperiksa, dilakukan penahanan terhadap yang bersangkutan terhitung 5 September,” ungkap Ricky kepada wartawan, Jumat (11/9).

Ia menjelaskan, diamankannya Ayla atas laporan pengaduan member investasinya, Herman Rumapea. Dalam laporannya, pelapor mengalami kerugian hingga Rp120 juta.

“Sudah diamankan setelah dilaporkan oleh membernya dalam kasus dugaan penipuan atau penggelapan. Kerugian pelapornya sekitar Rp120 juta,” ujar Ricky.

BUKTI LAPOR: Sejumlah korban menunjukkan bukti laporan pengaduan terhadap Ayla Zumella.
BUKTI LAPOR: Sejumlah korban menunjukkan bukti laporan pengaduan terhadap Ayla Zumella.

Kata dia, pihaknya masih mendalami lebih lanjut kasus ini. Kuat dugaan, korban tak hanya satu orang karena ada laporan dalam dugaan kasus yang tak jauh beda di Polsek lain dan Polrestabes Medan.

“Ada juga member lain membuat laporan di Polsek Medan barat dan Polrestabes Medan,” sebutnya.

Disampaikan Ricky, ada informasi beberapa korban dugaan penipuan arisan online bermodus investasi tersebut tinggal di wilayah Medan Area, Medan Barat dan Medan Sunggal. Namun demikian, saat ini juga masih didalami.

“Laporan di Polrestabes Medan yang sudah terkonfirmasi ada dua, salah satunya laporan tentang penipuan,” tukasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Ayla Zumella dilaporkan terkait kasus dugaan investasi bodong oleh membernya ke Polrestabes Medan dengan nomor : STTP/1978/VIII/Yan 2.5/2020/SPKT Restabes Medan, Senin 24 Agustus. Pelapornya adalah Tiara Riza yang mengaku mengalami kerugian uang Rp 100 juta dan Firza Isnaini Handayani sebesar Rp 10 juta.

Selain itu, Ainike Salim (26) warga Medan Denai pada 11 Agustus, dengan kerugian 1 unit mobil Pajero Sport BK 1839 AJB, emas antam seberat lebih kurang 20 gram, dan perhiasan emas total seberat 20 gram, serta uang Rp60 juta. (ris/azw)

Telkomsel DigiAds Terus Berinovasi Perkuat Sektor Periklanan Digital Indonesia

SVP Digital Advertising Banking and Data Solutions Telkomsel Ronny W. Sugiadha (kanan) saat memaparkan solusi digital yang customer-centric bagi seluruh pelanggan segmen business-to-business (B2B) melalui layanan Telkomsel DigiAds yang terus memperkuat posisinya di sektor periklanan digital Indonesia di acara Media Update ''Ways to Survive Pandemic with Digital Advertising" di Jakarta, Jumat (11/9). Transformasi digital ini mendorong layanan Telkomsel DigiAds untuk terus tumbuh menjadi penyedia solusi periklanan dan pemasaran digital yang mampu menyediakan layanan yang lengkap, fleksibel, terintegrasi, dan inovatif. Melalui DigiAds dapat membantu perusahaan dalam menjangkau pengguna baru maupun mempererat hubungannya dengan pengguna yang sudah ada dengan tetap memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam menjalani gaya hidup digitalnya.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel sebagai leading digital telco company berkomitmen untuk memberikan solusi digital yang customer-centric bagi seluruh segmen pelanggan, termasuk segmen business-to-business (B2B). Komitmen tersebut diwujudkan Telkomsel melalui layanan Telkomsel DigiAds yang terus memperkuat posisinya di sektor periklanan digital Indonesia dengan membantu para pelaku bisnis memaksimalkan kegiatan mobile marketing maupun digital marketing.

SVP Digital Advertising Banking and Data Solutions Telkomsel Ronny W. Sugiadha (kanan) saat memaparkan solusi digital yang customer-centric bagi seluruh pelanggan segmen business-to-business (B2B) melalui layanan Telkomsel DigiAds yang terus memperkuat posisinya di sektor periklanan digital Indonesia di acara Media Update ”Ways to Survive Pandemic with Digital Advertising” di Jakarta, Jumat (11/9). Transformasi digital ini mendorong layanan Telkomsel DigiAds untuk terus tumbuh menjadi penyedia solusi periklanan dan pemasaran digital yang mampu menyediakan layanan yang lengkap, fleksibel, terintegrasi, dan inovatif. Melalui DigiAds dapat membantu perusahaan dalam menjangkau pengguna baru maupun mempererat hubungannya dengan pengguna yang sudah ada dengan tetap memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam menjalani gaya hidup digitalnya.

Senior Vice President Digital Advertising, Banking and Data Solutions Telkomsel Ronny Wilimas Sugiadha mengatakan keseriusan Telkomsel dalam melakukan transformasi digital telah berjalan dalam beberapa tahun ke belakang. Hal ini dapat dilihat dari perluasan portofolio yang menyentuh semua aspek layanan digital mulai digital lifestyle hingga digital advertisement.

“Bisnis Digital Telkomsel hingga semester 2 tahun ini terus mengalami pertumbuhan dengan fokus kami untuk terus memimpin infrastruktur jaringan broadband terdepan. Di mana Layanan Digital Telkomsel, termasuk didalamnya Telkomsel DigiAds, juga tumbuh 10,0% YoY dan menjadi pendorong utama Transformasi Telkomsel menjadi Digital Telco Company. Transformasi digital ini mendorong layanan Telkomsel DigiAds untuk terus tumbuh menjadi penyedia solusi periklanan dan pemasaran digital yang mampu menyediakan layanan yang lengkap, fleksibel, terintegrasi, dan inovatif. Telkomsel DigiAds membantu perusahaan dalam menjangkau pengguna baru maupun mempererat hubungannya dengan pengguna yang sudah ada dengan tetap memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam menjalani gaya hidup digitalnya,” jelas Ronny.

Telkomsel DigiAds merupakan penyedia solusi periklanan digital terpadu yang menjadi bagian dari transformasi digital Telkomsel. Sejak dirilis pada 2013, Telkomsel DigiAds konsisten menghadirkan solusi periklanan digital yang lengkap melalui empat pilar produk utama, yaitu Messaging, Display, Rewards, dan Banking. Solusi komprehensif yang ditawarkan oleh Telkomsel DigiAds mampu membantu perusahaan dalam menjalankan berbagai kampanye mobile marketing atau digital marketing yang efektif, efisien, serta menemui target, baik itu dalam meningkatkan awareness, trafik, hingga penjualan.

Selain itu, portofolio layanan yang luas juga menjadi cara bagi Telkomsel DigiAds dalam menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan enterprise serta tetap sesuai dengan kondisi di industri. Saat ini, di tengah pandemi yang membuat banyak orang memusatkan kegiatannya di rumah, Telkomsel DigiAds hadir dengan berupaya untuk tetap menjangkau masyarakat melalui pesan yang relevan. Hal tersebut dapat dilakukan melalui berbagai solusi inovatif dari Telkomsel DigiAds, seperti ROLi yang memungkinkan pengguna Telkomsel mendapatkan berbagai informasi dan hadiah melalui interaksi dengan konten, fitur, dan program di dalam platform tersebut.

Head of Digital & E-Commerce Johnson & Johnson Alberts Hendrajaya yang hadir dalam Editor’s Gathering mengatakan,  “Pandemi menghadirkan tantangan tersendiri bagi perusahaan-perusahaan di berbagai industri untuk menyesuaikan operasional dan strategi bisnis, termasuk dalam merancang program digital marketing. Maka dari itu, para pelaku usaha perlu lebih memahami perilaku-perilaku baru yang dilakukan oleh masyarakat di tengah situasi seperti ini, yang kemudian diikuti oleh pendekatan yang lebih melibatkan masyarakat itu sendiri. Telkomsel DigiAds memiliki solusi inovatif yang mampu membantu perusahaan untuk tetap menjaga pertumbuhan bisnis seraya menguatkan ekosistem digital marketing di Indonesia.”

“Kami optimis bahwa sektor mobile marketing di Indonesia juga akan terus dan semakin berkembang. Untuk itu, Telkomsel melalui Telkomsel DigiAds secara konsisten akan memperkuat ekosistem digital secara menyeluruh. Melalui Telkomsel DigiAds, Telkomsel terus akan menjadi enabler bagi seluruh pelanggan segmen perusahaan dalam menghadapi tren-tren yang tengah berkembang pada industri mobile marketing di Indonesia. Sehingga kami akan terus mengembangkan layanan Telkomsel DigiAds sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan dinamika pasar. Selain itu, kami juga akan memaksimalkan seluruh aset digitalnya dengan menjalin lebih banyak lagi kolaborasi antar kemitraan strategis sehingga bisa bersama-sama memajukan sektor periklanan digital di Tanah Air,” tutup Ronny.

Cigna Tawarkan Asuransi Terjangkau

Perlindungan Diri di Tengah Covid-19

TERBARU: Presiden Direktur Cigna Indonesia Phil Reynolds (kanan), Direktur Pemasaran dan Kerja Sama Strategis Cigna Indonesia Akhiz Nasution (tengah) dan Direktur Kepatuhan Cigna Indonesia Restu Pranandari (kiri) saat peluncuran Asuransi terbaru Cigna Life,  punya.cigna.co.id.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- PT Asuransi Cigna Indonesia (Cigna Indonesia) memberi kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki asuransi dengan meluncurkan situs punya.cigna.co.id. Melalui situs ini masyarakat dengan mudah dapat mengakses perlindungan asuransi yang dibutuhkan sekaligus membayar premi secara digital.

Presiden Direktur PT Asuransi Cigna Indonesia, Phil Reynolds kepada wartawan, Kamis (10/9) mengatakan, peluncuran situs ini merupakan bagian dari kontribusi Cigna Indonesia untuk memudahkan masyarakat dalam memiliki perlindungan asuransi.

“Di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini Cigna berupaya untuk memberikan solusi bagi masyarakat agar bisa mendapatkan perlindungan asuransi secara sederhana dan mudah dengan premi yang sangat terjangkau untuk semua kalangan,” ungkap Phil.

Berdasarkan data dari covid19.go.id, Selasa (8/9/2020), kasus positif Covid-19 di Indonesia berjumlah 200.035 kasus. Dari jumlah tersebut, 48.847 kasus Covid-19 atau 24,4 % berada dalam perawatan. Kemudian, sebanyak 142.958 orang telah dinyatakan pulih dan 8.230 orang lainnya meninggal dunia.

Phil menjelaskan, di tengah pandemi ini, kebutuhan masyarakat akan perlindungan asuransi juga meningkat. Untuk menjawab kebutuhan masyarakat tersebut, Cigna Indonesia memberikan solusi dengan menghadirkan punya.cigna.co.id yang dapat memberikan layanan secara cepat dan mudah.

Oleh karena itu, ia berharap layanan beli asuransi melalui situs ini dapat menjawab kebutuhan masyarakat tersebut. Selain itu, lewat situs ini Cigna juga ingin membantu berpartisipasi dalam meningkatkan inklusi keuangan dan asuransi di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Kerja Sama Strategis Cigna Indonesia, Akhiz Nasution menambahkan, untuk saat ini, punya.cigna.co.id menyediakan dua produk asuransi, yakni Cigna ProGuard; solusi perlindungan diri dari risiko kecelakaan, dan Cigna ProLife; solusi asuransi jiwa dan perlindungan finansial keluarga.

Kedua produk ini dapat dibeli langsung di situs ini, maupun melalui beberapa rekan bisnis nonfinansial Cigna. “Kami menawarkan solusi perlindungan dengan premi mulai dari Rp 7.000 per minggu, dengan manfaat hingga Rp 100 juta,” jelas Akhiz Nasution.

Dia mengatakan, ke depannya, Cigna akan menambahkan solusi perlindugan lainnya untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia yang mencari produk-produk perlindungan yang terjangkau dan sederhana.

Akhiz menjelaskan, seluruh proses pemilihan produk, pembelian, pembayaran hingga pengiriman polis asuransi dari punya.cigna.co.id dilakukan secara digital. Cigna pun menyediakan sejumlah opsi pembayaran yang dekat dengan masyarakat, mulai dari pembayaran melalui kartu debit, kredit, e-wallet, akun virtual hingga melalui gerai mini market. Dia mengatakan, Cigna memberikan cashback hingga 30% untuk pembelian kedua produk itu hingga 10 Oktober 2020.

Sedangkan, Direktur Kepatuhan Cigna Indonesia, Restu Pranandari menegaskan, seluruh produk yang ditawarkan ini telah memenuhi semua peraturan perasuransian yang berlaku dan sudah dikonsultasikan dengan Otoritas Jasa Keuangan. Demikian pula sistem keamanan bertransaksi secara online yang dipakai juga sangat aman karena sistem yang dipakai adalah keamanan transaksi online yang dipakai oleh seluruh perbankan internasional.

Artha Arisandy, salah satu nasabah Cigna, mengapresiasi kemudahan membeli asuransi yang diberikan oleh Cigna Indonesia. Dikatakan, dengan hanya bermodalkan handphone, ia bisa membeli produk asuransi untuk keluarganya dengan premi yang sangat terjangkau.

Secara terpisah, Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal mengatakan, pertumbuhan asuransi sangat terkait erat dengan pertumbuhan ekonomi. Meski begitu, industri asuransi masih punya prospek di tengah pandemi walaupun secara year on year bisa terkontraksi hingga 15% di tahun 2020.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan premi asuransi jiwa terkontraksi 10% pada kuartal II 2020. Begitu juga dengan pertumbuhan premi asuransi umum dan reasuransi minus 2,3% pada periode yang sama.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan bahwa pertumbuhan premi asuransi secara umum inline (sejalan) dengan pertumbuhan kredit. Terlebih lagi untuk asuransi umum, banyak bisnisnya yang terkait dengan pertumbuhan kredit.

“Jika kredit kendaraan bermotor tumbuh, maka akan ada pertumbuhan di asuransi kendaraan bermotor. Begitu pula dengan kredit-kredit yang lain pasti ada asuransinya. Jika kredit rumah naik, maka akan ada asuransinya. Kalau kreditnya tidak naik ya nggak ada yang diasuransikan,” katanya

Lebih lanjut Fithra menjelaskan, kendati industri asuransi masih penuh tantangan, tapi dia percaya tahun depan seiring pertumbuhan ekonomi yang lebih banyak didorong oleh Asia, maka industri akan kembali pulih perlahan.

Prospek tersebut, tambahnya, muncul dari jenis produk asuransi mikro. Hal itu karena mulai adanya kesadaran dari masyarakat akan pentingnya proteksi diri, termasuk pada asuransi jiwa dan asuransi kesehatan.

“Masyarakat di tahun 2020 lebih banyak berkutat pada faktor fear. Dan ini bisa dimitigasi dengan hedging dan asuransi ini menjadi jawabannya, termasuk asuransi mikro tadi,” kata Fithra.

Tak heran, makanya perusahaan-perusahaan asuransi saat ini berlomba-lomba untuk mengembangkan produk asuransi mikronya. Bahkan, untuk mempercepat dan memudahkan masyarakat untuk membelinya, penyelenggara teknologi keuangan marak mengadaptasi asuransi secara digital, termasuk untuk produk mikro.(gus)

TERBARU: Presiden Direktur Cigna Indonesia Phil Reynolds (kanan), Direktur Pemasaran dan Kerja Sama Strategis Cigna Indonesia Akhiz Nasution (tengah) dan Direktur Kepatuhan Cigna Indonesia Restu Pranandari (kiri) saat peluncuran Asuransi terbaru Cigna Life,  punya.cigna.co.id,

Trust Bank Salurkan Bantuan APD ke Pemprovsu

BANTUAN: Gubsu, Edy Rahmayadi, menerima secara simbolis bantuan APD dari Dirut PT Bank JTrust Indonesia Tbk, Ritsuo Fukadai di Medan, Kamis (10/9).
BANTUAN: Gubsu, Edy Rahmayadi, menerima secara simbolis bantuan APD dari Dirut PT Bank JTrust Indonesia Tbk, Ritsuo Fukadai di Medan, Kamis (10/9).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) menyerahkan bantuan sejumlah Alat Pelindung Diri (APD) kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu). Bantuan diserahkan oleh Direktur Utama (Dirut) J Trust Bank, Ritsuo Fukadai kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

BANTUAN: Gubsu, Edy Rahmayadi, menerima secara simbolis bantuan APD dari Dirut PT Bank JTrust Indonesia Tbk, Ritsuo Fukadai di Medan,  Kamis (10/9).
BANTUAN: Gubsu, Edy Rahmayadi, menerima secara simbolis bantuan APD dari Dirut PT Bank JTrust Indonesia Tbk, Ritsuo Fukadai di Medan, Kamis (10/9).

Dirut J Trust Bank, Ritsuo Fukadai mengatakan, penyerahan bantuan APD merupakan wujud dukungan perusahaan terhadap upaya Pemprovsu dalam menangani pandemi Covid-19, sekaligus komitmen J Trust Bank menyalurkan bantuan yang diperoleh dari Program Referral ‘Win-Win-Win’.

Melalui program tersebut, J Trust Bank mendonasikan sebesar suku bunga tahunan 0,1% dari total dana deposito yang terhimpun dari masyarakat.

“Manajemen J Trust Bank sangat mengapresiasi animo masyarakat yang cukup tinggi dalam mengikuti program ‘Win-Win-Win’ karena melalui program tersebut, secara tidak langsung nasabah turut mendukung tenaga medis yang berada di garis depan dalam melawan wabah penyakit Covid-19. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para pahlawan kesehatan yang kini tengah berjuang keras di lapangan,” ujar Ritsuo.

Ia menyebutkan, bantuan penanganan Covid-19 berupa 250 set APD, 10.000 masker, 200 pelindung wajah, 8.000 sarung tangan lateks, dan 8.000 pelindung sepatu. Sebelumnya, J Trust Bank juga telah menyerahkan bantuan penanganan Covid-19 kepada Pemprov Bali, Pemprov Sulawesi Selatan, Pemkot Surabaya, Pemkot Tangerang Selatan, PMI Yogyakarta, dan RSAL dr Mintohardjo, Jakarta.

“Manajemen J Trust Bank berkomitmen menyalurkan bantuan APD secara berkelanjutan ke sejumlah kota lainnya di Indonesia. Kegiatan ini juga didukung penuh oleh induk usaha J Trust Bank yang berpusat di Jepang, yaitu J Trust Group, penyedia jasa finansial komprehensif dengan pengalaman dan know-how yang luas di bisnis finansial di Jepang, Korea Selatan, Mongolia dan Asia Tenggara,” ungkapnya.

Ritsuo menyampaikan, penanganan pandemi Covid-19 membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak sehingga J Trust Bank turut berpartisipasi melalui donasi Program Referral ‘Win-Win-Win’ ini.

“Kami akan terus berupaya menciptakan inovasi, baik produk dan layanan yang memberikan nilai lebih kepada nasabah sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat di masa pandemi seperti saat ini. Perlu semangat gotong-royong seluruh pihak, termasuk pelaku usaha agar Covid-19 ini bisa segera diatasi,” pungkas Ritsuo.

Sebagai informasi, sejak akhir April 2020 J Trust Bank meluncurkan Program Referral ‘Win-Win-Win’ yang memberikan peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Referentor (Pengenal) yang mereferensikan calon nasabah untuk membuka rekening produk Deposito Berjangka (3 bulan dan 6 bulan) senilai minimal Rp10 juta di J Trust Bank akan mendapatkan dukungan secara finansial. Nasabah yang berhasil membuka rekening Deposito berjangka berdasarkan referensi Referentor juga akan memperoleh cashback sebagai hadiah dan suku bunga preferensial khusus. (ris/ila)

Teks foto : Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menerima secara simbolis bantuan APD dari Dirut PT Bank JTrust Indonesia Tbk, Ritsuo Fukadai di Medan, Kamis (10/9). (Istimewa)