27 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 4097

Kapus Merdeka Didesak Dicopot dari Jabatan


MOGOK KERJA: Puluhan Pegawai dan Dokter Puskesmas Merdeka, Kecamatan Merdeka saat mogok kerja di halaman Dinas Kesehatan, Kamis  (13/8 ).

KARO, SUMUTPOS.CO-Sebanyak 17 orang pegawai Puskesmas Merdeka di Desa Merdeka, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo menggelar aksi mogok kerja. Mereka mendesak agar kepala puskesmas diganti karena semena-mena terhadap bawahan.

Aksi mogok mereka telah berlangsung sejak Selasa (11/8) hingga Jumat (14/8). Para pegawai menuding Kepala Puskesmas Merdeka bertindak semena – mena, dan suka bicara kasar terhadap bawahan. Selain itu, peraturan juga sering berubah – ubah, sehingga memicu keributan di Puskesmas dan  pegawai terbagi menjadi dua kubu.

 Salah satu pegawai yang ikut dalam mogok kerja yang namanya tidak ingin disebut mengatakan, kekecewaan mereka membludak berkaitan juga dengan Tenaga Harian Lepas (THL) yang dipecat Kapus beberapa waktu lalu. Berkaitan dalam arti, itulah salah satu contoh ke semema-menaan seorang Kapus.

 “Nah sebelum hal itu terjadi, kami sebenarnya sudah sangat tidak nyaman atas tindakan semena mena dan omongan kasar Kapus kami,” ujarnya saat ditemui di halaman kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Karo,Jumat (14/8).

 “Kami pegawai yang ikut tergabung dari 17 orang terdiri dari, 3 orang dokter umum, 1 dokter gigi, 4 perawat, 2 bidan, 1 farmasi,1 bagian gizi, 3 SKM, 1 kesling dan 1 LPCK.

Sementara total pegawai Puskesmas hanya berjumlah 31 orang secara keseluruhan sudah sangat layaklah Kepala Dinas Kesehatan mengabulkan permintaan kami untuk mengganti Kapus.

 Mereka sudah menggelar aksi mogok kerja  dari hari Selasa laku, dan pada Kamis (13/8), mereka  bersama rekan kerja menyampaikan keluhan kepada Ketua DPRD Kab Karo yang di dampingi Wakil Ketua DPRD Davit Kristian Sitepu.

 “Selanjutnya pada Jumat (14/08) kami sudah dapat kabar bahwa Kapus  atas nama Dokter Lita br Sitepu sudah diproses sesuai prosedur. Kapus sudah buat surat pengunduran dirinya, tapi memang sampai sekarang belum ditarik ke dinas dan dibuat PHL untuk mengantikan Mapus yang sekarang,” ungkap mereka.

 Kemarin diberikan kadis waktu 1 minggu untuk menarik Kapus, tapi sudah sebulan janji Kadis belum juga terealisasi. “Jika belum diganti juga,  maka hari Selasa (18/8) kami akan kembali lagi,” tegas mereka

 Sementara Direktur LBH DPD IPK (Ikatan Pemuda Karya) Jesaya Pulungan SH didampingi Advokat Irwan F Tarigan SH yang juga anggota LBH IPK selaku kuasa hukum Heppy Mendrofa salah satu Tenaga Harian Lepas ( THL ) yang dipecat Kapus beberapa waktu lalu mengatakan,  klien membeberkan ke DPD LBH IPK ketidakpuasan atau ketidakadilan yang di perlakukan terhadapnya dan ini telah dilakukan mediasi ke pihak Dinas Kesehatan.

 “Namun belum mencapai kesepakatan, kita lihat nanti karena kasus ini masih terus berlanjut,”ujarnya.  Sehubungan dengan aksi mogok kerja 17 pegawai Puskesmas ini sudah di ketahui. Menurutnya, hal ini wajar saja tergantung kebenaran yang dilakukan dinas yang bersangkutan apakah telah sesuai dengan SOP  yang telah ditetapkan dan perundangan yang berlaku.

 Advokat Irwan F Tarigan menambahkan, artinya segala sesuatu pekerjaan ada SOP sehingga terdapat hasil kerja yang maksimal. Jika tidak adanya SOP atau tidak dijalan SOP yang terjadi ketidakpuasan dari pada pegawai / beban dari pegawai. Dapat di lihat dari THL yang kita tangani akibat di pecat secara sepihak yang 1 tahap lagi akan selesai, apakah berujung gugatan atau perdamaian.

 “Karena surat pemecatan belum ada dari Dinkes,  hanya dari Kapus, tapi klien tidak lagi berani bekerja. Surat tidak berlakunya sudah di terima oleh klien kami sehingga kita sudah melakukan Bipartit kepada Dinas terkait. Tinggal menunggu biparti selanjutnya,”kata  Heppy.

 Sementara itu, Wakil DPRD Karo Davit K Sitepu saat dikonfirmasi membenarkan para pegawai ada mendatangi Ketua DPRD Iriani br Tarigan. Tujuan mereka mendesak agar Kapus Merdeka segera diganti. “Kita sepakat akan panggil Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, tapi tentunya tidak dalam minggu ini, kita akan panggil  minggu depan usai hari kemerdekaan,” ujarnya.

 Kepala Puskesmas Kecamatan Merdeka, Dr Lita br Sitepu berdalih tidak mengetahui akan tuntutan pegawainya. “Tuntutan mereka kepada saya tentang omongan kasar itu tidak ada, baik mengeluarkan peraturan semena – mena itu tidaklah benar. Karena yang saya buat pun sudah semua mengikuti SOP. Jadi kalau kita buat peraturan disiplin itu apa tidak boleh,” tegasnya. (deo/han)

Ibarat Komputer, Ekonomi Semua Negara Sedang Hang

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Presiden RI Joko Wododo (Jokowi) kembali menyebut bencana wabah virus Covid-19 telah membuat semua negara di dunia jatuh miskin. Mulai dari negara berkembang hingga negara maju tengah mengalami kemunduran ekonomi karena terpapar Covid-19.

Menurutnya, perekonomian dunia juga terparah dalam sejarah. Pada kuartal-I 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tumbuh 2,97 persen. Namun, pada kuartal-II perekonomian Indonesia minus 5,32 persen.

Jokowi mengatakan, capaian kuartal-II masih lebih bagus dibandingkan dengan negara-negara maju yang mencetak minus belasan persen, sampai minus 17 persen. Jokowi menegaskan, kemunduran yang dialami berbagai negara besar ini dapat menjadi peluang dan momentum Indonesia untuk mengejar ketertinggalan.

“Ibarat komputer, perekonomian semua negara saat ini sedang macet, sedang hang. Semua negara harus menjalani proses mati komputer sesaat, harus melakukan re-start, harus melakukan re-booting. Semua negara mempunyai kesempatan men-setting ulang semua sistemnya,” ujarnya di gedung DPR RI Jakarta, Jumat (14/8).

Jokowi menyampaikan, dirinya menyambut hangat seruan moral penuh kearifan dari para ulama, para pemuka agama, dan tokoh-tokoh budaya agar menjadikan momentum musibah pandemi ini sebagai sebuah kebangkitan baru untuk melakukan sebuah lompatan besar.

“Inilah saatnya kita membenahi diri secara fundamental, melakukan transformasi besar, menjalankan strategi besar. Strategi besar di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan, termasuk kesehatan dan pendidikan,” tukasnya.

Karenanya pada 2021, Jokowi menargetkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai 4,5-5,5 persen. Asumsi ini tidak berubah dari yang sebelumnya dibahas antara pemerintah dengan DPR. “Asumsi indikator ekonomi makro yang kami pergunakan adalah sebagai berikut, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan mencapai 4,5 persen-5,5persen,” kata Jokowi.

Asumsi pertumbuhan ekonomi nasional yang di kisaran 4,5 persen-5,5 persen ini, kata Jokowi didukung dengan peningkatan konsumsi atau daya beli domestik dan investasi sebagai motor penggerek utamanya. Sedangkan asumsi lainnya, seperti inflasi berada di level 3 persen. Asumsi nilai tukar rupiah di kisaran Rp14.600 per US Dolar. Sementara untuk suku bunga SBN 10 tahun diperkirakan sekitar 7,29 persen.

Asumsi untuk harga mintak mentah (ICP) diperkirakan US$ 45 per barel. Sedangkan untuk lifting atau produksi minyak ditetapkan 705 ribu barel per hari dan gas sekitar 1,007 juta barel setara minyak per hari.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menceritakan, pandemi COVID-19 telah menjadi bencana kesehatan dan kemanusiaan di abad ini. Pandemi Corona berdampak pada semua lini kehidupan manusia. Berawal dari masalah kesehatan, kini dampaknya telah meluas ke masalah sosial, ekonomi, dan keuangan.

Oleh karena itu, dikatakan Jokowi, penanganannya pun luar biasa. Banyak negara yang mengalokasikan fiskalnya untuk menangani masalah Corona. “Kita pun melakukan langkah yang luar biasa. Undang-undang No. 2 tahun 2020 antara lain memberi relaksasi defisit APBN dapat diperlebar di atas 3 persen selama tiga tahun. Tahun 2020, APBN telah diubah dengan defisit sebesar 5,07 persen PDB dan kemudian meningkat lagi menjadi 6,34% PDB,” katanya.

“Pelebaran defisit dilakukan mengingat kebutuhan belanja negara untuk penanganan kesehatan dan perekonomian meningkat pada saat pendapatan negara mengalami penurunan,” tambahnya.(jpc/dtf)

Habiskan Rp8,6 Triliun, Sport Center Target Rampung 2023

BATU PERTAMA: Gubsu Edy Rahmayadi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Sport Center Sumut di Desa Sena, Batangkuis, Deliserdang, Jumat (14/8).
BATU PERTAMA: Gubsu Edy Rahmayadi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Sport Center Sumut di Desa Sena, Batangkuis, Deliserdang, Jumat (14/8).
BATU PERTAMA: Gubsu Edy Rahmayadi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Sport Center Sumut di Desa Sena, Batangkuis, Deliserdang, Jumat (14/8).
BATU PERTAMA: Gubsu Edy Rahmayadi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Sport Center Sumut di Desa Sena, Batangkuis, Deliserdang, Jumat (14/8).

SUMUTPOS.CO – Pembangunan kawasan olahraga terpadu (sport center) Sumatera Utara Bermartabat telah dimulai terhitung, Jumat (14/8). Hal itu ditandai dengan kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) di Desa Sena, Kecamatan Batangkuis, Deliserdang.

Di lokasi desa inilah nantinya akan terbangun pusat olahraga terpadu ‘Sumut Bermartabat’ seluas 300 hektar.

ACARA peletakan batu pertama dihadiri Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Hadir pula Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, Pangdam I/BB Mayjend TNI Irwansyah, serta unsur Forkopimdasu lainnya. Kemudian Bupati Deli Serdangn

Ashari Tambunan, Bupati Labura Kharuddin Syah Sitorus dan Bupati Batubara, H Zahir.

Kemudian unsur pengurus olahraga diantaranya Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis, Ketua NPC Sumut Alan Sastra Ginting, pengurus cabang olahraga, organisasi kepemudaan, tokoh agama, dan unsur organisasi masyarakat.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, cita-cita pembangunan kawasan sport center sudah lama menjadi impian warga Sumut. Secara pribadi, Edy merindukan impian ini sejak dirinya masih duduk di bangku Sekolah Dasar. “Cita cita ini sudah lama harus kita lakukan. Stadion Teladan itu dibangun 1950. Dari SD saya nonton di sana, sampai umur saya 60 tahun maret nanti, saya masih nonton di Teladan,” ucap Edy.

Dikatakan Edy, untuk awal pembangunan sport center dimulai dari venue Stadion Utama sepakbola berkapasitas 75 ribu penonton dengan menghabiskan anggaran mencapai Rp1,8 triliun. Edy targetkan, pembangunan Stadion Utama rampung dalam tempo 3 tahun atau Februari 2023. “Khusus untuk stadion itu, dperkirakan Februari2023 selesai. Rumputnya saja lamanya nanti 9 bulan. Ada 36 venue khusus olahraga saja.

belum sarana-sarana lain. Sarana olahraga, pariwisata, dan shopping center. Di sini tempat keramaian orang bukan saat olahraga saja. Kemudian rumah sakit juga anggarannya Rp1,8 triliun juga. Ke depan ada 5 ribu room rumah Sakit Haji Mina internasional yang pembangunannya di mulai Maret 2021. Ada juga stadion akuatik dengan kapasitas 1.300 penonton. Serta stadion atletik 2.600 penonton,” jelasnya.

Edy menargetkan, pembangunan kawasan sport center bisa rampung hingga akhir tahun 2023, agar bisa digunakan untuk pelaksanaan tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024. Setidaknya untuk kawasan sport center akan dibangun 36 venue olahraga. Total anggaran yang digunakan minimal mencapai Rp8,6 triliun. Anggaran berasal dari APBD, APBN, dan investor.

“Ada Rp8,6 triliun seluruhnya, minimal itu belum lagi yang lain. khusus stadion saja Rp 1,8 triliun. Rumah sakit Rp1,8 triliun. Jadi ada Investor lakukan investasi di sini, ada APBN dan APBD untuk pembangunan kawasan olahraga terpadu. (dari APBD) hanya dua koma sekian triliun, tetapi selama 4 tahun di anggarkan,” tutur Edy.

Dengan adanya pembangunan sport center nanti, Edy berharap besar kiranya Sumut bisa menjadi gudangnya bibit atlet nasional. Termasuk bisa menjadi tuan rumah tidak hanya kejuaraan nasional namun juga internasional. “Jika sarana dan prasarana siap, atlet juga harus siap. Kalau sudah punya tempat seperti ini, kita teriaki atlet tidak berprestasi. wow, sudah terlalu. Hambatan, gangguan, ancaman pasti ada. Saya mohon bantuan dan dukungan masyarakat untuk menyelesaikan tugas ini. Ini bukan demi Edy dan kita, tetapi demi anak cucu kita,” ucap Edy.

Luas 300 Hektar

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut, Baharuddin Siagian mengatakan, kawasan sport center seluas 300 hektar di bagi atas dua kawasan, yakni kawasan di sisi kanan dan kiri jalan arteri menuju bandara Internasional Kualanamu.

“Kawasan sport center Sumut akan dibangun di atas lahan 300 hektar. Sebanyak 92,8 hektar berada di sisi kanan jalan menuju bandara kualanamu. Dan selebihnya berada di sisi kiri,” kata Baharuddin.

Kawasan sport center Sumut juga sangat strategis karena dekat dengan kawasan menuju bandara kualanamu, jalan tol, jalan arteri sultan serdang dan jalur kereta api. Menariknya desain sport center berbentuk bangunan yang mengadopsi pohon kelapa sawit yang menjadi komoditas unggulan Sumut. Tidak hanya itu, pada setiap landcape bangunan venue dan fasilitas bermotif etnis yang ada di Sumut.

Lebih lanjut dikatakan Baharuddin, nantinya kawasan sport center dibagi atas tiga zona, yakni zona olahraga, komersial, dan zona pendukung. Zona olahraga seperti stadion utama dengan jumlah kapasitas 75 ribu penonton. Kemudian stadion atletik, akuatik, istora serta venue olahraga lainnya.

“Zona komersil seperti rumah sakit internasional bernuansa go green. Kemudian wisma atlet, convention hall, dan wahana permainan seperti water park dan them park. Kemudian botani garden, museum olahraga, sekolah olahraga, dan mall. Serta sarana pendukung lainnya ada plaza, joging track, Amphi theatre, dll,” ungkapnya.

Secara umum, dikatakan Baharuddin, pembangunan sport center memiliki tujuan agar Sumut memiliki sarana dan prasarana olahraga representatif berstandar internasional, yang nantinya dimanfaatkan sebagai pertandingan tuan rumah PON 2024, saat Sumut dan Aceh menjadi tuan rumah bersama. Tidak hanya tuan rumah even nasional, namun juga bisa menjadi pelaksana SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade 2032.

“Ini akan menjadi ikon baru bagi Sumut, sehingga harapannya bisa melahirkan generasi muda atlet berpotensial yang meraih prestasi di tingkat nasional dan internasional,” harap Baharuddin.

Deliserdang Bangga

Bupati Deliserdang Ashari Tambunan mengatakan, atas nama pemerintah dan masyarakat Deliserdang mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Gubsu yang menempatkan Desa Sena sebagai kawasan pembangunan sport center Sumut. Kehadiran kawasan sport center ini tentu menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sumut khususnya bagi masyarakat Deli Serdang.

“Ini merupakan peristiwa yang amat sejarah yang menjadi kenangan dan kebanggaan bagi masyarakat sumut terkhusus bagi masyarakat Deli Serdang. Semoga cita – cita menjadikan Sumut bermartabat Insya Allah terwujud,” kata Ashari.

Kegiatan peletakan batu pertama juga dimeriahkan dengan penampilan free style soccer dan karate. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada 100 anak yatim piatu yang diserahkan secara simbolis kepada 10 anak yatim piatu. (rel/prn)

Kembali Erupsi dengan Tinggi Kolom 4.200 Meter, Sinabung Semburkan Awan Panas

ERUPSI: Gunung Sinabung kembali erupsi dengan ketinggian kolom abu mencapai 4.200 meter pada Jumat (14/8) sore.istimewa/sumut pos.
ERUPSI: Gunung Sinabung kembali erupsi dengan ketinggian kolom abu mencapai 4.200 meter pada Jumat (14/8) sore.istimewa/sumut pos.
ERUPSI: Gunung Sinabung kembali erupsi dengan ketinggian kolom abu mencapai 4.200 meter pada Jumat (14/8) sore.istimewa/sumut pos.
ERUPSI: Gunung Sinabung kembali erupsi dengan ketinggian kolom abu mencapai 4.200 meter pada Jumat (14/8) sore.istimewa/sumut pos.

KARO, SUMUTPOS.CO – Gunung Sinabung masih terus mengalami erupsi. Tercatat pada Jumat (14/8), gunung api yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) itu erupsi pada pukul 10.30 WIB dan pukul 16.56 WIB.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Badan Geologi dan PVMBG, Armen Putra mengatakan, erupsi yang terjadi sekitar pukul 16.56 WIB, tinggi kolom kurang lebih 4.200 meter. Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga cokelat dengan intensitas tebal condong ke arah timur.

“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi lebih kurang 9 menit 40 detik,” kata Armen.

Disebutkan Armen, pada erupsi Jumat sore kemarin, Gunung Sinabung mengeluarkan awan panas letusan yang mengarah ke tenggara sekitar 1.500 meter, kemudian ke arah selatan sekitar 500 meter.

Sebelumnya, pada pukul 10.30 WIB tadi, Gunung Sinabung erupsi dengan tinggi kolom lebih kurang 2.100 meter. Kolom abu teramati berwarna kelabu n

dengan intensitas sedang condong ke arah tenggara dan selatan. “Erupsi pukul 10.30 WIB tadi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 64 mm dan durasi lebih kurang 1 menit 40 detik,” sebutnya.

Diungkapkan Armen, saat ini Gunung Sinabung masih berstatus level III atau Siaga. Diimbau kepada masyarakat dan pengunjung atau wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi. “Juga diimbau tidak berada dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur dan 4 kilometer untuk sektor timur-utara,” imbaunya.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik . Masyarakat juga diimbau mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh. “Diimbau waspada bagi masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung terhadap bahaya lahar dingin,” tandas Armen.

Pemkab Karo Harus Siap

Menyikapi situasi erupsi Sinabung, Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Karo. Ia melihat langsung kondisi di lapangan, khususnya kesiapan masyarakat menghadapi erupsi gunung yang berketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut itu.

Didampingi Bupati Karo, Kepala Pos Pengamatan Gunung api Sinabung, Polres Tanah Karo dan Kodim 0205/TK, Lilik juga membagikan masker kepada warga di Desa Namanteran. Saat di desa itu, Lilik menyampaikan, Pemda harus mengambil langkah cepat, segera adakan rapat koordinasi, dalam upaya kesiapsiagaan dan penanganan erupsi Gunung Sinabung. Dia berharap pemerintah daerah telah melakukan antisipasi dan perencanaan apabila terjadi erupsi besar.

“Artiannya, jika Gunung Sinabung erupsi besar, Pemkab Karo harus sudah siap, jangan seperti erupsi terdahulu yang memakan korban serta dibutuhkan juga dukungan Polres Tanah Karo, Kodim 0205/TK dan pemerintah provinsi Sumatera Utara,” ujar Lilik di Desa Namanteran, Kamis (13/8).

Di tempat yang sama, Dansatgas Gunung Sinabung Yuli Eko Hadiyanto menyampaikan, “Kami dari Dansatgas tetap mengimbau kepada masyakarat yang berada di seputaran lingkar sinabung agar tetap waspada dan jangan memasuki kawasan zona merah yang sudah ditentukan Pusat Vulkanologi,” katanya.

Sementara itu, Bupati Karo Terkelin Brahmana menyambut baik atas kunjungan BNPB dan juga atas bantuan yang diberikan dalam menangani erupsi Sinabung. “Terimakasih atas perhatian dari BNPB untuk masyarakat Kabupaten Tanah Karo,” kata Bupati.

Selanjutnya, rombongan bergerak ke Pos Pemantauan Gunungapi Sinabung yang berada di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat untuk melihat secara visual kondisi Gunung Sinabung.

Kepala Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung, Armen Putra mengatakan,”Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.”

Ia menambahkan, jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh. (deo)

Langgar Protokol Kesehatan, Denda Rp100 Ribu

SAKSIKAN: Gubsu menyaksikan penandatanganan MoU Percepatan Penanganan Covid-19 antara Pemko Medan, Pemko Binjai dan Pemkab Deliserdang, Jumat (14/8).
SAKSIKAN: Gubsu menyaksikan penandatanganan MoU Percepatan Penanganan Covid-19 antara Pemko Medan, Pemko Binjai dan Pemkab Deliserdang, Jumat (14/8).
SAKSIKAN: Gubsu menyaksikan penandatanganan MoU Percepatan Penanganan Covid-19 antara Pemko Medan, Pemko Binjai dan Pemkab Deliserdang, Jumat (14/8).
SAKSIKAN: Gubsu menyaksikan penandatanganan MoU Percepatan Penanganan Covid-19 antara Pemko Medan, Pemko Binjai dan Pemkab Deliserdang, Jumat (14/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatra Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi menegaskan, masyarakat di Sumut, siapapun dia tanpa terkecuali, siap-siap didenda Rp100 ribu jika melanggar protokol kesehatan. Protokol kesehatan dimaksud yakni, selalu pakai masker saat beraktivitas di luar rumah, rajin cuci tangan, jaga jarak dan jangan membuat kerumunan (harus hindari keramaian).

Hal itu disampaikan Gubernur Edy, usai menyaksikan penandatanganan MoU Percepatan Penanganan Covid-19 antara Wali Kota Medan, Wali Kota Binjai dan Bupati Deliserdang, di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Jumat (14/8).

Dijelaskan Edy, denda Rp100 ribu tersebut merupakan tahap akhir sanksi jika dalam sanksi pertama teguran lisan dan sanksi kedua teguran tertulis, tidak diindahkan masyarakat. “Kepastian reward dan punishment kepada masyarakat yang melanggar, apa-apa yang sudah diedukasi dan disosialisasikan. Yang pertama adalah teguran lisan, yang kedua adalah teguran tertulis, yang ketiga adalah denda berupa finansial,” jelas Edy.

Nantinya uang denda tersebut disimpan dalam rekening Bank Sumut, yang bisa dipantau oleh masyarakat. Nantinya uang dari sanksi denda itu akan dikelola yang pengaturannya ditentukan lebih lanjut.

Namun bukan Pemprov Sumut yang menjatuhkan sanksi. Menurut Gubernur Edy, bupati dan wali kota akan mengaturnya lebih lanjut dalam Peraturan Bupati dan Peraturan Wali Kota di Sumut.

Lalu bagaimana jika masyarakat tidak bersedia menerima sanksi? Menurut Edy, masyarakat harus siap menerima sanksi. Soal ketegasan sanksi itu, akan dilaksanakan oleh tim monitoring yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, masyarakat dan dunia usaha.

Tim ini bertugas langsung ke tengah-tengah masyarakat untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan tepat dan menindak pelanggarnya. Tim ini dilepas secara resmi Gubernur Edy Rahmayadi di Posko GTPP Covid-19 Sumut usai penandatanganan MoU. Mereka akan menelusuri daerah-daerah Mebidang untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan baik dan benar.

“Tim ini bertugas untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan di Mebidang. Bila ada pelanggaran bisa diberikan sanksi, karena itu tim ini di-backup TNI, Polri dan juga melibatkan tokoh masyarakat agar informasi yang kita berikan lebih mudah sampai kepada masyarakat,” katanya.

Pemberian sanksi ini sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) RI Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Kemudian Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 34 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Provinsi Sumut yang telah berlaku sejak Senin (10/8).

MoU Tiga Kepala Daerah

Sesuai arahan Gubsu Edy Rahmayadi dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 di Sumut, tiga kepala daerah yakni Kota Medan, Kota Binjai dan Kabupaten Deliserdang (Mebidang) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) optimalisasi percepatan penanganan penyebaran Covid-19 di kawasan tersebut. Tujuannya untuk menyingkronisasi program dan kegiatan gugus tugas ketiga kabupaten/kota dengan gugus tugas provinsi.

MoU ini ditandangangi Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, Wali Kota Binjai Muhammad Idaham dan Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution diwakili Sekda Wiriya Alrahman, disaksikan langsung Gubernur Edy Rahmayadi.

Dalam Komitmen Bersama yang digagas Gubernur Edy Rahmayadi tersebut, gugus tugas provinsi dan Mebidang perlu mengerahkan personel, menyiapkan material prosedur dan anggaran untuk mencegah dan menanggulangi wabah Covid-19. Komitmen bersama tersebut juga menekankan pentingnya aktivitas test, tracing, intervensi dan treatment dalam penanggulangan Covid-19.

Mebidang dianggap paling terdampak Covid-19 juga diminta untuk memenuhi kebutuhan dan penegakkan protokol kesehatan, melakukan sosialisasi dan edukasi masif dan bersinergi dengan stakeholder. “Poin-poin itu saya mohon bisa dipenuhi ketiga daerah ini. Bila ada yang kurang harus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, kita akan bantu. Mengapa kita fokuskan ke tiga daerah ini? Karena di tiga daerah ini penyebaran Covid-19 paling tinggi,” kata Edy usai penandatanganan MoU.

Bupati Deliserdang Ashari Tambunan mengatakan, akan mendukung penuh gagasan Gubsu dalam peningkatan pencegahan penyebaran Covid-19 di Mebidang. Ashari yakin bila komitmen bersama ini dijalankan dengan baik, maka penurunan kasus Covid-19 di Sumut akan signifikan.

“Kita tentu mendukung penuh komitmen bersama ini. Kita tahu kasus tertinggi Covid-19 itu di Mebidang, jadi perlu penanganan yang lebih massif dan terorganisir dengan baik. Ketiga daerah ini secara sosial seperti tidak ada batasan dan mobilitas orangnya sangat tinggi. Jadi kita perlu lebih intens menangani penyebaran Covid-19,” katanya.

Sembuh 101 Kasus

Sementara, kabar baik datang dari Jubir GTPP Covid-19 Sumut, Whiko Irwan. Dia mengatakan, terjadi penambahan kasus sembuh pasien Covid-19 di Sumut. Hingga Jumat (14/8) kemarin, terdapat 110 kasus sembuh pasien covid dan kini berjumlah 2.437 orang.

Sedangkan untuk kasus yang terkonfirmasi positif berjumlah 5.427 orang, di mana ada penambahan 69 kasus dari hari sebelumnya. Untuk pasien meninggal dunia, sebut Irwan, juga ada penambahan empat orang atau kini berjumlah 241 kasus dari hari sebelumnya. “Untuk pasien suspek berdasarkan swab PCR juga bertambah 34 kasus dan kini berjumlah 569 orang. Dan untuk spesimen yang dilakukan hingga kini berjumlah 28.849 sampel,” katanya. (prn)

RS Haji Klaster Terbesar Covid-19, 30 Tenaga Medis Positif, 2 Meninggal

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rumah Sakit (RS) Haji Medan di Jalan Willem Iskandar, dinilai menjadi klaster terbesar dalam penyebaran Covid-19. Tercatat, ada sebanyak 30 orang tenaga medis yang sudah terpapar. Dua orang di antaranya, yakni dokter Aldreyn Asman About dan seorang perawat di rumah sakit tersebut, Rasyidah Ulfah, dilaporkan meninggal dunia.

Di sebagian rumah sakit dan puskesmas milik pemerintah maupun swasta di Sumut, banyak yang tenaga medisnya sudah dinyatakan positif Covid-19. Namun, belum ada yang menyentuh angka 30 orang. Kadis Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, dr Alwi Mujahit Hasibuan mengakui, angka tenaga medis yang terpapar ini cukup besar yang terjadi di rumah sakit.

“Ada 30 orang positif, ikut yang meninggal dua orang, dokter dan perawat. Kalau terbesar lumayan besar juga, angka 30 itu besar juga itu,” kata Alwi, saat dikonfirmasi wartawan.

Menurutnya, jumlah 30 orang yang terpapar virus Corona ini belum termasuk pasien maupun keluarga pasien yang tertular dari klaster Covid-19 di RS Haji Medan. Potensi pasien dan pengunjung tertular virus Corona dari klaster ini juga cukup besar. Apalagi, ada ratusan pasien (bukan Covid-19) yang dirawat di rumah sakit itu. “Tergantung tingkat sebarannya itu. Karena mereka yang lebih tahu tingkat sebarannya seperti apa. Artinya, kalau tersebar di seluruh layanan, pasti akan berdampak kepada pasien,” tegasnya.

Ia juga mengakui, Dinkes Sumut sudah memberikan masukan kepada pihak RSU Haji Medan. “Kita sudah memberikan masukan soal itu. Tapi itukan tergantung mereka, dan sampai sekarang belum ada sikap mereka. Cobalah ke sanalah langsung,” tutur Alwi.

Sementara, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemprov Sumut, dr Aris Yudhariansyah juga membenarkan, klaster ini sebagai yang terbesar. Aris menerangkan, hingga saat ini rumah sakit tersebut masih beroperasi. “Ya, terbesar (klaster covid-19 di Sumut). (Tetap beroperasi) Jadi itu kebijakan direkturnya, karena pegawainya kan banyak. Kita dari Gugus Tugas sudah melakukan pengimbauan,” bebernya.

Aris menyebutkan, terdapat dua orang tenaga medis, yakni dokter dan perawat RSU Haji Medan yang meninggal akibat terpapar Covid-19. “Dokter Aldreyn yang bertugas sebagai spesialis anastesi itu beberapa minggu lalu meninggal. Juga satu perawat yang meninggal minggu lalu Rasyidah Ulfa,” bebernya.

Amatan, sekitar pukul 12.40 WIB kondisi rumah sakit tersebut tetap beroperasi seperti biasa. Terlihat cukup ramai aktivitas dari luar gedung baik pengunjung maupun tenaga medis.

Kendaraan roda dua dan roda empat juga cukup banyak yang diparkirkan. Juru Bicara GTPP Mayor Kes dr Whiko Irwan menyebutkan bahwa data yang terkonfirmasi positif dari 31 orang pekerja di Rumah Sakit milik Pemprov Sumut tersebut.

“Yang sudah ada hasil swab PCR 28 orang positif. Dan ada 2 lagi (positif) yang sempat dirawat dan meninggal, seorang dokter dan perawat. Tercatat ada 31 orang yang dilakukan swab,” tuturnya.

Ia menyebutkan bahwa total ini didapat dari swab PCR sejak 12 Juli hingga awal Agustus 2020. “Jumlah ini hasil pemeriksaan sejak 12 Juli sampai dengan awal Agustus,” tutur Whiko.

Lebih lanjut, Whiko menyebutkan bahwa dari 30 tenaga kesehatan tersebut terdapat 3 orang dokter. “Dari 30 orang 3 dokter swab PCR positif dan isolasi mandiri,” sebutnya.

Klaster RSUD Sultan Sulaiman

Sebelumnya diberitakan, klaster covid-19 di rumah sakit juga terjadi di RSUD Sultan Sulaiman yang berada di Sei Rampah, Serdangbedagai (Sergai). Pemerintah Kabupaten Sergai mengambil keputusan untuk melakukan lockdown terhadap RSUD Sultan Sulaiman.

Kebijakan ini dipilih untuk mencegah penularan lanjutan di rumah sakit milik Pemkab tersebut. Terciptanya klaster baru di fasilitas kesehatan pemerintah menjadi perhatian khusus Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sergai.

Dalam rapat yang diselenggarakan Gugus Tugas di aula Sultan Serdang, Rabu (5/8), Bupati Sergai Soekirman menyampaikan jika berdasarkan hasil pembahasan dari semua lini di Gugus Tugas, diputuskan untuk dilakukan lockdown atau karantina lokasi terhadap RSUD Sultan Sulaiman.

“Melihat perkembangan situasi yang terjadi saat ini di mana jumlah kasus konfirmasi (positif Covid-19) yang berasal dari klaster RSUD Sultan Sulaiman jumlahnya cukup mengkhawatirkan, maka diputuskan untuk dilakukan lockdown atau karantina sementara terhadap aktivitas pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut,” kata Soekirman.

Ia menyatakan lockdown dimulai sejak 6 Agustus. Masa lockdown akan berakhir pada 20 Agustus atau selama 14 hari lamanya. Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Serdang Bedagai, Akmal menyebut orang yang pertama kali diketahui terkonfirmasi positif covid-19 adalah dokter spesialis anestesi.

Ia mengatakan sejumlah tenaga medis terkonfirmasi positif Corona, namun tanpa gejala. “Berdasarkan hasil swab yang terkonfirmasi dokter spesialis ada 4 orang, para medisnya ada 17 atau 19 ya, sedikit lupa saya. Yang sama kita masuk dalam data sebaran covid yang beralamat di Sergai saja,” kata Akmal, Rabu (5/8).

33 Dosen dan Tenaga Pendidikan USU Positif Covid-19

Sementara itu, Universitas Sumatera Utara (USU) kembali memperpanjang masa penutup sementara seluruh aktivitas kampus (lockdown) hingga 15 Agustus 2020. Hal itu, berdasarkan Surat Edaran Rektor USU Nomor: 6967/UN5.1.R/KPM/2020.

Menurut Rektor USU, Prof Runtung Sitepu, berdasarkan hasil swab, ada 33 orang dosen dan tenaga pendidikan USU dinyatakan positif terpapar Covid-19. “Jumlah 33 orang yang terpapar itu, termasuk yang sudah sembuh seperti Rektor USU, Wakil Rektor I, Prof Rosmayati dan suami beliau Prof Darma Bakti yang merupakan anggota Majelis Wali Amanat USU dari Senat Akademik,” kata Runtung seperti dikutip Sumut Pos dari akun instagram @official.usu, Jumat (14/8).

Runtung terus mengingatkan kepada seluruh civitas akademi USU untuk selalu ikut serta dalam menekan penyebaran virus corona dengan menerapkan protokol kesehatan ?sesuai dengan arahan dan imbau dari pemerintah. “Demi menghindari penyebaran COVlD-19 di kalangan dosen dan tenaga kependidikan USU. Maka kami himbau agar kita semua senantiasa melaksanakan protokol kesehatan baik di rumah maupun saat beraktivitas di luar rumah. Semoga pandemi COVID-19 ini cepat berakhir,” tandas Runtung. (bbs/gus)

Hasil Ops Patuh Toba 2020, Tercatat 26.698 Perkara

Kabag Bin Ops Nal Kompol Edi Bona Sinaga SH.

MEDAN, SUMUTPOS.CO-Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Dirlantas Poldasu), Kombes Wibowo, diwakili Kabag Bin Ops Nal Kompol Edi Bona Sinaga SH mengatakan, Ops Patuh Toba 2020 yang dilaksanakan selama 14 hari, yakni 23 Juli-5 Agustus 2020, lebih banyak melakukan teguran kepada masyarakat dibandingkan penilangan.

 Sebab, sudah menjadi Standar Operasional Prosedur (SOP) di Ditlantas Poldasu, bahwa untuk preemtif 40 persen, preventif 40 persen dan sisanya penindakan sebesar 20 persen.

 Adapun jumlah teguran selama Ops Patuh Toba 2020, lanjutnya, sebanyak 18.571 perkara. Sedangkan untuk penilangan sebanyak 8.127 perkara.

 Sedangkan, untuk pelanggaran, yakni tidak menggunakan helm SNI sebanyak 2.900 perkara, kendaraan yang melawan arus 911 perkara, menggunakan telepon seluler saat berkendara 32 perkara, kendaraan yang melebihi batas kecepatan 3 perkara, berkendara di bawah umur 251 perkara, dan lain-lain 2.191 perkara. Jumlah total keseluruhan 6.288 perkara. Total keseluruhan 26.698 perkara.

 “Sementara itu, untuk masyarakat yang tidak menggunakan masker, masuk ke dalam teguran,” ujar Kompol Edi B Sinaga kepada Sumut Pos, saat ditemui di Kantor Ditlantas Poldasu, Jalan Putri Hijau, Medan, Jumat (14/8/2020).

 Dalam hal ini, pihaknya lebih mengupayakan ke arah teguran terlebih dahulu, dengan cara dinasehati, diimbau agar menggunakan masker untuk memutus mata rantai Covid-19, serta menjaga kesehatan. Jika pelanggarannya berat, maka akan dilakukan penilangan.

 Bahkan, kata Edi lagi, pihaknya lebih banyak melakukan kegiatan bakti sosial (baksos) dengan berbagi masker ke masyarakat dan mengingatkan agar dapat bersama-sama memutus mata rantai Covid-19.

 “Jadi selama pelaksanaan lebih banyak sosialisasi ke masyarakat, jika mereka melakukan pelanggaran, lebih banyak dilakukan teguran, tidak langsung tindakan,” ujarnya.

 Dijelaskannya, sebelum dilaksanakannya Ops Patuh Toba 2020, pihaknya sudah menyampaikan kepada masyarakat dengan cara memberikan sosialisasi melalui media, spanduk, running teks di lampu merah jalan raya, media sosial (FB, Twitter dan Instagram). (mag-1/ila)

Pujakesuma Medan Laporkan Pengrusakan Plang Pembagunan Masjid dan Panti Asuhan

DIRIKAN: Plang milik Pujakesuma Medan sempat didirikan satuan tugas mereka setelah ditumbangkan oleh oknum yang diduga orang suruhan pimpinan salah satu ormas di Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Deliserdang. IST

MEDAN, SUMUTPOS.CO –Organisasi masyarakat Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) Kota Medan melaporkan pengrusakan plang pembangunan masjid dan panti asuhan ke Mapolsek Sunggal.

Dalam kronologis laporan polisi diketahui, plang bertuliskan ‘Mohon Doa dan Dukungan Pembangunan Masjid dan Panti Asuhan Pujakesuma’ di Jalan Kirab Remaja, Dusun V Kali Rejo, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Deliserdang itu, dirusak hingga dua kali. Kuat dugaan, plang dimaksud dirusak oleh oknum suruhan dari salah satu ormas yang berada di desa tersebut.

“Plang dirusak oleh orang suruhan itu sebanyak dua kali pada Selasa siang (10/8/2020), kemudian dipasang kembali oleh anggota satgas kami namun pada Kamis (13/8/2020) pukul 00.08 WIB dirusak dan dicabut kembali bahkan bendera yang terpasang juga dibuang ke lubang sampah,” ucap Sekretaris Pujakesuma Kota Medan, Adep Prabudi dan Muhammad Rizal, Kepala Markas Satgas Pujakesuma melalui keterangan tertulis kepada SUMUTPOS.CO, Sabtu (15/8/2020).

Pembuatan LP sudah dilakukan Pujakesuma Medan sekira pukul 13.30 di Mapolsek Sunggal, Jumat kemarin. Pujakusuma Medan yang sekaligus panitia pembangunan menyatakan rencana diatas tanah seluas 3 hektar yang dibeli oleh pengurus Juli 2020 tersebut, akan dibangun fasilitas umum berupa masjid dan panti asuhan serta sarana pendidikan dari TK sampai SMK bagi masyarakat miskin, khususnya keluarga Pujakesuma di kawasan Sunggal yang terdampak Covid-19. Sambil pembangunan dijalankan, direncanakan akan digunakan untuk tanaman palawija sebagai bentuk ketahanan pangan warga.

“Dan dijadwalkan Bobby Nasution, bakal calon wali kota Medan akan melakukan peletakkan batu pertama pembangunan yang direncanakan pada 16 Agustus, namun karena insiden tersebut akan diundur selama dua minggu menunggu titik terang kasus ini dan sampai suasana kondusif,” imbuh Rizal.

Menurutnya, kondusifitas menjadi pertimbangkan diundurnya kegaiatan peletakkan batu pertama dari16 Agustus ke September mendatang sebagai bentuk kepercayaan pihaknya kepada Korps Bhayangkara untuk dapat menyelesaikan kasus dimaksud.

“Sebelumnya Satgas Pujakesuma pada malam kejadian sempat mengamankan dua orang terduga yang melakukan pengrusakan namun dilepas karena yang bersangkutan mengaku hanya orang suruhan dari seorang pimpinan ormas yang ada di Desa Sei Semayang. Pada malam itu turut diamankan satu unit sepeda motor BK 3419 ADV, setelah dimintai keterangan pelaku dilepas dan dibuat laporan kepada pihak kepolisian sebagai bentuk kepatuhan kami terhadap hukum,” sambung Rizal.

Sekjen Pujakesuma Dr Abdianto ketika dikonfirmasi ihwal ini, berang dan menyebut hanya mereka yang tak berketuhanan yang tidak menyetujui dan menghalang-halangi rencana mulia dimaksud. Ia berharap pihak kepolisian segera memproses kasus ini dan mengungkap aktor dibalik pengrusakan tersebut.

“Ini penting untuk menghindari tindakan anarkis yang mungkin dilakukan warga Pujakesuma yang marah mengetahui adanya insiden tersebut. Sehingga juga dapat merusak ketenangan dan ketentraman warga yang hidup berdampingan secara damai selama ini,” harapnya. (rel/prn)

Rapat Paripurana, Kehadiran Anggota DPRD Medan Minim

SEPI: Rapat Paripurna DPRD Medan dengan acara mendengarkan pidato Presiden Republik Indonesia dalam rangka memperingati HUT ke-75 Kemerderkaan Republik Indonesia, terlihat hanya belasan anggota DPRD Medan yang hadir, Jumat (14/8/2020).

MEDAN-SUMUTPOS.CO-Rapat Paripurna DPRD Medan yang diselenggarkan dalam dua sesi pada hari Jumat (14/8/2020) kemarin, terpantau sepi dari para peserta rapat. Dari 50 anggota DPRD Medan, tidak sampai setengah dari jumlah anggota dewan yang hadir.

 Dalam paripurna sesi pertama yang digelar pada pukul 08.30 WIB dengan acara mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka memperingati HUT ke-75 Kemerderkaan Republik Indonesia Tahun 2020, terlihat hanya belasan anggota DPRD Medan yang hadir, termasuk 4 pimpinan DPRD, yakni Ketua DPRD Hasyim SE, dan para Wakil Ketua seperti H Ihwan Ritonga, H Rajuddin Sagala dan HT Bahrumsyah.

 Sedangkan untuk rapat paripurna sesi kedua yang diselenggarkan di tempat yang sama, yakni pada ruang sidang Paripurna DPRD Medan di Jalan Kapten Maulana Lubis No.1 Medan, justru terlihat semakin sepi.

 Pantauan Sumut Pos, jumlah anggota DPRD Medan yang hadir justru tidak sampai 10 orang dalam rapat paripurna dengan agenda mendengar pidato Presiden RI dalam rangka penyampain pengantar/keterangan pemerintah atas RUU tentang APBN tahun anggaran 2021 beserta nota keuangan dan dokumen pendukungnya pada rapat paripurna pembukaan masa persidangan I DPR-RI Tahun 2020-2021.

 Ditanyakan soal itu, Jumat (14/8) pagi, Ketua DPRD Medan Hasyim SE mengatakan, para anggota DPRD Medan masih di dalam perjalanan. “Memang perlu kedisiplinan lagi para anggota DPRD Medan ini,” tegas Hasyim SE kepada wartawan, Jumat (14/8/2020).

 Terkait jumlah anggota dewan yang minim hadir saat paripurna sesi pertama, Hasyim menjawab bila memang pada paripurna kemarin dibuat berbeda dengan paripurna sebelumnya. Jumlah anggota dewan yang hadir memang sengaja dibatasi. Hal itu dilakukan untuk menghindari pelanggaran protokol kesehatan yang diatur dalam Perwal No.27 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ditengah pandemi Covid-19. “Memang terbatas kita buat yang hadir di ruangan, selebihnya memang diminta untuk ikut dengan cara virtual melalui Vidcon, disesuaikan dengan protokol kesehatan,” jelas Hasyim.

 Terpisah, kepada Sumut Pos, Plt Sekretaris DPRD Medan Hj Alida mengatakan, sepinya anggota DPRD Medan yang hadir bukan karena kemalasan para anggota dewan untuk menghadiri rapat paripurna, melainkan karena memang diatur dalam ketentuan.

“Jadi total dari 50 orang, yang diundang untuk hadir itu hanya 20 orang atau 40 persen, supaya bisa menjaga jarak kursinya, itu memang sudah ketentuan protokol kesehatan,” jawabnya.

 Namun, wanita yang kerap disapa Uni itu juga tidak mengelak jika tidak semua yang diundang dalam rapat paripurna menghadiri rapat.

 “Yang dari 20 itu juga tidak semua hadir, karena bisa saja berhalangan dan memilih ikut via Video Conference. Setahu saya anggota-anggota dewan yang tidak hadir, semua ikut via Video Conference,” jawabnya.

 Pantauan Sumut Pos, Wakil Ketua DPRD Medan dari Fraksi PKS, H Rajuddin Sagala yang ikut pada paripurna sesi pertama juga tidak hadir pada sesi kedua. Ditanyakan soal itu, Hj Alida juga mengaku tidak tahu alasannya. “Pak Rajuddin tadi kemana saya gak tahu. Intinya kan siapapun yang gak datang masih bisa ikut paripurna dari Vidcon,” pungkasnya.

 Selain dari legislatif, sejumlah tokoh penting Sumut tampak hadir antara lain, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin dan Pangdam I/BB Mayjen Irwansyah. (map/ila)

Karyawan Aqua Farm Dipulangkan dari Rumah Sakit

 Sosialisasi Keselamatan Covid-19 untuk Masyarakat Berlanjut

SOSIALISASI: PT Aqua Farm Nusantara bekerjasama Puskesmas Melati melakukan sosialisasi dan penyuluhan pencegahan Covid-19 di Desa Lubuk Bayas.

MEDAN, SUMUTPOS.CO- PT Aqua Farm Nusantara (PTAN) dengan senang hati mengumumkan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Serdangbedagai telah menyampaikan kepada perusahaan, bahwa 14 karyawan telah dipulangkan dari rumah sakit. Karyawan tersebut sebelumnya dirujuk ke rumah sakit sebagai upaya pencegahan kesehatan sehubungan dengan hasil tes positif COVID-19, meskipun mereka tidak menunjukkan gejala apapun.

“Kami sangat bahagia dan lega mendengar kabar baik ini. Kami akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Serdang Bedagai untuk mengurus kepulangan karyawan ke keluarga mereka, dan lebih lanjut untuk dapat kembali bekerja di fasilitas produksi kami di Lubuk Naga,” kata David Tampubolon, Head of Human Resources, PT Aqua Farm Nusantara.

Sebelumnya, PTAN melaksanakan Program Tes COVID-19 untuk karyawan secara sukarela yang melibatkan 2.200 karyawan dan masyarakat sekitar lokasi perusahaan Lubuk Naga. Para karyawan yang terkonfirmasi positif tidak terdeteksi dalam skrining berkala Protokol Keselamatan COVID-19 PTAN terhadap seluruh karyawan, karena mereka tidak menunjukkan gejala-gejala COVID-19, seperti suhu badan tinggi, demam atau batuk atau dikenal sebagai asimtomatik atau orang tanpa gejala (OTG).

Sebagai langkah pencegahan dan keselamatan serta untuk observasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Serdang Bedagai merujuk karyawan tersebut ke rumah sakit. “Sebagian kecil karyawan kami yang terkonfirmasi positif namun dikarenakan mereka tidak menunjukkan gejala (orang tanpa gejala/asimptomatik), maka mereka menjalani isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan dari Pusat Kesehatan Masyarakat setempat,” jelas David.

Program Penyuluhan Keselamatan

Mulai minggu ini, PT Aqua Farm Nusantara telah melanjutkan program penyuluhan COVID-19 untuk masyarakat di sekitar fasilitas perusahaan di Kabupaten Serdang Bedagai. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangkaian program KAMI PEDULI Masyarakat untuk COVID-19 dan dilaksanakan bersama instansi kesehatan setempat. Materi edukasi tentang keselamatan dan protokol keselamatan pandemi COVID-19 disediakan oleh Puskesmas.

“Kami telah melaksanakan sesi edukasi dan penyuluhan di Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkedu pada 11 Agustus; Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan pada 12 Agustus; dan Desa Ara Payung, Kecamatan Pantai Cermin pada 13 Agustus. masih dalam program yang sama, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Cabang Serdang Bedagai dr. H. T. Kesuma Putra, M.Kes menyampaikan sesi tentang bahaya dan pencegahan COVID-19 dan bagaimana menghindari stigma dalam masyarakat,” kata Dian Octavia, Senior Manager Corporate & Community Affairs.

Dian menambahkan, “Tanggapan masyarakat sangat menggembirakan. Pemahaman mereka tentang Upaya Keselamatan COVID-19 telah meningkat setelah mengikuti program penyuluhan ini,” kata Dian.

Sebelumnya, sebagai bagian program KAMI PEDULI Masyarakat untuk COVID-19, PTAN telah menyediakan masker, sabun cuci tangan, bahan disinfektan, tempat cuci tangan bergerak dan peralatan medis lainnya kepada masyarakat setempat dan Puskesmas setempat untuk membantu mengurangi risiko penyebaran virus korona.

“Kami akan terus bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas melalui program KAMI PEDULI Masyarakat untuk COVID-19 untuk mendukung upaya nasional dalam menghentikan penyebaran virus korona di masyarakat. Keselamatan dan kesehatan karyawan dan masyarakat sekitar selalu menjadi prioritas utama kami jelas Dian.

Sementara itu, Kepala Desa Lubuk Bayas, Ruslizar, SE memberikan apresiasi atas prakarsa PT Aqua Farm Nusantara dan pemerintah. “Ini menunjukkan kerja sama antara pemerintah dan pihak terkait dalam memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pencegahan dan COVID-19. Hal ini sangat kami hargai,” kata Ruslizar.

Adaptasi Kebiasaan Baru

Pada Februari 2020, PT Aqua Farm Nusantara (PTAN) telah secara sukarela mengaktifkan Rencana Penanganan Risiko COVID-19 korporasi untuk memastikan keselamatan karyawan, masyarakat sekitar dan keberlangsungan pasokan produk bagi pelanggan. Ini merupakan cara terbaik untuk mendukung perlindungan mata pencaharian ribuan karyawan perusahaan di masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

PTAN sepenuhnya mematuhi Protokol COVID-19 berdasarkan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 Kementerian Kesehatan dan fokus pada mempertahankan standar di tempat kerja dan implementasi 100% dan transparansi penuh. PTAN akan meneruskan operasinya dan tetap berkomitmen penuh mengikuti Protokol Keselamatan COVID-19 untuk melindungi keselamatan karyawan, melindungi lapangan kerja mereka dengan memproduksi Tilapia mutu tinggi untuk para pelanggan dan membantu upaya nasional untuk pulih dari pandemi. (rel