31 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 4153

3 Petugas Lapas Binjai Dapat Penghargaan

BERSAMA: Kalapas Binjai, Maju Siburian (dua dari kanan) bersama 3 pegawai yang mendapat penghargaan. TEDY AKBARI/SUMUT POS.
BERSAMA: Kalapas Binjai, Maju Siburian (dua dari kanan) bersama 3 pegawai yang mendapat penghargaan. TEDY AKBARI/SUMUT POS.
BERSAMA: Kalapas Binjai, Maju Siburian (dua dari kanan) bersama 3 pegawai yang mendapat penghargaan. TEDY AKBARI/SUMUT POS.
BERSAMA: Kalapas Binjai, Maju Siburian (dua dari kanan) bersama 3 pegawai yang mendapat penghargaan. TEDY AKBARI/SUMUT POS.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 3 pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Binjai mendapat perhargaan sebagai petugas terbaik. Mereka telah bekerja dengan baik dan maksimal, demi terwujudnya pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani.

Kalapas Binjai, Maju Amintas Siburian menyerahkan penghargaan usai memimpin apel, belum lama ini. Penghargaan tersebut juga sesuai dengan Keputusan Kalapas Nomor W2.E5.KP.05.02-1.636 Tahun 2020 Tentang Pemberian Penghargaan Petugas Terbaik Triwulan II T.A 2020.

Ketiga pegawai dimaksud yakni, Syamsinar Simatupang, Supian Natalis dan Siti Rahmah. “Pemberian reward atau penghargaan kepada pegawai yang dipandang cakap dalam hal ini sesuai dengan kriteria-kriteria yang ada. jadi ini merupakan motivasi bagi kita bapak-ibu, banyak hal-hal yang perlu disiapkan secara individu,” kata Maju, Minggu (19/7).

“Baik itu kedisiplinan, maupun tanggung jawab. Berpikir positif, siapapun yang mendapat penghargaan hari ini sudah sesuai dengan penilaian secara objektifitas,” sambung mantan Karutan Tanjunggusta Medan ini.

Salah satu contohnya, kata dia, ketiganya dinilai rajin mengikuti apel. “Artinya pegawai tersebut ketepatan dalam mengikuti jam kerja, dan banyak unsur yang dilihat. Mudah-mudahan, kita juga dapat termotivasi untuk berpretasi. Kepada yang mendapat penghargaan dipertahanakan,” ujar Maju.

Sebelumnya, Jumat (17/7) pagi, Kalapas Binjai dan jajaran menggelar kegiatan kopi pagi dalam rangka Pembangunan Zona Integritas (ZI) di Aula Lapas Kelas II A Binjai. “Acara ini berlangsung sebagai bagian dari Pembangunan ZI menuju WBK dengan nuansa kekeluargaan,” kata Maju.(ted/han)

Diharap, seluruh jajaran Lapas Binjai dapat terus mengembangkan semangat kerja tim dengan perubahan pola pikir dan budaya kerja yang secara sistematis. Juga konsisten mengubah mekanisme kerja, mindset bingga budaya kerja individu menjadi lebih baik yang sesuai tujuan dan sasaran pembangunan ZI.

“Menjadi diri sendiri dan menjadi role model agar tercapai SDM yang unggul, solid dalam bekerja. Masing-masing pokja agar bekerja secara tersistem, agar hasilnya baik,” kata dia. (ted/han)

Ajak Umat Budayakan Salat Subuh Berjamaah, DMI Sumut Gandeng Masjid Ubudiyah Pangkalan Brandan

CENDERAMATA: Ketua BKM Ubudiyah Pangkalan Brandan menerima cenderamata dari DMI Sumut usai melaksanakan salat subuh berjamaah.Ilyas effendy/ Sumut Pos.
CENDERAMATA: Ketua BKM Ubudiyah Pangkalan Brandan menerima cenderamata dari DMI Sumut usai melaksanakan salat subuh berjamaah.Ilyas effendy/ Sumut Pos.
CENDERAMATA: Ketua BKM Ubudiyah Pangkalan Brandan menerima cenderamata dari DMI Sumut usai melaksanakan salat subuh berjamaah.Ilyas effendy/ Sumut Pos.
CENDERAMATA: Ketua BKM Ubudiyah Pangkalan Brandan menerima cenderamata dari DMI Sumut usai melaksanakan salat subuh berjamaah.Ilyas effendy/ Sumut Pos.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sumut bekerjasama BKM Masjid Ubudiyah Pangkalan Brandan menyelenggarakan gerakan salat subuh berjamaah di Masjid Ubudiyah Jalinsum Thamrin Pangkalan, Kecamatan Babalan, Minggu (19/7)

Di antara ratusan umat yang hadir, ada Ketua BKM Ubudiyah P.Brandan H.Syahrum Hakim, SH, Sekjen BKM Ubudiyah, Safriansyah,S.sos beserta seluruh jajaran pengurus. Ketua DMI Sumut, Irhamuddin Siregar, MA Ketua DMI Langkat H.Iskandarsyah Sugito, S.Pd, MA dan Babalan Ustad Ade Irawan, S.Pd.I..Camat Besitang, Ibnu Hajar, S.sos, Camat Babalan, Danyon 08 Marinir Tangkahan Lagan Letkol Mar.Imam Suprianto, yang mewakili Kapolsek P.Brandan, Ketua MUI Babalan Ustad Chaidir Siagian S.Ag, iCMI,Babalan. Drs.H.Mujio Arianto IPHI , Drs.H.Ismed Sholihin dan Ormas Islam dan ratusan jamaah kaum muslimin di wilayah Pangkalan Brandan dan sekitarnya.

Ketua BKM Ubudiyah P.Brandan dalam sambutannya mengatakan, seluruh pengurus BKM merasa tersanjung dan terharu sekali, dikarenakan DMI Sumut menunjuk Masjid Ubudiyah P.Brandan sebagai singgahan road show pertama di Langkat dalam penyelennggaran gerakan salat subuh berjamaah.”Gerakan salat subuh berjamaah ini akan terus kami selenggarakan dengan penuh istiqamah. Karena salat subuh sangat banyak manfaatnya, dan utamanya untuk menyehatkan jasmani. Semoga gerakan salat subuh berjamaah ini dapat ditularkan ke masjid-masjid yang ada di Pangkalan Brandan dan Teluk Aru,”katanya.

Syahrum Hakim menambahkan, dengan ditetapkannya Masjid Ubudiyah P.Brandan sebagai masjid terbaik peringkat 3 di Kabupaten Langkat menjadi motivasi untuk terus mengelola dan berupaya berbuat yang terbaik untuk masjid dalam upaya memberikan kenyamanan bagi para jamaah dalam melaksanakan ibadah.

Sementara itu, Ketua DMI Sumut Irhamuddin Siregar, MA mengatakan, salah satu di antara program kerja DMI Sumut adalah road show ke seluruh masjid di Sumut dalam rangka penyelenggaraan salat subuh berjamaah

“Kiranya gerakan salat subuh berjamaah ini dapat secara istiqomah kita laksanakan, sehingga dapat menjadi kekuatan bagi umat dalam menjalankan semua aktivitas kehidupan.,” kata Irhamuddin.

“Masjid harus mampu menjadi wadah untuk menjawab semua problematika sosial keummatan. Masjid juga harus kita ciptakan sebagai pusat peribadatan yang ramah anak dan bukan tempat yang menakutkan, sehingga nantinya orang dapat berduyun-duyun membanjiri masjid,” pungkasnya.

Ustad H.M. Saiful S.Ag dalam tausiahnya mengajak umat untuk memakmurkan masjid, tegakkan salat berjamaah dan banyak berinfaq dan sadaqah.

“Sehingga kita akan terhindar dari berbagai wabah penyakit, khususnya virus corona yang hingga kini melanda semua negara di dunia. Yakinlah, hanya orang-orang yang bersih dan sucilah yang tidak akan dijangkiti wabah penyakit termasuk penyakit hati.,” kata ustad Saiful S.Ag. (yas/han)

KPU Binjai Gelar Coklit

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum Kota Binjai menggelar apel akbar Gerakan Coklit Nasional, sekaligus melepas Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di halaman kantor KPU Binjai, baru-baru ini. Apel juga digelar di kantor camat dan kelurahan yang diikuti oleh PPK, PPS dan 473 PPDP.

“Sesuai dengan surat edaran dan aturan protokol Covid-19, apel ini sengaja kita pecah di banyak tempat, guna mengurangi kerumunan massa,” ujar Ketua KPU Binjai, Zulfan Effendi, Minggu (19/7).

Pada kesempatan ini, Zulfan Effendi memohon dan meminta kerja sama serta bantuan dari seluruh warga Binjai untuk menerima kehadiran PPDP di lingkungan masing-masing. “Petugas kita akan datang melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih kepada warga. Mohon diterima dan dibantu dengan menyiapkan KTP dan Kartu Keluarga,” kata Zulfan.

Ketua Divisi SDM/Parmas KPU Binjai, Robby Efendi menambahkan, secara simbolis Ketua KPU Binjai beserta Sekretaris KPU Binjai Syariful Azmi dan Ketua Bawaslu Binjai Arie Nurwanto mendatangi kediaman Wali Kota Binjai dan Ketua DPRD Kota Binjai. Menurut Robby, sejumlah tokoh Kota Binjai didatangi oleh anggota KPU Binjai sekaligus bersama PPDP, sebagai penanda gerakan nasional ini telah dimulai di Binjai. “Seharusnya pada 15 Juli 2020, sudah dimulai. Namun gerakan serentak dimulai Sabtu (18/7),” kata Robby. (ted/han)

2 Tersangka Korupsi Pengadaan TPA Ditahan

DITAHAN: Kedua tersangka (mengenakan rompi) saat ditahan penyidik Kejari Karo.
DITAHAN: Kedua tersangka (mengenakan rompi) saat ditahan penyidik Kejari Karo.
DITAHAN:  Kedua tersangka (mengenakan rompi) saat ditahan penyidik Kejari Karo.
DITAHAN: Kedua tersangka (mengenakan rompi) saat ditahan penyidik Kejari Karo.

KARO, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri Karo menetapkan 2 tersangka korupsi pengadaan tanah Tempat Penampungan Akhir (TPA) di Desa Dokan, Kecamatan Merek Kabupaten Karo, Jumat (17/7) malam.

Sebelumnya, penyidik secara resmi memanggil kedua tersangka sebagai saksi hingga penetapan tersangka. Sekitar pukul 19.30 WIB, dengan mengenakan rompi tahanan Kejari Karo, kedua tersangka diboyong ke Rutan Klas II B Kabanjahe untuk ditahan.

Kepala Kejari Karo Denny Achmad SH MH didampingi Kasie Intel Ifan Lubis, Kasi Pidsus Andriani Br Sitohang, Kasi Pidum Firmansyah Siregar, Kasi Datun Moh Taufik menjelaskan, penetapan tersangka dugaan korupsi pengadaan tanah TPA di Desa Dokan, sudah melalui proses perjalanan panjang.

Denny Achmad menyebut, kedua tersangka awal yakni BK seorang ASN merupakan PPK dan R (sipil) yang merupakan konsultan studi kelayakan. “Kasus ini menyangkut tahun anggaran 2015, 2016 dan 2017 APBD Pemkab Karo pada Dinas Perkim. Dari laporan yang kami terima sementara, pada kasus ini negara dirugikan sebesar Rp 1,7 miliar untuk TA 2015-2016 Sehingga bisa bertambah, karena kami sedang melakukan pemeriksaan untuk TA 2017,” katanya.

Selain itu, Kajari membenarkan kemungkinan adanya penambahan tersangka lain dalam kasus ini. “Penyidik nantinya akan terus melakukan pengembangan. Kita lihat dan tunggu hasilnya,” ucapnya

Harapannya, seluruh lapisan masyarakat dapat membantu proses penyelidikan sehingga kasus ini cepat terang berderang. “Mohon dibantu dan dikawal teman teman pers ya,” katanya. (deo/han)

Slow Demand, Harga Turun, Stok Logam Sempat Menimbun

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pandemi Covid-19 berdampak hampir di semua lini. Termasuk di sektor pertambangan. Kebijakan lockdown di sejumlah negara menyebabkan permintaan komoditas mineral dan batubara (minerba) sejumlah negara menurun. Tercatat akhir April, terjadi perlambatan permintaan minerba, khususnya bahan baku logam bukan besi. Seiring menurunnya permintaan, harga pun ikut turun.

“AWAL APRIL, hampir seluruh kegiatan pertambangan dan pengolahan dan pemurnian masih berjalan normal. Belum ada dampak signifikan Covid-19. Penjualan minerba juga masih berjalan normal,” kata Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif, Prof Dr Irwandi Arif, dalam webinar ‘Sektor Pertambangan Minerba di Era Pandemi Covid-19’ yang digelar PT Agincourt Resources, Kamis (16/7).

Namun pada pertengahan April, permintaan bahan baku logam bukan besi, seperti tembaga, nikel, dan timah pada beberapa produsen logam mulai menurun. Turunnya serapan pasar disusul penurunan harga komoditas, terutama batubara. Per Mei, penurunan penjualan diprediksi mencapai 20 persen. Kondisi tersebut menyebabkan stok bahan baku logam sempat menimbun, karena produksi jalan terus tetapi tidak diserap pasar.

Untuk komoditas tembaga, penjualan konsentrat tembaga sempat terjadi slow demand dari Asia. “Namun sudah memberikan signal positif pada bulan April,” katanya. Meski sudah ada signal positif, investasi atau proyek-proyek baru terhenti dalam upaya peningkatan efisiensi.

Untuk komoditas nikel, beberapa operasi penambangan dan smelter masih berjalan normal. Demikian juga penjualan dan pengiriman Ferro nikel. Namun ada penurunan.

Untuk komoditas timah, operasi penambangan dan smelter PT TIMAH sebagai produsen terbesar timah, masih berjalan normal. “Penjualan dan pengiriman ingot timah berjalan sesuai longterm contract,” kata Irwandy lagi.

Operasi penambangan bijih bauksit juga masih berjalan normal, belum ada pembatasan. “Penjualan juga masih berjalan normal,” jelasnya. Meski demikian, mulai Mei penurunan diperkirakan mencapai 20 persen.

“Satu-satunya produk minerba yang demandnya tidak turun hanya emas. Bahkan harganya naik terus, mencapai 1.800 USD per troy ounce,” kata Irwandy yang juga Chairman of Indonesia Mining Institut ini.

Meski produksi dan penjualan belum terganggu hingga awal April, namun menurut Irwandy, sebenarnya sejak Januari sektor pertambangan telah mengalami sejumlah dampak terkait Covid-19. Antara lain, pembangunan smelter terhenti, yang berakibat pada terhentinya pengiriman peralatan, tenaga kerja dan pencairan dana pembangunan.

Kemudian pada 27 Maret hingga 5 April 2020, operasi pemurnian Logam Mulia PT Antam di Pulogadung terhenti. Investasi atau proyek-proyek baru dalam upaya peningkatan efisiensi operasi juga terhenti.

“Apabila Pandemi COVID-19 berakhir pada pertengahan tahun 2020, maka pembangunan fasilitas pemurnian akan tertunda sampai akhir tahun 2022. Dan apabila pandemi Covid-19 berlangsung sampai akhir tahun 2020, maka pembangunan fasilitas pemurnian akan tertunda sampai tahun 2023,” ungkapnya.

Terkait lesunya pasar minerba —kecuali emas—, sebanyak 32 perusahaan pertambangan mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Pertambangan. Ada yang ingin menurunkan produksi, namun ada juga yang ingin menaikkan produksi.

Tak hanya industri tambang di tanah air, data diperoleh Prof Irwandy, industri tambang dunia pun secara umum menurunkan produksi. Beberapa negara produsen kelas dunia seperti Chili dan Argentina mulai membatasi kegiatan produksi dan menutup perbatasan sehingga menurunkan permintaan bahan baku mineral logam dari tambang.

Untungnya, pasar yang lesu sejak beberapa bulan terakhir mulai menunjukkan tanda-tanda kembali bergairah. Sejak sejumlah pemimpin negara di dunia sepakat memberlakukan new normal, beberapa produsen di China sudah memulai aktivitas produksi dan akan mulai meningkatkan permintaan akan komoditi minerba.

“Cina yang mulai bergeliat diharapkan dapat mengurangi stok bahan baku pada dua bulan ke depan. Hal ini tercermin dari stabilnya harga dalam 2minggu terakhir,” kata Irwandy optimis. (mea/bersambung)

Uskup Agung Medan Positif Covid-19, Vikjen, Pastor, dan Suster Ikut Terpapar

Uskup Agung Medan Mgr  Kornelius  Sipayung OFM Cap.
Uskup Agung Medan Mgr  Kornelius  Sipayung OFM Cap.
Uskup Agung Medan Mgr  Kornelius  Sipayung OFM Cap.
Uskup Agung Medan Mgr  Kornelius  Sipayung OFM Cap.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Uskup Agung Medan Mgr  Kornelius  Sipayung OFM Cap dinyatakan positif Covid-19, dan saat ini sedang dirawat di RS Martha Friska. Selain Uskup Agung, Vikaris Jendral (Vikjen) Pastor Mikhael Manurung, serta sejumlah pastor, suster juga ikut diserang Virus Corona Para pastor itu antara lain, Pastor Borta Rumapea, Pastor Jodi Turnip, dan Romo Aldus.

“Di sana-sini sudah beredar kabar tentang Uskup Agung Medan Mgr Kornelius Sipayung OFM Cap. Kami informasikan, Uskup Agung Medan Mgr Kornelius Sipayung OFM Cap positif Covid dengan test PCR,” kata Juru Bicara Keuskupan Agung Medan (KAM), RP Benyamin Purba OFM Cap, Minggu (19/7/2020).

Pastor Benyamin menjelaskan, sebelumnya Uskup Agung Medan sempat menjalani perawatan awal di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan pada 13 Juli lalu. Keesokannya, Uskup dirujuk ke RS Martha Friska untuk menjalani perawatan terkait kondisi terjangkit Virus Corona. “Hasil ini diinformasikan oleh dokter Rumah Sakit Martha Friska dr Fransiscus Ginting, Uskup dinyatakan positif,” terangnya.

Lebih lanjut Pastor Benyamin menambahkan, meski saat ini Uskup Agung Medan Mgr Kornelius Sipayung OFM Cap resmi dikabarkan positif mengidap Covid-19, namun kondisinya stabil. Selain itu, ungkapnya, Uskup Agung Kornelius juga tetap bisa mendapat asupan makanan.

Benyamin pun mengajak semua pihak agar tetap menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 lewat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dan pakai masker. “Laporan kemarin kondisi stabil, mandi sendiri, dan makan tetap baik,” ungkapnya.

Sedangkan untuk Pastor Borta Rumapea, Pastor Jodi Turnip, dan Romo Aldus, ketiganya juga dinyatakan positif Covid -19 berdasarkan hasil PCR. Ketiganya masuk Rumah Sakit Elisabeth Medan pada tanggal yang nyaris bersamaan. Borta masuk pada 13 Juli, Jodi 16 Juli dan Romo Aldus 15 Juli.

Selain itu, ada dua pastor lain yang menunjukkan gejala Covid-19, saat ini diisolasi di tempat masing-masing, yakni Pastor Petrus Simarmata dan Fernandus Saragih. Tidak hanya pastor, seorang suster juga sedang diisolasi di tempatnya karena menunjukkan gejala Covid -19, yakni Suster Mangela. Juga dua orang awam di KAM masing-masing Melina Marbun dan Nona Kristina. Ada kurang lebih 16 orang yang biasa ada di KAM, termasuk satpam petugas dapur dan petugas taman. “Kami minta yang ada kontak langsung sejak tanggal 1 Juli dengan nama-nama yang disebutkan untuk mengambil sikap ,” kata Pastor Benyamin.

Dengan kondisi itu, Mgr Kornelius Sipayung telah menunjuk RP Benyamin AC Purba OFM Cap sebagai pengganti sementara. Keputusan penunjukan ini tercantum dalam sebuah surat tertanggal 18 Juli 2020 yang ditandatangani Uskup Agung Keuskupan Agung Medan Mgr Kornelius Sipayung OFM Cap.

Pastor Benyamin yang juga Vikaris Yudisialis dan anggota Kolegium Konsultor KAM ini juga bertugas sebagai juru bicara (jubir) dan Moderator Kuria Keuskupan Agung Medan, dalam lingkup gerejawi dan sipil.

“Keadaan kesehatan saya, Uskup Agung Medan dan Vikjen KAM, belum memadai (terhalang) untuk melaksanakan tugas rutin dengan semestinya. Karena itu, dengan semangat Kitab Hukum Kanonik, yakni: Kan. 502:, Kan. 473:. Saya menunjuk RP Benyamin AC Purba OFM Cap sebagai Juru Bicara dan Moderator Kuria Keuskupan Agung Medan, dalam lingkup gerejawi dan sipil,” demikian tertulis dalam surat tersebut, Minggu (19/7/2020).

Dalam surat tersebut dikatakan, Pastor Benyamin akan bertugas sampai kesehatan Uskup Agung Medan dan Vikjen KAM benar-benar kembali pulih dan memungkinkan untuk bertugas kembali. Di bawah otoritas Uskup, ia bertugas mengoordinasi hal-hal yang menyangkut pengurusan perkara administratif dan juga mengusahakan agar semua anggota kuria lainnya menjalankan tugas yang dipercayakan kepada mereka masing-masing.

“Semoga Tuhan memberkati dan menyertai kita sekalian dalam menghadapi penyakit virus corona Covid-19,” tulis Uskup Agung Keuskupan Agung Medan Mgr Kornelius Sipayung OFM Cap dalam akhir suratnya.

///Kasus Positif di Sumut Capai 1.937

Angka kasus positif Covid-19 di Sumut hingga kini terus bertambah. Kemarin (19/7), pasien baru positif Covid-19 bertambah 14 orang. Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut Mayor Kes dr Whiko Irwan SpB menyebutkan, total angka kasus positif Covid-19 sudah mencapai 2.937 orang dari sebelumnya 2.923 orang. Sedangkan yang sembuh, sebanyak 719 orang dari sebelumnya 694 orang.

“Untuk yang meninggal dunia akibat Covid-19 jumlahnya menjadi 147 orang dari 146 orang sebelumnya. Kemudian, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) berkurang menjadi 318 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 2.416 penderita,” ujar Whiko kepada wartawan, Minggu (19/7).

Whiko menjelaskan, penyebaran Covid-19 dengan kasus tertinggi ada di wilayah Kota Medan sebanyak 1.818 orang. Disusul Deliserdang sebanyak 399 orang, Pematangsiantar 147 orang, Simalungun 106 orang, Binjai 46 orang, Karo 40 orang, Batubara dan Langkat 32 orang, Serdang Bedagai 31 orang dan luar Sumut 103 orang lalu serta info domisili belum jelas sebanyak 55 orang.

Diungkapkannya, peningkatan penderita baru Covid-19 ini masih akan terus terjadi di Sumut. Apalagi, bila perilaku masyarakat seperti saat ini di mana masih banyak yang berkumpul, beraktivitas pada keramaian, tidak menggunakan masker. Hal ini masih dapat dilihat di beberapa wilayah di Sumut. Karena itu, pihaknya sangat prihatin sekali dengan adanya lonjakan penderita Covid-19 di Sumut. “Untuk itu, marilah kita lakukan, upaya-upaya pencegahan terhadap penularan virus corona ini,” sebutnya.

Dia menuturkan, kasus virus corona yang terjadi saat ini telah berdampak dan merugikan segala sisi kehidupan, mulai dari dampak sosial, pariwisata, ekonomi, pendidikan, perdagangan, transportasi dan kesehatan. Saat ini masyarakat tidak bisa merayakan pesta-pesta pernikahan dan tidak bisa menggelar konser musik. “Tempat-tempat hiburan tidak bisa kita kunjungi karena ditutup sementara. Sekolah-sekolah diliburkan, pertokoan, pusat perbelanjaan dibatasi operasionalnya dan berkurang pengunjungnya. Angkutan massal darat, laut dan udara juga dibatasi operasionalnya,” terangnya.

Ia menambahkan, GTPP Covid-19 Sumut kembali meminta kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan Covid-19. Sebab, angka penyebarannya masih terus meningkat. “Satu-satunya cara adalah memutus rantai penularan. Tanpa adanya penularan, virus akan dimusnahkan oleh imunitas tubuh kita. Tanpa adanya penularan, maka virus corona yang ada di lingkungan kita akan musnah dengan sendirinya.

Karena itu, masyarakat dapat memahami bahwa tanpa penggunaan masker, risiko penularan bisa mencapai 70 persen. Sebaliknya, risiko penularan akan semakin menurun hingga di bawah 1 persen bila semua menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari keramaian atau kerumunan,” tandasnya.

//Sehari, 50 Kasus Baru di Medan

Penyebaran Covid-19 di Kota Medan semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Medan, sejak Kamis (16/7) hingga Sabtu (18/7), jumlah peningkatan penularan Covid-19 selalu di atas 50 kasus baru setiap harinya.

Seperti diketahui, pada Kamis (16/7) lalu, terkonfirmasi 1.690 kasus baru Covid-19 di Kota Medan dengan jumlah PDP sebanyak 205 orang. Pada Jumat (17/7), terkonfirmasi 1.744 kasus dengan jumlah PDP sebanyak 221. Dengan demikian, dalam satu hari kasus positif Covid-19 bertambah sebanyak 54 kasus.

Selanjutnya, pada Sabtu (18/7) pukul 19.30 WIB, terkonfirmasi 1.809 kasus. Artinya, bila dibandingkan dari data yang ada pada Jumat (17/7), dalam satu hari peningkatan kasus positif Covid-19 di Kota Medan bertambah sebanyak 65 orang. Dari total jumlah tersebut, sebanyak 522 orang dinyatakan sembuh dan 91 orang dinyatakan meninggal dunia.

Sekretaris GTPP Covid-19 Kota Medan, Arjuna Sembiring mengatakan, pihaknya tetap berupaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Medan, khususnya dengan memastikan diterapkannya protokol kesehatan di seluruh kawasan di Kota Medan, khususnya di tempat-tempat umum. “Peningkatan masih terjadi, tapi usaha kita juga masih terus berlanjut. Kita sedang terus berusaha untuk terus menyosialisasikan kepada masyarakat akan pentingnya mengikuti protokol kesehatan,” ucap Arjuna.

Sebab katanya, kunci utama dari keberhasilan pencegahan penyebaran Covid-19 adalah kedisplinan masyarakat dan seluruh elemen yang ada dalam menerapkan protokol kesehatan secara ketat, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. “Itu sebabnya pemerintah membuat Perwal Nomor 27/2020 agar masyarakat tetap bisa beraktivitas di tengah pandemi, tetapi tetap terjaga dan terlindungi dirinya serta orang lain dari kedisplinannya dalam menjaga protokol kesehatan. Kita sampai saat ini juga masih terus menyosialisasikan Perwal No.27/2020 itu,” katanya.

Menanggpai hal ini, Ketua Pansus Covid-19 Kota Medan, Robi Barus mengatakan, sampai saat ini dirinya masih kecewa dengan kinerja GTPP Covid-19 Medan yang tidak maksimal dalam mencegah dan menanggulangi penyebaran Covid-19 di Kota Medan. “Say pribadi hampir tidak melihat adanya langkah nyata yang dilakukan mereka, di mana-mana saya seringkali melihat masyarakat tak pakai masker. Saya bingung, dimana pengawasan mereka,” ujar Robi kepada Sumut Pos, Minggu (19/7).

Dikatakan Robi, dibuatnya Perwal Nomor 27/2020 tidaklah berarti apa-apa bila Pemko Medan sendiri tidak melakukan sosialisasi dan pengawasan yang serius terhadap jalannya Perwal tersebut. “Jangan hanya tahu buat Perwal, tapi juga harus tahu cara menerapkannya dengan benar. Tugas gugus tugas kan untuk memastikan bahwa jalannya Perwal itu dalam pengawasan yang baik, hingga membuat masyarakat mematuhi Perwal itu,” katanya. (bbs/ris/map)

Didukung PKS dan Demokrat di Pilkada Medan, PDIP Beri Sinyal Tak Usung Akhyar

SEPAHAM: Akhyar Nasution foto bersama Ketua PKS Sumut, H Hariyanto, Plt Ketua PKS Medan, Salman Alfarisi, dan Ketua Demokrat Medan, Burhanuddin Sitepu di Kantor DPW PKS Sumut, Selasa (14/7) malam.
SEPAHAM: Akhyar Nasution foto bersama Ketua PKS Sumut, H Hariyanto, Plt Ketua PKS Medan, Salman Alfarisi, dan Ketua Demokrat Medan, Burhanuddin Sitepu di Kantor DPW PKS Sumut, Selasa (14/7) malam.
SEPAHAM: Akhyar Nasution foto bersama Ketua PKS Sumut, H Hariyanto, Plt Ketua PKS Medan, Salman Alfarisi, dan Ketua Demokrat Medan, Burhanuddin Sitepu di Kantor DPW PKS Sumut, Selasa (14/7) malam.
SEPAHAM: Akhyar Nasution foto bersama Ketua PKS Sumut, H Hariyanto, Plt Ketua PKS Medan, Salman Alfarisi, dan Ketua Demokrat Medan, Burhanuddin Sitepu di Kantor DPW PKS Sumut, Selasa (14/7) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PDI Perjuangan memberi sinyal, mereka tidak akan mengusung Akhyar Nasution di Pilkada Medan, 9 Desember mendatang. Alasannya, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut itu telah lebih dulu mendapat dukungan dari PKS dan Partai Demokrat.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Syaiful Hidayat mengaku banyak menerima aspirasi dari kader di daerah, yang menginginkan PDI Perjuangan tidak berkoalisi dengan PKS dan Demokrat di Pilkada serentak 2020, termasuk Kota Medan. “Aspirasi untuk tidak bekerja sama dengan Partai Demokrat dan PKS banyak saya terima. Hal tersebut juga positif. Dengan kebersamaan antara Demokrat dan PKS yang berada di luar pemerintahan, sehat bagi demokrasi,” ujar Djarot yang juga Plt Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut ini.

Diakui Djarot, yang didorong oleh PDIP adalah kerjasama politik dengan seluruh partai pengusung pemerintahan Jokowi. Sementara sikap politik PKS dan Demokrat yang selalu tidak jauh beda, justru memberikan peta ke depan, bagaimana kedua partai tersebut memang semakin beriringan dalam kerjasama politik yang berbeda dengan arah PDIP.

Djarot pun memberi sinyal, bahwa kerjasama parpol dalam Pilkada merupakan embrio kerjasama Pemilu 2024 yang akan datang. “PDI Perjuangan sendiri memilih terus mengedepankan semangat gotong-royong dan siap bekerja sama dengan parpol pendukung pemerintah,” tegasnya.

Di ketahui, PKS dan Demokrat sudah sepakat akan mengusung Akhyar Nasution di Pilkada Medan. Dengan begitu, hampir dapat dipastikan PDI Perjuangan tidak akan mengusung kadernya yang kini menjabat Plt Wali Kota Medan tersebut.

Ketua DPW PKS Sumut, Hariyanto mengatakan, pihaknya menghargai keputusan PDI Perjuangan yang tidak bersedia bergabung dengan partainya untuk membangun koalisi di Pilkada Serentak 2020, termasuk Pilkada Medan guna mengusung Akhyar Nasution yang notabene kader senior PDI Perjuangan. “Itu hak PDIP, kami hargai,” ujarnya ketika dimintai tanggapan, Minggu (19/7).

Anggota DPRD Sumut ini menyebut, PKS tetap akan bersama Akhyar Nasution meski tanpa PDI Perjuangan. Mengenai kelanjutan karier Akhyar Nasution di PDI Perjuangan, Hariyanto mengatakan, keputusan tersebut ada di Akhyar. “Itu tergantung Pak Akhyar,” tuturnya. (adz)

4 Anggota IDI Medan Meninggal Akibat Covid-19

JUBIR: Jubir GTPP Covid-19 Sumut, Mayor Kes dr Whiko Irwan SpB menyampaikan data kasus di Sumut. Hingga Minggu (19/7), total kasus positif di Sumut 2.937 orang, sembuh 719 orang, dan meninggal 147 orang.
JUBIR: Jubir GTPP Covid-19 Sumut, Mayor Kes dr Whiko Irwan SpB menyampaikan data kasus di Sumut. Hingga Minggu (19/7), total kasus positif di Sumut 2.937 orang, sembuh 719 orang, dan meninggal 147 orang.
JUBIR: Jubir GTPP Covid-19 Sumut, Mayor Kes dr Whiko Irwan SpB menyampaikan data kasus di Sumut. Hingga Minggu (19/7), total kasus positif di Sumut 2.937 orang, sembuh 719 orang, dan meninggal 147 orang.
JUBIR: Jubir GTPP Covid-19 Sumut, Mayor Kes dr Whiko Irwan SpB menyampaikan data kasus di Sumut. Hingga Minggu (19/7), total kasus positif di Sumut 2.937 orang, sembuh 719 orang, dan meninggal 147 orang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – SUASANA duka kembali dirasakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan. Sebab, seorang lagi anggota organisasi profesi kedokteran itu meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19, dr Aldreyn Asman Aboet SpAn-KIC.

Dengan wafatnya dokter Spesialis Anesthesi Konsultan Intensive Care tersebut, kini sudah 4 anggota IDI Medan meninggal karena terjangkit virus corona. Informasi diperoleh, sebelum meninggal dr Aldreyn Asman Aboet SpAn-KIC sempat menjalani rawat inap di RS Bunda Thamrin sekitar 2 minggu sejak 3 Juli 2020. Namun, pada 17 Juli 2020 pukul 03.00 WIB menghembuskan nafas terakhirnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan membenarkan dr Aldreyn meninggal dunia karena terpapar Covid-19. “Tim medis sudah berupaya maksimal menyelamatkan dr Aldreyn. Akan tetapi, belum membuahkan hasil,” ujar Alwi kepada wartawan, akhir pekan lalu.

Bahkan, sambung Alwi, almarhum dr Aldreyn sempat dilakukan terapi plasma agar memiliki antibodi. Namun tidak juga membuahkan hasil. “Nyawanya tidak dapat diselamatkan dan mungkin sudah kehendak Yang Maha Kuasa,” katanya singkat.

Sekretaris IDI Medan, dr Ery Suhaymi SpB mengakui, sudah empat orang anggota IDI Cabang Medan yang meninggal karena Covid-19. Bahkan, di luar Medan ada juga. “Selain IDI Medan ada juga anggota IDI yang meninggal dunia, yaitu anggota IDI Asahan 1 orang, dan IDI Labuhanbatu Utara 1 orang,” ungkapnya.

Sementara, Ketua IDI Medan dr Wijaya Juwarna Sp-THT-KL menyampaikan, penanganan Covid-19 ini diharapkan harus dan terus dilakukan dengan maksimal. Misalkan, untuk infeksi paru pakarnya adalah dokter Spesialis Paru didukung Spesialis Penyakit Dalam dan Dokter Umum yang terlatih. Untuk pemeriksaan swab nasofaring dan orofaring dapat dilakukan oleh ahli mikrobiologi dan analis laboratorium yang dilatih oleh Spesialis THT-KL.

Wijaya menuturkan, anggota IDI Medan yang tersebar di institusi pendidikan kedokteran dan seluruh RS di Kota Medan yang memiliki kompetensi menangani wabah pandemi ini, diminta untuk bisa menyisihkan sebagian waktu dan energinya meneliti serta melakukan pelayanan yang optimal. Namun, tentunya dengan dukungan seluruh pihak baik pemerintah maupun seluruh komponen masyarakat. “Kunci sukses menghadapi virus corona tergantung semangat hidup dan daya tahan tubuh (imunitas) dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Selain itu, jangan lupa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa pemilik hidup dan kehidupan sejati,” tuturnya.

Ia meminta, agar para dokter dan tenaga medis lainnya yang juga merupakan anggota masyarakat dilindungi oleh pemerintah, karena itu menjadi kewajiban. “Faktor keselamatan seperti APD yang lengkap wajib disediakan. Tak hanya itu, insentif juga sehingga keluarga yang mereka tinggalkan selama bertugas tidaklah terabaikan,” kata Wijaya.

Apalagi, penanganan wabah yang belum ditemukannya vaksin tidaklah sama dengan penyakit yang sudah ada vaksin atau obatnya. “Virus corona ini sangat mudah menyebar dan bereplikasi. Jika seorang yang telah terinfeksi berpotensi menyebarkan ke 3-5 orang lain, begitu seterusnya sampai kita sulit menghitungnya. Oleh karena itu, seorang yang telah terbukti mengalami infeksi, wajib hukumnya isolasi selama 14 hari,” terang Wijaya.

Dia menjelaskan, pintu masuk virus ini sama seperti jenis virus flu lainnya, yaitu hidung dan mulut. Hal ini menjadi kunci bahwa cuci hidung, sikat gigi dan berkumur merupakan hal yang penting dilakukan. Untuk itu, hindari menyentuh mulut, hidung dan mata sebelum mencuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir.

Lebih lanjut Wijaya mengatakan, ia menilai pasien Covid-19 yang semakin banyak maka jumlah paparan akan semakin besar. Hal ini sangat berisiko tinggi bagi tenaga kesehatan (nakes). “Saya menilai dengan pasien yang semakin banyak, maka jumlah paparan akan semakin besar. Hal ini sangat berisiko tinggi bagi nakes, apalagi yang mengalami kelelahan dan adanya penyakit penyerta,” papar Wijaya.

Oleh karena itu, dia meminta kepada nakes mengutamakan kesehatan dan keselamatan diri sendiri terlebih dahulu dengan senantiasa memakai APD ketika memberikan pelayanan kesehatan. “Dokter dengan penyakit penyerta dilarang memberikan pelayanan langsung kepada pasien dengan infeksi Covid-19,” cetusnya.

Kemudian, lanjut Wijaya, bagi dokter yang melakukan pelayanan langsung kepada pasien Covid-19 agar kiranya tidak melebihi 10-15 pasien. Hal itu untuk mengurangi dosis paparan, dan melakukan rotasi dengan dokter lain setelah 14 hari agar istirahat sejenak. “Bagi dokter yang melakukan praktik pribadi sebaiknya mengurangi hari dan waktu jam praktik. Misalnya, Senin praktik, Selasa istirahat. Lalu, Rabu praktik, Kamis istirahat dan Jumat praktik. Sedangkan Sabtu dan Minggu bisa digunakan untuk istirahat dan berolahraga sehingga sistem imunitas tubuh tetap terjaga,” tukasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya 3 anggota IDI Cabang Medan telah meninggal dunia. Pertama, dr Ucok Martin pada Selasa malam, 17 Maret 2020 karena terpapar Covid-19 usai pulang dari daerah terjangkit di luar negeri dan sempat mendapat perawatan di RSUP H Adam Malik sejak 14 Maret 2020.

Kemudian, dr Anna Mari Ulina Bukit yang meninggal pada Senin 4 Mei 2020. Anna terpapar dari suaminya, Malem Tarigan yang merupakan pendiri Yayasan Politeknik MBP Medan, dan juga meninggal karena virus mematikan tersebut. Selanjutnya, dr Irsan NHN Lubis SpS meninggal saat menjalani perawatan di RS Columbia Asia akibat terpapar virus corona pada Senin 18 Mei 2020. (ris)

Gubsu Keluarkan Surat Edaran Baru, Belajar Tatap Muka Dilarang di Semua Zona

JUBIR: Jubir GTPP Covid-19 Sumut, Mayor Kes dr Whiko Irwan SpB menyampaikan data kasus di Sumut. Hingga Minggu (19/7), total kasus positif di Sumut 2.937 orang, sembuh 719 orang, dan meninggal 147 orang.
JUBIR: Jubir GTPP Covid-19 Sumut, Mayor Kes dr Whiko Irwan SpB menyampaikan data kasus di Sumut. Hingga Minggu (19/7), total kasus positif di Sumut 2.937 orang, sembuh 719 orang, dan meninggal 147 orang.
JUBIR: Jubir GTPP Covid-19 Sumut, Mayor Kes dr Whiko Irwan SpB menyampaikan data kasus di Sumut. Hingga Minggu (19/7), total kasus positif di Sumut 2.937 orang, sembuh 719 orang, dan meninggal 147 orang.
JUBIR: Jubir GTPP Covid-19 Sumut, Mayor Kes dr Whiko Irwan SpB menyampaikan data kasus di Sumut. Hingga Minggu (19/7), total kasus positif di Sumut 2.937 orang, sembuh 719 orang, dan meninggal 147 orang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi kembali menegaskan pelarangan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di sekolah selama pandemi Covid-19 . Penegasan ini tertuang dalam surat edaran Gubsu terbaru, bernomor 218/GTCOVID-19/VII/2020 yang ditujukan kepada bupati dan wali kota serta pengelola satuan pendidikan se-Sumut.

TERTULIS dalam surat edaran itu, KBM tetap dilakukan dari rumah melalui daring (dalam jaringan/online). “Disampaikan bahwa proses belajar-mengajar tetap dilanjutkan dengan belajar dari rumah (secara daring), sedangkan pembelajaran tatap muka menunggu petunjuk lebih lanjut dari ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Sumatera Utara,” demikian isi surat itu yang dilihat Sumut Pos, Minggu (19/7).

Surat ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran nomor 205/GTCOVID-19/VII/2020 yang dikeluarkan Gubsu pada 6 Juli 2020. Dalam edaran sebelumnya, KBM secara tatap muka diizinkan di zona hijau dengan berbagai aturan ketat. Namun dalam surat edaran terbaru ini, KBM secara tatap muka dilarang di semua zona.

Dalam SE sebelumnya, KBM di zona hijau bisa dilakukan dengan tatap muka secara bertahap selama masa transisi yang sudah memenuhi semua daftar periksa dan merasa siap. Pembelajaran secara tatap muka di satuan pendidikan pada zona hijau ini dilakukan dengan penentuan prioritas. Untuk wilayah selain zona hijau memang sudah dilarang melakukan proses pembelajaran tatap muka. Proses belajar mengajar di wilayah ini dilakukan dari rumah secara daring.

“Satuan pendidikan yang berada di zona kuning, oranye, dan merah dilarang melakukan proses pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan dan tetap melanjutkan belajar dari rumah (BDR),” tulis poin pertama dari surat edaran itu.

Anggota DPRD Sumut, Abdul Rahim Siregar menyatakan dukungan atas surat edaran terbaru Gubsu tersebut. Menurutnya, angka kasus baru Covid-19 yang terus meroket memang harus menjadi perhatian pemerintah sebelum menerapkan KBM tatap muka di sekolah. “Kita harus melihat ada penurunan kasus baru dan tanda-tanda melandai sebelum kembali membuka sekolah untuk proses belajar mengajar. Jangan ambil risiko sekecil apapun apalagi ini menyangkut keselamatan generasi bangsa kita ke depan,” katanya.

Ia melihat, naiknya kasus baru setiap hari di Sumut disebabkan masyarakat menganggap bahwa kondisi telah normal dari wabah. Padahal, sama sekali pandemi Covid-19 belum berakhir hingga kini. “Ini yang membuat kita teledor sehingga angkanya terus signifikan naik. Di tengah pemerintah sibuk sosialisasi new normal sejak sebulan yang lalu, masyarakat malah menangkap bahwa kondisi sudah normal dari wabah. Ditambah abai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan,” katanya.

Politisi PKS ini juga mengkritisi perubahan istilah-istilah dalam penanganan pandemi Covid-19 oleh pemerintah. Menurutnya hal itu tidak menjamin penanganan lebih baik akan virus mematikan tersebut. Masyarakat mesti terus diedukasi sehingga dalam masa transisi menuju adaptasi kebiasaan baru nanti, disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Ini tidak menjamin sebenarnya. Yang terpenting itu bagaimana pemerintah apapun istilah yang dipakai, ada kesungguhan dalam menangani Covid-19. Kemudian terus mengampanyekan tentang bahaya Covid-19 kepada masyarakat, menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta lain sebagainya agar ada sisi edukasi untuk memudahkan penanganan Covid-19 ini secara maksimal,” kata anggota Komisi A DPRDSU itu.

Pergantian istilah-istilah ini, hemat dia, bentuk ketidakseriusan pemerintah dalam percepatan penanggulangan bencana nonalam tersebut. Pemerintah disebut dia hanya sibuk mengurusi permukaan luar ketimbang substansi masalah.

“Itukan masalah judul saja, masalah nama. Harusnya substansi penanganan Covid-19 ini yang diurusi oleh pemerintah baik pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Artinya bagaimana kasusnya bisa menurun, grafiknya dapat melandai, penanganannya jelas, penyaluran sembako untuk jaring pengaman sosial (JPS) tepat sasaran,” katanya.

Pihaknya mengharapkan apapun pemaknaan yang dipakai, kuncinya adalah keseriusan pemerintah menangani pandemi ini. Terlebih dalam menanggulangi Covid-19 ini, pemerintah memakai uang rakyat melalui berbagai sumber pajak yang dibebankan.

“Untuk Pemprov Sumut saja, targetnya anggaran dipakai sebanyak Rp1,5 triliun. Ya itukan uang rakyat jangan sampai disalahgunakan. Ini kan soal judul saja, terpenting dalam bencana ini adalah substansi penanganannya. Dan jangan sampai dengan istilah-istilah ini ada pengaburan kepada masyarakat. Semua kita sepakat menuju tatanan hidup baru, tetapi jangan dipaksakan kondisinya,” katanya.

Karenanya ia kembali menyarankan supaya sosialisasi dan imbauan tentang penanganan Covid-19 dapat dilakukan lebih masif lagi. “Seperti imbauan di rumah-rumah ibadah, tempat-tempat umum juga dibuat imbauan. Itu penting supaya masyarakat tau. Sehingga ada sebuah keinginan dari masa transisi ini menuju adaptasi kebiasaan baru tersebut,” katanya.

Soal perubahan penanganan dari pergantian istilah ini, ia melihat perlu ditekankan pada perilaku masyarakat itu sendiri. Sebab istilah new normal yang sebelumnya dipakai pemerintah, membuat sikap dan perilaku masyarakat menganggap kondisi telah normal dari wabah. “Seperti di Kota Medan kita melihat, kan macam sudah normal. Di mana-mana orang sudah ramai. Di cafe-cafe, di pajak-pajak (pasar tradisional, Red), dan jalan di mana-mana sudah macet. Ini menunjukkan macam normal yang dulu sebelum ada wabah. Maunya istilah new-nya itu yang gencar disosialisasikan, sebab itu bagian dari protokol kesehatan pada masa transisi menuju adaptasi kebiasaan baru ini,” pungkasnya. (prn)

Tiga Pencuri Sarang Walet Ditangkap, 1 Pelaku DPO

PENCURI: Suryanto alias Julik salah satu pelaku pencurian sarang burung walet usai diringkus Tekab Sat Reskrimsus Polresta Deliserdang, Minggu (19/7). batara/SUMUT POS.
PENCURI: Suryanto alias Julik salah satu pelaku pencurian sarang burung walet usai diringkus Tekab Sat Reskrimsus Polresta Deliserdang, Minggu (19/7). batara/SUMUT POS.
PENCURI: Suryanto alias Julik salah satu pelaku pencurian sarang burung walet usai diringkus Tekab Sat Reskrimsus Polresta Deliserdang, Minggu (19/7). batara/SUMUT POS.
PENCURI: Suryanto alias Julik salah satu pelaku pencurian sarang burung walet usai diringkus Tekab Sat Reskrimsus Polresta Deliserdang, Minggu (19/7). batara/SUMUT POS.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Tekab Sat Reskrim Polresta Deliserdang kembali meringkus seorang pencurian sarang burung walet milik Wikok, di Jalan Printis Kemerdekaan, Kelurahan Galang Kota, Kecamatan Galang, Deliserdang, Rabu (8/1) dini hari lalu. Setelah Marianto alias Ateng (35) dan Hamdani Lubis alias Jems (35) ditangkap Sat Reskrim Polresta Deliaerdang, kini giliran Julik (35) diciduk dari Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Galang, Sabtu (18/7) malam sekira pukul 20.00 WIB.

Informasi dihimpun, Sabtu malam itu, Tekab Sat Reskrim Polresta Deliserdang mendapat informasi bahwa pelaku Suryanto alias Julik berada di salah satu rumah di Jalan Anggrek II, Kecamatan Galang. Mendapat informasi tersebut tim langsung menuju lokasi dan berhasil mengamankan Suryanto alias Julik. Guna pemeriksaan, Suryanto alias Julik diangkut ke komando. Sedangkan satu pelaku lain berinisial RB alias B masih buron.

Kepada petugas, Marianto alias Ateng mengakui bahawa Suryanto alias Julik yang bekerja sebagai penjaga gedung burung walet, telah ditawarkan oleh RB alias B (DPO) untuk berkerjasama melakukan pencurian di Gedung Sarang Walet milik korban Wikok. Lalu RB alias B mengajak Hamdani Lubis alias Jems untuk masuk kedalam Gedung Sarang Walet. Setelah berhasil dicuri dan dijual, Julik mendapatkan bagian hasil dari penjualan walet masing-masing sebesar Rp1.500.000 dari RB alias B. Pengakuan Marianto alias Ateng itu diakui oleh Julik dan mengakui perbuatannya.

Sekedar mengingatkan, pencurian sarang burung walet itu terjadi pada Rabu (8/1) sekitar pukul 01.35 WIB. Korban sedang berada dirumahnya yang di Medan, dan pada saat itu korban terbangun dari tidur lalu mengambil handpone miliknya dan melihat rekaman CCTV gedung walet miliknya dari hendpone yang berada di Kota Galang atau lokasi kejadian.

Pada saat itu korban melihat ada dua orang laki laki sedang berada di gedung walet dan mengambil sarang walet. Melihat hal tersebut korban menghubungi Ateng dengan cara menelpon Ateng, tetapi Ateng tidak menjawab telpon korban. Korban kembali menghubungi Ateng dan handpone Ateng tidak aktif.

Kemudian korban langsung meluncur dari Medan menuju lokasi dan melihat sarang walet miliknya sudah hilang sebanyak 2 kg dan pelaku sudah tidak berada dilokasi lagi. Akibatnya korban mengalami kerugian Rp 20 juta rupiah dan membuat laporan pengaduan Laporan Polisi Nomor : LP / 02 / I / 2020/ SU / Resta DS/ sek Galang tanggal 08 Januari 2020. (btr)