29 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 4152

Ditinggal Kerja, Rumah Petugas Kebersihan Terbakar di Sidikalang

TERBAKAR: Petugas Damkar Pemkab Dairi berusaha memadamkan api yang melalap rumah Ranto Sihite, di Desa Bintang Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi, Sabtu (18/7).
TERBAKAR: Petugas Damkar Pemkab Dairi berusaha memadamkan api yang melalap rumah Ranto Sihite, di Desa Bintang Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi, Sabtu (18/7).
TERBAKAR: Petugas Damkar Pemkab Dairi berusaha memadamkan api yang melalap rumah Ranto Sihite, di Desa Bintang Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi, Sabtu (18/7).
TERBAKAR: Petugas Damkar Pemkab Dairi berusaha memadamkan api yang melalap rumah Ranto Sihite, di Desa Bintang Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi, Sabtu (18/7).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Satu unit rumah semi permanen di Desa Bintang Kecamatan Sidikalang terbakar, Sabtu (18/7) siang. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Tetapi kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Kabupaten Dairi, Amudi Situmeang, mengatakan, rumah yang terbakar tersebut dihuni keluarga Ranto Sihite dan istrinya, Lisda boru Simbolon. Ranto bekerja sebagai petugas Kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Dairi.

“Pas kejadian, rumah dalam keadaan kosong. Pemilik sedang bekerja di luar, sehingga tidak banyak barang yang bisa diselamatkan,” katanya.

Untuk memadamkan api, pihaknya mengerahkan 2 unit mobil Damkar dari Pos Jaga Sidikalang. Penyebab kebakaran masih diselidiki pihak berwajib. Tetapi sumber api diduga dari ruang tengah rumah itu. “Untuk sementara, korban mengungsi ke tempat saudaranya,” katanya. (rud)

Wagub Musa Rajekshah Berharap, Pabrik Teh PTPN IV jadi Objek Wisata Edukasi

BERKUNJUNG: Wagub Sumut, Musa Rajekshah, mengunjungi Pabrik Teh PTPN IV, Unit Bah Butong Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun, Minggu (19/7).
BERKUNJUNG: Wagub Sumut, Musa Rajekshah, mengunjungi Pabrik Teh PTPN IV, Unit Bah Butong Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun, Minggu (19/7).
BERKUNJUNG: Wagub Sumut, Musa Rajekshah, mengunjungi Pabrik Teh PTPN IV, Unit Bah Butong Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun, Minggu (19/7).
BERKUNJUNG: Wagub Sumut, Musa Rajekshah, mengunjungi Pabrik Teh PTPN IV, Unit Bah Butong Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun, Minggu (19/7).

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Sumatera Utara (Sumut) merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi perkebunan yang luar biasa dan memberikan kontribusi besar pada perekonomian Sumut. Beberapa komoditas yang menjadi unggulan di antaranya kelapa sawit, karet, kopi, coklat dan teh.

Selain fokus pada produksi komoditas unggul, ada banyak potensi lain dari perkebunan yang perlu digali, salahsatunya ialah aspek wisata. Hal ini diutarakan Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah saat mengunjungi Pabrik Teh PTPN IV, Unit Bah Butong Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun, Minggu (19/7).

“Sektor wisata kebun teh ini menjanjikan, begitu pula dengan proses pembuatan teh di pabrik. Bisa menjadi wisata edukasi yang harus kita tingkatkan agar generasi muda kita mengenal sejarah perkebunan kita dan bangga bahwa kita punya teh asli Sumut,” ujar Wagub yang juga sempat mencicipi jenis-jenis teh yang diolah pabrik.

Menonjolkan aspek wisata, kata Wagub, dengan sendirinya akan membantu meningkatkan promosi komoditas teh Sumut. Selain itu, menonjolkan aspek wisata juga akan membantu perekonomian masyarakat lokal di sekitar perkebunan. “Tadi saya juga mengunjungi Air Terjun Bah Biak yang ada di areal perkebunan Sidamanik, ini bisa menjadi salah satu aspek wisata yang bisa kita jual,” tuturnya.

Sebelumnya, Wagub bercerita bahwa rombongan delegasi Maroko yang pernah berkunjung ke Pabrik Teh PTPN IV mengaku terkesan dengan keindahan Kebun Teh Sidamanik, serta teh yang dihasilkan. Ke depan, dirinya berharap lebih banyak lagi turis mancanegara yang datang dan berkunjung.

General Manager Distrik II PTPN IV, Wispramono Budiman, menyampaikan setuju dengan Wagub, aspek wisata merupakan salah satu potensi yang tidak boleh dilupakan. (rel)

Teken Kerja Sama Pengembangan Ekonomi Daerah, Bupati & BI Dorong Keuangan Digital di Dairi

KERJA SAMA: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu bersama Kepala Perwakilan BI Sumut, Wiwiek Systo Hidayat, menunjukkan naskah kerjasama pengembangan ekonomi daerah dan keuangan digital, Kamis (16/7).
KERJA SAMA: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu bersama Kepala Perwakilan BI Sumut, Wiwiek Systo Hidayat, menunjukkan naskah kerjasama pengembangan ekonomi daerah dan keuangan digital, Kamis (16/7).
KERJA SAMA: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu bersama Kepala Perwakilan BI Sumut, Wiwiek Systo Hidayat, menunjukkan naskah kerjasama pengembangan ekonomi daerah dan keuangan digital, Kamis (16/7).
KERJA SAMA: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu bersama Kepala Perwakilan BI Sumut, Wiwiek Systo Hidayat, menunjukkan naskah kerjasama pengembangan ekonomi daerah dan keuangan digital, Kamis (16/7).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Dairi dan Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumatera Utara sepakat bekerja sama mendorong pengembangan ekonomi daerah dan keuangan digital di Dairi.

“Pemkab Dairi mendukung program BI mendorong perekonomian di wilayah Sumut dan menekan inflasi, terutama menstabilkan harga komoditas pangan di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19),” kata Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu, usai penandatangan kerjasama bersama Kepala BI perwakilan Sumut, Wiwik Systo Hidayat, Kamis (16/7).

Hadir Direktur/Kepala group sistem pembayaran dan pengelola uang rupiah, Andiwiana Septonarwanto, asisten Direktur Amdani, para Pimpinan Bank BUMN/BUMD asisten Setda Dairi serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dairi, Rahmatsyah Munthe, kepada wartawan, Jumat (17/7) mengatakan, pada kesempatan itu Bupati berharap kerjasama ini akan membawa dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Dairi.

“Pembentukan tim pengendali inflasi daerah (TPID) mampu menekan inflasi di daerahnya. Tetapi kami berharap bimbingan dari tim BI, seraya mengharapkan seluruh stakeholder tetap melakukan koordinasi dan kolaborasi menekan inflasi dimaksud,” ujar Eddy.

Eddy juga menyebut Pemkab Dairi telah melakukan koordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam hal berbagi data, dan secara reguler dijadikan sebagai informasi akurat bagi masyarakat menekan inflasi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Peluncuran program Quick Respon Code Indonesia Standart (Qris) oleh BI, diharapkan menjadi aura baru bagi Indonesia dalam dunia transaksi keuangan. “Selama ini program dikuasai oleh asing, baik berupa transaksi tunai, mastercard, visa. Namun dengan adanya QR code, maka sistem pembayaran digital Indonesia dapat dikembangkan,” kata bupati.

Dengan adanya Qris, transaksi non tunai baik dilakukan bank maupun non bank berdampak langsung bagi UMKM seperti toko, warung, tiket wisata, pembayaran parkir dan donasi.

Selanjutnya, Bupati Eddy memaparkan kepada Kepala BI dan rombongan, sejumlah komoditas usaha yang dapat dikembangkan seperti sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan pariwisata. Untuk sektor pertanian dan perkebunan, Dairi memiliki komoditas unggulan yakni jagung, coklat, kopi serta durian yang dapat didorong menjadi sumber ekonomi masyarakat.

Sementara sektor pariwisata, Dairi salahsatu kawasan Danau Toba yakni pantai Silalahi kecamatan Silahisabungan, lokasi Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo serta Danau Si Cike-Cike yang sangat membutuhkan perhatian bersama dalam pengembanganya termasuk perhatian BI.

Untuk saat ini, kata Eddy, jenis usaha yang ada di Dairi masih didominasi usaha sektor perdagangan, eceran, serta pengadaan akomodasi, makanan, dan minuman. Penetrasi pembayaran melalui Qris, masih relatif rendah, namun memliki potensi yang cukup besar. “Pemerintah Dairi bertekad mendorong pelaksanaan program Qris tersebut,” ujarnya.

Pemkab Dairi akan segera menerapkan pembayaran secara non tunai, termasuk kegiatan yang rutin dilaksanakan masyarakat. Seperti ibadah, menggalang donasi, maupun transaksi jual beli.

Kepala perwakilan BI Sumut, Wiwiek Systo Widayat mengatakan, pembayaran non tunai seperti Qris perlu ditingkatkan sebagai salahsatu bentuk penerapan transaksi digitalisasi, yang merupakan salah satu ekosistem perekonomian masyarakat.

“Transaksi non tunai merupakan instrument kegiatan digitalisasi yang ada di masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Wiwiek, masih banyak kegiatan ekonomi yang masih understatement (belum memahami). Dengan transaksi non tunai, seluruh kegiatan ekonomi tercatat. Sehingga kegiatan ekonomi dapat berjalan sebagaimana yang seharusnya. “Karena masih banyak kegiatan ekonomi masyarakat yang masih belum terdata di statistik,” tandasnya. (rud)

3 Positif, Humbahas Zona Kuning, Pemkab Enggan Beberkan Peta Sebaran

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Dari total 2.776 orang yang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 di Sumatera Utara (data per 17 Juli), tiga orang di antaranya terkonfirmasi sebagai warga Kabupaten Humbang Hasundutan. Lonjakan itu cukup tajam, karena sebelumnya tercatat ada dua orang positif di kabupaten tersebut, satu di antaranya telah sembuh. Dengan data itu, Humabahas masuk zona kuning Covid-19 (positif 1-5 orang).

Data sebaran Covid-19 yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Sumatera Utara, seperti dikutip dari halaman resmi covid19. sumutprov.go.id, pada 16 sampai 18 Juli 2020 pukul 17.00 WIB, sebanyak 3 orang terkonfirmasi positif di Humbahas. Satu di antaranya telah sembuh. Namun tidak ada rincian usia, desa, dan kecamatan si pasien dalam peta sebaran.

Selain itu, terdeteksi juga sebanyak satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dua orang positif, dan satu orang sembuh yang sebelumnya, pada 9 Juli sampai 15 Juli 2020.

Jubir Tim GTPP Covid-19 Humbahas, Hotman Hutasoit, yang dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, mengatakan belum bisa memberi keterangan. “Besoklah ya, . Ini baru nyampai di DS (Doloksanggul) mendampingi deputi dari hutan industri Tele,” ucap Hotman yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Humbahas tersebut, Jumat (17/7).

Namun sebelumnya, ia menegaskan ada satu yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Humbahas. Namu ia warga Medan, dan saat ini sedang dalam perawatan di salahsatu rumah sakit di Medan.

“Inisialnya HM, Kepala BPJS Ketenagakerjaan. Ia melakukan swab mandiri tanggal 7 Juli 2020 di RSU Bunda Tamrin, Medan. Hasilnya positif. Sekarang HM dirawat di Medan, dan sesuai KTP Medan maka pelaporannya oleh Medan,” ucap Hotman melalui pesan singkat WhatsApp, Kamis (16/7) lalu.

Kini kondisi HM sedang dalam pemulihan. “Kondisi HM semakin membaik. Sebanyak 5 orang karyawan BPJS termasuk satpamnya, telah ditest swab di Medan. Hasilnya negatif. Kelimanya telah karantina mandiri selama 14 hari ke depan, dan pelayanan dihentikan,” tutupnya.

Sebelumnya, GTPP Covid-19 Sumut mengungkapkan, zona hijau Covid-19 di Sumut bertambah menjadi 7 daerah, dari 33 kabupaten/kota di Sumut. Sebanyak 5 daerah lagi segera menyusul. Kelima daerah zona kuning Covid-19 di Sumut yang bakal masuk kembali ke zona hijau adalah Nias Selatan (Nisel) dengan jumlah 1 kasus, Samosir 2 kasus —satu di antaranya sembuh—, Humbang Hasundutan (Humbahas) 2 kasus, dan 1 sembuh, Tapanuli Selatan (Tapsel) ada 3 kasus dan 1 sembuh, serta Labuhan Batu Selatan (Labusel) ada 2 kasus.

Sebanyak 18 kabupaten/kota di Sumut masuk zona merah, karena kasus positif di atas 5 kasus. Kota Medan memiliki kasus tertinggi dengan jumlah kasus 1.650 orang positif, Pematangsiantar 112 orang positif, Tanjungbalai 7 kasus, Tebingtinggi 11 kasus, Sibolga 10 kasus, dan Padangsidimpuan 6 kasus.

Kemudian, Kabupaten Deliserdang ada 341 kasus, Langkat 26 kasus, Tanah Karo 33 kasus, Simalungun 103 kasus, Asahan 30 kasus, Labuhanbatu 5 kasus, Tapanuli Utara 8 kasus, Tapanuli Tengah 5 kasus, Serdangbedagai 27 kasus, Batubara 32 kasus, Toba 8 kasus, Dairi 4 kasus. (des)

DPC Koswari Karo Bantu Betesda Beternak Ayam

SERAHKAN: Wakil Ketua DPC Koswari Karo menyerahkan ayam kepada Betesda.solideo/sumut pos.
SERAHKAN: Wakil Ketua DPC Koswari Karo menyerahkan ayam kepada Betesda.solideo/sumut pos.
SERAHKAN: Wakil Ketua DPC Koswari Karo menyerahkan ayam kepada Betesda.solideo/sumut pos.
SERAHKAN: Wakil Ketua DPC Koswari Karo menyerahkan ayam kepada Betesda.solideo/sumut pos.

KARO, SUMUTPOS.CO – Betesda Ginting, warga Desa Lingga Julu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, yang sempat viral karena tinggal bersama anaknya di gubuk reot, kembali mendapat perhatian dari para dermawan.

Setelah sebelumnya, rumah gubuknya direnovasi oleh Polres Karo dan bantuan-bantuan lainnya dari masyarakat, Betesda kembali mendapat bantuan dari pengurus DPC KOSWARI (Korps Senior Wartawan Republik Indonesia) Kabupaten Karo sejumlah ayam, Kamis (16/7).

Bantuan ayam tersebut agar Betesda dapat memenuhi kebutuhan dengan cara beternak ayam. Ketua DPC Koswari Karo Gembira Ginting melalui Wakil Ketua Gogo Barus berharap semoga bantuan dapat digunakan dengan baik.

Betesta Ginting mengucapkan terima kasih saat menerima pemberian tersebut. “Saya akan kembangkan ayam ini, agar nanti bila berkunjung lagi ayamnya sudah banyak dan bisa kita makan. Sampaikan salam dan terima kasih saya kepada Ketua Koswari dan teman teman lainnya,” kata Betesda.

Rianto Ginting salah satu pengurus Koswari Karo yang juga ketua BPD Desa Lingga Julu mengatakan, terima kasih atas semua pihak yang sudah peduli terhadal Warga kami. Semoga hal ini bisa menjadi inspirasi bagi orang lain untuk saling membantu bagi orang yang membutuhkan uluran tangan paparnya.

Turut hadir dalam pemberian saluran bantuan, Sekretaris Koswari Pelita Monald Ginting SPd, Erianto Perangin angin salah satu pengurus Koswari, dan Agnesia br Nababan. (deo/han)

Warga Positif Covid-19 Tolak Diboyong ke Rumah Sakit

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Jumlah kasus Covid-19 di Kota Tebingtinggi bertambah menjadi 13 orang. Penambahan tersebut, setelah Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Tebingtinggi melakukan penjemputan salah seorang warga berinisial M, yang sempat menolak untuk dievakuasi.

Juru bicara GTPP Covid-19 dr Nanang Fitra Aulia mengatakan, penjemputan yang dilakukan tim sempat mendapat penolakan. Namun setelah diberikan penjelasan oleh petugas Babinsa dan Babinkamtibmas, warga tersebut akhirnya bersedia dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Menurut dr Nanang, yang bersangkutan positif berdasarkan hasil Swab dan sebelumnya juga telah dilakukan uji Rapid Test. “Hasil dari uji Rapid Tes massal kemarin, kami mendapatkan hasilnya reaktif dan dilanjutkan dengan pemeriksaan Swab dinyatakan positif,”kata Nanang, Minggu (19/7).

Disebutkan Nanang, jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Tebingtinggi menjadi 13 orang, 4 dinyatakan sembuh, dan 9 orang mendapat perawatan di rumah sakit.

Masih kata Nanang, petugas GTPP juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah M, dan toko milik M juga untuk sementara ditutup guna menghindari penyebaran Covid-19. (ian/han)

Kasus Korupsi Dana Perimbangan DAK APBN 2018, KPK Rahasiakan Identitas Para Tersangka

ilustrasi
ilustrasi

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan sejumlah tempat di Kabupaten Labura, dalam pengembangan kasus dugaan suap dana perimbangan DAK APBN-P 2017 dan APBN 2018 yang melibatkan oknum Kemenkeu RI Yaya Purnomo yang statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Untuk pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, belum bisa kami sampaikan saat ini. Perkembangannya nanti akan kami infokan lebih lanjut,” ungkap Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Minggu (19/7) kepada Sumut Pos.

Dijelaskan Ali Fikri, sejak tanggal 14 Juli 2020 sampai dengan 17 Juli 2020, Tim Penyidik KPK dengan dibantu personel pengamanan dari Polres Labuhanbatu dan Polres Asahan melaksanakan penggeledahan terkait penyidikan pengembangan perkara tersebut.

“Penggeledahan dilakukan di empat lokasi berbeda di Kabupaten Labuhan Batu Utara dan Kabupaten Asahan,,” urainya.

Di antarnya, kata Ali, di rumah Dinas Bupati Labuhanbatu Utara, Jalan Sisingamangaraja Kisaran, Kabupaten Asahan. Kantor Bupati Labuhan Batu Utara. Rumah di Jalan Sakinah Lingk I Pulo Tarutung Aek Kanopan

Selain itu, bertempat di Kantor Polres Labuhanbatu, lanjutnya tim Penyidik KPK telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

“Sebanyak 26 orang saksi diperiksa di Mapolres Labuhanbatu,” katanya.

Termasuk dari berbagai pihak itu, di antaranya Bupati Labura Kaharuddin Syah Sitorus (KSS) dan beberapa PNS Pemkab setempat serta pihak swasta yang diduga mengetahui adanya tindak pidana korupsi terkait proses penyidikan pengembangan perkara atas nama terpidana Yaya Purnomo tersebut.

“Ke depan Tim Penyidik KPK akan terus melanjutkan pengumpulan alat bukti dengan kembali mengagendakan pemanggilan pihak-pihak terkait untuk mendalami dugaan tindak pidana korupsi dimaksud,” tandasnya. (fdh/mag-1)

Terkait Pemberitaan Galian C Ilegal di Kecamatan STM Hulu, Wartawan Mendapat Ancaman Lewat Telepon

PUBLIKASI: Petugas Ditkrimsus Poldasu melakukan publikasi di areal penampangan batu dan pasir yang dilakukan PT AM di Dusun Satu, Desa Gunung Manumpak B, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deliserdang.BATARA/ SUMUT POS.
PUBLIKASI: Petugas Ditkrimsus Poldasu melakukan publikasi di areal penampangan batu dan pasir yang dilakukan PT AM di Dusun Satu, Desa Gunung Manumpak B, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deliserdang.BATARA/ SUMUT POS.
PUBLIKASI: Petugas Ditkrimsus Poldasu melakukan publikasi di areal penampangan batu dan pasir yang dilakukan PT AM di Dusun Satu, Desa Gunung Manumpak B, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deliserdang.BATARA/ SUMUT POS.
PUBLIKASI: Petugas Poldasu melakukan publikasi lokasi galian C Ilegal di Kecamatan STM Hulu.batara/sumut pos.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Diduga terkait pemberitaan adanya penambangan batu koral ilegal dan penebangan kayu di Dusun I, Desa Gunung Manupak B, Kecamatan STM Hulu, M.Habil Syah, seorang jurnalis (wartawan) media online mendapat ancaman melalui telepon dari orang tak dikenal.

M.Habil Syah mendapat telepon ancaman tersebut usai melakukan peliputan sidang Rapat Dengar Pendapat (RDP) di kantor DPRD Deliserdang pada Kamis (16/7), mengenai masalah penambangan batu koral dan penebangan hutan secara Ilegal di Desa Gunung Manumpak B.

“Aku di telepon seseorang yang tidak kenal dan dengan suara lantang si penelepon itu mengatakan, jangan kau lanjutkan berita itu lagi kalau mau aman” itu yang dikatakan si penelepon dan aku tidak mengetahui nomornya karena si penelepon menghubungi melalui nomor pribadi/rahasia, “ jelas Habil kepada sejumlah wartawan

Masih menurut Habil, si penelepon misterius tersebut kemungkinan besar mendapatkan nomornya melalui akun facebook miliknya.

“Aku rasa nomor kontak ku didapatnya dari akun FB ku, karena setiap berita aku selalu membagikan melalui FB, di dalam akun FB ku dan nomor kontak ku ada di akun FB ku tu,”jelasnya.

Mengenai terkait hal ini, seoarang wartawan, Hulman Situmorang (47) kepada awak media menegaskan, apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kepada saudara M.Habil Syah atas pemberitaannya, kuat dugaan itulah kaki tangan dari oknum-oknum yang membackingi kasus di Gunung Manumpak B itu.

“Bila terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan kepada teman kami saudara M.Habil Syah atas pemberitaannya, kuat dugaan kami itulah kaki tangan dari oknum-oknum yang membackingi kasus di Gunung Manumpak B itu,” ujar Hulman Situmorang.

Kasus penambangan batu koral dan penebangan pohon kayu di Desa Manumpak B yang diduga ilegal sudah masuk tahap pemeriksaan saksi-saksi di Polresta Deliserdang setelah sebelumnya Camat STM Hulu, Budiman Sembiring yang sudah dipanggil dua kali, dan minggu ini Kepala Desa Gunung Manumpak B, Jonmedi Abraham akan dipanggil sebagai saksi.

“Selasa (21/7) ini kita akan memanggil Kepala Desa Gunung Manumpak B, Jonmedi Abraham Saragih untuk kita mintai keterangannya atas kasus penambangan batu koral dan penebangan kayu di Gunung Manumpak B itu,” jelas Kompol Muhamad Firdaus, Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang. (btr/han)

Nelayan Sergai dapat 2.500 Bibit Ikan Nila

BERIKAN: Ketua IPEMI memberikan bantuan 2.500 bibit ikan nila kepada nelayan Sergai.
BERIKAN: Ketua IPEMI memberikan bantuan 2.500 bibit ikan nila kepada nelayan Sergai.
BERIKAN: Ketua IPEMI memberikan bantuan  2.500 bibit ikan nila kepada nelayan Sergai.
BERIKAN: Ketua IPEMI memberikan bantuan 2.500 bibit ikan nila kepada nelayan Sergai.

Melalui sinergi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Sumut, pengurus Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Sumut yang diketuai oleh Hj Yulidar Bugis, SE melaksanakan pemberian bantuan berupa 2.500 ekor bibit ikan nila kepada kelompok nelayan yang berlokasi di Desa Sentang Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat (17/7) lalu.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan Ketua IPEMI Sumut, Hj Yulidar Bugis, SE, didampingi Ketua IPEMI Kabupaten Serdang Bedagai Hj Rosmaidah Saragih, yang juga istri dari Wakil Bupati Sergai, dan disaksikan oleh perwakilan dari Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan anak Provsu serta yang mewakili Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anakan Kabupaten Sergai, juga unsur pimpinan daerah Kabupaten Sergai lainnya.

Ketua IPEMI Sumut, Minggu (19/7), menyampaikan, kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari program di bidang pertanian, yang telah diawali dengan pembagian 2.500 polybag bibit tanaman cabai (varietas lado dan rawit caplak) gratis untuk para pengurus dan anggota IPEMI kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

“Semua program yang kami lakukan ini diharapkan dapat bermanfaat dan membantu kebutuhan dapur para ibu yang berkiprah di IPEMI Sumut. Di mana umumnya anggota IPEMI Sumut adalah para pelaku usaha kuliner, sehingga hasil dari bibit cabe dan ikan tersebut bisa langsung dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga,” kata Hj Yulidar.

Ia berharap agar 2.500 ekor bibit ikan yang baru diberikan itu dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh anggota masyarakat yang menerimanya.

“Dengan proses pembudidayaan yang baik, semoga dari 2.500 ekor bibit ikan nila ini akan bisa berkembang menjadi 5.000 ekor, berkembang lagi menjadi 10.000 ekor, dan seterusnya, yang sudah tentu akan membawa keuntungan ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Melalui kegiatan itu, Ketua IPEMI Sumut berkeyakinan, ekonomi masyarakat perlahan-lahan akan bangkit, yang pada muaranya akan turut menopang perekonomian daerah dan nasional.

“Program perikanan ini merupakan kegiatan pendamping dari IPEMI Sumut yang fokusnya adalah pemberdayaan ekonomi keluarga dan peningkatan produktivitas UMKM. Program perikanan ini akan memberikan hasil yang bisa dimanfaatkan secara langsung oleh ibu-ibu, baik untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di rumah tangga, maupun mendapatkan nilai ekonomis berupa pertambahan ekonomi keluarga,” kata Hj Yulidar. (int)

Tinjau Kesiapan Pelaksanaan Tahun Ajaran Baru, Bupati Langkat Kunjungi Pesantren Modern Nuur Ar-Radhiyah

TINJAU: Bupati Langkat Terbit Rencana PA saat meninjau Pesantren Modern Nuur Ar-Radhiya, di Desa Pematang Tengah Kecamatan Tanjung Pura, Langkat. Ilyas effendy/ Sumut Pos.
TINJAU: Bupati Langkat Terbit Rencana PA saat meninjau Pesantren Modern Nuur Ar-Radhiya, di Desa Pematang Tengah Kecamatan Tanjung Pura, Langkat. Ilyas effendy/ Sumut Pos.
TINJAU: Bupati Langkat Terbit Rencana PA saat meninjau Pesantren Modern Nuur Ar-Radhiya, di Desa Pematang Tengah Kecamatan Tanjung Pura, Langkat. Ilyas effendy/ Sumut Pos.
TINJAU: Bupati Langkat Terbit Rencana PA saat meninjau Pesantren Modern Nuur Ar-Radhiya, di Desa Pematang Tengah Kecamatan Tanjung Pura, Langkat. Ilyas effendy/ Sumut Pos.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA meninjau langsung kesiapan Pesantren Modern Nùur Ar-Radhiyah, di Desa Pematang Tengah, Kecamatan Tanjungpura dalam menghadapi tahun ajaran 2020-2021.

Kedatangan Bupati bersama rombongan, disambut langsung oleh pendiri Pondok Pesantren H.Muhammad Nur Abu Bakar dan Tuan Guru Babusalam Zikmal Fuad, serta para pengurus Pesantren Nur Ar- Radhiyah.

Pada kesempatan itu, Bupati Langkat menyatakan, kehadiran pesantren ini bukan saja wadah penempahan intelektual muda yang beradab, tapi juga pengembalian jati diri Kecamatan Tanjungpura yang sejak dulu dikenal sebagai kota pendidikan di Langkat.

Bupati Langkat juga mendoakan segala yang menjadi cita – cita dan tujuan mulia dari pendirian lembaga pendidikan ini, dapat terwujud sebagaimana visi dan misi yang telah di tetapkan. Yakni, menghasilkan lulusan terbaik yang tidak semata berilmu, namun memiliki adab yang mulia.”Untuk menjadi sukses, kuncinya ada pada disiplin, serta siap membentuk karakter diri yang beradab. Belajar keraslah dengan disiplin agar menjadi generasi emas, sehingga membanggakan orang tua dan berguna untuk bangsa dan agama,” pesan Terbit Rencana PA kepada para santri.

“Pandemi Covid-19 belum berakhir, tetap jaga kesehatan, immunitas tubuh dan selalu menjaga kebersihan diri serta mengikuti protokol Kesehatan.”sambungnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan pesantren H.Firmansyah melaporkan, bahwa pembangunan tahap awal dalam penataan dan melengkapi fasilitas untuk para calon santri yang datang pada 19 Juli 2020, sudah selesai. Untuk jumlah calon santri tahun ini, 265 orang berasal dari berbagai daerah di Sumut. “Ke depan, santrinya berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan Manca Negara,”katanya.

Firmansyah juga menambahkan, untuk tenaga pendidikannya ada 50 orang, berasal dari alumni pesantren dan universitas yang tersebar dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kami mohon kepada seluruh masyarakat Langkat, agar pesantren ini maju dan berkembang menjadi pusat pendidikan Islam di Indonesia dan Langkat khususnya,”pungkasnya.

Di sela-sela peninjauan tersebut, Bupati Langkat juga menyempatkan mengunjungi gedung Islamic Center di Jalan Proklamasi Kota Stabat.

“Pemkab Langkat mendukung segala kebutuhan perbaikan bangunan gedung. Semoga dapat memfasilitasi kemajuan Islam menuju Langkat semakin religius,”ujar Bupati. (yas/han)