31 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 4165

Desa Bakkal Gajah Kekurangan Guru

KEKURANGAN GURU: Kades serta tokoh masyarakat Desa Bakkal Gajah menyampaikan aspirasi terkait kekurangan guru SD berstatus PNS ke Komisi III DPRD Dairi, Selasa (14/7).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
KEKURANGAN GURU: Kades serta tokoh masyarakat Desa Bakkal Gajah menyampaikan aspirasi terkait kekurangan guru SD berstatus PNS ke Komisi III DPRD Dairi, Selasa (14/7).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
KEKURANGAN GURU: Kades serta tokoh masyarakat Desa Bakkal Gajah menyampaikan aspirasi terkait kekurangan guru SD berstatus PNS ke Komisi III DPRD Dairi, Selasa (14/7).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
KEKURANGAN GURU: Kades serta tokoh masyarakat Desa Bakkal Gajah menyampaikan aspirasi terkait kekurangan guru SD berstatus PNS ke Komisi III DPRD Dairi, Selasa (14/7).RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Sejumlah tokoh masyarakat serta Kepala Desa Bakkal Gajah Kecamatan Silima Pungga-Pungga melakukan audensi dengan Komisi III DPRD Dairi, Selasa (14/7). Kedatangan mereka, untuk mendesak DPRD untuk mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menempatkan guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) ke sekolah dasar (SD) nomor 034808 Bakkal Gajah.

Rombongan Kepala Desa Bakkal Gajah, Humitar Sitorus menyatakan di SD tersebut hanya ada 1 orang guru PNS yang juga merangkap sebagai pelaksana tugas Kepala Sekolah. Dan PNS ini hanya dibantu 7 orang tenaga honorer.

“Dan supaya kegiatan belajar mengajar (KBM) bisa terlaksana, pihak sekolah dan komite terpaksa merekrut tenaga honor sebagai guru kelas. Saat ini, tenaga pendidik disekolah itu, 1 PNS dan 7 orang guru honor untuk mendidik sebanyak 75 siswa,” ujarnya.

Humitar mengatakan anak-anak di desa Bakkal Gajah juga generasi bangsa Indonesia yang harus mendapatkan pendidikan yang layak serta bermutu. Karena itu, seharusnya mereka juga mendapatkan pendidikan yang layak yang diajar oleh tenaga pengajar sesuai dengan bidang pendidikan.

“Bukan maksud merendahkan tenaga pengajar disana, tetapi tidak semua disiplin ilmu mereka di bidang pendidikan sehingga bagaimana kualitas pendidikan di sana kita jamin,” ujarnya.

Menurut Kades, kekurangan guru tersebut sudah sering disuarakan baik langsung kepada Bupati Eddy KA Berutu maupun ke Dinas Pendidikan. Namun sampai sekarang tidak ada realisasi penpatan guru ke sana.

Ironisnya, pada penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2019 lalu, tidak ada dibuka formasi ke SD 034808 Bakkal Gajah.

“Kami memohon kepada dewan untuk mendengarkan aspirasi kami demi keberlangsungan pendidikan di desa kami,” tutupnya.

Menanggapi aspirasi warga Desa Bakkal Gajah, anggota Komisi III, Bona Tindaon serta Lamasi Simamora dan lainya menegaskan, akan menindaklanjuti keluhan yang disampaikan masyarakat Desa Bakkal Gajah.

“Dengan pengangkatan Kepala Dinas Pendidikan depenitif kita harapkan bisa memperbaiki birokrasi serta mutu pendidikan termasuk pemerataan guru. Dinas Pendidikan punya lokasi anggaran lumayan besar baik dari APBN maupun APBD Kabupaten. Harusnya itu bisa mendorong peningkatan kualitas,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Dairi, Besli Pane usai pertemuan mengatakan, secara umum SD di Dairi saat ini kekurangan guru PNS. Karena jumlah guru SD yang pensiun dengan perekrutan CPNS tidak sebanding.

“Kita tetap mengusulkan ke BKPSDM untuk selanjutnya dilakukan perekrutan CPNS, tetapi mungkin jumlah kuota yang disetujui pemerintah pusat terbatas. Saat ini kita terus melakukan pemetaan dalam rangka perataan guru,” tandasnya.(rud/ram)

Selain Kades, pertemuan tersebut dihadiri tokoh masyarakat, Osman Silaen dan warga lainya. Sedangkan Komisi III diwakilakn oleh Bona Tindaon, Lamasi Simamora, Nurlinda Angkat, Jones Gurning serta Radeanto Banjarnahor. (rud/ram)

FHI Medan Berharap Pemko Realisasikan Isentif Guru Honor

ILUSTRASI: Seorang guru SD honor saat bersama muridnya. Sudah setahun uang insentif guru honor SD
ILUSTRASI: Seorang guru SD honor saat bersama muridnya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Forum Honorer Indonesia (FHI) Kota Medan berharap, Pemko Medan dapat segera merealisasikan dana insentif dan honor bagi guru-guru honor di sekolah negeri sesuai UMK, seperti yang direkomendasikan Fraksi Gerindra dan PKS DPRD Medan. Hal ini disampaikan Ketua FHI Kota Medan, Fahrul Lubis dan Ketua FHI Sumut, Andi Subakti melalui siaran pers yang diterima Sumut Pos, Rabu (15/7).

“FHI Kota Medan sangat mendukung rekomendasi yang di keluarkan Fraksi Gerindra dan PKS, terkait pemberian dana insentif bagi guru honorer yg bertugas di sekolah negeri yang terdampak Covid-19. Apalagi, semua guru honorer sekolah negeri tidak bisa menerima bantuan sosial (Bansos) pandemi Covid-19, dikarenakan memiliki gaji tetap,” kata Fahrul.

Menurutnya, Fraksi Gerindra melalui pandangan umumnya meminta agar Pemko Medan tetap mencairkan dana insentif tahun 2020, dengan gaji yang di peroleh guru honorer sekolah negeri antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta. “Fraksi Gerindra sangat mendorong Pemko Medan segera merealisasikan, karena insentif yang sangat dibutuhkan oleh guru honorer,” ujar Fahrul.

Dia juga menyebutkan, keberadaan guru-guru honor saat ini juga sangat dibutuhkan Pemko Medan dalam mengajar di seluruh sekolah negeri menggantikan guru PNS yang sudah pensiun untuk mencerdaskan generasi penerus di Kota Medan. Seiring dengan itu, FHI Kota Medan juga akan terus meningkatkan kompetensi guru honorer melalui pelatihan dan akan melakukan Ujian Kompetensi Guru (UKG) khusus guru honorer sekolah negeri di Kota Medan.

“Ini sebagai upaya dan memberikan gambaran bahwa guru-guru honorer negeri memiliki potensi dan kemampuan yang sejajar dengan guru PNS baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun, sehingga Pemko Medan tidak ragu-ragu untuk memberikan apresiasi kepada seluruh guru honorer sekolah negeri Kota Medan,” ungkapnya.

FHI Kota Medan, kata Fahrul,  sangat mengapresiasi pandangan umum dan rekomendasi Fraksi PKS DPRD Kota Medan agar para guru honorer yang bertugas di sekolah negeri diberikan gaji dengan standar UMK seperti yang diperoleh honorer yang bertugas di OPD lain Kota Medan. “Status kami sama-sama honorer, tapi mengapa ada perbedaan honor?” tandasnya. (adz)

Kadisdik Sergai Tinjau Orientasi SD 104301 Pematangganjang

TINJAU: Kadis Pendidikan Sergai Joni Walker Manik saat meninjau Orentasi Siswa di SD 104301 Desa Pematang Ganjang, Selasa (14/7).
TINJAU: Kadis Pendidikan Sergai Joni Walker Manik saat meninjau Orentasi Siswa di SD 104301 Desa Pematang Ganjang, Selasa (14/7).
TINJAU: Kadis Pendidikan Sergai Joni Walker Manik saat meninjau Orentasi Siswa di SD 104301 Desa Pematang Ganjang, Selasa (14/7).
TINJAU: Kadis Pendidikan Sergai Joni Walker Manik saat meninjau Orentasi Siswa di SD 104301 Desa Pematang Ganjang, Selasa (14/7).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Sekolah yang melaksanakan kegiatan perkenalan lingkungan sekolah atau Orentasi Siswa Baru harus melaksanakan protokol kesehatan Covid-19. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Serdang Bedagai (Sergai) Joni Walker Manik saat meninjau Orientasi Siswa di SD 104301 Desa Pematangganjang, Selasa (14/7).

“Sekolah diwajibkan melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 saat Orentasi Siswa Baru, selama 3 hari,” katanya.

Menurutnya, protokol kesehatan Covid-19 yang harus dilaksanakan sekolah seperti penyediaan tempat cuci tangan, alat pengukur suhu badan.

Selain itu, guru dan siswa diwajibkan memakai masker selama di sekolah dan duduk jaga jarak baik di dalam ruangan kelas selama orentasi. “Ini harus dilakukan dalam mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah selama orientasi siswa,” ungkap Joni.

Lebih lanjut dijelaskannya, setelah mengikuti orentasi, para siswa baru nantinya akan menjalani proses belajar jarak jauh secara daring (online).

“Para guru nantinya akan membimbing siswa dalam mata pelajaran pendidikan dan soal secara daring. Siswa hanya bisa belajar di rumah masing-masing secara daring mengingat Kabupaten Serdang Bedagai masih zona merah,” pungkasnya. (bbs/azw)

Tim Wasrik Itwasum Polri Datangi Polres Sergai

DITERIMA: Tim Wasrik Itwasum Polri saat diterima di Aula Patriatama Polres Sergai, Senin (13/7).
DITERIMA: Tim Wasrik Itwasum Polri saat diterima di Aula Patriatama Polres Sergai, Senin (13/7).
DITERIMA: Tim Wasrik Itwasum Polri saat diterima di Aula Patriatama Polres Sergai, Senin (13/7).
DITERIMA: Tim Wasrik Itwasum Polri saat diterima di Aula Patriatama Polres Sergai, Senin (13/7).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Tim Wasrik Itwasum Polri mendatangi Polres Serdang Bedagai (Sergai). Kedatangan Tim Wasrik Itwasda Polda Sumatera Utara ke Polres Sergai bertujuan untuk melaksanakan Supervisi dan Asistensi bidang aspek pelaksanaan dan pengendalian Tahun Anggaran 2020 bertempat di Aula Patriatama Polres Sergai, Senin (13/7) sekira pukul 09.00 WIB.

Kedatangan Tim Wasrik Itwasum yang dipimpin Kombes Pol Drs Miftahor Rachman sebagai ketua tim disambut langsung oleh Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang, Kapolres Tebing Tinggi AKBP J Hutagaol, Ka Rumkit Bhayangkara TK II AKBP J Ginting.

Tim Wasrik rutin tahap II nantinya akan melakukan supervisi pada aspek pelaksanaan dan pengendalian pada satker Polres Serdang Bedagai, Polres Tebingtinggi dan Rumkit Bhayangkara TK II tebing Tinggi.

Ketua Tim Itwasum Polri Kombes Pol Drs Miftahor Rachman mengatakan kedatangan Tim ke Polres Sergai ini sebagai sipervisi dan asistensi bidang Managemen, bidang Opsnal, SDM, Sarpras, dan Garkeu.

“Sebagai bahan evaluasi pada pelaksanaan dan pengendalian pada satker Pada Polres Sergai, Polres Tebingtinggi dan Rumkit Bhayangakara,” Kata Kombes Pol Rachman. “Dengan pemeriksaan ini diharapkan menegement baik bidang Opsnal,Sarpras dan Garkeu tepat sasaran,” pungkasnya. (bbs/azw)

Pesantren Al Hasimiyah Lakukan Rapid Test

PLAKAT : Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menerima plakat dari USU usai memantau pelaksanaan rapid test di Pesantren Al Hasimiyah.
PLAKAT : Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menerima plakat dari USU usai memantau pelaksanaan rapid test di Pesantren Al Hasimiyah.
PLAKAT : Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menerima plakat dari USU usai memantau pelaksanaan rapid test di Pesantren Al Hasimiyah.
PLAKAT : Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menerima plakat dari USU usai memantau pelaksanaan rapid test di Pesantren Al Hasimiyah.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pem ko) Tebingtinggi menggandeng Universitas Sumatera Utara (USU) dan Pesantren Al Hasimiyah di Kelurahan Padang Marbau Kecamatan Padang Hulu Kota Tebingtinggi menggelar rapid test masal kepada 400 santriwan-santriwati dan guru sebanyak 28 orang, Selasa (14/7). Rapid tes ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid -19 di Kota Tebingtinggi di kalangan pesantren.

Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi mengatakan bahwa sepatutnya disyukuri atas Rido Tuhan kita diberi kesehatan dan berkumpul di Pesantren Al Hasyimiyah dalam kegiatan rapid test.

“Saya harapkan kepada tenaga medis yang melakukan pengecekan rapid test terhadap guru maupun santri Al Hasyimiyah agar benar benar dilaksanakan. Kami dari Pemerintah Kota Tebingtinggi menginginkan kegiatan rapid test ini akan terus dilaksanakan namun karena keterbatasan anggaran kami akan melaksanakan secara bertahap,” jelasnya.

Umar juga mengucapkan terima kasih kepada para pengusaha pengusaha besar yang ada di Kota Tebingtinggi yang telah memberikan bantuan untuk dapat dilakukan rapid test kepada waega Kota Tebingtinggi.

“Saat ini Provinsi Sumatera Utara masuk dalam kategori ke 7 se-Indonesia yang terpapar Covid-19. Penyebaran Virus Corona ini tidak pandang buluh namun dapat menyebar kepada semua manusia, maka dari itu kita harus menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan kita masing-masing,” pintanya.

Sambung Umar, rapid test ini dilaksanakan untuk mengetahui kesehatan kita dari Covid -19. Usaha kita buat dan kita tetap berdoa kepada Allah agar kita semuanya terhidar dari Virus Corona.

Sebelum dilakukan rapid test kepada guru dan murid santri di pondok pesantren Al Hasimiyah, Fakultas kedokteran USU yang diwakili oleh dr Dewi Indah Sari Siregar SPpk memberikan bantuan 800 Pcs alat rapid test kepada Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi sekaligus tim gugus tugas.

Sementara, dr Dewi Indah Sari Siregar mengataka dalam kegiatan ini seharusnya dihadiri Rektor USU namun karena beliau saat ini sedang menjalani isolasi akibat terkena Covid -19 kedatangan tersebut ditunda.

“Muda mudahan apa yang kita laksanakan hari ini dapat bermanfaat bagi kita semuanya,” papar dr Dewi Indah.

Sementara, Ketua Anak Tebingtinggi (Anteb) dr Masdulhak Siregar SpOGk mengatakan pihaknya sangat senang atas dilaksanakannya kegiatan rapid test saat ini.

Dijelaskannya, selaku Ketua Anteb sangat mendukung atas kebijakan Pemerintah Kota Tebingtinggi dan Universitas Sumatera Utara dalam hal kegiatan ini.

“Mari kita jaga kesehatan kita masing masing karena penyebaran covid-19 ini sangat berbahaya,” pungkasnya. (ian/azw)

Dua Pejabat dan Seorang Anak Positif Covid di Kabupaten Deliserdang

RAPID TEST: Jajaran Pemerintah Kabupaten Deliserdang saat menggelar rapid test di Deliserdang, baru-baru ini.
RAPID TEST: Jajaran Pemerintah Kabupaten Deliserdang saat menggelar rapid test di Deliserdang, baru-baru ini.
RAPID TEST: Jajaran Pemerintah Kabupaten Deliserdang saat menggelar rapid test di Deliserdang, baru-baru ini.
RAPID TEST: Jajaran Pemerintah Kabupaten Deliserdang saat menggelar rapid test di Deliserdang, baru-baru ini.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Seorang pejabat eselon II, Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan anak pejabat di Kabupaten Deliserdang dinyatakan positif Covid-19. Ketiganya masing-masing berinisial GS, BTR, dan AD.

Informasi diposko Gugus Tugas penanganan percepatan Covid-19 Pemkab Deliserdang saat ini ketiganya sedang menjalani isolasi mandiri. Hal ini karena ketiganya positif tanpa gejala.

Diduga dua pejabat itu bisa sama-sama positif karena riwayat sebelumnya ada berjumpa dalam pertemuan rapat beberapa waktu lalu. Sedangkan anak pejabat itu memiliki riwayat perjalanan ke luar kota.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Deliserdang, dr Ade Budi Krista saat dikonfirmasi membenarkannya kalau keduanya sebelumnya sempat menggelar pertemuan. Disebut saat itu ada beberapa pejabat lain.

“Ia benar ada dua orang yang positif memang. Sudah di swab mereka makanya diketahui positif. Karena tanpa gejala ya diisolasi mandirilah,” jelas dr Ade Budi Krista di kantor Bupati Deliserdang, Selasa (14/7).

Untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut maka dilakukan rapid test terhadap beberapa pejabat lain. Pejabat-pejabat yang mempunyai kontak erat dengan keduanya akan dilakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah reaktif atau nonreaktif. Ketika reaktif disebut akan langsung dilakukan swab.

“Ya ini hari kita lakukan rapitd tes terhadap pejabat eselon II maupun pejabat lainnya yang pernah kontak sama kedua orang tersebut,” kata dr Ade.

Sementara, untuk anak pejabat menjalani rapid test secara mandiri dan sekarang kini isolasi mandiri. Untuk dua pejabat Deliserdang itu, menambah deret panjangnya jumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang yang positif Covid-19.

Sebelumnya sudah ada beberapa pejabat lain seperti Kepala Puskesmas dan Kepala Bidang hanya saja saat ini mereka sudah sembuh. (btr/azw)

Salat Idul Adha Dibolehkan di Lapangan Merdeka Binjai

RAPAT: Pemko Binjai saat menggelar rapat membahas salat Idul Adha di Kota Binjai, Selasa (14/7). tedi/sumut pos.
RAPAT: Pemko Binjai saat menggelar rapat membahas salat Idul Adha di Kota Binjai, Selasa (14/7). tedii/sumut pos.
RAPAT: Pemko Binjai saat menggelar rapat membahas salat Idul Adha di Kota Binjai, Selasa (14/7). tedi/sumut pos.
RAPAT: Pemko Binjai saat menggelar rapat membahas salat Idul Adha di Kota Binjai, Selasa (14/7). tedii/sumut pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Binjai akan melaksanakan Salat Idul Adha 1441 H di Lapangan Merdeka Binjai dengan tetap mematuhi protokol kesehatan penaggulangan Covid-19. Ini merupakan keputusan dari Rapat Evaluasi Tim Gugus Tugas Covid-19 yang dipimpin langsung Wali Kota Binjai, H Muhammad Idaham yang dihadiri oleh Ketua DPRD, H Noor Alamsyah Putra, Dandim 0203 Langkat, Letkol Bachtiar Susanto, Wakapolres, Kompol Nata Nail Panjaitan serta unsur Forkopimda di Aula Pemko Binjai, Senin (13/7).

Idaham mengatakan, terkait momentum Hari Raya Idul Adha tahun ini, sesuai Surat Edaran Menteri Agama Nomor : SE 18 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441 h / 2020 M Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19, maka pelaksanaan Salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban diperbolehkan di masjid maupun di lapangan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Idul Fitri kemarin tidak ada surat edaran dari menteri yang memperbolehkan untuk salat (di lapangan). Karena itu, Gugus Tugas melarang melakukan. Untuk Idul Adha ini ada surat edarannya, jadi kita izinkan di lapangan merdeka untuk Salat Idul Adha, tapi tetap protokol kesehatan akan diberlakukan,” jelas Idaham.

“Untuk protokol kesehatannya nanti, kita sediakan tempat cuci tangan dengan sabun saja karna sabun tidak membatalkan wudhu. Nanti juga akan diberikan masker bagi yang tidak bawa masker. Untuk tambahan lainnya tolong nanti Panitia Hari Besar Islam (PHBI) dan gugus tugas saling berkoordinasi,” lanjutnya.

Terkait dengan penyembelihan hewan kurban, Idaham akan memberikan bantuan APD berupa masker, sarung tangan, handsanitaizer serta pelindung wajah/face shield bagi setiap tempat pemotongan hewan kurban. “Nanti Gugus Tugas akan keliling untuk mengecek. Jadi, kalau mereka tidak pake masker atau APD lainnya kita bisa peringati. Saya minta untuk Kemenag, tolong didata di mana saja tempat pemotongan hewan kurban agar bisa kita persiapkan APD yang diperlukan,” ujar Idaham.

Sementara, Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Binjai, Agustawan Karnajaya menyampaikan untuk tahun ini jumlah pemotongan hewan kurban jauh berkurang sebanyak 45 persen. (ted/azw)

“Untuk tahun lalu ada 1.595 ekor sapi sedangkan tahun ini hanya sekitar 950 ekor saja,” pungkasnya. (ted/azw)

BNPB Anggap Karo Rawan Penyebaran Covid-19, Perlu Dilakukan Pengawasan Khusus

KARO, SUMUTPOS.CO – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan monitoring dan pemantauan secara langsung ke Kabupaten Karo. Monitoring ini khusus dilakukan di daerah yang dianggap rawan Covid-19 dan bersetatus zona merah.

Upaya ini sekaligus melihat perkembangan progres penanganan dan pendisiplinan di Karo dalam kesiapannya diterapkan fase new normal.

“Artinya saat diberlakukan tatanan baru, masyarakat dan pemda harus siap menyongsong. Tentu progresnya kita lihat,” kata Liaison Officer BNPB Pusat, Mayjen TNI (Purn) Darlan Harahap Liaison Officer BNPB Pusat didampingi Kolonel Inf (Purn) Wilson Siregar dan perwakilan BPBD Provsu Putra Nasution, saat mendatangi Posko Gugus tugas Covid-19 Kab. Karo, sore Kabanjahe, Kamis (9/7).

Kedatangan tim Liaison Officer disambut oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH bersama Dandim 0205 /TK Letkol Inf Taufik Rizal Batubara, Plh ketua GTPP Covid-19 Ir Martin Sitepu, Kasatpol PP Hendrik Philemon Tarigan, kadis perkim Paksa Tarigan, ST, dan Dirut RSUD dr Arjuna Wijaya SpP,.

Menurutnya, sejak dari sekarang harus dikampanyekan terkait protokol kesehatan, harus sering cuci tangan, jaga jarak dan menggunakan masker. Antispasi ini, jika Karo diberlakukan new normal, masyarakat sudah terbiasa dan tidak kaku lagi.

Di samping monitoring ini, banyak masukan dan saran didengar, namun secara spesifik tidak ada yang istimewa. Semua hanya masih taraf normal saja dalam penanganan. Apalagi kab. Karo sudah difungsikan tim pendisplinan protokol kesehatan, hal ini sangat membantu program pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Ini kita apreisasi, dan kita sampaikan ke pihak BNPB pusat, bahwa Karo sudah maksimal dan berhasil mengedukasi masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan,melalui tim displin,”sebut Darlan. (deo/azw)

Sementara Bupati Karo Terkelin Brahmana mengatakan, terima kasih atas kunjungan tim Liaison Officer BNPB Pusat tersebut, sudah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam membantu Kab. Karo dalam Situasi pandemi Covid-19

Hal yang sama dikemukakan oleh Dandim 0205 /TK Letkol Inf Taufik Rizal Batubara, bahwa penertiban pendisplinan sudah terus digalakkan dengan cara menempatkan tim gabungan di titik titik keramaian yang sungguh membutuhkan dalam pencegahan penyebaran Covid-19. (deo/azw)

Rapat Paripurna DPRD dan Pemkab Langkat Bahas Ranperda Retribusi Jasa, Parkir, dan Narkoba

JAWABAN: Bupati Langkat diwakili Sekdakab Dr H Indra Salahuddin memberikan jawaban kepada Fraksi PDIP terkait Ranperda dalam rapat Paripurna di Gedung DPRD Langkat, Selasa (14/7).
JAWABAN: Bupati Langkat diwakili Sekdakab Dr H Indra Salahuddin memberikan jawaban kepada Fraksi PDIP terkait Ranperda dalam rapat Paripurna di Gedung DPRD Langkat, Selasa (14/7).
JAWABAN: Bupati Langkat diwakili Sekdakab Dr H Indra Salahuddin  memberikan jawaban kepada Fraksi PDIP terkait Ranperda dalam rapat Paripurna di Gedung DPRD Langkat, Selasa (14/7).
JAWABAN: Bupati Langkat diwakili Sekdakab Dr H Indra Salahuddin memberikan jawaban kepada Fraksi PDIP terkait Ranperda dalam rapat Paripurna di Gedung DPRD Langkat, Selasa (14/7).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA diwakili Sekretaris Langkat Dr H Indra Salahuddin menyampaikan jawaban atas pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Langkat dalam pembahasan Rencangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat, pada rapat paripurna di Gedung DPRD Langkat, Selasa (14/7).

Pandangan umum dari 8 fraksi DPRD Langkat, sebelumnya dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) disampaikan oleh H Rahmanuddin Rangkuti, Fraksi Partai Demokrat oleh Ade Khairina, Fraksi Bintang Persatuan Indonesia oleh Siti Nurhayati, Fraksi Partai Golongan Karya oleh Ahmad Senang, Fraksi PDI Perjuangan oleh Juriah, Fraksi Nasional Demokrat oleh Zulihartono dan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) oleh Sisanol Fahmi.

Sekda mengatakan sebagai jawaban atas Fraksi Golkar dan PAN terhadap Ranperda perubahan kedua, atas Perda No 1 tahun 2012 tentang retribusi jasa umum. Hanya untuk perubahan retribusi pergantian bukti lulus uji, berupa kartu uji smart card dan besarnya tarif sesuai peraturan pemerintah RI No 15 tahun 2016, tentang jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Sementara itu kata Sekda, dari Fraksi KPK, BPI, Gerindra, Nasdem dan Partai Demokrasi Indinesia Perjuangan (PDIP) mengenai perubahan besaran tarif retribusi pengujian berkala kendaraan bermotor. Karena itu Pemkab Langkat sepakat, besaran tarif dengan memperhitungkan nilai ekonomisnya dan diupayakan untuk tidak memberatkan masyarakat. Hal ini, perlu dilakukan sosialisasi terlebih dahulu, baik melalui media cetak dan sosial,

Sedangkan untuk Ranperda atas perubahan No 15 tahun 2013, mengenai penambahan kata Prekursor Narkotika. Sekda memberikan jawaban kepada Fraksi Golkar, KPK dan PDIP, di antaranya melakukan pembentukan Satgas P4GN Langkat dan Satgas serta relawan anti narkoba di kecamatan dan desa.

“Serta mengeluarkan surat edaran Bupati Langkat, sebagai upaya tindak lanjut kebijakan nasional di bidang pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dalam strategi dan kebijakan pelaksanaan P4GN di lingkungan perangkat daerah,” imbuhnya sembari mengucapkan terimakasih kepada pihak legislatif atas perhatian dan kerjasamanya.

Kemudian, rapat dilanjutkan dengan mendengarkan tanggapan Fraksi-fraksi terhadap jawaban Bupati Langkat. Ketua DPRD Langkat Surialam, saat memimpin rapat, mengatakan rapat paripurna dalam rangka pengesahan/persetujuan Ranperda menjadi Perda akan ditentukan kemudian hari.

Sebelumnya, Tiga Ranperda yang disampaikan Pemkab Langkat, pertama Ranperda yang mengatur perubahan atas Perda No 15 tahun 2013, tentang pencegahan dan penggulangan terhadap penyalagunaan dan peredaran gelap narkotika, sikotropika dan zat adiktif.

Kedua, Ranpera yang mengatur perubahan kedua atas Perda No 1 tahun 2012 tentang retribusi jasa umum.

Ketiga, Ranperda yang mengatur tentang perubahan atas Perda No 6 tahun 2016, tentang pembentukan perangkat daerah Kabupaten Langkat.

Hadir, dalam rapat paripurna tersebut, segenap anggota DPRD Langkat, unsur Forkopimda Langkat, para pejabat Pemkab Langkat, Camat se Kab Langkat, pimpinan BUMD dan BUMN serta jajaran, tokoh agama/masyarakat dan pemuda, pimpinan Parpol dan jajaran, serta undangan lainnya.(yas/azw)

2019 Hanya Terserap 81 Persen, Realisasi PAD Binjai Belum Maksimal

PENYERAHAN: Sekda Binjai M Mahfullah Daulay (kiri) menyerahkan Laporan Pertanggungjawaban kepada Ketua DPRD H Noor Sri Syah Alam Putra dalam rapat paripurna di Lantai 2 Gedung Sementara DPRD Binjai, Selasa (14/7). tedi/ Sumut Pos.
PENYERAHAN: Sekda Binjai M Mahfullah Daulay (kiri) menyerahkan Laporan Pertanggungjawaban kepada Ketua DPRD H Noor Sri Syah Alam Putra dalam rapat paripurna di Lantai 2 Gedung Sementara DPRD Binjai, Selasa (14/7). tedi/ Sumut Pos.
PENYERAHAN: Sekda Binjai M Mahfullah Daulay (kiri) menyerahkan Laporan Pertanggungjawaban kepada Ketua DPRD H Noor Sri Syah Alam Putra dalam rapat paripurna di Lantai 2 Gedung Sementara DPRD Binjai, Selasa (14/7). tedi/ Sumut Pos.
PENYERAHAN: Sekda Binjai M Mahfullah Daulay (kiri) menyerahkan Laporan Pertanggungjawaban kepada Ketua DPRD H Noor Sri Syah Alam Putra dalam rapat paripurna di Lantai 2 Gedung Sementara DPRD Binjai, Selasa (14/7). tedi/ Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dicapai Pemerintah Kota (Pemko) Binjai belum maksimal. Tercatat Tahun 2019, PAD yang dicapai Pemko Binjai sekitar 81 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp1.023.407.509.912.

Ini diketahui dari Rapat Paripurna dengan agenda Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggarapan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2019 di Lantai 2 Gedung Sementara DPRD Binjai, Jalan T Amir Hamzah, Kelurahan Jatinegara, Binjai Utara, Selasa (14/7).

Rapat paripurna itu dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Binjai H Noor Sri Syah Alam Putra didampingi Wakil Ketua Syarif Sitepu dan Ahmad Azra’i Aziz yang memimpin rapat paripurna tersebut. Dari eksekutif, hadir Sekretaris Daerah Kota Binjai, M Mahfullah Daulay.

Pantauan wartawan, rapat berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan. Seperti jaga jarak dan menggunakan masker. Peserta rapat yang mau masuk ke ruangan juga dilakukan pemeriksaan suhu tubuh.

Sebagian organisasi perangkat darah (OPD) tidak hadir. Mereka mengikuti rapat paripurna ini melalui telekonfrens.

Selain OPD yang absen, juga ada anggota dewan dari Fraksi Demokrat dan 2 politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tak terlihat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Binjai menjelaskan, realisasi Pendapatan Daerah Rp910.979.480.197 atau sebesar 81,09 persen. Termasuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pendapatan Retribusi Daerah, Pendapatan Hasil Pengelola Kekayaan Daerah, dan lain-lain PAD yang sah.

“Adapun Anggaran Belanja Daerah setelah perubahan Rp1.065.634.126.708. Dan realisasi belanja daerah Rp905.176.183.077,73 atau sebesar 84,94 persen. Sisa lebih pembiayaan anggaran tahun 2019 berkenaan sebesar Rp908.429.166.667,73. Yang telah kami uraikan sebagai bukti Pemko Binjai tertib anggaran,” kata Sekda.

“Dan harus diakui, realisasi pendapatan daerah dan khusus PAD masih ada yang belum mencapai target. Seperti pajak hiburan, PBB-P2 dan retribusi daerah yang dilaksanakan OPD teknis,” sambung mantan Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Binjai ini.

Sementara, Ketua DPRD Binjai yang akrab disapa Haji Kires mengapresiasi Pemko atas torehan nilai Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama empat kali berturut berdasar hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Utara.

Tak lama berselang Kires menskors rapat paripurna.

Disinyalir skors karena peserta rapat paripurna tidak maksimal. Sehingga belum dapat disahkan secara bersama, dan akan dijadwalkan kembali pada 25 Juli 2020 mendatang. (ted/azw)