26 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 4170

ASN Batu Bara Gugat Bupati Zahir ke PTUN Medan

PTUN: Irnawati, SE (Busana Muslim) bersama empat kuasa hukumnya di PTUN, Jalan Bunga Raya No. 18 Kel. Asam Kumbang Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan, Minggu (12/7).
PTUN: Irnawati, SE (Busana Muslim) bersama empat kuasa hukumnya di PTUN, Jalan Bunga Raya No. 18 Kel. Asam Kumbang Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan, Minggu (12/7).
PTUN: Irnawati, SE (Busana Muslim) bersama empat kuasa hukumnya di PTUN, Jalan Bunga Raya No. 18 Kel. Asam Kumbang Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan, Minggu (12/7).
PTUN: Irnawati, SE (Busana Muslim) bersama empat kuasa hukumnya di PTUN, Jalan Bunga Raya No. 18 Kel. Asam Kumbang Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan, Minggu (12/7).

BATU BARA, SUMUTPOS.CO – Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bernama Irnawati SE mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan. Hal ini dikarenakan dirinya tidak terima diberhentikan secara tidak oleh hormat oleh Bupati Batu Bara, Ir Zahir MAP.

Irnawati menceritakan, pada 14 April 2020 dirinya dilantik menjadi pejabat pada jabatan Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Fakir Miskin, lalu kemudian terbit salinan SK Nomor 256/BKD/2020 pada 15 Mei 2020 diberhentikan dan di mutasi menjadi staf pada Kantor Camat Lau Tador.

“Hanya 29 hari dan tak sampai satu bulan, lalu tiba-tiba di berhentikan tanpa alasan yang jelas, ini kan sudah kesewenang-wenangan namanya,” ujar Irnawati.

Padahal pernyataan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batu Bara yang tertuang dalam surat Nomor 800/1094/DS/V/2020 menjelaskan bahwa Irnawati aktif menjalankan tugas. Dan selama menjalankan tugas Kepala Bidang tersebut sesuai tupoksi tidak pernah melakukan tindakan melawan hukum atau menerima peringatan atau sanksi lisan maupun tulisan.

“Untuk dapat saya pedomani mohon kiranya Bapak Bupati yang terhormat memberikan argumentasi atas pemberhentian pemindahan tempat tugas saya. Namun sayangnya surat yang pernah dilayangkan Irnawati tidak mendapatkan respon dari Bupati,” beber Irnawati yang didampingi empat kuasa hukum.

Kuasa hukum Irnawati, Dedi Suheri SH mengatakan sidang perkara gugatan sudah masuk pada tahap kedua. Jadwal sidang pertama pada Kamis 25 Juni 2020 berupa pemeriksaan persiapan selama 6 hari. Kemudian tahap kedua pada Kamis 9 Juli 2020 agendanya sidang pemeriksaan persiapan kekurangan (Dismissal).

“Sidang kedua pada Kamis, (9/7) masih bersifat tertutup dengan agenda sidang pemeriksaan lanjutan. Ditinjau dalam kasus ini dinilai ada kesewenang-wenangan dalam pencopotan jabatan Irnawati. Makanya itu kita gugat ke PTUN, tentunya apa alasan Pemkab Batu Bara melakukan pemecatan Ibu Irna, apakah ada pelanggaran berat seperti PP No. 53 dan atau ada pelanggaran lainnya,” ujarnya.

Dedi menambahkan, apakah pencopotan itu ada kaitannya bahwa Irnawati pernah terperiksa oleh Kejatisu ketika ia masih aktif menjabat Kabid di Dinas Sosial, kasus bansos sembako.

“Karenya kami berharap agar PTUN Medan dapat menyidangkan kasus ini sebaik-baiknya karena ini menyangkut dengan nama baik Irnawati di mata publik, keluarga maupun di rekan-rekan klien kita, dan harapan kita paling besar adalah rehabilitasi nama baik klien kita,” tegas Dedi mengakhiri. (mag14/ram)

Dairi Masih Zona Kuning, Tahun Ajaran Baru Siswa Tetap Belajar dari Rumah

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Proses penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran baru 2020-2021 di Kabupaten Dairi masih tetap belajar dari rumah. Hal ini dikarenakan, Kabupaten Dairi masih berstatus zona kuning penyebaran Corona Virus disease 2019 (Covid-19),

Sekretarsi Dinas Pendidikan Dairi, Besli Pane mengatakan, proses penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran baru masih tetap belajar dari rumah, dengan cara belajar dalam jaringan (Daring) dan luar jaringan (Luring).

Sesuai surat keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran tahun ajaran 2020-2021 di masa pandemi corona, bahwa satuan pendidikan yang berada di daerah merah, kuning, orange dilarang melaksanakan proses pembelajaran tatap muka.

Dairi masih zona kuning, sesuai kelender, penyelenggaran pembelajaran di Dairi seyogianya dilaksanakan pada 13 Juli akan datang.  “Melihat situasi dan kondisi, Dairi belum zona hijau, sehingga proses pembelajaran masih dilanjutkan dengan belajar dari rumah,” ungkapnya.

Proses pembelajaran di Dairi selama pandemi masih dominan belajar Luring, dimana materi pembalajaran dan tugas diantarkan guru ke rumah siswa karena banyak daerah yang belum bagus fasilitas internetnya. “Sekolah yang memungkinkan bisa belajar Daring masih sekitar 30 persen,” ungkapnya.

Dengan belajar Luring, guru harus bekerja ekstra dengan mengantarkan materi dan tugas ke rumah siswa, serta mengakibatkan pengeluaran tambahan. Memang dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dimungkinkan menganggarkan biaya transportasi guru. Seperti dikabarkan sebelumnya, satu orang warga kecamatan Sumbul berjenis kelamin laki-laki berusia 24 tahun hasil test Swab dinyatakan positif covid-19. Pemuda itu kini sedang menjalani perawatan di rumah sakit Bina Kasih Medan. (rud/ram)

Ribuan Petani Kentang di Samosir Resah, Tanaman Tak Tumbuh, Malah Busuk

DENGAR: Anggota DPR RI (jaket putih) saat mendengarkan keluh kesah petani di Tele terkait tanaman kentang mereka yang busuk dalam tanah.
DENGAR: Anggota DPR RI (jaket putih) saat mendengarkan keluh kesah petani di Tele terkait tanaman kentang mereka yang busuk dalam tanah.
DENGAR: Anggota DPR RI (jaket putih) saat mendengarkan keluh kesah petani di Tele terkait tanaman kentang mereka yang busuk dalam tanah.
DENGAR: Anggota DPR RI (jaket putih) saat mendengarkan keluh kesah petani di Tele terkait tanaman kentang mereka yang busuk dalam tanah.

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Ribuan petani kentang di Kabupaten Samosir, khususnya di daerah Tele, saat ini tengah resah dan gelisah. Pasalnya, tanaman kentang yang mereka tanam tak kunjung tumbuh, malah membusuk di dalam tanah.

“Udah tiga kali datang bibitnya. Yang pertama datang dari Kanada, tumbuh. Yang kedua dan ketiga datang dari Skotlandia. Tak kunjung tumbuh, dan malah busuk di dalam tanah,” kata Ketua Umum Sihar Sitorus Center (SSC) Charles Panjaitan, yang prihatin mendapat pengaduan dari para petani kentang, kepada wartawan, Sabtu (11/7).

Ditambahkan Charles, kentang yang gagal panen diperkirakan mencapai 20 ton. Sedangkan sebanyak 30 ton kentang termin ketiga, tapi sebagian sudah ditanam, juga tak tumbuh. Warga khawatir, jangan-jangan kentang yang tidak tumbuh itu karena bibitnya terkena virus dari asalnya di Skotlandia.

“Pernah ada kejadian serupa di Semarang,” kata Charles Panjaitan. Tahun lalu, sebanyak 25 ton kentang dalam satu kontainer asal Skotlandia dimusnahkan oleh Balai Karantina Kelas 1 Semarang. Alasannya, kentang tersebut mengandung bakteri Pectobacterium Atrosepticum yang tidak pernah ada di Indonesia.

Sebelum dimusnahkan dengan cara dibakar, puluhan ton kentang asal Skotlandia yang diturunkan dari tiga truk di kantor pemusnahan Balai Karantina Kelas 1 Semarang di Karangroto, Genuk Semarang. Kemudian kentang ditumpuk dalam lubang sebesar 5×10 meter kedalaman 5 meter yang telah dipersiapkan di tanah kosong belakang kantor. Setelah ditumpuk merata, lima pekerja langsung menutup kentang dengan kulit padi dan menyiramnya dengan minyak solar.

Saat itu, Kepala Balai Karantina Kelas 1 Semarang, Wawan Sutian, mengatakan puluhan ton kentang asal Skotlandia merupakan hasil operasi pada Februari 2019.

“Ada bintik hitam di bagian dalam. Sedangkan di bagian luar kulit mulai tumbuh akar yang juga menghitam,” ujar Wawan.

Hasil pemeriksaan laboratorium, kentang dinyatakan cukup berbahaya karena dapat menular ke benih kentang lainnya. Pemilik (importir) diberikan dua opsi, yakni mengembalikan kentang ke negara asal atau dimusnahkan. Pemilik memutuskan dimusnahkan karena pertimbangan efesiensi dan biaya.

Wawan menegaskan, Kementerian Pertanian melalui Balai Karantina Kelas 1 Semarang telah mengirimkan surat protes kepada Skotlandia dan kedutaan, terkait masuknya benih kentang berbakteri tersebut. Sehingga ke depan, tidak akan ada lagi pengiriman benih kentang yang mengandung bakteri.

Adakah bibit dari Skotlandia yang ditanam petani kentang Tele, Samosir yang asal Skotlandia itu terkena virus? Masih sulit menjawabnya. Seperti dikatakan Royandi Hutasoit, petani kentang warga Desa Hariarapintu, Tele, mengatakan petani kentang menerima bibit ini awalnya percaya saja dengan kehadiran bibit ini. “Apalagi, pihak pemberi bibit datang ke daerah kami dibawa oleh pihak Pembak Samosir, kami yakinlah bahwa bibitnya ini bagus,” kata Royandi Hutasoit.

Atas kegagalan panen itu, Ketua Umum Sihar Sitorus Center, Charles Panjaitan, berharap kepada pihak pihak terkait, seperti balai karantina benih, dan dinas pertanian dari Sumut dan Kabupaten Samosir, segera tanggap dan melakukan pemeriksaan yang holistik agar diketahui secara laboratoorium forensik penyebab tak tumbuh dan membusuk bibit yang berasal dari Skotlandia itu.

“Apakah ada hubungan dengan yang di Semarang, mengandung bakteri Pectobacterium atrosepticum atau tidak. Supaya jelas. Karena warga sudah dipastikan merugi atas gagal panen ini,” ujar Charles Panjaitan.

Apalagi faktanya, kata Charles, bibit kentang sejenis beredar selain di Samosir juga di Humbahas dan Dairi. Jadi, jika hasil pemeriksaan ternyata mengandung bakteri atau tidak, bisa segera diantisipasi agar tak meluas jika mengandung bakteri.

Menurut Royandi, bibit jenis ini sudah dua kali datang, dibagikan oleh PT Wings. Sejauh ini ada sekitar 50 ton sudah tersebar di masyarakat di Samosir dan di luar Samosir. Petani dalam hal ini diutangkan oleh pihak pemberi, dengan catatan akan dibayar setelah panen. Sejauh ini ada 20 ton yang sudah dipastikan gagal panen. Karena tidak tumbuh, diduga karena bibit yang bersangkutan kena virus. Maka langkah antisipasi harus segara dilaksanakan. (rel/mea)

Sinergi Dukung Pencegahan Covid-19 Bersama Kementerian BUMN, PLN Salurkan Bantuan Rp42,9 Miliar

istimewa PENGHARGAAN: Direktur Human Capital dan Management PLN, Syofvi F. Roekma saat menerima penghargaan dari Menteri BUMN, Erick Thohir.
istimewa PENGHARGAAN: Direktur Human Capital dan Management PLN, Syofvi F. Roekma saat menerima penghargaan dari Menteri BUMN, Erick Thohir.
istimewa PENGHARGAAN: Direktur Human Capital dan Management PLN, Syofvi F. Roekma saat menerima penghargaan dari Menteri BUMN, Erick Thohir.
PENGHARGAAN: Direktur Human Capital dan Management PLN, Syofvi F. Roekma saat menerima penghargaan dari Menteri BUMN, Erick Thohir.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PLN terus berkomitmen untuk mendukung penanganan pandemi virus corona atau Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Selain menjaga pasokan listrik yang andal untuk masyarakat dan rumah sakit, Tim Manajemen Krisis Covid-19 PLN terus menyalurkan bantuan untuk penanganan Covid-19 melalui Kementerian BUMN. Total bantuan yang telah disalurkan oleh Tim Manajemen Krisis Covid 19 PLN melalui Yayasan BUMN mencapai Rp 42,9 Miliar.

Menteri BUMN, Erick Thohir mendorong BUMN untuk terus meningkatkan kinerjanya dan terus sinergi memberikan bantuan guna menangani penyebaran Covid-19 di Indonesia. “Apa yang dilakukan perusahaan-perusahaan BUMN tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk terus memerangi Covid-19 hingga tuntas,” tutur Erick.

Sementara itu, Direktur Human Capital dan Management PLN, Syofvi F. Roekman mengatakan, pada tahap 5, PLN kembali menyerahkan bantuan senilai Rp2,7 miliar. Secara simbolis bantuan ini diserahkan langsung oleh Direktur Human Capital dan Management PLN, Syofvi F. Roekman selaku Ketua Tim Manajemen Krisis (Covid-19) kepada Ketua Yayasan BUMN, Harjawan Balaningrath, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (9/7).

“Kami komitmen untuk membantu penanganan Covid-19 di Indonesia. Mudah-mudahan sinergitas PLN dengan BUMN ini dapat membantu menghentikan penyebaran Covid-19 di Indonesia,” jelas Syofvi F. Roekman.

Pada tahap 5, lanjutnya, bantuan yang disalurkan melalui Kementerian BUMN antara lain 13.865 baju hazmat, 50.060 masker, 11.500 sarung tangan, 1.595 kacamata, 3.026 pelindung wajah, 1.000 rapid test kit, 3.900 PCR tes kit, 6 ventilator, hand sanitizer, dan sebagainya.

“Kami prioritaskan membantu tenaga kesehatan dan rumah sakit sebagai garda terdepan penanganan Covid-19 yang berjuang mengobati para pasien Covid-19,” tutur Syofvi.

Bantuan yang diberikan ini merupakan hasil penggalangan dana yang dilakukan oleh Tim Manajemen Krisis Covid-19 PLN kepada pegawai PLN Grup dan mitra kerja PLN. PLN berharap seluruh upaya yang dilakukan dapat membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia. (rel/ila)

BRI Wilayah Medan Salurkan 3.000 Paket Sembako

BERFOTO BERSAMA: Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution berfoto Bersama pejabat BRI, di salahsatu Agen Brilink sembako, di Jalan Starban, Gang Murni, Medan Polonia, Sabtu (11/7).
BERFOTO BERSAMA: Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution berfoto Bersama pejabat BRI, di salahsatu Agen Brilink sembako, di Jalan Starban, Gang Murni, Medan Polonia, Sabtu (11/7).
BERFOTO BERSAMA: Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution berfoto Bersama pejabat BRI, di salahsatu Agen Brilink sembako, di Jalan Starban, Gang Murni, Medan Polonia, Sabtu (11/7).
BERFOTO BERSAMA: Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution berfoto Bersama pejabat BRI, di salahsatu Agen Brilink sembako, di Jalan Starban, Gang Murni, Medan Polonia, Sabtu (11/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali memberikan bantuan sembako langsung (BSL) untuk masyarakat kurang mampu ataupun yang terkena dampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19. Melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) ini, jumlah bantuan yang disalurkan pada tahap 2 ini sebanyak 3.000 paket sembako untuk wilayah Sumatera Utara (Sumut) senilai Rp300 juta yang merupakan bagian dari program 50.000 paket sembako dengan total senilai Rp5 miliar di BRI seluruh Indonesia.

Pembagian tahap 2 paket sembako ini dilaksanakan di wilayah Kota Medan sebanyak 2.000 paket sembako, sementara 1.000 paket sembako akan dibagikan di wilayah Kisaran bekerja sama dengan Agen BRILink yang merupakan mitra BRI Kantor Cabang (Kanca) Medan Iskandar Muda, Kanca Medan Sisingamangaraja dan Kanca Kisaran dalam perluasan layanan kepada masyarakat.

Pada kesempatan kali ini pemberian paket sembako dilaksanakan secara simbolis pada Sabtu, (11/7) bersama Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution didampingi pejabat BRI, yakni Wakil Pemimpin Wilayah BRI Medan Budi Siswanto, Pemimpin Cabang BRI Iskandar Muda Syafri Rakhmat dan Pemimpin Cabang BRI Medan Sisingamangaraja Marhehe Siburian di salah satu Agen Brilink sembako yang berlokasi di Jalan Starban, Gang Murni, Medan Polonia.

Sebelumnya, BRI Wilayah Medan telah menyalurkan 3.000 paket sembako yang juga merupakan bagian dari program 50.000 paket sembako di BRI seluruh Indonesia sehingga total penyaluran sembako melalui agen BRILink di wilayah Sumatera Utara sebanyak 6.000 paket sembako senilai Rp600 Juta.

Wakil Pemimpin Wilayah BRI Medan, Budi Siswanto mengatakan, dalam pelaksanaannya BRI tidak melakukan pengumpulan massa. Akan tetapi, bekerja sama dengan Agen BRILink dan RT/RW setempat di setiap wilayah untuk memudahkan penyaluran langsung ke penerima bantuan.

“Dalam pemberian bantuan ini, setiap satu paket sembako yang akan dibagikan minimal terdiri dari 5 kg beras dan 1 liter minyak goreng. Kegiatan ini merupakan tahap ke-2 dari kegiatan CSR BRI untuk ikut meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19,” ujarnya.

Sampai saat ini, Kantor Wilayah BRI Medan beserta seluruh Unit Kerja BRI di Sumut telah menyerahkan bantuan senilai Rp1,5 Milyar untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 baik dalam bentuk pembagian Alat Pelindung Diri (APD), desinfektan, masker, dan lainnya. Kemudian pembagian 48.600 masker kepada pedagang di pasar sebagai bagian dari program 1 juta masker gratis bagi para pedagang melalui 5.382 kantor BRI Unit di seluruh Indonesia serta penyaluran paket sembako senilai Rp260 Juta kepada 13 panti asuhan wilayah Kota Medan dan sekitarnya yang merupakan bagian dari program penyaluran sembako di BRI seluruh Indonesia untuk 250 Panti Asuhan.

“Tak hanya itu, BRI juga menyediakan 346 unit wastafel portabel yang diletakkan di sekitar area kantor operasional BRI wilayah Sumut untuk memudahkan masyarakat umum menjaga kebersihan dengan membiasakan mencuci tangan dengan bersih,” tukasnya. (mag-1/ram)

Pemilik Warung Kopi Tewas Terpanggang

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Sebuah warung kopi di Jalan Ikhlas Kelurahan Tanjung Marulak Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi terbakar. Pemiliknya, Misna (58) tewas terpanggang di dalam warung, Minggu (12/7).

Kapolsek Rambutan AKP H Samosir mengatakan pemilik warung seorang wanita lebih setengah baya ditemukan tewas terpanggang setelah petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api.

“Dugaan kebakaran masih dalam penyelidikan. Korban tewas, Misna dengan KTP beralamatkan warga Kelurahan Persiakan Kecamatan Padang Hulu Kota Tebingtinggi dievakuasi ke rumah sakit untuk di visum,” jelasnya.

Misno (63) suami korban mengalami luka bakar di bagian tangan, kini dirinya dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi.

Menurut keterangan beberapa saksi, api bermula dari belakang warung korban, ketika itu, suaminya mencoba memadamkan api, tetapi api semangkin membesar.

“Suami korban mencoba memadamkan api, tapi api semangkin membesar. Karena api semangkin membesar, suaminya berhasil ke luar rumah, sedangkan istrinya terkepung api dan tewas terpanggang,” jelas Kapolsek Rambutan AKP H Samosir.

Kejadian kebakaran ini sempat menghebohkan warga yang melintas. Kepadatan warga sempat menyulitkan pemadam kebakaran memadamkan api, bangunan yang terbuat dari bahan muda terbakar, akhirnya membuat bagunan ludes terbakar.

Petugas Kepolisian Polsek Rambutan yang sampai dilokasi langsung memasangkan pembatas garis line polis. Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih meminta keterangan para saksi mata yang melihat kejadian kebakaran tersebut. (ian/azw)

Pengendara Betor Harus jadi Pelopor Keselamatan Berlalu-Lintas

SOSIALISASI: Para pengendara betor mengikuti sosialisasi keselamatan berkendara.sopian/sumut pos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO -Puluhan pengendara becak motor (betor) di Kota Tebingtinggi mengikuti kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang dilaksanakan Satlantas Polres Tebingtinggi. Kegiatan ini dalam rangka Program Keselamatan 2020 Etika Berlalulintas di gedung Satlantas Polres Jalan Delima Kota Tebingtinggi, Sabtu (11/7).

Kegiatan yang diikuti oleh 40 orang dan dibagi dalam 2 kelompok tersebut mengikuti tes tertulis tentang Edukasi Berlalulintas meliputi Undang Undang Lalulintas, Rambu atau Marka Jalan. Para parbetor diminta untuk menjadi agen keselamatan berlalulintas.

Kasat Lantas AKP Vivin Ayuning Tias melalui Kanit Dikyaksa Iptu M Samosir dan Pers Dikyaksa saat memberikan sosialisasi tentang Etika Berlalulintas kepada para tukang betor menghimbau untuk selalu menerapkan protokoler kesehatan selama manjalankan aktifitas untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Selain menjadi agen pelopor keselamatan berlalulintas dan menerapkan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, para parbetor juga dituntut untuk membuat “Yel Yel Keselamatan” Berlalulintas,” paparnya.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan kepada puluhan parbetor yang sehari-hari mencari nafkah diatas kenderaan roda tiga itu tetap menjalankan protokoler kebersihan dan kesehatan dan melaksanakan physical distancing serta social distancing untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (ian/azw)

Seorang Warga Sergai Positif Covid-19

JUBIR COVID: Drs Akmal MSi saat menyampaikan data terbaru positif Covid-19 di Kabupaten Sergai, Minggu (12/7).
JUBIR COVID: Drs Akmal MSi saat menyampaikan data terbaru positif Covid-19 di Kabupaten Sergai, Minggu (12/7).
JUBIR COVID:  Drs Akmal MSi saat menyampaikan data terbaru positif Covid-19 di Kabupaten Sergai, Minggu (12/7).
JUBIR COVID: Drs Akmal MSi saat menyampaikan data terbaru positif Covid-19 di Kabupaten Sergai, Minggu (12/7).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Seorang warga asal Serdang Bedagai (Sergai) berinisial RW (50) berasal dari Kecamatan Tebing Syahbandar dinyatakan positif Covid-19 oleh tim GTPP Covid-19 Sergai.

Pernyataan itu disampaikan oleh jubir GTPP Covid-19 Sergai Drs Akmal MSi kepada Sumut Pos melalui pesan Whatsapp, Minggu (12/7).

Jubir Akmal mengatakan, ini adalah korban terbaru warga asal Kecamatan Tebing Syahbandar dinyatakan positif Covid-19 asal Sergai menjadi bertambah satu orang. Sebelumnya, 20 orang warga asal Sergai dinyatakan positif.

“Jadi ada total 21 orang dinyatakan positif, 14 dinyatakan sembuh, sedangkan 6 orang dinyatakan positif dan 1 orang meninggal,” kata Akmal.

Akmal memgungkapkan, sebelumnya RW (50) adalah seorang karyawan yang bekerja di wisma atau penginapan didaerah Kabupaten Batubara. Terjangkitnya korban positif Covid-19, berawal dari atasan korban yang sebelumnya dinyatakan Covid-19.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19, seluruh karyawan dilokasi kerja menjalani rapid test oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Batubara. Hasilnya RW dinyatakan reaktif lalu ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP), Selasa (30/6).

“Selanjutnya, Kamis (2/7) Dinkes Batubara berkordinasi dengan Dinkes Sergai yang langsung merespon terhadap korban dan langsung menuju kediamannya di Tebing Syahbandar. Dinkes Sergai pun melakukan tes PCR Swab dengan mengambil sample korban,” ungkap Akmal.

Kemudian Dinkes Sergai didampingi Muspika Kecamatan Tebing Syahbandar langsung turun ke rumah korban untuk melakukan pengambilan sampel tes PCR Swab terhadap suami dan anak korban, begitu juga dengan orang yang kontak langsung sama korban.

Sebelumnya, Jumat (10/7) suami RW berinisial S terlebih dahulu dinyatakan positif Covid-19, lalu kemudian menyusul hasil RW setelah menerima hasil PCR Swab yang dinyatakan positif.

“Karena suami korban beralamatkan di Kotamadya Tebingtinggi, maka tidak masuk dalam peta sebaran Covid-19 Kabupaten Sergai,” kata Akmal.

Akmal menyebutkan, saat ini korban sudah dirujuk ke rumah sakit untuk mendapat penangan intensif. Dinkes Sergai juga langsung melakukan usaha preventif demi mencegah penularan Covid-19 di sekitar lingkungan rumah korban.

Dengan melakukan desinfeksi berupa penyemprotan cairan desinfektan terhadap rumah dan lingkungan tempat tinggal” jelas Akmal.

Adapun dari 6 orang positif itu mendapat perawatan 2 orang di Rumah Sakit Umum (RSU) Martha Friska Medan, 1 orang di RSU Mitra Sejati Medan, 2 orang di RSU GL Tobing Tanjungmorawa. Sedangkan seorang kasus terbaru berinisial RW (50) masih dalam proses rujukan ke Rumah sakit. (sur/azw)

Wakil Bupati Langkat Dukung Program Pemberantasan Begal

DIABADIKAN: Wakil Bupati Langkat diabadikan di ruang kerja, kemarin,
DIABADIKAN: Wakil Bupati Langkat diabadikan di ruang kerja, kemarin,

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rensana PA diwakili oleh Wakil Bupati H Syah Affandi SH memapresiasi program kerja Kapolres Langkat dalam upaya memberantas tindak kejahatan seperti begal, perampokan yang sangat mengancam kehidupan warga Kabupaten Langkat.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Langkat H Syah Affandin SH di Stabat , Jumat ( 10/7 ).

Dikatakannya, tujuannya tiada lain adalah untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga Langkat teruma bagi sedang berkegiatan di luar rumah, berkenderaan di jalan raya, termasuk bagi ibu-ibu yang sedang berbelanja di pasar-pasar dan di supermaket .

Menurut H Syah Affandin, akhir-akhir ini tindak kejahatan yang dilakukan dengan kekerasan dan ancamaman pembunuhan yang dapat menghilangkan nyawa seseorang baik di rumah-rumah warga, lebih-lebih di jalan raya. sepertinya semakin kian marak dan meraja lela.

Karena itu, baik secara pribadi naupun instansi pemerintah Langkat,saya dukung sekali kinerja Kapolres Langkat beserta jajajarannya dalam menindak tegas para bandit yang sudah sangat meresahkan warga akibat tindakan mereka sangat membahayakan keamanan dan kenyamanan warga masyarakat,

“Tidak ada ampun bagi para bandit, begal rampok dan pelaku apalagi bandar narkoba di Bumi Langkat, semua harus kita berantas hingga tuntas sampai keakar-akarnya.” kata H Syah Affandin.

Senada datang dari anggota DPRD Langkat Dapil 5, Romelta yang juga mengatakan, pihaknya akam mendukung kinerja satreses narkoba dan Satreskrim Polres langkat

“Dengan terus dilakukannya upaya pemberantasan kejahatan, diharapkan dapat bermanfaat dalam rangka memberikan rasa aman dan perlindungan kepada seluruh masyarakat Langkat,” pungkasnya. (yas/azw)

Judi Togel Merk “TK” di Kecamatan Beringin

Ilustrasi
Ilustrasi

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Judi buai mimpi atau toto gelap (togel) merk “TK” ada dijual di kawasan Desa Ramunia Kecamatan Beringin Kabupaten Deliserdang. 

Informasi dihimpun, Minggu (12/7/2020), judi tebak angka merk “TK” itu kabarnya sudah sepekan beroperasi. Salah seorang juru tulis (jurtul) togel merk “TK” disebut-sebut bermarga Sinaga, pemilik warung dikawasan Ramunia Kecamatan Beringin. 

Untuk mengkordinir para jurtul togel merk “TK” yang ada di kawasan Ramunia Kecamatan Beringin diangkat seorang kordinator yang disebut-sebut bermarga Sitohang. Belum diketahui secara pasti apa arti “TK” itu. Namun menurut keterangan yang diperoleh di kawasan Ramunia Kecamatan Beringin, “TK” itu kepanjangan dari “Tanpa Keterangan”

Menurut informasi diperoleh, bandar judi togel merk “TK” diduga bekas bandar judi togel terbesar yang sempat tutup beberapa bulan. Namun untuk mengaburkan aparat kepolisian, dibuatlah merk “TK” seolah-olah ada bandar judi togel yang baru padahal bandarnya adalah mantan bandar judi togel terbesar yang sempat “penguasa” omset disejumlah kabupaten/kita di Sumut

Untuk mengamankan omset dan para jurtul dilapangan kabarnya diangkat 2 kordinator lapangan yang disebut-sebut bernama Tison dan Herman dan diatas yang dua orang ini ada seorang lagi disebut-sebut bermarga Simanjuntak. 

Kapolresta Deli Serdang Kombes Yemi Mandagi SIk saat dikonfirmasi via what’sapp, Minggu (12/7/2020), mengucapkan terimakasih atas informasi yang disampaikan dan pihaknya akan melakukan penyelidikan. (btr)