31 C
Medan
Thursday, April 2, 2026
Home Blog Page 4181

Disporabudpar Deliserdang Serahkan Bantuan kepada Parekraf

SIMBOLIS: Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Umum Deliserdang, Faisal Arif Nasution menyerahkan bantuan Kemenparekraf.BATARA/sumut pos.
SIMBOLIS: Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Umum Deliserdang, Faisal Arif Nasution menyerahkan bantuan Kemenparekraf.BATARA/sumut pos.
SIMBOLIS: Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Umum Deliserdang, Faisal Arif Nasution menyerahkan  bantuan Kemenparekraf.BATARA/sumut pos.
SIMBOLIS: Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Umum Deliserdang, Faisal Arif Nasution menyerahkan bantuan Kemenparekraf.BATARA/sumut pos.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Deliserdang berikan bantuan untuk pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) yang terdampak pandemi Covid-19 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI), Senin (6/7).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Umum Kabupaten Deliserdang, H Faisal Arif Nasution dalam sambutannya di hadapan pelaku wisata mengatakan, bahwa pelaku wisata salah satu terdampak Covid-19. Untuk itu, pihaknya dari Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Deliserdang diminta untuk menyalurkan bantuan dukungan dari Kemenparekraf yang bekerjasama Pemprov dan Polda Sumut.

Menurutnya, jumlah kasus Covid-19 di Deliserdang semakin hari bukan berkurang, justru bertambah.

Dia dari Gugus Tugas meminta kepada pelaku wisata, agar bersama-sama menerapkan protokol kesehatan dalam usahanya seperti hotel-hotel dan lainnya.

“Jika kami nantinya mengetahui di salah satu wisata ada sumber penyebaran Covid-19, kami dari gugus tugas tidak akan segan-segan menutup usaha itu. Sebab kami dari Gugus Tugas dibantu pihak TNI/Polri untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” terang Faisal.

Ditambahkan, dalam memasuki new normal dimintanya semua masyarakat terlebih pelaku Pekraf jangan terlena. Karena bahaya penularan Covid-19 masih mengancam. Untuk itu diajaknya semua pelaku Pekraf agar dalam menjalankan usahanya agar mengedepankan protokol kesehatan.

Sementara Kepala Disporabudpar Deliserdang, H Khairum Rijal menyebutkan, bantuan lauk pauk siap saji (balasa) dari Kemenparekraf itu ada sebanyak 712 paket.

Diharapkan bantuan itu dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari dan terutama tanda dukungan dari pemerintah untuk mempertahankan usahanya.(btr/han)

Bidan Didakwa Edarkan Obat Penenang Palsu

DISIDANG: Dewi Delfina Sidauruk, bidan PNS Langkat terdakwa pengedar obat penenang menjalani sidang, Selasa (7/7).agusman/ sumut pos.
DISIDANG: Dewi Delfina Sidauruk, bidan PNS Langkat terdakwa pengedar obat penenang menjalani sidang, Selasa (7/7).agusman/ sumut pos.
DISIDANG: Dewi Delfina Sidauruk, bidan PNS Langkat terdakwa pengedar obat penenang menjalani sidang, Selasa (7/7).agusman/ sumut pos.
DISIDANG: Dewi Delfina Sidauruk, bidan PNS Langkat terdakwa pengedar obat penenang menjalani sidang, Selasa (7/7).agusman/ sumut pos.

MEDAN-Dewi Delfina Sidauruk seorang bidan PNS asal Langkat, didakwa jaksa mengedarkan obat penenang jenis diazepam tanpa izin dari dokter. Obat terlarang ini diketahui palsu, berdasarkan keterangan saksi pegawai dari Balai Besar Pengawas Obat dam Makanan (BPPOM).

“Diazepam yang dijual oleh terdakwa ini adalah obat yang palsu,” katas saksi Sahat, pegawai BPPOM saat memberikan kesaksian di ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (7/7).

Dalam sidang yang beragendakan keterangan saksi sekaligus keterangan terdakwa itu, menjelaskan, obat tersebut sebenarnya sudah lama tidak diedarkan di Indonesia.

“Sejak 2017, obat ini sudah tidak ada lagi diizinkan edar di Indonesia, jadi ini kami lakukan penelusuran bahwa dari nomor batchnya sama semua,” ungkapnya di hadapan majelis hakim diketuai Immanuel Tarigan.

Saksi juga menguraikan, obat Diazepam juga ada yang berbentuk sirup yang dikhususkan untuk anak-anak. “Obat ini juga untuk anak, ada yang dalam bentuk sirup, jadi ini kegunaannya untuk menurunkan panas, dan untuk step yang mulia,” ujarnya.

Sementara, terdakwa Dewi Delfina Sidauruk dalam kesaksiannya menjelaskan, ia sebenarnya tidak mengetahui bahwa obat tersebut adalah obat keras. “Saya tidak mengetahui yang mulia, saya hanya menjual saja,” ujarnya. Dari pengakuan terdakwa, obat itu diperolehnya salah satu pasar tradisional obat-obatan di Jakarta.

Dalam sidang itu, hakim Immanuel Tarigan sempat mempertanyakan terdakwa soal ketidakhadirannya memenuhi panggilan untuk menjalani persidangan perdana pada 23 Juni 2020 lalu.

“Kalau anda tidak bisa kooperatif saya akan tahan saudara.Saya meneken persidangan ini pada 12 Juni lalu. Ini bukan main-main, kalau Anda tidak dapat menghargai sidang ini saya akan menahan kamu,” ujarnya

Hakim Immanuel lalu, menunjukkan surat penetapan tanggal sidang kepada terdakwa. Melihat hal itu,terdakwa akhirnya berterus-terang kalau dirinya tidak pernah dipanggil oleh JPU. “Saya gak ada menerima surat panggilan sidang dari jaksa pak hakim,” kata terdakwa.

Mendengar hal itu, hakim mengatakan kepada jaksa bisa saja terdakwa dilakukan penahanan. Sementara, jaksa meminta agar hakim tidak melakukan penahanan.

Sebelumnya dalam dakwaan jaksa dijelaskan, kasus itu bermula pada Oktober 2019. Saat itu saksi Sahat dan saksi Difa Ananda, yang masing-masing merupakan petugas Balai Besar POM Medan melakukan pemeriksaan terhadap rumah terdakwa.

Dari rumah tersebut, petugas menemukan produk obat yang diduga substandar dan tidak memiliki izin edar sebanyak satu jenis, yaitu Diazepam tablet 2mg buatan Indofarma disimpan di ruang makan dan dilakukan penyitaan terhadap obat-obatan tersebut.

Selanjutnya saksi-saksi membawa terdakwa Dewi dan barang bukti ke Balai Besar POM Medan guna proses penyidikan lebih lanjut. (man/han)

BST Tahap III Kemensos Dibagikan kepada 8.290 Warga Langkat

CAIRKAN: Warga penerima BST tahap III menunggu giliran untuk mencairkan BST tahap III di Kantor Pos Pangkalan Brandan. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.
CAIRKAN: Warga penerima BST tahap III menunggu giliran untuk mencairkan BST tahap III di Kantor Pos Pangkalan Brandan. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.
CAIRKAN: Warga penerima BST tahap III menunggu giliran untuk mencairkan BST tahap III di Kantor Pos Pangkalan Brandan. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.
CAIRKAN: Warga penerima BST tahap III menunggu giliran untuk mencairkan BST tahap III di Kantor Pos Pangkalan Brandan. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 8.290 Kepala Keluarga (KK) di 3 Kecamatan yakni Babalan, Sei Lepan dan Brandan Barat di Kabupaten Langkat, kembali menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap III dari Kemensos RI yang akan disalurkan melalui Kantor POS Pangkalan Brandan.

Penyaluran BST tahap 3 kali ini akan berlangsung sepekan ke depan dan pelaksanaan penyalurannya dimulai Selasa (7/7).

Fauzi salah seorang warga Kelurahan Berandan Barat mewakili warga masyarakat di daerah tersebut mengatakan, bahwa sejak Selasa ini seluruh warga masyarakat di Babalan, Sei Lepan dan Berandan Barat pengambilan BST di Kantor Pos P.Brandan.

Untuk hari ini, kata Fauzi yang menerima BST adalah warga dari beberapa Kelurahan dan Desa dari Kecamatan Babalan, Sei Lepan dan Berandan Barat.

“Sedangkan keesokan harinya demikian juga sebagaimana yang telah ditetapkan Oleh para pejabat terkait urusan BST di Kelurahan dan Desa mereka masing-masing,” imbuhnya.(yas/han)

Sosialisasi Wacana Perda Penyakit Menular, DPRD Sumut Kunjungi Pemko Binjai

KUNKER: Suasana kunker Anggota DPRD Sumut Dapil XII (Binjai/ Langkat) yang diterima Sekda Kota Binjai, M Mahfullah Daulay di Aula Kantor Wali Kota Binjai, Jalan Jenderal Sudirman Binjai, Senin (6/7).ist/sumut pos.
KUNKER: Suasana kunker Anggota DPRD Sumut Dapil XII (Binjai/ Langkat) yang diterima Sekda Kota Binjai, M Mahfullah Daulay di Aula Kantor Wali Kota Binjai, Jalan Jenderal Sudirman Binjai, Senin (6/7).ist/sumut pos.
KUNKER: Suasana kunker Anggota DPRD Sumut Dapil XII (Binjai/ Langkat) yang diterima Sekda Kota Binjai, M Mahfullah Daulay di Aula Kantor Wali Kota Binjai, Jalan Jenderal Sudirman Binjai, Senin (6/7).ist/sumut pos.
KUNKER: Suasana kunker Anggota DPRD Sumut Dapil XII (Binjai/ Langkat) yang diterima Sekda Kota Binjai, M Mahfullah Daulay di Aula Kantor Wali Kota Binjai, Jalan Jenderal Sudirman Binjai, Senin (6/7).ist/sumut pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Sumatera Utara, Sugianto Makmur, terus menyuarakan pembentukan peraturan daerah tentang penyakit menular di wilayah ini. Wacana dimaksud bahkan ia bawa saat kunjungan kerja Anggota DPRD Sumut Dapil XII (Binjai-Langkat) ke Pemerintah Kota Binjai, Senin (6/7).

Pemko Binjai, kata Sugianto, ke depan perlu menyiapkan perda berkaitan dengan penyakit menular yang bisa menyerang tanaman, hewan dan manusia. “Bisa juga penyakit kombinasi berasal dari binatang kemudian menyasar manusia. Perda penyakit menular ini untuk mengantisipasi jika ada kasus yang terjadi seperti sekarang ini, wabah covid,” kata anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut itu.

Saat ini, ungkap dia, Sumut masih dihantui akan wabah African Swine Fever (ASF) dan Covid-19. Ia melihat, dalam lima tahun ke depan, frekuensi serangan wabah menular akan semakin bertambah.

Namun ia apresiasi, ketika kabupaten dan kota lain masih bingung menentukan kebijakan, Pemko Binjai justru sudah tepat sasaran dalam mengelola wabah ASF dan juga Covid-19.

“Seperti membuat ruang-ruang isolasi dan kebijakan yang tepat sasaran lainnya. Itu sangat saya apresiasi. Tapi alangkah baiknya untuk langkah-langkah ke depan, kita perlu satu pedoman supaya lebih gampang bagi generasi mendatang, bahwa penyakit dengan tiga jenis ini perlu kita perhatikan bersama,” katanya.

Dalam kunker yang dipimpin Ajie Karim itu, DPRD Sumut Dapil XII mengingatkan Pemko Binjai segera mengusulkan kepada Pemprovsu memasukkan program-program pembangunan Kota Binjai agar ditampung dalam APBD Sumut 2021. Sebab di 2019, Pemprovsu tidak mengalokasikan bantuan keuangan provinsi (BKP) untuk kabupaten/kota karena kemampuan keuangan daerah yang minim.

Untuk mendorong pembangunan Kota Binjai lebih maju lagi, kata politisi Gerindra itu, Tim Dapil XII DPRD Sumut akan berupaya semaksimal mungkin mendorong Pemprovsu mengalokasikan bantuan keuangan provinsi.

Kunker juga untuk memastikan pelaksanaan APBD 2019, termasuk melakukan komunikasi langsung dengan Pemko Binjai dan stakeholder dalam realisasi di lapangan nantinya. Harapannya, ditemukan variabel dan parameter atau standarisasi yang terukur dalam merancang dan menetapkan anggaran pada tahun berikutnya. (prn)

Warga Tolak Pengangkatan Kepling, Dewan Minta Plt Wali Kota Evaluasi Lurah Sei Mati

PROTES: Warga memprotes kemenangan Kepling IX Sei Mati terpilih di Kantor Lura Sei Mati, Jumat (3/7).
PROTES: Warga memprotes kemenangan Kepling IX Sei Mati terpilih di Kantor Lura Sei Mati, Jumat (3/7).
PROTES: Warga memprotes kemenangan Kepling IX Sei Mati terpilih di Kantor Lura Sei Mati, Jumat (3/7).
PROTES: Warga memprotes kemenangan Kepling IX Sei Mati terpilih di Kantor Lura Sei Mati, Jumat (3/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengangkatan Kepala Lingkungan (Kepling) IX di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan yang menimbulkan penolakan dari warga, membuat anggota DPRD Kota Medan Janses Simbolon angkat bicara. Politisi Partai Hanura ini mendesak Plt Walikota Medan agar mengevaluasi kinerja Lurah tersebut.

“Kita minta kepada Plt Wali Kota Medan mendengar keluhan masyarakat atas penolakan pengangkatan Kepling yang baru. Sebab pengangkatan Kepling itu diprotes oleh warga yang dianggap tidak bisa bekerja sama dengan masyarakat di lingkungan itu,” tegas Janses Simbolon, Selasa (7/7).

Apalagi dalam proses pengangkatan Kepling IX yang baru atas nama SR Jepsen Sinambela, lanjutnya, banyak menuai protes warga. Sehingga, sempat terjadi dua kali aksi demo penolakan penetapan Kepling IX.

Wakil Ketua Fraksi HPP DPRD Kota Medan ini meminta meminta Camat Medan Labuhan untuk mempertimbangkan kembali dikeluarkannya SK pengangkatan kepling IX tersebut. “Karena seharusnya sebelum menerbitkan SK pengangkatan Kepling yang baru, sebagaimana aturan Perda Nomor 9 tahun 2017 pada Pasal 15 ayat 3, camat wajib melakukan penelitian dan verifikasi terhadap Kepling yang akan diangkat,” katanya.

Selain itu, Camat harusnya memberikan penjelasan sebenarnya kepada perwakilan warga yang berdemo saat mendatangi kantor camat, bukan lepas tangan terhadap masalah yang terjadi di masyarakat.

Janses kecewa dengan pengangkatan kepling yang baru terkesan tanpa musyawarah, sehingga lurah dianggap belum maksimal sebagai pengayom bagi masyarakat.

“Kalau memang dijalankan prosedur dengan bermusyawarah, masyarakat pasti tidak ribut. Jadi, sudah jelas lurah yang bersangkutan menjalankan tugasnya tidak sesuai fungsi dan prosedur yang ada, makanya kita minta agar lurah tersebut segera dievaluasi. Agar tidak ada kegaduhan di masyarakat,” kata Janses.

Camat Medan Labuhan, Rudy Asriandy mengatakan, agar masyarakat dapat bersabar dan diharapkan agar dapat menahan diri, untuk keluhan warga sudah mereka terima dan masih tahap pembahasan.

“Karena di tengah kondisi Covid-19 saat ini, kami akan terus mencoba merumuskan apa yang menjadi keinginan warga tersebut, jadi kita minta untuk sabar, semuanya ada prosesnya,” pungkasnya. (fac/ila)

Pembahasan Realokasi Anggaran Tahap II, Tak Hanya Pangan, Pemprovsu Diminta Bangkitkan UMKM

PIMPIN: Wagubsu Musa Rajekshah didampingi Sekdaprovsu R Sabrina pimpin rapat terkait penanganan dampak ekonomi akibat wabah Covid-19 .istimewa/sumut pos.
PIMPIN: Wagubsu Musa Rajekshah didampingi Sekdaprovsu R Sabrina pimpin rapat terkait penanganan dampak ekonomi akibat wabah Covid-19 .istimewa/sumut pos.
PIMPIN: Wagubsu Musa Rajekshah didampingi Sekdaprovsu R Sabrina pimpin rapat terkait penanganan dampak ekonomi akibat wabah Covid-19 .istimewa/sumut pos.
PIMPIN: Wagubsu Musa Rajekshah didampingi Sekdaprovsu R Sabrina pimpin rapat terkait penanganan dampak ekonomi akibat wabah Covid-19 .istimewa/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemprov Sumut saat ini sedang membahas realokasi anggaran tahap II. Selain bidang kesehatan dan jaring pengaman sosial (JPS), stimulus ekonomi dampak pandemi Covid-19 akan difokuskan ke sektor pangan serta membangkitkan kembali sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Guna merumuskan hal ini, Pemprov Sumut mengundang dan menerima masukan berbagai pihak.”Kita menerima masukan. Ke depan kita akan rumuskan arah kebijakan untuk stimulus ekonomi dari masukan-masukan ini,” ujar Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah saat memimpin rapat membahas Penanganan Dampak Ekonomi n

Akibat Wabah Covid-19 di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan, Senin (6/7).

Menurutnya, pangan adalah salah satu sektor yang masih memiliki potensi besar dan bisa dibangkitkan pada masa pandemi Covid-19. “Kita belum menyampaikan prioritas apa yang harus jadi fokus stimulus ekonomi. Namun dari gambaran yang kita dapatkan, kita bisa mengembangkan sektor pangan seperti pertanian, peternakan dan perikanan. Jadi ini maunya jadi sektor unggulan ekonomi,” ujarnya.

Meski begitu, tidak tertutup kemungkinan sektor lain. Untuk itu, selanjutnya masukan berbagai pihak tersebut dijadikan bahan pertimbangan Pemprov Sumut. Masukan berbagai pihak mulai dari pemangku kebijakan, pelaku industri hingga akademisi sangat dibutuhkan. “Jangan biarkan masyarakat larut dalam situasi seperti saat ini, kita tidak mungkin berdiam diri,” kata pria yang akrab disapa Ijeck.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Wiwiek Sisto Widayat mengusulkan agar Pemprov Sumut memperhatikan sektor UMKM. Menurutnya, sektor tersebut menyerap kurang lebih 90% tenaga kerja di Sumut. Terlebih, sektor UMKM bisa melakukan peralihan produksi barang.

Misalnya, industri yang biasa membuat bahan pakaian bisa beralih membuat alat pelindung diri (APD) dan sebagainya. “Sebagian pelaku usaha melakukan peralihan. Kita dorong mereka mau beralih kepada usaha-usaha yang saat ini dibutuhkan, peralihan meningkatkan omset,” katanya.

Kabid Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Sumut, Taulina Anggarani mengatakan, para pemegang kebijakan sebaiknya menyalurkan bantuan sosial dengan cepat dan tepat, sehingga angka kemiskinan tidak bertambah banyak. Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan Sumut pada September 2019 mencapai 8,63%.

Pandemi ini menurutnya memengaruhi perubahan tingkat pendapatan dan konsumsi masyarakat. Sementara berbagai bansos terkait Covid-19 baru dimulai pada April 2020. Berdasarkan hal tersebut, BPS memperkirakan kemiskinan Maret 2020 akan mengalami kenaikan. Saat ini BPS masih melakukan penghitungan mengenai kemiskinan pada periode tersebut.

“Angka kemiskinan akan sangat dipengaruhi oleh besaran, ketepatan dan kecepatan penyaluran bantuan sosial. Jika penyaluran berbagai bantuan sosial berjalan dengan lancar dan tepat sasaran, maka angka kemiskinan September 2020 dimungkinkan untuk menurun kembali dibandingkan dengan kondisi Maret 2020,” ungkapnya.

Sementara, Dosen Fakultas Ekonomi USU Wahyu Ario Pratomo masih optimis dengan pertumbuhan ekonomi di Sumut. Menurutnya dari sisi ekspor, Sumut masih memiliki peluang. Sektor pertanian pun masih berperan penting. “Saya lihat kinerja (pemprov) triwulan pertama tidak begitu bermasalah, tapi kalau kita lihat dari sisi ekspor masih ada peluang,” ujarnya.

Pengamat ekonomi Sirojuzilam Hasyim mengatakan, Sumut memang memiliki peluang yang kuat. Apalagi selama ini pertumbuhan ekonomi Sumut selalu lebih tinggi dari nasional. Sumut memiliki potensi dibidang pertanian. Karenanya pertanian perlu diberi perhatian khusus.

“Pertanian adalah sektor yang paling bisa kita amankan. Karena pertanian itu jauh dari keramaian. Paling tidak itu bisa dipertahankan dan dikembangkan,” pungkasnya. (prn/ila)

Pasar Aksara Dibangun Tahun Depan

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS LAHAN: Seorang warga melihat lahan bangunan bekas Plaza Aksara di Jalan Aksara Medan, beberapa waktu lalu.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS LAHAN: Seorang warga melihat lahan bangunan bekas Plaza Aksara di Jalan Aksara Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rencana pembangunan Kota Medan terpaksa harus diundur hingga tahun 2021 mendatang, baik pembangunan yang dibiayai dari APBD Kota Medan hingga yang dibiayai dari APBN. Hal itu terjadi akibat banyaknya anggaran yang direfocussing baik di tingkat daerah hingga tingkat pusat guna membiayai anggaran penanggulangan Covid-19.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan, Irwan Ritonga menyebutkan, sejumlah rencana pembangunan memang harus digeser hingga tahun 2021 mendatang. Dan salah satu pembangunan yang dibiayai oleh APBN yang terpaksa harus diundur hingga tahun depan adalah pembangunan Pasar Aksara.

“Untuk proyek-proyek pembangunan dari APBN, seharusnya di tahun ini kita bangun Pasar Aksara, tapi karena Covid-19 maka anggaran dari pusat tidak jadi turun. Untuk itu akan kita ajukan lagi agar bisa dianggarkan di tahun depan dan bisa dibangun di tahun depan,” ujar Irwan kepada Sumut Pos, Selasa (7/7).

Dikatakan Irwan, untuk membangun Pasar Aksara, pihak pemerintah pusat memang telah sepakat untuk membangun pasar Aksara, asalkan Pemko Medan telah menyediakan lahan untuk pembangunan Pasar Aksara yang baru.

“Lokasi kan memang sudah lama kita sediakan, di jalan Masjid, di belakang Pos Polisi Percut Seituan Jalan Williem Iskandar. Itu masuk kawasan Deliserdang, tapi lahannya sudah milik Pemko Medan, karena lahannya sudah dibayar,” katanya.

Sedangkan untuk proses pembangunannya, lanjutnya, membutuhkan anggaran sekitar Rp40 miliar. Untuk pembangunan yang lain, Pemerintah Pusat akan memberikan bantuan untuk penanganan banjir rob yang ada di Belawan.

“Kalau gak salah sempat dana yang masuk ke Pemko Medan dari pusat itu sekitar Rp5 miliar, tapi selebihnya belum jadi masuk karena Covid ini. Itu untuk penanggulangan banjir Rob, mungkin bukan untuk tanggul rob, saya sendiri lupa itu, nanti saya cek lagi untuk apa. Karena setahu saya kalau untuk buat tanggul rob itu dananya besar sekali,” terangnya.

Lalu untuk proses pembangunan dari pusat lainnya, kata Irwan, pemerintah pusat akan membangun terminal Amplas dan Pinangbaris. “Tapi kalau terminal itu kan setahu saya bukan hanya dananya, tapi proses pembangunannya juga akan dilakukan oleh Kemenhub. Yang saya dengar, untuk Amplas bisa di tahun ini juga tapi mungkin tidak semuanya, jadi dia pengerjaannya dari anggaran multi years. Dan kalau untuk terminal Pinangbaris, itu sepertinya memang gak bisa di tahun ini, infonya kemungkinan di tahun depan,” jelasnya

Sedangkan untuk pembangunan lainnya, seperti Fly Over dan Underpass, kata Irwan, belum ada rencana pembangunan Fly Over ataupun Underpass baik di tahun ini maupun di tahun 2021 mendatang.

“Rencana pembangunan di tahun ini akan diajukan untuk direalisasikan di tahun depan. Untuk Fly Over dan Underpass memang belum ada masuk ke rencana pembangunan,” pungkasnya. (map/ila)

PT Gagas Energi Indonesia Bagikan Sembako untuk Pelanggan Gasku Terdampak COVID-19 di Batam

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka ulang tahun PT Gagas Energi Indonesia (“Gagas”) yang ke-9 pada 27 Juni lalu, sekaligus untuk meringankan beban pelanggan Gasku dimasa pandemi COVID-19, Gagas berinisiatif untuk memberikan bantuan berupa sembako. Hal ini sejalan dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) Gagas terkait upaya pencegahan COVID-19, serta peran aktif Perusahaan untuk membantu masyarakat yang terdampak COVID-19.

“Pembagian sembako untuk pelanggan Gasku terdampak COVID-19 ini, sebenarnya telah dilakukan sebelumnya pada Mei 2020 sebanyak 60 paket sembako di wilayah Batam. Kemudian pembagian tahap kedua dilakukan pada 27 Juni lalu, diberikan kepada pengguna Gasku yang sebagian besar adalah pengemudi taksi dengan total 55 paket sembako,” ungkap Muhammad Hardiansyah selaku Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia, (08/07/2020).

Hardiansyah menambahkan, selain di Batam, paket sembako juga diberikan kepada pengguna Gasku di sekitar SPBG dan MRU Gagas di berbagai wilayah dengan jumlah total 545 paket.

Menurut Hardiansyah, mewabahnya virus COVID-19 di tahun 2020, berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Berkurangnya aktivitas masyarakat juga ikut berpengaruh pada penggunaan transportasi publik seperti angkutan umum, bis kota, bajaj hingga taksi.

“Para pengemudi angkutan umum yang biasanya bergantung dari pendapatan harian, merasakan dampak dari berkurangnya aktivitas masyarakat dan penggunaan transportasi publik. Tidak terkecuali pengemudi transportasi umum pengguna Gasku di berbagai daerah seperti di Jabodetabek, Sukabumi, Serang, Cilegon, Surabaya hingga Batam. Maka dari itu, kami tergerak untuk membantu mereka,” ujar Hardiansyah.

Perwakilan dari Blue Bird, Wahyu Hidayat selaku Kepala Operasi Pool Batam menyatakan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Gagas khususnya untuk pengemudi taksi Blue Bird yang mengalami penurunan pendapatan akibat pandemi ini.

Hardiansyah mengungkapkan bahwa bantuan yang diberikan kepada pelanggan Gasku, diberikan secara bertahap. Pada awal persebaran COVID-19 pada Maret lalu, PT Gagas memberikan bantuan masker dan hand sanitizer untuk para sopir bajaj, serta penyemprotan disinfektan baik pada bajaj, SPBG maupun MRU yang beroperasi.

Selanjutnya, PGN melalui PT Gagas membagikan paket sembako untuk dua komunitas BBG yaitu KOBAGAS dengan anggota pengemudi bajaj & PAKEGAS dengan anggota pengemudi angkot di Bogor beberapa waktu lalu.

Sebanyak 300 paket sembako berisikan kebutuhan sehari-hari seperti beras, minyak goreng, gula dan mie instan diberikan di beberapa titik. Diantaranya di SPBG Ketapang dan SPBG Bogor untuk mengurangi kontak fisik dan mencegah timbulnya keramaian.

Pada waktu yang sama, PT Gagas juga membagikan 100 uang elektronik kepada kendaraan yang mengisi BBG di SPBG untuk mempermudah transaksi secara non tunai dan meminimalisir perpindahan uang tunai untuk mencegah bakter & virus. Pembagian ini secara langsung diberikan oleh Direktur Keuangan PT Gagas, Eri Surya Kelana.

“Kami siap untuk terjun meringankan beban masyarakat selama masa darurat COVID-19, baik melalui bantuan sembako maupun alat kesehatan, serta berkontribusi dalam program-program social pemerintah untuk penanganan COVID-19,” tambah Hardiandyah.

Hardiansyah berharap, Gagas dapat melaksanakan pembagian sembako selanjutnya untuk meringankan beban para pengguna Gasku khususnya yang terdampak COVID-19 sejak Maret 2020 lalu. Tak hanya melalui energi baik gas bumi, Gagas juga senantiasa mengoptimalkan bantuan yang nyata bagi masyarakat di tengah kondisi yang belum membaik saat ini.

Gasku merupakan produk gas bumi PGN melalui PT Gagas, sebagai bahan bakar gas (BBG) berbasis CNG (Compressed Natural Gas) untuk sektor transportasi yang terjangkau, aman, dan ramah lingkungan. Selain harganya terjangkau, bahan bakar Gasku mampu menghasilkan pembakaran yang sempurna dan lebih bersih sehingga bisa membuat kinerja mesin lebih baik, serta awet dengan perawatan yang efisien.

Sejauh ini, PGN melalui PT Gagas telah menyalurkan gas bumi untuk untuk sektor transportasi sebesar 1,3 BBTUD, melalui 12 stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan 4 Mobile Refueling Unit (MRU) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. (rel/ram)

Banyak Pelanggaran Protokol Kesehatan di Pasar Petisah, Pansus Covid-19 Kecewa Pengawasan GTPP

Foto: PRAN HASIBUAN/SUMUT POS PASAR PETISAH: Suasana Pasar Petisah Medan tahap II pasca pembersihan PKL yang dilaksanakan PD Pasar dan personel Satpol PP, Kamis (2/11).
Pasar petisah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Medan, mengaku kecewa terhadap kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Medan.

Pasalnya, saat Pansus Covid-19 melakukan peninjauan ke Pasar Petisah untuk melihat penerapan protokol kesehatan, Selasa (7/7) masih sangat banyak ditemukan para pedagang dan pengunjung pasar yang tidak menggunakan masker dan menjaga jarak.

Padahal, lokasi pasar periksa sendiri terletak tidak jauh bahkan hanya berada diseberang Posko GTPP Covid-19 Kota Medan. “Kita sangat kecewa dan menyayangkan kinerja GTPP Covid-19. Kondisi Pasar Petisah sangat memprihatinkan, masih banyak pedagang yang tak pakai masker, padahal diseberangnya ada Kantor Gugus Tugas. Artinya, pengawasan gugus tugas ini jelas sangat lemah,” kata Robi dengan kecewa.

Saat mengunjungi pasar itu, Robi mengaku jika pihaknya sempat menanyakan perihal kondisi pelanggaran protokol kesehatan tersebut kepada seorang petugas Gugus Tugas. Namun, Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu justru mengaku kaget mendengar jawaban dari petugas tersebut.

“Saya sempat nanya ke petugas Gugus Tugas mengenai pengawasannya, dia jawab kalau mereka tak tahu. Padahal itu di depan mata mereka, tapi tak tahu, sungguh sangat kita sayangkan. Jelas nampak tak serius gugus tugas melawan pandemi ini,” jelasnya didampingi sejumlah anggota Pansus lainnya yang ikut saat sidak.

Melihat kondisi itu, Robi dan anggota Pansus lainnya memaklumi jika angka peningkatan pasien positif Covid-19 terus naik. Hal itu disebabkan karena minimnya konsep GTPP Covid-19 Medan dalam menangani pandemi ini. “Wajar saja , kalau hari ini masyarakat yang terpapar jadi bertambah, karena mereka (GTPP) tidak punya konsep yang jelas,” ucapnya.

Ia justru mempertanyakan bagaimana sebenarnya berjalannya Perwal No.11/2020 dan sistem Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang didengungkan oleh Pemko Medan.

“Perwal masih berlaku dan ada yang baru lagi, tapi sangat-sangat tidak berfungsi. Sanksinya tak ada, infrastrukturnya tidak ada dan belum memadai, pengawasannya juga tidak ada,” tegasnya.

Kepada masyarakat, ia berharap untuk taat menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas. Sebab apapun langkah yang dilakukan oleh gugus tugas saat ini, masyarakat tetap harus menjaga kesehatan sendiri dengan cara disiplin menarapkan protokol kesehatan yang dimulai dari diri sendiri.

“Kalau masih seperti ini terus, ya bagus namanya jangan Gugus Tugas lagi. Tapi jadi Gugus Tubol (Tunggu Bola). Ya habis kerjanya menunggu saja, yang di depan mata saja tak nampak, masak ada pelanggaran protokol kesehatan di depan kantor sendiri tak bisa terlihat. Bagaimana lagi kalau pelanggaran ditempat lain,” ucapnya. (map/ila)

Poldasu Buka Taklimat Awal Wasrik

KEGIATAN: Irwasum Polri Komjen Pol Drs Agung Budi Maryoto, Irwil ll Brigjen Pol Drs Ama Kliment Dwikorjanto MSi dan Kapoldasu Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi. saat membuka membuka kegiatan Taklimat Awal Wasrik rutin, di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Senin (6/7). Sumut Pos/ istimewa.
KEGIATAN: Irwasum Polri Komjen Pol Drs Agung Budi Maryoto, Irwil ll Brigjen Pol Drs Ama Kliment Dwikorjanto MSi dan Kapoldasu Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi. saat membuka membuka kegiatan Taklimat Awal Wasrik rutin, di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Senin (6/7). Sumut Pos/ istimewa.
KEGIATAN: Irwasum Polri Komjen Pol Drs Agung Budi Maryoto, Irwil ll Brigjen Pol Drs Ama Kliment Dwikorjanto MSi dan Kapoldasu Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi. saat membuka membuka kegiatan Taklimat Awal Wasrik rutin, di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Senin (6/7). Sumut Pos/ istimewa.
KEGIATAN: Irwasum Polri Komjen Pol Drs Agung Budi Maryoto, Irwil ll Brigjen Pol Drs Ama Kliment Dwikorjanto MSi dan Kapoldasu Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi. saat membuka membuka kegiatan Taklimat Awal Wasrik rutin, di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Senin (6/7). Sumut Pos/ istimewa.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Itwasum Polri Tahap 2 Tahun Anggaran 2020 membuka kegiatan Taklimat Awal Wasrik rutin, di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Senin (6/7).

Kegiatan tersebut guna melakukan pengawasan dan pemeriksaan rutin yang dilaksanakan di jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri), sekaligus untuk mencari solusi permasalahan dalam aspek pelaksanaan dan pengendalian tugas di Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) dan jajarannya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Tim Itwasum Polri, yakni Irwasum Polri Komjen Pol Drs Agung Budi Maryoto MSi, Irwil ll Brigjen Pol Drs Ama Kliment Dwikorjanto Msi. Kemudian ada 9 anggota Itwasum Polri yang nantinya akan dibagi menjadi 2 tim untuk melakukan pemeriksaan di jajaran Polda Sumut mulai dari satuan kerja hingga Polres/tabes/ta sejajaran Polda Sumut.

Selain itu, juga dihadiri Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi, PJU Polda Sumut, para Kapolres dan anggota yang ditunjuk.

Kepala Poldasu Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi menyampaikan beberapa paparan mengenai situasi terkini di wilayah Polda Sumut.

Sedangkan Irwasum Polri Komjen Pol Drs Agung Budi Maryoto MSi memaparkan apa-apa saja yang menjadi fokus tugas Kepolisian di saat pandemi Covid-19, namun harus tetap bisa betugas dengan baik untuk memberikan pelayanan.

“Seperti beberapa kampung yang sudah didirikan di wilayah masing-masing harus didukung dan harus ada campur tangan Polri, agar berdampak bagi kampung tersebut,” ujarnya.

Dikatakannya, dalam pencegahan penyebaran Covid-19, terus pertahankan kekompakan TNI dan Polri di wilayah masing-masing. “Rencananya kegiatan ini akan berlangsung dar 6-15 Juli 2020 mendatang,” pungkasnya. (mag-1/ila)