IMBAU: Ketua DMI Kota Tebingtinggi, Agusnul Khoir imbau BKM taati imbauan MUI dan pemerintah terkait pencegahan penyebaran Covid-19.
IMBAU: Ketua DMI Kota Tebingtinggi, Agusnul Khoir imbau BKM taati imbauan MUI dan pemerintah terkait pencegahan penyebaran Covid-19.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tebingtinggi Agusnul Khoir meminta sekaligus mengimbau kepada seluruh Badan Kenaziran Masjid (BKM) di Kota Tebingtinggi untuk mematuhi imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan protokoler Pemerintah terkait penyebaran virus Covid -19.
“Kita hendaknya senantiasa mematuhi imbauan pemerintah dan MUI terkait pelaksanaan ibadah salat tarawih di masjid di tengah-tengah maraknya penyebaran Covid -19,” pinta Agusnul Khoir, Senin (20/4) di Gedung Balai Kota Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi.
Mengenai hal itu, Agusnul berharap semua menginginkan sehat dan dapat melaksanakan ibadah sebaik-baiknya di bulan Ramadan, dan tetap waspada terhadap penyebaran virus Covid -19.
“Untuk itu diharapkan kepada semua BKM yang di Tebingtinggi dapat melaksanakan imbauan pemerintah dan MUI, semata mata untuk kepentingan umat,” jelasnya.
Ditambahkan Agusnul, BKM yang memperoleh bantuan Alat Pelindung Diri (APD) diharapkan dapat memanfaatkanya dengan sebaik baiknya.
“Jika menemukan hal hal yang diluar ketentuan, laporkan saja ke petugas kesehatan, misalnya suhu tubuh yang diatas 38 derajat atau jamaah yang mengalami batuk dan flu agar beribadah dirumah dan selalu menggunakan masker,” bilangnya.
Sambungnya, siapkan juga tempat cuci tangan dengan sabun di setiap Masjid sehingga dapat dipakai jamaah yang akan melaksanakan ibadah di Masjid. (ian/han)
JELASKAN: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dairj, Rahmatsyah Munthe (kanan) saat menjelaskan pengalokasian dana refocusing dan realokasi APBD Dairi tahun 2020 untuk penanganan Covid-19.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
JELASKAN: Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dairj, Rahmatsyah Munthe (kanan) saat menjelaskan pengalokasian dana refocusing dan realokasi APBD Dairi tahun 2020 untuk penanganan Covid-19.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Dari Rp50,5 miliar yang dianggarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dari realokasi APBD 2020 untuk penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Gugus Tugas Covid-19 Dairi baru membelanjakan sekitar Rp2,8 miliar.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dairi, Rahmatsyah Munthe kepada awak Sumut Pos, Senin (20/4).
Dikatakan Rahmatsyah Munthe, berdasarkan data diperoleh dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Anggaran belanja untuk penanganan dan pencegahan covid-19 Dairi bersumber dari penggunaan belanja tidak terduga (BTT) sebesar Rp 6 miliar.
Dari jumlah tersebut, anggaran BTT yang telah direalisasikan sebesar Rp2,8 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pengadaan alat kesehatan (Alkes), bahan medis habis pakai, biaya operasional kelompok kerja (Pokja) kesehatan, pembentukan pos pemeriksaan di perbatasan serta pengadaan sarana dan prasarana komunikasi publik penanganan Covid-19.
Rahmatsyah menambahkan, total refokusing kegiatan untuk antisipasi dan penanganan Covid-19 sebesar Rp14,5 miliar. Dengan rincian, refocusing kegiatan pada Dinas Kesehatan Rp12,9 miliar.
Selanjutnya, refocusing kegiatan pada UPT RSUD Rp1,4 miliar serta refocusing kegiatan pada Dinas Sosial Rp99,2 juta.
“Sementara realokasi anggaran untuk penambahan belanja tidak terduga (BTT) sebesar Rp 30 miliar,”bilangnya.
Rahmatsyah mengatakan, anggaran hasil refocusing kegiatan dan realokasi anggaran belum digunakan untuk penanganan Covid-19 karena masih proses penyusunan perubahan Peraturan Bupati (Perbup) tentang penjabaran APBD Dairi tahun 2020.
“Jumlah pengalokasian anggaran untuk refocusing dan realoasi penanganan Covid-19 akan berubah pasca pertemuan terakhir para kepala daerah se-Indonesia dengan Mendagri dan Menkeu melalui video conference, Jumat (17/4),” sebut Rahmatsyah.(rud/han)
MENURUN: Juru bicara penanganan percepatan Covid-19 Kota Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia saat menyampaikan adanya penurunan angka PDP di Kota Tebingtinggi.
MENURUN: Juru bicara penanganan percepatan Covid-19 Kota Tebingtinggi dr Nanang Fitra Aulia saat menyampaikan adanya penurunan angka PDP di Kota Tebingtinggi.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Juru bicara penanganan percepatan Covid-19 di Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia menyampaikan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Tebingtinggi mengalami penurunan drastis. “Alhamdullilah, hari ini, Senin (20/4) jumlah PDP mengalami penurunan. Tercatat saat ini hanya 3 orang saja, dan masih menjalani perawatan itensif di Rumah Sakit rujukan Covid -19,” jelas dr Nanang Fitra Aulia saat menyampaikan konferensi pers di Posko Penanganan Covid-19, di Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi.
Dijelaskan Nanang, untuk Orang Dalam Pemantaun (ODP) mengalami kenaikan jumlahnya mengalami peningkatan sebanyak 601 orang.
“Mereka ini yang baru melakukan aktivitas pulang kampung dan kebanyakan para pekerja yang pulang dari daerah pula Jawa dan luar negeri dimana daerah pandemi Covid-19. Tapi semuanya dalam pemantauan tim Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi bersama Puskesmas, Lurah dan Kepling,” jelasnya.
Sedangkan untuk positif Covid-19 di Kota Tebingtinggi masih 1 orang yang menjalani perawatan di RS GL Tobing Tanjungmorawa. Sedangkan untuk orang yang habis masa pengawasan dan dinyatakan sehat tercatat sebanyak 495.
“Kami Pemko Tebingtinggi mengajak seluruh masyarakat Kota Tebingtinggi untuk mematuhi peraturan protokoler kesehatan dan melaksanakan psyikal distancing dan tetap menggunakan masker saat keluar rumah,” pesannya. (ian/han)
SAMPAIKAN: Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkab Labuhanbatu menyampaikan terkait seorang warga Rantauprapat meninggal dunia karena terpapar virus Corona, Senin (20/4).
fajar dame harahap/sumut pos
SAMPAIKAN: Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkab Labuhanbatu menyampaikan terkait seorang warga Rantauprapat meninggal dunia karena terpapar virus Corona, Senin (20/4).
fajar dame harahap/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang warga asal Rantauprapat, kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, meninggal dunia sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di RSUP H Adam Malik, Senin (20/4) sekira pukul 01.30 WIB.
“Pasien berinisial IN (22) sudah dikebumikan sekira pukul 06.00 WIB di Medan,”ujar Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkab Labuhanbatu, dr Syafril RM Harahap SpB didampingi Wakil Ketua I yang juga Dandim 0209/LB, Kolonel Inf Santoso dan Wakil Ketua II Kapolres Labuhanbatu, AKBP Agus Darojat serta Sekretaris Gugus Tugas, Atia Hasibuan.
Diceritakan Syafril, sebelumnya korban pada Sabtu (18/4) sekira 21.00 WIB, datang ke RSUD Rantauparapat dan diterima tim Covid. Kepada tim medis, pasien mengeluhkan nyeri ulu hati, sesak di dada dan mual. “Ketika dipertanyakan apa pasien ada perjalanan luar daerah, mengaku tidak ada perjalanan,” ujar Syafril.
Begitu juga saat pasien tidak ada mengalami gejala demam, batuk, dan sesak, tidak ada ditemui dalam tubuh pasien. Sehingga pasien dimasukkan ke IGD dengan diagnosis gastritis. “Setelah diobservasi, keluhan pasien menghilang dan diberi obat untuk rawat jalan,” ujarnya.
Selanjutnya, Minggu (19/4) sekira pukul 10.45 WIB, pasien datang kembali dengan keluhan sesak dan batuk.
Oleh tim dipertegas, apakah ada perjalanan dan pasien menyatakan hanya perjalanan dari Pulau Raja ke Rantau. Oleh tim, keluhan ini diteruskan ke dokter DPJP Covid, dan diinstruksikan untuk diisolasi. Kemudian, hasil rapid tes, masih samar. Oleh dokter, kemudian dilakukan rapid tes ulang dengan hasil positif,” bebernya.
Untuk memastikannya, pasien diberangkatkan menuju RSUP H Adam Malik sekitar pukul 20.30 WIB.
Namun saat diperjalanan, lanjut Syafril, pasien mengalami muntah-muntah dan saat di Jalan Jamin Ginting Medan, kondisi pasien terus mengalami penurunan.
Namun Senin (20/4) sekira pukul 01.30 WIB, meninggal dunia dan dikuburkan pada pukul 06.00 WIB.
Sementara itu, Wakil Ketua II Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkab Labuhanbatu, AKBP Agus Darojat meminta seluruh elemen masyarakat untuk bersatu melawan Covid-19.
“Tidak ada manfaatnya, jika (penanganan ini) hanya tim gugus dan tanpa adanya dukungan dari seluruh pihak termasuk masyarakat, jurnalis, tokoh masyarakat maupun tokoh agama,” ujarnya.
Agus juga menyampaikan, di beberapa daerah sudah diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
“Kami melihat berbagai permasalahan di Labuhanbatu, yakni masih banyaknya berkerumunan masyarakat yang tidak perlu. Ini harus dihindari. Oleh karena itu, kedisplinan dan kepatuhan masyarakat dalam hal protokol kesehatan itu sangat penting,”kata Agus Darojat.
Kapolres juga merasa miris dengan masyarakat yang belum mengetahui social distancing maupun phisical distancing.
“Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab kita semua untuk memberikan informasi kepada masyarakat, sehingga lebih paham, harus jaga jarak, harus bersih, harus cuci tangan, harus pakai masker, dan jangan keluar rumah,” pintanya.
Sedangkan di akun facebook pasien menjadi perhatian para netizen. Terlebih lagi korban IN sempat menuliskan statusnya pada tanggal 14 April pukul 22.10 WIB dengan bunyi, “Perpisahan baik seindah apa pun, semanis apa pun akan tetap menjadi perpisahan. Akan ada cerita yang semenjak detik itu pula berubah menjadi sebuah kenangan yang sulit untuk dilupakan. Good bye dunia”.
Tak ayal screenshot postingan itu membanjiri grup-grup whatsapp dan sejumlah media sosial lainnya. (fdh/han)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka turut menyukseskan program pemerintah mengenai Langit Biru (Program Langit Biru), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengoptimalkan penggunaan gas sebagai bahan bakar kendaraan bermotor dengan nama brand produk GasKu. Program Langit Biru bertujuan untuk mengendalikan dan mencegah pencemaran udara serta mewujudkan perilaku sadar lingkungan.
GasKu termasuk sebagai bahan bakar energi yang lebih ramah lingkungan, karena memiliki emisi gas buang yang lebih bersih dibandingkan dengan BBM serta tingkat oktan yang lebih tinggi sehingga pembakaran lebih optimal dan mesin kendaraan menjadi lebih awet.
Harga GasKu juga tergolong lebih efisien dibandingkan bahan bakar lain yaitu Rp 3.100/lsp (liter setara premium) di Jabodetabek dan Rp 4.500/lsp di luar Jabodetabek.
Sejauh ini, PGN telah menyalurkan gas bumi untuk untuk sektor transportasi sebesar 1,3 BBTUD, melalui 12 stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan 4 Mobile Refueling Unit (MRU) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Ke depan, PGN berupaya untuk mengoptimalkan infrastruktur eksisting yang sudah ada dengan memberikan layanan tambahan untuk pengguna SPBG.
Di sisi lain, dalam mengurangi resiko penularan dan penyebaran Covid – 19 dan sinergi program BUMN, PGN juga terus meningkatkan pelayanan untuk kemudahan dan kenyamanan bagi pelanggan di tengah situasi Covid-19. Melalui PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), PGN menerapkan sistem pembayaran non tunai untuk transaksi GasKu di seluruh SPBG dan MRU.
“Pada tahap awal periode Maret – Mei 2020, Gagas menerapkan 2 sistem pembayaran berupa tunai dan non tunai. Selanjutnya, mulai Juni 2020, pelanggan GasKu di SPBG dan MRU hanya dapat melakukan pembayaran menggunakan sistem non tunai,” ungkap Direktur Utama Gagas, Muhammad Hardiansyah, (20/04/2020).
Untuk penerapan sistem pembayaran non tunai ini, Gagas bekerjasama dengan Bank Mandiri melalui e-money dan debit mandiri. Selain itu, terdapat opsi pembayaran non tunai lain menggunakan LinkAja.
Penerapan sistem pembayaran non tunai ini sekaligus untuk mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan oleh Bank Indonesia. Selain itu, hal ini juga sejalan dengan program PT Pertamina (Persero) sebagai Holding BUMN Migas, PGN yang juga akan mulai mempersiapkan sistem pembayaran non tunai dengan target pada November 2020.
Berkurangnya aktivitas masyarakat dikarenakan pandemi virus Covid-19, khususnya di daerah Jabodetabek dan kota lainnya membuat sebagian kegiatan di sektor transportasi dan sektor industri menurun. Hal ini secara langsung juga membuat tingkat polusi udara berkurang dan membuat langit di beberapa kota menjadi lebih cerah beberapa hari ini.
“Ketika pandemi virus Covid-19 ini sudah mereda dan aktivitas masyarakat berangsur pulih, ada beberapa cara untuk mempertahankan kualitas udara serta langit yang biru seperti sekarang, salah satunya adalah beralih ke bahan bakar gas yang ramah lingkungan yaitu Gasku untuk kendaraan,” kata Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama.
“Penggunaan transaksi non tunai juga dirasa tepat penerapannya saat ini untuk dapat menghindari bakteri atau virus di tengah pandemik Covid-19 saat ini. Pembayaran non tunai dapat mengurangi pemakaian uang kertas yang bisa menjadi perantara bakteri dan virus. Jika melakukan pembayaran menggunakan kartu atau HP, bisa lebih mudah untuk disterilkan setelah digunakan,” imbuh Rachmat.
Rachmat menambahkan, PGN senantiasa menjunjung tinggi aspek perlindungan konsumen sehingga akan meningkatkan transaksi non tunai di seluruh SPBG dan MRU agar aman dan andal. Penerapan sistem pembayaran non tunai juga akan membuat transaksi menjadi lebih efisien, mudah dan aman baik bagi konsumen maupun petugas atau operator di SPBG dan MRU. (rel/ram)
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Peduli terhadap warga terdampak pandemi virus Corona (Covid-19), Generasi Muda Forum Komunikasih Putra Putri Purnariawan Indonesia (GM FKPPI) Deliserdang dan Patumbak membagikan sembako kepada warga kurang mampu.
Kegiatan aksi sosial tersebut dilaksanakan di Pasar 12 Marindal II, Kecamatan Patumbak, persisnya di Gang Masjid Ar-Rahman Marindal II, Dusun 4, Senin (20/4).
Ketua GM FKPPI 0202 Deliserdang, Ekada Tarigan mengatakan, kegiatan bagi-bagi sembako kepada warga yang terdampak masa pandemi Covid-19 dengan sasaran penarik becak bermotor dan dayung. Sebab di tengah-tengah pandemi virus Corona saat ini, penarik betor kesulitan mendapat penumpang sehingga penghasilan mereka untuk memeniuhi kebutuhan sehari-hari tidak tercukupi.
“Kami sangat prihatin dengan para abang becak, yang mengeluhkan tidak adanya penumpang sehingga terimbas dengan penghasilan mereka,”kata Ekada Tarigan.
Selain itu, sambung Ekada, aksi sosial ini juga turut mendukung pemerintah dalam percepatan pencegahan penyebaran Covid-19. Dan berharap wabah virus Corona segera berakhir.
“Semoga bantuan ini bermanfaat sama saudara saudara kita yang kurang mampu dan wabah cepat berakhir,”pungkasnya. Di sela-sela pembagian sembako, Ketua GM FKPPI 020207 Patumbak, Hefrizal Wijaya mengungkapkan, aksi sosial ini juga merupakan gagasan para kader GM FKPPPI untuk membantu sesama di tengah pandemi Corona.
“Intinya teman-teman merasa terpanggil dan ikut berbagi rejeki kepada sesama yang membutuhkan, sekaligus wujud kepedulian kami untuk mencegah penyebaran virus Corona,”terang Hefrizal Wijaya.
Terpisah, para penarik betor yang mendapat bantuan GM FKPPI Deliserdang dan Patumbak, menyampaikan terimakasih dan bersyukur. Sebab, dengan bantuan sembako dapat mengurangi kesulitan mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Biasanya kami sehari bisa bawa pulang Rp70.000. Tapi saat wabah Corona ini, bawa pulang Rp15.000 saja sulit kali dikarenakan para pekerja di PHK atau di rumahkan, dan anak sekolah juga libur,”beber para penarik betor.(rel/han)
PENJELASAN: Erwinanto dari Perhimpunan Hipertensi Indonesia, Reinhard Ehrenberger Presiden Direktur Menarini Indonesia, dan Profesor and Chief of Cardiology Jinho Shin, dari Division of Cardiology, Department of Internal Medicine, Hanyang University Seoul Hospital menjelaskan studi baru mengenai obat penyakit hipertensi melalui video conference di Jakarta.
PENJELASAN: Erwinanto dari Perhimpunan Hipertensi Indonesia, Reinhard Ehrenberger Presiden Direktur Menarini Indonesia, dan Profesor and Chief of Cardiology Jinho Shin, dari Division of Cardiology, Department of Internal Medicine, Hanyang University Seoul Hospital menjelaskan studi baru mengenai obat penyakit hipertensi melalui video conference di Jakarta.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Untuk meningkatkan kesadaran terkait penanganan hipertensi, Menarini Indonesia bersama dengan sebuah tim peneliti di Korea Selatan telah merilis hasil dari penelitian BENEFIT. Ini adalah penelitian observasional nebivolol sesuai kondisi praktik dokter sehari-hari terbesar yang pernah dilakukan terhadap 3.250 pasien hipertensi di Korea Seatan. Penelitian ini memperlihatkan bahwa penggunaan nebivolol setiap hari efektif dan dapat membantu mengontrol tekanan darah dengan lebih baik.
Stroke, penyakit jantung dan penyakit ginjal memiliki faktor risiko yang sama pentingnya, yaitu tekanan darah tinggi. Di dunia, satu dari empat orang dewasa memiliki hipertensi, dan jumlah penderita hipertensi di Asia Pasifik mencapai 65 persen dari total populasi dunia. Lebih dari tiga perempat kenaikan prevalensi hipertensi di Asia disebabkan pertumbuhan populasi dan penuaan, serta pengaruh gaya hidup yang tidak sehat.
WHO memperkirakan, di Indonesia, persentase jumlah orang dewasa yang memiliki peningkatan tekanan darah meningkat dari 8 persen pada 1995 menjadi 32 persen pada 2008. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 memperlihatkan prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1 persen, yang mengindikasikan adanya peningkatan penyakit kronis ini di Indonesia.
Penanganan hipertensi mengharuskan pasien mematuhi pengobatan yang direkomendasikan, dan ini pada akhirnya akan bergantung pada efektivitas dan tolerabilitas obat yang digunakan. Penanganan juga melibatkan intervensi nonfarmakologis (perubahan gaya hidup) dan intervensi farmakologis yang mencakup berbagai kelas pengobatan antihipertensi yang diberikan sebagai pengobatan tunggal atau pengobatan kombinasi. Panduan hipertensi dari European Society of Cardiology (ESC)/ European Society of Hypertension (ESH) 2018 menyatakan bahwa kelima kelas utama obat antihipertensi yaitu, (angiotensin-converting enzyme inhibitors (ACEIs), angiotensin II receptor blockers (ARBs), beta-blockers, calcium channel blocker (CCBs) and diuretics) sama-sama efektif untuk hipertensi. Beberapa obat lebih dipilih, atau tidak dipilih, bergantung pada kondisi klinis tertentu. Panduan ESC/ESH merekomendasikan penggunaan beta-blockers sebagai obat tambahan dalam penanganan hipertensi.
Meski penyebaran Covid-19 di seluruh dunia semakin marak, dengan 2,4 juta orang positif terkena virus ini dan lebih dari 165,000 kematian di dunia dandi Indonesia saat ini 6,575 orang positif terkena virus dan lebih dari 500 kematian , namun masih belum ada kejelasan terkait penyakit ini. Penelitian awal menunjukkan pasien dengan komorbiditas dasar seperti penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes memiliki risiko komplikasi lebih tinggi, yang bisa menyebabkan risiko kematian yang lebih tinggi akibat COVID-19 . Ini merupakan hasil dari respon inflamasi sistemik yang tinggi akibat virus COVID-19, yang bisa berujung pada serangan jantung ketika aliran darah ke jantung dibatasi karena pembekuan darah dari pecahnya plak koroner. Namun belum ada bukti ilmiah yang mendukung peningkatan risiko infeksi COVID-19 akibat penggunaan obat antihipertensi. Oleh karena itu, penting bagi pasien hipertensi untuk melanjutkan pengobatan dengan obat antihipertensi demi menjaga kondisi mereka.
“Penelitian kami menunjukkan efektivitas nebivolol dalam mengontrol tekanan darah terlepas dari usia, jenis kelamin, dan indeks masa tubuh awal pasien. Efektifitas nebivolol terlihat pada pasien baru juga pada pasien yang mengonsumsi nebivolol sebagai pengobatan tambahan ke dalam pengobatan antihipertensi yang sudah ada sebelumnya. Efek paling besar terlihat saat nebivolol diberikan sebagai pengobatan tunggal kepada pasien baru dan sebagai obat tambahan untuk pengobatan antihipertensi, yang meliputi penghambat renin-angiotensin system (RAS blocker), penghambat kanal kalsium (calcium channel blocker – CCB), serta kombinasi antara RAS blockers dan CCB. Beberapa penelitian telah menunjukkan manfaat dari pengobatan kombinasi nebivolol dan RAS blockers, CCBs, dan diuretik dalam menurunkan tekanan darah,” terang Dr. Jinho Shin,Professor and Chief of Cardiology, Division of Cardiology, Department of Internal Medicine, Hanyang University Seoul Hospital, Seoul, Korea, penulis pertama penelitian BENEFIT ini.
“Selain itu, penelitian BENEFIT ini, yang merupakan penelitian observasional dalam jumlah besar pada pasien di Asia, menunjukkan tolerabilitas nebivolol pada pasien dengan hipertensi dibandingkan dengan beta-blocker generasi lama. Nebivolol memiliki profil efek samping yang lebih baik, termasuk efek yang tidak diharapkan terkait fungsi seksual.Kedua sifat ini, yaitu tingkat efektivitas dan tolerabilitas, berperan penting agar pasien benar-benar mau mematuhi penanganan hipertensi yang dianjurkan. Penelitian ini sangat baik untuk membantu para dokter menangani pasien hipertensi di Indonesia,” ujar dr Erwinanto, perwakilan dari Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (Perhi).
Reinhard Ehrenberger, Presiden Direktur Menarini Indonesia menambahkan, Menarini Indonesia berkomitmen melayani kebutuhan pasien di Asia yang masih belum terpenuhi saat ini dan di masa depan. Komitmen ini mencakup identifikasi dan pengembangan solusi inovatif terkait kesehatan, sambil terus mendukung penelitian baru. “Dengan berbagi hasil penelitian BENEFIT ini, kami berharap bisa membantu para dokter di Indonesia dalam melayani pasien melalui akses terhadap riset dan pengetahuan terbaru. Penelitian ini juga sejalan dengan panduan hipertensi ESC/ESH 2018 yang merekomendasikan penghambat beta dalam penanganan hipertensi,” pungkasnya.(rel/adz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dampak penyebaran virus Corona semakin hari kian dirasakan segenap kalangan. Dan yang paling merasakan dampak tersebut sudah pasti warga yang berpenghasilan rendah.
Beranjak dari rasa keprihatinan itu, Ikatan Alumni SMPN IX/XI (IKA Spenslas) Medan, berbagi memberikan 160 paket Sembako berupa 10 kg beras, 2 kg gula pasir dan 2 kg minyak goreng dalam kemasan kepada alumni yang berkehidupan ekonomi yang kurang mapan. Kegiatan dilaksanakan di halaman SMP IX/XI, Jalan Budi Kemenangan Medan, mulai pukul 09.00.WIB, hingga pukul 14.00.WIB.
Ketua Umum IKA Spenslas, Kombes Pol Hondawantri Naibaho, di sela-sela pembagian paket kepada wartawan menyebutkan, pembagian paket sembako dilalukan demi untuk merigankan beban alumni SMP IX/XI, yang terimbas dampak Corona. “Inilah bentuk IKA Spenslas berbagi dengan para alumni. Para alumni yang mampu, saling patungan untuk membantu alumni yang kurang mampu. Apalagi ditengah suasana seperti ini, ada alumni kita yang membutuhkan bantuan karena dampak Covid 19, ya kita saling bantu satu sama lainnya,” ujar Hondawantri yang juga menjabat Dir Binmas Polda Sumut ini.
Didampingi Wakil Ketua Umum AKBP Irsan Sinuhaji, Ketua Harian M Taufik dan Sekretatis Umum IKA Spenslas Mukty Pasaribu, Hondawantri mengatakan, kegiatan seperti ini akan terus dilakulan oleh IKA Spenslas secara berkesinambungan. “Insya Allah kita lakukan terus berkesinambungan. Semoga setelah kita bisa membantu keluarga alumni SMP XI/XI, kita akan kembangkan untuk memberikan bantuan kepada warga yang berdomisili didekat SMP XI/IX,” ujarnya.
Sementara, Kepala Sekolah SMP XI/XI, Bambang Sadewo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada alumni yang telah berbagi kepada para alumni SMPN XI/XI yang membutuhkan bantuan sembako. “Semoga kegiatan sosial seperti ini bisa terus dilakukan Ikatan Alumni secara berkesinambungan. Agar ikatan silaturahmi semakin erat terbina,” ujar Bambang. (adz)
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Wartawan Unit Polresta Deliserdang (WUPDS) melakukan kegiatan sosial dengan membagi-bagikan masker kepada masyarakat Senin, (20/4). Ada seribu masker yang dibagi-bagikan di dua titik yang berbeda. Selain di depan Polresta Deliserdang juga dilakukan di simpang kantor Bupati Deliserdang.
Dukungan penuh juga diberikan pihak Polresta dan Pemkab Deliserdang. Ikut bersama wartawan turun ke lapangan Kabag Ops Polresta Deliserdang, Kompol Rahmad Afandi mewakili pihak kepolisian dan Edwin Nasution dan Hasbi Staf Ahli Bupati mewakili Pemkab. Kepada penerima masker mereka menitipkan pesan.
“Harus dipakai ya, jaga kesehatan diri dan juga kesehatan orang lain. Salam buat keluarga,”ujar Edwin Nasution.
Kegiatan yang dilakukan oleh wartawan ini mendapatkan respon yang positif dari masyarakat. Mereka tampak antusias begitu melihat wartawan memegang masker. Ada beragam warga dan jenis masker yang saat itu dibagi-bagikan oleh wartawan.
“Terimakasih ya pak wartawan. Pasti akan kami pakai. Satu lagi lah biar untuk ada gantinya setiap hari,”ucap Warsito pengemudi becak yang meminta dua masker sekaligus.
Selain abang becak, penumpang angkutan umum (angkot) yang saat itu melintas di depan kantor Bupati, banyak yang mendapatkan bagian. Meski ada yang sudah memakai namun masih banyak juga yang belum memakainya. Kepada yang sudah memiliki wartawan dengan senang hati membagikan masker untuk ganti.
Ketua WUPDS G-17, Batara Tampubolon mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan wartawan. Ia menyebut kegiatan ini bisa berlangsung karena swadaya dari rekan-rekan wartawan yang mana setiap orang anggota bisa menyisihkan sedikit rezekinya untuk kegiatan berbagi. Diharapkannya kegiatan sosial dan berbagi bisa terus dilain waktu.
“Ini merupakan kegiatan sosial yang sekian kalinya kita lakukan. Kita sesama wartawan khususnya WUPDS G-17 harus selalu kompak. Ucapan terimakasih juga kita ucapkan khusus kepada instansi lain yang juga turut mendukung kegiatan ini seperti dari Pemkab Deliserdang dan Polresta. Harapan kita masyarakat harus bisa membudayakan untuk memakai masker saat ini demi kebaikan kita sendiri dan orang lain. Dalam menghadapi virus covid-19 ini bukan hanya tugas pemerintah namun semua lapisan harus bekerja sama,”kata Batara.(btr)
CHECK IN: Terminal check in di Bandara Kualanamu terlihat sepi dampak dari Corona.
CHECK IN: Terminal check in di Bandara Kualanamu terlihat sepi dampak dari Corona.
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Manajeman Kantor Cabang PT Angkasa Pura II (Persero) Bandar Udara Internasional Kualanamu Deliserdang tetap melakukan penyesuaian operasional bandar sebagai upaya menyikapi dampak pandemi Covid-19.
Penyesuaian dilakukan melalui strategi optimalisasi penggunaan area, fasilitas, dan pengaturan shift dinas petugas bandara agar kebijakan physical distancing dan protokol kesehatan terkait pencegahan penyebaran Covid-19 dapat diterapkan secara optimal selama masa pandemi ini.
Penyesuaian kegiatan operasional di Bandar Udara Internasional Kualanamu dimulai sejak April. Namun, protokol kesehatan terkait pencegahan penyebaran Covid-19 tetap diterapkan secara optimal.
“Sesuai arahan pemerintah terkait kebijakan physical distancing yang kemudian diturunkan dalam bentuk Surat Edaran Direktur Keamanan Penerbangan Nomor SE.10 Tahun 2020, 23 Maret 2020 perihal Pencegahan Penyebaran Covid-19 dalam Penerbangan,” ujar Djodi Prasetyo Excutive General Manager, Sabtu (18/4).
Penyesuaian operasional ini, lanjut Djodi Prasetyo, seiring dengan upaya manajemen untuk melakukan efisiensi operasional bandara di tengah penurunan trafik penumpang yang cukup tajam, sekitar 28 persen, pada Maret 2020 dibanding Maret 2019.
Adapun upaya efisiensi yang dilakukan yaitu melakukan minimun operasional dan pengurangan penggunaan utilitas.
“Hal ini merupakan bentuk corrective action dari sisi bisnis dalam menyikapi situasi krisis atau pandemi seperti saat ini dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, keamanan, pelayanan, dan kepatuhan terhadap peraturan di tengah masa pandemi Covid-19 ini,” ujar Djodi Prasetyo
Terkait dengan adanya pengurangan tenaga kerja saat manajeman kantor cabang menegaskan pengurangan tenaga kerja belum ada, tetapi langkah yang dilakukan sesuai dengan arahan pemerintah berkerja di rumah, beribadah di rumah, dan mengurangi kegiatan kegiatan di luar rumah.
Selain itu, beberapa penyesuaian operasional dilakukan adalah penutupan sementara terminal internasional. Karena untuk saat ini tidak ada penerbangan internasional. Namun, bila ada penerbangan internasional maka akan ada diinformasikan satu hari sebelumnya. (btr/ram)