Home Blog Page 4295

Gubsu Lantik 46 Pejabat Administrator

BERI ARAHAN: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi beri arahan usai melantik 46 pejabat eselon III di lingkungan Pemprov Sumut di Pendopo Rumah Dinas Gubsu Jalan Sudirman Medan, Jumat (29/5).
BERI ARAHAN: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi beri arahan usai melantik 46 pejabat eselon III di lingkungan Pemprov Sumut di Pendopo Rumah Dinas Gubsu Jalan Sudirman Medan, Jumat (29/5).
BERI ARAHAN:  Gubernur Sumut Edy Rahmayadi beri arahan usai melantik 46 pejabat eselon III di lingkungan Pemprov Sumut di Pendopo Rumah Dinas Gubsu Jalan Sudirman Medan, Jumat (29/5).
BERI ARAHAN: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi beri arahan usai melantik 46 pejabat eselon III di lingkungan Pemprov Sumut di Pendopo Rumah Dinas Gubsu Jalan Sudirman Medan, Jumat (29/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pasca Lebaran dan masih dalam masa pandemi Covid-19, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi melantik 46 pejabat eselon III atau administrator di lingkungan Pemprov Sumut, di Pendopo Rumah Dinas Gubsu Jalan Sudirman Medan, Jumat (29/5).

Adapun prosesi pelantikan berlangsung tertutup dan tetap menerapkan protokoler kesehatan Covid-19. Semua yang terlibat dalam prosesi itu, terlihat mengenakan masker, sarung tangan dan menjaga jarak. Bahkan sebelum dilantik, 46 pejabat eselon III itu terlebih dulu menjalani tes urine. Hasilnya, diketahui tidak ada dari mereka yang menggunakan narkotika dan obat-obatan terlarang.

Dalam arahan dan bimbingannya, Gubernur Edy Rahmayadi tidak berbicara banyak serta hanya mengharapkan para pejabat yang dilantik, segera beradaptasi dengan perangkat dan jajaran organisasi perangkat daerah yang ada dalam meningkatkan pelayanan Pemprov Sumut kepada masyarakat.

Secara khusus pula, Edy menekankan agar masing-masing pejabat yang dilantik turut berkontribusi aktif dalam penanganan dan pengendalian Covid-19 di Sumut.

Berdasarkan data yang diperoleh, sejumlah pejabat yang dilantik yang sebelumnya pernah dinonjobkan oleh Gubsu, dampak kasus pencurian uang Pemprov Sumut senilai Rp1,6 miliar lebih yakni; Raja Indra Saleh dirotasi dari Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menjadi Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Sumut; Fuad Perkasa dari Kabid Pengelolaan Anggaran BPKAD menjadi Kabid Bidang Sarana, Prasarana dan Kewilayahan Bappeda Sumut.

Kemudian ada nama Damar Wulan yang baru sekitar 8 bulan menjabat Kabid Mutasi dan Pensiun BKD menjadi Kabid Promosi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu serta 43 pejabat administrator lainnya yang juga terkena rotasi.

Sekadar mengingatkan, pelantikan ini juga adalah kegiatan tertunda pada 23 Maret lalu, dampak adanya pasien covid di Kota Medan yang meninggal dunia. (prn/ila)

Kementan RI Kembali Bagikan Bantuan Pangan kepada THL BPP Sumut

BANTUAN: Kementan memberikan paket bantuan pangan bagi seluruh THL di kabupaten/kota di Sumut.
BANTUAN: Kementan memberikan paket bantuan pangan bagi seluruh THL di kabupaten/kota di Sumut.
BANTUAN: Kementan memberikan paket bantuan pangan bagi seluruh THL di kabupaten/kota di Sumut.
BANTUAN: Kementan memberikan paket bantuan pangan bagi seluruh THL di kabupaten/kota di Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kementerian Pertanian RI kembali membagikan bantuan pangan bagi seluruh Tenaga Harian Lepas (THL) BPP Sumatera Utara.

“Bantuan ini sebagai wujud kepedulian,” kata Kepala Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementan Dedi Nursyamsi, sebagaimana diutarakan Direktur Polbangtan Medan Yuliana Kansrini, di Medan, Jumat (29/5).

Menurut Kementan, THL BPP merupakan para pekerja keras sebagai garda terdepan mendampingi petani untuk terus berproduksi walau di tengah COVID-19. Di mana, pertanian memiliki arti penting untuk pertahanan pangan masyarakat dalam menghadapi COVID-19.

Bahkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memutuskan jika dalam kondisi seperti ini Indonesia harus menggunakan produk pangannya sendiri. Ketersediaan pangan harus dapat di pastikan, tetapi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19 di kedepankan.

“Program pemberian bantuan ini diinisiasi oleh Mentan SYL, dimana kita ikut hadir ditengah masyarakat sebagai perwujudan bahwa pertanian peduli terhadap dampak pandemi COVID-19,” ujarnya.

Paket sembako tersebut di terima oleh perwakilan THL di masing-masing Dinas Pertanian Kabupaten/Kota dan disaksikan oleh Kepala Dinas Pertanian di Sumatera Utara. (ant/ila)

Bulog Telah Salurkan 113.377 Paket

Plt Wali Kota Medan menyerahkan bantuan kepada warga
Plt Wali Kota Medan menyerahkan bantuan kepada warga
Plt Wali Kota Medan menyerahkan bantuan kepada warga
Plt Wali Kota Medan menyerahkan bantuan kepada warga

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan urusan logistik (Bulog) telah menyalurkan 113.337 paket bantuan dampak sosial Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) tahap kedua Pemerintah Kota (Pemko) Medan hingga Jumat (29/5) kemarin.

Penyaluran itu sendiri telah dilakukan sejak Sabtu (16/5) yang lalu, dengan total paket sembako sebanyak 300 ribu paket yang terdiri dari 20 Kg beras dan 2 Kg gula pasir pada setiap paketnya. Bantuan itu pun didistribusikan Bulog melalui Gudang Bulog Brayan (GBB) Pulo Brayan Darat I (Jalan Mustafa) dan GBB Pulo Brayan Darat II (Jalan Jemadi).

“Rencana salur hari ini (kemarin,Red) untuk 5.867 paket. Total salur termasuk dengan rencana salur per hari ini ada sebanyak 113.337 paket,” ucap Kepala gudang GBB Pulo Brayan Darat I, Sahala Lumbanraja kepada Sumut Pos, Jumat (29/5).

Sahala menjelaskan, pihaknya siap mendistribusikan bantuan tersebut secara bertahap agar kualitas beras dan gula yang disalurkan dapat tetap terjamin kualitasnya.

“Total ada 6.000 ton beras dan 600 ton gula, perbandingannya 10:1. Selain harus didistribusikan, kualitasnya juga harus terjaga. Untuk hari ini saja ada 4 Kecamatan yang akan didistribusikan, ada Kecamatan Medan Tuntungan, Medan Sunggal, Medan Tembung dan Medan Area,” jelasnya.

Sedangkan untuk penyaluran di hari-hari berikutnya, yakni Minggu (31/5) dan Senin (1/6), pihak Bulog masih harus menunggu jadwal penyaluran dari Pemko Medan.

“Untuk Minggu dan Senin kita belum tahu, kita masih melihat jadwal dari Pemko Medan. Yang jelas, Bulog sipa menyediakan dan mendistribusikan paket beras dan gula dari Pemko Medan,” tandasnya.

Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kota Medan, Fakhruddin Harahap mengatakan, pihaknya telah mendata sebanyak 265 ribu kepala keluarga (KK) di Kota Medan untuk diberikan paket sembako tahap kedua tersebut.

“Jadi dari 300 ribu paket, kita sudah data 265 ribu KK. Sisanya yang 35 ribu lagi sebagai cadangan, bila masih ada warga masyarakat yang berhak namun belum kebagian. Data yang masuk saat ini untuk penerima bantuan tahap kedua adalah murni dari kepala lingkungan, sebab mereka yang mengetahui betul kondisi warganya,” jelas Fakhruddin.

Dikatakan Fakhruddin, bantuan tahap kedua tidak berlaku bagi masyarakat penerima manfaat PKH (Program Keluarga Harapan). “Mereka yang mendapatkan bantuan tahap I kemarin berhak untuk mendapatkannya kembali di tahap kedua ini, tetapi yang diprioritaskan adalah mereka yang berhak namun belum mendapatkan bantuan di tahap pertama,” katanya. (map/ila)

50 Pegawai PN Medan Rapid Test, Satu Orang Reaktif

RAPID TEST: Pegawai Pengadilan Negeri Medan dirapid test, satu orang reaktif. agusman/sumu tpos
RAPID TEST: Pegawai Pengadilan Negeri Medan dirapid test, satu orang reaktif. agusman/sumu tpos
RAPID TEST: Pegawai Pengadilan Negeri Medan dirapid test, satu orang reaktif. agusman/sumu tpos
RAPID TEST: Pegawai Pengadilan Negeri Medan dirapid test, satu orang reaktif. agusman/sumu tpos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 50 pegawai dan petugas keamanan Pengadilan Negeri Medan, melakukan Rapid Test oleh 4 orang petugas dari Dinas Kesehatan Medan mengenakan APD lengkap. Dari hasil tes yang dilakukan, terdapat satu orang pegawai yang reaktif. “Dari seluruhnya, terdapat satu orang pegawai yang reaktif,” ucap Humas PN Medan, T Oyong kepada wartawan, Jumat (29/5).

Dia mengatakan, pegawai yang reaktif tersebut langsung dilakukan swab tes dan akan menunggu hasil dari pusat.

“Jadi hasil swabnya sudah kita kirim ke pusat nanti kita lihat apakah hasil tersebut positif atau tidak,” katanya.

Menurutnya hakim belum mendapatkan jatah untuk rapid test yang dilakukan PN Medan. Disinggung apakah ada tes tahap kedua, Oyong mengaku belum mengetahuinya. Namun, dia berharap ada tahap kedua yang dilakukan, agar Pengadilan Negeri Medan dikatakan steril dari virus corona.

Sementara, Ketua Pengadilan Tinggi Medan Setyawan Hartono mengapresiasi langkah pelaksanaan Rapid Test terhadap Pegawai dan Satuan Pengamanan (Satpam) Pengadilan Negeri Medan dalam upaya mengantisipasi pencegahan penyebaran Covid-19.

Dia mengatakan, kegiatan Rapid Test oleh Pengadilan Negeri Medan bisa menjadi referensi bagi pengadilan kabupaten/kota di Sumatra Utara.

“Karena pelaksanaan Rapid Test ini merupakan kerjasama antara Pengadilan Negeri Medan dengan Dinas Kesehatan Kota Medan,” ujarnya.

Kendati demikian, sejauh ini Setyawan mengaku belum ada hakim, pengawai, honor dan satuan pengamanan yang positif Covid-19. Meski kemarin ia mendapat kabar ada pegawai PN Medan yang sempat dinyatakan PDP setelah ditelusuri negatif Covid-19, dimana pihak medis menyatakan bahwa pegawai berinsial BS tersebut terjangkit sakit demam berdarah. (man/ila)

Dicari Emak-emak ke Gedung Dewan Soal Bansos, Rudy Hermanto: Saya Hanya Usul ke Pansus Covid

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aksi puluhan emak-emak ke Gedung DPRD Sumatera Utara, Kamis (28/5) siang, terungkap ingin menemui salah seorang anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan, Rudy Hermanto.

Pasalnya, Rudy ada mengusulkan ke Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Sumut, untuk menyiapkan dana talangan agar dapat mengakomodir bantuan sembako bagi mereka yang sama sekali belum menerima jaring pengaman sosial padahal ikut terdampak pandemi. “Saya usul ke panja (Pansus Covid-19 DPRD Sumut) agar minta disiapkan talangan untuk menghadapi masalah ini, karena banyak keluhan dari masyarakat.

Mereka yang tidak mendapat bantuan lansung tunai, beras dari Pemko Medan,” katanya menjawab Sumut Pos, Jumat (29/5).

Rudy mengungkapkan, padahal menurut sebagian besar masyarakat, mereka mestinya layak menerima bansos dari pemerintah dampak dari pandemi corona ini. Menurut dia, kepala lingkungan atau lurah maupun aparatur pemerintah berwenang, bisa saja lalai dalam melakukan pendataan terhadap masyarakatnya.

“Kepling dan lurah itu manusia biasa, bisa silap. Namun caranya ya itu tadi. Dengan catatan yang punya KTP, dibuat surat dari kepling atau diketahui lurah berapa yang tidak dapat, tidak terdaftar agar ada jalan keluarnya,” kata wakil ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut itu. Seperti diberitakan, masih ada masyarakat di Sumut yang sama sekali belum menerima bansos dari pemerintah akibat dampak pandemi Covid-19. Hal ini terungkap dalam aksi puluhan emak-emak dari Lingkungan 5 Kelurahan Tangkahan, Medan Labuhan dan Lingkungan 16 Kelurahan Mabar, Medan Deli, kala menyampaikan protes di Gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (28/5) siang. (prn/ila)

Gugus Tugas Covid-19 Provsu Salurkan Bansos Sembako 2.100 Paket ke Pemkab Dairi

SIMBOLIS: Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Dairi, Jonny Hutasoit secara simbolis menerima paket bansos sembako dari Kadis Perkim Provsu, Ida Mariana di GOR Sidikalang, Jumat (2./5). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
SIMBOLIS: Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Dairi, Jonny Hutasoit secara simbolis menerima paket bansos sembako dari Kadis Perkim Provsu, Ida Mariana di GOR Sidikalang, Jumat (2./5). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
SIMBOLIS: Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Dairi, Jonny Hutasoit secara simbolis menerima paket bansos sembako dari Kadis Perkim Provsu, Ida Mariana di GOR Sidikalang, Jumat (2./5). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
SIMBOLIS: Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Dairi, Jonny Hutasoit secara simbolis menerima paket bansos sembako dari Kadis Perkim Provsu, Ida Mariana di GOR Sidikalang, Jumat (2./5). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mulai salurkan bantuan sosial (Bansos) sembako kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi.

Serah terima bansos sembako secara simbolis dilakukan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemprovsu, Ida Mariana kepada Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu melalui asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Jonny Hutasoit didampingi Kepala BPBD Dairi, Sahala Tua Manik di GOR Sidikalang, Jumat (29/5).

Kadis Perkim Provsu, Ida Mariana mengatakan, jumlah bansos sembako yang akan disalurkan ke Pemkab Dairi sebanyak 32.146 paket. Untuk tahap awal, GT CV-19 Provsu baru menyalurkan bansos sembako sebanyak 2.100 paket dan sisanya akan segera didistribusikan. Ida menerangkan, paket bansos sembako berupa beras 10 kilogram (kg), gula 2 kg, mie instan 20 bungkus serta minyak makan 2 kg.

“Sesuai harapan Gubsu, Edy Rahmayadi bantuan bisa segera diberikan kepada masyarakat miskin serta warga yang terdampak Covid-19,” ujarnya.

Gubsu berharap, bantuan yang disalurkan bisa membantu warga miskin dan warga yang terdampak covid-19 di Kabupaten Dairi. Ida mengungkapkan, distribusi sesuai kemampuan tempat Pemkab/Pemko sehingga distribusi dilakukan bertahap. Ditanya soal bantuan sembako yang diduga ada pengurangan berat (timbangan) seperti kejadian di Kabupaten Simalungun dan Pakpak Bharat.

“Dengan kejadian itu pasti sudah ada evaluasi dan perbaikan oleh pihak penyedia. Jika kekurangan tidak signifikan kemungkinan tidak masalah. Bantuan akan mulai disalurkan kepada masyarakat pada, Selasa (2/6) mendatang dengan melibatkan Babinsa,” tandasnya.

Mewakili Bupati, Kepala BPBD Dairi, Sahala Tua Manik menyampaikan, apresiasi kepada Pemprovsu atau Gustu covid-19 yang telah menyalurkan bansos sembako kepada masyarakat sebagai penanggulangan covid-19 di Kabupaten Dairi. Sahala menegaskan, Pemkab Dairi akan menyalurkan bantuan kepada warga yang berhak menerima ataupun yang terdampak covid-19.

Sahala menyebutkan, masyarakat Dairi banyak mengalami kesulitan untuk pengadaan bahan pangan untuk kehidupan sehari-hari mereka selama pandemi corona ini. Bansos sembako ini akan kita salurkan secepatnya untuk membantu masyarakat miskin dan warga terdampak covid-19. Untuk sementara, paket bansos sembako yang kita terima kita simpan di GOR Sidikalang ini menunggu dibagikan kepada penerima mamfaat, ujar Sahala. (rud/ram)

Gugus Tugas Nias Salurkan Bantuan Provsu

SERAHKAN: Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli MM sekaligus ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Corona Virus Disease (Covid-19) Kabupaten Nias, didampingi Kabag Humas dan Keprotokolan Setda Nias Tehesokhi Hulu SIP saat menyerahkan bantuan JPS dari Prov Sumut di Gido, (Rabu, 27/5). adi laoly/sumut pos
SERAHKAN: Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli MM sekaligus ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Corona Virus Disease (Covid-19) Kabupaten Nias, didampingi Kabag Humas dan Keprotokolan Setda Nias Tehesokhi Hulu SIP saat menyerahkan bantuan JPS dari Prov Sumut di Gido, (Rabu, 27/5). adi laoly/sumut pos
SERAHKAN: Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli MM sekaligus ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Corona Virus Disease (Covid-19) Kabupaten Nias, didampingi Kabag Humas dan Keprotokolan Setda Nias Tehesokhi Hulu SIP saat menyerahkan bantuan JPS dari Prov Sumut di Gido, (Rabu, 27/5). adi laoly/sumut pos
SERAHKAN: Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli MM sekaligus ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Corona Virus Disease (Covid-19) Kabupaten Nias, didampingi Kabag Humas dan Keprotokolan Setda Nias Tehesokhi Hulu SIP saat menyerahkan bantuan JPS dari Prov Sumut di Gido, (Rabu, 27/5). adi laoly/sumut pos

NIAS, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 28.065 Kepala Keluarga (KK) warga kurang mampu terdampak Covid-19 di Kabupaten Nias menerima bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, yang diserahkan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Corona Virus Disease (Covid-19) Kabupaten Nias, Rabu (27/5). Bantuan sosial dalam bentuk paket sembako itu senilai Rp225 ribu.

 Jumlah penerima bantuan dalam bentuk paket sembako itu, berdasarkan data Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) merupakan keluarga kurang mampu.

“Hari ini tim Gugus Tugas Kabupaten Nias mendistribusikan bansos dari Provinsi Sumatera Utara, kepada masyarakat kurang mampu terdampak covid-19,” ujar Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli MM sekaligus ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Kabupaten Nias, kepada awak media.

Dijelaskan Sokhiatulo, paket sembako tersebut berisi satu karung beras ukuran 10 kg, minyak goreng 2  kg, gula pasir 1 kg, satu kotak mie instan, susu kaleng dan teh celup.

Menurut Sokhiatulo, warga penerima paket sembako bantuan Provinsi Sumatera Utara itu tidak mesti penduduk setempat, namun memiliki e-KTP dan Kartu Keluarga (KK) serta bertempat tinggal di wilayah Kabupaten Nias. “Warga penerima bantuan Provinsi ini tidak mesti penduduk Kabupaten Nias, asal memiliki KTP atau KK dan bertempat tinggal di sini. Mau dia ngontrak atau rumah sendiri tetap dapat,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini Sokhiatulo memberitahu untuk bantuan dari Pemerintah Pusat masih proses pendataan. Kepada warga yang belum terdata, untuk segera menyerahkan datanya melalui desa.

“Bantuan lain dari pusat butuh proses pendataan, setelah didata lalu di kirim ke pusat. Ini harus dipahami masyarakat, kalau itu belum terdata dari kepala desa, jika ada pendataan segera menyerahkan datanya minimal ada KTP dan KK,” sebutnya.

Meskipun sampai saat ini kepulauan Nias masih berada dalam zona hijau karena belum ada yang dinyatakan terpapar virus corona, namun Bupati Nias tetap menghimbau masyarakat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan, terutama dalam penerapan New Normal yang mulai diberlakukan Pemerintah Pusat mulai Juni 2020.

“Ketentuan sesuai dari pusat dan surat edaran Bupati Nias bahwa PSBB berakhir tanggal 29 Mei 2020. Maka semua kembali kehidupan normal, belajar di sekolah, kerja di kantor, dengan catatan diawasi Forkopimda dan TNI/Polri, untuk tetap dilakukan protokol kesehatan covid-19. Kita jangan abaikan tetap jaga jarak, cuci tangan dan menggunakan masker,” terangnya.

Terkait New Normal yang akan diberlakukan Pemerintah Pusat mulai tanggal 1 Juni 2020, maka secara otomatis Transportasi Laut dan Udara akan mulai beroperasi. Namun demikian tetap diberlakukan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat terhadap penumpang.

“Kita tetap tergantung Pemerintah pusat, jika dalam beberapa hari terakhir tidak ada perubahan maka sudah tentu bandara dan pelabuhan laut pasti dibuka. Hanya saja pemerintah daerah se-kepulauan Nias memperketat pengawasan bagi setiap penumpang yang baru turun dari pesawat maupun dari kapal laut,” pungkasnya. (adl/ram)

Salurkan Bantuan, Bhabinkamtibmas Seser Perkampungan

BANTU: Anggota Bhabinkamtibmas Polres Tebingtinggi, Bripka Elpin Malau ketika menyambangi rumah warga memberikan bantuan sembako imbas Covid -19.
BANTU: Anggota Bhabinkamtibmas Polres Tebingtinggi, Bripka Elpin Malau ketika menyambangi rumah warga memberikan bantuan sembako imbas Covid -19.
BANTU: Anggota Bhabinkamtibmas Polres Tebingtinggi, Bripka Elpin Malau ketika menyambangi rumah warga memberikan bantuan sembako imbas Covid -19.
BANTU: Anggota Bhabinkamtibmas Polres Tebingtinggi, Bripka Elpin Malau ketika menyambangi rumah warga memberikan bantuan sembako imbas Covid -19.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Bantuan sosial di masa pandemi Covid-19, diharapkan tepat sasaran. Karenanya, Kapolres Tebingtinggi melalui Bhabinkamtibmas, menyusuri perkampungan guna menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang kurang mampu.

Seperti yang dilakukan Bripka Elpin Malau, Bhabinkamtibmas Dusun Jambu, Desa Bahsumbu, dan Desa Naga Kesiangan, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Sergai, Jumat (29/5). Bripka Elpin Malau berhasil memberikan sembako kepada masyarakat yang belum menerima bantuan terkait dampak Covid -19.

Bripka Elpin Malau mengatakan, sesuai perintah Kapolres Tebingtinggi AKBP James P Hutagaol, anggota Bhabinkamtibmas harus bisa dan mampu menyusuri perkampungan warga di wilayah hukum Polres Tebingtinggi, terutama kepada warga kurang mampu yang terimbas Covid -19. “Hari ini kita berhasil memberikan bantuan sembako kepada warga kurang mampu di dua desa di wilayah Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Sergai,” paparnya.

Bantuan sembako yang diberikan kepada warga terdampak Covid-19 yaitu berupa beras 5 kg, 1 papan telur ayam dan 2 kg minyak goreng. Dikatakannya bahwa bantuan yang diterima masyarakat ini bisa dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari hari.

Salah seorang ibu rumah tangga warga Dusun 2 Silau Malela Desa Bahsumbu Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Sergai, Ibu Nur (42) merasa terharu setelah mendapatkan bantuan sembako dari Polres Tebingtinggi, dia sangat bersyukur karena saat pendemi Covid -19, suami yang berkerja sebagai buruh semerawutan bisa terbantu sedikit dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari hari. “Terima kasih atas bantuan sembako dari Bapak Kapolres Tebingtinggi, semoga Polres Tebingtinggi lebih maju dan menjadi pelayan masyarakat seperti saat pandemi Covid-19,” jelasnya. (ian)

Pemkab Dairi Salurkan BST APBD

SIMBOLIS: Camat Silima Pungga-pungga, Sahat Maruli Tua Sinaga (kanan) secara simbolis menyerahkan BST-APBD Dairi kepada warga, Jumat (29/5). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
SIMBOLIS: Camat Silima Pungga-pungga, Sahat Maruli Tua Sinaga (kanan) secara simbolis menyerahkan BST-APBD Dairi kepada warga, Jumat (29/5). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
SIMBOLIS: Camat Silima Pungga-pungga, Sahat Maruli Tua Sinaga (kanan) secara simbolis menyerahkan BST-APBD Dairi kepada warga, Jumat (29/5). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
SIMBOLIS: Camat Silima Pungga-pungga, Sahat Maruli Tua Sinaga (kanan) secara simbolis menyerahkan BST-APBD Dairi kepada warga, Jumat (29/5). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi menyalurkan bantuan sosial tunai (BST) yang bersumber dari APBD Kabupaten Dairi untuk penanggulangan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Dana BST itu disalurkan Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu melalui Camat Silima Pungga-pungga, Sahat Maruli Tua Sinaga kepada warga terdampak Covid-19 di Kelurahan Parongil, Jumat (29/5).

Sahat Maruli Tua Sinaga didampingi Lurah Parongil, Mida Deliana Rajagukguk secara simbolis menyerahkan BST sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga (KK) itu kepada warga penerima manfaat di Kantor Lurah Parongil. Camat menyampaikan, penerima BST dari APBD Dairi ini hanya untuk warga Kelurahan Parongil. Karena penerima BST-APBD adalah warga kelurahan.

Sementara itu, untuk bantuan langsung tunai (BLT) bersumber dari dana desa (DD) untuk 15 desa di Kecamatan Silima Pungga-pungga sebesar Rp600 ribu per KK telah disalurkan dan untuk tahap pertama ditargetkan selesai Bulan Mei 2020 ini. Camat memaparkan, penyaluran bansos penanggulangan Covid-19 di kecamatan itu berjalanlbaik. Dimana, sebelum penyaluran bantuan pemerintah kecamatan telah melakukan sosialisasi semua pemerintah desa serta kelurahan mauoun masyarakat sebagai penerima manfaat.

“Kita berharap kepada warga penerima manfaat agar mempergunakan uang bantuan tersebut membeli bahan pangan (sembako). Jangan gunakan membeli hal tidak perlu, tetapi gunakanlah uang bantuan itu membeli kebutuhan sehari-hari kalian,” ucap Camat.

Sementara itu, Lurah Parongil, Mida Deliana Rajagukguk menyampaikan, jumlah warga Kelurahan Parongil sebanyak 470 KK. Penerima BST-APBD 184 KK, penerima BST dari Kementerian Sosial 94 KK, penerima bantuan program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT) 59 KK dan sisanya ASN dan TNI-Polri.

Mida menyebutkan, memang ada sebanyak 5 KK belum terdata sebagai penerima bantuan baik BST Kemensos dan BST APBD Dairi yang belum melapor dan tidak terdata pada pendataan lalu dan sangat layak untuk dibantu. “Tapi, untuk tahap 2 sudah kita usul ulang,” sebut Mida.

Marudut Saroha Napitupulu (43) warga Kelurahan Parongil, mengucapkan terima kasih kepada Bupati Dairi yang telah memberikan bantuan kepada mereka yang terdampak covid-19. Marudut menyebut, uang itu akan ia pergunakan untuk membeli beras dan kebutuhan pangan untuk keluarganya. (rud)

Belajar Berenang, Ayah dan Anak Tewas Tenggelam di Sungai Lae Simuhur

RUDY SITANGGANG/SUMUT POS evakuasi: Personel Polsek Sumbul bersama warga Desa Simartugan, Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi, mengevakuasi korban dari sungai Lae Simuhur.
evakuasi: Personel Polsek Sumbul bersama warga Desa Simartugan, Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi, mengevakuasi korban dari sungai Lae Simuhur.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Samsudin Kaloko (57), serta putrinya, Intan Karunia Kaloko (17), warga Dusun II, Desa Simartugan, Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi, ditemukan tewas tenggelam di aliran Sungai Lae Simuhur, Jumat (29/5) sore. Demikian dijelaskan Kapolres Dairi AKBP Leonardo Simatupang melalui Kasubbag Humas Polres, Iptu Donny Saleh lewat pesan elektronik, Jumat (29/5) malam.

Menurut Donny, peristiwa nahas itu berawal ketika Samsudin beserta istrinya, Nurhayati dan anaknya Intan Karunia, berangkat dari rumah mereka menuju sungai Lae Simuhur. Tujuannya, mereka ingin mengajari Intan berenang.

Sesampai di sungai, Samsudin dan putrinya masuk ke aliran sungai. Sementara istri, Nurhayati menunggu di pinggir sungai. Berselang 15 menit kemudian, Nurhayati melihat suami serta putrinya tenggelam.

Spontan, dia berteriak minta tolong kepada warga sekitar yang sedang bekerja di ladang tak jauh dari aliran sungai. Sejumlah warga, Jaka Siboro bersama temannya, Herman Simbolon yang mendengar teriakan Nurhayati datang ke lokasi kejadian.

Keduanya langsung memberitahu ke warga lainya untuk melakukan pencarian sekaligus memberitahu ke Polsek Sumbul. Setelah dilakukan pencarian dengan berenang ke dasar sungai, warga menemukan Intan Kurnia sudah tidak bernyawa. Tak lama kemudian, warga juga menemukan Samsudin Kaloko juga sudah tidak bernyawa.

Polsek Sumbul dibantu warga sekitar mengevakuasi kedua jenazahdke Puskesmas Tigabaru. Selanjutnya, petugas menyerahkan kedua korban ke pihak keluarga dengan membuat surat pernyataan oleh pihak keluarga untuk tidak dilakukan otopsi, sebut Donny. (rud)