24 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 4296

Ini Nomor Whatapps Pelayanan PDAM Tirtanadi

TRIADI WIBOWO/SUMUT POS Gedung kantor PDAM Tirtanadi yang terletak di jalan Sm.Raja Medan,selasa (5/3)
Gedung kantor PDAM Tirtanadi yang terletak di jalan Sm.Raja Medan,selasa (5/3)
CABANGDIGIT NO PELANGGANWA
Medan KotaDigit no pelanggan 01082165487692
Sei Agul02082166062200
Medan Denai 03082164530378
Medan Labuhan 04085264182900
Sibolangit 05082283116438
Berastagi 06085369390615
Sunggal 0708887910663
Padang Bulan 0808116000512
Delitua 09082164544975
Tuasan 11082367566792
Deliserdang 13085261489645
Tapanuli Selatan 14082277242011
Tapanuli Tengah 16085275273231
Tobasa 17081397564919
HM Yamin 20082163979088
Diski 21089603432228
Samosir 22082167372167
Nias Selatan 23085262606654
Medan Amplas 24082247131533
Belawan Kota 27087747131533
Cemara28085264060747

Beri Solusi Layanan Pelanggan secara Online, PDAM Tirtanadi Terapkan Catat Meter Mandiri

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PDAM Tirtanadi Sumatera Utara tetap melakukan prioritas peningkatan mutu serta kualitas pelayanan bagi pelanggan, terutama saat pandemi Covid-19 ini. Dalam situasi saat ini, PDAM Tirtanadi mengeluarkan kebijakan terkait pencatatan pamakaian air secara mandiri oleh pelanggan selama status darurat pandemi Covid-19 dengan melaporkannya via telepon selular (WhatsApp).

Kepala Divisi (Kadiv) Sekretaris Perusahaan (Sekper) PDAM Tirtanadi Sumut Humarkar Ritonga mengatakan, dengan catat meter secara mandiri ini diharapkan para pelanggan proaktif melaporkan catatan pemakaian airnya. Sebab jika tidak, maka PDAM akan menaksir tagihan rekening air pelanggan berdasarkan pembayaran tertinggi tiga bulan terakhir.

“Caranya sangat mudah, pelanggan cukup mengirimkan foto angka stand meter dan nomor pelanggan, dengan menandakan angka dua digit di awal pada nomor pelanggan contohnya; ketik nomor pelanggan (0108110025) kemudian angka meter (2995811) dan nama pelanggan (RIZKY) selanjutnya kirim ke nomor WhatsApp (WA) sesuai kantor cabang pelayanan,” kata Humarkar Ritonga melalui telepon selularnya, Sabtu (18/4).

Adapun nomor WA palayanan sesuai cabang PDAM Tirtanadi sebagai berikut: Cabang Medan Kota menandakan digit no pelanggan 01 dengan nomor WA 082165487692, Cabang Sei Agul menandakan digit pelanggan 02, nomor WA 082166062200, Cabang Medan Denai menandakan digit pelanggan 03, nomor WA 082164530378, Cabang Medan Labuhan menandakan digit pelanggan 04, nomor WA 085264182900, Cabang Sibolangit menandakan digit pelanggan 05, nomor WA 082283116438, Cabang Berastagi menandakan digit nomor pelanggan 06, nomor WA 085369390615, Cabang Sunggal menandakan digit pelanggan 07, nomor WA 08887910663, Cabang Padang Bulan menandakan digit pelanggan 08, nomor WA 08116000512, Cabang Delitua menandakan digit pelanggan 09, nomor WA 082164544975, Cabang Tuasan menandakan digit pelanggan 11, nomor WA 082367566792, Cabang Deliserdang menandakan digit pelanggan 13, nomor WA 085261489645, Cabang Tapanuli Selatan menandakan digit pelanggan 14, nomor WA 082277242011, Cabang Tapanuli Tengah menandakan digit pelanggan 16, nomor WA 085275273231, Cabang Tobasa menandakan digit pelanggan 17, nomor WA 081397564919, Cabang HM Yamin menandakan digit pelanggan 20, nomor WA 082163979088, Cabang Diski menandakan digit pelanggan 21, nomor WA 089603432228, Cabang Samosir menandakan digit pelanggan 22, nomor WA 082167372167, Cabang Nias Selatan menandakan digit pelanggan 23, nomor WA 085262606654, Cabang Medan Amplas menandakan digit pelanggan 24, nomor WA 082247131533, Cabang Belawan Kota menandakan digit pelanggan 27, nomor WA 087747131533, dan Cabang Cemara menandakan digit pelanggan 28, nomor WA 085264060747.

Selain mencatat meter air secara mandiri, pelanggan juga bisa melakukan pembayaran air via online dan juga melalui HP menggunakan mobil banking, sehingga sangat mudah, praktis dan dapat dilakukan di mana saja tanpa mengantre, dan dapat juga melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) seperti di Bank Bukopin, Bank Sumut, Bank BRI, Bank BTN, Bank Mandiri, Bank BNI, khusus bagi pelanggan yang menunggak dapat melakukan pembayaran di Bank Sumut. “Selain Itu pembayaran air dapat dibayarkan di Indomaret, Alfamidi dan Alfamart serta Kantor Pos,” sebut Humarkar.

Selanjutnya jika ada masalah gangguan layanan, pelanggan juga bisa melaporkannya melalui website www.pdamtirtanadi.co.id, atau aplikasi android My, petugas akan langsung merespon laporan gangguan layanan dari pelanggan. Kemudian untuk pasang baru bagi calon pelanggan dapat mendaftarkan ke www.pdamtirtanadi.co.id atau dengan aplikasi android My Tirtanadi. “Semua hal ini dilakukan PDAM Tirtanadi dalam rangka memberikan layanan kepada pelanggan dan pengaplikasian system digitalisasi yang sedang dikembangkan dan sejalan dengan kondisi Covid – 19 saat ini dalam rangka menerapkan physical distancing,” bebernya.

Bantuan

Selain itu, PDAM Tirtanadi Sumut juga turut berperan aktif membantu Pemprovsu dalam penanganan virus corona di masyarakat , diantaranya dengan menyerahkan tangki air cuci tangan yang disebar di rumah sakit rujukan Covid-19 dan seluruh kecamatan di Kota Medan dan sekitarnya yang diserahkan langsung oleh Gubsu Edy Rahmayadi. PDAM Tirtanadi juga memberikan sembako kepada masyarakat umum dan masyarakat yang berada di sekitar Kantor Pusat, Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan Kantor Cabang PDAM Tirtanadi di wilayah kerja zona 1 (Kota Medan sekitarnya) dan zona 2 (Kota/Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara) serta memberikan bingkisan sembako kepada para tukang yang selama ini menjadi mitra kerja PDAM Tirtanadi dalam melakukan pekerjaan di lapangan melayani masyarakat pelanggan.

Bukan Cuma masyarakat, PDAM Tirtanadi juga memberikan sembako kepada wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Tirtanadi (Forwadi) sebagai bentuk kepedulian manajemen dan meningkatkan hubungan baik yang telah terjalin selama ini. “Menjelang Bulan Suci Ramadan ini, PDAM Tirtanadi juga sedang mempersiapkan santunan bagi anak yatim piatu dan kaum duafa sebagai wujud kepedulian terhadap sesame,” pungkasnya. (adz/ram)

Gaji April Sudah Ditransfer, Manajemen Ziarah ke Makam Mantan Pemain PSMS

PSMS
PSMS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan mengklaim sudah mentrasfer gaji semua pemain untuk bulan April pada pekan lalu. Semua pemain memperoleh 25 persen dari besaran gaji, sesuai dengan keputusan PSSI.

HAL itu dikatakan Sekretaris Umum PSMS Julius Raja kepada Sumut Pos, Minggu (19/4) malam. “Sudah aman. Kita sudah mentransfer gaji semua pemain ke rekening masing-masing,” ujar Julius Raja. Pria yang akrab dipanggil King ini menjelaskan, jumlah gaji yang ditransfer sesuai dengan keputusan PSSI, yakni 25 persen. “Tidak ada kita kurangi. Semua pemain mendapatkan 25 persen dari gajinya,” tambahnya.

King berharap pembayaran gaji tersebut terus menambah motivasi pemain untuk latihan di rumah. Meskipun belum diketahui kapan kompetisi diputar kembali, namun PSMS tetap mewajibkan pemainnya latihan di rumah.

“Sesuai komunikasi dengan pelatih, sejauh ini latihan di rumah masih berjalan lancar. Mudah-mudahan wabah ini secepatnya berakhir, sehingga kompetisi digelar kembali,” harapnya.

Pada kesempatan ini, King juga mengungkapkan bahwa manajemen PSMS akan melakukan ziarah ke makan mantan pemain, Senin (20/4) hari ini. Ziarah ini merupakan rangkaian dari kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 PSMS.

“PSMS Medan akan genap berusia 70 tahun pada 21 April nanti. Untuk menyambutnya, kita akan melakukan ziarah ke ke makan Mantan Pemain dan Ketua PSMS di dekat Jalan Sei Batu Gingging,” papar King.

Disebutkan, usai berziarah ke Makam Mantan Pemain, mereka juga berencana mengibarkan bendera tim Ayam Kinantan di Kebun Bunga pada Selasa (21/4). Setelah itu, Rabu (22/4), bagi-bagi sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di rumah Dewan Pembina PSMS, Kodrat Shah. “Manajemen juga akan melakukan bagi-bagi sembako di rumah Ketua Kodrat. Karena sekalian merayakan ulang tahun PSSI dan juga menjelang memasuki Bulan Ramadan,” pungkasnya. (dek)

Salurkan Bantuan Donatur dari Mitsu, Kelurahan Pandau Hulu II Bagi-bagi Sembako

SEMBAKO: Peduli dampak Covid 19,, Kelurahan Pandau Hulu II dengan membago-bagikan sembako, Sabtu (18/4). markus/sumu tpos
SEMBAKO: Peduli dampak Covid 19,, Kelurahan Pandau Hulu II dengan membago-bagikan sembako, Sabtu (18/4). markus/sumu tpos
SEMBAKO: Peduli dampak Covid 19,, Kelurahan Pandau Hulu II dengan membago-bagikan sembako, Sabtu (18/4). markus/sumu tpos
SEMBAKO: Peduli dampak Covid 19,, Kelurahan Pandau Hulu II dengan membago-bagikan sembako, Sabtu (18/4).
Markus/sumu tpos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kelurahan Pandau Hulu II, Kecamatan Medan Area, Kota Medan membagi-bagi paket sembilan bahan pokok (sembako) kepada 200 warga yang membutuhkan. Pemberian ini sebagai bentuk peduli akibat dampak sosial dari Covid 19 di Kota Medan.

Bantuan itu sendiri, merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan antara pihak Kelurahan dan donatur setempat yang berasal dari Masyarakat Tionghoa Sumut (Mitsu). Mitsu sendiri memiliki program Mitsu Peduli Covid 19 dengan membagikan 20 ribu paket sembako untuk dibagikan kepada masyarakat yang terkena dampak sosial Covid 19 di Sumut.

“Alhamdulillah hari ini kita sudah membagikan paket sembako sebanyak 200 paket kepada para warga kita yang membutuhkan di kelurahan ini. Paket sembako ini sendiri kita dapatkan dari para donatur kita di kelurahan ini yang tergabung di Mitsu,” ucap Lurah Pandau Hulu II, Ahmad Zulfikar Rambe SSTP MAP kepada Sumut Pos, Sabtu (18/4) di Kantor Lurah Pandau Hulu II di Jalan Sampali No 1 Medan.

Adapun paket sembako yang dibagikan, kata Zulfikar, yakni berupa beras, minyak goreng dan mie instan. Tak hanya itu, dua buah masker juga termasuk dalam bagian paket sembako.

Pantauan Sumut Pos, dalam proses pembagian paket sembako tersebut di Kantor Kelurahan Pandau Hulu II hanya ada sekitar 20 hingga 30 orang yang menerima paket sembako. Sisanya, paket-paket sembako itu akan dibagikan secara langsung oleh pihak kelurahan dan Mitsu kepada masyarakat dari rumah ke rumah.

“Sebab kita mengikuti imbauan pemerintah dalam melakukan Social Distancing, tidak mungkin kita kumpulkan 200 masyarakat di kantor ini. Hanya ada beberapa yang menerima secara langsung di kantor ini, selebihnya akan kita antar langsung dari rumah ke rumah. Sebab, sebelumnya mereka sudah kita data dan sudah diberikan kupon,” jelasnya.

Zulfikar juga menjelaskan, satu hari sebelumnya, yakni Jumat (17/4), kelurahan Pandau Hulu II juga telah membagi-bagikan masker kepada masyarakat sekitar dan pengendara yang melintas.

“Hari Jumat kemarin kita ada bagikan 650 masker kepada masyarakat kita disini, kegiatan itu kita lakukan sekaligus mensosialisasikan pentingnya social distancing dan mencuci tangan,” jelasnya.

Sedangkan untuk bantuan lainnya, sambung Zulfikar, pihaknya telah menerima bantuan beras dari Pemko Medan pada Sabtu (18/4), pukul 2 siang. Dan untuk bantuan beras Pemko Medan itu, Zulfikar juga meminta agar masyarakat tidak hadir ke kantor lurah untuk mengambilnya.

“Bantuan beras dari Pemko itu ada sebanyak 198 paket, itu juga akan kita antar langsung dari rumah ke rumah, tidak boleh ada kerumunan warga. Apalagi penerima bantuan, semua sudah terdata,” sambungnya.

Pun begitu, Zulfikar menyadari bahwa 200 paket sembako yang dibagikan tersebut berikut 198 paket beras dari Pemko Medan masih terbilang kurang untuk total masyarakat yang membutuhkan di kelurahannya saat ini. Zulfikar pun terus mengimbau kepada masyarakat yang memiliki kemampuan secara finansial untuk mau berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Anggota DPRD Sumut Sugianto Makmur (PDIP), para pengurus Mitsu, Babinsa dan Babinkamtibmas di Kelurahan Pandau Hulu II. (map/azw)

Belum Ada OPD Minta Tender Dibatalkan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tender segala proyek pembangunan di Pemperintah Provinsi (Pemprov) Sumut masih terus berproses. Namun karena ada kebijakan recofussing anggaran akibat pandemi Covid-19, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) sedang mengevaluasi rencana lelang pekerjaan untuk dialihkan.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprovsu, Syafruddin mengatakan, hingga kini pelelangan pekerjaan di OPD Pemprov Sumut masih terus berjalan. “Untuk lelang proyek sudah di atas 60 persen, tapi itu sebelum Covid-19n

Tahun ini kita kan sudah jalankan kebijakan pak gubernur untuk lelang dini. Bahkan sebelum awal tahun sudah jalan,” katanya.

Diakui dia, sejak Covid-19 menyerang Provinsi Sumut, keluarlah kebijakan refocussing anggaran untuk semua kegiatan OPD. Namun untuk pembatalan proyek yang telah dilelang tersebut, pihaknya tidak dapat memutuskan.

“Kami tentu menunggu OPD bersangkutan melalui surat pembatalannya. Sampai hari ini belum ada kami terima suratnya. Tugas kami sebatas membantu pelelangan seluruh pekerjaan OPD,” katanya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang (SDACKTR) Sumut, Alfi Syahriza mengatakan, pihaknya masih melakukan evaluasi atas seluruh program pembangunan yang bakal dilelang akibat pandemi corona.

“Besok (hari ini) kami akan ada rapat lagi mengenai ini. Jadi semua masih kami evaluasi. Kalau sebelumnya sudah ada 50 persen pekerjaan yang kami lelang, karena ada refocussing anggaran maka sisanya tidak akan kami lelang lagi,” katanya.

Ia mengungkapkan, dari 50 persen paket pekerjaan yang telah dilelang tersebut, sebagian ada yang sudah kontrak. Karenanya hal itu akan terus dilanjutkan.

“Sebagian ada juga yang masih evaluasi (verifikasi). Untuk yang sudah kontrak, kemungkinan besar tetap dijalankan. Nah, sisanya yang belum dilelang inilah yang akan digeser untuk penanganan Covid-19,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Kadis Bina Marga Bina Konstruksi Sumut, Armansyah Effendy Pohan. Ia menekankan, semua sedang dalam evaluasi dan pembahasan oleh pihaknya. “Masih dalam pembahasan,” ujarnya. (prn/azw)

Bulog Distribusikan 980 Ton Beras Pemko Medan, Rajuddin: Idealnya 10 Ribu Ton Beras

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Urusan Logistik (Bulog) menuntaskan pendistribusian 980 ton beras bantuan Pemerintah Kota (Pemko) Medan ke 21 Kecamatan di Kota Medan, Sabtu (18/4). Bantuan beras Pemko Medan itu disalurkan ke 21 setiap kecamatan kepada seluruh masyarakat yang terkena dampak sosial dari Covid-19 di Kota Medan melalui 151 kelurahan dan seluruh perangkat lingkungan.

“Pendistribusian 980 ton beras bantuan Pemko Medan sudah kita tuntaskan hari Sabtu (18/4) kemarin,” ucap Kepala gudang GBB Pulo Brayan, Sahala Lumbanraja kepada Sumut Pos, Minggu (19/4).

Dikatakan Sahala, Medan Petisah menjadi kecamatan terakhir di Kota Medan yang mengambil bantuan beras tersebut untuk disalurkan kepada masyarakat. “Medan Petisah yang terakhir diantar, ada sebanyak 5 ton,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Kota Medan Endar Lubis juga membenarkan selesainya pendistribusian 980 ton beras bantuan tersebut dari Bulog ke seluruh Kecamatan di Kota Medan.

“Dari Bulog sudah clear, pihak kecamatan juga setahu saya sudah mendistribusikannya melalui kelurahan. Sudah banyak kecamatan yang selesai penyalurannya, mungkin sebagian kecil kecamatan akan dibagikan kepada masyarakat paling lama besok (hari ini),” terang Endar kepada Sumut Pos, Minggu (19/4).

Dikatakan Endar, selesainya bantuan 980 ton beras dari Pemko Medan kepada masyarakat Kota Medan yang terkena dampak Covid 19 tidak menandakan selesainya bantuan Pemko Medan kepada masyarakat. Sebab saat ini, Pemko Medan tengah membahas kembali bantuan yang akan diberikan dalam tahap berikutnya.

“Secara lisan pak Plt Wali Kota bilang akan memberikan bantuan beras untuk tahap berikutnya. Kapan dan berapa banyak, itu kita yang belum tahu, itu masih dibahas. Saya sebagai pelaksana teknis ya siap saja,” ujarnya.

Selain itu, kata Endar, Pemko Medan juga memiliki rencana untuk memberikan bantuan lebih di tahap kedua nanti. Dalam artian tak hanya beras, tapi juga sejumlah kebutuhan pangan lainnya.

“Mungkin selain beras akan ada jenis sembako yang lain. Tapi sekali lagi, itu baru dibahas, keputusannya belum ada. Bisa saja memang ditambah jenis sembako yang lain, bisa juga hanya beras, itu masih di bahas,” pungkasnya.

Dijelaskan Endar, para penerima bantuan berikutnya tetap harus merupakan masyarakat yang terkena dampak sosial dari Covid 19 dan objek prioritas masyarakat yang kehilangan penghasilan tetap (lost income) akibat pandemi ini.

“Priotitasnya ya pasti mereka yang jadi Lost Income karena Covid 19 ini. Siapa mereka? Sopir angkot, tukang becak, pegawai terkena PHK dan banyak lainnya. Ini akan kita data lagi. Ditambah lagi, mereka yang terkena dampak tapi belum mendapatkan bantuan di tahap pertama kemarin dan juga bukan penerima PKH,” tandasnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Medan dari Fraksi PKS H Rajuddin Sagala SPdI mengatakan, bahwa 980 ton beras bantuan yang telah diberikan Pemko Medan sangat tidak mencukupi kebutuhan beras rakyat Kota Medan yang terkena dampak Covid 19 saat ini.

“980 ton itu jelas tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan banyaknya masyarakat Kota Medan yang saat ini terkena dampak virus ini,” ujarnya.

Kota Medan sebagai kota dengan jumlah penduduk terbesar di Sumut, kata Rajuddin tentu memiliki kebutuhan yang jauh lebih besar dari itu. Dijelaskan Rajuddin, saat ini saja jumlah penduduk Kota Medan ada sekitar 2,3 juta jiwa.

“Kalau masyarakat yang memang sudah miskin sejak awal ditambah lagi dengan masyarakat yang terkena dampak hingga menjadi miskin, itu setidaknya bisa mencapai 50 persen lebih atau setengahnya. Artinya ada lebih dari 1,1 juta jiwa yang saat ini butuh bantuan pemerintah, bagaimana mungkin bantuan 980 ton cukup buat mereka semua,” jelasnya.

Diterangkan politisi PKS itu, idealnya bantuan beras yang disalurkan oleh Pemko Medan harusnya mencapai 10 kali lebih banyak dari total beras yang sudah disalurkan saat ini.

“Idealnya Pemko Medan siapkan 10 ribu ton beras. Itu sebabnya, kita sebutkan DPRD siap membantu menganggarkan Rp300 miliar hingga Rp400 miliar untuk penanganan Covid ini. Anggaran Rp100 miliar hanya untuk bantuan beras, supaya semua masyarakat Kota Medan bisa mendapatkan bantuan itu, terutama untuk masyarakat yang terkena dampak,” pungkasnya. (map/azw)

PMI Sumut Spraying Disinfektan di Medan Timur

PENYEMPROTAN: Relawan PMI Sumut melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Kecamatan Medan Timur, Sabtu (18/4) pagi.
PENYEMPROTAN: Relawan PMI Sumut melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Kecamatan Medan Timur, Sabtu (18/4) pagi.
PENYEMPROTAN: Relawan PMI Sumut melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Kecamatan Medan Timur, Sabtu (18/4) pagi.
PENYEMPROTAN: Relawan PMI Sumut melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Kecamatan Medan Timur, Sabtu (18/4) pagi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Utara kembali melakukan show of force dalam mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Sabtu (18/4) pagi, PMI Sumut menurunkan enam armada yang terdiri dari tiga mobil pick up, dua kendaraan roda tiga, satu mobil tangki air serta belasan relawan dari PMI Kota Medan dan PMI Deliserdang menuju Kecamatan Medan Timur. Mereka akan melakukan penyemprotan disinfektan di 11 kelurahan yang adan

Dalam arahannya, Ketua PMI Sumut Rahmat Shah melalui Sekretaris Edi Siswanto menjelaskan jika kegiatan tersebut merupakan dukungan kepada pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19.

“Sesuai arahan Ketua Umum PMI Bapak Jusuf Kalla agar PMI hadir ditengah-tengah masyarakat. Berpartisipasi dalam menangani penyebaran virus corona ini,” tuturnya.

PMI Sumut sendiri sebelumnya telah melakukan spraying di sejumlah instansi, rumah ibadah dan sejumlah pusat keramaian. Organisasi kemanusiaan dengan logo palang merah ini juga telah melakukan penyemprotan di Kecamatan Medan Tuntungan, Medan Denai yang menjadi zona merah penyebaran Covid-19 di Kota Medan. “Kegiatan ini akan dilanjutkan hingga pandemi Covid-19 dinyatakan berakhir,” tegasnya.

Pantauan di lokasi, tim penyemprotan disinfektan PMI Sumut turut didukung tim P3SU Kecamatan Medan Timur dan IKA UII Yogyakarta wilayah Sumut. Tampak pula Camat Medan Timur, Ody Batubara menginstruksikan jajarannya untuk memastikan penyemprotan di 11 kelurahan berjalan maksimal.

“Perhatikan daerah keramaian seperti Kelurahan Durian tepatnya arah ke pajak yang masuk daerah rawan penyebaran virus ini,” pesan Ody Batubara kepada tim penyemprotan.

Ody menjelaskan jika saat ini Kecamatan Medan Timur sudah keluar dari zona merah Covid-19. Untuk itu ia berterima kasih kepada masyarakat yang disiplin melaksanakan imbauan pemerintah dalam mengatasi penyebaran virus corona. Demikian juga petugas yang dengan ketat memantau keberadaan ODP di wilayahnya sehingga dapat diantisipasi.

“Terima kasih kepada PMI Sumut dan semua pihak atas terlaksananya kegiatan ini. Marilah kita berdoa agar wabah Covid-19 ini dapat segera hilang dari Kota Medan juga Indonesia,” pungkasnya.

Selain penyemprotan, relawan PMI Sumut juga mengedukasi warga terkait pola hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui selebaran yang dibagikan. (rel/prn)

Dispensasi Tagihan Air Pelanggan PDAM Tirtanadi, Komisi C: Baiknya April Diberlakukan

Misno Adi Syahputra
Misno Adi Syahputra
Misno Adi Syahputra
Misno Adi Syahputra

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) kembali mendorong agar kajian pemberian dispensasi tagihan air pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Sumut cepat direalisasikan. Diingatkan pula, supaya kajian tersebut harus mempertimbangkan aspek hukum agar tidak ada masalah di kemudian hari.

“Kami pikir harus segera ya, jangan terlalu lama membuat kajiannya sesuai aspek hukum yang berlaku. Ini masa-masa sulit bagi rakyat kita, jadi perlu kerja cepat dan tepat dalam mengambil kebijakan,” kata Anggota Komisi C DPRD Sumut, Misno Adi Syahputra menjawab Sumut Pos, Minggu (19/4).

Menurut dia, legalitas hukum seperti peraturan gubernur untuk membuat kebijakan dispensasi tagihan air pelanggan PDAM Tirtanadi sangat penting, sehingga ke depan direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut tersebut tidak menemui masalah hukum oleh instansi berwenang.

“Kami kira manajemen PDAM sudah memahami akan hal itu, dan yang terpenting jangan sampai wacana atau niat baik yang sudah ada tersebut, tidak jadi direalisasikan. Kalau bisa di April ini selama tiga bulan (sampai Juni) ke depan, dapat diterapkan. Sehingga sangat membantu rakyat terutama pelanggan PDAM di tengah masa pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Sumut menambahkan, selain wacana dispensasi pembayaran air kepada pelanggan, di tengah bencana nonalam ini kiranya PDAM Tirtanadi ikut terus berpartisipasi melalui program corporate social responsibility (CSR) membantu masyarakat yang benar-benar terdampak Covid-19.

“Kalau CSR kan memang wajib dikeluarkan setiap tahun oleh semua perusahaan termasuk perusahaan daerah seperti PDAM Tirtanadi. Namun kalau bisa kami harapkan, program tersebut lebih intens dan cepat dilakukan agar PDAM dapat berpartisipasi aktif membantu semua pihak dan masyarakat terdampak wabah corona,” katanya.

Direktur Utama PDAM Tirtanadi Sumut Trisno Sumantri masih ogah menjawab Sumut Pos ihwal niat pihaknya memberi dispensasi tagihan air kepada pelanggan kapan diterapkan. Padahal pada 4 April lalu, Trisno mengutarakan bahwa pihaknya sedang mengkaji wacana kebijakan dimaksud. “Semua sedang dalam kajian,” katanya menjawab Sumut Pos.

Namun, pihaknya tidak merinci bentuk atau skema kompensasi apa yang akan diberikan kepada pelanggan. Apakah akan menggratiskan tagihan air selama beberapa bulan ke depan, atau hanya memberi potongan kewajiban bayar saja untuk konsumen. Yang jelas, PDAM Tirtanadi seolah menekankan siap berkontribusi meringankan masyarakat terkhusus pelanggannya, ditengah wabah corona seperti stimulus ekonomi yang sebelumnya telah diluncurkan pemerintah pusat. Yakni salah satu itemnya pembebasan biaya listrik 3 bulan untuk 24 juta pelanggan listrik 450VA, dan diskon 50 persen untuk 7 juta pelanggan 900VA bersubsidi.

“Usulan legislatif tersebut bagus. PDAM sedang melakukan kajiannya secara keuangan dengan mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan serta peraturan, juga opsi-opsi yang memungkinkan,” kata Ketua Dewan Pengawas PDAM Tirtanadi sekaligus Sekdaprovsu, R Sabrina yang dikonfirmasi terpisah. (prn)

Tim Gabungan Razia Tempat Keramaian

RAZIA: Tima Gabungan Pemko Medan sat merazia tempat keramaian di Marelan, Sabtu (18/4) malam. fachril/sumu tpos
RAZIA: Tima Gabungan Pemko Medan sat merazia tempat keramaian di Marelan, Sabtu (18/4) malam. fachril/sumu tpos
RAZIA: Tima Gabungan Pemko Medan sat merazia tempat keramaian di Marelan, Sabtu (18/4) malam. fachril/sumu tpos
RAZIA: Tima Gabungan Pemko Medan sat merazia tempat keramaian di Marelan, Sabtu (18/4) malam.
Fachril/sumu tpos

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19), tim gabungan dari Pemerintah Kota (Pemko) Medan melakukan razia ke sejumlah tempat kerumunan warga di Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (18/4) malamn

Razia dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Kecamatan Medan Marelan bersama Badan Penanggungan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, personel Kepolisian, personel TNI, serta Kelurahan se-Kecamatan Medan Marelan berlangsung secara besar – besaran dipimpin langsung Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution.

Camat Medan Marelan, Muhammad Yunus mengatakan, terkait status zona kuning yang sudah di tetapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan, dirinya berharap kepada masyarakat Kecamatan Medan Marelan, agar mendengarkan imbauan maupun maklumat yang dikeluarkan pemerintah.

“Saya berharap, Kecamatan Medan Marelan tidak berubah status menjadi zona merah. Seharusnya, zona kuning sudah menjadi pukulan maupun peringatan bagi kita yang ada di Marelan ini. Agar kita terus mawas diri dan waspada terhadap virus Corona, ikuti protokol kesehatan, supaya kita terhindar dari virus tersebut,” ucap Yunus.

Selama berlangsungnya razia membuat warga yang ada di Kecamatan Medan Marelan terkejut, kemacetan di sepanjang Jalan Marelan Raya pun tak terhindarkan.

Kepala Satpol PP Kota Medan, M Sofyan terlihat sedikit geram melihat para pemilik warung maupun toko, yang selama ini tidak mau mengindahkan imbauan yang di keluarkan pemerintah.

“Saya tidak mau lihat lagi adanya meja dan kursi yang di sediakan untuk para pengunjung. Semua harus ikuti aturan yang dibuat pemerintah, sediakan Hand Sanitizer di depan toko, agar pengunjung yang datang bisa membersihkan tangannya,” tegas Sofyan selama proses razia berlangsung. (fac/azw)

Bantuan Masyarakat Terdampak Corona, KNPI Sumut Salurkan Ratusan Paket Sembako

FOTO BERSAMA: Pengurus DPD KNPI Sumut berfoto bersama usai menyerahkan bantuan ke masyarakat, Minggu (19/4).
FOTO BERSAMA: Pengurus DPD KNPI Sumut berfoto bersama usai menyerahkan bantuan ke masyarakat, Minggu (19/4).
FOTO BERSAMA: Pengurus DPD KNPI Sumut berfoto bersama usai menyerahkan bantuan ke masyarakat, Minggu (19/4).
FOTO BERSAMA: Pengurus DPD KNPI Sumut berfoto bersama usai menyerahkan bantuan ke masyarakat, Minggu (19/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Utara (Sumut) memberikan bantuan berupa paket sembilan bahan pokok (sembako) kepada masyarakat. Bantuan itu untuk meringankan beban di tengah wabah virus corona atau Covid-19 di Sumut.

Ketua KNPI Sumut, El Adrian Shah menjelaskan bantuan tersebut, berjumlah ratusan paket sembako itu disalurkan ke kawasan Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Ia mengungkapkan bantuan ini bersumber dari partisipasi seluruh pengurus DPD KNPI Sumut.

“Atas partisipasi ini kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus DPD KNPI Sumut yang telah ikut berpartisipasi menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu warga yang terdampak virus corona. Jadi donasi ini murni merupakan partisipasi pemuda di Sumatera Utara,” sebut El Adrian Shah di Kantor DPD KNPI Medan, Jalan Nibung II, Minggu (19/4).

El Adrian mengatakan DPD KNPI Sumut berkontribusi dalam membantu dengan niat meringan beban masyarakat terdampak dari virus corona secara ekonomi saat ini.

“Total ada 200 paket yang kita bagikan pada tahap awal ini dengan rincian per paketnya terdiri dari beras, mie instan, susu, teh, gula dan minyak goreng,” kata El Adrian.

Dalam kesempatan ini, El juga mengajak seluruh warga Sumatera Utara agar menaati dan mengikuti arahan pemerintah dalam hal ini Pemprov Sumut untuk tetap di rumah atau stay at home dalam upaya mencegah penyebaran virus Covid-19. Menurutnya siapapun bisa tertular virus corona. Oleh karena itu, seluruh stakeholder dan masyarakat diharapkan saling bekerja sama dalam memutus mata rantai penyebaran wabah yang telah ditetapkan pandemi dunia oleh WHO.

Ketika ditanya apakah pembagian ini berkesinambungan, El menyatakan bahwa ini masih tahap awal dan akan terus lanjutkan.

“Bahkan kita juga akan melakukan kegiatan sosial lainnya seperti donor darah dan pemeriksaan kesehatan,” sebut El Adrian.

Ia menambahkan bahwa KNPI Sumut bersama jajaran hadir di tengah masyarakat untuk saling tolong-menolong serta ikut serta bersama Pemerintah memerangi virus corona dengan mengkampanyekan pola hidup sehat kepada masyarakat.

“Bahwa paket ini, didistribusikan oleh pengurus DPK KNPI kecamatan di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang dengan cara diantar langsung ke rumah warga terdampak,” tandasnya.

Turut hadir dalam penyerahan paket sembako ini Sekretaris DPD KNPI Sumut Muhammad Darwis, Bendahara Umum Dikky Anugerah Panjaitan, Ketua KNPI Deliserdang M Zaid Fahri dan jajaran pengurus seperti Khairuddin Aritonang, Syaiful Amri Sambas, Mahmudin Hamzah Sinaga, Kabir Bedi, Masyitah Lubis, Diana serta Widya Lubis. (gus/azw)