1. Dalam rangka mendukung Iangkah-langkah strategis Pemerintah dalam menanggulangi pandemi COVID-19 diantaranya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) serta untuk mengantisipasi secara lebih dini skenario The New Normal, Telkomsel terus mendukung berbagai kebijakan dari pemerintah tersebut, baik pusat maupun daerah.
2. Berbagai kebijakan pun diterapkan secara terukur di seluruh lini bisnis perusahaan, sambil memperhatikan perkembangan dan kondisi terkini yang terus dievaluasi dan dipertimbangkan sesuai kondisi wilayah masing-masing dengan terus berkoordinasi secara berkala dan memantau perkembangan terkini dari Gugus Tugas COVID-19.
3. Telkomsel telah melakukan berbagai sosialisasi secara intensif kepada seluruh karyawan sekaligus menerapkan berbagai kebijakan internal dengan menyesuaikan status pandemi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah melalui Gugus Tugas COVID-19 yang diantaranya :
a. Membentuk tim Task Force Business Continuity Management yang mengatur pengelolaan operasional perusahaan secara menyuluruh dalam menghadapi pandemi virus COVID-19.
b. Melaksanakan protokol pencegahan penyebaran dengan penyediaan sarana kesehatan, penyemprotan desinfektan di ruang kerja, dan perlengkapan verifikasi, prosedur kunjungan tamu, hingga kebijakan tugas dinas karyawan.
c. Penerapan kebijakan WFH (Work from Home) agar seluruh karyawan dapat menyesuaikan status pandemi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah RI, dengan tetap memastikan layanan untuk pelanggan tetap terjaga sesuai prosedur standar yang berlaku dan periode masa waktunya akan terus menyesuaikan perkembangan yang ada. Operasional kerja sejumlah unit yang tidak memungkinkan dilakukan secara remote, Telkomsel juga telah menerapkan sistem waktu kerja bergantian (shifting) dan melengkapi para karyawan atau petugas lapangan dengan perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) serta SOP yang sesuai dengan standar protokol penanganan penyebaran COVID-19.
d. Operasional kerja sejumlah unit yang tidak memungkinkan dilakukan secara remote, Telkomsel juga telah menerapkan sistem waktu kerja bergantian (shifting) dan melengkapi para karyawan atau petugas lapangan dengan perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD) serta SOP yang sesuai dengan standar protokol penanganan penyebaran COVID-19.
Festival Film dan Serial Online di GoPlay mengkurasi film-film dan serial lokal terbaik yang akan ditayangkan secara eksklusif di GoPlay setiap minggunya. Film bertema budaya Sumut yang dapat ditonton di GoPlay termasuk "Demi Ucok"
Festival Film dan Serial Online di GoPlay mengkurasi film-film dan serial lokal terbaik yang akan ditayangkan secara eksklusif di GoPlay setiap minggunya. Film bertema budaya Sumut yang dapat ditonton di GoPlay termasuk “Demi Ucok”
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Butuh rekomendasi film dan serial keren selama #dirumahaja? GoPlay, video-on-demand dari Gojek Group, menginisiasi rangkaian Festival Film dan Serial Online di GoPlay. Inisiatif ini memiliki dua tujuan besar, mendekatkan dan memperkenalkan masyarakat Indonesia terhadap konten Indonesia yang berkualitas selama #dirumahaja sekaligus membantu pekerja film yang terdampak pandemi COVID-19.
Festival Film dan Serial Online di GoPlay mengkurasi film-film dan serial lokal terbaik yang akan ditayangkan secara eksklusif di GoPlay setiap minggunya. Pengguna bisa menonton film/serial yang telah memenangkan penghargaan nasional maupun internasional seperti 27 Steps of May, film yang mengangkat isu perempuan yang juga telah ditayangkan di berbagai festival internasional, dan Koki-koki Cilik, film drama anak Indonesia nominasi Piala Citra yang hadirkan inspirasi bagi anak-anak yang ingin menjadi chef cilik. 7/24, film drama keluarga yang diperankan Dian Sastrowardoyo serta Lukman Sardi dan Pemenang Piala Maya 2014.
Bekerja sama dengan Badan Perfilman Indonesia (BPI) dan lebih dari 50 asosiasi perfilman di bawah naungan BPI, festival ini mendapat dukungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia. GoPlay akan menyalurkan 20% hasil pendapatan dari penjualan akses nonton ke BPI sebagai bentuk apresiasi pekerja film. Bantuan ini kemudian akan disalurkan BPI melalui para asosiasi kepada para pekerja film di masing-masing asosiasi.
Festival yang merupakan bagian dari kampanye #FilmIndonesiaUntukIndonesia akan berlangsung mulai dari 13 Mei sampai 30 Juni 2020 di platform GoPlay. Tiap minggu selama periode tersebut, akan hadir tema dan genre berbeda mulai dari drama, komedi romantis, horor, kisah keluarga hingga misteri.
CEO GoPlay Edy Sulistyo dalam peluncuran inisiatif ini secara virtual menyampaikan “Sejak GoPlay menghadirkan free access selama masa #dirumahaja, terlihat peningkatan apresiasi terhadap film dan serial Indonesia yang ditunjukkan oleh naiknya engagement terhadap platform GoPlay hingga 10 kali lipat. Melalui rangkaian Festival Film dan Serial Online di GoPlay ini, GoPlay ingin semakin mendekatkan dan memperkenalkan masyarakat Indonesia terhadap konten Indonesia yang berkualitas sekaligus mendukung industri film Indonesia agar lebih kuat dari sebelumnya setelah pandemi ini berakhir.”
Lebih menariknya, GoPlay juga akan menghadirkan beberapa judul film dan serial lokal terbaru yang paling banyak diminati pengguna. Ini sesuai masukan pengguna setia GoPlay selama ini untuk menghadirkan katalog teranyar secara eksklusif. Beberapa diantaranya seperti Pretty Boys, film populer bioskop perjalanan dua sahabat komedian Indonesia Vincent & Desta, kemudian Help is One The Way, film dokumenter karya Ismail Fahmi Lubis, dan Ratu Ilmu Hitam, film horor populer bioskop di akhir 2019, ditulis oleh Joko Anwar.
Selama festival berjalan, setiap minggu penonton serta penggemar film dan serial Indonesia dapat mengakses berbagai konten lokal menarik yang sudah dikurasi berdasarkan beberapa tema mingguan. Jadwal festival, daftar film lengkap setiap minggu serta cara membeli akses GoPlay dapat dilihat di website www.goplay.co.id/ffso
Keterangan Foto: Jadwal lengkap Festival Film & Serial Online di GoPlay periode 13 Mei – 30 Juni 2020
Apresiasi disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia Wishnutama Kusubandio. Beliau mengatakan “Walaupun sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sangat terdampak oleh pandemi COVID-19, kami yakin sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif justru akan rebound setelah pandemi berakhir. Untuk itulah kita tetap harus mempersiapkan diri. Disini kami mengapresiasi inisiatif Festival Film dan Serial Online di GoPlay dalam menggerakkan industri perfilman agar tidak padam dan lebih kuat dari sebelumnya. Melalui #FilmIndonesiaUntukIndonesia, masyarakat dapat mengapresiasi sekaligus dapat membantu pekerja film dengan menonton film dan serial berkualitas hasil kreasi anak bangsa selama di rumah.”
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia Dewi Umaya turut menyampaikan apresiasi atas inisiatif GoPlay bersama industri film tanah air “Festival memiliki makna mendalam bagi industri film dan seluruh pekerja di dalamnya, hal itulah kenapa kolaborasi kami bersama GoPlay di Festival Film dan Serial Online di GoPlay menjadi jauh lebih penting selama masa pandemi ini. Kami akan terus berupaya mengajak seluruh insan perfilman tanah air untuk berpartisipasi dalam kampanye #FilmIndonesiaUntukIndonesia agar masyarakat sama-sama dapat terlibat membantu pekerja film dengan menonton dan mengapresiasi film tanah air. Hadirnya Festival Film dan Serial Online di GoPlay ini harapannya akan dapat mendukung film tanah air bangkit lebih baik, dan tak kalah dengan Festival Film Indonesia.”
Festival Film dan Serial Online di GoPlay melengkapi berbagai inisiatif #dirumahaja dari GoPlay memudahkan pengguna setia yang mencari rekomendasi berbagai film dan serial lokal berkualitas. Selama bulan pertama festival berjalan, tepatnya 13 – 31 Mei 2020, pengguna setia mendapatkan potongan harga 50% untuk pembelian akses GoPlay, dimana pengguna cukup membayar Rp 45.000 untuk akses selama 1 bulan dan Rp 29.000 untuk akses selama 2 minggu.
“Inisiatif ini tidak terbangun dalam semalam, tetapi diwujudkan dalam bentuk berbagai misi GoPlay bagi industri film tanah air sejak awal. Diantaranya bekerja sama dengan sineas berbakat dan rumah produksi tanah air berbakat, termasuk juga komitmen kami memberikan konten-konten lokal terbaik kepada pengguna. Dalam menjalankan misi mengumpulkan katalog terbesar bagi film dan serial Indonesia, kedepan GoPlay akan secara regular memproduksi konten Indonesia terbaru dan eksklusif sekaligus mendukung industri film lokal melalui GoPlay Original dan inisiatif lainnya,” tutup Edy. (rel)
BERSAMA: PLN UIKSBU foto bersama usai menyalurkan paket sembako, masker dan santunan tali kasih kepada beberapa pegawai purnabakti.
istimewa/sumut pos
BERSAMA: PLN UIKSBU foto bersama usai menyalurkan paket sembako, masker dan santunan tali kasih kepada beberapa pegawai purnabakti.
istimewa/sumut pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – PLN UIKSBU dalam kegiatan Aksi Solidaritas Ketahanan Pangan Dampak Covid-19, menyalurkan paket sembako, masker dan santunan tali kasih. Bantuan diberikan kepada beberapa pegawai purnabakti melalui Ikatan Keluarga Pensiunan Listrik Negara (IKPLN) di bawah naungan PLN UIKSBU.
Aksi Solidaritas kepada pegawai purnabakti ini melibatkan YBM PLN UIKSBU, PLN Peduli, serta Dewan Pimpinan Daerah Serikat Pekerja PLN UIKSBU. Penyerahan bantuan tersebut mengedepankan safety dan protokoler kesehatan.
Penyerahan secara Simbolis dilakukan General Manager PLN UIKSBU Bambang Iswanto, Ketua YBM PLN UIKSBU H. Rakhmadsyah dan Ketua DPD Serikat Pekerja Fathdi Akbar kepada pengurus IKPLN Toipansah Dalimunthe selaku Ketua IKPLN Daerah UIKSBU.
GM PLN UIKSBU Bambang Iswanto didampingi Manager Senior SDM dan Umum Sigit Prasetyo mengemukakan, PLN merupakan garda kedua bagi teman-teman medis dalam penanganan situasi pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini. Dalam pengabdiannya sekitar 20% pegawai yang menerapkan program Work Form Home dan 80% sisanya tetap bekerja seperti biasa karena sifat PLN yang operasional.
“Bantuan ini merupakan bentuk empati dari managamen PLN UIKSBU, dan bukan sebatas kali ini saja, namun tetap akan berkelanjutan menunggu data tambahan dari pengurus IKPLN UIKSBU bagi senior-senior purnabakti yang membutuhkan uluran talih kasih,” ujarnya.
Bambang juga memberikan apresiasinya kepada Serikat Pekerja khususnya DPD Serikat Pekerja PLN UIKSBU, dimana rasa kepeduliannya bukan hanya kepada anggota pegawai aktif namun juga kepada karyawan yang sudah memasuki masa purnabakti.
Menurutnya, Fathdi Akbar selaku Ketua DPD SP PLN UIKSBU tetap berusaha menjalin sinergi dengan managemen PLN dalam kepeduliannya terhadap memerangi Covid-19 khususnya dilingkungan PLN UIKSBU.
“Donasi yang diberikan berupa dana untuk membantu ketahanan pangan bagi pensiunan dan masker kain bertujuan agar membudayakan Pola Hidup Sehat dan Bersih (PHSB). Para purnabakti merupakan bagian dari keluarga PLN dan sudah selayaknya kita turut memperhatikan kesejahteraan mereka,” ujar Bambang.
Situasi wabah covid19 yang saat ini berpengaruh baik secara ekonomi maupun psikologis juga sangat dirasakan pada senior purnabakti. Secara simbolis sebanyak 17 keluarga diberikan santunan dan akan menyusul lagi ke depannya.
“Bantuan tersebut berupa sembako dan uang tunai,” ungkap Ketua YBM PLN UIKSBU H. Rakhmadsyah.
Ketua IKPLN Daerah UIKSBU Toipansah Dhalimunte menyampaikan terima kasih kepada semua muzakhi. Dia mengatakan, sejumlah 478 orang pensiunan masuk dalam naungan IKPLN Daerah UIKSBU.
Diharapkan kegiatan berbagi dan bekerjasama lebih baik lagi dengan IKPLN guna menaikan taraf hidup para purna bakti khususnya di lingkungan PLN UIKSBU. (rel/ila)
PELANTIKAN: Suasana Rapat Paripurna Pelantikan Anggota DPRD Medan Periode 2019-2024 di Gedung DPRD Medan, baru-baru ini. Usai dilantik, 50 anggota dewan ini mengikuti orientasi selama 4 hari, sejak 1-4 Oktober 2019 di The Hill Hotel & Resort Sibolangit, Deliserdang.
Ilustrasi
MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Kota Medan mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Medan agar bisa memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik secara cuma-cuma atau gratis kepada seluruh masyarakat Kota Medan.
Hal itu harus dilakukan agar ke depannya tidak ada lagi warga miskin di Kota Medan yang tidak mendapatkan layanan kesehatan yang terbaik, termasuk dengan alasan masyarakat yang belum di cover oleh jaminan kesehatan.
“Hal ini sudah saya sampaikan saat LKPj (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban) Walikota Medan Akhir Tahun 2019 kemarin. Kami meminta agar tahun depan, masalah layanan kesehatan ini betul-betul bisa jadi prioritas bagi Pemko Medan,” ucap Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST kepada Sumut Pos, Minggu (17/5).
Dikatakan Sudari, dorongan itu sangat mendasar, seiring penerapan program Universal Health Covered (UHC) sebagai wujud total coverage, dimana dalam program UHC diterapkan akses pelayanan kesehatan yang adil dan bermutu bagi setiap warga dan perlindungan risiko finansial ketika warga menggunakan pelayanan kesehatan.
Bahkan, kata Sudari, dengan penerapan UHC maka akan terjadi efisiensi pengunaan anggaran. Selain itu, penerapan UHC akan meminimalisir warga miskin yang terlantar karena tidak mendapat pelayanan kesehatan.
“Sudah saatnya program UHC diterapkan di Medan, jangan ada lagi kita dengar orang miskin tidak bisa berobat. Hanya dengan memiliki Kartu Keluarga (KK) Medan saja, masyarakat sudah harus bisa mendapatkan pelayanan layaknya peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) atau BPJS Kesehatan sekarang ini,” katanya.
Dijelaskan Sudari, salah satu alasan yang mendesak bagi Pemko Medan agar diterapkannya UHC adalah karena kondisi jumlah kepesertaan PBI dari APBN, PBI APBD Provinsi dan APBD Pemko Medan yang sudah melebihi jumlah orang miskin di Kota Medan saat ini. Artinya, tentu ada tumpang tindih, sehingga sampai saat ini masih saja terdapat warga miskin yang belum merasakan fasilitas BPJS Kesehatan.
Seperti diketahui, UHC (Universal Health Coverage) adalah suatu konsep reformasi pelayanan kesehatan yang mencakup beberapa aspek antara lain : Pertama, aksebilitas dan equitas pelayanan kesehatan. Kedua, pelayanan kesehatan yang berkualitas dan komprehensif yang meliputi pelayanan preventif, promotif, curatif sampai rehabilitatif, dan ketiga mengurangi keterbatasan finansial dalam mendapatkan pelayanan kesehatan bagi setiap penduduk.
Terdapat tiga dimensi pada UHC, yaitu: Penerima manfaat pelayanan kesehatan seluruh penduduk (beberapa referensi menyebutkan suatu negara dikatakan tercapai jika lebih dari 80 persen penduduk terlindungi oleh asuransi kesehatan). 2. Ketersediaan pelayanan esensial yang merata dan aksesibel, dan
Kemudian yang ke tiga, cakupan perlindungan kesehatan-mulai dari pelayanan sederhana sampai pelayanan berbiaya mahal yang mencakup pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. (map/ila)
Saat itu Edwin mengatakan bahwa apabila seluruh warga Medan masuk kepesertaan PBI, maka Pemko Medan cukup mengalokasikan dana sekitar Rp 200 miliar. Padahal untuk saat ini saja, anggaran untuk PBI sudah menghabiskan biaya sekitar 80 persen dari Rp200 miliar atau berkisar Rp160 miliar.
“Kita siap mendukung Pemko Medan untuk menganggarkan itu, sebab masalah jaminan kesehatan masyarakat adalah mutlak menjadi kewajiban pemerintah,” tandasnya.
Senada dengan Sudari, anggota Komisi II DPRD Medan lainnya, Afif Abdillah turut mendorong langkah penerapan program UHC agar dapat diterapkan di Kota Medan mulai tahun depan.
“Sebenarnya kita sudah cukup terlambat. Tapi ya sudah, kita harapkan tahun depan ini sudah harus diterapkan supaya ada jaminan layanan kesehatan yang didapatkan masyarakat,” kata Afif kepada Sumut Pos, Minggu (17/5).
Disebutkannya, jumlah Rp200 miliar yang disebutkan Kadis Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendy memang bukanlah jumlah yang sedikit, apalagi bila melihat kondisi ekonomi saat ini yang kian terpuruk akibat pandemi Covid-19. Namun bila melihat manfaatnya yang sangat besar bagi masyarakat, maka nominal tersebut menjadi terasa begitu kecil.
“Pemko sering menganggarkan nominal yang jauh lebih besar, bahkan dulu Dinas PU pernah mendapatkan anggaran hampir Rp1 triliun, tapi terasa sia-sia karena tetap saja banyak drainase yang tak berfungsi. Bila memang nominal Rp200 Miliar bisa menjamin kesehatan warga Kota Medan sehingga dijamin tidak ada lagi masyarakat yang akan terlantar, tentu nilai itu terasa tidak berarti dibandingkan manfaatnya yang begitu besar. Kami di DPRD tentu siap membantu Pemko Medan menganggarkan itu,” tutupnya.
Seperti diketahui, UHC (Universal Health Coverage) adalah suatu konsep reformasi pelayanan kesehatan yang mencakup beberapa aspek antara lain : Pertama, aksebilitas dan equitas pelayanan kesehatan. Kedua, pelayanan kesehatan yang berkualitas dan komprehensif yang meliputi pelayanan preventif, promotif, curatif sampai rehabilitatif, dan ketiga mengurangi keterbatasan finansial dalam mendapatkan pelayanan kesehatan bagi setiap penduduk.
Terdapat tiga dimensi pada UHC, yaitu: Penerima manfaat pelayanan kesehatan seluruh penduduk (beberapa referensi menyebutkan suatu negara dikatakan tercapai jika lebih dari 80 persen penduduk terlindungi oleh asuransi kesehatan). 2. Ketersediaan pelayanan esensial yang merata dan aksesibel, dan Cakupan perlindungan kesehatan-mulai dari pelayanan sederhana sampai pelayanan berbiaya mahal yang mencakup pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. (map/ila)
SEMBAKO: Ketua Gugus Tugas Covid-19 yang juga Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Sekda, Leonardus Sihotang dan Forkopimda secara simbolis serahkan bantuan sembako kepada koordinator abang becak, Suryanto Manalu, Minggu (17/5).
SEMBAKO: Ketua Gugus Tugas Covid-19 yang juga Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Sekda, Leonardus Sihotang dan Forkopimda secara simbolis serahkan bantuan sembako kepada koordinator abang becak, Suryanto Manalu, Minggu (17/5).
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disiase 2019 (Covid-19) Kabupaten Dairi akhirnya menyerahkan bantuan sembako kepada ratusan abang becak. Pemberian bantuan diserahkan langsung Ketua Gugus Tugas covid-19 yang juga Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Forkopimda, Minggu (17/5).
Hadir Ketua DPD Ikatan Pemuda Karya (IPK) Dairi, Halim Lumbanbatu didampingi Ketua Satgas, Binsar Napitupulu, Korda IPK Dairi-Pakpak Bharat, Henron Sinaga serta jajaran pengurus DPD IPK Dairi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Dairi, Leonardus Sihotang melaporkan, pemberian bantuan menyikapi aspirasi yang disampaikan kelompok masyarakat termasuk abang becak. Jumlah abang becak yang menerima bantuan sebanyak 125 orang.
Bantuan sembako yang diserahkan Gugus Tugas covid-19 bersumber dari bantuan dana dikumpulkan aparatur sipil negara (ASN), pihak swasta dan juga sumbangan dari gaji Bupati Eddy KA Berutu selama 5 bulan. Bupati Eddy KA Berutu menegaskan, kami di Gugus Tugas covid-19 bekerja keras. Banyak dari kami yang harus berhadapan dengan maut karena banyak saudara kita yang perlu dikawal dan diobati.
Kami sekarang datang membantu bapak-bapak. Saya dengar kalian sempat datang ke Kantor Bupati untuk minta bantuan beberapa waktu lalu. Gugus Tugas tidak bisa sesegera merespons aspirasi bapak-bapak, karena ada proses untuk penyaluran bantuan. Edsy menyebut, bantuan yang diberikan Gugus Tugas merupakan donasi dari banyak pihak termasuk dari gaji saya selama 5 bulan.
Pesan saya lanjut Eddy, kita perlu menjaga kekompakan. Kita perlu menjaga kesetiakawanan kita. Ini waktunya kita untuk bersatu. Saya minta terus menggalang persatuan dan bergotongroyong.
Saudara-saudara bukan yang paling susah. Karena sebagaian dari kalian masuk sebagai penerima bansos dan punya penghasilan. Sementara masih ada saudara kita yang lebih susah dari kita yang membutuhkan bantuan. Jika ada kita lihat saudara kita lebih susah dari kita silahkan dibantu, sebut Bupati.
Semoga bantuan ini bermamfaat bagi kita. Bupati kembali berpesan ke abang becak, saya tidak ingin ada perpecahan di Dairi. Jika ada perbedaan silahkan berdiskusi dengan pemerintah. Jadikan perbedaan untuk kekayaan kita, tandasnya.
Koordinator abang becak, Suryanto Manalu menyampaikan terimakasih kepada Bupqti dan Gugus Tugas covid-19 sudah mendengarkan aspirasi mereka dan memberikan bantuan sembako. Seperti diberitakan sebelumnya, para abang becak sempat melakukan aksi unjukrasa ke Kantor Bupati sebanyak 2 kali. Mereka meminta Bupati Eddy KA Berutu segera merealisasikan janji untuk pembagian sembako. (rud/ram)
DAMAI: Masyarakat Kelurahan Sakkar Nihuta melakukan aksi damai di halaman Kantor Bupati Kabupaten Toba.
DAMAI: Masyarakat Kelurahan Sakkar Nihuta melakukan aksi damai di halaman Kantor Bupati Kabupaten Toba.
BALIGE, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Kelurahan Sakkar Nihuta melakukan Aksi Damai ke kantor Bupati Kabupaten Toba. Hal ini dilakukan karena warga tidak pernah mendapatkan bantuan, padahal sudah beberapa kali didata.
Warga Sakkar Nihuta yang sekaligus memimpin aksi damai, Pardede mengatakan maksud kedatangan warganya karena merasa tidak diperhatikan karena tidak adanya bantuan yang diterima oleh warga di kelurahan tersebut.
“Padahal, kita sudah beberapa kali didata, bahkan petugas kelurahan sudah meminta fotocopy kartu keluarga dan lainnya. Jadi, kedatangan kami ini ingin menyampaikan keluhan yang kami rasakan ini,” ujarnya.
Kedatangan warga Sakkar Nihuta diterima langsung oleh Sekretaris Daerah, Audy Murry Sitorus yang menyatakan bahwa bupati tidak berada di tempat karena sedang melakukan kunjungan ke beberapa desa. Walaupun begitu dirinya akan mendengarkan dan berjanji akan menyampaikan keluhan para warga.
“Saya berjanji akan menindaklanjuti dan meminta kembali fotocopy KK, saya mohon bersabar untuk beberapa hari ini agar Pemkab dapat bekerja dan menyelidiki ini secepatnya,” ujar Sekda.
Setelah diberikan jawaban dan diminta pengertian dari masyarakat oleh Pemkab Toba,masyarakat yang melakukan aksi pun dapat menerimanya dan kemudian membubarkan diri dan kembali ke keluaran dengan damai. (mag-7/ram)
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 63 orang peserta seleksi calon Jabatan Tinggi Pratama (JTP) pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi akan mengikuti tahapan psikotest.
Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Dairi, Dapot Tamba mengatakan, sebanyak 63 peserta seleksi calon pimpinan OPD Dairi akan melanjutkan ketahapan selanjutnya yakni psikotest. “Psikotest akan dimulai, Senin (18/5). Selanjutnya nama-nama peserta yang lulus psikotest akan diserahkan panitia seleksi (Pansel) kepada pejabat pembina kepegawaian atau Bupati untuk selanjutnya diserahkan kepada komisi aparatur sipil negara (KASN),” ujarnya.
Dari 63 nama yang ikut seleksi pimpinan OPD Pemkab Dairi, sejumlah ASN dari Kabupaten tetangga seperti dari Kabupaten Pakpak Bharat, Simalungun, Kota Medan, Humbahas dan Tapteng ikut seleksi. Sementara dari ASN Pemkab Dairi, sejumlah nama yang saat ini diangkat sebagai pelaksana tugas (Plt) ikut seleksi.
Begitu juga para pejabat disejumlah OPD yang saat ini menduduki posisi di eselon 3 ikut seleksi. Seperti diberitakan sebelumnya, ada 14 pimpinan OPD Pemkab Dairi lowong. Ke 14 OPD itu yakni Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD), Sekwan, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas PUTR, Dinas KB, Bappeda, Dinas Pariwisata, Bappemas, Disperindag, Dinas Sosial serta Inspektorat. (rud/ram)
PANTAU: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Sekdako Muhammad Dimiythi dan sejumlah OPD memantau penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19.
PANTAU: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Sekdako Muhammad Dimiythi dan sejumlah OPD memantau penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan langsung memantau pendistribusian bantuan sembako yang bersumber dari APBD Kota Tebingtinggi sebanyak 4.766 paket ke 35 Kelurahan se-Kota Tebingtinggi, Sabtu (17/5).
Bantuan bahan pangan kepada masyarakat ini diberikan kepada masyarakat yang belum tercover pada penerima bantuan bantuan sosial tunai (BST) dan PKH serta KKS.
Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menjelaskan, sekira 4.800 Kepala Keluarga (KK) lagi yang belum tercover dari masyarakat yang terdampak Covid-19.
“Saat ini kita cover dengan APBD kita, tentunya mereka juga mendapat perhatian yang baik dari pemerintah sehingga semuanya mendapat bagian,” bilangnya.
Dijelaskan Umar, dirinya langsung memimpin kegiatan ini karena distribusi ini perlu segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan apalagi saat ini mendekati hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah, dan tidak memperpanjang jalur birokrasi.
“Kita memberikan bantuan sekaligus melakukan verifikasi kebenaran faktual tentang masyarakat yang menyatakan dirinya terkena dampak Covid-19 ini memang layak dan wajar mendapat bantuan. Kami juga meminta agar kiranya kalau ada yang dirasa tidak wajar, masyarakat lain boleh memberikan informasi dan laporan dengan kontak pengaduan dengan nomor 0852 6267 0947,” ungkap Umar Zunaidi. (ian/han)
BERBAGI: Jesaya Ginting saat membagikan berkat dan takjil kepada masyarakat.
BERBAGI: Jesaya Ginting saat membagikan berkat dan takjil kepada masyarakat.
KARO, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Sumatera Utara (Sumut) Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia ( LAKRI ) bersama TOGI Silalahi SH Bendahara Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) LAKRI, berbagi untuk masyarakat dampak Corona Virus Disease (COVID – 19 ).
Pembagian tali asih, takjil dan masker ini dilaksanakan di dua tempat. Lokasi pembagian Tali Asih kepada 48 orang di Ganh Harapan, kepada anggota STM ( Serikat Tolong Menolong ) Harapan Berastagi, Kelurahan Gundaling 2, Kecamatan Berastagi. Lokasi kedua di Jalan Veteran Kabanjahe membagikan 400 paket takjil untuk berbuka puasa berupa nasi kotak, roti dan masker di Jalan Raya pada Sabtu (16/5) sore.
Ketua Lakri Sumut Jesaya Ginting didampingi Sekretaris Jesaya Perangin-angin mengatakan, mereka bersama Togi Silalahi SH dari Jakarta yang juga merupakan Bendahara Umum Lakri melakukan aksi sosial di masa pandemi sekaligus masa bulan suci Ramadan ini.
“Kegiatan ini selain berbagi, kita juga berharap agar saudara saudari kita yang punya rezeki lebih agar mau berbagi di masa pandemi ini khususnya di Tanah Karo. Tadi kita bagikan tali asih kepada 48 orang warga Gg Harapan yang terampak Covid-19. Selain tali asih kita bagi juga nasi bungkus 400 paket kepada umat Islam yang melaksanakan ibadah puasa di Jalan Veteran seputaran terminal Kabanjahe,” katanya.
Kita tahu penyebaran Virus Corona selain mengakibatkan kematian dampak virus tersebut juga melemahkan ekonomi masyarakat dan pegawai yang di Pemutusan Hubungan Kerja. Harapan kita masyarakat tetap mengikuti anjuran pemerintah dengan cara hidup sehat, bersih dan jaga jarak, ujar Jesaya Ginting. (deo/han)
SERAHKAN: Senior Comunity Manager RSI Dian Octavia, menyerahkan bantuan kepada sejumlah Kepala Desa di Desa Pardomuan Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sabtu (17/5).
SERAHKAN: Senior Comunity Manager RSI Dian Octavia, menyerahkan bantuan kepada sejumlah Kepala Desa di Desa Pardomuan Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sabtu (17/5).
SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Dalam mendukung program Pemerintah dibidang penanggulangan pandemi Covid-19. Regal Springs Indonesia (RSI) kembali menyerahkan bantuan kepada masyarakat di 7 Desa diKabupaten Samosir dan Toba.
Adapun Desa yang menerima bantuan tersebut yakni Desa Hutaginjang, Pardomuan, Parmonangan, Parbalohan, Silimalombu, Tomok Parsaoran, Sirungkungon di Kabupaten Samosir dan Toba yang berdekatan langsung dengan perusahaan di Kabupaten Samosir dan Toba.
Adapun bantuan yang diserahkan berupa 14 tempat cuci tangan portabel, 2400 masker kain, 7 boks disinfektan, 4 alat penyemprot, 700 sabun cuci tangan batang, 1 lemari obat, 1 doppler dan 1 timbangan bayi.
“Bantuan ini merupakan sebagai bentuk kepedulian perusahaan dalam pencegahan penularan Covid-19 ditengah masyarakat, karena ini adalah bagian dari program “KAMI PEDULI,” kata Dian Octavia, Senior Community Manager Regal Springs Indonesia (RSI) di sela-sela penyerahann bantuan tersebut, Sabtu (16/5).
Bantuan yang diserahkan ini pun mendapat apresiasi dari sejumlah Kepala Desa (Kades).
“Kami ingin ke depan perusahaan bisa membantu dalam program air bersih, penebaran bibit ikan nila di Danau Toba dan peningkatan pendapatan masyarakat,” kata Kepala Desa Pardomuan, Lindung Situmorang.
Sementara itu, Rinsan Situmorang Kepala Desa Huta Ginjang sangat menghargai kunjungan dan tindak lanjut perusahaan menyusul pertemuan yang dilakukan beberapa waktu lalu.
Rinsan Situmorang menyebutkan, mereka telah menerima jawaban atas pertanyaan lalu melalui Komisi III DPRD Kabupaten Samosir. Begitu pun memahami bahwa terkait metoda kegiatan keramba jaring apung, maka perusahaan yang lebih tahu apa yang terbaik.
Atas pertemuan ini, Dian Octavia memberi apresiasi atas penerimaan dan umpan balik dari sejumlah para kepala desa.
“Tentunya, kami akan membahasnya secara internal dan terus berkomunikasi dengan masyarakat sekitar,” bilang Dian Octavia Senior Comunity Manajer RSI.
Sebelumnya, Regal Springs Indonesia (RSI) juga telah menyerahkan bantuan berupa masker, APD, termometer genggam, tempat cuci tangan portabel, disinfektan dan sabun kepada masyarakat di Kabupaten Toba, Simalungun dan Serdang Bedagai. (sur/han)