24 C
Medan
Wednesday, January 7, 2026
Home Blog Page 4317

UISU Gelar PMB Online dan Offline

UJIAN: Sejumlah calon mahasiswa FK UISU mengikuti ujian PMB, Minggu (12/4). Istimewa/sumut pos
UJIAN: Sejumlah calon mahasiswa FK UISU mengikuti ujian PMB, Minggu (12/4). Istimewa/sumut pos
UJIAN: Sejumlah calon mahasiswa FK UISU mengikuti ujian PMB, Minggu (12/4). Istimewa/sumut pos
UJIAN: Sejumlah calon mahasiswa FK UISU mengikuti ujian PMB, Minggu (12/4). Istimewa/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) mulai menyelenggarakan seleksi penerimaan mahasiswa baru (PMB) bagi calon mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK), Minggu (12/4). Di tengah wabah corona virus disease (Covid-19) ini, UISU melaksanakan PMB bagi calon mahasiswa FK dengan dua alternatif, yakni online dan offline.

“Saat ini UISU mengadakan seleksi mahasiswa baru, khususnya untuk fakultas kedokteran secara online dan offline. Online, dikhususkan untuk calon mahasiswa yang ada di luar Kota Medan, sedangkan offline untuk calon mahasiswa di Kota Medan,” ungkap Dekan FK UISU, dr Indra Janis MKT.

Ujian yang diadakan ini, kata Dekan, merupakan gelombang pertama. Di mana, usai ujian online, peserta langsung akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan pada Senin (13/4) akan melaksanakan ujian psikotes. “Sedangkan untuk ujian online, diadakan karena situasi Covid-19, maka UISU memfasilitasi ujian jarak jauh ini untuk mendukung program pemerintah dalam meminimalisir Covid-19,” terangnya.

Tak hanya offline, bagi calon mahasiswa yang mengikuti ujian online juga dipersyaratkan melakukan pemeriksaan kesehatan, tes buta warna, narkoba dan psikotes di daerah masing-masing. “Ujian ini hanya dikhususkan untuk FK UISU. Tahun ini FK UISU yang berakreditasi B menerima 150 orang untuk mahasiswa tahun ajaran 2020-2021,” jelasnya.

Untuk gelombang kedua, dirinya mengimbau calon mahasiswa untuk segera mendaftarkan diri melalui Link Pendaftaran UISU: PMB.uisu.ac.id atau melalui WA: 081263621919 dan Tribun online.

Secara terpisah, Rektor UISU DR Yanhar Jamaluddin MAP mengapresiasi calon mahasiswa yang telah memilih FK UISU sebagai tempat mereka menimba ilmu.

Mahasiswa Dapat Tunjangan Dana Kuota

Sementara itu, masih seputaran kampus, Sistim Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) belajar daring yang diberlakukan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sumatera Utara (Sumut) terhadap mahasiswa/i, sesuai peraturan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) masih terus berlanjut.

Diperkirakan PJJ ini berlangsung hingga Juni-Agustus 2020. Hal ini dikarenakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19).

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Sumatera Utara (LLDikti 1 Sumut) Sumut, Prof Dr Dian Armanto MPd MA MSc PhD menilai, sepanjang ini masih berlangsung baik dan lancar. Meskipun tidak terlepas dari berbagai kendala, sebab baru kali ini diterapkan.

Dijelaskannya, ada dua cara belajar yang digunakan PTS, yakni pemberian materi secara online atau daring, ditambah dengan tugas. Kemudian, perubahan waktu kuliah akan dijadwalkan kembali pada Juni-Agustus 2020. Terutama untuk kuliah praktikum atau tugas praktek luar lapangan lainnya.

Dalam hal ini, lanjutnya, beberapa PTS memberikan tunjangan khusus, yakni dana kuota selama sistem PJJ sebesar Rp50.000-Rp150.000. “Dana ini untuk membantu biaya internet mahasiswa agar tidak memberatkan selama proses belajar PJJ tersebut. Untuk menghindari bertemu langsung, sistim PJJ dapat digunakan menggunakan WhatsApp (WA) dan pesan singkat (SMS),” ungkapnya.

Ia mengakui, sistim PJJ tak lepas dari berbagai kendala, di antaranya biaya internet untuk online video conference (vicon), mahasiswa uang berasal dari berbagai daerah yang belum lancar sambungan internet nya, pasti akan mengalami kesulitan dalam mengikuti PJJ ini.

Selain itu, lanjutnya, belajar dengan sistim daring butuh penjelasan lebih mendetail dan motivasi yang berbeda dibandingkan kuliah tatap muka, persiapan kuliah daring juga berbeda dengan kuliah tatap muka, waktu dosen dalam menyiapkan materi juga membutuhkan waktu yang lebih banyak dan dosen gagap internet atau belumm pernah vicon akan kesulitan memberikan materi dan tugas secara daring kepada mahasiswa.

“Ini kendala-kendalanya dan semoga dapat diminimalisir. Apalagi, mulai kembali aktif kemungkinan pada Juni-Agustus. Hal ini berdekatan dengan ujian. Sehingga sistim daring secara online harus dikebut. Namun kuliah kita kan sudah berjalan selama 2 bulan. Pada Maret baru diterapkan sistim PJJ,” imbuhnya.

Sehingga, kata Prof Dian, ketika nanti masuk kembali dan sudah mulai belajar secara normal, maka mata kuliah yang tertinggal akan dikejar. “Mungkin akan diterapkan pertambahan waktunya, mungkin dengan sistim masuk setiap hari hingga sore hari. Atau bagaimanalah nanti penerapannya akan dipikirkan setelah masuk kuliah secara normal,” pungkasnya. (adz/mag-1/ila)

Evaluasi Kepling Nakal, Alasan Habis Kuota Pembagian Beras, Kepling Tolak KK Warga

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Beberapa warga yang menetap di Jalan Durung, Lingkungan 17, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, kecewa terhadap penolakan fotocopy Kartu Keluarga (KK) yang mereka berikan kepada Kepling setempat, Bahri. Padahal, warga yang memberikan KK tersebut bertujuan ingin mendapatkan pembagian beras 5 kilo dari Pemko Medan karena terkena dampak sosial dari Covid-19.

Adalah M Yusuf, warga Jalan Durung, pada Jumat (3/4), mendatangi kediaman Kepling 17, Kelurahan Siderejo, Kecamatan Medan Tembung, bernama Bahri. “Jam 9 pagi saya ke rumah Kepling. Saya bawa fotocopy KK saya dan familiy saya. Tapi Bahri menolaknya.

Bahri bilang kalau kuota pembagian beras sudah habis. Saya disuruh ke Dinas Sosial. Waktu itu saya memohon sama Bahri agar dibantu karena kalau saya ke Kantor Dinas Sosial saat jauh. Tapi Bahri malah bilang gak bisa Bantu dan saya diarahkan ke Dinas Sosial,” kata M Yusuf, penarik becak motor ini dan juga bukan penerima PKH.

Nasib malang ini tak hanya dialami M Yusuf saja, beberapa warga Lingkungan 17 juga mengalaminya. “Kami tak mendengar ada bantuan beras 5 Kg karena tak ada sosialisasi dari Kepling kami. Malah saya sakit hati mendengar kalau keluarga dan sanak famili Kepling kami yang duluan diselamat. Justru kami dengar sendiri dari saudara-saudara kepling kalau mereka semua dapat bantuan beras. Tolonglah pak Luruh, pak Camat, ganti saja Keplingnya,” ujar ibu rumah tangga yang tinggal di Lingkungan 17 ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Endar Lubis menegaskan, pihaknya tidak pernah membatasi kuota penerima bantuan beras tersebut selama masa tanggap darurat pandemi Covid-19 di Kota Medan masih berlangsung.

“Gak ada itu, mana ada dibatas-batasi kuota itu. Justru dibilang Pak Plt (Wali Kota), bagi yang sudah mendapatkan pun, kalau habis berasnya di rumah dan tak mampu membeli beras, maka akan dibantu lagi dengan melapor kepada Kepling.

Apalagi mereka yang belum dapat bantuan beras, mana boleh Kepling menolak KK-nya! Selama mereka bukan penerima PKH dan mereka memang masyarakat yang terkena dampak sosial, maka mereka layak dibantu dan tak ada alasan Kepling menolaknya,” tegas Endar kepada Sumut Pos, Minggu (12/4) via selulernya.

Ditegaskan Endar, pihaknya akan melaporkan para oknum Kepling yang menolak warganya yang datang untuk menyerahkan KK tersebut. “Kalau ada Kepling seperti itu, laporkan saja, biar nanti saya sampaikan ke Camatnya. Mereka yang ditolak Kepling itu bisa ke kantor Dinas Sosial untuk kami data. Dinas Sosial selalu siap menerima warga miskin yang belum kebagian beras,” tegasnya lagi.

Sayangnya, saat Sumut Pos mengkonfirmasi Kepala Lingkungan 17, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung lewat sambungan telepon, Bahri tidak berkenan mengangkat sambungan telepon tersebut. Begitu juga saat dikonfirmaai via chat Whatsapp, pesan singkat hanya dibaca, namun tidak dibalas.

Dikonfirmasi soal penolakan KK warga yang dilakukan salah satu Keplingnya, Camat Medan Tembung, Ahmad Barli Mulia Nasution mengatakan, bahwa dirinya tidak mengetahui hal itu.”Saya tak tahu hal itu. Jadi saya belum bisa berkomentar sebelum saya cek, segera saya cek,” jawab Ahmad Barli Mulia, Minggu (12/4).

Ahmad Barli Mulia mengatakan, masyarakat yang belum mendapatkan bantuan beras akan mendapatkan bantuan Pemko Medan tersebut pada pembagian berikutnya.

“Memang belum semua yang dapat, tapi masih ada susulan, akan kita cek. Nanti kita segera data lagi nama-nama masyarakat yang belum menerima, kalau memang memenuhi kriteria kita usahakan agar segera mendapatkannya, tapi menungggu giliran,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Medan, H Rajuddin Sagala sangat menyayangkan sikap oknum Kepling yang menolak warga yang membutuhkan beras bantuan tersebut dengan alasan habisnya kuota bantuan beras.

“Saya yang memimpin rapat dengan Komisi II dan Dinas Sosial di Kantor Dinas Sosial tempo hari. Tegas dikatakan, tidak ada batas kuota, bahkan kami di DPRD siap menganggarkan hingga Rp100 Miliar hanya untuk membeli beras. Jadi kenapa masih ada oknum kepling yang berani menolak data warga yang membutuhkan beras dengan alasan kuota habis,” tegas Rajuddin.

Rajuddin mengatakan, Pemko Medan dalam hal ini Camat dan Lurah harus mengevaluasi para Keplingnya yang kedapatan menolak KK warga untuk bisa menerima bantuan beras tersebut.

“Oknum Kepling itu harus ditegur keras. Kepling itu sudah mengambil keputusan secara sepihak, maka harus segera dievaluasi oleh Lurah dan Camatnya. Kalau tidak di evaluasi, maka Lurah dan Camatnya lah yang harus di evaluasi oleh Pemko Medan karena tidak mampu menindak tegas oknum Keplingnya. Saya bilang oknum kepling itu sudah keterlaluan, ini kondisinya darurat, kenapa masih ada yang seperti itu,” tegas Rajuddin.

Selain itu, lanjut Rajuddin, dirinya juga mengaku heran dengan kinerja gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 yang seolah tidak melakukan sosialisasi apapun kepada para masyarakat hingga kepada tingkat lingkungan sebagai struktur pemerintah terbawah.

“Sampai detik ini saya tak ada melihat ada spanduk-spanduk yang mensosialisasikan beras bantuan ini kepada masyarakat. Mulai dari bagaimana cara mendapatkannya, apa-apa saja syaratnya dan sebagainya. Padahal itu hasil kesepakatan kita dengan mereka saat rapat, kemudian di Medsos Pemko pun tidak ada dijelaskan secara jelas,” kata dia.

Tak hanya itu, Politisi PKS ini juga mengatakan bahwa gugus tugas harus memberikan instruksi secara tegas kepada pihak pemerintah di lingkungan kecamatan hingga lingkungan bahwa bantuan beras itu masih akan berlangsung selama status tanggap darurat masih berlaku di Kota Medan.

“Ini agar masyarakat tahu, para Kepling juga tahu. Jangan ada masyarakat yang membutuhkan dan layak mendapatkan bantuan itu tapi tidak mendapatkannya, jangan ada KKN dalam pendistribusiannya. Jangan Kepling menyelamatkan sanak familinya untuk dapat bantuan beras. Ini akan pasti akan ditindak tegas,” pungkasnya. (map/ila)

Tanggap Darurat Covid-19, Yasora Salurkan 1 Ton Beras di Perumnas Mandala

SIMBOLIS: Korlap Jamaluddin Manik didampingi Sekpel Yasora Eddy Salim menyerahkan secara simbolis bantuan beras kepada Ketum DPP HBB Lamsiang Sitompul di Terminal 70 Perumnas Mandala .
SIMBOLIS: Korlap Jamaluddin Manik didampingi Sekpel Yasora Eddy Salim menyerahkan secara simbolis bantuan beras kepada Ketum DPP HBB Lamsiang Sitompul di Terminal 70 Perumnas Mandala .
SIMBOLIS:  Korlap Jamaluddin Manik didampingi Sekpel Yasora Eddy Salim menyerahkan secara simbolis bantuan beras kepada Ketum DPP HBB Lamsiang Sitompul di Terminal 70 Perumnas Mandala .
SIMBOLIS: Korlap Jamaluddin Manik didampingi Sekpel Yasora Eddy Salim menyerahkan secara simbolis bantuan beras kepada Ketum DPP HBB Lamsiang Sitompul di Terminal 70 Perumnas Mandala .

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keluarga Besar Yayasan Sosial Angsapura (Yasora) kembali melakukan Bakti Sosial (Baksos) dengan berbagi kepada masyarakat kurang mampu di tengah pandemi Covid-19. Sedikitnya 1 ton beras disalurkan kepada kurang lebih 100 Kepala Keluarga (KK) di Kawasan Perumnas Mandala dan sekitarnya, Kamis (9/4).

Bantuan beras tersebut secara simbolis diserahkan Sekretaris Pelaksana (Sekpel) Yasora Eddy Salim kepada Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Horas Bangso Batak (HBB) Lamsiang Sitompul SH MA di Terminal 70 Perumnas Mandala yang selanjutnya menyalurkan kepada warga masyarakat di Kawasan Perumnas Mandala dan sekitarnya.

Baksos Yasora tersebut turut disaksikan Koordinator Lapangan (Korlap) Jamaluddin Manik SE, Wakil Ketua DPP HBB Kardiaman Situngkir, Sekretaris Luhut Situmorang SH MA, Bendahara Vicarius Manurung dan Ketua Satgas Adi Purba.

Ketua Umum (Ketum) Yasora Tony Harsono mengatakan, bantuan kurang lebih 1 ton beras dari Keluarga Besar Yasora tersebut bersumber dari masyarakat Tionghoa yang selanjutnya kembali disalurkan kepada masyarakat.“Seperti kita ketahui wabah Covid-19 telah mengakibatkan ribuan karyawan di rumahkan, aktivitas warga terganggu yang mengharuskan pemerintah mengeluarkan imbauan agar warga mengurangi aktivitas di luar rumah. Dan bagi warga yang kurang beruntung, tentu akan berdampak sulitnya dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya,” ujar Tony Harsono.

Dia berharap bantuan yang diberikan Yasora di tengah pandemi Covid-19 kali ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP HBB Lamsiang Sitompul usai menerima bantuan 1 ton beras dari Keluarga Besar Yasora menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan di tengah Pandemi Covid-19 tersebut.

Bantuan tersebut menurut dia, sangat berarti bagi warga masyarakat yang menerimanya. Terlebih saat ini warga masyarakat mulai merasakan dampak yang ditimbulkan virus Corona. (rel)

tersebut, utamanya dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Sekali lagi kami atas nama DPP HBB menyampaikan terima kasih atas kepedulian sosial yang telah ditunjukkan Keluarga Besar Yasora, dengan menyalurn bantuan 1 ton beras. Semoga Keluarga Besar Yasora yang masih peduli dengan kesulitan warga masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupanya, tetap jaya dan sukses dalam menjalankan roda organisasi Yasora,” ujar Lamsiang. (rel)

Dampak Pandemi Covid-19, Hotel Swiss-Belinn Gajahmada Tawarkan Fasilitas Isolasi Diri

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di tengah pandemi wabah virus corona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), PT Saka Mitra Sejati (SMS) salah satu anak usaha PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk terus menunjukkan upaya yang berkelanjutan untuk berjuang melawan pandemi. Saat ini, perusahaan melalui salah satu jaringan hotelnya, yaitu Hotel Swiss-Belinn Gajahmada-Medan merilis paket khusus bagi mereka yang membutuhkan fasilitas isolasi diri.

Direktur Utama dari PT Saka Mitra Sejati, Ahmad Sayuki Anas mengungkapkan, paket khusus ini akan menyediakan comfort distancing bagi mereka yang membutuhkan ketenangan dan keamanan di tengah pandemi.

“Saat ini terdapat beberapa hotel di Medan yang ditutup sementara akibat dampak dari situasi pandemi ini. Namun, ditengah kondisi seperti ini perusahaan melihat adanya peluang untuk mempertahankan laba dan operasional bisnisnya dengan menawarkan paket khusus. Hal ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif potensi bisnis untuk dapat beradaptasi ditengah periode yang menantang,” ungkap Ahmad, Minggu (12/4).

Selain itu, menurut Ahmad, dengan adanya penawaran khusus ini maka perusahaan secara tidak langsung membantu pemerintah mendorong self distancing. Dengan perencanaan yang matang, perusahaan telah menyiapkan sejumlah kamar yang diperuntukkan khusus bagi mereka yang masih dalam kondisi sehat namun masih disarankan untuk menjaga jarak untuk pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.

“Untuk memastikan keselamatan semua anggota staf, perusahaan mengikuti semua panduan isolasi diri yang diberlakukan oleh Kementerian Kesehatan RI. Kami menerapkan prosedur-prosedur operasional tertentu untuk menghindari risiko-risiko yang muncul. Secara keseluruhan kesehatan dan keselamatan staf hotel dan tamu kami akan tetap menjadi prioritas tertinggi kami,” tegas Ahmad.

Lebih lanjut ia mengatakan, perusahaan telah bekerja sama dengan Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU) untuk memberikan pelatihan kepada staf hotel dengan seperangkat protokol kesehatan yang sesuai. Hal ini sebagai bentuk upaya pencegahan dan peningkatan perlindungan keselamatan. “Dalam hal ini, staf hotel memberikan bantuan mengatur transfer medis ke rumah sakit mitra untuk tamu apabila diperlukan,” ucap Ahmad.

Ia menuturkan, penawaran spesial ini telah berjalan sejak 6 April lalu hingga 29 Mei 2020. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 590.000 per malam dengan full board meal. “Perusahaan memberikan kenyamanan dalam lingkungan yang aman karena makanan akan disajikan di dalam ruangan dan semua fasilitas publik ditutup sementara untuk meminimalisir kontak langsung. Paket ini hanya tersedia bagi mereka yang telah diuji negatif tetapi masih disarankan untuk melakukan isolasi sendiri dan surat resmi dari rumah sakit akan diperlukan,” jelasnya.

Ahmad menambahkan, pihaknya mengakui bahwa situasi pandemi ini telah membawa tekanan pada bisnis perhotelan khususnya di Medan. Namun demikian, akan terus mencari alternatif-alternatif peluang bisnis untuk melewati tantangan ini dan mengubah situasi menjadi peluang yang dapat membantu mempertahankan bisnis seperti biasa. (ris)

Pemkab Sergai Isolasi Dua TKI

KARANTINA: TC Sosial, Jalan Rumah Sakit Kota Tebingtinggi yang digunakan untuk karantina. sopian/sumut pos
KARANTINA: TC Sosial, Jalan Rumah Sakit Kota Tebingtinggi yang digunakan untuk karantina. sopian/sumut pos
KARANTINA: TC Sosial, Jalan Rumah Sakit Kota Tebingtinggi yang digunakan untuk karantina. sopian/sumut pos
KARANTINA: TC Sosial, Jalan Rumah Sakit Kota Tebingtinggi yang digunakan untuk karantina. sopian/sumut pos

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Dua orang TKI asal Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) yang di karantina di TC Sosial, Jalan Rumah Sakit Kota Tebingtinggi sejak tanggal 10 April 2020, sudah di kembalikan kepada pemerintah setempat.

“Pihak Dinas Tenaga Kerja Kabupaten telah menjemput dua orang TKI untuk di isolasi di Sergai. Sedangkan 1 orang TKI masih tinggal di TC Sosial Kota Tebingtinggi,”ujar Juru bicara penanganan Covid 19 Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia, Minggu (12/4).

Dijelaskan Nanang, satu orang warga Kabupaten Sergai masih menjalani karantina di Gedung TC Sosil Kota Tebingtinggi kondisi baik, pihak Pemkab Sergai tidak menjemputnya dengan alasan tidak memiliki identitas yang jelas.

“Masih kita karantina bersama satu orang TKI asal Kota Tebingtinggi, semuanya tenaga kerja laki laki yang dideportasi dari Malaysia. Kami terus melakukan pemantauan setiap hari dengan memberikan makanan standar gizi dan memberikan vitamin,” bilangnya.

Kembali Jubir Covid 19, dr Nanang Fitra Aulia meminta kepada seluruh masyarakat Kota Tebingtinggi untuk memakai masker saat keluar dari rumah. “Masyarakat jangan ngeyel, sok tidak takut tetapi masyarakat juga harus mengetahui apa yang sudah menjadi ketentuan protokoler kesehatan pemerintah harus di patuhi,” bilangnya. (ian/han)

Dairi Siapkan Rp50,5 M Tangani Covid-19

PAPARKAN:Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (kiri) memaparkan upaya yang telah dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kepada Ketua DPRD, Sabam Sibarani (kanan) serta para pimpinan fraksi saat menggelar pertemuan di Pendopo Bupati di Sidikalang, Sabtu (11/4). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
PAPARKAN:Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (kiri) memaparkan upaya yang telah dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kepada Ketua DPRD, Sabam Sibarani (kanan) serta para pimpinan fraksi saat menggelar pertemuan di Pendopo Bupati di Sidikalang, Sabtu (11/4). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
PAPARKAN:Bupati Dairi,  Eddy KA Berutu (kiri) memaparkan upaya yang telah dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kepada Ketua DPRD, Sabam Sibarani (kanan) serta para pimpinan fraksi saat menggelar pertemuan di Pendopo Bupati di Sidikalang,  Sabtu (11/4). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
PAPARKAN:Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (kiri) memaparkan upaya yang telah dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kepada Ketua DPRD, Sabam Sibarani (kanan) serta para pimpinan fraksi saat menggelar pertemuan di Pendopo Bupati di Sidikalang, Sabtu (11/4).
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi menyiapkan dana sebesar Rp50,5 miliar pada APBD Dairi tahun 2020 untuk penanganan corona virus diase (Covid-19).

Hal itu disampaikan Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu dalam pertemuan dengan unsur pimpinan DPRD Dairi di Pendopo Bupati di Sidikalang, Sabtu (11/4).

Pertemuan itu juga dihadiri Ketua DPRD Dairi Sabam Sibarani, Wakil Ketua Halvensius Tondang dan Wanseptember Situmorang.

Kepala Dinas Komimfo Dairi, Rahmatsyah Munthe menerangkan, Bupati Eddy KA Berutu memaparkan upaya-upaya yang sudah dilakukan Pemkab Dairi melalui Gugus Tugas dalam percepatan penangan covid-19 di Kabupaten itu.

Selain upaya penanganan langsung pasien dan penyiapan sarana isolasi serta upaya memutus mata rantai penularan virus Corona.

Pemkab Dairi telah melakukan upaya yang tidak kalah penting yaitu percepatan refokusing dan relokasi anggaran APBD tahun 2020 untuk fokus melawan Covid-19.

Bupati Eddy KA Berutu didampingi Sekretaris Daerah (Sekda), Leonardus Sihotang mengatakan, refokusing dan relokasi anggaran berdasarkan instruksi menteri dalam negeri (Mendagri) nomor 1 tahun 2020. Disisi lain, sebut Eddy, penyiapan refokusing dan relokasi anggaran hanya diberikan waktu 7 hari sejak instruksi dikeluarkan.

Dalam pertemuan tersebut, Eddy KA Berutu menerangkan, adapun refokusing kegiatan anggaran untuk antisipasi dan penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi ta hun Anggaran 2020 sebesar Rp14,5 miliar.

Pemkab Dairi juga menyiapkan angaran untuk Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam APBD Kabupaten Dairi tahun anggaran 2020 untuk Antisipasi dan Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 sebesar Rp36 miliar sehingga total dana telah disiapkan sebesar Rp50,5 miliar.

Bupati Eddy KA Berutu berharap, eksekutif dan legislatif bisa berjalan kompak dalam penanggulangan covid-19.Ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama kepada masyarakat Dairi.

Ketua DPRD Dairi, Sabam Sibarani mengapresiasi kinerja Pemkab Dairi dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19. Menurutnya, sudah banyak langkah nyata yang dilakukan Pemkab dan Gugus Tugas yang perlu didukung semua pihak agar penanganan cepat.

Terkait penggunaan TWI sebagai tempat isolasi adalah sebagai langkah tepat, karena tidak ada alternatif lain yang layak yang bisa digunakan dengan cepat terlebih soal pembiayaan karena dibutuhkan respon cepat dan tanggap untuk mengatasi Covid-19. Sabam menambahkan, pertemuan tersebut sangat dibutuhkan agar penanganan bisa dilakukan secara bersama-sama.

Wakil Ketua DPRD dari fraksi Demokrat, Wan September Situmorang menyampaikan usul dan setuju jika anggaran dana perjalanan dinas luar kota dan dana reses anggota DPRD Dairi digunakan untuk membantu percepatan penanganan covid-19.

Sementara itu, Ketua fraksi Hanura, Togar Pasaribu menyampaikan, telah melakukan penggalangan bantuan kepada para putra/putri Dairi yang ada di kota Bandung. Togar menyebut, dalam waktu dekat sebanyak 300 alat pelindung diri (APD) akan tiba dan akan diserahkan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, ungkapnya. (rud/han)

Seorang Warga Labuhanbatu Positif Covid-19

Ketua Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19, Labuhanbatu membenarkan seorang warga Labuhanbatu terinfeksi virus corona. fajar dame harahap/sumut pos
Ketua Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19, Labuhanbatu membenarkan seorang warga Labuhanbatu terinfeksi virus corona. fajar dame harahap/sumut pos
Ketua Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19, Labuhanbatu membenarkan seorang warga Labuhanbatu terinfeksi virus corona. fajar dame harahap/sumut pos
Ketua Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19, Labuhanbatu membenarkan seorang warga Labuhanbatu terinfeksi virus corona.
Fajar dame harahap/sumut pos

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Seorang warga Kabupaten Labuhanbatu dipastikan positif terinveksi virus Corona. Hal itu dikatakan Ketua Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19, Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunthe di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Minggu (12/4).

Dalam keterangan persnya, Bupati Labuhanbatu ini memastikan bahwa seorang warganya yang positif terpapar virus Corona, tidak terjangkit dari kabupaten asalnya.

Dijelaskannya, seorang perempuan berusia sekitar 61 tahun saat ini tengah dirawat disalah satu rumah sakit swasta di Medan akibat positif terpapar Covid-19.

Namun dipastikannya, warga Desa Pondokbatu, Kecamatan Bilah Hulu tersebut saat mengantarkan suaminya berobat ke Medan pada pertengahan Maret lalu, kondisinya masih sehat.

“Memang benar positif Covid-19, tapi beliau tidak kena di Aeknabara. Sejak tanggal 15 Maret sudah tidak di rumahnya karena mendampingi suaminya yang sakit,” terang Andi Suhaimi.

Ketua Gugus Tugas itupun meyakinkan bahwa warganya yang terpapar Covid-19 tidak pernah dilakukan isolasi di kediamannya.

Pasca mendapat kabar dari rumah sakit di Medan yang menangani warganya itu, kediaman wanita penderita virus Corona itupun telah dilakukan penyemprotan sesuai standart kesehatan. (fdh/han)

Percepatan Pencegahan Penanganan Covid-19, Pemkab Langkat Siap Alokasikan Anggaran

ARAHAN: Sekdakab Langkat, dr.H.Indra Salahuddin dan anggota Satgas Gugus percepatan pencegahan Covid-19 mendengarkan arahan Mendagri Tito Karnavian dalam video conference di ruang rapat Kantor Bupati Langkat.
ARAHAN: Sekdakab Langkat, dr.H.Indra Salahuddin dan anggota Satgas Gugus percepatan pencegahan Covid-19 mendengarkan arahan Mendagri Tito Karnavian dalam video conference di ruang rapat Kantor Bupati Langkat.
ARAHAN: Sekdakab Langkat, dr.H.Indra Salahuddin dan anggota Satgas Gugus percepatan pencegahan Covid-19 mendengarkan arahan Mendagri Tito Karnavian dalam video conference di ruang rapat Kantor Bupati Langkat.
ARAHAN: Sekdakab Langkat, dr.H.Indra Salahuddin dan anggota Satgas Gugus percepatan pencegahan Covid-19 mendengarkan arahan Mendagri Tito Karnavian dalam video conference di ruang rapat Kantor Bupati Langkat.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pemkab Langkat siap melaksanakan arahan Mendagri dalam percepatan pencegahan penanganan Covid-19 atau virus Corona dengan mengalokasikan anggaran APBD.

Hal tersebut disampaikan Sekdakab Langkat, dr.H.Indra Salahuddin mewakili Bupati Langkat Terbit Rencana PA didampingi para pejabat Pemkab Langkat yang tergabung dalam Satgas Gugus Percepatan Pencegahan Covid-19 usai mengikuti video conference (Vidcon) selama 2 hari di ruang rapat Rumah Dinas Bupati Langkat, baru-baru ini.

Sekdakab Langkat mengungkapkan, hari pertama mengikuti vidcon dengan Mendagri, Ketua KPK RI, Ketua BPK RI, Kepala BPKP RI, kepala LKPP membahas langkah – langkah antisipasi dan akuntabilitas pelaksanaan anggaran dan pengadaan barang dan jasa di daerah, dalam pencegahan penyebaran dan percepatan penanganan Covid-19.

Mendagri Tito Karnavian menyampaikan, seluruh Pemda untuk tidak takut menggunakan anggaran dalam percepatan penanganan Covid-19. Namun pengunaannya harus tetap mengacu pada ketentuan, posisi dan relokasi anggaran secara cermat sesuai kebutuhan, spesifikasi serta peraturan perundangan. “Mengacu pada surat edaran BPKP no SE-6/K/2020 tentang cara reviu oleh aparat pengawasan intern pemerintah atas pengadaan barang dan jasa dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.” kata Tito

Mendagri juga menginstruksikan, selalu melakukan koordinasi dengan Forkopimda, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat dan agama, untuk mensosialisasikan dan mengimbau masyarakat agar tidak mudik guna menghindari penyebaran Covid-19.

Tito menambahkan, untuk memastikan dan mengawasi kecukupan dan kelancaran distribusi sembako di daerah dipastikan tetap berjalan. Sementara dalam vidcon kedua, sambung Sekdakab Langkat, di ruang LCC kantor Bupati Langkat, Stabat, Rabu (9/4), mendapat arahan terkait langkah – langkah antisipasi serta akuntabilitas pelaksanaan anggaran dan pengadaan barang dan jasa. (yas/han)

Reses dan Bimtek DPRD Binjai Ditiadakan, Anggaran Dialihkan untuk Penanganan Covid-19

BINJAI, SUMUTPOS.CO – DPRD Binjai menyepakati rangkaian kegiatan Reses dan Bimtek pada Juni 2020 ditiadakan, dan anggarannya dialihkan untuk penanganan dan pencegahan Covid-19.

Penegasan itu disampaikan Ketua DPRD Kota Binjai, H Noor Sri Syah Alam Putra usai menggelar rapat bersama dewan membahas relokasi APBD Kota Binjai Tahun Anggaran 2020. “Kami Dewan (DPRD) Kota Binjai telah sepakat untuk membatalkan, meniadakan dan menghapus anggaran reses, bimtek dan kegiatan lain ke luar daerah. Anggaran kita alihkan untuk bantuan sosial masyarakat yang terdampak Covid-19” kata Noor.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Binjai ini menambahkan, bantuan sosial berasal dari kegiatan DPRD Binjai nantinya akan di tempatkan ke Dinas Sosial Pemko Binjai. Bentuk bantuan dari DPRD Binjai disalurkan melalui Dinsos Pemko Binjai.

“Anggaran tersebut digeser untuk mendukung, menyalurkan bantuan pangan ke warga miskin. Ini kita sepakati untuk mendukung program Pemko Binjai dalam pemberian bansos kepada masyarakat kota binjai,” tandasnya.

Diketahui, Pemko Binjai mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk pencegahan dan penanganan virus Corona atau Covid-19. Untuk memenuhi angka itu, sejumlah kegiatan dialihkan, salah satunya memotong anggaran perjalanan dinas, beberapa rapat koordinasi, pelatihan-pelatihan dan sejumlah kegiatan lain yang bisa ditangguhkan. (ted/han)

PT WEP Bantu Karo 800 ADP

BANTUAN: Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Wakil Bupati Karo Cory Seriwaty Sebayang menerima bantuan APD dan uang dari Presdir PT WEP Choi Kyung Hwan didampingi General Manager PT WEP. SOLIDEO/SUMUT POS
BANTUAN: Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Wakil Bupati Karo Cory Seriwaty Sebayang menerima bantuan APD dan uang dari Presdir PT WEP Choi Kyung Hwan didampingi General Manager PT WEP. SOLIDEO/SUMUT POS
BANTUAN: Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Wakil Bupati Karo Cory Seriwaty Sebayang menerima bantuan APD dan uang dari Presdir PT WEP Choi Kyung Hwan didampingi General Manager PT WEP.  SOLIDEO/SUMUT POS
BANTUAN: Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Wakil Bupati Karo Cory Seriwaty Sebayang menerima bantuan APD dan uang dari Presdir PT WEP Choi Kyung Hwan didampingi General Manager PT WEP.
SOLIDEO/SUMUT POS

KARO, SUMUTPOS.CO – Pemkab Karo menerima bantuan berupa 800 Alat Pelindung Diri (APD) dan uang tunai Rp50 juta dari PT. Wampu Elektric Power (PT WEP) dalam penanganan virus corona (Covid-19).

Bantuan ini diserahkan Presiden Direktur PT. WEP, Choi Kyung Hwan didampingi General Manager PT. WEP Doo, kepada Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Wakil Bupati Karo Cory Seriwaty Sebayang, Kamis lalu di kantor Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Jalan Selamat Ketaren, Kabanjahe.

“Bantuan ini sebagai kepedulian dan tali asih kemanusiaan yang saat ini Pemda Karo bersama Gugus Tugas berperang melawan Covid-19. Tentu dalam berperang membutuhkan alat perlengkapan pelindung diri dalam menangani penyebaran virus Covid-19 bagi tenaga kesehatan khususnya di wilayah Kabupaten Karo,” ujar Choi.

Sementara itu GM PT WEP, Doo mengungkapkan, bantuan yang diserahkan merupakan aksi sosial, menjadi program kegiatan PT WEP dalam setiap ada bencana kemanusiaan. “Harus ikut memberikan dukungan untuk meringankan beban pemerintah daerah bagi tenaga medis dalam menangani bencana non-alam tersebut,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Doo menyatakan untuk tenaga kerja berasal dari Medan dan warga asing di PT WEP, tetap diberlakukan protokol kesehatan berupa isolasi mandiri selama 14 hari dipantau oleh pihak kesehatan. Bupati Karo Terkelin Brahmana yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19, mengapresiasi aksi peduli kemanusiaan PT WEP.

Bupati juga menekankan seluruh karyawan PT WEP mengikuti imbauan protokol kesehatan dari pemerintah. “Tentu Bapak Choi sebagai Presiden Direktur menyampaikan kepada karyawan agar sering cuci tangan, gunakan masker saat bekerja, jaga jarak (physical distancing), jika ada kebijakan di rumahkan karyawan tersebut,” ujar Terkelin.

Sementara itu, Wakil Bupati Karo Cory Seriwaty Sebayang mengucapkan terima kasih atas sumbangan PT WEP, yang turut ambil bagian mendukung program pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

“Adanya alkes APD yang disalurkan oleh PT WEP tersebut justru sangat membantu para tenaga medis. Karena APD saat ini minim dimiliki oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Karo,” katanya. Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karo pada Kamis 9 April 2020, jumlah kasus positif corona 1 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 2 orang, orang dalam pemantauan (OPD) 7 orang, dan orang tanpa gelaja (OTG) 7 orang. (deo/han)