29 C
Medan
Tuesday, January 13, 2026
Home Blog Page 4339

Gugus Tugas Sumut: Tidak Ada Lockdown, Hanya PSBB

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut menegaskan, tidak ada pemerintah daerah yang boleh melakukan lockdown atau karantina wilayah –meskipun terbatas— terkait penanganan virus corona (Covid-19). Kebijakan yang diberlakukan hanyalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Tidak ada local lockdown. Semua satgas di bawah pimpinan gubernur Sumut. Jadi yang diterapkan adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19,” tegas Wakil Ketua II Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut yang juga Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, saat dikonfirmasi via pesan whatsapp, Jumat (3/4)n

Pemberlakuan PSBB, terangnya, sesuai kebijakan pemerintah pusat melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21/2020. Dalam PP tersebut disebutkan, tidak ada lockdown di Indonesia, termasuk di kabupaten/kota.

Meski begitu, Martuani enggan berbicara lebih jauh mengenai aspek hukumnya terhadap adanya pemerintah daerah yang menerapkan lockdown. Salahsatunya, lockdown terbatas yang diterapkan Pemkab Humbang Hasundutan (Humbahas).

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, menyatakan sesuai PP Nomor 21/2020 mengenai penanganan Covid-19, kebijakan yang dilakukan adalah PSBB. Hal ini sebagai bagian respon kedaruratan kesehatan masyarakat. Kebijakan itu untuk menjaga keselarasan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“(PP Nomor 21/2020) ini agar pemerintah daerah tidak membuat kebijakannya sendiri-sendiri, dan tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat. Artinya, pemerintah daerah tidak boleh membuat kebijakan yang bertentangan dengan peraturan yang dibuat pemerintah pusat. Salahsatunya seperti lockdown,” ujarnya.

Disinggung mengenai lockdown terbatas yang diterapkan Pemkab Humbahas, menurut dr Aris, ia belum tahu apakah sudah ada koordinasi dengan Gubernur Sumut. “Setahu saya, di Humbahas belum ada kasus positif Covid-19. Jadi untuk apa lockdown?” tanya Aris.

Sebelumnya, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Humbahas, Hotman Hutasoit mengatakan, pemberlakuan lockdown terbatas di Humbahas mulai 28 Maret hingga 10 April 2020. Tujuannya, untuk menghindari virus corona menyebar hingga di daerah tersebut.

Dalam lockdown terbatas itu, Pemkab mendirikan posko pemantauan di setiap pintu masuk dan keluar di daerah itu. Pemakaian kata ‘lockdown terbatas’, kata dia, hanya sebatas istilah yang disepakati antara Forkopimda dengan tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat.

“Istilah lockdown terbatas itu sama dengan isolasi terbatas dan karantina terbatas,” kata Hotman kepada wartawan, Kamis (2/4).

Menurut dia, lockdown terbatas yang dibuat Pemkab Humbahas hanya sebatas imbauan atau pengumuman kepada masyarakat, agar turut serta mencegah penyebaran Covid-19. Sehingga tidak harus meminta izin atau melaporkannya ke Pemprovsu atau pemerintah pusat.

“Tujuannya hanya membatasi orang agar tidak membawa virus ke Humbahas. Itulah (lockdown terbatas) istilah yang dipilih saat itu. Dan memang, belum ada Surat Keputusan atau Surat Edaran Bupati tentang pemberlakuan lockdown terbatas ini. Hanya sebatas imbauan di akun Diskominfo Humbahas,” ucapnya.

PDP di Tebingtinggi 5 Orang

Dari Kota Tebingtinggi dilaporkan, data hingga Jumat (3/4) sore, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota lemang itu tercatat sebanyak 5 orang.

“Empat (4) orang PDP asal Kota Tebingtinggi, dan 1 orang PDP asal Kabupaten Sergai. Tiga orang dirawat di RS GL Tobing Tanjung Morawa. Dua orang PDP dirawat di RSUD dr Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi,” jelas juru bicara Gugus Tugas Covid 19 Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia, didampingi Kadis Kominfo, di Gedung Posko Penanganan Covid 19.

Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP), tercatat sebanyak 327 orang, naik dari hari sebelumnya. Semua yang terdaftar dalam ODP adalah orang orang yang pulang dari daerah pandemi Covid 19, ke Tebingtinggi.

“Bagi warga Kota Tebingtinggi yang baru pulang kampung, baik dari luar negeri maupun luar kota di Indonesia, agar segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Khususnya jika ada gejala-gejala seperti demam, batuk, flu, dan sesak napas,” pinta Nanang.

Pemantauan warga yang baru pulang kampung, dilakukan pihak Puskesmas ataupun Lurah setempat. Jika ada yang terindikasi, akan segera ditindaklanjuti oleh tim penanganan Covid 19.

Kembali, dr Nanang mengimbau warga agar selalu menjaga kesehatan, dengan mengonsumsi vitamin C dan sering mencuci tangan. “Makan sayur yang banyak, istirahat yang cukup, stay at home dan selalu banyak minum air putih terutama air hangat,” pintanya. (ris/ian)

Salat Jumat di Masjid Raya Ramai

SALAT JUMAT: Salat Jumat di Masjid Raya Al Mashun Medan, Jumat (3/4) tampak ramai. Jumlah jamaah yang salat mencapai ratusan orang. dewi lubis/sumut pos
SALAT JUMAT: Salat Jumat di Masjid Raya Al Mashun Medan, Jumat (3/4) tampak ramai. Jumlah jamaah yang salat mencapai ratusan orang. dewi lubis/sumut pos
SALAT JUMAT: Salat Jumat di Masjid Raya Al Mashun Medan, Jumat (3/4) tampak ramai. Jumlah jamaah yang salat mencapai ratusan orang. dewi lubis/sumut pos
SALAT JUMAT: Salat Jumat di Masjid Raya Al Mashun Medan, Jumat (3/4) tampak ramai. Jumlah jamaah yang salat mencapai ratusan orang. dewi lubis/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski situasi di Kota Medan belum kondusif terhadap Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), namun suasana ibadah Salat Jumat di Masjid Raya Al Mashun Medan, Jumat (3/4) tampak ramai. Jumlah jamaah yang salat mencapai ratusan orang.

Amatan di lapangan, sebanyak 4 shaf jamaah laki-laki ikut serta dalam ibadah Salat Jumat tersebut. Tidak ada pengaturan jarak. Hanya saja, jamaah sendiri yang berinisiatif menjaga jarak satu sama lain. Selain itu, disediakan tempat cuci tangan di luar masjid.

Bertindak sebagai Khatib dan Imam yakni Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan, Muhammad Hatta.

Sekretaris BKM Masjid Raya Al Mashun Medan, H Zaini Hafizh, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme warga mengikuti ibadahn

Menurutnya, warga terlihat tidak terlalu was-was menghadapi pandemi Covid-19, meski tetap dilakukan antisipasi.

Menurut Zaini, memang ada musibah virus corona yang terjadi di muka bumi saat ini. Namun, lanjut dia, dalam melaksanakan ibadah kepada Allah, ada ketentuan yang harus diikuti.

“Dalam hidup, ada hal-hal yang memang diciptakan Allah. Seperti suasana menakutkan, menggembirakan, dan mengkhawatirkan. Dalam hal ini, masyarakat yang mendapatkan informasi tentang wabah penyakit harus tetap waspada. Jangan menganggap enteng. Tetap berikhtiar. Apalagi yang menyatakan adalah para ahlinya,” ujarnya didampingi Wakil Sekretaris BKM H Ridwan, kepada Sumut Pos di Medan.

Tetapi ia bersyukur, karena ibadah salat, baik yang wajib maupun Salat Jumat di Masjid Raya Al Mashun Medan, masih diizinkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan. “Setiap salat kita juga menyertakan doa qunut nazilah. Dan ini khusus selama negeri ini ditimpa musibah dan bencana. Harapannya, wabah Covid-19 segera berlalu dan kita diberikan keselamatan. Alhamdulillah, masih banyak yang cinta masjid,” ungkapnya.

Ia berharap, masyarakat jangan panik berlebihan. Karena Allah sudah menetapkan qada dan qadar sesuai tupoksinya. Kata dia, semua sudah tertulis di Lauhul Mahfuz. Di mana Allah tidak suka dengan segala sesuatu yang berlebihan, karena bisa jatuhnya ke syirik.

“Lebih berbahaya lagi jika lebih takut terhadap penyakit daripada takut kepada Allah. Yang terpenting, kita jangan lalai. Tetaplah memakmurkan masjid. Kita sama-sama berdoa agar kita bisa sampai hingga Ramadan, dan dapat beribadah dengan khusuk selama Ramadan nanti,” tukasnya. (mag-1)

Dampak Covid-19 di Kota Medan, Ribuan Karyawan Hotel Dirumahkan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dampak pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia, di Kota Medan mulai mengguncang perekonomian masyarakat. Sejumlah tempat usaha mulai gulung tikar karena sepinya pasar. Selain sejumlah mal, plaza, dan restoran, hingga Jumat (3/4) sore, tercatat 24 hotel memilih tutup sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan. Dampaknya, sebanyak 3.500 karyawan dirumahkan.

“Sepinya tamu di seluruh hotel yang ada di Kota Medan, membuat biaya operasional jauh lebih besar dibanding pemasukan. Tamu tidak adan

lagi yang menginap, event atau sekadar kegiatan rapat pun dibatalkan. Cafe pun hanya melayani pembelian dengan sistem ‘bawa pulang’. Akhirnya hotel merugi. Sampai sore ini, sudah ada 24 hotel berbintang yang memilih tutup sementara,” ucap Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Medan, H Agus Suriyono, kepada Sumut Pos, Jumat (3/4).

Data penutupan 24 hotel dan perumahan ribuan karyawan itu diperoleh dari PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Kota Medan. Selain itu, pihaknya juga langsung kroscek ke hotel-hotel. “Situasinya, pengusaha-pengusaha hotel merugi dan opsi menutup sementara usaha, menjadi pilihan yang harus diambil. Di satu sisi, mereka turut menerapkan social distancing. Tapi di sisi lain, ada 3.500 karyawan yang dirumahkan,” katanya.

Adapun sejumlah hotel berbintang di Kota Medan yang memilih menutup sementara, yakni Garuda Plaza Hotel, Hotel Danau Toba International Medan, Pardede International Medan, Raz Hotel and Convention Medan, Karibia Boutique Hotel Medan, Fave Hotel, Hotel Antares, Swiss Bell Inn, Hermes Palace Hotel, Grand Kanaya Hotel, Grand Delta Hotel, Hotel Radisson, Hotel Madani, dan seterusnya (lihat grafis).

Hotel yang tidak tergabung dalam PHRI, seperti hotel berbintang 5, JW Marriott Medan, juga ikut menutup hotel selama dua bulan, mulai 1 April hingga 31 Mei 2020.

Selain hotel, sejumlah mal dan restoran juga tutup sementara. Mal yang tutup antara lain Plaza Medan Fair, Sun Plaza, hingga Centre Point. Artinya, karyawan di mal dan unit usaha di dalamnya juga ikut dirumahkan.

Penutupan sejumlah mal yang di dalamnya terdapat ratusan hingga ribuan unit usaha, restoran, hingga hotel-hotel di Kota Medan, diakui Agus Suriyono, ‘memukul keras’ angka Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan dari sektor pajak dan retribusi.

“Pastinya, PAD Dispar dari semua sektor itu menurun drastis. Ya… tak mungkin kita menagih pajak dan retribusi di saat mereka juga sedang merugi hingga tutup seperti sekarang. Tutupnya usaha-usaha itu tentu akan berdampak kepada kondisi perekonomian kita, khususnya PAD,” lanjutnya.

Meski demikian, kata dia, saat ini PAD Dispar bukan lagi fokus pemerintah. “Saat ini Pemko Medan sedang berjuang melawan Covid-19. Semua sektor pasti terpukul karena adanya Covid-19 ini. Dan tidak ada yang menginginkan itu. Tidak pemerintah, tidak pengusaha, dan juga tidak masyarakat umum,” tuturnya.

Pemerintah, lanjutnya, tidak lagi berfikir soal sektor pariwisata. Tetapi fokus menangani Covid-19. “Nanti bila semuanya sudah kembali normal, inshaallah kita bangkit lagi,” tutupnya.

Sebelumnya, Denny S Wardhana, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut, mengatakan, pascapandemi Covid-19, okupansi hotel mungkin tinggal 2- persen. Padahal meski tidak ada tamu, semua kewajiban perusahaan tetap harus dibayar, mulai listrik, air, dan segala pajak. Hal ini membuat manajemen hotel tidak kuat tetap beroperasi.

Karena itu, manajemen hotel memilih merumahkan sementara karyawam. Soal gaji sudah disepakati antara manajemen dan karyawan.

Marketing Communication Executive JW Marriott Medan, Cecilia Indriyani, juga megakui penurunan okupansi. Karena itu, JW Marriot ditutup dua bulan, mulai 1 April hingga 31 Mei 2020.

Mengenai persentase penurunan PAD Kota Medan pascapandemi Covid-19 dibandingkan tahun sebelumnya, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Medan, enggan menjawab.

Kepala BPKAD Medan T Syofyan, Sekretaris BPKAD Medan Sulfan Nasution, dan Kabid Perbendaharaan BPKAD Medan Sanusi, tidak bersedia merespon pertanyaan via telepon maupun WhatsApp.

24 Hotel yang Tutup Sementara(No. Hotel Bintang)

  1. Garuda Plaza Hotel (4)
  2. D Prima Hotel (4)
  3. Wisma Garuda (1)
  4. Grand Lubuk Raya Hotel (1)
  5. Hotel Danau Toba International (4)
  6. Pardede International (3)
  7. KAMA Hotel (2)
  8. Raz Hotel and Convention (3)
  9. Hotel Syariah Grand Jamee (1)
  10. Putra Mulia Hotel (3)
  11. Karibia Boutique Hotel (4)
  12. Fave Hotel (3)
  13. Grand Impression (3)
  14. Sumatera Hotel (1)
  15. Grand Melati Hotel
  16. Citi Inn Hotel (3)
  17. Hotel Antares (3)
  18. Swiss Bell In (3)
  19. Jangga House Bake and Breakfast (1)
  20. Hermes Palace Hotel (4)
  21. Grand Kanaya Hotel (3)
  22. Grand Delta Hotel (4)
  23. Hotel Radisson (4)
  24. Hotel Madani (4)
    Sumber: Dinas Pariwisata Kota

Jalanan Relatif Masih Sepi

Hingga Jumat (3/4) kemarin, situasi jalan di Kota Medan masih terlihat sepi meski sebagian dari 14 jalan untuk sebelumnya ditutup siang dan malam, sudah mulai dibuka khusus siang hari terkait pandemi Covid-19. Hanya beberapa kendaraan yang terlihat melintas. Namun suasana jalan raya ini sedikit lebih ramai dibanding minggu lalu, di mana jalanan relatif lebih lengang.

Meski jalanan belum terlalu ramai, di sejumlah halte angkutan umum, antara lain di depan Masjid Raya Al Mashun Medan, sejumlah sopir duduk-duduk dan terlihat ngobrol santai dengan sesama rekannya. Mereka ngobrol tanpa mengenakan pelindung wajah (masker).

“Sebenarnya was-was juga. Tapi apa boleh buat. Kita harus cari nafkah,” kata Wagino, pedagang kaki lima Tahu Sumedang, yang kerap menjajakan dagangannya di sekitaran Jalan SM Raja Medan, kepada Sumut Pos.

Hal senada juga dikatakan, Asiah, pedagang asongan. Ia menuturkan, dirinya harus menafkahi 3 anaknya yang masih kecil-kecil. Sehingga rasa takut akan corona tidak dirasakannya lagi. “Setiap saya jualan, yang saya ingat adalah wajah anak-anak saya. Mereka butuh makan dan biaya hidup serta biaya sekolah. Saya harus bekerja keras mengumpulkan uang. Tetapi alhamdulillah, saya merasa tetap sehat. Anak-anak saya juga,” tuturnya.

Salah seorang jamaah Masjid Raya Al Mashun Medan, Ridho Alfiandi, mengungkapkan, dirinya tidak merasa was-was dengan Covid-19, sebab selalu menjaga kesehatan dengan mengonsumsi multivitamin serta membersihkan yangan dengan hand sanitizer. Karena itulah, setiap Jumat ia selalu ikut salat berjamaah di masjid-masjid dekat rumahnya.

“Saya selalu ikut salat berjamaah di masjid, baik salat wajib maupun salat Jumat. Saya yakin saja pada Allah. Jika Allah tidak menghendaki kita terkena, maka tidak akan kena. Itu yang membuat saya tidak was-was berlebihan. Yang penting saya tetap bisa beribadah di masjid,” kata warga Jalan Utama, Medan Area. (map/mag-01)

Zona Merah: Medan, Deliserdang, Tanjungbalai

TELE CONFERENCE: Sekda Provinsi Sumatera Utara, R Sabrina melaksanakan teleconfrence dengan Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kemendagri, Muhammad Hudor, bersama para pejabat daerah yang ada di Indonesia, di  Ruang Sumut Smart Province Lantai 6 Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Jumat (3/4). Veri Ardian/Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut
TELE CONFERENCE: Sekda Provinsi Sumatera Utara, R Sabrina melaksanakan teleconfrence dengan Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kemendagri, Muhammad Hudor, bersama para pejabat daerah yang ada di Indonesia, di  Ruang Sumut Smart Province Lantai 6 Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Jumat (3/4). Veri Ardian/Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, R Sabrina melaporkan kondisi dan kesiapan Sumut dalam menangani wabah Covid-19. Kata dia, saat ini Gugus Tugas Percepatan Penangnan Covid-19 yang terdiri dari n unsur Forkopimda telah memetakan daerah yang masuk kategori zona merah, kuning dan biru.

“Untuk zona merah itu ada di Medan, Deliserdang dan Tanjungbalai, dengan kepadatan penduduk dan mobilitas masyarakatnya tinggi. Selain itu juga, daerah ini menjadi pintu masuk dari luar. Sementara zona kuning adalah yang juga menjadi pintu masuk dari daerah lain. Sementara untuk zona biru, yang masih masuk kategori tidak terlalu berbahaya,” ujar Sekda, saat mengikuti Video Conference yang dipimpin Plt Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori dari Jakarta, Jumat (3/4) sore.

Untuk langkah penanganan secara medis, Sekda menjelaskan bahwa Pemprov menargetkan sebanyak 1.500 ruang isolasi untuk PDP Covid-19, dimana sudah ada 5 Rumah Sakit yang siap menjalankan protokol kesehatan khusus wabah ini, yakni RS GL Tobing, Martha Friska (I dan II), Abdul Madan dan Gunungsitoli.

“Selain itu ada juga sebanyak 206 Rumah Sakit yang tersebar di Sumut. Untuk bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari pusat telah kami terima sebanyak 2.850 unit dan sebanyak 10.800 alat rapid tes. Saat ini kami sudah memesan 10 ribu APD dan baru 2.000 yang terkirim,” sebutnya.

Sedangkan untuk antisipasi dampak sosial ekonomi masyarkat, ketersediaan anggaran saat ini di Pemprov Sumut (APBD) ada Rp500 Miliar yang dialokasikan.

Namun dengan perkembangan dan kondsi dimaksud, gugus tugas kata Sabrina, memperkirakan kebutuhannya menjadi Rp825 miliar.

“Untuk itu kami akan lakukan perubahan fokus anggaran kedua. Selanjutnya seperti yang kami pertanyakan ke Kemendagri, bahwa untuk insentif petugas medis yang bekerja, menjadi tanggungan dari daerah masing-masing (Pemprov) yang menyediakan,” jelasnya kepada wartawan usai menyampaikan laporan.

Begitu juga untuk memastikan anggaran jaring pengaman sosial, lanjut Sekda, Pemprov akan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, khususnya pemerintah kabupaten/kota agar pendataan lebih tepat dan anggaran yang dikeluarkan tidak tumpang tindih.

Dari pembahasan tersebut, pemerintah pusat mempersilakan daerah untuk melakukan perubahan fokus anggaran untuk diarahkan kepada langkah penanganan wabah Covid-19.

Dalam pertemuan jarak jauh tersebut, Plt Sekjen Kemendagri Muhamad Hudori bersama Dirjen Keuangan Daerah Kemenkeu dan Dirjen Otda Kemendagri menyebutkan, penanganan Covid-19 yang tengah mewabah saat ini dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit dari pemerintah, mulai dari pusat hingga provinsi dan kabupaten/kota.

Sehingga dalam arahannya, pemerintah pusat mempersilahkan kepada pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten kota untuk melakukan perubahan prioritas anggaran atau fokus anggaran yang bisa dialokasikan guna menangani bencana non alam ini di daerah masing-masing.

Adapun keperluan dimaksud seperti penyediaan fasilitas penanganan pasien dalam pengawasan (PDP) mulai dari Rumah Sakit dan tempat lainnya yang dianggap layak untuk isolasi dan perawatan. Selanjutnya biaya untuk tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam menangani pasien, termasuk alat kelengkapan medis, meskipun sebagian telah diberikan bantuan dari pusat guna membantu pengadaannya.

“Untuk pemberian jaring pengaman sosial, Instruksi Mendagri Nomor 1/2020 bisa diberikan sepanjang (masyarakat) dianggap punya risiko sosial karena wabah Covid-19 ini. Pemberian bisa berupa bantuan logistik seperti pekerja sektor informal terkait masalah keberlangsungan hidup. Kebutuhan bisa dihitung sesuai kebutuhan daerah. Makanya antara Pemda dan Pemprov harus saling koordinasi,” ujar Plt Sekjen Kemendagri didampingi Ditjen Otda.

Polri Jamin Stok & Harga Bahan Pokok

Terpisah, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui Polrestabes Medan memberikan dukungan penuh dalam membantu seluruh pihak dan masyarakat, dalam upaya penanganan wabah Covid-19. Khususnya dalam penegakan hukum dan pengamanan wilayah, ketersediaan bahan kebutuhan pokok, dan keperluan kesehatan untuk warga.

“Penegakan hukum di sini terkait jaminan ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga, khususnya alat kesehatan dan obat-obatan, dalam rangka mendukung percepatan penanganan Covid-19. Kami juga menjamin ketersediaan dan stabilitas harga bahan kebutuhan pokok masyarakat,” ujar Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Edison Isir, dalam siaran persnya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Kantor Gubernur Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (3/4).

Dikatakan Isir, terkait wabah ini, pihaknya telah mengambil berbagai langkah operasi Satgas Amanusa II dengan pola pemolisian masyarakat. “Pola pemolisian yang kami lakukan mulai dari kegiatan deteksi, terkait dengan identifikasi, inventarisasi dan pemetaan persebaran wabah Covid-19, juga dampak serta implikasi lebih lanjut dari wabah ini,” paparnya.

Adapun bidangnya meliputi sosial budaya, sosial ekonomi maupun sosial keamanan. Sementara langkah kegiatan yang lain yakni bersifat pre-emtif yang bertujuan meningkatkan atau membangun kesadaran warga tentang Covid-19, termasuk penyebaran dan cara mencegahnya.

“Pola selanjutnya, sifatnya preventif. Tergabung dalam Gugus Tugas Penanganan Covid-19, mulai dari kegiatan penyemprotan disinfektan, pemasangan atau instalasi tempat pencucian tangan, pembagian masker serta cairan pencuci tangan (hand sanitizer). Ini pun terus kita dorong,” sebutnya.

Begitu juga upaya pengamanan, lanjut Isir, seperti saat proses pemakaman bagi pasien yang meninggal dunia. Termasuk juga mengamankan atau menjamin ketersediaan alat kesehatan, obat-obatan serta stabilitas bahan pokok melalui Satgas bantuan operasi.

“Kami juga fokus untuk menjamin personel di Polrestabes dan Polsek jajaran, bisa tetap sehat dan mampu mendukung pelaksanaan tugas pengamanan warga dari wabah Covid-19,” tegasnya.

Isir juga mengingatkan agar warga bisa disiplin menjaga jarak sosial dan fisik (social distancing-physical distancing) sekurangnya 1,5 meter. Imbauan itu pun telah mereka sampaikan melalui berbagai media, baik secara daring maupun selebaran dan poster di beberapa tempat yang menjadi wilayah hukum Polrestabes Medan.

“Jumlah personel sejauh ini ada 662 orang, baik yang ada di fungsi deteksi, pengemban fungsi pre-emtif, pencegahan hingga penegakan hukum,” katanya.

Sementara guna membatasi gerak masyarakat, Isir juga menyampaikan, langkah polisi adalah menutup sejumlah ruas jalan di Kota Medan, mengambil tindakan bagi wahana permainan yang masih buka serta tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa, untuk menjamin keselamatan 2,5 Juta warga di wilayah hukum mereka.

“Oleh karena itu kami menjamin para pelaku usaha, baik mikro, kecil dan menengah dalam berusaha. Silakan tetap beraktivitas sehingga roda perekonomian bisa berjalan. Namun saya harapkan juga seluruh warga dapat mendukung upaya pemerintah dan segenap pemangku kepentingan dalam menanggulangi wabah ini dengan disiplin.

Selain itu lanjutnya, Polrestabes Medan meminta masyarakat di sekitar Rumah Sakit (RS) rujukan pasien Covid-19 untuk tidak panik atau takut berlebihan. Sebab seluruh perangkat dan protokol kesehatan tetap dijalankan sebagaimana mestinya, sehingga proses perawatan dan pengobatan berjalan lancar.

“Terkait dengan RS, berkat kerja sama dengan kawan-kawan dari Kodim dan Satpol PP melaksanakan pengamanan di zona dua, deteksi dan pemahaman kepada warga di sekitar RS agar tetap tenang, tidak panik atau takut. Kami yakin dan percaya dengan gotong royong, Sumut lawan Covid-19 bersama kita bisa menangani wabah ini baik di Kota Medan maupun Sumut dan secara umum di Indonesia,” pungkasnya.

Pemda Dipersilakan Ubah Fokus Anggaran

Positif Corona 1.986 Kasus

Secara nasional, total kasus pasien positif corona di Indonesia sebanyak 1.986 orang.

“Terdapat penambahan kasus konfirmasi positif baru sebanyak 196. Jadi total kasus positif 1.986,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resminya di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Kamis (3/4).

Mengacu temuan kasus, Yuri menyebut, penularan corona masih terjadi. Dia pun meminta masyarakat bisa mematuhi imbauan pemerintah seperti rajin cuci tangan, jaga jarak, dan hindari tempat padat.

“Sekali lagi, gambaran ini menunjukkan proses penularan masih berlangsung di luar. Pertimbangkan kembali kalau berpergian. Tempat paling aman di rumah. Ini Penting. Saya menyarankan tidak usah bepergian. Apalagi dari data, kasus ini bertambah banyak,” ungkap dia.

Selain membeber jumlah kasus positif, Yuri menjelaskan bahwa pihaknya juga menemukan sebanyak 22 pasien sembuh per Kamis ini. Total pasien corona yang sembuh sebanyak 134 orang.

“Kemudian ada meninggal 11. Jadi kasus meninggal sebanyak 181 kasus,” tutur dia. (prn/mg10/jpnn)

M Aulia Rizky Agsa, Pasien Pertama Sembuh di Sumut

TELE CONFERENCE: Sekda Provinsi Sumatera Utara, R Sabrina melaksanakan teleconfrence dengan Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kemendagri, Muhammad Hudor, bersama para pejabat daerah yang ada di Indonesia, di  Ruang Sumut Smart Province Lantai 6 Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Jumat (3/4). Veri Ardian/Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut
TELE CONFERENCE: Sekda Provinsi Sumatera Utara, R Sabrina melaksanakan teleconfrence dengan Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kemendagri, Muhammad Hudor, bersama para pejabat daerah yang ada di Indonesia, di  Ruang Sumut Smart Province Lantai 6 Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Jumat (3/4). Veri Ardian/Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Sumatera Utara, M Aulia Rizky Agsa, bakal menjadi pasien pertama yang sembuh dari Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Sumatera Utara. Politisi Partai Gerindra tersebut bahkan sejatinya sudah boleh pulang oleh pihak RSUP H Adam Malik Medan, pada 2 April kemarin. Namun kepulangan ditunda hingga hasil laboratorium (swab Kementerian Kesehatan) —yang menyatakan negatif corona— keluar.

KABAR BAIK ini pun diamini sang ayah, Agustama. “Alhamdulillah dia sudah sehat. Dinyatakan sembuh dari Covid-19. Saya sudah dihubungi oleh pihak RS Adam Malik. Harusnya 2 April sudah boleh pulang. Tapi saya bilang nanti saja bila hasil laboratorium sudah keluar. Biar pasti dan tak ada keraguan lagi,” katanya menjawab Sumut Pos, Jumat (3/4).

Hemat Agustama, pihak Kementerian Kesehatan saat ini menerima banyak permohonan dari semua provinsi guna mengecek pasien positif atau negatif Covid-19. “Yang dilayani ‘kan banyak, tak hanya dari Sumut. Jadi kita bersabarlah menunggu hasil itu. Namun secara kondisi, Rizky sudah dinyatakan sembuh. Alhamdulillah,” kata dia.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Sumut ini mengungkapkan, sejak 20 Maret lalu, anaknya menjalani perawatan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) positif corona. Namun lantaran Aulia Rizky Aqsa tidak memiliki penyakit bawaan dalam tubuhnya, memudahkan penyembuhan total dari Covid-19.

“Aulia juga tekun mengikuti perawatan dari tim medis selama diisolasi. Dia punya tekad yang kuat untuk sembuh. Di samping memang tidak punya penyakit bawaan dan mau menjalani isolasi 14 hari. Jadi ya alhamdulillah sekali mendengar kabar bahwa dia sekarang sudah negatif dan sembuh,” pungkasnyan

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah, juga mengungkapkan, di antara semua PDP positif corona di Sumut, kemungkinan besar yang akan sembuh perdana ialah Aulia Aqsa.

“Peluang terbesar sembuh pertama itu Aulia. Mungkin dalam minggu ini sudah ada hasil resminya keluar. Kayaknya kita nanti perlu meminta testimoni beliau setelah sembuh, supaya dapat memotivasi pasien lain dan juga masyarakat,” katanya.

Diakui Sekretaris Dinkes Sumut ini, kejujuran Aulia di tahap awal bahwa ada alami gejala aneh seperti Covid-19 di tubuhnya, lalu dengan sukarela memeriksakan diri ke rumah sakit, sangat membantu mempercepat penyembuhan dari infeksi virus corona.

“Sikap Aulia ini bagus dan positif sekali. Tidak banyak orang yang bisa seperti itu. Ketika dia pulang dari Manado sehabis kunjungan kerja, ia merasakan ada hal aneh dalam tubuhnya. Langsung periksa dan siap jalani isolasi setelah hasilnya positif. Karena kejujurannya itu, kontak erat Aulia ketika di Manado pun, langsung periksa dan menjadi ODP (Orang Dalam Pemantauan),” katanya.

Aulia Aqsa sebelumnya mengaku dirinya dinyatakan positif kena Covid-19. Informasi itu disampaikan sendiri oleh Aulia Rizky, lewat pesan yang disebarkan ke grup-grup WhatsApp wartawan, Selasa (24/3) malam.

“Selamat sore rekan-rekan dan senior Fraksi Gerindra. Saya sudah keluar hasil dan dinyatakan positif corona. Saya berharap senior Fraksi Gerindra memeriksakan diri ke rumah sakit Adam Malik, karena saya secara fisik sehat tetapi dinyatakan positif corona. Terutama pak Dachi @ThomasDhaci,n karena saya mulai sakit ketemu pak Dachi di bandara di Jakarta. Semoga bisa secepatnya senior-senior dapat memeriksakan dirinya,” bunyi pesan dari Aulia.

Fraksi Partai Gerindra DPRD Sumut, yang dikonfirmasi Rabu (25/3), membenarkan informasi mengenai status positif Aulia. “Fix, betul. Tapi kondisinya baik,” ungkap Sekretaris Fraksi Gerindra DPRDSU, Gusmiyadi menjawab Sumut Pos.

Positif Corona di Sumut Jadi 36 Orang

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah sempat bertahan selama satu hari, angka kasus pasien positif virus Covid-19 di Sumut kembali bertambah.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut hingga Jumat (3/4) sore, angkanya sudah menjadi 36 orang. Sebelumnya pada Kamis (2/4), jumlah kasus positif Covid-19 hanya 30 orang.

“Kasus Covid-19 positif sebanyak 36 jiwa. 11 kasus di antaranya hasil dari rapid test (alat tes cepat),” ujar Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, Mayor Kes dr Whiko Irwan dalam keterangan pers melalui video streaming, Jumat (3/4) sore.

Sementara, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mengalami peningkatan 11,5 persen, dari sebelumnya 84 orang menjadi 95 orang.

Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) mengalami penurunan sebesar 12,4 persen, dari 3.338 orang menjadi 2.969 jiwa.

Dalam rangka penanganan Covid-19 di Sumut, Pemprovsu sudah menunjuk 5 rumah sakit rujukan utama, yakni RSUP H Adam Malik, RSUD Kabanjahe, RSUD Djasamen Saragih, RSUD Tarutung, dan RSUD Padangsidimpuan.

Selain itu, kata dr Whiko, juga disiapkan beberapa rumah sakit rujukan dan fasilitas yang ada untuk evakuasi, dengan jumlah kurang lebih 1.500 kamar. Antara lain, RS GL Tobing sebanyak 49 kamar, RS Martha Friska Medan 230 kamar, RSUD Abdul Manan Simatupang 12 kamar, RSUD Gunung Sitoli 36 kamar, serta juga disiapkan rumah-rumah sakit darurat sebanyak 1.168 kamar.

“Pemprovsu bersama kabupaten/kota saat ini juga telah menyiagakan sebanyak 206 rumah sakit yang tersebar di Sumut,” jelasnya.

Menurut Whiko, ada dua hal yang sangat mempengaruhi menurun atau meningkatnya kasus Covid-19 di Sumut. Keduanya itu, yakni upaya pencegahan yang dilakukan, serta adanya faktor keramaian.

Jika partisipasi masyarakat kurang melakukan pencegahan, serta kurang patuh terhadap imbauan menghindari keramaian, bisa menyebabkan peningkatan kasus Covid-19 beberapa kali lipat dalam satu sampai dua minggu ke depan.

“Sebaliknya, apabila upaya pencegahan intens kita lakukan dan menekan tingkat keramaian, maka angka Covid-19 akan jauh menurun. Dengan begitu, wabah ini akan dengan mudah kita atasi bersama,” sebutnya.

Untuk itu, Whiko berharap masyarakat menjalankan aturan dari pemerintah, yaitu menghindari tempat keramaian, dan selalu pastikan kondisi kesehatan. Tetap tinggal di rumah, menutup sementara pusat perbelanjaan dan mal, meliburkan sementara kegiatan rumah ibadah, pertokoan dan perkantoran, hingga meniadakan kegiatan konser, undangan pesta pernikahan, reuni, dan kegiatan lain yang mengumpulkan banyak orang. Juga menutup sementara waktu tempat-tempat wisata dan liburan.

“Bahkan untuk warga yang berbelanja makanan di rumah makan, diimbau tidak makan di rumah makan tersebut. Melainkan makanan yang dibeli dibungkus dan dimakan di rumah masing-masing. Demikian juga kegiatan perdagangan di pasar tradisional yang sampai saat ini masih dilakukan di beberapa tempat, diimbau agar tetap menjaga jarak kurang lebih 2 meter, gunakan masker, serta cuci tangan dengan sabun. Hal-hal tersebut dilakukan semata-mata untuk memutus mata rantai penularan virus corona,” tukasnya. (prn/ris)

Forkopimcam dan Koti MPC PP Sergai Semprotkan Disinfektan di Pantai Cermin

SEMPROT: Forkopimcam Pantai Cermin bersama Koti MPC PP Sergai wilayah Pantai Cermin melakukan penyemprotan disinfektan se-Kecamatan Pantai Cermin, Selasa (31/3). surya/sumut pos
SEMPROT: Forkopimcam Pantai Cermin bersama Koti MPC PP Sergai wilayah Pantai Cermin melakukan penyemprotan disinfektan se-Kecamatan Pantai Cermin, Selasa (31/3). surya/sumut pos
SEMPROT: Forkopimcam Pantai Cermin bersama Koti MPC PP Sergai wilayah Pantai Cermin melakukan penyemprotan disinfektan se-Kecamatan Pantai Cermin, Selasa (31/3). surya/sumut pos
SEMPROT: Forkopimcam Pantai Cermin bersama Koti MPC PP Sergai wilayah Pantai Cermin melakukan penyemprotan disinfektan se-Kecamatan Pantai Cermin, Selasa (31/3). surya/sumut pos

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Antisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kecamatan Pantai Cermin, Forkopimcam Pantai Cermin bersama Komando Inti (Koti) MPC PP Sergai wilayah Pantai Cermin melakukan penyemprotan disinfektan secara masal se-Kecamatan Pantai Cermin, Selasa (31/3).

Penyemprotan diawali dari Puskesmas Pariwisata Pantai Cermin, Mapolsek Pantai Cermin, Fasilitas umum, Masjid, rumah penduduk dan kantor Kepala Desa yang tersebar diseluruh Kecamatan Pantai Cermin.

Sebelum dilakukan penyemprotan, terlebih dahulu dilakukan apel bersama yang dipimpin oleh Camat Aminuddin S.Sos mengatakan, penyemprotan ini dilakukan secara masal diseluruh daerah gunanya untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19) dan memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

Selain itu, Aminuddin juga menghimbau kepada warga agar selalu mematuhi semua himbauan yang telah dibuat oleh Pemerintah maupun Polri, agar tidak melakukan aktifitas ditempat keramaian dan tetap menjaga kebersihan, mencuci tangan denagn menggunakan sabun maupun hand sanitizer, kata Aminuddin.

Menurut Aminuddin, penyemprotan masal yang dilakukan ini melibatkan seluruh unsur Forkopimcam Pantai Cermin bekerja sama dengan Koti PP MPC Sergai wilayah Pantai Cermin. Selain penyemprotan, Forkopimcam Pantai Cermin juga membentuk Satgas penanganan dan pencegahan virus Corona (Covid-19) di setiap Desa.

“Nantinya, tugas utama dari Satgas ini adalah mendata warga yang baru pulang dari luar daerah maupun luar negeri, begitu juga dengan pendatang baru,” tutur Aminuddin.

Pada kesempatan itu Komando Regu (Danru) Koti MPC Sergai wilayah Pantai Cermin Edi Suroso mengatakan siap membantu Pemerintah maupun Kepolisian dalam mengantispasi dan pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kecamatan Pantai Cermin.

Menurut Edi Suroso, Pemuda Pancasila (PP) siap selalu membantu Pemerintah maupun Polri dalam mengantisipasi dan pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19), disamping itu kesadaran masyarakat juga sangat diperlukan untuk mengantisipasi pencegahan penyebaran virus ini, kata Edi Suroso atau yang kerap disapa Pencet.

Penyemprotan masal ini, melibatkan 65 anggota PP terdiri dari PAC dan Ranting Kecamatan Perbaungan dan Pegajahan.Disela-sela penyemprotan ini, Pemuda Pancasila juga melakukan sosialisasi langsung ke rumah warga.

Pencet pun mengimbau, kepada warga untuk menghindari tempat keramaian, tetap selalu melakukan social distancing menjaga jarak satu dengan lainnya, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, gunakan APD seperti masker. Karena mengingat virus corona ini bisa menyerang siapa saja, terlebih dari faktor kekebalan tubuh (Imun) yang kurang sehat, ucap Pencet. (sur/han)

Bank Sumut Stabat Sumbangkan 2.000 Sabun ke Masyarakat

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bank Sumut Cabang Stabat Kabupaten Langkat memberikan bantuan 2.000 sabun anti bakteri kepada masyarakat. Bantuan tersebut diberikan melalui Dinas Kesehatan Langkat, Jumat (3/4).

Seksi Operasional Bank Sumut Cabang Stabat, Amsir Oloan Batubara mengharapkan, bantuan tersebut kiranya dapat membantu masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan dan terhindar dari infeksi virus Corona.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Mulyono juga memberikan masker dan Hand Sanitizer kepada seluruh staf yang bertugas di 23 kecamatan.

Selain itu juga menyiapkan teremoskener untuk memeriksa suhu tubuh para staf dan masyarakat yang mengurus administrasi kependudukan.

“Jumlah staf kami seluruhnya 156 orang, meraka masing-masing mendapatkan 2 masker. Untuk handsanitizer mendapatkan 250 liter di setiap kecamatan,” kata Mulyono.

Mulyono menjelaskan, Disdukcapil menyediakan layanan WA untuk pengurusan administrasi kependudukan dengan nomor kontak 085262109812 pengurusan e- KTP, nomor kontak 085262109813 pengurusan akta kelahiran.

Selain itu, nomor kontak 085262109814 pengurusan Akta Nikah dan Kematian, nomor kontak 085262109817 pengurusan Konsulidasi Data dengan nomor kontak 085262109815. (yas/han)

IPK Karo Buka Dompet Peduli Covid-19

BERSAMA: Ketua DPD IPK Karo Gembira Ginting didampingi Sekretaris Bistok Situmorang dan Wakil Ketua DPD IPK Karo, Davit Kristian Sitepu saat memberi imbauan peduli COVID-19. solideo/SUMUT POS
BERSAMA: Ketua DPD IPK Karo Gembira Ginting didampingi Sekretaris Bistok Situmorang dan Wakil Ketua DPD IPK Karo, Davit Kristian Sitepu saat memberi imbauan peduli COVID-19. solideo/SUMUT POS
BERSAMA: Ketua DPD IPK Karo Gembira Ginting didampingi Sekretaris Bistok Situmorang dan Wakil Ketua DPD IPK Karo, Davit Kristian Sitepu saat memberi imbauan peduli COVID-19. solideo/SUMUT POS
BERSAMA: Ketua DPD IPK Karo Gembira Ginting didampingi Sekretaris Bistok Situmorang dan Wakil Ketua DPD IPK Karo, Davit Kristian Sitepu saat memberi imbauan peduli COVID-19. solideo/SUMUT POS

KARO, SUMUTPOS.CO – Ancaman virus Corona (COVID-19) telah membawa dampak buruk bagi perekonomian masyarakat, khususnya di Kabupaten Karo. Untuk mengantisipasi hal tersebut Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Pemuda Karya ( IPK) Kabupaten Karo melakukan aksi peduli COVID-19 dengan membuka dompet amal dengan membuka rekening DPD IPK Kab. Karo Peduli COVID-19. Pembukaan pengumpulan dana melalui dompet/ layanan amal ini sudah dimulai pada Sabtu (28/3) lalu.

“Pengumpulan dana ini dilakukan untuk antispasi krisis di Kab Karo melihat dana dari Pemerintah Kabupaten juga minim dalam penanggulangan penyebaran COVID – 19. Mudah-mudahan dengan niat yang bersih dana yang terkumpul nantinya bisa membantu para korban dampak dari virus Corona dengan menukar donasi uang menjadi sembako atau barang-barang yang bermanfaat bagi masyarakat Karo. Walau sedikit tapi kita dari DPD IPK ingin ikut berbuat,” kata Gembira Ginting selaku Ketua DPD IPK Kabupaten Karo.

Gembira Ginting didampingi Sekretaris Bistok Situmorang dan Wakil DPD IPK Kab. Karo, Davit Kristian Sitepu melalui video layanan amal yang disebar di media sosial. Dalam pesannya, Wakil Ketua DPRD Karo itu mengajak rekan dan saudara saudara, saatnya kita bersatu tidak lagi saling menyalahkan melawan penyebaran COVID-19.

Dana yang terkumpul akan kita update terus di media sosial agar bisa dipantau langsung oleh para penyumbang dan penyerahannya juga akan kita lakukan secara transfaran dan terbuka.

Danu Sebayang SH MH pengacara dan penasehat hukum yang berdomisili di Jakarta yang pertama kali memberi donasi sebesar Rp 1.000.000 langsung ke rekening DPD IPK Peduli COVID – 19, mengapresisasi gerakan sosial yang di lakukan IPK Karo ini dengan mengajak rekan-rekan yang punya materi yang berlebih, agar bisa membagi melalui layanan amal IPK Karo.

Danu juga menyampaikan, agar donasi yang diberikan bisa bermanfaat nantinya. Jesaya Pulungan dan Alvi Anbri yang memegang Rekening IPK Peduli COVID 19 menyampaikan daftar penyumbang yang sudah masuk ke rekening DPD IPK Kab Karo Peduli COVID-19 mulai tanggal ( 28/3 ) sampai (29/03 ) sudah terkumpul sebanyak Rp. 2.400.000 .

Berikut alamat rekening dan Call Center bagi yang ingin ikut berbagi : Atas nama DPD IPK Kab Karo Peduli COVID – 19 ( Bank BRI No Rek 3833 -01 – 034704-53-9 ). (deo)

Senin, PN Binjai Gelar Sidang Secara Online, Tahanan Tidak ke Luar Lapas

SIDANG ONLINE: Tampak suasana sidang PN Labuhanbatu dilakukan secara online, kemarin. Untuk PN Binjai sidang online seperti ini akan dilakukan, Senin (6/4).
SIDANG ONLINE: Tampak suasana sidang PN Labuhanbatu dilakukan secara online, kemarin. Untuk PN Binjai sidang online seperti ini akan dilakukan, Senin (6/4).
SIDANG ONLINE: Tampak suasana sidang PN Labuhanbatu dilakukan secara online, kemarin. Untuk PN Binjai sidang online seperti ini akan dilakukan, Senin (6/4).
SIDANG ONLINE: Tampak suasana sidang PN Labuhanbatu dilakukan secara online, kemarin. Untuk PN Binjai sidang online seperti ini akan dilakukan, Senin (6/4).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pandemi Virus Corona (Covid-19) membuat pelayanan dan kegiatan menjadi serba online atau melalui video streaming. Seperti halnya di Kota Binjai.

Pengadilan Negeri (PN) Binjai sudah meliburkan sementara sidang selama dua pekan atau sejak Hari Raya Nyepi 2020 kemarin. Dijadwalkan, persidangan tindak pidana akan digelar secara online atau melalui video streaming pada Senin (6/4) mendatang.

“Sudah ada koordinasi dan dibahas antara Kejaksaan dengan Pengadilan Negeri dan Lembaga Pemasyarakatan terkait sidang secara online ini. Dijadwalkan tanggal 6 April 2020 ini baru mulai, sempat tertunda karena PN meliburkan sidang selama 2 minggu,” jelas Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Binjai, Fahmi Jalil, Jum’at (3/4).

Menurut dia, yang dibahas soal teknis jalannya sidang online. Adalah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan majelis hakim akan berada di kantornya masing-masing.

“Atau bisa juga JPU ke Pengadilan Negeri. Jadi majelis dan jaksa di Pengadilan Negeri, sementara tahanan tetap di lapas. Intinya, tahanan enggak keluar dari lapas,” beber Fahmi.

Menurut dia, Kejari dan PN Binjai sudah mengambil keputusan agar sidang digelar secara online. Langkah ini diambil untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona. Namun, pelaksanaan tertunda. Sebab, PN meliburkan sementara sidang selama dua pekan.

“Di Kantor Kejari, peralatan dan perangkatnya sudah siap. Namun, tetap bergantung pada sinyal,” ujar dia.

Fahmi menambahkan, sejauh ini pelaksanaan pemberkasan tetap berjalan seperti biasa dari polisi ke jaksa. “Pemberkasan masih berjalan seperti biasa,” kata dia.

Sementara, Kalapas Kelas II A Binjai, Maju Siburian sudah mendengar kabar sidang melalui video streaming tersebut. Dia mengamini, kalau tahanan tetap berada di Lapas.

Tidak dibawa keluar ke PN, sebagaimana seperti yang telah berjalan. “Jadi, tahanan yang di Lapas, tetap di Lapas. Hakim dan jaksa di PN,” beber dia.

“Untuk perangkat sudah aman, sudah kami siapkan. Perangkatnya itu juga sudah tersambung ke PN,” tandasnya. (ted/azw)