29 C
Medan
Tuesday, January 13, 2026
Home Blog Page 4341

Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Tebingtinggi, Warga Pendatang Jalani Cek Kesehatan

SEMPROT: Tim gabungan Satpol PP, Dishub, Dinkes, Polri dan TNI melakukan penyemprotan dan pemeriksaan kepada penumpang AKDP.
SEMPROT: Tim gabungan Satpol PP, Dishub, Dinkes, Polri dan TNI melakukan penyemprotan dan pemeriksaan kepada penumpang AKDP.
SEMPROT: Tim gabungan Satpol PP, Dishub, Dinkes, Polri dan TNI melakukan penyemprotan dan pemeriksaan kepada penumpang AKDP.
SEMPROT: Tim gabungan Satpol PP, Dishub, Dinkes, Polri dan TNI melakukan penyemprotan dan pemeriksaan kepada penumpang AKDP.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Antisipasi Penyebaran Covid 19 di wilayah Kota Tebingtinggi, tim gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub), Sat Lantas Polres Tebingtinggi, TNI, Satpol PP dan Dinas Kesehatan (Dinkes) memberhentikan sejumlah bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang masuk ke eks Terminal Bandar Kajum untuk menjalani beberapa pemeriksan, Kamis (2/4).

Tim gabungan melakukan cek kesejatan kepada suhu tubuh penumpang, penyemprotan disinfektan kepada seluruh penumpang dan kendaraan saat menurunkan penumpang di Kota Tebingtinggi.

Bus penumpang yang menjalani pemeriksaan seperti bus Sandra Prima jurusan Medan Tebingtinggi dan sebaliknya, bus Rajawali kecil dan bus lainnya, sedangkan angkutan CV Prima Jaya sudah tidak beroperasi semenjak tanggal 1 April 2020.

Kadis Perhubungan Kota Tebingtinggi, Safrin Harahap mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Tebingtinggi.

“Tim dari Dinkes Tebingtinggi memakai pakaian APD memeriksa suhu tubuh penumpang, kemudian penumpang disemprot disinfektan. Setelah itu, penumpang bisa turun dan masuk ke Tebingtinggi,” jelasnya.

Menurut Safrin, pemeriksaan terhadap penumpang bus tersebut akan terus dilakukan, terutama nanti di terminal terminal bayangan seperti di simpang Medan, terminal Bandar Sakti dan Simpang Sibulan.

Sedangkan Juru Bicara penangan penyebaran Covid 19 Kota Tebingtinggi melalui siaran persnya menyatakan, saat ini terdata sebanyak 326 Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan masih menjalani isolasi secara mandiri di rumah, sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) saat ini tercatat sebanyak 4 orang, dua orang masih dirawat di RS GL Tobing Tanjung Morawa dan 2 orang dirawat di RSUD dr Kumpan Pane Kota Tebingtinggi.

“Dari dua orang PDP, satu darinya merupakan warga Kabupaten Serdangbedagai. Gejala yang timbul dari PDP adalah ispa, demam dan batuk. Saat ini kondisi kedua orang PDP sudah mulai membaik,” paparnya. (ian/han)

Akibat Pandemi Covid-19, 39 Proyek di Dinas PUPR Dairi Dihentikan

Jelaskan: Plt Kepala Bappeda Dairi, Romedi Bangun (kanan) saat menjelaskan penghentian proyek DAK akibat pandemi virus Corona. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
Jelaskan: Plt Kepala Bappeda Dairi, Romedi Bangun (kanan) saat menjelaskan penghentian proyek DAK akibat pandemi virus Corona. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
Jelaskan: Plt Kepala Bappeda Dairi, Romedi Bangun (kanan) saat menjelaskan penghentian proyek DAK akibat pandemi virus Corona. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
Jelaskan: Plt Kepala Bappeda Dairi, Romedi Bangun (kanan) saat menjelaskan penghentian proyek DAK akibat pandemi virus Corona. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Akibat pandemi virus corona (covid-19), pengerjaan seluruh proyek bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) di Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Dinas Perhubungan dan Dinas Sosial Kabupaten Dairi dihentikan.

Demikian dikatakan pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Dairi, Romedi Bangun kepada wartawan, Kamis (2/4).

Romedi menerangkan, akibat pandemi virus Corona (Covid-19), Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengintruksikan penghentian proyek fisik DAK yang sedang maupun dalam proses pengadaan barang dan jasa, kecuali di bidang kesehatan dan pendidikan. “Memang masih ada verifikasi hingga 14 April 2020,” jelasnya.

Dia menerangkan, pekerjaan fisik yang dihentikan tersebut terdapat di Dinas PUPR, Dinas Perhubungan dan Dinas Sosial dengan jumlah anggaran sebesar Rp69 milliar lebih. “Memang, informasi dari OPD bersangkutan belum masuk tahap tender/ lelang, ujarnya.

Disebutkan Romedi, totaal DAK Kabupaten Dairi Tahun 2020 sebesar Rp109 miliar lebih baik reguler maupun penugasan. Dana tersebut diplot di Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan dan Dinas Sosial.

Proyek DAK yang dihentikan tersebut yakni pembangunan jalan dari DAK reguler sebesar Rp 33,2 milliar lebih dan DAK penugasan sebesar Rp 12,2 milliar lebih, pembangunan sanrana air minum dari DAK penugasan sebesar Rp4,1 milliar, pembangunan sanitasi DAK reguler sebesar Rp2,8 milliar dan DAK penugasan sebesar Rp4,4 milliar, pembangunan perumahan dari DAK penugasan sebesar Rp2,8 miliar lebih. Sementara di Dinas Perhubungan sebesar Rp379 juta dan di Dinas Sosil sebesar Rp 88 juta.

Sekretaris PUPR Dairi, Frianto Naibaho menjelaskan, ada 39 paket proyek fisik di Dinas PUPR Dairi, yang dananya bersumber dari DAK dengan jumlah anggaran Rp 63,5 milliar.

Di antaranya proyek pembangunan jalan 5 paket dengan kontruksi hotmik, pembangunan daerah irigasi 5 paket, bedah rumah 8 paket, pembangunan sarana air minum 4 paket dan pembangunan sanitasi 17 paket. “Jumlah proyek dari DAK tahun 2020 sebanyak 39 paket,” pungkasnya.(rud/han)

Jumlah ODP di Medan Perjuangan Meningkat

BERSAMA: Pemerintah Kecamatan Medan Perjuangan bersama stakeholder.
BERSAMA: Pemerintah Kecamatan Medan Perjuangan bersama stakeholder.
BERSAMA: Pemerintah Kecamatan Medan Perjuangan  bersama stakeholder.
BERSAMA: Pemerintah Kecamatan Medan Perjuangan bersama stakeholder.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jumlah orang dalam pengawasan (ODP) Covid -19 didaerah Kecamatan Medan Perjuangan terus meningkat. Data terupdate yang diterima dari Satgas Gugus Anti Corona Kecamatan Medan Perjuangan, dalam kurun satu minggu jumlah ODP bertambah 4 orang.

Sekertaris Kecamatan Medan Perjuangan, Zulahyudi Solin MAP, MSi menyebut, jumlah ODP di Kecamatan Medan Perjuangan per 2 April berjumlah 35 orang.

Sedangkan pada data pada 28 Maret jumlah ODP sebanyak 29 orang. “Dari data yang kita terima dari Ketua Satgas Medan Perjuangan dr Yusuf, jumlah ODP meningkat pada April dibanding pada Maret lalu,” terang Solin, Selas (2/4).

Sedangkan dalam status Pasien dalam pengawasan (PDP) ringan berjumlah 2 orang yang merupakan warga Jalan Pahlawan. Dalam riwayat perjalanan, di mana keduanya sempat bersentuhan warga Jakarta yang berkunjung ke Medan. “Ternyata warga Jakarta itu merupakan pasien dalam pengawasan Corvid – 19,” ungkapnya.

Untuk dua orang yang masuk status PDP tersebut, sambung Solin, sebelumnya telah dirujuk ke RS Pirngadi pada Maret lalu. Dan, setelah dirawat keduanya diperbolehkan pulang namun tetap dalam pengawasan.

“Untuk dua warga yang mengalami PDP ringan masih dilakukan isolasi mandiri di rumah dan dalam pengawasan pihak Puskemas,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya juga tengah melakukan pengawasan terhadap dua orang yang melakukan perjalanan ke luar kota. “Satu orang warga kelurahan Sei Kera Hilir I dan Kelurahan Tegal Rejo. Dan keduanya tengah melakukan isolasi di rumah dan dalam pemantauan setiap hari,” serunya.

Untuk pencegahan penyebaran virus corona, pihak kecamatan terus melakukan pemantauan dan sosialisasi kepada masyarakat di Medan Perjuangan dengan mengimbau menjaga kebersihan rumah, lingkungan, mencuci tangan dan menjaga jarak antar sesama serta bertahan di rumah. “Kita sama – sama berharap agar wabah ini segera berakhir dan tetap berupaya menjaga daya tahan tubuh,” pungkasnya.

Data update per 2 April 2020 untuk Kecamatan Medan Perjuangan jumlah ODP (Orang Dalam Pemantauan) yakni, Kel. Sei Kera Hilir I : 8 orrang, Kel. Pahlawan 4 orang, Kel. Sid.Barat I 6 orang, Kel. Pandau Hilir 10 orang, Kel. Sidorame Timur 7 orang. (rel)

Kerja Sama dengan Pelindo 1 dan Rumah Zakat, Jurnalis Medan Utara Semprot Disinfektan & Bagi Masker

BERSAMA: Jurnalis Medan Utara foto bersama sebelum melakukan penyemprotan disinfektan di Pondok Pesantren Tahfidz Al Quran dan Pendidikan Islam Nurul Azmi Jalan Rawe IX Kelurahan Tangkahan Medan Labuhan, Kamis (2/4)
BERSAMA: Jurnalis Medan Utara foto bersama sebelum melakukan penyemprotan disinfektan di Pondok Pesantren Tahfidz Al Quran dan Pendidikan Islam Nurul Azmi Jalan Rawe IX Kelurahan Tangkahan Medan Labuhan, Kamis (2/4)
BERSAMA: Jurnalis Medan Utara foto bersama sebelum melakukan penyemprotan disinfektan di Pondok Pesantren Tahfidz Al Quran dan Pendidikan Islam Nurul Azmi Jalan Rawe IX Kelurahan Tangkahan Medan Labuhan, Kamis (2/4)
BERSAMA: Jurnalis Medan Utara foto bersama sebelum melakukan penyemprotan disinfektan di Pondok Pesantren Tahfidz Al Quran dan Pendidikan Islam Nurul Azmi Jalan Rawe IX Kelurahan Tangkahan Medan Labuhan, Kamis (2/4)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jurnalis Medan Utara bekerja sama dengan Pelindo 1 dan Rumah Zakat yang peduli pencegahan virus corona, melaksanakan penyemprotan disinfektan.

Kegiatan sosial itu berlangsung di Pondok Pesantren Tahfidz Al Quran dan Pendidikan Islam Nurul Azmi Jalan Rawe IX Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (2/4).

Selain melaksanakan penyemprotan, para Jurnalis Medan Utara juga membagi-bagikan 500 masker gratis kepada warga masyarakat di persimpangan Jalan KL.Yos Sudarso/Jalan Titi Pahlawan Simpang Kantor, Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan.

Ketua Yayasan Waqaf Nurul Azmi Muhammad Nasir mengucapkan terima kasih kepada jurnalis Medan Utara Pelondo 1 dan Rumah Zakat yang telah melaksanakan bakti sosialnya di lingkungan pendidikan dalam upaya mencegah penularan virus corona (covid-19).

“Kami berharap agar penyemprotan disinfectan tidak hanya di lingkungan pondok pesantren saja, namun di tempat-tempat lainnya di wilayah Medan Utara juga harus dilaksanakan,” harap Muhammad Nasir.

Sementara itu, Ketua Jurnalis Medan Utara Toga Pasaribu menyebutkan, jurnalis sebagai garda terdepan dalam memberitakan isu-isu virus corona, turut serta mencegah sekaligus memutus rantai penyebaran virus yang mematikan ini. Caranya, melakukan penyemprotan disinfectan ke setiap sudut di lingkungan Pondok Pesantren dan Tahfiz Al Qur’an Nurul Azmi ini.

Selain itu, kata Toga, Jurnalis Medan Utara juga membagi-bagikan masker secara gratis kepada para pengendara kendaraan bermotor yang melintas di Jalan KL Yos Sudarso simpang Kantor. Hanya dalam hitungan detik, masker-masker gratis tersebut habis terbagi-bagi.

“Semoga dengan terlaksananya penyemprotan disinfectan ini, seluruh santri, staf pengajar dan warga masyarakat di lingkungan pondok pesantren terhindar dari wabah virus corona,” pungkas Toga.

Pantauan, penyemprotan di lingkungan Pondok Pesantren dan Tahfiz Al Quran Nurul Azmi di mulai dari asrama putri, asrama putri, ruang belajar, Masjid Al Falah dan setiap sudut lingkungan Pondok Pesantren tersebut. (fac/ila)

Lantamal I Berlakukan Protap Cegah Covid-19: Kapal Perang Disemprot Disinfektan

DISINFEKTAN: Lantamal I memberlakukan Protap bagi kapal perang yang bersandar di Dermaga Mako Lantamal, dengan mengecek kesehatan tubuh personel dan menyemprotkan cairan disinfektan sebagai pencegahan penyebaran virus corona.
DISINFEKTAN: Lantamal I memberlakukan Protap bagi kapal perang yang bersandar di Dermaga Mako Lantamal, dengan mengecek kesehatan tubuh personel dan menyemprotkan cairan disinfektan sebagai pencegahan penyebaran virus corona.
DISINFEKTAN: Lantamal I memberlakukan Protap bagi kapal perang yang bersandar di Dermaga Mako Lantamal, dengan mengecek kesehatan tubuh personel dan menyemprotkan cairan disinfektan sebagai pencegahan penyebaran virus corona.
DISINFEKTAN: Lantamal I memberlakukan Protap bagi kapal perang yang bersandar di Dermaga Mako Lantamal, dengan mengecek kesehatan tubuh personel dan menyemprotkan cairan disinfektan sebagai pencegahan penyebaran virus corona.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal – I) berlakukan prosedur dan tetap (Protap) bagi Kapal Perang atau KRI yang bersandar di Dermaga Mako Lantamal – I, Belawan.

Pemberlakukan itu sekaligus dilakukan dengan penyemprotan cairan disinfektan serta pengecekan kesehatan kepada Komandan beserta seluruh personel KRI Barakuda-633 yang baru sandar di Dermaga Mako Lantamal I Belawan, Kamis (2/4).

Komandan Lantamal I, Laksamana Pertama TNI Abdul Rasyid mengatakan, Lantamal I melaksanakan tugas dan fungsi pangkalan terhadap KRI yang sedang dan akan melaksanakan operasi, dengan adanya pandemi Covid-19 yang kini menjadi ancaman nasional.

“Tim Satgas Covid-19 Lantamal I akan melaksanakan protap tambahan terhadap kedatangan KRI atau kapal perang yang telah melaksanakan operasi dan sandar di dermaga Lantamal I untuk melakukan bekal ulang. Protap ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19,” kata Danlantamal I.

Sementara, Koordinator Satgas Covid-19 Lantamal I, Kolonel Laut (P) Tarus Rostiyadi yang juga menjabat Asops Danlantamal I mengatakan, pelaksanaan protap terhadap kapal yang sandar di dermaga Lantamal I akan dilakukan secara cermat dan terus dilaksanakan selama pandemi ini berlangsung.

“Kita juga memberlakukan dengan memberikan sosialisasi kepada anggota kapal yang datang dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Torus Rostiyadi.

Tim Satgas yang terdiri dari gabungan personel Dinas Kesehatan (Diskes) Lantamal I dan Rumkital Dr Komang Makes tersebut melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke seluruh personel KRI Barakuda-633, mengukur suhu tubuh dan memberikan hand sanitizer.

Selanjutnya, Tim Satgas Covid-19 Lantamal I melakukan penyemprotan di seluruh bagian vital kapal mulai dari haluan sampai buritan serta bagian dalam ruangan-ruangan yang berada di KRI Barakuda-633.

“Sampai dengan saat ini, Lantamal I sendiri masih memberlakukan protokol pengecekan suhu tubuh, penyemprotan cairan disinfektan bagi siapapun yang akan memasuki dan keluar Mako yang dilakukan di penjagaan Mako Lantamal I,” pungkas Asops Lantamal I. (fac/ila)

Diminta Beri Dispensasi Tagihan kepada Pelanggan, PDAM Tirtanadi Belum Merespon

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PDAM Tirtanadi Sumatera Utara dianggap belum berkontribusi meringankan beban masyarakat yang ekonominya terpuruk akibat terdampak virus corona atau Covid-19. Munculnya permintaan dispensasi diskon/gratis atas pembayaran rekening air belum direspon pejabat PDAM Tirtanadi.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Sumut tersebut, sepertinya lebih memilih tidak merespon keinginan masyarakat yang disuarakan wakil rakyat agar memberi dispensasi pembayaran tagihan air kepada pelanggan.

Sumut Pos kembali coba peroleh jawaban dari pihak PDAM Tirtanadi Sumut, Kamis (2/4). Namun, manajemen PDAM Tirtanadi terkesan diam seribu bahasa saat dikonfirmasi. Mulai dari Direktur Utama Trisno Sumantri, Sekretaris Perusahaan Humarka Ritonga, enggan mengangkat konfirmasi wartawan, baik melalui sambungan telepon maupun layanan WhatsApp.

Tak berhenti di situ, kepada Ketua Dewan Pengawas PDAM Tirtanadi Sumut, yang juga Sekdaprovsu R Sabrina, sudah coba dimintai pendapatnya mengenai usulan pihak legislatif tersebut. Upaya via layanan WA tersebut pun belum diresponnya.

“Mohon maaf, Bang, kalau saya tidak sebagai sekretaris perusahaan lagi, ke Pak Ritonga saja dikonfirmasi ya,” ungkap Jumirin, mantan Kabid Publikasi dan Informasi PDAM Tirtanadi Sumut, saat coba ditanyakan ihwal sudah adakah ia dengar wacana kebijakan pihaknya akan hal dimaksud.

Anggota DPRD Sumut, Yahdi Khoir mengatakan, semestinya PDAM Tirtanadi Sumut menerapkan stimulus serupa untuk membantu masyarakat kita yang memang ekonominya sedang lemah akibat dampak Covid-19.

Pihaknya menyarankan beberapa hal sebelum kebijakan dimaksud dapat diterapkan di lapangan. Pertama, PDAM Tirtanadi diminta memetakan semua jumlah pelanggannya. Kedua, mesti ada payung hukum berupa peraturan gubernur (pergub) untuk pelaksanaan kebijakan itu.

“Acuannya sangat bisa diambil dari apa yang telah presiden sampaikan saat pidato kemarin. Untuk yang stimulus dispensasi pembayaran pelanggan air PDAM, juga dapat dibagi sesuai pemetaan yang mereka lakukan. Tentu ada pelanggan dalam kategori ekonomi menengah ke atas, ada yang ekonomi menengah ke bawah,” ujar Yahdi Khoir.

Pelanggan menengah ke bawah tersebut, lanjut dia, bisa saja digratiskan selama tiga bulan ke depan. “Tapi paling penting mesti ada pergub-nya, supaya ada landasan untuk implementasinya. Sama seperti Perppu yang telah diterbitkan presiden,” terang dia.

Namun lebih penting lagi ketimbang ada kajian teknis semacam itu, menurut penasehat Fraksi PAN DPRD Sumut, PDAM Tirtanadi mesti menunjukkan kontribusi kepada masyarakat ditengah bencana kemanusiaan yang tengah dihadapi warga dunia saat ini, melalui dispensasi pembayaran tagihan air terhadap para pelanggannya.

“Setidaknya ada diskonlah yang mereka berikan. Seperti membayar setengahnya saja dari total tagihan pelanggan. Kembali ke pergub tadi, sebagai BUMD milik Pemprov Sumut, PDAM Tirtanadi mesti melakukannya supaya tidak ada kendala dalam penerapannya,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua fraksi PDIP DPRD Medan, Robi Barus. Dikatakan Robi, sudah sangat selayaknya PDAM Tirtanadi memberikan kebijakan berupa penggratisan atau keringanan tarif penggunaan air untuk para pelanggannya.

“Ini kan situasinya darurat, gak bisa lah disamakan dengan situasi pada hari biasanya. Saat ini masyarakat dirundung rasa khawatir untuk keluar rumah dalam mencari nafkah, sekaligus bentuk kepatuhan masyarakat kepada imbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah dalam kondisi seperti ini. Wajar sekali lah kalau tagihan pelanggan PDAM Tirtanadi diberi keringanan, bahkan digratiskan,” ujar Robi kepada Sumut Pos, Kamis (2/4).

Dikatakan anggota Komisi I DPRD Medan ini, saat ini masyarakat Kota Medan yang merupakan mayoritas pelanggan PDAM Tirtanadi sedang berjuang untuk bertahan hidup dari serangan Covid-19 yang sedang merebak di Kota Medan.

Masyarakat juga sedang bertahan dari biaya hidup yang terus harus ditanggung sekalipun penghasilan masyarakat harus turun drastis akibat tidak lagi bekerja maksimal seperti hari-hari sebelumnya.

“Sekarang masyarakat untuk biaya makan saja sudah kesulitan. Bagaimana lagi beratnya beban hidup mereka kalau harus juga membayar tagihan air PDAM yang cukup tinggi. Tolong lah, PDAM harus ada lah rasa empatinya,” tuturnya.

Diterangkan Robi, walaupun merupakan BUMD yang tujuannya untuk meraup keuntungan dan memberikan PAD, tapi dalam kondisi darurat, Pemerintah daerah selaku pemilik BUMD pastinya akan dapat mengesampingkan kepentingan keuntungan perusahaan untuk kepentingan masyarakat luas.

“PDAM itu kan BUMD-nya Provinsi. Nah, pemerintah provinsi sendiri yang sudah menetapkan Sumut dalam status Tanggap Darurat. Status itu sendiri sebenarnya sudah bisa dijadikan dasar bagi PDAM untuk membuat kebijakan-kebijakan yang sifatnya demi kepentingan rakyat, demi membantu masyarakat dalam situasi Tanggap Darurat ini. Bukan lagi memikirkan soal keuntungan, walaupun tujuan didirikannya Badan Usaha tentu untuk meraup keuntungan,” terangnya.

Dijelaskan Robi, harus ada rasa empati dari PDAM kepada masyarakat luas, terkhusus kepada para pelanggannya dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini. Apalagi meringankan beban para pelanggannya dengan menggratiskan tagihan penggunaan air adalah sebuah bentuk dukungan terhadap pemerintah pusat yang sudah terlebih dahulu memberikan keringanan bagi para pelanggan PLN.

“Jadi jangan pemerintah pusat saja yang bisa berbuat, pemerintah daerah beserta BUMD-nya juga harus bisa melakukan hal yang sama. Toh yang merasakan keringanan itu juga masyarakat Sumut dan Kota Medan pada khususnya. Mereka itu para pelanggannya yang selama ini sudah memberikan keuntungan bagi BUMD itu, PDAM harus bisa lah berempati,” jelasnya.

Apalagi, kata Robi, PDAM selama ini merupakan salah satu BUMD yang sering mengecewakan para pelanggannya, mulai dari kualitas air , kondisi air yang sering kali mati. (prn/map/ila)

Padahal kebutuhan masyarakat atas ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital, sehingga masyarakat yang menjadi pelanggannya sering mengalami kesulitan dalam beraktivitas.

Seperti diketahui, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan stimulus ekonomi kepada masyarakat menengah ke bawah yang terdampak pandemi Covid-19. Salah satu item stimulusnya, pembebasan biaya listrik 3 bulan pelanggan 400 VA, dan diskon 50% untuk pelanggan 900VA bersubsidi.

Kebijakan yang telah dituangkan dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) dan ditandatangani Presiden Joko Widodo, Rabu (1/4) ini, diharapkan dapat diikuti oleh PDAM Tirtanadi Sumut. (prn/map/ila)

Memutus Rantai Penyebaran Covid-19, Pemkab dan Polres Langkat akan Razia Keramaian

RAZIA KERAMAIAN: Sekdakab Langkat, Indra Solahuddin saat memimpin rapat bersama Satuan Gugus Tugas Pencegahan Covid-19, Polres, TNI yang menyekapati akan melakukan razia keramaian dalam memutus mata rantai Covid-19.
RAZIA KERAMAIAN: Sekdakab Langkat, Indra Solahuddin saat memimpin rapat bersama Satuan Gugus Tugas Pencegahan Covid-19, Polres, TNI yang menyekapati akan melakukan razia keramaian dalam memutus mata rantai Covid-19.
RAZIA KERAMAIAN: Sekdakab Langkat, Indra Solahuddin saat memimpin rapat bersama Satuan Gugus Tugas Pencegahan Covid-19, Polres, TNI yang menyekapati akan melakukan razia keramaian dalam memutus mata rantai Covid-19.
RAZIA KERAMAIAN: Sekdakab Langkat, Indra Solahuddin saat memimpin rapat bersama Satuan Gugus Tugas Pencegahan Covid-19, Polres, TNI yang menyekapati akan melakukan razia keramaian dalam memutus mata rantai Covid-19.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Satgas Gugus Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Langkat, Polres dan BNPB akan menggelar razia keramaian di sejumlah lokasi.

Sekdakab Langkat, dr. H. Indra Salahuddin mewakili Bupati Langkat Terbit Rencana PA mengatakan, pihaknya bersama Polres Langkat selama 4 hari ke depan, melakukan razia keramaian sekaligus mengimbau masyarakat untuk selalu mewaspadai infeksi virus Corona.

“Rencananya besok (hari ini-red) kita mulai melakukan razia keramaian,” sebut Indra, Kamis (2/4).

Tujuannya, lanjut Sekda, untuk memutuskan rantai penularan pandemi Covid-19 di Langkat. Sebab, kasus infeksinya kebanyakan dari keramaian.

“Kesepakatan ini untuk kebaikan bersama, jadi diharapkan seluruh masyarakat Langkat bisa memaklumi dan mentaati aturannya.” Imbuhnya

Sementara itu, Wakapolres menjelaskan, pelaksanaan razia keramaian dimulai dari Langkat Hulu. Pihaknya bersama Pemkab Langkat akan menurunkan puluhan personel. “Jadi semua anggota Satgas Gugus yakni Polres Langkat, Diskominfo, Dinkes dan BPBD Langkat, ikut terlibat di dalamnya,” sebut Wakapolres

Razia ini nanti, sambung Wakapolres, menggunakan mobil yang dilengkapi pengeras suara (TOA) serta alat kelengkapan lainnya sebagai penunjang pelaksanaan tugas di lapangan.

Kabid IKP Diskominfo Langkat, M. Faisal mewakili Kadis Kominfo, sangat mengharapkan kedewasaan masyarakat atas keputusan aturan menghindari keramaian untuk sementara waktu. “Tujuannya untuk kemaslahatan bersama.

Tugas kami ini adalah tugas kemanusiaan, dan kami harapkan dukungan semangat dari masyarakat,” imbuhnya. (yas/han)

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Karo Diperbaharui

GUGUS TUGAS: Bupati Karo, Terkelin Brahmana dan Dandim 0205/Tanah Karo, Letkol Inf. Taufik Rizal Batubara membahas perubahan gugus tugas penanganan Covid-19.
GUGUS TUGAS: Bupati Karo, Terkelin Brahmana dan Dandim 0205/Tanah Karo, Letkol Inf. Taufik Rizal Batubara membahas perubahan gugus tugas penanganan Covid-19.
GUGUS TUGAS: Bupati Karo, Terkelin Brahmana dan Dandim 0205/Tanah Karo, Letkol Inf. Taufik Rizal Batubara membahas perubahan gugus tugas penanganan Covid-19.
GUGUS TUGAS: Bupati Karo, Terkelin Brahmana dan Dandim 0205/Tanah Karo, Letkol Inf. Taufik Rizal Batubara membahas perubahan gugus tugas penanganan Covid-19.

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Dandim 0205/Tanah Karo Letkol Inf. Taufik Rizal Batubara sepakat untuk memperbarui susunan kepengurusan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karo. Perombakan Gugus Tugas Covid-19 ini, disesuaikan dengan nomenklatur yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri.

Diharapkan dalam waktu dekat perubahan pengurus Gugus Tugas Covid-19 telah diputuskan melalui Surat Keputusan (SK). Dengan dasar SK itu, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Karo dapat segera bekerja, menangani pencegahan dan penular virus corona.

Hal ini disepakati Bupati Karo dan Dandim dalam rapat koordinasi yang dihadiri Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Karo Martin Sitepu, Kepala Dinas Kesehatan drg Irna Safrina Meliala, Kasatpol PP Hendrik Philemon Tarigan, Kasdim 0205/TK Mayor Inf D. Marpaung, Pasi Intel Kapten Gandi, Pasi Ops Kapten Inf JMH Tampubolon, Pasi Pers Kapten Bangkit Hutahean, di ruang kerja Terkelin Brahmana, Rabu (1/4).

Letkol Inf Taufik Rizal menyatakan, pentingnya pembentukan-perubahan Gugus Tugas Covid-19 sesuai amanah undang undang.

“Tujuannya agar tim dapat bekerja maksimal dan efektif,” tegasnya. Taufik mengharapkan dalam pekan ini, SK perubahan pengurus Gugus Tugas Covid-19 telah terbit, segera menjalankan Keppres Nomor 9 tahun 2020 dan Surat Edaran Mendagri Nomor :440 /2622 /SJ tanggal 29 Maret 2020 tentang Pembentukan Percepatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di seluruh provinsi/kabupaten /kota se-Indonesia.

Menyesuaikan nomenklatur dari Kementerian Dalam Negeri, maka pengurus Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Karo akan dijabat Bupati Karo sebagai Ketua, Dandim sebagai Wakil Ketua I dan Kapolres sebagai Wakil Ketua 2. “Dengan adanya SK (baru) Gugus Tugas Covid-19, kita akan langsung konsolidasi dengan tim yang lain, bersama Bupati Karo (selaku Ketua Gugus Tugas) dan Kapolres Tanah Karo (Wakil Ketua Gugus Tugas 2) untuk program pdi seluruh wilayah Tanah Karo,” imbuhnya.

Menyahuti masukan dari Letkol Taufik Rizal, Bupati Karo Terkelin Brahmana memerintahkan Martin Sitepu, menyesuaikan perubahan kepengurusan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karo sesuai dengan nomenklatur Kementerian Dalam Negeri.

“Terima kasih Bapak Dandim, sudah ingatkan kami dan masukan ini akan menjadi prioritas segera untuk menindaklanjuti pembentukan Gugus Tugas sesuai amanah undang-undang agar segera dibentuk menurut nomenklatur yang telah ditetapkan. Lebih cepat terbentuk lebih cepat tim bekerja,”tegasnya.

Martin Sitepu yang saat ini menjabat Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karo, menyatakan segera menyusun (perbarui) kepengurusan Gugus Tugas Covid-19 yang terbaru. “Dalam waktu dekat akan kami susun kepengurusan Gugus Tugas yang baru. Pembentukan (perubahan) ini segara akan kita informasikan jika sudah siap kami susun. Pasti akan kita tembuskan, sebab kepengurusan ini banyak yang berubah nomenklaturnya. Mudah-mudahan, dalam minggu ini jika tidak ada halangan ,” pungkasnya. (deo/han)

Disdik Binjai Perpanjang Program Belajar di Rumah

Kadisdik Binjai, Sri Ulina Ginting
Kadisdik Binjai, Sri Ulina Ginting
Kadisdik Binjai, Sri Ulina Ginting
Kadisdik Binjai, Sri Ulina Ginting

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Binjai melalui Dinas Pendidikan, akhirnya memperpanjang program belajar mandiri di rumah bagi pelajar PAUD, SD dan SMP hingga 29 Mei 2020. Langkah ini diambil untuk memaksimalkan pencegahan penyebaran virus Corona di Kota Binjai.

Ditambah lagi, perpanjangan masa darurat bencana nasional Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). “Iya, benar (diperpanjang). Sampai 29 Mei. Keselamatan anak-anak kita yang paling penting” kata Kepala Disdik Kota Binjai, Sri Ulina Ginting, Kamis (2/4) pagi.

Menurut Lina, diperpanjangnya program belajar mandiri di rumah dilakukan atas dasar Surat Edaran Wali Kota Binjai Nomor: 800-2940/2020, tentang Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan di Kota Binjai.

Selain upaya pencegahan penyebaran Covid-19, dia bilang, perpanjangan program belajar mandiri di rumah juga dilakukan dengan mempertimbangkan efektivitas belajar-mengajar.

“Seandainya kita mulai sekolah di 20 April ini, jelas itu tidak efektif. Sebab di 23 April kita sudah mulai puasa (Ramadan). Makanya kita putuskan di 29 Mei mendatang, setelah Idul Fitri,” terangnya.

Karenanya, dia mengingatkan kepada para orangtua agar membimbing dan memfasilitasi proses belajar-mengajar bagi anak-anak mereka. Dan tetap berkoordinasi dengan pihak sekolah.

“Perlu juga para orangtua siswa mengingatkan guru, supaya anak-anak tidak diporsir belajar dengan materi yang terlalu banyak. Buat anak-anak kita belajar menyenangkan, agar mereka tidak stres,”pungkasnya. (ted/han)

Warga Binaan Jalani Sidang dan Kunjungan Online di Lapas Lubukpakam

ARAHAN: Keluarga dan warga binaan mendapat arahan dari petugas Lapas Klas II B Lubukpakam terkait kunjungan dan sidang online yang akan diterapkan dalam pencegahan penyebaran Covid-19.
ARAHAN: Keluarga dan warga binaan mendapat arahan dari petugas Lapas Klas II B Lubukpakam terkait kunjungan dan sidang online yang akan diterapkan dalam pencegahan penyebaran Covid-19.
ARAHAN:  Keluarga dan warga binaan mendapat arahan dari petugas Lapas Klas II B Lubukpakam terkait kunjungan dan sidang online yang akan diterapkan dalam pencegahan penyebaran Covid-19.
ARAHAN: Keluarga dan warga binaan mendapat arahan dari petugas Lapas Klas II B Lubukpakam terkait kunjungan dan sidang online yang akan diterapkan dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Untuk mencegah penyebaran Covid-19 atau virus Corona, warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lubukpakam menjalani sidang dan kunjungan secara online.

Kalapas Lubukpakam, Jhonny H Gultom melalui Humas RF Sianturi wartawan menyebutkan, kunjungan terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP) dilaksanakan secara online dengan fasilitas WhatsApp sejak 23 Maret 2020 hingga batas waktu yang belum ditentukan. “Nomor call center 0813 6296 8321,” sebutnya

Untuk menerima kunjungan, keluarga WBP mendaftar ke nomor call center di 0813-6296-8321. Petugas Lapas Lubukpakam nantinya menghubungi nomor keluarga tersebut, setelah WBP sudah siap untuk video call dengan durasi 5 menit setelah video call tersambung.

“Lapas Lubukpakam menyediakan 10 bilik kunjungan online. Tetapi untuk titipan makanan dapat dilayani dan hanya bisa sampai ruangan portir,”ujarnya, Kamis (2/4).

Selain pelayanan kunjungan, pihak Lapas Lubukpakam juga melaksanakan penyemprotan desinfektan dan pembagian vitamin yang dilakukan secara berkala 1 x dalam 3 hari pada blok/kamar hunian WBP, ruang kantor dan luar kantor seputaran Lapas.

“Tim kesehatan lapas membagikan vitamin C keseluruh WBP 1 tablet per orang setiap hari,” ujarnya.

Kemudian Lapas Lubukpakam juga menyediakan washtapel dan bilik sterilisasi. Pembuatan 3 buah washtafel di depan pintu masuk, di ruang kunjungan, dan depan ruang registrasi yang dilengkapi dengan sabun. Tersedia juga handsanitizer di setiap pintu mulai dari pintu masuk sampai dengan pintu ruangan masing-masing seksi.

“Bilik sterilisasi penyemprotan antiseptik ada 2 yaitu 1 di depan pintu masuk 1 lagi didalam portir,” paparnya

Sedangkan bagi tahanan yang melaksanakan sidang, dilaksanakan secara online. Lapas Lubukpakam menyediakan fasilitasi di ruang aula 2 Lapas Lubukpakam yang mana saksi, Penasihat Hukum, Hakim di Pengadilan Negeri Lubukpakam, sedangkan tahanannya di Lapas Lubukpakam.

Saat ini, lanjutnya, Lapas Lubukpakam tidak menerima tahanan baru karena kapasitasnya hanya 350 orang. Sedangkan saat ini saja sudah over kapasitas, yakni 1.714 orang.

Untuk hal itu, pihak Lapas Lubukpakam sudah melakukan kordinasi dengan Polresta Deliserdang dan jajaran serta pihak Kejari Deliserdang. Untuk pelimpahan atau tahap II dilaksanakan di Kejari Deli Serdang tanpa menghadirkan tahanan atau tahanan tidak keluar dari Lapas Lubukpakam.

“Layanan integrasi Pembebasan Bersyarat, Cuti Bersyarat dan Asimilasi dilaksanakan seperti biasa, cukup hanya mendatangkan penjaminnya saja. Kita juga melakukan Sosialisasi hidup sehat, WBP diwajibkan berjemur/olahraga setiap pagi, setiap Jumat dilaksanakan senam kebugaran di lapangan blok tahanan.

Tim kesehatan yang dipimpin dr Tri Sumarni Siboro mempraktekkan cara cuci tangan sesuai SOP WHO. 1 org saja WBP yang terinfeksi, Lapas ini akan terinfeksi juga, makanya kita harus pastikan bahwa semua yang masuk ke dalam Lapas Lubuk Pakam harus steril, mulai dari pintu masuk sampai ruang kantor dan kamar hunian WBP,” pungkasnya. (btr/han)