25 C
Medan
Thursday, January 15, 2026
Home Blog Page 4351

Medan Siapkan Lahan Pemakaman Khusus Kasus Covid-19

Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Sumut/Tarmizi Khusairi WABAH: Kadis Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi, saat memberikan keterangan, terkait kondisi wabah Covid-19 di Media Center, Kantor Gubsu, Selasa (31/03).
Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Sumut/Tarmizi Khusairi WABAH: Kadis Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi, saat memberikan keterangan, terkait kondisi wabah Covid-19 di Media Center, Kantor Gubsu, Selasa (31/03).
Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Sumut/Tarmizi Khusairi  WABAH: Kadis Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi, saat memberikan keterangan, terkait kondisi wabah Covid-19 di Media Center, Kantor Gubsu, Selasa (31/03).
Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Sumut/Tarmizi Khusairi
WABAH: Kadis Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi, saat memberikan keterangan, terkait kondisi wabah Covid-19 di Media Center, Kantor Gubsu, Selasa (31/03).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mengantisipasi penolakan masyarakat terhadap pemakaman jenazah kasus Covid-19, Pemerintah Kota Medan menyiapkan lahan pemakaman khusus bagi korban meninggal akibat Covid-19.

“Tempat pemakaman khusus jenazah kasus corona kita siapkan, karena selama ini ada hambatan seperti penolakan warga. Makanya kita siapkan tempat khusus, tim penanganan yang khusus, serta alat penguburan yang khusus,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi, di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Selasa (31/3).

Namun Edwin belum bersedia menyebutkan posisi lahan khusus dimaksud. “Kalau lokasinya, nantilah kita informasikan. Yang pasti sudah kita siapkan,” katanya.

Melalui upaya tersebut, pihaknya berharap proses penguburan jenazah positif Covid-19 tidak lagi menjadi masalah di lingkungan masyarakat. “Untuk penguburan kasus Covid-19 yang meninggal, kita sudah ada pengamanan dari rumah sakit. Jenazah dibungkus plastik kedap, dan peti yang dikunci. Sehingga tidak akan menularkan lagi,” katanya.

Untuk itu, masyarakat diimbau agar tidak lagi cemas dan ragu. Hal penting yang harus dijaga adalah proses penguburan jenazah harus dilakukan 4 jam pascameninggal. Dengan adanya tim pengubur khusus, proses penguburan diharapkan tidak akan lagi dapat menularkan virus.

“Kasus Covid-19 ini meningkat cepat. Ini merupakan kejadian yang luar biasa dengan angka kematian yang cukup tinggi. Apalagi mobilitas penduduk yang masih banyak di luar, tentu sangat berisiko Covid-19. Ditambah dengan keterbatasan sarana dan peralatan kesehatan, kita tetap mengupayakan semaksimal mungkin dalam keadaan darurat untuk tetap menyelamatkan,” terang dia.

Pada aspek pelayanan, pihaknya telah menyiagakan jajaran kesehatan mulai dari puskesmas hingga seluruh rumah sakit di Kota Medan, baik rumah sakit pemerintah, TNI, Polri dan swasta untuk tetap melakukan pelayanan dengan maksimal.

Terkait pendampingan, pihaknya melakukan pendataan lapangan. Jika ditemukan ODP, akan dilakukan observasi, pendampingan, dan edukasi keluarga, sehingga keluarga dapat lebih tenang dan tidak cemas. Masyarakat diminta tetap tinggal di rumah dan menjaga pola hidup sehat.

“Prinsipnya jangan cemas, ragu dan panik. Yang penting tetap di rumah, jaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir. Karena kalau yang lainnya seperti hand sanitizer itu hanyalah pendukung,” katanya.

Ia juga mengimbau agar warga tidak mudik, karena berisiko untuk keluarga di tempat mudik. (prn)

ODP Melonjak di Berbagai Daerah

SUMUTPOS.CO – Orang Dalam Pemantauan (ODP) terkait pandemi Covid-19 di berbagai daerah di Sumatera Utara, melonjak cukup tajam. ODP adalah orang yang dipantau karena baru pulang dari luar negeri atau luar kota yang terjangkit virus corona. Tapi belum ada gejala sakit, dan hanya diminta karantina rumah selama 14 hari.

“Di Kota Tebingtinggi, ODP naik ratusan persen, mencapai 166 orang. Yang sudah menjalani isolasi 14 hari dan dinyatakan sehat sebanyak 36 orang,” jelas Juru Bicara Penanganan Penyebaran Covid-19 Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia, melalui keterangan resminya, Selasa (31/3).

Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) —sebelumnya Tebingtinggi tidak ada (negatif)—, kini tercatat 1 orang. Pasien sudah dikirim dan sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit GL Tobing di Tanjungmorawa Kabupaten Deliserdang.

“Kita belum tahu apakah si pasien positif Covid 19. Pemeriksaan sampel swab masih menunggu dari Balitbangkes di Jakarta,” jelasnya.

Nanang kembali menghimbau seluruh masyarakat untuk terus menjaga kesehatan, sering cuci tangan, dan jaga jarak dengan orang lain (physical distancing). “Lebih baik berdiam diri tinggal di rumah,” jelasnya.

ODP di Dairi 130 Orang

DAIRI, SUMUTPOS.CO – jumlah ODP Covid-19 terus bertambah. Hingga Minggu (29/3,) jumlah ODP sebanyak 130 orang.

“Yang berstatus positif corona masih 1 orang dan saat ini sedang dirawat di RSUP H Adam Malik,” kata Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Dairi, dr Edison Antoni Damanik, Senin (30/3).

Ke-130 ODP tersebut tersebar di 11 kecamatan. Mereka isolasi mandiri di rumah masing-masing, sesuai ketentuan dari Bupati. Warga berstatus ODP itu baru datang dari luar Dairi, seperti luar negeri serta dari daerah-daerah endemi corona, sehingga disarankan karantina mandiri.

“Gugus Tugas sudah mengimbau seluruh ODP agar tidak kontak dengan anggota keluarga maupun orang lain. Isolasi mandiri tidak boleh keluar rumah, tidur di kamar sendiri, tidak boleh kontak langsung dengan anggota keluarga, dan tidak boleh bersosialisasi dengan orang lain,” katanya.

Selama isolasi mandiri, warga berstatus ODP dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi, vitamin, dan rajin berjemur, untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Adapun para pendatang ke Dairi, diakuinya, belum terdata secara menyeluruh. Untuk itu, Gugus Tugas mengimbau kepala desa dan kepala dusun agar mendata orang yang baru datang dari daerah-daerah endemi Covid-19, dan dianjurkan untuk melapor ke Puskesmas terdekat.

Terkait seorang pasien perempuan berusia 40 tahun asal Sidikalang positif Covid-19 dan diisukan sudah negatif corona setelah dirawat di RSUP HAM, menurut Edison, belum ada keterangan resmi dari Dinkes Sumut mengenai status si pasien.

“Kita berharap kondisi kesehatan pasien itu membaik. Tetapi sampai sekarang pasien masih berstatus positif Covid-19,” sebutnya.

Ditambahkan Damanik, sebagai langkah antisipasi, Pemkab Dairi telah menyiapkan 4 ruangan isolasi Covid-19 di RSUD Sidikalang.

12 ODP di Deliserdang Dinyatakan Sehat

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 12 orang ODP selesai dipantai karena tetap sehat setelah melewati masa inkubasi Covid-19 selama 14 hari. Informasi itu sesuai update data Covid-19 dari Dinas Kesehatan Deliserdang, Minggu (29/3).

“Dua belas ODP dinyatakan sehat. Jadi tidak perlu lagi dipantau,” kata Petugas Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Deliserdang, dr Ade Budi Krista, Senin (30/3). Sebelumnya, 31 ODP di Deliserdang selesai dipantau dan dinyatakan sehat, Sabtu (28/3).

“Total ODP di Deliserdang saat ini 59 orang. Sedangkan OTG (memiliki kontak erat dengan PDP maupun positif) sebanyak 801 orang,” kata Ade yang juga Kadis Kesehatan Deliserdang ini.

Data lainnya, dua warga Deliserdang dinyatakan positif Covid-19, dan saat ini dirawat di RSUP Adam Malik, Medan. Sedangkan untuk PDP, jumlahnya 4 orang. Riciannya, satu dirawat di RS GL Tobing, satu dirawat di RSUD Deliserdang, dan dua orang dirawat di RS Sembiring. (rud/ian/btr)

BSM Tutup Sementara

Binjai Supermall
Binjai Supermall
Binjai Supermall
Binjai Supermall

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Di Kota Binjai, Binjai Super Mall juga menutup jam opersionalnya sejak 31 Maret hingga 13 April 2020.

Marketing Communication Manager Binjai Supermall, Diniasih Nasution, meski mal ditutup, sejumlah tenant tetap buka dan melayani masyarakat.

“Adapun beberapa tenant yang tetap buka demi memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar yaitu, Hypermart, Guardian, Watsons, Bank BJB, Bank Mandiri,” ungkap Diniasih.

Begitu juga, untuk tenant Food and Beverages yang beroperasi hanya melayani pesanan Jasa Antar atau Online Delivery Service dan Take Away, seperti Richeese Factory, Kopi Kenangan, Chatime, Es Teler 77 dan Kopi Janji Jiwa.

“ Mari kita bersama saling mencegah penyebaran COVID-19 dan menjaga kesehatan bagi diri sendiri dan orang lain,” pungkasnya. (gus/mag-1)

Plaza-plaza di Medan Tutup Mulai 1 April

SEPI: Aktivitas Plaza Medan Fair sepi pengunjung, Selasa (31/3). bagus syahputra/sumut pos
SEPI: Aktivitas Plaza Medan Fair sepi pengunjung, Selasa (31/3). bagus syahputra/sumut pos
SEPI: Aktivitas Plaza Medan Fair sepi pengunjung, Selasa (31/3).  bagus syahputra/sumut pos
SEPI: Aktivitas Plaza Medan Fair sepi pengunjung, Selasa (31/3). bagus syahputra/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mulai 1 April 2020 hari ini, sejumlah plaza di Kota Medan memberlakukan penutupan sementara bagi pengunjung. Penutupan plaza untuk meminimalisir penyebaran virus Corona (Covid-19 itu berlaku hingga 14 April mendatang.

“Selama penutupan area plaza, kita akan terus melakukan training online, pembersihan dan penyemprotan disinfektan mal, demi menyiapkan plaza yang bersih dan higienis bagi pengunjung plazan

sewaktu dibuka kembali pada 15 April mendatang. Jika ada perubahan, akan kita informasikan kembali,” kata Direktur Sun Plaza Medan, Yoyana, melalui siaran pers yang diterima Sumut Pos, Selasa (31/3).

Kebijakan penutupan plaza ini, menurutnya sebagai bentuk tanggung jawab membantu pemerintah dan rumah sakit (RS) dalam memperlambat penyebaran Covid-19, sejalan dengan imbauan work from home (kerja dari rumah) dan social distancing (jaga jarak). Juga sesuai dengan kebijakan beberapa pemerintah daerah untuk menutup kantor dan beberapa bidang usaha.

“Area yang tetap buka di gedung adalah area tenant supermarket dan area penting lainnya, seperti pharmacy. Jam operasional untuk weekday 11.00-20.00 WIB, dan weekend 11.00-21.00 WIB. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat selama Covid-19,” ungkapnya.

Marcomm Manager Plaza Medan Fair, Lenny Yun Manalu, mengatakan hal senada. Plaza Medan Fair menutup sementara operasional plaza, untuk mengurangi mobilitas warga dan melindungi masyarakat dari dampak Covid-19 yang semakin meningkat. Penutupan Plaza Medan Fair mulai 1 April hingga 14 April 2020, dan dibuka kembai pada 15 April 2020.

“Untuk mendukung imbauan Pemerintah Indonesia dan himbauan Pemprovsu, Lippo Malls Indonesia (grup dari Plaza Medan Fair) mengambil langkah menutup sementara,” sebut Lenny.

Namun beberapa tenant tetap buka, yakni yang menjual kebutuhan sehari-hari, seperti supermarket, bank, apotek, dan restoran tertentu yang menyediakan jasa pesan antar. Layanan dibuka sejak pukul 11.00-18.00 WIB, pada hari Senin hingga Minggu.

“Kami berdoa dan tetap berpikir positif bahwa situasi akan membaik, sehingga kami dapat beroperasi normal kembali untuk melayani masyarakat. Kami yakin dapat melewati masa sulit ini. Bersama kita bersatu lawan Covid-19,” ujarnya.

Pegawai BNNP Sumut Meninggal PDP

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pegawai honorer Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara (Sumut), berinisial MHC (35), meninggal dunia diduga terjangkit Covid-19, Selasa (31/3). Pegawai yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ini meninggal, setelah sempat menjalani isolasi di Rumah Sakit (RS) Bunda Thamrin, Medan.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut, dr Aris Yudhariansyah, membenarkan PDP tersebut meninggal dunia. Berdasarkan hasil pemeriksaan melalui rapid test, pasien itu dinyatakan positif Covid-19.

“PDP yang meninggal tersebut hasil rapid test-nya positif. Namun demikian, tetap harus menunggu hasil pemeriksaan swab tenggorokan di laboratorium Balitbangkes yang saat ini belum keluar,” ujarnya via pesan whatsapp, kemarin.

Menurut Aris, biasanya bila hasil pemeriksaan alat tes cepat Covid-19 dinyatakan positif, akan diperoleh hasil yang sama dari pemeriksaan swab laboratorium. “Dalam kasus ini, kita melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap semua orang yang diduga melakukan kontak erat dengan yang bersangkutan,” katanya.

Disinggung adakah riwayat perjalanan, Aris menuturkan, pegawai honorer BNNP Sumut tersebut sama sekali tidak ada keluar kota, provinsi, atau keluar negeri. Oleh sebab itu, ia menduga yang bersangkutan terpapar virus corona di Medan.

“Semula pasien dalam kondisi sehat. Kemudian memiliki keluhan demam dan sesak napas, hingga akhirnya koma di RS Bunda Thamrin pada 27 Maret. Setelah 4 hari dirawat, pasien meninggal dunia,” terang Aris.

Pihaknya tengah melakukan penelusuran atau tracing lebih jauh terhadap kontak erat PDP tersebut. “Sudah (dilakukan tracing) dan ditemukan kasus baru. Nanti ya dalam keterangan pers di video streaming,” pungkasnya.

Kepala BNNP Sumut, Brigjen Pol Atrial, membenarkan seorang pegawai honorer BNNP meninggal dunia diduga terpapar Covid-19. Terkait kasus ini, kata Atrial, ia langsung menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di Kantor Dinas Kesehatan Sumut, Medan.

“Iya, pegawai yang berinteraksi langsung dengan yang bersangkutan sudah menjalani rapid test Covid-19. Ada sekitar 20 orang pegawai,” sebut dia saat dikonfirmasi via pesan whatsapp.

Atrial mengatakan dirinya juga menjalani pemeriksaan kesehatan. “Hasilnya baik, negatif,” ujar . jenderal polisi bintang satu ini.

Positif Corona di Sumut Jadi 26 Orang

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sementara itu, jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumut terus meningkat. Dari sebelumnya berjumlah 20 orang pada Senin (30/3), meningkat menjadi 26 orang. Artinya, ada penambahan pada Selasa (31/3) sebanyak 6 orang.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, dalam keterangan pers melalui video streaming, Selasa sore.

Diutarakan Aris, dari penambahan 6 orang yang positif, 5 orang di antaranya diketahui positif dari hasil pemeriksaan tes cepat atau rapid test. Sedangkan 1 orang lagi berdasarkan hasil swab laboratorium Balitbangkes Jakarta.

Namun Aris tidak menjelaskan asal daerah pasien positif Covid-19. “Data pasien positif mengalami peningkatan sebesar 23 persen dibandingkan hari sebelumnya (Senin, 30/3),” ujar dia.

Selain pasien positif, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang melapor juga meningkat sebesar 0,8 persen atau 25 orang. Sebelumnya, berjumlah 2.909 orang dan saat ini menjadi 2.934 orang.

Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih dirawat mengalami penurunan sebesar 8,5 persen atau 6 orang, dari 76 orang menjadi 70 orang.

“Penularan Covid-19 memungkinkan masih terus terjadi dan bertambah. Karena itu, saya mengingatkan sekali lagi jaga jarak, jangan berdekatan, hindari tempat berkumpul yang padat. Kemudian, cuci tangan pakai sabun, hindari menyentuh wajah. Dan manakala ada yang sakit, patuhi etika saat batuk dan bersin, agar virus tidak menyebar ke mana-mana,” ungkapnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut ini mengimbau, kepada masyarakat agar berada di rumah dan berbuat produktif dari rumah. “Mari bersama-sama dengan kesungguhan hati untuk disiplin diri. Jadilah pahlawan untuk melindungi diri, melindungi orang lain dan melindungi bangsa kita. Kita yakin pasti mampu melakukan dan melewati masalah ini,” harapnya.

Aris mengatakan, merujuk pada perpanjangan masa waktu bencana dari status siaga darurat hingga 29 Mei 2020, maka ada perubahan struktur Gugus Tugas di Sumut sesuai Kepres Nomor 9/2020 tentang perubahan atas Keputusan Presiden Nomor 7/2020 tentang gugus tugas percepatan penanganan Covid-19.

“Bila sebelumnya Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut adalah Kepala BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis, mulai saat ini dipimpin Gubsu, Edy Rahmayadi. Sedangkan wakil ketua Pangdam I Bukit Barisan dan Kapolda Sumut,” tuturnya.

Terkait adanya kabar tes Covid-19 berbayar, Aris mengaku, tes gratis. Bahkan, terhadap PDP yang sudah dirawat di rumah sakit, semua biayan ya ditanggung pemerintah.

PDP di Medan

Di Medan, angka kematian akibat Covid-19 cukup tinggi. “Berdasarkan data, saat ini di Medan terdapat 5 orang positif dan 1 meninggal. Kemudian, 58 PDP dirawat dan 3 PDP meninggal. Sedangkan, ODP berjumlah 495 orang,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Edwin Effendi, kemarin.

Diutarakan dia, mobilitas penduduk yang masih banyak di luar rumah sangat berisiko terjadinya penularan virus. Karena itu, penting memsemaksimalkan pencegahan.

“Kami terus meningkatkan pelayanan kesehatan, pendampingan dan mengedukasi kepada masyarakat guna memutus mata rantai penularan Covid-19. Hal itu dilakukan mulai dari Puskemas dan rumah sakit milik pemerintah maupun swasta hingga tim relawan. Kita juga melakukan penyemprotan disinfektan ke beberapa lokasi,” akunya.

Edwin meminta masyarakat Medan tetap di rumah,, agar yang sehat tidak tertular dan yang sakit supaya tidak menularkan. “Selain itu, rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, jaga jarak dan tidak mendatangi kerumunan,” paparnya.

Terkait penggunaan rapid test, sambung Edwin, dilakukan secara selektif dengan mengutamakan ODP. “Medan sangat berisiko dengan jumlah penduduk, mobilitas tinggi, dan keterbatasan sarana prasarana kesehatan yang ada. Oleh karenanya, hal pokok tersebut menjadi sangat penting dilakukan masyarakat,” tukasnya. (ris)

Bapak Dua Anak Tewas Gantung Diri di Desa Namo Suro

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – AWT (42) warga Dusun I Perumahan Geria Makmur 3 Blok B 18 Desa Namo Suro Baru Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deliserdang ditemukan tewas dengan cara gantung diri di rumahnya, Senin (30/3) malam.

Menurut keterangan Desti Srikandi (40) istri korban, sebelum korban ditemukan gantung diri. Korban berada di kamar bersama dengan kedua anaknya sambil menghidupkan radio.

Kemudian Desti masuk ke kamar tersebut, AWT justru keluar kamar dengan alasan ingin tidur di kamar satu lagi.

Selanjutnya Desti langsung istirahat dan tertidur bersama kedua anaknya di dalam kamar tersebut. Sekira pukul 22.00 WIB. Desti terbangun kemudian tidak ada menemukan korban di dalam kamar yang satu lagi tersebut.

Selanjutnya Desti menuju kamar mandi yang letaknya berada di dapur, namun pada saat membuka pintu dapur. Desti menyaksikan bahwa korban dalam posisi tergantung di dapur.

Mengetahui suaminya tergantung, Desti terkejut serta histeris meminta tolong. Kemudian Desti menghubungi mertuanya serta warga sekitar dan Kadus I Namo Suro Baru yang tiba di lokasi langsung menghubungi pihak Kepolisian Sektor Biru-Biru Polresta Deliserdang.

Personel Polsek Biru-Biru turun ke lokasi kejadian kemudian melakukan olah TKP dan membawa jenazah AWT ke Puskesmas Kecamatan Biru-Biru untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Kapolresta Deliserdang, melalui Kapolsek Biru-Biru AKP E Sembiring membenarkan ada korban bunuh diri dengan cara gantung diri.“Dilakukan visum atau pemeriksaan luar kepada jenazah korban. Tidak ditemukan adanya tindakan kekerasan di tubuh korban. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah AWT dan mengaku sudah ikhlas atas kepergian korban,”ungkapnya.(btr)

Korupsi Benih Padi di PT Sang Hyang Seri, M Rusdi & Syafriadi Dihukum 3 Tahun

DIHUKUM: M Rusdi Nasution dan Syafriadi terdakwa korupsi benih padi hibrida, menjalani sidang putusan, Selasa (31/3).
DIHUKUM: M Rusdi Nasution dan Syafriadi terdakwa korupsi benih padi hibrida, menjalani sidang putusan, Selasa (31/3).
DIHUKUM: M Rusdi Nasution dan Syafriadi terdakwa korupsi benih padi hibrida, menjalani sidang putusan, Selasa (31/3).
DIHUKUM: M Rusdi Nasution dan Syafriadi terdakwa korupsi benih padi hibrida, menjalani sidang putusan, Selasa (31/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Manager PT Sang Hyang Seri (Persero) Deliserdang, M Rusdi Nasution dan Syafriadi selaku Asisten Manager dihukum masing-masing 3 tahun penjara. Keduanya terbukti bersalah melakukan korupsi benih padi hibrida bersubsidi senilai Rp3,8 miliar.

Selain kurungan badan, kedua terdakwa didenda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan, dan diwajibkan membayar uang pengganti Rp308 juta subsider 1 tahun penjara.

“Kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 3 JoPasal 18 Ayat (1) huruf b UU No: 31 Tahun 1999 jo UU No: 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana,” ucap hakim ketua, Ahmad Sayuti di Ruang Cakra 1 Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (31/3).

Putusan itu lebih ringan dari tuntutan JPU Dicky Wirawan yang sebelumnya menuntut kedua terdakwa masing-masing selama 7,5 tahun penjara, denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan. Kemudian uang pengganti Rp1.829.371.404 subsider 3 tahun 9 bulan penjara.

Usai persidangan, JPU Dicky Wirawan menyatakan segera mengajukan banding, sebab pasal yang digunakan hakim tidak sama dengan pasal yang digunakan jaksa dalam tuntutan.

”Kami banding, sebab vonis hakim berbeda jauh dengan tuntutan kami,” tandasnya.

Pernyataan banding disampaikan PH terdakwa, Feri Antoni Surbakti. “Kami banding atas putusan itu. Sebab kedua klien kami tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi,” katanya.

Sesuai dakwaan, terdakwa M Rusdi Nasution dan Syafriadi secara melawan hukum menyalurkan benih padi hibrida bersubsidi yang tidak bersertifikat, tidak terdaftar dan tidak sesuai peruntukannya.

Disebutkan, benih padi yang disalurkan merupakan bantuan Pemerintah Lingkup Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Subsidi Benih Tahun Anggaran 2016 dengan sumber dari APBN sebesar Rp3,8 miliar

Benih padi yang disalurkan berasal dari Kantor Produksi Kebun Sukamandi (KPKS) PT Sang Hyang Seri (Persero), Penangkar dan Pihak Ketiga (Vendor). (man/btr)