TEMPAT
CUCI TANGAN
Gubsu Edy Rahmayadi membagikan tempat cuci tangan portabel secara simbolis ke seluruh kecamatan di Kota Medan, di pelataran Pendopo Rumah Dinas Gubsu, Medan, Senin (30/3).
TEMPAT
CUCI TANGAN
Gubsu Edy Rahmayadi membagikan tempat cuci tangan portabel secara simbolis ke seluruh kecamatan di Kota Medan, di pelataran Pendopo Rumah Dinas Gubsu, Medan, Senin (30/3).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kembali ke Gubernur Sumut, Edy Rahmayani. Untuk mengatasi penularan Covid-19, Edy Rahmayadi bersama PDAM Tirtanadi, membagikan tempat cuci tangan portable yang dilengkapi dengan tangki air, ke seluruh kecamatan di Kota Medan. Penyerahan dilakukan secara simbolis, Senin (30/3), di pelataran Pendopo Rumah Dinas Gubernur Jalan Sudirman Nomor 41 Medan.
“Kata para ahli, mencuci tangan dengan sabun sebagai cara paling ampuh musnahkan virus. Karena itu, kita salurkan tempat cuci tangan ini di tempat-tempat strategis yang banyak dilalui masyarakat. Maki kita budayakan hidup bersih,” ujar Edy, usai melakukan penyerahan.
Kepada para camat yang hadir, Edy juga berpesan agar aktif memantau dan mengontrol masyarakat di kecamatan masing-masing, khususnya yang berkaitan dengan pelaksanan protokol kesehatan Covid-19.
“Karena Covid-19 ini kuncinya kerja sama dan kekompakan. Kompak jaga jarak, kompak untuk tetap di rumah bagi yang tidak berkepentingan. Mudah-mudahan bisa cepat berakhir. Dijaga dan dirawat tempat cuci tangan ini. Wabah ini hilang, budaya hidup bersih tetap kita jalankan,” tutur Edy.
Camat Medan Barat, Rudi Faizal Lubis, menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus apresiasi kepada Gubenur Edy Rahmayadi. “Tempat cuci tangan portable ini akan kami tempatkan di tempat strategis, khususnya yang banyak mobilitas masyarakat,” katanya.
Camat Medan Petisah, Muhammad Agha Novrian, juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Edy Rahmayadi. “Nanti akan kita letakkan di spot-spot keramaian, utamanya mungkin di pajak yang ada di Medan Petisah. Selanjutnya akan kita jaga, terutama untuk pengkoordinasian pengisian air dan juga sabun manakala habis,” ucap Agha.
Tempat cuci tangan portable dengan tangki air tersebut dibagi masing-masing satu untuk setiap kecamatan. Turut hadir dalam pembagian tempat cuci tangan yakni para pejabat dan pegawai PDAM Tirtanadi dan para Camat se-Kota Medan atau yang mewakili. (prn/map)
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Semenjak merebaknya wabah virus corona (Covid-19) melanda Indonesia, tingkat kejahatan khususnya begal mengalami penurunan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan, Senin (30/3).
Penurunan kejahatan begal ini teerlihat dari jumlah laporan polisi yang masuk ke seluruh Polsek se-jajaran Polres Pelabuhan Belawan mengalami menurun tajam dibanding, pada waktu sebelum virus corona merebak.
“Biasanya ada sekitar 10-13 laporan perhari. Namun sekarang, berkurang banyak, bahkan terkadang tidak ada dalam satu hari,” kata Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP M R Dayan.
Diduga, kejahatan jenis begal tersebut menurun lantaran banyak warga yang mengurung diri atau tidak keluar rumah mengendarai kendaran sepedamotor terutama pada malam hari atau waktu jam rawan kejahatan, sebagai bentuk upaya pencegahan penyebaran virus corona atau covid 19.
Selain itu, perintah tindakan tegas terhadap pelaku begal oleh Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin, diperkirakan sebagai salah satu penyebab menurunnya aksi kejahatan jenis begal, rampok dan jambret atau sejenisnya.
“Kami diperintahkan menindak tegas pelaku begal dan perintah itu sudah kami laksanakan beberapa kali,” jelasnya.
Harapannya, kepada masyarakat untuk tetap waspada dengan menjaga diri, karena pelaku kejahatan bisa saja datang setiap saat. Meskipun demikian, pihaknya tetap melakukan patroli rutin menjaga keamanan di setiap titik lokasi yang dianggap rawan kejahatan.
“Patroli rutin terus kita lakukan, meskipun situasi saat ini wabah corona merebak. Meskipun demikian, ada juga pelaku kejahatan yang kita tindak, hanya saja tingkat kejahatannya tidak seperi pelaku begal yang sudah kita ungkap selama ini,” terang Dayan. (fac/btr)
KARO, SUMUTPOS.CO – Kedapatan menanam tanaman ganja di pekarangan belakang rumah, Teguh Azhari Akbar (19) terpaksa berurusan dengan polisi. Aksi warga Jalan Perwira, Gang Surya Indah, Berastagi, Kabupaten Karo ini terbongkar, Sabtu (28/3), malam, sekira pukul 21.00 WIB.
Teguh yang sehari-hari sebagai penjaga malam di Pajak Berastagi itu diringkus personel Unit Reskrim Polsekta Berastagi saat hendak melakukan pemupukan tanaman ganjanya.
“Tersangka kita ringkus saat hendak melakukan pemupukan terhadap tanaman ganja di belakang rumahnya,” kata Kanit Reskrim Polsekta Berastagi Ipda HP Marpaung, Senin (30/3). Marpaung mengungkapkan, perbuatan itu telah tercium polisi dari informasi warga, sekitar dua minggu lalu.
Atas informasi itu, anggota Unit Reskrim Polsekta Berastagi melakukan penyelidikan hingga akhirnya terungkap. Bahwa Teguh memiliki tanaman ganja yang diletak di belakang rumahnya. Setelah itu, Marpaung bersama tim Unit Reskrim Polsekta Berastagi langsung melakukan penggerebekan.
Teguh yang pada saat itu sedang melakukan pemupukan terkejut begitu melihat kedatangan sejumlah petugas di halaman belakang rumahnya. Selanjutnya, Teguh bersama tanaman ganja miliknya diboyong ke Mapolsekta Berastagi sebagai barang bukti.
Diketahui usia tanaman ganja itu bervariasi. Sebagian tanaman ganja sudah berusia dua bulan, dan sebagian lagi masih ada yang berumur sebulan. Menurut penuturan Teguh, ganja itu rencananya untuk dikonsumsi sendiri dan baru kali itu menanama sendiri tanaman ganja.
“Dari tes urine tersangka, hasilnya positif narkoba,” beber Marpaung, didampingi Brigadir Alifren Ginting. Teguh menggunakan pot bunga dan polibag sebagai media tanam. Sedikitnya, ada enam batang tanaman ganja dan satu bungkus pupuk milik tersangka Teguh, kini diamankan sebagai barang bukti di Mapolsekta Berastagi. Atas perbuatannya, tersangka Teguh dikenakan Pasal 114 ayat 1 subs Pasal 111 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (deo/btr)
SAKSI:
Saksi korban Harianto Law (kanan), memberikan keterangan terkait kasus penipuan, Senin (30/3).
SAKSI:
Saksi korban Harianto Law (kanan), memberikan keterangan terkait kasus penipuan, Senin (30/3).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sidang kasus penipuan dengan terdakwa Irawan alias Asiong, digelar secara online di ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (30/1). Beragendakan keterangan saksi korban Harianto Law, dibantah terdakwa yang menyebut tidak pernah meminjam uang untuk membuka usaha kedai kopi Kok Tong.
“Awalnya kami jumpa di Multatuli. Dia (terdakwa) meminjam uang kepada saya untuk membuka kedai kopi Kok Tong di Binjai,” ucap saksi korban, dihadapan hakim ketua Sabarulina Ginting.
Labihlanjut kata saksi korban, terdakwa Asiong kemudian menawarkan kerjasama bagi hasil jika usaha tersebut berjalan pada akhir 2016. “Perjanjiannya 50:50. Saya percaya karna dia teman saya,” katanya.
Namun yang membuat heran hakim anggota Erintuah Damanik, saksi korban mau saja memberikan uang Rp1,1 miliar kepada terdakwa. Saksi korban tak luput dicecarnya dengan sejumlah pertanyaan.
“Jangan biasa-biasanya. Saudara kan pengusaha, masak saudara tidak tanya kapan ini mau dioperasionalkan. Rp1,1 M itu loh. Saudara kok gampang kali ngasinya,” cecar Erintuah.
“Iya pak saya tidak tanya,” jawab saksi korban.
Usai memberikan keterangan, terdakwa Asiong yang berada di Rutan Tanjunggusta berulangkali ditegur majelis hakim. Atas kesaksian saksi korban, terdakwa Asiong membantah keterangan saksi saat dikonfrontir.
“Tidak benar yang mulia. Saya tidak ada bilang minjam uang untuk membuka usaha kedai kopi Kok Tong. Memang benar saya minjam, tetapi uangnya sudah saya kembalikan yang mulia. Penipu dia itu,” jawab terdakwa.
Namun, saksi korban Harianto Law tetap pada keterangannya, dan sidang ditunda hingga pekan depan. Sementara itu, tim penasehat hukum Asiong menyatakan surat dakwaan jaksa kabur (obscurlibel), tidak jelas dan tidak lengkap.
“Jika kami cermati bahwa dakwaan jaksa berdasarkan Pasal 143 ayat (2) hurup b KUHP adalah cacat formal,” sebut Amin Thomas SH didampingi Johari Simamora SH dan Edy Murya SH MH kepada wartawan, seusai persidangan.
Menurut penasehat hukum Asiong, kasus ini sebenarnya adalah perkara perdata bukan pidana. Kasus ini bermula saat Asiong ada meminjam sejumlah uang kepada saksi korban. Saat meminjam uang tersebut tidak ada tipu daya yang dilakukan terdakwa.
“Saat meminjam uang tersebut klien kami tidak ada mengatakan untuk usaha membuka kedai kopi kok tong. Uang yang dipinjam sudah dikembalikan dengan cara dicicil. Ada bukti transfernya sama kami,” cetus penasehat hukum Asiong.
Penasehat hukum Asiong melakukan gugatan perdata terhadap saksi korban yang kini bergulir di tingkat banding Pengadilan Tinggi Medan.
Mengutip surat dakwaan, 25 November 2016, saksi korban Harianto Law bersama Francnata Goh, Irwandi dan terdakwa Irawan bertemu di warung di Komplek Multatuli.
Terdakwa dan saksi korban, sepakat kerjasama membuka usaha kedai kopi Kok Tong di Jalan Sutomo Binjai Utara. Perbuatan terdakwa sebagimana diatur dan diancam pidana Pasal 378-372 KUHPidana. (man/btr)
DAMKAR: Petugas Damkar mencari titik-titik api di antara puing-puing Rumah Makan Minang Rasa Baru yang terbakar.
DAMKAR: Petugas Damkar mencari titik-titik api di antara puing-puing Rumah Makan Minang Rasa Baru yang terbakar.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kebakaran hebat melanda Rumah Makan (RM) Minang Rasa Baru yang terletak di Jalan Putri Hijau Lingkungan 11, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Senin (30/3) sekitar pukul 09.05 WIB. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu namun, dua bangunan permanen dan satu makam yang berdekatan persis dengan lokasi turut terbakar.
Kuat dugaan, penyebab kebakaran karena tabung gas yang meledak. Seorang mengalami luka bakar karena peristiwa bernama Ridwan alias Iwan (47). Iwan adalah pekerja rumah makan tersebut.
Informasi diperoleh, pemilik rumah makan adalah Nawir asal Kampung Lalang. Sementara, dua bangunan yang ikut terbakar ialah bangunan kedai grosir dan kamar milik Armansyah Siregar. Sedangkan satu makam yang turut terbakar adalah Makam Syeh Syahid Badrin yang berada di belakang bangunan kedai grosir.
“Objek yang terbakar 3 unit bangunan permanen, salah satunya dijadikan tempat usaha rumah makan. Tak hanya itu, 1 makam juga ikut terbakar,” ungkap Manager Pusdalops-PB BPBD Kota Medan, Nurly.
Nurly mengaku, dalam kebakaran tersebut satu orang mengalami luka bakar dan sudah ditangani pihak medis.”Persentase yang terbakar lebih kurang 80 persen, selesai pemadaman pukul 09.56 WIB. Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib,” tukasnya.
Sementara, Kapolsek Medan Barat Kompol Afdhal Junaidi menjelaskan, menurut keterangan warga setempat, Ibu Dona, sekitar pukul 09.00 WIB Iwan mengganti tabung gas yang kebetulan habis. “Setelah diganti, ternyata tabung gas itu mengeluarkan suara dan seketika api menyambar ke tabung gas yang baru,” kata Junaidi.
Api kemudian membesar dan membakar seluruh bagian rumah makan tersebut. Bahkan, api merembet ke dua bangunan yang berada persis di sebelahnya dan juga satu makam. Warga yang mengetahui terjadi kebakaran berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Warga juga menyelamatkan pekerja rumah makan dan melarikannya ke Rumah Sakit Putri Hijau, Medan
Namun demikian, upaya warga belum membuahkan hasil. Pasalnya, api terus berkobar. Karenanya, warga pun meminta pertolongan kepada petugas kepolisian dan pemadam kebakaran.
“Menyikapi terjadinya kebakaran, diturunkan petugas untuk membantu warga dan sekaligus melakukan penyelidikan. Bahkan, meminta bantuan kepada Markas Satuan Sabhara Polrestabes Medan sehingga diturunkan mobil watercanon untuk menyemprotkan air karena lokasi kebakaran tidak begitu jauh,” terang Junaidi.
Tak lama, mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan memadamkan api. “Sekitar pukul 09.30 WIB api dapat dipadamkan, untuk kerugian materil belum dapat ditaksir. Korban yang terluka mengalami trauma dan luka bakar di bagian wajah yang saat ini dirawat intensif di Rumah Sakit Putri Hijau,” sebut Junaidi.
Ia menambahkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Kini, lokasi yang terbakar sudah dipasang garis polisi (police line). “Penyebab pastinya sedang didalami tim Inafis dan Labfor, belum bisa dipastikan akibat tabung gas yang bocor,” pungkasnya. (ris/mag-1)
PATUMBAK, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Desa Marindal 2, melalui Kepala Desa Jufri Antono beserta jajaran dan relawan, menggelar sosialisasi pencegahan penyebaran covid-19 (corona virus disease 2019) ke sejumlah tempat rekreasi, Senin (30/3).
Satu tempat rekreasi yang didatangi, yakni Kolam Renang 74 Pondok Cabe, yang berada di Jalan Balai Desa Ujung, Desa Marindal 2, Kecamatan Patumbak. Pada sosialisasi ini, Pemdes Marindal 2 sekaligus melakukan penyemprotan disinfektan. Karena menurut Jufri, tempat rekreasi maupun objek wisata, merupakan satu lokasi yang paling rentan penyebaran virus corona.
Jufri pun mengaku, sangat mendukung adanya tempat rekreasi seperti Kolam Renang 74 Pondok Cabe ini. Hal ini dimaksudkan, agar warga Marindal 2 tidak jauh-jauh untuk mendatangi tempat rekreasi.
“Yang datang pun sepertinya bukan hanya warga Marindal 2, tapi juga dari luar desa,” ungkap Jufri.
Jufri menjelaskan, sebelum ada imbauan dari pemerintah daerah maupun pusat, agar tempat rekreasi maupun wisata bisa beroperasi kembali, harus lebih dulu disterilkan oleh pengelola.
“Kalau pemerintah nanti sudah memperbolehkan dibuka kembali, tempat rekreasi atau wisata juga sudah bersih dari virus, karena sebelumnya sudah disterilkan. Dengan tiket murah dan fasilitas yang berkelas, saya rasa pengunjung akan kembali berdatangan ke kolam renang ini,” jelasnya.
Sementara Pengelola Kolam Renang 74 Pondok Cabe, Salbiah Hasibuan pun mengucapkan terimah kasih kepada Pemdes Marindal 2 atas sosialisasi yang disampaikan. Sekaligus berterima kasih terkait adanya program penyemprotan disinfektan yang dilakukan, demi bisa terhindar dari penyebaran virus corona.
“Tempat usaha saya ini sudah ditutup sementara sejak 22 Maret lalu. Dan akan dibuka kembali, jika Pemdes Marindal 2 kembali mengizinkan. Jika memang diizinkan, nantinya kami bisa kembali beroperasi dan menerima pengunjung yang datang,” pungkas Salbiah.
Seperti diketahui, Kolam Renang 74 Pondok Cabe ini, tak hanya memiliki fasilitas kolam renang, tapi juga menyediakan sejumlah hewan, seperti layaknya di kebun binatang. Fasilitas lain yang disediakan, yakni musala dan restoran, serta tempat bermain anak. (rel)
UANG: Karyawan BRI Syariah saa menyiapkan uang untuk nasabah di Medan, beberapa waktu lalu.
Ilustrasi
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Para perusahaan leasing yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi terkait tata cara untuk mengajukan keringanan cicilan.
APPI menjelaskan pengumuman yang berisi 10 poin. Pengumuman ini diteken oleh Ketua Umum APPI Suwandi Siratno dan Sekretaris Jenderal APPI Sigit Sembodo.
Salah satu point menjelaskan tata cara pengajuan restrukturisasi bagi nasabah atau debitur yang mulai berlaku sejak 30 Maret 2020. Pertama pengajuan permohonan restrukturisasi dapat dilakukan dengan cara mengisi formulir yang dapat di-download dari website resmi perusahaan pembiayaan
Kemudian untuk formulirnya sendiri bisa diambil melalui email. Artinya nasabah diimbau untuk tidak mendatangi kantor pembiayaan. Kemudian persetujuan permohonan restrukturisasi (keringanan) akan diinformasikan oleh perusahaan pembiayaan melalui email.
Berikut 10 poin lengkap APPI terkait restrukturisasi pembiayaan debitur yang terdampak wabah virus corona.
1. Kami memahami bahwa penyebaran wabah Virus Corona (COVID-19) berdampak terhadap perekonomian nasional yang juga dapat mempengaruhi kondisi keuangan Bapak/Ibu saat ini. Sebagai bentuk kepedulian kami atas wabah yang terjadi dan sejalan dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan, kami dari Asosiasi Perusahaan Pembiayaan (APPI) bersama-sama dengan seluruh anggota perusahaan pembiayaan menawarkan restrukturisasi (keringanan) kepada Bapak/Ibu yang mengalami kesulitan keuangan sebagai akibat penyebaran Virus Corona.
2. Adapun jenis restrukturisasi (keringanan) yang dapat kami tawarkan antara lain sebagai berikut: a. perpanjangan jangka waktu; b. penundaan sebagian pembayaran; dan/atau c. jenis restrukturisasi (keringanan) lainnya yang ditawarkan oleh perusahaan pembiayaan.
3. Pengajuan permohonan restrukturisasi (keringanan) dapat dilakukan oleh Bapak/Ibu yang terkena dampak penyebaran Virus Corona dengan persyaratan sebagai berikut: a. Terkena dampak langsung Covid-19 dengan nilai pembiayaan di bawah Rp 10 miliar; b. Pekerja sektor informal dan/atau pengusaha UMKM; c. Tidak memiliki tunggakan sebelum tgl 2 Maret 2020 saat Pemerintah RI mengumumkan virus corona; d. Pemegang unit kendaraan / jaminan; dan e. Kriteria lain yang ditetapkan oleh perusahaan pembiayaan.
4. Tata cara pengajuan restrukturisasi (keringanan) berlaku mulai tanggal 30 Maret 2020 dan dapat dilakukan dengan cara: a. Pengajuan permohonan restrukturisasi (keringanan) dapat dilakukan dengan cara mengisi formulir yang dapat di-download dari website resmi perusahaan pembiayaan; b. pengembalian formulir dilakukan melalui email (tidak perlu mendatangi kantor perusahaan pembiayaan); c. persetujuan permohonan restrukturisasi (keringanan) akan diinformasikan oleh perusahaan pembiayaan melalui email.
5. Restrukturisasi (keringanan) dapat disetujui apabila jaminan kendaraan/jaminan lainnya masih dalam penguasaan Bapak/Ibu debitur sesuai perjanjian pembiayaan.
6. Bagi Bapak/Ibu yang telah mendapatkan persetujuan restrukturisasi (keringanan) agar melakukan pembayaran dengan penuh tanggung jawab sesuai perjanjian restrukturisasi (keringanan) yang telah disepakati bersama.
7. Dapat kami sampaikan bahwa perusahaan pembiayaan tetap beroperasi dan memberikan layanan kepada Bapak/Ibu.
8. Bagi Bapak/Ibu yang tidak terdampak wabah Virus Corona tetap melakukan pembayaran angsuran sesuai dengan perjanjian, agar terhindar dari sanksi denda dan catatan negatif di dalam Sistem Laporan Informasi Keuangan (SLIK).
9. Bapak/Ibu agar selalu mengikuti informasi resmi dari perusahaan pembiayaan, tidak mudah percaya dengan informasi yang bersifat hoax, serta melaporkan kepada perusahaan pembiayaan apabila terdapat debt collector yang melakukan tindakan tidak sesuai ketentuan.
10. Bapak/Ibu tidak perlu mendatangi kantor perusahaan pembiayaan. Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada website resmi atau melalui call center perusahaan pembiayaan.
TAPUT, SUMUTPOS.CO – Kebakaran hanguskan 4 Unit Rumah di dusun Lumban Panopa desa Parbubu II Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara pada hari Senin Pukul 09 : 00 WIB (30/3). Berdasarkan informasi kebakaran berawal dari rumah Sanggam Hutagalung yang diduga mengalami gangguan jiwa hingga merembes dan menghanguskan sejumlah rumah di dusun tersebut.
Kapolres taput , melalui Kasubbag Humas Aiptu W.Baringbing, membenarkan peristiwa tersebut.
ia menjelaskan bahwa Sanggam Hutagalung merupakan anak dari pemilik rumah yaitu Raima Br Lumbantobing dan dua pintu rumah yang terbakar adalah merupakan rumahnya sendiri, jelasnya.
Akibat dari peristiwa tersebut ada enam pintu rumah yang terbakar, terang Kasubbag Humas Aiptu W Barimbing.
Dijelaskannya Keenam rumah tersebut adalah rumah Raima Lumban Tobing (87) 2 Unit, rumah Pima Lumbantobing (45) habis terbakar rata dengan tanah sedangkan rumah Bernat Lumbantobing (84) dan rumah Oloan Lumbantobing (50) terbakar setengah atau rusak berat dan 2 rumah lagi milik Jontan Lumbantobing (75) dan milik Harada Lumbantobing (75) mengalami rusak ringan.
Aiptu W.Barimbing mengungkapkan, dari hasil penyelidikan kita dilapangan, bahwa SH yang berusia (40 ) itu membakar rumah tersebut, karena sedang sakit atau mengalami gangguan jiwa.
Dan orang tua pelaku RT juga mengakui hal tersebut. Dan beberapa tahun yang lewat SH sudah pernah dipasung namun dilepas kembali.
Di jelaskan oleh orang tua SH, pada saat kejadian tadi pagi, SH meminta uang, namun tidak memberikan karena setiap hari selalu begitu saja.
Karena tidak diberikan permintaannya, lalu SH mengambil mancis, dan membakar kain yang ada di rumah sehingga api menjalar dengan cepat dan membakar rumah yang kemudian merembes kerumah tetangga.
Setelah rumah terbakar, SH pun melarikan diri. Oleh karena orang tua SH sudah ujur, Ia pun tidak mampu untuk memadamkan api, hanya ia bisa keluar dari rumah untuk meminta pertolongan dari tetangga.
Rumah yang terbuat setengah permanen itu pun cepat di lalap api, dimana dingding rumah terbuat dari papan dan sudah tua.
Warga tidak sanggup untuk memadamkan api, lalu menghubungi pemadam kebakaran dari tarutung.
Sekitar 30 menit terjadi, petugas dari Polres Taput dan Damkar pun tiba di TKP, api pun bisa di padamkan.
Dalam peristiwa tersebut, tidak ada korban jiwa, namun kerugian materiil di perkirakan 500 juta rupiah.
Saat ini pihak kepolisian telah berhasil mengamankan SH di Polres Taput.(*)
SUMUTPOS.CO – Sebagai bentuk pelaksanaan tanggung jawab sosial (CSR) PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku subholding gas dan bagian dari BUMN, telah dilakukan penyaluran bantuan di beberapa wilayah untuk menangani masifnya persebaran COVID-19. Bantuan PGN diserahkan melalui tim CSR secara langsung kepada sejumlah penerima bantuan, Jumat (27/03/2020).
Direktur SDM dan Umum PGN, Desima Siahaan mengungkapkan, PGN menganggarkan dana sebesar Rp 1.3 Miliar untuk membantu penanganan COVID-19. Dari dana tersebut dioptimalkan dan diserahkan secara bertahap di beberapa lokasi antara lain di 10 SPBG dan 2 MRU sebanyak 1.200 botol hand sanitizer berisi 60 ml per botol, 6.000 masker, 65 box sarung tangan, dan 60 liter cairan disinfektan. Kemudian, PGN juga menyerahkan bantuan untuk pelanggan Jargas di 21 kota sebanyak 1.000 botol hand sanitizer, 3.250 masker dan 25 box sarung tangan. Bantuan diserahkan secara bertahap mulai Jumat (27/03/2020) kemarin.
“Dengan semakin masifnya persebaran COVID-19, melalui PGN-Bersama Lawan COVID-19, kami tergerak untuk segera mengerahkan bantuan kepada masyarakat, khususnya kepada mereka yang memiliki keterbatasan untuk mendapatkan alat perlindungan diri (APD). Kami memahami, saat ini masker dan hand sanitizer sangat dibutuhkan, tapi sulit untuk didapatkan,” ungkap Desima, (27/03/2020).
PGN juga menyalurkan bantuan pada Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 Jelambar, Jakarta Barat (27/03/2020) sebanyak 250 masker dan 300 pasang box sarung tangan medis. Di Panti tersebut, terdapat sekitar 100 lansia yang bagi PGN menjadi perhatian karena mereka memiliki keterbatasan untuk mendapakan APD untuk menangkal COVID-19.
“Kami sangat senang karena mendapatkan bantuan masker yang saat ini sulit didapatkan. Saya mengucapkan banyak terima kasih. Semoga dapat bermanfaat bagi petugas dan kakek-nenek di sini,” ujar Melda Yunita Sagala selaku Kepala Satuan Pelaksana Pelayanan Sosial Tresna Wreda.
Sementara itu, sebagai bukti komitmen PGN kepada pelanggan setia, penyerahan bantuan masker, hand sanitizer dan sarung tangan juga diserahkan kepada para supir bajaj di MRU Grogol. Cairan disinfektan juga disemprotkan pada bajaj-bajaj yang tengah antri mengisi bahan bakar gas di MRU Grogol. Kegiatan serupa juga dilaksanakan di 10 SPBG dan 2 MRU milik PGN, secara bertahap.
Berdasarkan data yang dirilis pemerintah, DKI Jakarta merupakan wilayah dengan jumlah pasien terpapar COVID-19 paling banyak. Oleh karena itu, gerakan penanganan COVID-19 cukup agresif dan himbauan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah. Akan tetapi, tidak semua warga Jakarta dapat melakukan WFH seperti yang tengah digalakkan.
“Para supir bajaj, termasuk pekerja yang mengandalkan upah harian dan harus tetap keluar rumah untuk mencari nafkah. Namun, mereka masih bekerja tanpa perlindungan diri yang layak. Padahal dalam situasi saat ini, mereka mungkin bisa mudah terpapar. Semoga perhatian dari PGN ini, dapat membantu memberi perlindungan diri mereka dan membantu mereka tetap bisa berpenghasilan di tengah situasi sulit seperti sekarang, ” ujar Desima.
Sebagai bentuk kontribusi untuk membantu masyarakat mencegah penularan COVID-19, PGN juga menyerahkan bantuan Sarana Cuci Tangan untuk warga di 5 Kantor Kelurahan dan 1 Kantor Kecamatan di Penjaringan, Jakarta Utara. Dalam setiap unit Sarana Cuci Tangan tersebut terdiri dari tandon air bersih dengan kapasitas 330 liter, rangka besi, pipa dan keran air, sabun cuci tangan, wastafel stainless steel, dan tisu.
Desima mengatakan, “Dengan penambahan sarana cuci tangan, diharapkan dapat memudahkan masyarakat Penjaringan untuk rajin mencuci tangan dengan tepat yaitu menggunakan air yang mengalir dan sabun. Bagaimanapun, tangan dapat menjadi media penularan virus dan bakteri. Maka dari itu, cuci tangan pakai sabun dapat menjadi upaya preventif untuk melindungi diri dari virus.”
Pada agenda Jumat (27/03/2020), PGN pun telah menyerahkan 90 set perlengkapan APD jenis reusable coverall bagi Tenaga Medis di Rumah Sakit Dharmais, RS Suyoto, dan RS PGI Cikini. Kemudian, pada Sabtu (28/03/2020), telah diserahkan bantuan APD ke RS Bethesda, Yogyakarta. Setiap 1 set perlengkapan APD terdiri dari helm dengan pelindung wajah, kacamata pelindung medis, baju APD coverall, sepatu boot, masker dan sarung tangan medis.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih pada tenaga medis yang berada di garis depan dalam menangani pasien COVID-19. Lonjakan pasien membuat mereka harus bekerja ekstra dan hampir tiada henti. Semoga bantuan dari kami, dapat menambah perlengkapan APD yang memadai sehingga mereka dapat bekerja dengan baik dan terhindar dari risiko tertular COVID-19,” jelas Desima.
Rachmat Hutama selaku Sekretaris Perusahaan PGN menegaskan, sebagai subholding gas dan bagian dari BUMN, PGN berkomitmen untuk turut cepat tanggap dalam penanganan COVID-19. PGN berupaya untuk membantu masyarakat ditengah ketersediaan APD yang sangat dibutuhkan, namun sulit untuk didapatkan. PGN juga telah melakukan Sinergi dengan beberapa pihak untuk melawan COVID-19, dengan harapan virus tersebut dapat segera berlalu, sehingga masyarakat Indonesia dapat beraktivitas normal seperti sedia kala.
JELASKAN: Ketua Aliansi Telemedia Indonesia, Prof. dr. Purnawan saat berbicara tentang penularan virus Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta.
JELASKAN: Ketua Aliansi Telemedia Indonesia, Prof. dr. Purnawan saat berbicara tentang penularan virus Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta.
Masyarakat harus mewaspadai tiga sumber penularan virus corona jenis baru Covid-19 yang mungkin dilupakan dan dianggap remeh. Padahal hal tersebut sangat dekat dan sering terjadi di lingkungan anda.
Ketua Aliansi Telemedia Indonesia Prof. dr. Purnawan saat berbicara di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta, mengatakan, ketiga sumber penularan Covid-19 adalah barang-barang yang dikirim secara daring, uang tunai, serta interaksi antara cucu dan kakek.
“Barang-barang yang kita terima secara online itu kan kita tidak tahu bagaimana prosesnya, bagaimana yang ngantar, ini harus kita lakukan sebagai benda terinfeksi,” kata Purnawan Minggu (29/3).
Uang tunai potensial jadi sumber penularan, karena alat tukar itu dipegang oleh banyak orang, berpindah dari satu orang ke orang lainnya.
Sehingga, uang tunai bisa menjadi penularan Covid-19. Oleh karena itu itu perlu perlakuan khusus saat menggunakan uang tunai.
“Uang cash itu akan menular dari orang ke orang jadi itu harus ada caranya. Kalau saya, pegangnya pakai plastik dan saya taruh di tempat khusus di rumah,” lanjut Purnawan.
Hal ketiga yang menjadi sumber penularan adalah interaksi antara kakek dan cucu.
Menurut Purnawan agak riskan terjadi penularan, karena kakek termasuk kelompok berisiko yakni usia lanjut.
Sehingga, untuk mencegah penularan, kakek atau nenek perlu menerapkan protokol kesehatan selama berinteraksi.
“Yang ketiga ini memang agak riskan juga ya. Itu cucu dari segi kesehatan, kalau kakek itu rentan cucu itu biasanya tahan. Tetapi dia (cucu) menjadi (carrier). Jadi sementara hati-hati jika berhubungan dengan cucu. Kita harus selalu waspada, cuci tangan, pakai masker begitu,” kata Purnawan menyarankan.
Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 meminta masyarakat tetap tinggal di rumah dan melakukan kegiatan produktif dengan bekerja, belajar dan beribadah dari rumah.
Selama di rumah, masyarakat diminta tetap menjaga kebersihan diri dengan rajin mencuci tangan sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona memutus mata rantai penularan penyakit Covid-19 itu. (fat/jpnn/ila)