28 C
Medan
Friday, January 16, 2026
Home Blog Page 4379

Cegah Informasi Hoaks, Pemkab Langkat Ciptakan Aplikasi Coronainfo

Untuk mencegah adanya informasi hoaks terkait penyebaran Covid-19, Pemkab Langkat melalui Dinas Kominfo menciptakan aplikasi berbasis website untuk memberikan berbagai info terupdate terkait virus Corona. Aplikasi tersebut diresmikan, dan dapat diakses melalui link: coronainfo.langkatkab.go.id

“Aplikasi ini diciptakan atas kerja sama Bidang Pengembangan Teknologi Aplikasi dan Informatika (PTAI) dengan Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo, untuk menjawab keresahan dan memudahkan masyarakat Langkat, mendapat info terupdate terkait corona,” ungkap Kadis Kominfo H.Syahmadi, saat berada di posko satgas Covid-19 Dinkes Langkat, Stabat, Kamis (19/3).

“Hal ini juga sebagai salah satu tugas Diskominfo sebagai bagian dari Satgas Gugus Tugas Pencegahan COVID-19 Kabupaten Langkat,”sambungnya. Sementara itu, Kabid IKP Diskominfo, M.Faisal didampingi Kasi Infrastruktur PTAI Diskominfo, Ibadi Rahman, sebagai 2 pejabat penggagas aplikasi ini menjelaskan, website yang dibangun hanya dalam tempo setengah hari. Selain menampilkan jumlah warga Langkat yang ditetapkan menjadi ODP (Orang Dalam Pengawasan), PDP (Pasien Dalam Pemantauan) atau Suspek Corona serta warga positif Corona.

Juga memberikan info jumlah kasus corona dari tingkat Provinsi Sumut, tingkat nasional sampai tingkat dunia.

“Untuk data seluruh dunia menampilkan total kasus, meninggal dan jumlah negara terpapar corona, diambil dari data WHO. Sedangkan data nasional bersumber dari Kemenkes RI, Sumut dari data Satgas Gugus Covid-19 Sumut dan Langkat sendiri dari Juru Bicara Satgas Gugus Covid-19 Langkat dr. Arifin Sinaga “ungkapnya.

Selain itu, lanjut Faisal, aplikasi ini juga menampilkan call canter info Corona Kemenkes RI dan Posko Covid-19 Dinkes Langkat. Serta memberikan info lima lokasi RSU rujukan untuk PDP corona di wilayah Langkat, sekaligus kontaknya. Menampilkan portal berita hoax terkait Virus Corona dan berita upaya Pemkab Langkat melakukan pencegahan Corona.

“Serta memberikan himbauan kiat hidup sehat pencegahan corona dan pengetahuan lainnya terkait corona,” jelasnya.

Data aplikasi ini, sebut Ibadi menambahkan, diupdate 2 kali dalam 1 hari, yakni pukul 12.00 wib dan 17.30 wib. Kedepan, pengembangan aplikasi ini juga akan dilengkapi kolom komentar dan tanya jawab seputar corona, dan langsung terhubung dengan juru bicara Satgas Gugus COVID-19 Langkat. “Semoga aplikasi ini, memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat Langkat dalam menghadapi Pandemi Corona,” harapnya.

Sebelumnya, Diskominfo Langkat juga melakukan koordinasi dengan delapan stasiun radio lokal mulai dari 9 Maret 2020, sebagai upaya pencegahan COVID-19. Koordinasi itu berdasarkan surat edaran Bupati Langkat, untuk kerja sama mensosialisasikan imbauan Bupati Langkat melalui siaran radio selama 7 hari, terkait pencegahan Virus Corona. (bbs)

Langgar Hak Karyawan karena Alasan Pandemik Corona, LBH Medan Buka Posko Pengaduan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan membuka posko pengaduan terkait pekerja/buruh yang haknya dilanggar perusahaan. Posko ini dibuka, sekaitan kebijakan pemerintah Indonesia yang telah menetapkan status penyebaran virus corona sebagai bencana nasional sejak 15 Maret 2020.

Posko ini bertujuan untuk melindungi hak-hak normatif buruh/pekerja, memastikan adanya perlindungan terhadap hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi pekerja, mencegah adanya perlakuan sewenang-wenang dari perusahaan, dan menolak sikap lepas tangan pemerintah atas nasib buruh/pekerja.

“Kita buka posko untuk issu ketenagakerjaan di semua kantor LBH di seluruh indonesia, termasuk LBH Medan jika ada pekerja/buruh yang dilanggar hak-haknya oleh perusahaan karena alasan masa pandemik virus covid-19 ini, ya bisa mengadu ke kita,” ujar Direktur LBH Medan, Ismail Lubis melalui pesan siaran yang diterima Sumut Pos, Sabtu (21/3).

Posko ini akan dibuka selama 3 minggu sejak 20 Maret 2020 hingga 3 April 2020 dan dapat diperpanjang sesuai kondisi. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai hak-hak ketenagakerjaan serta melakukan pengaduan, masyarakat dapat mengakses kontak LBH Medan: Telepon: 061 4515340, Email: lbh_medan@yahoo.com, IG: lbhmedan, FB: LBH Medan.

“Kita berharap agar jangan ada hak buruh yang terlanggar gara-gara pandemic virus ini. Misalnya di PHK, di isolasi tanpa di bayar upahnya dan lain-lain. Sembari kita meminta agar perusahaan-perusahaan mengambil langkah pencegahan di lingkungan perusahaannya masing-masing,” kata Ismail.

Selain LBH Medan, YLBHI bersama 15 LBH di seluruh Indonesia juga serentak membuka posko pengaduan bantuan hukum secara online. (man/ila)

Kantin Gelanggang USU Terbakar

Kantin Gelanggang Mahasiswa USU terbakar.
Kantin Gelanggang Mahasiswa USU terbakar.
Kantin Gelanggang Mahasiswa USU terbakar.
Kantin Gelanggang Mahasiswa USU terbakar.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kebakaran terjadi di Kantin Gelanggang Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) di Jalan Alamamater, Kelurahan Titi Rante, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan, Sabtu (21/3) malam sekitar Pukul 21.15 WIB. Dalam peristiwa ini, tidak menimbulkan korban jiwa.

“Persentase bangunan yang terbakar sekitar 20 persen,” ungkap Manager Pusdalops-PB BPBD Kota Medan, Drs. Nurly kepada wartawan, Minggu (22/3) Di bawah guyur hujan deras pada malam kebakaran tersebut, Petugas Dinas Pemadam dan Pencegahan Kebakaran (DP2K) Kota Medan melakukan pemadaman si jago merah dengan menerjunkan sejumlah armadanya. Dengan menelan waktu sekitar 30 menit api berhasil dijinakan.”Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” pungkas Nurly.

Sementara itu, Kepala Humas, Promosi dan Protokoler USU, Elvi Sumanti mengatakan, dugaan sementara penyebab kebakaran di Kantin Gelanggang Mahasiswa USU, karena arus pendek listrik.”Korsleting,” kata Elvi dengan singkat saat dikonfirmasi Sumut Pos, kemarin siang.

Elvi menjelaskan, kebakaran kemarin malam itu, pertama kali dilihat oleh petugas keamanan. Kemudian, melaporkan hal tersebut kepada petugas DP2K Kota Medan untuk datang ke lokasi melakukan pemadaman.

“Indikasinya korsleting listrik. Api dilihat oleh sekuriti lalu memanggil mobil pemadam. Selanjutna, 6 mobil pemadam datang dan kerusakan terjadi pada setengah bagian kantin gelanggang,” pungkasnya.(gus/ila)

Sepi Akibat Wabah Corona, Medan Zoo Ditutup Sebulan

SEPI: Kondisi Medan Zoo (Kebun Binatang Medan) yang sepi kunjungan, Minggu (22/3). Mulai hari ini, Senin (23/3), Medan Zoo ditutup selama sebulan untuk menghindari virus corona.
SEPI: Kondisi Medan Zoo (Kebun Binatang Medan) yang sepi kunjungan, Minggu (22/3). Mulai hari ini, Senin (23/3), Medan Zoo ditutup selama sebulan untuk menghindari virus corona.
SEPI: Kondisi Medan Zoo (Kebun Binatang Medan) yang sepi kunjungan, Minggu (22/3). Mulai hari ini, Senin (23/3), Medan Zoo ditutup selama sebulan untuk menghindari virus corona.
SEPI: Kondisi Medan Zoo (Kebun Binatang Medan) yang sepi kunjungan, Minggu (22/3). Mulai hari ini, Senin (23/3), Medan Zoo ditutup selama sebulan untuk menghindari virus corona.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Salah satu tempat wisata Kebun Binatang Medan atau Medan Zoo yang berada di Simalingkar, Deliserdang, resmi ditutup mulai hari ini, Senin (22/3)n

Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan, Putrama Al Khairy mengatakan, pada hari Jumat (20/3) kemarin, sudah dilakukan pengarahan secara lisan. “Senin resmi kita tutup setelah Jumat (kemarin) mendapat arahan lisan dari Badan Pengawas Perusda (Perusahaan Daerah),” katanya.

Dijelaskannya, Kebun Binatang Medan akan ditutup mulai hari Senin (23/3) selama 1 bulan dan akan dibuka pada akhir bulan April, yakni ketika sudah memasuki bulan puasa.

Sementara itu, Kepala Urusan Kesehatan Hewan dan Konservasi Kebun Binatang Medan, drh Sucitrawan mengatakan, sejak wabah corona, jumlah pengunjung sudah mengalami penurunan secara signifikan.

Seperti pada Minggu (22/3), suasana di salah satu ikon Kota Medan itu sudah sepi, hanya suara binatang yang terdengar. “Iya sekarang sudah kayak di hutan Amazon. Hanya terdengar suara-suara binatang saja,” katanya.

Dijelaskannya, biasanya pada hari-hari biasa, pada saat normal, jumlah pengunjung sebanyak 200 sampai 300 orang. Sedangkan pada hari Minggu, bisa mencapai 3.000 orang. Hari Minggu lalu (15/3), kata dia, hanya 800 orang saja.

“Sudah mengalami penurunan. Pada hari Jumat kemarin, bisa dibilang sudah tidak ada lagi pengunjung, dan hari ini (minggu, kemarin), yang biasaya sudah padat dari pagi, ini masih kosong, tak ada pengunjung sama sekali,” katanya. (kps/ila)

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Pelabuhan Belawan Terapkan Social Distancing

Social DistanCing: Tanda silang di bangku artinya tak boleh diduduki dalam penerapan social distancing di Pelabuhan Belawan.
Social DistanCing: Tanda silang di bangku artinya tak boleh diduduki dalam penerapan social distancing di Pelabuhan Belawan.
Social DistanCing: Tanda silang di bangku artinya tak boleh diduduki dalam penerapan social distancing di Pelabuhan Belawan.
Social DistanCing: Tanda silang di bangku artinya tak boleh diduduki dalam penerapan social distancing di Pelabuhan Belawan.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 menerapkan social distancing atau menjaga jarak bagi bagi publik atau pekerja di seluruh area Pelabuhan Belawan untuk mengantisipasi penyebaran Semakin meningkatnya penyebaran virus corona (Covid-19).

Penerapan itu diberkakukan di area dermaga persandaran kapal penumpang maupun kapal niaga. Tujuannya untuk mempersempit penyebaran virus mematikan yang menjadi kekhawatiran masyarakat di segala penjuru dunia.

“Sesuai dengan kebijakan pemerintah, Pelindo 1 menerapkan social distancing di seluruh fasilitas publik yang berada di seluruh terminal penumpang. Pemberitahuan itu kita lakukan dengan menempelkan garis panduan jarak satu meter pada saat pemeriksaan masuk ke area check in, antrean menuju gate check in, antrean di garbarata, dan menempelkan tanda silang pada tempat duduk yang berada di ruang tunggu untuk menjaga jarak duduk antar penumpang,” terang VP Public Relations Pelindo 1, Fiona Sari Utami, Minggu (22/3).

Selain itu, Social distancing juga diterapkan di area kedatangan dan keberangkatan kapal niaga di Pelabuhan Belawan. Kemudian, penerapan itu juga dilakukan di kantor dengan memasang garis batas berdiri bagi masing-masing individu yang kemudian diimbau untuk tidak saling bertatap muka langsung atau menghadap ke dinding dan pintu lift serta membatasi jumlah individu dalam lift tersebut.

Pelindo 1 juga terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah potensi penyebaran virus corona yang dengan melakukan pemeriksaan suhu tubuh di setiap terminal penumpang dan area kantor Pelindo 1.

Pelindo 1 juga menyediakan fasilitas untuk cuci tangan yang bisa digunakan oleh masyarakat agar selalu menjaga kebersihan tangan, menempatkan sejumlah hand sanitizer di area publik, melakukan penyemprotan disenfektan di seluruh area, memasang poster informasi mengenai virus Corona dan langkah-langkah pencegahannya.

“Kita terus memastikan keamanan dan kesehatan seluruh petugas terutama yang berada di barisan depan dalam pelayanan operasional dengan mewajibkan seluruh petugas untuk menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), masker, dan sarung tangan dalam melakukan tugasnya. Hal ini bertujuan untuk memberikan pelayanan prima demi kepentingan masyarakat,” ungkap Fiona.

Untuk mendukung social distancing, Pelindo 1 juga menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi pegawai yang memiliki riwayat jantung, Tuberculosis (TBC) atau paru, diabetes akut, serta pegawai yang sedang hamil.

Pihaknya juga mengimbau pegawai untuk mengambil cuti apabila sakit, menangguhkan perjalanan ke luar negeri terutama ke negara yang terdampak COVID-19, selektif dalam melakukan perjalanan dinas dalam negeri, dan membatasi pertemuan-pertemuan yang bersifat melibatkan banyak orang, seperti rapat, pelatihan, sharing session dan menggantikannya dengan penggunaan video conference atau web seminar.

“Berbagai upaya terus dilakukan untuk meminimalisir potensi penularan virus corona di area publik. Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk disiplin mengikuti himbauan ini agar dapat meminimalisir potensi penyebaran Corona serta menjaga kenyamanan publik di tengah kondisi pandemi seperti ini,” tutur Fiona.

Sementara, Kepala Cabang PT Pelni Medan Lutfi Israr, mengaku, jumlah penumpang jasa KM Kelud masih mengalami penurunan mencapai 50 persen. Bahkan, untuk keberangkatan hanya 1.000 penumpang yang menuju Batam, Tanjungbalai Karimun dan Tanjungpriok.

“Penurunan jumlah penumpang terjadi sejak awal merebaknya isu corona, sehingga jumlah penumpang tidak padat seperti biasanya,” ujar Lutfi.

Meski demikian, pelayanan terhadap calon penumpang tetap prioritas termasuk mengantisipasi virus corona dengan berbagai tindakan yang diberikan, mulai dari pemesanan dan pembelian tiket di kantor cabang Pelni hingga saat akan memasuki Terminal Bandar Deli dan naik ke atas kapal.

“Penecagahan antisipasi dan deteksi dini sudah dilakukan oleh tim terpadu gabungan dari bebarapa instansi di Pelabuhan Belawan. Antisipasi sudah dilakukan dengan penyemprotan depan loket penjualan tiket hingga di atas kapal pun tetap ada imbauan-imbauan,” ujarnya. (fac/ila)

Pembangunan Jembatan Titi Dua Sicanang: Bulan Depan Pemko Bayar Ganti Rugi Lahan

MELINTAS: Kendaraan melintas di atas Jembatan Titi Dua Sicanangan. Bulan depan, proyek pembangunan jembatan ini ditenderkan. fachril/sumu tpos
MELINTAS: Kendaraan melintas di atas Jembatan Titi Dua Sicanangan. Bulan depan, proyek pembangunan jembatan ini ditenderkan. fachril/sumu tpos
MELINTAS: Kendaraan melintas di atas Jembatan Titi Dua Sicanangan. Bulan depan, proyek pembangunan jembatan ini ditenderkan. fachril/sumu tpos
MELINTAS: Kendaraan melintas di atas Jembatan Titi Dua Sicanangan. Bulan depan, proyek pembangunan jembatan ini ditenderkan. fachril/sumu tpos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan segera membayarkan biaya ganti rugi atas lahan yang akan digunakan dalam pembangunan jembatan Titi Dua Sicanang Belawan. Proses pembayaran tersebut dapat dilakukan di bulan April mendatang, dengan catatan apabila para pemilik lahan telah sepakat dengan harga yang ditawarkan oleh Pemko Medan.

“Bulan depan Insya Allah sudah selesai pembayaran kalau masyarakat sepakat dengan harga yang diberikan (Pemko Medan),” ucap Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan, Benny Iskandar ST MT kepada Sumut Pos, Minggu (22/3).

Untuk itu, kata Benny, saat ini pihaknya di Dinas PKPPR Kota Medan sedang mempersiapkan appraisal (taksiran nilai property) terhadap lahan yang akan dibangun jembatan tersebut.

“Appraisal sedang berjalan, tapi persetujuan dari pemilik-pemilik tanah sudah kita dapatkan. Tinggal menyelesaikan proses appraisalnya saja, begitu selesai dan harga yang diberikan telah disepakati oleh masyarakat, maka akan segera dilakukan proses pembayaran di bulan depan,” kata Benny.

Senada dengan Benny, Plt Kadis PU Kota Medan, Zulfansyah mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu proses appraisal dari Dinas PKPPR Kota Medan. “Masih menunggu final appraisal-nya dari Dinas PKPPR, mereka masih hitung,” jawab Zulfansyah kepada Sumut Pos, Minggu (22/3).

Dijelaskan Zulfansyah, lahan yang akan digunakan dalam pembangunan Jembatan Titi Dua Sicanang yang baru berada tepat di samping jembatan alternatif yang saat ini digunakan oleh masyarakat Sicanang.

Zulfansyah juga mengaku telah menemui masyarakat yang lahannya akan digunakan untuk pembangunan jembatan itu, masyarakat pun kooperatif dan saat ini hanya tinggal menunggu appraisalnya. “Begitu selesai appraisalnya, langsung kita tenderkan. Proses tender sendiri memakan waktu sekitar 40 hari,” katanya

Bila sudah ditenderkan, kata Zulfansyah, maka proses pengerjaan jembatan pun sudah bisa dilaksanakan.

“Kalau tendernya selesai di pertengahan bulan Mei, maka paling lama akhir bulan Mei sudah bisa mulai dikerjakan.Waktu pengerjaannya kita targetkan 6 bulan, jadi target kita November 2020 atau Desember tahun ini juga sudah selesai dan sudah dipergunakan,” jelasnya.

Sebelumnya, Zulfansyah juga menerangkan, Pemko Medan sudah menganggarkan dana sebesar R15 miliar dari APBD Kota Medan untuk membangun jembatan yang telah dua kali ambruk tersebut. Jumlah anggaran tersebut pun dinilai masih belum cukup untuk membangun jembatan tersebut hingga tuntas seratus persen, namun dapat membangun jembatan secara konstruksi hingga layak digunakan.

Seperti diketahui, jembatan Titi Dua Sicanang telah dianggarkan pada APBD Kota Medan Tahun 2017 dan dikerjakan oleh PT Jaya Star Utama dengan anggaran sekitar Rp8 miliar. Namun sebelum selesai, sekitar tanggal 6 November 2017 jembatan tersebut amblas.(map/ila)

Potong TPP Lurah Sei Kera Hilir I tanpa Alasan, Camat Medan Perjuangan Dituding Arogan

DILANTIK: Camat Medan Perjuangan, Afrizal MAP saat dilatik Wali Kota beberapa waktu lalu.
DILANTIK: Camat Medan Perjuangan, Afrizal MAP saat dilatik Wali Kota beberapa waktu lalu.
DILANTIK: Camat Medan Perjuangan, Afrizal MAP saat dilatik Wali Kota beberapa waktu lalu.
DILANTIK: Camat Medan Perjuangan, Afrizal MAP saat dilatik Wali Kota beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hampir dua pekan terakhir Kecamatan Medan Perjuangan diterpa kabar miring, bahkan dua kali aksi massa mendemo Camat Medan Perjuangan, Afrizal.

Kedua aksi itu menyoal dugaan pungutan liar (pungli) pengangkatan kepala lingkungan (Kepling) dan tak terserapnya dana kelurahan di Kelurahan Sei Kera Hilir I hingga tudingan penyalahgunaan jabatan yang mengakibatkan pemotongan tunjangan tambahan penghasilan pegawai (TPP) Lurah Sei Kera Hilir I.

Namun sayangnya, dua pekan sorotan itu terjadi tak sekalipun sang camat bersuara, menepis langsung tuduhan-tuduhan tersebut.

Alhasil, Lurah Sei Kera Hilir I, M Ilfan angkat bicara sekaitan tudingan yang mengarah ke atasannya itu. Menurutnya, apa yang disuarakan elemen masyarakat kemarin, LSM KAMPAK MAS RI sebanyak dua kali beraksi di Kantor Camat Medan Perjuangan bahkan ke Kantor Wali Kota Medan benar adanya.”Itu semua benar adanya,” ucap Ilfan kepada wartawan, Minggu (22/3).

Dikatakan Ilfan, selama kurang lebih tujuh tahun ia menjabat sebagai Lurah Sei Kera Hilir I, baru di kepemimpinan Afrizal sebagai Medan Perjuangan dirinya merasa dizalimi. Sebab, sejak bulan Desember 2019 tunjangan Ulfa sebagai lurah dipotong dengan alasan yang subjektif.

“Saya mengira dia (Afrizal) sentimen dengan saya. Pemotongan tunjangan saya itu karena saya selaku PNS tidak bisa mengisi form SKP (sasaran kerja pegawai) secara online dengan catatan perlu pembaharuan data. Ternyata sejak saya lihat dicatatat supervisi tertulis hal itu karena saya tidak patuh terhadap pimpinan, ini kan zalim. Patuh yang bagaimana maksudnya?” kata Ilfan.

Ia mengutarakan, 40 persen TPP -nya dipotong dengan nilai kurang lebih Rp3 juta setiap bulannya.

“Boleh dicek absensi saya. Ada terdata, rata-rata tercatat saya absen di jam 7.50 WIB, itu fingerprint loh. Jadi tidak adil kalau TPP saya dipotong karena tidak loyal. Harus loyal yang bagaimana?,” tegasnya lagi.

Sekaitan dengan Dana Kelurahan Sei Kera Hilir I tahun 2019 yang tidak terserap, Ilfan pun mengungkapkan fakta-fakta yang ia miliki. Ilfan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) merasa tidak cocok dengan atasannya, Afrizal sekaitan pengelolaan dana kelurahan.

“Saya KPA, Camat PA (pengguna anggaran). Artinya, bila ada yang menyalah dari pengelolaan Dana Kelurahan Sei Kera Hilir I, saya sebagai Lurah yang bertanggungjawab. Saya buka ya, faktanya kenapa dana Kelurahan itu tidak dicairkan oleh Camat malah dikembalikan. Itu semua karena dia yang hendak mengelola dana itu sendiri, bukan saya sebagai Lurah,” tegas Ilfan.

Secara administratif, menurut Ilfan, semua tahapan pengajuan Dana Kelurahan di Sei Kera Hilir I sudah ia lakukan secara benar. Bahkan, bundle dokumen RAB Dana Kelurahan Sei Kera Hilir I sudah ia serahkan ke kecamatan oleh bawahannya.

“Dan ditolaknya tidak secara administratif. Harusnya surat masuk soal RAB dana kelurahan bila ditolak buat juga surat keluar tanda penolakannya, kemudian tulisan apa alasanya. Dalam hal ini saya melihat Camat Medan Perjuangan tidak profesional. Silakan kalau tidak percaya, saya ada bukti-buktinya semua” kata Ilfan.

Padahal menurut Ilfan, dana kelurahan sangat penting demi kemajuan kelurahan itu. Menurutnya, dari dana itulah kelurahan bisa berkembang dengan sejumlah pembangunan-pembangunan demi kepentingan warga.

“Jadi kalau dibilang saya tidak berkoordinasi dengan Camat soal dana kelurahan, koordinasi seperti apa yang dimaksud? Tolong Pak Camat untuk diterangkan biar kita sama-sama jelas,” tanya Ilfan.

Kemudian sekaitan dengan dugaan pungli yang juga tuduhkan kepada Camat Medan Perjuangan, Ilfan mengungkapkan hal itu benar.

Menurutnya, pungli itu dikumpulkan ke oknum Sekcam untuk kemudian diserahkan kepada Camat.

“Di sini kita buka-bukaan saja, sudah sakit hati saya dengan pemotongan TPP yang harusnya bisa saya beri ke anak istri. Jadi untuk menjadi kepling, harus setor Rp5 juta. Dana itu dibagi dua, ke saya dan ke camat. Tapi karena saya tidak tega, saya bilang ke calon-calon kepling itu sudah sama saya tidak usah. Kasih lah ke Camat saja. Kemudian dikutiplah uang itu, dikumpulkan dan diserahkan ke Sekcam,” jelasnya.

Karena hal itu, kata Ilfan, dua mantan keplingnya yakni Jamin dan Ridwan berani membuat pernyataan tertulis di atas materai. Namun setelah dipanggil Sekcam, kedua kopling pun membantahnya. “Saya duga karena sudah ditakut-takuti,” tutur Ilfan.

Menurutnya, kepemimpinan oknum Camat Medan Perjuangan Afrizal sangat tidak layak. Ia mengatakan, selama 7 tahun ia jadi lurah, Ilfan telah bertugas bersama tiga camat dan baru kali ini merasakan camat yang arogan.

“Yang paling saya kesalkan itu soal TPP yang harusnya bisa saya bawa pulang untuk anak istri, itu nafkah mereka. Seenaknya dia berbuat zalim begitu,” pungkas Ilfan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kantor Camat Medan Perjuangan di Jalan Pendidikan, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan didemo DPD LSM KAMPAK MAS RI, Senin (9/3) lalu. Aksi ini terjadi menyoal sejumlah sikap Camat Medan Perjuangan, Afrizal MAP soal pemotongan TPP Lurah Sei Kera Hilir I yang tak menggelontorkan dana Kelurahan dan dugaan pungli pengangkatan Kepling.

Saat itu, Sekcam Medan Perjuangan Zul memberikan jawaban dan membantah semua tudingan yang disuarakan LSM KAMPAK MAS RI.

Selanjutnya, Selasa (17/3), aksi serupa juga dilakukan LSM KAMPAK MAS RI ke Kantor Walikota Medan.

Dalam aksinya massa meminta Pemko Medan mencopot Camat Medan Perjuangan berinisial A.

Aksi itu diterima oleh Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Pemko Medan, Ridho Nasution. Ia menyebut sudah ada pemanggilan antara Camat Medan Perjuangan dan Lurah Sei Kera Hilir I.

Namun untuk sanksi apa yang bakal diberikan, Ridho mengatakan ada mekanisme yang berlaku. Pihaknya masih akan melihat duduk masalah dan mengkroscek kebenaran soal tudingan yang diarahkan kepada Camat Medan Perjuangan.

Sementara, saat Sumut Pos ingin mengkonfirmasi kebenaran kabar tersebut, Minggu (22/3), Camat Medan Perjuangan, Afrizal tak bisa dikonfirmasi Sumut Pos via sambungan telepon. (map/ila)

PP GKPI Sidone Aksi Tanggap Virus Corona, Bagi Hand Sanitizer ke Gereja-gereja

bagikan: Ketua BKS Sinode Renny Manurung, SE, bersama pengurus BKS Sinode, foto bersama sebelum membagikan handsanitizer ke gereja-gereja.
bagikan: Ketua BKS Sinode Renny Manurung, SE, bersama pengurus BKS Sinode, foto bersama sebelum membagikan handsanitizer ke gereja-gereja.
bagikan:  Ketua BKS Sinode Renny Manurung, SE, bersama pengurus BKS Sinode, foto bersama sebelum membagikan handsanitizer ke gereja-gereja.
Bagikan: Ketua BKS Sinode Renny Manurung, SE, bersama pengurus BKS Sinode, foto bersama sebelum membagikan handsanitizer ke gereja-gereja.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – BKS PP GKPI Tingkat Sinode bekerja sama dengan BKS PP GKPI Wilayah 1 dan 2, mengadakan gerakan Bagi-bagi Antiseptik ( Handsanitizer) 1 Liter tiap GKPI maupun di ruang publik secara gratis.

Program yang diinisiasi Ketua Umum PP GKPI Renny Manurung, SE, Sekum Pera Silalahi SPd dan Bendum Sanri Kevin Naibaho MSi ini, tentunya mendapat respon positif dari Pimpinan Sinode GKPI serta pendeta GKPI lainnya dan warga jemaat.

Penyebaran hand sanitizer yang akhirnya mampu disebarkan ke lebih dari 41 gereja GKPI juga ke panti asuhan dalam kurun waktu 1 hari, mulai Sabtu 21 Maret 2020 di wilayah 1 dan 2 sekitarnya.

“Dana Gerakan ini bersumber dari penggalangan dana gotong-royong antar pengurus PP GKPI Sinode serta dari seluruh aras PP GKPI yang tercakup dari wilayah 1-11 juga simpatisan. Aksi nyata ini bukanlah aksi gagah-gagahan Pemuda GKPI Namun untuk tanggap dan membantu terkait semakin menipisnya persediaan antiseptik/handsanitizer,” ujar Ketua Umum PP GKPI Renny Manurung.

Sejumlah pihak yang bergabung, seperti BKS PP GKPI wilayah 1 dan BKS PP GKPI wilayah 2 telah menyatakan dukungannya untuk membantu penyebaran antiseptik/Handsanitizer. Mereka dengan itikad baik bahu membahu mewujudkan antisipasi penyebaran Virus Corona.

“Kita harus hadapi bersama, kita tidak boleh lengah. Sembari kita (yang ikut aksi nyata) juga harus safety terus meningkatkan imunitas diri, dengan makan minuman sehat, pakai masker dan menggunakan antiseptik/handsanitizer, kita juga bisa membantu orang lain. Sebab kita kembali semangat GKPI yang punya motto melayani bukan untuk dilayani,” pungkas Renny. (rel)

Soal Ketersediaan APD & Rapid Test Covid-19 di Sumut, Gugus Tugas Tak Sinkron

Riadil Akhir Lubis Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara
Riadil Akhir Lubis Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara
Riadil Akhir Lubis Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara
Riadil Akhir Lubis Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – GUGUS Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara terkesan tidak sinkron dalam menyampaikan informasi seputar ketersediaan alat pelindung diri (APD) maupun rapid test (metode pemeriksaan cepat). Menurut Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Sumut Aris Yudhariansyah, hingga hari ini kedua perangkat pendukung yang berfungsi dalam penanganan wabah Corona di Sumut, belum tiba.

“Belum tiba. Coba konfirm Dansat,” kata Aris menjawab Sumut Pos via WhatsApp, usai memberi siaran pers update penanganan Covid-19 di Sumut melalui video konferensi, Minggu (22/3).

Pihaknya menyebut, kemungkinan besar kedua peralatan tersebut pesanan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, di bawah komando Dansatgas sekaligus Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Riadil Akhir Lubis. “Ini yang pesanan gugus tugas mungkin,” imbuh sekretaris Dinkes Sumut itu.

Riadil yang dikonfirmasi ihwal progres terbaru dari APD maupun rapid test ini, mengaku sedang dalam perjalanan menuju posko utama Gugus Tugas Covid-19 Sumut, di gedung lama Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan. ”Kebetulan bukan saya yang live dan memberi keterangan hari ini. Ada tim lain yang berada di sana. Data-datanya semua ada di posko utama,” ungkap dia.

Padahal sebelumnya, Riadil telah menyampaikan sekitar 500 unit APD dan rapid test sudah sampai di Sumut, Jumat (20/3) sore, sebagai upaya kesiapsiagaan dan penanganan terhadap pasien suspek Covid-19. ”Ya, sore ini akan sampai 500, kita ada pesan 10.000 (APD) Insya Allah Minggu sudah sampai semua, jadi dikirim bertahap karena seluruh Indonesia memesan,” katanya, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan dan Koordinator Lapangan untuk Fasilitas Penanganan Covid-19 Sumut, Mayor Handoyo, Jumat (20/3) lalu.

APD paling prioritas akan didistribusikan ke sejumlah rumah sakit yang merawat ODP dan PDP. Sembari itu Dinkes Sumut juga tengah persiapkan sarana, prasarana sekaligus tenaga medis pada RS-RS rujukan. ”Tapi itu dalam waktu dekat, sekarang belum berfungsi. Mudah-mudahan jika itu berfungsi, semua pasien dapat terlayani. Sekarang ini kami sedang persiapkan,” kata Alwi.

Menurutnya, APD tersebut bagian dari memutus mata rantai Covid-19. Salah satunya dimulai oleh para tenaga medis terhadap Orang Dalam Pemantauan (ODP). Sementara mengenai anjuran pemerintah pusat terhadap tes massal kesehatan masyarakat atas Covid-19, pihaknya menekankan stakeholder terkait yang akan melakukan sembari menunggu kesiapan seluruh perangkat seperti APD, rapid test, cairan disinfektan dan lainnya.

Pemko Medan Bagi-bagi Tugas

Sementara, Pemerintah Kota (Pemko) Medan membagikan masing-masing tugas kepada sejumlah OPD guna mencegah dan melawan penyebaran Covid-19. Dalam situasi status siaga darurat saat ini, penugasan tak lagi berbasis tugas pokok dan fungsi (tupoksi) OPD, melainkan kepada kemampuan masing-masing OPD dalam melaksanakannya.

“Saat ini semua saling bahu-membahu dalam melawan Corona di Medan, tak hanya pemerintah, masyarakat pun diminta turut berpartisipasi dalam mencegah penyebaran Covid-19 dengan mentaati imbauan-imbauan yang telah diberikan oleh pemerintah,” kata Kabag Humas Pemko Medan, Arrahman Pane kepada Sumut Pos, Minggu (22/3).

Dikatakan Arrahman, setidaknya Pemko Medan melalui gugus tugas Covid-19 Medan telah berbagi tugas pada sejumlah OPD dalam melawan penyebaran Covid-19. “Untuk ketersediaan masker, saat ini Pemko Medan sedang berupaya untuk mencari tempat mendapatkan masker tersebut dan membelinya untuk di distribusikan kepada masyarakat Kota Medan,” ujarnya.

Selain itu, Pemko Medan juga berupaya menyediakan hand sanitizer dan sarana cuci tangan di tempat-tempat umum agar dapat dukungan oleh masyarakat umum yang terpaksa harus berada di luar rumah. “Dinas Ketapang telah diminta untuk menyediakan hand sanitizer. Tempo hari sudah mulai diproduksi dan dibagikan. Prioritasnya rumah-rumah ibadah dulu, seperti masjid dan gereja. Untuk sarana mencuci tangan di tempat umum, saat ini sedang dibuat Dinas Perkim (PKPPR) Kota Medan,” jelas Arrahman.

Kepada Sumut Pos, Kepala Dinas Ketapang Kota Medan, Emilia Lubis mengatakan, pihaknya telah memulai memproduksi hand sanitizer di Laboratoriumnya serta telah mendistribusikannya ke berbagai tempat. “Semalam baru produksi 2 liter, Senin (hari ini) ada produksi 8 liter,” kata Emilia kepada Sumut Pos, Minggu (22/3).

Dikatakan Emilia, karena pembuatan hand sanitizer membutuhkan anggaran, maka saat ini pihaknya tengah menunggu persetujuan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Medan untuk memproduksi hand sanitizer berikutnya. “Nanti kalau sudah ada kabar (dari BPKAD) saya kabari ya. Kalau yang berikutnya ini memang terkait anggaran, jadi tunggu persetujuan BPKAD dulu. Kalau yang (produksi sebelumnya) itu bisa kita buat karena ada stok bahan baku di laboratorium kita,” katanya.

Selain itu, terang Emilia, dalam memproduksi hand sanitizer di laboratoriumnya, pihaknya selalu menggunakan bahan baku serta proses produksi yang sesuai dengan standar WHO. “Hand sanitizer mesti didiamkan 72 jam, kita pakai standart WHO, baik pembuatan dan bahan bakunya. Kita tunggu saja persetujuan (BPKAD) nya,” terangnya.

Sedangkan untuk distribusi hand sanitizer yang telah diproduksi di laboratoriumnya, Emilia mengaku telah menyalurkannya ke sejumlah masjid-masjid yang ada di Kota Medan. Berikutnya, Dinas Ketapang akan membagikan Hand Sanitizer tersebut ke rumah-rumah ibadah lainnya termasuk ke UKM pangan lokal. “Yang 2 liter kemarin masih ke beberapa Masjid. Rencananya yang 8 liter besok (hari ini) akan kita kasih juga sebagian ke gereja-gereja, lalu juga akan kita bagikan ke UKM pangan lokal,” jawabnya.

Pun begitu, Emilia berharap agar kondisi penyebaran Covid-19 ini bisa selesai secepat mungkin sehingga keberadaan Hand Sanitizer ditengah-tengah masyarakat tidak lagi menjadi kebutuhan primer. “Mudah-mudahan keadaan cepat membaik sehingga hand sanitizer ini tidak dibutuhkan. Sama-sama kita berdoa,” tandasnya.

Di sisi lain, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan juga turut berpartisipasi dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Medan dengan membangun atau menyediakan fasilitas cuci tangan, yakni sarana air mengalir dan ketersediaan sabun di tempat-tempat umum sebagai langkah pendukung imbauan pemerintah kepada masyarakat untuk sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. terkhusus usai melakukan kontak fisik dengan orang lain ataupun benda-benda di sekeliling.

“Kemarin (Sabtu) kita sudah buat di 4 titik, yaitu di Kantor Pos Besar Medan, di pintu masuk stasiun besar kereta api Medan, di depan kantor Kesbangpol Jalan Balaikota Medan, dan di Istana Maimoon pada pintu masuk dekat parkir sepeda motor. Dalam 2 hari ini akan dipasang kembali di beberapa lokasi lain,” jelas Kepala Dinas PKPPR Kota Medan, Benny Iskandar ST MT kepada Sumut Pos, Minggu (22/3).

Dikatakan Benny, khusus untuk hari Minggu kemarin, pihaknya telah menambah sarana mencuci tangan tersebut di lokasi berbeda. Karena lokasinya yang berada di trotoar, maka pihaknya telah membangun sarana tersebut lengkap dengan tangki air. “Hari ini lima, tapi bentuknya sudah dengan tangki air. Untuk yang 5 buah ini, rencananya akan dibuat di trotoar,” katanya.

Adapun kelima lokasi yang dimaksud Benny yakni di Jalan Jend Gatot Subroto, tak jauh dari Pasar Petisah Kota Medan. Lalu di Jalan Pangeran Diponegoro, tepat di depan Masjid Agung Kota Medan. “Ketiga, di trotoar Jalan HM Yamin, tepat di depan Masjid Al-Amin. Keempat di depan Stadion Teladan Medan, sudah berkoordinasi dengan pengurus stadion, dan terakhir di trotoar Jalan dr Mansyur dekat pintu masuk kampus USU,” tutupnya.

Benny berharap, adanya fasilitas-fasilitas itu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang berada di kawasan tersebut. “Sesuai imbauan pemerintah, masyarakat harus mencuci tangan sesering mungkin. Kita harapkan fasilitas ini dapat dipergunakan sebaik mungkin,” tutupnya. (prn/map)

Jangan Sembarangan Konsumsi Obat

TEMU PERS: Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers.
TEMU PERS: Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers.
TEMU PERS: Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers.
TEMU PERS: Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah menegaskan, obat yang telah direkomendasikan untuk proses kesembuhan pasien positif virus corona tak dapat dibeli dan dikonsumsi sendiri. “ Obat-obatan ini atas resep dokter dan atas indikasi yang diberikan oleh dokter,” ujar juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers, Minggu (3/22).

“Tidak dibenarkan untuk kemudian kita simpan sendiri atau kita minum dengan konteks untuk pencegahan,” lanjut dia.

Yuri menekankan, cara mencegah dari virus corona yang paling aman adalah dengan menerapkan social distancing. “Kembali lagi, menghindari, meninimalkan, membatasi kontak (dengan orang lain). Ini adalah cara paling baik,” ujar Yuri. “Kedua, jaga imunitas diri masing-masing supaya tetap sehat, agar tetap bisa melaksanakan aktivitas ringan di rumah yang seimbang,” lanjut dia.

Ia juga mengingatkan bahwa bekerja dari rumah bukan dimaknai sebagai berdiam diri di rumah tanpa melaksanakan aktivitas apa-apa. Apabila demikian, Yuri mengatakan, justru akan menurunkan kondisi imun. Bekerja dari rumah dimaknai membatasi diri melakukan kontak dengan orang luar, namun tetap produktif mengerjakan pekerjaan seperti biasa.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memastikan, pemerintah telah memiliki obat bagi proses penyembuhan pasien- Covid-19.

Obat yang dimaksud, yakni Avigan dan Klorokuin. Obat Avigan telah didatangkan sebanyak 5.000 butir. Pemerintah juga tengah memesan 2 juta butir obat tersebut. Sementara itu, obat klorokuin sudah disiapkan sebanyak 3 juta butir. “Obat ini sudah dicoba oleh satu, dua, tiga negara dan memberikan kesembuhan,” kata Jokowi.

Namun, Presiden Jokowi menegaskan bahwa kedua obat ini bukanlah antivirus corona. Sampai sekarang antivirus penyakit tersebut belum ditemukan. “Mengenai antivirus, sampai sekarang belum ditemukan, dan ini yang saya sampaikan itu tadi obat,” kata dia.

Selain itu, dua obat tersebut juga belum teruji secara klinis dapat menyembuhkan Covid-19. Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) sendiri telah mengumumkan pengujian klinis terhadap empat obat yang berpotensi menyembuhkan virus corona. Empat obat itu, yaitu obat antivirus remdesivir, kombinasi lopinavir dan ritonavir yang selama ini digunakan untuk HIV, kombinasi lopinavir beserta ritonavir dan interferon beta, serta obat antimalaria klorokuin.

Pengujian klinis yang melibatkan setidaknya 10 negara ini disebut solidarity trial atau uji solidaritas, dan diharapkan bisa mempercepat penemuan obat untuk Covid-19. Pasalnya, seperti disampaikan oleh Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers Rabu (18/3), selama ini uji vaksin dan obat virus corona dilakukan dalam skala kecil dengan metodologi berbeda-beda. Hal ini membuat bukti yang ada saat ini belum cukup untuk menentukan obat mana yang paling efektif.

Indonesia Tertinggi se-ASEAN

Terkait COVID-19, pemerintah dinilai perlu melakukan langkah yang lebih ekstra untuk segera menanggulangi masalah penyebaran virus corona atau covid-19 di Tanah Air. Sebab, Indonesia kini tengah menjadi negara dengan angka kematian tertinggi bila dibandingkan negara-negara tetangga di Asia Tenggara atau ASEAN.

Dilansir dari data sebaran virus corona yang dirilis Johns Hopkins University, saat ini ada 450 kasus virus corona yang ada di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 38 orang di antaranya telah meninggal dunia dan baru 15 orang yang telah dinyatakan sembuh.

Sementara Malaysia, menjadi negara dengan sebaran kasus Covid-19 tertinggi yakni 1.183 kasus. Meski demikian, tingkat penyembuhan di negara ini juga cukup tinggi yakni 114 kasus dengan tingkat kematian 4 kasus.

Dilihat dari sebarannya, Indonesia juga telah mengalahkan Singapura yang kini hanya memiliki 432 kasus. Tingkat penyembuhan penyakit ini di Negeri Singa pun cukup tinggi yakni 140 kasus. Sementara, dua kasus diketahui meninggal dunia, di mana salah satunya merupakan warga negara Indonesia (WNI).

Di wilayah ASEAN setidaknya ada delapan negara yang diketahui tengah menghadapi kasus ini. Lima negara lainnya yaitu Thailand, Brunei Darussalam, Filipina, Vietnam dan Kamboja.

Di Thailand, jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 411 kasus. Dari jumlah tersebut satu orang dinyatakan meninggal dunia dan 42 orang lainnya sembuh. Sementara di Filipina, jumlah kasus mencapai 307 kasus, di mana 19 orang dinyatakan meninggal dunia dan 13 lainnya sembuh.

Adapun di Vietnam dan Kamboja, saat ini kedua negara itu belum mencatat satu pun kasus kematian akibat Covid-19. Untuk diketahui ada 94 kasus di Vietnam, dimana 17 kasus di antaranya telah dinyatakan sembuh. Sementara di Kamboja, saat ini ada satu kasus yang sembuh dari total 53 kasus positif Covid-19. (kps/int)