MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fraksi PDIP DPRD Sumut minta pengusaha berempati pada nasib buruh di tengah pandemi Covid-19 agar tidak menjadi masalah sosial baru. Hal itu diungkapkan Ketua Fraksi PDIP DPRD Sumut Mangapul Purba menyikapi banyaknya kekwatiran akan adanya pengusaha nakal yang mencuri kesempatan dalam kesempitan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan alasan Covid-19,
“Jangan ada perusahaan yang menggunakan aji mumpung untuk melakukan PHK massal dengan mengabaikan hak-hak normatif kaum buruh, karena hal itu dapat menimbulkan gejolak sosial baru di tengah pandemi,” kata Mangapul Purba melalui siaran persnya yang diterima Sumut Pos.co, Kamis (23/4).
Apalagi, kata Mangapul, sekarang masyarakat sedang fokus jelang bulan puasa dan lebaran, jangan gara-gara enggan membayar THR maka alasan Covid-19 perusahaan kemudian melakukan PHK sepihak.
“Saya berharap para pengusaha bisa memiliki empati di saat krisis seperti saat ini, karena semua elemen masyarakat dalam negara ini sedang berperang melawan Covid-19, jadi jangan ada yang nakal justru berperilaku kontra produktif dengan menindas kaum buruh di tengah wabah,” lanjut Mangapul.
Untuk itu, Fraksi PDI Perjuangan melalui anggotanya yang ada di Komisi A akan serius mengawal nasib kaum buruh di Sumut, jangan sampai menjadi korban kesewenang-wenangan pengusaha nakal yang tidak memiliki sience of the crisis,
“Saya akan intruksikan anggota Fraksi PDIP di Komisi A untuk melakukan pengawasan terhadap persoalan buruh dan tentu dengan melakukan berbagai langkah terutama mendorong Dinas Tenaga Kerja Sumut untuk dapat mengantisifasi kemungkinan yang bakal timbul,” pungkasnya.(adz)
JUNJUNG BERAS: Seorang anak perempuan menjunjung beras di kepalanya saat belanja kebutuhan pokok di Pusat Pasar Medan. Jelang Bulan Suci Ramadan 1441 Hijriah, Pemprovsu menjamin stok kebutuhan pokok masih aman.
Intervensi Harga Gula dengan Operasi Pasar
JUNJUNG BERAS: Seorang anak perempuan menjunjung beras di kepalanya saat belanja kebutuhan pokok di Pusat Pasar Medan. Jelang Bulan Suci Ramadan 1441 Hijriah, Pemprovsu menjamin stok kebutuhan pokok masih aman.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menjamin pasokan kebutuhan pangan pada Bulan Ramadan dan Idul Fitri 1441 Hijriah aman. Selain itu, akan dilakukan intervensi terhadap bahan pokok yang bertahan mahal, seperti gula yang diperkira Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram.
KEPALA Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumut, Jhonni Waldi mengatakan, intervensi harga bahan pangan dilakukan dengan operasi pasar (OP) bekerjasama dengan pihak terkait seperti Bulog berserta pemerintah kabupaten kota. “Kami mengimbau agar masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan, karena persediaan bahan pokok kita di Sumut dalam keadaan cukup,” sebut Jhonni, Rabu (22/4).
Jhonni mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pendataan terhadapan pasokan pangan dengan perincian daging ayam ras tersedia 11.000 ton, surplus 4.000 ton dari kebutuhan yang hanya 7.000 ton. Berdasarkan penelusuran, harga komoditas ini di pasaran berkisar antara Rp17.000 hingga Rp18.000 per Kg. “Stok daging sapi di Sumut mencapai 1.350 ton, sedangkan kebutuhan hanya sekitar 1.128 ton. Harga di pasaran sekitar Rp110 ribu per Kg,” kata Jhonni.
Surplus juga terjadi pada telur ayam ras. Ketersediaannya mencapai 21.000 ton, sedangkan kebutuhan hanya sekitar 8.000 ton. Harga di pasar tetap normal di kisaran Rp22.000 per Kg atau antara Rp1.300 hingga Rp1.400 per butir
Bawang putih yang dipasok dari impor juga masih surplus. Saat ini ketersediaannya di Sumut mencapai 2.880 ton, sedangkan kebutuhannya hanya sekitar 2.450 ton. Harganya di pasar saat ini sekitar Rp30.000 per Kg. “Sementara minyak goreng yang banyak diproduksi di Sumut surplus sangat besar. Ketersediaannya mencapai 500.000 ton, sedangkan kebutuhan hanya 259.000 ton. Namun, harganya masih tetap normal berkisar antara Rp11.000 hingga Rp14.000 per Kg,” ungkapnya.
Tepung terigu juga surplus, karena stoknya mencapai 21.000 ton, sedangkan kebutuhannya hanya 3.000 ton. “Harga rata-rata saat ini kurang lebih Rp9.700 per Kg,” sebut Jhonni.
Kenaikan harga terjadi pada bawang merah. Kondisi ini disebabkan terganggunya pasokan dari Brebes, Jawa Tengah, menyusul pandemi Covid-19.Harga di pasaran saat ini berkisar atara Rp40.000 hingga Rp45.000 per Kg. Padahal di saat normal komoditas pertanian ini dijual sekitar Rp20.000 per Kg.
Pemprov Sumut saat ini berupaya mencari pasokan dan menekan harganya. “Kita terus koordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian (Sumut), mudah-mudahan akan ada panen dari beberapa kabupaten di Sumatera Utara,” sebut Jhonni.
Gula menjadi komoditas lain yang mendapat perhatian jelang Ramadan dan Idul Fitri.Harganya naik tinggi, yakni berkisar antara Rp18.000 hingga Rp20.000 per Kg. Padahal normalnya hanya sekitar Rp12.000 per Kg.
Pasokan gula memang terganggu karena negara produsen gula seperti India dan Thailand memilih langkah lockdown untuk mencegah penyebaran Covid-19. Harga komoditas ini sampai ke gudang distributor di Pelabuhan Belawan bahkan sudah mencapai Rp14.650 per Kg.
Sejumlah langkah dilakukan pemerintah untuk menginterpensi harga gula. Jhonni mengaku sudah melakukan koordinasi terhadap produsen dan distributor gula pasir tersebut. “Saat ini pemerintah pusat sudah memberikan penugasan kepada beberapa perusahaan industri di Indonesia, termasuk di Sumut. Di Sumut, PT Medan Sunggal Indonesia (MSI) mendapat penugasan pengolahan gula rapinasi menjadi gula pasir sebanyak 15.000 ton. Saat ini mulai diproduksi. Harganya diperjuangkan dijual tidak boleh lebih dari Rp12.500 per Kg,” jelas Jhonni.
Gula penugasan di Sumut diberi merek “Raja Lebah”. Jhonni, memastikan ketersediaan komoditas ini cukup untuk masa bulan Ramadan hingga Idul Fitri. Masyarakat juga dapat memantau harga penjualan gula Raja Lebah. “Kalau dijual lebih dari Rp12.500, maka dapat dilaporkan kepada kami atau kepada Satgas Pangan, yang diketuai Direskrimsus Polda Sumut. Jadi, apabila orang main-main dengan gula penugasan, ini hukumnya pidana,” ucapnya.
Bukan hanya itu, untuk menekan harga gula, saat ini Pemprov Sumut melakukan operasi pasar di 6 pasar rakyat yang ada di Medan, di antaranya Pasar Simpang Limun, Pasar Palapa, Pusat Pasar, Pasar Sukaramai, Pasar Petisah. Di masing-masing pasar dijual 1 ton gula dengan harga Rp12.000 per Kg.
“Operasi pasar akan kita laksanakan tiap hari selama Ramadan, sehingga kita imbau pedagang lain yang menjual gula di luar gula penugasan menjual mendekati harga gula penugasan,” harap Jhonni.
Pada kesempatan itu, Jhonni mengimbau pedagang untuk tidak menimbun bahan pokok. Tindakan itu melanggar hukum dan bisa dipidana. Begitu juga, akan dilakukan pengawasan oleh Satgas Pangan.
“Untuk masyaralat yang melakukan penjualan diimbau untuk melayani pembeli dengan baik dalam berdagang. supaya memakai masker dan pelindung tangan atau sarung tangan, yang akan berbelanja juga supaya memakai masker,” pungkasnya. (gus)
SALURKAN: Polres Dairi menyalurkan secara simbolis bantuan dari BRI untuk pengemudi, sopir, dan betor di Polres Dairi, Rabu (22/4).
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
SALURKAN: Polres Dairi menyalurkan secara simbolis bantuan dari BRI untuk pengemudi, sopir, dan betor di Polres Dairi, Rabu (22/4). RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Resor Dairi dan BRI cabang Sidikalang Kabupaten Dairi salurkan bantuan sosial (bansos) kepada para pengemudi mobil truk, sopir angkutan umum, angkutan kota (ankot) dan para pengemudi becak bermotor (betor).
Penyerahan bansos secara simbolis diberikan Kapolres AKBP Leonardo Simatupang didampingi Kasat Lantas AKP Herliandir bersama Pimpinan Cabang (Pinca) BRI Sidikalang, Ardhanny Bagus Pinuntun di Mapolres Dairi, Rabu (22/4).
AKBP Leonardo mengatakan, ban sos yang diberikan kepada para pengemudi merupakan Program Keselamatan tahun 2020 Poldasu melalui Polres Dairi. Bansos kepada sopir truk, angkot, dan becak bermotor merupakan bantuan pemerintah pusat yang disalurkan Polri bekerjasama dengan BRI.
Kapolres menyampaikan, penerima bansos program keselamatan merupakan warga yang terdampak wabah corona virus disiase 2019 (covid-19).
“Jumlah penerima bansos sebanyak 77 orang untuk pengemudi truk, bus, angkot dan becak bermotor. Bansos yang diberikan tiga tahap setiap bulan melalui anjungan tunai mandiri (ATM) BRI masing-masing sebesar Rp600 ribu setiap bulanya,” ujar Leonardo.
Sementara itu, Pinca BRI Sidikalang, Ardhanny Bagus Pinuntun mengatakan, kami hanya membantu menyalurkan karena pencairan tunai tidak diperkenankan. BRI berkomitmen mendukung seluruh program yang sudah terselenggara dari pusat, ungkapnya.
Semetara, Presiden RI melalui Kepolisian RI menyerahkan bantuan berupa buku tabungan dan ATM kepada perwakilan sopir angkot, pengemudi betor, dan kenek sebanyak 30 orang dengan jumlah 600 ribu/ bulan selama 3 bulan. Acara tersebut dilaksanakan di Mapolres Samosir, Rabu (22/04).
Turut hadir Bupati Samosir, Wakil Ketua DPRD, Danramil Pangururan, Kajari Samosir, KCP BRI Pangururan dan Tokoh Masyarakat.
Kapolres Samosir AKBP Muhammad Saleh SiK MM menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan perhatian Presiden RI Joko Widodo kepada pengemudi dalam keselamatan akibat dampak Covid-19.
Bupati Samosir Drs Rapidin Simbolon MM sangat menyambut baik dan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat dan jajaran Polri yang telah memberi perhatiannya kepada para pengemudi yang mengalami dampak Covid-19.
Bupati juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Polres dan TNI yang telah membantu dengan sangat baik di dalam pencegahan Covid-19 dengan penjagaan ketat di setiap perbatasan-perbatasan pintu masuk menuju Samosir.
Bupati juga menjelaskan bahwa untuk 3 bulan kedepan ( mulai Mei -Juli) Kementerian Sosial akan memberi bantuan kepada masyarakat akibat dampak Covid-19, nantinya bantuan tersebut akan diserahkan berupa buku tabungan/ATM sebesar 600 ribu/ bulan. Menurut Bupati, sebanyak 25.500 KK akan menerima bantuan tersebut. (rud/win)
OPERASI PASAR: Pemko Tebingtinggi melalui Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam melakukan OP selama dua hari di Kota Tebingtinggi, Rabu (22/4).
OPERASI PASAR: Pemko Tebingtinggi melalui Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam melakukan OP selama dua hari di Kota Tebingtinggi, Rabu (22/4).
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi melaksanakan operasi pasar (OP) selama dua hari, tanggal 22-23 April 2020 di Lapangan Merdeka Sri Mersing Jalan Su tomo Kota Tebingtinggi. OP digelar untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Tebingtinggi, Zahidin SPd mengatakan Pemko Tebingtinggi bekerja sama dengan Perum Bulog melaksanakan OP dalam rangka hari besar keagamaan nasional bulan Ramadan 1441 Hijriah.
“OP ini sekaligus untuk menekan lonjakan kebutuhan pokok jelang ramadan, kita prediksi hingga kini belum ada kenaikan harga kebutuhan pokok di Kota Tebingtinggi,” jelas Zahidin, Rabu (22/4).
Dikatakannya, dalam OP tersebut warga Kota Tebingtinggi bisa membeli kebutuhan pokok seperti beras premium per 10 Kg dengan harga Rp105.000, minyak goreng kemasan perliternya Rp13.000, gula pasir Rp12.500 per kilogram (kg) dan tepung terigu Rp8.500 per kg. Dalam OP ini, Zahidin meminta kepada seluruh masyarakat yang datang harus menggunakan masker, mengutamakan psyical distancing dan sebelum melakukan transaksi, pembeli harus diukur suhu tubuhnya.
“Jika masyarakat yang datang tidak menggunakan masker, pihak pemerintah tidak melayani dan warga disuruh pulang. Begitu juga yang bandal dan tidak mau antri tidak akan dilayani. Warga juga di wajibkan mencuci tangan,” bilangnya.
Dijelaskannya, semoga dalam menyambut Ramadan tahun ini, masyarakat Kota Tebingtinggi bisa terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokoknya. Pelaksanaan OP, dilaksanakan hingga dua hari.
“Jadi kepada warga yang belum bisa melakukan pembelian diharap datang kembali besok, karena pelaksanaan OP dimulai pukul 08.00-12.00 wib,” jelasnya.
Sedangkan untuk komoditi daging beku, pihak Perum Bulog belum ada ketersediaan pasokan dikarenakan tempat importir daging beku masih memberlakukan lock down.
Sarmilah (54) warga Jalan Imam Bonjol Kota Tebingtinggi mengaku merasa terbantu dengan adanya operasi pasar ini, karena untuk memenuhi kebutuhan gula pasir di tingkat eceran masih mahal harganya, sekitar Rp 18.500 perkg.
“Karena murah disini, makanya kami berbelanja di sini. Jelang ramadan kebutuhan akan gula pasir sangat penting,” pungkasnya. (ian/azw)
SEPI: Kondisi pemakaman muslim di Jalan Prof HM Yamin Kota Tebingtinggi tampak sepi peziarah.
SEPI: Kondisi pemakaman muslim di Jalan Prof HM Yamin Kota Tebingtinggi tampak sepi peziarah.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Nampaknya tahun ini para penjaja penjual bunga di depan pemakaman muslim Sarkawi di Jalan Prof HM Yamin Kota Tebingtinggi harus mengelus dada. Pasalnya omzet dagangan mereka menurun hingga limapuluh persen.
Menurunnya omzet dagangan mereka disebabkan karena tidak banyaknya warga yang datang berziarah menjelang datangnya bulan suci Ramadan tahun ini.
Dalam satu harinya, sebelum ada himbauan penyebaran Covid -19 di Kota Tebingtinggi agar masyarakat tidak melaksanakan tradisi ziarah kubur sebelum Ramadan, penghasilan pedagang bunga bisa mencapai Rp100.000 setiap harinya, kini mereka mengaku hanya bisa menjual 5 sampai dengan 10 bungkus bunga.
Keluhan ini dirasakan oleh Nila (34) warga Kelurahan Tanjung Marulak Hilir Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, dia mengaku dalam seharinya hanya bisa menjual lima bungkus bunga untuk peziarah.
“Cuma lima laku satu hari ini, pendapatan cuma Rp25.000, karena satu bungkus bunga dijual hanya Rp5.000. Turun sekali omzet tahun ini,” terang Nila sambil menggendong anak balitanya.
Menurut Nila, karena adanya imbauan dari pemerintah agar masyarakat tidak melakukan ziarah makam sebelum ramadan, para peziarah sekarang sepi. “Memang ada yang beziarah juga, tapi satu satu yang datang,” keluh Nila.
Hasil pemantauan di lapangan kondisi peziarah yang datang ke pemakaman Sarkawi sangat sepi, walaupun peziarah datang hanya satu dua orang, tampak peziarah menggunakan masker saat datang berziarah. Omzet menurun juga dirasakan para juru parkir dadakan di lokasi pemakaman. Penjaga parkir mengaku penghasilan tahun ini sepi. (ian/azw)
RUMAH SAKIT: RSUD Rantauprapat tempat merawat wanita hamil positif Covid-19 di Rantauprapat Labuhanbatu.
SURYA/SUMUT POS
RUMAH SAKIT: RSUD Rantauprapat tempat merawat wanita hamil positif Covid-19 di Rantauprapat Labuhanbatu.
SURYA/SUMUT POS
LABUSEL, SUMUTPOS.CO – Seorang wanita hamil warga Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) diduga terpapar Covid-19. Dia dinyatakan positif setelah menjalani rapid tes sebelum menjalani proses persalinan, di RSUD Rantauprapat, Labuhanbatu, Rabu (22/4).
Pasien Dalam Pengawasan (PDP) itu rujukan dari Rumah Sakit Elpi Al Azis Rantauprapat yang mendapat rujukun pasien dari RS Nuraini Blok Songo, Kotapinang, Labusel.
“Pasien rujukan dari Rumah Sakit ELpi Al Azis ke RSUD Labuhanbatu. Seorang wanita bernama R tempat tanggal lahir, Tolan 23 Juli 1975 yang beralamat di Aekbatu Utara Asam Jawa Kecamatan Torgamba, Labusel,” ungkap juru bicara Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Labuhanbatu, Rajiz Yuliawan dalam keterangan resminya.
Kata Rajid, pasien masuk ke RSUD Rantauprapat Selasa (22/4) sekira jam 22.00 Wib. Dan menjalani rapid test karena terindikasi gejala Covid-19.
“Dia dalam kondisi hamil jadi setelah diperiksa oleh petugas dari RSUD, karena ada indikasi gejala Covid. Dilaksanakan proses rapod tes. Dinyatakan positif,” ujar Kepala Diskominfo Labuhanbatu ini.
Pihak Gugas Covid-19 Labuhanbatu kemudian menghubungi pihak RS rujukan di Medan. Namun, RSU Haji Adam Malik Medan (HAM), menolak. Karena penuh. “Di rujuk ke RS HAM. Tapi tak ada tempat,” bebernya.
Kemudian, lanjut Rajid pihaknya menghubungi RS Martha Friska, Medan. Lagi-lagi ditolak. Alasannya, pasien dalam keadaan hamil. “RS Martha Friska juga menolak karena pasien dalam keadaan hamil,” imbuhnya.
Selanjutnya, Dinkes Labuhanbatu mengembalikan pasien untuk ditangani pihak Dinas Kesehatan Labusel agar membawa ke RS rujukan.
Plh Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Labusel, Khairil Harahap mengaku pihak Dinas Kesehatan Labusel masih melakukan kordinasi dengan pihak Dinkes Labuhanbatu. Khususnya untuk melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR).
Pihaknya juga kata Khairil sudah melakukan pendataan orang-orang yang dekat dan kontak fisik dengan pasien. Bahkan, para perawat yang sempat menangani persalinannya di RS Nuraini, Kotapinang juga dalam pengawasan pihak Dinkes setempat untuk menjalani isolasi. “Sudah ditangani pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Selatan,” paparnya.
Informasi yang dihimpun di lingkungan RSUD Rantauprapat, pasien tersebut saat ini diopname di dalam ruangan isolasi di rumah sakit milik pemerintah tersebut. “Ya, diiinapkan di ruang isolasi,” kata sumber di RSUD tersebut.
Katanya lagi, pasien melahirkan anak bayi berjenis kelamin perempuan. Bayi tersebut dalam kondisi sehat. Dan dinyatakan negatif. “Bayinya kondisi sehat. Dan hasil rapid tes negatif,” pungkasnya.
Sementara, di Humbang Hasundutan (Humbas), Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Hotman Hutasoit merilis satu pasien orang dalam pemantauan (ODP) di ruang isolasi RSUD Dolok Sanggul, sejak, Senin (20/4) kemarin.
“Sesuai dengan hasil konfirmasi yang diberikan oleh Direktur RS menyangkut pasien ODP berasal dari warga Desa Lumban Barat Kecamatan Paranginan berkelamin laki-laki,” ungkap Hotman, Selasa (21/4) malam melalui WhatsApp.
Hotman menjelaskan, pada tanggal 20 April, sekitar pukul 04.40 WIB pasien bernama Supriady Sihombing ini datang ke RS dengan keluhan batuk disertai muntah darah dengan berwarna kecoklatan.
Dari hasil skrining Covid 19, pasien sedang demam dengan suhu 38,8 celcius, sesak napas RR 30 x/i.
Kemudian, sekitar pukul 04.50 WIB, pasien yang dikonsultasikan ke dr Rianty SpP, yang kemudian dilakukan rapit test dan hasilnya negatif. Dan dari hasil rontgen, TB paru-paru dan bukan pneumonia.
Hingga disimpulkan, pasien keadaan demam, batuk dan sesak napas yang dialami pasien kemungkinan TB Paru.
Sehingga pasien untuk sementara, harus di observasi diruang isolasi Covid 19 dengan diagnosa kerja TB Paru.
“Pasien memiliki riwayat dari Jakarta, sehingga pasien dirawat diisolasi Covid 19,” ungkapnya. Hotman mengungkapkan, sesuai hasil koordinasi dengan pihak RS, pasien dapat dilakukan observasi sampai 14 hari. (fdh/des/azw)
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Langkat membagikan bahan pokok makanan, masker, dan tali asih kepada seluruh pengurus dan anggota PWI Langkat serta wartawan yang bertugas di Kabupaten Langkat.
“Pemberian bahan pokok makanan dan masker tersebut sebagai bentuk kepedulian sesama wartawan, karena mewabahnya Virus Corona dan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1441 Hijriah,” kata Ketua PWI Langkat Hery Putra Giting kepada Sumut Pos di sela-sela pembagian, Rabu ( 22/4 )
“Alhamdulillah, atas ridho Allah SWT, hari ini PWI Kabupaten Langkat bisa berbagi kepada rekan-rekan jurnalis yang bertugas di Kabupaten Langkat khususnya seluruh anggota PWI Langkat ,” imbuhnya
Dikatakannya, kegiatan ini merupakan dalam rangka mengatasi dampak perekonomian yang semakin menurun disebabkan pandemi virus Corona yang melanda di Indonesia khususnya Kabupaten Langkat. “Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan meringankan beban ekonomi rekan-rekan wartawan khususnya yang tergabung di PWI Langkat, apalagi ini akan memasuki bulan puasa, “ sebut Hery.
Sementara Imam Fauzi Hasibuan yang merupakan salah satu wartawan senior di Kabupaten Langkat mengapresiasi program PWI Langkat yang membagikan bantuan masker, bahan pokok makanan dan uang tali asih untuk wartawan.
“Kita berterima kasih kepada segenap pengurus PWI Langkat yang telah memberikan bantuan kepadanya kepada wartawan khususnya seluruh anggota PWI Langkat. Kita jangan melihat nilainya, tapi kita mengapresiasi niat dan kinerja PWI yang masih mau berbuat meringankan beban ekonomi rekan-rekan wartawan,” imbuhnya (yas)
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Bantuan kepada masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19, mulai disalurkan. Wali Kota Binjai, HM Idaham didampingi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah melepas keberangkatan bantuan dari gudang logistik di Gedung Olahraga Kota Binjai, Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Dalam, Binjai Selatan, Rabu (22/4).
Sasaran bantuan yang terdampak Pandemi Covid-19, akan disalurkan kepada 45 ribu Kepala Keluarga. Mereka tercatat bukan sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan dan Bantuan Langsung Tunai.
Idaham menyatakan, penyaluran bantuan ini diawali dari Kecamatan Binjai Utara. Sedikitnya, 60 kendaraan yang dikerahkan untuk membawa logistik yang akan diantar ke rumah-rumah.
Alasan ke rumah masyarakat langsung agar tepat sasaran. Selain itu, juga mengajak masyarakat untuk tidak berkumpul.
“Hari ini kita menyelesaikan pendistribusian bantuan yang terdampak Covid-19 di Kota Binjai di Kecematan Binjai Utara sebanyak 12.800 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak Covid -19,” ujar Idaham.
Menurut dia, pemberian bantuan ini diserahkan oleh petugas langsung ke setiap rumah masyarakat sesuai dengan alamat, berdasarkan data yang sudah dilakukan pengumpulan dan evaluasi. “Kita berharap, bantuan dari Pemerintah Kota Binjai kepada masyarakat yang terdampak Covid -19 dapat membantu masyarakat. Kepada masyarakat tetap diam di rumah, bantuan akan diantar langsung oleh petugas kerumah masing-masing,” kata Wali Kota 2 periode ini.
Dia mengimbau, apabila ada masyarakat yang belum menerima bantuan tetapi sesuai dengan ketentuan dapat memperoleh bantuan, akan didata dan diverifikasi serta akan diberikan oleh Pemerintah Kota Binjai pada tahap selanjutnya. (ted/azw)
Bantuan: Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah menyerahkan bantuan paket bahan pokok kepada masyarakat di Kantor Pemasaran Komplek Cemara Asri Deliserdang, Rabu (22/4).
Bantuan: Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah menyerahkan bantuan paket bahan pokok kepada masyarakat di Kantor Pemasaran Komplek Cemara Asri Deliserdang, Rabu (22/4).
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah menyerahkan bantuan paket bahan pokok kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, Rabu (22/4), di Kantor Pemasaran Komplek Cemara Asri Deliserdang, Rabu (22/4).
Bantuan yang terdiri dari beras, telur, mi instan dan minyak goreng diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama yang terdampak pandemi Covid-19. Apalagi, Covid-19 tidak lagi hanya berdampak pada kesehatan dan sosial, namun juga perekonomian masyarakat.
“Ini sumbangan dari Bapak Haji Anif, saya mewakili orang tua saya. Mudah-mudahan sumbangan ini bisa bermanfaat dan bisa mengurangi beban hidup masyarakat di tengah pandemi ini,” kata Musa Rajekshah.
Bantuan yang diserahkan berjumlah 1.000 paket bahan pokok. Bantuan tersebut akan diberikan ke beberapa wilayah sekitar kediaman pribadi dan tempat usaha keluarga H Anif yang tersebar di wilayah Medan (lingkungan atau desa sekitar perumahan Cemara Asri) hingga wilayah lain. “Saat ini ada 1.000 paket, akan ada tambahan untuk beberapa wilayah lagi,” ungkap Musa Rajekshah.
Bantuan tersebut nantinya akan diserahkan langsung kepada masyarakat tanpa membuat keramaian. Selain itu, Wagub berharap dan mengajak seluruh masyarakat berdoa agar situasi cepat normal kembali.
“Kita semuanya berdoa, mudah-mudahan suasana Sumatera Utara dan Indonesia bahkan dunia agar cepat kembali seperti semula,” kata Wagub.
Wagub juga mengharapkan masyarakat untuk mengikuti imbauan pemerintah, seperti berdian diri di rumah, menghindari kerumunan, selalu cuci tangan dengan sabun dan memakai masker jika terpaksa keluar rumah. Juga berharap tidak ada penolakan masyarakat terhadap jenazah terkait Covid-19.”Imbauan yang sudah disampaikan pemerintah, saya mohon ikuti dan disosialisakan kepada yang lain,” kata Wagub.
Sementara itu, Kepala Desa Sampali Deliserdang Muhammad Ruslan mengapresiasi bantuan yang diberikan tokoh masyarakat Sumut tersebut. Apalagi masyarakat di Desa Sampali hampir 60 % pekerja lepas. Jadi pandemi Covid-19 sangatlah berdampak pada masyarakat. (prn/azw)
SIMULASI: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menghadiri simulasi Tactical Floor Game Penanganan Covid-19, di GOR Mini Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumut, Rabu
(22/4).
SIMULASI: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menghadiri simulasi Tactical Floor Game Penanganan Covid-19, di GOR Mini Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumut, Rabu
(22/4).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terkait budaya mudik lebaran, Edy meminta masyarakat tahun ini tidak melakukan mudik.
“Tidak ada mudik. Ini sudah keputusan saya selaku gubernur. Dimohon kepada masyarakat Sumut untuk menghindari mudik, atau jangan mudik dulu sementara ini. Selamatkan diri Anda, keluarga dan tetangga di sekitar kampung halaman,” tegasnya.
Mantan Pangkostrad RI ini mengimbau agar masyarakat Sumut berdiam diri dulu di rumah. Jika terpaksa harus keluar rumah, gunakan masker. Selain itu, rutin cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Kemudian, hindari keramaian atau kerumunan. “Masyarakat Sumut masih sulit sekali diimbau,” keluhnya.
Terkait apakah Pemprovsu akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengatasi masyarakat yang bandel atau tidak mengindahkan imbauan pemerintah untuk stay at home, Edy menyatakan, tidak semudah itu menerapkan PSBB.
“PSBB itu menentukan zona-zona yang disikapi dengan finansial. Sifatnya komprehensif dan tidak semudah itu. Oleh karenanya, kita masih menekankan, mengimbau, dan meminta kepada masyarakat untuk berdiam diri di rumah,” tukasnya.
Simulasi Tactical Floor Game (TFG) Operasi (Ops) Aman Nusa II Toba 2020 Penanganan Covid-19 Sumut, digelar di Mini GOR Futsal Disporasu, Jalan Williem Iskandar Kabupaten Deliserdang, Rabu (22/4).
Turut hadir dalam simulasi tersebut Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Pangdam I/BB Mayjen TNI M Sabrar Fadhilah, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, Panglima Kosekhanudnas III Marsekal Pertama TNI Djohn Amarul, Kabinda Sumut Ruruh A Setyawibawa, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, mewakili Danlantamal I Belawan dan mewakili Lanud Soewondo.
Gubernur, Edy Rahmayadi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya simulasi yang dilakukan oleh Polda Sumut dan seluruh pihak terkait. Ia berpesan agar aparat yang terlibat memperhatikan simulasi, sehingga saat di lapangan nantinya mengerti dan paham tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Pangdam I/BB M Sabrar Fadhilah juga menyampaikan apresiasi kepada Polda Sumut atas pelaksanaan TFG Ops Aman Nusa II Toba 2020 Penanganan Covid-19. Sabrar menilai, Covid-19 sebagai sesuatu yang baru, belum dapat dipastikan kapan akan berakhir. Untuk itu, langkah-langkah antisipatif melalui simulasi hari ini sangat penting untuk dilakukan.
Kapolda Sumut, Martuani Sormin, menjelaskan bahwa TFG merupakan salah satu standar sebuah operasi yang berperan penting untuk menentukan keberhasilan sistem pengamanan. “Saya harap seluruh komandan satuan yang bertugas memperhatikan beberapa hal yang sebutkan ini yaitu, penugasan di mana, bekerja sama dengan siapa, satuan yang dilibatkan, rangka komunikasi dan tanggung jawab,” pesan Sormin.
Ops Aman Nusa Toba II 2020 Penanganan Covid-19 melibatkan 7.250 personil kepolisian, TNI dan Pemerintah Daerah. Dijelaskan, Kota Medan (Polrestabes Medan) memiliki 6 daerah penyangga. Sebelah utara yakni Polres Pelabuhan Belawan, selatan yakni Polres Karo, timur yakni Polres Deliserdang dan Serdang Bedagai dan di barat yakni Polres Langkat dan Binjai.
Wilayah pengamanan Medan dibagi menjadi tiga rayon. Rayon satu termasuk Medan Kota, Medan Patumbak, Medan Baru. Rayon dua termasuk Medan Barat, Medan Timur, Medan Area, Medan Helvetia. Kemudian Rayon tiga yakni Medan Sunggal, Pancur Batu dan Delitua.