Home Blog Page 4386

Sanksi bagi yang Nekat Mudik

Presiden Joko Widodo memutuskan pelarangan mudik Lebaran, dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4).
Presiden Joko Widodo memutuskan pelarangan mudik Lebaran, dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4).
Presiden Joko Widodo memutuskan pelarangan mudik Lebaran, dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4).
Presiden Joko Widodo memutuskan pelarangan mudik Lebaran, dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Staf Khusus Menteri Perhubungan, Adita Irawati memastikan, pemerintah akan memberikan sanksi bagi warga yang nekat mudik dari zona merah Covid-19. Sanksi ini nantinya akan diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan yang mengatur larangan mudik.

“Salah satu sanksi yang paling mungkin diberikan adalah meminta pemudik yang mencoba keluar dari zona PSBB atau zona merah untuk kembali. Itu salah satu sanksinya,” kata Adita, Selasa (21/4).

Untuk menerapkan sanksi ini, maka setiap akses keluar dari zona merah akan dijaga oleh petugas. Akses keluar masuk hanya dibolehkan untuk kendaraan logistik. Sementara angkutan umum dan kendaraan pribadi dilarang melintas.

Selain sanksi tersebut, Adita menyebut ada sejumlah sanksi lainnya yang tengah dibahas. Namun, ia belum mau mengungkapkan sanksi lainnya. “Ya kita sedang bahas. Yang paling memungkinkan yang tadi saya sebut. Yang lainnya masih dalam pembahasan,” kata dia.(*)

Mudik Resmi Dilarang, Berlaku Mulai 24 April

Presiden Joko Widodo memutuskan pelarangan mudik Lebaran, dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4).
Presiden Joko Widodo memutuskan pelarangan mudik Lebaran, dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4).
Presiden Joko Widodo memutuskan pelarangan mudik Lebaran, dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4).
Presiden Joko Widodo memutuskan pelarangan mudik Lebaran, dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Akhirnya, pemerintah resmi melarang seluruh masyarakat perantauan mudik ke kampung halaman masing-masing. Keputusan itu disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video, Selasa (21/4). Menurut Jokowi, kebijakan itu diambil lantaran masih banyak masyarakat perantauan yang bersikeras untuk mudik.

DATA DARI Kementerian Perhubungan, sebanyak 24 persen masyarakat memutuskan tetap mudik. Hal ini dikhawatirkan akan menjadi medium penularan Covid-19 di desa-desa, sebab para perantau dianggap merupakan orang yang tinggal di episentrum virus corona di Indonesia. “Artinya masih ada angka yang sangat besar yaitu 24 persen tadi,” ujar Jokowi.

Adapun sebanyak 68 persen masyarakat memutuskan tidak mudik dan 7-8 persen sudah mudik ke kampung halaman.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan skema dan aturan pelaksanaan larangan tersebut. Adapun skema yang disiapkan adalah pembatasan lalu lintas. Angkutan umum dan kendaraan pribadi dilarang untuk keluar dari zona merah Covid-19.

“Kendaraan angkutan umum, kendaraan pribadi, sepeda motor tidak boleh keluar masuk zona merah,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Selasa.

Budi menegaskan, pihaknya tidak akan menutup akses jalan antar wilayah. Sebab pemerintah tidak melarang angkutan barang dan logistik untuk beroperasi. “Skenario yang disiapkan jika mudik dilarang adalah berupa pembatasan lalu lintas pada jalan akses keluar masuk wilayah, bukan penutupan jalan,” ujar Budi.

Dengan demikian, nantinya di setiap akses keluar masuk wilayah akan dipersiapkan check point untuk memeriksa setiap orang yang akan keluar masuk Jabodetabek. “Dalam melaksanakan pembatasan lalu lintas tentunya diperlukan kerja sama dengan banyak pihak, terutama jajaran kepolisian sebagai garda terdepan,” tuturnya.

Kementerian Perhubungan disebut sudah memiliki sanksi bagi masyarakat yang nekat mudik. Menurut Budi, sanksi tersebut bisa diterapkan mengacu pada UU No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. “Sanksi yang paling ringan bisa dengan dikembalikan saja kendaraan tersebut untuk tidak melanjutkan perjalanan mudik,” ucapnya.

Berlaku 24 April

Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Menteri Perhubungan Ad Interim, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan larangan mudik mulai berlaku pada 24 April. Hal itu disampaikan Luhut selepas rapat bersama Presiden Joko Widodo melalui konferensi video, Selasa (21/4).

“Larangan mudik efektif terhitung Jumat, 24 April 2020. Ada sanksi-sanksinya, tapi sanksi efektif 7 Mei,” kata Luhut.

Ia menyebutkan, larangan mudik berlaku bagi warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan daerah yang telah ditetapkan sebagai zona merah Covid-19.

Luhut juga mengatakan, selama larangan mudik diberlakukan, tak ada penutupan jalan tol karena masih akan dilewati kendaraan pengangkut bahan pangan dan logistik. Selain itu, kereta rel listrik (KRL) di Jabodetabek tetap beroperasi selama larangan mudik diberlakukan.

“Kami bersama seluruh jajaran Kemenhub, Polri, TNI, kementerian, dan lembaga akan melakukan langkah-langkah persiapan teknis di lapangan termasuk memastikan arus logistik agar jangan sampai terhambat,” ujar Luhut.

“Dalam hal ini jalan tol tidak akan pernah ditutup tapi dibatasi. Kendaraan logistik atau berkaitan dengan kesehatan, perbankan dan lainnya (tetap boleh melintas) karena masyarakat ini harus hidup,” kata dia.

Sebelumnya, Jokowi telah memutuskan melarang para ASN, pegawai BUMN, dan personel TNI-Polri mudik ke kampung halaman di masa Lebaran. Kebijakan tersebut diambil untuk meminimalisasi pergerakan orang dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi atau Jabodetabek yang menjadi episentrum Covid-19 di Indonesia ke daerah. Hal itu disampaikan Jokowi dalam konferensi pers melalui sambungan konferensi video, Kamis (9/4).

“Hari ini sudah kami putuskan bahwa untuk ASN, TNI dan Polri, serta pegawai BUMN, dilarang mudik,” ujar Jokowi.

Rp160 Triliun Tidak Berputar

Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal, memperkirakan ada sekitar Rp32 triliun sampai Rp160 triliun dana dari kota yang terancam tidak bisa mengalir ke daerah, karena larangan mudik tersebut. Angka tersebut ia buat berdasarkan data historis tingkat pengeluaran para perantau di kota saat mudik.

“Secara historis, spending pemudik itu antara Rp1 juta sampai Rp5 juta selama mudik, artinya mencapai Rp32 triliun sampai Rp160 triliun, meski ini biasanya lebih banyak mengalir ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur,” ungkap Fithra, kemarin.

Fithra merinci aliran dana itu biasanya terbagi untuk dua keperluan. Pertama, sekitar 30 persen atau Rp9,6 triliun sampai Rp48 triliun untuk belanja ke sektor bisnis angkutan umum, perjalanan, akomodasi, hingga perhotelan.

Kedua, sebesar Rp22,4 triliun- Rp112 triliun untuk dibelanjakan di daerah. Masalah tersebut akan berdampak melebar ke mana – mana.

Salahsatunya, geliat bisnis. Fithra mengatakan ketika larangan mudik diterapkan, sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, hiburan, transportasi, dan jasa perjalanan terancam mengalami pukulan hebat. Maklum, belanja pemudik untuk sektor tersebut cukup besar.

Kendati begitu, menurutnya, kebijakan larangan mudik mau tidak mau memang harus dilakukan Jokowi, meski harus mengorbankan ekonomi daerah. Pasalnya, di tengah penyebaran wabah virus corona yang kian meluas, soal uang bukan masalah lagi. Yang lebih penting saat ini adalah menyelamatkan nyawa masyarakat.

“Mau tidak mau, ekonomi pasti jatuh, tapi lebih baik begini secara jangka pendek, namun ada investasi untuk perbaikan ekonomi jangka panjang bila mata penyebaran virus bisa diputus,” katanya.

Untuk daerah pun, Fithra mengatakan larangan mudik bukan akhir dari segalanya. Meskipun berpotensi kehilangan aliran dana besar, bukan berarti pemerintah harus pasrah.

Sebab, ekonomi daerah masih bisa bergerak dengan stimulus ekonomi yang digelontorkan pemerintah untuk mengatasi masalah virus corona. Presiden Jokowi beberapa waktu lalu telah mengumumkan banyak stimulus untuk mendorong ekonomi, termasuk daerah yang tertekan virus corona.

Salah satunya, melaksanakan program padat karya tunai. Pemerintahannya akan menggelontorkan dana Rp16,9 triliun untuk melaksanakan program itu di sejumlah daerah supaya ekonomi tetap berjalan.

Selain itu, Jokowi juga berjanji akan menggelontorkan bantuan langsung tunai untuk menjaga daya beli masyarakat dari tekanan virus corona. Ia menilai kebijakan tersebut akan sedikit mengobati lara yang ditimbulkan oleh larangan mudik. (kps/cnn/int)

Pemancing Ikan Ditemukan Tewas di Sungai Lau Renun

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Seorang pemancing ikan, Jauntung Siringo-ringo (55) warga Dusun Barisan Gereja Desa Bukit Baru Kecamatan Pegagan Hilir Kabupaten Dairi ditemukan tewas dialiran Sungai Lau Renun, Senin (20/4) sore. Demikian disampaikan Kapolres Dairi AKBP Leonardo Simatupang melalui Kasubbag Humas Polres Iptu Donny Saleh, Senin (20/4).

Donny menerangkan, temuan mayat itu sesuai laporan masyarakat Desa Palding Jaya Sumbul ke Polsek Tigalingga, Senin (20/4) sekira pukul 18.00 Wib. Atas informasi itu, Kapolsek Tigalingga AKP SP Siringo-ringo bersama personil turun kelokasi dan menemukan mayat laki-laki tanpa busana.

Selanjutnya, Kapolsek dan personel Polsek Tigalingga dibantu masyarakat mengevakuasi jenazah Jauntung dan diserahkan kepihak keluarga. Donny mengatakan, keterangan diperoleh dari keluarga, sebelum ditemukan tewas korban diduga hanyut ke sungai saat memancing, Sabtu (18/4).

Korban berangkat ke Sungai Lau Renun bersama 2 rekanya, Sabtu (18/4) sekira Pukul 21.00 WIB. Menurut saksi, korban bersama rekanya duduk sambil memancing ditengah aliran sungai yang ada pulau (bebatuan yang menumpuk).

Kemudian, dini hari tiba-tiba turun hujan deras dan air sungai meluap. Lalu, arus sungai menyapu mereka. Naas korban tidak bisa menyelamatkan diri hingga ditemukan tewas, sedangkan 2 rekanya selamat. (rud/btr)

Bunuh Rekan Kerja, Umar Nasution Dituntut 17 Tahun Penjara

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Umar Nasution dituntut jaksa dengan hukuman 17 tahun penjara. Terdakwa dinyatakan bersalah karena telah membunuh Nurdin, selaku teman kerjanya, dalam sidang di Ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (21/4).

Dalam nota tuntutan yang dibacakan JPU Buha Reo Christian Saragi, perbuatan terdakwa melanggar pasal 338 KUHPidana, karena telah melakukan tindak pidana yang dimana dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain.

“Meminta majelis hakim agar menghukum terdakwa dengan pidana 17 tahun penjara,” kata jaksa di hadapan majelis hakim diketuai Safril Batubara.

Atas tuntutan itu terdakwa yang bekerja sebagai petugas kebersihan ini, diberikan kesempatan majelis hakim untuk menyusun nota pembelaan yang dibacakan pada sidang pekan mendatang.

Diketahui, kasus ini bermula, Oktober 2019 sekira pukul 08.30 WIB, terdakwa istirahat di tempat tongkrongan yang berada di salah satu perusahaan di Jalan Makmur, Kecamatan Medan Barat di sebuah komplek tempat ia bekerja dan pada saat istirahat, korban Nurdin datang menemui terdakwa menanyakan kain pengelap.

Terdakwa yang ditanyai korban, lantas merasa seperti dituduh oleh korban menghilangkan kain pengelap tersebut, sehingga terjadi pertengkaran mulut antara terdakwa dan korban hingga terjadi dorong-dorongan antara terdakwa dan korban.

“Kemudian saksi Riono Alias Wakno yang melihat hal itu lalu melerai terdakwa dan korban hingga akhirnya terdakwa dan korban berhasil dileraikan namun setelah berhasil dileraikan oleh saksi Riono Alias Wakno, terdakwa dan korban masih tetap bertengkar mulut, dan pada saat bertengkar mulut dengan terdakwa,” katanya.

Korban kemudian mengambil sapu lidi bergagang kayu dan berusaha memukulkan ke arah terdakwa namun terdakwa berhasil menghindar selanjutnya terdakwa mengambil kayu broti yang ada tertancap paku, dan pada saat posisi korban agak membungkuk dan sapu lidi berada di bawah.

“Terdakwa lalu memukulkan broti tersebut ke arah kepala belakang tubuh korban sehingga korban oleng dan terjatuh ke lantai yang mengakibatkan kepala korban terbentur dilantai dan kondisi kepala korban mengeluarkan darah,” jelasnya.

Saksi Riono yang melihat korban dalam keadaan tidak sadarkan diri, dan terlihat kepala korban mengeluarkan darah. Dalam perjalanan ke RS Adam Malik Medan kondisi korban sudah ngorok, meninggal dunia. (man/btr)

Dua dari Empat Pelaku Begal Nyaris Diamuk Massa

DIMSSA: M Ridho dan J Sudirman dua pelaku yang gagal merampas sepedamotor korban.
DIMSSA: M Ridho dan J Sudirman dua pelaku yang gagal merampas sepedamotor korban.
DIMSSA:  M Ridho dan J Sudirman dua pelaku yang gagal merampas sepedamotor  korban.
DIMSSA: M Ridho dan J Sudirman dua pelaku yang gagal merampas sepedamotor korban.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Dua dari empat pelaku kejahatan begal nyaris diamuk massa, setelah gagal merampas sepeda motor Vario BK 3474 NAP. Beruntung aksi main hakim itu dapat dihindari setelah personel Lantas bersama personel Polsek Firdaus tiba dilokasi dan menyelamat kedua pelaku, Minggu (19/4).

Kedua pelaku adalah Muhamad Ridho (21) warga Kampung Lalang Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi dan Jenderal Sudirman (25) warga Desa Guru Singa, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Tanah Karo.

Ceritanya, 4 pelaku ini gagal membegal Sepeda motor Vario BK 3474 NAP yang dikendarai oleh Popy (16) bersama Nuraisah (16) keduanya merupakan warga Dusun VII Desa Bakaran Batu Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

Aksi begal itu terjadi, di Dusun VII Desa Bakaran Batu Kecamatan Sei Bamban persisnya di depan lokasi TPU perkuburan kristen. Saat itu, para pelaku berusaha merampas sepeda motor korban, namun karena korban melawan, kemudian aksi begal itu pun diketahui oleh Alfredo Nababan (20) warga sekitar yang datang untuk menolong, dan dianiaya oleh ke empat pelaku hingga mengalami luka-luka.

Gagal membegal sepeda motor korban, ke empat pelaku langsung kabur mengendarai mobil Suzuki Ignis BK 1203 AAB sambil membawa Handphone milik korban Nuraisah. Melihat para pelaku kabur, Alfredo dan korban berteriak dengan cara minta tolong, teriakan korban didengar warga sekitar yang langsung mengejar mobil pelaku.

Panik, dikejar masa ke empat pelaku memacu laju mobilnya dengan kecepatan tinggi dan berupaya kabur menuju arah Medan. Setibanya di Jalinsum Medan-Tebing Tinggi, tepatnya di Dusun I Desa Seibamban, mobil pelaku menyalip kendaraan yang berada didepannya.

Seketika itu datang mobil dari arah berlawanan kendaraan dengan kecepatan tinggi yang membuat sopir pelaku hilang kendali hingga banting ster kekanan lalu menyerempet sepeda motor yang dikendarai oleh warga sekitar kemudian menubruk pohon kelapa dan menabrak tembok rumah warga.

Takut diamuk masa, dua dari empat pelaku berhasil kabur ke areal persawahan yang berada di sekitar lokasi, sedangkan dua pelaku lainnya berhasil diamankan warga dan nyaris diamuk masa. Tak lama datang personel lantas dan personel Polsek Firdaus mengamankan keduanya.

Kapolres Serdang Bedagai (Sergai), AKBP Robin Simatupang membenarkan dengan peristiwa pembegalan tersebut, guna penyelidikan lebih lanjut kedua pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolsek Firdaus.

Sedangkan untuk kedua identitas pelaku yang melarikan diri sudah kita ketahui dan saat ini masih dalam pengejaran. “Tersangka dijerat dengan pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman 7 tahun keatas,” ungkap Kapolres AKBP Robin. (sur/btr)

Oknum Pejabat Pemkab Deliserdang Dilaporkan ke Polisi

KETERANGAN: Hadian didampingi kuasa hukumnya Imam Susanto SH memberikan keteraangan perss kepada wartawan di Lubukpakam.
KETERANGAN: Hadian didampingi kuasa hukumnya Imam Susanto SH memberikan keteraangan perss kepada wartawan di Lubukpakam.
KETERANGAN: Hadian didampingi  kuasa hukumnya Imam Susanto SH memberikan keteraangan perss kepada wartawan di Lubukpakam.
KETERANGAN: Hadian didampingi kuasa hukumnya Imam Susanto SH memberikan keteraangan perss kepada wartawan di Lubukpakam.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Oknum pejabat Pemkab Deliserdang T SP dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Deliserdang oleh Hadian (37) warga Jalan Bilal Dusun III Kecamatan Lubukpakam, Selasa (21/4) sekitar pukul 16.30 WIB. Alasan terlapor melaporkan pejabat di lingkungan Sekretariat Pemkab Deliserdang itu karena tidak menepati janjinya untuk membayar pinjaman uang penyertaan proyek pengadaan peralatan barang dan jasa TA 2019.

Menurut Hadian yang didampingi Imam Susanto SH, kuasa hukumnya, mengatakan awalnya T SP yang baru setahun dikenalnya itu menawarkan paket proyek dengan nilai anggaran Rp94.250.000. Proyeknya pun dijanjikan T SP akan dikerjakannya sendiri tanpa merepotkan pelapor. Namun syaratnya, Hadian harus menyerahkan lebih dulu uang penyertaan dana kegiatan pengadaan peralatan Rp88.250.000.

Tergiur dengan tawaran dan janji keuntungan yang lumayan, Hadian menyerahkan uang yang diminta T SP, tanggal 2 oktober 2019 lalu dengan membubuhkan tanda tangan dikwitansi bermaterai 6000.

Karena tak ada kabar tentang kegiatan proyek itu, Hadian menjumpai T SP untuk menagihnya. Ternyata lebih 10 kali berjumpa, janji T SP kepada Hadian tak kunjung ditepati. Karena kesalnya, Hadian pun melapor ke SPKT Polresta Deliserdang.

“Kesal kali aku dibuatnya. Asal jumpa ada saja alasannya. Sesuai bukti-bukti yang ada maka kulaporkan saja ke polisi. Biar diselesaikan melalui proses hukum saja dia itu”, kata Hadian.

Sementara itu, Imam Susanto SH, saat diwawancarai sejumlah wartawan mengatakan agar pihak Polresta Deliserdang segera menindaklanjuti laporan klien nya secara profesional. “Harapan saya, polisi segera memproses laporan Hadian,” sebut Imam.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Deliserdang Kompol M Firdaus SIK saat dikonfirmasi wartawan terkait laporan Hadian mengatakan jika pihaknya akan segera memprosesnya. (btr)

Telkomsel Gelar 11.000 BTS 4G Baru di Momen Ramadan dan Idul Fitri 1441H

Suasana virtual presscon kesiapan jaringan dan layanan Telkomsel jelang periode Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI 2020) dengan menggunakan aplikasi CloudX di Jakarta, Selasa (21/4).  Telkomsel memperkirakan akan terjadi lonjakan trafik komunikasi untuk layanan broadband sebesar 20%. Telkomsel juga akan melakukan optimalisasi kualitas dan kapasitas jaringan di sekitar 436 point of interest (POI), yang berfokus pada 309 titik area residensia.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel sebagai leading digital telco company siap menyambut momen Ramadan dan Idul Fitri 1441 H dengan berkomitmen untuk terus bergerak maju dalam memastikan ketersediaan kualitas jaringan dan layanan yang prima guna menghadirkan kenyamanan beraktivitas dan beribadah bagi pelanggan.

Tahun ini, Telkomsel juga memusatkan pengamanan kualitas dan kapasitas jaringan di area residensial, rumah sakit, serta jalur dan titik transportasi yang akan menjadi sarana pendukung logistik penanganan pandemi virus COVID-19. Hal tersebut merupakan kelanjutan komitmen Telkomsel untuk terus berkontribusi bergotong royong bersama seluruh pemangku kepentingan terkait dalam upaya penanganan pandemi COVID-19 secara berkesinambungan di Indonesia.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, “Telkomsel mengucapkan selamat menunaikan ibadah di bulan suci Ramadan bagi seluruh umat muslim di seluruh Indonesia. Kami juga memahami betapa pentingnya momen Ramadan dan Idul Fitri bagi umat muslim di Indonesia untuk terus saling terhubung dengan orang-orang tercinta.

Untuk itu, sebagai connectivity enabler, Telkomsel selalu berupaya untuk memastikan seluruh pelanggan dapat tetap nyaman dalam menjalin silaturahmi walau saat ini negara kita sedang dihadapi dengan keadaan yang penuh tantangan dan keterbatasan sebagai dampak pandemi COVID-19.

Upaya penguatan dan pengamanan akses jaringan berteknologi terdepan di sejumlah titik prioritas telah kami lakukan guna memaksimalkan pemanfaatan layanan terutama yang berbasis broadband oleh seluruh masyarakat Indonesia dapat terus dinikmati dengan nyaman dan lancar.”

Pada momen Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) tahun ini, Telkomsel memperkirakan akan terjadi lonjakan trafik komunikasi untuk layanan broadband sebesar 20%, sedangkan untuk trafik layanan legacy voice dan SMS diprediksi juga akan mengalami penurunan jika dibandingkan dengan hari normal, yang mana juga didorong dengan semakin kuatnya adopsi masyarakat dalam pemanfaatan layanan broadband dan digital untuk mendukung produktivitas saat beraktivitas dari rumah di momen pandemi COVID-19 saat ini.

Guna mengantisipsi hal tersebut, Telkomsel telah memusatkan optimalisasi kualitas dan kapasitas jaringan di sekitar 436 point of interest (POI), yang berfokus pada 309 titik area residensial yang teridentifikasi  mengalami kenaikan trafik telekomunikasi yang sangat signifikan sejak diberlakukannya imbauan dari Pemerintah RI untuk beraktivitas di rumah, 58 titik rumah sakit rujukan COVID-19, 38 titik area transportasi utama di tiap Provinsi seperti bandara dan pelabuhan, 31 titik area transportasi logistik, alat-alat kesehatan dan kebutuhan pokok, serta pengamanan jaringan di akses jalur tol dan jalan utama sepanjang 16.000 Km yang terbentang dari wilayah Pulau Sumatera, Pulau Jawa, hingga Pulau Kalimantan.

Setyanto lebih lanjut menambahkan, fokus pengamanan jaringan di seluruh area tersebut merupakan bentuk nyata dukungan Telkomsel dalam memastikan kenyamanan masyarakat Indonesia yang menjalankan imbauan Pemerintah RI untuk tidak mudik dan memusatkan aktivitas ibadah di momen RAFI ini di rumah. Selain itu, pengamanan titik area dan jalur transportasi pun tetap menjadi fokus Telkomsel sebagai upaya untuk memastikan kelancaran komunikasi operasional penanganan dan penyaluran logistik bahan pokok, alat-alat kesehatan, dan obat-obatan di tiap wilayah.

Upaya penguatan kualitas dan kapasitas jaringan yang juga Telkomsel lakukan adalah dengan menghadirkan 11.000 BTS baru berteknologi multi-band Long Term Evolution atau 4G, mengoperasikan tambahan 69 unit Compact Mobile BTS (COMBAT), serta menambah kapasitas gateway internet menjadi 6,100 Gbps (6 Tbps) untuk menjamin kelancaran akses data di seluruh Indonesia.

Secara keseluruhan, Telkomsel saat ini memiliki 219.000 unit BTS di seluruh penjuru negeri, dengan 87.000 unit di antaranya merupakan BTS 4G. Berbekal infrastruktur yang mumpuni, cakupan 4G Telkomsel pun telah menjangkau lebih dari 95% wilayah populasi di Indonesia, yang siap mengakomodasi berbagai kebutuhan layanan berbasis broadband dan digital untuk terus mendukung aktivitas keseharian masyarakat.

Hasil Uji Jaringan Telkomsel dan Penguatan Virtual Monitoring

Melanjutkan komitmen dalam mengantisipasi kesiapan jaringan, Telkomsel secara konsisten juga tetap melakukan drive test (uji jaringan) secara langsung, dengan total jarak tempuh mencapai sekitar 16.000 km. Drive test tersebut dilakukan Tekomsel untuk selalu menjaga kualitas jaringan yang merupakan prioritas utama Telkomsel dalam menghadirkan layanan bagi pelanggan. Untuk itu, Telkomsel memastikan seluruh layanan dan kualitas jaringan berfungsi secara optimal dan prima terutama di seluruh POI, termasuk jalur transportasi utama seperti jalan tol yang di antaranya adalah 23 ruas tol utama (termasuk 5 ruas tol baru) di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

Saat ini, coverage sinyal Telkomsel sudah mencapai 100% secara kontinu pada jalur tol Trans Sumatera, jalur tol Trans Jawa, jalur Kereta Api Trans Jawa, serta jalan utama dan jalan tol Balikpapan-Samarinda dengan parameter pengukuran di masing-masing lokasi antara lain kekuatan sinyal 4G yang mencapai 90,94% dengan success call rate sebesar 98,74% sepanjang jalan tol Trans Sumatera, kekuatan sinyal 4G yang mencapai 99% dengan success call rate sebesar 99,00% sepanjang jalan tol Trans Jawa, dan kekuatan sinyal 4G yang mencapai 100% dengan success call rate sebesar 97,22% sepanjang jalur kereta api Trans Jawa. Untuk di jalan utama dan jalan tol Balikpapan-Samarinda parameter success call rate sudah mencapai 97,92%, dengan cakupan sinyal 4G mencapai sekitar 90% mengikuti proses pengembangan infrastuktur di sepanjang jalur tersebut yang masih berjalan.

Ada pun parameter pengukuran yang digunakan adalah kekuatan daya pancar dan daya terima perangkat (Coverage), tingkat kesuksesan panggilan (Call Setup Success Rate/CSSR), tingkat kontinuitas panggilan (Call Completion Success Rate/CCSR), lama durasi dalam melakukan panggilan (Call Setup Time/CST), kualitas suara (Mean Opinion Score/MOS), dan kecepatan akses data (Data Throughput). Secara umum, drive test yang dilakukan memberikan hasil yang baik, dengan perolehan Coverage 91.48%, CSSR 99.68%, CCSR 98.70%, CST 5.87 detik, MOS≥3: 96.15%, dan rata-rata Data Throughput mencapai 8.97 Mbps (average).

Di samping itu, sebagai bagian dari dukungan terhadap imbauan pemerintah untuk menerapkan physical distancing dalam proses bekerja, sebagian besar proses operasionalisasi monitoring dan penanganan aktivitas pengamanan jaringan selama masa RAFI 2020 ini dilakukam secara virtual monitoring. Implementasi virtual monitoring diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengawasan jaringan sekaligus menjaga keselamatan dan kesehatan karyawan Telkomsel selama pemberlakuan situasi darurat nasional COVID-19.

Karyawan atau teknisi Telkomsel yang karena jenis pekerjaannya harus bertugas di lapangan dalam menjaga kualitas jaringan juga telah dibekali perlengkapan keamanan yang sesuai dengan standar protokol kesehatan yang berlaku. Seluruh upaya ini dilakukan Telkomsel juga untuk mendukung upaya penyesuaian proses kerja dengan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah ditetapkan Pemerintah RI dan sudah dijalankan di berbagai daerah.

Jaminan Ketersediaan Produk dan Layanan

Untuk memudahkan pelanggan dalam melakukan aktivasi dan mengakses informasi produk dan layanan, Telkomsel mendorong pelanggan untuk lebih memanfaatkan pusat layanan digital/virtual yang tersedia, seperti Call Center 188, layanan virtual assistant melalui aplikasi MyTelkomsel, website www.telkomsel.com, maupun email cs@telkomsel.co.id. Selain itu, layanan Telkomsel juga dapat dinikmati di berbagai media sosial, seperti LINE @Telkomsel, Facebook Messenger ‘Telkomsel’, Telegram @Telkomsel_official_bot, Twitter @Telkomsel. Lebih lanjut, sebagai opsi tambahan bagi pelanggan, Telkomsel juga menghadirkan anjungan MyGrapari di beberapa titik GraPARI untuk melakukan pembelian serta aktivasi produk dan layanan Telkomsel.

Telkomsel pun juga menjamin ketersediaan produk dan layanan pelanggan untuk memastikan kenyamanan pengguna selama momen RAFI 2020. Maka dari itu, Telkomsel telah berkoordinasi dengan seluruh mitra strategis, termasuk para mitra distributor, resellermerchant, serta mitra modern channel (bank dan e-commerce) untuk menjamin ketersediaan produk Telkomsel. Sedangkan pusat layanan kunjungan pelanggan seperti GraPARI tetap beroperasi normal dengan pembatasan petugas customer service. Khusus GraPARI 24 jam, jam operasionalnya dibatasi menjadi pukul 07:00 hingga 22:00. Untuk sementara, mulai tanggal 17 Maret 2020, GraPARI hanya melayani pasang baru kartuHalo dan ganti kartu.

Berbagai Program Khusus untuk Pelanggan

Momen RAFI 2020 ini juga merupakan momen yang spesial bagi Telkomsel, karena selain menjadi bulan penuh berkah Telkomsel juga berulang tahun tepat 25 tahun yang jatuh pada 26 Mei. Untuk itu, Telkomsel melalui program tahunan Telkomsel Siaga dengan tema “Di Rumah Terus Jalankan Kebaikan” telah mempersiapkan ragam program yang menarik untuk pelanggan setia agar terus menemani pelanggan dalam menjalankan aktivitas dari rumah selama masa bencana nasional pandemi COVID-19 ini. Sebagai lanjutan dari program #DiRumahTerusMaju, dengan berkolaborasi bersama sejumlah mitra strategis, Telkomsel menghadirkan berbagai program untuk memudahkan aktivitas pelanggan selama di rumah untuk terus beribadah, berbelanja, bekerja, hingga bersilaturahmi.

Telkomsel mendukung ibadah di rumah dengan berkolaborasi dengan berbagai aplikasi ibadah dan juga aplikasi donasi. Diintegrasikan dengan program Telkomsel POIN, sehingga pelanggan dapat berdonasi dengan menukarkan Telkomsel POIN mereka.

Selain itu untuk menunjang di rumah agar terus terhubung, dan untuk menambah kenyamanan dalam bersilaturahmi, Telkomsel mengeluarkan produk yang berisikan paket data, SMS, dan telepon untuk “Ngabuburit” dan “Sahur”. Telkomsel juga memungkinkan pelanggan untuk melakukan e-Silaturahmi berupa layanan video conference saat Ramadan.

Dalam mendukung sistem kerja WFH atau remote, Telkomsel menyedikan layanan CloudX yang merupakan solusi digital enterprise untuk layanan komunikasi, chatting dan meeting yang dapat diakses melalui tablet, handphone dan desktop. CloudX mampu meningkatkan produktivitas antar karyawan sehingga menghadirkan lingkungan kerja yang progresif dan tetap produktif, di mana pun dan kapan pun. Selain itu, untuk kebutuhan hiburan di rumah juga Telkomsel menyediakan berbagai promo layanan digital mulai dari MAXstream, Dunia Games, dan Langit Musik.

Program Corporate Social Responsibilty (CSR) RAFI Telkomsel 2020

Mengusung tema “Di Rumah Terus Jalankan Kebaikan” di Telkomsel Siaga 2020, Telkomsel ingin terus menebar kebahagiaan pada momen RAFI tahun ini sebagai wujud syukur dan rasa kepedulian kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa, terutama saat situasi yang penuh tantangan pada darurat nasional COVID-19 ini.

Telkomsel menghadirkan sejumlah program corporate social responsibility (CSR), antara lain dengan memberikan berbagai bantuan seperti paket sembako/makanan dan bingkisan lebaran untuk 25.000 anak yatim/duafa dan masyarakat prasejahtera, bantuan paket sembako dan alat kebersihan untuk 250 yayasan/panti asuhan, serta penyemprotan disinfektan dan paket sembako untuk 25 masjid agung di Indonesia.

Selain itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap tenaga medis dalam penanganan COVID-19, Telkomsel juga memberikan bantuan alat-alat kesehatan seperti 53.500 unit alat pelindung diri (APD) baik produk lokal maupun impor, 500 infared thermometer (thermogun), 15 ventilator serta 6.000 unit pakaian hazmat full set yang diberikan ke berbagai rumah sakit atau pusat layanan kesehatan. Dalam bidang pendidikan, untuk memastikan akivitas belajar di rumah secara mandiri, Telkomsel juga telah berkolaborasi dengan 137 kampus yang menggelar program e-learning dan empat aplikasi dengan memberikan bebas paket data 30 GB.

“Kami berharap, berbagai upaya yang telah Telkomsel lakukan dapat memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan ini dan merayakan momen Idul Fitri nantinya. Semoga, kita semua diberikan kekuatan serta selalu bersyukur dalam menjalani momen Ramadan dan Idul Fitri di tengah tantangan pandemi COVID-19 yang mendera seluruh masyarakat Indonesia saat ini.

Kami yakin, ini menjadi momentum untuk saling menguatkan melalui upaya bersama dalam memusatkan aktivitas di rumah serta mematuhi imbauan untuk tetap menjaga jarak, sembari meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak silaturahmi melalui pemanfaatan teknologi digital. Kami juga berharap, tantangan bersama saat ini tidak mengurangi nilai aktivitas ibadah kita, dan semoga kita semua dapat tetap menjalankan ibadah bulan suci Ramadan dan menyambut Idul Fitri tahun ini dengan mengedepankan nilai bersyukur,” tutup Setyanto.

BRI Medan Salurkan Bantuan Senilai Rp1,5 Miliar

Foto: Dewi Lubis/Sumut Pos
BERSAMA: Manajemen BRI Kanwil Medan beerfoto bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI dan para pegawai BRI lainnya, di kantor BRI Wilayah Medan, Jalan Putri Hijau Medan, Selasa (21/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bank Rakyat Indonesia Wilayah Medan dan seluruh kantor cabang BRI di Sumatera Utara (Sumut) menyalurkan bantuan untuk upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 di daerah setempat sebesar Rp1,5 miliar.

Pemimpin Kantor Wilayah BRI Medan, I Made Suka mengungkapkan, bantuan tersebut, terdiri dari penyaluran dari Kantor Wilayah dan seluruh Kantor Cabang BRI di Sumut senilai Rp1,3 miliar untuk pencegahan Covid-19, paket sembako senilai Rp50 juta yang berasal dari donasi pekerja BRI, serta paket sembako maupun baju Alat Pelindung Diri (APD) dari Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI senilai Rp150 Juta.

“Bantuan dari Kantor Wilayah dan seluruh Kantor Cabang BRI tersebut telah dan akan disalurkan baik dalam bentuk APD, masker, desinfektan, hand sanitizer serta wastafel portable untuk membantu pencegahan Covid-19,” katanya kepada wartawan di Medan, Selasa (21/4).

Sedangkan untuk bantuan paket sembako kepada masyarakat senilai Rp100.000 per paket sebanyak 1.500 paket yang terdiri dari donasi pekerja BRI sebanyak 500 paket dan 1.000 paket dari Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI serta 300 unit APD yang akan diberikan kepada instansi/tenaga kesehatan.

Secara bersamaan, saat ini telah dan masih dilakukan pemberian masker gratis yang dilakukan di pasar-pasar yang berada dekat dengan BRI Unit dengan jumlah sebanyak 48.600 pcs sebagai bagian dari program 1 juta masker gratis bagi para pedagang melalui 5.382 kantor BRI Unit di seluruh Indonesia. Masker yang diberikan merupakan jenis dengan spesifikasi bahan kain yang nyaman digunakan oleh pedagang pasar.

“Untuk memastikan ekonomi tetap berjalan, maka para pelaku UMKM dan masyarakat harus dijaga dan kita lindungi kesehatannya. Kami bekerjasama dengan para pelaku UMKM mitra binaan yang memproduksi masker kain. Langkah ini salah satu upaya BRI memberdayakan pelaku UMKM pembuat masker,” pungkas I Made Suka.

Sejak merebaknya pandemi wabah Covid-19, seluruh unit kerja BRI yang berada di Sumatera Utara telah melakukan berbagai upaya dan kegiatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan kantor diantaranya pemenuhan standar protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah seperti penggunaan masker, sarung tangan, cairan hand sanitizer, pengecekan suhu tubuh maupun pemasangan 332 unit wasfatel portable yang diletakan didepan Kantor agar masyarakat umum dapat menggunakannya dalam upaya pencegahan penyebaran virus tersebut. (mag-1)

Diberi Bantuan Sembako dari Satnarkoba Polresta Deliserdang, Penarik Becak yang Cacat Terharu dan menangis

Kasat Narkoba Polresta Deliserdang Oktavianus memberikan sembako kepada Budiman Sihombing

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Tim dari Satnarkoba Deliserdang Polresta Deliserdang melaksanakan aksi sosial dengan membagikan sembako ke warga yang kurang mampu dan pakir miskin terkena dampak wabah Virus Corona, Selasa (21/4).

Sasaran pertama kegiatan dari rumah ke rumah itu dilakukan Tim Satnarkoba Polresta Deliserdang dipimpin Kasatnarkoba AKP.M.Oktavianus Sitinjak didampingi Wakasat Iptu. Fredy Siagian dan personel lainnya langsung bergerak ke Desa Bangun Sari Baru Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang.

Disana Kasatnarkoba Oktavianus menyambangi seorang warga yang dulunya penarik becak bermotor, tapi akibat kecelakaan lalu-lintas beberapa waktu lalu dirinya tidak bisa menarik becaknya lagi.

Terlihat warga penarik becak itu sedang duduk di depan rumahnya di Dusun 13 Desa Bangun Sari Baru, Kecamatan Tanjung Morawa. Dia mengenakan tongkat dan terlihat juga becak mesinnya berada di depan rumahnya.

Saat di beri sembako oleh Kasat Narkoba, warga tersebut tak kuasa menahan emosinya dan menangis. Istrinya berada disana turut menangis.

” Ini Bu ada sedikit sembako untuk keluarga ibu, ” kata Kasat Narkoba Oktavianus dan bergegas kembali jalan mencari kaum duafa lainnya.

Diketahui penarik becak bermotor itu, Budiman Sihombing (41) dan istrinya bernama Tiur Rusmina Nababan (42). Mereka pasutri memiliki tiga orang anak dengan hidup pas-pasan dan mengotrak rumah. Bahkan anak-anaknya terancam putus sekolah karena tidak ada biaya.

Diceritakan Tiur, bahwa suaminya mengalami kecelakaan dan kaki kanannya patah dan tak berfungsi.

“Dulu bapak mangkal becaknya di Medan bang, ini karena kecelakaan tidak bisa jalan,” jelas Tiur dengan nada sedih.

Dikatakannya, selama tidak bisa jalan. Tiur merawat suaminya di rumah dan hingga dirinya dipecat dari pabrik kayu tempat dia dulu berkerja.

“Saya dulu kerja pabrik kayu bang. Sekarang gak kerja lagi karena di pecat. Karena saya gak masuk-masuk karena merawat suami saya yang kecelakaan,” kata Tiur

Ia juga menyebutkan, bahwa anak anaknya juga terancam tidak sekolah lagi.

Selanjutnya Kasat Narkoba bergegas kembali mencari sasaran kaum dhuafa untuk diberi sembako . Ditengah Jalan Sultan Serdang terlihat pebetor pengangkut sampah pria berusia 65 tahun diketahui bernama Turmuji. Kasat Narkoba dan timnya langsung memberikan sembako .

Turmuji terlihat terkejut dan seperti tak menyangka mendapatkan sembako dari Satnarkoba Polresta Deliserdang.

” Terima kasih ya pak,” kata termuji sambil terlihat matanya berkaca-kaca.

Kasat Narkoba Polresta Deliserdang AKP m.Oktavianus Sitinjak mengatakan bahwa aksi pemberian sembako ini adalah merupakan bentuk kepedulian untuk membantu warga miskin maupun Kaum Dhuafa yang terdampak Covid-19. Dikatakannya pemberian sembako ini akan terus dilakukan.

“Mudah-mudahan bermanfaat, aksi kita ini akan terus berlanjut untuk membantu saudara-saudara kita membutuhkan. Apalagi ditengah pandemi Covid-19 ini, saya juga berharap marilah kita bersatu melawan Covid-19,” Ucap Oktavianus. (btr)

Saatnya Rakyat Sumut Bersatu Lawan Covid-19

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut, Ustad Syahrul Siregar memberikan apresiasi atas keseriusan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dalam menangani Pandemi Covid-19, agar 14 juta jiwa penduduk Sumut tidak terjangkit Virus mematikan sepanjang sejarah tersebut.

Menurut Syahrul, sebagai salah satu pintu masuk, baik jalur laut, udara maupun darat, jika tidak diantisipasi dengan baik maka Sumut tidak mungkin terhindar dari bahaya yang lebih besar seperti saat ini. “Di sinilah kita melihat ketegasan sang gubernur dalam mengantisipasi masuknya virus dari jalur tranportasi, sehingga Sumut masih bisa mengendalikan Pandemi Covid-19” kata Ustad Syahrul dalam keterangan tertulis yang diterima Sumut Pos, menyikapi banyaknya suara miring di sebagian kalangan, Selasa (21/4).

Syahrul Siregar yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, mengajak dan mengimbau seluruh masyarakat agar dapat mendukung langkah dan strategi yang diambil Gubsu Edy Rahmayadi dalam penanggulangan Covid-19.

“Saat ini yang dibutuhkan adalah saling memahami satu sama lain, saling bahu-membahu antar elemen baik eksekutif, legislatif maupun masyarakat. Bukan waktunya mencari kambing hitam, karena Covid-19 tidak akan sirna jika seluruh elemen masyarakat tidak bersatu,” ungkap Ketua Bamusi Sumut tersebut.

Semua pihak, lanjut Syahrul, harus memiliki kesadaran dan kedisiplinan yang tinggi, tanpa kesadaran dan kedisiplinan masyarakat, Covid -19 sangat sulit teratasi. Korban telah banyak meninggal dunia, orang dalam pengawasan jumlahnya terus bertambah, pembiayaan cukup besar, ekonomi akan terpuruk, sosial kemasyarakatan terputus, suasana kebatinan terpupus, dan kita belum tahu kapan berakhirnya.

“Anggaran yang dipersiapkan untuk menanggulangi Covid-19 juga cukup besar mulai dari Rp500 miliar, dan diperkirakan akan menyentuh Rp1,5 triliun, jika kesadaran dan kedisiplinan tidak dijaga, bak kata pepatah habis arang besi binasa, jangan sampai hal itu terjadi” kata pria yang akrab disapa Ustad ini.

Selain itu organisasi perangkat daerah (OPD) harus melakukan kerja nyata, jika ada OPD yang tidak mampu menerjemahkan dan menjalankan program gubernur dalam menghadapi Covid-19 lebih baik mengundurkan diri, atau dipecat saja karena menurut Syahrul, rakyat butuh kerja cepat.

“Sebagai sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut dengan 19 kursi dari 100 kursi di DPRD Sumut ditambah dengan posisi sebagai Ketua DPRD Sumut, maka PDI Perjuangan melalui fraksinya siap mendukung, bahkan Rp14,8 triliun APBD 2020 pun dijadikan sebagai anggaran untuk kepentingan rakyat Sumatera Utara dalam memerangi COVID-19. Kita siap mendukungnya. Akan tetapi harus sesuai dengan kebutuhan dan tidak meninggalkan Mekanisme serta regulasi yang ada,” pungkasnya. (adz)