26 C
Medan
Saturday, January 17, 2026
Home Blog Page 4385

DPRD Medan Berlakukan Cek Suhu Tubuh

PERIKSA:Security DPRD Medan melakukan pemeriksaan suhu udara terhadap anggota DPRD Medan hingga tamu, di pintu masuk geudng DPRD Medan. markus/sumut pos
PERIKSA:Security DPRD Medan melakukan pemeriksaan suhu udara terhadap anggota DPRD Medan hingga tamu, di pintu masuk geudng DPRD Medan. markus/sumut pos
PERIKSA:Security DPRD Medan melakukan pemeriksaan suhu udara terhadap anggota DPRD Medan hingga tamu, di pintu masuk geudng DPRD Medan. markus/sumut pos
PERIKSA:Security DPRD Medan melakukan pemeriksaan suhu udara terhadap anggota DPRD Medan hingga tamu, di pintu masuk geudng DPRD Medan. markus/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekretariat DPRD Medan secara resmi melakukan pemeriksaan suhu badan dengan termometer infrared terhadap seluruh tamu dan pegawai yang masuk ke gedung dewan.

Hal itu juga ditegaskan dengan dikeluarkannya surat edaran Nomor: 800/3876 tertanggal 18 Maret 2020, terkait pencegahan penularan covid-19 di wilayah Kota Medan yang ditandatangani Sekretaris DPRD Medan Abdul Azis, sebagaimana imbauan Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasutionn

Kabag Umum DPRD Medan Andi Syukur Harahap kepada sejumlah wartawan, pihaknya sudah melaksanakan arahan Plt Wali Kota Medan mengenai pencegahan penyebaran covid-19 di gedung DPRD Medan dengan cara penyemprotan disinfektan di tiap-tiap lantai dan ruangan.

Tidak hanya itu, pihaknya juga telah menyiapkan hand sanitizer di tiap-tiap laintai, dan penyemprotan disinfektan akan dilakukan secara berkala. Bahkan, pihaknya sudah menerapkan pemeriksaan suhu badan terhadap seluruh tamu dan pegawai yang masuk ke gedung dewan.

“Seluruh pegawai dan tamu yang masuk dari pintu lobby DPRD Medan akan diperiksa satu persatu suhu badannya,” ujar Andi kepada Wartawan, Kamis (19/3).

Dijelaskannya juga, pihaknya sudah menginstruksikan kepada seluruh staf yang bertugas di Sekretariat DPRD Medan untuk menjaga kesehatan diri masing-masing. Sementara untuk akses keluar masuk gedung, ke depan akan diterapkan satu akses.

“Staf atau ASN yang sakit akan kita pantau dan laporkan ke Pemko Medan. Bukan mencurigai, tapi sebagai langkah mengantisipasi dalam rangka pencegahan Covid-19 di jajaran Sekretariat DPRD Medan,” ujarnya.

Disebutkannya, sejauh ini belum ada arahan untuk meliburkan atau menginstruksikan ASN agar bekerja dari rumah. “Yang kami terima informasinya, baru di jajaran pendidikan saja meliburkan siswa. Untuk ASN belum ada arahan,” jawabnya.

Pantauan wartawan terlihat, seluruh tamu yang masuk ke gedung dewan diperiksa dengan menggunakan termometer infrared. Menurut petugas yang berjaga di lobby DPRD Medan, tamu yang diperbolehkan masuk adalah tamu yang memiliki suhu tubuh di bawah 37,5 derajat celcius. (map/ila)

Satpol PP Imbau Orangtua, Tak Bawa Anak ke Pusat Keramaian

DITEGUR: Satpol PP menegur orangtua yang membawa anaknya di tempat keramaian dan meminta untuk dibawa pulang.
DITEGUR: Satpol PP menegur orangtua yang membawa anaknya di tempat keramaian dan meminta untuk dibawa pulang.
DITEGUR: Satpol PP menegur orangtua yang membawa anaknya  di tempat keramaian dan meminta untuk dibawa pulang.
DITEGUR: Satpol PP menegur orangtua yang membawa anaknya di tempat keramaian dan meminta untuk dibawa pulang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menindak lanjuti surat edaran Wali Kota Medan tentang antisipasi pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Kota Medan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan melakukan sosialisasi kepada anak-anak sekolah maupun orangtua yang berada di luar rumah atau pusat keramaian.

Sebelum melakukan sosialisasi, terlebih dahulu Satpol PP melaksanakan apel yang dipimpin Sekretaris Satpol PP Kota Medan Rahmat Harahap yang bertempat di pelataran Plaza Medan Fair Jalan Gatot Subroto No 30, Kamis (19/3).

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Satpol PP memberikan arahan kepada anggotanya agar melakukan sosialisasi dan mengimbau masyarakat yang anak-anaknya masih berada di luar rumah atau di pusat keramain untuk segera membawa anaknya kembali ke rumah, guna untuk mencegah meluasnya wabah Virus Corona.

Dalam sosialisasi ini, Satpol PP dibagi menjadi 4 tim. Tim pertama melakukan sosialisasi di kawasan Plaza Medan Fair dan Berastagi Supermarket di Jalan Gatot Subroto, tim kedua mendatangi Manhattan Times Square dan Ringroad City Walks, tim yang ketiga mendatangi Pasar Petisah dan Plaza Millenium, dan tim terakhir mendatangi warnet-warnet yang ada di sekitaran Kota Medan.

Dikatakan Rahmat, saat ini Pemko Medan memberikan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat terkait wabah corona virus untuk tidak berada di tempat-tempat keramaian dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

“Hari ini kita hanya memberikan sosialisasi dan imbauan tanpa adanya sanksi yang diberikan. Ini kami lakukan meneruskan dari keputusan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution Msi agar anak-anak belajar di rumah, bukan malah keluar ke tempat-tempat keramaian. Jadi tolong orangtua yang bawa ana,knya ke tempat keramaian, bqawa pulang anaknya segera!” tegas Rahmat.

Rahmat mengungkapkan, dalam surat edaran tersebut disebutkan bahwa siswa dan mahasiswa mulai diliburkan sejak tanggal 17 hingga 30 Maret dan melakukan proses kegiatan belajar di rumah melalui e-learning (belajar online) dengan menggunakan WA grup mata pelajaran, rumah belajar, ruang guru, dan atau jenis pembelajaran online lainnya, tentunya dengan bimbingan orangtua.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kembali mengeluarkan imbauan ke 33 pemerintah daerah. Kali ini, seluruh kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) diminta lakukan patroli anak sekolah yang berkeliaran pada spot-spot keramaian.

Patroli petugas Satpol PP tersebut, guna memantau dan memastikan bahwa para pelajar tetap belajar dari rumah dengan diawasi intens oleh orangtua mereka.

Kasatpol PP Sumut Suriadi Bahar mengamini ihwal SE partoli wilayah yang pihaknya keluarkan mulai 18 Maret 2020. Kata dia, SE bernomor 812/Satpol.PP/I/2020 itu merupakan tindak lanjut dari SE Gubsu No.440/2666/2020 pada 17 Maret tentang Kewaspadaan terhadap resiko penularan Infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) dan arahan langsung Gubsu kepada pihaknya pada 18 Maret tentang wabah berbahaya tersebut di Sumut.

“Sifatnya lebih kepada patroli wilayah bukan razia. Kalau razia pasti ada hukuman. Namun ini kita mau memastikan bahwa para pelajar tidak berkeliaran keluar rumah selama sekolah diliburkan dua minggu,” katanya menjawab Sumut Pos, Kamis (19/3).

Terdapat dua poin krusial dalam SE tersebut. Pertama, patroli wilayah bermaksud memonitoring keberadaan pelajar (SD, SMP, dan SMA) yang berkeliaran di tempat-tempat umum seperti plaza, warnet dan cafe.

Kedua, melakukan pengecekan ke pusat-pusat perbelanjaan dan tempat rekreasi serta tempat keramaian lainnya. Apabila ditemukan ada warga yang panic buying (membeli dalam jumlah yang berlebihan) agar memberi penyuluhan, pemahaman, dan pengertian untuk tidak resah dalam menghadapi Covid-19.

“Kami juga mengimbau agar para orangtua dapat mengawasi anak-anaknya dengan baik di rumah, dan tetap memastikan bahwa mereka tetap belajar seperti biasa serta tidak berkeliaran ke titik-titik keramaian tersebut,” harapnya.

Seperti diketahui, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada Selasa (17/3) telah mengeluarkan surat edaran meliburkan seluruh sekolah menengah atas (SMA) sederajat dan meminta siswa-siswi belajar secara mandiri dari rumah.

Sementara itu, kemarin petugas dari Kodam I/BB telah berjaga-jaga dan mengawasi aktivitas pelajar dan sekolah-sekolah. Para petugas tersebut memberikan pemahaman bahwa sekolah diliburkan sementara waktu. Sebab didapati masih ada pelajar yang datang ke sekolah untuk mengikuti proses belajar dan mengajar. (map/prn/ila)

USU Lepas 1.500 Mahasiswa untuk KKN, Runtung: Jaga Nama Baik USU!

Prof Runtung Sitepu
Prof Runtung Sitepu

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Runtung Sitepu, SH, M HUMmengharapkan agar 1.500 mahasiswa USU yang akan melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam program KKN PPM tahun 2020 di 18 kabupaten/Kota dapat menjaga nama baik USU. Rektor juga berharap agar kegiatan KKN ini dapat memberikan manfaat nyata, tidak saja bagi mahasiswa yang melaksanakan KKN, namun juga untuk daerah di mana para mahasiswa ditempatkan, serta bagi universitas.

Hal tersebut disampaikan Rektor tatkala membuka acara Sosialisasi Program KKN-PPM USU tahun 2020, bertempat di Ruang Diponegoro Hotel Polonia Medan, baru-baru ini. Turut hadir dalam kesempatan itu perwakilan dari pemerintahan 18 kabupaten/kota di Sumut, di antaranya Asisten Pemko Tebingtinggi Zubir Husni Nasution. Kemudian, Staf Ahli Bupati Simalungun Ir Topot Saragih, MA, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Lawas Rosidawati Saragih, Asisten Administrasi Dairi Sudung Ujung, dan lain-lain. Dari USU hadir Ketua LPPM USU Prof Tulus, Vor Dipl Math, M Si, Ph D beserta seluruh jajarannya, para Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan USU, serta dosen pendamping KKN-PPM.

Prof Runtung juga menyampaikan, bahwa meskipun 40 persen dari mahasiswa USU berasal dari wilayah Kota Medan dan sekitarnya, namun USU adalah milik Sumatera Utara. Sehingga, berbagai kebijakan dan program kinerja yang dilakukan tetap ditujukan bagi seluruh daerah yang ada di Sumut. Khususnya terkait manfaat yang didapatkan dari kegiatan KKN maupun pengabdian masyarakat.

“35 hari masa KKN sesungguhnya mustahil bisa melakukan banyak hal. Manfaat itu baru bisa dirasakan saat KKN dilakukan selama tiga bulan, sebagaimana yang diterapkan pada masa dulu. Begitupun harus kita upayakan bersama agar dapat mencapai target optimal,” kata Rektor.

Menurut Rektor, pelaksanaan KKN ini juga merupakan salah satu perwujudan awal dari kebijakan program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka yang diluncur Mendikbud 24 Januari 2020 lalu, yakni hal belajar tiga semester di luar program studi.

“KKN PPM ini awal mula dari program Kampus Merdeka yang diluncurkan Mendikbud. Kalau bisa kita terapkan selama satu semester, agar lebih terasa manfaatnya. Lumayan juga untuk menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman mahasiswa. Tapi harus diiringi dengan penambahan kreditnya. Hasilnya bisa dimanfaatkan untuk mengidentifikasi persoalan di daerah dengan lebih menyeluruh. Masa 6 bulan itu bisa kita berikan 18 SKS. Jadi lebih jelas hasil dan manfaatnya, baik bagi mahasiswanya, daerah maupun USU,” tandas Rektor.

Rektor dalam kesempatan itu juga mengapresiasi kinerja LPPM USU yang dalam masa 4 tahun ini berhasil mendongkrak prestasinya, yang sebelumnya berada di peringkat 52 menjadi peringkat 7, yang berarti naik sebanyak 45 peringkat.

Sebelumnya Ketua LPPM USU Prof Tulus, Vor Dipl Math, M Si, Ph D, menyampaikan ucapan terima kasih kepada perwakilan pemerintah dari 18 kabupaten/kota yang telah hadir dalam pertemuan tersebut. Dikatakannya, pada tahun-tahun sebelumnya tim USU lah yang turun ke daerah, namun pada pelaksanaan sosialisasi kali ini kegiatan dipusatkan di Kota Medan agar dapat melakukan diskusi intensif.

Menurut Prof Tulus, prioritas dari kegiatan KKN yang telah dilakukan adalah membuat panduan daftar semua kabupaten/kota di Sumut, berikut desa-desa yang ada. Di mana seluruh permasalahan desa yang didapatkan oleh mahasiswa akan menjadi program prioritas pengabdian masyarakat pada tahun ini.

Fakultas-fakultas yang sudah ada juga akan bekerja sama dengan desa-desa dan akan dilibatkan dalam tim. “Bapak dan ibu dari kabupaten/kota juga dapat memanfaatkan program ini, sehingga seluruh hal yang dilakukan nantinya dapat tepat sasaran,” kata Prof Tulus.

KKN Tahun 2020 ini merupakan KKN ke-enam yang akan dilaksanakan di lingkungan USU, karena sejak tahun 1999 KKN di USU ditiadakan. Sesuai dengan SK Rektor No.1719/UN5.1.R/SK/SPB/2013, bahwa TA 2015 kegiatan KKN kembali dilaksanakan dan menjadi mata kuliah pilihan bagi mahasiswa USU.

Pada tahun 2020 sejumlah fakultas telah membuat mata kuliah KKN menjadi mata kuliah wajib, selaras dengan konsep Kampus Merdeka. Pada tahun-tahun berikutnya, KKN diharapkan dapat menjadi mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswa USU. KKN merupakan mata kuliah yang sangat penting bagi mahasiswa, sebelum lulus menjadi sarjana. KKN diperlukan dalam membentuk karakter seorang lulusan sarjana yang kelak terjun di tengah-tengah masyarakat, menjadi cendikiawan yang memiliki rasa empati dan jiwa kepemimpinan.

Pada tahun 2020, USU akan mengirimkan 1.500 mahasiswa ke 90 desa yang tersebar di 18 kabupaten/kota dengan rincian sebagai berikut: KKN-PPM Reguler dengan tema “Memberdayakan Kearifan Lokal dan Potensi Desa Menuju Masyarakat Sadar Wisata” yang akan dilaksanakan di 14 Kabupaten/Kota di provinsi Sumatera Utara yang tersebar di 54 Desa. KKN Tematik melalui kerjasama dengan Tim Kelompok Kerja (Pokja) Danau Toba USU yang bermitra dengan 8 (delapan) Pemerintah Daerah yang akan dilaksanakan di 32 desa di sekitar Danau Toba. KKN Pulau Terluar, yang akan dilaksanakan di daerah Kabupaten Simeulue dan Kota Gunung Sitoli, Nias dengan total peserta sebanyak 40 orang yang tersebar di 4 desa. KKN Kebangsaan yang akan dilaksanakan di Jambi dengan tuan rumah Universitas Jambi. (gus/ila)

Peserta KKN Kebangsaan berasal dari 79 PTN seluruh Indonesia. Untuk tahun 2020 Universitas Sumatera Utara mengirim 5 orang peserta.

“KKN Bersama yang juga akan dilaksanakan di Jambi dimana Universitas Sumatera Utara akan mengirimkan sebanyak 5 orang peserta. KKN Bersama diikuti oleh mahasiswa perwakilan Perguruan Tinggi Negeri yang tergabung dalam BKS PTN Wilayah Barat. KKN Internasional yang masih akan dijajaki dengan dalam kerja sama dengan Universitas Andalas Padang,” pungkasnya.(gus/ila)

Teks foto: Rektor USU, Prof.Runtung Sitepu.(ist)

Pulang dari Malaysia, Yerusalem & Thailand, Puluhan Warga Sumut Isolasi Rumah

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan warga Sumatera Utara di sejumlah daerah, diisolasi rumah pascadiketahui baru pulang dari luar negeri. Paling banyak dari Malaysia usai mengikuti Tabligh Akbar di sebuah masjid di Petaling kemudian dari Jerusalem, dan dari Thailand.

“Sebanyak 30 jamaah Tabligh asal Langkat baru saja pulang dari Malaysia pada hari Minggu, 15 Maret 2020 baru lalu. Seorang di antaranya, yakni warga Kecamatan Hinai, saat ini dalam status Orang Dalam Pemantauan (ODP ) Corona Virusdisease (Covid-19) dan masih diisolasi rumah. Rekan-rekannya sesama anggota jamaah Tabligh juga diisolasi di rumah masing-masing. Tujuannya sebagai langkah mencegah penyebaran virus corona,” kata Sekretaris Daerah Langkat, Indra Salahuddin di Stabat, Kamis (20/3).

Pemantauan kesehatan dilakukan selama 14 hari pascakepulangan. “Camat Hinai maupun kepala desa dan lurah setempat sudah diperintahkan untuk terus memantau dan mengawasi kesehatan ke-30 warga tersebut,” kata Indra.

Selain itu, Lurah, Kades, dan Camat juga akan mendata pekerja asing yang berada di berbagai perusahaan di Langkat, dan terus melakukan pengawasan ketat. Hal itu sesuai dengan instruksi Bupati Langkat melaui surat edaran Nomor 440-579/Dinskes/2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap Corona Virusdisease (Covid-19) di Langkat.

Senada, Sekretaris Dinas Kesehatan Langkat, Ansari, menjelaskan instansinya sudah melaksanakan sejumlah langkah dalam pencegahan Covid-19. Seperti sosialisasi pencegahan di beberapa kantor instansi pemerintahan, di antaranya Polres Langkat, Pemkab Langkat, dan rencananya ke sekolah-sekolah. Juga memantau pekerja asing di PLTU Pangkalan Susu.

“Posko penerima pengaduan tentang penyebaran Covid-19 ada di Dinas Kesehatan. Rujukan awal terdapat di puskesmas yang ada di tiap kecamatan. Juga ada 3 rumah sakit besar di Langkat sebagai rujukan berikutnya, yakni Rumah Sakit Petra Medica Pangkalan Brandan, Rumah Sakit Putri Bidadari, Rumah Sakit Delia, dan Rumah Sakit Umum Tanjung Pura,” imbuhnya.

Seorang warga Hinai yang minta identitasnya tidak dituliskan membenarkan adanya warga Hinai yang baru pulang dari Malaysia, dan masuk Orang Dalam Pemantauan ( DOP).

“Kalau mengenai tanda-tanda Covid-19, kami lihat belum ada. Kesehatannya biasa-biasa saja. Karena itu statusnya masih ODP,” katanya.

8 Warga Hamparanperak Masuk ODP

Selain 30 warga di Langkat, sebanyak 8 warga di Kecamatan Hamparanperak, Kabupaten Deliserdang, juga masuk daftar Orang Dalam Pengawasan (ODP) terkait virus corona. Pemantauan dilakukan pihak Kecamatan dan Puskesmas Hamparanperak.

Camatan Hamparanperak, Amos Karokaro, Kamis (19/3), mengatakan berdasarkan informasi yang mereka terima di lapangan, ada sebanyak 8 warga yang menetap di Kota Datar, Kecamatan Hamparanperak, yang baru pulang dari Malaysia.

“Hasil pemeriksaan kesehatan dengan standarisasi puskesmas, ke- 8 orang itu belum ditemukan gejala-gejala virus corona. Begitupun, Puskesmas terus mengawasi ke-8 orang itu, dengan mengisolasi rumah. Jika ada gejala aneh di tubuh mereka, wajib melapor ke Puskesmas,” terang Amos.

Kepulangan ke-8 orang tersebut, menurut Amos, sudah dilaporkan ke Bupati Deliserdang. Saat ini, perkembangannya terus diipantau.

“Saat ini, kita melakukan bersih-bersih dengan penyemprotan disinfektan di kantor pelayan, seperti Kantor Camat Hamparanperak, Polsek, Kantor Koramil, sekolah, puskesmas, dan kantor desa,” katanya.

Selain itu, pihaknya terus melakukan sosialisi terkait pencegahan virus corona ke sekolah-sekolah di Hamparan Perak. “Sosialisasi sudah kita lakukan sejak Senin (16/3),” jelas Amos.

Pihaknya juga berencana melakukan razia terhadap siswa sekolah yang bermain atau kumpul-kumpul di tempat keramaian, seperti warnet atau cafe. Razia dilakukan setelah berkoordinasi dengan unsur Muspika lainnya.

“Sesuai surat edaran dari Bupati Deliserdang, sekolah di Hamparan Perak sudah diliburkan. Muspika akan melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap siswa sekolah yang bermain di luar rumah seperti warnet atau cafe. Jika kedapatan bermain di luar, pihak Muspika akan memanggil orang tua dan pihak sekolahnya,” tutur Amos.

Amos mengiimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang, waspada dan jangan panik terkait merebaknya virus corona. Masyarakat diminta mengurangi kegiatan di luar rumah, jika tidak ada keperluan penting.

“Kita minta agar dijaga pola hidup sehat. Jika ada yang merasa sakit, agar datang segera ke Puskesmas atau lapor ke pemerintah desa setempat. Sementara, bagi adik-adik siswa walaupun diliburkan, tetap belajar dari rumah,” tutup Amos.

Pulang dari Yerusalem & Thailand

Selain Hinai dan Hamparanperak, ODP (Orang Dalam Pemantauan) juga ada di Medan Tuntungan, Kota Medan. Camat Medan Tuntungan, Topan Ginting, mengungkapkan ada dua warganya masuk daftar ODP karena baru pulang dari luar negeri.

“Ada dua orang. Satu baru kembali dari Yerusalem, Israel. Satu lagi dari Thailand. Keduanya mengurung diri sampai hari ini setelah mendengar kabar satu pasien PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di RS Haji Adam Malik meninggal dunia karena positif corona,” ujar Topan saat rapat gugus tugas percepatan penanganan virus corona di Balai Kota Medan, Kamis (19/3).

Informasi diterimanya, kondisi kesehatan kedua pasien ODP tersebut kurang baik. Karena itulah, ia berkoordinasi dengan puskesmas setempat

Mantan Kassubag Protokol Setda Kota Medan ini menyebut, warganya banyak yang khawatir atau cemas setelah pasien positif virus corona di RS Haji Adam Malik, meninggal dunia. “Perawat-perawat itu kosnya di sekitaran Adam Malik. Mereka sekarang cemas. Jangankan mereka, kita aja kalau ada seperti itu gimana,” ungkapnya.

Topan menjelaskan, kekhawatiran itu muncul karena pasien positif corona yang meninggal, pernah beraktivitas di sekitar RS Adam Malik. Pasien itu cukup lama beraktivitas sebelum diisolasi.

“Dokter yang meninggal itu masuk ke RS tanggal 15. Berarti ada waktu mulai tanggal 1 sampai 14 dia berinteraksi di wilayah rumah sakit,” ungkapnya.

Rapat dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Medan, Wirya Al Rahman dan dihadiri para pimpinan OPD. (yas/fac/net)

1.000 Unit Alat Deteksi Cepat Covid-19 Disiapkan

PIMPIN RAPAT: Gubsu Edy Rahmayadi pimpin rapat dengan OPD Pemprovsu di Rumah Dinas Gubsu, Jalan Sudirman Medan terkait Covid-19, Kamis (19/3).
PIMPIN RAPAT: Gubsu Edy Rahmayadi pimpin rapat dengan OPD Pemprovsu di Rumah Dinas Gubsu, Jalan Sudirman Medan terkait Covid-19, Kamis (19/3).
PIMPIN RAPAT: Gubsu Edy Rahmayadi pimpin rapat dengan OPD Pemprovsu di Rumah Dinas Gubsu, Jalan Sudirman Medan terkait Covid-19, Kamis (19/3).
PIMPIN RAPAT: Gubsu Edy Rahmayadi pimpin rapat dengan OPD Pemprovsu di Rumah Dinas Gubsu, Jalan Sudirman Medan terkait Covid-19, Kamis (19/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – MENJAMIN keterbukaan informasi terkait penanganan Covid-19, Pemprov Sumut melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan melakukan pembaruan informasi melalui konferensi pers (live streaming) secara berkala. Pada konferensi pers di Posko Media Center, Kamis (19/3), Ketua Pelaksana Gugus Tugas Riadil Akhir Lubis dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Alwi Mujahit Hasibuan menyampaikan bahwa Pemprov Sumut melalui Tim Gugus Tugas telah melakukan beberapa hal untuk penanganan wabah Covid-19 di daerah ini, seperti menyiapkan rumah sakit (RS) untuk menampung orang dalam pemantauan (ODP).

Beberapa RS yang disiapkan antara lain RS Perkebunan RS TNI Polri dan RS Swasta untuk menampung jika ada peningkatan kapasitas penerimaan ODP dan pasien dalam pengawasan (PDP). Sedangkan, RS utama tetap berada di RS Adam Malik. “Sampai hari ini, sekitar pukul 17.00 WIB, data pasien terkait Covid-19 berjumlah 19 PDP. 3 PDP sudah pulang dan dinyatakan negatif. Sedangkan untuk ODP berjumlah 53. Status Covid-19 yang positif di Sumut jumlahnya 2 dan 1 sudah meninggal,” jelas Riadil.

“Banyak pertanyaan tentang kesiapan tim medis. Saat ini, kita sedang memesan 10.000 Alat Pelindung Diri (ADP). Paling cepat besok atau lusa sudah tersedia di posko. RS rujukan sudah kita siapkan untuk PDP pada RS PTPN II di Tanjung Morawa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Riadil pun mengimbau kepada seluruh pihak rumah sakit untuk menomorsatukan kepentingan pasien yang melakukan pelaporan. Bagi RS di kabupaten/kota yang tidak sanggup agar segera merujuk ke provinsi. Imbauan kepada masyarakat juga disampaikan, diantaranya melaksanakan protokol pencegahan Covid-19, seperti social distancing (menjaga jarak), belajar dari rumah, ke luar rumah hanya seperlunya dan hindari kerumunan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan bahwa saat ini ada satu pasien Covid-19 yang positif. Menyikapi hal ini, akan dilakukan penyelidikan epidemiologi dan tracing terhadap dua pasien positif Covid-19 untuk memantau dan mengidentifikasi ODP. “Tadi disebutkan ada 53 ODP. Dengan bertambahnya pasien positif, kemungkinan ODP juga akan bertambah. Ini yang akan kita lacak. Para ODP diminta agar tetap berdiam diri di rumah agar tidak ada kemungkinan peningkatan penyebaran,” imbau Alwi.

Saat ini, Alwi menyebutkan bahwa tim medis sedang menyiapkan 1.000 unit Rapid Test, sehingga status ODP secara dini bisa diketehui positif atau negatifnya dengan cepat. Apabila ada yang postif akan dikonfirmasi dengan Polymerase Chain Reaction (PCR), karena tes tersebut yang akurat. Rapid test hanya bersifat screening sementara. “Terakhir, imbauan Saya menegaskan imbauan yang telah disampaikan Ketua Pelaksana Gugus Tugas. Kami minta kerja sama dari seluruh masyarakat. Lakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PBHS) serta social distancing. Hal ini untuk memutus rantai penyebaran. Kalau kita gagal memutus, kemungkinan peningkatan akan lebih besar bahkan akan terjadi lonjakan,” pesan Alwi.

RS Jangan Tolak Pasien

Gubsu Edy Rahmayadi mengingatkan seluruh RS di Sumut agar tidak menolak warga yang memeriksakan diri terkait wabah Covid-19. Peran serta seluruh RS sangat penting dalam upaya percepatan penanggulangan wabah tersebut. “Jangan coba-coba ada rumah sakit yang menolak warga yang ingin periksakan diri. Masalah virus corona ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah. Harus sama-sama kita atasi masalah ini. Beberapa waktu lalu mereka nyatakan siap untuk berikan ruangan untuk warga PDP corona, malamnya semua pada tarik diri,” kata Gubsu saat memimpin rapat dengan pimpinan OPD Pemprovsu di Rumah Dinas Gubsu, Jalan Sudirman Medan, Kamis (19/3).

Dikatakannya, agar seluruh pimpinan OPD untuk saling berkoordinasi. Karena saat ini semua berlomba dengan waktu dan tidak cukup lagi waktu untuk berdiskusi. “Saling berkoordinasi Kadisperindag dan Kadis Ketahanan Pangan harus cek kembali stok cadangan beras dan lainnya. Jangan barang sudah langka baru kita sibuk mencari,” tambahnya.

Gubsu pun mengarahkan agar Satpol PP rutin melakukan patroli terhadap anak-anak sekolah yang masih berkeliaran diluar rumah. Sebab Pemprovsu sudah menginstruksikan agar melakukan aktivitas belajar dari rumah selama dua pekan ke depan. “Begitu saya selesai dilantik, Satpol PP adalah yang pertama sekali ingin saya tingkatkan. Nah, saat ini kalian harus lebih berperan, banyak anak-anak sekolah yang masih keluyuran, lakukan penertiban, lalu cek gudang-gudang para importir jangan sampai di saat seperti ini ada yang melakukan penimbunan masker dan APD,” ucapnya.

Menyikapi instruksi Gubsu, bila ada pihak RS menolak warga memeriksakan diri, Kadinkes Sumut Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, sudah mengirimkan tim ke setiap RS. “Kita akan tagih komitmen mereka kemarin. Saya sudah turunkan tim agar itu disasar satu persatu. Awalnya semua mengaku siap untuk memberikan kamar isolasi. Saat ini kamar di RSU Adam Malik penuh. Untung RSU USU siap, sembari itu kita juga kan harus mempersiapkan ruang isolasi lainnya,” ujarnya.

Pada rapat tersebut, Kepala Pelaksana Gugus Tugas Covid-19 Sumut Riadil Akhir Lubis menginformasikan kondisi terkini pasien Covid-19. “Izin pak, saya melaporkan info terkini. Saat ini sudah ada 49 ODP dan 17 PDP untuk Sumut. Untuk penanganan pasien PDP nanti akan difokuskan ke RSU Adam Malik dan RS GL Tobing/Medical Tembakau Deli PTP Nusantara II Tanjungmorawa,” katanya. (prn)

Dugaan Penerima Suap Wali Kota Medan, Hakim Tolak Eksepsi Eldin

SIDANG: Wali Kota Medan nonaktif T Dzulmi Eldin usai menjalani sidang beragendakan putusan sela di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (19/3). agusman/sumut pos
SIDANG: Wali Kota Medan nonaktif T Dzulmi Eldin usai menjalani sidang beragendakan putusan sela di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (19/3). agusman/sumut pos
SIDANG: Wali Kota Medan nonaktif T Dzulmi Eldin usai menjalani sidang beragendakan putusan sela di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (19/3). agusman/sumut pos
SIDANG: Wali Kota Medan nonaktif T Dzulmi Eldin usai menjalani sidang beragendakan putusan sela di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (19/3). agusman/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Majelis hakim yang diketuai Abdul Azis menolak eksepsi Wali Kota Medan nonaktif, T Dzulmi Eldin dalam sidang beragendakan putusan sela, di ruang Cakra 1, Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (19/3). Dengan begitu, kasus dugaann penerima suap Rp2,1 miliar ini akan tetap dilanjutkan dengan menghadirkan saksi-saksi.

Majelis hakim menilai, surat dakwaan yang disusun Penuntut Umum KPK sudah jelas secara umum. “Menyatakan tidak dapat menerima eksepsi yang diajukan oleh tim penasihat hukum terdakwa. Surat dakwaan dari Jaksa KPK sudah cukup jelas dan menjelaskan secara umum keterlibatan terdakwa,” ucap Azis dalam amar putusannya.

Menurut majelis hakim, pada poin kedua eksepsi yang disampaikan kuasa hukum terdakwa, yang menjelaskan bahwa peranan Dzulmi Eldin tidak jelas dalam surat dakwaan, dinilai majelis hakim tidak tepat secara hukum. “Dalam dakwaan tersebut, dikatakan bahwa Dzulmi Eldin ikut andil menyuruh terdakwa Samsul Fitri untuk mengutip uang kepada para OPD. Maka dari itu hal tersebut akan dibuktikan di dalam proses persidangan,” katanya.

Usai pembacaan putusan sela, majelis hakim menunda proses persidangan hingga pekan depan. Majelis juga meminta kepada Jaksa KPK untuk menghadirkan saksi-saksi dan fakta dalam persidangan selanjutnya. “Melanjutkan persidangan pada pokok perkara, dengan menghadirkan saksi-saksi,” tegasnya Azis.

Usai persidangan, Junaidi Matondang, seorang penasihat hukum Dzulmi Eldin menyatakan, pihaknya tetap menerima hasil putusan sela tersebut. “Untuk sementara ini kita menerima keputusan majelis hakim. Maka dari itu, untuk selanjutnya akan kita ikuti keterangan saksi-saksi, jadi menyangkut eksepsi ini tidak akan kita bahas lagi,” tandasnya.

Mengutip surat dakwaan, terdakwa pada pertengahan Juli 2018 menerima laporan dari Samsul Fitri tentang dana yang dibutuhkan untuk keberangkatan kegiatan Apeksi di Tarakan Kalimantan Utara sejumlah Rp200 juta. Namun yang ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak mencapai jumlah tersebut.

Mendapat laporan itu, terdakwa kemudian memberikan arahan untuk meminta uang kepada para kepala OPD/pejabat eselon II dan Samsul Fitri menyatakan kesanggupannya. Samsul Fitri kemudian membuat catatan para Kepala OPD/Pejabat Eselon II yang akan dimintai uang serta perkiraan jumlahnya yang mencapai Rp240 juta.

Namun ternyata, permintaan Eldin melalui Samsul Fitri, hanya terkumpul Rp120 juta. Dalam kesempatan lain, permintaan Dzulmi Eldin ternyata terus berlanjut, hingga yang terakhir ia meminta uang pegangan dan perjalanan selama menghadiri undangan acara Program Sister City di Kota Ichikawa Jepang pada Juli 2019.

Penghitungan kebutuhan dana akomodasi kunjungan ke Jepang tersebut sejumlah Rp1,5 miliar. Sedangkan APBD Kota Medan mengalokasikan dana hanya Rp500 juta. Edin kemudian mengarahkan Samsul Fitri untuk meminta uang kepada Kepala OPD yang akan ikut dalam rombongan ke Jepang tersebut.

Keseluruhan uang yang dikumpulkan terdakwa dari para kepala OPD yang disetorkan ke Dzulmi Eldin, totalnya mencapai Rp2,1 miliar lebih.

Perbuatan terdakwa diancam pidana dalam Pasal 12 huruf a UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana. (man)

Poldasu Racik 2 Ribu Botol Hand Sanitizer

RACIK: Tim Labfor Polda Sumut sedang meracik hand sanitizer dari bahan-bahan yang sesuai standar WHO, Kamis (19/3). Cairan pencuci tangan itu akan dibagikan kepada seluruh personel di lingkungan Mapolda Sumut.
RACIK: Tim Labfor Polda Sumut sedang meracik hand sanitizer dari bahan-bahan yang sesuai standar WHO, Kamis (19/3). Cairan pencuci tangan itu akan dibagikan kepada seluruh personel di lingkungan Mapolda Sumut.
RACIK: Tim Labfor Polda Sumut sedang meracik hand sanitizer dari bahan-bahan yang sesuai standar WHO, Kamis (19/3). Cairan pencuci tangan itu akan dibagikan kepada seluruh personel di lingkungan Mapolda Sumut.
RACIK: Tim Labfor Polda Sumut sedang meracik hand sanitizer dari bahan-bahan yang sesuai standar WHO, Kamis (19/3). Cairan pencuci tangan itu akan dibagikan kepada seluruh personel di lingkungan Mapolda Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DENGAN mewabahnya virus corona di Indonesia, khususnya Sumatera Utara, masker dan hand sanitizer menjadi barang yang paling banyak diburu masyarakat. Akibatnya, stok masker dan hand sanitizer mulai langka di pasaran dalam beberapa hari terakhir. Karenanya, tak sedikit masyarakat yang membuat sendiri kedua alat kesehatan tersebut untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Seperti yang dilakukan Kepolisian Daerah (Polda) Sumut, meracik hand sanitizer secara mandiri sebagai bentuk antiseptik terhadap penularan Covid-19. Tak tanggung-tanggung, cairan pencuci tangan yang diracik tersebut diproduksi sebanyak 2.000 botol ukuran 50 mililiter (ml).

Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, pembuatan hand sanitizer dibantu tim Labfor Polda Sumut di bawah pimpinan Kompol Debora M Hutagaol. Hand sanitizer diracik dari bahan-bahan sesuai standar formula lembaga kesehatan dunia atau WHO. “Bahan-bahannya sesuai standar WHO, yang terdiri dari etanol (alkohol), gliserol/gliserin, H2O2 dan aquades. Hand sanitizer racikan tersebut dimasukkan ke dalam botol berukuran 50 ml sebanyak 2.000 botol,” jelas Tatan kepada wartawan, Kamis (19/3).

Disebutkannya, cairan pencuci tangan itu nantinya akan dibagikan kepada seluruh personel di lingkungan Mapolda Sumut. Tujuannya, tak lain sebagai langkah antisipasi penularan virus corona. “Hal ini merupakan sebagai bentuk upaya Polda Sumut untuk ikut terlibat dalam pencegahan dan penyebaran penularan virus corona,” ucapnya.

Dikatakan Tatan, Polda Sumut juga telah menyediakan hand sanitizer di setiap pintu masuk agar personel dan tamu yang masuk dapat tetap terjaga kebersihan tangannya. “Selain membuat hand sanitizer, Polda Sumut juga meracik sendiri cairan disinfektan,” ujarnya.

Lebih lanjut Tatan mengatakan, secara rutin personel di lingkungan Mapolda Sumut dilakukan pengecekan suhu tubuh dan disemprot disinfektan setiap apel. Selain itu, para tamu atau masyarakat yang datang juga demikian. “Kegiatan ini dilaksanakan sesuai perintah Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, setiap personel dan ruang kerja di Mapolda Sumut harus bersih untuk menghindari wabah virus Covid-19,” tukasnya.

Senada disampaikan Kompol Debora M Hutagaol selaku tim Labfor Polda Sumut. Kata Debora, hand sanitizer yang diracik bahan-bahannya sesuai standar WHO. Disinggung salah satu bahan dasarnya yaitu gliserol atau gliserin yang merupakan obat untuk mengatasi konstipasi atau kesulitan buang air besar secara sementara, Debora menyatakan aman digunakan. “Kami mengikuti standar WHO komponennya, termasuk juga gliserol. Artinya, tidak ada efek samping, misalnya iritasi,” jelasnya.

Kata Debora, proses pembuatan dilakukan selama dua hari. Hari pertama 1.000 botol dan kedua juga 1.000 botol. “Sejauh ini dibagikan kepada internal di lingkungan Polda Sumut. Apabila lebih nantinya, maka akan dibagikan kepada masyarakat luas,” sebutnya.

Dia menambahkan, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terkait wabah Covid-19. Artinya, menjaga kesehatan tubuh dan juga menerapkan pola hidup sehat dan bersih. “Harapan kami tentunya wabah penyakit ini cepat berakhir,” tandasnya.

Pemko Upayakan Ketersediaan Masker

Sementara, Pemko Medan segera berupaya mengadakan kembali ketersediaan stok masker dan hand sanitizer di Kota Medan. “Kita akan melakukan semua upaya untuk mengadakan masker dan peralatan lainnya,” kata Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution, Kamis (19/3).

Kepada Sumut Pos, Kabag Humas Pemko Medan, Arrahman Pane menjelaskan, untuk kelangkaan masker saat ini, Pemko Medan telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Medan untuk segera menyediakan masker. “Soal masker sudah diminta Pak Plt Wali Kota agar segera diselesaikan, sedang diusahakan supaya masker tersedia di Kota Medan,” ujarnya.

Sedangkan untuk hand sanitizer, kata Arrahman, saat ini Pemko Medan telah meminta Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) untuk menyediakannya. “Dinas Ketapang kan ada Laboratoriumnya, jadi infonya memang nanti mereka yang membuat. Memang secara tupoksi itu bukan tugas Dinas Ketapang, tapi dalam kondisi darurat seperti ini kita tidak bisa lagi bicara tupoksi, siapa yang bisa berbuat untuk Kota Medan maka dia harus berbuat, karena kondisinya memang sedang darurat,” jelasnya.

Nantinya, hand sanitizer tersebut akan diedarkan di Kota Medan. “Prioritasnya untuk dibagikan ke rumah-rumah ibadah. Untuk itu, Plt Wali Kota terus mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Medan agar tidak panik dan tetap menjaga kesehatan dengan rajin mencuci tangan dengan sabun,” tutupnya.

Pantauan Sumut Pos, saat ini Pemko Medan telah menyediakan hand sanitizer di sejumlah titik di Balai Kota Medan. Menanggapi hal ini, Ketua Komisi II DPRD Medan, Aulia Rahman sangat menyayangkan lemahnya pengawasan Pemko Medan dalam mencegah terjadinya penimbunan masker dan hand sanitizer yang membuat langkanya kedua hal tersebut di pasaran. “Saat ini sedang urgent, tapi pemerintah tidak mampu memfasilitasi kebutuhan masyarakat yang saat ini sedang dalam kondisi cemas,” katanya.

Dikatakan Aulia, saat ini harga hand sanitizer yang biasanya ada di kisaran harga Rp20 ribu melonjak tajam hingga ke Rp60 ribu, padahal cost logistik tidak mengalami kenaikan. “Dimana peran pemerintah dalam hal ini? Sudahlah langka, harganya pun mahal sekali, kasihan mereka yang tak mampu membelinya. Justru seharusnya pemerintah ada untuk menyediakan barang-barang itu kepada masyarakat dengan harga yang terjangkau atau setidaknya harga normal,” tegasnya.

Untuk itu, Aulia meminta agar Pemko Medan mau meningkatkan pengawasannya supaya ketersediaan barang-barang tersebut tetap ada dan terjaga di Kota Medan. “Jangan hanya mereka yang menimbun barang saja yang ditindak, mereka yang sekonyong-konyong menaikkan harga juga harus ditindak. Sebab apa bedanya? Sama saja itu. Pemerintah harus memastikan tidak ada pihak yang sengaja memanfaatkan kesempatan ini sebagai ajang untuk mencari keuntungan bagi dirinya sendiri,” tutupnya. (ris/map)

Positif di Sumut Jadi 2, PDP 11 Orang, Rantai Corona Diprediksi Memanjang

RACIK: Tim Labfor Polda Sumut sedang meracik hand sanitizer dari bahan-bahan yang sesuai standar WHO, Kamis (19/3). Cairan pencuci tangan itu akan dibagikan kepada seluruh personel di lingkungan Mapolda Sumut.
RACIK: Tim Labfor Polda Sumut sedang meracik hand sanitizer dari bahan-bahan yang sesuai standar WHO, Kamis (19/3). Cairan pencuci tangan itu akan dibagikan kepada seluruh personel di lingkungan Mapolda Sumut.
RACIK: Tim Labfor Polda Sumut sedang meracik hand sanitizer dari bahan-bahan yang sesuai standar WHO, Kamis (19/3). Cairan pencuci tangan itu akan dibagikan kepada seluruh personel di lingkungan Mapolda Sumut.
RACIK: Tim Labfor Polda Sumut sedang meracik hand sanitizer dari bahan-bahan yang sesuai standar WHO, Kamis (19/3). Cairan pencuci tangan itu akan dibagikan kepada seluruh personel di lingkungan Mapolda Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang didiagnosa positif Corona Virusdisease 2019 (Covid-19) di Sumatera Utara naik menjadi dua orang. Satu di antaranya meninggal dunia pada Selasa (17/3) malam. Satu lagi masih dalam perawatan dan diisolasi di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM), Medan. Belasan PDP lainnya masih dirawat. Melihat kondisi ini, rantai virus corona di Sumut diprediksi akan memanjang dalam dua minggu ke depan.

KEPALA dinas Kesehatan Sumut, dr Alwi Mujahit Hasibuan, membenarkan satu PDP tambahan yang positif Covid-19 di sumut. Hal ini menyusul pernyataan Jubir Penanganan Covid-19 pemerintah pusat, Achmad Yurianto, yang menyebutkan kasus positif corona di Sumut sudah naik menjadi dua orang. “Saat ini kasus positif Covid-19 di Sumut sudah menjadi dua,” ungkapnya dalam keterangan pers, Kamis (19/3).

Dikatakan Alwi, penambahan satu orang positif Covid-19 ini sebelumnya merupakan salah satu dari PDP yang diisolasi di RSUP HAM.

Menyikapi kondisi ini, pihaknya sudah melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) kepada para kontak erat terhadap kedua PDP positif tersebut. Juga mengidentifikasi banyak orang yang kemungkinan ODPn

“Sudah disampaikan, bahwasanya saat ini sudah ada 53 ODP dan bertambah satu lagi yang positif. Kemungkinan akan bertambah (ODP), karena ada satu mata rantai lagi yang harus ditelusuri,” terangnya.

Melihat kondisi yang berkembang dan mempelajari kasus yang sudah terjadi, menurut Alwi, secara epidemiologi diprediksi akan ada peningkatan oasien dalam dua minggu ke depan. “ODP-ODP yang sebelumnya diminta secara sukarela untuk tetap tinggal di rumah atau mengisolasi dirinya, tidak terlalu patuh. Akibatnya, terjadilah kondisi yang seperti sekarang ini. Dengan kondisi seperti itu, kemungkinan terjadi peningkatan dalam dua minggu ke depan,” beber Alwi.

1.000 Liter Hand Sanitizer

Untuk itu, sebut Alwi, harus diputus mata rantai penularan. Caranya, dengan melakukan social distancing atau mengatur jarak sehingga tidak terjadi penularan. “Kita sedang menyiapkan alat rapid test (tes cepat) terhadap ODP-ODP. Sehingga secara dini mengetahui mana yang positif dan negatif. Kalau positif, maka dikonfirmasi lagi dengan tes PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk benar-benar memastikan. Kita sudah memesan 1.000 unit alat rapid test,” sebutnya.

Selain upaya itu, masyarakat diimbau supaya menerapkan pola hidup bersih dan sehat secara konsisten. Seperti mencuci tangan memakai sabun atau cairan antiseptik (hand sanitizer).

Tentang sulinya memperoleh hand sanitizer di lapangan saat ini, ia mengatakan, sudah meminta Fakultas Farmasi dan Teknik Kimia USU untuk membantu menyiapkannya.

“Kami sudah menerima sekitar 5 liter. Tetapi dalam waktu dekat, pesanan kita 1.000 liter akan siap. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkannya, bisa berhubungan dengan tim Gugus Tugas di Sumut,” jelasnya.

Alwi berharap, upaya yang dilakukan tersebut dapat memutus mata rantai penyebaran virus ini. “Makanya, diminta kepada para ODP menjaga dirinya (mengisolasi) selama 14 hari, untuk tidak ke luar rumah. Selain itu, diperiksa kondisi perkembangan kesehatannya. Apabila terjadi hal-hal menuju ke arah tanda-tanda penyakit Covid-19, segera memeriksakan dirinya,” tegas dia.

Jika gagal memutus mata rantai penularan ini, menurutnya, setelah dua minggu ke depan akan ada dua minggunya lagi peningkatan. Oleh karena itu, semua pihak diminta bersama-sama secara serius.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri melainkan harus bersama. Kalau tidak, maka akan gagal memutus mata rantainya sehingga terjadi peningkatan. Bukan dua kali lipat tetapi bisa quantum atau lonjakan,” pungkasnya.

Sekali lagi ia mengingatkan masyarakat, agar di rumah saja jika tidak ada hal yang sangat penting untuk ke luar rumah.

Ruang Isolasi Adam Malik Penuh

Kassubag Humas RSUP HAM, Rosario Dorothy Simanjuntak, membenarkan dua PDP positif corona. “Satu meninggal, satu lagi masih dalam perawatan,” ujarnya.

Hingga Kamis (19/3) sore, jumlah PDP yang masih dirawat sebanyak 11 orang. Jumlah PDP ini meningkat satu orang dari hari sebelumnya, Rabu (18/3) sebanyak 10 orang. “Sedangkan PDP yang sebelumnya dirawat dan telah dipulangkan masih tetap, yakni sebanyak tiga orang. Satu PDP baru datang sendiri ke sini hari ini (kemarin, red). Bukan dirujuk,” bebernya.

Rosa tidak menjelaskan asal si PDP baru tersebut. Begitu juga dengan riwayatnya, apakah baru datang dari luar negeri atau tidak. “Sudah aturan dari pusat, tidak boleh menyampaikan secara detail,” cetus dia.

Dengan bertambahnya jumlah PDP, lanjutnya, ruang isolasi di rumah sakit rujukan utama Covid-19 di Sumut sudah penuh. Pun begitu, apabila ada PDP lagi, tetap diterima namun dirujuk ke rumah sakit lain.

“Ruang isolasi hanya 11 ruangan dan sudah penuh. Jika ada PDP lagi, tetap terima, tapi akan dirujuk ke rumah sakit lain yang sudah ditunjuk Dinas Kesehatan (Sumut) sebagai rumah sakit perbantuan penanganan Covid-19,” tambahnya.

308 Kasus Positif

Sementara itu, hingga Kamis (19/3) petang, data pasien yang dikonfirmasi positif terjangkit Covid-19 tercatat sebanyak 308. Jumlah ini dikoreksi dari jumlah yang disampaikan juru bicara pemerintah Achmad Yurianto, yang menyebutkan total kasus pasien positif Covid-19 sebanyak 309. Dari jumlah tersebut, total ada 15 orang yang sembuh. Sementara yang meninggal dunia 25 orang.

Koreksi disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Agus Wibowo. “Ada sedikit kesalahan dan sudah diklarifikasi dengan tim surveilans di PHEOC. Untuk data provinsi Riau pada 19 Maret tidak ada penambahan kasus. Jadi sampai saat ini kasus di Riau masih tetap 1 kasus (pasien positif Covid-19),” ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Kamis petang.

Sebelumnya, Yuri menyebutkan, ada 16 provinsi di Indonesia dengan jumlah pasien positif Covid-19. Dari 16 provinsi yang dimaksud, DKI Jakarta dan Banten memiliki jumlah kasus positif Covid-19 terbanyak. “Total kasus kematian 25. Ini adalah sekitar 8 persen dari kasus yamg kami rawat. Ini angka tinggi tapi dinamis yang setiap saat akan berubah. Semoga tak ada lagi kasus yang meninggal,” kata Yuri.

Beberapa kasus meninggal yang diddapatkan terjadi pada rentang usia 45-65 tahun. Ada kasus meninggal juga yang terjadi pada seseorang 37 tahun. “Faktor lain hampir seluruhnya memiliki penyakit pendahulu dan sebagian besar diabetes, hipertensi, dan jantung kronis,” jelasnya.

Dibanding Rabu (18/3) dengan 227 kasus, Kamis kemarin kasus bertambah 82 kasus baru hanya dalam 24 jam.

IDI Sumut: Ada Tim Dokter Khusus

Terpisah, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Sumatera Utara (IDI Sumut), dr Edi Ardiyansyah, mengatakan tim dokter yang khusus menangani pasien terindikasi virus corona atau PDP, dan suspect sudah dibentuk.

“Sudah ada tim dokternya yang dibentuk sesuai Prosedur Operasi Standar (SOP) dari rumah sakit (RS) yang berlaku. Jadi tidak semua diterjunkan,” ujar Edi kepada Sumut Pos, Kamis (19/3).

Menurutnya, bagi dokter yang sudah ditugaskan, tidak ada kata untuk tidak melayani. Para dokter ini di bawah naungan Dinas Kesehatan, sehingga standarnya haruslah yang baik. “Jika sudah dibentuk tim, maka harus optimal dan maksimal dalam menangani pasien terindikasi Covid-19. Tentunya sudah diperhitungkan segala kemungkinannya. Sudah pasti melakukan antisipasi terlebih dahulu. Jika ada hal-hal di luar harapan, itu berarti sudah diluar kuasa para dokter ini,” katanya.

Adapun langkah-langkah yang harus dicapai dalam penanganan PDP dan suspek covid-19, menurutnya. melayani dengan sebaik-baiknya, serta mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan yang terjadi dan antisipasinya. Seperti perlindungan diri, sarana, dan keselamatan bagi tim dokter ini.

Ia berharap, agar tim yang memberikan layanan dapat menyediakan dan mempersiapkan sarana, prasana, tempat penampungan, dan karantina dengan standar yang baik, laya,k serta secara profesional.

“Tim medisnya juga harus disiapkan sematang-matangnya. Tentunya yang kompeten dan tidak asal-asalan,” tukasnya.

Kabid P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Medan, Muthia Nimphar, menjelaskan tim dokter khusus adalah wewenang dari RS yang ditunjuk oleh pemerintah. “Tim dokter ini, khusus menangani pasien dengan pengawasan (PDP), dan suspect. Tentunya RS telah menunjuk tim-tim dokter yang kompeten dalam menangani PDP dan suspect ini,” ujar Muthia.

Dalam hal ini Dinkes Sumut bekerja sama dengan Dinkes Medan hanya menangani dan membentuk Tim Gerak Cepat (TGC) untuk ODP saja. “Namun ke depannya akan kita minta juga data tersebut ke RS yang menangani PDP dan suspek. Kalau untuk ODP, semua TGC telah digerakan, termasuk pelayanan di Puskesmas hingga aparatur negara, seperti kepling, lurah dan camat,” jelasnya. (ris/mag-1/kps)

PGN Percepat Pembangunan Insfrastruktur Terminal LNG Teluk Lamong untuk Kehandalan Pasokan Gas

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berkomitmen untuk terus berupaya merealisasikan proyek-proyek strategis guna menunjang perluasan penyaluran gas bumi di berbagai wilayah. Satu upaya untuk menjaga kehandalalan pasokan gas bumi adalah pembangunan Terminal LNG Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur.

Pembangunan Proyek LNG Teluk Lamong yang ditarget untuk memenuhi pasokan gas bumi akan mulai diuji coba pada bulan Mei 2020 mendatang dengan kapasitas 40 MMSCF. “Ditengah kondisi penyebaran Covid-19, kami tetap berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini. Saat ini progressnya sudah sekitar 90 persen. Pada uji coba Mei nanti, gas akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan gas di wilayah Jawa Timur, baik yang disalurkan melalui gas pipa maupun dalam bentuk retail LNG,” ujar Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Redy Ferryanto, disela-sela kunjungannya untuk meninjau progress pembangunan Terminal LNG Teluk Lamong, Kamis, (19/03/2020).

Redy menjelaskan, Terminal LNG Teluk Lamong merupakan bagian dari proyek strategis PGN agar dapat memberikan pelayanan yang massif dari pemanfaatan gas bumi. Berdasarkan perhitungan, apabila pembangunan Terminal LNG Teluk Lamong rampung secara permanen, dapat memenuhi demand gas di Jawa Timur sebesar 180 MMSCFD pada tahun 2023.

“Dengan diselesaikannya pembangunan LNG Teluk Lamong, juga dapat menjadi optimalisasi portofolio LNG domestik maupun ketahanan pasokan gas bagi jaringan terintegrasi trans Jawa dan Trans Sumatera ke depan,” tambah Redy.

Dalam kesempatan yang sama, Redy juga meninjau penyelesaikan pembangunan pipa gas bypass Trosobo-Krian, Sidoarjo dengan diameter 10 inchi guna meningkatkan kehandalan jaringan pipa gas di Jawa bagian timur. Proyek yang dibangun sejak Oktober 2019, ditargetkan terpasang sepanjang 4.52 KM dengan rincian 3,7 km di ruas Jalan Bypass Krian dan 820 meter di ruas Jalan Trosobo Taman.

“Asumsi kapasitas penyaluran gas di Jaringan pipa Trosobo- Krian saat ini sebesar ± 131 MMSCFD. Diharapkan proyek ini dapat selesai sesuai dengan rencana, karena kebutuhan gas yang semakin meningkat khususnya industri. Salah satu output dari proyeksi percepatan pembangunan proyek Jawa bagian Timur adalah untuk pengembangan kawasaan industri baru berbasis gas bumi,” ungkap Redy.

Segala upaya dilakukan sebagai wujud PGN dalam rangka mendukung munculnya industri-industri di wilayah baru. Menurut Redy, jaringan pipa gas dan Terminal LNG Teluk Lamong ini akan menjamin wilayah baru mendapatkan pasokan gas secara berkelanjutan. Infrastruktur yang berkembang dan ketahanan pasokan yang terjamin, diyakini dapat mendukung berkembangnya sentra industri baru yang diharapkan dapat berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Perhitungan kami, akan ada peningkatan pelanggan industri baru di Jawa Timur apabila pasokan dan distribusi gas terjamin. Dengan demand diatas 160 MMSCFD, pada rencana kerja PGN 2020, secara keseluruhan target PGN untuk penambahan pelanggan industri baru sebanyak 650 pelanggan,” kata Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama.

Menjadi komitmen utama bagi PGN sebagai subholding gas, untuk mendukung industri ke arah yang semakin maju sehingga dapat memberikan benefit yang berkelanjutan bagi negara. Program perluasan layanan baik konektivitas maupun aksebilitas gas bumi PGN diharapkan dapat optimal untuk pengembangan layanan untuk industri dan komersial.

“Dalam lima tahun kedepan, PGN menargetkan volume 1800 BBTUD Niaga Domestik dapat diwujudkan, salah satunya untuk menyokong produktivitas industri dalam negeri. Tak hanya di Jawa Timur, tetapi juga untuk ketersediaan gas yang handal dapat memajukan industri di wilayah lain.” imbuh Rachmat.

Adapun penambahan infrastruktur gas untuk menunjang target tersebut yaitu 500 KM pipa distribusi untuk eksisting dan perluasan wilayah, 528 KM pipa transmisi, 7 LNG Filling Station untuk truk maupun kapal, 5 FSRU, dan 34 Mini LNG untuk seluruh sektor pengguna gas bumi. (rel/ram)

Polair Amankan 16 Ton Solar Ilegal di Belawan

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Petugas Ditpolair Polda Sumut mengamankan 16 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang diduga ilegal dari Jalan Pelabuhan Raya, Belawan, Kamis (19/3). Penangkapan itu berawal saat petugas menangkap satu unit mobil Mitsubishi L300 bermuatan 2 ton solar di Jalan Pelabuhan Raya.

Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan kembali menyita 14 solar dari satu gudang penumpukan yang berjarak tidak terlalu jauh dari lokasi penangkapan mobil L300. Petugas memboyong mobil pikap beserta muatannya Mako Ditpolair Polda Sumut.

Kepada petugas, supir dan kernet mengaku, mobil pikap yang mereka kemudikan adalah milik seorang oknum tentara yang bertugas di Belawan dan ditugaskan untuk mengangkut minyak solar dari salah satu gudang mafia minyak berinisial JH di Marelan untuk dibawa atau ditumpuk pada gudang penampungan yang berada di Jalan Pelabuhan Raya, Belawan.

Setelah semua terkumpul, rencanya minyak solar tersebut akan dijual kepada sejumlah kapal ikan berukuran groos ton (GT) besar yang sedang sandar di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB), Gabion, Belawan dengan menggunakan mobil tangki.

Sedangkan harga jual minyak tersebut sedikit mahal diatas harga subsidi dan sedikit lebih murah dari harga minyak solar non subsidi.

“Bisnis minyak seperti ini sudah lazim terjadi di Belawan dan kami sangat berterimakasih kepada petugas Ditpolair Polda Sumut yang berani mengungkapnya karena selama ini sulit diberantas,” kata sumber yang dapat dipercaya di Belawan.

Sementara itu, seorang tokoh nelayan Belawan M. Basir memberi apresiasi kepada Ditpolair Polda Sumut yang telah berani mengungkap kejahatan mafia minyak di Sumut khususnya Belawan.

“Ditpolar memang super hebat, mampu tindak aksi bisnis BBM ilegal. Bahkan aksi yang menggunakan mobil box tetap terungkap dan tidak bisa lolos. Langkah ini patut dicontoh oleh penegak hukum yang lain. Pelan namun pasti,” katanya.

Tetpisah Kasubdit Ditpolair Polda Sumut AKBP Jenda Sitepu SH membenarkan adanya penangkapan tersebut dan pihaknya masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap semua orang atau pihak yang terlibat dalam tindak pidana jenis kejahatan ekonomi tersebut.

“Jika nanti terbukti para tersangka dalam kasus ini terancam hukuman penjara selama enam tahun dan denda paling banyak Rp60 miliar,” katanya. (fac/btr)