28 C
Medan
Saturday, January 17, 2026
Home Blog Page 4395

Pandemi Global Covid-19, Gubsu Tak Liburkan Sekolah

TINJAU UN Gubsu Utara Edy Rahmaydi meninjau pelaksaan Ujian Nasional di SMKN 7 Jalan STM Medan, Senin (16/3). Peninjauan dilakukan sebelum berlangsungnya ujian di kelas.
TINJAU UN Gubsu Utara Edy Rahmaydi meninjau pelaksaan Ujian Nasional di SMKN 7 Jalan STM Medan, Senin (16/3). Peninjauan dilakukan sebelum berlangsungnya ujian di kelas.
TINJAU UN Gubsu Utara Edy Rahmaydi meninjau pelaksaan Ujian Nasional di SMKN 7 Jalan STM Medan, Senin (16/3). Peninjauan dilakukan sebelum berlangsungnya ujian di kelas.
TINJAU UN Gubsu Utara Edy Rahmaydi meninjau pelaksaan Ujian Nasional di SMKN 7 Jalan STM Medan, Senin (16/3). Peninjauan dilakukan sebelum berlangsungnya ujian di kelas.

SUMUTPOS.CO – WALAU sebagian pemerintah daerah di Indonesia memutuskan untuk meliburkan sekolah sebagai antisipasi penyebaran wabah virus corona atau Covid 19, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, menegaskan Sumut belum berencana mengeluarkan keputusan untuk meliburkan aktivitas belajar dan mengajar di sekolah di Sumut.

“Kita tidak ikut-ikutan seperti daerah lain. Meliburkan siswa-siswi dari sekolah tidak efektif dan malah tinggi risikonya namanya anak sekolah, dikhawatirkan malah berkeliaran dan jalan-jalan ke mall. Malah repot nanti,” kata Edy kepada wartawan, usai memantau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Sekolah SMK Negeri 7 Medan, Senin (16/3) pagi.

Menurut mantan Pangdam I Bukit Barisan ini, Pemerintah Provinsi Sumut lebih memilih melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap pencegahan virus corona bagi pelajar di sekolah. “Nanti (kalau) sudah meningkat wabahnya, sudah membahayakan kondisi di sekolahan, baru kita ambil langkahnya,” sebutnya.

Sembari melihat suasana pelaksanaan UNBK, Edy Rahmayadi memerintahkan Dinas Pendidikan (Disdik) tetap konsisten melaksanakan UNBK. Menurutnya kondisi Sumut masih aman dan terkendali dari ancaman virus corona.

Terkait pandemi global Covid-19, ia berharap masyarakat tetap waspada tetapi jangan panik berlebihan. Jangan membuat masyarakat ikut-ikutan panik dengan menyebarkan berita-berita hoax di media sosial (medsos).

“Saya tahu ini endemik global. Ini adalah masalah di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Semua bisa terkena. Namun kita tetap waspada, tak usah panik. Terapkan pola hidup yang sehat. Rajin membasuh tangan. Jika ada yang terserang flu, maka tutup mulutnya pakai masker,” tukasnya.

Pada hari pertama UN tingkat SMK, Gubsu Edy Rahmayadi bersama Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting didamping Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Arsyad Lubis meninjau SMK Negeri 7 Medan.

Dari SMKN 7 Medan, Gubsu dan rombongan kemudian meninjau pelaksanaan UN di SMK Parulian 3, Medan. Mereka disambut Kepala Sekolah, Onny Sinaga dan para guru.

Kepada Gubsu, Onny menyampaikan ada sebanyak 77 siswa yang mengikuti UNBK di sekolah tersebut. “Mudah-mudahan tidak ada kendala pak sejauh ini. Menyikapi pandemi global Covid-19, setiap kelas disediakan hand sanitizer, tisu kering dan tisu basah untuk membersihkan tangan,” jelas Onny.

Edy bersyukur pelaksanaan UN di hari pertama berlangsung lancar. Ia berharap situasi seperti ini terlaksana hingga hari terakhir.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Arsyad Lubis menjelaskan, ada sebanyak 92.158 siswa SMK yang mengikuti UN di Sumut. Adapun rincian peserta yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) sebanyak 422 siswa, sedangkan peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yakni 91.746 siswa.

“Jumlah sekolah SMK yang mengikuti UN sebanyak 956. UNKP sebanyak 17, dan UNBK 939. Semua sekolah yang melaksanakan UNKP terdapat di daerah Nias Selatan. Hal ini dikarenakan kondisi geografis di daerah tersebut yang menyulitkan untuk memperoleh sinyal internet serta kendala listrik dan keterbatasan komputer,” terang dia.

Pemko Medan Lihat Perkembangan

Pemko Medan hingga kini juga belum meliburkan aktivitas belajar mengajar di sekolah. Plt Wali Kota Medan Akhyar menegaskan, Pemko Medan baru akan meliburkan sekolah bila dinilai sudah dibutuhkan atau masih melihat perkembangan situasi yang ada. “Itukan masih belum kita putuskan, karena masih melihat situasi perkembangan abah tersebut di Kota Medan. Nanti kita lihat perkembangannya, kalau memang eskalasinya meningkat, kemungkinan itu akan kita lakukan. Tapi kan saat ini eskalasinya belum meningkat, sehingga belum kita lakukan,” jawab Akhyar.

Menanggapi itu, Wakil Ketua DPRD Medan Ihwan Ritonga menilai, sudah selayaknya Pemko Medan meliburkan anak sekolah untuk sementara waktu. “Kita sebenarnya sangat setuju kalau anak sekolah diliburkan. Ini masalah keselamatan dan keamanan anak-anak, dan semua orang tua saya yakini sangat menunggu adanya kebijakan ini,” katanya.

Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan, Afif Abdillah juga mendesak Pemko Medan segera menindaklanjuti imbauan Presiden RI sesuai petunjuk WHO agar segera meliburkan kegiatan sekolah dan even-even yang membuat adanya interaksi di antara orang ramai. “Misalnya seperti Gubsu yang menunda Sumut Fair, itu bagus sekali. Kita memang sudah harus mengambil langkah tegas dalam pencegahan, bukan lagi sekarang wacana saja. Kalau bicara anak sekolah, tentu mereka juga harus diliburkan sementara, anak-anak kita harus terhindar dari kemungkinan-kemungkinan terburuk,” tegas Afif.

Selain itu, kata Afif, saat anak berada di rumah, orangtua juga akan merasa lebih tenang dan tidak was-was akan keselamatan anak dan keluarganya. “Mereka itu generasi bangsa, tentu harus kita prioritaskan, kita harapkan kegiatan sekolah diliburkan dulu sementara waktu. Kalau sempat salah satu anak kena, itu kesalahan besar, kita tak akan sanggup menanggulanginya. Begitu juga dengan kegiatan-kegiatan outdoor lainnya yang bersifat interaksi dengan orang ramai,” pungkasnya.

Tebingtinggi Libur Mulai 18 Februari

Berbeda dengan Gubsu, Pemko Tebingtinggi, memutuskan untuk meliburkan sekolah setingkat TK, SD, dan SMP selama 14 hari, terhitung mulai 18 Maret hingga 31 Maret 2020.

“Sesuai instruksi Wali Kota Tebingtinggi, kita akan meliburkan seluruh sekolah yang ada di Tebingtinggi setingkat SD dan SMP, untuk mencegah penyebaran virus kiriman Covid 19,” kata Kadis Pendidikan Kota Tebingtinggi, Drs Pardamean Siregar, kemarin.

Sebelum SK libur dikeluarkan, Disdik dan pihak sekolah akan memberikan sosialisasi kepada seluruh pelajar soal virus corona. Seperti cara mencegah virus corona, budaya hidup bersih, cuci tangan, dan berdiam diri dirumah.

“Dua hari ini, sekolah akan melakukan sosialisasi. Pelajar yang libur selama 14 hari akan diberikan pekerjaan rumah (PR). Selama libur, pelajar dilarang bermain-main di tempat keramaian. Disdik dan Satpol PP akan melakukan razia di tempat keramaian seperti mall dan kafe,” kata Pardamean.

Selain itu, Disdik juga akan melakukan pembersihan besar-besaran. “Semua sekolah di Tebingtinggi akan disterilisasi dengan penyemprotan desinfektan. Sebelum libur, sekolah harus sudah dibersihkan. Sehingga saat pelajar masuk kembali, sekolah sudah steril,” kata Pardamean.

Namun sekolah yang masih melaksanakan UNBK, tetap menggelar ujian, dengan syarat para pelajar langsung pulang ke rumah usai ujian.

Terkait isu adanya warga Kota Tebingtinggi baru pulang dari Penang Malaysia dan terindikasi virus Covid 19, Kadis Kesehatan dr Nanang Fitra Aulia menyatakan, isu itu tidak benar. “Sampai saat ini, Kota Tebingtinggi belum ada yang terindikasi virus corona. Tebingtinggi masih aman,” bilangnya.

Untuk mencegah virus corona dr Nanang meminta seluruh masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan budaya hidup bersih, mencuci tangan dengan sabun atau antiseptik, jaga kondisi kesehatan tubuh dengan makanan bergizi, dan meningkatkan imunitas tubuh.

Binjai Tunda Ujian SD

Pemko Binjai juga meliburkan para pelajar mulai tingkat PAUD, TK, SD dan SMP. Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai, Sri Ulina Ginting mengatakan, langkah ini diambil untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona. “Ujian SD juga ditunda hingga Senin depan,” ujarnya.

Selama libur, diharapkan pihak sekolah melakukan pembersihan sekolah dan bekerja sama dengan Puskesmas untuk melakukan penyemprotan disinfektan. Hasil rapat Forkopimda juga sudah disampaikan secara tertulis kepada seluruh kepala sekolah, baik sekolah negeri maupun swasta. “Isi pemberitahuan yang dilayangkan mengimbau semua kepala sekolah untuk tidak melaksanakan kegiatan yang sifatnya melakukan perkumpulan atau melibatkan massa, baik itu kegiatan study tour, study banding dan sebagainya,” ungkapnya.

Dia berharap, agar masa masuk sekolah nanti para guru dan pelajar tetap tenang. “Tidak usah panik, tetap waspada. Tetaplah mencuci tangan dengan sabun dan handsanitizer,” harap dia.

“Untuk kegiatan belajar-mengajar, saat libur dapat dilakukan melalului aplikasi ruang guru atau rumah belajar yang dipandu oleh guru dan melalui group WA dengan para orang tua murid,” tandasnya.

Humbahas Belum Liburkan Sekolah

Berbeda dengan Tebingtinggi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Humbang Hasundutan (Humbahas), belum meliburkan sekolah terkait antisipasi penyebaran virus corona.

“Belum (meliburkan-red). Sekolah masih seperti biasa. Tapi kita sudah buat imbauan merujuk surat Menteri. Juga melakukan sosialisasi pencegahan via WA group ke kepala sekolah dan tingkat pengawas, untuk menghindari kontak dan melarang tempat keramaian bagi siswa,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Jonny Gultom saat dihubungi, Senin (16/3).

Menurut Jonny, keputusan meliburkan sekolah menunggu kordinasi dari Dinas Kesehatan, tentang urgensi wabah corona.

Kepala Dinas Kominfo Humbahas, Hotman Hutasoit, menjelaskan Bupati telah mengambil langkah menunda semua kegiatan yang bersifat mengumpulkan orang banyak. Langkah itu sesuai hasil rapat khusus yang dipimpin Bupati Dosmar Banjarnahor, terkait virus Covid 19 sebagai pandemic global.

Ada ada 6 keputusan hasil rapat yang dihadiri Dinas Kesehatan, Direktur RS, dan Sekdakab. Yakni menunda semua kegiatan keramaian, menyiapkan alat dan sarana prasarana pengidentifikasi suspect virus corona di lingkungan pemerintah, rumah sakit menyiapkan alat dan prasarana penanganan darurat Covid 19, dan lainnya.

“Sekolah belum diliburkan menunggu perkembangan selanjutnya. Tapi objek wisata ditutup sampai tanggal 1April ke depan,” kata Hotman.

Bupati mengimbau masyarakat tidak panik, tapi tetap meningkatkan kewaspadaan. “Jaga kesehatan, jaga kebersihan,” kata Hotman. (gus/prn/mag-1/ian/ted/des)

14 Hari Sepulang dari Malaysia, Dinkes Pantau 80 Warga Sumut

SUMUTPOS.CO – WARGA Sumut yang mengikuti acara tabligh akbar di Masjid Petaling Kualalumpur, Malaysia mulai 28 Februari hingga 1 Maret 2020 lalu, ternyata tidak mencapai 350 orang seperti informasi awal. Melainkan hanya sekitar 100-an. Dari jumlah itu, 80 orang sudah teridentifikasi dan masuk dalam kriteria Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Informasi awal 300-an. Tapi setelah ditelusuri dari komunitasnya, ternyata hanya sekitar 105 orang. Sudah ketemu 80 orang. Mereka tinggal di kawasan Medan sekitarnya, Binjai, Deliserdang, dan Langkat. Kondisi mereka sehat, tetapi tetap dipantau untuk memastikan mereka tidak sedang dalam masa inkubasi dan tidak menjadi pembawa penularan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Alwi Mujahit Hasibuan, Senin (16/3).

Pemantauan ke-80 orang dilakukan dari rumah ke rumah maupun ke tempat komunitasnya, yakni sebuah masjid di Marelan. “Kita lakukan pemantauan terus menerus. Dicek kondisi kesehatannya secara fisik, suhu tubuhnya, apakah ada tanda-tanda demam, batuk, pilek, dan sesak nafas? Hasilnya, sampai saat ini aman dan tidak ada,” jabar Alwi.

Rata-rata jemaah tabligh akbar masuk Indonesia pada 3 Maret. “Jadi besok, tepat hari ke-14, pemantauan selesai. Mudah-mudahan tidak ada apa-apa,” katanya.

Dijelaskannya, saat ini kondisi para jemaah tabligh akbar itu masih sehat. Namun jika besok atau setelah 14 hari mereka kedapatan menunjukkan adanya gejala sakit, maka mereka akan dirawat di rumah sakit. “Kalau kedapatan sakit ya masuk jadi pasien dalam pengawasan (PDP) lah,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, dari 10 ribu peserta tabligh Akbar dari berbagai negara di Malaysia, belasan peserta dilaporkan positif corona pasca acara, yakni warga Malaysia dan Brunei.

Alwi menyarankan, bagi mereka yang mengikuti acara tabliqh akbar untuk sementara waktu membatasi aktivitasnya. Dan bagi peserta tabligh akbar yang belum ditemukan, Dinkes akan terus melakukan upaya pencarian. “Mereka ini ‘kan komunitas tapi agak tertutup. Tapi insya Allah dapat. Jadi, kita sedang carikan orang yang bisa membukakan ‘pintunya’,” kata Alwi.

Selain 80 jemaah tabligh akbar, Dinkes Sumut juga memantau 18 orang lainnya. “Mereka ODP karena ada kontak. Kendati begitu, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan mereka sehat,” terangnya.

Jadi total ODP 98 orang. Hingga kemarin, kondisi mereka masih sehat semua.

Satu Lagi Pasien Diisolasi

Sementara itu, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik kini sedang merawat pasien dalam pengawasan (PDP). Kassubag Humas Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak mengatakan, jumlah pasien terkait Covid-19 yang dirawat di RSUP HAM saat ini berjumlah 3 orang.

“Statusnya pasien dalam pengawasan (PDP). Pasien PDP belum tentu positif Covid-19, masih menunggu hasil lab dulu,” katanya.

Ketiga orang PDP tersebut terdiri dari 2 orang laki-laki dan 1 perempuan. “Laki-laki usia 49 tahun dan 43 tahun. Perempuan usia 51 tahun. Satu pasien, laki-laki masuk 14 Maret dan 2 pasien, laki-laki dan perempuan masuk pada 15 Maret malam,” katanya.

Saat ini, ketiganya masuk ruang isolasi.

Kadis Kesehatan Sumut, dr Alwi Mujahit Hasibuan, menyatakan sampel dua PDP yang diisolasi telah dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di Jakarta. “Sejauh ini kita tinggal menunggu bagaimana hasilnya saja,” ucap dia.

Menurutnya, dalam penanganan kasus COVID-19 ini, seringkali masyarakat mendapat tekanan dari informasi media sosial (medsos) yang belum tentu benar. Sebagai contoh, pasien asal Binjai yang sempat dirujuk ke RSUP HAM dan kini sudah dipulangkan.

“Pasien itu memang dirujuk ke sana, tetapi saya kurang tahu kenapa dirujuk? Terkadang karena heboh di medsos, sehingga dirujuk. Bukan karena indikasi kuat,” cetusnya.

Alwi mengaku, ketika pihaknya tegas mengambil langkah dalam persoalan wabah virus ini, malah dibilang takabur. Padahal faktanya Sumut bukan daerah yang terjangkit. “Sumut sampai sekarang belum ada yang positif (COVID-19),” tegasnya.

Ia menyatakan, sebetulnya virus corona ini tingkat kematiannya jauh lebih ringan dibanding SARS atau MERS. Namun terkesan lebih sulit karena di bawah tekanan informasi medsos.

“Dinas Pendidikan sempat bertanya kepada saya, apa perlu sekolah diliburkan? Saya jawab, untuk apa diliburkan dan tujuannya apa? Apalagi saat ini siswa-siswi SMK sedang ujian (Ujian Nasional Berbasis Komputer/UNBK) dan sangat penting bagi mereka,” paparnya.

UNBK bagi pelajar sekolah, sambung Alwi, sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. “Ini (UNBK) mau ditunda karena hal tersebut? Tentu ini suatu kebijakan yang kurang tepat. Terkecuali, di Sumut sudah ada yang positif terjangkit, maka kemungkinan bisa saja ditunda. Tapi faktanya sampai sekarang Sumut belum ada yang positif,” tegasnya.

Dia meminta masyarakat agar tenang dan tetap menjaga diri serta keluarga. Karena meski Sumut belum di-lockdown atas pandemi virus corona ini, namun situasi sangat dinamis. “Jadi tergantung perkembangan situasinya, sehingga kita betul-betul siap. Namun apapun kemungkinan terburuk yang terjadi nanti, kita sudah siap,” tandasnya. (ris/bbs)

USU, Unimed, dan UISU Hari Ini Mulai Kuliah Online

CUCI TANGAN: Para siswa SMK Negeri 7 Medan mencuci tangan sebelum mengikuti ujian nasional, Senin (16/7). bagus/sumut pos
CUCI TANGAN: Para siswa SMK Negeri 7 Medan mencuci tangan sebelum mengikuti ujian nasional, Senin (16/7). bagus/sumut pos
CUCI TANGAN: Para siswa SMK Negeri 7 Medan mencuci tangan sebelum mengikuti ujian nasional, Senin (16/7).  bagus/sumut pos
CUCI TANGAN: Para siswa SMK Negeri 7 Medan mencuci tangan sebelum mengikuti ujian nasional, Senin (16/7). bagus/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai langkah kewaspadaan untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19, tiga kampus di Medan memutuskan akan menghentikan sementara kuliah tatap muka, dan menggantikannya dengan sistem belajar mengajar secara online. Ketiga kampus itu yakni Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Negeri Medan (Unimed), dan UISU.

“Terhitung sejak hari Selasa, 17 Maret 2020, hingga waktu yang akan ditentukan kemudian, kegiatan belajar mengajar diubah dari bentuk tatap muka menjadi dilaksanakan secara daring,” kata Rektor USU, Prof. Runtung Sitepu kepada wartawan, Senin (16/3).

Runtung menjelaskan, pelaksanaan bimbingan Tugas Akhir dapat dilaksanakan secara daring atau online berupa E-Learning, Vi-Learning, Mailing List. Ia meminta kepada pimpinan fakultas dan program studi untuk memberikan dukungan yang dibutuhkan para dosen dan mahasiswa, untuk dapat menyelenggarakan pembelajaran secara daring tersebut.

“Hal itu sesuai petunjuk dan pedoman yang ditetapkan Pemerintah RI melalui Kemenkes dan Kemendikbud dan pengalaman berbagai negara menghadapinya. Pimpinan USU merasa perlu menetapkan langkah-langkah lebih lanjut untuk mencegah penyebaran infeksi COVID 19 di lingkungan kampus USU,” jelas Runtung.

Runtung juga mengimbau seluruh dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan USU, untuk menunda atau membatalkan penyelenggaraan berbagai kegiatan, yang menimbulkan kerumunan banyak orang.

“Jika kegiatan tersebut karena sesuatu hal tidak dapat ditunda atau dibatalkan lagi, maka kegiatan harus menerapkan tindak kewaspadaan dan pencegahan Covid-19,” tutur Runtung.

USU juga melarang sementara para dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan USU untuk mengunjungi negara-negara terjangkit virus corona. “Dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan USU yang mengalami gejala infeksi COVID 19, atau ada anggota keluarga serumah yang mengalami gejala tersebut, agar melapor pada Satuan Tugas Siaga COVID 19 USU,” tandasnya.

Unimed Kuliah Sistem Daring

Selain USU, Unimed juga resmi mengubah sistem perkuliahan tata muka menjadi sistem online. Sistem perkuliahan secara online menggunakan sistem E-Learning, Vi-Learning, Mailing List, Whatsapp Group, Line, Skype atau sejenisnya.

Keputusan disampaikan Rektor Unimed, Dr. Syamsul Goltum, melalui surat edaran yang terbit pada Senin (16/3). Surat edaran itu berlaku atau diterapkan sejak 17 hingga 3 April 2020 mendatang.

“Ini bukan berarti kami meliburkan belajar mengajar, tapi kami alihkan menjadi sistem daring atau penugasan terstruktur dari dosen,” ungkap Syamsul kepada wartawan di Kampus Unimed, Senin (16/3).

Syamsul menjelaskan, untuk kegiatan perkuliahan lainnya, seperti praktikum akan dilaksanakan dengan bentuk pemberian tugas lain yang relevan sesuai dengan capaian perkuliahan. Kemudian, perkuliahan lapangan, yakni KKN, PKL, PPL, magang, perkuliahan mahasiswa/dosen, untuk sementara waktu dikompensasi dalam bentuk kegiatan lain.

“UTS dan UAS dilaksanakan secara online. Ujian proposal, ujian tugas akhir, ujian skripsi, tesis, dan disertasi, ujian konprehensif, tetap diadakan, namun hanya dihadiri oleh mahasiswa yang diuji dan pengujinya, yang telah memenuhi protokol WHO atau dalam dilakukan secara online,” jelas Syamsul.

Syamsul mengungkapkan, keputusan ini diambil sebagai bentuk pencegahan penyebaran corona virus Covid-19 di lingkungan Unimed. Ia berharap langkah ini akan membawa kebaikan bersama bagi seluruh civitas akademika Unimed. “Semoga tidak akan ada warga Unimed yang terjangkit virus Corona,” harapnya.

Perkuliahan dalam bentuk daring atau e-learning dan menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak massa banyak di kampus, tegasnya, adalah langkah aktif untuk pencegahan.

Unimed mempersiapkan dosen semua fasilitas yang dibutuhkan, agar perkuliahan dalam bentuk daring dapat berjalan efektif, dan tidak mengurangi efektivitas proses perkuliahan. “Proses ini tetap sesuai dengan capaian perkuliahan setiap mata kuliah,” tandas Syamsul.

Hal serupa juga diputuskan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), dengan menerapkan perkuliah online sejak 17 hingga 31 Maret 2020. Keputusan surat edaran Rektor UISU. (gus)

Sumut Siaga Covid-19, Pemprovsu akan Tambah Rumah Sakit Rujukan

RAPAT: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Wagubsu Musa Rajekshah dan Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution memimpin rapat penanggulangan Covid-19, Senin (16/3).
RAPAT: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Wagubsu Musa Rajekshah dan Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution memimpin rapat penanggulangan Covid-19, Senin (16/3).
RAPAT: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Wagubsu Musa Rajekshah dan Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution memimpin rapat penanggulangan Covid-19, Senin (16/3).
RAPAT: Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Wagubsu Musa Rajekshah dan Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution memimpin rapat penanggulangan Covid-19, Senin (16/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) saat ini berstatus siaga penyebaran virus corona atau Covid-19. Untuk itu, Pemprov Sumut melakukan beberapa langkah cepat mengantisipasi penyebaran Covid-19, mulai dari pembentukan satuan tugas (Satgas), menyediakan anggaran darurat, hingga menambah fasilitas rumah sakit rujukan.

GUBERNUR Sumut, Edy Rahmayadi menyampaikan hal itu ketika memimpin rapat penanggulangan wabah Covid-19 di Rung Rapat Lantai 8 Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Senin (16/3). Hadir di antaranya Wagubsu Musa Rajekshah, Sekdaprovsu R Sabrina, Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution, kepala OPD Pemprovsu, perwakilan rumah sakit pemerintah/swasta, TNI/Polri dan pejabat terkait lainnya.

Gubsu menegaskan, hingga saat ini berdasarkan keterangan tim medis belum ada yang positif Covid-19. Namun ada tiga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di ruang isolasi RS Adam Malik. “Paling lambat besok sore (hari ini) hasil laboratorium bisa diketahui, apakah mereka positif atau negatifn

Namun untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan akan dibentuk satuan gugus tugas yang akan segera dibentuk dengan diketuai Kepala BPBD Sumut yang bekerja sama dengan TNI dan Polri,” ujar Edy.

Karena telah ada tiga orang pasien berstatus PDP, Gubsu pun mengatakan, saat ini Sumut memberlakukan status Siaga Covid-19. Penetapan status ini menurutnya tidak boleh sembarangan, namun ada beberapa kondisi yang menjadi pertimbangan. “Kita harus pelajari terlebih dulu apakah sudah menggangu kesehatan, pendidikan, keamanan, ekonomi dan hukum yang ada di Sumut,” katanya.

Selain membentuk Satgas, Pemprov Sumut juga berupaya menyediakan anggaran darurat dari BPBD Sumut berkisar Rp18 miliar. Bila masih kurang, akan diupayakan dari PAPBD Sumut. “Kita akan siapkan dana tak terduga dari BPBD Sumut yang bersisa Rp18 miliar dari total Rp30 miliar yang dianggarkan, dimana Rp12 miliarnya sudah dialokasikan untuk korban bencana longsor dan banjir bandang Labura, Tapanuli Tengah dan Mandailing Natal waktu yang lalu. Bila itu kurang akan kita anggarkan di PAPBD, karena nyawa orang adalah penting dari apapun. Saya tidak akan menghitung-hitung dana yang akan habis untuk menyelamatkan rakyat,” tambah Edy.

Pemprov Sumut juga akan menambah rumah sakit rujukan dan meningkatkan ketersediaan ruang isolasi. Untuk itu ia akan mengumpulkan para direksi rumah sakit swasta yang ada di daerah ini agar ikut andil membantu mengatasi masalah ini. “Saat ini hanya lima rumah sakit yang layak menjadi rujukan, yakni RSUP H Adam Malik yang ditopang oleh RS Haji, RS USU, RS Bhayangkara dan RSUD Lubuk Pakam, ruang isolasi dengan suhu negatif kita pun terbatas. Untuk itu nanti saya akan mengumpulkan seluruh direksi RS swasta untuk meminta bantuannya. Bersama-sama kita tangani ini. Kita lakukan langkah-langkah pencegahan, segala sesuatunya kita persiapkan, berapa pun dana yang kita miliki harus dikerahkan, untuk keselamatan warga Saya,” terang dia.

Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 Gubsu telah menginstruksikan agar menunda pelaksanaan beberapa kegiatan di keramaian, seperti Sumut Fair dan kegiatan keramaian lainya, karena kondisinya bisa membahayakan.

Tak hanya itu, selama 14 hari ke depan, pariwisata di Provinsi Sumut pun akan ditutup sementara. “Tempat wisata kita tutup sementara untuk mengantisipasi penyebaran virus corona,” kata Edy.

Kata dia, pemantauan telah dilakukan oleh petugas di bandara udara dan pelabuhan yang ada. Pemantauan ini dilakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 memalui masuknya orang asing ke Sumut. Selain WNA, seluruh WNI pun akan dicek temperatur suhu tubuhnya. Gubsu juga menegaskan belum akan menerapkan kebijakan ASN bekerja dari rumah. Sebab hal ini menyangkut pelayanan publik dan kondisi di Sumut yang masih negatif Covid-19 sejauh ini. “Tak elok juga jika pegawai bekerja bersarung-sarung di rumah. Apalagi di kantor pemerintahan, kondisinya masih terkontrol. Setiap orang yang masuk dapat dicek suhu tubuhnya. Kecuali di tempat-tempat keramaian tidak dapat dikontrol suasananya,” katanya.

Dalam upaya pencegahan dan antisipasi penyebaran virus ini, Edy kembali menekankan bahwa bahan pangan dan seluruh ketersediaannya masih cukup selama 14 hari ke depan. Namun, selama 14 hari ke depan ia meminta jangan ada distributor bahan pangan yang mencoba untuk menimbun. Sebab, apabila ini terjadi akan menimbulkan masalah baru di masyarakat. “Bahan pokok kita mencukupi. Bukan berati kita seenaknya,” katanya seraya mengaku akan melakukan pengecekan kesehatan pasca ratas bersama Menhub Budi Karya yang sudah dinyatakan positif corona.

Masih di tempat yang sama, Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis menyampaikan, nantinya Satgas Covid-19 akan memiliki empat jenis posko. “Posko utama itu nanti akan berada di kantor saya, karena akan menjalankan tugas manajemen, karena ini termasuk wabah penyakit nonbencana alam. Lalu akan ada posko pendukung, dimana setiap rumah sakit yang ditunjuk ada juga posko lapangan yang akan dibangun di setiap kabupaten/kota yang ada di Sumut yang nantinya langsung memberikan laporan kepada tim gugus tugas provinsi dan posko media center di Dinas Kesehatan Sumut. Kita juga akan siapkan beberapa ruang isolasi di pelabuhan dan juga bandar udara,” katanya.

ASN Bekerja seperti Biasa

Pemko Medan juga telah menetapkan status siaga darurat Covid-19 di Kota Medan. Penetapan itu dilakukan berdasarkan hasil rapat yang dilakukan Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution bersama seluruh pimpinan OPD, Forkopimda Kota Medan dan pihak-pihak terkait di Balai Kota Medan, Senin (16/3).

Namun status siaga darurat yang diputuskan dalam rapat itu tidak membuat para Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemko Medan harus bekerja dari rumah seperti surat edaran Kemenpan RB Nomor 19/2020 yang memperbolehkan ASN bekerja dari rumah. Sebab, sejauh ini belum ada ditemukan kasus warga positing terjangkit corona di Kota Medan, sehingga masih memungkinkan para ASN untuk tetap bekerja di kantor dan tetap memberikan layanan kepada masyarakat.

Akhyar menegaskan, hari ini ASN di Pemko Medan akan tetap bekerja seperti biasanya, tak ada yang berubah, dan tidak ada ASN yang sudah mulai bekerja dari rumah. Begitu juga dengan siswa sekolah, aktivitas belajar dan mengajar di setiap sekolah masih tetap berjalan sebagaimana mestinya. “ASN masih seperti biasa, anak sekolah masih seperti biasa. Kita menunggu perkembangan,” ujarnya.

Akhyar juga mengimbau beberapa hal penting kepada masyarakat. “Jangan ada yang menimbun barang ataupun membeli atau belanja secara berlebihan, itu akan mengganggu. Lalu kita imbau untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh agar tidak terserang warna virus ini,” imbaunya.

Akhyar juga mengatakan, Pemko Medan akan membuat surat edaran kepada masyarakat melalui tiap-tiap kelurahan hingga kepada seluruh stakeholder agar mempersiapkan sarana dan prasarana yang ada.

Pemko Medan juga akan membentuk gugus tugas sesuai Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 7 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Virus Corona yang akan terbentuk dalam waktu 2 hari kedepan.

Menanggapi itu, Wakil Ketua DPRD Medan Ihwan Ritonga menilai, sudah selayaknya Pemko Medan melakukan pengurangan atau penumpukan jumlah ASN yang bekerja setiap harinya di Balai Kota maupun di seluruh OPD Pemko Medan kalaupun belum mengambil langkah untuk ‘merumahkan’ para ASN. Apalagi katanya, saat ini sudah ada surat edaran berupa keputusan dari Kemenpan RB bahwa ASN dan PNS di tingkat pusat maupun daerah akan bekerja dari rumah.

“Kalau sudah ada keputusan dari kementerian seperti itu, ya sudah, jalankan saja. Logikanya, kalau ASN saja bekerja dari rumah, apa iya anak-anak sekolah tidak ikut ‘dirumahkan’? Apa mungkin orangtua bisa tenang di rumah sedangkan anak-anaknya tetap berada di luar rumah dan berkumpul dengan orang banyak di lingkungan sekolahnya? Saya pikir pemko harus realistis dalam hal ini,” tandasnya.

Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan, Afif Abdillah juga mendesak Pemko Medan segera menindaklanjuti imbauan Presiden RI sesuai petunjuk WHO agar segera meliburkan kegiatan sekolah dan even-even yang membuat adanya interaksi di antara orang ramai. “Misalnya seperti Gubsu yang menunda Sumut Fair, itu bagus sekali. Kita memang sudah harus mengambil langkah tegas dalam pencegahan, bukan lagi sekarang wacana saja,” tegas Afif.

Binjai Semprot Kantor Instansi

Kemarin, Wali Kota Binjai HM Idaham juga memimpin rapat koordinasi soal virus Corona di Balai Kota Binjai, Senin (16/3). Rapat tersebut dihadiri Ketua DPRD H Noor Sri Syah Alam Putra, perwakilan Kapolres, Dandim Langkat Letkol Bachtiar Susanto, Kajari Andri Ridwan hingga Sekretaris Daerah M Mahfullah Daulay dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah terkait.

“Hasil keputusan rapat, Binjai dinyatakan siaga darurat nonbencana alam,” kata Ketua DPRD Binjai, H Noor Sri Syah Alam Putra ketika dikonfirmasi usai rapat, Senin (16/3).

“Jadi mulai besok, kita akan melakukan pembersihan dengan melakukan penyemprotan disinfektan ke instansi pemerintah, rumah ibadah, sekolah dan fasilitas pelayanan umum,” sambung Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Binjai ini.

Dia menepis jika disebut para eksekutif maupun legislatif diliburkan. “Diistirahatkan sementara, selama sepekan,” tambah dia.

Dia menambahkan, langkah selanjutnya Pemko Binjai yakni menyiapkan vaksinasi, obat-obatan dan Posko Corona. “Bilamana ada nanti terpapar masyarakat yang terinfeksi Covid 19 sebagai pencegahan dini dan antisipasi. Kota Binjai sampai saat ini masih clean and clear,” ujar dia.

Sementara, Kabag Humas Setda Kota Binjai, Abdullah Rainy menjelaskan, para ASN di lingkungan pemerintahan tetap berjalan seperti biasa. Hanya saja, kata dia, volume kegiatan yang sifatnya mengumpulkan orang banyak dikurangi. “Dalam arti, kegiatan-kegiatan yang tidak begitu penting, tidak perlu diadakan. Contohnya apel Senin tadi pagi ditiadakan,” kata dia.

“Soal absensi, saya pikir tidak ada masalah karena ASN bekerja sebagaimana biasa. Hanya mengurangi kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan orang banyak, itupun sifatnya sementara,” tambah mantan Camat Binjai Barat ini.

Pemkab DS Ditunda Kegiatan

Bupati Deliserdang Ashari Tambunan bersama Wakil Bupati Deliserdang M.Ali Yusuf Siregar juga menggelar rapat koordinasi membahas langkah-langkah penanganan penyebaran virus corona di Lantai II Kantor Bupati Deliserdang Senin (16/3). Dalam rapat itu, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan meng intruksikan beberapa kegiatan Pemkab Deliserdang ditunda untuk sementara. “Kita tunda sementara kegiatan Pemkab Deliserdang. Sampai kapan? Kita masih melihat situasi dan kondisi ini,” kata Ashari usai rapat.

Kebijakan yang dikeluarkan, mulai penundaan pelantikan 700 orang anggota BPD dan menghentikan atau penutupan untuk sementara tempat lokasi wisata berupa kolam renang milik Pemkab Deliserdang.

Hasil rapat itu juga menetapkan, belum perlu mengambil langkah menghentikan aktivitas belajar mengajar di sekolah. “Tadi sudah kita kaji dan kita sepakati bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah masih tetap dilaksanakan sebagaimana biasanya. Belum perlulah dilakukan penghentian kegiatan belajar atau belajar dari rumah,”ujarnya. (prn/map/ted/btr)

Simpan 8 Paket Sabu, Sappran Diringkus Polisi

Sappran bersama barang bukti narkoba.
Sappran bersama barang bukti narkoba.
Sappran bersama barang bukti narkoba.
Sappran bersama barang bukti narkoba.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Polsek Batang Kuis Polresta Deliserdang membekuk Sappran Syah (21), Minggu (15/3) sekira pukul 23.00 WIB. Dari bawah jok sepedamotor pria pengangguran warga Dusun I Desa Tengah Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deliserdang ditemukan 8 paket sabu.

Informasi diperoleh, sejam sebelum penangkapan Sappran Syah, personel Tekab Polsek Batang Kuis Polresta Deliserdang menerima informasi dari masyarakat bahwa di Dusun I Desa Sugi Harjo Kecamatan Batang Kuis ada seorang laki-laki sedang mengedarkan narkotika jenis sabu.

Selanjutnya team Tekab menuju lokasi dan menemukan seorang pria sedang duduk-duduk di dekat sepedamotornya. Kemudian Tekab Polsek Batang Kuis Polresta Deliserdang menginterogasi dan mengaku bernama Sappran. Kemudian Tekab Polsek Batang Kuis melakukan penggeledahan badan terhadap Sappran dan sepedamotor milik Sappran. Dari Jok sepeda motornya ditemukan tas sandang berwarna hitam berisi narkotika jenis sabu sebanyak 8 paket kecil, 1 sekop pipet.

Selanjutnya Sapparn dan barang bukti 1 unit sepeda motor Honda Vario warna putih BK 3103 MAZ milik Sappran, 8 paket kecil plastik klip transparan berisi narkotika jenis sabu seharga Rp100 ribu per paket, 1 buah tas sandang merk Polo warna hitam diboyong ke Polsek Batang Kuis guna proses lebih lanjut.

Kapolsek Batang Kuis Polresta Deliserdang AKP Simon Pasaribu SH saat dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Iptu Kerisman Karo Sekali SH membenarkan Sappran Syah dan 8 paket sabu diamankan. Setelah dilakukan interogasi awal, Sappran Syah dan barang bukti diserahkan ke Sat Narkoba Polresta Deliserdang untuk pemeriksaan lebih lanjut.(btr)

Anak Tebing Jual Sabu di Siantar Ketangkul Polisi

DIRAWAT: Ayub di atas tempat tidur. Ayub ditembak karena melawan petugas. ist/SUMUT POS
DIRAWAT: Ayub di atas tempat tidur. Ayub ditembak karena melawan petugas. ist/SUMUT POS
DIRAWAT: Ayub di atas tempat tidur. Ayub ditembak karena melawan petugas.  ist/SUMUT POS
DIRAWAT: Ayub di atas tempat tidur. Ayub ditembak karena melawan petugas. ist/SUMUT POS

SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Tekab Satres Narkoba Polres Pematangsiantar meringkus seorang pengedar narkotika jenis sabu dari rumah kosong di Jalan Pdt Wismar Saragih, Kelurahan Bane, Siantar Utara, Minggu (15/3) sekira pukul 20.30 WIB.

Kasatres Narkoba AKP David Sinaga mengatakan, tersangka bernama Ayub (28), warga Tebing Tinggi. Dari tangan pria tersebut, polisi berhasil menyita 1 bungkus sabu seberat 1 ons.

“Kita mendapat informasi, ada sebuah rumah di Jalan Pdt Wismar Saragih sering dijadikan tempat transaksi narkoba,”kata David, Senin (16/3).

Berbekal informasi itu, polisi langsung menuju lokasi yang disebutkan.”Sampai di sana, personel melakukan undercover buy atau penyamaran masuk ke dalam rumah,”ucapnya.

Selanjutnya, petugas yang menyamar kemudian menanyakan apakah Ayub ada menjual sabu. ”Seorang personel kemudian bertanya kepada dia, di mana sabu yang akan di jualnya. Ayub menjawab bawa sabu itu ada di kantong celananya,”bebernya.

Mendengar jawaban Ayub, petugas langsung menangkapnya. “Barang buktinya Sabu 1 bungkus beratnya 1 ons lebih dan HP merek Nokia,” ungkapnya. Namun,pada saat hendak diborgol Ayub mencoba melakukan perlawanan dan mecoba melarikan diri. “Dia mau lari, petugas menembak kakinya,” tegasnya.

Kepada polisi, Ayub mengakui bahwa sabu itu diambilnya dari Kota Medan dibawanya ke Pematangsiantar untuk diedarkan. “Mau diedarkannya di sejumlah lokasi di Kota Siantar,”pungkas David.

Polisi kemudian membawa Ayub untuk mendapatkan perawatan luka tembak di kakinya, sebelum diboyong ke Mapolres Pematangsiantar. (net)

Kejari Dairi Lakukan Penyidikan, Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Kantor Bank Sumut Pakpak Bharat

JELASKAN: Kasi Intelijen Kejari Dairi, Andri Dharma memberikan keterangan kepada wartawan diruang kerjanya. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
JELASKAN: Kasi Intelijen Kejari Dairi, Andri Dharma memberikan keterangan kepada wartawan diruang kerjanya. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
JELASKAN: Kasi Intelijen Kejari Dairi, Andri Dharma memberikan keterangan kepada wartawan diruang kerjanya.  RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
JELASKAN: Kasi Intelijen Kejari Dairi, Andri Dharma memberikan keterangan kepada wartawan diruang kerjanya. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Dairi melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan lahan pembangunan Kantor Bank Sumut di Salak Kabupaten Pakpak Bharat. Kini kasus itu sudah masuk tahap penyidikan.

Demikian disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Dairi, Syahrul Juaksha Subuki melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen, Andri Dharma kepada wartawan, Senin (16/3).

Dijelaskan Andri, pengusutan kasus itu atas laporan masyarakat. Pengadaan lahan untuk pembangunan Kantor Bank Sumut, diduga ada penggelembungan harga (mark-up). Jumlah dana yang dianggarkan tidak sesuai dengan yang dibayarkan kepada pemilik tanah. Terkait kasus itu lanjut Andri, Kejari Dairi sudah memanggil pihak terkait dari Bank Sumut.

Disebutkanya, anggaran pengadaan lahan untuk pembangunan Kantor Bank Sumut di Salak Kabupaten Pakpak Bharat bersumber dari Kantor pusat Bank Sumut.”Kita sudah memanggil sejumlah saksi dan tim ahli untuk pengungkapan kasus tersebut,” ujar Andri. (rud/btr)

9 Kali Menjambret, Ingot Ditembak

TEMBAK: Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Polresta Deliserdang mengapit tersangka jambret, Parningotan (duduk di kursi roda,red).
TEMBAK: Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Polresta Deliserdang mengapit tersangka jambret, Parningotan (duduk di kursi roda,red).
TEMBAK: Tim Khusus Anti  Bandit  (Tekab) Polresta Deliserdang mengapit tersangka jambret, Parningotan (duduk di kursi roda,red).
TEMBAK: Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Polresta Deliserdang mengapit tersangka jambret, Parningotan (duduk di kursi roda,red).

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Sebanyak sembilan kali beraksi, langkah Parningotan Simbolon alias Ingot alias Panjang (27) terhentikan di tangan personel Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Polresta Deliserdang. Kedua kaki warga Desa Pasar Melintang Kecamatan Lubukpakam Kabupaten Deliserdang yang diduga pelaku jambret ini ditembak, Senin (16/3).

Informasi diperoleh, awalnya Tekab Polresta Deliserdang yang dipimpin Ipda Jhon Simorangkir dan Katim Tekab Aiptu Taufik Ridwan dan Bripka Rinto Sidabutar melakukan penyelidikan terkait laporan korban, Suci Hartini (29) warga Desa Perbarakan Kecamatan Pagar Merbau Kabupaten Deliserdang. Dalam laporan bernomor LP/372/VIII/2019/SU/Res DS yang disebutkan jika peristiwa penjambretan tasnya dialami korban, Sabtu (24/8) sekira pukul 09.00WIB di Jalan lintas Sumatera Desa Punden Rejo Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang.

Penyelidikan mengarah pada Parningotan alias Ingot alias Panjang. Saat dikabarkan akan melintas di Jalan Medan-Lubukpakam, Tekab Polresta Deliserdang langsung memburunya. Parningotan tak berkutik saat melihat petugas menghentikan laju sepedamotornya. Parningotan langsung diboyong ke komando untuk di interogasi.

Hasilnya, Parningotan mengakui sudah pernah beraksi di 9 lokasi yakni pada bulan Januari 2020 tepatnya di Jalan lintas Tanjung Morawa-Lubukpakam persis di depan pabrik Indomie, masih bulan Januari 2020, tepatnya di Jalan lintas Tanjung Morawa-Lubukpakam, di depan pabrik kopi, bulan Februari 2020 persis di Jalan Medan-Lubukpakam di Simpang Tangsi, bulan Mei 2019 tepatnya di Jalan Medan-Lubukpakam persis di dekat Jembatan Kuning sebelum Hotel Deli Indah, bulan Mei 2019 persisnya di Jalan Medan-Siantar persis di dekat SPBU Pagar Jati, ketika itu korban lagi menyebrang jalan lalu pada tahun 2019 lalu di Simpang Komplek Kantor Bupati Deliserdang.

Kemudian masih pada tahun 2019, tepatnya di Jalan lintas Medan-Lubukpakam persis di depan RS Grand Medistra, lalu di Jalan lintas Medan-Lubukpakam persis di depan Sekolah SD RK Lubukpakam dan masih 2019 lalu, di Jalinsum Medan-Siantar persis di depan Pos Dinas Kehutanan. Selain mengamankan Parningotan alias, Tekab Polresta Deliserdang berhasil mengamankan barangbukti berupa 1 buah tas berwarna abu-abu, 1 unit handphone merk Oppo A7, 1 unit handphone merk Asus Zenfone 2 Laser, 1 buah cincin emas, 1 buah anting emas.

Mendengar keterangan itu, Tekab Polresta Deliserdang kemudian melakukan pengembangan untuk mencari barangbukti dan lokasi kejadian lainnya. Akan tetapi saat hendak menunjukkan tempat kejadian perkara, petugas melihat gerak gerik Parningotan hendak kabur dan mengecoh dengan cara melakukan perlawanan dan hendak melarikan diri yang tak ingin buruannya lepas kemudian memberikan tembakan peringatan ke atas sebanyak 2 kali dan menembak kedua kaki tersangka.(btr)

Fandi Penadah 25 Unit Ponsel Curian Diadili

SIDANG: Fandi mengikuti duduk sebagai terdakwa di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (16/3).
SIDANG: Fandi mengikuti duduk sebagai terdakwa di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (16/3).
SIDANG: Fandi mengikuti duduk sebagai terdakwa di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (16/3).
SIDANG: Fandi mengikuti duduk sebagai terdakwa di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (16/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fandi Ahmad Lubis (25) duduk sebagai terdakwa di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (16/3). Warga Jalan Terusan Dusun II Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Seituan, didakwa menadah 26 handphone hasil curian.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hentin Pasaribu di depan majelis hakim yang diketuai oleh Dominggus Silaban disebutkan kasus ini bermula pada bulan November 2019, Mashur Rahmad (DPO) memberikan 26 unit handphone kepada terdakwa untuk dijualkan.

“Handphone tersebut adalah milik saksi korban Kusuma Halim yang telah hilang dari tokonya di Jalan Sakti Lubis No17-A Kel Sitirejo II, Kecamatan Medan Kota,” tutur jaksa.

Lalu, terdakwa menjualkan 10 unit handphone diantaranya merk Oppo A1K, Vivo Y91C, Xiaomi 7A, Realmi 5 dan Realmi C2 dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp900 ribu hingga Rp1,1 juta kepada saksi Lenon dan Reza Maulana A Purba.

Berselang beberapa waktu kemudian, terdakwa kembali menjual handphone hasil curian tersebut kapada saksi Lenon dan Reza Maulana A Purba. Transaksi dilakukan di Jalan Seser, Medan.

“Handphone yang dijual merk Oppo A5 dengan harga Rp2,2 juta, Realmi C2 dengan harga Rp1,1 juta dan Vivo Y91C dengan harga Rp1,1 juta,” jelas jaksa. Lebih lanjut jaksa menjelaskan, terdakwa kembali menjual handphone curian itu kepada saksi Lenon dan Reza Maulana A Purba. Transaksi dilakukan di SPBU Jalan AR Hakim, Medan.

“Saat itu terdakwa menjual beberapa unit masing-masing merk Vivo Y12 dengan harga Rp1,6 juta dan Realmi C2 dengan harga Rp1,2 juta,” beber jaksa.

Selang beberapa pekan kemudian, lanjut jaksa, terdakwa kembali menjual beberapa unit handphone hasil curian itu kepada saksi Lenon dan Reza Maulana A Purba. Diantaranya merk Oppo A1K, Vivo Y91C dengan harga per unitnya sebesar Rp1,1 juta

“Kemudian terdakwa ada juga menjualkan handphone hasil curian itu kepada saksi Zulkarnain yakni merk Realmi C2 seharga Rp1 juta dan kepada saksi Albertus Petrus Bali merk Realmi C2 3/32 seharga Rp1,3 juta,” ungkap jaksa.

Jaksa mengatakan mashur Rahmad (DPO) menyuruh terdakwa untuk menjual handphone tersebut dengan harga yang sudah ditentukannya dan apabila handphone terjual maka terdakwa diberikan uang Rp50 ribu per unitnya dan uang tersebut telah habis terdakwa pergunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 480 ke-1 KUHPidana,” tandas jaksa. (man/btr)

Tukang Tebang Pohon Tewas Terjatuh

TEWAS: Jasad Bala diperiksa setelah jatuh dari pohon.
TEWAS: Jasad Bala diperiksa setelah jatuh dari pohon.
TEWAS: Jasad Bala diperiksa setelah jatuh dari pohon.
TEWAS: Jasad Bala diperiksa setelah jatuh dari pohon.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Nasib nahas dialami Bala Jinama Lase (36) Niatnya mau ikatkan tali kepohon yang mau ditebang, justru warga Desa Rumah Sumbul Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deliserdang meregang nyawa. Lase tewas akibat kepala terantuk akar pohon saat terjatuh, Senin (16/3) sekira pukul 11.30 WIB.

Informasi diperoleh, sebelumnya sekitar pukul 09.30 WIB korban pergi ke ladang bersama temannya M Nampeken Tarigan, Gogo Ginting, Nasip. Biasanya mereka kompak dalam bekerja sehari-hari sebagai tukang sinso.

Saat itu, korbam bersama tiga temannya itu mendapat bekerjaan menebang pohon kayu di ladang Aman Perangin-angin penduduk Desa Gunung Manupak A Kecamatan STM Hulu.

Selanjutnya korban Bala Jinama Lase memanjat pohon kayu yang akan segera ditumbang untuk mengikatkan tali jika ditarik agar tidak menumbangi pohon tanaman tetangga. Sekira 10 meter memanjat pohon, korban terjatuh kebawah dan kepalanya terbentur pada akar kayu, mengakibatkan korban pingsan tidak sadar diri.

Melihat korban tidak sadarkan diri, teman-teman korban langsung menghubungi istri korban yang bernama Yuliana Halawa (28). Disaksikan istrinya selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas STM Hulu untuk mendapat penanganan secara medis.

Namun nyawa korban tidak bisa ditolong, karena saat tiba di Puskesmas, korban sudah tewas. Sekira pukul 12.30 WIB, jasad korban dibawa ke rumah duka.

Kapolsek Tiga Juhar Polresta Deliserdang AKP GK Manurung saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. “Setelah terjatuh, korban dibawa ke Puskesmas namun saat tiba disana sudah tewas,” jawabnya. (btr)