28 C
Medan
Saturday, January 17, 2026
Home Blog Page 4396

Target Penuhi Kebutuhan Gula Nasional, PTPN II Operasikan 2 Pabrik Gula

TUANG: Pedagang saat menuangkan gula pasir ke plastik untuk dipasarkan secara kiloan.
TUANG: Pedagang saat menuangkan gula pasir ke plastik untuk dipasarkan secara kiloan.
TUANG: Pedagang saat menuangkan gula pasir ke plastik untuk dipasarkan secara kiloan.
TUANG: Pedagang saat menuangkan gula pasir ke plastik untuk dipasarkan secara kiloan.

SUMUTPOS.CO – PT Perkebunan Nusantara II terus berupaya memenuhi kebutuhan gula secara nasional. Apalagi saat ini, harga bahan pangan tersebut sudah mencapai Rp16.500-Rp17.000 per kilogram. Oleh karena itu, perusahaan yang berada di bawah naungan Kementerian Badan Usaha Milik Negara ini terus menggenjot produksi gula melalui panen tebu.

Direktur Holding, Abdul Ghani melalui Humas PTPN II, Sutan Panjaitan mengatakan PTPN II berharap dapat memenuhi kebutuhan gula secara nasional hingga berdampak menurunnya harga gula pasir di pasaran. Ini seiring dengan bergeraknya dua mesin penggiling yang dimiliki PTPN II, yaitu Pabrik Gula Kwala Madu dan Pabrik Gula Sei Semayang.

”PTPN II telah sekaligus menjalankan 2 pabrik penghasil gula di Sumatera Utara di Tahun 2020. Yang paling tua yaitu pabrik gula Kwala Madu yang telah beroperasi sejak tahun 1984,” ujarnya saat menghadiri panen perdana tebu di Kebun Tandam Hilir, Sabtu (14/3).

Menurut dia, kedua pabrik gula tersebut memiliki kapasitas giling masing-masing sebanyak 3.500 ton batang tebu per harinya yang dapat menghasilkan 240 ton gula. Dengan berjalannya 2 pabrik, maka setiap harinya akan dapat memproduksi gula sebanyak 480 ton.

“Mudah-mudahan harapan Manajemen PTPN II target swembada gula di Sumatera Utara dapat tercapai serta kebutuhan gula Nasional dapat dipenuhi. Dan ini memang program dari Manajemen PTPN II di bawah kepemimpinan Direktur Holding Bapak Abdul Ghani dengan Direktur Utama Bapak Iswan Achir dan Direktur Operasional Bapak Marisi Butar-butar. Kami berharap dukungan seluruh pihak,” tambah Sutan.

Walaupun begitu, saat ini PTPN II masih mengalami kendala, karena masih ada lahan seluas 1.500 hektar yang masih dikuasai oleh penggarap.

Karenanya, PTPN II akan melakukan pembersihan dalam waktu dekat ini, agar dapat ditanami tebu demi menggenjot produksi seiring beroperasinya 2 pabrik gula andalan tersebut.

Target PTPN II untuk ditanami tebu yang diperlukan 10 ribu hektar. Namun sejauh yang sudah ditanami tebu, lebih kurang 8.500 hektar. Artinya, 1.500 hektar lahan yang masih dikuasai oleh orang lain ini akan kami kuasai kembali untuk ditanami tebu.

“Tujuannya, agar pengoperasian pabrik dapat berjalan dengan baik dan lancar. Selama ini kita telah bekerja keras untuk mendapatkan areal tanaman tebu tersebut. Semua itu berkat adanya kerja sama dari semua pihak instansi yang terkait. Kiranya di dalam pekerjaan proses penggilingan tebu sampai dengan barang jadi, dapat berjalan dengan baik dan kebutuhan gula di Sumut serta nasional dapat dipenuhi,” tandasnya. (ted/ram)

Dugaan Korupsi Cetak Sawah: 3 Tersangka Baru Belum Diperiksa

Kantor Kejaksaan Negeri Dairi di jalan Sisingamangara Sidikalang.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Dairi belum melakukan pemeriksaan terhadap tiga tersangka baru dugaan korupsi cetak sawah di Dusun Lae Mbale Desa Simungun Kecamatan Siempat Nempu Hilir tahun anggaran 2011. Bahkan, Kejari Dairi masih tetap merahasiakan nama ketiga tersangka baru yang telah ditetapkan belum lama ini.

Kepala Kejaksaan Negeri Dairi, Syahrul Juaksha Subuki melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen yang juga pelaksana tugas (Plt) Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Andri Dharma ditemui wartawan, Senin (16/3) mengaku, belum memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap tiga tersangka baru kasus cetak sawah.

Andri menyebut, Kejaksaan baru memanggil saksi dari petani, Kepala Desa dan unsur terkait. “Namun untuk tersangka baru belum,” ucapnya. Sementara terkait nama tersangka baru belum dibeberkan, menurut Andri itu pertimbangan penyidik. “Ada saatnya nanti kita sampaikan secara resmi setelah proses penahanan,” katannya.

Disebutkan, alasan penyidik tidak membeberkan nama tersangka baru itu takut tersangka menghilangkan barangbukti, melarikan diri dan mengulangi perbuatanya, sebut Andri. Andri menyebutkan, penetapan tiga tersangka baru kasus korupsi cetak sawah berdasarkan fagta penyidikan dan fagta persidangan dari 2 terdakwa sebelumnya yakni Ketua Kelompok Tani Maradu, Ignatius Sirait dan Bendahara, Arifuddin Sinaga.

Keduanya divonis penjara oleh pengadilan Tipikor Medan masing-masing 1 tahun 6 bulan dan membayar uang pengganti sebesar Rp. 12.950.000 subsider kurungan penjara 1 bulan. Sebelumnya, Kejari Dairi Syahrul Juaksha Subuki mengatakan, kasus cetak sawah bersumber dari APBN dana hibah Direktorat Jenderal Sarana Prasarana Kementerian Pertanian tahun anggaran 2011 sebesar Rp750juta.

Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), ditemukan kerugian uang negara sebesar Rp. 567 juta. Menurut Syahrul, kasus ini diatensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Sejak awal kasus ini diikuti oleh KPK”, ucapnya. Bahkan lanjut Syahrul, beberapa waktu lalu Kejari Dairi dipanggil Kejatisu untuk melakukan gelar perkara dan dihadiri tim supervisi KPK.

Sehingga penetapan tiga tersangka baru merupakan koordinasi dan supervisi Kejari Dairi dengan KPK, ungkapnya. (rud/btr).

Antoni Pelaku Pembunuh Mr X

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polisi mengungkap identitas tersangka pembunuh pria yang ditemukan hanyut di aliran Sungai Denai dipaparkan. Waka Polrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji SIK SH, memimpin pemaparan pengungkapan kasus pembunuhan tersebut di Mapolsek Medan Area, Senin (16/3) sore.

Pria tersebut bernama M Antoni Akbar (33), warga Jalan Menteng VII, Gang Bahagia, Kelurahan Medan Tenggara, Kecamatan Medan Denai.“Tersangka diamankan di Jalan Bantan, Kelurahan Banten, Kecamatan Medan Tembung, hari Minggu (15/3) sekitar Pukul 05.30 WIB,” sebut AKBP Irsan didampingi Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chan.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita sebilah samurai, kabel listrik untuk mengikat tangan dan kaki korban, pakaian, celana dan sandal milik tersangka dan korban. “Pada hari Sabtu tanggal 14 Maret 2020, sekitar pukul 14.00 Wib, kami mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada korban terapung di pinggir sungai. Sampai di TKP korban tanpa identitas dengan kondisi tangan terikat ke belakang, kaki terikat dan leher digorok hampir putus,” ungkapnya.

Setelah melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban ke RS Bayangkara untuk otopsi, tim gabungan dari Sat Reskrim Polrestabes Medan dan Unit Reskrim Polsek Medan Area melanjutkan penyelidikan di sekitar lokasi temuan mayat.

Polisi kemudian menelusuri kawasan pinggir sungai ke arah hulu. Sekitar 1,5 kilometer dari lokasi ditemukan mayat, petugas menemukan sebuah rumah gubuk. “Saat itu anggota ada melihat seorang laki-laki lari dan team curiga dan langsung masuk dalam gubuk tersebut di sanalah terlihat bercak darah dan arah lari ditemukan sebilah senjata tajam, sandal, mancis,” beber Irsan.

Petugas kemudian melakukan pengejaran, tapi tersangka langsung melompat ke sungai. Dari hasil penyelidikan ke masyarakat, tersangka yang lari adalah M Antoni Akbar. Polisi terus melakukan pencarian di seputaran sungai sampai malam, tetapi tak juga menemukan tersangka. Sekira pukul 05.30 WIB. Polisi kemudian mendatangi kediaman adik kandung ibunya bernama An. Dila di Jalan Bantan, Kecamatan Medan Tembung. Sampai di sana, setelah melakukan penggeledahan, polisi akhirnya menemukan tersangka bersembunyi di bawah tempat tidur.

“Pelaku mengakui perbuatannya membunuh korban dengan cara mengikat kaki dan tangan dan mengorok leher korban sampai meninggal dunia di tempat. Mayatnya kemudian dibuang ke sungai. Tetapi pelaku tidak mengetahui nama dan alamat korban,” pungkasnya.

Terpisah, menurut keterangan warga setempat, M Antoni Akbar dikenal mereka dengan panggilan Toni Bule. “Dia biasa dipanggil Toni Bule, karena ayahnya itu orang Belanda. Tapi, ayah dan ibunya sudah lama pisah. Ayahnya pulang ke Belanda. Sampai sekarang, ayahnya itu kabarnya masih hidup, tapi tak tau di mana,” kata sebut warga.

Diberitakan sebelumnya, malam penemuan mayat tersebut, polisi memboyong abang kandung Toni berinisial RD untuk menunjukkan kediaman keluarga mereka. Sedangkan korban, yang dibunuh Toni, menurut warga setempat, diketahui sebagai penjual kerupuk jangek (kulit,red).

“Kita telah memperbanyak foto-foto korban ke berbagai media group dan mencetak foto Korban untuk disebarkan ke media online, cetak serta elektronik. Kepada warga yang kehilangan anggota keluarga diminta untuk menghubungi Polsek Medan Area atau Polrestabes Medan,” kata Kompol Faidir. (net)

Lagi, Taksi Online Dirampok di Jalan Sei Belutu, Driver Selamat Dari Perampokan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tiga warga Kampung Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan gagal merampok seorang pengemudi atau driver taksi online, lantaran korbannya berhasil meloloskan diri dan meminta pertolongan warga sekitar di Jalan Sei Belutu, Kecamatan Medan Baru, Senin (16/3) dini hari.

Akibatnya, ketiga pelaku percobaan perampokan tersebut dihajar dan diamankan massa lalu diserahkan kepada petugas kepolisian untuk proses hukum. Ketiga pelaku adalah Elias Aprian Pasaribu (45), Bambang (30), dan Risky Pramana (27).

Sedangkan korbannya adalah driver taksi online Muhammad Fadli Rambe (24), warga Jalan Denai Gang I Kelurahan Tegal Sari I Kecamatan Medan Area.

Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing melalui Kanit Reskrim Iptu Immanuel Ginting menjelaskan, kejadian bermula driver taksi online tersebut mendapat orderan untuk mengantarkan penumpang. Merupakan para pelaku ke Jalan Abdullah Lubis sekira Pukul 01.30 WIB.

Ketiga pelaku tersebut meminta dijemput di Jalan Sisingamangaraja persisnya di Taksi Paradep.”Korban lalu menjemput para pelaku dengan menggunakan mobil Xenia BK 1533 UN, dua orang di bangku belakang dan satu di samping kursi supir,” ungkap Immanuel, Senin siang.

Setibanya di Jalan Abdullah Lubis tepatnya di depan Pronto, sambung dia, korban menyatakan kepada para pelaku sudah sampai. Namun, salah satu pelaku menjawab di Jalan Sei Belutu.”Korban menuruti permintaan pelaku, tetapi korban sudah merasa curiga. Sesampainya di Jalan Sei Belutu tepatnya di depan Kos ZNZ, seorang pelaku bernama Ilyas yang duduk tepat di belakang kursi supir meminta korban berhenti. Setelah berhenti, pelaku tersebut langsung mencekik korban,” jelas Immanuel.

Spontan, korban langsung meronta-ronta dan berusaha melepaskan cekikan pelaku. Kedua pelaku lainnya juga berusaha mencekik korban. “Korban berhasil melepaskan diri dan keluar dari mobil sambil berteriak minta tolong. Warga yang mendengar, langsung ramai-ramai berdatangan dan menyelamatkan korban. Warga kemudian menghajar ketiga pelaku,” sambung Immanuel.

Beruntung bagi ketiga pelaku, saat menjadi bulan-bulanan warga ternyata petugas piket Polsek Medan Baru yang mendapat kabar tiba di lokasi. Polisi langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti untuk penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

“Dari ketiga pelaku, disita barang bukti 2 pisau, dua unit handphone, gulungan tali plastik dan kartu identitas. Pelaku sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk diberikan pengobatan dan selanjutnya diboyong guna proses pemeriksaan,” pungkasnya. (ris/btr)

Respon Situasi COVID-19, Ruangguru Bekerjasama dengan Telkomsel, Belajar di Ruangguru Bebas Kuota

 Sebagai telco digital company, Telkomsel mendukung upaya gotong royong pemerintah dalam penanganan wabah Covid-19 dengan mengambil peran sebagai penghubung atau connectivity enabler agar semua elemen masyarakat dapat tetap menjaga produktivitasnya. Pada sektor pendidikan, Telkomsel bekerja sama dengan Ruangguru memberikan akses bebas kuota hingga 30GB untuk belajar di aplikasi Ruangguru. Inisiatif ini merupakan bentuk solidaritas bersama untuk membantu memastikan proses belajar siswa bisa tetap dilakukan dengan efektif selama masa penerapan sistem belajar jarak jauh di berbagai daerah.
 Sebagai telco digital company, Telkomsel mendukung upaya gotong royong pemerintah dalam penanganan wabah Covid-19 dengan mengambil peran sebagai penghubung atau connectivity enabler agar semua elemen masyarakat dapat tetap menjaga produktivitasnya. Pada sektor pendidikan, Telkomsel bekerja sama dengan Ruangguru memberikan akses bebas kuota hingga 30GB untuk belajar di aplikasi Ruangguru. Inisiatif ini merupakan bentuk solidaritas bersama untuk membantu memastikan proses belajar siswa bisa tetap dilakukan dengan efektif selama masa penerapan sistem belajar jarak jauh di berbagai daerah.   

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ruangguru, aplikasi belajar terbesar di Asia Tenggara, hari ini mengumumkan kerjasama dengan Telkomsel. Para para pelajar, orang tua, maupun guru yang menggunakan Telkomsel di ponselnya kini bisa mengakses seluruh materi belajar di aplikasi Ruangguru bebas kuota hingga 30Gb.

Hal ini merupakan bentuk dan upaya bersama Ruangguru dan Telkomsel dalam menjawab tantangan belajar yang dihadapi siswa-siswi di Indonesia, akibat maraknya penutupan aktivitas belajar di sekolah selama situasi darurat kesehatan penyakit COVID-19.

Untuk memanfaatkan kesempatan ini, pengguna nomor prabayar dan pasca bayar Telkomsel dapat mengaktifkan paket data Rp0 melalui aplikasi My Telkomsel. Setelah pengguna memasukkan nomor Telkomsel yang aktif, pengguna akan mendapatkan akses data sebesar 30GB untuk akses Ruangguru selama 30 hari sejak tanggal aktivasi.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, “Sebagai telco digital company, Telkomsel mendukung upaya gotong royong pemerintah dalam penanganan penyebaran COVID-19, dengan berperan sebagai penghubung atau connectivity enabler. Oleh karena itu dalam masa yang penuh tantangan ini, Telkomsel mempererat sinergi dan kolaborasi bersama para pemangku kepentingan untuk terus bergerak maju bersama-sama membantu seluruh elemen masyarakat untuk tetap terhubung dan menjaga produktivitasnya di segala sektor kehidupan.”

Setyanto melanjutkan, “Pada sektor pendidikan, menyusul langkah Kemendikbud untuk mendorong pembelajaran siswa secara daring, Telkomsel bersama dengan Ruangguru menghadirkan inisiatif solidaritas bersama untuk memberikan kebebasan bagi para siswa untuk mengakses platform pembelajaran online Ruangguru. Upaya ini merupakan bentuk kontribusi Telkomel untuk memastikan proses belajar para siswa tetap dapat dilakukan dengan efektif selama masa penerapan sistem belajar jarak jauh di berbagai daerah.”

Sebagai salah satu langkah antisipasi terjadinya lonjakan trafik data sebagai dampak pemanfaatan internet untuk mendukung aktivitas pembelajaran jarak jauh, Telkomsel sendiri telah menyiagakan tambahan kapasitas jaringan di sejumlah wilayah yang memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh.  Selain itu, Telkomsel juga telah melakukan pengamanan jaringan di wilayah residensial dan titik posko penanggulangan COVID-19, seperti rumah sakit dan kantor pemerintahan terkait. Informasi lengkap mengenai langkah penanganan Telkomsel terkait COVID-19 dapat diakses di https://www.telkomsel.com/telkomsel-tanggap-covid19

Pendiri dan Direktur Utama Ruangguru Belva Devara mengatakan, “Kami menyadari bahwa kegiatan belajar siswa tidak dapat terganggu di tengah – tengah situasi sekolah diliburkan untuk mencegah penyebaran virus Corona.  Meskipun kami sudah menyediakan berbagai layanan belajar alternatif, namun kami menyadari bahwa terkadang koneksi internet bisa menjadi penghalang. Oleh karena itu, kami sangat menyambut positif niat baik dari Telkomsel untuk ikut serta membantu akses belajar bagi anak-anak Indonesia.”

Ruangguru Luncurkan Sekolah Online Ruangguru Gratis

Untuk membantu siswa agar bisa belajar efektif di Rumah, Ruangguru meluncurkan program Sekolah Online Ruangguru Gratis. Lewat program ini, para siswa dapat mengikuti pembelajaran jarak jauh secara daring (live teaching) setiap hari Senin sampai Jumat, layaknya sekolah seperti biasa, di aplikasi Ruangguru. Dimulai dari Senin, 16 Maret 2020, siswa bisa mengikuti pembelajaran Sekolah Online Ruangguru Gratis dari pukul 08.00 – 12.00 WIB, di mana akan tersedia 15 kanal live teaching yang mencakup semua mata pelajaran sesuai dengan kurikulum nasional, mulai dari kelas 1 SD hingga kelas 12 SMA (IPA dan IPS), yang dipandu oleh para Master Teachers Ruangguru. Selain fasilitas live teaching, para siswa dapat terus melatih pemahamannya melalui fitur Bank Soaldan Online Tryout secara gratis.

Selain program bagi siswa, para guru juga bisa meningkatkan kapasitasnya dalam mengajar melalui program Pelatihan Guru Online yang tersedia di aplikasi Ruangguru, gratis selama 1 bulan kedepan. Terdapat 250 video dan modul pelatihan guru yang mencakup materi-materi kompetensi dasar di bidang pedagogik dan profesional, seperti kemampuan manajemen kelas, pengembangan rencana belajar, implementasi pembelajaran berbasis proyek, dan lainnya.

Selain program Sekolah Online Gratis, Ruangguru juga menurunkan harga berlangganan paket ruangbelajar, untuk memudahkan siswa mengakses ribuan video belajar beraminasi bagi siswa kelas 1 SD hingga 12 SMA. Ruangguru meluncurkan paket berlangganan 1 bulan dengan harga Rp 50.000,- yang dapat diaktifkan dengan menggunakan kode diskon: TETAPSEHAT.

Inisiatif Ruangguru dan Telkomsel ini dilakukan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan COVID-19 sebagai pandemi, dan setelah Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) merekomendasikan kegiatan belajar jarak jauh sebab COVID-19 telah mengganggu kegiatan bersekolah 290 juta siswa di seluruh dunia.

PSMS Menang 2-1 Atas Tiga Naga, Supporter Rusuh

NYALAKAN FLARE: Para supporter pendukung PSMS Medan menyalakan flare saat pertandingan berlangsung di Stadion Teladan Medan, Minggu (15/3). Pada laga ini, PSMS menang dengan skor 2-1 atas Tiga Naga. triadi wibowo/sumut pos
NYALAKAN FLARE: Para supporter pendukung PSMS Medan menyalakan flare saat pertandingan berlangsung di Stadion Teladan Medan, Minggu (15/3). Pada laga ini, PSMS menang dengan skor 2-1 atas Tiga Naga. triadi wibowo/sumut pos
NYALAKAN FLARE: Para supporter pendukung PSMS Medan menyalakan flare saat pertandingan berlangsung di Stadion Teladan Medan, Minggu (15/3). Pada laga ini, PSMS menang dengan skor 2-1 atas Tiga Naga. triadi wibowo/sumut pos
NYALAKAN FLARE: Para supporter pendukung PSMS Medan menyalakan flare saat pertandingan berlangsung di Stadion Teladan Medan, Minggu (15/3). Pada laga ini, PSMS menang dengan skor 2-1 atas Tiga Naga.
Triadi wibowo/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hal memalukan terjadi pada laga perdana PSMS Medan lawan Tiga Naga di Stadion Teladan Medan, Minggu (15/3) sore. Laga yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Ayam Kinantan ini, diwarnai aksi rusuh para supporter yang membakar dan melemparkan flare ke dalam lapangan, pada babak ke 2.

Sontak suasana semakin memanas, karena sebagian supporter berusaha menghentikan aksi tersebut. Supporter lain yang terpancing, ikut melempar batu dan botol air mineral. Dan sebagian lagi, yang takut terkena flare, berusaha menyelamatkan diri, hingga ada yang melompati pagar masuk ke area lapangan.

Sejumlah anggota TNI-Polri berusaha membubarkan para supporter yang terlibat kerusuhan tersebut. Melihat kondisi yang semakin tidak kondusif, beberapa petugas gabungan kemudian mencoba menetralisir lokasi dengan mengamankan beberapa orang yang diduga sebagai provokator.

Sebelumnya, PSMS telah memperkenalkan jersey dan 26 pemain mereka untuk mengarungi ketatnya kompetisi Liga 2 2020 pada acara launching di Focal Point Mall Medan, Jumat (13/3) malam.

Pada sesi perkenalan pemain, satu per satu para penggawa Ayam Kinantan ini disebutkan. Dalam kesempatan itu pula, terungkap nomor punggung para pemain yang digunakan untuk musim ini.

Seperti legenda hidup PSMS, Legimin Raharjo, yang masih setia menggunakan nomor punggung 24, serta bek tengah Afiful Huda yang masih tetap nomor 5, seperti musim lalu.

Sementara 2 pemain yang musim ini kembali berseragam PSMS, setelah musim lalu bermain untuk klub lain, Rachmad Hidayat dan Abdul Rohim, masih setia menggunakan nomor punggung yang sama seperti 2018, saat bersama PSMS di Liga 1.

Sang penjaga gawang, Rohim masih setia menggunakan nomor 20. Nomor yang sudah dia pakai saat membantu PSMS juara kedua Liga 2 2017. Sedangkan playmaker PSMS Rachmad Hidayat setia menggunakan nomor 99.

Sementara pemain senior PSMS berposisi bek kiri, Syaiful Ramadhan di musim ini menggunakan nomor 4. Alasannya, karena sesuai dengan tanggal kelahiran anaknya.

“Sebenarnya aku sering ganti-ganti nomor punggung. Kadang nomor 2, kadang nomor 3. Cuma tahun ini aku minta nomor 4, karena kebetulan anakku lahir pada tanggal itu,” ungkap Syaiful.

Sementara itu, sejumlah pemain PSMS menggunakan nomor-nomor besar, karena tahun kelahiran sang pemain. Seperti Elina Soka yang masih menggunakan nomor 92 seperti musim lalu, yang diketahui sang pemain kelahiran 1992.

Sementara hal serupa juga diikuti bek tengah PSMS, Andre Sitepu yang tetap menggunakan nomor 90 (kelahiran 1990). Itu juga diikuti oleh winger lincah sekaligus pemain anyar PSMS musim ini, Yohanis Nabar, yang menggunakan nomor 91, sesuai tahun kelahirannya, 1991. (tnc/isc/saz)

Dinas PKPPR Medan Bangun Masjid di Rusunawa Kayu Putih & Rusunawa Seruwai

Masjid Tingkatkan Kesejahteraan dan Peradaban

TANDA TANGAN: Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution bersama Kepala Dinas PKPPR Kota Medan, Benny Iskandar ST MT  menandatangani Prasasti Peresmian Masjid Mardhotillah dan Masjid As-Salam.
TANDA TANGAN: Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution bersama Kepala Dinas PKPPR Kota Medan, Benny Iskandar ST MT menandatangani Prasasti Peresmian Masjid Mardhotillah dan Masjid As-Salam.

Masyarakat penghuni Rusunawa Kayu Putih dan Rusunawa Seruwai Kota Medan sangat bersyukur atas dibangunnya masing-masing masjid di kedua rusunawa tersebut. Sebab masjid merupakan sarana penting bagi masyarakat, khususnya umat Islam sebagai bentuk peradaban guna meningkatkan kesejahteraan para penghuninya selain fungsi utamanya sebagai rumah ibadah.

“Kehadiran masjid sangat penting di tengah-tengah masyarakat, sebab kehadiran masjid bisa meningkatkan kesejahteraan dan peradaban penghuninya,” ucap Kadis Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan, Benny Iskandar ST MT dalam laporan sekaligus kata sambutannya pada kegiatan peresmian Masjid Mardhotillah (Rusunawa Kayu Putih) dan Masjid As-Salam (Rusunawa Seruwai) yang langsung diresmikan Plt Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi di Halaman Rusunawa Kayu Putih, Jalan Pematang Pasir, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Jumat (13/3).

Masyarakat penghuni rusun pun semakin patut bersyukur. Sebab sebelumnya, di kedua Rusunawa itu tadinya hanya akan dibangun musala. Namun atas kepekaan Pemko Medan dalam melihat banyaknya jumlah jamaah di kedua Rusunawa tersebut, maka Pemko Medan dalam hal ini Dinas PKPPR Kota Medan akhirnya memutuskan untuk membangun masjid.

“Melihat jumlah jamaah yang cukup banyak, maka niat membangun musala itu diurungkan dan diputuskan untuk membangun masjid yang akhirnya diberi nama Masjid Mardhotillah, sesuai pemberian Plt Wali Kota Medan, Pak Akhyar Nasution,” ujar Benny Iskandar.

Selain Rusunawa Kayu Putih, jelas Benny, juga dibangun Masjid As Salam di Rusunawa Seruwai, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan.

Dijelaskan Benny, ada sekitar 1.500 warga di Rusunawa Kayu Putih yang menghuni 576 unit dari 6 twin blok rusun yang ada. Sedangkan di Rusunawa Seruwai, terdapat 3 twin blok dengan jumlah 288 unit. Dari jumlah itu, sudah 280 unit yang dihuni.

“Di Rusunawa Kayu Putih, ada twin blok yang belum diserahkan kepada kita (Dinas PKPPR), sedangkan di Rusunawa Seruwei ada 1 twin blok yang belum diserahkan,” jelas Benny.

Benny juga menyampaikan niatnya yang akan mengembangkan Masjid Mardhotillah di tahun depan, sebab bangunan Masjid saat ini dinilai masih kurang memadai untuk menampung jumlah jamaah yang ada.

Sebelumnya, Plt Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution MSi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinas PKPPR Kota Medan atas dibangunnya Masjid Mardhotillah. Diharapkannya, dengan hadirnya masjid tersebut, penghuni Rusunawa maupun warga sekitar dapat melaksanakan shalat lima waktu termasuk salat Jumat berjamaah, serta melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan sekaligus membangun peradaban. “Manfaatkanlah masjid ini dengan sebaik-baiknya,” pesannya.

Akhyar yang memberikan nama Masjid Mardhotillah itu turut menjelaskan, bahwa diberi nama Masjid Mardhotillah karena semata-mata ingin mendapatkan ridho dari Allah SWT. Sebab, sehebat apapun manusia, yang sangat diharapkan adalah rido dari Allah SWT sehingga bisa mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.

“Mari kita semua mengharapkan rido dari Allah SWT, masjid merupakan jalan bagi kita untuk mendapatkan ridho tersebut. Jadi mari kita beramai-ramai memakmurkan masjid ini, karena hidup kita ini hanya untuk mengharap ridho Allah untuk mensejahterakan umat dengan cara yang benar,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Akhyar juga turut mengajak seluruh jajaran Pemko Medan dan segenap unsur masyarakat dan instansi lainnya untuk menghentikan budaya-budaya yang tidak diridhoi Allah SWT.

“Sudah cukup apa yang menimpa 3 Wali Kota (Medan) dan 2 Gubernur (Sumut) kita, kiranya menjadi i’tibar bagi kita untuk merubah budaya kita menjadi lebih ikhlas dan istiqomah,” pungkasnya.

Peresmian Masjid Mardhotillah diawali dengan pembacaan Ayat Suci Alquran. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim serta penandatanganan prasasti dan pemotongan pita yang dilakukan plt wali kota. Setelah itu, kegiatan pun dilanjutkan dengan Shalat Jumat berjamaah serta diakhiri dengan peninjauan rusunawa secara langsung.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Asisten Pemerintahan Setdako Medan Musadad Nasution, Kasatpol PP Kota Medan HM Sofyan, Kabag Agama Adlan dan Camat Medan Deli Ferry Suheri. (map)

Alokasi Pupuk Bersubsidi di Dairi Berkurang

CEK PUPUK: Bupati Dairi, Eddy Berutu mengecek kondisi pupuk-pupuk bersubsidi di gudang produsen PT Petrokimia Gresik, Sidikalang, beberapa waktu lalu. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
CEK PUPUK: Bupati Dairi, Eddy Berutu mengecek kondisi pupuk-pupuk bersubsidi di gudang produsen PT Petrokimia Gresik, Sidikalang, beberapa waktu lalu. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
CEK PUPUK: Bupati Dairi, Eddy Berutu mengecek kondisi pupuk-pupuk bersubsidi di gudang produsen PT Petrokimia Gresik, Sidikalang, beberapa waktu lalu. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
CEK PUPUK: Bupati Dairi, Eddy Berutu mengecek kondisi pupuk-pupuk bersubsidi di gudang produsen PT Petrokimia Gresik, Sidikalang, beberapa waktu lalu. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dairi, Bintoha Angkat menegaskan, tidak ada kelangkaan pupuk dialami petani di daerah itu, seperti banyak beredar di media sosial. Pupuk tidak langka, pupuk sudah tersalur sesuai data rencana defenitif kebutuhan kelompok (RDKK).

Tetapi, yang terjadi saat ini ada pengurangan alokasi pupuk dari pusat sehingga jatah anggota kelompok tani berkurang.

RDKK yang diisi petani untuk kebutuhan 1 tahun tidak sepenuhnya ditanggung subsidi. Jika dirata-ratakan untuk semua jenis pupuk hanya 32,5 persen yang disetujui.

Hal itu disampaikan, Bintoha Angkat akhir pekan lalu menjawab pertanyaan wartawan terkait keluhan petani Dairi atas terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi saat ini di wilayah itu.

Diterangkan Bintoha, pupuk bersubsidi sudah didistrbusikan distributor ke kios pengecer dan selanjutnya untuk petani sejak, 20 Januari 2020 lalu.

Bintoha menyebut, alokasi pupuk bersubsidi Kabupaten Dairi tahun 2020 untuk pupuk urea sebanyak 11.802 ton, za 2.916 ton, npk phonska 6.135 ton, sp 36 2.450 serta pupuk organik 4.398 ton. Dan untuk mengantisipasi supaya tidak sempat terjadi kelangkaan bilamana kuota 2020 pupuk ini sudah habis, pihaknya telah menyusun data untuk mengajukan realokasi ke Kementan.

Menurut Bintoha, pupuk dimaksud sudah diterima petani sesuai kebutuhan mereka.

Memang diakuinya, masih banyak petani di Dairi tidak masuk menjadi anggota kelompok tani. Padahal pengajuan alokasi pupuk berdasarkan RDKK dari kelompok tani. Sehingga jika ada petani tidak dapat pupuk, berarti mereka bukan anggota Poktan.

Disebutkab Bintoha, jumlah kelompok tani di Dairi ada 1600. Sementara itu, terkait keluhan petani bahwasanya ada kios pengecer diunjuk distributor jika anggota kelompok membeli atau istilah petani sering disebut menebus pupuk subsidi pihak kios memaksa petani harus beli pupuk nonsubsidi.

Menurut Bintoha, hal itu tidak bisa. Pemilik kios tidak bisa memaksa petani harus membeli pupuk nonsubsdi jika menebus pupuk bersubsidi.

“Tidak ada aturan seperti itu. Jika petani tidak membutuhkan pupuk nonsubsidi, pemilik kios tidak bisa memaksa dan tidak ada istilah pupuk subsidi harus paket dengan nonsubsidi,” tegasnya.

Begitu juga terkait pembatasan waktu penebusan pupuk bersubsidi oleh petani seperti ditetapkan kios hanya 1 minggu, dan jika lewat dari waktu ditetapkan kios maka jatah bisa dioper atau hilang itupun tidak ada aturan pembatasan petani beli pupuk subsidi. Jatah perorangan sesuai RDKK sudah tertera sehingga tidak bisa hilang. Tidak ada pembatasan waktu. Hanya saja memang itu kan bisnis, jika lama ditebus petani modal pemilik kios tersendat.

Tetapi kata Bintoha, jarang ditemukan petani lama menebus karena distribusi sesuai masa tanam. Tetapi dengan batas waktu ditentukan misalnya 2 kali masa tanam tidak diambil bisa dialihkan ke petani lain yang membutuhkan.

Bintoha mengaku, permainan-permainan nakal kios pengecer kerap terdengar. Sementara pengawasan untuk kios dan distribusi pupuk disubsidi pemerintah itu ada di Dinas Perindustrian dan Perdagangan. (rud/azw)

Jualan Kopi Samosir Pakai Becak

JUALAN KOPI: Sariaman Manik dengan Becak Koplingnya di Saturday Culture Pantai Situngkir, Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (14/3).
JUALAN KOPI: Sariaman Manik dengan Becak Koplingnya di Saturday Culture Pantai Situngkir, Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (14/3).
JUALAN KOPI: Sariaman Manik dengan Becak Koplingnya di Saturday Culture Pantai Situngkir, Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (14/3).
JUALAN KOPI: Sariaman Manik dengan Becak Koplingnya di Saturday Culture Pantai Situngkir, Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (14/3).

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Sariaman Manik, 40 tahun, warga Lumban Manik, Desa Lumbansuhi, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, punya cara unik untuk menjajakan usahanya.

Menjajal usaha kopi menggunakan becak yang dia bawa keliling ke sejumlah lokasi di Kabupaten Samosir. Becak yang sebelumnya dia pakai untuk usaha angkutan dia rombak menjadi Becak Kopling alias kopi keliling asli Samosir.

Mengubah becak penumpang menjadi Becak Kopling dia lakukan sejak Januari 2020 bermodalkan Rp2,2 juta awalnya.

“Dulu saya pegawai hotel, terus bosan jadi karyawan dan pingin usaha sendiri lalu narik becak tapi risiko tinggi karena selalu di jalan. Akhirnya saya buatlah Becak Kopling ini,” ujar Sariaman, ketika ditemui sedang mangkal di acara Saturday Culture di Pantai Indah Situngkir, Kabupaten Samosir pada Sabtu, 14 Maret 2020.

Di balik niat usaha kopi sebagai jalan hidup dan ekonomi, Sariaman juga punya kerinduan untuk mengenalkan kenikmatan Kopi Samosir kepada masyarakat luas, khususnya para wisatawan yang datang ke Kabupaten Samosir.

“Saya juga punya kerinduan memperkenalkan Kopi Samosir ke seluruh Indonesia, karena selama ini orang hanya kenal Kopi Gayo, Kopi Lintong, dan Kopi Dairi. Jadi saya mau Kopi Samosir harus juga dikenal dengan kenikmatannya yang luar biasa,” ujarnya.

Dalam kesehariannya, Sariaman berkeliling memperkenalkan kenikmatan Kopi Samosir dan sering mangkal di Hotspring, Kampung Ulos, Putri Lopian dan daerah lainnya, khususnya bila ada acara atau even wisata di kabupaten dengan julukan Negeri Indah kepingan Surga itu.

Dalam sehari saya bisa laku sekitar 15 gelas dengan harga termurah kopi tubruk Rp10 ribu. Becak Kopling menyajikan menu kopi seperti kopi tubruk, kopi sanger, dan kopi signature,” ujarnya.

Sariaman mengaku, sebelum menekuni profesi penjual kopi, dia sudah lulus pelatihan baristakompetensi nasional. Maka itu dia paham bagaimana menyajikan kopi agar lebih nikmat.

“Kita menyajikan dengan timbangan yang tepat untuk setiap gelas, guna mendapatkan kopi yang nikmat,” ujarnya.

Bahan baku didapatkannya dari petani kopi dari Limbong Sianjurmula dan Salaon Ronggurnihuta, Kabupaten Samosir. ”Dengan banyaknya penjual kopi asli Samosir seperti kami, semoga para petani kopi Samosir semakin sejahtera,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir Dumosch Pandiangan, memberikan apresiasi untuk kreativitas Becak Kopling Samosir. (bbs/azw)

“Kita turut memfasilitasi para pemuda yang berkreasi khusus untuk komunitas kopi, seperti pelatihan maupun peminjaman alat untuk menyeduh kopi,” jelas Dumosch. (bbs/azw)

Meski Pandemi Corona, Medan Zoo Tetap Dibuka Untuk Umum

MEDAN ZOO: Pengunjung melihat koleksi binatang di Medan Zoo. TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
MEDAN ZOO: Pengunjung melihat koleksi binatang di Medan Zoo. TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
MEDAN ZOO: Pengunjung melihat koleksi binatang di Medan Zoo. TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
MEDAN ZOO

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyebaran pandemi virus corona atau covid-19 yang semakin meluas tidak membuat PD Pembangunan menutup areal publik seperti Medan Zoo. Salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu takut menghentikan operasional Medan Zoo karena akan berdampak langsung kepada penghasilan. Jika pendapatan minim maka gaji karyawan tidak akan bisa dibayarkan.

“Masih melihat perkembangan dan koordinasi dengan Pemko Medan karena akan berdampak dengan gaji karyawan,” ujar Dirut PD Pembangunan Medan, Putrama Al Khairi, ketika dihubungi, Minggu (15/3/2020).

Mantan anggota DPRD Medan ini mengakui sejak merbaknya isu virus corona atau covid -19, jumlah pengunjung Medan Zoo menurun drastis.Sangat menurun (pengunjung), biasanya hari minggu berkisaran 2 ribu pengunjung sekarang 800 dan ke depan terus berkurang,” jelasnya.

Masyarakat enggan datang ke Medan Zoo, kata dia, karena ada isu di media sosial bahwa kelelawar ikut menyebarkan virus tersebut.”Sebulan terakhir karena ada juga di medsos untuk menjauhi satwa karena isu kelelawar. Di Cina Yuhan kan isunya kelelawar,” paparnya.

Setelah ini, lanjut dia, PD Pembangunan akan kembali berkomunikasi dan koordinasi dengan Badan Pengawas untuk menentukan langkah selanjutnya.”Rencana Senin dan Kamis kemarin mau koordinasi badan pengawas masih penyelesaian masalah PD Pasar dan PD RPH,” tegasnya. (mbo/ila)