29.3 C
Medan
Tuesday, January 20, 2026
Home Blog Page 4431

Bus Medan Jaya Seruduk Truk, Kernet Tewas, TKP di Jalan Tol Tebing Tinggi-Medan

LAKALANTAS: Bus Medan Jaya menabrak pembatas jalan, usai menyeruduk truk Mitsubishi Colt Diesel bermuatan getah pinus, di jalan tol Tebingtinggi-Medan, tepatnya di KM 44.800 Desa Tanjung Garbus I, Lubukpakam, Deliserdang, Selasa (3/3). Kernet bus Medan Jaya tewas, 5 lainnya luka.
LAKALANTAS: Bus Medan Jaya menabrak pembatas jalan, usai menyeruduk truk Mitsubishi Colt Diesel bermuatan getah pinus, di jalan tol Tebingtinggi-Medan, tepatnya di KM 44.800 Desa Tanjung Garbus I, Lubukpakam, Deliserdang, Selasa (3/3). Kernet bus Medan Jaya tewas, 5 lainnya luka.
LAKALANTAS: Bus Medan Jaya menabrak pembatas jalan, usai menyeruduk truk Mitsubishi Colt Diesel bermuatan getah pinus, di jalan tol Tebingtinggi-Medan, tepatnya di KM 44.800 Desa Tanjung Garbus I, Lubukpakam, Deliserdang, Selasa (3/3). Kernet bus Medan Jaya tewas, 5 lainnya luka.
LAKALANTAS: Bus Medan Jaya menabrak pembatas jalan, usai menyeruduk truk Mitsubishi Colt Diesel bermuatan getah pinus, di jalan tol Tebingtinggi-Medan, tepatnya di KM 44.800 Desa Tanjung Garbus I, Lubukpakam, Deliserdang, Selasa (3/3). Kernet bus Medan Jaya tewas, 5 lainnya luka.

SUMUTPOS.CO – Kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) terjadi di jalan tol Tebingtinggi-Medan, tepatnya di KM 44.800 Desa Tanjung Garbus I Kecamatan Lubukpakam Kabupaten Deliserdang, Selasa (3/3) sekira pukul 08.05 WIB. Bus Medan Jaya menyeruduk sebuah truk Colt Diesel. Akibatnya, kernet bus Medan Jaya, M Aidil Ashari (18), tewas sementara 5 lainnya luka-luka.

Informasi diperoleh, Selasa pagi kemarin, bus Mercedez Benz Medan Jaya BK 7305 LD melaju di jalan tol dari arah Tebingtinggi menuju ke Medan. Tiba di lokasi kejadian, bus Medan Jaya menyeruduk bagian belakang mobil truk Mitsubishi Colt Diesel BA 8190 BF bermuatan getah pinus. Akibatnya, truk terguling dan getah pinus yang diangkut tumpah menggenangi jalan tol. Sedangkan bus Medan Jaya lanjut menabrak pembatas jalan.

Pantauan di lokasi, truk dan bagian depan bus Medan Jaya rusak parah. Selanjutnya, kedua kendaraan diderek petugas keluar dari jalan tol. Petugas tol terlihat menabur serbuk kayu ke jalan tol yang licin kena tumpahan getah pinus.

Informasi diperoleh dari Satlantas Polresta Deliserdang melalui Kanit Laka Lantas, Iptu Rommy, lakalantas terjadi diduga karena sopir bus Medan Jaya mengemudi dengan kecepatan tinggi dan menabrak truk. “Korban ada 7 orang, semuanya dilarikan ke RS Grand Medistra Lubukpakam untuk menjalani perawatan medis,” jelas Rommy.

Penanggungjawab Jasa Raharja Kantor Pelayanan Lubuk Pakam, Yasir Hadhi Tampubolon mengatakan, saat kernet bus, Adil, warga Batang Serangan, Langkat dilarikan ke RS, ia masih hidup. “Tidak lama dirawat, ia meninggal dunia. Kondisi korban terlihat luka parah di bagian kaki akibat kejepit, tangan kiri putus, dan dada kejepit,” kata Yasir kepada wartawan di RS Grandmed, Selasa (3/3).

Lima korban lainnya adalah penumpang bus atas nama Akbar MS (65) warga Jalan Sudirman, Duri, Riau, Juwita Puspita Sari (28) Desa Pulau Gandring, Kecamatan Bunut Barat, Asahan, Riska Resti Fauziah (30) warga Asahan, Syafila Auliyah (5) Asahan. Dan Purnama Sari Sitinjak (39) warga Air Putih, Batubara.

“Perawatan kita jamin biayanya (maksimal Rp20 juta, Red),” jelas Yasir.

Terkait korban meninggal, kata Yassir, pihaknya akan berkoordinasi dengan Jasa Raharja Stabat. Keluarga korban akan mendapat santunan meninggal dunia sebesar Rp50 juta. (btr)

DPRD Sumut Soroti Penyaluran Pupuk Bersubsidi ke Petani

RDP: Suasana RDP Komisi B DPRD Sumut bersama Dinas TPH Sumut dan perwakilan perusahaan dibawah naungan PT Pupuk Indonesia, Selasa (3/3) siang, membahas kesulitan petani di Sumut mendapat pupuk bersubsidi akibat tak terakomodir melalui e-RDKK. PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
RDP: Suasana RDP Komisi B DPRD Sumut bersama Dinas TPH Sumut dan perwakilan perusahaan dibawah naungan PT Pupuk Indonesia, Selasa (3/3) siang, membahas kesulitan petani di Sumut mendapat pupuk bersubsidi akibat tak terakomodir melalui e-RDKK. PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
RDP: Suasana RDP Komisi B DPRD Sumut bersama Dinas TPH Sumut dan perwakilan perusahaan dibawah naungan PT Pupuk Indonesia, Selasa (3/3) siang, membahas kesulitan petani di Sumut mendapat pupuk bersubsidi akibat tak terakomodir melalui e-RDKK. PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
RDP: Suasana RDP Komisi B DPRD Sumut bersama Dinas TPH Sumut dan perwakilan perusahaan dibawah naungan PT Pupuk Indonesia, Selasa (3/3) siang, membahas kesulitan petani di Sumut mendapat pupuk bersubsidi akibat tak terakomodir melalui e-RDKK. PRAN HASIBUAN/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kalangan petani di Sumatera Utara mengeluhkan sulitnya untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Kondisi itu semakin diperparah, dalam penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani harus menggunakan Kartu Tani.

Keluhan petani itupun disampaikan Komisi B DPRD Sumut kepada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sumut dalam rapat dengar pendapat (RDP) pada Selasa (3/3) siang. RDP dipimpin Ketua dan Sekretaris Komisi B, Viktor Silaen dan Ahmad Hadian.

Menjawab keluhan ini, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas TPH Sumut, Jonni Akim Purba, justru menyalahkan para petani karena tidak mau memberikan identitas (KTP). Kata dia, KTP petani berguna sebagai data agar bisa dimasukkan ke dalam rencana defenitif kebutuhan kelompok tani (RDKK) secara elektronik atau e-RDKK.

“Para petani tidak mau menyerahkan KTP-nya agar bisa didaftarkan sebagai peserta penerima fasilitas pertanian dari pemerintah, termasuk untuk pupuk bersubsidi. Petani takut KTP-nya dijadikan untuk kepentingan politik seperti Pilkada,” katanya.

Pihaknya juga menyalahkan infrastuktur teknologi yang lemah. Sebab, sejumlah daerah tidak ada sinyal internet sehingga petugas penyuluh pertanian kesulitan saat mengunggah data petani. Selain itu, ia menyalahkan kapasitas website tempat pendaftaran e-RDKK kurang memadai sehingga data petani yang sudah lengkap tidak bisa diunggah ke dalam aplikasi.

“Sudah mau dimasukkan data para petani oleh petugas penyuluh pertanian, tapi membal (ditolak), Pak,” beber dia.

Ketua Komisi B DPRD Sumut, Viktor Silaen tidak menerima argumen Jonni Akim Purba. Ia tidak terima jika petani terus disalahkan dalam persoalan ini. Dinas TPH menurut dia seharusnya bisa meyakinkan kalau KTP milik petani untuk kepentingan lahan dan tanaman petani, bukan kepentingan politik. Begitupun soal website tempat pendaftaran e-RDKK, sejatinya bisa diatasi dengan memperbesar kapasitas server.

“Seluruh Indonesia saat ini sudah bisa melakukan tender secara elektronik, kapasitas servernya besar. Begitu juga dengan e-katalog,” ujar dia mencontohkan fasilitas internet pemerintah dari kementerian lain.

Zera Salim Ritonga dari Fraksi Nusantara juga mengkritik pernyataan Jonni Akim Purba. “Kurang masuk akal saya kalau petani disalahkan dalam persoalan pendaftaran e-RDKK ini,” katanya. Faktanya, kata dia, petani yang mengeluh ke dirinya mengaku telah mendaftarkan diri melalui e-RDKK. “Sudah terdaftar di e-RDKK, tapi tetap juga enggak bisa dapat pupuk bersubsidi dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah,” ujarnya yang menyebut lokasi para petani ada di Kabupaten Deliserdang. “Mereka dari Deliserdang, silahkan dicek langsung. Ini fakta yang terjadi,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Viktor Silaen mengusulkan agar Dinas TPH tetap menerima pendaftaran petani melalui RDKK manual agar bisa memeroleh fasilitas pupuk bersubsidi, sembari pemerintah memperbaiki fasilitas website dengan cara memperbesar kapasitas server sehingga seluruh data petani bisa dimasukkan dalam e-RDKK.

“Sebab, bulan-bulan ini adalah musim tanam bagi para petani di Sumut. Mereka butuh pupuk bersubsidi. Jika persoalan ini lambat diatasi, sementara petani harus menanam tapi tak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi hanya karena tak terdaftar di dalam e-RDKK, ya tidak ada gunanya seluruh alokasi pupuk bersubsidi itu,” tegas politisi Golkar ini.

Dinas TPH dalam kesempatan itu turut memaparkan alokasi pupuk bersubsidi untuk Sumut pada 2020. Jatahnya jauh berkurang dari tahun sebelumnya. Anehnya, dari data yang disampaikan untuk pupuk urea misalnya, kebutuhan 200 ton lebih hanya diberikan 90 ton saja. Begitupun untuk jenis SP-36, ZA, NPK dan organik, tidak sampai disetujui hingga 10 persen dari total kebutuhan. Menjawab ini, Komisi B menyampaikan perlu diupayakan secara bersama ke Kementerian Pertanian agar kebutuhan pupuk bersubsidi di Sumut tetap terpenuhi. Selain itu diminta stakeholders terkait dapat mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi mulai dari distributor, agen hingga petani.

Sementara itu dari perwakilan dibawah PT Pupuk Indonesia seperti PT Petrokimia Gresik dan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) sebelumnya mengungkapkan, pihaknya siap melayani ketersediaan pupuk bersubsidi di seluruh Indonesia termasuk Sumut. Namun soal alokasi dan kebutuhan, pihaknya tidak dapat intervensi sebab hal itu merupakan kewenangan dari pemerintah. (prn)

Hati-hati Jika Diimingi Gaji Besar di LN

DIABADIKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, Kepala Kantor Imigrasi Pematang Siantar, Victor Manurung diabadikan bersama para pelajar dan guru di sela sela sosialisasidan peserta.
DIABADIKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, Kepala Kantor Imigrasi Pematang Siantar, Victor Manurung diabadikan bersama para pelajar dan guru di sela sela sosialisasidan peserta.

Imigrasi Sosialisasi CP Migran Nonprosedural

DIABADIKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, Kepala Kantor Imigrasi Pematang Siantar, Victor Manurung diabadikan bersama para pelajar dan guru di sela sela sosialisasidan peserta.
DIABADIKAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, Kepala Kantor Imigrasi Pematang Siantar, Victor Manurung diabadikan bersama para pelajar dan guru di sela sela sosialisasidan peserta.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Jajaran Kantor Imigrasi Kelas II Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pematang siantar mensosialisasikan tentang upaya pencegahan Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural (PMI NP) kepada puluhan pelajar SMA dan guru di aula Restoran Bahagia, Jalan Yos Sudarso Kota Tebingtinggi, Selasa (3/3).

Sosialisasi itu langsung dibuka Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Kadis Ketenagakerjaan, Iboy Hutapea.

Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan terimakasih kepada Kepala Kantor Imigrasi Pematangsiantar, Victor Manurung dan jajaran karena telah mengadakan kegiatan yang sangat bermanfaat, terutama bagi generasi milenial Tebingtinggi.

“Saya berharap para guru dan siswa yang hadir mampu menjadi agen perubahan atau duta keimigrasian dalam memeperbaiki cara pandang orang lain terkait Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang hendak pergi ke luar negeri. Jadi, sebelum berencana menjadi pekerja migran, kita lebih dulu wajib memenuhi segala ketentuan yang berlaku. Jangan sampai hidup kita di kemudian hari jadi luntang lantung di luar negeri,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Victor Manurung menyatakan, sosialiasi yang dilaksanakan ini bertujuan untuk memberi penyadaran bagi segenap lapisan masyarakat selaku CPMI. Masyarakat harus bisa menghindari bujuk rayu atau ajakan dari oknum tertentu dengan iming iming memeroleh gaji yang besar kalau bekerja di luar negeri.

“Padahal kenyataan yang sering terlihat, kita bisa saja menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Oleh sebabnya, kita selaku CPMI harus berhati hati dan cermat jika ada orang yang mengajak bekerja ke luar negeri. Stop TKI non prosedural,” jelasnya.

Usai pembukaan, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pemaparan beberapa materi penting terkait keimigrasian yang dibawakan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pematang Siantar Victor Manurung dan Kadis Ketenagakerjaan Tebingtinggi, Iboy Hutapea. (ian/han)

Tim Revitaliasi Budaya Lokal Sergai Kunjungi Aceh Timur

CENDERAMATA: Bupati Sergai, Ir H Soekirman memberikan cenderamata kepada Bupati Aceh Timur, H Hasballah HM Thaib, SH pada acara revitalisasi budaya lokal, Senin (3/3).
CENDERAMATA: Bupati Sergai, Ir H Soekirman memberikan cenderamata kepada Bupati Aceh Timur, H Hasballah HM Thaib, SH pada acara revitalisasi budaya lokal, Senin (3/3).
CENDERAMATA: Bupati Sergai, Ir H Soekirman memberikan cenderamata kepada Bupati Aceh Timur, H Hasballah HM Thaib, SH pada acara revitalisasi budaya lokal, Senin (3/3).
CENDERAMATA: Bupati Sergai, Ir H Soekirman memberikan cenderamata kepada Bupati Aceh Timur, H Hasballah HM Thaib, SH pada acara revitalisasi budaya lokal, Senin (3/3).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Tim Revitalisasi budaya lokal Serdangbedagai (Sergai) melakukan Kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Aceh Timur. Kunjungan itu dalam rangka pertukaran budaya di antara kedua daerah tersebut, Senin (2/3).

Setibanya di pendopo Pemkab Aceh Timur, tim rombongan revitalisasi budaya lokal yang dipimpin oleh Bupati Sergai, Ir H Soekirman disambut oleh Bupati Aceh Timur, H Hasballah Bin HM Thaib SH, bersama Sekda Aceh Timur M Ikhsan Akhyar, S.STP, M.AP, para Asisten, Staf Ahli, Pemkab Aceh Timur, kepala OPD, serta pelaku seni budaya se-Kabupaten Aceh Timur.

Sambutan itu diwarnai saling berbalas pantun di antara kedua daerah budaya lokal yang cukup indah, sehingga di antara kedua daerah ini seperti mengingatkan seperti di daerah sendiri.

Bupati Soekirman mengatakan, adapun tujuan kedatangan tim revitalisasi ke Aceh Timur, dalam rangka menjalin persaudaraan sehingga hubungan akan terus terjalin dengan baik.

Selain itu, lanjut Soekirman, melakukan pendekatan budaya, karena dengan pendekatan budaya yang dicari adalah persamaan.

Dikatakan Soekirman, dulunya Kabupaten Sergai merupakan bagian dari kerajaan Melayu. “Untuk mengingatkan sejarah budaya Melayu itu, diterapkan kearifan lokal berupa pemakaian busana Melayu oleh seluruh ASN Pemkab Sergai dalam setiap dua kali sebulan di perkantoran pemerintahan,”terangnya.

Menurut Soekirman, Kabupaten Aceh Timur adalah mutiara yang terpendam dalam hal budaya. “Dahulu di sini terdapat kerajaan Peureulak dengan Ibukota bernama Bandar Khalifah, sama halnya dengan Kecamatan yang kami miliki di Kabupaten Sergai ada Kecamatan Bandar Khalifah,”terangnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Timur Hasballah HM Thaib mengucapkan selamat datang kepada Bupati Sergai bersama rombongan tim revitalisasi budaya lokal dalam rangka pelestarian seni dan budaya kedua daerah.

“Kunjungan hari ini merupakan kunjungan balasan, karena beberapa waktu yang lalu Bupati Hasballah mengunjungi Sergai guna melihat potensi pengolahan berbagai komoditas pertanian seperti padi dan ubi kayu,” katanya.

Bupati Hasballah menyebutkan, tentang adat budaya Islam di Peureulak, memang benar adanya, banyak situs peninggalan kerajaan dan bangunan bersejarah zaman kolonial Belanda.

“Kami ingin bangkit hari ini, karena ingin bersaing dengan daerah lain yang lebih maju. Daerah ini jangan dikhawatirkan lagi keamanannya dan kami menjaminnya setiap pengunjing yang hadir. Agar kiranya dapat disampaikan kepada masyarakat Kabupaten Sergai khususnya dan masyarakat luas pada umumnya untuk kiranya datang berkunjung ke daerah kami ini,” sebutnya. (sur/han)

Ungkap Kasus Kejahatan, 20 Personel Polres Sergai Dapat Penghargaan

PENGARGAAN: Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang SH, M.Hum memberikan penghargaan kepada personel yang meraih prestasi, Selasa (3/3).
PENGARGAAN: Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang SH, M.Hum memberikan penghargaan kepada personel yang meraih prestasi, Selasa (3/3).
PENGARGAAN: Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang SH, M.Hum memberikan penghargaan kepada personel yang meraih prestasi, Selasa (3/3).
PENGARGAAN: Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang SH, M.Hum memberikan penghargaan kepada personel yang meraih prestasi, Selasa (3/3).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Berhasil mengungkap kasus pencurian dengan menggunakan senjata api dan kepemilikan narkoba, 20 personel Polres Sergai menerima penghargaan (Rewads).

Penghargaan itu langsung diberikan Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang SH, M.Hum di sela-sela acara Analisa Evaluasi (Anev) di Aula Patriatama Polres Sergai, Selasa (3/3).

Adapun 20 personel yang meraih penghargaan, yaitu 9 orang personel Satreskrim adalah Kanit Idik I, Ipda I Made Dwi Krisnanda, S.Tr.K, Aiptu Saiful Hardi, Aiptu Sugiarto, Aiptu Dedy Asmono, Aipda Bary Tonggo HT. Barat, Aipda Salomo Barus, Bripka Jhon Lihar Saragih, Brigadir Arozaman Giawa dan Briptu Riki Rizki P. Lubis.

Reward ini diberikan dalam pengungkapan kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) dengan menggunakan senjata api yang terjadi pada Selasa (21/1) lalu, tepatnya di Kampung Silalahi, Desa Blok IX, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Sergai.

Selanjutnya, 11 personel meraih penghargaan (Reward) atas pengungkapan kasus tindak pidana Narkotika jenis pil Extaci sebanyak 6.587 Butir, terjadi pada Selasa (11/2), tepatnya di Hotel Graha Soeltan Desa Sei Rampah.

Adapun 11 personel yang meraih penghargaan tersebut adalah Kanit I Satnarkoba Ipda Virza Nur Adha S. Tr.K, Kanit II Satnarkoba Ipda Tri Pranata Purba, Aiptu Syafaruddin Harefa, Aipda Leonid Simanjuntak, Aipda Alboin Butar-butar, Bripka Wiwin Afriadi Sinaga, Brigadir Ferry S Panjaitan, Brigadir Firmansyah Barus. SH, Brigadir Nanda Lesmana Pane, Brigadir Restu A. Hutasuhut, dan Briptu Dody Suganda Simarmata.

Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang mengucapkan terima kasih kepada personel Satreskrim dan Satnarkoba yang telah menunjukkan prestasi dalam pengungkapan kejahatan seperti Curas dan Narkotika.

Harapannya, kepada seluruh personel terus tingkatkan kinerja sesuai dengan tupoksinya, sehingga dapat mengungkap kasus kejahatan yang menjadi atensi pimpinan, harap Kapolres AKBP Robin Simatupang. ”Semua bidang tugas dapat menunjukkan prestasi kerja, dan tidak harus dibagian operasional dengan mendisiplinkan diri dan tidak membuat pelanggaran,”ucapnya.

Mantan Kapolres Batu Bara ini, juga mengimbau kepada seluruh personel agar tidak melakukan pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri maupun institusi polri

“Personel yang melakukan pelanggaran akan tetap kita berikan Punishment atau hukuman sesuai dengan perbuatan atau pelanggaran yang dilakukan.” imbaunya. (sur/han)

Pemkab Langkat Sosialisasi Pelaporan SPT Melalui e-Filling

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pemkab Langkat menggelar sosialisasi penerapan aplikasi Cash Management System (CMS) PT. Bank Sumut dan Bimbingan Teknis penyampaian SPT tahunan melalui e-Filling bagi bendahara se-Kabupaten Langkat di Ruang Pola, Kantor Bupati Langkat, Stabat, belum lama ini.

Sekdakab Langkat, dr.H. Indra Salahuddin didampingi Asisten III Umum Musti dalam sambutannya membuka kegiatan tersebut, mengharapkan seluruh peserta sosialisasi bersungguh-sungguh mengikuti dan memahami materi yang disampaikan oleh narasumber.

Sekdakab juga menekankan kepada bendahara dalam setiap pengeluaran di Pemkab Langkat, harus sesuai sistem perpajakan Indonesia. “Bendahara pemerintah wajib menghitung, membayarkan dan melaporkan pajak yang seharusnya terutang, atas setiap pembayaran yang dananya bersumber dari APBN dan APBD. Karena setiap pembayaran kegiatan bersumber dari APBN dan APBD mengandung potensi pajak, “ paparnya.

Sekda juga mengingatkan, bendahara SKPD wajib menyetor ke kas negara dan melaporkan pajak – pajak yang telah dipungut.

Seluruh kepala SKPD, untuk lebih mendorong penggunaan transaksi pembayaran berbasis elektronik (non tunai) dengan cara menggunakan e-Filling, karena lebih mudah, aman dan efisien.

Pimpinan Bank Sumut Stabat, Gama Cherry Halim mengatakan, selama ini CMS hanya dapat di akses BPKAD. “Akan tetapi kini sudah dapat digunakan seluruh SKPD melalui e-Filling, sehingga mempermudah dan mempercepat pembiayaan transaksi non tunai bagi ASN Pemkab Langkat,”terangnya.

Kasi Bimbingan Penyuluhan dan Pengelolaan Dokumen Kanwil Direktorat Jenderal Pajak(DJP) Sumut I, Soni Hermawan, mengimbau kepada para ASN dan masyarakat Langkat yang sudah terdaftar wajib pajak, agar segera melaporkan SPT tahunan dengan batas akhir 31 Maret 2020. “Semakin cepat SPT dilaporkan, maka semakin baik, “ pungkasnya. (yas)

Wagubsu Minta Penjualan Diawasi, Penimbun Masker Bisa Dipidana

RAPAT: Wagubsu Musa Rajekshah memimpin rapat koordinasi upaya pencegahan penyebaran virus corona di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu, Selasa (3/3). pran hasibuan/sumut pos
RAPAT: Wagubsu Musa Rajekshah memimpin rapat koordinasi upaya pencegahan penyebaran virus corona di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu, Selasa (3/3). pran hasibuan/sumut pos
RAPAT: Wagubsu Musa Rajekshah memimpin rapat koordinasi upaya pencegahan penyebaran virus corona di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu, Selasa (3/3).  pran hasibuan/sumut pos
RAPAT: Wagubsu Musa Rajekshah memimpin rapat koordinasi upaya pencegahan penyebaran virus corona di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu, Selasa (3/3).
Pran hasibuan/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – MASKER penutup mulut dan hidung menjadi barang yang paling dicari semenjak wabah Covid-19 merebak. Barangnya pun kini langka di pasaran, apalagi sejak ada dua warga Depok yang positif virus korona.

Menyikapi ini, Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah meminta seluruh jajaran melakukan pengawasan ketat terhadap penjualan masker. Ia tidak ingin, dampak virus covid-19.

menimbulkan permasalahan baru di Sumut. “Jangan ada oknum-oknum yang mencari kesempatan dengan menimbun masker,” kata Musa Rajekshah saat memimpin Rapat Koordinasi Upaya Pencegahan Penyebaran Virus Korona, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu, Selasa (3/3).

Menurutnya, pasti ada oknum-oknum yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari keutungan dengan cara-cara seperti itu. Sebab, di beberapa daerah masker ini sudah langka ditemui. Selain langka, harga jualnya juga terbilang tinggi. Dirinya tidak ingin ini terjadi agar masyarakat dapat terbantu.

Selain masker, ia juga mengingatkan pedagang dan distributor bahan pangan jangan melakukan penimbunan. Karena, penimbunan ini akan sangat merugikan masyarakat. Kelangkaan bahan pangan kata dia, akan menjadi masalah baru bagi pemerintah untuk upaya pencegahan virus korona.

“Kita juga meminta kepada seluruh distributor jangan menimbun bahan pangan dan kepada masyarakat jangan sekaligus memborong seluruh bahan pangan,” kata pria yang biasa dipanggil Ijeck itu. “Kita akan segera bentuk tim agar dapat memantau bahan pangan ini,” imbuh dia.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan mengakui, ketersediaan masker mulai langka. Namun, Alwi belum bisa menyampaikan lebih jauh faktor yang menyebabkan kelangkaan masker, apakah karena perorangan atau individu. “Informasinya begitu mulai langka, tapi saya tidak tahu secara detail kenapa bisa langka,” ucapnya.

Alwi mengimbau kepada masyarakat supaya memahami penggunaan masker. Sebab, masker itu digunakan untuk orang yang sakit dan petugas medis. “Orang yang sehat sebetulnya tidak perlu memakai masker, terkecuali orang-orang dengan risiko tinggi yaitu petugas medis,” sebut Alwi.

Dia mencontohkan, apabila orang yang sakit menggunakan masker maka ketika batuk, percikan air liurnya tidak terkena orang lain dan hanya kena masker. “Makanya, masyarakat harus memahami betul penggunaan, terlebih dalam kondisi sekarang ini. Jadi, yang pakai masker itu ya orang sakit dan petugas medis,” tukasnya.

Penimbun Bisa Dipidana

Terpisah, Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan menegaskan, polisi bakal menindak oknum-oknum yang sengaja menimbun masker yang mulai mengalami kelangkaan. Hal ini dikarenakan kepanikan sejumlah orang, sehingga memborong masker serta kebutuhan pokok.

Kata MP Nainggolan, kebutuhan akan masker yang meningkat saat ini berpotensi dimanfaatkan oleh oknum untuk mengeruk keuntungan. Karena itu, kepolisian bakal mengawal dari sisi hukumnya. “Kita akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, dalam hal ini nanti kalau menemukan masker-masker yang ditimbun itu pidananya akan tetap dijalankan,” ujar MP Nainggolan.

Mantan Kapolres Nisel itu menyebutkan, para oknum penimbun masker bisa dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Untuk itu, pihaknya akan melakukan penelusuran terhadap oknum penimbun masker baik itu melalui apotik maupun online. “Kita cek semua, termasuk menyelidiki secara online. Kita akan mencari para pelaku yang menimbun,” tegasnya.

Pun begitu, pihak kepolisian akan tetap mengedepankan langkah preventif sebelum akhirnya memproses secara hukum. Langkah preventif dilakukan dengan cara memberikan pemahaman kepada oknum, bahwa masker saat ini tengah dibutuhkan oleh masyarakat. “Jika pencegahan dihiraukan, maka jalan terakhir penegakan hukum,” tuturnya.

Ditambahkan MP Nainggolan, ancaman hukuman yang bisa menjerat para oknum-oknum penimbun masker yaitu Pasal 107 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Ancaman pidananya, penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 50 miliar.

Masker dan Hand Sanitizer Langka

Sementara amatan Sumut Pos, keberadaan masker dan hand sanitizer atau gel pencuci tangan mendadak langka. Seperti di Supermarket Brastagi Jalan Cut Mutia, Medan. Di swalayan itu, hanya tersisa masker jenis N95. Bahkan, konsumen yang ingin membeli pun dijatah, setiap orang hanya bisa membeli 2 pcs.

Seorang pegawai Supermarket Brastagi Jalan Cut Mutia yang meminta tak disebutkan namanya mengaku, sejak diumumkan Presiden Jokowi adanya 2 WNI terinfeksi Covid-19, ketersediaan masker dan hand sanitizer langsung ludes diborong konsumen. Akibatnya, stok saat ini tidak ada. “Stok (masker dan hand sanitizer) di gudang kosong. Kemarin, (Senin) banyak warga yang membeli,” ujarnya.

Ia mengaku, setiap konsumen hanya diperbolehkan membeli 2 kotak. “Sekarang hanya tersisa masker N95 saja, dan setiap orang hanya boleh beli 2 pcs. Sedangkan untuk sabun cuci tangan masih tersedia, sebagai alternatif,” sebutnya.

Disinggung kapan stok masker dan hand sanitizer tersedia kembali, dia tidak mengetahui dan tidak bisa memastikan. Hal itu tergantung dari distributor. “Tidak bisa dipastikan, tergantung distributor. Kita sifatnya menunggu dan memberi informasi kepada mereka ketika stok barang kosong,” pungkasnya.

Senada, disampaikan pegawai salah satu minimarket di Jalan KH Wahid Hasyim, Medan. Pegawai mini swalayan yang juga enggan menyebutkan namanya itu menyatakan, masker dan hand sanitizer kosong dan stok di gudang sudah habis. “Dua hari lalu stok masker masuk, tapi kemarin (Senin) langsung habis. Begitu juga stok hand sanitizer, kosong di gudang,” ucap pegawai berjenis kelamin perempuan ini.

Tak jauh beda dikatakan seorang pegawai Apotek Kimia Farma, Jalan Sisingamangaraja Medan mengatakan, stok masker di tempatnya kosong. “Sudah 1,5 bulan masker tidak ada masuk lagi. Kekosongan masker ini saya tidak tahu kenapa,” kata perempuan yang berusia berkisar 45 tahun ini kepada wartawan.

Ketua Gabungan Perusahaan (GP) Farmasi Sumut, T Amin Wijaya membenarkan stok masker masih kosong di Kota Medan dan sekitarnya. Disinggung adanya kenaikan harga masker dijual oleh pihak apotik, ia mengaku hal itu bisa saja terjadi. “Memang sebelumnya pemasaran masker di pasar sudah mulai ada dan konsumen sudah pasti mencari. Tapi, sekarang ini kekurangan barang, bisa jadi harga dinaikkan. Karena kasus virus corona sudah masuk ke Indonesia, ya masker kosong kembali,” ujarnya.

Akan tetapi, ditanya berapa kenaikan harga masker, Amin mengaku belum mengetahuinya. “Saya sekarang ini masih berada di Jakarta. Setiba di Medan, saya akan cek harga masker yang dijual oleh apotek,” ungkapnya.

Amin meminta kepada warga tidak perlu panik, yang penting mengikuti imbauan dari Kementerian Kesehatan agar selalu mencuci tangan, makan makanan bergizi, dan istirahat yang cukup.

IDI: Sehatkan Jiwa, Jangan Panik

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan dr Wijaya Juwarna Sp THT-KL mengatakan, tidak benar genetik Indonesia kebal terhadap virus corona (covid-19). “ Indonesia juga rentan akan virus tersebut,” ujarnya kepada Harian Sumut Pos, Selasa (3/3).

Selain itu, dr Wijaya juga mengatakan, tidak benar iklim tropis membuat virus tidak bisa hidup, serta menepis keraguan bahwa Lab Litbangkes tidak mampu mendiagnosis covid-19. Munculnya 2 kasus warga Depok yang terpapar virus tersebut, sebenarnya tidak perlu mengejutkan di tengah kenyataan bahwa wabah global yang berasal dari Wuhan, China ini telah menyebar ke 64 negara.

“Dari dua kasus ini kita belajar, kasus ini tidak ditemukan dari pintu masuk, seperti kantor kesehatan Pelabuhan, atau dari ratusan orang yang di karantina di Pulau Sebaru, namun bermula dari aktivitas sosial yang beranggotakan multi bangsa,” jelas dr Wijaya.

Ia menambahkan, munculnya gejala klinis berupa demam, batuk dan sesak nafas yang mendorong seseorang terpapar virus corona ini ke rumah sakit. “Di sinilah sebenarnya persoalan akan dimulai. Kecepatan covid-19 menular antar manusia kepada 2-3 orang. Sehingga menjadi sangat penting dalam upaya mencegah penyebaran di masyarakat dengan menemukan semua mereka yang tertular, karena mereka adalah sumber penularan,” ungkapnya.

Dalam hal ini, masyarakat perlu menjaga kebersihan. Selain itu, masyarakat perlu memperkuat badan dengan cara makanan dan minuman yang sehat, istirahat dan olahraga teratur (minimal jalan kaki selama 30 mnt sehari), kebiasaan mencuci tangan setelah beraktivitas, memakai masker di lingkungan berdebu ataupun kerumunan massa, kebiasaan sikat gigi dan mandi minimal 2x sehari.

Batalkan kunjungan ke negara negara terjangkit yang parah seperti Korea selatan, Iran dan Italy. Sering mencuci tangan, hindari kerumunan di daerah yang nantinya ada kasus konfirmasi, misalnya kota Depok. Pakai masker kalau batuk pilek. Makan dan tidur yang cukup. Ikuti ketentuan dan pengaturan, yang nantinya akan diatur pemerintah jika situasi bertambah buruk. Jika batuk segera menutup mulut,” imbaunya.

Ia juga meminta masyarakat agar jangan panik, sehatkan jiwa dan tetap tenang. “Jangan menyebar berita yang tidak resmi, jika ada keluhan berkaitan dengan batuk pilek dan sesak segera ke fasilitas kesehatan (faskes),” tandasnya. (prn/ris/mag-1)

Rujukan se-Sumut Disiagakan, Rujukan Utama Infeksi Corona Tetap RSUP Adam Malik

RUANG ISOLASI: Petugas medis di RSUD Sidikalang, Kabupaten Dairi, mempersiapkan ruang isolasi untuk pasien suspek virus corona atau Covid 19, beberapa hari lalu. Sebagai upaya antisipasi, seluruh rumah sakit di Sumut diminta menyediakan ruang isolasi. rudy sitangggang/sumut pos
RUANG ISOLASI: Petugas medis di RSUD Sidikalang, Kabupaten Dairi, mempersiapkan ruang isolasi untuk pasien suspek virus corona atau Covid 19, beberapa hari lalu. Sebagai upaya antisipasi, seluruh rumah sakit di Sumut diminta menyediakan ruang isolasi. rudy sitangggang/sumut pos
RUANG ISOLASI: Petugas medis di RSUD Sidikalang, Kabupaten Dairi, mempersiapkan ruang isolasi untuk pasien suspek virus corona atau Covid 19, beberapa hari lalu. Sebagai upaya antisipasi, seluruh rumah sakit di Sumut diminta menyediakan ruang isolasi. rudy sitangggang/sumut pos
RUANG ISOLASI: Petugas medis di RSUD Sidikalang, Kabupaten Dairi, mempersiapkan ruang isolasi untuk pasien suspek virus corona atau Covid 19, beberapa hari lalu. Sebagai upaya antisipasi, seluruh rumah sakit di Sumut diminta menyediakan ruang isolasi.
Rudy sitangggang/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pascakepastian dua orang Indonesia positif virus Covid-19, Sumatera Utara ikut aktif melakukan upaya pencegahan penyebaran virus corona. Pemprovsu telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh kabupaten/kota untuk mengantisipasi pencegahan penyebaran virus ini. Seluruh rumah sakit juga diminta ikut siaga, dengan menyiapkan ruangan isolasi.

PERINTAH untuk siaga itu disampaikan Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Musa Rajekshah alias Ijeck, saat memimpin rapat koordinasi upaya pencegahan penyebaran virus corona di Sumatera Utara, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu, Selasa (3/3).

Ijeck didampingi Sekdaprov Sumut, R Sabrina, dan Kadis Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan, meminta seluruh jajaran Forkompinda sigap meminimalisir pencegahan penularan virus. Terutama terhadap kedatangan wisatawan lokal dan mancanegara. “Semua pihak hatus cepat, tanggap dan sigap menindaklanjuti dan mensterilkan jika ada pasien apabila terdampak virus,” kata Ijeck.

Ijeck menyebutkan, saat ini beberapa RS di Sumut sudah menyiapkan ruang isolasi.

Adapun RS Adam Malik sudah menyiapkan 11 ruangan. Selain itu juga memiliki 200 alat pelindung diri untuk mencegah penyebaran virus corona. Sedangkan RS USU menyiapkan sembilan ruang isolasi. “Kita harapkan jangan ada masyarakat Sumut terkena ataupun tertular virus ini dengan menjaga kesehatan bersama,” pungkasnya.

Kepala Dinkes Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan meminta rumah sakit di Sumut bisa menangani pasien suspek atau diduga terinfeksi virus tersebut. “Rumah sakit harus siap jika nantinya ada pasien yang suspek virus Corona. Namun demikian, dalam penanganan wabah global ini rujukannya tetap ke RSUP Haji Adam Malik (HAM) apabila pasien tersebut positif,” kata dr Alwi Mujahit Hasibuan.

Akan tetapi, kata Alwi, sampai sekarang belum ada di Sumut yang positif Covid-19. Ia pun berharap jangan sampai ada yang terinfeksi. Menurut Alwi, dalam pengawasan wabah virus itu sebelumnya pemeriksaan ketat dilakukan terhadap Warga Negara Asing (WNA) yang datang ke Indonesia baik itu lewat bandara ataupun pelabuhan. Namun, karena sudah ada WNI yang positif corona maka saat ini pemeriksaan tersebut juga dilakukan terhadap WNI atau kedatangan dalam negeri.

Ia menyatakan, saat ini selain RSUP HAM ada beberapa rumah sakit telah ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadi alternatif terkait persoalan corona ini. Di antaranya, RSU Kabanjahe, RSU Pematang Siantar, RSU Tarutung, dan RSU Padangsidimpuan. Pun begitu, sambung Alwi, diharapkan nantinya tidak hanya RSUP HAM yang menjadi rujukan pasien suspect corona. Artinya, seluruh rumah sakit pemerintah dapat menjadi rujukan.

“Selain dari 5 rumah sakit yang sudah siap ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, ada sejumlah rumah sakit yang menyatakan juga siap. Yaitu, RS USU, RS Bhayangkara Medan, RSU Haji dan RSU Lubukpakam. Hal ini untuk mengantisipasi jika 5 rumah sakit tersebut kamar pasiennya penuh,” sebut Alwi.

Dengan kesiapan ini, tambah Alwi, diharapkan pula masyarakat tenang dan tidak panik karena rumah sakit sudah siaga. “Situasi sekarang masyarakat panik. Ada yang memborong kebutuhan pangan dan masker. Itu membuktikan kepanikan,” cetusnya.

Lebih lanjut Alwi menjelaskan, dengan menyiagakan sejumlah rumah sakit itu, diharapkan mampu mengurangi tingkat kepanikan masyarakat terhadap virus COVID-19 ini. Meski dari segi keganasan, sebenarnya virus corona lebih rendah dibandingkan dengan virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS), Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan flu burung.

“Tetapi kepanikan terhadap COVID-19 ini lebih luar biasa, karena sekarang sudah zaman media sosial (medsos). Untuk itu, dengan menambahkan kesiapan tim kita, paling tidak bisa mengurangi kepanikan yang ada,” tukasnya.

RSU Kabanjahe Siap

Manajemen RSU Kabanjahe mengaku siap menampung pasien jika ada yang terinfeksi virus Corona (Covid 19). Sebagai langkah kesiapsiagaan, Direktur RSU Kabanjahe, dr Arjuna Wijaya SpP mengaku telah melakukan langkah-langkah sesuai instruksi Kemenkes RI. Langkah-langkah tersebut meliputi, menggalang koordinasi semua lintas sektoral, termasuk dengan Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara, Dinas Kesehatan Karo dan Puskesmas-puskesmas yang tersebar di Bumi Turang.

Selain itu, pihaknya tetap mengikuti perkembangan kasus Covid 19 ini melalui Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI. Dimana pihak RSU Kabanjahe bisa langsung berkomunikasi dengan khusus penanganan Penyakit Infeksi Emerging (PIE).

Langkah lain, lanjut Arjuna, mereview kembali kesiapan penerimaan pasien Covid 19 dengan semaksimal mungkin termasuk sarana prasarana, peralatan, SDM, alur layanan dan SOP. Termasuk melakukan surveilance dan melaporkan setiap kejadian pasien dalam pengawasan secara cepat dan tepat, pastikan pengambilan sampel/swab sudah sesuai prosedur.

“Jadi pasien yang dengan kriteria diduga (suspek) kita catat sebagai Pasien Dengan Pengawasan (PDP) akan segera mendapat penanganan khusus jika datang/dirujuk ke RSU Kabanjahe,” paparnya. Bahkan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya warga yang terpapar, pihak RSU Kabanjahe juga sudah menyiapkan 3 ruangan isolasi di belakang rumah sakit.

“Ruang isolasi dan laboratorium sudah kita siapkan untuk warga yang terindikasi. Peralatan dan SOP penanganan pasien, seperti sepatu boots, mantel dan masker juga sudah ada,” tambah Humas RSU Kabanjahe, Tati Anggraini.

Sebagai bentuk antisipasi dan kesiagaan, pihak rumah sakit juga melengkapi petugas medis, khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan masker.

“Jika ada warga yang terindikasi, kita akan tetap menerima pasien tersebut dan menanganinya sesuai SOP yang diinstruksikan Kemenkes RI. Jika positif, sebagai penanganan lanjutan si pasien akan kita rujuk ke RSU Adam Malik Medan. Sampai hari ini belum ada pasien yang terindikasi Corona yang kita rawat,” katanya.

Sebagai bentuk pencegahan, dia mengimbau warga tetap menerapkan pola hidup sehat da bersih. Selalu cuci menggunakan sabun dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan berolahraga dan memperbanyak mengonsumsi vitamin C. Dia juga menyarankan warga mengurangi berinteraksi dengan orang asing dan kurangi aktifitas di tempat umum. Dinas Kesehatan Karo tetap melakukan sosialisasi agar masyarakat paham dan bisa menangkal virus tersebut.

Kapsul Transport

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Medan telah menyiapkan kapsul transport dalam rangka siaga virus Corona di Sumut. Kapsul ini disiagakan di Bandara Kualanamu dan Pelabuhan Belawan. “Kita punya kapsul transport bertekanan negatif di bandara dan pelabuhan,” ujar Kepala KKP Kelas I Medan, Pri Agung AB.

Kapsul transport ini nantinya digunakan untuk membawa pasien yang suspect corona dari pelabuhan dan bandara ke RS rujukan. KKP juga sudah terlebih dahulu memasang scanner suhu tubuh di bandara dan pelabuhan. Selain itu ruang isolasi juga sudah disiapkan jika ada orang masuk ke Sumut dan dinyatakan suspect corona.

Pri Agung menambahkan, akan ada isolasi RS jika terdapat warga yang suspect corona. “Kalau ada yang suspect atau terpapar, kita bisa melakukan karantina rumah bahkan karantina wilayah. Bisa juga pembatasan orang berkumpul dalam skala besar, itu ada dalam UU,” katanya.

Kesempatan itu pihaknya mengonfirmasi bahwa 84 orang di yang dikarantina rumah di Medan, dipastikan negatif Covid-19. Mereka sebelumnya dikarantina 14 hari dan tidak terjangkit virus corona serta sudah pulang ke rumah masing-masing. “Pertama kali melakukan karantina rumah itu adalah Sumut, di daerah lain belum ada sebelumnya. Dan kita melakukannya dengan benar. Jadi kita tak perlu ragu,” ujarnya.

Pemeriksaan saat ini, ungkapnya, semakin intensif dilakukan menyusul ditemukan dua pasien positif corona di Jakarta. “Dan kita Imigrasi kalau yang tak mau dikarantina, kita suruh pulang, tak boleh masuk Sumut,” ujarnya.

Penghentian Bebas Visa Diperpanjang

Terpisah, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumut melalui Divisi Keimigrasian, memperpanjang penghentian sementara pemberian bebas visa kunjungan bagi Warga Negara (WN) Tiongkok. Penghentian sementara ini, untuk mengantisipasi wabah virus corona di Sumut. Peraturan itu tertuang dalam Permenkumham Nomor 7 Tahun 2020, tentang Pemberian Visa dan Izin Tinggal dalam Upaya Pencegahan Masuknya Virus Corona.

Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian TPI Medan, M Akbar Adi Nugroho mengatakan, permen ini bersifat universal karena penyebaran virus tersebut sudah menjangkit bukan hanya Republik Rakyat Tiongkok saja. “Ini karena negara sumber inkubasi konflik ini bukan hanya dari Tiongkok, tapi udah dari beberapa negara, maka permenkumham ini bersikap lebih universal terhadap setiap negara,” ucapnya kepada Sumut Pos, Selasa (3/3).

Menurut Akbar, Permenkumham Nomor 7 tahun 2020 ini menggantikan tentang pembatasan visa kunjungan sementara tempo hari. “Kalau tidak ada batas waktunya, maka peraturan akan berakhir dengan peraturan yang baru yang disusun terkait permasalahan yang sama dan peraturannya yang baru tersebut secara jelas mencabut peraturan yang sebelumnya,” terangnya.

“Jadi selama belum ada peraturannya yang baru maka peraturan tersebut akan tetap berlaku,” sambungnya.

Dalam pasal 3, bagi WNA yang ingin perpanjangan bebas visa, dapat memohon kepada pejabat dinas luar negeri yang ada di Indonesia. “Di pasal 3 sama, visa kunjungan dan visa tinggal berbatas dapat diberikan kepada orang yang memohon kepada pejabat dinas luar negeri di Indonesia,” jelasnya.

“Namun Pemohon harus memenuhi syarat, harus memiliki surat bebas terjangkit virus corona dari otoritas kesehatan setempat, dalam bahasa Inggris. Berada 14 hari di wilayah Republik Rakyat Tiongkok yang bebas terjangkit wabah corona. Masuk karantina selama 14 hari, yang di sediakan Republik Indonesia, atau singgah selama 14 hari di negara lain yang tidak terjangkit virus corona sebelum masuk wilayah Republik Indonesia,” tambahnya. Ia kembali menegaskan, peraturan ini bukan hanya untuk Cina daratan namun seluruh negara yang sudah terjangkit virus corona.

Sementara katanya, dia belum bisa memastikan berapa WN Tiongkok yang berdomisili sementara di Medan. Namun pada awal Januari hingga Februari lalu, Medan beberapa kali kedatangan WNA dari Tiongkok. “Yang sudah mengajukan permohon Izin Tinggal Dalam Keadaan Terpaksa sebanyak 18 orang,” pungkas Akbar.

RSUD Sidikalang Siapkan Ruang Isolasi

Sementara, Pemkab Dairi melakukan sosialisasi dan menyiapkan ruang isolasi di RSUD Sidikalang, bilamana ada yang dicurigai terjangkit virus Corona. Menurut Wakil Bupati Dairi, Jimmy Andrea Lukita Sihombing, sosialisasi dilakukan berupa penyuluhan pola hidup sehat bersih di masyarakat. “Untuk penanganan secara teknis terkait sosialisasi serta penyediaan ruang isolasi dan penyiapan tenaga medis bisa ditanyakan langsung kepada Dinas Kesehatan,” ucap Jimmy.

Terpisah Plt Kadis Kesehatan Dairi, Jonny Hutasoit mengaku sudah menyurati semua Puskemas dan menghimbau warga agar tidak panik. Dinkes juga sudah melakukan survei lapangan terhadap tenaga kerja asing (TKA) di PT Dairi Prima Mineral (DPM).

“Kami telah survei atau melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 73 orang TKA asal China dan TKI yang tersebar di tiga lokasi yakni di Parongil, Sopo Komil Kecamatan Silima Pungga-Pungga dan Sidiangkat Kecamatan Sidikalang. Pemeriksaan kita lakukan bukan hanya kepada TKA, tetapi kepada TKI yang berinteraksi dengan TKA. Karena penyebaran virus bisa dari keringat, berkomunikasi, tidur sama dan satu rumah,” bebernya.

Sementara, di RSUD Sidikalang telah disiapkan satu kamar isolasi atau ruangan tertutup yang tidak dicampur dengan ruangan lain. “Ruangan itu akan terisolasi bilamana digunakan. Peralatan dan tenaga dokter penanganan dini telah disiapkan,” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan, jika ada yang terdeteksi terjangkit virus corona, Pemkab Dairi akan membentuk tim karena tidak bisa menangani sendiri. “Di samping itu, rumah sakit kita bukan rujukan penyakit virus corona. Kami dapat informasi, hanya 5 rumah sakit rujukan virus corona di Sumut yang ditetapkan Kementerian Kesehatan yakni RSUP Haji Adam Malik Medan, RSU Kabanjahe, RSU Siantar, RSU Tarutung dan RSU Padangsidempuan,” ucap Jonny. (prn/ris/deo/man/rud)

Menparekraf Berkunjung ke Sigapiton: Danau Toba tak Kalah Indah dari Eropa

KUNJUNGAN: Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, mengunjungi Desa Sigapiton Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Selasa (3/3).
KUNJUNGAN: Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, mengunjungi Desa Sigapiton Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Selasa (3/3).
KUNJUNGAN: Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, mengunjungi Desa Sigapiton Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Selasa (3/3).
KUNJUNGAN: Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, mengunjungi Desa Sigapiton Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Selasa (3/3).

TOBA, SUMUTPOS.CO – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, mengunjungi Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Selasa (3/3) Desa tersebut, diproyeksikan menjadi desa wisata di Danau Toba.

Semenjak menjadi menteri di Kabinet Indonesia Maju, baru kali ini Wishnutama menginjak kakinya di kawasan Danau Toba. Melihat keindahan alam dan pesona terbesar di Asia Tenggara itu, suami Gista Putri mengaku sangat takjub. “Selama perjalanan dari airport ke sini, saya melihat begitu indahnya pemandangan di sini. Langsung mendapat banyak inspirasi selama perjalanan ke sini,” ungkap Wishnu didampingi Direktur Utama (Dirut) Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba (BOPDT), Arie Prasetyo.

Menurut Wishnu, Desa Sigapiton merupakan proyeksi yang diinginkan Presiden Joko Widodo, agar ada desa wisata di Danau Toba sebagai daya tarik untuk kunjungan wisatawan dengan jumlah besar. Danau Toba, kata dia, bisa menjadi sumber pendapatan untuk masyarakat. Sigapiton menjadi salah satu yang punya potensi tinggi untuk dikembangkan jadi destinasi.

“Mungkin karena bapak ibu sekalian tinggal di sini selama ini dan tidak tahu betapa indahnya tempat ini. Tempat ini sangat luar biasa indahnya dan tidak kalah dengan pemandangan di Eropa sana atau di Amerika yang pernah saya lihat,” ungkapnya.

Wishnu kembali menekankan soal potensi besar yang dimiliki Sigapiton. Bukan hanya soal pariwisata, dia juga mengungatkan soal ekonomi kreatifnya. “Ekonomi kreatif juga potensi yang luar biasa untuk dikembangkan di sini. Oleh karena itu kemenparekraf dalam waktu dekat ini akan membentuk sebuah tempat yang kita sebut creatif hub untuk mencari potensi-potensi kemampuan ekonomi kreatif dari masyarakat sekitar sini,” ungkapnya.

Pembangunan infrastruktur dan ekonomi kreatif yang terus dibangun, lanjut Wishnu, tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat. “Kita ingin pariwisata dan ekonomi kreatif menciptakan kesejahteraan untuk seluruh masyarakat di sekitar Danau Toba maupun di Desa Sigapiton,” tandasnya. (gus)

KNIA Perketat Pemeriksaan

PERIKSA Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) memeriksa suhu tubuh penumpang yang baru datang dari luar negeri. Guna mengantisipasi penyebaran virus Corona ke Sumatera Utara, pengawasan di pintu masuk Sumatera Utara terus diperketat.
PERIKSA Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) memeriksa suhu tubuh penumpang yang baru datang dari luar negeri.

KUALANAMU, SUMUTPOS.CO – KANTOR Cabang PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Internasional Kualanamu memastikan, prosedur pencegahan penyebaran virus Covid-19 dijalankan sesuai ketentuan. Sejak beredar isu virus corona, PT Angkasa Pura II dengan instansi lainnya telah menjalankan aturan penanganan secara maksimal dan menggunakan standar operasional prosedur (SOP) yang ada. Upaya pencegahan dilakukan secara ketat dan intensif.

“Komunikasi dan koordinasi intensif dilakukan antara operator bandara, yakni PT Angkasa Pura II dengan Otoritas Wilayah II Bandara, Kantor Imigrasi, Karantina, Kepolisian, Kantor Kesehatan Pelabuhan, dan stakeholder lainnya. Ini untuk mengantisipasi penyebarann

virus corona melalui Bandara Kualanamu Internasional Airport,” kata Executive General Manager (EGM) Angkasa Pura II Kualanamu, Djodi Prasetyo, Selasa (3/3).

Tim Facilitation (FAL) dipimpin Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah II sudah diaktifkan sebagai wadah komunikasi dan koordinasi di antara stakeholder di Bandara KNIA. Fasilitas di KNIA juga telah dilengkapi berbagai sarana untuk mencegah penyebaran Covid-19 itu, selain adanya alat thermal scanner juga terdapat thermo gun, kapsul isolasi, hingga lebih banyak hand sanitizer serta adanya kegiatan pembagian masker secara berkala.

Kemudian, rencana kontingensi ke depan, apabila terdapat penumpang pesawat yang terdeteksi terjangkit Covid 19 itu, sudah ada langkah disiapkan. Apalagi, jika ada laporan dari pilot. “Semua sudah ada SOP, jika ada laporan dari pilot, maka pesawat diarahkan terlebih dahulu untuk menuju area karantina. Agar penyebaran virus tidak meluas,” ucapnya.

Di samping itu, penumpang dari luar negeri juga diharuskan mengisi formulir health alert card (HAC) guna memonitor kemungkinan penumpang pesawat terjangkit Covid-19. “Pemeriksaan di KNIA tidak hanya dilakukan terhadap penumpang pesawat namun juga terhadap pilot, awak pesawat dan penumpang yang datang dan terminal kargo yang dilakukan oleh Balai Karantina. Bukan itu saja, alat itu juga digunakan untuk pengawasan terhadap pilot, awak pesawat dan penumpang yang datang dan berasal dari negara terjangkit virus dimaksud,” ucapnya.

Kemudian, manajeman PT Angkasa Pura II kantor cabang Bandara KNIA juga mengimbau petugas penyelenggara kebandarudaraan khususnya di jajaran terdepan untuk memakai masker melindungi diri dari virus corona dan menjaga kebersihan diri. “Untuk mengantisipasi agar tidak terjangkit virus corona dan lainnya, pastinya kita dari PT Angkasa Pura II harus melindungi diri. Itu makanya kita harus memakai masker, sampai dengan kondisi atau status aman. Kepada para petugas bandara KNIA untuk selalu menjaga kesehatan diri dalam menjalankan tugas di KNIA dengan menggunakan masker dan menjaga kebersihan diri,” terangnya.

Penerbangan Internasional Turun 50 Persen

Djodi juga mengklaim, dengan adanya penghentian sementara penerbangan Internasional yang dilakukan maskapai, tidak berdampak secara keseluruhan terhadap bisnis Bandar Udara Internasional Kualanamu.

Djodi Prasetyo menjelaskan, penghentian hanya untuk penerbangan Internasional. Di sisi lain untuk penerbangan domestik mengalami peningkatan secara signifikan terang. Diketahui, Otoritas Kerajaan Arab Saudi akhir Februari 2020 lalu telah menghentikan sementara penerbangan dari Indonesia khususnya bagi warga yang ingin melaksanakan ibadah umrah. Demikian juga Otoritas Pemerintah Singapura menghentikan jadwal penerbangannya sementara dari dan ke Indonesia menyusul berjangkitnya wabah virus corona atau Covid-19 ini.

Bagi Pemerintah Indonesia mengambil langkah sama, melalui Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah menghimbau kepada pihak Airlines untuk sementara menghentikan penerbangannya ke kedua Negara tersebut hal ini dilakukan untuk menghormati kebijaksanaan yang diambil Kerajaan Arab Saudi maupun Singapura.

EGM Djodi Prasetyo melanjutkan, khusus dibulan Maret 2020 memang terjadi penurunan trafick di Bandara Kualanamu. Dibanding Januari 2020 saja kehilangan fligh Internasional pada maskapai Cayhay Pasifik sementara bulan Februari 2020 untuk penerbangan internasional pesawat Garuda rute Amsterdam dan London dipindahkan ke Jakarta tidak di Kualanamu lagi.

Untuk penerbangan domestik justru ada peningkatan karena adanya kebijaksanaan pemberian insentive dari pemerintah berupa diskon tiket pesawat sebesar 50 persen sehingga meningkatnya jumlah penumpang di Bandara Kualanamu.

Diketahui bahwa Pemerintah melalui menteri Perhubungan Budi Karya memutuskan untuk memberi diskon tiket pesawat sebesar50 persen ke rute 10 destinasi wisata, yaitu Batam, Denpasar, Yokjakarta, Labuhan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Silangit, Tanjung Pinang dan Tanjung Pandan, hal ni untuk meningkatkan arus penumpang ke Indonesia yang belakangan mengalami dampak terutama disektor pariwisata dan perhotelan akibat epedemi virus corona.

Kebijakan Insentif Transportasi dicanangkan pemerintah untuk menggairahkan sektor pariwisata nasional di tengah tantangan penyebaran global virus Corona (COVID-19).

Pengurangan jadwal penerbangan KNIA – Kuala Lumpur juga dilakukan pihak Malaysia Airlines ( MAS ) dari 64 jadwal turun menjadi 52 penerbangan dalam bulan Maret 2020 ini ( btr)