25.6 C
Medan
Tuesday, January 20, 2026
Home Blog Page 4434

Perampas Motor Modus Ban Kempes Ditembak

CURAS: Personel Polsek Medan Sunggal meringkus pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) dengan modus ban kempes, di Jalan Danau Singkarak.
CURAS: Personel Polsek Medan Sunggal meringkus pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) dengan modus ban kempes, di Jalan Danau Singkarak.
CURAS:  Personel Polsek Medan Sunggal meringkus pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) dengan modus ban kempes, di Jalan Danau Singkarak.
CURAS: Personel Polsek Medan Sunggal meringkus pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) dengan modus ban kempes, di Jalan Danau Singkarak.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Personel Polsek Medan Sunggal meringkus dua pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) dengan modus ban kempes, di Jalan Danau Singkarak, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat. Satu dari dua pelaku terpaksa ditembak kakinya karena melawan dan mencoba kabur. Sedangkan seorang lagi yang masih di bawah umur, tak memberikan perlawanan.

Pelaku yang ditembak berinisial SDC (19), warga Jalan Kapten Sumarsono Karya 5, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang. Sementara pelaku di bawah umur, yaitu DWH (16) warga Jalan Pembangunan, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia.

Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi, melalui Kanit Reskrim AKP Syarief Ginting mengatakan, terungkapnya kasus curas ini berdasarkan laporan korban bernama Riski Tarigan ke Polsek Medan Sunggal pada Jumat (29/2). Dalam laporannya, korban yang berstatus pelajar SMA ini menyebutkan, sewaktu pulang dari sekolah bertemu dengan kedua pelaku di kawasan Jalan Karya Kecamatan Sunggal.

“Salahseorang tersangka minta tolong untuk dibonceng karena ban sepeda motornya kempes. Tanpa rasa curiga, korban membantunya,” ujar Syarief, Selasa (3/3).

Namun belum berapa jauh naik motor, pelaku SDC menyuruh korban berhenti. Kemudian, pelaku langsung merampas dan membawa kabur sepeda motor yang digunakan korban.

“Berdasarkan laporan korban, diturunkan personel untuk melakukan penyelidikan di lapangan. Selanjutnya, pada hari Sabtu (1/3) sekira pukul 10.00 WIB, personel mendapat info bahwa kedua tersangka sedang berada di Jalan Gatot Subroto. Dengan gerak cepat, personel menuju lokasi tersebut dan mengikuti kedua tersangka sampai di Jalan Danau Singkarak,” beber Syarief.

Di lokasi itu, personel langsung melakukan penangkapan terhadap kedua pelaku tersebut. Setelah itu, melakukan pengembangan dan pencarian barang bukti sepeda motor milik korban yang ditemukan di sebuah rumah kosong Desa Mencirim Pondok, Kecamatan Kutalimbaru.

“Saat dilakukan pengembangan, pelaku SDC mencoba melarikan diri sehingga petugas melakukan tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan kakinya,” sebut Syarief.

Selanjutnya, pelaku SDC dibawa ke RS Bhayangkara Medan, Jalan KH Wahid Hasyim Medan. Setelah mendapat perawatan medis, pelaku dan rekannya DWH (16) diboyong ke Mapolsek Medan Sunggal.

Dari kedua pelaku, tambah Syarief, disita barang bukti satu unit sepeda motor Mio warna biru BK 5737 ABG, yang digunakan melakukan tindak pidana.

Selain itu, satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam merah BK 4736 AIX milik korban, baju kemeja warna merah milik tersangka, dibeli dari hasil kejahatan dan satu unit handphone milik tersangka.

“Kedua tersangka serta barang buktinya sudah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut,” tandasnya. (ris)

OTT Kasus Fee Proyek, Kadis Perkim Labuhanbatu dan 2 Staf Ditahan

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Sumut resmi menahan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Kadis Perkim) Kabupaten Labuhanbatu, Paisal Purba, dan 2 stafnya yaitu Zefri Hamsyah serta Kurnia Ananda, Selasa (3/3). Penahanan dilakukan menyusul penetapan status ketiganya sebagai tersangka, usai diperiksa selama 1×24 jam.

Sebelumnya, ketiganya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Cafe Millenial di Sisingamangaraja Raja, Senin (2/3).

Direktur Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Rony Santama membenarkan penahanan ketiga tersangka kasus pungli fee proyek tersebut.

“Ketiganya sudah kita tetapkan tersangka. Mulai hari ini (kemarin, red) ditahan di Mapolda Sumut,” ujar Rony lewat sambungan seluler.

Rony mengatakan, penyidik masih mengembangkan kasus yang bermula dari proyek pengadaan pekerjaan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Labuhanbatu tahun 2019.

“Masih kita kembangkan lagi, untuk mencari tersangka lain,” akunya.

Menurut Rony, tidak tertutup kemungkinan ada pejabat-pejabat lain yang terlibat kasus ini. Namun kepastiannya menunggu hasil penyidikan.

“Siapa saja bisa terlibat, tergantung penyidikan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, personel Ditrektorat Reskrimsus Polda Sumut melakukan OTT terhadap ketiga tersangka di Cafe Millenial, Senin (2/3) siang. Dari hasil OTT, petugas menyita barang bukti uang tunai Rp40 juta dalam amplop coklat bertuliskan Ilham Nasution, PT Telaga Pasir Kuta. Juga cek bertuliskan Rp1.445.000.000.

Ketiganya memiliki peran yang berbeda-beda. Zefri Hamsyah yang merupakan PNS Staf di Bagian Umum Dinas Perkim Kabupaten Labuhan Batu sebagai penerima uang. Sedangkan Kurnia Ananda yang juga PNS berperan sebagai sopir yang mengantarkan Zefri dan Paisal Purba.

“Kalau Kadisnya yang memerintahkan Zefri dan Kurnia untuk mengambil uang di lokasi penangkapan,” ucap Rony.

Ketiga tersangka diduga melanggar tindak pidana korupsi terkait pungli untuk mempercepat proses pembayaran 100 persen atas proyek pengadaan pekerjaan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Labuhan Batu tahun 2019. (ris)

Cuci Uang Sabu Miliaran Rupiah, Kakak Beradik Divonis 3 Tahun Penjara

SIDANG: Dua kakak beradik terdakwa kasus pencucian uang hasil transaksi sabu, menjalani sidang putusan di PN Medan, Selasa (3/3). Agusman/Sumut Pos
SIDANG: Dua kakak beradik terdakwa kasus pencucian uang hasil transaksi sabu, menjalani sidang putusan di PN Medan, Selasa (3/3). Agusman/Sumut Pos
SIDANG: Dua kakak beradik terdakwa kasus pencucian uang hasil transaksi sabu, menjalani sidang putusan di PN Medan, Selasa (3/3). Agusman/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kakak beradik Indah Trie Utami dan Tubagus Kusuma Wardhana divonis 3 tahun, masing-masing 1 tahun 6 bulan penjara, dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan. Kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) transaksi narkoba jenis sabu senilai miliaran rupiah.

“Mengadili, menyatakan kedua terdakwa terbukti sah bersalah dan meyakinkan melanggar Pasal 3 jo Pasal 10 No 8 Tahun 2010 Tentang TPPU,” ucap hakim ketua Erintuah Damanik, dalam amar putusannya yang dibacakan di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (3/3).

Majelis hakim mengatakan, hal yang memberatkan kedua terdakwa adalah perbuatan mereka memuluskan Ferdy Sanjaya Sembiring dalam melakukan pencucian uang dalam kasus jual beli narkoba jenis sabu. “Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum,” katanya.

Atas putusan ini, baik kedua terdakwa dan jaksa penuntut umum (JPU) kompak menyatakan pikir-pikir.

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan JPU Nurhayati Ulfia, yang semula menuntut kedua terdakwa masing-masing 2 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan.

Sebelumnya, kasus ini terkuak setelah Ferdy Sanjaya Sembiring, selaku warga binaan LP Tanjunggusta —disebut-sebut merupakan otak pelaku kejahatan TPPU—, menyuruh terdakwa Indah dan Tubagus melakukan pencucian uang.

Dikutip dari surat dakwaan JPU, awalnya terdakwa Indah Trie Utami dikenalkan Atika Zahara (istri Ferdi Sanjaya Sembiring) kepada suaminya. Setelah dikenalkan, Ferdi menyuruh Indah membuka rekening dengan alasan keperluan bisnisnya.

Pada tanggal 13 Februari 2018, terdakwa membuka Rekening BCA atas nama Indah Trie Utami nomor rekening 3491371208. Kemudian pada tanggal 26 Februari 2018, terdakwa membuka rekening BRI Britama atas nama Indah Trie Utami, nomor rekening 0404-01-022410-50-2.

Pada tanggal 27 April 2018, terdakwa membuka rekening BNI 46 Cabang Pembantu Tomang Elok atas nama Indah Trie Utami Nomor Rekening 0707389991. Kemudian, tanggal 14 September 2018 membuka rekening Mandiri Cabang Kampung Lalang, Jalan Kelambir V Medan atas nama Indah Trie Utami Nomor Rekening 106-00-1284220-2. Untuk semua rekening itu, terdakwa menyerahkan m-banking kepada saksi Ferdi.

Selanjutnya, terdakwa dengan menggunakan ATM yang dikuasainya atas nama terdakwa sendiri, ATM atas nama Agustina, dan ATM atas nama Tubagus Kusuma Wardhana, melakukan transaksi mencapai miliaran rupiah. (man)

Akhyar Belajar Tata Kelola Stadion Sepakbola ke Semarang

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi mengunjungi stadion sepakbola Citarum, home base PSIS Semarang. Kunjungan itu untuk mengetahui bagaimana pengelolaan stadion dan kerjasamanya dengan pihak swasta.

Akhyar mengunjungi Kota Semarang guna mengetahui tata kelola kota tua plus pengelolaan sarana dan prasarana olahraga. Sebab, dalam empat tahun terakhir ini Wali Kota Semarang Hendrar Priadi telah berhasil mengubah wajah Kota Semarang.

Sesampainya Akhyar di Stadion Citarum, Akhyar langsung menggesek-gesekkan sepatunya di rumput sintetis. Bahkan, dia tambah senyum-senyum saat melihat anak-anak usia 16 tahun PSIS sedang latihan.

“Aku kalau begini lapangannya tertantang main bola, padahal kaki ini untuk lari saja sudah gak bisa. Dulu aku main bola, lutut ku cidera, jadi kalau sekarang untuk lari susah. Paling tendang-tendang biasa gini ajalah,” kata Akhyar sambil menendang-nendang bola.

Setelah selesai memainkan bola, Akhyar berdiskusi dengan pengelola PSIS sekaligus pengelola Stadion Citarum, yang baru-baru ini sudah mendapatkan mandat dari Pemko Semarang.

Dari diskusi tersebut, Akhyar mengaku, tata kelola pengelolan Stadion Citarum bisa dicontoh oleh Pemko Medan untuk menyerahkan pengelolaan kepada pihak ketiga, seperti PSMS Medan.

“Ternyata Pemko Semarang sudah menandatangi MoU kerjasama dengan PSIS sebagai pengelola stadion, dan dikenakan tarif Rp1 miliar per tahun. Selama ini, Pemko Semarang hanya mampu mendapatkan pendapatan hanya dikisaran Rp400 juta dari target Rp800 juta per tahun. Ini sangat perlu dicontoh,” ucapnya.

Dia menyebutkan, setelah Pemko Semarang sudah mendapatkan pembiayaan untuk merenovasi rumputnya, dari rumput biasa ke sintetis dan pihak pengelola PSIS melakukan renovasi stadion yang menghabiskan anggaran Rp2.4 M. Kini, Stadion Citarum membuat siapapun yang hadir ingin bermain bola.

“Pelajaran ini ingin saya coba dan kaji dengan tim bagaimana bisa membuat tata kelola stadion secara profesional, dengan target PAD tercapai serta masyarakat tetap boleh memakainya,” ujarnya didampingi sejumlah pejabat eselon II seperti Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan, M Husni, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Irwan Ritonga, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Benny Iskandar, PLT Kepala Dinas Pekerjaan Umum Zulfansyah, Kepala Dinas Perhubungan Iswar Lubis, Kepala Dinas Pariwisata Agus Suriyono serta sejumlah pejabat eselon III lainnya.

Sebelumnya, Akhyar juga mengunjungi Gelanggang Olahraga (GOR) Tri Lomba Juang. Dalam kunjungan itu, ia melihat fasilitas olahraga seperti lintasan lari yang sudah standart internasional, arena skate board, basket, bulu tangkis dan tenis. Total pembangunan yang dihabiskan oleh Pemko Semarang sekitar Rp40 an miliar.

Mendengar angka Rp40 miliar dengan alokasi penganggaran multiyears, Akhyar langsung diskusi dengan Kadis DPKPPR dan Bappeda. Dalam perbincangan singkat itu, akhirnya mereka bertiga bubar dengan senyum sambil berjalan melihat satu persatu fasilitar GoR.

Kini, sejak GOR Tri Lomba Juang selesai di bangun, masyarakat sangat antusias. Bahkan, GOR ini sudah menjadi ajang kumpul anak-anak milenial kota Semarang. (adz)

Microsoft & Telkomsel Umumkan Kemitraan Strategis dalam Edge Computing Berbasis AI untuk Industri 4.0 di Indonesia

Direktur Marketing Telkomsel Rachel Goh, Direktur IT Telkomsel Bharat Alva, Direktur Sales Telkomsel Ririn Widaryani, Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro, President Director Microsoft Indonesia Haris Izmee, President Microsoft Asia Pacific Andrea Della Mattea dan CEO Microsoft Satya Nadella usai penandatanganan Memorandum of Understanding antara Microsoft Indonesia dan Telkomsel di Jakarta, Kamis (27/2). Kerjasama strategis ini juga semakin memperkuat keseriusan Telkomsel untuk menggarap segmen Enterprise. Selama ini, Telkomsel juga telah berkolaborasi dengan berbagai mitra untuk menyediakan layanan digital untuk memenuhi kebutuhan segmen Enterprise, terutama untuk IoT, Big Data, Data Secured Access, Mobile Device Management, Cloud, dan lainnya.
Direktur Marketing Telkomsel Rachel Goh, Direktur IT Telkomsel Bharat Alva, Direktur Sales Telkomsel Ririn Widaryani, Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro, President Director Microsoft Indonesia Haris Izmee, President Microsoft Asia Pacific Andrea Della Mattea dan CEO Microsoft Satya Nadella usai penandatanganan Memorandum of Understanding antara Microsoft Indonesia dan Telkomsel di Jakarta, Kamis (27/2). Kerjasama strategis ini juga semakin memperkuat keseriusan Telkomsel untuk menggarap segmen Enterprise. Selama ini, Telkomsel juga telah berkolaborasi dengan berbagai mitra untuk menyediakan layanan digital untuk memenuhi kebutuhan segmen Enterprise, terutama untuk IoT, Big Data, Data Secured Access, Mobile Device Management, Cloud, dan lainnya.
Direktur Marketing Telkomsel Rachel Goh, Direktur IT Telkomsel Bharat Alva, Direktur Sales Telkomsel Ririn Widaryani, Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro, President Director Microsoft Indonesia Haris Izmee, President Microsoft Asia Pacific Andrea Della Mattea dan CEO Microsoft Satya Nadella usai penandatanganan Memorandum of Understanding antara Microsoft Indonesia dan Telkomsel di Jakarta, Kamis (27/2). Kerjasama strategis ini juga semakin memperkuat keseriusan Telkomsel untuk menggarap segmen Enterprise. Selama ini, Telkomsel juga telah berkolaborasi dengan berbagai mitra untuk menyediakan layanan digital untuk memenuhi kebutuhan segmen Enterprise, terutama untuk IoT, Big Data, Data Secured Access, Mobile Device Management, Cloud, dan lainnya.
Direktur Marketing Telkomsel Rachel Goh, Direktur IT Telkomsel Bharat Alva, Direktur Sales Telkomsel Ririn Widaryani, Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro, President Director Microsoft Indonesia Haris Izmee, President Microsoft Asia Pacific Andrea Della Mattea dan CEO Microsoft Satya Nadella usai penandatanganan Memorandum of Understanding antara Microsoft Indonesia dan Telkomsel di Jakarta, Kamis (27/2). Kerjasama strategis ini juga semakin memperkuat keseriusan Telkomsel untuk menggarap segmen Enterprise. Selama ini, Telkomsel juga telah berkolaborasi dengan berbagai mitra untuk menyediakan layanan digital untuk memenuhi kebutuhan segmen Enterprise, terutama untuk IoT, Big Data, Data Secured Access, Mobile Device Management, Cloud, dan lainnya.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Microsoft dan Telkomsel telah membentuk kemitraan strategis untuk menerapkan teknologi terbaru yang dapat memungkinkan daerah-daerah terpencil di Indonesia memiliki akses untuk konektivitas tingkat tinggi serta solusi serupa yang ada di kota-kota besar. Kemitraan ini memanfaatkan inovasi Telkomsel dalam penawaran jaringan LTE dan jaringan 5G yang akan datang, memungkinkan infrastruktur jaringan yang tersebar secara geografis untuk memproses data yang lebih dekat kepada para pembuat keputusan serta solusi teknologi baru dan khusus di daerah terpencil.

Kolaborasi kemampuan teknis cloud Microsoft yang mencakup Cloud EdgeArtificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan hub data, bila digabungkan dengan jaringan Telkomsel akan menghasilkan latensi yang lebih rendah antara perangkat dan cloud serta menghasilkan solusi baru untuk masa depan konsumen dan bisnis.

Nota Kesepahaman antara Telkomsel dan Microsoft ditandatangani oleh Presiden Direktur Microsoft Indonesia Haris Izmee dan Chief Executive Officer Telkomsel Setyanto Hantoro serta disaksikan oleh CEO Microsoft Satya Nadella, dalam acara //Dev Con/ Microsoft Indonesia Digital Economy Summit di Jakarta minggu lalu. Melalui kolaborasi ini, Microsoft akan memfasilitasi pemberdayaan teknis dan penjualan, menyiapkan program pengembangan, menyediakan sumber daya penjualan, dan membantu Telkomsel meningkatkan kemampuan penjualan mereka.

Telkomsel akan meningkatkan kemampuan teknis dan kompetensinya untuk mengadopsi dan meningkatkan solusi dari Microsoft dalam penawaran TI-nya ke sektor internasional, komersial, dan pengguna Telkomsel. Mereka juga akan mengembangkan solusi digital utama bagi perusahaan dengan memanfaatkan platform teknologi Microsoft untuk sektor industri energi dan manufaktur, dengan menawarkan layanan IoT, Data Hub, dan AI.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, “Telkomsel sangat senang bisa berkolaborasi dengan Microsoft. Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen kami untuk terus berkontribusi memajukan Indonesia dengan memastikan penyebaran jaringan yang sama serta memberikan akses tanpa batas ke teknologi digital terbaru di seluruh Indonesia. Kami berharap kolaborasi antara Telkomsel dan Microsoft akan meningkatkan daya saing dan kualitas hidup di Indonesia, juga meningkatkan kinerja bisnis melalui penerapan teknologi digital yang terintegrasi.”

Presiden Direktur Microsoft Indonesia Haris Izmee mengatakan, “Melalui kemitraan ini, Microsoft dan Telkomsel siap menyatukan kemampuan dan sumber daya dari kedua perusahaan untuk memperluas hubungan bisnis dan mencapai tujuan bersama kami. Sesuai dengan fokus Microsoft pada transformasi digital, kami berkolaborasi untuk membangun proyek percontohan di atas infrastruktur Private LTE Telkomsel dengan penerapan Azure Stack Edge untuk mendukung pelanggan di daerah terpencil yang membutuhkan konektivitas internet dan solusi AI.”

Kemitraan strategis ini memperkuat fokus Telkomsel pada segmen Enterprise. Telkomsel  juga telah berkolaborasi dengan berbagai mitra untuk menyediakan layanan digital untuk memenuhi kebutuhan segmen Enterprise, terutama untuk IoT, Big Data, Data Secured Access, Mobile Device Management, Cloud, dan lainnya.

Microsoft dan Telkomsel sepakat untuk mengembangkan IoT dengan memanfaatkan evolusi fungsi jaringan Microsoft dan teknologi utama untuk memungkinkan jaringan hibrida cloud IoT yang diperluas. Selain itu, kedua pihak sepakat untuk mempromosikan kegiatan pemasaran dan komunikasi pada solusi teknologi informasi untuk meningkatkan pengaruh pasar dan memberikan nilai tambah kepada pelanggan.

Microsoft baru saja merayakan 25 tahun kehadirannya di Indonesia dengan menggelar //Dev Con/ Microsoft Indonesia Digital Economy Summit – konferensi developer terbesar di Asia Pasifik, dalam kemitraan dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (KOMINFO) pada Kamis, 27 Februari 2020. Lebih dari 4.500 peserta terdaftar, lebih dari 700 perusahaan rintisan dan lebih dari satu juta penonton telah belajar mengenai investasi Microsoft dalam mengembangkan dan memajukan Indonesia serta peran penting yang dimainkan para developer karena setiap bagian dari kehidupan kita ditransformasikan melalui komputasi.

Relawan Bobby Siap Door to Door

RELAWAN: Para ibu-ibu relawan pemenang Pilkada Medan foto bersama Bobby Nasution di Media Center Bobby Nasution Jalan Cik Ditiro Medan, Senin (2/3)
RELAWAN: Para ibu-ibu relawan pemenang Pilkada Medan foto bersama Bobby Nasution di Media Center Bobby Nasution Jalan Cik Ditiro Medan, Senin (2/3)
RELAWAN: Para ibu-ibu relawan pemenang Pilkada Medan foto bersama Bobby Nasution di Media Center Bobby Nasution Jalan Cik Ditiro Medan, Senin (2/3)
RELAWAN: Para ibu-ibu relawan pemenang Pilkada Medan foto bersama Bobby Nasution di Media Center Bobby Nasution Jalan Cik Ditiro Medan, Senin (2/3)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dukungan kepada Bakal Calon (Bacalon) Wali Kota Medan Bobby Nasution terus mengalir. Bahkan ratusan relawan siap door to door ke rumah warga demi memenangkan Bobby di Pilkada Medan pada 23 September 2020 nanti. Dukungan disampaikan mereka di Media Center Bobby Nasution Jalan Cik Ditiro Medan, Senin (2/3).

Bobby Nasution yang hadir dalam acara itu menegaskan semua yang hadir di kegiatan pembentukan relawan itu adalah tim. “Kita berkolaborasi untuk satu tujuan menjadikan Medan Berkah. Kota Medan yang besar tidak hanya sekadar nama, tapi juga gagasan pembangunan dan kesejahteraan serta keberkahan rakyatnya,” kata Bobby disambut yel-yel relawan.

Jebolan S2 Agribisnis IPB itu mengakui pemilihan Walikota Medan merupakan kiprah pertamanya dalam dunia politik. Namun tekadnya maju di Pilkada Medan ini semata untuk memperbaiki Kota Medan menjadi lebih baik.

“Bukan untuk mencari kaya diri sendiri. Saya ingin tunjukkan hasil yang bagus untuk Kota Medan. Masyarakat akan lihat itu,” kata Bobby.

Suami Kahiyang Ayu itu juga mengatakan, perjalanan sejauh ini merupakan kerja tim relawan.

“Saat saya diberi amanah untuk memimpin Medan pun nanti, semua itu atas bantuan saudara-saudara relawan semua,” kata dia disambut tepuk tangan meriah para relawan. Selepas memberikan arahan kepada relawan, Bobby langsung diserbu ibu-ibu relawan untuk berselfie ria.

Di hari itu, relawan door to door diberikan pelatihan oleh praktisi berpengalaman, Muhammad Jibril.

Para relawan yang hadir mendapatkan pelatihan, bagaimana harus bertindak di lapangan ketika bertemu langsung dengan masyarakat.

“Karena kita para relawan adalah penyambung lidah untuk menyampaikan visi-misi bang Bobby Nasution kepada masyarakat,” kata Jibril.

Dijelaskan Jibril relawan door to door ini adalah perwakilan di setiap kelurahan.

Di tempat yang sama, Samuel Nababan perwakilan tim Bobby Nasution menjelaskan kepada para relawan bahwa Bobby Nasution ingin membenahi Medan dengan membentuk super team.

“Bobby bukan superman yang bisa segalanya. Tapi dia ingin kolaborasi sama semua untuk menjadikan Medan berkah,” kata Samuel.

Syawal Keong Relawan dari Kelurahan Sukamaju Medan Johor menegaskan siap bekerja mengenalkan dan memenangkan Bobby Nasution di daerahnya.

“Kami siap menangkan Bang Bobby, karena memang dia itu sudah dikenal di daerah kami. Maka kami akan lebih menyampaikan visi-misi beliau dan ke depannya kami siap memenangkan,” kata Syawal. (rel/azw)

Jelang Pilakda Kota Medan: PSI Beri Sinyal ke Bobby

RELAWAN: Para ibu-ibu relawan pemenang Pilkada Medan foto bersama Bobby Nasution di Media Center Bobby Nasution Jalan Cik Ditiro Medan, Senin (2/3)

MEDAN, SUMUTPOS.Co – Ada dua partai politik yang telah menyatakan dukungannya secara terang-terangan kepada sang menantu Presiden RI Joko Widodo, Bobby Afif Nasution di Pilkada Medan 2020. Dua partai itu; Partai NasDem dan Golkar.

Diketahui, baik NasDem dan Golkar adalah masing-masing partai yang memiliki 4 kursi di DPRD Medan. Walaupun belum memberikan dukungan secara resmi, namun lontaran yang keluar dari para petinggi kedua partai itu di dewan pimpinan pusat (DPP) dinilai sebagai sinyal kuat dukungan partai kepada Bobby yang ingin maju sebagai Calon Wali Kota Medan tersebut.

Berbeda dengan NasDem dan Golkar, DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Medan, yang memiliki 2 kursi di DPRD Medan justru mengaku belum mendapatkan keputusan dari pusat. Namun, mereka tak menampik bahwa pihaknya berharap bahwa DPP juga akan mendukung Bobby Nasution di Pilkada Medan.

“Semoga PSI juga (ikut mendukung Bobby). Tapi memang sampai saat ini kita belum ada dapat keputusan dari DPP soal Pilkada Medan,” ucap Ketua DPD PSI Kota Medan, Renville Napitupulu kepada Sumut Pos, Senin (2/3).

Dikatakan Renville, pihaknya di DPD Medan telah membuka penjaringan untuk Bakal Calon (Bacalon) Wali Kota dan Wakil Waki Kota Medan, begitu juga di Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Sumut. Namun dalam perjalanan penjaringan itu, nama Bobby Afif Nasution memang belum ada mendaftarkan diri.

“Ada 12 nama yang mendaftar di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Medan kemarin, termasuk pak Akhyar Nasution dan sejumlah nama lainnya seperti Rusdi Sinuraya, Hamdan Simbolon dan lain-lain,” ujarnya.

Namun begitu, kata Renville, tidak mendaftarnya Bobby ke penjaringan yang dibuka DPD PSI Kota Medan, tidak menutup kemungkinan PSI untuk mendukung Bobby Nasution di Pilkada Medan.

“Karena Bobby bisa saja mendaftar langsung ke DPP. Dan nantinya keputusan juga adanya di DPP, bukan di kita. Kita di DPD dan DPW hanya bisa menjaring dan sifatnya juga administratif saja. Jadi kita tunggu saja, siapa nanti yang akan diputuskan DPP untuk diusung di Pilkada Medan,” tutupnya.

Menanggapi hal ini, pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Dr Warjio mengatakan kemungkinan PSI untuk mendukung Bobby di Pilkada Medan sangat besar.

“Pertama, PSI itu merupakan partai politik yang memiliki identitas diri sebagai partai kaum millenial. Kita ketahui, saat ini Bobby memang masuk ke dalam kategori bacalon wali kota yang merupakan tokoh muda. Walau bukan satu-satunya, tapi Bobby termasuk ke dalamnya. Sebagai tokoh muda, beliau juga masuk kedalam Bakal Calon dengan elektabilitas yang tertinggi saat ini,” katanya.

Kedua, kata Warjio, kondisi PSI yang kerap seiring sejalan dengan PDIP dalam setiap moment politik menjadi salah satu barometer sejalannya dukungan PSI dengan PDIP di Pilkada Medan.

“Lalu bila PDIP nantinya memang mendukung Bobby di Pilkada Medan, kemungkinan PSI untuk turut mendukung Bobby juga sangat besar. Bila NasDem, Golkar dan PSI mendukung Bobby di Pilkada Medan, hal itu sangat wajar dan memang sudah bisa dipetakan sebelumnya. Tapi kembali lagi, dinamika politik dapat membuat segala hal berubah,” pungkasnya. (map/azw)

Tanda Perguruan Tinggi di Sumut Semakin Baik

TEKS/FOTO: DEDDI MULIA PURBA PROFESSOR: Ketua Yayasan Universitas Tengku Amir Hamzah, Dr H OK Chairuddin SH, menyerahkan SK Pengangkatan Guru Besar kepada Prof Dr Tarmizi SH, MHum disaksikan Kepala LLDikti Wilayah I Prof Dian Armanto MPd, MA, MSc, PhD.
TEKS/FOTO: DEDDI MULIA PURBA PROFESSOR: Ketua Yayasan Universitas Tengku Amir Hamzah, Dr H OK Chairuddin SH, menyerahkan SK Pengangkatan Guru Besar kepada Prof Dr Tarmizi SH, MHum disaksikan Kepala LLDikti Wilayah I Prof Dian Armanto MPd, MA, MSc, PhD.

Kepala LLDikti Wilayah I Prof Dian Armanto MPd, MA, MSc, PhD Serahkan SK Pengangkatan Dua Guru Besar

TEKS/FOTO: DEDDI MULIA PURBA PROFESSOR: Ketua Yayasan Universitas Tengku Amir Hamzah, Dr H OK Chairuddin SH, menyerahkan SK Pengangkatan Guru Besar kepada Prof Dr Tarmizi SH, MHum disaksikan Kepala LLDikti Wilayah I Prof Dian Armanto MPd, MA, MSc, PhD.
TEKS/FOTO: DEDDI MULIA PURBA PROFESSOR: Ketua Yayasan Universitas Tengku Amir Hamzah, Dr H OK Chairuddin SH, menyerahkan SK Pengangkatan Guru Besar kepada Prof Dr Tarmizi SH, MHum disaksikan Kepala LLDikti Wilayah I Prof Dian Armanto MPd, MA, MSc, PhD.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto MPd, MA, MSc, PhD menyerahkan SK pengangkatan Guru Besar di Kantor LLDikti Wilayah I, Senin (2/3).

Dua guru besar baru tersebut merupakan guru besar ke-46 dan ke-47 di lingkungan LLDikti Wilayah I Sumut adalah Prof Dr Tarmizi SH, MHum (Rektor Universitas Tengku Amir Hamzah) dan Prof Dr Hardi Tambunan MPd.

Prof Dian Armanto MPd, MA, MSc, PhD menaruh harapan besar kepada dua guru besar di lingkungan LLDikti Wilayah I Sumut.

“Ini sebagai pertanda bahwa kualitas suatu perguruan tinggi semakin bagus. Semakin banyak guru besar, akan semakin banyak ilmu-ilmu dan teknologi yang akan disharing,” ucapnya.

Penambahan dua guru besar ini diharapkan mendorong peningkatan kualitas dosen dan mahasiswa serta, peningkatan kualitas program studi, fakultas hingga perguruan tinggi di Sumut.

“Pada 2020 ini juga ada pengangkatan 10 guru besar dari tujuh perguruan tinggi di Sumut,” katanya.

Kepala LLDikti Sumut mengakui, jumlah guru besar di Sumut harus harus ditambah.

“Saat ini baru ada 47 guru besar yang dipunyai 20-an perguruan tinggi swasta. Jadi guru besar itu berat karena harus doktor yang harus punya tulisan di jurnal scopus dan sinta. Kita dorong melaksanakan penelitian mandiri dan hibah Dikti,” jelasnya.

Saat ini baru ada 468 dosen bergelar doktor di Sumut. Ke depan diharapkan sedikitnya 40 persen dosen di Sumut harus bergelar doktor. Kita berharap 10 persen dari jumlah doktor di Sumut dapat menjadi guru besar.

“Karena perlu kerja keras dari para doktor di Sumut,” sebut Dian Armanto.

Menyikapi program kampus merdeka yang sedang dikembangkan pemerintah, Kepala LLDikti Wilayah I Sumut merencanakan ada ada kegiatan sosialisasi bagi pimpinan perguruan tinggi yang akan disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di Medan.

“Sosialisasi akan dilaksanakan untuk meraih hasil yang diinginkan dari aturan tersebut. Kita juga berharap ada juklak operasional dari Dirjen Dikti,” katanya.

Konsep kampus merdeka di antaranya memberi kemudahan untuk membuka program studi baru, mahasiswa dapat memilih kompetensi lain di luar program studinya dan akreditasi.

Kepala LLDikti Wilayah I Sumut pun berpesan agar ada peningkatan kerja sama antar-perguruan tinggi di Sumut.

Atas penyerahan SK Guru Besar ini, Ketua Yayasan Universitas Tengku Amir Hamzah, Dr H OK Chairuddin SH mewakili penerima SK Guru Besar dan pimpinan dua perguruan tinggi menyampaikan ucapan terima kasih terhadap pimpinan LLDikti Wilayah I Sumut. Dia pun meminta lembaga ini terus memberi perhatian pada perguruan tinggi di Sumut. (*)

BJB Raih Laba Rp1,56 Triliun

PERS: Direksi Bank BJB saat konferensi pers Analyst Meeting Full Year 2019 Bank BJB di The Ritz Carlton Pacific Palace, Jakarta, Jumat (28/2). ist/sumutpos
PERS: Direksi Bank BJB saat konferensi pers Analyst Meeting Full Year 2019 Bank BJB di The Ritz Carlton Pacific Palace, Jakarta, Jumat (28/2). ist/sumutpos
PERS:  Direksi Bank BJB saat konferensi pers Analyst Meeting Full Year 2019 Bank BJB di The Ritz Carlton Pacific Palace, Jakarta, Jumat (28/2). ist/sumutpos
PERS: Direksi Bank BJB saat konferensi pers Analyst Meeting Full Year 2019 Bank BJB di The Ritz Carlton Pacific Palace, Jakarta, Jumat (28/2). ist/sumutpos

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (Bank BJB) menorehkan kinerja positif sepanjang 2019. Bank yang bermarkas di Bandung itu mampu meraih laba bersih sekitar Rp 1,56 triliun di tengah ketidakpastian situasi perekonomian global yang ditandai dengan perlambatan laju pertumbuhan.

Pertumbuhan laba tersebut diikuti penambahan nilai aset yang terkerek total nilai aset Bank BJB dan anak perusahaan yang mencapai Rp 123,5 triliun atau tumbuh sebesar 2,8 persen year on year (y-o-y). Sektor kredit yang menjadi ujung tombak utama Bank BJB dalam mendongkrak pendapatan tumbuh 8,7 persen y-o-y menjadi Rp 81,9 triliun.

Pertumbuhan total kredit itu di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional yang berada di kisaran 6,97 persen (per November 2019). Kredit konsumer menjadi penyokong utama dengan pertumbuhan 9,4 persen.

Bank BJB juga berhasil menekan angka kredit macet dan bermasalah (non-performing loan) di kisaran 1,58 persen, jauh di bawah rata-rata industri perbankan nasional yang tercatat 2,77 persen (per November 2019).

Adapun jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun Bank BJB bertumbuh sebesar 2,7 persen y-o-y menjadi sebesar Rp 89,3 triliun. Bank BJB juga berhasil meningkatkan porsi dana murahnya atau Current Account Saving Account (CASA) di level 49,6 persen.

Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi mengatakan, catatan positif itu menunjukan kekuatan kinerja perseroan pimpinannya sepanjang 2019. Bank BJB mencapai hasil positif itu di tengah fokusnya pada upaya mendorong berbagai program peningkatan ekonomi pemerintah dan inovasi pelayanan secara konstan dan gradual demi menyongsong situasi kompetisi ke depan, serta seiring dengan keberlanjutan usaha yang konsisten searah dengan program pemerintah pusat maupun daerah.

“Visi pertumbuhan berkualitas dan berkelanjutan tetap kami jaga. Di tengah kondisi perekonomian secara makro yang masih mengalami ketidakpastian, likuiditas yang ketat serta tekanan suku bunga, kami masih dapat menjaga catatan laju pertumbuhan positif,” kata Yuddy dalam Analyst Meeting Full Year 2019 Bank BJB di The Ritz Carlton Pacific Palace, Jakarta, Jumat (28/2).

Yuddy menambahkan, Bank BJB merasa optimistis dan percaya diri menyambut tahun 2020. Terlebih, Bank BJB telah menyusun strategi ekspansi usaha guna menunjang strategi untuk mengakselerasi pertumbuhan sepanjang tahun.

Salah satu strategi itu melalui Penawaran Umum Berkelanjutan II (PUB II) Obligasi Subordinasi Bank BJB senilai Rp 500 miliar. Dana yang dihimpun tersebut untuk membantu kebutuhan ekspansi bisnis oerseroan melalui permodalan tier 2.

“Ketersediaan dana yang terkumpul diharapkan akan makin memberi tenaga guna menambah daya gedor penetrasi perseroan,” tuturnya.

Untuk menunjang operasional, Bank BJB akan terus mengembangkan dan memperbarui berbagai produk dan jasa layanan keuangan. Menurut Yuddy, inovasi itu untuk memberikan pengalaman bagi nasabah dalam bertransaksi yang lebih nyaman, praktis sekaligus efisien. (jpnn/ram)

Dipicu Kenaikan Harga Cabai Merah dan Kentang, Febuari 2020, Sumut Alami Inflasi 0,13 Persen

RAPI: Pedagang sedang merapikan barang dagangnnya berupa cabai merah di Pasar Petisah, Medan, beberapa waktu yang lalu.
RAPI: Pedagang sedang merapikan barang dagangnnya berupa cabai merah di Pasar Petisah, Medan, beberapa waktu yang lalu.
RAPI: Pedagang sedang merapikan barang dagangnnya berupa cabai merah di Pasar Petisah, Medan, beberapa waktu yang lalu.
RAPI: Pedagang sedang merapikan barang dagangnnya berupa cabai merah di Pasar Petisah, Medan, beberapa waktu yang lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatera Utara (Sumut) pada bulan Febuari 2020 mengalami inflasi 0,13 persen. Hal itu, salah satunya dipicu kenaikan harga cabai merah.

Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi menjelaskan tiga kota yang mengalami inflasi yakni Medan sebesar 0,34 persen, Sibolga sebesar 0,69 persen dan Pematangsiantar sebesar 0,14 persen.

Sementara dua kota IHK lainnya yang mengalami deflasi yakni Padangsidempuan sebesar 0,01 persen dan Gunung Sitoli sebesar 0,73 persen.

“Dengan demikian maka di bulan Februari Sumut alami inflasi sebesar 0,13 persen,” sebut Syech.

Selain cabai merah, Syech mengungkapkan pemicu inflasi dikarenakan kenaikah harga seperti bawang putih, biaya fotocopy, kentang, kemeja pendek katun pria, beras dan sawi hijau.

“Kalau kita lihat lebih jauh, cabai merah memberi andil inflasi terbesar di tiga kota yang mengalami IHK,” jelas Syech.

Dari segi kelompok, perawatan diri menjadi penyumbang terbesar.

Namun begitu, Syech menambahkan inflasi 0,13 persen di Sumut lebih rendah dari inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,28 persen di bulan Febuari 2020 ini. (gus/ram)