Home Blog Page 4434

Pandemi Corona, Wartawan Profesional Diusulkan Dapat Fasilitas JPS

Menkominfo RI Johnny G Plate dalam video conference dengan Dewan Pers, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Pimpinan Redaksi Media Nasional, Jumat (3/4) malam.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI Johnny G Plate berjanji menyampaikan usulan untuk memberikan stimulus pada perusahaan pers, berupa subsidi pembelian bahan baku (kertas) dan atau langkah pemberian keringanan pajak kertas, kepada pemerintah (c/q Menteri Keuangan RI).

Keringanan pajak itu khususnya kepada media cetak di daerah yang kian terpuruk akibat naiknya dolar AS. Kondisi ini memicu kenaikan harga kertas. Selain itu, perusahaan pers juga menghadapi menurunnya pendapatan dari iklan, dan berkurangnya pembeli/pembaca serta naiknya biaya operasional.

Janji tersebut disampaikan Menkominfo RI Johnny G Plate dalam video conference dengan Dewan Pers, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Pimpinan Redaksi Media Nasional, Jumat (3/4) malam. Dewan Pers dipimpin langsung Wakil Ketua Hendry CH Bangun, hadir juga Dr. Agus Sudibyo. Ketua Dewan Pers Prof. Mohammad Nuh berhalangan hadir.

Dewan Pers dipimpin langsung Wakil Ketua Hendry CH Bangun, ikut dalam video conference dengan menkominfo. Hadir juga Dr. Agus Sudibyo. Sedangkan Ketua Dewan Pers Prof. Mohammad Nuh berhalangan hadir.

Diberitakan sebelumnya, Serikat Perusahaan Pers (SPS)- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersama pimpinan media di Sumatera Utara, Rabu (1/4) melalui pernyataan bersama menyampaikan harapan agar pemerintah tidak mengabaikan pers. Karena dalam situasi pandemi Virus Corona media cetak di Sumatera Utara terancam tutup alias berhenti beroperasi.

Terkait hal itu, SPS-PWI dan pimpinan media di Sumatera Utara mengharapkan pemerintah pusat menaruh perhatian terhadap keberlangsungan media cetak di daerah. Karena berkurangnya pendapatan iklan dan tergerusnya oplah, sangat memberatkan semua media cetak di Sumatera Utara. Apalagi dari kucuran dana digelontorkan pemerintah senilai Rp405,1 triliun untuk menanggulangi pandemi Cvpid-19 di Indonesia, pekerja dan media tidak termasuk di dalamnya.

Terkait hal itulah, Dewan Pers berinisiatif melakukan Vico bersama Menkominfo RI dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dan Pimpinan Redaksi Media Nasional.

Bantu Putus Mata-Rantai

Menkominfo RI Johnny G Plate juga mengharapkan agar media membantu memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-19 agar kondisi kembali seperti sediakala. Sebab kata Johnny bila terus menyebar kehidupan bangsa akan makin sulit, rakyat kesulitan dan imbasnya pada semua, termasuk juga media.

Hendry CH Bangun dari Dewan Pers dalam kesempatan itu juga menyampaikan harapan agar pemerintah memasukkan wartawan dalam kelompok masyarakat yang mendapat fasilitas Jaringan Pengaman Sosial (JPS). Khususnya wartawan profesional (yang telah tersertifikasi) dari media di daerah.

Dalam kesempatan itu juga Dewan Pers dan Kementerian Kominfo RI menyepakati untuk mendorong pemerintah daerah untuk dapat berkontribusi dalam perlindungan kerja wartawan melalui bantuan alat perlindungan diri (APD) bagi wartawan yang bertugas, khususnya yang meliput Covid-19 dan event terkait.

“Perang terhadap Covid-19 ini membutuhkan peran serta media dalam menyajikan informasi yang layak dipercaya. Media selayaknya menjadi rumah penjernih informasi bagi publik. Informasi media tidak selalu selaras dengan informasi resmi pemerintah, karenanya diperlukan proses saling mengecek dan menguatkan,” ujar Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch Bantun.

Media massa katanya telah menunjukan peran aktif dalam membantu memerangi Covid-19 dan akan terus melanjutkan partisipasi sampai Indonesia terbebas dari Covid-19. Dewan Pers akan senantiasa mendorong upaya ini. (rel)

PDP Pertama di Sidimpuan adalah Wanita Hamil 3 Bulan

SIDEMPUAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Padangsidimpuan menetapkan satu warga sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait virus corona. Warga yang mukim di Padangsidimpuan Selatan itu, Kamis (2/4) malam dievakuasi untuk menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Kota Padangsidimpuan.

PDP itu merupakan wanita berusia 30-an tahun, dan tengah hamil muda usia kandungan 3 bulan. Sebelumnya, pertengahan Maret kemarin ia pernah berpergian ke Kota Jakarta, dan setelah tiba di kampung halaman ditetapkan sebagai pelaku perjalanan nomor 459. Semakin hari, kondisinya semakin buruk dengan gejala yang muncul hingga pada 31 Maret ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Setelah pemeriksaan lab dan menunjukkan gejala klinis pada bagian paru-parunya, wanita yang punya anak dua dan memiliki usaha di Pasar Sangkumpal Bonang dan Plaza Anugrah itu ditetapkan sebagai PDP.

Ini menjadi PDP pertama warga Kota Padangsidimpuan. Sementara tim dokter selanjutnya akan mengambil sampel swab untuk diuji di laboratorium secara PCR dalam menentukan status pasien apakah terjangkit atau tidak dengan Covid-19, sebutan untuk virus corona.

Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution menyampaikan, sampai pukul 20.00 Wib, data gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Padangsidimpuan memiliki Pelaku Perjalanan sebanyak 1292 orang.

“Dari itu terdapat 11 orang yang menjadi ODP. Kemudian ada 63 yang sudah selesai observasi. Dan 1 orang yang telah ditetapkan sebagai PDP,” katanya dalam siaran pers.

Sementara itu, beberapa orang yang pernah berinteraksi dengan warga PDP sejak ditetapkan sebagai pelaku perjalanan, akan ditelusuri dan diminta sementara untuk karantina mandiri.

Pasien dari Kotanopan Negatif Covid-19

Berdasarkan peta gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) per Rabu 1 April 2020 pukul 15:00 WIB. Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tinggal hanya satu orang. Sementara, yang Orang Dalam Pemantauan (ODP) menjadi 85 orang.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Madina Drs Sahnan Pasaribu mengatakan, pasien yang berasal dari Kotanopan yang statusnya PDP dan dirawat di Rumah Sakit Djasamen Saragih Pematang Siantar, kondisinya sudah membaik dan sehat.

“Pasien PDP yang di RS Djasamen Saragih kondisinya sudah sehat. Pasiennya sudah pulang ke Kotanopan,” kata Sahnan yang dikonfirmasi terkait pengurangan PDP di Madina, Rabu (1/4) sore.

Ditanya, apakah pasien tersebut dari hasil pemeriksaan positif gejala Virus Covid-19 atau enggak? Sahnan menerangkan bahwa pasien tersebut negatif Covid-19.

“Negatif hasilnya, pulang ke Kotanopan pada kemaren sore (Selasa red),” ujarnya dengan singkat.

Kemudian, Sahan juga menambahkan, untuk pasien yang PDP yang berasal dari Puskesmas Sinunukan kini sudah dirawat di RS GL Tobing Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
“Kalau pasien PDP yang satu itu, sudah dirawat di RS GL Tobing,” sebut juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Madina itu.

RSUD Sidimpuan Rujuk PDP dari Madina ke RS GL Tobing

Sementara itu, Senin (31/3) petang pukul 17.35 Wib, seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari Mandailing Natal tiba di RSUD Kota Padangsidimpuan. Setelah tertahan selama lebih dari tiga jam, pasien laki-laki berusia 55 Tahun itu akhirnya dirujuk lagi ke RS GL Tobing, Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Pasien yang diketahui berasal dari Kecamatan Sinunukan dan baru berperjalanan dari Brebes, Jawa Tengah ditetapkan sebagai PDP setelah mengeluh demam, batuk dan sesekali mengalami sesak pada pernafasannya. RSU Panyabungan tempat sebelumnya menerima ia sebagai pasien, kemudian merujuknya ke RSUD Padangsidimpuan.

Dengan ambulans berplat BB 505 R yang dikemudikan Muhammad Nasution dan didampingi seorang perawat, Iswardi. Keduanya mengenakan alat pelindung diri lengkap dengan baju hazmat dan kaca pelindung wajah.

Selama tiga jam, mereka menanti kepastian dari RSUD Padangsidimpuan, selama itu pula si pasien terkurung dalam ambulans. Sebab, ia menjadi momok bagi warga pengunjung serta petugas medis yang berada di RS yang telah ditetapkan sebagai rujukan dalam penangnan Covid-19.

“Kami kan dari sana tadi sudah telpon duluan, karena di sini (RSUD Padangsidimpuan) rujukannya. Iya, bawa saja jawaban dari sini, makanya kami kemari. Tapi inilah masih menunggu, bagaimana kalau gak bisa mungkin kami bawa balik lagi ke Panyabungan,” kata Iswardi, sebelum bertemu dengan direktur rumah sakit dr Tetty Rumondang Lubis.

Belakangan, pasien itu akhirnya diterima dengan catatan langsung dirujuk ke RS GL Tobing tanpa ada penanganan di RSUD Kota Padangsidimpuan. Alasannya kata Tetty, ruang isolasi yang sebelumnya sudah disediakan masih dalam proses rehabilitasi menyesuaikan standar yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

“Ruangan Isolasi kita masih rehab. Perawat juga gak ada,” katanya.

Pasien itu pun akhirnya berangkat sebagai rujukan dari RSUD Kota Padangsidimpuan, menggunakan ambulans yang sama, dengan perawat dan supir dari rumah sakit tersebut. (net)

Fraksi PAN DPRD DS Apresiasi Langkah Bupati Beri Bantuan Warga Akibat Pendemi Covid-19

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Pemkab Deliserdang segera menyalurkan bantuan sembako secara langsung kepada warga kurang mampu. Tak tangung-tangung dana yang disediakan Rp46,5 miliar untuk dana ppenanggulangan dampak wabah Covid-19.

“Setelah rapat dengan DPRD dan Forkompinda akhirnya anggaran Rp46,5 miliar”, kata ketua Fraksi PAN DPRD Deliserdang Bayu Sumantri Agung, Jumat (3/4).

Keputusan ini diambil setelah dilakukannya rapat pembahasan oleh Pemkab dengan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), Pimpinan-Pimpinan Dewan dan Pimpinan Fraksi di DPRD Deliserdang di Gedung Aula Cendana Kantor Bupati setempat, Kamis (2/4).

“Kalau bisa pendataan cepat selesai dilakukan di desa-desa agar cepat direalisasikan kepada warga yang berhak menerima bantuan akibat dampak virus Covid -19”, bilang Bayu.

Dengan kebijakan yang di keluarkan Bupati Ashari Tambunan ini terkait dampak virus Corona untuk memberi bantuan kepada warga, Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Deliserdang mengapresiasi langka yang di ambil Pemkab Deliserdang.

Kesempatan itu di sela-sela usai rapat bersama Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi dan Dandim 0204/DS dihadapan ketua Fraksi PAN mengatakan, kalau petugas bukan mau menutup jualan cafe, hanya menghimbau jaga jarak.

“Kalau beli pun hendaknya dibungkus langsung pulang. Ini tujuannya agar virus Covid 19 bisa kita putus mata rantainya”, kata Kapolresta kepada Bayu Sumatri Agung saat itu. (btr)

Antisipasi Virus Covid-19, PKN Deliserdang Semprot Disinfektan

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO –Mengantisipasi penyebaran virus Covid 19, kader-Kader Pemuda Karya Nasional (PKN) Kabupaten Deliserdang melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke kawasan pemukiman warga, Jumat (3/4)

Kegiatan itu mendukung program pemerintah untuk memutus dan mengantisipasi penyebaran virus Covid 19 atau yang sering disebut virus Corona. Ketua Dewan Pimpinna Pusat (DPP) Pemuda Karya Nasional (PKN), Mikhael TP Purba SH menginstruksikan kepada seluruh kadernya di daerah agar melakukan penyemprotan cairan disinfektan dikawasan pemukiman warga. Atas intruksi itu, Ketua DPC PKN Kabupaten Deliserdang, Tumpal Sijabat menggelar kegiatan sosial penyemprotan cairan disinfektan kepemukiman warga di sekitar wilayah kerjanya.

Menurut Tumpal Sijabat, kegiatan penyemprotan cairan disinfektan di kawasan pemukiman masyarakat ini merupakan aksi sosial yang tidak membebani masyarakat. Kegiatan yang didukung TNI/Polri ini diharapkan mampu memutus rantai penyebaran virus covid 19.

Selain melakukan penyemprotan, kader-kader PKN Kabupaten Deliserdang juga menyampaikan himbauan agar masyarakat selalu hidup bersih dan mengikuti program pemerintah.

“Kita mengajak masyarakat agar mengikuti program yang sudah dibuat pemerintah dan berpola hidup sehat”, kata Tumpal Sijabat.

Aksi sosial penyemprotan cairan disinfektan ke pemukiman warga inipun disambut baik. Beberapa warga yang rumahnya disemprot dengan cairan disinfektan mengaku salut dengan kegiatan kader PKN Kabupaten Deliserdang. “Kami salut dan terima kasih untuk PKN. Kami berharap kegiatan ini bisa berkesinambungan demi anak bangsa”, kata Wesly Nainggolan didampingi Ridwan Sihaloho. (btr)

Baru Sepekan Kompetisi Dihentikan Sementara, Pemain Bosan dan Rindu Latihan

LATIHAN: Kapten Kedua PSMS Medan, Syaiful Ramadhan saat menjalani sesi latihan di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, belum lama ini. TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
LATIHAN: Kapten Kedua PSMS Medan, Syaiful Ramadhan saat menjalani sesi latihan di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, belum lama ini. TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
LATIHAN: Kapten Kedua PSMS Medan, Syaiful Ramadhan saat menjalani sesi latihan di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, belum lama ini. TRIADI WIBOWO/SUMUT POS
LATIHAN: Kapten Kedua PSMS Medan, Syaiful Ramadhan saat menjalani sesi latihan di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, belum lama ini. TRIADI WIBOWO/SUMUT POS

Kelanjutan kompetisi sepak bola di Tanah Air belum ditentukan kapan bergulir kembali. Dan baru sepekan dihentikan sementara, para penggawa PSMS Medan sudah mulai bosan di rumah, dan merindukan suasana latihan.

Sejak merebaknya virus corona di Indonesia, PSSI dan PT LIB pun menghentikan kompetisi untuk sementara hingga waktu yang belum ditentukan, baik Liga 1, maupun Liga 2. Akibat ini, Manajemen Ayam Kinantan pun meliburkan dan memulangkan seluruh pemainnya.

Tapi, baru sepekan libur, sejumlah penggawa PSMS sudah mengaku bosan di rumah terus. Sesuai anjuran pemerintah, masyarakat memang diimbau untuk tetap di rumah, dalam upaya memutus penyebaran virus corona lebih luas lagi.

Kapten Kedua PSMS, Syai ful Ramadhan menjadi seorang pemain yang mengaku sudah sangat bosan karena terus berada di rumah. Dia pun sangat gelisah, dengan mewabahnya virus corona. Karena, selain berdampak kepada kompetisi, aktivitasnya pun berubah 180 derajat.

“Pandemi virus corona ini sangat berpengaruh kepada aktivitas sehari-hari saya. Selain tak bisa latihan bersama tim, kegiatan pun sangat terbatas. Salat Jumat dan berjamaah di masjid pun sulit. Mau tak mau, semua kegiatan dilakukan di rumah,” ungkap Syaiful, Kamis (2/4).

“Bosan juga kalau begini terus sampai beberapa bulan ke depan. Sampai kompetisi bergulir kembali. Selain latihan di rumah, main sama anak-anak, juga merawat tanaman, semua kegiatan yang bisa dikerjakan, ya dilakukan. Tapi, bosan juga tiap hari begitu-begitu saja,” jelasnya.

Sementara itu, pemain sayap PSMS, Eki Fauzi pun mengaku, bosan berlatih sendiri di rumah. Dia mengaku rindu suasana latihan bersama tim.

“Yang pasti kami semua rindu latihan bersama lagi. Tapi mau bagaimana lagi? Kondisi saat ini yang mengharuskan seperti ini, dan kami juga harus mengikuti imbauan pemerintah,” jelasnya.

Selain rindu berlatih dengan tim, dia juga mengaku rindu bercanda dengan seorang kitman PSMS, yakni Abraham. Menurut Eki, Abraham bukan sekadar seorang kitman, tapi teman bercanda selama latihan.

“Kalau saya secara pribadi, selain rindu berlatih dengan tim, juga rindu dengan Bang Bram kitman. Karena dia ramah dan respek, serta dekat ke semua pemain. Jadi dia bukan hanya seorang kitman di mata saya, tapi juga teman karib. Rindu canda-candaannya,” pungkasnya. (tnc/saz)

PGN Alirkan Gas ke Kawasan Industri Pelindo 1 di Wilayah Dumai

DUMAI, SUMUTPOS.CO – Meski mayoritas pekerja melaksanakan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) tetap berkomitmen menjaga profesionalisme dalam memberikan dukungan layanan kepada pelanggan dan calon pelanggan. Hal ini dilakukan guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan menciptakan daya saing daerah melalui perluasan infrastruktur jaringan pipa gas bumi ke wilayah baru, yang salah satunya di kawasan industri Kota Dumai.

Senin, 30/03/2020, telah dilaksanakan pengaliran gas pertama kali (Gas In) PT Kuala Lumpur Kepong (KLK) Dumai yang berlokasi di Kawasan Pelindo I Cabang Dumai. Kapasitas produksi KLK sebesar 600 ton per hari dan merupakan salah satu industri pengelola CPO yang beroperasi di kawasan industri PT Pelindo I Dumai. PGN mengalirkan gas ke KLK sebesar 145.000 m3/bulan. Sebelum Gas In dilaksanakan, seluruh peralatan dipastikan sudah lulus pengetesan dan personil yang bertugas dalam kondisi sehat.

Pekerja yang melakukan pengawasan dan pelaksanaan pekerjaan infrastruktur jaringan pipa gas bumi selalu dalam kewaspadaan terkait pandemi wabah virus Corona (COVID-19) dengan tetap mengikuti protokol keamanan pencegahan COVID-19. Kegiatan kewaspadaan pandemi wabah virus Corona (COVID-19) dilakukan dengan rutin menyemprotkan disinfektan pada peralatan-peralatan kerja dan kendaraan, pemeriksaan suhu tubuh, membersihkan tangan dengan sabun atau memakai hand sanitizer, penggunaan masker, dan tetap menjaga jarak atau physical distancing.

“Ditengah pandemic wabah COVID-19, kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan jaringan pipa gas tetap berjalan sesuai SOP guna menjaga kontinuitas pengaliran gas ke pelanggan. Saat ini, Area Dumai melayani 7 pelanggan industri dengan penyaluran gas sekitar 5 BBTUD. Pekerja yang bertugas selalu melaksanakan kewaspadaan sesuai protokol keamanan pencegahan COVID-19,” ujar Sales Area Head Dumai, Arief Nurrachman.

Secara total, PGN telah melayani pelanggan komersial industri sebanyak 2.285 Pelanggan dengan volume gas yang dialirkan sebesar 810,3 BBTUD. Industri termasuk sebagai pelanggan PGN dengan pemakaian gas yang cukup besar, mengingat kebutuhan produksi dan operasionalnya yang juga besar.

“PGN mendukung bertumbuhnya industri yang berkontribusi besar untuk perekonomian negara. Maka dari itu, kami berupaya untuk memacu bertumbuhnya industri-industri baru di berbagai wilayah. Sampai saat ini, PGN menambah distribusi gas untuk 21 industri dengan kebutuhan gas yang berbeda-beda. Namun jika ditotal ada sekitar 0.86 BBTUD yang disalurkan untuk industri-industri baru tersebut,” ungkap Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama.

Rachmat mengungkapkan bahwa Dumai termasuk ke dalam wilayah baru yang memiliki infrastruktur gas bumi. Dengan demikian bisa dikatakan sebagai Gas In merupakan realisasi dari pengembangan infrastruktur jaringan pipa transmisi Duri-Dumai yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan energi di wilayah Dumai.

Rachmat berharap, pemenuhan gas untuk industri di wilayah Dumai dapat semakin agresif lagi. Meski ada beberapa kendala, salah satunya wabah COVID-19 yang membuat ruang gerak tim operasional PGN di lapangan menjadi terbatas.

Ditengah persebaran COVID-19, Rachmat menegaskan bahwa Tim operasional PGN tetap berdedikasi penuh untuk menyalurkam gas bumi dengan standar safety, termasuk menjalankan protokol penanganan dan pencegahan COVID-19 dalam operasinya.

“Saat ini memang pemerintah menghimbau untuk melaksanakan Work From Home (WFH) bagi pekerja. Namun untuk pelaksanaan proyek gas tidak bisa berhenti, sehingga membutuhkan operator pekerja pendukung untuk menjalankannya. Oleh karena itu, PGN tetap menjalankan operasional gas dengan mengutamakan standar keamanan yang telah ditetapkan,” tutupnya. (rel/ram)

Lapas Kelas II B Lubukpakam Bebaskan 40 Warga Binaan

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Menindaklanjuti Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19, Lapas Kelas II B LubukPakam membebaskan 40 warga binaan pemasyarakatan (WBP), Kamis (2/4)

Kalapas Lubukpakam Jhonny H Gultom melalui Humas RF Sianturi kepada awak media, Jumat (3/4), jumlah WBP yang bebas masih bertambah menyesuaikan jumlah WBP yang sudah memenuhi syarat dan dapat diusulkan melalui integrasi dengan Sistem Database Pemasyarakatan (SDP).

“Yang telah memenuhi persyaratan Administrasi dan substansi agar dapat menjalani asimilasi, dan tetap melaksanakan isolasi secara mandiri dengan pengawasan pihak Bapas,” ujarnya

Lanjutnya, sebelum pembebasan 40 napi terlebih dahulu menerima arahan dari Kalapas Lubuk Pakam Jhonny H Gultom agar WBP yang bebas benar-benar melaksanakan isolasi mandiri di rumah. Napi yang bisa bebas setelah menjalani 2/3 masa pidananya hingga (31/12) berdasarkan kategori non PP 99 dan setidaknya sudah menjalani 1/2 masa pidana sampai dengan (7/4).

Selain itu pada Peraturan Menhumham Nomor 10 tahun 2020 pasal 4 menerangkan bahwa subsider bisa dibayarkan / dijalankan dirumah dengan ketentuan pengawan dibawah Bapas dan Kejaksaan. “Yang akan dibebaskan berjumlah 301 orang namun tahap pertama 40 orang dulu, yang lainny masih proses pemberkasan,” ujarnya. (btr)

Kejari Dairi Sumbang APD dan Suplemen ke RSUD Sidikalang

SIMBOLIS:Kajari Dairi, Syahrul Juaksha Subuki secara simbolis menyerahkan APD serta suplemen kepada Bupati Eddy KA Berutu didampingi Ketua TP PKK Dairi Ny Romy Mariani boru Simarmata untuk diserahkan kepada petugas medis. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
SIMBOLIS:Kajari Dairi, Syahrul Juaksha Subuki secara simbolis menyerahkan APD serta suplemen kepada Bupati Eddy KA Berutu didampingi Ketua TP PKK Dairi Ny Romy Mariani boru Simarmata untuk diserahkan kepada petugas medis. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
SIMBOLIS:Kajari Dairi, Syahrul Juaksha Subuki secara simbolis menyerahkan APD serta suplemen kepada Bupati Eddy KA Berutu didampingi Ketua TP PKK Dairi Ny Romy Mariani boru Simarmata untuk diserahkan kepada petugas medis. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
SIMBOLIS:Kajari Dairi, Syahrul Juaksha Subuki secara simbolis menyerahkan APD serta suplemen kepada Bupati Eddy KA Berutu didampingi Ketua TP PKK Dairi Ny Romy Mariani boru Simarmata untuk diserahkan kepada petugas medis. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Dairi memberikan bantuan alat pelindung diri (APD) dan suplemen kepada petugas medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang, Rabu (1/4).

Bantuan APD dan suplemen diberikan Kejari Dairi, Syahrul Juaksha Subuki didampingi Kasi Intelijen Andri Dharma kepada Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu, dan selanjutnya diserahkan ke tim Gugus Tugas Covid-19 hingga disalurkan kepada managemen RSUD Sidikalang.

Penyerahan bantuan tersebut dihadiri Kapolres Dairi, AKBP Leonardo Simatupang dan Ketua Pengadilan Sidikalang, Ledis Meriana Bakara. Kajari, Syahrul Juaksha Subuki mengatakan, pemberian bantuan APD dan suplemen bentuk keprihatinan kepada tim penanganan pencegahan Covid-19 di Dairi yaitu tenaga medis.

“Kita punya tanggungjawab moril untuk memutus rantai penularan Covid-19,” ucapnya.

Lahir dari keluarga tenaga medis, diakui Syahrul Juaksha Subuki, dirinya ikut merasakan apa yang dirasakan keluarga para tenaga medis tersebut. Menurut Kajari Dairi, tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam menghadapi pandemi virus Corona dan harus diberikan motivasi dan perlengkapan serta suplemen.

“Mereka butuh dukungan nyata, mereka korbankan waktu untuk keluarga demi pasien yang terbaring diisolasi. Gugus Tugas Covid-19 serta tenaga medis harus tetap semangat dan kuat,” tandasnya.

Bupati Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Ketua TP PKK Dairi, Ny Romy Mariani boru Simarmata mengapresiasi gerakan kemanusian yang dilakukan Kejaksaan Negeri Dairi.

“APD yang diberikan jangan disiasiakan, pakailah untuk hal- hal yang prioritas,” sebut Eddy.

Pencegahan Covid-19 bukan saja tugas pemerintah, tapi harus bersama. “Mari kita lawan dan bekerjasama antisipasi risiko penularan Covid-19,”ujar Eddy Keleng Ate Berutu. (rud/han)

Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Tebingtinggi, Warga Pendatang Jalani Cek Kesehatan

SEMPROT: Tim gabungan Satpol PP, Dishub, Dinkes, Polri dan TNI melakukan penyemprotan dan pemeriksaan kepada penumpang AKDP.
SEMPROT: Tim gabungan Satpol PP, Dishub, Dinkes, Polri dan TNI melakukan penyemprotan dan pemeriksaan kepada penumpang AKDP.
SEMPROT: Tim gabungan Satpol PP, Dishub, Dinkes, Polri dan TNI melakukan penyemprotan dan pemeriksaan kepada penumpang AKDP.
SEMPROT: Tim gabungan Satpol PP, Dishub, Dinkes, Polri dan TNI melakukan penyemprotan dan pemeriksaan kepada penumpang AKDP.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Antisipasi Penyebaran Covid 19 di wilayah Kota Tebingtinggi, tim gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub), Sat Lantas Polres Tebingtinggi, TNI, Satpol PP dan Dinas Kesehatan (Dinkes) memberhentikan sejumlah bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang masuk ke eks Terminal Bandar Kajum untuk menjalani beberapa pemeriksan, Kamis (2/4).

Tim gabungan melakukan cek kesejatan kepada suhu tubuh penumpang, penyemprotan disinfektan kepada seluruh penumpang dan kendaraan saat menurunkan penumpang di Kota Tebingtinggi.

Bus penumpang yang menjalani pemeriksaan seperti bus Sandra Prima jurusan Medan Tebingtinggi dan sebaliknya, bus Rajawali kecil dan bus lainnya, sedangkan angkutan CV Prima Jaya sudah tidak beroperasi semenjak tanggal 1 April 2020.

Kadis Perhubungan Kota Tebingtinggi, Safrin Harahap mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Tebingtinggi.

“Tim dari Dinkes Tebingtinggi memakai pakaian APD memeriksa suhu tubuh penumpang, kemudian penumpang disemprot disinfektan. Setelah itu, penumpang bisa turun dan masuk ke Tebingtinggi,” jelasnya.

Menurut Safrin, pemeriksaan terhadap penumpang bus tersebut akan terus dilakukan, terutama nanti di terminal terminal bayangan seperti di simpang Medan, terminal Bandar Sakti dan Simpang Sibulan.

Sedangkan Juru Bicara penangan penyebaran Covid 19 Kota Tebingtinggi melalui siaran persnya menyatakan, saat ini terdata sebanyak 326 Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan masih menjalani isolasi secara mandiri di rumah, sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) saat ini tercatat sebanyak 4 orang, dua orang masih dirawat di RS GL Tobing Tanjung Morawa dan 2 orang dirawat di RSUD dr Kumpan Pane Kota Tebingtinggi.

“Dari dua orang PDP, satu darinya merupakan warga Kabupaten Serdangbedagai. Gejala yang timbul dari PDP adalah ispa, demam dan batuk. Saat ini kondisi kedua orang PDP sudah mulai membaik,” paparnya. (ian/han)

Akibat Pandemi Covid-19, 39 Proyek di Dinas PUPR Dairi Dihentikan

Jelaskan: Plt Kepala Bappeda Dairi, Romedi Bangun (kanan) saat menjelaskan penghentian proyek DAK akibat pandemi virus Corona. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
Jelaskan: Plt Kepala Bappeda Dairi, Romedi Bangun (kanan) saat menjelaskan penghentian proyek DAK akibat pandemi virus Corona. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
Jelaskan: Plt Kepala Bappeda Dairi, Romedi Bangun (kanan) saat menjelaskan penghentian proyek DAK akibat pandemi virus Corona. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
Jelaskan: Plt Kepala Bappeda Dairi, Romedi Bangun (kanan) saat menjelaskan penghentian proyek DAK akibat pandemi virus Corona. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Akibat pandemi virus corona (covid-19), pengerjaan seluruh proyek bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) di Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Dinas Perhubungan dan Dinas Sosial Kabupaten Dairi dihentikan.

Demikian dikatakan pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Dairi, Romedi Bangun kepada wartawan, Kamis (2/4).

Romedi menerangkan, akibat pandemi virus Corona (Covid-19), Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengintruksikan penghentian proyek fisik DAK yang sedang maupun dalam proses pengadaan barang dan jasa, kecuali di bidang kesehatan dan pendidikan. “Memang masih ada verifikasi hingga 14 April 2020,” jelasnya.

Dia menerangkan, pekerjaan fisik yang dihentikan tersebut terdapat di Dinas PUPR, Dinas Perhubungan dan Dinas Sosial dengan jumlah anggaran sebesar Rp69 milliar lebih. “Memang, informasi dari OPD bersangkutan belum masuk tahap tender/ lelang, ujarnya.

Disebutkan Romedi, totaal DAK Kabupaten Dairi Tahun 2020 sebesar Rp109 miliar lebih baik reguler maupun penugasan. Dana tersebut diplot di Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan dan Dinas Sosial.

Proyek DAK yang dihentikan tersebut yakni pembangunan jalan dari DAK reguler sebesar Rp 33,2 milliar lebih dan DAK penugasan sebesar Rp 12,2 milliar lebih, pembangunan sanrana air minum dari DAK penugasan sebesar Rp4,1 milliar, pembangunan sanitasi DAK reguler sebesar Rp2,8 milliar dan DAK penugasan sebesar Rp4,4 milliar, pembangunan perumahan dari DAK penugasan sebesar Rp2,8 miliar lebih. Sementara di Dinas Perhubungan sebesar Rp379 juta dan di Dinas Sosil sebesar Rp 88 juta.

Sekretaris PUPR Dairi, Frianto Naibaho menjelaskan, ada 39 paket proyek fisik di Dinas PUPR Dairi, yang dananya bersumber dari DAK dengan jumlah anggaran Rp 63,5 milliar.

Di antaranya proyek pembangunan jalan 5 paket dengan kontruksi hotmik, pembangunan daerah irigasi 5 paket, bedah rumah 8 paket, pembangunan sarana air minum 4 paket dan pembangunan sanitasi 17 paket. “Jumlah proyek dari DAK tahun 2020 sebanyak 39 paket,” pungkasnya.(rud/han)