Home Blog Page 4435

Jumlah ODP di Medan Perjuangan Meningkat

BERSAMA: Pemerintah Kecamatan Medan Perjuangan bersama stakeholder.
BERSAMA: Pemerintah Kecamatan Medan Perjuangan bersama stakeholder.
BERSAMA: Pemerintah Kecamatan Medan Perjuangan  bersama stakeholder.
BERSAMA: Pemerintah Kecamatan Medan Perjuangan bersama stakeholder.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jumlah orang dalam pengawasan (ODP) Covid -19 didaerah Kecamatan Medan Perjuangan terus meningkat. Data terupdate yang diterima dari Satgas Gugus Anti Corona Kecamatan Medan Perjuangan, dalam kurun satu minggu jumlah ODP bertambah 4 orang.

Sekertaris Kecamatan Medan Perjuangan, Zulahyudi Solin MAP, MSi menyebut, jumlah ODP di Kecamatan Medan Perjuangan per 2 April berjumlah 35 orang.

Sedangkan pada data pada 28 Maret jumlah ODP sebanyak 29 orang. “Dari data yang kita terima dari Ketua Satgas Medan Perjuangan dr Yusuf, jumlah ODP meningkat pada April dibanding pada Maret lalu,” terang Solin, Selas (2/4).

Sedangkan dalam status Pasien dalam pengawasan (PDP) ringan berjumlah 2 orang yang merupakan warga Jalan Pahlawan. Dalam riwayat perjalanan, di mana keduanya sempat bersentuhan warga Jakarta yang berkunjung ke Medan. “Ternyata warga Jakarta itu merupakan pasien dalam pengawasan Corvid – 19,” ungkapnya.

Untuk dua orang yang masuk status PDP tersebut, sambung Solin, sebelumnya telah dirujuk ke RS Pirngadi pada Maret lalu. Dan, setelah dirawat keduanya diperbolehkan pulang namun tetap dalam pengawasan.

“Untuk dua warga yang mengalami PDP ringan masih dilakukan isolasi mandiri di rumah dan dalam pengawasan pihak Puskemas,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya juga tengah melakukan pengawasan terhadap dua orang yang melakukan perjalanan ke luar kota. “Satu orang warga kelurahan Sei Kera Hilir I dan Kelurahan Tegal Rejo. Dan keduanya tengah melakukan isolasi di rumah dan dalam pemantauan setiap hari,” serunya.

Untuk pencegahan penyebaran virus corona, pihak kecamatan terus melakukan pemantauan dan sosialisasi kepada masyarakat di Medan Perjuangan dengan mengimbau menjaga kebersihan rumah, lingkungan, mencuci tangan dan menjaga jarak antar sesama serta bertahan di rumah. “Kita sama – sama berharap agar wabah ini segera berakhir dan tetap berupaya menjaga daya tahan tubuh,” pungkasnya.

Data update per 2 April 2020 untuk Kecamatan Medan Perjuangan jumlah ODP (Orang Dalam Pemantauan) yakni, Kel. Sei Kera Hilir I : 8 orrang, Kel. Pahlawan 4 orang, Kel. Sid.Barat I 6 orang, Kel. Pandau Hilir 10 orang, Kel. Sidorame Timur 7 orang. (rel)

Kerja Sama dengan Pelindo 1 dan Rumah Zakat, Jurnalis Medan Utara Semprot Disinfektan & Bagi Masker

BERSAMA: Jurnalis Medan Utara foto bersama sebelum melakukan penyemprotan disinfektan di Pondok Pesantren Tahfidz Al Quran dan Pendidikan Islam Nurul Azmi Jalan Rawe IX Kelurahan Tangkahan Medan Labuhan, Kamis (2/4)
BERSAMA: Jurnalis Medan Utara foto bersama sebelum melakukan penyemprotan disinfektan di Pondok Pesantren Tahfidz Al Quran dan Pendidikan Islam Nurul Azmi Jalan Rawe IX Kelurahan Tangkahan Medan Labuhan, Kamis (2/4)
BERSAMA: Jurnalis Medan Utara foto bersama sebelum melakukan penyemprotan disinfektan di Pondok Pesantren Tahfidz Al Quran dan Pendidikan Islam Nurul Azmi Jalan Rawe IX Kelurahan Tangkahan Medan Labuhan, Kamis (2/4)
BERSAMA: Jurnalis Medan Utara foto bersama sebelum melakukan penyemprotan disinfektan di Pondok Pesantren Tahfidz Al Quran dan Pendidikan Islam Nurul Azmi Jalan Rawe IX Kelurahan Tangkahan Medan Labuhan, Kamis (2/4)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jurnalis Medan Utara bekerja sama dengan Pelindo 1 dan Rumah Zakat yang peduli pencegahan virus corona, melaksanakan penyemprotan disinfektan.

Kegiatan sosial itu berlangsung di Pondok Pesantren Tahfidz Al Quran dan Pendidikan Islam Nurul Azmi Jalan Rawe IX Kelurahan Tangkahan Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (2/4).

Selain melaksanakan penyemprotan, para Jurnalis Medan Utara juga membagi-bagikan 500 masker gratis kepada warga masyarakat di persimpangan Jalan KL.Yos Sudarso/Jalan Titi Pahlawan Simpang Kantor, Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuhan.

Ketua Yayasan Waqaf Nurul Azmi Muhammad Nasir mengucapkan terima kasih kepada jurnalis Medan Utara Pelondo 1 dan Rumah Zakat yang telah melaksanakan bakti sosialnya di lingkungan pendidikan dalam upaya mencegah penularan virus corona (covid-19).

“Kami berharap agar penyemprotan disinfectan tidak hanya di lingkungan pondok pesantren saja, namun di tempat-tempat lainnya di wilayah Medan Utara juga harus dilaksanakan,” harap Muhammad Nasir.

Sementara itu, Ketua Jurnalis Medan Utara Toga Pasaribu menyebutkan, jurnalis sebagai garda terdepan dalam memberitakan isu-isu virus corona, turut serta mencegah sekaligus memutus rantai penyebaran virus yang mematikan ini. Caranya, melakukan penyemprotan disinfectan ke setiap sudut di lingkungan Pondok Pesantren dan Tahfiz Al Qur’an Nurul Azmi ini.

Selain itu, kata Toga, Jurnalis Medan Utara juga membagi-bagikan masker secara gratis kepada para pengendara kendaraan bermotor yang melintas di Jalan KL Yos Sudarso simpang Kantor. Hanya dalam hitungan detik, masker-masker gratis tersebut habis terbagi-bagi.

“Semoga dengan terlaksananya penyemprotan disinfectan ini, seluruh santri, staf pengajar dan warga masyarakat di lingkungan pondok pesantren terhindar dari wabah virus corona,” pungkas Toga.

Pantauan, penyemprotan di lingkungan Pondok Pesantren dan Tahfiz Al Quran Nurul Azmi di mulai dari asrama putri, asrama putri, ruang belajar, Masjid Al Falah dan setiap sudut lingkungan Pondok Pesantren tersebut. (fac/ila)

Lantamal I Berlakukan Protap Cegah Covid-19: Kapal Perang Disemprot Disinfektan

DISINFEKTAN: Lantamal I memberlakukan Protap bagi kapal perang yang bersandar di Dermaga Mako Lantamal, dengan mengecek kesehatan tubuh personel dan menyemprotkan cairan disinfektan sebagai pencegahan penyebaran virus corona.
DISINFEKTAN: Lantamal I memberlakukan Protap bagi kapal perang yang bersandar di Dermaga Mako Lantamal, dengan mengecek kesehatan tubuh personel dan menyemprotkan cairan disinfektan sebagai pencegahan penyebaran virus corona.
DISINFEKTAN: Lantamal I memberlakukan Protap bagi kapal perang yang bersandar di Dermaga Mako Lantamal, dengan mengecek kesehatan tubuh personel dan menyemprotkan cairan disinfektan sebagai pencegahan penyebaran virus corona.
DISINFEKTAN: Lantamal I memberlakukan Protap bagi kapal perang yang bersandar di Dermaga Mako Lantamal, dengan mengecek kesehatan tubuh personel dan menyemprotkan cairan disinfektan sebagai pencegahan penyebaran virus corona.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal – I) berlakukan prosedur dan tetap (Protap) bagi Kapal Perang atau KRI yang bersandar di Dermaga Mako Lantamal – I, Belawan.

Pemberlakukan itu sekaligus dilakukan dengan penyemprotan cairan disinfektan serta pengecekan kesehatan kepada Komandan beserta seluruh personel KRI Barakuda-633 yang baru sandar di Dermaga Mako Lantamal I Belawan, Kamis (2/4).

Komandan Lantamal I, Laksamana Pertama TNI Abdul Rasyid mengatakan, Lantamal I melaksanakan tugas dan fungsi pangkalan terhadap KRI yang sedang dan akan melaksanakan operasi, dengan adanya pandemi Covid-19 yang kini menjadi ancaman nasional.

“Tim Satgas Covid-19 Lantamal I akan melaksanakan protap tambahan terhadap kedatangan KRI atau kapal perang yang telah melaksanakan operasi dan sandar di dermaga Lantamal I untuk melakukan bekal ulang. Protap ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19,” kata Danlantamal I.

Sementara, Koordinator Satgas Covid-19 Lantamal I, Kolonel Laut (P) Tarus Rostiyadi yang juga menjabat Asops Danlantamal I mengatakan, pelaksanaan protap terhadap kapal yang sandar di dermaga Lantamal I akan dilakukan secara cermat dan terus dilaksanakan selama pandemi ini berlangsung.

“Kita juga memberlakukan dengan memberikan sosialisasi kepada anggota kapal yang datang dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Torus Rostiyadi.

Tim Satgas yang terdiri dari gabungan personel Dinas Kesehatan (Diskes) Lantamal I dan Rumkital Dr Komang Makes tersebut melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke seluruh personel KRI Barakuda-633, mengukur suhu tubuh dan memberikan hand sanitizer.

Selanjutnya, Tim Satgas Covid-19 Lantamal I melakukan penyemprotan di seluruh bagian vital kapal mulai dari haluan sampai buritan serta bagian dalam ruangan-ruangan yang berada di KRI Barakuda-633.

“Sampai dengan saat ini, Lantamal I sendiri masih memberlakukan protokol pengecekan suhu tubuh, penyemprotan cairan disinfektan bagi siapapun yang akan memasuki dan keluar Mako yang dilakukan di penjagaan Mako Lantamal I,” pungkas Asops Lantamal I. (fac/ila)

Diminta Beri Dispensasi Tagihan kepada Pelanggan, PDAM Tirtanadi Belum Merespon

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PDAM Tirtanadi Sumatera Utara dianggap belum berkontribusi meringankan beban masyarakat yang ekonominya terpuruk akibat terdampak virus corona atau Covid-19. Munculnya permintaan dispensasi diskon/gratis atas pembayaran rekening air belum direspon pejabat PDAM Tirtanadi.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Sumut tersebut, sepertinya lebih memilih tidak merespon keinginan masyarakat yang disuarakan wakil rakyat agar memberi dispensasi pembayaran tagihan air kepada pelanggan.

Sumut Pos kembali coba peroleh jawaban dari pihak PDAM Tirtanadi Sumut, Kamis (2/4). Namun, manajemen PDAM Tirtanadi terkesan diam seribu bahasa saat dikonfirmasi. Mulai dari Direktur Utama Trisno Sumantri, Sekretaris Perusahaan Humarka Ritonga, enggan mengangkat konfirmasi wartawan, baik melalui sambungan telepon maupun layanan WhatsApp.

Tak berhenti di situ, kepada Ketua Dewan Pengawas PDAM Tirtanadi Sumut, yang juga Sekdaprovsu R Sabrina, sudah coba dimintai pendapatnya mengenai usulan pihak legislatif tersebut. Upaya via layanan WA tersebut pun belum diresponnya.

“Mohon maaf, Bang, kalau saya tidak sebagai sekretaris perusahaan lagi, ke Pak Ritonga saja dikonfirmasi ya,” ungkap Jumirin, mantan Kabid Publikasi dan Informasi PDAM Tirtanadi Sumut, saat coba ditanyakan ihwal sudah adakah ia dengar wacana kebijakan pihaknya akan hal dimaksud.

Anggota DPRD Sumut, Yahdi Khoir mengatakan, semestinya PDAM Tirtanadi Sumut menerapkan stimulus serupa untuk membantu masyarakat kita yang memang ekonominya sedang lemah akibat dampak Covid-19.

Pihaknya menyarankan beberapa hal sebelum kebijakan dimaksud dapat diterapkan di lapangan. Pertama, PDAM Tirtanadi diminta memetakan semua jumlah pelanggannya. Kedua, mesti ada payung hukum berupa peraturan gubernur (pergub) untuk pelaksanaan kebijakan itu.

“Acuannya sangat bisa diambil dari apa yang telah presiden sampaikan saat pidato kemarin. Untuk yang stimulus dispensasi pembayaran pelanggan air PDAM, juga dapat dibagi sesuai pemetaan yang mereka lakukan. Tentu ada pelanggan dalam kategori ekonomi menengah ke atas, ada yang ekonomi menengah ke bawah,” ujar Yahdi Khoir.

Pelanggan menengah ke bawah tersebut, lanjut dia, bisa saja digratiskan selama tiga bulan ke depan. “Tapi paling penting mesti ada pergub-nya, supaya ada landasan untuk implementasinya. Sama seperti Perppu yang telah diterbitkan presiden,” terang dia.

Namun lebih penting lagi ketimbang ada kajian teknis semacam itu, menurut penasehat Fraksi PAN DPRD Sumut, PDAM Tirtanadi mesti menunjukkan kontribusi kepada masyarakat ditengah bencana kemanusiaan yang tengah dihadapi warga dunia saat ini, melalui dispensasi pembayaran tagihan air terhadap para pelanggannya.

“Setidaknya ada diskonlah yang mereka berikan. Seperti membayar setengahnya saja dari total tagihan pelanggan. Kembali ke pergub tadi, sebagai BUMD milik Pemprov Sumut, PDAM Tirtanadi mesti melakukannya supaya tidak ada kendala dalam penerapannya,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua fraksi PDIP DPRD Medan, Robi Barus. Dikatakan Robi, sudah sangat selayaknya PDAM Tirtanadi memberikan kebijakan berupa penggratisan atau keringanan tarif penggunaan air untuk para pelanggannya.

“Ini kan situasinya darurat, gak bisa lah disamakan dengan situasi pada hari biasanya. Saat ini masyarakat dirundung rasa khawatir untuk keluar rumah dalam mencari nafkah, sekaligus bentuk kepatuhan masyarakat kepada imbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah dalam kondisi seperti ini. Wajar sekali lah kalau tagihan pelanggan PDAM Tirtanadi diberi keringanan, bahkan digratiskan,” ujar Robi kepada Sumut Pos, Kamis (2/4).

Dikatakan anggota Komisi I DPRD Medan ini, saat ini masyarakat Kota Medan yang merupakan mayoritas pelanggan PDAM Tirtanadi sedang berjuang untuk bertahan hidup dari serangan Covid-19 yang sedang merebak di Kota Medan.

Masyarakat juga sedang bertahan dari biaya hidup yang terus harus ditanggung sekalipun penghasilan masyarakat harus turun drastis akibat tidak lagi bekerja maksimal seperti hari-hari sebelumnya.

“Sekarang masyarakat untuk biaya makan saja sudah kesulitan. Bagaimana lagi beratnya beban hidup mereka kalau harus juga membayar tagihan air PDAM yang cukup tinggi. Tolong lah, PDAM harus ada lah rasa empatinya,” tuturnya.

Diterangkan Robi, walaupun merupakan BUMD yang tujuannya untuk meraup keuntungan dan memberikan PAD, tapi dalam kondisi darurat, Pemerintah daerah selaku pemilik BUMD pastinya akan dapat mengesampingkan kepentingan keuntungan perusahaan untuk kepentingan masyarakat luas.

“PDAM itu kan BUMD-nya Provinsi. Nah, pemerintah provinsi sendiri yang sudah menetapkan Sumut dalam status Tanggap Darurat. Status itu sendiri sebenarnya sudah bisa dijadikan dasar bagi PDAM untuk membuat kebijakan-kebijakan yang sifatnya demi kepentingan rakyat, demi membantu masyarakat dalam situasi Tanggap Darurat ini. Bukan lagi memikirkan soal keuntungan, walaupun tujuan didirikannya Badan Usaha tentu untuk meraup keuntungan,” terangnya.

Dijelaskan Robi, harus ada rasa empati dari PDAM kepada masyarakat luas, terkhusus kepada para pelanggannya dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini. Apalagi meringankan beban para pelanggannya dengan menggratiskan tagihan penggunaan air adalah sebuah bentuk dukungan terhadap pemerintah pusat yang sudah terlebih dahulu memberikan keringanan bagi para pelanggan PLN.

“Jadi jangan pemerintah pusat saja yang bisa berbuat, pemerintah daerah beserta BUMD-nya juga harus bisa melakukan hal yang sama. Toh yang merasakan keringanan itu juga masyarakat Sumut dan Kota Medan pada khususnya. Mereka itu para pelanggannya yang selama ini sudah memberikan keuntungan bagi BUMD itu, PDAM harus bisa lah berempati,” jelasnya.

Apalagi, kata Robi, PDAM selama ini merupakan salah satu BUMD yang sering mengecewakan para pelanggannya, mulai dari kualitas air , kondisi air yang sering kali mati. (prn/map/ila)

Padahal kebutuhan masyarakat atas ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital, sehingga masyarakat yang menjadi pelanggannya sering mengalami kesulitan dalam beraktivitas.

Seperti diketahui, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan stimulus ekonomi kepada masyarakat menengah ke bawah yang terdampak pandemi Covid-19. Salah satu item stimulusnya, pembebasan biaya listrik 3 bulan pelanggan 400 VA, dan diskon 50% untuk pelanggan 900VA bersubsidi.

Kebijakan yang telah dituangkan dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) dan ditandatangani Presiden Joko Widodo, Rabu (1/4) ini, diharapkan dapat diikuti oleh PDAM Tirtanadi Sumut. (prn/map/ila)

Memutus Rantai Penyebaran Covid-19, Pemkab dan Polres Langkat akan Razia Keramaian

RAZIA KERAMAIAN: Sekdakab Langkat, Indra Solahuddin saat memimpin rapat bersama Satuan Gugus Tugas Pencegahan Covid-19, Polres, TNI yang menyekapati akan melakukan razia keramaian dalam memutus mata rantai Covid-19.
RAZIA KERAMAIAN: Sekdakab Langkat, Indra Solahuddin saat memimpin rapat bersama Satuan Gugus Tugas Pencegahan Covid-19, Polres, TNI yang menyekapati akan melakukan razia keramaian dalam memutus mata rantai Covid-19.
RAZIA KERAMAIAN: Sekdakab Langkat, Indra Solahuddin saat memimpin rapat bersama Satuan Gugus Tugas Pencegahan Covid-19, Polres, TNI yang menyekapati akan melakukan razia keramaian dalam memutus mata rantai Covid-19.
RAZIA KERAMAIAN: Sekdakab Langkat, Indra Solahuddin saat memimpin rapat bersama Satuan Gugus Tugas Pencegahan Covid-19, Polres, TNI yang menyekapati akan melakukan razia keramaian dalam memutus mata rantai Covid-19.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Satgas Gugus Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Langkat, Polres dan BNPB akan menggelar razia keramaian di sejumlah lokasi.

Sekdakab Langkat, dr. H. Indra Salahuddin mewakili Bupati Langkat Terbit Rencana PA mengatakan, pihaknya bersama Polres Langkat selama 4 hari ke depan, melakukan razia keramaian sekaligus mengimbau masyarakat untuk selalu mewaspadai infeksi virus Corona.

“Rencananya besok (hari ini-red) kita mulai melakukan razia keramaian,” sebut Indra, Kamis (2/4).

Tujuannya, lanjut Sekda, untuk memutuskan rantai penularan pandemi Covid-19 di Langkat. Sebab, kasus infeksinya kebanyakan dari keramaian.

“Kesepakatan ini untuk kebaikan bersama, jadi diharapkan seluruh masyarakat Langkat bisa memaklumi dan mentaati aturannya.” Imbuhnya

Sementara itu, Wakapolres menjelaskan, pelaksanaan razia keramaian dimulai dari Langkat Hulu. Pihaknya bersama Pemkab Langkat akan menurunkan puluhan personel. “Jadi semua anggota Satgas Gugus yakni Polres Langkat, Diskominfo, Dinkes dan BPBD Langkat, ikut terlibat di dalamnya,” sebut Wakapolres

Razia ini nanti, sambung Wakapolres, menggunakan mobil yang dilengkapi pengeras suara (TOA) serta alat kelengkapan lainnya sebagai penunjang pelaksanaan tugas di lapangan.

Kabid IKP Diskominfo Langkat, M. Faisal mewakili Kadis Kominfo, sangat mengharapkan kedewasaan masyarakat atas keputusan aturan menghindari keramaian untuk sementara waktu. “Tujuannya untuk kemaslahatan bersama.

Tugas kami ini adalah tugas kemanusiaan, dan kami harapkan dukungan semangat dari masyarakat,” imbuhnya. (yas/han)

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Karo Diperbaharui

GUGUS TUGAS: Bupati Karo, Terkelin Brahmana dan Dandim 0205/Tanah Karo, Letkol Inf. Taufik Rizal Batubara membahas perubahan gugus tugas penanganan Covid-19.
GUGUS TUGAS: Bupati Karo, Terkelin Brahmana dan Dandim 0205/Tanah Karo, Letkol Inf. Taufik Rizal Batubara membahas perubahan gugus tugas penanganan Covid-19.
GUGUS TUGAS: Bupati Karo, Terkelin Brahmana dan Dandim 0205/Tanah Karo, Letkol Inf. Taufik Rizal Batubara membahas perubahan gugus tugas penanganan Covid-19.
GUGUS TUGAS: Bupati Karo, Terkelin Brahmana dan Dandim 0205/Tanah Karo, Letkol Inf. Taufik Rizal Batubara membahas perubahan gugus tugas penanganan Covid-19.

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Dandim 0205/Tanah Karo Letkol Inf. Taufik Rizal Batubara sepakat untuk memperbarui susunan kepengurusan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karo. Perombakan Gugus Tugas Covid-19 ini, disesuaikan dengan nomenklatur yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri.

Diharapkan dalam waktu dekat perubahan pengurus Gugus Tugas Covid-19 telah diputuskan melalui Surat Keputusan (SK). Dengan dasar SK itu, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Karo dapat segera bekerja, menangani pencegahan dan penular virus corona.

Hal ini disepakati Bupati Karo dan Dandim dalam rapat koordinasi yang dihadiri Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Karo Martin Sitepu, Kepala Dinas Kesehatan drg Irna Safrina Meliala, Kasatpol PP Hendrik Philemon Tarigan, Kasdim 0205/TK Mayor Inf D. Marpaung, Pasi Intel Kapten Gandi, Pasi Ops Kapten Inf JMH Tampubolon, Pasi Pers Kapten Bangkit Hutahean, di ruang kerja Terkelin Brahmana, Rabu (1/4).

Letkol Inf Taufik Rizal menyatakan, pentingnya pembentukan-perubahan Gugus Tugas Covid-19 sesuai amanah undang undang.

“Tujuannya agar tim dapat bekerja maksimal dan efektif,” tegasnya. Taufik mengharapkan dalam pekan ini, SK perubahan pengurus Gugus Tugas Covid-19 telah terbit, segera menjalankan Keppres Nomor 9 tahun 2020 dan Surat Edaran Mendagri Nomor :440 /2622 /SJ tanggal 29 Maret 2020 tentang Pembentukan Percepatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di seluruh provinsi/kabupaten /kota se-Indonesia.

Menyesuaikan nomenklatur dari Kementerian Dalam Negeri, maka pengurus Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Karo akan dijabat Bupati Karo sebagai Ketua, Dandim sebagai Wakil Ketua I dan Kapolres sebagai Wakil Ketua 2. “Dengan adanya SK (baru) Gugus Tugas Covid-19, kita akan langsung konsolidasi dengan tim yang lain, bersama Bupati Karo (selaku Ketua Gugus Tugas) dan Kapolres Tanah Karo (Wakil Ketua Gugus Tugas 2) untuk program pdi seluruh wilayah Tanah Karo,” imbuhnya.

Menyahuti masukan dari Letkol Taufik Rizal, Bupati Karo Terkelin Brahmana memerintahkan Martin Sitepu, menyesuaikan perubahan kepengurusan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karo sesuai dengan nomenklatur Kementerian Dalam Negeri.

“Terima kasih Bapak Dandim, sudah ingatkan kami dan masukan ini akan menjadi prioritas segera untuk menindaklanjuti pembentukan Gugus Tugas sesuai amanah undang-undang agar segera dibentuk menurut nomenklatur yang telah ditetapkan. Lebih cepat terbentuk lebih cepat tim bekerja,”tegasnya.

Martin Sitepu yang saat ini menjabat Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karo, menyatakan segera menyusun (perbarui) kepengurusan Gugus Tugas Covid-19 yang terbaru. “Dalam waktu dekat akan kami susun kepengurusan Gugus Tugas yang baru. Pembentukan (perubahan) ini segara akan kita informasikan jika sudah siap kami susun. Pasti akan kita tembuskan, sebab kepengurusan ini banyak yang berubah nomenklaturnya. Mudah-mudahan, dalam minggu ini jika tidak ada halangan ,” pungkasnya. (deo/han)

Disdik Binjai Perpanjang Program Belajar di Rumah

Kadisdik Binjai, Sri Ulina Ginting
Kadisdik Binjai, Sri Ulina Ginting
Kadisdik Binjai, Sri Ulina Ginting
Kadisdik Binjai, Sri Ulina Ginting

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Binjai melalui Dinas Pendidikan, akhirnya memperpanjang program belajar mandiri di rumah bagi pelajar PAUD, SD dan SMP hingga 29 Mei 2020. Langkah ini diambil untuk memaksimalkan pencegahan penyebaran virus Corona di Kota Binjai.

Ditambah lagi, perpanjangan masa darurat bencana nasional Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). “Iya, benar (diperpanjang). Sampai 29 Mei. Keselamatan anak-anak kita yang paling penting” kata Kepala Disdik Kota Binjai, Sri Ulina Ginting, Kamis (2/4) pagi.

Menurut Lina, diperpanjangnya program belajar mandiri di rumah dilakukan atas dasar Surat Edaran Wali Kota Binjai Nomor: 800-2940/2020, tentang Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan di Kota Binjai.

Selain upaya pencegahan penyebaran Covid-19, dia bilang, perpanjangan program belajar mandiri di rumah juga dilakukan dengan mempertimbangkan efektivitas belajar-mengajar.

“Seandainya kita mulai sekolah di 20 April ini, jelas itu tidak efektif. Sebab di 23 April kita sudah mulai puasa (Ramadan). Makanya kita putuskan di 29 Mei mendatang, setelah Idul Fitri,” terangnya.

Karenanya, dia mengingatkan kepada para orangtua agar membimbing dan memfasilitasi proses belajar-mengajar bagi anak-anak mereka. Dan tetap berkoordinasi dengan pihak sekolah.

“Perlu juga para orangtua siswa mengingatkan guru, supaya anak-anak tidak diporsir belajar dengan materi yang terlalu banyak. Buat anak-anak kita belajar menyenangkan, agar mereka tidak stres,”pungkasnya. (ted/han)

Warga Binaan Jalani Sidang dan Kunjungan Online di Lapas Lubukpakam

ARAHAN: Keluarga dan warga binaan mendapat arahan dari petugas Lapas Klas II B Lubukpakam terkait kunjungan dan sidang online yang akan diterapkan dalam pencegahan penyebaran Covid-19.
ARAHAN: Keluarga dan warga binaan mendapat arahan dari petugas Lapas Klas II B Lubukpakam terkait kunjungan dan sidang online yang akan diterapkan dalam pencegahan penyebaran Covid-19.
ARAHAN:  Keluarga dan warga binaan mendapat arahan dari petugas Lapas Klas II B Lubukpakam terkait kunjungan dan sidang online yang akan diterapkan dalam pencegahan penyebaran Covid-19.
ARAHAN: Keluarga dan warga binaan mendapat arahan dari petugas Lapas Klas II B Lubukpakam terkait kunjungan dan sidang online yang akan diterapkan dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Untuk mencegah penyebaran Covid-19 atau virus Corona, warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lubukpakam menjalani sidang dan kunjungan secara online.

Kalapas Lubukpakam, Jhonny H Gultom melalui Humas RF Sianturi wartawan menyebutkan, kunjungan terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP) dilaksanakan secara online dengan fasilitas WhatsApp sejak 23 Maret 2020 hingga batas waktu yang belum ditentukan. “Nomor call center 0813 6296 8321,” sebutnya

Untuk menerima kunjungan, keluarga WBP mendaftar ke nomor call center di 0813-6296-8321. Petugas Lapas Lubukpakam nantinya menghubungi nomor keluarga tersebut, setelah WBP sudah siap untuk video call dengan durasi 5 menit setelah video call tersambung.

“Lapas Lubukpakam menyediakan 10 bilik kunjungan online. Tetapi untuk titipan makanan dapat dilayani dan hanya bisa sampai ruangan portir,”ujarnya, Kamis (2/4).

Selain pelayanan kunjungan, pihak Lapas Lubukpakam juga melaksanakan penyemprotan desinfektan dan pembagian vitamin yang dilakukan secara berkala 1 x dalam 3 hari pada blok/kamar hunian WBP, ruang kantor dan luar kantor seputaran Lapas.

“Tim kesehatan lapas membagikan vitamin C keseluruh WBP 1 tablet per orang setiap hari,” ujarnya.

Kemudian Lapas Lubukpakam juga menyediakan washtapel dan bilik sterilisasi. Pembuatan 3 buah washtafel di depan pintu masuk, di ruang kunjungan, dan depan ruang registrasi yang dilengkapi dengan sabun. Tersedia juga handsanitizer di setiap pintu mulai dari pintu masuk sampai dengan pintu ruangan masing-masing seksi.

“Bilik sterilisasi penyemprotan antiseptik ada 2 yaitu 1 di depan pintu masuk 1 lagi didalam portir,” paparnya

Sedangkan bagi tahanan yang melaksanakan sidang, dilaksanakan secara online. Lapas Lubukpakam menyediakan fasilitasi di ruang aula 2 Lapas Lubukpakam yang mana saksi, Penasihat Hukum, Hakim di Pengadilan Negeri Lubukpakam, sedangkan tahanannya di Lapas Lubukpakam.

Saat ini, lanjutnya, Lapas Lubukpakam tidak menerima tahanan baru karena kapasitasnya hanya 350 orang. Sedangkan saat ini saja sudah over kapasitas, yakni 1.714 orang.

Untuk hal itu, pihak Lapas Lubukpakam sudah melakukan kordinasi dengan Polresta Deliserdang dan jajaran serta pihak Kejari Deliserdang. Untuk pelimpahan atau tahap II dilaksanakan di Kejari Deli Serdang tanpa menghadirkan tahanan atau tahanan tidak keluar dari Lapas Lubukpakam.

“Layanan integrasi Pembebasan Bersyarat, Cuti Bersyarat dan Asimilasi dilaksanakan seperti biasa, cukup hanya mendatangkan penjaminnya saja. Kita juga melakukan Sosialisasi hidup sehat, WBP diwajibkan berjemur/olahraga setiap pagi, setiap Jumat dilaksanakan senam kebugaran di lapangan blok tahanan.

Tim kesehatan yang dipimpin dr Tri Sumarni Siboro mempraktekkan cara cuci tangan sesuai SOP WHO. 1 org saja WBP yang terinfeksi, Lapas ini akan terinfeksi juga, makanya kita harus pastikan bahwa semua yang masuk ke dalam Lapas Lubuk Pakam harus steril, mulai dari pintu masuk sampai ruang kantor dan kamar hunian WBP,” pungkasnya. (btr/han)

Bekerja dari Rumah di Tengah Wabah Covid-19, Grab Bagikan 5 Tips Kerja Efektif dan Produktif

Seorang wanita memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan menggunakan aplikasi Grab di Smart Phone.(ist)
Seorang wanita memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan menggunakan aplikasi Grab di Smart Phone.(ist)
Seorang wanita memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan menggunakan aplikasi Grab di Smart Phone.(ist)
Seorang wanita memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan menggunakan aplikasi Grab di Smart Phone.(ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Grab terus mengkampanyekan antisipasi dan pencegahan penularan virus corona atau Covid-19. Hal itu, dalam bentuk dukungan ke Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Daerah ‎yang mengimbau masyarakat bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Kemudian, ‎kian populer sejalan dengan arahan dari pemerintah untuk melakukan physical distancing demi melandaikan kurva penyebaran COVID-19 di Indonesia. WFH memang menjadi salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 yang kini mencapai lebih dari 1.400 kasus positif di Indonesia.

Begitu juga, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut menaikan status siaga menjadi tanggap darurat ‎berlaku hingga 29 Mei 2020, mendatang. Tidak dipungkiri bagi mereka yang menjalani seluruh kegiatan di rumah terutama dalam jangka waktu yang lama tentu akan timbul rasa bosan.

Menyikapi hal tersebut, Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi mengatakan bahwa bekerja dari rumah bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan empati, kepercayaan dan kesiapan diri. Namun, harus dilakukan untuk mencegah diri terpapar virus mematikan itu.

“Kita tahu masa ini penuh dengan tantangan karena situasi serba tidak pasti dan menimbulkan tekanan bagi banyak orang. Grab berharap para pekerja yang diharuskan atau memilih untuk bekerja dari rumah dapat tetap bekerja secara optimal, produktif dan efektif demi kebaikan kita semua. Sebagai aplikasi serba bisa terkemuka di Indonesia, Grab ingin memberikan beberapa tips sederhana untuk menciptakan pengalaman kerja dari rumah yang lebih efektif,“ sebut Neneng, Kamis (2/4).

Neneng pun, membagai ‎tips ala Grab Indonesia untuk Kerja Efektif dari Rumah. Dimana mulai Hari dengan Benar. Hal ini termasuk mandi dan menggunakan baju kerja, walaupun tidak ada yang akan melihat. Anda juga bisa berjalan mengitari rumah untuk membuat seakan-akan mereka pergi bekerja. Anda juga melakukan hal ini setelah selesai bekerja pada sore hari.

Neneng mengungkapkan Jangan lupa untuk memulai hari dengan sarapan yang bergizi dan memastikan minum air putih yang cukup. “Ketiga kegiatan ini membuat kita sudah siap secara mental dan menyalakan ‘mode bekerja’ kita. Saat bekerja dari rumah, ‘mode bekerja’ ini sering hilang. Mereka yang biasanya bangun dan langsung bekerja biasanya akan sulit beradaptasi karena belum terhubung ke mode ini,“ jelas Neneng.

Berikutnya, ia mengatakan masyarakat perlu memiliki sebuah tempat tetap yang bisa membantu kita terus fokus bekerja. Cobalah bekerja di tempat yang sama setiap hari, misalnya di ruang belajar, dengan meja dan lingkungan yang mendukung pikiran Anda untuk bekerja dengan efektif. Tak kalah penting juga untuk memilih tempat yang paling nyaman dan jauh dari gangguan seperti suara TV, ruang main anak dan tumpukan barang yang berantakan.

“Tips berikutnya adalah atur jadwal kerja yang konsisten. Pastikan memiliki jam kerja yang konsisten dan teratur sehingga dapat membantu dalam mengatasi permasalahan susah untuk mulai bekerja atau susah untuk berhenti bekerja, serta membantu pikiran untuk lebih mudah berpindah antara ‘mode kerja’ dan ‘mode santai’,” jelas Neneng.‎

Kemudian, manfaatkan teknologi sebaik-baiknya terutama teknologi video conference yang mampu membantu kita dalam melakukan interaksi dengan orang lain dalam masa isolasi diri ini. Salah satu cara untuk memaksimalkan interaksi adalah dengan mengadakan pertemuan secara online dimana setiap orang menyalakan kamera mereka, sehingga setiap orang bisa melihat wajah dan ekspresi masing-masing peserta. Ini akan membantu meningkatkan hubungan emosional kita dengan orang lain.

Terakhir, jangan lupa jaga kesehatan dengan makan tepat waktu dengan gizi yang seimbang, minum air putih yang cukup dan jaga kebersihan. Selanjutnya Jika Anda sudah merasa lelah dan tidak bisa fokus, berhentilah sejenak. Ngobrol dengan keluarga, berjalan di halaman rumah, bermain dengan hewan peliharaan, sebelum kembali bekerja dan penting juga untuk atur waktu untuk berinteraksi dengan teman untuk berdiskusi mengenai hal lain di luar pekerjaan.

“Untuk pelanggan yang bekerja di rumah, Anda juga tetap bisa memanfaatkan rangkaian layanan dari Grab untuk memenuhi kebutuhan harian Anda; misalnya GrabFood untuk pemesanan makanan, GrabMart dan GrabFresh untuk berbelanja kebutuhan harian, serta GrabHealth untuk berkonsultasi tentang kesehatan,” kata Neneng.

Neneng menambahkan ‎bagi para mitra pengemudi, mitra pengantaran dan mitra merchant. Grab juga menyediakan rangkaian dukungan untuk membantu kesejahteraan mereka di tengah situasi ekonomi yang tidak pasti ini.

“Grab akan terus berupaya yang terbaik untuk melayani setiap orang dalam platform kami,” tandas Neneng.(gus)

Lagi, Warga Diimbau Tidak Mudik

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kebiasaan jelang bulan puasa dan Idul Fitri, masyarakat selalu disibukkan dengan ritual mudik ke kampung halaman. Namun tahun ini, masyarakat diajak tidak mudik, baik dari kota ke desa maupun desa ke kota. Tujuannya, untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Tidak mudik lebaran, bukanlah berarti menghilangkan nilai-nilai ukhuwah lebaran. Yang terpenting adalah menambah nilai ibadah untuk menciptakan kemaslahatan jiwa bersama,” kata tokoh masyarakat Sumut, Dr H Nispul Khoiri, yang juga Ketua PW Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sumut, kepada wartawan, Kamis (2/4).

Menurut Nispul, butuh kesadaran masyarakat untuk mematuhi imbauan tidak mudik, sebagai wujud perjuangan bersama melawan virus corona. “Pencegahan virus corona butuh andil masyarakat, seperti melakukan social distancing dan psychal distancing,” katanyan

Senada, tokoh agama Tuan Guru Batak, Dr Ahmad Sabbana Elrahmaniy Rajagukguk, mengajak masyarakat Sumut tidak mudik saat Idul Fitri 1441 H. Hal itu sebagai partisipasi memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Dalam waktu yang relatif singkat, puluhan ribu manusia meninggal dunia akibat virus ini. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat membantu pemerintah dan aparat negara, untuk menahan diri tidak mudik. Itu cara ampuh mengurangi jatuhnya korban corona,” ujarnya.

Menurutnya, khidmat puasa dan lebaran tidak akan berkurang jika pun tidak mudik ke kampung halaman. “Jadikan momen ini sebagai bentuk kasih sayang kita terhadap keluarga, dengan tidak menularkan virus,” tandasnya, sembari mendoakan semoga bencana ini cepat berlalu.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah meminta masyarakat untuk disiplin menerapkan imbauan pemerintah. Menurutnya, menjaga kampung halaman tetap sehat, itu sangat penting.

“Masyarakat diimbau agar tidak mudik, karena virus corona berpindah karena dibawa manusia. Pergerakan manusia yang tidak terkendali dapat menimbulkan banyak permasalahan. Jadilah pahlawan. Lindungi diri anda, lindungi keluarga anda, lindungi tetangga anda, lindungi bangsa anda. Saya yakin, kami yakin, kita yakin pasti bisa melewati ini semua,” ujar Aris.

Bandara KNIA Tidak Tutup

Terkait pandemi Covid-19, sebagian counter dan kios di Bandara Kualanamu Deliserdang, telah tutup. Meski demikian, KNIA sebagai pintu gerbang pelabuhan udara di Sumut, tidak ikut ditutup.

PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Kualanamu Deliserdang, menegaskan keputusan buka atau tutup bandara, adalah kewenangan Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub.

“Dan belum ada informasi yang kami terima terkait penutupan KNIA akibat dampak corona. Kantor Cabang PT Angkasa Pura II (Persero) KNIA sebagai operator dan fasilitator di bandara, patuh dan tunduk dari aturan-aturan penerbangan yang ada di Kemenhub RI selaku regulator penerbangan sipil di Indonesia,” kata Executive General Manager Bandara KNIA, Djodi Prasetyo, Kamis (2/4).

Ia menegaskan, bandar udara merupakan obyek vital yang tidak hanya melayani penerbangan untuk penumpang, tetapi juga melayani angkutan kargo, logistik, dan pos yang dibutuhkan oleh masyarakat Prasetyo.

“Bandara juga mempunyai fungsi sebagai bandara alternatif (alternate aerodrome) bagi penerbangan yang mengalami kendala teknis maupun operasional, melayani penerbangan untuk penanganan kesehatan/medis (medivac evacuation) serta untuk penerbangan yang mengangkut sampel infection substance Covid-19,” katanya.

Ia menyebutkan, keputusan buka atau tutup bandar udara harus diperhitungkan secara matang oleh berbagai pihak, dengan juga melihat peran suatu bandara di suatu wilayah.

Dan sampai saat ini, KNIA masih beroperasi normal dalam melayani penerbangan. “Tetapi apabila ada kebijakan terbaru dari Kemenhub terkait operasional bandara, sudah pasti kami akan menjalankannya,” jelas Djodi Prasetyo. (ris/btr)