GAME IKAN: Polsek Medan Kota menangkap 8 pemain judi ketangkasan jenis game ikan, di Jalan Cakrawati.
GAME IKAN: Polsek Medan Kota menangkap 8 pemain judi ketangkasan jenis game ikan, di Jalan Cakrawati.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polsek Medan Kota menangkap 8 orang pemain judi ketangkasan jenis game ikan, di kawasan Jalan Cakrawati, Kecamatan Medan Maimun. Ke-8 orang tersebut ditangkap saat penggerebekan, Sabtu (29/2).
Kedelapan orang yang ditangkap masing-masing berinisial R (24), warga Kampung Nelayan Indah, F (27), warga Pekan Labuhan, M (47), warga Marelan Pasar V, CS (19), warga Marelan Pasar IV, AR (28), warga Marelan Pasar V, NZ (38), warga Perumnas Mandala, MT (29), warga Perumnas Mandala, dan MH (25), Kampung Lalang Pasar V.
Kapolsek Medan Kota, Kompol Rikki Ramadhan, melalui Kanit Reskrim, Iptu M Ainul Yaqin, mengatakan penggerebekan dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat. Informasi itu menyebutkan, di Jalan Cakrawati ada lokasi permainan judi ketangkasan jenis game ikan. Modusnya, menukarkan uang tunai Rp10 ribu menjadi 100 poin.
“Setelah dicek ke lokasi, ternyata informasi itu benar. Selanjutnya personel melakukan penggerebekan. Hasilnya, 8 orang diamankan beserta mesin judi ketangkasan,” ungkap Yaqin, Senin (2/3).
Kedelapan orang tersebut sudah diboyong dan masih dalam pemeriksaan penyidik lebih lanjut. “Saat ini mereka yang diamankan sudah ditetapkan tersangka dan ditahan untuk proses hukum,” kata Yaqin.
Ia menambahkan, pihaknya terus mendalami lagi kasus ini. “Dalam pengungkapan kasus tersebut, turut disita uang tunai sebanyak Rp3,5 juta,” tandas Yaqin. (ris)
DITANGKAP: Dua orang preman yang mengeroyok anggota TNI Yonif Raider 111/KB Kodam Iskandar Muda, Praka Bambang Zulkifli, di Pajak (Pasar) Palapa Brayan, Medan, Minggu (1/3) dini hari, ditangkap petugas.
DITANGKAP: Dua orang preman yang mengeroyok anggota TNI Yonif Raider 111/KB Kodam Iskandar Muda, Praka Bambang Zulkifli, di Pajak (Pasar) Palapa Brayan, Medan, Minggu (1/3) dini hari, ditangkap petugas.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang anggota TNI Yonif Raider 111/KB Kodam Iskandar Muda, Praka Bambang Zulkifli (30), dikeroyok sejumlah preman di Pajak (Pasar) Palapa Brayan, Medan, Minggu (1/3) dini hari sekitar 02.30 WIB. Buntutnya, dua pelaku ditangkap personel gabungan dari Polsek Medan Barat, Kodim 0201/BS dan Denpom I/5 Medan.
Kedua pelaku pengeroyokan masing-masing Anwar Efendi alias Uli (45), warga Jalan Mayor Pasar Palapa Lingkungan IX, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, dan Rifandi alias Aban (39), warga Jalan Palapa Lingkungan IX, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat.
Informasi diperoleh dari Kapolsek Medan Barat, Kompol Afdhal Junaidi, kedua pelaku tersebut ditangkap secara terpisah. Awalnya, petugas mengamankan Anwar Efendi di lokasi kejadian Minggu dini hari sekitar 02.30 WIB. Selanjutnya, Rifandi di Gang Perjuangan Pasar 8 Medan Marelan, diamankan saat sedang bersembunyi di rumah W Sinaga.
“Kedua pelaku ditangkap personel gabungan TNI/Polri. Dari pelaku, disita barang bukti sepotong besi, baju dan celana berlumurah darah milik korban,” ungkap Junaidi, Senin (2/3).
Dijelaskan Junaidi, pengeroyokan bermula ketika korban bersama seorang kerabatnya, Nanang Ariyanto (38), memarkirkan mobil pick up bermuatan ayam potong di salah satu toko Pajak Palapa, Minggu dinihari sekira pukul 02.00 WIB. Ayam potong itu hendak dijual. “Saat itu, korban kebetulan sedang cuti, sehingga memanfaatkan waktunya untuk membantu usaha kerabatnya,” katanya.
Tak berapa lama, korban didatangi pelaku Rifandi yang turun dari becak motor. Diduga dalam keadaan mabuk akibat pengaruh minuman beralkohol, Rifandi meminta ayam potong kepada korban.
Korban meminta pelaku agar bersabar. Korban juga memberitahu bahwa dirinya adalah anggota TNI. Namun pelaku tak peduli dan langsung memanjat serta merampas ayam potong yang masih di mobil. Akibatnya, terjadi perselisihan yang berujung perkelahian antara korban dan pelaku.
“Saat berkelahi, kerabat korban (Nanang) datang dan mencoba melerai. Tetapi beberapa rekan pelaku berinisial A alias AC dan UM datang, lalu ikut menyerang korban dan kerabatnya,” terang Junaidi.
Situasi bertambah ramai dan kisruh. Pasalnya, beberapa orang ikut memukuli korban dan kerabatnya. Beruntung, personel Polsek Medan Barat yang mendapat kabar tiba di lokasi. “Personel berhasil mengamankan satu pelaku bernama Anwar alias Uli. Sedangkan pelaku pengeroyokan lainnya melarikan diri. Adapun korban dan kerabatnya yang terluka, dilarikan ke RSU Imelda dan dilanjutkan dengan laporan polisi,” sebut Junaidi.
Pihaknya masih mengejar beberapa orang yang diduga kuat ikut terlibat dalam kasus pengeroyokan anggota TNI tersebut. “Sudah dikantongi identitas pelaku lainnya. Saat ini kita masih melakukan pencarian lebih lanjut,” pungkasnya. (ris)
SIDANG: Para terdakwa kasus pencurian uang Pemprovsu, menjalani sidang putusan di PN Medan, Senin (2/3).
Agusman/Sumut Pos
SIDANG: Para terdakwa kasus pencurian uang Pemprovsu, menjalani sidang putusan di PN Medan, Senin (2/3).
Agusman/Sumut Pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Empat pelaku pencurian uang Pemprovsu sebesar Rp1,6 miliar divonis 20 tahun penjara, masing-masing selama 5 tahun. Vonis dibacakan dalam sidang di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (2/3).
Dalam amar putusannya, majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik, sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ramboo Loly Sinurat, yang menyatakan terdakwa sah dan meyakinkan terbukti melanggar Pasal 363 ayat 1 ke 4e KUHPidana. “Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap Musa Hardianto Sihombing, Indra Haposan Nababan, Niko Demos Sihombing, dan Niksar Sitorus selama 5 tahun penjara,” tegas Erintuah.
Majelis hakim menganggap, perbuatan yang dilakukan para terdakwa saat jam salat ashar, dan kemudian menikmati hasil curiannya, layak dihukum 5 tahun penjara. “Sedangkan hal yang meringankan adalah, para terdakwa bersikap sopan,” kata Erintuah.
Atas putusan ini, baik para terdakwa dan JPU kompak menyatakan pikir-pikir. “Waktu kalian (terdakwa) pikir-pikir selama seminggu. Lewat dari seminggu tidak ada jawaban, kami anggap menerima,” pungkas Erintuah.
Putusan ini lebih ringan dari tuntutan JPU, yang semula menuntut dua terdakwa masing-masing 6,5 tahun penjara. Sedangkan terdakwa Niko Demos Sihombing dituntut dengan hukuman 7 tahun penjara, dan Niksar Sitorus dengan pidana 6 tahun penjara.
Pada sidang sebelumnya, JPU meminta kepada mejelis hakim, untuk menyatakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 363 ayat (1) ke 4e KUHPidana.
Usai persidangan, Ramboo mengatakan bahwa tuntutan yang diberikan berbeda atas sejumlah pertimbangan. Salahsatunya berkaitan soal peran masing-masing terdakwa dalam kasus tersebut. Selain itu karena adanya status para terdakwa yang juga merupakan residivis.
“Untuk terdakwa yang dituntut 6 tahun 6 bulan penjara karena mereka berdua residivis. Tapi ternyata hakim mempunyai penilaian lain. Ya kami pikir-pikirlah dulu,” kata Ramboo.
Dalam dakwaan Jaksa, peristiwa raibnya uang Rp1,6 miliar itu terjadi pada 8 September 2019. Kejadian bermula saat Pembantu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Muhammad Aldi Budianto dan tenaga honorer Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Indrawan Ginting mengambil uang dari Bank Sumut.
Selanjutnya, uang disimpan di dalam mobil yang diparkir di halaman kantor gubernur. Aldi dan Indrawan kembali ke kantor dan meninggalkan uang di dalam mobil. Saat kembali, uang Rp1,6 miliar itu raib.
Kasus itu dilaporkan ke Polrestabes Medan. Pada Selasa (24/9), polisi mulai menemukan titik terang. Sepekan kemudian, Selasa (1/10), polisi menangkap empat pelaku pencurian uang Rp1,6 miliar tersebut. Sementara itu, masih ada dua pelaku buron. (man)
OTT POLDASU: Personel Ditreskrimsus Polda Sumut memeriksa tiga pegawai Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Labuhan Batu, yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) kasus pungli di Cafe Millenial di Sisingamangaraja Raja, Labuhanbatu, Senin (2/3).
OTT POLDASU: Personel Ditreskrimsus Polda Sumut memeriksa tiga pegawai Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Labuhan Batu, yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) kasus pungli di Cafe Millenial di Sisingamangaraja Raja, Labuhanbatu, Senin (2/3).
LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Personel Ditreskrimsus Polda Sumut melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap tiga pegawai Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Labuhan Batu, di Cafe Millenial di Sisingamangaraja Raja Kabupaten Labuhan Batu, Senin (2/3).
Dari hasil operasi OTT itu, petugas menyita barang bukti uang tunai sebesar Rp40 juta berikut cek bertuliskan ratusan juta rupiah.
Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Rony Samtana, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya OTT ini.
“Ya memang benar,” kata Rony via seluler, Senin (2/3) petang.
Dalam kasus ini, pihaknya mengamankan tiga oknum PNS Dinas Perkim Kabupaten Labuhan Batu. Ketiganya yakni Zefri Hamsyah, PNS Staf di Bagian Umum Dinas Perkim (selaku penerima), Kurnia Ananda berperan sebagi sopir yang mengantarkan penerima, dan Paisal Purba, menjabat sebagai Kadis Perkim Labuhanbatu.
“Kadisnya yang memerintahkan Zefri dan Kurnia mengambil uang di lokasi penangkapan,” ucap Rony.
Menurut Rony, ketiganya diduga melanggar tindak pidana korupsi terkait pungli, untuk mempercepat proses pembayaran 100 persen atas proyek pengadaan pekerjaan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Labuhan Batu TA. 2019. “Masih kita periksa dulu, sabar ya,” cetus dia.
Dalam kasus OTT ini, pihaknya mengamankan uang sebesar Rp40 juta yang dimasukkan dalam amplop coklat bertuliskan Ilham Nasution, PT Telaga Pasir Kuta. Juga cek bertuliskan Rp1,445 miliar. (ris)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kesederhanaan Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi direkam netizen saat mengantar anak keduanya bersekolah di SMA Harapan Medan di Jalan Imam Bonjol. Cara mengantarnya pun berbeda. Jika kebanyakan anak-anak sekolah diantar pakai mobil, Akhyar malah mengantar anaknya dengan sepeda motor Yamaha MX 150.
Moment Akhyar mengantar anak ini awalnya di posting oleh IG Medanheadlines.news pada Senin 2 Maret 2020 pukul 08.00.
Berikut isi postingannya :
Terciduk, Ayo siapa ni yang naik sepeda motor di jalan Imam Bonjol ?. Dari informasi warga, pria ini memang kerap mengantar sepeda motor
Ada yang kenal siapa dia ???? #Medan #antaranak #medan #medanheadlines #akhyarnasution #pltwalikotamedan
Pada postingan itu, terpantau dalam 15 menit ada sekitar 200-an like dan 15 komentar, dalam satu jam ke depan meningkat menjadi 500-an lebih like dan 29 komentar, beranjak terus hingga jam ke 4 naik menjadi 1300-an dengan 54 komentar positif dan negatif.
Dari beragam komentar itu, ternyata sudah sering melihat Akhyar sering mengantar anaknya ke sekolah SMA Harapan dengan mengendarai sepeda motor. Seperti komentar @bayuop89
Pak Akhyar, walikota. Sering bliau saya lihat langsung mengantar sekolah menggunakan kereta. Tak jarang juga bliau mengendarai mobilnya sendiri.
Mantab pak👍.
Ada komentar lainnya, @dederulizar mantap…, asal bkn pecitraan.
Usai menurunkan putranya, Akhyar langsung memutar arah dan kembali pulang ke rumahnya di Jalan Intertip, Kelurahan Pulo Brayan Barat II, Kecamatan Medan Timur, melalui Jalan Sudirman.
Kebiasaan Akhyar ini diamini salah seorang juru parkir di sekitar Taman Ahmad Yani dan Sekolah Harapan Medan. Menurut Kamaruddin Sitorus, kebiasaan ini saban hari dilakukan Akhyar di tengah kesibukannya di pemerintahan dan mengabdi kepada masyarakat.
“Hebat kali bapak itu bang, gak mau dia pakek pengawal, dia antar sendiri anaknya. Allahu akbar, memang paten x bapak itu,” ujar sang juru parkir itu.
Sitorus juga mengacungi 2 jempolnya atas tanggung jawab Akhyar yang tak lupa mengurus keluarga dan juga warga Kota Medan.
“Tiap hari bang, gawat kali bapak itu. Gak mau pakek pengawal bapak itu, dia sendiri yang ngantar anaknya sekolah. Salut bah,” akunya. (adz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – PLT Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi memberikan dukungan secara langsung kepada Lydro Ginting. Bentuk dukunganya dengan mendatangi langsung studio RCTI di Gedung MNC Pictures di daerah Kebun Jeruk, Jakarta Barat, pada malam grand final Idol 2020, Senin (2/3/2020).
Akhyar Nasution yang hadir mengenakan Bulang-bulang di kepalanya dan bekabuluh di pundaknya didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan Agus Suriyono langsung disambut sejumlah pendukung Lyodra Ginting di palataran Gedung MNC Pictures.
Akhyar menyebutkan, kehadirannya sebagai bentuk mendukung Lyodra Ginting yang tercatat sebagai warga di Medan Tuntungan. “Ayo warga Kota Medan dukung Lyodra Ginting dengan mengirim SMS ketik LYODRA kirim ke 95151,” katanya.
Sebelum masuk ke studio, Akhyar pun menyempatkan membuat vlog dengan para pendukung Lyodra di pelataran parkir MNC Pictures. Langsung para pendukung Lyodra Ginting yang datang dari Medan, Deliaserdang, Karo dan Langkat serta Binjai ikut larut dalam vlog tersebut.
Kepada para pendukungnya, Akhyar akan meninggalkan kursi platinium VIP yang sudah dipegangnya, dan dia memilih bergabung dengan keluarga serta pendukung Lyodra Ginting. ” Aku mau gabung saja sama keluarganya, supaya bisa teriak-teriak dukung Lyodra,”katanya sesaat akan masuk ke studio tempat digelarnya Grand Final Idol 2020. (*)
PELETAKAN BATU PERTAMA: Direktur PT Sumbetri Megah, Lelan Hasibuan meletakkan batu pertama saat peresmian produksi perdana trafo distribusi 100 Kva.
PELETAKAN BATU PERTAMA: Direktur PT Sumbetri Megah, Lelan Hasibuan meletakkan batu pertama saat peresmian produksi perdana trafo distribusi 100 Kva.
SUMUTPOS.CO – PT Sumbetri Megah melaunching produksi barunya yaitu trafo distribusi 100 Kva. Sebanyak 1.200 unit trafo 100 Kva akan diproduksi tahun ini, guna memenuhi kebutuhan PLN.
Hal tersebut disampaikan Direktur PT Sumbetri Megah, Lelan Hasibuan usai peresmian produksi perdana transformator (trafo distribusi) 100 Kva. Peresmian ini juga dilakukan dengan peletakan batu pertama pembangunan Power House PT Sumbetri Megah, di Medan Helvetia, Jumat (28/2).
“Selama ini PT Sumbetri Megah memproduksi tiang beton listrik dan tiang beton panca. Tapi hari ini (kemarin,Red), kita melaunching produk baru trafo distribusi 100 Kva. Ke depannya juga akan diikuti produksi trafo-trafo lain sampai 4 type, 160 Kva, 250 Kva, dan 450 Kva,” ujarnya.
Lelan menyebutkan, trafo yang mendistribusikan daya dari tegangan tinggi ke tegangan menengah ini, diproduksi menggunakan 90 persen bahan baku lokal, sisanya dari impor. Trafo ini bermerek Sumattra, singkatan dari Sumbetri Megah Trafo.
“Tahun ini, kami targetkan produksi 1.200 unit trafo untuk memenuhi kebutuhan PLN. Kalau PLN membutuhkan sebanyak 1.200 unit, maka kami sudah siapkan. Namun bila kebutuhan mereka kurang dari jumlah itu, tetap kami layani. Kalau PLN meminta lebih, maka akan kami produksi lebih lagi,” tegasnya.
Lelan juga menjelaskan, trafo ini tidak hanya diperuntukkan bagi PLN, tetapi bisa juga masyarakat yang membutuhkan bisa dilayani. Karena pada prinsipnya, sesuai dengan regulasi pemerintah, daya-daya yang dilayani oleh trafo 100 Kva, masih disediakan PLN. “Kalau di atas 200 Kva baru pelanggan sendiri yang menyediakan trafonya. Untuk itu ke depannya, kita akan memproduksi trafo-trafo di atas 100 Kva, seperti 160, 250 dan 450 Kva,” ujarnya.
Dia menjelaskan, produksi trafo-trafo ini dikerjakan oleh orang-orang profesional dan produksi trafo 100 Kva tersebut sudah lulus sertifikasi SNI. “Saat ini sudah ada 4 unit trafo yang sudah diuji dan bersertifikat SNI. Dan trafo-trafo yang diproduksi nantinya mengikuti proses pengujian untuk mendapatkan sertifikasi,” pungkasnya.
Peresmian produksi perdana trafo distribusi 100 Kva tersebut turut dihadiri para General Manger (GM) PLN yang ada di Sumbagut. Yakni GM PLN UIW Sumut Irwan Syahputra, GM UIK Sumbagut Bambang Iswanto, GM UIP Sumbagut Octavianus Padudung. Kemudian GM UIP Pembangkit Sumatera Weddy B Sudirman. (ila/ram)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelatih PSMS Medan Philip Hansen, angkat bicara soal wacana penggunaan para pemain asing di Liga 2 2020. Diketahui, wacana itu kembali berembus usai satu kontestan Liga 2 mengajukan tambahan regulasi dalam pertemuan PSSI dengan klub-klub Liga 1 dan Liga 2, belum lama ini.
Philip pun mengatakan, belum terpikir untuk menggunakan jasa pemain asing di skuad Ayam Kinantan saat ini.
“Saya belum terpikir hal itu. Tapi saya pribadi, tak terlalu berharap hal itu (gunakan pemain asing). Karena saya telah menyiapkan tim yang sudah ada sejauh ini,” ungkap Philip, Sabtu (29/2) lalu.
Hal senada juga diungkapkan Manajer PSMS, Mulyadi Simatupang. Menurutnya, tidak begitu penting menggunakan jasa pemain asing untuk kompetisi Liga 2. Selain itu, hadirnya pemain asing di Liga 2 akan menghambat perkembangan pemain lokal Indonesia. Sebab dia menilai, tim-tim Liga 2 akan lebih banyak memakai jasa pemain asing ketimbang lokal jika hal itu diterapkan.
“Kalau saya pribadi, untuk Liga 2 tak perlulah pemain asing. Karena kami untuk mencari striker lokal yang berkualitas saja cukup susah. Adapun pasti sudah main di Liga 1,” bebernya.
“Dan kalau itu diterapkan, takutnya talenta pemain lokal Indonesia kalah bersaing dengan pemain asing. Jadi, saya pribadi belum tepat penggunaan mereka di Liga 2,” jelas Mulyadi.
Seperti diketahui, jadwal Liga 2 musim ini belum dirilis oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator liga. Diagendakan, jadwal itu segera dirilis setelah klub-klub Liga 2 melakukan manager meeting dalam waktu dekat. (isc/saz)
SERTIJAB: Kapolres Labuhanbatu, AKBP Agus Darojat melakukan Sertijab tiga jabatan di Mapolres Labuhanbatu Aula Mapolres Labuhanbatu, Sabtu (29/2).
SERTIJAB: Kapolres Labuhanbatu, AKBP Agus Darojat melakukan Sertijab tiga jabatan di Mapolres Labuhanbatu Aula Mapolres Labuhanbatu, Sabtu (29/2).
LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Kapolres Labuhanbatu, AKBP Agus Darojat memimpin serah terima jabatan (Sertijab) sebanyak tiga jabatan di Mapolres Labuhanbatu, Sabtu (29/02).
Adapun jabatan yang diserahterimakan, yakni Kapolsek Kota Pinang, Kasat Reskrim, dan Kasat Binmas.
Kapolres Agus mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pejabat lama Polres Labuhanbatu di antaranya, Kapolsek Kota Pinang Kompol Darwin Ginting, Kasat Reskrim AKP Jamakita Purba, dan Kasat Binmas AKP Asmon Bufitra
“Kepada Pejabat lama saya ucapkan terima kasih atas segala dedikasi dan loyalitasnya terhadap institusi ini. Khususnya Polres Labuhanbatu. Semoga sukses ditempat yang baru,” kata Kapolres.
Sementara itu untuk pejabat yang baru yakni Kapolsek Kota Pinang Kompol Semon Sembiring, Kasat Reskrim AKP Parikhesit dan Kasat Binmas AKP. Khairul Saleh, Kapolres yakin mereka dapat menjalankan tugas sesuai dengan harapan Polri dan masyarakat.
“Untuk Pejabat yang baru saya ucapkan Selamat datang dan selamat atas kepercayaan yang diberikan pemimpin kepada saudara. Saya yakin dengan bekal pengalaman yang saudara miliki pada penugasan jabatan sebelumnya, saudara mampu melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan harapan Polri dan masyarakat,” kata Kapolres. (fdh/azw)
LANTIK: Ketua KPU Nias, Firman Mendofa melantik 50 anggota Panitia Penyelenggara Kecamatan se-Kabupaten Niasdi Gedung Howuhowu, Lasari Idanoi Kecamatan Gido, Nias, Sabtu (29/2).
LANTIK: Ketua KPU Nias, Firman Mendofa melantik 50 anggota Panitia Penyelenggara Kecamatan se-Kabupaten Niasdi Gedung Howuhowu, Lasari Idanoi Kecamatan Gido, Nias, Sabtu (29/2).
NIAS, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 50 anggota Panitia Penyelenggara Kecamatan (PPK) Kabupaten Nias dilantik di Gedung Howuhowu Lasara Idanoi, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Sabtu (29/2).
Pelantikan ke-50 orang PPK yang terbagi di 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Nias itu, ditandai dengan pengambilan sumpah oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nias Firman Mendrofa, dihadiri Komisioner KPU Sumut Benget Silitonga, dan seluruh Komisioner KPU Nias, yakni Iman Murni Telaumbanua, Elisati Zandroto, Dedi Kurniawan Bate’e, Sitori Mendrofa.
Kegiatan ini dihadiri oleh Komisioner KPU Provinsi Sumatera Utara, Benget Silitonga, Asisten Bupati Nias, Marulam Sianturi, ketua DPRD Nias, Alinuru Laoli, mewakili Kapolres Nias, mewakili Dandim 0213 Nias, Bawaslu Kabupaten Nias,
Ketua KPU Kabupaten Nias, Firman Mendrofa kepada Sumut Pos mengatakan, PPK yang dilantik itu aktif bekerja selama 9 bulan. Terhitung Februari hingga November 2020, sebagai perpanjangan tangan KPU Nias, pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Nias tahun 2020.
Firman menjelaskan, pada Pilkada tahun 2020 ini KPU Nias bertekad dapat mengahasilkan Pilkada yang berintregritas dan berkualitas. Untuk itu ia berharap seluruh penyelengara bekerja sesuai amanat undang-undang dan peraturan yang berlaku.
Ketua KPU Nias mengingatkan akan fakta integritas yang sudah ditandatangani oleh ke-50 orang PPK tersebut, agar selalu dipedomani disetiap tahapan Pilkada sehingga Pilkada yang berintegritas dan berkualitas dapat tercapai.
Ketua Bawaslu Kabupaten Nias, Maskurnia Hura SH dalam sambuatannya mengajak PPK yang baru dilantik bersinergi dengan Bawaslu maupun stakeholder yang lain. Ia juga mengingatkan akan tantangan integritas sebagai penyelenggara Pemilu.
Bupati Nias yang diwakili oleh Asisten 3, Marulam Sianturi dalam sambutannya mengapresiasi jajaran KPU, sehingga kegiatan perekrutan PPK hingga pelantikan dapat terlaksana dengan baik.
Sementara, Komisioner KPU Sumut Benget Silitonga dalam sambutannya berharap kepada PPK yang baru dilantik dapat memahami tugasnya dengan baik. “Rekan-rekan sekalian, andalah penyelenggara pemilu dibarisan terdepan di tingkat kecamatan. Suksesnya pelaksanaan Pemilu setidaknya ada 3 tiga kata kunci yakni : profesional, berintegritas, dan berkualitas,” terangnya.
“Terimakasi kepada Pemkab Nias atas dukungan anggaran melalui NPHD, dan kami juga berharap dukungan dari pemerintah daerah akan netralitas PNS dan unsur forkompimda lainnya. Karena kita semua berharap Pilkada tahun 2020 ini, menjadi Pilkada terbaik dari yang sebelumnya. Kita targetkan partisipasi pemilih diatas 70 persen,”pungkasnya. (adl/azw)