BEBAS
Sebanyak 48 narapidana yang dibina di Lapas Klas 1A Tanjung Gusta Medan, mendapatkan kebebasan melalui program asimilasi dan pembebasan bersyarat terkait Covid-19, Kamis (2/4).
BEBAS
Sebanyak 48 narapidana yang dibina di Lapas Klas 1A Tanjung Gusta Medan, mendapatkan kebebasan melalui program asimilasi dan pembebasan bersyarat terkait Covid-19, Kamis (2/4).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 9.589 narapidana (napi) dari 39 unit pelayanan teknis (UPT) di Sumatera Utara, dibebaskan melalui program asimilasi dan pembebasan bersyarat terkait Covid-19. Keseluruhan napi yang dibebaskan termasuk dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Sumatera Utara. Tak ada napi koruptor.
“Dari 9.589 orang napi yang bebas tersebut, sebanyak 5.102 orang telah menjalani setengah masa hukuman atau asimilasi per 1 hingga 7 April 2020. Sedangkan yang telah menjalani 2/3 masa hukuman atau Pembebasan Bersyarat, Cuti Bersyarat dan Cuti Menjelang Bebas (CMB), tercatat 4.487 orang,” ungkap Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkumham Sumut, Jahari Sitepu, kepada wartawan, Kamis (2/4).
Kebijakan pembebasan napi ini berdasarkan Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020, tentang pengeluaran Narapidana dan Anak melalui asimilasi dan integrasi. “Langkah yang dilakukan ini sebagai antisipasi penyebaran virus Corona atau Covid 19, mengingat kondisi sel tahanan yang over kapasitas dan sangat rawan bagi para wargabinaan bila terserang virus corona,” jelasnya.
Menurutnya, 39 UPT Lapas, LPKA, dan Rutan di Sumut semuanya over kapasitas. “Selayaknya dihuni 12.574 orang, namun kenyataannya dihuni 35.646, baik itu napi dan tahanan,” sebutnya.
Untuk napi yang bebas, karena telah menjalani setengah dari masa hukuman atau asimilasi, sebanyak 457 orang telah dibebaskan pada 1 April 2020. Para napi yang dibebaskan ini tetap dipantau Tim Kanwil Kemenkumham bersama Kejati Sumut. “Tidak perlu khawatir karena mereka telah melalui seleksi yang sangat ketat,” imbuhnya.
Menurutnya, napi kasus narkoba, teroris, perdagangan manusia, dan korupsi tidak termasuk dalam daftar 9.589 napi yang bebas. “Sejumlah napi koruptor masih dalam pengusulan (bebas), mengingat darurat wabah virus corona,” urainya.
Untuk mencegah penyebaran Covid-19, ia telah menginstruksikan lapas, rutan, dan lapas anak agar disemprot disinfektan, dan ada test suhu tubuh serta wajib mencuci tangan.
Terpisah, Kepala Lapas Klas IA Tanjung Gusta Medan, Frans Elias Nico, mengatakan lapas mendapat kuota 143 napi yang dibebaskan secara bertahap. Saat ini, sebanyak 48 orang napi telah dibebaskan, termasuk 5 orang melalui pembebasan bersyarat.
Menurutnya, pembebasan narapidana terkait surat edaran asimilasi dari Ditjen PAS, bukan hanya terkait dengan pencegahan virus corona. Melainkan karena Lapas Tanjung Gusta juga telah over kapasitas. “Karena satu kamar terlalu sempit, dikhawatirkan berdampak pada penularan,” katanya.
Di Rutan Tanjung Gusta Medan, saat ini terdapat 800 napi yang mendapatkan asimilasi atau bebas secara bertahap.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Napi bebas juga termasuk dari Lapas Binjai sebanyak 151 orang. Pembebasan diistilahkan dengan isolasi mandiri di rumah terkait Covid-19.
“Isolasi di rumah ini sesuai Keputusan Menkumham Nomor 10 Tahun 2020. Isolasi mandiri di rumah sebagai bentuk kemanusiaan dan mengantisipasi wabah Covid-19 agar tidak meluas. Sekaligus sebagai langkah menanggulangi kelebihan kapasitas di setiap Lapas maupun Rutan di Indonesia,” kata Kalapas Binjai, Maju Amintas Siburian, Kamis (2/4).
Pembebasan wargabinaan disaksikan Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaaan Negeri Binjai, Fahmi Jalil dan Jaksa Penuntut Umum, Linda.
Menurut Kalapas, meski dibebaskan, wargabinaan tersebut tetap diawasi petugas dari Badan Pemasyarakatan. “Mereka yang menjalani isolasi mandiri ini bukan langsung bebas. Tapi disesuaikan dengan regulasi secara bertahap. “Hari ini sebanyak 32 napi kita asimilasikan kembali ke rumah. Kriterianya, sudah menjalani hukuman minimal setengah sampai dua per tiga pada 31 Desember 2020. Itu untuk napi kasus pidana umum,” urai dia.
Sebelum dilepas menjalani isolasi di rumah, para wargabinaan mendapat pengarahan dari Kalapas. “Para wargabinaan diminta jangan keluar rumah dulu. Itu sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah menangani wabah virus corona. Sepakat ya. Dan yang paling penting, jangan kembali melakukan tindak pidana,” pungkasnya. (man/ted)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sumatera Utara memiliki kabar baik terkait pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Hingga Kamis (2/4) sore, jumlah orang yang positif virus corona masih bertahan 30 orang, dengan rincian 3 orang meninggal dan 27 orang masih dirawat di rumah sakit rujukan. Jumlah ini sama dengan data Rabu (1/4). Dari 27 pasien positif yang dirawat, sebagian di antaranya mulai sembuh.
“PENDERITA positif Covid-19 masih tetap berjumlah 30 orang dari hari sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 25 orang diketahui positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction, Red). Sementara 5 orang menggunakan kreativitas,” ujar Jujur Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, dalam keterangan pers melalui video streaming, Jumat (2/4) sore.
Untuk diketahui, metode PCR adalah suatu metode pemeriksaan yang prinsip kerjanya mendeteksi bahan genetik spesifik di dalam virus. Saat sampel air liur/cairan pernafasan/tinja pasien sudah di laboratorium, peneliti mengekstrak asam nukleat (DNA dan RNA) yang menyimpan genom virus. Virus corona baru memiliki hampir 30 ribu nukleotida (blok bangunan DNA dan RNA). Tes PCR hanya menargetkan 100 nukleotida yang spesifik untuk virus corona, termasuk dua gen dalam genom virus corona. Sampel dianggap positif jika ditemukan dua gen ini.
Kembali ke dr Aris yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut ini, pasien positif corona yang mulai sembuh, masih dalam perawatan. “Sejauh ini, kami belum menerima data pasien yang sudah sembuh setelah dinyatakan positif corona. Sebab seluruh pasien masih dirawat dan dan diisolasi di rumah sakit. Namun kemungkinan tak lama lagi kami akan mendapatkan jumlah pasien yang sembuh dari kasus positif,” katanya.
Adapun jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Sumut, berdasarkan data yang masuk hingga kemarin sore, jumlahnya telah berkurang menjadi 84 orang, dari sebelumnya 88 orang. Artinya, berkurang 4 orang PDP. “PDP mengalami penurunan 4,5 persen,” katanya.
Tentang jumlah PDP yang meninggal sebelum diketahui konfirmasi positif dan negatif, menurutnya, belum bisa disampaikan ke publik karena pihaknya masih terus melakukan pelacakan dan penyelidikan epidemiologi terhadap PDP dimaksud.
Sementara itu, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) meningkat menjadi 3.338 orang dari sebelumnya 2.970 orang. Atau naik 11 persen. ODP adalah orang yang dipantau karena baru pulang dari luar negeri atau kota yang terjangkit Covid-19, atau memiliki kontak dengan pasien positif corona atau PDP.
Tetap Jaga Jarak
Menurut Aris, penularan virus corona di masih terus terjadi akibat sejumlah orang masih mengamabikan imbauan untuk menjaga jarak kontak fisik. Kemudian, mencuci tangan pakai sabun belum dijalankan dengan baik.
“Kami berharap, kita semua bekerja sama dan mampu berperan aktif mencegah penularan virus corona. Dalam kaitan ini, mari kita lindungi orang-orang tua kita, orang-orang yang rentan karena memiliki penyakit dasar sebelumnya, agar tidak tertular. Karena dampaknya berat bagi mereka. Karena itu, kita harus tetap sehat. Jaga jarak aman fisik setidak-tidaknya 2 meter,” paparnya.
Dia menyatakan, sekitar 4.000 rapid test telah didistribusikan ke pemerintah kabupaten/kota dan rumah sakit di Sumut, sebagai upaya screening awal untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Bahkan, saat ini sudah memesan lebih kurang 36.000.
“Dari lebih kurang 4.000 rapid test yang telah didistribusikan, data yang masuk sama kami saat ini baru 5 orang yang terkonfirmasi positif dari rapid test tersebut. Jadi, yang lain mungkin masih dalam proses. Sedangkan spesimen-spesimen yang dikirimkan ke Jakarta, kami sudah mengirimkan lebih dari 100 spesimen beberapa waktu yang lalu untuk pemeriksaan swab menggunakan metode antigen PCR. Tetapi sampai hari ini kami belum dapat hasilnya. Mungkin lantaran banyak provinsi yang mengirimkan swab ke Jakarta,” kata Aris.
Selain rapid test, lanjut Aris, Alat Pelindung Diri (APD) juga telah didistribusikan ke rumah-rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan. “Saat ini masih menunggu pesanan. APD yang telah dipesan salah satunya melalui Sritex di Solo. Dari 6.000 yang kita pesan, yang datang itu baru 2.000. Sisanya, dalam waktu dekat 4.000 sedang dalam perjalanan. Semoga segala sesuatu yang terkait dengan pengiriman APD dari Solo ke Medan tidak mengalami gangguan, sehingga bisa segera dan cepat kita distribusikan kepada rumah sakit yang membutuhkan,” aku Aris.
Ia mengimbau seluruh rumah sakit dan masyarakat di Sumut, agar lebih memperhatikan pengelolaan limbah serta sampah rumah tangga. “Limbah infeksius untuk perawatan ODP maupun PDP, seperti masker, sarung tangan, dan baju pelindung diri, bisa dikumpulkan dan dikemas sendiri menggunakan wadah. Selanjutnya dimusnahkan di tempat pengolahan limbah B3,” paparnya.
Sementara upaya mengurangi dampak timbunan sampah masker, masyarakat yang sehat diimbau menggunakan masker guna ulang yang dapat dicuci setiap hari. Jikapun menggunakan masker sekali pakai, diharuskan untuk merobek, memotong, atau menggunting, dan kemudian mengemasnya sebelum dibuang ke tempat sampah. Tujuannya untuk menghindari penyalahgunaan.
“Oleh sebab itu, kami berharap pemerintah daerah kabupaten/kota untuk menyiapkan tempat sampah masker-masker yang sudah tidak terpakai lagi di ruang-ruang publik,” imbuhnya.
HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Dinas Kesehatan Humbang Hasundutan (Humbahas) mencatat sebanyak 2.300 Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid 19. Dari jumlah itu, sebanyak 12 orang telah selesai dipantau, dan 22 ODP.
“Data per 1 April sore, ke-2.300 orang tanpa gejala ini merupakan hasil pemeriksaan Dinkes di empat posko Covid 19 dan yang datang ke RS dan puskesmas, namun tidak ditemukan indikasi gejala Covid 19 berupa demam ataupun flu,” kata Kepala Dinas Kominfo Humbahas, Hotman Hutasoit, dalam keterangan persnya yang diterima, Kamis (2/4).
Sebanyak 12 orang di antaranya dinyatakan selesai pemantauan karantina mandiri selama 14 hari. Sisanya sebanyak 2.288 masih dalam pemantauan karantina mandiri. Di antaranya 436 warga Kecamatan Dolok Sanggul, 64 warga Kecamatan Baktiraja, 376 warga Kecamatan Lintong Nihuta, 534 warga Kecamatan Pollung, 176 warga Kecamatan Onan Ganjang, 174 warga Kecamatan Paranginan, 29 warga Kecamatan Sijamapolang, 253 warga Kecamatan Pakkat, 182 warga Kecamatan Parlilitan yang sebelumnya 194, dan 64 warga Kecamatan Tarabintang.
Sementara, 22 ODP memiliki riwayat perjalanan ke daerah yang terjangkit Covid 19, dan 1 di antaranya dinyatakan selesai pemantauan selama 14 hari. “Sampai saat ini kondisi mereka dipantau melalui via telepon,” terang Hotman.
Ke 22 orang ini, di antaranya 13 warga Kecamatan Dolok Sanggul termasuk yang selesai pemantauan 1 orang, 2 warga Kecamatan Lintong Nihuta, 3 warga Kecamatan Pollung, 1 warga Kecamatan Onan Ganjang, 2 warga Kecamatan Paranginan dan 1 warga Kecamatan Pakkat.
Ditanya tentang jenis kelamin orang OTG maupun ODP, Hotman mengatakan, informasi jenis kelamin tidak disebarkan.
Terkait jumlah ODP yang isolasi mandiri sekaitan PDP meninggal, Lestari boru Purba, Hotman menjelaskan, sebanyak 29 orang diisolasi mandiri selama 14 hari. Di antaranya 17 orang perawat/bidan, 2 dokter, dan 20 orang dari keluarga korban.
“Mereka dipantau melalui telepon, ditanya perkembangan kesehatan,” kata Hotman. (ris/des)
TERSANGKA. Trison Tarigan (21) warga Desa Palding Jaya Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi ditangkap Satnarkoba Polres Dairi kasus kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
TERSANGKA. Trison Tarigan (21) warga Desa Palding Jaya Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi ditangkap Satnarkoba Polres Dairi kasus kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
SATUAN Narkoba Kepolisian Resor Dairi menangkap, Trison Tarigan (21) warga Desa Palding Jaya Kecamatan Tigalingga Kabupaten Dairi. Pemuda itu diamankan terkait kepemilikan narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu.
Tersangka ditangkap di salon Jimmy jalan Sisingamangaraja Bawah Gang Kolam LG Desa Lausireme Kecamatan Tigalingga, Rabu (1/4) malam. Demikian diterangkan Kapolres Dairi AKBP Leonardo Simatupang melalui Kasubbag Humas Polres, Iptu Donny Saleh di Mapolres, Kamis (2/4). Diterangkan, penindakan terhadap terduga pelaku tindak pidana narkotika tersebut atas informasi dari masyarakat.
Tersangka Trison Tarigan dilaporkan sedang menguasai narkotika jenis sabu-sabu. Atas informasi tersebut, Kasat Narkoba AKP ZP Matondang menerjunkan tim kelokasi untuk melakukan penyelidikan sesuai informasi dari warga. Benar, setelah dilakukan penyelidikan tersangka sedang berada di salon tersebut dan langsung diamankan.
“Sewaktu dilakukan penggeledahan, petugas mendapatkan barangbukti narkoba jenis sabu seberat 0,10 gram yang dibungkus dalam plastik klip transparan serta sejumlah alat hisap yang digunakan pelaku. Untuk penyelidikan lebih lanjut, tersangka dan barangbukti narkotika telah diamankan di Mapolres Dairi,” pungkas Donny.
Sementara di Belawan, seorang kurir sabu yang kerap beroperasi di Jalan KL Yos Sudarso, simpang Darmin, pingguran rel kereta api, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, diringkus Satuan Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, Selasa (31/3) sore.
Tersangka yang diamankan adalah, M Wahyudi alias Udin (36) warga Kampung Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan. Dari tanganya, polisi mengamankan barang bukti dompet berisi sabu seberat 0,74 gram, 3 butir ekstasi, uang Rp50 ribu dan Hp.
Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP M R Dayan mengatakan, penangkapan tersangka berawal informasi dari masyarakat. Berdasarkan info itu, petugas dari Satuan Narkona melakukan penyelidikan di lapangan.
Akhirnya, petugas di lapangan berhasil menangkap tersangka yang sedang menunggu pembeli. Setelah diamankan dengan barang bukti, petugas melakukan pengembangan terhadap bandar dari tersangka.
“Pengakuan tersangka, barang itu dia peroleh dari temannya berinsial B. Setelah kita lakukan pengembangan, temannya si B belum berhasil ditangkap dan berstatus DPO,” kata Kapolres.
Ditegaskan Dayan, pihaknya terus melakukan tindakan terhadap para pelaku narkoba di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.
“Kita berharap peran masyarakat turut berperan berpartisipasi memberikan informasi, agar pengungkapan narkoba dapat dilakukan secara bersama – sama,” ungkap Dayan. (rud/fac/azw)
SIDANG KORUPSI: Dua terdakwa korupsi pembangunan jembatan, menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (2/4).
SIDANG KORUPSI: Dua terdakwa korupsi pembangunan jembatan, menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (2/4).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Majelis hakim yang diketuai Jarihat Simarmata menvonis rendah dua koruptor pembangunan jembatan Batahan-Kubangan Tompek senilai Rp1,7 miliar. Abdullah Abubakar Lanri selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) Dinas PUPR Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dan Darma Efendi Pulungan, selaku pelaksana pekerjaan, divonis masing-masing selama 1 tahun penjara.
Selain kurungan badan, keduanya juga didenda Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan, dalam sidang di ruang Cakra 4 Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (2/4).
“Mengadili, menyatakan kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 3 ayat (1) junto (jo, Red) Pasal 18 ayat (1) huruf a, b, c, ayat (2), ayat (3) UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana,” urai Jarihat.
Selain itu, terdakwa Abdullah juga dibebankan membayar uang pengganti (UP) Rp300 juta subsider 5 bulan penjara. Dan terdakwa Darma Rp342 juta subsider 5 bulan penjara.
Menurut majelis hakim, hal yang memberatkan, kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi. “Sedangkan hal yang meringankan, kedua terdakwa bersikap sopan,” tandasnya.
Putusan ini lebih ringan dari tuntutan JPU, yang semula menuntut kedua terdakwa selama 1 tahun 6 bulan penjara denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan. Keduanya juga dibebankan membayar UP sebesar 643 juta subsider 18 bulan penjara.
Atas putusan tersebut, JPU dan penasihat hukum terdakwa kompak menyatakan pikir-pikir. “Kami masih punya waktu 7 hari untuk pikir-pikir,” kata Ardiansyah diluar sidang.
Dia mengakui, bahwa kedua terdakwa berstatus tahanan kota. Eksekusi terhadap keduanyapun bergantung dari kedua terdakwa. “Ya kalau terdakwanya banding, belum bisa dieksekusilah karna menunggu inkrah,” tandasnya.
Mengutip surat dakwaan, pada tahun 2017 Dinas PUPR Madina melaksanakan kegiatan Pembangunan Jembatan Batahan-Kubangan Tompek yang dananya bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2017, dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp1.700.000.000.
Atas pembangunan itu, tim auditor BPKP Perwakilan Sumatera Utara menyatakan ditemukan adanya kerugian negara sebesar Rp574.995.440. Ditemukan juga kerugian keuangan negara lainnya, dikarenakan tidak dilakukannya klaim atas jaminan pemeliharaan senilai Rp73.205.000. Sehingga total kerugian negara menjadi Rp648.200.440. (man/azw)
KORBAN: Kedua bocah kakak beradik saat berada di Puskesmas Lintongnihuta.
gusman/sumut pos
KORBAN: Kedua bocah kakak beradik saat berada di Puskesmas Lintongnihuta. Gusman/sumut pos
HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Dua bocah bersaudara, Ivan Manalu (10) dan Intan Manalu (8) tewas tenggelam di kolam ikan milik warga, Benget Nababan, di belakang Gereja HKI Sitonggitonggi Desa Nagasaribu Kecamatan Lintongnihuta Kabupaten Humbang Hasundutan, Rabu (1/4) sekira pukul 13.00 WIB.
Kepala Polisi Resort (Kapolres) Humbang Hasundutan, AKBP Rudi Hartono melalui Kasubag Humas Bripka Syawal mengatakan, kedua bocah ini merupakan pasangan suami istri dari Marga Manalu dan Lamudur boru Nababan.
Peristiwa itu diketahui oleh Benget, sewaktu hendak memberi makan ikan. Setiba di lokasi, Benget melihat sedkit kain dan rambut terapung dikolam tersebut.
Melihat hal itu, Benget kemudian memanggil anaknya, Kriston dan menyampaikan ada sosok mayat di kolam. Oleh Kristonpun langsung melompat dan mengangkat korban, Intan Manalu.
“ Setelah Intan diangkat, ibunya tiba-tiba datang karena mendengar ada kejadian anak-anak hanyut,” kata Syawal dalam keterangan persnya.
Oleh ibunya, sembari menatap Intan, mengaku kepada saksi bahwa korban, Intan bersama abangnya, Ivan saat itu sedang bermain-main. Mendengar hal itu, warga yang berada di lokasi kembali masuk ke kolam.
Dan tak jauh dari penemuan Intan, Ivanpun ditemukan dan langsung dibawa. “ Setelah ditemukan, kedua bocah ini kemudian dibawa ke Puskesmas Lintongnihuta dan ternyata korban sudah tidak lagi bernyawa,” jelas Syawal.
Dia menjelaskan, atas kejadian tersebut ibu korban dan keluarga menerima peristiwa kematian anaknya dan tidak bersedia dilakukan autopsi. “ Kedua korban ini sudah dimakamkan sekitar pukul 18.00 WIB,” kata Syawal.(des/azw)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pandemi Corona yang terus merebak di seluruh dunia bukan hanya mempengaruhi perekonomian global, namun makin menimbulkan dampak buruk bagi kelangsungan media cetak di Indonesia. Situasi ini makin diperparah dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga mendekati Rp. 17.000 yang secara otomatis menaikan harga kertas koran.
“Situasi ini juga melemahkan daya beli masyarakat sehingga memperparah situasi persuratkabaran saat ini. Dikuatirkan apa yg sedang terjadi saat ini dengan merebaknya wabah virus corona bukan tidak mungkin bisa membuat banyak media cetak gulung tikar,’ ujar Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumut H. Farianda Putra Sinik, SE
Terkait hal itu, SPS – PWI bersama pimpinan media di Sumatera Utara mengharapkan pemerintah pusat menaruh perhatian terhadap keberlangsungan media cetak, terutama di Sumatera Utara yang sangat memprihatinkan sehubungan situasi terakhir akibat merebaknya Pandemi Virus Corona Copid-19 itu.
“Dalam kondisi sekarang, dengan semakin berkurangnya pendapatan iklan dan tergerusnya oplah yang dialami semua perusahaan media cetak di Sumatera Utara tentu sangat memberatkan, karenanya kami sangat mengharapkan pemerintah pusat membuat kebijakan khusus dengan memberikan semacam insentif, antara lain dalam hal penghapusan pajak (P.Ph) kertas koran serta berbagai kemudahan lainnya agar media cetak tetap eksis menjalankan fungsi profesional persnya,” ujar Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumut H. Farianda Putra Sinik, SE dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara H. Hermansjah, SE di Medan, Rabu (1/4-2020).
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh sejumlah pimpinan media di antaranya Pemimpim Umum Harian Analisa Supandi Kusuma, Pemimpin Redaksi Harian Waspada H. Prabudi Said, Pemimpin Redaksi Harian SIB GM. Immanuel Panggabean, BBA, Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Harian Medan Pos H. Farianda Putra Sinik, SE, Pemimpin Umum Harian Berita Sore H Teruna Jasa Said,Pimpinan Umum Harian Tribun Dayan Syarief, Pimpinan Umum Sumut Pos Pandapotan MT. Siallagan, Penanggungjawab Harian Mimbar Umum Jalaluddin, Pemred Harian Realitas Zultaufik, PU/Pemred Sumut-24 Ryanto Agly, SH, Pemimpin Umum Harian Orbit H. Mahsin Ahmad, SH dan Pemimpin Umum Harian Metro 24 T.Hasyimi, Pemimpin Redaksi Harian Andalas Agus Salim Ujung.
Perhatian Presiden RI
Dalam pernyataan bersama SPS dan PWI beserta para Pemimpin media di Sumatera Utara itu disebutkan, Pandemi Corona yang terus merebak di seluruh dunia tersebut pemerintah, dalam hal ini Presiden RI Joko Widodo juga harus memberi solusi. Apalagi media cetak (surat kabar) sebagai perusahaan pers yang tetap konsisten membayar pajak.
Karenanya agar perusahaan penerbitan media cetak dapat bertahan dalam situasi yang sulit seperti sekarang ini, sebab selain harus bersaing dengan media digital dalam berbagai bentuk penyajian yang cepat dan murah dalam merebut pasar pembaca, media cetak harus berhadapan dengan perdagangan gobal dalam pembelian bahan baku cetak berupa kertas, tinta dan lainnya. “Kami sedang menghadapi situasi sulit dan hal ini makin diperparah dengan wabah Covid 19 yang mengakibatkan pasar pembaca cetak makin berkurang,” tambah Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumut, Farianda Putra Sinik,SE.
Pemerintah harus segera mengambil langkah strategis dalam menyelamatkan bisnis media cetak, apalagi sejarah bangsa ini tidak bisa lepas dari peran media cetak yang ikut andil dalam merebut dan memperjuangkan kemerdekaan bangsa.
Media cetak sebagai bagian dari pers perjuangan adalah bagian dari sejarah bangsa. “Kita tidak bisa memungkirinya dan jangan sampai media cetak hanya akan menjadi catatan sejarah saja. Pemerintah harus segera memberi solusi agar keberlangsungan media cetak bisa bertahan dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin canggih ini,” ujar Farianda yang sehari-hari juga menjabat sebagai Pemred Harian Medan Pos.
Salah satu solusi yang bisa dilakukan pemerintah tambahnya, adalah dengan memberi penghapusan pajak kertas, atau setidaknya memberi keringanan dalam bentuk dispensasi pajak. Bentuk lain lagi juga bisa diberikan stimulus agar usaha penerbitan media cetak bisa bertahan.
“Sebagai Ketua SPS Sumut saya sudah menyampaikan langsung kepada Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, namun belum ada respon yang positif sampai saat ini, karena harga kertas terus melambung seiring melemahnya rupiah,” katanya.
Bisnis informasi
Dalam pernyataan bersama itu, SPS – PWI Sumatera Utara memahami betul situasi pemerintah sedang consen mengantisipasi pandemi Corona yang melanda negeri ini dalam sebulan terakhir, namun dari sisi bisnis informasi seharusnya juga harus menjadi perhatian serupa.
“Corona bukan hanya membinasakan manusia, bisnis media cetak juga bisa binasa jika pemerintah tidak peduli terhadap kelangsungannya. Kami berharap pemerintah pusat dan daerah juga memikirkan kesinambungan kami, karena di media cetak ini banyak wartawan yang menggantungkan harapan hidupnya. Jika media cetak tutup berapa banyak wartawan yang menderita, termasuk keluarganya,” katanya.
Perhatian Pemprovsu
Selain pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi (daerah), dalam hal ini Pemprov Sumatera Utara melalui Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi juga harus memperhatikan kehidupan media cetak di daerah ini yang sudah diambang kebangkrutan, terutama bila tidak segera mendapat bantuan.
“Tidak saja melalui bantuan peningkatan profesionalitas kewartawaan sebagaimana dilakukan selama ini dalam program Uji Kompetensi Wartawan (UKW), tapi juga menaruh perhatian dalam hal berbagai kemudahan dan insentif di antaranya seperti menggalakkan kembali di lingkungan kerja Pemprovsu, jajaran Pemerintah kota dan kabupaten untuk tetap berlangganan surat kabar dan kerjamasama lainnya yang saling menguntungkan kedua belah pihak, sehingga hubungan emosional antara jajaran pemerintahan dan redaksi di masing masing media cetak di daerah ini tetap terus terjaga serta terjalin baik sebagaimana selama ini.
“Kalau bisa jumlah langganan surat kabar bisa ditingkatkan lagi, tidak saja di Medan tapi juga di daerah daerah dengan adanya kebijakan itu diharapkan animo masyarakat untuk membaca koran tidak pupus akibat perkembangan media sosial dan perkembangan media cyber di era Revolusi Industri 4.0 yang terjadi sekarang ini, “ ujar Hermansjah.
PERIKSA: Kapolres Dairi AKBP Leonardo Simatupang (kanan) bersama Bupati Dairi, Eddy KA Berutu saat memeriksa tim yang akan melakukan penyemprotan disinfektan untuk pencegahan penularan covid-19.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
PERIKSA: Kapolres Dairi AKBP Leonardo Simatupang (kanan) bersama Bupati Dairi, Eddy KA Berutu saat memeriksa tim yang akan melakukan penyemprotan disinfektan untuk pencegahan penularan covid-19. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Resor Dairi bersama Pemerintah Kabupaten Dairi dan Kodim 0206 Dairi mengadakan penyemprotan disinfektan di Kota Sidikalang pada Selasa (31/3).
Kapolres Dairi AKBP Leonardo Simatupang melalui Kasubbag Humas Polres, Iptu Donny Saleh mengatakan penyemprotan disinfektan diawali bersama dipimpin Kapolres AKBP Leonardo Simatupang di halaman Mapolres. Pada acara tersebut juga dihadiri Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu serta Kasdim 0206/Dairi serta pejabat utama Polres Dairi.
“Kegiatan ini menindaklanjuti Maklumat Kapolri dan Surat Telegram yang ditandatangani Wakapolri Nomor ST/1008/III/KES.7/2020 tertanggal 27 Maret 2020 tentang Penyemprotan Disinfektan Secara Massal,” ujar Kapolres AKBP Leonardo Simatupang.
Kegiatan ini dalam rangka mendukung keselamatan masyakarat melalui gerakan preventif secara masif dan serentak untuk meminimalisir tingkat penyebaran virus corona ( Covid-19). Lokasi penyemprotan di seputaran Kota Sidikalang dan pusat pasar Sidikalang. “Kami memghimbau masyarakat agar tetap stay dirumah. Kurangi aktivitas diluar rumah,” tandasnya.
Usai gelar apel, Kapolres bersama Bupati meninjau penyemprotan. Penyemprotan dilakukan diberbagai tempat seperti dirumah warga, rumah makan, perkantoran, perbankan serta toko-toko diseputaran Kota Sidikalang.
Bupati Eddy Berutu menghimbau para pengusaha yang belum menyediakan hand sanitezer dan tempat cuci tangan agar segera menyediakannya. Penyemprotan disinfektan menggunakan mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Dairi. (rud/ram)
KUNJUNG: Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi didampingi Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababab saat berkunjung ke RSUD Tarutung sebagai RS rujukan untuk pasien Covid-19.
KUNJUNG: Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi didampingi Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababab saat berkunjung ke RSUD Tarutung sebagai RS rujukan untuk pasien Covid-19.
SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi meminta agar semua daerah serius dan bersama-sama dalam manangani wabah Corona Virus Disease (Covid-19). Jika ditemukan pasien yang sakit berat diminta segera dikirim ke Medan agar mendapat penanganan medis yang lebih maksimal.
Hal itu disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat mengunjungi RSUD Tarutung Jalan Agus Salim Nomor 1 Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Rabu (1/4).
“Saya minta ini serius kita tangani bersama. Bagi pasien yang sudah sakit berat segera kirim ke Medan,” ujar Gubernur ketika meninjau fasilitas RSUD yang menjadi salah satu RS rujukan pasien Covid-19.
Gubernur juga meninjau ruang isolasi yang ada di RSUD Tarutung. Lebih lanjut dikatakannya, saat ini di Kota Medan sudah disiapkan 120 ruang isolasi Covid-19 untuk pasien kondisi sakit berat dan 49 ruangan untuk pasien sakit ringan, diantaranya RS GL Tobing Tanjung Morawa dan RS Marta Friska dan beberapa RS lainnya.
“Kita terus berupaya untuk menambah ini (RS), begitu juga dengan Alat Pelindung Diri (APD), rapid test dan berbagai fasilitas pendukung lainnya,” ujar Gubernur.
Namun Gubernur meminta semua pihak bersabar. Karena keberadaan APD dan rapid test sangat terbatas sehingga sulit dan butuh waktu untuk mendapatkananya.
“Meski ada uang belum tentu kita bisa mendapatkannya. Karena saat ini tidak hanya kita saja, bahkan seluruh dunia pun membutuhkannya. Jika pun ada, butuh waktu untuk pengadaannya.” jelasnya.
Selain meninjau ruang isolasi, ruang rawat inap dan ruang perawat, Edy juga menyerahkan bantuan rapid test untuk RSUD Tarutung, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Toba Samosir dan Humbang Hasundutan masing-masing berjumlah 100 rapid tes.
Kepada Direktur RSUD Tarutung, Jandri Nababan dan para tenaga medis, Edy juga mengingatkan agar selalu menggunakan alat pelindung diri atau APD dengan baik dan benar. Bahkan, Gubernur meminta seorang perawat untuk memperagakan cara memakai APD yang baik dan benar. “ Ini sangat penting bagi tenaga medis, jangan main-main. Jangan sampai salah cara pemakaiannya, risikonya bisa tertular,” ujarnya kepada para tenaga medis yang hadir.
Sementara itu, Direktur RSUD Tarutung, Jandri Nababan menyampaikan kepada Gubernur bahwa di RSUD tersebut sudah ada satu ruang isolasi dengan 4 tempat tidur. “Ada satu pasien PDP Covid-19 yang sedang kita rawat Pak,” katanya.
Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan mengapresiasi kedatangan Gubernur ke Tarutung dan meninjau langsung RSUD. Dia juga berterima kasih atas dukungan Pemprov Sumut terhadap daerahnya, khususnya dalam penganganan wabah Covid-19.
Namun menurutnya, sebagai salah satu RS rujukan untuk pasien Covid-19, masih membutuhkan APD dan rapid test serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. “Untuk itu kami mohon bantuan dari Bapak Gubernur, khususnya APD dan rapid tes yang sangat dibutuhkan saat ini,” ujarnya.
Turut hadir dalam kesempatan itu, Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, Bupati Toba Samosir Darwin Siagian, Koordinator Medis dan Paramedis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut Restuti Hidayani Saragih, Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan. (prn/ram)