KORBAN: Kedua bocah kakak beradik saat berada di Puskesmas Lintongnihuta.
gusman/sumut pos
KORBAN: Kedua bocah kakak beradik saat berada di Puskesmas Lintongnihuta. Gusman/sumut pos
HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Dua bocah bersaudara, Ivan Manalu (10) dan Intan Manalu (8) tewas tenggelam di kolam ikan milik warga, Benget Nababan, di belakang Gereja HKI Sitonggitonggi Desa Nagasaribu Kecamatan Lintongnihuta Kabupaten Humbang Hasundutan, Rabu (1/4) sekira pukul 13.00 WIB.
Kepala Polisi Resort (Kapolres) Humbang Hasundutan, AKBP Rudi Hartono melalui Kasubag Humas Bripka Syawal mengatakan, kedua bocah ini merupakan pasangan suami istri dari Marga Manalu dan Lamudur boru Nababan.
Peristiwa itu diketahui oleh Benget, sewaktu hendak memberi makan ikan. Setiba di lokasi, Benget melihat sedkit kain dan rambut terapung dikolam tersebut.
Melihat hal itu, Benget kemudian memanggil anaknya, Kriston dan menyampaikan ada sosok mayat di kolam. Oleh Kristonpun langsung melompat dan mengangkat korban, Intan Manalu.
“ Setelah Intan diangkat, ibunya tiba-tiba datang karena mendengar ada kejadian anak-anak hanyut,” kata Syawal dalam keterangan persnya.
Oleh ibunya, sembari menatap Intan, mengaku kepada saksi bahwa korban, Intan bersama abangnya, Ivan saat itu sedang bermain-main. Mendengar hal itu, warga yang berada di lokasi kembali masuk ke kolam.
Dan tak jauh dari penemuan Intan, Ivanpun ditemukan dan langsung dibawa. “ Setelah ditemukan, kedua bocah ini kemudian dibawa ke Puskesmas Lintongnihuta dan ternyata korban sudah tidak lagi bernyawa,” jelas Syawal.
Dia menjelaskan, atas kejadian tersebut ibu korban dan keluarga menerima peristiwa kematian anaknya dan tidak bersedia dilakukan autopsi. “ Kedua korban ini sudah dimakamkan sekitar pukul 18.00 WIB,” kata Syawal.(des/azw)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pandemi Corona yang terus merebak di seluruh dunia bukan hanya mempengaruhi perekonomian global, namun makin menimbulkan dampak buruk bagi kelangsungan media cetak di Indonesia. Situasi ini makin diperparah dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga mendekati Rp. 17.000 yang secara otomatis menaikan harga kertas koran.
“Situasi ini juga melemahkan daya beli masyarakat sehingga memperparah situasi persuratkabaran saat ini. Dikuatirkan apa yg sedang terjadi saat ini dengan merebaknya wabah virus corona bukan tidak mungkin bisa membuat banyak media cetak gulung tikar,’ ujar Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumut H. Farianda Putra Sinik, SE
Terkait hal itu, SPS – PWI bersama pimpinan media di Sumatera Utara mengharapkan pemerintah pusat menaruh perhatian terhadap keberlangsungan media cetak, terutama di Sumatera Utara yang sangat memprihatinkan sehubungan situasi terakhir akibat merebaknya Pandemi Virus Corona Copid-19 itu.
“Dalam kondisi sekarang, dengan semakin berkurangnya pendapatan iklan dan tergerusnya oplah yang dialami semua perusahaan media cetak di Sumatera Utara tentu sangat memberatkan, karenanya kami sangat mengharapkan pemerintah pusat membuat kebijakan khusus dengan memberikan semacam insentif, antara lain dalam hal penghapusan pajak (P.Ph) kertas koran serta berbagai kemudahan lainnya agar media cetak tetap eksis menjalankan fungsi profesional persnya,” ujar Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumut H. Farianda Putra Sinik, SE dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara H. Hermansjah, SE di Medan, Rabu (1/4-2020).
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh sejumlah pimpinan media di antaranya Pemimpim Umum Harian Analisa Supandi Kusuma, Pemimpin Redaksi Harian Waspada H. Prabudi Said, Pemimpin Redaksi Harian SIB GM. Immanuel Panggabean, BBA, Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Harian Medan Pos H. Farianda Putra Sinik, SE, Pemimpin Umum Harian Berita Sore H Teruna Jasa Said,Pimpinan Umum Harian Tribun Dayan Syarief, Pimpinan Umum Sumut Pos Pandapotan MT. Siallagan, Penanggungjawab Harian Mimbar Umum Jalaluddin, Pemred Harian Realitas Zultaufik, PU/Pemred Sumut-24 Ryanto Agly, SH, Pemimpin Umum Harian Orbit H. Mahsin Ahmad, SH dan Pemimpin Umum Harian Metro 24 T.Hasyimi, Pemimpin Redaksi Harian Andalas Agus Salim Ujung.
Perhatian Presiden RI
Dalam pernyataan bersama SPS dan PWI beserta para Pemimpin media di Sumatera Utara itu disebutkan, Pandemi Corona yang terus merebak di seluruh dunia tersebut pemerintah, dalam hal ini Presiden RI Joko Widodo juga harus memberi solusi. Apalagi media cetak (surat kabar) sebagai perusahaan pers yang tetap konsisten membayar pajak.
Karenanya agar perusahaan penerbitan media cetak dapat bertahan dalam situasi yang sulit seperti sekarang ini, sebab selain harus bersaing dengan media digital dalam berbagai bentuk penyajian yang cepat dan murah dalam merebut pasar pembaca, media cetak harus berhadapan dengan perdagangan gobal dalam pembelian bahan baku cetak berupa kertas, tinta dan lainnya. “Kami sedang menghadapi situasi sulit dan hal ini makin diperparah dengan wabah Covid 19 yang mengakibatkan pasar pembaca cetak makin berkurang,” tambah Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumut, Farianda Putra Sinik,SE.
Pemerintah harus segera mengambil langkah strategis dalam menyelamatkan bisnis media cetak, apalagi sejarah bangsa ini tidak bisa lepas dari peran media cetak yang ikut andil dalam merebut dan memperjuangkan kemerdekaan bangsa.
Media cetak sebagai bagian dari pers perjuangan adalah bagian dari sejarah bangsa. “Kita tidak bisa memungkirinya dan jangan sampai media cetak hanya akan menjadi catatan sejarah saja. Pemerintah harus segera memberi solusi agar keberlangsungan media cetak bisa bertahan dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin canggih ini,” ujar Farianda yang sehari-hari juga menjabat sebagai Pemred Harian Medan Pos.
Salah satu solusi yang bisa dilakukan pemerintah tambahnya, adalah dengan memberi penghapusan pajak kertas, atau setidaknya memberi keringanan dalam bentuk dispensasi pajak. Bentuk lain lagi juga bisa diberikan stimulus agar usaha penerbitan media cetak bisa bertahan.
“Sebagai Ketua SPS Sumut saya sudah menyampaikan langsung kepada Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, namun belum ada respon yang positif sampai saat ini, karena harga kertas terus melambung seiring melemahnya rupiah,” katanya.
Bisnis informasi
Dalam pernyataan bersama itu, SPS – PWI Sumatera Utara memahami betul situasi pemerintah sedang consen mengantisipasi pandemi Corona yang melanda negeri ini dalam sebulan terakhir, namun dari sisi bisnis informasi seharusnya juga harus menjadi perhatian serupa.
“Corona bukan hanya membinasakan manusia, bisnis media cetak juga bisa binasa jika pemerintah tidak peduli terhadap kelangsungannya. Kami berharap pemerintah pusat dan daerah juga memikirkan kesinambungan kami, karena di media cetak ini banyak wartawan yang menggantungkan harapan hidupnya. Jika media cetak tutup berapa banyak wartawan yang menderita, termasuk keluarganya,” katanya.
Perhatian Pemprovsu
Selain pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi (daerah), dalam hal ini Pemprov Sumatera Utara melalui Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi juga harus memperhatikan kehidupan media cetak di daerah ini yang sudah diambang kebangkrutan, terutama bila tidak segera mendapat bantuan.
“Tidak saja melalui bantuan peningkatan profesionalitas kewartawaan sebagaimana dilakukan selama ini dalam program Uji Kompetensi Wartawan (UKW), tapi juga menaruh perhatian dalam hal berbagai kemudahan dan insentif di antaranya seperti menggalakkan kembali di lingkungan kerja Pemprovsu, jajaran Pemerintah kota dan kabupaten untuk tetap berlangganan surat kabar dan kerjamasama lainnya yang saling menguntungkan kedua belah pihak, sehingga hubungan emosional antara jajaran pemerintahan dan redaksi di masing masing media cetak di daerah ini tetap terus terjaga serta terjalin baik sebagaimana selama ini.
“Kalau bisa jumlah langganan surat kabar bisa ditingkatkan lagi, tidak saja di Medan tapi juga di daerah daerah dengan adanya kebijakan itu diharapkan animo masyarakat untuk membaca koran tidak pupus akibat perkembangan media sosial dan perkembangan media cyber di era Revolusi Industri 4.0 yang terjadi sekarang ini, “ ujar Hermansjah.
PERIKSA: Kapolres Dairi AKBP Leonardo Simatupang (kanan) bersama Bupati Dairi, Eddy KA Berutu saat memeriksa tim yang akan melakukan penyemprotan disinfektan untuk pencegahan penularan covid-19.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
PERIKSA: Kapolres Dairi AKBP Leonardo Simatupang (kanan) bersama Bupati Dairi, Eddy KA Berutu saat memeriksa tim yang akan melakukan penyemprotan disinfektan untuk pencegahan penularan covid-19. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Resor Dairi bersama Pemerintah Kabupaten Dairi dan Kodim 0206 Dairi mengadakan penyemprotan disinfektan di Kota Sidikalang pada Selasa (31/3).
Kapolres Dairi AKBP Leonardo Simatupang melalui Kasubbag Humas Polres, Iptu Donny Saleh mengatakan penyemprotan disinfektan diawali bersama dipimpin Kapolres AKBP Leonardo Simatupang di halaman Mapolres. Pada acara tersebut juga dihadiri Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu serta Kasdim 0206/Dairi serta pejabat utama Polres Dairi.
“Kegiatan ini menindaklanjuti Maklumat Kapolri dan Surat Telegram yang ditandatangani Wakapolri Nomor ST/1008/III/KES.7/2020 tertanggal 27 Maret 2020 tentang Penyemprotan Disinfektan Secara Massal,” ujar Kapolres AKBP Leonardo Simatupang.
Kegiatan ini dalam rangka mendukung keselamatan masyakarat melalui gerakan preventif secara masif dan serentak untuk meminimalisir tingkat penyebaran virus corona ( Covid-19). Lokasi penyemprotan di seputaran Kota Sidikalang dan pusat pasar Sidikalang. “Kami memghimbau masyarakat agar tetap stay dirumah. Kurangi aktivitas diluar rumah,” tandasnya.
Usai gelar apel, Kapolres bersama Bupati meninjau penyemprotan. Penyemprotan dilakukan diberbagai tempat seperti dirumah warga, rumah makan, perkantoran, perbankan serta toko-toko diseputaran Kota Sidikalang.
Bupati Eddy Berutu menghimbau para pengusaha yang belum menyediakan hand sanitezer dan tempat cuci tangan agar segera menyediakannya. Penyemprotan disinfektan menggunakan mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Dairi. (rud/ram)
KUNJUNG: Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi didampingi Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababab saat berkunjung ke RSUD Tarutung sebagai RS rujukan untuk pasien Covid-19.
KUNJUNG: Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi didampingi Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababab saat berkunjung ke RSUD Tarutung sebagai RS rujukan untuk pasien Covid-19.
SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi meminta agar semua daerah serius dan bersama-sama dalam manangani wabah Corona Virus Disease (Covid-19). Jika ditemukan pasien yang sakit berat diminta segera dikirim ke Medan agar mendapat penanganan medis yang lebih maksimal.
Hal itu disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat mengunjungi RSUD Tarutung Jalan Agus Salim Nomor 1 Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Rabu (1/4).
“Saya minta ini serius kita tangani bersama. Bagi pasien yang sudah sakit berat segera kirim ke Medan,” ujar Gubernur ketika meninjau fasilitas RSUD yang menjadi salah satu RS rujukan pasien Covid-19.
Gubernur juga meninjau ruang isolasi yang ada di RSUD Tarutung. Lebih lanjut dikatakannya, saat ini di Kota Medan sudah disiapkan 120 ruang isolasi Covid-19 untuk pasien kondisi sakit berat dan 49 ruangan untuk pasien sakit ringan, diantaranya RS GL Tobing Tanjung Morawa dan RS Marta Friska dan beberapa RS lainnya.
“Kita terus berupaya untuk menambah ini (RS), begitu juga dengan Alat Pelindung Diri (APD), rapid test dan berbagai fasilitas pendukung lainnya,” ujar Gubernur.
Namun Gubernur meminta semua pihak bersabar. Karena keberadaan APD dan rapid test sangat terbatas sehingga sulit dan butuh waktu untuk mendapatkananya.
“Meski ada uang belum tentu kita bisa mendapatkannya. Karena saat ini tidak hanya kita saja, bahkan seluruh dunia pun membutuhkannya. Jika pun ada, butuh waktu untuk pengadaannya.” jelasnya.
Selain meninjau ruang isolasi, ruang rawat inap dan ruang perawat, Edy juga menyerahkan bantuan rapid test untuk RSUD Tarutung, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Toba Samosir dan Humbang Hasundutan masing-masing berjumlah 100 rapid tes.
Kepada Direktur RSUD Tarutung, Jandri Nababan dan para tenaga medis, Edy juga mengingatkan agar selalu menggunakan alat pelindung diri atau APD dengan baik dan benar. Bahkan, Gubernur meminta seorang perawat untuk memperagakan cara memakai APD yang baik dan benar. “ Ini sangat penting bagi tenaga medis, jangan main-main. Jangan sampai salah cara pemakaiannya, risikonya bisa tertular,” ujarnya kepada para tenaga medis yang hadir.
Sementara itu, Direktur RSUD Tarutung, Jandri Nababan menyampaikan kepada Gubernur bahwa di RSUD tersebut sudah ada satu ruang isolasi dengan 4 tempat tidur. “Ada satu pasien PDP Covid-19 yang sedang kita rawat Pak,” katanya.
Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan mengapresiasi kedatangan Gubernur ke Tarutung dan meninjau langsung RSUD. Dia juga berterima kasih atas dukungan Pemprov Sumut terhadap daerahnya, khususnya dalam penganganan wabah Covid-19.
Namun menurutnya, sebagai salah satu RS rujukan untuk pasien Covid-19, masih membutuhkan APD dan rapid test serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. “Untuk itu kami mohon bantuan dari Bapak Gubernur, khususnya APD dan rapid tes yang sangat dibutuhkan saat ini,” ujarnya.
Turut hadir dalam kesempatan itu, Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, Bupati Toba Samosir Darwin Siagian, Koordinator Medis dan Paramedis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut Restuti Hidayani Saragih, Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan. (prn/ram)
POSKO: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu bersama unsur Forkopimda saat peresmian posko terpadu pencegahan penularan covid-19.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
POSKO: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu bersama unsur Forkopimda saat peresmian posko terpadu pencegahan penularan covid-19.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi mendirikan 5 posko pemeriksaan kenderaan baik yang mau masuk maupun keluar dari Kabupaten Dairi. Hal ini dilakukan untuk pencegahan penularan virus corona dease (covid-19). Posko terpadu itu ditempatkan disemua titik perbatasan dengan Kabupaten tetangga.
Penggunaan Posko Terpadu covid-19 tersebut telah diresmikan Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu dihadiri unsur Forkopimda Kapolres Dairi, AKBP Leonardo Simatupang, Kejari Dairi, Syahrul Juaksha Subuki, Ketua PN Sidikalang, Ledis Meryana Bakkara serta Dandim 0206/Dairi Letkol Arh Hadi Purwanto di Sumbul, Selasa (31/3).
Demikian dijelaskan Kepala Bidang Komunikasi Informasi dan Publikasi Dinas Komimfo Dairi, Untung Roy Nahampun, Rabu (1/4). Kelima Posko Terpadu yakni di Simpang Silalahi perbatasan dengan Karo, di Kecamatan Tanah Pinem perbatasan Karo dan Aceh Tenggara, di Lae Mbulan perbatasan Kabupaten Pakpak Bharat, di Sidiangkat perbatasan Pakpak Bharat dan Aceh Selatan serta di Kecamatan Parbuluan perbatasan dengan Samosir dan Humbang Hasundutan (Humbahas).
Posko pengamanan dan pencegahan penularan covid–19 untuk pendataan dan pemeriksaan suhu tubuh setiap warga yang masuk ke Dairi dari luar wilayah. Posko juga akan melakukan penyemprotan disinfektan terhadap kendaraan dan barang bawaan.
Saat peresmian, Bupati Eddy KA Berutu menyampaikan, melalui posko ini seluruh penumpang kendaraan yang akan masuk wilayah Dairi akan diperiksa dan didata. Data mobilitas warga ini sangat dibutuhkan sebagai landasan dalam menetapkan rencana aksi pencegahan penyebaran cofid-19.
Bupati mengatakan, selain mendirikan posko pemeriksaan pencegahan penularan covid-19. Pemkab Dairi juga telah memamfaatkan teknologi informasi untuk pengolahan data dan informasi terkait semua masalah covid-19.
“Kini Pemkab Dairi telah memiliki aplikasi diberi nama Corona Center Dairi sebagai aplikasi data base berbasis web based sehingga aplikasi akan dapat memberikan informasi berdasarkan kategori asal dan tujuan warga setiap saat secara realtime,” ujarnya.
Jurubicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi, dr Edison Damanik menerangkan, posko terpadu ini akan melakukan pemeriksaan kendaraan penumpang dan barang. Kendaraan wajib disemprot disinfektan di ruangan yang sudah berdiri untuk penyemprotan kendaraan .(rud/ram)
Kadis Perdagangan Kota Tebingtinggi,
Gul Bakri Siregar, Msi
Kadis Perdagangan Kota Tebingtinggi,
Gul Bakri Siregar, Msi
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Dinas Perdagangan Kota Tebingtinggi, mengratiskan biaya retribusi yang dikenakan kepada pedagang selama dua bulan, yakni 1 April hingga 30 Mei 2020.
“Ini kami lakukan kepada seluruh pedagang yang terdata di Kota Tebingtinggi selama dua bulan bebas retribusi kios, stand dan distribusi lapangan,”ujar Kadis Pedagangan Kota Tebingtinggi, Gul Bakri Siregar Msi, kemarin (1/4).
Dijelaskannya, pembebasan dari retribusi terhadap para pedagang karena terdampak penyebaran Covid-19. Sebab, para pedagang kehilangan konsumen karena masyarakat sedang berdiam diri di rumah.
“Mengantisipasi penyebaran Covid 19, pihak Dinas Perdagangan Kota Tebingtinggi mengimbau seluruh pedagang untuk selalu menjaga kebersihan, terapkan metode personal distancing kepada pembeli,” bilang Gul Bakhri.
Selain itu, pedagang juga harus memakai masker dan sarung tangan, dan mencuci tangan di lokasi dagangan.
“Kepada para pembeli juga telah disiapkan wastapel tempat cuci tangan, diharapkan juga pengunjung untuk selalu mencuci tangan agar terhindar dari Covid 19,” jelasnya. (ian/han)
SERTIJAB: Kapolres Tebingtinggi, AKBP James P Hutagaol saat memimpin serah terima jabatan.
SERTIJAB: Kapolres Tebingtinggi, AKBP James P Hutagaol saat memimpin serah terima jabatan.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kapolres Tebingtinggi, AKBP James Parlindungan Hutagaol memimpin acara serah terima jabatan (sertijab) Kasat Lantas dan Kasat Sabhara Polres Tebingtinggi, Rabu (1/4).
AKP Vivin Ayuning Tias, yang sebelumnya menjabat Kanit I Sitatib Subditgakkum Ditlantas Poldasu dipercaya sebagai Kasat Lantas Lantas Polres Tebingtinggi, menggantikan AKP S Siagian yang saat ini bertugas di Poldasu sebagai Kanit II Siturjawali Subditgasum Ditsamapta Polda Sumut.
Sedangkan AKP Mukson dipercayakan sebagai Kasat Sabhara, menggantikan AKP Henry Surbakti yang menduduki jabatan baru sebagai Kapolsek Kutalimbaru di jajaran Polrestabes Medan.
Kapolres Tebingtinggi, AKBP James P Hutagaol berharap kepada pejabat yang baru agar segera beradaptasi dan bekerja secara maksimal demi peningkatan kinerja di lingkungan Polres Tebingtinggi.
“Kepada pejabat lama, saya juga menyampaikan terimakasih atas dedikasinya selama bertugas di Polres Tebingtinggi. Kiranya, kita semua yang bernaung di tubuh Polri ini menjadikan setiap pekerjaan sebagai ladang ibadah, sesuai dengan instruksi Kapolda Sumut,” ujarnya. (ian/han)
Diskominfo Langkat Sosialisasi Covid-19 ke 23 Kecamatan
MELEPAS:Kadis Kominfo Langkat didampingi Kabid IKP, M.Faisal saat melepas rombongan sosialisasi ke 23 kecamatan se-Langkat. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Untuk menekan penyebaran Covid-19 atau virus Corona, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Langkat melakukan sosialisasi keliling selama 5 hari di 23 kecamatan se Langkat dengan menggunakan mobil dan alat pengeras suara (TOA).
Kepala Kominfo Langkat, Syahmadi mengatakan, selain melakukan sosialisasi keliling, pihaknya juga memasang 23 spanduk dan membagikan 3.000 brosur bertuliskan imbauan di 23 kantor Camat untuk dibagikan ke masyarakat.
Selain memberikan imbauan pencegahan, Diskominfo juga melakukan bantahan terhadap semua berita hoax yang meresahkan, untuk menciptakan kondusifitas tengah masyarakat,
Syahmadi lebih jauh menjelaskan, pihaknya juga mengirimkan narasi dan konten menggunakan media sosial daring (online) resmi Diskominfo.
Yakni Facebook : diskominfo langkat, Instagram: diskominfo_langkat, twitter: @kominfolangkat, youtube: info langkat, website : diskominfo.langkatkab.go.id.Serta melalui media digital lainnya yang efektif seperti WA,
Selain itu, masih kata Syahmadi, Diskominfo bekerjasama dengan puluhan media cetak dan online dalam menyebarkan imbauan dan info terupdate terkait kabar faktual perkembangan virus Corona.
“Kami juga bekerjasama dengan 8 stasiun radio lokal, untuk menyampaikan himbauan pencegahan selama 7 hari,”imbuhnya
Sementara, itu Kabid IKP Diskominfo Langkat M. Faisal, mengatakan isi imbauan tersebut antara lain sebisa mungkin tidak keluar rumah, jauhi kerumunan, jaga jarak satu sama lain minimal 1 sampai 2 meter, tidak berjabat tangan, rutin mencuci tangan dengan sabun, jaga kebersihan lingkungan dan rumah.
Jika mengalami gejala demam, batuk, sesak nafas berat dan sakit kepala, kenakan masker dan periksakan diri ke fasilitas kesehatan, juga bisa melapor ke posko informasi dan pelaporan Covid-19 Dinkes Langkat, atau menghubungi call center 081396032994.
“Ingat batasi kegiatan diluar rumah, agar anda tidak tertular dan menularkannya ke orang lain, dengan menjaga diri sendiri, anda menyelamatkan banyak orang,” tegas Faisal
Faisal juga menambahkan Diskominfo sebelumnya juga telah meresmikan aplikasi berbasis website yang dapat diakses melalui link: coronainfo.langkatkab.go.id.
Aplikasi Web yang pertama kalinya diciptakan diskominfo langkat dari 33 kabupaten/kota yang ada di Sumut ini, yang bertujuan memberikan berbagai info terupdate dan menepis berita hoax terkait kasus corona.
“Menampilkan jumlah warga Langkat yang ditetapkan menjadi ODP (Orang Dalam Pengawasan), PDP (Pasien Dalam Pemantauan) atau Suspek Corona serta warga positif corona.”imbuhnya
Serta memberikan info jumlah kasus Virus Corona dari tingkat Provinsi Sumut, tingkat nasional sampai tingkat dunia. Dimana datanya diupdate 2 kali dalam 1 hari, yakni pukul 12.00 WIB dan 17.30 WIB.
Selain itu, kata Faisal, aplikasi ini juga menampilkan call center info Corona Kemenkes RI dan Posko Covid-19 Dinkes Langkat. Serta memberikan info lima lokasi RSU rujukan untuk PDP corona di wilayah Langkat, sekaligus kontaknya. Menampilkan portal berita hoax terkait Corona dan berita upaya Pemkab Langkat melakukan pencegahan Corona.
Serta dilengkapi dilengkapi kolom komentar dan tanya jawab seputar Corona, yang langsung terhubung dengan juru bicara Satgas Gugus Covid-19 Langkat.(yas/han)
PADAMKAN: Petugas pemadam kebakaran dan warga memadamkan bara api yang melalap rumah korban.
PADAMKAN: Petugas pemadam kebakaran dan warga memadamkan bara api yang melalap rumah korban.
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Satu unit rumah semi permanen di Gang Langgar Dusun II, Desa Galang Suka, Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang, ludes terbakar, Rabu (1/4) sekira Pukul 10.15 WIB.
Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu, tapi kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.
Informasi diperoleh, sebelumnya Basri bersama isteri dan anaknya keluar rumah sehingga kondisi rumah dalam keadaan kosong. Basri pergi bekerja bangunan, dan istrinya Rubiah (52) mencari cucunya yang main-main di luar rumah. Sedangkan Wahyudi (25) anak korban, bekerja di bengkel sepedamotor.
Kebakaran itu diketahui saat Nurhayad (47) adik ipar korban yang tinggal bersebelahan melihat kobaran api di ruang dapur.
Spontan, Nurhayad berteriak “kebakaran” hingga mengundang warga. Meski warga sudah melakukan penyiraman, namun api yang sudah berkobar melalap dinding rumah Basri yang terbuat dari tepas.
Tak lama kemudian, petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi hanya mampu menjinakkan api yang sudah mulai padam.
Kapolsek Galang Polresta Deliserdang, AKP Teddy Napitupulu SH mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan asal muasal api yang melalap rumah korban.
“Tim Inafis Polresta Deliserdang sudah turun kelokasi melakukan penyelidikan. Muspika Galang sudah memberikan bantuan kepada korban sebagai wujud kepedulian kepada keluarga korban,” sebutnya. (btr/han)
BERI KETERANGAN: Bupati Karo, Terkelin Brahmana memberikan keterangan terkait akan memperpanjang masa siaga darurat Covid-19 di Kabupaten Karo, dan akan merombak susunan pengurus Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Senin (30/3).
BERI KETERANGAN: Bupati Karo, Terkelin Brahmana memberikan keterangan terkait akan memperpanjang masa siaga darurat Covid-19 di Kabupaten Karo, dan akan merombak susunan pengurus Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Senin (30/3).
KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Terkelin Brahmana menegaskan akan memperpanjang masa siaga darurat Covid-19 di Kabupaten Karo. Selain itu, Terkelin Brahmana juga akan merombak susunan pengurus Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karo.
Dikatakan Terkelin, masa siaga darurat Covid-19 yang pertama akan berakhir pada 31 Maret 2020. “Akan memperpanjang keputusan Siaga Darurat Covid-19 bencana non-alam, yang akan berakhir Selasa 31 Maret 2020 untuk wilayah Kabupaten Karo,” ujar Terkelin Brahmana kepada wartawan, Senin (30/3).
Didampingi Ketua DPRD Karo Iriani Tarigan, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karo Martin Sitepu, Kepala Dinas Kesehatan Karo drg. Irna Safrina Meliala, Kasatpol PP Hendrik Philemon Tarigan, Terkelin menegaskan untuk kebijakan karantina wilayah belum dilakukan.
“Untuk karantina wilayah Kabupaten Karo saat ini belum sampai ke sana. Belum, belum ya, sementara imbauan yang selama ini telah disampaikan kepada masyarakat social distancing dan physical distancing, itu saja supaya dipatuhi. Upaya ini jalan terbaik memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tegasnya.
Bupati Karo menegaskan, pemerintah saat ini terus berupaya bekerja semaksimal menekan dan melawan Covid-19. Selain itu, Pemerintah Pusat sudah mengevaluasi tim Gugus Tugas yang sudah terbentuk baik tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten.
Hasil evaluasi, karena tidak efektif dan efisien sehingga telah diputuskan dengan keluarnya Keppres Nomor 9 Tahun 2020 dan turunan Surat Edaran Mendagri Nomor: 440/2622/SJ tanggal 29 Maret 2020, menyatakan Ketua Gugus Tugas di provinsi/Kabupaten /Kota dijabat oleh Gubernur/Bupati /Wali Kota dan Wakil Ketua dijabat setingkat daerah Dandim dan Kapolres.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karo Martin Sitepu membenarkan, bahwa dalam waktu dekat ini ada perombakan Ketua Gugus Tugas, yang akan dijabat Bupati.
“Perombakan ini, instruksi dari Mendagri, terkait keluarnya Keppres 9 Tahun 2020 pengganti Keppres 7 Tahun 2020 sebelumnya. Nah, tentu kita patuhi dan taat aturan,” ujarnya.
Martin mengemukakan, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karo akan mengadakan rapat, yang akan melibatkan struktur yang baru dalam penanganan Covid-19.
“Sudah kita buat, setelah nanti diteken Bupati, hari ini juga kita akan edarkan, untuk besok (Selasa, 31 Maret 2020) akan dirapatkan pada pukul 14.00 WIB, di lantai tiga Kantor Bupati, untuk pembentukan Gugus Tugas yang baru,” imbuhnya. (deo/han)