22.3 C
Medan
Wednesday, January 21, 2026
Home Blog Page 4440

Berdiri tanpa IMB dan AMDAL, PT STTC Tak Juga Ditindak

TAK DITINDAK: PT STTC yang membangun tanpa IMB dan Amdal belum juga ditindak Pemko Medan. fachril/sumut pos
TAK DITINDAK: PT STTC yang membangun tanpa IMB dan Amdal belum juga ditindak Pemko Medan.
fachril/sumut pos
TAK DITINDAK: PT STTC yang membangun tanpa IMB dan Amdal belum juga ditindak Pemko Medan. fachril/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pembangunan PT Sumatra Tobacco Trading Company (STTC) membangun tanpa izin mendirikan bangunan (IMB) dan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), adalah bentuk kegagalan Pemko Medan menindak perusahaan tersebut.

Hal itu ditegaskan Tokoh Masyarakat Medan Utara, Awalludin, Minggu (1/3). Pria akrab disapa Awel ini juga menduga wakil rakyat atau dewan yang mempunyai peran dalam pengawasan terhadap masalah yang timbul di tengah masayarakat dianggap lemah.

“Kita berbicara dulu ke Pemko Medan, dalam hal ini, pemerintah melalui dinasnya kita lihat tidak mampu menindak perusahaan itu. Sebab, perusahaan besar itu bebas membangun secara ilegal tanpa izin,” tegasnya.

Kader PAN ini mendesak, agar Pemko Medan jangan hanya mampu menindak bagi kalangan bawah, misalnya, pedagang kaki lima. Sehingga terkesan aturan dan penindakan hanya diberlakukan kepada rakyat kecil.

“Coba lihat, perusahaan begitu besar, sampai saat ini dibiarkan terus berdiri tanpa IMB dan Amdal. Ada apa dengan Pemko Medan, jangan – jangan sudah sengaja dibiarkan perusahaan itu berdiri ilegal karena ada sesuatu,” tegasnya lagi.

Ia juga kecewa dengan anggota DPRD yang sempat ingin melakukan sidak ke lokasi pembangunan tersebut. Namun, sampai saat ini tidak dilakukan, artinya, pengawasan DPRD dianggap lemah.

“Kenapa dewan diam. Kalau masalah kecil mampu mereka bertindak tegas, perusahaan itu kenapa tidak bisa mereka bertindak. Kita mencurigai, kinerja dewan belum mampu menjadi wakil rakyat berperan untuk kepentingan rakyat. Kita tidak ingin, dengan bentuk – bentuk sesuatu dewan diam dengan hal yang menyalah terhadap perusahaan tersebut,” ungkapnya.

Harapan Awel, Pemko Medan dan DPRD harus bisa beriringan melakukan penindakan kegiatan ilegal yang melanggar aturan di tengah masyarakat. Apalagi, perusahaan STTC membangun tanpa izin yang dapat merugikan PAD Kota Medan.

“Janganlah diam. Siapa lagi yang dipercayai masyarakat kalau tidak pemerintah dan dewan. Mudah-mudahan ada langkah yang bisa diambil untuk menindak perusahaan itu segera,” pinta Awel.

Sebelumnya, Pengamat Lingkungan Kota Medan, Jaya Rajuna menegaskan, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Medan dinilai tidak berfungsi menjalankan tugasnya untuk menindak bangunan yang tidak memiliki izin lingkungan yang manjadi dasar untuk mengurus izin bangunan.

“Apapun ceritanya, lahan yang dibangun STTC seluas 2 hektare itu harus ada izin lingkungan. Bagaimana mereka bisa urus IMB, kalau izin dasar dari lingkungan tidak ada. Semua itu sejalan untuk diurus, desaian bangunan yang akan diajukan dapat merinci restribusi yang harus mereka bayar nantinya untuk izin pembangunan tersebut,” pungkas Jaya Arjuna.

Tidak adanya izin lingkungan yang dipegang oleh STTC, sebut Dosen USU ini menduga, BLH yang tidak mampu menindak atau memberi sanksi sudah jelas tidak berfungsi menjalankan tugasnya.

“Coba kita lihat saja seperti Podomor, jelas – jelas AMDAL nya bermasalah, tapi mereka tidak berani membongkar. Apalagi sekelas STTC, menurut saya bubarkan saja BLH kalau memang tidak berfungsi,” tegasnya.

Ia mendesak, agar BLH Kota Medan bekerja berdasarkan fungsinya, bila pembangunan itu mau dilanjutkan harus melaksanakann proses izin yang sudah ditetapkan. Tetapi tidak dilakukan pembiaran pembangunnya secara ilegal.

“Sebenarnya, AMDAL itu ada gunanya juga bagi pengusaha, masyarakat dan pemerintah. Kenapa harus berat mengurus izinnya, jadi kita minta pemerintah harus tegas dalam hal lingkungan,” pungkas Jaya Arjuna. (fac/ila)

KPU Medan Lantik 105 PPK, Agussyah: Jangan Torehkan Catatan Sejarah Buruk

LANTIK: KPU Medan saat melantik 05 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kota Medan di Grand Inna Hotel, Sabtu (29/2). map/sumut pos
LANTIK: KPU Medan saat melantik 05 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kota Medan di Grand Inna Hotel, Sabtu (29/2). map/sumut pos
LANTIK: KPU Medan saat melantik 05 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kota Medan di Grand Inna Hotel, Sabtu (29/2).  map/sumut pos
LANTIK: KPU Medan saat melantik 05 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kota Medan di Grand Inna Hotel, Sabtu (29/2).
map/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan melantik 105 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kota Medan di Grand Inna Hotel, Sabtu (29/2). Dalam kesempatan itu, Ketua KPU Kota Medan, Agussyah Ramadani Damanik mengimbau, agar PPK Kota Medan yang baru dilantik tidak menorehkan catatan sejarah buruk pada Pilkada Kota Medan tahun 2020.

Dikatakan Agussyah, tugas yang diemban oleh PPK sebagai bahagian dari penyelenggara pemilu adalah tugas mulia karena mengerjakan pekerjaan untuk kepentingan umum. Meskipun masih dalam skop lingkungan maupun tingkatan kecamatan, namun sukses atau tidaknya penyelenggaran Pilkada kota Medan ada ditangan PPK.

“Oleh karena itu sebagai PPK hendaknya bekerjalah dengan sepenuh hati dan harus paham betul tentang apa-apa saja yang menjadi tugas-tugasnya maupun konsekwensinya sebagai petugas PPK,” ucap Agussyah.

Dikatakan Agussyah, kesempatan itu merupakan bentuk syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, ketika mengemban tugas yang mulia tersebut.

“Hal yang terpenting dimana sumpah dan janji yang diucapkan bukanlah hanya sekedar janji tetapi harus dilaksanakan mengingat sumpah atau janji yang telah diucapkan oleh PPK, dihadapan publik, mengikat sesuai aturan dan perundang-undangan maupun kode etik sebagai anggota PPK,” ujarnya.

Sebagai penyelenggara pemilu, kata Agussyah, tentu merupakan sesuatu yang sangat istimewa karena dengan mengambil tanggungjawab sebagai PPK, berarti harus siap melepaskan sebahagian dari kebebasan yang dimiliki sebagai warga negara dibanding warga umum lainnya .

“Kita harus patuh kepada kode etik baik itu melalui sikap dan perbuatan. Hindari perbuatan yang melanggar hukum, karena yang rugi bukan diri sendiri akan tetapi lembaga juga ikut tercoreng atas perbuatan kita,” kata Agussyah.

Tugas yang kita emban, lanjutnya, merupakan salah satu tugas negara yang wajib kita dijunjung sebagaimana sumpah janji yang diucapkan.

“Untuk itu, hindari iming-iming dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Sekali lagi berikan yang terbaik dalam bertugas agar semua senang,” lanjutnya.

Dia juga menyebutkan, bahwa proses seleksi untuk rekrutmen PPK untuk Pilkada Medan 2020 merupakan yang terbaik bila dibandingkan rekrutmen PPK sebelumnya.

Dijelaskannya, proses seleksi PPK untuk Pilkada Medan 2020 cukup berat, mulai dari seleksi administrasi, seleksi tertulis melalui metor CAT, dan wawancara. Bahkan masyarakat diberikan kesempatan sampai dua kali untuk dimintai tanggapan tentang calon PPK.

“Keterlibatan masyarakat juga ada, jadi prosesnya transparan tidak ditutup-tutupi. Pokoknya semuanya terbuka,” jelas Agussyah.

Menurut Ketua KPU, proses seleksi PPK yang dilaksanakan tahun ini, sudah sangat maksimal serta sangat transparan dan hasilnya para petugas PPK yang baru dilantik merupakan PPK terbaik.

Dari 105 PPK Kota Medan yang dilantik, sebanyak 70 persen di antaranya wajah baru, selanjutnya akan mendapatkan bimbingan teknis terkait tugas tugas pokoknya sebagai penyelenggara pemilu.

Pelantikan disaksikan Kapolrestabes Kota Medan, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir, pihak Kodim 0201 dan seluruh Komisioner KPU Medan serta Komisioner Bawaslu Medan maupun yang mewakili Pemko Medan. Hingga usai acara, seluruh kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib. (map/ila)

Bahas Sengkarut Eselonisasi Pemprovsu: Rabu, Komisi A Panggil Sekda dan BKD

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sengkarut eselonisasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara masih menjadi atensi Komisi A DPRD Sumut. Dalam pekan ini, Sekdaprovsu R Sabrina dan Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) akan dipanggil untuk menjelaskan masalah tersebut.

“Ya, Komisi A DPRD Sumut sudah menjadwal RDP dengan Sekdaprovsu dan BKD sesuai agenda Bamus pada 5 Maret 2020 ini, untuk membahas permasalahan eselonisasi pejabat Pemprovsu,” kata Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto menjawab Sumut Pos, Minggu (1/3).

Pihaknya mendengar banyak sekali informasi tentang permasalahan internal Pemprovsu. Antara lain, pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP/eselon II) yang tak kunjung selesai sampai pengangkatan pejabat administrator (eselon III), yang belum mendapat izin dari kepala daerah.

“Bahkan ada kita dengar, pengangkatan pejabat dilakukan dua kali. Artinya ada yang sampai dua kali dilantik. Ini perlu mendapat klarifikasi dari sekda yang juga selaku ketua panitia seleksi lelang jabatan eselon II,” katanya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini menambahkan, bagaimana mungkin Gubsu Edy Rahmayadi dan Wagubsu Musa Rajekshah dapat berlari kencang mengimplementasikann

visi misinya membangun Sumut bermartabat, jika urusan rumah tangga hampir 1,5 tahun ini tak kunjung beres.

“Kalau hampir di banyak OPD pimpinannya diisi pejabat sementara atau plt, tentu ini tidak baik bagi pemerintah provinsi. Maka dari itu kami terus mendorong agar Pemprovsu menyelesaikan persoalan pengisian jabatan ini, baik dari tatanan eselon II hingga kebawah,” katanya.

BKD Setdaprovsu sebelumnya mengamini bahwa dalam waktu dekat open bidding JPTP Pemprovsu 2020 akan dilakukan. “Saya baru dapat informasi rekomendasi KASN sudah ada (atas open bidding JPTP Pemprovsu). Dalam waktu dekat, belum pasti apakah di bulan dua ini atau bulan tiga. Itu semua tergantung pimpinan,” ujar Plt Kepala BKD Setdaprovsu, Afifi Lubis menjawab wartawan, Senin (17/2).

Soal berapa JPTP yang akan diseleksi ulang kembali nanti, pihaknya selaku penanggungjawab administrasi belum mengetahui. Namun menurut Afifi, dari sembilan jabatan yang lowong sebelumnya sebagian bakal ada yang dibuka lagi.

“Ada dua jalur dalam pengisian jabatan. Pertama melalui job fit dan kedua open bidding. Kemungkinan sebagian akan dibuka lagi (seleksi), lalu bisa saja melalui job fit berdasarkan asesmen yang dilakukan sebelumnya,” terangnya.

Dijelaskannya, job fit umumnya diterapkan untuk seluruh pejabat di lingkungan Pemprovsu. Sementara melalui open bidding, seluruh pejabat di pemerintahan Indonesia boleh mendaftar dan mengikutinya. “Salah satunya bisa melalui asesmen (pengisian pejabat), baik rotasi ataupun mutasi. Kalau open bidding, pejabat dari luar Sumut boleh ikut selama persyaratannya mencukupi,” tuturnya.

Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) diketahui sudah memberi lampu hijau pelaksanaan kembali seleksi terbuka JPTP Pemprovsu. Rekomendasi KASN tersebut sudah diberikan sejak 16 Desember lalu. “Rekomendasi untuk selter JPTP (Pemprovsu) sudah ada tertanggal 16 Desember 2019, ya tentunya tindaklanjut hasil selter setiap tahapannya silahkan publik pantau saja,” kata Asisten KASN Pengawasan Bidang Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Wilayah 2, Kusen Kusdiana, Kamis (13/2).

Menurut dia, Pansel JPTP Pemprovsu sudah membalas surat KASN sekaligus menjawab alasan pembukaan ulang seleksi jabatan eselon II yang sebelumnya telah terlaksana. “Iya, karena semua alasan yang diminta KASN sudah disampaikan oleh gubernur dengan ibu sekda melalui surat dan dokumen yang diminta KASN udah diterima KASN,” katanya.

Hanya saja mengenai jadwal pelaksanaan seleksi JPTP kapan dibuka, pihaknya belum mendapat informasi lanjutan. “Belum dapat laporan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, terdapat 10 pimpinan OPD Pemprovsu masih lowong dan saat ini dihuni plt. Yakni antara lain; Biro Organisasi, BKD, BPKAD, BPPRD, Dinas Kominfo, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas PMPPTSP, Dinas Kehutanan, serta Dinas Pendidikan. Jumlah itu dapat bertambah karena ada beberapa pimpinan OPD yang akan memasuki masa pensiun. Berdasarkan informasi dari BKD, sebanyak sembilan pejabat eselon II Pemprovsu masuk masa pensiun tahun ini.

Yakni Sekretaris DPRD Sumut, Erwin Lubis, Asisten Administrasi Pemerintahan sekaligus Plt Kadis Pendidikan, Arsyad Lubis, Staf Ahli Gubsu Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Naufal Mahyar, Kadis Perumahan Kawasan Permukiman (PKP) Ida Mariana, Kadis Perpustakaan dan Arsip Halen Purba, Kasatpol PP Suriadi Bahar, Kepala Badan Kesbangpol Antony Siahaan, Kabiro Bina Sosial dan Kesejahteraan M Yusuf, dan Kepala Dinas Perkebunan sekaligus Plt Kepala Dinas Kehutanan, Herawati. (prn/ila)

Apel Gabungan ASN Pemkab Langkat, Pimpinan OPD Diminta Proaktif

APEL: Asisten III Umum Pemkab Langkat, Musti membacakan pidato tertulis Bupati Langkat pada apel gabungan ASN. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
APEL: Asisten III Umum Pemkab Langkat, Musti membacakan pidato tertulis Bupati Langkat pada apel gabungan ASN.
ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
APEL: Asisten III Umum Pemkab Langkat, Musti membacakan pidato tertulis Bupati Langkat pada apel gabungan ASN. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS

LANGKAT, SUMUTPOS.CO -Bupati Langkat, Terbit Rencana PA meminta, seluruh pimpinan OPD untuk pro aktif menyampaikan LAKIP dan LKPJ tahun 2019 serta RKPD, untuk disampaikan ke Bappeda Langkat dengan ketepatan waktu dan data yang valid.

Hal tersebut disampaikan Asisten III Umum Musti, saat membacakan saMbutan Bupati Langkat pada apel gabungan ASN di jajaran Pemkab Langkat, di Halaman Kantor Bupati Langkat, Stabat, belum lama ini Dikatakan Musti, keterlambatan penyampaian data dan informasi yang dibutuhkan,akan menggangu sirklus percepatan penyelesaian penyusunannya. Dan dikuatirkan mempengaruhi penilaian kinerja Pemkab Langkat secara keseluruhan.

“Sekali lagi diinstruksikan kepada seluruh pimpinan OPD agar segera menyikapinya, dengan penuh dedikasi serta tanggung jawab, “imbuhnya. Musti juga mengingatkan, saat ini Pemkab Langkat melaksanakan Musrenbang penyusunan RKPD tahun perencanaan 2021. untuk itu diminta, agar pemegang kepentingan dapat merencanakan program kegiatan yang bisa memperkecil kesenjangan GAP antar wilayah serta mampu mensejahterakan masyarakat.

Menurut Musti, beberapa isu strategis pembangunan yang perlu diperhatikan, yakni penguatan kapasitas aparatur, tata kelola pemerintahan dan birokrasi, peningkatan pelayanan dasar, penanggulangan kemiskinan, jaminan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Meningkatkan pelayanan dasar, yakni berupa pendidikan yaitu agar seluruh anak usia sekolah dapat bersekolah seluruhnya. Serta kesehatan, yang terfokus pada stunting dengan memperhatikan ketersediaan air bersih, lingkungan sehat, sanitasi dan drainase yang baik.

Sembari menekankan, sebagai Abdi masyarakat, tidak boleh lengah dan berpangku tangan dari permasalahan yang timbul ditengah masyarakat. “Harus responsif dan interaktif untuk mengatasi serta menuntaskan permasalahan yang ada secepat mungkin, “ pungkasnya,” imbuhnya (yas/han)

MTQ ke-53 Tingkat Kabupaten Langkat, PT. LNK Kembali Raih Juara Umum

SERAHKAN: Sekdakab Langkat menyerahkan trofy juara kepada Kapilah PT PLNK. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
SERAHKAN: Sekdakab Langkat menyerahkan trofy juara kepada Kapilah PT PLNK. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
SERAHKAN: Sekdakab Langkat menyerahkan trofy juara kepada Kapilah PT PLNK. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
SERAHKAN: Sekdakab Langkat menyerahkan trofy juara kepada Kapilah PT PLNK. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Kegiatan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke 53 tingkat Kabupaten Langkat secara resmi ditutup. Keluar sebagai juara umum adalah PT. Langkat Nusantara Keping (LNK) ditandai penyerahan hadiah umroh kepada 4 orang juara terbaik, di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Jumat (28/2)

Pemberian hadiah umroh tersebut, 2 orang berasal dari pribadi Bupati Langkat Terbit Rencana PA, dan 2 orang dari pemilik RSU Putri Bidadari H. M.Nur Abu Bakar. Kafilah PT Langkat Nusantara Kepong (LNK), sudah 3 kali berurt-turut meraih juara umum, mulai dari MTQ 51 sampai MTQ 53 ini. MTQ ke 53 Tingkat Kabupaten Langkat ini, ditutup secara resmi oleh Sekdakab Langkat, dr. H. Indra Salahudin mewakili Bupati. yang dalam sambutannya, selain mengucapkan selamat kepada para pemenang.

Sekda Langkat juga berharap, bagi yang belum meraih juara agar jangan berkecil hati. Namun sebaliknya, terus berlatih lebih keras, untuk persiapan yang lebih matang, agar kedepan dapat tampil lebih baik lagi, untuk meraih juara di MTQ selanjutnya.

Sekda juga, mengucapkan terimakasih kepada para unsur panitia, dewan hakim, para kafilah, maupun official MTQ. Serta kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan partisipasinya, hingga event MTQ 53 dapat berjalan sukses dan mampu lebih meriah dari tahun sebelumnya.

“Terkhusus kami ucapkan terimakasih kepada tuan rumah, yakni Camat beserta unsur forkopim serta seluruh masyarakat Kecamatan Padang Tualang,.Sembari mengingatkan, kepada unsur panitian dan LPTQ Langkat, untuk terus melakukan kajian dan evaluasi, agar penyelenggaraan MTQ ditahun depan lebih baik lag,” sebut Camat

Kakan Kemenag Langkat, H.Zulfan Effendi mewakili ketua LPTQ Langkat, dalam laporannya mengatakan, penyelengaran MTQ ke 53 ini telah selesai dan secara resmi ditutup, untuk pelaksanaannya selama 5 hari, mulia senin 24 Februari 2020.

“Selanjutnya untuk MTQ ke 54 tahun 2021, akan dilaksanakan di wilayah Teluk Aru tepatnya di Kecamatan Pematang Jaya, hal itu ditandai dengan penyerahan bendera MTQ oleh Sekda kepada Camatnya Ahmad Fitria”ungkapnya.

Sesuai dengan hasil musabaqoh, sambung Zulfan, telah ditetapkan para qori qoriah terbaik dimasing-masing cabang dan juara pawai ta’aruf, mulai dari juara I, II, III dan juara harapan I,II, III. Para pemenang akan diberikan trophy dan uang pembinaan melalui transfer.

“Nantinya kepada qori qoriah terbaik, akan mengikuti pemusatan latihan atau training center, untuk dilakukan seleksi ulang, sebelum dikirim pada event STQ tingkat Provsu mewakili Langkat, pada bulan april 2020 mendatang,”sebutnya.

Sementara itu Kadis Kominfo Langkat H. Syahmadi, menyampaikan, 4 orang peraih hadiah umroh. Pertama, atas nama Fauzan Nashrullah terbaik 1 cabang tilawah dewasa putra dari Kecamatan Wampu. Kedua, Mawaddah terbaik 1 cabang tahfiz quran 30 juzz putri dari Kecamatan Padang Tualang. Ketiga, M. Raihan terbaik 1 cabang tahfiz quran 10 juzz putra dari Kecamatan Secanggang. Keempat, Hayatunnisa Nursahfitri terbaik 1 cabang khattil quran hiasan mushaf putri dari kafilah khusus PT. LNK. (yas/han)

Tokopedia Ajak Binjai Kolaborasi

TERIMA: Sekda M Mahfullah P Daulay menerima audiensi Senior Publik Policy and Government Relation Tokopedia Arliska Fatma Rosi, di Ruang Binjai Command Center (BCC), Jumat (28/2). teddi/sumut pos
TERIMA: Sekda M Mahfullah P Daulay menerima audiensi Senior Publik Policy and Government Relation Tokopedia Arliska Fatma Rosi, di Ruang Binjai Command Center (BCC), Jumat (28/2). teddi/sumut pos
TERIMA:  Sekda M Mahfullah P Daulay menerima audiensi Senior Publik Policy and Government Relation Tokopedia Arliska Fatma Rosi, di Ruang Binjai Command Center (BCC), Jumat (28/2).  teddi/sumut pos
TERIMA: Sekda M Mahfullah P Daulay menerima audiensi Senior Publik Policy and Government Relation Tokopedia Arliska Fatma Rosi, di Ruang Binjai Command Center (BCC), Jumat (28/2). teddi/sumut pos

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Mewakili Wali Kota Binjai HM Idaham, Sekda M Mahfullah P Daulay menerima audiensi Senior Publik Policy and Government Relation Tokopedia Arliska Fatma Rosi, di Ruang Binjai Command Center (BCC), Jumat (28/2).

Arliska Fatma Rosi menyampaikan, PT Tokopedia adalah perusahaan teknologi yang mempunyai misi untuk ikut bergerak mendorong pemerataan ekonomi secara digital. Selama lebih dari sepuluh tahun sejak tahun 2009 beroperasi, Tokopedia telah membantu lebih dari enam juta masyarakat Indonesia untuk memulai dan mengembangkan bisnis mereka secara online.

70 persen di antaranya adalah pebisnis baru. Setiap bulan, Tokopedia dikunjungi oleh 90 juta pengunjung dan tercatat sebagai salah satu situs dan aplikasi yang sering dipakai oleh masyarakat Indonesia.

“Kami kemari ingin berdiskusi dengan Pemerintah Kota Binjai tentang kolaborasi seperti apa yang bisa dilakukan oleh Tokopedia dengan Kota Binjai. Apa yang kira-kira dapat kita kuatkan di sini sebelum nanti sesama pimpinan bertemu dan mendiskusikan arah lanjutan kerjasama,” ujar Arliska Fatma Rosi.

Menanggapi hal tersebut, Sekdako menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Kota Binjai memang sedang membutuhkan lebih banyak pihak ketiga yang mampu melakukan pengembangan dalam aktivitas kemasyarakatan salah satunya di bidang perekonomian.

“Kami Pemerintah Kota Binjai cukup bangga mendapat kunjungan dari Tokopedia. Setelah melihat pemaparan yang tadi disampaikan, pemko Binja dan Tokopedia bisa banyak melakukan kerja sama,” ujar Mahfullah.

Menutup pertemuan ini, Mahfullah menyampaikan bahwa hasil pertemuan akan dilaporkan ke Wali Kota Binjai untuk dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama, atau Mou antara Pemerintah Kota Binjai dengan PT Tokopedia. (ted)

KPU Binjai Lantik 25 PPK

DILANTIK: Sebanyak 25 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) diambil sumpah dan dilantik oleh Ketua KPU Binjai, Sabtu (29/2). Pelantikan PPK ini dipersiapkan menjelang pelaksanaan Pilkada 2020. teddi/sumut pos
DILANTIK: Sebanyak 25 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) diambil sumpah dan dilantik oleh Ketua KPU Binjai, Sabtu (29/2). Pelantikan PPK ini dipersiapkan menjelang pelaksanaan Pilkada 2020. teddi/sumut pos
DILANTIK: Sebanyak  25 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) diambil sumpah dan dilantik  oleh  Ketua KPU Binjai, Sabtu (29/2). Pelantikan PPK ini dipersiapkan menjelang pelaksanaan Pilkada 2020. teddi/sumut pos
DILANTIK: Sebanyak 25 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) diambil sumpah dan dilantik oleh Ketua KPU Binjai, Sabtu (29/2). Pelantikan PPK ini dipersiapkan menjelang pelaksanaan Pilkada 2020. teddi/sumut pos

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum Kota Binjai melantik 25 orang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dalam Penyelenggaraan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Binjai Tahun 2020, di RM Punokawan, Jalan Gatot Subroto, Binjai Barat, Sabtu (29/2).

Ketua KPU Binjai Zulfan Effendi mengajak semua anggota untuk memegang teguh sumpah janji yang baru diucapkan sebagai anggota PPK. “Sebagai bagian dari penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan, mari terus berpedoman kepada peraturan serta menjalankan prinsip penyelenggara yang profesional dan berintegritas,” sebut Zulfan.

Hadir dalam acara itu, Ketua DPRD Binjai, Kapolres Binjai, Dandim 0203 Langkat, Ketua Bawaslu, Seluruh Komisioner KPU, Para Camat dan seluruh tamu Undangan.

Ketua Divisi Sosialisasi dan SDM Partisipasi Masyarakat KPU Kota Binjai Robby Effendi menambahkan, fokus pertama kerja PPK adalah menjawab tantangan akan lemahnya SDM penyelenggara pemilu di tingkat kelurahan dan KPPS. “Maka tak ada jalan lain selain kita harus fokus ke penguatan pemahaman aparat penyelenggara di setiap tingkatan mulai dari kecamatan,” sebutnya.

Hal lain, Robby juga menyampaikan sebagai penyelenggara pemilu agar berhati-hati dalam hal menyampaikan pendapat dan berkumpul. “Jaga netralitas, fokus ke tugas dan tahapan pemilu yang sekarang telah berjalan. Penyelenggara pemilu akan jadi sorotan dan diawasi Bawaslu dan Allah SWT,” tandas Robby. (ted/han)

13 Maret, Raja dan Ratu Belanda Kunjungi Danau Toba

DAMPINGI: Dirut BPODT Arie Prasetyo saat mendampingi perwakilan Kedubes Belanda, Brecthje, saat mengecek lokasi di Institut Teknologi (IT) Del, Selasa (22/1) lalu.
DAMPINGI: Dirut BPODT Arie Prasetyo saat mendampingi perwakilan Kedubes Belanda, Brecthje, saat mengecek lokasi di Institut Teknologi (IT) Del, Selasa (22/1) lalu.

Berharap Penerbangan Amsterdam-KNIA Dibuka Lagi

DAMPINGI: Dirut BPODT Arie Prasetyo saat mendampingi  perwakilan Kedubes Belanda, Brecthje, saat mengecek lokasi di Institut Teknologi (IT) Del, Selasa  (22/1) lalu.
DAMPINGI: Dirut BPODT Arie Prasetyo saat mendampingi perwakilan Kedubes Belanda, Brecthje, saat mengecek lokasi di Institut Teknologi (IT) Del, Selasa (22/1) lalu.

SUMUTPOS.CO – Raja dan Ratu Belanda, Willem Alexander dan Maxima, dijadwalkan akan berkunjung ke Danau Toba, 13 Maret mendatang. Diharapkan, kunjungan Raja dan Ratu Belanda ini mampu mendongkrak kembali jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) dari Eropa, khususnya Belanda. Termasuk dibukanya rute penerbangan dari Amsterdam ke Kualanamu Internasional Airport (KNIA).

Direktur Utama (Dirut) Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba (BOPDT), Arie Prasetyo mengatakan, Raja Willem Alexander dan Ratu Maxima akan mengunjungi sejumlah objek wisata.

dengan paronama alam yang indah di danau terbesar di Asian Tenggara itu. “13 Maret, akan menjadi hari cukup penting bagi kita. Dimana Raja dan Ratu Belanda akan mengunjungi Danau Toba dengan lawatannya selama satu hari,” kata Arie Prasetyo kepada Sumut Pos, Minggu (1/3).

Menurut Arie, Raja dan Ratu Belanda ini akan mengunjungi Indonesia mulai 9 hingga 13 Maret 2020. Dalam lawatannya itu, Raja Willem akan melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor. Kemudian, melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta, Kalimatan, dan terakhir ke Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut).

Arie mengatakan, sang Raja dan Ratu Belanda akan mendarat di Bandara Internasional Sisingamangaraja XII, Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Setelah itu, melanjutkan perjalan ke Bukit Singgolom di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). “Bukit Singgolom memiliki view dengan latar Danau Toba. Nanti Raja Belanda akan mengambil foto shoot dan akan di-share kepada media-media Belanda,” terang Arie.

Tidak jauh dari Bukit Singgolom, Ratu dan Raja Belanda akan bertolak ke Dusun Siambat Dalan, Desa Lintong Nihutan, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Tobasa, untuk melihat rumah adat Batak yang berusia ratusan tahun dan masih ditempati masyarakat. “Beliau akan mengujungi sejumlah tempat di Toba Samosir sebelum mendatangi Samosir dengan menggunakan kapal. Sampai berakhir di Parapat untuk melakukan jumpa pers secara resmi,” jelas Arie.

Kedatangan Raja dan Ratu Belanda, menurut Arie memberikan dampak positif bagi promosi pariwisata di Danau Toba, khususnya bagi Wisman asal Negara Kincir Angin itu. “Utamanya, promosinya. Karenanya promosinya cukup baik dan besar, ya. Karena kita tahu, tahun 90-an kunjungan Wisman Belanda cukup besar waktu bandara kita masih di Polonia. Sehingga banyak wisatawan Belanda ke Danau Toba. Karena krisis ekonomi, jadinya menurun,” ungkap Arie.

Arie mengatakan, Raja dan Ratu Belanda dalam kunjungan ke salah satu danau vulkanik terbesar di dunia ini akan membawa media-media ternama di Belanda. Hal ini, menjadi point utama dalam promosikan industri pariwisata Tanah Air, khususnya di Danau Toba. “Dengan kunjungan ini, memberikan dampak yang bagus wisatawan Belanda untuk kembali mengunjungi Danau Toba,” harap Arie.

Arie mengakui, market industri pariwisata Danau Toba juga banyak dari Eropa, salah satunya dari Belanda. Dengan kunjungan tersebut, dampak mendongkrak Wisman lebih banyak lagi. “Salah satu pangsa pasar eropa tertarik mendatangi Danau Toba, salah satunya adalah Belanda dan itu pernah sudah terjadi. Bukan market baru, karena orang-orang Belanda sudah tahu Danau Toba,” terang Arie.

Arie berharap, dari kunjungan Raja dan Ratu Belanda, Pemerintah Indonesia melalui Garuda Indonesia dapat mendukung dengan mengembalikan penerbangan dari Amsterdam, Belanda-Kualanamu Internasional Airport (KNIA) Kabupaten Deliserdang. “Semoga didukung dengan penerbangan langsung dari Belanda ke Kualanamu. Tapi, kemarin ada Garuda. Tapi, suatu dan lain hal diberhentikan. Semoga dari kunjungan Raja Belanda ini, kembali diaktifkan penerbangan tersebut,” harapnya.

Di sisi lain, Tim peneliti Belanda akan ikut dalam kunjungan tersebut dan juga menggelar seminar di Institut DEL di Kabupaten Tobasa. Bersama peneliti dari Indonesia, Komunitas dan Pemerintah akan membahas kualitas air Danau Toba.

“Nanti akan melibatkan para peneliti dari Belanda, Indonesia, Komunitas, dan Pemerintah. Untuk menggelar seminar terkait dengan actionplean kualitas danau toba. Belanda sangat baik menjaga kualitas air. Sehingga kunjungan ini, mendongkrak dan membantu kita untuk mempercepat kualitas air Danau Toba,” tandasnya.(gus)

Status Zero Suspect Diragukan, Presiden Diminta Jelaskan

SUMUTPOS.CO – INDONESIA menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masih nihil kasus penyebaran virus Corona (COVID-19). Banyak negara meragukan, Indonesia belum terdampak COVID-2019, salah satunya Australia. Bahkan, Arab Saudi menganggap, Indonesia telah terkena wabah tersebut dengan membatalkan penerbitan visa dan penerbangan ke negaranya.

Anggota DPR Komisi VIII Fraksi PKS, Bukhori Yusuf pun meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjelaskan status zero suspect di Indonesia. Pasalnya, selama ini hanya pejabat setingkat menteri yang melakukan sosialisasi akan hal tersebut. Sebab, untuk kasus COVID-2019, telah banyak negara yang mempublikasikan data-datanya, tidak seperti kasus penyebaran wabah sebelumnya.

“Jangan kemudian pernyataan menteri, Presiden sampaikan ‘Saya sebagai Presiden RI sampai saat ini saya nyatakan bahwa Indonesia masih zero’ karena ini situasinya bukan porsi menteri lagi,” katanya di acara Cross Check, Jakarta, Minggu (1/3).

Kekhawatiran seluruh dunia akan wabah ini membuat Indonesia harus lebih meyakinkan dan tegas lagi dalam memberikan suatu pernyataan. Pasalnya, hal ini merupakan suatu kejadian yang serius. “Kalau Arab Saudi dan juga Singapura memposisikan Indonesia setara dengan negara-negara ini. Kita harus bicara lebih dalam lagi, apakah betul bahwa kita masih zero atau kemudian sebenarnya kita tidak cepat menanggap satu gejala. Jangan sampai nanti ketinggalan. Tiba-tiba sudah mewabah baru kita nyatakan. Itu yang kita khawatirkan,” jelas Bukhori.

Pernyataan yang masih kurang kuat, ia meminta agar kasus ini jangan dikaitkan dengan aspek politik. Pasalnya, hal ini menyangkut keselamatan masyarakat Indonesia. “Kalau memang ini masih zero, pemerintah harus mengumumkannya secara transparan. Supaya masyarakat yakin (Jokowi yang mengumumkan-red), kalau hanya pejabat seperti Menteri Kesehatan, saya kira hanya menjadi wacana publik,” ungkapnya.

Sebelumnya disebutkan, satu penyebab Indonesia belum terjangkit Corona karena memiliki iklim tropis. Padahal menurut Pakar Virus Lembaga Eijkman, Herawati Sudoyo, tidak demikian. Menurutnya, iklim tropis tidak menjamin sebuah negara bebas dari penyakit virus yang bernama COVID-2019. Bahkan, negara yang beriklim sama seperti Indonesia, yaitu Malaysia terdampak.

Virus memang lemah terhadap suhu yang panas. Namun, suhu panas yang dimaksud harus benar-benar tinggi. “Sampai sekarang belum ada penelitian mengenai peran dari suhu terhadap mati atau hidupnya virus korona,” kata Herawati Sudoyo di Upnormal Wahid Hasyim, Jakarta, Minggu (1/3).

Ia menjelaskan, suhu tropis yang ada di Indonesia kurang untuk membunuh virus korona. Sebab, panas di Indonesia hanya berkisar diangka 30 derajat saja, sedangkan yang dibutuhkan di atas 56 derajat celcius. “Kalau kita panasin dia dalam suhu 56 derajat, dia (virus korona) akan mati dalam waktu 30 menit, tapi kan enggak 56 derajat lingkungan kita,” kata dia.

Menurutnya, suhu belum bisa dipastikan dapat mengurangi kekuatan sebuah virus. Pasalnya, pengertian tersebut masih hanya sebatas teori. “Jadi itu sangat spekulatif yang bilang bahwa temperatu akan mengurangi. Itu adalah teori yang memang kita anut bahwa dalam musim dingin respon imun tubuh menurun sehingga kita mudah sekali terjangkit,” tandasnya.

WHO: Semua Negara Bisa Terserang Virus Corona

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali menegaskan, semua negara di dunia harus selalu waspada terkait penyebara virus Korona jenis baru atau Covid-19. WHO menyebut, virus tersebut bisa menyerang semua negara.

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan, penularan Covid-19 masuk kejadian luar biasa dan sudah sampai di titik yang menentukan. Virus tersebut berpotensi menjadi pandemi. Dia meminta pemerintah di negara masing-masing bertindak secara agresif untuk mencegah persebaran virus.

Dia juga meminta semua negara untuk bersiap jika Covid-19 datang sewaktu-waktu. Jangan membuat keputusan fatal dengan meyakini bahwa suatu negara tidak akan tertular. Sangat mungkin tidak akan ada satu negara pun yang lolos dari penularan virus tersebut.

Hingga saat ini, Minggu (1/3), virus tersebut sudah menyerang 62 negara termasuk Tiongkok yang merupakan sumber dari virus Korona. Secara global ada 87.116 kasus penularan dan 2.983 kematian. Virus mematikan itu bahkan sudah sampai di Afrika. Masing-masing satu orang positif terkena di Mesir dan Aljazair. Selain itu, Nigeria menyatakan bahwa ada satu kasus muncul di negaranya.

Pria asal Milan, Italia, yang membawa Covid-19 itu tiba 24 Februari. Saat masuk Nigeria, dia tidak mengalami tanda apa pun dan lolos deteksi. Namun, setelah beberapa hari, dia mulai sakit. “Kondisi pasien stabil secara klinis. Tidak ada gejala yang serius,” ujar Menteri Kesehatan Nigeria Osagie Ehanire.

Begitu berita tersebut menyebar, warga Lagos membeli masker dan barang-barang lainnya dalam jumlah besar. Kota berpenduduk 20 juta jiwa itu panik. Sebab, 2014 lalu negara tersebut diserang wabah Ebola. Di seluruh Afrika, Ebola merenggut lebih dari 11 ribu nyawa.

WHO sebelumnya sempat menyatakan kekhawatirannya jika Covid-19 sampai di Afrika. Sebab, mayoritas negara di benua tersebut tidak memiliki fasilitas kesehatan yang memadai. Virus itu menyerang sistem pernapasan. Pasien membutuhkan alat bantu napas. Padahal, rata-rata rumah sakit di Afrika tak memilikinya dalam jumlah besar. (sha/c10/dos/jpc/jpg)

Terkendala Biaya, 34 Napi Belum Dieksekusi Mati

Ilustrasi penjara
Ilustrasi penjara
Ilustrasi penjara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 34 narapidana (napi) hukuman mati di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Medan Tanjunggusta, hingga kini belum menjalani eksekusi. Para napi tersebut didominasi kasus narkotika.

“Ada 30-an lebih wargabinaan kita yang diputus pengadilan dengan hukuman mati. Sebagian para terpidana mati perkara narkotika,” kata Kalapas Klas I Medan, Frans Elias Nico, Sabtu (29/2).

Dijelaskannya, meskipun para napi hukumannya sudah inkrah tapi belum dapat dieksekusi dikarenakan berbagai hal. Salah satunya, kendala biaya.

“Untuk satu napi saja, itu butuh biaya ratusan juta.

Banyak yang harus diamankan. Misalnya biaya personel keamanan, biaya pengantaran jenazah, belum lagi mendatangkan para keluarganya” ungkapnya.

Menurutnya, eksekusi terpidana mati ini butuh kerjasama dengan berbagai pihak. Karena, semakin banyak napi hukuman mati yang belum dieksekusi, membuat keberadan lapas semakin padat.

Nico menjelaskan, napi vonis mati di Lapas Klas I Medan sudah cukup lama keberadaannya dan belum dieksekusi. Ia menyebut, lapas hanyalah menampung para napi. Sedangkan urusan eksekusi ada di ranah kejaksaan. “Ya sudah cukup lama juga, tapi kalau masalah waktunya itu bukan ranah saya, sebab itu adalah hak kejaksaan yang menjawabnya,” jelasnya.

Persoalan ini, menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Sumanggar Siagian, pihaknya masih akan memeriksa kembali data para napi yang dieksekusi mati. “Ya, untuk saat ini kita belum bisa beritahu ya. Soalnya itu memerlukan waktu untuk membuka informasi datanya lagi,” tandasnya. (man)