22 C
Medan
Wednesday, January 21, 2026
Home Blog Page 4441

KPU Launching Maskot dan Jingle Pilkada Medan 2020, 16 Juni, Pendaftaran Balon Wali Kota Dibuka

MASKOT: Komisioner KPU Medan dan Sumut memegang maskot saat launching sekaligus sosialisasi Pilkada Medan di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (1/3).
MASKOT: Komisioner KPU Medan dan Sumut memegang maskot saat launching sekaligus sosialisasi Pilkada Medan di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (1/3).
MASKOT: Komisioner KPU Medan dan Sumut memegang maskot saat launching sekaligus sosialisasi Pilkada Medan di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (1/3).
MASKOT: Komisioner KPU Medan dan Sumut memegang maskot saat launching sekaligus sosialisasi Pilkada Medan di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (1/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan telah memastikan Pilkada Medan 2020 tanpa diikuti pasangan calon dari jalur perseorangan. Kini, KPU tinggal menunggu pendaftaran pasangan calon yang diusung partai politik (Parpol).

Komisioner KPU Medan Divisi Teknis, M Rinaldy Khair mengatakan, mereka sudah menyusun tahapan demi tahapan Pilkada Kota Medan, termasuk jadwal pendaftaran bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kotan

Medan pada 16 Juni 2020. Sedangkan pencoblosan atau pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan dilaksanakan pada 23 September 2020.

Untuk jadwal pendaftaran pasangan calon dari jalur Parpol, kata Rinaldy, akan dibuka selama 3 hari mulai 16 Juni hingga 18 Juni 2020. Setelah berkas pada caloan diterima, KPU Medan akan melakukan verifikasi berkas. Sedangkan pasangan calon yang lulus verifikasi berkas dan berhak menjadi peserta Pilkada, ditetapkan pada 8 Juli 2020.

“Terhitung mulai 19 Juni hingga 7 Juli, merupakan tenggat waktu pemeriksaan (verifikasi) berkas calon. Dalam masa waktu itu, saatnya caloan melengkapi syarat yang kurang,” kata Rinaldi kepada wartawan, di sela-sela Launching Maskot dan Jingle Pilkada Medan 2020 di Lapangan Merdeka, Medan, Minggu (1/3).

Selanjutnya kata Rinaldi, dilakukan pencabutan nomor urut pasangan calon. Setelah itu, ditetapkan masa kampanye sekitar 2 bulan dan akan berakhir 3 hari sebelum pencoblosan.

Untuk saat ini, lanjut Rinaldy, KPU Medan sedang melakukan rekrutmen tenaga Panitia Pemilihan Sementara (PPS) tingkat kelurahan, kemudian memberikan bimbingan teknis kepada seluruh peserta. Petugas yang ditetapkan sebagai anggota Petugas Pemutakhiran Data (PPD) akan melakukan pendataan pemilih untuk ditetapkan masuk sebagai daftar pemilih tetap (DPT).

Sebelumnya, saat membuka sosialisasi Launching Maskot dan Jingle KPU Kota Medan untuk Pilkada Medan tahun 2020 di Lapangan Merdeka Medan, Ketua KPU Medan Agussyah R Damanik, mengajak seluruh warga Kota Medan menggunakan hak pilihnya pada 23 September 2020. Dengan mengangkat tema ‘Ayo Nyoblos’, Agussyah berharap tingginya partisipasi dan kepedulian masyarakat pemilih di Kota Medan dapat mensukseskan pelaksanaan Pilkada. “Launching Maskot dan Jingle ini untuk sosialisasi Pemilihan Wali Kota Medan ke masyarakat dan mengingatkan ke warga untuk menggunakan hak pilih,” ucap Ketua KPU Kota Medan, Agussyah R Damanik.

Acara yang digelar sejak pagi sampai sore itu, dirangkai dengan beragam kegiatan untuk menghibur warga. Mulai dari senam zumba, prosesi launching maskot dan jingle, lomba rakyat, festival band, lomba mewarnai untuk anak, atraksi bmx, parkour dan skateboard. Ada juga talkshow bersama RRI, karnaval maskot dan jingle serta konser dangdut.

Agussyah mengatakan, KPU Kota Medan ingin masyarakat bahagia dan gembira dalam menyambut Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, 23 September 2020. “Kita ingin warga Kota Medan bahagia menyambut Pemilihan Wali Kota 2020 nanti, di sini kami juga mengharapkan partisipasi masyarakat dalam mensukseskan pilkada Kota Medan nanti,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, Plt Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution yang diwakili Asisten Pemerintahan Pemko Medan, Musaddat menyampaikan, Pemko tetap memberikan dukungan kepada KPU agar pelaksanaan Pilkada di Medan terlaksana dengan baik.

Sementara itu, Ketua KPU Sumut Herdensi mengatakan, dalam pelaksanaan Pilkada September nanti kiranya tidak ada pihak-pihak yang menjual isu SARA demi kepentingan-kepentingan politik.

Pantauan Sumut Pos, ribuan warga antusias mengikuti kegiatan sosialisasi dan Launching Maskot & Jingle Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan 2020 yang datang sejak subuh. (map)

Gelar Perkara Kasus Pembunuhan Hakim Jamaluddin, Jaksa Teliti Berkas Ketiga Tersangka

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Jaksa Penuntut Umum telah melaksanakan gelar perkara kasus pembunuhan hakim Jamaluddin. Pelaksanaan gelar perkara, untuk meneliti berkas 3 tersangka kasus pembunuha Jamaluddin, yang telah dilimpahkan kepada penuntut umum dari penyidik Polrestabes Medan.

“Jadi tim penuntut umum saat ini tengah meneliti berkas ketiga tersangka yakni Zuraida Hanum (41) yang merupakan istri kedua hakim Jamaluddin, Jefri Pratama (42) dan Reza Fahlevi (29),” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian kepada wartawan, Jumat (28/2).

Lanjut Sumanggar, pihak penuntut umum punya waktu selama 14 hari terhitung semenjak berkas dilimpahkan ke kejaksaan apakah sudah memenuhi syarat materil maupun formil untuk dilimpahkan ke pengadilan.

“Maka untuk itu, kita tunggulah tim jaksa peneliti melibatkan jaksa Kejari maupun Kejatisu yang dipimpin langsung Kasi Pidum Kejari Medan, Parada Situmorang yang saat ini tengah bekerja,” ucapnya lagi.

Sebagaimana diketahui, Kejari Medan telah menerima pelimpahan dari penyidik Polrestabes Medan dengan menyerahkan berkas tiga tersangka kasus pembunuhan hakim Jamaluddin pada 18 Februari 2020, lalu setelah Tim penyidik Poldasu telah menetapkan tiga tersangka.

Kasus ini terungkap setelah warga menemukan mobil Land Cruiser, BK 77 HD dalam posisi menabrak pohon kelapa sawit di kawasan perkebunan Dusun II Namo Rindang, Desa Sukarame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (29/11) lalu. (man)

Komsumsi Hidangan Pesta, 83 Warga Pangkalan Susu Keracunan

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 83 warga Desa Pangkalan Siata Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara keracunan dengan geja pusing, muntah-muntah, diare disertai demam.

Disampaikan Kasubag Humas Polres Langkat AKP Rohmat kepada Insan Medya, akhir bulan Februari lalu. Warga Desa Pangkalan Siata beragama Nasrani mengkomsumsi makanan denga lauk daging babi, pada acara doa bersama di gereja HKBP Desa Pangkalan Siata. Setelah acara doa bersama selesai maka warga memakan makanan yang disajikan.

Usai makan bersama selesai, warga kembali ke rumah masing-masing. Sebahagian jemaat gereja ada yg membawa pulang makanan kerumah. Sekitar pukul 23.00 WIB warga yang beragama kristen yang memakan makanan dari acara doa bersama di gereja mengeluh sakit perut, muntah-muntah, pusing, diare.

Warga yang keracunan ada sebanyak 82 warga berkumpul di Gereja GKPI untuk diperiksa kesehatannya oleh tim medis dari Puskesmas Pangkalan Susu.

“Dari 82 warga Desa Pangkalan Siatak yang diperiksa kondisinya oleh tim medis. 6 orang dirujuk ke RSU Pangkalan Brandan. Keenam warga tersebut adalah Paula Situngkir (50) Edi Sunarto Sinaga (12), Herlina Sijabat (40), Hotlen Sigala (68), Derita Sijabat (50), dan Tumiar Sagala (70).” kata AKP Rohmat

Secara kompak Camat Pangkalan Susu T Azmi, Dan Ramil dan Kapolsek membenarkan peristiwa keracunan warga Desa Pangkalan Siata itu. (yas/btr)

Pelaku Pembacokan di Kecamatan Wampu Ditangkap

KORBAN: Korban pembacokan mendapatkan pertolongan di RS Putri Bidadari, Langkat. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
KORBAN: Korban pembacokan mendapatkan pertolongan di RS Putri Bidadari, Langkat. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
KORBAN: Korban pembacokan mendapatkan pertolongan di RS Putri Bidadari, Langkat.  ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
KORBAN: Korban pembacokan mendapatkan pertolongan di RS Putri Bidadari, Langkat. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Personel Satreskrim Polres Stabat Kabupaten Langkat amankan Padelen alias Delin (42) warga Lingkungan III Ujung Baka Kelurahan Bingai Kecamatan Wampu pada akhir pekan lalu. Padelen dijadikan sebagai tersangka karena membaacok Suyatmin (35) warga dengan alamat yang sama dengan egrek sawit.

Disampaikan Kasubag Humas Polres Langkat AKP Rochmad, kepada Insan Medya akhir pekan lalu. Rochmad menjelaskan selain menahan pelaku turut mengamankan barang bukti berupa satu pisau egrek, satu potong kaos lengan panjang warna hitam yang berlumuran darah, satu unit sepeda motor merk vixion warna putih BK 5315 ADM.

Diterangkan Rochmad, kronologis korban yang sedang melintas di depan rumah tiba-tiba dikejar pelaku dengan membawa pisau egrek.Tanpa bertanya pelaku mengayunkan pisau egrek ke arah leher dan akibatnya korban mengalami luka.

“Kemudian korban terjatuh dari sepeda motor dan dalam keadaan terluka berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke arah rumah warga, namun pelaku tetap mengejar korban,” imbuhnya

Menurut saksi Irwansyah dan Nawi bahwa mereka menolong korban setelah melihat pelaku membacok korban. “Kami juga berhasil melerai serta mengamankan tersangka. Korban kami dibawa ke RS Putri Bidadari Langkat dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit di Adam Malik Medan, “ucap Irwansyah dan Nawi kompak.(yas/btr )

Pasutri Diduga Saling Tikam, Ditemukan di Perladangan Sitalahap, Humbahas

DIRAWAT : Diduga saling bacok Pasutri Louiker Tarihoran dan Sinta Boru Lase dirujuk ke RSU Haji Adam Malik untuk mendapat perawatan dari tenaga medis.
DIRAWAT : Diduga saling bacok Pasutri Louiker Tarihoran dan Sinta Boru Lase dirujuk ke RSU Haji Adam Malik untuk mendapat perawatan dari tenaga medis.
DIRAWAT : Diduga saling bacok Pasutri Louiker Tarihoran dan Sinta Boru Lase dirujuk ke RSU Haji Adam Malik untuk mendapat perawatan dari tenaga medis.
DIRAWAT : Diduga saling bacok Pasutri Louiker Tarihoran dan Sinta Boru Lase dirujuk ke RSU Haji Adam Malik untuk mendapat perawatan dari tenaga medis.

HUMNAHAS, SUMUTPOS.CO – Diduga saling tikam pasangan suami istri (pasutri) Louiker Tarihoran (35) dan Sinta Boru Lase (27) ditemukan di areal perladangan Sitalahap, Dusun Adian, Desa Peadungdung, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) kini telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik (HAM), Medan.

Louiker Tarihoran dan Sinta Boru Lase mengalami luka berat kini masih dirawat intensif oleh tim medis di rumah sakit itu, Minggu (1/3).

Kassubag Humas RSUP Haji Adam Malik , Rosario Dorothy Simanjuntak (Rosa) mengatakan, pasutri itu datang, Minggu pagi secara terpisah. “Pasien suami istri tersebut datang secara bertahap. Pertama, istrinya lebih dulu, Sinta Boru Lase, pukul 06.13 WIB. Selanjutnya, suaminya, Loiker Tarihoran sekitar pukul 06.24 WIB,” ujar Rosa.

Disebutkan Rosa, dari hasil pemeriksaan medis sementara, sang suami mengalami luka tusuk di bagian perut. Begitu juga istrinya, tetapi ada memar di bagian mata.

“Saat ini kedua pasien berada dalam kondisi luka serius dan sedang dalam penanganan intensif tim medis. Posisi mereka masih IGD, rencananya akan menjalani operasi atas luka yang diderita,” tandasnya.

Informasi dihimpun, sebelumnya pasutri tersebut dirawat di RSU Dolok Sanggul seusai kejadian guna mendapatkan pertolongan. Sementara putra mereka, Doni Tarihoran (4), yang meninggal dunia sudah dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk menjalani autopsi, setelah sebelumnya juga dibawa ke RSU Dolok Sanggul.

Sebelum dibawa ke rumah sakit, dikabarkan keduanya ditemukan sekarat dengan kondisi mengenaskan di perladangan itu, Sabtu (29/2), sekira pukul 17.30 WIB. Sedangkan putranya meninggal dunia di lokasi yang sama.

Kapolres Humbahas AKBP Rudi Hartono melalui Kasubbag Humas Aiptu Syahril Purba mengatakan, peristiwa itu pertama kali diketahui warga setempat, Ruslan Silaban (50). “Sore itu (Sabtu), saksi Ruslan menemui saksi Rinaldi Siregar dan mengatakan bahwa Sinta Boru Lase ditemukan dengan kondisi kritis dengan ususnya keluar,” ujarnya kepada wartawan.

Kemudian, Rinaldi menghubungi Polsek Pakkat. Sekira pukul 18.00 WIB, Kapolsek Pakkat bersama personel tiba di lokasi dan menemukan seorang anak sudah meninggal dunia dan sepasang suami istri dalam keadaan kritis.

“Informasi sementara, diduga mereka bertengkar saat bekerja di ladang sampai terjadi pembunuhan. Namun demikian, masih dilakukan penyelidikan lebih mendalam,” tukasnya. (ris/btr)

Curi Ratusan Liter Oli dari SPBU, Penarik Betor Dipolisikan

CURI: M Iqbal (25) (tengah) diamankan karena mencuri oli dari SPBU.
CURI: M Iqbal (25) (tengah) diamankan karena mencuri oli dari SPBU.
CURI: M Iqbal (25) (tengah) diamankan karena mencuri oli dari SPBU.
CURI: M Iqbal (25) (tengah) diamankan karena mencuri oli dari SPBU.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – M Iqbal (25), warga Jalan Setia Budi, Gang Bunga Rinte, Kelurahan Mangga, Medan Selayang diamankan personel Polsek Sunggal setelah ketahuan mencuri oli di SPBU Jalan Melati Raya, Sempakata, Medan Selayang, Kamis (27/2) sekira jam 02.50 WIB.

Kasi Humas Polsek Sunggal, Aiptu Roni B Sembiring mengatakan, pria itu diketahui beraksi seorang diri dengan membawa beca barang Honda Revo BK 2517 PAS. Iqbal dipergoki warga usai menggasak puluhan liter oli berbagai merk dari SPBU.

Pemilik SPBU, Meita Franciska Tarigan (46), kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Sunggal. “Saat itu pelapor di telepon anaknya yang mendapat kabar bahwa SPBU dibongkar maling,” jelas Roni.

Mendapat informasi itu, Meita langsung bergegas ke lokasi. Setibanya di SPBU Meita kembali mendapat informasi dari temannya bahwa pelaku pencurian telah diamankan ke Polsek Sunggal.

“Pelapor langsung ke Polsek dan membuat laporan resmi kepada kita agar pelaku di proses lebih lanjut,” sebutnya.

M Iqbal berhasil ditangkap warga bersama betornya di Jalan Flamboyan Raya lalu diserahkan ke personel Polsek Sunggal. Dari tangan Iqbal, polisi mengamankan 58 kemasan oli merk Mesran ukuran 1 liter, 3 kemasan ukuran 10 liter oli merk Meditran, 4 kemasa oli merk Meditran ukuran 5 liter, 4 kemasan oli merk Mesran ukuran 4 liter, 2 kemasan oli merk Mesran 4 liter, 2 kemasan ukuran 4 liter oli merk Prima dan satu unit Betor Honda Revo BK 2517 PAS. Akibat pencurian itu, Meita mengaku mengalami kerugian sebanyak Rp7 juta.

“Pelaku kita kenakan pasal 363 ayat 1 ke 3e dan 4e dari KUHPidana dengan ancaman 5 tahun penjara,” pungkasnya. (net/jpg)

Polsek Pancurbatu Amankan 2 Pengedar dan 100 Gram Sabu

DUA: Dwi Yanto dan Agus Wahyudi pengedar sabu berhasil ditangkap ketika Polsek Pancurbatu menggelar Razia.
DUA: Dwi Yanto dan Agus Wahyudi pengedar sabu berhasil ditangkap ketika Polsek Pancurbatu menggelar Razia.
DUA: Dwi Yanto dan Agus Wahyudi  pengedar sabu berhasil ditangkap ketika Polsek Pancurbatu menggelar Razia.
DUA: Dwi Yanto dan Agus Wahyudi pengedar sabu berhasil ditangkap ketika Polsek Pancurbatu menggelar Razia.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Petugas Polsek Pancurbatu menangkap dua pengedar sabu-sabu ketika digelar razia di depan Mapolsek Pancurbatu Jalan Jamin Ginting, Minggu (1/3) dini hari.

Berikut pengedar yang ditangkap yakni Dwi Yanto (23) dan Agus Wahyudi (20). Keduanya, merupakan warga Desa Dagang Kerewang, Dusun II, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang.

Informasi diperoleh, awalnya personel Polsek Pancurbatu tengah menggelar razia rutin di depan markasnya yang dipimpin langsung Kapolsek Pancurbatu AKP Dedy Dharma.

Setiap pengendara baik roda dua, empat atau lebih, diperiksa kelengkapan surat kendaraannya. Selain itu, barang bawaan hingga kendaraan juga turut diperiksa.

Disaat razia tengah berlangsung, kedua pengedar yang berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy hendak melintas. Namun, berjarak sekitar 10 meter dari lokasi razia ternyata mereka berbalik arah.

Lantaran mencurigakan, beberapa personel yang melihat mereka putar arah kemudian mengejar. Upaya personel membuahkan hasil, salah satu dari mereka berhasil ditangkap. Sedangkan seorang lagi langsung kabur, setelah turun dari boncengan sepeda motor.

“Tersangka Dwi Yanto yang terlebih dulu ditangkap, dia yang membawa sepeda motor. Sementara tersangka Agus Wahyudi yang duduk diboncengan lari ke arah Pasar Pancurbatu,” ujar Kapolsek Pancurbatu AKP Dedy Dharma.

Personel terus mengejar tersangka Agus Wahyudi berhasil menangkap tersangka di seputaran Pasar Pancurbatu.

“Saat digeledah, ditemukan satu plastik berisi serbuk diduga sabu-sabu dengan berat sekitar 100 gram. Keduanya diboyong ke Mapolsek Pancurbatu untuk diproses secara hukum,” ucapnya. (ris/btr)

Buang Bayinya, Wanita Asal Simalungun Ditangkap Polisi

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

LABUSEL, SUMUTPOS.CO – Personel Polres Labuhanbatu mengamankan seorang wanita berinisial RS alias Rita (35) warga Tiga Raja, Kecamatan Simalungun, Kota Pematang Siantar, Minggu (1/3).

RS alias Rita ditahan di sel Mapolsek Kota Pinang, karena diduga membuang anaknya sendiri. Dia diamankan di Desa Sukajadi, Kecamatan Sei Kanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Penangkapannya bermula ketika masyarakat Labusel dihebohkan penemuan seorang bayi perempuan yang dibuang di Simpang Tiga Bukit Kotapinang tepatnya di samping Showroom Harahap Bursa Motor, Minggu (1/3) sekira pukul 05.00 WIB.

Oleh piket SPKT, bayi perempuan tersebut dievakuasi ke RSUD Kotapinang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Menurut informasi dari warga lainnya, Doni Hatta, sekira 02.30 WIB dirinya melihat seorang perempuan turun dari Bus Pinem di Simpang Tiga Bukit Kotapinang dan berjalan menuju samping Ruko Harahap Bursa Motor dengan membawa sebuah tas dengan kondisi berdarah di bagian kaki.

Menurut warga, perempuan tersebut kembali ke Simpang Tiga Bukit Kotapinang dan selanjutnya pergi dengan menaiki Bus Padang Bolak Mandiri menuju arah Padang Sidempuan.

Kepala Polisi Resor Labuhanbatu AKBP Agus Darojat membenarkan adanya diamankan seorang perempuan pembuang bayi tersebut. “Ya, berhasil diamankan pihak personel Mapolsek Kotapinang,” kata Kapolres.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Perikhesit saat dihubungi mengatakan perkara itu kini diambil alih Mapolres Labuhanbatu.

“Tapi perkaranya ditangani polres,” ujar Kasat seraya menambahkan pihaknya masih melakukan penyidikan lebih lanjut terkait motif pelaku apakah faktor ekonomi atau karena hasil hubungan gelap.”Yang bersangkutan masih kita ambil minta keterangannya,” tandasnya. (fdh/btr)

Bocah 4 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Ikan

DIRATAPI: Ibunda korban, Glen Aldi Sihotang (4) meratap di hadapan jasad anaknya yang terbujur kaku meninggal dunia karena tengelam di kolam ikan.
DIRATAPI: Ibunda korban, Glen Aldi Sihotang (4) meratap di hadapan jasad anaknya yang terbujur kaku meninggal dunia karena tengelam di kolam ikan.
DIRATAPI: Ibunda korban,  Glen Aldi Sihotang (4) meratap di hadapan jasad anaknya yang terbujur kaku meninggal dunia karena tengelam di kolam ikan.
DIRATAPI: Ibunda korban, Glen Aldi Sihotang (4) meratap di hadapan jasad anaknya yang terbujur kaku meninggal dunia karena tengelam di kolam ikan.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Glen Aldi Sihotang (4) warga Dusun IV Desa Serdang Kecamatan Beringin Kabupaten Deliserdang ditemukan tewas tenggelam di kolam ikan belakang SD Inpres Dusun IV Desa Serdang, Minggu (1/3) sekira pukul 12.00 WIB.

Informasi dihimpun, diketahuinya korban tewas tenggelam ketika anggota unit Reskrim Polsek Beringin Polresta Deliserdang mendapat informasi dari Bhabinkamtibmas Desa Serdang menyebutkan ada anak meninggal karena masuk kolam. Mendapat kabar itu anggota Unit Reskrim langsung berangkat kelokasi.

Saat di lokasi petugas Unit Reskrim Polsek Beringin Polresta Deliserdang melakukan wawancara terhadap bapak korban Ando Sihotang. Ia menjelaskan sekitar pukul 10.00 WIB. Korban keluar dari rumah hendak bermain. Kemudian sekira pukul 11.00 WIB Ando Sihotang mencari korban di sekitar kampung namun tidak ditemukan.

Kemudian Ando Sihotang mencari di sekitaran lokasi kolam ikan yang jaraknya dari rumah korban sekira 30 meter dan mengambil sebuah potongan papan untuk mencari korban di dalam kolam. Saat itu ia menemukan korban di dalam kolam. Kemudian Ando Sihotang mengangkat korban sambil menangis membawa ke rumah dan memberitahukan kejadian tersebut kepada warga lainnya selanjutnya membawa korban ke Klinik Ganesha Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deliserdang.

Tiba di Klinik korban dinyatakan telah meninggal oleh dokter jaga sehingga tidak dilakukan upaya medis terhadap korban. Korban Ando Sihotang menjelaskan bahwa korban anak yang aktif (lasak,red) dan keterangan orang tua korban bahwa sekitar 2 bulan yang lalu korban pernah masuk kedalam kolam namun berhasil diselamatkan karena ada aktifitas disekitar sekolah.

Ketika anggota unit reskrim Polsek Beringin Polresta Deliserdang dan keterangan awal pihak klinik tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban dan atas kejadian tersebut pihak kepolisian menyarankan untuk dilakukan autopsi.

Namun keluarga bersepakat keberatan untuk dilakukan otpsi dan menerima musibah itu dengan iklas serta bersedia membuat surat pernyataan keberatan apabila dilakukan proses otopsi. (btr/btr)

Akhyar Dorong Anak Muda untuk Berkarya

Plt Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi didampingi Ny Nurul Khairani Akhyar SE saat menghadiri acara event menolak narkoba bersatu dalam musik #YokBikinCantikMedan yang diselenggarakan Komunitas Rompi Biru (KRB) di J&M Coffe Jalan Harmonika Baru, Medan Selayang, Minggu (1/3).
Plt Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi didampingi Ny Nurul Khairani Akhyar SE saat menghadiri acara event menolak narkoba bersatu dalam musik #YokBikinCantikMedan yang diselenggarakan Komunitas Rompi Biru (KRB) di J&M Coffe Jalan Harmonika Baru, Medan Selayang, Minggu (1/3).
Plt Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi didampingi Ny Nurul Khairani Akhyar SE saat menghadiri acara event menolak narkoba bersatu dalam musik #YokBikinCantikMedan yang diselenggarakan Komunitas Rompi Biru (KRB) di J&M Coffe Jalan Harmonika Baru, Medan Selayang, Minggu (1/3).
Plt Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi didampingi Ny Nurul Khairani Akhyar SE saat menghadiri acara event menolak narkoba bersatu dalam musik #YokBikinCantikMedan yang diselenggarakan Komunitas Rompi Biru (KRB) di J&M Coffe Jalan Harmonika Baru, Medan Selayang, Minggu (1/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksana tugas Walikota Medan (PLT), Ir H Akhyar Nasution MSi mengajak anak-anaknya muda untuk terus berkarya dengan semangat yang sama menolak narkoba dan membikin cantik Kota Medan.

Hal ini disampaikan Akhyar saat memberikan arahan dan bimbingan dalam event menolak narkoba bersatu dalam musik #YokBikinCantikMedan, yang dilaksanakan Komunitas Rompi Biru (KRB), Minggu (1/3/2020) sore di J&M Coffe Jalan Harmonika, Kelurahan PB Selayang, Medan Selayang.

“Berapapun yang tampil, saya akan support, karena salah satu tujuan kita menghidupkan kembali semangat berkreasi anak muda dalam bermusik. Karena sesungguhnya Kota Medan itu pada masanya pernah berjaya, banyak artis-artis musik yang berasal dari Medan seperti The Mercy’s, Panbers. Sam D’lloyd itu juga dari Medan, dia anak Medan Baru,” ujar Akhyar di hadapan pemusik dari band Medan dan Bandung.

Secara garis besar, Akhyar mendukung eksistensi anak-anak muda dalam bermusik. Pemko Medan, ujar dia, sudah menyiapkan tempat bagi anak muda yang ingin mengekspresikan kesenian musiknya.

“Taman-taman di Kota Medan itu bisa kalin gunakan, fasilitasnya sudah kami sediakan. Jadi ya kalau mau tampil, kalian bisa ke taman taman seperti Taman Gajah Mada, Taman Beringin, Taman Ahmad Yani, Taman Teladan, Taman Cadika. Ada tempatnya, tinggal pilih yang mau di mana,” serunya.

Dorongan ini disampaikan Akhyar dengan semangat berkreasi dan melawan narkoba. Sebab, narkoba ini harus diperangi bersama-sama.

“Inilah saatnya kita berjihad. Ayo turut berkreasi dengan semangat kita bersama dalam melawan narkoba. Sebab, 80% penjara isinya narkoba, dengan kita melawan narkoba, kita selamatkan anak kita, selamatkan bangsa kita, selamatkan masa depan bangsa ini,” tegasnya.

Tak hanya itu, Akhyar juga menyampaikan, pihaknya lagi menggelorakan setiap kecamatan hingga lingkungan untuk membuat mural di sepanjang wilayah Kota Medan.

“Dengan semangat yang sama, kami kepingin dan mengajak bikin cantik Medan kepada semua pihak. Kami selaku pemerintah mengajak anak-anak muda untuk membikin cantik Medan. Kalau Medan sudah cantik, enggak mau buang sampah, maka akan banyak orang yang datang. Sama seperti Bandung, mana ini orang dari Bandung? Kalau di Bandung namanya, Bandung Resik. Gitu kan? Sama juga di Medan. Kami mengajak seluruhnya untuk membikin cantik Medan. Makanya gerakan ini terus kita ingatkan,” jelasnya.

Oleh karena itu, semangat dan kreasi musik ini harus terus dijaga dan bersama-sama menolak penyalahgunaan narkoba.

“Saya ucapkan selamat bermusik, tunjukkan kemampuan kalian, tunjukkan profesionalisme kalian, kami Pemerintah Kota Medan support kegiatan seperti ini,” tutup Akhyar sembari mendapatkan applause yang meriah dari seluruh pemain dan pengunjung di kafe tersebut.

Sementara itu, Ketua Panitia, Rodelen Sinuraya mengungkapkan, event ini dilaksanakan dengan tagline menolak narkoba bersatu dalam musik #YokBikinCantikMedan. (adz)