22 C
Medan
Wednesday, January 21, 2026
Home Blog Page 4442

PGN Siap Jalankan Tugas Untuk Gasifikasi 52 Pembangkit Listrik PLN

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) siap menjalankan mandat dari Pertamina untuk melaksanakan gasifikasi 52 Pembangkit Listrik PLN dalam rangka mendukung kelistrikan nasional. Hal ini sesuai dengan HoA yang telah ditandatangani oleh Pertamina dan PLN pada 27 Fabruari 2020, dimana Pertamina telah menunjuk dan menugaskan PGN sebagai subholding gas untuk penyediaan pasokan dan infrasruktur LNG untuk pembangkit listrik PLN dan berjalan efektif mulai Februari 2020.

“Dengan kapabilitas dalam mengembangkan infrastruktur dan mengelola 96% infrastruktur hilir gas bumi, PGN grup telah mengembangkan Small Scale LNG yang bisa digunakan untuk memasok demand kelistrikan,” ungkap Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, Minggu, (1/03/20).

Lebih lanjut, Rachmat menyatakan bahwa PGN yakin dapat membantu pemerintah dalam peningkatan pemanfaatan gas bumi di sektor pembangkit yang akan meningkatkan efisiensi produksi listrik. Sesuai Kepmen 13/2020, total kapasitas pembangkit yang akan dicapai sebesar 1697 MW dengan indikatif volume gas sebesar 167 BBTUD.

Mengingat target implementasinya diharapkan rampung dalam waktu 2 tahun ke depan, maka PGN akan melaksanakan penyediaan infrastruktur LNG dengan biaya investasi yang diperlukan diperkirakan sebesar 2.5 Milyar USD.

Terdapat beberapa tahapan yang akan dilalui dalam implementasi Kepmen ini. Tahap quick win ditargetkan dapat terealisasi pada tahun 2020 dengan salah satunya menggunakan ISO Tank untuk memenuhi kapasitas pembangkit sebesar 588 MW dengan indikatif volume gas sebesar 49.12 BBTUD untuk Krueng Raya, Nias, Tanjung Selor (Kalimantan Timur), Gilimanuk, Sorong dan Jayapura.

“Untuk wilayah lainnya seperti Nusa Tenggara, Kalimantan Barat, Papua Utara, Sulawesi dan Maluku, saat ini sudah memasuki fase tahap advance dimana Pembangkit dalam tahap konstruksi, komisioning, dan beroperasi,” imbuh Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis, Syahrial Mukhtar.

Sedangkan untuk wilayah Maluku Utara dan Papua Selatan saat ini telah memasuki fase Kajian bersama dengan PLN.

Kepmen 13/2020 mengenai penugasan ini, sekaligus dapat menjadi modal untuk memperkuat peran Pertamina melalui PGN Group dalam mangakselerasi pembangunan dan pengembangan infrastruktur LNG, seperti portofolio Pertamina Group di FSRU Lampung, FSRU Jawa Barat, Arun dan Bontang. Selain itu, saat ini sedang dalam proses penyelesaian Terminal LNG Teluk Lamong di Jawa Timur yang ditargetkan dapat menjaga ketahanan pasokan gas.

Syahrial berharap, langkah strategis ini dapat memperkuat peran subholding gas dalam melayani kebutuhan gas bumi seluruh sektor dan mewujudkan mimpi Indonesia untuk mencapai bauran energi nasional. Kedepan, PGN memiliki motivasi yang tinggi untuk bekerja sama dengan seluruh stakeholder agar dapat menjaga ketahanan energi domestik dan membangun infrastruktur gas bumi sehingga dapat meningkatkan perekonomian nasional yg saat ini terdampak kondisi global.

Setelah Bunuh Nenek dan Ibu Kandung, Junaidi Damanik Gantung Diri

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Entah setan apa yang merasuk diri Junaidi Damanik (19) sehingga tega membantai neneknya Tigan Br Tarigan (70) dan ibunya Asnah br Tarigan (40) di Desa Gunung Manumpak B Kecamatan STM Hulu kabupaten Deliserdang, Sabtu (29/2).

Namun, usai membunuh nenek dan ibunya dengan cara membacok, mengorok leher ibunya. Junaidi Damanik gantung diri dengan seutas tali nilon dan telanjang didepan rumahnya.

Atas peristiwa itu sekitar pukul 11.00 WIB, warga mengetahui kejadiab tersebut menghubungi Ka SPKT Polsek Tiga Juhar. Mendapat informasi dari warga, personel Polsek Tiga Juhar langsung ke tempat kejadian perkara.

Diterangkan ketika ditemukan di pekarangan rumah kondisi jasad Tigan Br Taringan tragis dengan kondisi jari putus. Lengan kirinya putus, kepala luka bacok. Sedangkan jasad Junaidi Damanik ditemukan tergantung dengan kondisi telanjang.

Kemudian, korban Asnah br Tarigan dengan kondisi luka pada pergelangan tangan kiri nyaris putus, jari tangan kanan putus, rambut korban putus, kepala luka bacok, leher luka bacok.

Peristiwa itu diketahui oleh Bapak pelaku Laman Damanik (55) dan Kaka pelaku Juliati (18) dan Jhonmedi Saragih (40} merupakan Kepala Desa Gunung Manumpak B.

Kapolsek Tiga Juhar AKP GK Manurung, membenarkan ada peristiwa tersebut. Dan barang bukti yang disita dari lokasi dua bilah pisau celurit. (btr)

Regal Springs Indonesia Targetkan Penjualan Dalam Negeri 2 Juta Pak Tilapia

TANGERANG, SUMUTPOS.CO – Pada 2020, Regal Springs Indonesia menargetkan penjualan dalam negeri produk daging ikan Naturally Better Tilapia sebanyak 2 juta pak, meningkat dari 700.000 pak pada 2019, melalui lebih 1.000 gerai pemasaran yang tersebar di kota-kota besar Indonesia.

“Produk Naturally Better Tilapia semakin digemari konsumen di Indonesia karena ikan kami dibudidayakan secara alami di air dalam tanpa menggunakan antibiotika. Produk Tilapia kami bergizi tinggi namun rendah lemak, kaya protein dan vitamin D – cocok untuk pola makan yang berimbang dan sehat tanpa kuatir adanya bahan kimia atau pengawet tambahan,” kata Senior Marketing Manager Regal Springs Indonesia, Ratna Yudythia, saat acara Kelas Memasak di Supermarket AEON BSD, Tangerang, Sabtu (29/2).

Semakin banyak konsumen yang telah mengenal produk Naturally Better Tilapia di kota-kota besar Indonesia sehingga semakin banyak pula konsumen yang ingin mengetahui variasi-variasi olahan Naturally Better Tilapia.

“Karena itu kami secara rutin menggelar acara kelas memasak ini untuk memenuhi permintaan masyarakat untuk mendapatkan variasi olahan ikan yang mudah dan praktis berbahan dasar Naturally Better Tilapia,” kata Ratna Yudythia.

“Konsumen juga bisa berkonsultasi secara langsung dengan Chef Yadi, Inhouse chef Regal Springs Indonesia mengenai tip dan trik memasak Naturally Better Tilapia untuk keluarga,” katanya. Ditambahkannya, kelas masak ini sudah dilakukan di berbagai kota dan mendapatkan sambutan yang sangat antusias dari para peserta, terutama para ibu.

Sementara itu Kasan Mulyono, External Affairs Senior Manager Regal Springs indonesia menambahkan, Regal Springs Indonesia melakukan budidaya dan pengolahan Tilapia dengan bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial.

“Kami menjalankan program keberlanjutan terintegrasi yang disebut KAMI PEDULI yang mencakup program-program keberlanjutan dan program-program sosial,” kata kasan.

“Kami merupakan produsen Tilapia secara bertanggung jawab terbesar di Indonesia,” pungkas Kasan.

Tentang Regal Springs Indonesia

Regal Springs Indonesia adalah perusahaan Akuakultur dan Pengolahan Bertanggung jawab bagian dari Regal Springs Group, perusahaan Swiss yang bermarkas di Singapura. Regal Springs Indonesia berkantor pusat di Medan dan memiliki operasi di Sumatera Utara dan Jawa Tengah dan mempekerjakan sekitar 3.500 karyawan yang sebagian besar direkrut dari desa-desa sekitar operasi perusahaan.

Pada Juni 2019, Regal Springs Indonesia meluncurkan program keberlanjutan terpadu total 5 tahun yang disebut KAMI PEDULI Regal Springs. Program ini telah menetapkan standar operasional yang ambisius dan prakarsa-prakarsa keberlanjutan yang baru yang secara keseluruhan bertujuan untuk menghasilkan serangkaian produk Naturally Better Tilapia. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa produk-produk Naturally Better Tilapia Regal Springs memiliki mutu terbaik untuk pasar dalam negeri dan ekspor.

Saat ini, Naturally Better Tilapia Regal Springs Indonesia mendapatkan sertifikasi dari Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) dari Kementerian Kelautan & Perikanan, British Retail Consortium untuk Cara Pengolahan yang Baik, ASC (Aquaculture Stewardship Council) Farming untuk Akuakultur Bertanggung jawab, ASC Chain of Custody untuk Ketertelusuran, ASC Social Module untuk Standar Sosial Budidaya, Global Aquaculture Alliance (GAA) & BAP (Best Aquaculture Practices) untuk Akuakultur Bertanggung jawab; dan Ethical Trading & Social Compliance untuk Standar Sosial Pabrik. (rel)

Nah Suami Bunuh Isteri Karena Cemburu, Menyerahkan Diri Naik Ojek ke Polresta Deliserdang

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – 15 jam setelah pelariannya Julianta Ginting (44) akhirnya menyerahkan diri menumpang ojek ke Mapolresta Deliserdang, Jumat (28/2) sekira pukul 23.00 wib.

Julianta Ginting sempat buron pasca ditemuan jasad istrinya
Deni Astuti (33) yang telungkup bersimbah darah dikediamannya di Dusun I Desa Timbang Deli Kecamatan Galang Kabupaten Deliserdang pada Jumat (28/2) sekira pukul 06.00 wib.

Informasi dihimpun, pasca peristiwa pembunuhan korban Deni Astuti, Tim Opsnal Sat Reskrim Polresta Deliserdang dan Polsek Galang Polresta Deliserdang menghimbau kepada keluarga Julianta Ginting agar pelaku menyerahkan diri.

Tiba dirumah keluarganya di Dusun III Desa Jaharun B Kecamatan Galang Julianta Ginting bercerita tentang permasalahan ini dan keluarga Julianta Ginting memberitahukan kepadanya agar segera menyerahkan diri ke Polresta Deliserdang.

Selanjutnya dengan menumpangi ojek, Julianta Ginting menyerahkan diri ke Polresta Deliserdang guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Saat diinterogasi, Julianta Ginting mengungkapkan, awalnya pada Jumat (28/2) sekira pukul 22.00 WIB korban Deni Astuti dan Julianta Ginting sedang berbaring tidur.

Selanjutnya Julianta melihat korban tersenyum sendiri dan mendengar korban bernyanyi. Kemudian Julianta Ginting merasa tersinggung dan selanjut nya mengatakan kepada korban “masih kau kenang-kenang dia”.

Selanjutnya Julianta Ginting merasa emosi dan membekap mulut korban dengan menggunakan bantal. Korban sempat melawan dan mau melarikan diri. Saat korban membuka pintu rumah, Julianta mengambil batu ganjalan pintu rumah dan melakukan pemukulan terhadap korban di bagian belakang kepala korban sehingga terjatuh.

Melihat korban terjatuh, Julianta Ginting kembali mengambil batu kemudian memukul korban di bagian kepala. Merasa tak puas, selanjutnya Julianta Ginting mengambil besi kemudian memukul korban di bagian kepala dan melihat korban sudah bersimbah darah. Julianta menutup korban dengan menggunakan kasur.

Setelah melakukan perbuatan itu, Julianta Ginting meninggalkan korban dan Julianta Ginting merasa ketakutan sehingga melarikan diri ke kota Galang kemudian ke Kotarih melewati Silindak lanjut ke Seribu Dolok kemudian ke Siantar lanjut ke Perdangangan lanjut ke Kisaran lanjut ke Air Batu kemudian Julianta Ginting melaksanakan shalat Jumat di Mesjid Agung Kisaran.

Selanjutnya selesai melaksanakan shalat Jumat, Julianta Ginting pulang menuju ke Desa Jaharun dan menitipkan Sepeda motor nya ke tempat keluarga tersangka. (btr)

Sumut Kekurangan Daya Listrik, 50 Investor Hengkang ke Majalengka

CINDERAMATA: Ketua Komisi VI DPR RI, Martin Manurung bersama sejumlah anggota komisi lainnya memberi cinderamata kepada Gubsu Edy Rahmayadi, usai melakukan kunker ke Sumut membahas banyak persoalan dilingkup kerja Komisi IV, di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubsu, Jl. Pangeran Diponegoro Medan, Jumat (28/2). PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
CINDERAMATA: Ketua Komisi VI DPR RI, Martin Manurung bersama sejumlah anggota komisi lainnya memberi cinderamata kepada Gubsu Edy Rahmayadi, usai melakukan kunker ke Sumut membahas banyak persoalan dilingkup kerja Komisi IV, di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubsu, Jl. Pangeran Diponegoro Medan, Jumat (28/2). PRAN HASIBUAN/SUMUT POS

Terungkap dari Kunker Komisi VI DPR RI

CINDERAMATA: Ketua Komisi VI DPR RI, Martin Manurung bersama sejumlah anggota komisi lainnya memberi cinderamata kepada Gubsu Edy Rahmayadi, usai melakukan kunker ke Sumut membahas banyak persoalan dilingkup kerja Komisi IV, di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubsu, Jl. Pangeran Diponegoro Medan, Jumat (28/2). PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
CINDERAMATA: Ketua Komisi VI DPR RI, Martin Manurung bersama sejumlah anggota komisi lainnya memberi cinderamata kepada Gubsu Edy Rahmayadi, usai melakukan kunker ke Sumut membahas banyak persoalan dilingkup kerja Komisi IV, di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubsu, Jl. Pangeran Diponegoro Medan, Jumat (28/2).
PRAN HASIBUAN/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sedikitnya 50 calon investor hengkang dari Provinsi Sumatera Utara ke Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, gara-gara di wilayah ini kekurangan energi listrik.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengungkapkan, daya yang tersedia di Sumut masih sebesar 2.800 megawatt (MW). Dari jumlah itu, terdapat 2.100 yang diserap dan sisanya 700 MW cadangan daya. Sementara untuk kaitan investasi Sumut hingga 2028, dibutuhkan sekitar 5.362 MW lagi.

Perencanaan kebutuhan daya itu, kata Gubsu, untuk mendukung rencana 16 program pembangunan prioritas yang sudah masuk di APBN, termasuk diantaranya Sumut Sport Center, rumah sakit internasional, pembangunan pelabuhan Kualatanjung dan lainnya.

“Saat itu kami undang investor dari Hongkong datang kemari. Kami bawa melihat ke kawasan industri di Batubara. Dia lihat, dia pelajari. Habis itu tak jadi membuka investasinya di Sumut, dan hengkang ke Majalengka,” tuturnya saat menyambut kunjungan kerja Komisi VI DPR RI di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubsu, Jumat (28/2).

Didampingi Wagubsu Musa Rajekshah dan sejumlah kepala daerah di Sumut, Gubsu Edy menyampaikan curahan hatinya mengenai masalah kekurangan daya listrik di Sumut, salah satu faktor investor tak mau menanamkan sahamnya di wilayah ini.

“Bah, saya sedikit agak sewot gitu. Saya cek kenyataan bahwa satu persoalannya adalah energi. Kalaulah jadi itu dipaksakan 50 perusahaan masuk ke situ, energi kita tak cukup makanya dia mundur. Saya ceritakan nanti transportasi dan segalanya, tetapi yang permasalahan energi adalah penghambatnya,” ujarnya.

Karena kekurangan daya listrik itu, Gubsu mengungkapkan telah mengundang investor untuk membangun pembangkit listrik di Kabupaten Batubara berkapasitas 4.800 MW. Antara lain adalah Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang akan dibangun PT Hanlim Power Indonesia (HPI), anak usaha Hanlim Power Coorporation (HPC) Korea Selatan.

Edy menambahkan, investor sudah siap membangun pembangkit itu. Namun terkendala karena izin dari PLN yang tak kunjung terbit. Untuk itu, ia meminta dukungan Komisi VI DPR untuk lancarnya pembangunan PLTGU itu. Rencana pembangunan pembangkit itu dilakukan tiga tahap, dimana tahap pertama 2×800 MW. Sehingga nanti kekurangan 700 MW, yakni 4.800 MW dari rencana kebutuhan 5.361 MW, diharapkan dapat dipenuhi PLN.

“Memang kalau dihitung sekarang kita surplus 700 MW, tapi kita tidak bisa berhenti di sini. Di 2024 PON di sini, kami butuh sport center, sport center membutuhkan energi yang besar. Dan banyak lagi yang akan kami rencanakan,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Direktur Regional Bisnis Sumatera PT PLN (Persero), Wiluyo Kusdwiharto mengatakan PLN terus menguatkan pasokan daya di Sumut. Dalam Rencana Pengembangan Kelistrikan Sumut sesuai RUPTL 2019-2028, sebutya, akan ada pertambahan daya 3.662,4 MW, yakni 1.678 MW dibangun PLN, 1.674 dari swasta dan 300 MW dari kerjasama-kerjasama. Selain itu, akan dibangun transmisi 2.841,4 kms, yang terdiri dari 1.108,4 kms di saluran 150 kV, 1.193 kms di saluran 275 kV dan 500 kms di saluran 500 kV.

Wiluyo menambahkan, akan dibangun juga gardu induk 8.300 MVA, yang terdiri dari 3.330 MVA di saluran 150/20 kV, 3.500 MVA di saluran 275/150 kV dan 1.500 MVA di saluran 500/275 kV.

Ketua Komisi VI DPR RI, Martin Manurung mengatakan kesiapan pihaknya mendorong terwujudnya penyediaan listrik sebagaimana keinginan Gubsu Edy. “Secara bertahap akan kita wujudkan,” kata politisi NasDem seraya mengatakan akan mendorong PLN untuk menerbitkan ijin pembangunan PLTBG 4.800 MW di Batu Bara.

Terhambatnya ijin pembangunan PLTBG 4.800 MW itu, menurut Martin, adalah karena proses pergantian di direksi PLN beberapa waktu yang lalu. “Namun tadi kan sudah kita tanya juga ke PLN, dalam waktu dekat akan bereslah itu. Kami bertiga dari Sumut di Komisi VI akan terus mendorong hal ini, dan selanjutnya akan cek spot dalam waktu dekat,” pungkasnya. (prn)

IHSG dan Rupiah Melemah, BI: Pasar Global sedang Meradang

ilustrasi
ilustrasi

SUMUTPOS.CO – Bank Indonesia (BI) mengakui virus korona mulai berdampak pada pasar keuangan Indonesia. Hal tersebut tercermin dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi cukup dalam di atas empat persen dan rupiah yang kembali tembus ke level 14.000.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, dampak ketakutan para invetor tidak hanya terjadi pada pasar keuangan tanah air. Dampak serupa juga tampak menyerang seluruh pasar keuangan global.

“Pasar keuangan global memang sedang mengalami radang karena memang investor global dari seluruh negara tidak hanya Indonesia,” ujarnya saat ditemui di kompleks BI, Jakarta, Jumat (28/2).

Menurutnya, banyaknya korban terinfeksi maupun yang meninggal akibat virus korona membuat para investor menyoroti isu ini secara serius. Apalagi, saat ini penyebaran virus tersebut telah meluas ke berbagai negara lainnya di luar Tiongkok.

“Dampak dari virus korona tidak hanya menyebar ke Asia, tapi sampai ke Amerika Serikat dan Eropa,” imbuhnya.

Sehingga, Perry menambahkan, para investor cenderung melepas portofolionya dan beralih ke instrumen investasi yang lebih aman. Misalnya saja investasi di emas, yang mana saat ini harganya terus mengalami kenaikan.

“Investor global kecenderungannya melepas investasi portofolionya dari Korea, Thailand, Malaysia, Singapura dan dari Indonesia. Untuk Indonesia memang terpengaruh terhadap nilai tukar rupiah dan harga saham,” pungkasnya.

Hingga pukul 17.25 WIB, dolar AS tercatat bergerak di level Rp 14.040-14.530. Ini adalah posisi tertinggi dolar AS terhadap rupiah sejak awal tahun.

Sementara dibandingkan secara point to point terhadap setahun yang lalu, nilai tukar dolar AS ada di rentang Rp 13.565-14.530. Artinya posisi hari ini juga menjadi yang terlemah buat rupiah dalam setahun terakhir.

Bank Indonesia (BI) sendiri telah memborong surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder sebesar Rp 100 triliun sejak awal 2020. Hal ini demi menahan gejolaj rupiah dari sentimen negatif yang saat ini didorong oleh penyebaran wabah coronavirus.

Perry Warjiyo mengatakan sejak awal tahun, rupiah telah melemah 1,08% (ytd). Menurut Perry, pelemahan ini masih lebih baik dibandingkan negara lainnya.

“Negara lain relatif lebih rendah. Won Korea melemah 5,07%(ytd), baht Thailand melemah 6,42% (ytd), Singapore dolar melemah 3,76% (ytd), ringgit Malaysia melemah 2,91% (ytd),” kata dia. (jpc/dtc/ram)

Pemerintah Blokir IMEI Mulai 18 April

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah mencegah peredaran perangkat telekomunikasi ilegal melalui pengendalian IMEI alias memblokir ponsel dengan IMEI tak terdaftar mulai 18 April 2020 mendatang. Artinya, ponsel yang tidak memiliki IMEI terdaftar resmi di Kemenperin makan tidak dapat menggunakan layanan seluler.

Tak hanya menyasar ponsel BM di Indonesia, aturan ini juga berlaku untuk ponsel yang dibawa dari luar negeri. Lantas, bagaimana nasib pemilik ponsel yang sudah aktif dan tidak terdaftar di Kementerian Perindustrian?

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kemkominfo, Ismail mengatakan, masyarakat yang telah memiliki perangkat aktif meski tidak terdaftar tidak perlu resah.

Pasalnya dia bilang, perangkat yang sudah aktif sebelum 18 April 2020 tidak diblokir alias bakal tetap bisa digunakan dan tersambung ke jaringan bergerak seluler.

“Regulasi ini berlaku ke depan, sehingga perangkat yang sudah aktif sebelum masa berlaku 18 April bisa digunakan sampai perangkat tersebut tidak ingin digunakan lagi atau rusak. Jadi tidak perlu dilakukan registrasi individual,” kata Ismail di Jakarta, Jumat (28/2).

Sementara masyarakat yang membawa perangkat dari luar negeri atau memesan perangkat seluler dari luar negeri setelah tanggal 18 April 2020, masyarakat wajib mendaftarkan IMEI perangkat tersebut bila ingin digunakan di Indonesia.

“Pendaftaran perangkat melalui sistem aplikasi yang disiapkan. Sistem sudah tersedia tapi belum aktif. Akan aktif setelah 18 April 2020. Sistemnya online, daftar dari luar negeri pun bisa setelah 18 April,” terang Ismail.

Selain itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk membeli berbagai perangkat yang legal. Pastikan untuk kritis sebelum membeli perangkat baik melalui toko atau online dengan mengecak IMEI di situs web Kemenperin, yakni imei.kemenperin.go.id.

“Saya ulangi, lakukan pengecekan imei di website Kemenperin, imei.kemenperin.go.id. Jadi validasi IMEI berlaku setelah 18 april,” pungkasnya. (kom/ram)

Lomba Grup Vokal Kapolres Nias 2020 Berlangsung Meriah

TAMPIL: Salah satu group vocal yang lolos 10 besar piala Kapolres Nias tahun 2020 saat tampil.
TAMPIL: Salah satu group vocal yang lolos 10 besar piala Kapolres Nias tahun 2020 saat tampil.

Total Hadiah Rp27 Juta

TAMPIL: Salah satu group vocal yang lolos 10 besar piala Kapolres Nias tahun 2020 saat tampil.
TAMPIL: Salah satu group vocal yang lolos 10 besar piala Kapolres Nias tahun 2020 saat tampil.

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Setelah memalui babak penyisihan selama 3 hari akhirnya para juri yang terdiri dari para musisi senior Kepulauan Nias, antara lain: Fati Zebua, Man Harefa, Wati Lase, Ipda O. Daeli, berhasil menyeleksi 10 Besar dari 32 group vocal piala Kapolres Nias tahun 2020. Acara tersebut digelar di Aula Kamtibmas Polres Nias, Jalan Bhayangkara, Kota Gunungsitoli, Kamis, (27/2).

Adapun 10 grup vokal yang akan memperebutkan hadiah total Rp 27 juta tersebut adalah, JIL Group, Isola Diktion Group, STP Dian Mandala Group, SMK Neger 1 Sogae‘adu, Omega Star, Stereo Group, Consanance Group, Tonika, Pemkab Nias Barat, dan SMA Negeri 1 Lotu.

Dewan Juri, Ipda O Daeli mengatakan para juri sedikit kesulitan untuk menentukan 10 besar, disebabkan para peserta selama babak penyisihan selalu tampil maksimal. “Semua tampil bagus, akan tetapi tentu kami harus memutuskan 10 yang terbaik. Kami ber lima sepakat menetukan pilihan pada 10 nama tersebut diatas,” ujarnya.

Ipda O Daeli mengnungkapkan, ke 10 group tersebut nanti akan diseleksi lagi pada babak Semi Final yang akan di laksanakan pada hari Jumat tanggal 28 Februari 2020, malam pukul 19.30 Wib di Taman Yaahowu.

“Nanti akan diseleksi lagi 5 yang terbaik akan tampil pada Grand Final, dan juara satu berhak mendapatkan uang pembinaan Rp 10 juta, dan juga mendapatkan piagam penghargaan dan piala,” ungkapnya.

Ipda O Daeli mengatakan, pada grand final yang akan di laksanakan pada hari Sabtu (29/2) malam pukul 19.30 Wib, pengunjung akan di hibur artis Kepulauan Nias yang berdomisili di Jakarta, yakni Foiman Zega.

Selain Foiman Zega juga akan tampil musisi muda kebanggaan masyarakat Kepulauan Nias yang sudah beberapa kali tampil di level Asia dan Eropa yaitu Brian Laso Laoli. “Brian Laso Laoli adalah putra musisi/pencipta lagu dan penyanyi lagendaris Nias, Man Harefa,” bebernya.

Selain kedua artis tersebut di atas para pengunjung juga akan dihibur dengan penampilan barongsai dari PAS Gunungsitoli serta penampilan atraksi dari Polisi Cilik (Pocil) binaan Sat Lantas Polres Nias. (adl/ram)

Belasan Rumah Hangus Terbakar di Pakkat, Humbahas

Terbakar: Belasan rumah habis dilalap si jago merah di Jalan Imam Bonjol Desa Pakkat. Polisi, TNI dan warga , tampak berupaya memadamkan saat sebelum unit pemadam kebakaran datang, Jumat (28/2).
Terbakar: Belasan rumah habis dilalap si jago merah di Jalan Imam Bonjol Desa Pakkat. Polisi, TNI dan warga , tampak berupaya memadamkan saat sebelum unit pemadam kebakaran datang, Jumat (28/2).
Terbakar: Belasan rumah habis dilalap si jago merah di Jalan Imam Bonjol Desa Pakkat. Polisi, TNI dan warga , tampak berupaya memadamkan saat sebelum unit pemadam kebakaran datang, Jumat (28/2).
Terbakar: Belasan rumah habis dilalap si jago merah di Jalan Imam Bonjol Desa Pakkat. Polisi, TNI dan warga , tampak berupaya memadamkan saat sebelum unit pemadam kebakaran datang, Jumat (28/2).

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Hanya hitungan 3 jam 10 menit, belasan rumah penduduk, 1 gudang kelontong, 1 unit kios, 4 unit ruangan TK Negeri Pembina Pakkat, 1 unit Kantor UPT Pendidikan dan 7 unit kios pasar yang berada di Jalan Imam Bonjol Desa Pakkat Hauagong Kecamatan Pakkat Kabupaten Humbang Hasundutan terbakar, Jumat (28/2). Akibat kejadian ini, kerugian diduga mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala Polisi Resort (Kapolres) Humbang Hasundutan, AKBP Rudi Hartono melalui Kepala Subbagian Kehumasan, Aiptu S Purba membenarkan kejadian tersebut. Saat ini pihaknya, masih melakukan penyelidikan dan dugaan sementara kebakara belum diketahui penyebab pastinya dari kebakaran ini.

“Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan, untuk sementara penyebab kebaran belum dapat dipastikan. Dan syukurnya tidak ada korban jiwa,” terang Purba via telepon.

Aiptu S Purba menjelaskan, peristiwa kebakaran itu terjadi sekira pukul 10.40 WIB, saat itu pihaknya mendapat informasi dari masyarakat setempat bahwa terjadi kebakaran rumah dan beberapa kios di Jalan Imam Bonjol.

Dikatakan, hanya hitungan beberapa jam, kepulan asap tebal disertai api menjalari beberapa bangunan warga lainnya. Api yang terus membesar semakin sulit dipadamkan, walaupun warga, polisi, TNI, berupaya melakukan pemadaman dengan alat seadanya.

Apipun dapat dipadamkan beberapa jam kemudian dengan dibantu oleh petugas pemadam kebakaran dari Kecamatan Dolok Sanggul. “ Jadi sekira pukul 13.00 WIB api berhasil dipadamkan setelah 3 unit mobil pemadam kebakaran yang datang dari Dolok Sanggul sekira pukul 12.00 WIB tiba dilokasi,” ucap Humas.

Ditambahkannya, rumah penduduk yang hangus terbakar itu adalah, Todo Purba,Saut Marbun, Togu Sihaloho, Ibu Yanti Sitohang, Jery Panggabean, Bapak Gabriel Mahulae, Darwisah Sihite, Jus Marbun, Bapak Marten Sihite, Bapak Ceris Simamora, Nung Nababan, Harefa Pangkas, Bintara Sihite, St Simamora, Sarman Damanik.

Sementara itu , warga yang rumahnya terbakar saat ini ditempatkan ditenda-tenda pengungsian. Sebagian warga ada yang tinggal dirumah yang selamat dari kebakaran. (des/ram)

Dirut PD Pasar Harus Perbaiki Kinerja

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Plt Dirut PD Pasar, Nasib S.Sos MSi harus bisa merubah kinerja para pegawainya di jajaran PD Pasar. Sebab, selama ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diperoleh dari PD Pasar sangatlah minim.

Hal ini ditegaskan Anggota Komisi III DPRD Medan, Hendri Duin “Saat ini merupakan momentum yang baik bagi PD Pasar untuk memperbaiki kinerjanya. Sebab, PD Pasar sudah terlalu lama hanya menjadi BUMD yang tidak serius dalam mengelola Pasar,” tegasnya.

Sebab, lanjutnya, ada 53 pasar yang dikelola PD Pasar Kota Medan. Data yang ada, sepanjang 2019 PD Pasar hanya memberikan PAD sekitar Rp1,6 miliar dari target Rp2,6 miliar atau hanya sekitar 63,5 persen. Kalau dibagi per pasar, artinya satu pasar hanya bisa memberikan PAD sekitar Rp30 juta dalam setahun.

“Ini kan gak masuk akal, apalagi kalau bicara pasar-pasar besar seperti Pusat Pasar, Pasar Petisah, Pasar Sikambing, Pasar Kampunglalang dan banyak pasar-pasar besar lainnya,” ujar Hendri.

Oleh karena itu, kata Hendri, Plt Dirut PD Pasar, Nasib S.Sos MSi harus bisa merubah kinerja para pegawainya di jajaran PD Pasar. “Sudah gak bisa lagi pegawai itu asal bekerja saja, harus ada peningkatan besar, supaya ada peningkatan PAD. Jangan pula berganti Dirut, malah nantinya PAD justru turun,” katanya.

Dikatakan Hendri, pegawai juga jangan hanya tahu menuntut hak nya, tetapi juga harus tahu bagaimana cara meningkatkan kinerjanya. “Pegawai juga harus mulai berpikir bahwa dia bekerja di BUMD, dan majunya BUMD itu tergantung dari kinerja mereka sendiri. Selain itu Plt Dirut juga harus mulai memberlakukam sistem reward and punishment yang tegas, bagi yang berperestasi akan diberikan bonus yang sesuai dan bagi yang tidak maksimal harus diberi sanksi,” tegasnya.

Dilanjutkan Hendri, semua harus berbenah dari masing-masing pasar. Oleh sebab itu, Plt Dirut PD Pasar harus mulai menyoroti masing-masing Kepala Pasar.

“Kepala Pasar harus jadi sorotan, mereka yang bertanggungjawab atas kemajuan pasar masing-masing. Kita tahu ada lebih dari 700 pegawai di PD Pasar untuk mengurus 53 pasar, ini bukan jumlah yang sedikit. PD Pasar harus mulai berbenah dari SDM-nya, maksimalkan pegawai yang tidak sedikit itu. Dengan banyaknya pasar yang dikelola dan banyaknya karyawan, harusnya semakin banyak pula PAD yang bisa dihasilkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Dirut PD Pasar Kota Medan, Nasib S.Sos MSi mengatakan, sudah memiliki banyak program ke depannya untuk membangun PD Pasar Kota Medan lebih baik lagi. “Kalau program ya banyak, gak bisa disebut satu-satu. Yang pasti kita akan maksimalkan kinerja, kita akan tingkatkan PAD,” ujar Nasib S.Sos MSi saat ditemui Sumut Pos, Jumat (28/2) di Balai Kota.

Sedangkan gaji pegawai PD Pasar Kota Medan, ata Nasib, sudah cair pada tanggal 27 Februari yang lalu.”Sudah gajian semalam, sudah kita tutup rekeningnya di Bank Mandiri dan sudah dialihkan ke Bank Sumut,”.

Dikatakan Nasib, walaupun hanya terlambat 2 hari, namun itu sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup para pegawai.

“Misalnya sudah utang di warung, janji mau bayar tanggal 25, tapi ternyata gak bisa bayar karena belum gajian, kan itu memalukan,” ujarnya

Keterlambatan gaji itu sendiri, diharapkan tidak akan terjadi lagi di bulan-bulan berikutnya. “Makanya kita sudah alihkan ke Bank lain, Insya Allah gak terjadi lagi seperti kemarin,” katanya. (map/ila)