Home Blog Page 4443

PGN Pastikan Pasokan Gas Ke Sektor Kelistrikan Aman


JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memastikan bahwa pasokan gas bumi ke sektor kelistrikan akan tetap aman selama masa pandemi virus Corona (COVID-19) di berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini merupakan upaya dan komitmen PGN untuk mendukung aktivitas masyarakat tetap berjalan normal di tengah adanya pembatasan aktivitas sosial atau sosial distancing dan kegiatan bekerja dari rumah atau work form home (WFH).

Direktur Komersial PGN, Dilo Seno Widagdo menjelaskan, selama Januari sampai dengan Maret 2020 PGN telah memasok gas bumi ke berbagai pembangkit listrik milik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) dengan rata-rata volume pemakaian sebesar 331 BBTUD. Total pasokan gas tersebut mampu menghasilkan tenaga listrik sebanyak 1.600 MW. 

“Kami akan mengoptimalkan pasokan gas baik dari jaringan pipa seperti SSWJ maupun infrastruktur FSRU dari Nusantara Regas dan PT Perta Arun Gas (PAG) dengan total dukungan sekitar 2.100 MW. Selain itu, kami juga menyiapkan cadangan dengan penyediaan LNG yang siap untuk memasok kebutuhan PLN dan sektor kelistrikan lainnya,” jelas Dilo di Jakarta, (31/03/2020).

Selama ini, PLN menyerap sekitar 41% dari total penyaluran gas bumi PGN per hari. Dengan kehandalan gas bumi yang terbukti ramah lingkungan, efisien dan sumber yang masih banyak di dalam negeri, pemanfaatan gas bumi ke sektor kelistrikan ini merupakan upaya untuk memperkuat ketahanan nasional. Apalagi selama satu dekade terakhir, harga gas bumi terbukti stabil dan efisien.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, juga menyampaikan bahwa dalam masa pandemi COVID-19, PGN telah memiliki protokol dan mekanisme kerja untuk memastikan setiap aktivitas operasi tidak terganggu. Protokol kerja itu juga sesuai dengan upaya pencegahan dan penanganan meluasnya wabah COVID-19 di lingkungan kerja PGN sebagaimana telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Dalam situasi ini, pemerintah telah mengintruksikan untuk lebih banyak beraktivitas di rumah seperti bekerja, belajar, dan beribadah. Hal ini akan membuat kebutuhan listrik masyarakat di rumah akan meningkat. Maka dari itu, PGN berupaya untuk memastikan kehandalan pasokan energi bahan bakar untuk pembangkit listrik, sejalan dengan PLN yang siap siaga menjaga pasokan listrik dan menerapkan standar yang lebih tinggi pada penyediaan listrik,” ungkap Dilo.

Sebagai sub-holding gas, PGN berkomitmen untuk bersinergi dengan PLN untuk meningkatkan utilisasi gas di sektor kelistrikan supaya dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Listrik merupakan kebutuhan primer bagi masyarakat dan di tengah situasi COVID-19, PGN mendukung penuh pelayanan agar masyarakat nyaman untuk produktif dari rumah.

Dukungan PGN dalam sektor kelistrikan, juga ditunjukan pada kapasitasnya dalam mengelola dan mengembangkan infrastruktur gas bumi, termasuk mengembangkan Small Scale LNG yang digunakan untuk memasok kebutuhan energi sektor kelistrikan. 

Sesuai Kepmen 13/2020, PGN akan melaksanakan pembangunan infrastruktur dan gasifikasi di 52 Pembangkit Listrik PLN dengan total kapasitas pembangkit yang akan mencapai sebesar 1697 MW dan indikatif volume gas sebesar 167 BBTUD.

Selain itu, PGN juga memberikan dukungan pasokan gas yang ditujukan untuk pasokan listrik yang andal di rumah sakit besar yang menjadi tempat rehabilitasi pasien yang masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun pasien yang positif terjangkit COVID-19.

“Bersama pemerintah dan unsur masyarakat lainnya, kami terus berusaha agar penyebaran COVID-19 semakin terbatas. Kita berdoa dan berharap upaya yang kita lakukan bersama ini dapat segera mengakhiri pandemi, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya kembali secara normal,” imbuh Rachmat.

“Pemanfaatan gas bumi untuk sektor kelistrikan juga membantu mengurangi ketergantungan pada energi impor dan subsidi BBM. Optimalisasi  pemanfaatan gas bumi ini juga merupakan upaya PGN untuk menjadikan energi dalam negeri bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” ujar Dilo. (rel/ram)

Masyarakat Dianjurkan Gunakan Digital Banking

Uang digital
Uang digital

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sistem digital memberikan begitu banyak kemudahan di berbagai bidang. Salah satunya adalah perbankan yang memungkinkan aktivitas transaksi keuangan terselesaikan hanya lewat ponsel. Sayangnya masih banyak masyarakat yang enggan dan takut menggunakan layanan digital.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) R Sabrina saat menerima kunjungan silaturahmi dari Pemimpin Bank Sumut Cabang Kordinator Medan Julian Helmi Lubis serta rombongan, Senin (30/3), di Rumah Dinas Sekda Provinsi Sumut Jalan Mongonsidi Medan.

“Karena masih banyak masyarakat yang belum paham, untuk itu perlu kita sosialisasikan dan rangkul masyarakat. Apalagi pada kondisi sekarang ini ada wabah Covid-19 harus mengurangi layanan tatap muka, digital banking sangat berguna sekali,” ujarnya.

Sabrina berharap Bank Sumut senantiasa meningkatkan layanan digital dan meningkatkan sosialisasi di tengah masyarakat. Apalagi, era saat ini memang sudah memasuki revolusi industri 4.0 yang sarat dengan perkembangan teknologi yang pesat.

Lebih lanjut, Sabrina juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Sumut melalui Cabang Kordinator Medan menyerahkan bantuan 7.500 masker kepada Puskesmas se-Kota Medan.

“Hal ini merupakan bentuk dukungan kepada pemerintah dan tenaga kesehatan dalam hal penyediaan alat pelindung diri (APD). Semoga ada lagi bantuan-bantuan berikutnya,” ucap Sabrina.

Pemimpin Bank Sumut Cabang Kordinator Medan Julian Helmi Lubis mengucapkan terima kasih atas pemberian saran dan masukan yang disampaikan Sekda Sabrina. Helmi yang didampingi Pemimpin Divisi Operasional Bank Sumut Medan Heru Mardiansyah dan Pemimpin Bank Sumut Cabang Pembantu Kantor Gubernur Sumut Desy Trisnowari mengungkapkan bahwa layanan digital memang menjadi salah satu layanan prioritas yang akan terus ditingkatkan pelayanannya.

Menyikapi wabah Covid-19, Julian menyampaikan bahwa pelayanan Bank Sumut Cabang Pembantu Kantor Gubernur untuk sementara akan direlokasi ke Kantor Pusat Bank Sumut di Jalan Imam Bonjol Medan. “Hal ini untuk mencegah dan memutus rantai Covid-19. Pegawai kita yang bekerja juga sudah dikurangi dengan sistem rotasi jadwal,” jelas Julian.

Berikutnya, Julian mengungkapkan bahwa selain membagi masker, Bank Sumut juga sudah bekerja sama dengan Fakultas Teknik Kimia USU untuk membuat sabun cair yang akan dibagi-bagikan secara gratis kepada masyarakat serta pembuatan bilik disinfektan dengan Rumah Sakit USU. (prn/ram)

PLN Siap Bebaskan Tagihan 450 VA dan Diskon 50% untuk 900 VA

Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini
Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini
Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini
Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PLN mendukung penuh kebijakan Pemerintah untuk membebaskan pembayaran listrik bagi 24 juta pelanggan dengan daya 450 Volt Ampere (VA) dan memberikan diskon 50 persen bagi 7 Juta pelanggan dengan daya 900 VA bersubsidi. Keringanan biaya listrik ini akan berlaku selama tiga bulan yakni April, Mei, dan Juni 2020.

“Kebijakan pembebasan tagihan untuk pelanggan 450VA dan keringanan tarif listrik 50% tersebut sudah dibicarakan dan dikoordinasikan dengan PLN. Kami sangat mendukung dan siap melaksanakan kebijakan Pemerintah yang disampaikan oleh Presiden RI Bapak Joko Widodo,” tutur Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini.

Dirinya menambahkan, adanya kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak akibat pandemi global Covid-19 yang mengakibatkan lesunya perekonomian. Program pembebasan tagihan dan keringanan pembayaran tersebut dimaksudkan untuk melindungi masyakarat yan gpaling terdampak pandemi.

“Saat ini masyarakat diimbau untuk tetap di rumah. Berkegiatan di rumah. Tujuannya untuk mencegah penularan yang makin luas. Pembebasan dan diskon tarif listrik ini diharapkan dapat mendukung hal tersebut. Jadi masyarakat, khususnya yang tidak mampu, tidak harus khawatir dalam menggunakan listrik selama musim yang sulit ini,” pungkas Zulkifli. (rel/ila)

Pendawa Sumut Dukung Rusdi Sinuraya

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dampak dari penyebaran Covid-19 di Indonesia termasuk Kota Medan terlihat begitu besar, termasuk pada perekonomian masyarakat kecil yang kian sulit mendapatkan pundi-pundi uang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Hal itu disadari betul oleh Bakal Calon Wakil Wali Kota Medan, Rusdi Sinuraya. Sebagai bentuk kepeduliannya kepada masyarakat kecil, terkhusus kepada masyarakat yang berprofesi sebagai penarik becak, Rusdi Sinuraya Center (RSC) pun memberikan bantuan berupa beras kepada sejumlah abang becak.

“Ini bentuk kepedulian RSC kepada masyarakat di Kota Medan, termasuk abang-abang (penarik) becak disini. Ini kepedulian sosial kita untuk membantu meringankan beban hidup mereka saat wabah Covid-19 sedang melanda Kota (Medan) ini,” ucap Rusdi Sinuraya kepada Sumut Pos, Selasa (31/3) usai melakukan penyerahan bantuan beras kepada sejumlah abang becak di Jalan Garu III, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas.

Didampingi Ketua RSC Joni Sitepu dan Sekretaris RSC Ruslan, Rusdi mengatakan dirinya berencana agar RSC dapat terus melaksanakan kegiatan serupa di seluruh wilayah di Kota Medan sebagai Road Show dalam rangka mengurangi beban masyarakat yang kurang mampu, terkhusus dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini.

“Kita di RSC berharap kegiatan ini bisa terus kita lakukan di seluruh wilayah di Kota Medan. Masyarakat harus bisa merasakan bantuan ini sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian kita dalam melawan penyebaran Covid-19 ini. RSC juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menjaga Physical Distancing guna memutus rantai Covid-19 ini,” tutup Rusdi.

Dalam kesempatan itu, Ketua RSC Joni Sitepu mengatakan, kepedulian sosial itu dilakukan karena melihat kondisi masyarakat yang sudah kehabisan stok bahan pangan dirumahnya, sedangkan pendapatan abang para abang becak menurun drastis akibat dampak Covid-19 di Kota Medan.

“Kita harapkan bantuan ini bisa meringankan beban hidup para abang becak disini,” katanya.

Disisi lain, Sekretaris RSC yang juga merupakan Ketua Pendawa Sumut, Ruslan mewakili masyarakat penerima bantuan menyampaikan terimakasihnya kepada Rusdi Sinuraya yang telah peduli dengan nasib abang becak diwilayahnya.

“Para abang becak sangat berterimakasih atas apa yang di lakukan oleh Rusdi Sinuraya. Sebagai tokoh Masyarakat, beliau sangat peduli terhadap masyarakat kecil,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Rusdi Sinuraya juga datang bersilaturahmi ke kantor Pendawa Sumut yang juga beralamat di Jalan Garu III Kota Medan. Selaku Ketua Pendawa Sumut, Ruslan dan pengurus Pendawa Sumut lainnya memanfaatkan moment itu untuk menyampaikan dukungannya kepada Rusdi Sinuraya untuk maju sebagai Calon Wakil Wali Kota Medan di Pilkada Medan.

“Rusdi Sinuraya sangat layak untuk didukung, kami di Pendawa Sumut sangat mendukung Rusdi Sinuraya untuk maju sebagai Wakil Wali Kota Medan,” tutupnya. (map)

Penanggulangan Covid-19 di Dairi, Pemkab Alokasikan Dana Rp 5M dari BTT

KAWAL: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (kanan) bersama Kejari Dairi, Syahrul Juaksha Subuki menunjukkan dokumen kesepakatan untuk pengawalan penggunaan anggaran APBD penanggulangan covid-19. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
KAWAL: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (kanan) bersama Kejari Dairi, Syahrul Juaksha Subuki menunjukkan dokumen kesepakatan untuk pengawalan penggunaan anggaran APBD penanggulangan covid-19. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
KAWAL: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (kanan) bersama Kejari Dairi, Syahrul Juaksha Subuki menunjukkan dokumen kesepakatan untuk pengawalan penggunaan anggaran APBD penanggulangan covid-19. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
KAWAL: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (kanan) bersama Kejari Dairi, Syahrul Juaksha Subuki menunjukkan dokumen kesepakatan untuk pengawalan penggunaan anggaran APBD penanggulangan covid-19. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi mengalokasikan dana sebesar Rp5 miliar untuk dana persiapan penanggulangan corona virus disease (covid-19).

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi Informasi Publikasi pada Dinas Komimfo, Untung Roy Nahampun, Selasa (31/3).

“Dana tersebut diambil dari Biaya Tak Terduga (BTT). Saat ini juga masih dilakukan pendataan dan realokasi anggaran dari APBD tahun 2020 untuk penambahan anggaran yang telah diplot dimaksud,” ungkap Untung.

Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dekman Sitepu, Kadis Kominfo, Rahmatsyah Munthe dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Co vid-19 yang juga Kepala BPBD, Sahala Tua Manik, Senin (30/3) menemui Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Dairi, Syahrul Juaksha Subuki untuk minta pendampingan mengawal penggunaan anggaran penanganan Cofid-19.

Rombongan Bupati Eddy KA Berutu disambut Kejari, Syahrul Juaksha Subuki didampingi Kepala Seksi (Kasi) Intelijen, Andri Dharma dan jajaran. Dalam pertemuan, Bupati Dairi berkonsultasi dan meminta pendampingan hukum pihak kejaksaan dalam pelaksanaan realokasi anggaran, peng adaan barang/jasa, penerimaan hasil peng adaan, pendistribusian hingga penyusunan laporan percepatan penanganan Covid-19 yang dilaksanakan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi.

Bupati berharap, melalui pendampingan Kejaksaan Pemda bisa yakin menganggarkan. Begitu juga penggunaannya bisa lebih cepat, tepat dan akuntabel. Eddy berjanji akan mengawasi jajaranya dalam pengelolaan anggaran dengan administrasi yang baik serta memastikan tidak ada penyelewengan, tandasnya.

Sementara itu, Kajari Dairi, Syahrul Juaksha Subuki mengatakan, siap mendukung upaya Pemkab Dairi untuk mengalokasikan anggaran untuk bisa dipergunakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi. Kita berharap tidak ada lagi birokrasi menjadi penghalang.

“Kita tidak bicara Kejaksaaan dan Pemerintah Kabupaten lagi. Kita sekarang berbicara Gugus Tugas yang di da lamnya ada Kejaksaan,” ujar Syahrul.

Ditegaskannya peran untuk memberikan pendampingan hukum dalam proses revisi, pengesahan hingga peng gunaan anggaran yang diperuntukkan yang berhubungan dengan covid-19 di Kabupaten Dairi. (rud/ram)

PT Margie Andalan Clinik Paksa Asisten Apoteker Mengundurkan Diri

ilustrasi
ilustrasi

TOBA, SUMUTPOS.CO – Clinik Margie Andalan yang berada di komplek PT Toba Pupl Lestari (TPL) diduga telah melakukan tindakan semena mena terhadap karyawannya, Tutty Junita Ida Panjaitan. Asisten Apoteker yang telah bekerja mulai tahun 2007 ini dipaksa membuat surat pengunduran diri sekaligus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada Bulan Februari kemarin tanpa ada surat peringatan sama sekali.

Atas kejadian yang dialaminya, Tetty Junita Panjaitan mengadukan nasibnya ke Ketua Serikat Buruh seluruh Indonesia (SBSI 92) Kabupaten Toba dan berharap dapat menyelesaikan permasalahanya ini.

Pada 19 Maret 2020 yang lalu, pengurus SBSI 92 kabupaten Toba mendatangi PT Margie Andalan dan diterima manajer Clinik Margie Andalan, dr Imelda bersama kepala Humas PT Toba Pulm Lestari.

Ketua SBSI 92, Periana Hutagaol meminta kepada menejemen PT Margie Andalan supaya memberikan hak- hak karyawan sebagaimana yang tertuang dalam undang undang Tenaga Kerja Indonesia. Namun manajemen Clinik Margie Andalan bersikeras hanya mau membayar dengan tiga bulan gaji dengan besaran tiga kali gaji yang diterima bersangkutan

Dalam pertemuan yang disaksikan pengurus SBSI, Humas PT TPL, dan lainnya, pemilik Clinik mengatakan melalui karyawanya yang mengaku sebagai koordinator di Clinik Margie Andalan siap menghadapi tuntutan apapun dan resiko apapun atas pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap saudara Tetty Junita Ida Panjaitan.

Melihat dari kejadian ini jurnalis sumutpos sangat menyayangkan sikap sewenang wenang yang dilakukan oleh pihak Clinik PT.Margie Andalan terhadap karyawanya sendiri dan tidak adanya tindakan yang dilakukan oleh perusahaan induk yaitu PT.Toba Pulm Lestari kepada mitranya

“Bahwa tidak lah patut seorang karyawan di PHK tanpa ada surat peringatan (SP) dari perusahaan yang mempekerjakannya sehingga sangat mengharapkan perhatian dan tindakan dari pejabat pemerintah Daerah, Provinsi, Pusat maupun para pejabat hukum terlebih lagi kementerian tenaga,” ujar Periana Hutagaol.

“Terlepas dari kesalahan yang dibuat oleh si karyawan alangkah baiknya sipengusaha yang berusaha di tanah kelahiran sikaryawan yang di PHK menyelesaikan secara baik baik persoalan apapun itu sehingga tidak menimbulkan gejolak di tengah tengah masyarakat terhadap perusahaan perusahaan yang ada di daerah tersebut,” tutup Periana.(mag-7/ram)

Polres Tebingtinggi Semprot Disinfektan ke Seluruh Kota

SEMPROT: Sejumlah mobil damkar melakukan penyemprotan disinfektan di jalan jalan inti-Kota Tebingtinggi.
SEMPROT: Sejumlah mobil damkar melakukan penyemprotan disinfektan di jalan jalan inti-Kota Tebingtinggi.
SEMPROT: Sejumlah mobil damkar melakukan penyemprotan disinfektan di jalan jalan inti-Kota Tebingtinggi.
SEMPROT: Sejumlah mobil damkar melakukan penyemprotan disinfektan di jalan jalan inti-Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – SESUAI instruksi Kapolri, semua jajaran Polda dan Polres se Indonesia sebanyak melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah kerjanya. Di antaranya, di Kota Tebingtinggi. Jajaran Polres Tebingtinggi bersama TNI dan Pemko Tebingtinggi melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh jalan protokol Kota Tebingtinggi, Selasa (31/3).

Penyemprot disinfektan oleh Polres Tebingtinggi menurunkan tiga mobil pemadan kebakaran (damkar) dan satu unit mobil water canon milik Brimob Detasemen B Kota Tebingtinggi. Tujuan penyemprotan disinfektan ini untuk memutus dan membunuh bakteri penyebaran Covid 19.

Jalan jalan yang disemprot desinfektan meliputi Jalan Sutomo, Jalan Ahmad Yani, Jalan Sudirman, Jalan Gunung Lauser, Jalan Ir H Juanda, Jalan Kartini, Jalan KL Yos Sudarso dan jalan jalan inti-Kota Tebingtinggi.

Kapolres Tebingtinggi AKBP James P Hutagaol mengatakan sesuai dengan instruksi Kapolri, jajaran Polres Tebingtinggi melakukan penyemprotan disinfektan keseluruh inti-Kota Tebingtinggi. “Dalam memutuskan mata rantai penyebaran Covid 19 di wilayah Kota Tebingtinggi,” jelasnya.

Jelas AKBP James P Hutagaol didampingi Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan bahwa pihaknya melibatkan TNI, Satpol PP, Polri dan Pemko Tebingtinggi dalam penyemprotan disinfektan tersebut.

Kapolres Tebingtinggi AKBP James P Hutagaol juga mengatakan selanjutnya pihaknya akan melakukan penyemprotan disinfektan diseluruh Polsek yang ada di wilayah jajaran Polres Tebingtinggi.

“Bukan Polsek saja, melalui Polsek Polsek dan level paling bahwa Bahbinkamtibmas akan melakuan penyemprotan disinfektan keseluruh rumah rumah warga yang padat,” jelasnya.

Kepala masyarakat Kota Tebingtinggi, AKBP James P Hutagaol menghimbau untuk tidak melakuan pertemuan pertemuan yang tidak penting dan kepada masyarakat yang melihat perkumpulan orang akan melaporkannya kepada pihak kepolisian.

“Awalnya tindakan kami dilakukan secara humanis, tetapi apabila masyarakat tetap membandal dan tidak mengindahkan apa yang sudah menjadi ketentuan, maka kami akan melakukan pengusiran secara paksa,” pungkasnya. (ian/azw)

TNI dan Polisi Cegah Corona, Fasilitas Publik Labuhanbatu Disterilkan

STERILISASI: Cegah Covid-19, Polres Labuhanbatu semprot fasilitas publik, Selasa (31/3)
STERILISASI: Cegah Covid-19, Polres Labuhanbatu semprot fasilitas publik, Selasa (31/3)
STERILISASI: Cegah Covid-19, Polres Labuhanbatu semprot fasilitas publik, Selasa (31/3)
STERILISASI: Cegah Covid-19, Polres Labuhanbatu semprot fasilitas publik, Selasa (31/3)

RANTAUPRAPAT, SUMUTPOS.CO – Sejumlah jalan protokol dan area publik di inti-Kota Rantauprapat disemprot cairan disinfektan, Selasa (31/3). Penyemprotan melibatkan peran Polres Labuhanbatu bersama Kodim 0209/LB serta unsur terkait lainnya.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat mengaku kegiatan penyemprotan desinfektan serentak secara nasional. Polres Labuhanbatu dalam penyemprotan ini menurunkan mobil Water canon dan beberapa mobil dinas lainnya dalam mencegah penularan virus corona (covid-19).

“Sasaran penyemprotan disinfektan masih sama seperti sebelumnya. Di setiap titik wilayah yang secara umum ada kegiatan masyarakat atau tempat yang biasa dijadikan kumpul masyarakat,” jelasnya.

Tim, katanya sudah melakukan penyemprotan terhadap rumah ibadah, Masjid Agung, Gereja GMI Macedonia, Suzuya Plaza hotel, bank, anggkutan umum baik roda empat, betor serta kendaraan pribadi.

“Semoga kegiatan yang kita lakukan itu dapat meminimalkan terjadinya penyebaran virus corona. Untuk itu kami minta masyarakat tetap lakukan social distancing, physical distancing. Tidak melakukan kegiatan di luar rumah bila tidak perlu, stay at home. Menjaga kebersihan, cuci tangan dengan hand sanitizer bilamana menyentuh wajah. Lalu tidak ikut di dalam kerumuman masyarakat,” pungkasnya. (fdh/azw)

Di Tengah Wabah Corona Polisi Sergai Sesali Pembagian Sembako Gratis

SEMBAKO GRATIS: Panitia pembagian sembako gratis yang digelar H Syahlan Siregar bersama drg H Iskandar Muda Siregar di Perbaungan, kemarin. surysa/sumut pos
SEMBAKO GRATIS: Panitia pembagian sembako gratis yang digelar H Syahlan Siregar bersama drg H Iskandar Muda Siregar di Perbaungan, kemarin. surysa/sumut pos
SEMBAKO GRATIS: Panitia pembagian sembako gratis yang digelar H Syahlan Siregar bersama drg H Iskandar Muda Siregar di Perbaungan, kemarin.   surysa/sumut pos
SEMBAKO GRATIS: Panitia pembagian sembako gratis yang digelar H Syahlan Siregar bersama drg H Iskandar Muda Siregar di Perbaungan, kemarin. surysa/sumut pos

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Pihak kepolisian menyesalkan adanya kegiatan mengumpulkan masa berbentuk pembagian sembako oleh pihak masyarakat pada Minggu 29 Maret 2020 di Hotel Berkah Kelurahan Simpang Tiga Pekan Kecamatan Perbaungan. Meskipun ajang itu adalah amal, namun kondisi saat ini, kerumunan massa tidak diperbolehkan.

Sebagaimana diketahui, saat ini virus Corona (Covid-19) tengah mewaba. Karena itu, pemerintah pusat hingga daerah telah menginstruksikan agar warga tetap di rumah. Jika harus keluar rumah, maka protokol kesehatan harus dijalankan seperti menjaga jarak fisik minimal 1,5 Meter dan menghindari kerumunan, apalagi membuat acara yang mengundang banyak orang.

Namun hal itu tidak diindahkan oleh sejumlah pihak yang mengatas namakan pembagian zakat harta pertanian yang digelar oleh H Syahlan Siregar bersama drg H Iskandar Muda Siregar. Adapun sembako yang dibagikan yakni beras 5 Kg dan Mie Instan kepada masyarakat Simpang Tiga Pekan Kecamatan Perbaungan dan dihadiri oleh Lurah Suhendra.

Saat dikonfirmasi, Syahlan mengklaim bahwa kegiatan tersebut tidak ada salahnya. Menurutnya pembagian sembako itu dilakukan satu per satu dan tidak berniat mengumpulkan orang banyak.

“Begitu datang langsung kita bagi. Ini tim kita yang turun kerumah penduduk untuk memberitahukan. Begitu datang langsung kita bagi sembako itu, tidak ada yang sampai berkumpul bahkan mengantri,” ujar Syahlan.

Pantauan wartawan, Minggu (29/3) masyarakat penerima sembako gratis tersebut terlihat mengantri sambil duduk untuk mendapatkan paket bantuan.

Dalam maklumat Kapolri Nomor: Mak 2/III/2020 Tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19), dijelaskan bahwa untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, Polri senantiasa mengacu asas keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi (Salus Populi Suprema Lex Esto).

Adapun maklumat tersebut, agar tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya masa dalam jumlah banyak, baik ditempat umum maupun dilingkungan sendiri seperti pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan, dan kegiatan lainnya yang sejenis.

Selain itu, seperti kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazaar, pasar malam, pameran, dan resepsi keluarga, olah raga, kesenian dan jasa hiburan, unjuk rasa, pawai dan karnaval serta kegiatan lainnya yang menjadikan berkumpulnya masa.

Bahwa maklumat Kapolri itu, untuk menghimbau seluruh masyarakat agar jangan membuat kegiatan yang mengumpulkan masa atau orang banyak, terkait antisipasi dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19) yang merebak di tengah masyarakat Indonesia. (sur/azw)

Pemerintah dan Polri mengimbau masyarakat untuk tidak berkumpul ditempat keramaian, tetap berdiam diri dirumah dengan melakukan pembatasan jarak fisik, untuk penanganan dan pencegahan Covid-19. Tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaran wabah.

Menyikapi hal itu, Kapolsek Perbaungan AKP Jhonson Sitompul mengatakan, sangat menyesalkan dengan adanya kegiatan tersebut. Meskipun menurutnya setiap orang boleh saja melakukan kegiatan apa saja, apalagi merupakan pemberian bantuan sosial.

Namun menurut Kapolsek, seharusnya masyarakat tahu dengan situasi saat ini. Tentunya, masyarakat bisa memahami terkait merebaknya penyebaran Covid-19 saat ini di Indonesia.

Bahkan Kapolri sendiri bersama Pemerintah dan MUI katanya, telah mengeluarkan maklumat agar masyarakat tidak melakukan kegiatan yang sifatnya mengumpulkan orang banyak.

“Tujuan itu adalah untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona saat ini. Disamping itu masyarakat juga harus mematuhi maklumat Kapolri tersebut,” bilang Jhonson.

Kapolsek juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Perbaungan untuk tidak melakukan kegiatan yang bisa mengumpulkan orang ataupun masa yang lebih banyak.

“Karena di situ bisa berdampak dari penyebaran virus Corona itu sendiri,” imbau Jhonson. (sur/azw)

Anjungan Sri Mersing dan Taman Bunga Ditutup

Pemerintah Kota (Pemko) menutup tempat wisata kuliner malam di Lapangan Merdeka Anjungan Sri Mersing di Jalan Sutomo dan Taman Bunga di Jalan Diponegara. Penutupan dilakukan karena sejumlah masyarakat masih juga melakukan kumpul-kumpul di dua lokasi tersebut kendati sudah ada larangan.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – “Karena masyarakat Tebingtinggi sudah diatur dan diberikan imbauan untuk tidak berkumpul, hari ini, Selasa (31/3), saya perintahkan Satpol PP untuk menutup Anjungan Sri Mersing dan Taman Bunga, karena ada laporan mereka masih konkow konkow disana,” jelas Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Kapolres Tebingtinggi AKBP James P Hutagaol di Mapolsek Rambutan Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi, Selasa (31/3).

Umar Zunaidi Hasibuan menegaskan, apa bila masih ditemukan warga masih kongkow kongkow, pihaknya meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Kepolisian untuk melakukan tindakan tegas untuk mengusir mereka, apabila masih juga tidak mengindahkan tindak tegas sesuai dengan maklumat Kapolri.

“Kami sudah terus melakukan imbauan kepada masyarakat jangan kumpul kumpul lagi, jika malam berdiam diri dan tinggal di rumah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19, ini masih juga ditemukan kumpul kumpul lagi, itukan susah untuk diimbau,” jelasnya.

Terkait dengan pedagang di sana, Umar Zunaidi Hasibuan juga meminta Satpol PP untuk menghentikannya, begitu juga dengan kafe dan rumah makan diimbau jangan ada lagi kumpulan orang banyak disana, itu bisa membahayakan.

“Tidak boleh lagi rumah makan atau kafe melakukan penjual dengan mengumpulkan orang banyak di situ. Sekarang kita berlakukan sistem take a way, bungkus bayar langsung pergi, jangan ada kumpulan orang duduk disana,” tegasnya.

Umar Zunaidi Hasibuan sangat bermohon kepada masyarakat untuk tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan yang mendadak, cukup tinggal di rumah dan melakuan aktivitas dirumah dan jaga diri kalian jangan berdekatan dengan orang, atur jarak minimal 2 meter.

“Kami melalui Pemko Tebingtinggi memohon kepada masyarakat untuk membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid 19. Masyarakat jangan anggap sepele masalah Covid 19. Marilah kita sama sama mencegah Covid 19 agar tidak ada di Tebingtinggi,” paparnya.

Tampak hadir Kapolres Tebingtinggi AKBP James P Hutagaol, Komandan Koramil 13 0204/DS Kapten Budiono, Ketua DPRD Basyaruddin Nasution. (ian/azw)